Anda di halaman 1dari 2

LAPORAN RESUME DI RUANG KASUARI (PENYAKIT DALAM)

RSD IDAMAN BANJARBARU

Tanggal 01 Juli s/d 06 Juli 2019

Resume 1

Klien Ny.S usia 59 tahun dengan diagnosa medis anemia gravis, klien
tinggal di Banjarbaru masuk rumah sakit daerah Idaman Banjarbaru pada tanggal 01
Juli 2019 jam 08:40 wita dengan alasan sejak 3 hari yang lalu badan terasa lemas,
mual, nyeri ulu hati, meriang, dan kepala terasa pusing. Klien mengatakan memiliki
riwayat penyakit hipertensi sejak 3 tahun yang lalu dan sampai sekarang. Hasil
pemeriksaan fisik, inspeksi: Kesadaran compos mentis E4V5M6, keadaan umum
lemah, klien tampak lemas, klien hanya berbaring ditempat tidur, segala kebutuhan
pasien dibantu oleh keluarga. Hasil Tanda-tanda vital, TD=160/100 mmHg, Nadi 100
kali permenit, pernapasan 20 kali permenit, suhu tubuh 36o C, Hb 8,9 g/dl dan
golongan darah O. Program terapi yang klien dapatkan selama perawatan yaitu
Ceftriaxone via IV dosis 1x2 gr; Ranitidin via IV, dosis 2x1 amp; amlodipin via oral
dosis 1x10 g; Lasix via IV 1 amp pre PRC 1 kolf perhari dan Inf Hidrosol 15 tpm.
Keluhan klien saat ini yaitu badannya lemas dan merasa pusing jika setelah
beraktivitas, pasien rencana akan diberikan transfusi darah sebanyak 1 kolf.

Diagnosa keperawatan klien saat ini adalah keletihan berhubungan dengan


kelesuan fisiologis anemia. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 8 jam
diharapkan pasien mampu beraktivitas tanpa merasa letih dengan criteria hasil klien
mampu beraktivitas tanpa disertai perubahan vital sign. Intervensi yang dilakukan
kepada klien pada tanggal 01 Juli 2019 jam 13:00 wita antara lain melakukan
observasi adanya pembatasan pasien dalam melakukan aktivitas, monitor nutrisi dari
sumber yang adekuat, monitor respon kardiovaskular terhadap aktivitas, monitor level
serum darah seperti Hb, berikan transfusi darah jika diperlukan. Hasil catatan evaluasi
didapatkan data S: Klien mengatakan masih terasa lemas dan pusing jika setelah
beraktivitas, O: Keadaan umum klien masih lemah, aktivitas klien dibantu keluarga,
TD 180/100 mmHg, Nadi 100 x/m, Respirasi 21 x/m dan temp 37,5o C, Hb 8,9 gr/dl,
A: Masalah intoleransi aktivitas tidak teratasi, P: Intervensi dihentikan.
Resume 2

Klien Ny.K umur 81 Tahun, tinggal di jln.suramaju banjarbaru, masuk


rumah sakit daerah idaman Banjarbaru pada tanggal 28 Juni 2019 jam 15:10 wita dan
dirawat diruang kasuari karena tidak mau makan dan nyeri saat menelan makanan
selama 2 minggu. Pasien memiliki riwayat sakit gusi sejak 6 bulan yang lalu karena
kerusakan saraf ke V setelah cabut gigi dan pasien sudah di bawa berobat ke praktik
dokter saraf namun kadang-kadang masih terasa nyeri pada gusi. Hasil pemeriksaan
fisik : klien tampak berbaring di bed, tampak tidak nafsu makan dan tampak sulit
menelan, klien tampak hanya menghabiskan 2 sendok makan dari porsi yang
disediakan di RS. Pengobatan yang klien dapatkan selama di rawat yaitu Santagesik
½ ampul tiap 8 jam via IV, Ranitidin amp 50 mg/12 jam via IV, Amlodipin 10 mg
peroral, dan Inf Nacl 12 tpm.

Diagnosa keperawatan klien yaitu gangguan menelan berhubungan dengan


gangguan neurologis. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x8 jam
diharapkan klien mampu menelan makanan, dengan kriteria hasil tingkat nyeri
menelan berkurang dan nafsu makan membaik. Intervensi keperawatan yang
dilakukan yaitu bantu pasien untuk duduk tegak untuk latihan makan, instruksikan
pasien untuk membuka dan menutup mulut terkait persiapan menelan, monitor
pergerakan lidah pasien selama makan dan memberikan pengobatan analgetik sesuai
permintaan medis yaitu Santagesik ½ ampul tiap 8 jam via IV terkait nyeri pada gusi
yang menghambat proses menelan. Evaluasi dilakukan pada tanggal 01 Juni 2019 jam
14:00 wita, didapatkan data S: Keluarga mengatakan pasien hanya mampu menelan
makanan sebanyak 2 sendok O: Pasien tampak bedrest, pasien hanya menghabiskan 2
sendok dari porsi yang disediakan, terpasang infuse Nacl 12 tpm, A: Masalah
gangguan menelan teratasi sebagian, P: Intervensi dihentikan.