Anda di halaman 1dari 29

1.

Globoquadrina Altispira (Ehrenerg, 1861)

Deskripsi :
Fosil ini merpuakan fosil yang berfungsi sebagai perekam kondisi geologi seperti suhu ataupun
iklim. Pada saat bumi mengalami periode dingin,maka air laut pun akan lebih dingin sehingga
menyebabkan arah perputaran relatif sinistral untuk beradaptasi dengan kondisi tersebut. Berbeda
dengan pada saat periode hangat, fosil ini akan cenderung memiliki arah perputaran yang dextral.

Secara deskriptif fosil ini memiliki dinding berupa Gampingan (Hyalin) dan bentuk kamar yang
bulat serta susunan kamar terputar (Trochoid), polythalamus serta memiliki aperture bulat
sederhana dengan posisi Terminal serta Aperturnya bersifat primer dan memiliki ornamen
smooth.

Taksonomi :
Super Kingdom : Eukaryota
Kingdom : Rhizaria
Filum : Foraminifera
Kelas : Globigerinida
Ordo : Globigerinida
Family : Globorotaliidae
Genus : Globoquadrina
Spesies : Globoquadrina altispira

Umur dan Lingkungan Pengendapan :


2. Uvigerina hispidocostata Cushman and Todd, 1945

Deskripsi :
Cangkang plano-convex, trochoid, dinding kamar calcareous atau hyalin, berpori kasar, bagian
tepi acute dengan keel yang tipis, trochospiral, tersusun oleh 3 putaran dengan 11 - 13 kamar pada
putaran terakhir, aperture interiomarginal-peripheral terletak di pinggir lingkaran atau pada dasar
kamar, ciri khas celah panjang ke arah dorsal diantara pinggir kamar bagian dalam dan putaran
terakhir.

Taksonomi :
Super Kingdom : Eukaryota
Kingdom : Rhizaria
Filum : Foraminifera
Kelas : Rotalidia
Ordo : Rotalidia
Family : Uvigerinidae
Genus : Uvigerina
Spesies : Uvigerina hispidocostata

Umur dan Lingkungan Pengendapan :


3. Neogloboquadrina Pachyderma

Deskripsi :
Secara deskriptif fosil ini memiliki dinding berupa Gampingan (Hyalin) dan bentuk kamar yang
bulat serta susunan kamar terputar (Trochoid), polythalamus serta memiliki aperture berbentuk
busur dengan posisi umbulical serta aperturnya bersifat primer dan memiliki ornamen smooth.
Fosil ini merpuakan fosil yang berfungsi sebagai perekam kondisi geologi seperti suhu ataupun
iklim. Pada saat bumi mengalami periode dingin,maka air laut pun akan lebih dingin sehingga
menyebabkan arah perputaran relatif sinistral untuk beradaptasi dengan kondisi tersebut. Berbeda
dengan pada saat periode hangat, fosil ini akan cenderung memiliki arah perputaran yang dextral.

Taksonomi :
Super Kingdom : Eukaryota
Kingdom : Rhizaria
Filum : Foraminifera
Kelas : Globigerinida
Ordo : Globigerinida
Family : Globorotaliide
Genus : Neogloboquadrina
Spesies : Neogloboquadrina Pachyderma

Umur dan Lingkungan Pengendapan :


4. Bulimina sp.

Deskripsi :
Fosil ini memiliki cangkang kecil, secara umum berbentuk conical. Kamarnya terdiri dari 5
putaran dan berukuran semakin besar, setiap putaran bergantungan diatas putaran sebelumnya,
dinding memilikin oranamen kecuali pada kamar terakhir. Kamar terakhir halus, berpori bagus,
apertur berbentuk loop

Taksonomi :
Super Kingdom : Eukaryota
Kingdom : Rhizaria
Filum : Foraminifera
Kelas : Rotalidia
Ordo : Rotalidia
Family : Buliminidae
Genus : Bulimina
Spesies : Bulimina sp

Umur dan Lingkungan Pengendapan :


5. Quinqueloculina sp

Deskripsi :
Secara deskriptif fosil ini memiliki komposisi dinding cangkang berupa Gampingan bertipe
porselen, cangkang polythalamus terdiri dari 5 kamar dari luar, 4 kamar dari satu sisi, 3 kamar
terlihat dari sisi lainnya. Aperture berposisi sebagai terminal, bulat, atau oval, serta mempunyai
oenamen berupa gigi dan smooth.

Taksonomi :
Super Kingdom : Eukaryota
Kingdom : Rhizaria
Filum : Foraminifera
Kelas : Miliolidia
Ordo : Miliolidia
Family : Hauerininae
Genus : Quinqueloculina
Spesies : Quinqueloculina sp.

Umur dan Lingkungan Pengendapan :


6. Quinqueloculina reticulata d’Orbigny, 1826

Deskripsi :
Fosil ini termasuk ke dalam ordo rotaliina dengan komposisi dinding test tersusun atas hyaline
sehingga nampak jernih, agak transparan, tanpa perforasi. Bentuk test melensa dengan
kenampakan memipih menuju equator. Terdiri atas 30 kamar yang dilihat dari kenampakan
dorsal, tersusun atas planispiral dengan putaran ke kiri (sinistral) dan aperture posisinya terminal
serta derdapat ornamen berupa keel yang berada di suture sehingga suture sedikit terangkat dan
pada periferi test terdapat penebalan disebut acute.

Taksonomi :
Super Kingdom : Eukaryota
Kingdom : Chromista
Filum : Foraminifera
Kelas : Miliolidia
Ordo : Miliolidia
Family : Hauerininae
Genus : Quinqueloculina
Spesies : Quinqueloculina reticulata

Umur dan Lingkungan Pengendapan :


7. Nodosaria sp

Deskripsi :
Secara deskriptif fosil ini memiliki dinding berupa Gampingan (Hyalin) dan bentuk kamar yang
lurus dan tidak terputar, polythalamus serta memiliki leher pada bagian atas dan memiliki
aperture bulat sederhana dengan posisi umbulical serta aperturnya bersifat primer dan memiliki
ornamen smooth.

Nodosariacea adalah salah satu dari dua superfamilies membentuk urutan foraminifera Lagenida.
Yang lainnya adalah Robuloidacea. Dari kedua Nodosariacea adalah lebih maju, serta menjadi
lebih muda. Nodosariacea ditandai dengan planispirally melingkar, uncoiled, atau lurus ruang,
atau yang melingkar pada sumbu longitudinal. Uji (atau shell) dinding halus melubangi, radial
kalsit dilaminasi. Lubang yang perifer atau terminal, variabel dalam bentuk..

Taksonomi :
Super Kingdom : Eukaryota
Kingdom : Rhizaria
Filum : Foraminifera
Kelas : Lagenida
Ordo : Lagenida
Family : Nodosariidae
Genus : Nodosaria
Spesies : Nodosaria sp

Umur dan Lingkungan Pengendapan :


8. Nodosaria filiformis

Deskripsi :
Secara deskriptif fosil ini memiliki dinding berupa Gampingan (Hyalin) dan bentuk kamar yang
lurus dan tidak terputar, polythalamus serta susunan kamar uniserial dan memiliki aperture bulat
sederhana dengan posisi umbulical serta aperturnya bersifat primer dan memiliki ornamen
smooth.

Nodosariacea adalah salah satu dari dua superfamilies membentuk urutan foraminifera Lagenida.
Yang lainnya adalah Robuloidacea. Dari kedua Nodosariacea adalah lebih maju, serta menjadi
lebih muda. Nodosariacea ditandai dengan planispirally melingkar, uncoiled, atau lurus ruang,
atau yang melingkar pada sumbu longitudinal. Uji (atau shell) dinding halus melubangi, radial
kalsit dilaminasi. Lubang yang perifer atau terminal, variabel dalam bentuk..

Taksonomi :
Super Kingdom : Eukaryota
Kingdom : Rhizaria
Filum : Foraminifera
Kelas : Lagenida
Ordo : Lagenida
Family : Nodosariidae
Genus : Nodosaria
Spesies : Nodosaria filiformis

Umur dan Lingkungan Pengendapan :


9. Nodosaria intermittens Roemer, 1838

Deskripsi :
Secara deskriptif fosil ini memiliki dinding berupa Gampingan (Hyalin) dan bentuk kamar yang
lurus dan tidak terputar, polythalamus serta susunan kamar uniserial dan beberapa kamarnya
berukuran semakin besar ke arah berlawanan. Selain itu fosil ini memiliki aperture ellips
(lonjong) dengan posisi umbulical serta aperturnya bersifat primer dan memiliki ornamen
smooth.

Nodosariacea adalah salah satu dari dua superfamilies membentuk urutan foraminifera Lagenida.
Yang lainnya adalah Robuloidacea. Dari kedua Nodosariacea adalah lebih maju, serta menjadi
lebih muda. Nodosariacea ditandai dengan planispirally melingkar, uncoiled, atau lurus ruang,
atau yang melingkar pada sumbu longitudinal. Uji (atau shell) dinding halus melubangi, radial
kalsit dilaminasi. Lubang yang perifer atau terminal, variabel dalam bentuk..

Taksonomi :
Super Kingdom : Eukaryota
Kingdom : Rhizaria
Filum : Foraminifera
Kelas : Lagenida
Ordo : Lagenida
Family : Nodosariidae
Genus : Nodosaria
Spesies : Nodosaria intermittens

Umur dan Lingkungan Pengendapan :


Berumur Oligosen dengan pola hidup dilaut dangkal (Neritik Atas-Tengah)
10. Elphidium macellum

Deskripsi :
Secara deskriptif fosil ini memiliki dinding berupa Gampingan (Hyalin) dan bentuk kamar yang
trochoid yaitu annular, polythalamus serta susunan kamar uniserial dan slaepplaspiral dengan
memiliki aperture yang berbentuk anular dengan posisi terminal serta aperturnya bersifat primer
dan memiliki berupa retral procecces.

Elphidium adalah genus foraminifera protozoa, salah satu genera lebih umum ditemukan di dekat
pantai. Seperti foram lainnya, fosil dari spesies yang berbeda yang digunakan sampai saat ini
batu.

Taksonomi :
Super Kingdom : Eukaryota
Kingdom : Rhizaria
Filum : Foraminifera
Kelas : Rotaliida
Ordo : Rotaliida
Family : Elphidiidae
Genus :Elphidium
Spesies : Elphidium macellum

Umur dan Lingkungan Pengendapan :


11. Dentalina acuta d'Orbigny, 1846

Deskripsi :
Secara deskriptif fosil ini memiliki dinding berupa Gampingan (Hyalin) dan bentuk kamar yang
bulat dan terputar, polythalamus serta susunan kamar uniserial dan memiliki aperture phialine
yang memiliki leher dan gigi serta berposisi terminal aperture serta aperturnya bersifat primer
dan memiliki ornamen costae.

Taksonomi :
Super Kingdom : Eukaryota
Kingdom : Rhizaria
Filum : Foraminifera
Kelas : Nodosariata
Ordo : Nodosariata
Family : Nodosariidae
Genus : Dentalina
Spesies : Dentalina acuta

Umur dan Lingkungan Pengendapan :


12. Lagena striata (d'Orbigny)

Deskripsi :
Lagena adalah genus dan foraminifera bentik dari Lamnidae Keluarga Nodosaria Cea Superfamili
dari subordo Lagenina1 dan Ketertiban Lagena. Spesies jenis ini Serpula (Lagena) sulcata.
Kisaran khronostratigrafi Anda dari Jurassic ke Present.

Secara deskriptif fosil ini memiliki dinding berupa Gampingan (Hyalin) dan bentuk kamar yang
bulat dan terputar (trochoid) , monothalamus serta susunan kamar berbentuk botol. Selain itu
fosil ini memiliki aperture bulat dengan posisi terminal serta aperturnya bersifat primer dan
memiliki ornamen smooth.

Taksonomi :
Super Kingdom : Eukaryota
Kingdom : Rhizaria
Filum : Foraminifera
Kelas : Lagenida
Ordo : Lagenida
Family : Lagenidae
Genus : Lagena
Spesies : Lagena striata

Umur dan Lingkungan Pengendapan :


13. Turritellella shoneana (Siddall, 1878)

Deskripsi :
Secara deskriptif fosil ini memiliki dinding berupa Gampingan (Hyalin) dan bentuk kamar yang
bulat dan planispiral atau terputar, polythalamus serta susunan kamar uniserial dan memiliki
apertureberbentuk bulat dengan posisi terminal serta aperturnya bersifat primer dan memiliki
ornamen smooth.

Taksonomi :
Super Kingdom : Eukaryota
Kingdom : Rhizaria
Filum : Foraminifera
Kelas : Spirillinata
Ordo : Ammodiscida
Family : Ammodiscidae
Genus : Turritellella
Spesies : Turritellella shoneana

Umur dan Lingkungan Pengendapan :


14. Vaginulina albiensis Fuchs, 1967

Deskripsi :
Secara deskriptif fosil ini memiliki dinding berupa Gampingan (Hyalin) dan bentuk kamar yang
bulat dan planispiral atau terputar, polythalamus serta dischoid. Fosil ini memiliki susunan kamar
uniserial dan memiliki aperture berbentuk bulat dengan posisi terminal serta aperturnya bersifat
primer dan memiliki ornamen berupa costae.

Taksonomi :
Super Kingdom : Eukaryota
Kingdom : Rhizaria
Filum : Foraminifera
Kelas : Nodosariata
Ordo : Vaginulinida
Family : Vaginulinidae
Genus : Vaginulina
Spesies : Vaginulina albiensis

Umur dan Lingkungan Pengendapan :


15. Orthomorphina trincherasensis

Deskripsi :
Secara deskriptif fosil ini memiliki dinding berupa Gampingan (Hyalin) dan bentuk kamar yang
bulat dan planispiral atau terputar, polythalamus serta dischoid. Fosil ini memiliki susunan kamar
uniserial dan memiliki aperture berbentuk bulat dengan posisi terminal serta aperturnya bersifat
primer dan memiliki ornamen berupa smooth.

Taksonomi :
Super Kingdom : Eukaryota
Kingdom : Rhizaria
Filum : Foraminifera
Kelas : Nodosariata
Ordo : Nodosariida
Family : Nodosariidae
Genus : Orthomorphina
Spesies : Orthomorphina trincherasensis

Umur dan Lingkungan Pengendapan :


16. Nodogenerina pseudoscripta (Cushman, 1937)

Deskripsi :
Secara deskriptif fosil ini memiliki dinding berupa Gampingan (Hyalin) dan bentuk kamar yang
bulat dan planispiral atau terputar, polythalamus serta dischoid. Fosil ini memiliki susunan kamar
uniserial rectilinear dan memiliki aperture berbentuk bulat dengan posisi terminal serta
aperturnya bersifat primer dan memiliki ornamen berupa spine.

Taksonomi :
Super Kingdom : Eukaryota
Kingdom : Rhizaria
Filum : Foraminifera
Kelas : Rotaliata
Ordo : Rotaliana
Family : Stilostomellidae
Genus : Nodogenerina
Spesies : Nodogenerina pseudoscripta

Umur dan Lingkungan Pengendapan :


17. Leptohalysis catella

Deskripsi :
Secara deskriptif fosil ini memiliki dinding berupa Gampingan (Hyalin) dan bentuk kamar yang
bulat dan planispiral atau terputar, polythalamus serta dischoid. Fosil ini memiliki susunan kamar
uniserial rectilinear dan memiliki aperture berbentuk phialine dan memiliki leher dan gigi serta
berposisi terminal serta aperturnya bersifat primer dan memiliki ornamen berupa costae.

Taksonomi :
Super Kingdom : Eukaryota
Kingdom : Rhizaria
Filum : Foraminifera
Kelas : Nodosariata
Ordo : Hormosinida
Family : Hormosinida
Genus : Leptohalysis
Spesies : Leptohalysis catella

Umur dan Lingkungan Pengendapan :


18. Earlandia perpava Plummer, 1930

Deskripsi :
Secara deskriptif fosil ini memiliki dinding berupa Gampingan (Hyalin) dan bentuk kamar yang
bulat dan planispiral atau terputar, polythalamus serta fosil ini memiliki susunan kamar uniserial
rectilinear dan memiliki aperture berbentuk phialine dan memiliki leher dan gigi serta berposisi
terminal serta aperturnya bersifat primer dan memiliki ornamen berupa costae.

Taksonomi :
Super Kingdom : Eukaryota
Kingdom : Rhizaria
Filum : Foraminifera
Kelas : Rotaliata
Ordo : Fusulinida
Family : Earlandiidae
Genus : Earlandia
Spesies : Earlandia perpava

Umur dan Lingkungan Pengendapan :


19. Psammosphaera sp.

Deskripsi :
Secara deskriptif fosil ini memiliki dinding berupa Gampingan (Hyalin) dan bentuk kamar yang
bulat dan tak terputar, monothalamus serta fosil ini memiliki susunan kamar uniserial dan
memiliki aperture berbentuk slit like dan berposisi terminal serta aperturnya bersifat primer dan
memiliki ornamen berupa spine.

Taksonomi :
Super Kingdom : Eukaryota
Kingdom : Rhizaria
Filum : Foraminifera
Kelas : Textulariida
Ordo : Textulariina
Family : Psammosphaeridae
Genus : Psammosphaera
Spesies : Psammosphaera sp.

Umur dan Lingkungan Pengendapan :


20. Heterostegina sp

Deskripsi :
Secara deskriptif fosil ini memiliki dinding berupa Gampingan (Hyalin) dan bentuk kamar yang
bulat dan planispiral atau terputar, polythalamus dan dischoid serta fosil ini memiliki susunan
kamar uniserial dan memiliki aperture berbentuk bulat sederhana serta berposisi terminal serta
aperturnya bersifat primer dan memiliki ornamen berupa smooth.

Taksonomi :
Super Kingdom : Eukaryota
Kingdom : Rhizaria
Filum : Foraminifera
Kelas : Polythalamea
Ordo : Rotaliida
Family : Nummulitidae
Genus : Heterostegina
Spesies : Heterostegina depressa

Umur dan Lingkungan Pengendapan :


21. Alveolina sp.

Deskripsi :
Secara deskriptif fosil ini memiliki dinding berupa Gampingan (Hyalin) dan bentuk kamar yang
bulat dan planispiral atau terputar, monothalamus dan dischoid serta fosil ini memiliki susunan
kamar uniserial dan memiliki aperture berbentuk bulat sederhana serta berposisi terminal serta
aperturnya bersifat primer dan memiliki ornamen berupa smooth.

Taksonomi :
Super Kingdom : Eukaryota
Kingdom : Rhizaria
Filum : Foraminifera
Kelas : Polythalamea
Ordo : Miliolida
Family : Alveolinidae
Genus : Alveolina
Spesies : Alveolina sp

Umur dan Lingkungan Pengendapan :


22. Cyclamina cancellata

Deskripsi :
Secara deskriptif fosil ini memiliki dinding berupa Gampingan (Hyalin) dan bentuk kamar yang
bulat dan planispiral atau terputar, monothalamus dan dischoid serta fosil ini memiliki susunan
kamar uniserial dan memiliki aperture berbentuk bulat sederhana serta berposisi terminal serta
aperturnya bersifat primer dan memiliki ornamen berupa smooth.

Taksonomi :
Super Kingdom : Eukaryota
Kingdom : Plantae
Filum : Tracheophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Rosales
Family : Rosaceae
Genus : Prunus
Spesies : Prunus cyclamina

Umur dan Lingkungan Pengendapan :


24. Cribrostomoides sp

Deskripsi :
Secara deskriptif fosil ini memiliki dinding berupa Gampingan (Hyalin) dan bentuk kamar yang
bulat dan planispiral atau terputar, polythalamus dan Sleapppspiral serta fosil ini memiliki
susunan kamar uniserial dan memiliki aperture berbentuk bulat sederhana serta berposisi terminal
serta aperturnya bersifat primer dan memiliki ornamen berupa keel.

Taksonomi :
Super Kingdom : Eukaryota
Kingdom : Rhizaria
Filum : Foraminifera
Kelas : Rotaliata
Ordo : Lituolida
Family : Lituolidae
Genus : Cribrostomoides
Spesies : Cribrostomoides sp.

Umur dan Lingkungan Pengendapan :


25. Cribrostomoides sp

Deskripsi :
Secara deskriptif fosil ini memiliki dinding berupa Gampingan (Hyalin) dan bentuk kamar yang
bulat dan planispiral atau terputar, polythalamus dan Sleapppspiral serta fosil ini memiliki
susunan kamar uniserial dan memiliki aperture berbentuk bulat sederhana serta berposisi terminal
serta aperturnya bersifat primer dan memiliki ornamen berupa keel.

Taksonomi :
Super Kingdom : Eukaryota
Kingdom : Rhizaria
Filum : Foraminifera
Kelas : Rotaliata
Ordo : Lituolida
Family : Lituolidae
Genus : Cribrostomoides
Spesies : Cribrostomoides sp.

Umur dan Lingkungan Pengendapan :


26. Abditodentrix rhomboidalis

Deskripsi :
Secara deskriptif fosil ini memiliki dinding berupa Gampingan (Hyalin) dan bentuk kamar yang
bulat dan planispiral atau terputar, polythalamus dan memiliki susunan kamar triserial dan
memiliki aperture berbentuk bulat sederhana serta berposisi terminal serta aperturnya bersifat
primer dan memiliki ornamen berupa smooth.

Taksonomi :
Super Kingdom : Eukaryota
Kingdom : Rhizaria
Filum : Foraminifera
Kelas : Rotaliata
Ordo : olivinitida
Family : Bolivinitidae
Genus : Abditodentrix
Spesies : Abditodentrix rhomboidalis

Umur dan Lingkungan Pengendapan :


27. Adelosina colomi

Deskripsi :
Secara deskriptif fosil ini memiliki dinding berupa Gampingan (Hyalin) dan bentuk kamar yang
bulat dan planispiral atau terputar, polythalamus dan Sleapppspiral serta fosil ini memiliki
susunan kamar uniserial dan memiliki aperture bergigi serta berposisi terminal serta aperturnya
bersifat primer dan memiliki ornamen berupa smooth.

Taksonomi :
Super Kingdom : Eukaryota
Kingdom : Rhizaria
Filum : Foraminifera
Kelas : Miliolata
Ordo : Miliolana
Family : Miliolida
Genus : Adelosina
Spesies : Adelosina colomi

Umur dan Lingkungan Pengendapan :


28. Cribrebella obtusa

Deskripsi :
Secara deskriptif fosil ini memiliki dinding berupa Gampingan (Hyalin) dan bentuk kamar yang
bulat dan planispiral atau terputar, polythalamus dan Sleapppspiral serta fosil ini memiliki
susunan kamar uniserial dan memiliki aperture berbentuk bulat sederhana serta berposisi terminal
serta aperturnya bersifat primer dan memiliki ornamen berupa smooth.

Taksonomi :
Super Kingdom : Eukaryota
Kingdom : Rhizaria
Filum : Foraminifera
Kelas : Nodosaria
Ordo : Nodosariida
Family : Nodosariidae
Genus : Cribrebella
Spesies : Cribrebella obtusa

Umur dan Lingkungan Pengendapan :


29. Euloxostoma bradyi

Deskripsi :
Secara deskriptif fosil ini memiliki dinding berupa Gampingan (Hyalin) dan bentuk kamar yang
bulat dan planispiral atau terputar, polythalamus dan Sleapppspiral serta fosil ini memiliki
susunan kamar biserial to uniserial dan memiliki aperture berbentuk silt like serta berposisi
terminal serta aperturnya bersifat primer dan memiliki ornamen berupa smooth..

Taksonomi :
Super Kingdom : Eukaryota
Kingdom : Rhizaria
Filum : Foraminifera
Kelas : Rotaliata
Ordo : Bolivinitida
Family : Bolivinidae
Genus : Euloxostoma
Spesies : Euloxostoma bradyi

Umur dan Lingkungan Pengendapan :


30. Dentalina globifera Reuss, 1855

Deskripsi :
Secara deskriptif fosil ini memiliki dinding berupa arenaceous dan bentuk kamar yang bulat dan
planispiral atau terputar, polythalamus dan Sleapppspiral serta fosil ini memiliki susunan kamar
uniserial dan memiliki aperture berbentuk bulat dan berposisi terminal serta aperturnya bersifat
primer dan memiliki ornamen berupa bridge suture.

Taksonomi :
Super Kingdom : Eukaryota
Kingdom : Rhizaria
Filum : Foraminifera
Kelas : Rotaliata
Ordo : Rotaliida
Family : Dentalinanidae
Genus : Dentalina
Spesies : Dentalina globifera

Umur dan Lingkungan Pengendapan :

Anda mungkin juga menyukai