Anda di halaman 1dari 19

PROYEK INOVASI

STASE MANAJEMEN KEPERAWATAN DI RUANG BAITUL IZZAH 2

RSI SULTAN AGUNG SEMARANG

Di Susun Oleh:
FLAVIANA FAJAR CHAHYANI
20901800039

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG
SEMARANG
2019
HALAMAN PERSETUJUAN

PROYEK INOVASI
Dengan Judul:
“Pembuatan buku penerimaan pasien”

Disusun Untuk Memenuhi Tugas


Praktik Profesi Ners Stase Manajemen Keperawatan
Oleh:

Nama : Flaviana Fajar Chahyani


NIM : 20901800039

Mengetahui,

Pembimbing Klinik Pembimbing Akademik

…………………………………… ……………………………………
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat,

taufiq dan hidayah serta inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Proposal Manajemen

Keperawatan dalam memenuhi tugas Pendidikan Profesi Ners Stase Manajemen Keperawatan.

Penulis menyadari bahwa dengan selesainya proposal ini adalah berkat bantuan dan bimbingan

dari berbagai pihak. Oleh karena itu perkenankanlah peneliti untuk mengucapkan terimakasih

kepada:

1. Ibu Ns. Retno Isroviatiningrum, S.Kep selaku Koordinator dan pembimbing Stase

Manajemen Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam

Sultan Agung Semarang.

2. Bapak Ns. Moh. Abdur Rouf, M.Kep selaku pembimbing Akademi stase Manajemen

Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan

Agung Semarang.

3. Ibu Ns. Dyah Wiji Puspita Sari, M.Kep selaku pembimbing Akademi stase Manajemen

Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan

Agung Semarang.

4. Ibu Ns. Maya Dwi Yustini, M.Kep selaku Pembimbing Klinik Stase Manajemen Program

Pendidikan Profesi Ners Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung

Semarang.
5. Ibu Novianti, S.Kep selaku Kepala Ruang Baitul Izzah 2 RSI Sultan Agung Semarang

6. Perawat Baitul Izzah 2 yang telah membantu dalam pengkajian dan bersedia menjadi

responden

7. Teman-teman kelompok 3 Profesi Ners XI yang saling memberikan bantuan dan motivasi.

Semoga Allah SWT membalas kebaikan dan senantiasa melimpahkan rahmat-Nya

kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan proposal manajemen keperawatan

ini. Dalam penyusunan proposal ini, penulis berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan

kemampuan, dan penulis menyadari bahwa proposal ini masih jauh dari sempurna, oleh karena

itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca guna perbaikan dan

penyempurnaan dari proposal ini.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semarang, 03 September 2019

Penyusun

Flaviana Fajar Chahyani


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pasien yang masuk ke Rumah Sakit yang membutuhkan tindakan keperawatan

karena membutuhkan pemantauan dan pengawasan yang lebih lanjut dan karena memiliki

defisit personal higiene dan gangguan lainnya. Selain itu, pasien juga membutuhkan

dukungan mental berupa konseling , healthty education. Di sini perawat di beri kepercayaan

untuk merawat pasien dalam waktu 24 jam sebagai perawat yang profesional mampu

memahami atau mempunyai kompetensi untuk melihat kebutuhan yang di gunakan pasien

selama dalam proses keperawatan. Menerima pasien yang baru masuk ke Rumah Sakit sesuai

protap untuk dirawat yang berlaku dan pasien segera memperoleh pelayanan kesehatan

sesuai dengan kebutuhan pasien.

Penerimaan pasien baru merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang

komprehensif melibatkan pasien dan keluarga, dimana sangat mempengaruhi mutu kualitas

pelayanan. Pemenuhan tingkat kepuasan pasien dapat dimulai dengan adanya suatu upaya

perencanaan tentang kebutuhan asuhan keperawatan sejak masuk sampai pasien pulang.

Penerimaan pasien baru yang belum dilakukan sesuai standar maka besar kemungkinan akan

menurunkan mutu suatu kualitas pelayanan yang pada akhirnya dapat menurunkan tingkat

kepercayaan pasien terhadap pelayanan suatu Rumah Sakit. Salah satu kegiatan yang tidak

luput dilakukan saat penerimaan pasien baru maupun orientasi pasien baru adalah pendataan

penerimaan pasien baru.

Baitul Izzah 2 merupakan salah satu bangsal rawat inap penyakit dalam yang berada

dibawah kontrol manajemen Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Islam Sultan Agung
Semarang, yang memiliki tugas dan fungsi cukup kompleks sebagai bangsal yang

menyelenggarakan pelayanan kesehatan, baik pelayanan medis, keperawatan, farmasi, gizi,

dan lai-lain. Hasil wawancara dengan kepala ruang bahwa di ruang Baitul Izzah 2 belum

terdapat buku penerimaan pasien baru. Dengan latar belakang tersebut sudah semestinya

ruang Baitul Izzah 2 saran prasarana agar memudahkan pendokumentasien pasien baru. Buku

penerimaan pasien baru dapat diletakkan di ruang nurse station. Agar memudahkan dalam

pengambilan buku penerimaan pasien baru guna mendukung kegiatan operasional.

B. Tujuan

1. Tujuan Umum

Sebagai upaya untuk meningkatkan pendokumentasian penerimaan pasien baru di

ruang Baitul Izzah 2 RSI Sultan Agung Semarang.

2. Tujuan Khusus

1. Sebagai upaya untuk meningkatkan pendokumentasien penerimaan pasien baru.

2. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan di ruang Baitul Izzah 2 RSI Sultan Agung

Semarang.

C. Manfaat

1. Memudahkan pendokumentasian pada pasien baru

2. Memudahkan perawat mengidentifikasi pasien


BAB II

GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT

A. Sejarah Singkat Rumah Sakit

Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang adalah lembaga pelayanan kesehatan

masyarakat di bawah naungan Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA). RSI

Sultan Agung Semarang didirikan pada tanggal 17 Agustus 1971, dan diresmikan sebagai

rumah sakit umum pada tanggal 23 Oktober 1973 dengan Surat Keputusan (SK) dari

Menteri Kesehatan Nomor: 1024/Yan.Kes/1.0./75 tertanggal 23 Oktober 1975, dan

diresmikan sebagai Rumah Sakit Tipe C (RS Tipe Madya). RSI Sultan Agung Semarang

pada awalnya merupakan health center atau pusat kesehatan masyarakat, layanan yang

ada meliputi poliklinik umum, poliklinik kesehatan ibu & anak, dan poliklinik KB. Tahun

1973 health center berkembang menjadi rumah sakit atau medical center Sultan Agung

dengan mendapatkan dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak. Rumah Sakit Sultan

Agung berganti nama menjadi Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang (RSI Sultan

Agung Semarang) pada tanggal 8 Januari 1992. RSI Sultan Agung Semarang adalah

sebuah rumah sakit yang memiliki status Badan Layanan Umum (BLU). Sejak tanggal 21

Februari 2011, RSI Sultan Agung Semarang ditetapkan menjadi rumah sakit bertipe B

melalui surat keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: H. K. 03.05/1/513/2011 yang

ditandatangani oleh Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan. Penetapan sebagai rumah

sakit tipe B mengandung arti bahwa secara fisik, peralatan, dan sumber daya, serta

prosedur pelayanan telah memenuhi standar rumah sakit bertipe B. Tahun yang sama,

secara resmi Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: H. K.


03.05/III/1299/11 tertanggal 1 Mei 2011 menetapkan RSI Sultan Agung Semarang

sebagai rumah sakit pendidikan (hospital teaching), dan merupakan tempat utama

mendidik calon dokter umum mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan

Agung (RSI Sultan Agung Semarang.

Seiring dengan kebutuhan pelayanan kesehatan saat ini, RSI Sultan Agung

Semarang telah memperluas pelayanan dengan pelayanan unggulan Semarang Eye

Center (SEC). SEC merupakan pusat pelayanan kesehatan mata terlengkap di Jawa

Tengah. SEC dibuka pada tanggal 21 Mei 2005 yang diresmikan oleh Gubernur Jawa

Tengah bapak H. Mardiyanto. Didukung peralatan-peralatan canggih dengan

menggunakan teknologi terkini serta tindakan operasi subspesialistik oleh dokter-dokter

spesialis mata yang berkualitas.

B. Visi, Misi, Falsafah dan Motto Rumah Sakit

RSI Sultan Agung Semarang memiliki visi, yaitu: “Rumah sakit terkemuka dalam

pelayanan kesehatan yang selamat dan menyelamatkan, pelayanan pendidikan

membangun generasi khaira ummah dan pengembangan peradaban Islam menuju

masyarakat sejahtera yang dirahmati Allah”.

Misi RSI Sultan Agung Semarang adalah menyelenggarakan pelayanan kesehatan

yang selamat menyelamatkan dan dijiwai semangat mencintai Allah menyayangi sesama,

menyelenggarakan pelayanan pendidikan dalam rangka membangun generasi khaira

ummah, dan membangun peradaban Islam menuju masyarakat sehat sejahtera yang

dirahmati Allah (RSI Sultan Agung Semarang, 2011:4).


Falsafah RSI Sultan Agung Semarang adalah wadah peningkatan kualitas kesehatan

jasmani dan rohani umat, melalui dakwah bi al-Haal dalam bentuk pelayanan, serta

pendidikan Islam, dan fastabiq al-Khairat.

Pegawai RSI Sultan Agung Semarang dalam kegiatan sehari-hari memiliki motto

yang dijadikan sebagai salah satu bentuk motivasi, yaitu “Mencintai Allah, Menyayangi

Sesama”. Keramahan, kenyamanan, dan kebersihan, merupakan sapa keseharian RSI

Sultan Agung Semarang. Kasih sayang menjadi sentuhan khas yang dihadirkan, dan

falsafah selamat menyelamatkan, selamat dunia dan akhirat menjadi landasan pengelolaan

rumah sakit. Inilah yang menjadi ciri pelayanan kesehatan atas dasar nilai-nilai Islam yang

diterapkan.

C. Struktur Organisasi

Struktur Organisasi Ruang Baitul Izzah 2

Ns. Retno Wahyu Nugraheni, S. Kep


Manager keperawatan

Indah Setiani Ekawati, AMK


Kep. Instalasi Rawat Inap

Novianti., S.Kep
Penjab. Baitul Izzah 2

Siti Ubud Diyah, AMK Agiel Torani, AMK


Katim A Katim B
PP PP
1. Embarwati, AMK
1. Rahma Fajar, AMK 2. Ns. Eko Kurniawan, S.Kep
2. Istiqomah, AMK 3. Ns. Ulil Absor, S.Kep
3. Dian Ningsih, AMK 4. Adip Hanafi, Amd.Kep
4. Ns. Zamsiah, S.Kep 5. Adik Tri, AMK
5. Ns. Winda Rusdiana, S.Kep 6. Ani Rahayu, AMK
6. Dinar Ayu N, AMK 7. Syifa, AMK
7. Ns. Dewi Marliyana, S.Kep 8. Munir, AMK
8. Henis Listya Rini, AMK 9. Alif Tanziah, AMK
9. Putri Diana, AMK
10. Umi Aghni, AMK

D. Jenis Pelayanan

Sistem pemberian asuhan keperawatan merupakan metode yang digunakan dalam

memberikan pelayanan keperawatan. Di Ruang Baitul Izzah 2 menggunakan metode

pelayanan keperawatan, yaitu metode Tim. Metode Tim merupakan membagi perawat

menjadi beberapa kelompok dengan setiap kelompok memiliki penanggung jawab.

E. Jumlah Tempat Tidur

Ruang Baitul Izzah 2 merupakan bangsal penyakit dalam dan saraf yang terletak di

gedung B lantai 4 RSI Sultan Agung Semarang. Jumlah tempat tidur diruang ini sebanyak

27 bed yang terdiri dari kamar A terdapat 8 bed (kelas 3 laki-laki), kamar L terdapat 6 bed

(kelas 3 perempuan), kamar M terdapat 6 bed (kelas 3 perempuan), kamar N terdapat 2 bed

(kelas 2 perempuan), kamar O terdapat 2 bed (kelas 2 perempuan), kamar P terdapat 2 bed

(kelas 2 laki-laki), kamar Q terdapat 1 bed (Isolasi laki-laki/perempuan).


F. Sumber Daya Manusia

Berdasarkan data yang didapat di Ruang Baitul Izzah 2 terdapat tenaga kesehatan

perawat sebanyak 22 orang yang terdiri dari 6 ners dan sebanyak 16 perawat D3.

G. Kedudukan Bagian Keperawatan

Perawat di Ruang Baitul Izzah 2 masing-masing memiliki kedudukan sebagai kepala

ruang, katim A, katim B, perawat primer dan perawat vokasi. Dimana dalam 1 ruang

dibagi 2 TIM yaitu TIM A dan TIM B, setiap TIM memiliki penanggung jawab sebagai

ketua TIM, dan setiap ketua tim memiliki PP dan PA.


BAB III

TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi

Penerimaan pasien baru merupakan suatu tata cara ataupun pedoman dalam

menerima pasien baru masuk. Penerimaan pasien baru merupakan suatu prosedur yang

dilakukan oleh perawat ketika ada pasien baru dating ke sebuah ruangan rawat inap.

Penerimaan pasien baru merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang

komprehensif melibatkan pasien dan keluarga, dimana sangat mempengaruhi mutu

kualitas pelayanan. Penerimaan pasien baru termasuk bagian utama dari proses

keperawatan sebab sebelum melakukan tindakan medis selamjutnya perawat harus

terlebih dahulu mengetahui identitas pasien yang diperoleh ketika perawat menerima

pasien baru tersebut, baik rujukan dari rumah maupun rujukan dari tempat lain misalnya

rumah sakit atau puskesmas.

B. Tujuan Penerimaan Pasien Baru

1. Mengetahui keadaan pasien dan keluarga

2. Pasien bisa langsung menempati ruang perawatan

3. Mengetahui kondisi dan keadaan klien secara umum

C. Persiapan Penerimaan Pasien Baru

1. Tempat tidur dalam keadaan bersih dan siap pakai

2. Fasilitas yang bersedia dalam kondisi baik

3. Meja dan kursi pasien dalam keadaan bersih

4. Lembar orientasi pasien baru dan keluarga

5. Berkas rekam medis


6. Peralatan untuk pemerikasaan

D. Tahapan Penerimaan Pasien Baru

1. Tahap pra penerimaan pasien baru

a. Menyiapkan kelengkapan administrasi

b. Menyiapkan kelengkapan kamar sesuai pesanan

c. Menyiapkan format penerimaan pasien baru

d. Menyiapkan buku status pasien dan format pengkajian keperawatan

e. Menyiapakan inform consent sentralisasi obat

2. Tahap pelaksanaan penerimaan pasien baru

a. Pasien datang diruangan diterima oleh kepala ruangan atau perawat primer atau

perawat yang diberi delegasi

b. Perawat memperkenalkan diri pada klien dan keluarganya

c. Perawat bersama dengan karyawan lain memindahkan pasien ke tempat tidur dan

berikan posisi yang nyaman

d. Perawat menanyakan kembali tentang kejelasan dan informasi yang telah di

sampaikan

e. Perawat melakukan pengkajian terhadap pasien sesuai dengan format

f. Perawat menunjukkan kamar atau tempat tidur klien dan mengantarkan ke tempat

yang telah ditetapkan.

E. Peran Perawat Dalam Penerimaan Pasien Baru

1. Kepala Ruangan

a. Menerima pasien baru

b. Memeriksa kelengkapan yang diperlukan untuk persiapan pasien baru


2. Perawat primer

a. Menyiapkan lembar penerimaan pasien baru

b. Menandatangani lembar penerimaan pasien baru

c. Mengorientasikan pasien keruangan

d. Memberi penjelasan tentang perawat dan dokter yang bertanggung jawab

e. Mendelegasikan pengkajian dan pemeriksaan fisik pada pasien baru kepada

perawat associate

f. Mendokumentasikan penerimaan pasien baru

3. Perawat Associate

Membantu perawat primer dalam pelaksanaan penerimaan pasien baru, pengkajian

dan pemeriksaan fisik pada pasien baru.


BAB IV

MASALAH PENGKAJIAN, ANALISIS DAN PRIORITAS MASALAH

A. Hasil Pengkajian

Hasil survey dan wawancara yang dilakukan di ruang Baitul Izzah 2 RSI Sultan

Agung pada tanggal 2 September 2019, pada Kepala Ruang mengatakan bahwa

pendokumentasian pasien baru pada pembukuan yang lama ada format yang kurang

sesuai dan dengan format baru di harapkan pendokumentasian pembukuan penerimaan

pasien baru, perawat dapat semakin maksimal dalam melakukan pendokumentasian untuk

penerimaan pasien baru.

B. Identifikasi Masalah

Analisa SWOT Bobot Rating Bobot x Rating

Buku penerimaan pasien baru

Kekuatan/strength

a. Tersedianya sarana dan 0,3 4 1,2 S-W = 3,6-


prasarana 3,0 = 0,6
b. Perawat mengatakan mengerti
cara melakukan pengisian buku 0,3 4 0,6
penerimaan pasien
c. Perawat mengatakan sarana
yang digunakan sangat 0,4 4 1,2
membantu dalam
pendokumentasian pasien
1,0 3,6
Total

Kelemahan/weakness

a. Mudah rusak dan sobek jika 1,0 3 3,0


penggunaannya tidak sesuai

1,0 3,0
Total

Peluang/opportunity

a. Perawat bersedia melakukan 0,4 3 1,2 O-T = 2,4 -


pengisian dokumentasi 2,0 = 0,4
penerimaan pasien
b. Adanya kerjasama yang baik 0,3 2 0,6
antara perawat dan pasien
c. Adanya mahasiswa FIK praktik
management keperawatan dan 0,3 2 0,6
kerja sama yang baik

1,0 2,4
Total

Ancaman/Threatment

a. Sarana yang digunakan dapat 0,5 2 1,0


rusak jika penggunaanya tidak
sesuai
b. Adanya tuntutan untuk 0,5 2 1,0
pelayanan keperawatan yang
optimal
1,0 2,0
Total

Setelah dilakukan analisis dengan menggunakan pendekatan SWOT maka dapat

dirumuskan masalah sebagai berikut:

1) Tersedianya sarana dan prasarana

2) Media mudah rusak dan sobek jika penggunaanya tidak sesuai

C. Prioritas Masalah
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka dapat diambil prioritas masalah yang
akan diselesaikan yaitu tersedianya sarana dan prasarana (buku pasien baru).
DIAGRAM LAYANG

Oportunity

1
(-, +) Ubah Strategi (+, +) progresif

0,6

0,4

0,2
-1 -0,6 -0,4 -0,2

0,1 0,4 0,6 1


-0,2

-0,4

-0,6
Strength
Weakness
-1

(-, -) Strategi bertahan (+, -) Deverifikasi Strategi


Plan Of Action (POA)

No Masalah Tujuan Implementasi Indikator Target Media PJ


Keberhasilan
sasaran

1 Format 1. Sebagai upaya Membuat Buku Perawat Buku Flaviana


daftar buku penerimaan
untuk penerimaan Fajar C.
penerimaan penerimaan pasien baru
meningkatkan pasien
pasien baru pasien baru dapat diisi oleh
tidak pendokumentas perawat
lengkap sehingga
ien penerimaan
sehingga penerimaan
pasien baru.
pendataan pasien baru
pasien baru 2. Untuk dapat
dilakukan terdokumentasi
meningkatkan
tidak dengan baik
kualitas
maksimal
pelayanan di

ruang Baitul

Izzah 2 RSI

Sultan Agung

Semarang.