Anda di halaman 1dari 155

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN TERPADU

TIPE SHARED UNTUK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR


MENGACU KURIKULUM 2013

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat


Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Oleh:
Rian Maulana Subekti
NIM: 141134248

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING

SKRIPSI

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN TERPADU TIPE


SHARED UNTUK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR MENGACU
KURIKULUM 2013

Oleh:

Rian Maulana Subekti

NIM: 141134248

Telah disetujui oleh:

Pembimbing

Drs. Puji Purnomo, M. Si,Tanggal, 3 Mei 2018

ii
HALAMAN PENGESAHAN
SKRIPSI
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN TERPADU TIPE
SHARED UNTUK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR MENGACU
KURIKULUM 2013

Dipersiapkan dan ditulis oleh:


Rian Maulana Subekti
NIM: 141134248
Telah dipertahankan di depan Panitia Penguji
pada tanggal………
dan dinyatakan telah memenuhi syarat.
Susunan Panitia Penguji:

Nama Lengkap Tanda Tangan

Ketua : Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd. …………………………

Sekretaris : Kintan Limiansih, S.Pd., M.Pd. …………………………

Anggota : Drs. Puji Purnomo, M. si …………………………

Anggota : ……………………………….. …………………………

Anggota : ……………………………….. …………………………

Yogyakarta,
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sanata Dharma
Dekan,

iii
Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si.

HALAMAN PERSEMBAHAN

Karya ini kupersembahkan untuk:


Allah SWT
Atas segala anugerah dan rahmat-Nya yang telah diberikan

Kedua orang tuaku, Bapak Sukardi dan Ibu Sudi Sutarti yang selalu memberikan doa
dan dukungan selama kuliah baik secara materi maupun moral

Seluruh keluarga yang telah mendoakanku supaya cepat menyelesaikan studiku

Sahabat-sahabat yang selalu membantu dan memotivasi penelitian dalam


menyelesaikan skripsi ini.

Kupersembahkan untuk almamaterku


Universitas Sanata Dharma

iv
MOTTO

v
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak
memuat karya atau bagian orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan
dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

Yogyakarta, 3 Mei 2018

Rian Maulana Subekti

vi
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN
PUBLIKASI ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS
Yang bertanda tangan di bawah ini. Saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma:
Nama : Rian Maulana Subekti
Nomor Mahasiswa : 141134248
Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan
Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:
“Pengembangan Perangkat Pembelajaran Terpadu Tipe Shared untuk siswa kelas
IV Sekolah Dasar Mengacu Kurikulum 2013”
Beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian, saya memberikan kepada
Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam
bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan, mendestribusikan secara
terbatas, dan memplubikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan
akademis tanpa perlu meminta ijin kepada saya maupun memberikan royalty kepada
saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.


Di buat di Yogyakarta
Pada tanggal: 3 Mei 2018
Menyatakan

Rian Maulana Subekti

vii
ABSTRAK
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN TERPADU TIPE
SHARED UNTUK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR MENGACU
KURIKULUM 2013
Rian Maulana Subekti
Universitas Sanata Dharma
2018

Penelitian ini dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan yang menunjukkan


bahwa guru masih membutuhkan contoh perangkat pembelajaran terpadu tipe shared
yang mengacu Kurikulum 2013 Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk
menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran terpadu tipe shared yang
mengacu Kurikulum 2013 Sekolah Dasar dan menggunakan pendekatan tematik
integrative, pendekatan saintifik, pendidikan karakter, serta penilian secara otentik.
Perangkat pembelajaran terpadu tipe shared yang mengacu pada kurikulum
2013 Sekolah Dasar yang dikembangkan oleh peneliti ini merupakan penelitian
pengembangan. Prosedur pengembangan perangkat pembelajaran ini menggunakan
prosedur pengembangan perangkat pembelajaran ini mengkombinasikan langkah
Borg and Gall dan prosedur penelitian pengembangan Dick and Carey menjadi tujuh
langkah, yaitu: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4)
validasi desain, (5) revisi produk, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, hingga
menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran terpadu yang mengacu
Kurikulum 2013 untuk kelas IV Sekolah Dasar.
Berdasarkan validasi dua Pakar Kurikulum Pembelajaran Terpadu
menghasilkan skor 3,79 dan 3,59, perangkat pembelajaran memperoleh rerata skor
3,69 dan termasuk dalam kategori “baik”. Validasi dua guru kelas IV Sekolah Dasar
menghasilkan skor 4,01 dan 3,90, perangkat pembelajaran memperoleh rerata skor
3,96 dan termasuk dalam kategori “baik”. Dari hasil validasi yang dilakukan oleh dua
orang pakar pembelajaran terpadu dan dua guru kelas IV Sekolah Dasar mendapatkan
skor rerata 3,82 dan termasuk dalam kategori ”baik”. Hasil validasi tersebut
berpedoman pada 12 aspek yaitu: (1) identitas RPP, (2) perumusan indikator, (3)
perumusan tujuan pembelajaran, (4) pemilihan materi ajar, (5) sumber belajar, (6)
media pembelajaran, (7) metode pembelajaran, (8) scenario pembelajaran, (9)
karakteristik pembelajaran terpadu tipe shared, (10) penilian, (11) Lembar Kerja
Siswa (LKS), dan (12) bahasa. Dengan demikian, perangkat pembelajaran tersebut
layak untuk digunakan secara luas.

viii
Kata Kunci: Kurikulum 2013, perangkat pembelajaran, pembelajaran terpadu
tipe shared.

ix
ABSTRACT
DEVELOPMENT OF INTEGRATED LEARNING TOOLS TYPE SHARED FOR
STUDENTS CLASS IV BASIC SCHOOL REGISTERING CURRICULUM 2013
Rian Maulana Subekti
Sanata Dharma University
2018

This research was conducted based on needs analysis showing that teachers
still need a sample of integrated learning model of shared type which refers to
Curriculum 2013 Elementary School. This study aims to produce a product in the
form of integrated learning tools of the type of shared refers to the Curriculum 2013
Primary School and using integrative thematic approach, scientific approach,
character education, as well as authentic reviewers.
The integrated learning tool of type shared which refers to the Curriculum of
2013 Primary School developed by this researcher is a development research. This
learning tool development procedure combines Borg and Gall and Dick & Carey's
development research procedures into seven steps: (1) potential and problems, (2)
data collection, (3) product design, (4) design validation, (5) product revisions, (6)
product trials, (7) product revisions, to produce products in the form of integrated
learning tools that refer to the Curriculum 2013 for grade IV Primary School.
Based on the validation of two Experts of Integrated Learning Curriculum
resulted in scores of 3.79 and 3.59, learning tools obtained a mean score of 3.69 and
included in the "good" category. The validation of two grade 4 elementary school
teachers resulted in a score of 4.01 and 3.90, the learning tool earned a mean score
of 3.96 and was included in the "good" category. From the results of validation
conducted by two integrated learning experts and two grade IV primary school
teachers get a score of 3.82 and included in the category of "good". The validation
results are based on 12 aspects, namely: (1) RPP identity, (2) formulation of
indicators, (3) formulation of learning objectives, (4) selection of teaching materials,
(5) learning resources, (6) instructional media, (7) learning methods, (8) learning
scenarios, (9) shared learning characteristics of shared types, (10) research, (11)
Student Worksheets (LKS), and (12) languages. Thus, the learning device is feasible
for widespread use.
Keywords: Curriculum 2013, learning tools, shared learning shared type.

x
KATA PENGANTAR

Puji Syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan rahmat dan berkah-Nya, sehingga skripsi yang berjudul Pengembangan
Perangkat Pembelajaran Terpadu Tipe Shared Untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
Mengacu Kurikulum 2013 dapat penulis selesaikan dengan baik. Skripsi ini disusun
sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar,
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma.
Penulis menyadari bahwa dalam menyelesaikan skripsi ini, penulis
mendapatkan banyak bimbingan, bantuan, dan dukungan dari berbagai pihak baik
secara langsung maupun tidak langsung sehingga skripsi ini dapat terselesaikan
dengan baik. Maka pada kesempatan ini peneliti ingin mengucapakan terimakasih.
1. Allah SWT yang senantiasa memberikan rahmat kesehatan dan kelancaran dalam
proses penelitian dan penyusunan skripsi ini.
2. Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Sanata Dharma.
3. Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd selaku ketua Program Studi Pendidikan
Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
4. Kintan Limiansih, S.Pd., M.Pd. selaku wakil ketua Program Studi Pendidikan
Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
5. Drs. Puji Purnomo, M. Si sebagai dosen pembimbing skripsi yang mendampingi
dan memotivasi saya selama proses penelitian dan penulisan skripsi.
6. Ibu Kintan Limiansih, S.Pd., M.Pd selaku validator Pakar Pembelajaran Terpadu
yang telah memberikan bantuan dan penelitian ini dengan melakukan validasu
produk penelitian.
7. Ibu Agnes Herlina Dwi Hadiyanti, M.T., M.Sc selaku validator Pakar
Pembelajaran Terpadu yang telah memberikan bantuan dan penelitian ini dengan
melakukan validasu produk penelitian
8. Bapak Sumarjoko, S.Ag selaku kepala sekolah SD Negeri Plaosan 1

xi
9. Ibu Sri Sunarti Handayani, S.Pd Selaku kepala sekolah SD Negeri Srumbung 2
10. Ibu Patrisia Betris Yan Ariyanti, S.Pd selaku guru kelas IV SD Negeri Plaosan 1
yang telah membantu peneliti dalam melakukan validasi produk penelitian
11. Bapak Suyitno, S.Pd selaku guru kelas IV SD Negeri Srumbung 2 yang telah
membantu peneliti dalam melakukan validasi produk penelitian.
12. Ayahku Sukardi dan Ibu Sudi Sutarti yang selalu setia memberikan doa dan
dukungan dalam menyelesaikan skripsi ini.
13. Sahabat-sahabatku di kelas VI E dan VII E yang selalu memberikan motivasi dan
dukungan.
14. Teman-teman payung skripsi yang selalu memberikan dalam proses penyelesaian
skripsi.
15. Segenap pihak, sahabat dan teman yang telah membantu dan tidak dapat peneliti
sebutkan satu-persatu.

Peneliti menemui banyak kendala dalam penyusunan skripsi ini. Mesekipun


demikian, kendala tersebut tidak membuat peneliti menjadi menyerah dan putus asa,
namun menjadikan semangat dan antusias untuk maju dan menyelesaikan skripsi
dengan tepat waktu.
Peneliti menyadari bahwa tidak ada kesempurnaan selain milik Allah, begitu pula
dengan penulisan skripsi ini. Karena itu peneliti meminta maaf apabila terdapat
kesalahan baik dalam sistematika, isi dan sebagainya dalam skripsi ini. Akhrinya
penulis mengucapkan selamat membaca semoga bermanfaat bagi kita semua.

Yogyakarta 3 Mei 2018


Penulis

Rian Maulana Subekti

xii
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL ................................................................................................
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ....................................................
HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................................
HALAMAN PERSEMBAHAN ..............................................................................
MOTTO ....................................................................................................................
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ..................................................................
LEMBAR PERYATAAN PERSETUJUAN ..........................................................
ABSTRAK ...............................................................................................................
ABSTRACT ...............................................................................................................
KATA PENGANTAR ..............................................................................................
DAFTAR ISI .............................................................................................................
DAFTAR TABEL ....................................................................................................
DAFTAR GAMBAR ................................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................
BAB 1 PENDAHULUAN ........................................................................................
1.1 Latar Belakang Masalah ...................................................................................
1.2 Identifikasi Masalah..........................................................................................
1.3 Rumusan Masalah .............................................................................................
1.4 Tujuan Penelitian ..............................................................................................
1.5 Manfaat Penelitian ............................................................................................
1.6 Definisi Operasional .........................................................................................
1.7 Spesifikasi Produk yang Dikembangkan .........................................................
BAB II LANDASAN TEORI ..................................................................................
2.1 Kajian Pustaka .................................................................................................
2.1.1 Pengertian Kurikulum..............................................................................
2.1.2 Kurikulum SD 2013.................................................................................
2.1.3 Karakteristik Kurikulum 2013 .................................................................
2.1.4 Perangkat Pembelajaran...........................................................................
2.1.5 Pembelajaran Terpadu .............................................................................
2.1.6 Pembelajaran Terpadu Tipe Shared.........................................................
2.2 Peneitian yang Relevan ...................................................................................
2.3 Kerangka Berpikir ...........................................................................................
2.4 Pertanyaan Penelitian ......................................................................................

xiii
BAB III METODE PENELITIAN .........................................................................
3.1 Jenis Penelitian ................................................................................................
3.2 Prosedur Pengembangan .................................................................................
3.3 Setting Penelitian .............................................................................................
3.4 Teknik Pengumpulan Data ..............................................................................
3.5 Instrumen Penelitian ........................................................................................
3.6 Teknik Analisis Data .......................................................................................
3.7 Jadwal Penelitian .............................................................................................
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ........................................
4.1 Analisi Kebutuhan ...........................................................................................
1. Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan .........................................................
2. Pembahasan Hasil Wawancara dan Analisis Kebutuhan..............................
4.2 Deskripsi Produk Awal ...................................................................................
1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Terpadu Tipe Shared ...............
4.3 Data Validasi dan Revisi Produk.....................................................................
1. Data Validasi oleh Pakar Pembelajaran terpadu model Shared
2. Revisi Produk oleh Pakar Pembelajaran Terpadu ........................................
4.4 Uji Coba Terbatas ............................................................................................
1. Data Validasi oleh Guru kelas IV SD Pelaksanan Pembelajaran Terpadu ...
2. Revisi Produk Uji Coba Terbatas oleh Guru kelas IV SD Pelaksanaan
Pembelajaran Terpadu .................................................................................
4.5 Kajian Produk Akhir dan Pembahasan ............................................................
1. Kajian Produk Akhir .....................................................................................
2. Pembahasan ..................................................................................................
BAB V PENUTUP ....................................................................................................
5.1 Kesimpulan ......................................................................................................
5.2 Keterbatasan Masalah......................................................................................
5.3 Saran ................................................................................................................
DAFTAR REFERENSI ...........................................................................................
LAMPIRAN ..............................................................................................................

xiv
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Tahap Perkembangan Kognitif Piaget .......................................................


Tabel 3.1 Pedoman Wawancara .................................................................................
Tabel 3.2 Konversi Skala Lima ..............................................................................
Tabel 3.3 Kriteria Skor Skala Lima ...........................................................................
Tabel 3.4 Jadwal kegiatan Penelitian .........................................................................
Tabel 4.1 Saran dan Perbaikan Pakar Pembelajaran Terpadu....................................
Tabel 4.2 Saran dan Perbaikan Guru SD Kelas IV Pelaksana Kurikulum 2013........
Tabel 4.3 Rekapitulasi Validasi Pakar Pembelajaran Terpadu dan Guru SD Kelas IV
Pelaksana Kurikulum 2013........................................................................

xv
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Cover Produk..........................................................................................


Gambar 2.1 Contoh Bagan peta Konsep Pembelajaran Terpadu Tipe Shared menurut
Forgary .......................................................................................................................
Gambar 2.2 Contoh Bagan Peta Konsep Tipe Shared ...............................................
Gambar 2.3 Literature Map .......................................................................................
Gambar 2.4 Bagan Kerangka Pikir Pengembangan Pembelajaran Terpadu Tipe
shared .........................................................................................................................
Gambar 3.1 Prosedur Pengembangan dan Penelitian menurut Borg & Gall .............
Gambar 3.2 Prosedur Pengembangan Dick & Carey .................................................
Gambar 3.3 Prosedur Pengembangan Penelitian .......................................................

xvi
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Surat Izin Penelitian di SD N Plaosan 1 .................................................


Lampiran 2 Surat Izin Penelitian di SD N Srumbung 2 .............................................
Lampiran 3 Surat Keterangan Melaksanakan Penelitian di SD N Plaosan 1 .............
Lampiran 4 Surat Keterangan Melaksanakan Penelitian di SD N Srumbung 2 ........
Lampiran 5 Pedomanan Wawancara ..........................................................................
Lampiran 6 Hasil Wawancara Guru Kelas IV ...........................................................
Lampiran 7 Instrumen Validasi RPP..........................................................................
Lampiran 8 Instrumen Validasi Uji Coba Produk......................................................
Lampiran 9 Hasil Validasi Kuesioner Pakar-1...........................................................
Lampiran 10 Hasil Validasi Kuesioner Pakar-2.........................................................
Lampiran 11 Hasil Validasi Kuesioner Guru Kelas IV ke-1 .....................................
Lampiran 11 Hasil Validasi Kuesioner Guru Kelas IV ke-2 .....................................
Lampiran 12 Foto Uji Coba Produk ...........................................................................

xvii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pendidikan adalah suatu proses perubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau

kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran,

pelatihan, proses, cara, dan perbuatan mendidik (Pusat Bahasa Departemen

Pendidikan Nasional, 2002: 263). Pendidikan pada prinsipnya merupakan proses

pematangan kualitas hidup. Buchori berpendapat bahwa pendidikan yang baik adalah

pendidikan yang tidak hanya mempersiapkan para siswanya untuk suatu profesi atau

jabatan, tetapi untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya dalam

kehidupan sehari-hari (Trianto, 2009: 5). Karena itulah fokus pendidikan diarahkan

pada pembentukan kepribadian unggul dengan menitikberatkan proses pematangan

kualitas logika, hati, akhlak dan keimanan. Maka diharapkan pendidikan mampu

menampilkan pendidikan yang lebih bermutu. Pendidikan bermutu adalah pendidikan

yang mampu melakukan proses pematangan kualitas peserta didik yang

dikembangkan dengan cara membebaskan peserta didik dari ketidaktahuan,

ketidakmampuan, ketidaberdayaan dan dari buruknya akhlak keimanan (Mulyasana,

2012: 120. Dalam Undang – Udang Nomor 20 tahun 2003 dikemukakan tujuan

pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi

manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,

sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis

1
serta bertanggungjawab. Proses pembelajaran pada hakekatnya adalah untuk

mengembangkan aktivitas dan kreativitas siswa, melalui berbagai interaksi dan

berbagai pengalaman belajar. Proses pembelajaran dikelas yang ideal melibatkan

keaktifan siswa, dan guru memerankan diri sebagai fasilitator untuk menciptakan

pembelajaran yang mengaktifkan dan menyenangkan bagi para siswa. Hal ini,

tentunya tidak terlepas dari peran pemerintah dalam membuat perencanaan

pelaksanaan pendidikan. Dalam masa sekarang pendidikan di Indonesia menerapkan

kurikulum 2013.

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan

bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggarakan

kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu (Kemendikbud,

2003). Kurikulum 2013 yang diterapkan di Indonesia digunakan untuk meningkatkan

kualitas pendidikan. Kurikulum 2013 ini merupakan penyempurnaan dan perbaikan

dari kurikulum sebelum-sebelumnya, sehingga diharapkan menjadi kurikulum yang

paling baik untuk diterapkan. Perubahan dari kurikulum sebelum-sebelumnya

menjadi kurikulum 2013 ini akan berdampak pada komponen-komponen

pendukungnya. Setiap komponen yang berkaitan dengan perubahan kurikulum harus

ikut diperbaharui dan harus disesuaikan dengan kurikulum yang diterapkan pada saat

ini sehingga tidak ada kendala dalam pelaksanaannya. Salah satu komponen tersebut

adalah perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran adalah salah satu wujud

persiapan yang dilakukan dalam proses pembelajaran (Komalasari, 2011: 179).

2
Proses pembelajaran menjadi salah satu hal yang perlu dipikirkan bagi setiap guru

dalam proses pembelajaran. Keterpaduan materi ajar dalam proses pembelajaran akan

membantu siswa untuk menghubungkan materi ajar satu dengan yang lain, sehingga

paras siswa memiliki pengalaman yang lebih utuh.

Proses pembelajaran kurikulum 2013 menggunakan pembelajaran terpadu

berbasis tematik. Pembelajaran tematik merupakan sistem pembelajaran yang

memungkinkan siswa baik secara individu maupun kelompok, aktif menggali dan

menemukan konsep dan prinsip holistic, bermakna, dan otentik (Prastowo, 2014: 45).

Kurikulum 2013 identitik dengan keterpaduan antar mata pelajaran atau disebut

pembelajaran terpadu. Pembelajaran terpadu sebagai suatu konsep yang dapat

diartikan sebagai pendekatan pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran

untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada siswa. Bermakna artinya

siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari melalui pengalaman

langsung dan mengbungkannya dengan konsep lain yang sudah mereka pahami.

Menurut Aminudin, (1994), pengertian pembelajaran terpadu dapat dilihat sebagai:

(a) Suatu pendekatan pembelajaran yang menghubungkan berbagai mata pelajaran

yang mencerminkan dunia nyata di sekeliling serta dalam rentang kemampuan dan

perkembangan anak; (b) Suatu cara untuk mengembangkan pengetahuan dan

keterampilan anak secara serempak (simultan); (c) Merakit atau menggabungkan

sejumlah konsep dalam beberapa mata pelajaran yang berbeda, dengan harapan siswa

akan belajar dengan lebih baik dan bermakna.

3
Dalam proses pembelajaran kurikulum 2013, pendekatan yang digunakan adalah

pendekatan saintifik. Pendekatan santifik adalah pendekatan yang menggunakan

langkah-langkah pembelajaran yang secara ilmiah yaitu mengamati, menanya,

menalar, mencoba dan mengkomunikasikan atau sering disebut dengan 5M. Metode

ilmiah pada umumnya memuat serangkaian kegiatan aktivitas dalam pengumpulan

data melalui observasi atau eksperimen, yang kemudian diolah, dianalisis, dan

dikomunikasikan. Pendekatan sanitifik ini memungkinkan siswa dapat menyeimbangi

antara kemampuan siswa dalam berinteraksi dengan oranglain (soft skill) dan

kemampuan intelektual (hard skill) yang meliputi sikap, pengetahuan yang dimuliki,

dan keterampilan.

Guru sebagai pendidik yang profesional harus bisa membuat perangkat

pembelajaran sebelum melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Perangkat

pembelajaran merupakan salah satu wujud persiapan yang dilakukan dalam proses

pembelajaran (Komalasari, 2011:179). Sedangkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor

19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 20 dituliskan bahwa

perangkat pembelajaran adalah perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan

rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat sekurang-kurangnya tujuan

pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil

belajar.Perangkat pembelajaran ini harus dipersiapkan guru sebelum melaksanakan

proses pembelajaran, karena perangkat pembelajaran ini merupakan salah satu

indikator keberhasilan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan yang

4
diinginkan sehingga guru akan lebih terarah dalam menyampaikan materi kepada

siswa.

Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti pada guru kelas IV di SD Negeri

Babarsari dan SD N Plaosan 1 yang sudah menerapkan kurikulum 2013. Dalam

wawancara tersebut, peneliti memperoleh data dan permasalahan yang dialami guru

ketika mengimplementasikan kurikulum 2013. Guru belum terlalu paham tentang

kurikulum 2013, sehingga guru masih kebinggungan dalam penerapan kurikulum

2013. Ketika ditanya mengenai 10 tipe pembelajaran terpadu, guru sudah mengetahui

adanya 10 model pembelajaran terpadu akan tetapi guru belum menguasai 10 model

pembelajaran terpadu. Guru hanya mengetahui bahwa pembelajaran terpadu

menggunakan sebuah tema dan menggabungkan beberapa mata pelajaran. Akan

tetapi guru dapat mengimplementasikan pembelajaran terpadu ini dengan cara

mengikuti langkah-langkah yang ada dibuku guru yang kemudian dikembangkan

sendiri oleh guru. Dalam proses pembelajaran terpadu ini guru mengalami kesulitan

pada penilaian. Kurangnya sosialisai tentang kurikulum 2013 ini membuat guru,

mengalami kesulitan dalam pembuatan perangkat pembelajaran terpadu terutama

pada pembuatan aspek penilaian yang sesuai, sehingga dalam proses proses penilaian

kurang berjalan maksimal. Sehingga guru sangat membutuhkan contoh perangkat

pembelajaran terpadu kurikulum 2013.

5
Penelitian ini penting dilaksanakan sebagai upaya untuk “Pengembangan

Perangkat Pembelajaran Terpadu Model Shared untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar

Mengacu Kurikulum 2013”.

1.2 Indentifikasi Masalah

Perangkat pembelajaran merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam

proses kegiatan belajar mengajar, namun saat ini ketersediaan perangkat

pembelajaran yang terpadu di kurikulum 2013 terutama di SD masih dirasa sangat

minim dan memprihatikan. Berikut identifikasi masalah yang akan dikaji:

1.2.1 Guru masih kebinggungan dalam mengimplementasikan kurikulum 2013.

1.2.2 Guru sudah mengetahui 10 model pembelajaran terpadu, akan tetapi guru

belum menguasai 10 model pembelajaran terpadu.

1.2.3 Perangkat pembelajaran terpadu kurikulum 2013 masih kurang.

Mengingat luasnya lingkup penelitian, maka perlu adanya pembatasan masalah

agar penelitian ini tepat menuju sasaran dan tidak menyimpang. Dalam penelitian ini

peneliti membuat batasan sebagai berikut:

1.2.4Perangkat pembelajaran (RPP) terpadu ini hanya kelas 4 SD.

1.2.5 Peneliti hanya difokuskan pada pengembangan pembelajaran terpadu tipe

Shared.

6
1.3 Rumusan Masalah

Penelitian ini dilakukan melihat kebutuhan akan perangkat pembelajaran terpadu

yang sesuai dengan kurikulum 2013. Oleh karena itu masalah yang akan dikaji

adalah:

1.3.1 Bagaimana kualitas perangkat pembelajaran terpadu tipe shared yang mengacu

kurikulum 2013 untuk kelas IV Sekolah Dasar?

1.4 Tujuan Penelitian

Sesuai dengan permasalahan yang ada, maka tujuan penelitian ini adalah

sebagai berikut:

1.4.1 Untuk mengetahui kualitas perangkat pembelajaran terpadu tipe shared untuk

siswa kelas IV Sekolah Dasar?

1.5 Manfaat Penelitian

Pengembangan perangkat pembelajaran terpadu model model shared yang

mengacu kurikulum SD 2013 pada kelas IV ini diharapkan dapat memberikan

manfaat:

1.5.1 Bagi peneliti

1.5.1.1 Memperoleh pengalaman langsung dalam pembuatan perangkat pembelajaran

terpadu tipe shared sehingga akan menjadi bekal ketika kelak menjadi guru.

1.5.1.2 Sebagai calon guru dapat semakin terampil dalam penyusunan perangkat

pembelajaran terpadu tipe shared.

7
1.5.2 Bagi guru

1.5.2.1 Dapat memberikan alternatif kepada guru dalam merancang perangkat

pembelajaran terpadu kurikulum 2013.

1.5.2.2 Dapat memberikan wawasan bagi guru dalam menyiapkan perangkat

pembelajaran terpadu tipe shared.

1.5.3 Bagi Sekolah

1.5.3.1 Sebagai referensi bagi guru dalam penyusunan perangkat pembelajaran

terpadu kurikulum 2013.

1.5.4. Bagi Siswa

1.5.4.1 Siswa dapat memperoleh pengalaman baru melalui penerapan perangkat

pembelajatan terpadu tipe shared.

1.5.5 Bagi Prodi PGSD

1.5.5.1 Sebagai referensi dan wawasan terkait penelitian tentang perangkat

pembelajaran terpadu kurikulum 2013.

1.6 Definisi Operasional

1.6.1 Pembelajaran terpadu adalah suatu konsep yang merupakan pendekatan

pembelajaran yang melibatkan beberapa matapelajaran untuk memberikan

pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa dalam proses pembelajaran.

1.6.2 Kurikulum 2013 adalah Kurikulum yang berlaku pada pendidikan di Indonesia

yang diterapkan oleh pemerintah untuk mengganti kurikulum 2006 (KTSP).

8
Kurikulum yang mengembangkan kemampuan sofy skill dan hard skill yang meliputi

kemampuan sikap, pengetahuan yang dimiliki dan keterampilan.

1.6.3 Perangkat Pembelajaran adalah adalah perencanaan proses pembelajaran

meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat

sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber

belajar, dan penilaian hasil belajar.

1.6.4 Pembelajaran Terpadu tipe Shared adalah model pembelajaran yang

menggabungkan dua mata pelajaran atau lebih yang memiliki kesamaan dalam

konsep, sikap dan keterampilan.

1.6.5 RPP adalah Rencana kegiatan pembelajaran yang berisi skenario kegiatan yang

akan dilakukan guru secara bertatap muka untuk satu pertemuan atau lebih.

1.7 Spesifikasi Produk yang Dikembangkan

Berikut adalah produk-produk yang akan dikembangkan dalam penelitian ini

adalah:

1. Pemataan KD dan indikator disusun berdasarkan konsep, sikap dan keterampilan

yang akan diuntaikan dalam pembelajaran terpadu tipe shared dengan desain yang

menarik. Pemetaan KD dan indikator yang disusun berdasarkan dengan konsep,

sikap dan keterampilan yang sama dengan menggabungkan dua mata pelajaran.

Kemudian akan dikembangkan menjadi perangkat pembelajaran terpadu tipe

shared.

9
2. Produk ini disusun menggunakan menggunakan kertas berukuran A4 dan

menggunakan hard cover yang didesain menarik dengan mencantumkan contoh

gambar bagan pembelajaran terpadu tipe shared. Dalam produk ini menggunakan

jenis huruf Times New Roman dengan ukuran huruf yang berbeda-beda misalnya

12,14 dan 16.

3. Kata Pengantar, terdiri dari ucapan syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa;

penjelasan singkat produk kerangka berpikir; membahas spesifikasi produk yang

dibuat; ucapan terimakasih kepada pihak yang membantu dan terlibat; kesedian

penulis menerima kritik dan saran terhadap produk yang dibuat.

4. Daftrar isi terdiri dari garis besar isi produk beserta nomor halaman.

5. Penjelasan pembelajaran terpadu tipe shared terdiri dari pengertian pembelajaran

terpadu tipe shared; karakteristik pembelajaran terpadu tipe shared; langkah-

langkah mengembangkan pembelajaran terpadu tipe shared dan kelebihan dan

kelemahan pembelajaran terpadu tipe shared.

6. Komponen RPP yang disusun lengkap. Komponen RPP pada kurikulum terdiri

dari beberapa bagian, antara lain: satuan pendidikan (nama sekolah),

kelas/semester, tema, tipe pembelajaran terpadu, muatan pembelajaran terpadu,

alokasi waktu, kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran,

materi pembelajaran, pendekatan, dan model/tipe serta metode, media, sumber

belajar,kegiatan pembelajaran, teknik penilian, instrumen penilaian, lampiran

materi, LKS dan refleksi.

10
7. RPP mengandung karakteristik kurikulum SD 2013 (terpadu antar konep/muatan

pelajaran, saintifik dan autentik). Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan

pendekatan tematik terpadu yaitu pendekatan yang mengintregrasikan berbagai

kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema. Pembelajaran

saintifik dalam kurikulum 2013 tidak hanya mengandung hasil belajar sebagai

muara akhir, namun proses pembelajaran dipandang sangat penting. Oleh karena

itu, pembelajaran saintifik menekankan pada keterampilan proses. RPP memuat

penelian autentik. Penelian autentik ini adalah jenis penilaian yang mengarahkan

siswa untuk mendemostrasikan keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan

untuk mengatasi permasalahan dan situasi yang dijumpai dalam dunia nyata.

Penilaian autentik berupa penilian unjuk kerja berdasarkan penguasaan

pengetahuan siswa yang sebelumnya telah dipelajari. Penilaia autentik ini terdiri

dari beberapa jenis yaitu penilian kinerja, proyek, portofolio dan tes tulis. Penilian

kinerja digunakan untuk menilai kemampuan siswa melalui penugasan. Penilaian

proyek digunakan untuk menilai kemampuan siswa melalui tugas-tugas yang harus

diselesaikan siswa menurut periode waktu tertentu. Penilian portofolio merupakan

kumpulan hasil kerja yang sengaja dibuat siswa. Tes tertulis berbentuk uraian atau

esai sebisamungkin bersifat komperehensif, sehingga mampu menggambarkan

ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan siswa.

8. Mengembangkan kemampuan berpikir siswa tingkat tinggi. Perumusan indikator

menggunakan kompetensi tingkat tinggi. Kompetensi tersebut disusun dengan

11
menggunakan kata kerja operasional berdasarkan Taksonomi Bloom yang sudah

direvisi.

9. Sesuai dengan karakteristik pembelajaran terpadu tipe shared antara lain :

1. Memadukan dua disiplin ilmu yang memiliki konsep, sikap, dan

keterampilan yang sama.

2. Memiliki disiplin komplementer.

3. Keterpaduan antara dua mata pelajaran yang berbeda memiliki konsep ,

sikap dan keterampilan yang sama namun pengajarannya menggunakan

konten yang berbeda sehingga tidak terjadi overlapping.

10. RPP disusun secara praktis mudah dilaksanakan) dan fungsional (banyak manfaat

sebagai pedoman pembelajaran). RPP disusun dengan jelas dan sistematis. RPP

ini dapat dilaksanakan oleh guru kelas IV sekolah dasar dengan mengikuti

langkah-langkah yang sudah dijabarkan dalam RPP.

11. RPP disusun menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan

Ejaan Bahasa Indonesia (EBI).

COVER PRODUK

12
BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Kajian Pustaka

2.1.1 Pengertian Kurikulum

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengatur mengenai tujuan, isi, dan

bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggarakan

kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu. (Kemendikbud, 2003: 27).

(Kurniasih dan Sani, 2014: 6) menjelaskan kurikulum itu adalah suatu perangkat yang

dijadikan acuan dalam mengembangkan suatu proses pembelajaran yang berisi

kegiatan-kegiatan siswa yang akan dapat diusahakan untuk mencapai suatu tujuan

pembelajaran khususnya dan tujuan pendidikan secara umum. (Hamalik, 2007: 18)

mengatakan kurikulum adalah segala perangkat rencana dan pengaturan seluruh isi

serta bahann pelajaran yang digunakan sebagai acuan dalam menyelenggarakan

kegiatan belajar mengajar.

Dari berbagai definisi kurikulum yang telah diuraikan di atas, maka dapat

disimpulkan bahwa definisi kurikulum itu adalah suatu gagasan untuk

mengembangkan suatu proses pembelajaran yang memiliki seperangkat rencana dan

13
peraturan mengenai tujuan isi dan bahan pelajaran yang berisi kegiatan-kegiatan

siswa yang akan diusahakan untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran khususnya

dan tujuan pendidikan secara umum.

2.1.2 Kurikulum SD 2013

Fadlilah (2014: 16) menjelaskan bahwa kurikulum 2013 adalah kurikulum yang

mengembangkan dan menyeimbangkan kemampuan soft-kills dan hard-skills, yang

meliputi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Pengembangan kurikulum 2013

merupakan upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan yang dapat menghasilkan

lulusan yang kreatif dan mampu menghadapi kehidupan dimasa yang akan datang

(Sani, 2013: 6). Senada dengan pendapat-pendapat tersebut, Mulyasa (2013: 69)

mengungkapkan bahwa kurikulum 2013 adalah kurikulum yang menekankan pada

pengemabangan tugas dengan standar tertentu, sehingga hasilnya bisa dirasakan

sendiri.

Berdasarkan pengertian diatas, peneliti menyimpulkan bahwa kurikulum 2013

merupakan penyempurnaan dan pengembangan dari kurikulum sebelum-sebelumnya

ssehingga dapat meningkatkan dan menyeimbangkan soft-kills dan hard-skills, yang

meliputi sikap, pengetahuan dan keterampila siswa.

2.1.3 Karakterisitik Kurikulum 2013

14
Karakteristik pada Kurikulum 2013 mempunyai beberapa karakteristik yang

membedakan dari kurikulum sebelumnya. Berikut ini adalah karakteristik yang

mendasari Kurikulum 2013 yaitu:

1. Menggunakan Pembelajaran Terpadu

(Daryanto, Prastowo, 2014: 45) mengungkapkan bahwa pembelajaran tematik

ialah suatu model pembelajaran terpadu (integrated instruction) yanikg merupakan

system pembelajaran yang memungkinkan siswa, baik secara individual atau

kelompok, aktif menggali dan menentukan konsep serta prinsip-prinsip keilmuan

secara holistik, bermakna, dan auntentik. (Daryanto, 2014: 42) berpendapat bahwa

pembelajaran terpadu merupakan suatu model pembelajaran yang mencoba

memadukan beberapa pokok bahasa atau bidang studi atau berbagai materi dalam

satu sajian pembelajaran.

2. Menggunakan Pendekatan Saintifik

(Hosnan 2014: 34) mengungkapkan bahwa pendekatan saintifik adalah proses

pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif

mengkonstruksikan konsep, hokum, atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati

(untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah,

mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai

teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan konsep,

hokum atau prinsip yang ditemukan.

15
3. Penguatan Pendidikan Karakter

(Zubaedi, 2011: 18) mengungkapkan bahwa pendidikan karakter anak secara

terperici memiliki lima tujuan : 1) mengembangkan potensi nurani atau afektif peserta

didik sebagai manusia dan warga negara yang memiliki nilai-nilai bangsa, 2)

mengembangkan kebiasaan dan perilaku terpuji, sejalan dengan nilai-nilai universal

dan tradisi budaya bangsa yang religious, 3) menanamkan jiwa kepemimpinan dan

tanggung jawab kepada peserta didik sebagai generasi penerus bangsa, 4)

mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang mandiri, kreatif,

dan berwawasan kebangsaan, dan 5) mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah

sebagai lingkungan belajar yang aman, jujur, penuh kreativitas, persahabatan,

berkembangsaan tinggi dan penuh kekuatan.

4. Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi

(Kuswana, 2012: 109) berpendapat bahwa kemampuan berpikir yang baik dicapai

melalui beberapa tahapan yang dapat dilihat dari teori berpikir kritis menurut

taksonomi bloom yang sudah direvisi. Tahapan revisi taksonomi Bloom yaitu1)

mengingat, 2) memahami, 3) menerapkan, 4) menganalisis, 5) mengevaluasi, dan 6)

menciptakan.

5. Menggunakan Penilian Otentik

(Hosnan, 2014: 387) mengungkapkan bahwa penelian otentik merupakan

pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk

16
ranah sikap, keterampilan dan pengetahuan. Penilaian ini bertujuan mengukur

berbagai keterampilan dalam berbagai konteks yang mencerminkan situasi dunia

nyata dimana keterampilan tersebut digunakan.

2.1.4 Perangkat Pembelajaran

Dalam KBBI (2007:17) mengungkapkan bahwa perangkat adalah alat atau

perlengakapan, sedangkan pembelajaran adalah proses atau cara menjadikan orang

belajar. Zuhdan, dkk (2011:16) berpendapat bahwa perangkat pembelajaran

merupakan alat atau perlengkapan untuk melaksanakan proses yang memungkinkan

pendidikan dan peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran. Dalam Pemendikbud

No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah

disebutkan bahwa penyusunan perangkat pembelajaran merupakan bagian dari

perencanaan pembelajaran. Perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk

silabus dan RPP yang mengacu standar isi. Sehingga perangkat pembelajaran menjadi

pegangan bagi guru dalam melaksaan pembelajaran baik di kelas, laboratorium atau

di luar kelas.

Berdasarkan beberapa pengertian diatas perangkat pembelajaran adalah

perangkat yang digunakan dalam proses pembelajaran sehingga pelaksannya

terkontrol untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal.

17
2.1.4.1 Silabus

Silabus adalah rencana pembelajaran dalam suatu mata pelajaran, yang terdiri

dari kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, materi ajar, kegiatan pembelajaran,

penilian dan sumber belajar (Majid, (2014: 207). Senada dengan Majid, Kurniawan

(2014: 112) mengemukakan bahwa silabus merupakan satu produk nyata yang dapat

diamati sebagai hasil dari aktivitas pengembangan kurikulum.

Berdasarkan paparan diatas dapat disimpulkan bahwa silabus adalah produk

nyata merupakan acuan dalam penyususnan kerangka pembelajatan yang terdiri dari

kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, materi ajar, kegiatan pembelajaran,

penilian dan sumber belajar.

2.1.4.2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP

UU No 65 Tahun 2013 mengungkapkan bahwa Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu

pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan

pembelajaran dalam upaya mencapai kompetensi dasar (KD). Trianto (2009: 214)

mengungkapkan Rencana Pelaksanaa Pembelajaran (RPP) adalah panduan langkah-

langkah yang akan dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran yang disusun

untuk setiap dalam skenario kegiatan. Permendikbud No. 65 tahun 2013 tentang

Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah disebutkan bahwa Rencana

18
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka

untuk satu pertemuan atau lebih.

Berdasarkan paparan diatas tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa Rencana

Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ialah suatu rencana kegiatan pembelajaran yang

berisi skenario kegiatan yang akan dilakukan guru secara bertatap muka untuk satu

pertemuan atau lebih.

Berdasarkan (PP No. 65 Tahun 2013) tentang Komponen-kompenen yaitu:

1. Menuliskan Identitas RPP

Identitas RPP meliputi: satuan pendidikan, kelas/semester, tema/subtema

mata pelajaran, topik, dan alokasi waktu yang digunakan.

2. Menuliskan Kompetensi Inti (KI)

KI adalah gambaran mengenai kompetensi utama dalam ranah afektif,

kognitif, dan psik0motorik yang harus dicapai oleh peserta didik dalam

memperlajari setiap mata pelajaran dalam tingkat satuan pendidikan

tertentu. KI dapat diambil dari standar isi atau silabus pembelajaran.

3. Menuliskan KD

KD adalah beberapa kemampuan dasar yang harus dikuasai oleh peserta

didik dalam mata pelajaran tertentu yang akan digunakan sebagai acuan

penetapan indikator kompetensi. KD dapat dikutip dari stanndar isi atau

silabus pembelajaran.

4. Menuliskan Indikator Pencapaian Kompetensi

19
Sri Wardhani (2010: 25) mengungkapkan indikator pencapaian

kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan diobservasi untuk

menunjukkan ketercapian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan

penilain mata pelajaran.

5. Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran yaitu penggambaran proses dan hasil belajar yang

diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi

dasar dan indikator yang dirumuskan dari KI dan KD pada standar isi.

Didalam tujuan pembelajaran ini harus terkandung komponen ABCD.

6. Menuliskan Materi Pembelajaran

Materi pembelajaran yang dicantumkan mengacu pada KD dan indikiator

pencapaian kompetensi yang telah disusun.

7. Menentukan Metode Pembelajaran yang Digunakan

Pemilihan metode pembelajaran dimaksudkan agar indikator pencapaian

kompetensi yang diharpakan dapat tercapai. Pemilihan metode

pembelajaran dapat disesuaikan dengan karakteristik peserta didik.

8. Menetukan Media/Alat/Bahan/Sumber Belajar

Sri Wardhani (2010: 27) mengatakan penentuan sumber belajar

didasarkan pada standart kompetensi, KD, materi ajar, kegiatan

pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi. Pada butir ini

dicantumkan seluruh media/alat /bahan/sumber belajar yang digunakan

dalam proses pembelajaran.

20
9. Merumuskan Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran memuat tiga kegiatan pokok yaitu pendahuluan,

kegiatan inti dan penutup. Tiga kegiatan pokok itu dijabarkan dibawah ini:

1. Pendahuluan

Pada kegiatan pendahuluan mencakup beberapa kegiatan sebagai

berikut:

a) Mempersiapkan peseta didik secara psikis atau fisik untuk

mengikuti proses pembelajaran

b) Memberikan motivasi belajar secara konsktetual sesuai

manfaat dan aplikasi materi ajar dalam kehidupan sehari-

hari, dengan memberikan contoh dan perbandingan lokal,

nasional dan internasional.

c) Mengajukan pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan

sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari.

d) Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar

yang akan dicapai.

e) Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uruain

kegiatan sesuai silabus.

10. Kegiatan Inti

Kegiatan inti merupakn proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk

mencapai KD. Kegiatan inti menggunakan model pembelajaran, metode

pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar yang disesuaikan

21
dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran. Kegiatan inti juga

harus mampu mengembangkan aspek sikap, pengetahuan dan

keterampilan.

a) Sikap

Sesuai dengan karakteristik sikap, maka salah satu alternatif yang

dipilih adalah proses afeksi mulai dari menerima, menjalankan,

menghargai, menghayati, hingga mengamalkan. Seluruh aktivitas

pembelajaran berorientasi pada tahapan kompetensi yang

mendorong peserta didik untuk melakukan aktivitas tersebut.

b) Pengetahuan

Pengetahuan dimiliki melalui aktivitas mengetahui, memahami,

menerapkan, menganalisis, mengevaluasi hingga mencipta.

c) Keterampilan

Keterampilan diperoleh melalui kegiatan mengamati, menanya,

mencoba, menalar, menyaji dan mencipta. Seluruh isi materi

materi pelajaran yang diturunkan dari keterampilan harus

mendorong peserta didik untu melakukan proses pengamatan

hingga pencipta. Untuk mewujudkan keterampilan tersebut perlu

melakukan pembelajaran yang menerapkan model pembelajaran

berbasis discovery, inquiry kearning.

11. Penutup

22
Kegiatan yang dilakukan guru untuk mengakhiri kegiatan

pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk bentuk rangkuman/

kesimpulan, penilian dan refleksi dan memberikan umpan balik terhadap

proses dan hasil belajar, memberikan tidak lanjut dalam bentuk

pemberian tugas, baik tugas individual ataupun kelompok dan

menginformasiakn rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan

berikutnya.

12. Penilaian Hasil Belajar

Indikator pencapian kompetensi yang telah disusun digunakan sebagai

acuan penetapan prosedur dan instrument penilaian proses dan hasil

belajar. Penialaian proses pembelajaran menggunakan pendekatan

penilaian otentik yang menilai kesiapan peserta didik, proses, dan hasil

belajar. Evaluasi proses pembelajaran dilakukan saat proses pembelajaran

dengan menggunakan angket, lembar observasi, catatan dan refleksi.

2.1.5 Pembelajaran Terpadu

2.1.5.1 Hakikar Pembelajaran Terpadu

Deni Kurniawan (2014: 60) memaparkan pembelajaran terpadu adalah

pembelajaran yang dalam pembahasan materinya meliputi atau saling mengaitkan

berbagai bidang studi atau mata pelajaran secara terpadu dalam suatu fokus tertentu.

Senada dengan pendapat Deni Kurniawan, Hadisubroto (2000: 9) menyatakan

pembelajaran terpadu adalah pembelajaran yang diawali dengan suatu pokok

bahasan atau tema tertentu yang dikaitkan dengan pokok bahasan lain, yang

23
dilakukan secara spontan tau direncanakan, baik dalam satu bidang studi atau lebih,

dan dengan beragam pengalaman belajar anak, maka pembelajaran menjadi lebih

bermakna.

Pembelajaran terpadu sebagai suatu konsep yang dapat diartikan sebagai suatu

pendekatan pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran untuk

memberikan pengalaman yang bermakna bagin siswa. Dikatakan bermakna karena

dalam pembelajaran terpadu, siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka

pelajari melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep

lainnya yang sudah mereka pahami (Daryanto, 2014: 87)

Fokus perhatian pembelajaran terpadu terletak pada proses yang ditempuh siswa

saat memahami isi pembelajarannya yang sejalan dengan bentuk-bentuk keterampilan

yang harus dikembangkan.

Dari uraian diatas dapat dijelaskan bahwa pembelajaran terpadu merupakan

pembelajaran yang bertolak dari suatu topik atau tema yang dipilih dan

dikembangkan oleh guru bersama siswa. Tujuan dari tema ini bukan hanya untuk

menguasai konsep-konsep dari mata pelajaran, akan tetapi konsep-konsep dari mata

pelajaran terkait dijadikan sebagai alat untuk mempelajari tema tersebut. Jika

dibandingkan dengan pendekatan konvensional, maka pembelajaran terpadu

tampaknya lebih menekankan pada keterlibatan anak dalam proses belajar. Model

pembelajaran terpadu ini lebih menekankan pada penerapan konsep belajar sambil

melakukan sesuatu.

2.1.5.2 Landasan Pembelajaran Terpadu

24
Margunayasa (2014: 7-15) mengungkapkan beberapa teori dari filsafat yang

melandasi pembelajaran terpadu di sekolah dasar yaitu:

1. Teori Konstruktivitis

Suparno (1997: 61) (dalam margunayasa 2014) memaparkan bahwa, menurut

kaum konstruktivis, belajar merupakan proses aktif teori konstruktivis menyebutkan

bahwa setiap orang harus menyusun pengetahuan sendiri dan pengalamannya. Ini

merupakan kunci utama belajar makna. Jika hanya dengan mendengar ceramah atau

membaca buku tentang pengalaman ornag lain yang sudah diabstraksikan belajar

bermakna tidak akan pernah terwujud. (Resnick dan Klopfer dalam Khamdi 1997:1).

Pendapat tersebut senada dengan Margunayasa (2014: 7) yang menyatakan teori

konstruktivitis adalah salah satu filsafat pengetahuan yang menekankan kita sendiri.

Oleh karena itu, seseorang hendaknya memperoleh kesempatan menyusun

pengetahuannya sendiri sesuai dengan kemampuan dan lingkungannya.

Berdasarkan pendapat diatas jelas bahwa pengalaman siswa yang dialami secara

langsung akan sangat bermanfaat dalam menyusun kembali pengetahuan yang siswa

miliki baik secara lisan maupun tulisan. Pengalaman langsung yang diperoleh siswa

juga bermanfaat dalam pembelajaran lain selain saat pembelajaran terpadu

berlangsung.

2. Teori Psikologi Gestalf

Margunayasa (2014: 8) mengungkapkan bahwa Pskologi Gestel menganggap

bahwa segala pengindraan dan kesadaran merupakan suatu keseluruhan. Gestalf juga

menjelaskan bahwa pengamatan dan pengenalan pertama terhadap sesuatu diawali

25
dari pengamatan terhadap keseluruhan. Winkel (1991: 53) mengungkapkan bahwa

melalui pengamatan siswa belajar memecahkan masalah. Dengan cara inilah siswa

dihadapkan pada masalah yang harus dipecahkan melalui pengamatan dengan teliti.

Setelah berhasil mengenal dan memahami secara keseluruhan, timbulah keinginan

siswa untuk melakukan analisis dan sistesis. Daya analisis dan sistesis merupakan

daya untuk memotivasi keingintahuan siswa terhadap sesuatu. Teori Gestalf ini

menganjurkan guru mengorganisasikan mata-mata pelajaran dengan cara

memperlihatkan kepada siswa secara menyeluruh hubungan-hubugan diantara

berbagai bagian. Demikian pula halnya dengan pembelajaran terpadu yang diawali

dengan mengenal sesuatu secara menyeluruh, yakni melalui sebuah tema siswa akan

mempelajari komponen-komponen yang melalui beberapa subtema.

3. Teori Perkembangan Kognitif

Margunayasa (2014: 9) menyatakan bahwa siswa akan mengalami

perkembangan kognitif yang berbeda-beda tergantung pada umur dan lingkungannya.

Senada dengan Margunayasa, Piaget (1950) dalam Anonimus (2006:3) berpendapat

bahwa setiap anak memiliki cara tersendiri dalam menginterpretasikan dan

beradaptasi dengan lingkungan. Teori perkembangan kognitif menggambarkan bahwa

belajar merupakan suatu proses perkembangan terjadinya interaksi anak-anak dengan

lingkungan fisik dan social yang ada di sekitarnya. Jean Piaget (dalam Trianto, 2012:

70) mengungkapkan bahwa perkembangan kognitif anak terjadi dalam empat tahap,

yaitu sensorimotor, praoperasional, operasi konkrit, operasi formal.

Berikut ini tabel tahap-tahap Perkembangan Kognitif:

26
Tabel 2.1 Tahap perkembangan kognitif Piaget

Tahap Perkiraan Usia Kemampuan-kemampuan Utama


Sensorimotor Lahir sampai 2 Pengetahuan individu berkembang melalui
tahun interaksi indera fisiknya dengan lingkungan.
Stimulus hanya diperoleh melalui respon
dari alat inderanya.
Pra- 2 – 7 tahun Individu mulai berusaha mengenal beberapa
operasional keteraturan-keteraturan dan melakukan
klasifikasi atau mengelompokkan objek-
objek yang dapat direspon oleh alat
inderanya berdasarkan kemaunya atau
mengikuti pola tertentu.
Operasional 7 – 11 tahun Mampu berpikir logis. Mampu secara
Konkret konkrit memperhatikan lebih dari satu
dimensi sekaligus dan juga dapat
menghubungkan dimensi satu sama lain.
Belum berpikir abstrak.
Operasi 11 tahun – Mengklasifikasikan dengan detail/lengkap,
Formal dewasa generalisasi, konservasi logis, serial ordering
berdasarkan kriteria abstrak, memahami
sifat-sifat konsep abstrak, aksioma, dan
teori. Berpikir secara kombinasi dan
menhitung secara sistematis.
Sumber: Margunayasa, (2014: 10-11)

Berdasarkan pada tahap perkembangan kognitif menurut Piaget, Sekolah Dasar

berada pada tahap ketiga yaitu tahap operasional konkret. Pada tahap operasional

konkret siswa mampu berpikir logis. Mampu secara konkrit memperhatikan lebih dari

satu dimensi sekaligus dan juga dapat menghubungkan dimensi satu sama lain.

Belum berpikir abstrak.

27
Dengan demikian perilaku belajar anak sangat dipengaruhi oleh aspek-aspek dari

dalam diri dan lingkungannya. Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan karena

proses belajar anak terjadi dalam konsteks interaksi diri anak dengan lingkungannya.

4. Filsafat Progresivisme

Margunayas (2014: 13) berpendapat bahwa pendekatan yang tepat digunakan

dalam kegiatan pembelajaran terpadu adalah pendekatan yang berpusat pada anak.

Anak memperoleh kesempatan melakukan aktivitas belajar secara alami dan

mengalami secara langsung, sehingga seluruh aktivitas belajar lebih bermakna dan

hasil belajarnya akan bertahan lebih lama.

Kesempatan siswa untuk beraktivitas, berkreasi dan mengalami secara langsung

sesuai dengan teori belajar yang dikemebangkan oleh Jhon Dewey yang dikenal

dengan teori learning by doing (Charbonneaue dan Reider. 1995:28) (dalam

Margunayasa, 2014: 13) . Siswa diberikan kesempatan secara langsung mencoba,

mencari dan menemukan masalah meskipun usaha itu menemui kegagalan, bagi

mereka kegagalan merupakan cambuk untuk maju terus dan menambah self-esteem

siswa.

Berdasarkan filsafat ini, pembelajaran terpadu memberikan kesempatan kepada

siswa berperan aktif dalam memperkaya pengetahuan mengenai dunia. Artinya siswa

tidak begitu saja menerima informasi secara pasif. Mereka berperan aktif menafsirkan

informasi yang mereka peroleh pengelaman dan mengadaptasikannya ke dalam

pengetahuan yang mereka miliki sebelumnya.

2.1.5.3 Karakteristik Pembelajaran Terpadu

28
Daryanto (2014: 87-88) menyatakan pembelajaran terpadu memiliki karakteristik

sebagai berikut:

1. Pembelajaran berpusat pada anak.

Suatu sistem pembelajaran yang memberikan kesempatan yang luas kepada

siswa untuk berperan secara aktif dalam mencari informasi baik secara individu

maupun kelompok. Pembelajaran ini mampu melatih kemampuan siswa dalam

menggali, menemukan pengetahuan baru berupa informasi yang diperoleh

berdasarkan pengalaman yang dialami.

2. Menekankan pembentukan pemajaman dan kebermaknaan

Pembelajarn terpadu mengkaji suatu fenomena dari berbagai macam aspek yang

membentuk semacam jalinan antar skema yang dimiliki siswa, sehingga akan

berdampak pada kebermaknaan dari materi yang dipelajari siswa.

3. Belajar melalui pengalaman langsung

Pembelajaran terpadu melatih siswa agar dapat memahami hasil belajarnya

sesuai dengan fakta dan peristiwa yang mereka alami atau berdasarkan pengalaman

yang dialami secara langsung, bukan sekedar informasi dari gurunya. Guru bertindak

sebagai fasilitator dan katalisator sedangkan siswa sebagai aktor pencari fakta dan

informasi untuk mengembangkan pengetahuannya.

4. Lebih memperhatikan proses dari pada hasil semata.

Pembelajaran terpadu mengembangkan pendekatan discovery inquiri yang

melibatkan siswa secara aktif yang dilaksanakan dengan melihat hasrat, minat, dan

kemampuan siswa, sehingga memungkinkan siswa termotivasi untuk belajar.

29
5. Sarat dengan muatan keterkaitan

Pembelajaran terpadu memusatkan perhatian pada pengamatan dan pengkajian

suatu gejala atau peristiwa dari beberapa mata pelajaran sekaligus, tidak dari sudut

pandang yang terkotak-kotak. Ini memungkinkan siswa memahami suatu fenomena

pembelajaran dari segala sisi.

Senada dengan hal tersebut diungkapkan pula oleh Menurut Depdikbud (1996)

dalam (Trianto, 2010: 61-63), pembelajaran terpadu sebagai suatu proses mempunyai

beberapa karakteristik yaitu:

1. Holistik

Suatu gejala yang menjadi pusat perhatian dalam pembelajaran terpadu diamati

dan dikaji dari beberapa kajian. Pembelajaran terpadu memungkinkan siswa untuk

memenuhi suatu gejala dari segala sisi.hal tersebut akan membuat siswa menjadi

lebih arif dan bijak di dalam menyikapi atau menghadapi kejadian yang ada didepan

siswa.

2. Bermakna

Pengkajian suatu gejala dari berbagai aspek seperti yang dijelaskan diatas,

memungkinkan terbentuknya semacam jalinan antar konsep-konsep yang

berhubungan yang disebut skemata. Jadi tersebut akan berdampak pada

kebermaknaan dari materi yang dipelajari.

3. Otentik

Pembelajaran terpadu memungkinkan siswa memahami secara langsung prinsip

dan konsep yang dipelajari melalui kegiatan belajar secara langsung. Mereka

30
memahami dari hasil belajarnya sendiri, bukan sekedar pemberitahuan guru.

Informasi dan pengetahuan yang diperoleh bersifat lebih otentik.

4. Aktif

Pembelajaran terpadu menekankan keaktifan siswa dalam pembelajaran baik

secara fisik, mental, intelektual, maupun emosional sehingga dapat mencapai hasil

belajar yang optimal. Dengan mempertimbangkan minat dan kemampuan sehingga

siswa semakin termotivasi untuk terus belajar.

Dari pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa karakteristik pembelajaran

terpadu merupakan pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada

siswa, yang berpusat pada siswa, memiliki keterkaitan antar mata pelajaran,

menyajikan konsep yang dipadukan dari berbagai sub konsep/tema, pembelajaran ini

bersifat fleksibel, holistic, bermakna, otentik, aktif dan berkembang sesuai minat dan

kebutuhan siswa.

2.1.5.4 Keunggulan Pembelajaran Terpadu

Margunayasa (2009: 92) menyatakan pembelajaran terpadu memiliki beberapa

keunggulanan dalam kegiatan belajar mengajar yaitu:

1. Materi pelajaran menjadi dekat dengan kehidupan anak sehingga anak dengan

mudah memahami seklaigus melakukannya.

2. Siswa dengan mudah dapat mengaitkan hubungan materi pelajaran di mata

pelajaran yang satu dengan mata pelajaran lainnya

3. Dengan bekerja dalam kelompok, siswa juga dapat mengembangkan kemampuan

belajarnya dalam aspek afektif dan psikomotorik, selain aspek kognitif

31
4. Pembelajaran terpadu mengakomodir jenis kecerdasaan siswa

5. Dengan pendekatan pembelajaran terpadu guru dapat dengan mudah

menggunakan belajar aktif sebagai metode pembelajaran.

Daryanto (2014: 92) menyatakan adanya beberapa sisi positif dalam

pembelajaran terpadu yaitu:

1. Materi pelajaran menjadi lebih dekat dengan kehidupan anak, sehingga anak

dengan mudah memahami sekaligus melakukannya.

2. Siswa juga dengan mudah dapat megaitkan hubungan materi pelajaran di mata

pelajaran satu dengan mata pelajaran lainnya.

3. Dengan bekerja dalam kelompok, siswa juga dapat mengembangkan

kemampuan belajarnya dalam aspek afektif dan psikomotorik, selain aspek

kognitif.

4. Peembelajaran terpadu mengakomodir jenis kecerdasan siswa.

5. Dengan pendekatan pembelajaran terpadu guru dapat dengan mudah

menggunakan belajar siswa aktif sebagai metode pembelajaran.

2.1.5.5 Tipe-Tipe Pembelajaran Terpadu

Margunayasa (2009: 81-82) mengemukakan bahwa terdapat sepuluh cara atau

model dalam merencanakan pembelajaran terpadu. Kesepuluh model tersebut adalah

1. Pembelajaran terpadu Tipe Connected

Pembelajaran terpadu model connected merupakan model intergrasi inter bidang

studi. Materi pelajaran tertentu dapat disatukan pada induk materi pelajaran tertentu

sehinga menjadi keutuhan dalam membentuk kemampuan dan menata butir-butir

32
pembelajaran dan proses pembelajaran terpadu. Model ini secara nyata

mengintregasikan satu konsep, keterampilan atau kemampuan yang ditumbuh-

kembangkan dalam suatu pokok bahasan atau sub pokok bahasan yang dikaitkan

dengan yang lainnya dalam satu bidang studi.

2. Pembelajaran Terpadu Tipe Webbed

Pembelajaran terpadu model webbed merupakan pembelajaran terpadu yang

menggunakan pendelatan tematik. Pendekatan tematik ini pengembangannya dimulai

dengan menentukan tema tertentu, kemudian tema tersebut dikembangkan kedalam

sub-sub tema dengan memperhatikan kaitannya dengan bidang studi yang lain.

3. Pembelajaran Terpadu Tipe Integrated

Pembelajaran terpadu model integrated merupakan pembelajaran terpadu yang

menggunakan pendekatan antar bidang studi. Model ini menggabungkan bidang studi

dengan cara menetapkan prioritas kurikuler dan menemukan keterampilan, konsep

dan sikap yang terpadu dalam beberapa bidang studi.

4. Pembelajaran Terpadu Tipe Nested

Pembelajaran terpadu model nested merupakan pembelajaran terpadu yang

pemaduannya berbagai bentuk penguasaan konsep keterampilan melalui sebuah

kegiatan dengan mengembangkan daya imajinasi dan berfikir logis untuk

menunjukkan bentuk kemampuan keterampilan tertentu.

5. Pembelajaran Terpadu Tipe Fragmented

33
Pembelajaran terpadu model fragmented merupakan pembelajaran konvesional

yang memisahkan disiplin ilmu atas beberapa materi pelajaran, tanpa adanya usaha

untuk mengintergrasikan materi pelajaran. Misalnya, dalam mata pelajaran Bahasa

Indonesia, materi pembelajaran tentang menyimak, berbicara, membaca, dan menulis

dapat dipadukan dalam materi pembelajaran keterampilan berbahasa. Dalam proses

pembelajarannya, butir-butir tersebut dilaksankan secara terpisah-pisah pada jam

yang berbeda.

6. Pembelajaran Terpadu Tipe Sequenced

Pembelajaran terpadu model sequenced merupakan model pemaduan topik-topik

antar mata pelajaran yang berbeda secara parallel dengan mengajarkan materi yang

memiliki kesamaan dalam upaya mengutuhkan materi.

7. Pembelajaran Terpadu Tipe Threaded

Pembelajaran Terpadu Model Threaded merupakan model pemaduan

pembelajaran yang ditempuh dengan mengembangkan gagasan pokok, yang berfokus

pada meta-curriculum.

8. Pembelajaran Terpadu Tipe Immersed

Pembelajaran terpadu model immersed merupakan pembelajaran terpadu yang

dirancang untuk membantu siswa dalam menyaring dan memadukan berbagai

pengalaman dan pengetahuannya dihubungkan dengan pemakaiannya. Dalam hal ini

tukar pengalaman dan pemanfaatan pengalam sangat diperlukan dalam kegiatan

pembelajarannya.

9. Pembelajaran Terpadu Tipe Shared

34
Pembelajaran terpadu model shared merupakan bentuk pemanduan pembelajaran

akibat adanya overlapping konsep atau ide pada dua mata pelajaran atau lebih yang

dapat menutun siswa dalam membuka wawasan dan cara berfikir yang luas dan

mendalam melalui pemahaman terhadap konsep secara lintas disiplin ilmu.

10. Pembelajaran Terpadu Tipe Netwrorked

Pembelajaran terpadu model Networked merupakan model pemaduan

pembelajaran yang mengandaikan kemungkinan pengubahan konsepsi, bentuk

pemecahan masalah, maupun tuntutan bentuk keterampilan baru setelah siswa

mengadakan studi lapangan dalam situasi, dan kondisi.

Dalam penelitian ini model yang digunakan peneliti adalah Pembelajaran

Terpadu Tipe Shared.

2.1.6 Pembelajaran Terpadu Tipe Shared

2.1.6.1 Pengertian dan Karakteristik Pembelajaran Terpadu Tipe Shared

Menurut Fogarty (1991: 44-46) pemberlajaran terpadu tipe Shared didasarkan

pada ide-ide pembagian yang berasal dari dalam ilmu tersebut. Model pembelajaran

terpadu tipe shared merupakan bentuk perpaduan pembelajaran akibat adanya

tumpang tindih ide-ide atau konsep dua mata pelajaran atau lebih. Trianto (2011: 110

– 112) mengungkapkan model pembelajatan terpadu tipe shared merupakan tipe

pembelajaran yang menggabungkan dua mata pelajaran atau lebih dan yang memiliki

konsep sehingga dapat saling melengkapi. Daryanto (2014: 102) mengatakan bahwa

tipe shared merupakan bentuk pemanduan pembelajaran akibat “overlapping” ide-

ide atau konsep pada dua mata pelajaran atau lebih. Pengajaran yang melibatkan dua

35
disiplin ilmu difokuskan pada konsep, keterampilan dan sikap yang sama sehingga

dapat memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa.

Karakteristik Pembelajaran Terpadu tipe Shared memiliki ciri sebagai berikut:

1. Memadukan dua disiplin ilmu yang memiliki konsep, sikap, dan keterampilan

yang sama.

2. Memiliki disiplin komplementer.

3. Keterpaduan antara dua mata pelajaran yang berbeda memiliki konsep, sikap,

dan keterampilan yang sama, namun pengajarannya menggunakan konten yang

berbeda sehingga tidak terjadi overlapping.

2.1.6.2 Langkah-langkah Pengembangan Pembelajaran Terpadu Tipe Shared

1. Menganalisi isi kurikulum dengan cara dengan memilih topik dalam dua disiplin

ilmu.

2. Guru menentukan dua mata pelajaran yang akan digabungkan

3. Guru menentukan dua disiplin ilmu yang dapat difokuskan pada konsep, sikap dan

keterampilan yang sama.

4. Guru menganalisis dan menentukan SK dan KD yang memiliki kesamaan dalam

konsep, sikap dan keterampilan.

5. Guru menentukan indikator hasil belajar dan tujuan pembelajaran yang setiap

indikator dirumuskan berdasarkan kata operasional menurut Taksomi Bloom yang

menggunakan kata kerja operasional berpikir tingkat tinggi dan tujuan

pembelajaran harus meliputi ABCD (audience, behavior, condition, degree).

36
6. Guru mendesai kegiatan pembelajaran dari dua mata pelajaran yang berbeda yang

memiliki kesamaan dalam konsep, sikap dan keterampilan.

2.1.6.3 Contoh bagan peta konsep tipe Shared

Berikut adalah contoh bagan dan peta konsep pembelajaran terpadu tipe Shared

di Sekolah Dasar menurut Fogarty (2009: 17).

Gambar 2.1 Contoh Bagan Peta Konsep Pembelajaran Terpadu Shared

Berikut adalah contoh bagan dan peta konsep Pembelajaran Terpadu Shared

yang dibuat oleh peneliti untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar.

37
Gambar 2.2 Bagan peta konsep Shared

2.1.6.4 Kekuatan dan Kelemahan Pembelajaran Terpadu Tipe Shared

Menurut Trianto, (2011: 110-112) dan Forgarty, Robin, (2009: 22-111)

pembelajaran terpadu tipe shared memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai

berikut:

Kelebihan pembelajaran terpadu tipe shared yaitu:

1. Terdapat pengalaman-pengalaman instruksional bersama, dengan dua guru dalam

satu tim akan mempermudahkan dalam berkolaborasi.

2. Dapat digunakan dengan mudah sebagai awal menuju model intregrasi yang

mencakup keseluruhan mata pelajaran.

Kelemahan pembelajaran terpadu tipe shared yaitu:

1.Membutuhkan waktu, kelenturam, komitmen, dan kompromi.

2.2 Penelitian yang Relevan

38
Pertama, penelitian yang dilakukan oleh Saudah yang berjudul "Pengembangan

Perangkat Pembelajaran bercirikan learning cycle untuk menungkatkan pemahaman

pada materi persamaan garis lurus. Pengembangan perangkat dalam penelitian ini

bercirikan learning cycle. Learning cycle merupakan model belajar yang bersiklus

dengan rangkain tahp-tahap kegiatan yang diorganisasikan sedemikian rupa sehingga

siswa dapat menguasai kompetensi-kompetensi yang harus dicapai dalam

pembelajaran dengan cara berperan aktif. Penelitian ini merupakan penelitian

pengembangan dan bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berupa

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS)

bercirikan Learning Cycle untuk meningkatkan pemahaman materi persamaan garis

lurus. Pengembangan perangkat pembelajaran ini menggunakan model

pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and

Evaluation). Untuk mendukung pengembangan perangkat pembelajaran ini maka

dikembangkan pula instrumen. Instrumen terdiri dari: (1) lembar validasi RPP, (2)

lembar validasi LKS, (3) lembar validasi Tes Penguasaan Bahan Ajar (TPBA), (4)

lembar observasi aktivitas guru, (5) lembar observasi akivitas siswa, (6) Lembar Tes

Penguasaan Bahan Ajar (TPBA), (7) rubrik penilaian unjuk kerja siswa (8) angket

respon siswa. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan harus memenuhi kriteria:

valid, praktis, dan efektif

Kedua, penelitian yang berjudul "Pengembangan perangkaat pembelajaran

berbasis kontekstual untuk mengukur kemampuan siswa berpikir kritis matematika

SMP" yang dilakukan oleh Ali Syahbana. Penelitian ini bertujuan untuk

39
menghasilkan perangkat pembelajaran berbasis kontekstual yang valid dan praktis

untuk mengukur kemampuan berpikir kritis matematis siswa SMP dan mengetahui

efek potensialnya terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa SMP.

Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu pada model Tessmer yang terdiri

dari 3 tahap yaitu self valuation, prototyping, dan field test. Pengumpulan data

dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi, dan tes. Dari hasil pengembangan ini

diperoleh perangkat pembelajaran (RPP, LKS dan tes) materi prisma dan limas

berbasis kontekstual yang dapat dikategorikan valid dan praktis, serta memiliki

potensial efek dalam mengukur kemampuan berpikir kritis matematis siswa SMP

yang selama ini belum ditumbuhkan dan dibiasakan.

Ketiga, penelitian yang ditulies oleh Yeni Suryaningsih dengan judul “Implementasi

pembelajaran terpadu tipe shared untuk meningkatkan kecerdasan spiritual anak”.

Jurnal ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas

kontrol. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini berupa perangkat

pembelajaran (silabus, RPP, LKS untuk kelas eksperimen dan kelas control) dan

pengumpulan data (pretest daan posttest pada kecerdasan spiritual, angket sikap siswa

dan lembar observasi siswa). Metode penelitian yang digunakan adalah kuasai

eksperimen, adapun prosedur dari peneliti adalah 1) tahap persiapan, 2) tahap

pelaksanaan, 3) tahap analisis data dan penyusunan laporan, 4) analisis aspek sikap

peserta didik, dan 5) analisis lembar observasi guru.

Penelitian-penelitian diatas membahas mengenai Pengembangan Perangkat

Pembelajaran. Ketiga penelitian relevan membahas sesuai dengan penelitian yang

40
akan dilaksanakan oleh peneliti yaitu, penelitian tentang pengembangan perangkat

pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang dibuat mengacu perangkat pembelajaran

terpadu khususnya tipe Shared. Kebaharuan yang dilakukan peneliti adalah perangkat

pembelajaran terpadu tipe Shared untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar dengan

mengacu kurikulum 2013. Literature Map dari ketiga penelitian tersebut dapat dilihat

pada gambar berikut:

41
Gambar 2.3 Literature Map

2.3 Kerangka Pikir

Pembelajaran terpadu merupakan pembelajaran yang diterapkan pada kurikulum

2013. Pembelajaran terpadu ini memiliki 10 tipe dengan ciri, karakteristik dan

kekuatan dan kelemahan masing-masing. Guru perlu dalam menguasai konsep

pembelajaran terpadu serta memahami dan dapat mengaplikasikan 10 tipe

pembelajaran terpadu didalam kelas. Dengan menerapkan pembelajaran terpadu dapat

meningkatkan keterampilan siswa akan berkembang dan mendaptakan pengalaman

yang bermakna. Keberhasilan dalam menjalankan pembelajaran terpadu juga tidak

lepas dari kualitas perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran didefinisikan

42
oleh Andy Rianto (2008) sebagai sekumpulan media atau sarana yang digunakan oleh

guru dan peserta didik dalam proses pembelajarannya di kelas. Perangkat

pembelajaran merupakan sejumlah bahan, alat, media, petunjuk, dan pedoman yang

akan digunakan dalam proses pembelajaaran. Menurut Ibrahim (Trianto, 2009: 22)

perangkat pembelajaran yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran antara lain

silabus dan RPP.

Berdasarkan hasil wawancara, peneliti mendapatkan informasi bahwa guru sudah

mengetahui bahwa dalam kurikulum 2013 sudah menggunakan pembelajaran terpadu,

akan tetapi guru tersebut tidak menguasai 10 jenis model pembelajaran terpadu dan

guru tersebut sangat membutuhkan perangkat pembelajaran terpadu.

Aktivitas pembelajaran terpadu tipe Shared menekankan pada proses

pembelajaran yang selalu menghubungkan dan mengaitkan antar konsep didalam satu

bidang, antar satu konsep dengan konsep laiinya. Pembelajaran terpadu tipe shared

membuat proses pembelajaran siswa akan lebih bermakna, karena pelajaran yang

mereka pelajari dimanfaatkan untuk materi selanjutnya dan memperkuat pengetahuan

siswa. Pembelajaran terpadu model shared ini memberi peluang siswa untuk

mengembangkan tiga ranah pendidikan secara bersamaan, ketiga ranah tersebut

meliputi afektif, psikomotorik dan kognitif.

Berdasarkan pokok pikiran tersebut peneliti mengajukan penelitian dengan judul

“Pengembangan Perangkat Pembelajaran Terpadu Tipe Shared untuk Siswa kelas IV

Sekolah Dasar Mengacu Kurikulum 2013”.

43
Kerangka berpikir penelitian yang akan dilakukan dapat dilihat pada gambar

berikut:

Gambar 2.4 Bagan Kerangka Pikir Pengembangan Pembelajaran Terpadu Tipe

Shared

2.4 Pertanyaan Penelitian

Berdasarkan uraian teori diatas maka dapat dirumuskan beberapa pertanyaan

penelitian sebagai berikut.

2.4.1 Bagaimana kualitas perangkat pembelajaran terpadu tipe shared untuk siswa

kelas IV Sekolah Dasar mengacu kurikulum 2013 menurut pakar

pembelajaran terpadu?

44
2.4.2 Bagaimana kualitas perangkat pembelajaran terpadu tipe shared untuk siswa

kelas IV Sekolah Dasar menurut guru kelas IV SD berdasarkan uji coba

terbatas?

45
BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunkan dalam penelitian ini adalah penelitian dan

pengembangan atau Research and Development (R&D). Borg dan Gall (dalam

Setyosori 2013: 222) mengungkapkan pengertian penelitian pengembangan sebagai

proses yang dipakai untuk mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan.

Menurut Sukmadinata (2008: 164) mengungkapkan penelitian dan pengembangan

adalah suatu proses atau memyempurnakan produk yang telah ada yang dapat

dipertanggungjawabkan. Peneliti memilih jenis penelitian ini karena peneliti akan

mengembangkan perangkat pembelajaran terpadu tipe Shared untuk siswa kelas IV

sekolah dasar mengacu kurikulum 2013.

Perangkat pembelajaran terpadu tipe Shared untuk siswa kelas IV sekolah dasar

mengacu kurikulum 2013yang akan dikembangkan peneliti mengkombinasikan

pengembangan instrument penelitian menurut Borg & Gall dan model desain

intruksional menurut Dick and Cary.

Borg & Gall dalam Sugiyono (2012: 293-311) memaparkan 10 tahapan

penelitian dan pengembangan yaitu (1) potensi masalah, (2) pengumpulan data, (3)

desain produk, (4) validasi produk, (5) revisi produk, (6) ujicoba produk, (7) revisi

desain, (8) uji pemakaian, (9) revisi produk, (10) pembuatan produk masal.

46
Gambar 3.1 Bagan Rencana Pelaksanaan Penelitian dan Pengembangan

Menurut Borg & Gall.

Berdasarkan bagan diatas dapat dijelaskan sebagai berikut (Sugiyono, 2012: 293-

311)

1. Potensi Masalah

Potensi adalah segala sesuatu yang apabila dikembangkan akan memiliki

nilai tambah, sedangkan masalah adalah suatu hal yang menganjal yang

terjadi. Apabila masalah sudah ditemukan dapat diatasi melalui R&D dengan

cara meneliti dan mengembangkan sehingga dapat ditemukan suatu model

untuk mengatasi masalah.

2. Pengumpulan Informasi

47
Setelah potensi dan masalah diperoleh, langkah selanjutnya yaitu

mengumpulkan berbagai informasi yang berkaitan dengan hal tersebut.

Pengumpulan informasi ini digunakan sebagai bahan untuk merencanakan

pembuatan produk yang sesuai untuk memecahkan masalah tersebut.

3. Desain Produk

Setelah memperoleh informasi/data langkah selanjutnya adalah membuat

desain produk baru yang lengkap dengan spesifikasinya untuk menangani

masalah yang ada.

4. Validasi Desain

Validasi desain merupakan kegitan untuk menilai apakah rancangan

produk baru yang dibuat akan lebih efektif dari produk lama atau tidak. Selain

itu validasi produk juga menilai kelayakan produk yang telah dibuat untuk

diuji cobakan. Validasi produk dapat dilakukan dengan cara menghadirkan

beberapa pakar atau tenaga hali yang sudah berpengalaman untuk menilai

produk baru yang telah dirancang.

5. Perbaikan Desain

Perbaikan desain dilakukan setelah produk divalidasi oleh pakar.

Masukan dan komentar yang diberikan akan diperbaiki pada langkah ini.

Perbaikan desain berdasarkan saran dan kritik yang telah diberikan.

6. Ujicoba Produk

Pengujian produk dilakukan setelah peneliti selesai dalam memperbaiki

produk berdasarkan saran dan kritik dari pakar. Dalam tahap ujicoba produk

48
ini terlebih dahulu dibuat menjadi barang, dan barang tersebut yag diujicoba

kan. Pengujian produk bertujuan untuk mengetahui keefektifan dan

keefisienan produk yang telah dibuat.

7. Revisi Produk

Revisi produk dilakukan setelah produk diujicobakan, maka selanjutnya

dicek kembali untuk melihat mungkin ada kelemahan dan kemudian

diperbaiki.

8. Ujicoba Pemakaian

Setelah melakukan perbaikan terhadap produk langkah selanjutnya yaitu

menguji cobakan produk berupa perangkat pembelajaran tersebut kepada

guru.

9. Revisi Produk

Revisi produk dilakukan apabila masih terdapat kekurangan atau

kelemahan dari produk yang dihasilkan.

10. Pembuatan Produk Masal

Pembuatan produk masal dilakukan setelah perangkat yang dibuat telah

dinyatakan efektif dalam beberapa kali pengujian dan benar-benar sudah

dinyatakan baik dan layak untuk dipublikasikan.

Penelitian ini juga menggunakan desain intruksional Dick and Carey (2003)

dalam (Setyosari. 2009: 230-235) mengemukakan sepuluh langkah pengembangan

yaitu 1) analisis kebutuhan dan tujuan (Identity Instructional Goal (s)), 2) analisis

49
pembelajaran (Conduct Instructional Analysis), 3) analisis pembeljaran dan konteks

(Analyze Learners and Contexts), 4). merumuskan tujuan perfomansi (Write

Performance Objectives), 5) mengembangkan instrument (Develop Assesment

Instruments), 6) mengembangkan strategi pembelajaran (Develop Instructional

Strategy), 7) mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran (Develop and Select

Instructional Materials), 8) merancang dan melakukan evaluasi formatif (Design and

Conduct Formative Evaluation of Instruction), 9) melakukan revisi (Revise

Instruction). 10) evaluasi sumatif (Design and Summative Evaluation). Berikut

pemaparan langkah pengembangan dengan gambar dan penjelasannya:

Gambar 3.2 Prosedur Pengembangan Dick & Carey

50
Berdasarkan gambar diatas dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Analisis kebutuhan dan tujuan

Melakukan analisis kebutuhan untuk menentukan tujuan program atau produk

yang akan dikembangkan. Kegiatan analisis kebutuhan ini peneliti melakukan

identifikasi kebutuhan prioritas yang segera perlu dipenuhi. Dengan mengkaji

kebutuhan, pengembangan akan mengetahui adanya suatu keadaan yang seharusnya

ada dan keadaan nyata rill di lapangan yang sebenarnya. Dengan cara melihat

kesenjangan atau gap yang terjadi, pengembangan mencoba menawarkan suatu

alternative pemecahan dengan cara mengembangkan suatu produk atau desain

tertentu.

2. Analisis pembelajaran

Analisis pembelajaran ini meliput keterampilan, proses, prosedur, dan tugas-

tugas belajar untuk mencapai tujuan pembelaran. Hal-halyang menjadi kebutuhan yag

di rasakan “felt need” perlu diindentifikasi dan selanjutnya diungkapkan dalam

rancangan produk atau desain yang ingin dikembangkan.

3. Analisis pembelajaran dan konteks

Analsis pembelajran dan konteks dapat dilaksanakan bersama dengan analisis

pembelajaran atau dapat dilakukan setelah melakukan analisis pembelajaran.

51
Menganalisis pembelajaran dan konteks ini mencakup kemampuan, sikap dan

karakterstik awal pembelajaran dalam latar pembelajaran.

4. Merumuskan tujuan performasi

Merumuskan tujuan performasi ini dilakukan setelah melakukan analisis-analisis

pembelajaran konteks. Merumuskan tujuan performasi ini dilakukan dengan cara

menjabarkan tujuan umum ke dalam tujuan yang lebih spesifik yang berupa tujuan

unjuk kerjas atau operasional. Tujuan ini secara spesifik memberikan informasi untuk

mengembangkan butir-butir tes.

5. Mengembangkan instrument

Langkah beriktnya adalah mengembangkan instrument assessment, yang secara

langsung berkaitan dengan tujuan khusu, operasional. Instrument dalam hal ini bisa

berkaitan langsung dengan tujuan operasional yang ingin dicapai berdasarkan

indikaror-indikator tertentu dan instrument ini untuk mengukur perangkat produk

ataudesain yang akan dikembangkan.

6. Mengembangkan strategi pembelajaran

Mengembangkan stategi pembelajaran ini membantu pembelajaran untuk

mencapai tujuan khusus. Strategi pembelajaran tertentu yang dirancang khusus untuk

mencapai tujuan yang dinyatakan secara eksplisit oleh pengembang. Strategi

pembelajaran yang dirancang berkaitan dengan produk atau desain yang akan

dikembangkan.

7. Mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran

52
Langkah ini merupakan kegiatan nyata yang dilakukan oleh pengembang.

Mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran, yang dalam hal ini dapat berupa :

bahan cetak, manual baik untuk pebelajar, pembelajaran dan media lain yang

dirancang untuk mendukung pencapaian tujuan. Produk atau desain yang

dikembangkan berdasarkan tipe, jenis dan model tertentu dan perlu diberikan alasan

mengapa memilih tipe, jenis dan model tersebut.

8. Merancang dan melakukan evaluasi formatif

Merancang dan melakukan evaluasi formatif, yaitu evaluasi selama proses,

prosedur, program atau produk yang dikembangkan. Tiga langkah yang dilakukan

suatu proses evaluasi formatif:

a. Ujicoba prototype bahan secara perorangan. Ujicoba ini dilakukan untuk

memperoleh masukan awal tentang produk atau rancangan. Ujicoba ini

dilakukan kepada 1-3 orang dan setelah dilakukan ujicoba, produk atau

rancangan dapat direvisi.

b. Ujicoba kelompok kecil. Ujicoba ini melibatkan subjek yang terdiri dari 6-8

orang. Hasil ujicoba ini dipakai untuk melakukan revisi produk atau rancangan.

c. Ujicoba lapangan. Ujicoba lapangan ini melibatkan subjek dalam kelas yang

terdiri dari 15-30 orang.

9. Melakukan revisi

Revisi dilakukan terhadap proses (pembelajaran), prosedur, program, atau produk

dikaitkan dengan langkah-langkah sebelumnya. Revisi dilakukan terhadap tujuan

langkah pertama, yaitu: tujuan umum pembelajaran, analisis pembelajaran, perilaku

53
awal, tujuan unjuk kerja atau performasi, butir tes, strategi pembelajaran dan bahan-

bahan pembelajaran.

10. Evaluasi sumatif

Setelah suatu produk, program, atau proses pengembangan selesai

dikembangkan, langkah berikutnya adalah melakukan evaluasi sumatif. Evaluasi

sumatif dilaksanakan dengan tujuan untuk menentukantingkat efektivitas produk,

program, atau proses secara keseluruhan dibandingkan dengan program lain.

3.2 Prosedur Pengembangan

Prosedur pengembangan dalam penelitian ini menggunakan langkah-langkah

penelitian dan pengembangan dari Borg and Gall yang dikombinasikan dengan model

desain intruksional yang dikembnagkan oleh Dicky and Carey

Pada penelitian ini hanya menggunakan 7 (tujuh) langkah yaitu: (1) potensi dan

masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi produk, (5) revisi

produk, (6) uji coba produk, (7) revisi desain. Pembatasan penelitian ini dilakukan

dengan alasan teoritis Borg and Gall (1983: 792) yaitu mengatakan bahwa

memperbolehkan untuk membatasi penelitian dengan menggunakan skala kecil,

termasuk pada langkah-langkah penelitian dan pengembangan. Sedangankan alasan

praktis yaitu karena pada penelitian ini ditujukkan kepada guru, guru dianggap sudah

memahami mengenai perangkat pembelajaran (RPP) dan karena jika menggunakan

54
kesepuluh langkah tersebut akan memakan waktu yang cukup lama, sehingga

penelitian ini dibatasi pada tahap ke tujuh.

Berikut ini hasil pengembangan dan Borg and Gall yang dikombinasikan model

deain intruksional yang dikembangkan Dick and Cary oleh peneliti:

Langakah 1 Langkah 2
Potensi dan Masalah Pengumpulan Data
Analisis Kebutuhan Masalah Identify Instructional Goal(s)
Conduct Instructional Analysis

Langkah 3
Desain Produk

1. Analisis kurikulum (Kompetensi Inti (KI), kompetensi Dasar (KD),


indicator pembelajarandan tujuan pembelajaran mengacu pada
Taksonomi Bloom.
2. Membuat peta konsep/jaringan KD dan indikator pembelajaran dan
tujuan pembelajaran.
3. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disertai
dengan mengembangkan instrument penelian dan strategi pembelajaran
serta pemilihan bahan ajar yang sesuai.

Lnagkah 4 Langkah 5
Validasi Desain Revisi Produk
Revisi RPP
Evaluasi Formatif

Langkah 7 Langkah 6
Revisi Produk UJi Coba Produk
Revisi RPP Evaluasi Sumatif
55
Gambar 3.3 Prosedur Pengembangan Penelitian

Berikut penjelasan dari langkah-langkah yang digunakan peneliti:

1. Potensi dan Masalah

Penelitian dimulai dari adanya potensi dan masalah. Potensi dan masalah dalam

penelitian ini ditemukan berdasarkan hasil analisis kebutuhan dengan cara wawancara

langsung terhadap guru kelas IV. Peneliti melakukan wawancara yang bertujuan

untuk mengetahui adanya masalah yang terjadi dilapangan yang menyangkut

pemahaman guru mengenai perangkat pembelajaran terpadu tipe shared mengacu

kurikulum 2013. Hasil wawancara masih menunjukkan bahwa guru yang masih

kurang dalam memahami tipe pembelajan terpadu dan guru masih kesulitan dalam

merancancang pelaksanaan pembelajaran terpadu.

2. Pengumpulan Data

a. Identity Instructional Goals

Pada tahap ini dilakukan untuk mengindentifikasi tujuan pembelajaran yang

akan dicapai.

b. Conduct Instructional Analysis

56
Trianto (2010: 92) mengatakan bahwa setelah menidentifikasi tujuan

pembelajaran, makan akan ditentukan apa tipe belajar yang dibutuhkan siswa.

Tujuan yang dianalisis untuk mengetahui keterampilan khusus.

3. Desain Produk

Produk yang akan dihasilkan oleh peneliti yaitu perangkat pembelajaran tipe

shared untuk siswa kelas IV SD mengacu kurikulum 2013. Adapun langkah-langkah

dalam mendesain produk sebagai berikut : (1) melakukan analisis kurikulum yang

meliputi Komptensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), Indikator Pembelajaran dan

Tujuan Pembelajaran yang mengacu Taksonomi Bloom, (2) Membuat peta konsep

jaringan, Komptensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), Indikator Pembelajaran dan

Tujuan Pembelajaran, (3) menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang

disertai dengan mengembangkan instrument penilian dan strategi pembelajaran,

pemilihan bahan ajar yang sesuai dan membuat soal evaluasi.

4. Validasi Desain

Pada tahap ini validasi desain dilakukan oleh pakar pembelajaran terpadu sebagai

evaluasi formatif. Validasi ini bertujuan untuk mendapatkan kritik, saran dan

penilaian terhadap produktivitas yang akan dikembangkan. Dengan adanya kritik dan

saran, peneliti dapat mengetahui kelebihan dan kelemahan produk yang akan

dikembangkan.

5. Revisi Produk

57
Setelah memperoleh kritik dan saran dari pakar pembelajaran terpadu, selanjutnya

masuk tahap revisi desain. Peneliti melakukan revisi berdasarkan saran dan masukan

dari pakar pembelajaran terpadu. Revisi ini dilakukan untuk memperbaiki kekurangan

pada perangkat pembelajaran yang telah dibuat.

6. Uji Coba Produk (Evaluasi Sumatif)

Trianto (2010: 89) mengatakan bahwa evaluasi sumatif adalah secara langsung

mengukur tingkat pencapaian tujuan utama pada akhir pembelajaran. Penilaian

sumatif meliputi hasil ujian akhir unit. Setelah produk berupa perangkat pembelajaran

telah direvisi sesuai saran dan kritik, langkah selanjutnya menguji cobakan produk

tersebut. Produk diuji cobakan kepada siswa kelas IV SD N Plaosan 1 dan siswa

kelas IV SD N Srumbung 2. Peneliti menguji cobakan secara langsung kepada siswa

dan guru kelas IV menilai perangkat pembelajaran dan menilai pengimplementasian

perangkat pembelajaran tersebut. Uji coba ini dilakukan untuk melihat apakah

perangkat ini sudah mencapai sasaran sesuai yang diinginkan atau belum.

7. Revisi Produk

Langkah terakhir yang dilakukan peneliti yaitu menindaklanjuti hasil dari ujicoba

produk. Peneliti akan melakukan revesi sesuai dengan kritik dan saran dari guru kelas

IV. Revisi ini merupakan revisi terakhir yang dilakukan oleh peneliti untuk

memperbaiki kekurangan pada perangkat pembelajaran yang telah dibuat. Sehingga

58
dapat menghasilkan produk yang baik dan benar dan bisa digunakan sebagai mana

mestinya.

3.3 Setting Penelitian

Pada uji coba terbatas ini membahas empat hal yaitu temapat penelitian, waktu

penelitian, subjek penelitian dan objek penelitian.

1. Tempat penelitian

Penelitian dilaksanakan di SD N Plaosan 1 Sleman Yogyakarta yang

beralamatkan di Plaosan 1, Tlogoadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta dan SD N

Srumbung 2 yang beralamatkan di Cawakan, Srumbung, Srumbung, Magelang, Jawa

Tengah, 56483.

2. Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD N Plaosan 1 dan siswa kelas IV

SD N Srumbung 2 tahun ajaran 2017/2018.

3. Objek Penelitian

Objek Penelitian ini adalah pengembangan perangkat pembelajaran terpadu tipe

Shared.

4. Waktu Penelitian

Penyusunan dan pelaksanaan penelitian dan pengembangan perangkat

pembelajaran yang dilaksanakan pada kurikulum 2013 dimulai dari bulan april

59
sampai bulan mei 2018. Penelitian ini dimuai dari wawancara analasis kebutuhan

hingga penyelesaian laporan skripsi.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan pada penelitian dan

pengembangan ini yaitu:

1. Wawancara

Wawancara dilakukan untuk mengetahui informasi mengenai perangkat

pembelajaran terpadu, mengetahui sejauh mana pengetahuan guru tentang

pembelajaran terpadu. Yusuf (2015: 108) mengungkapkan bahwa wawancara

adalah proses interaksi antara pewawancara dan yang diwawancarai secara

langsung, atau dapat juga dikatakan sebagai proses percakapan tatap muka

antara pewawancara dan diwawancarai dimana pewawancara bertanya tentang

suatu aspek yang dinilai dan telah dirancang sebelumnya. Peneliti melakukan

wawancara terhadap guru kelas IV SD N Babarsari dan SD N Plaosan 1. Data

yang diperoleh hasil wawancara dianalisis untuk mendapatkan informasi

kebutuhan terhadap perangkat pembelajaran terpadu tipe shared.

2. Kuesioner

Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara

memberi seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden

untuk dijawab. Kuesioner berisi tentang pertanyaan yang disususn

berdasarkan komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang

60
dibuat oleh peneliti. Kuesioner dilakukan untuk menilai kualitas atau

memvalidasi perangkat pembelajaran terpadu tipe shared, yang kemudian

hasil validasi berupa kritik dan saran dijadikan peneliti untuk merevisi produk

yang telah dikembangkan. Kuesioner diberikan kepada empat ahli untuk

memvalidasi produk yang dikembangkan yaitu dua pakar pembelajaran

terpadu dan dua guru kelas IV sebagai pelaksanaan kurikulum 2013.

3.5 Instrumen Penelitian

Sugiyono (2015: 156) mengemukakan bahwa instrument penelitian merupakan

alat untuk mengumpulkan data.

1. Pedoman Wawancara

. Pedoman wawancara adalah daftar pertanyaan yang digunakan oleh

seseorang dalam menghimpun bahan keterangan yang dilaksankan melalui

kegiatan tanya jawa secara sepihak dengan arah serta tujuan yang telah ditentukan

(Sudijono, 2011). Pedoman wawancaradigunakan untuk mengetahui informasi

mengenai perangkat pembelajaran terpadu, mengetahui sejauh mana pengetahuan

guru tentang pembelajaran terpadu. Wawancara dibagi menjadi 3 jenis yaitu

wawancara terencana-terstruktur, wawancara tidak terstruktur, dan wawancara

61
bebas. Sebelum melakukan wawancara, peneliti membuat pedoman wawancara.

Kisi–kisi pedoman wawancara dengan guru kelas IV sebagai berikut:

No Daftar Pertanyaan
1 Sejak kapan SD N Babarasri menggunakan kurikulum 2013?
2 Apakah ibu/bapak sudah mengetahui bahwa dalam K13 menggunakan
pembelajaran terpadu?
3 Apakah bapak/ibu pernah mengikuti pelatihan K13?
4 Ada 10 jenis pembelajaran terpadu, apakah bapak/ibu mengenal dan
menguasai 10 jenis itu?
5 Apakah ada kesulitan dalam merencanakan pembelajaran terpadu?
6 Apakah ada kesulitan dalam melaksankan pembelajaran terpadu?
7 Apakah bapak/ibu membutuhkan contoh perangkat pembelajaran terpadu?
Tabel 3.1 Pedoman Wawancara

Dalam penelitian ini, penelitian menggunakan wawancara terencana

terstruktur karena peneliti terlebih dahulu merinci pertanyaan-pertanyaan yang

akan diajukan berdasarkan kisi-kisi pedoman wawancara.

2. Lembar Validasi Produk

Lembar validasi produk ini memuat pertanyaan yang akan digunakan untuk

memvalidasi produk. Lembar validasi produk ini terdiri dari dua jenis yaitu

lembar validasi untuk pakar pembelajara terpadu dan lembar validasi untuk

implementasi perangkat pembelajaran terpadu untuk guru kelas IV.

3.6 Teknik Analisi Data

62
Sugiyono (2015: 335) mengatakan bahwa analisis data adalah proses mencari

dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan

lapangan dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori,

menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sistesa, menyusun kedalam pola, memilih

mana yang penting dan yang akan pelajari dan membuat kesimpulan sehingga mudah

dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. Teknik analisis data yang digunakan

oleh peneliti berdasarkan data yang diguanakan adalah data kualitatif dan kuantitatif.

1. Data Kualitatif

Data kualitatif dalam penelitian ini diperoleh dari wawancara dengan guru kelas

IV untuk menganalis kebutuhan. Selain itu data kualitatif dapat diperoleh dari hasil

validasi produk yang berupa saran serta masukan yang diberikan dua pakar ahli

pembelajaran terpadu dan dua guru kelas IV. Peneliti melakukan analisis data

kualitatif dengan menyimpulkan data yang telah diperoleh dari wawancara dengan

guru dan masukan dari ahli pembelajaran terpadu dan guru kelas IV.

2. Data Kuantitatif

Data kuantitatif dalam penelitian ini diperoleh dari kuesioner penilaian dua

validator ahli pakar pembelajaran terpadu dan dua guru kelas IV dari penilian uji coba

produk.. Kuesioner yang digunakan tersusun atas 53 pernyataan. Peneliti

menggunakan rentang skor berdasarkn skala likert yaitu dengan menggunakan model

lima pilihan dengan rentang skor 1-5. Hasil validasi guru selanjutnya dianalisis dan

dikategorikan kedalam tabel berikut menurut Sukardjo (2008: 101).

63
Tabel 3.2 Konversi Nilai Skala Lima

Interval Skor Kategori


X>Xi + 1,80 Sbi Sangat Baik
Xi+0,60 SBi < X≤ Xi + 1,80 Sbi Baik
Xi-0,60 SBi < X≤ Xi + 0,60 Sbi Cukup Baik
Xi-1,80 SBi < X≤ Xi + 0,60 Sbi Kurang Baik
X ≤Xi – 1,80 Sbi Sangat Kurang Baik
Keterangan:
1
Rerata ideal ( x i): 2 (skor maksimal ideal + skor minimal)

1
Simpangan Baku ideal (SBi): 6 (skor maksimal ideal – skor minimal)

X: Skor actual

Bedasarkan rumus konversi di atas perhitungan data-data kuantitatif dilakukan

untuk memperoleh data kuantitatif dengan menerapkan rumus konversi tersebut.

Penentuan rumus kuantitatif pengembangan ini diterapkan dengan konversi sebagai

berikut:

Diketahui:

Skor maksimal ideal: 5


Skor minimal ideal : 1
1
Rerata ideal ( x i ): 2 (5+1) = 3
1
Simpangan baku ideal : 6(5-1) = 0,67

Ditanyakan : interval skor kategori sangat baik, baik, cukup, kurang baik,
sangat kurang baik.
Jawaban :

64
Kategori sangat baik = X > x i + 1,80 SBi
= X > 3 + (1,80 . 0,67)
= X > 3 + (1,21)
= X > 4,21
Kategori baik= x i + 0,60 SBi < X ≤ x i + 1,80 SBi
= 3 + (0,60 . 0,67) < X ≤ 3 + (1,80 . 0,67)
= 3 + (0,40) < X ≤ 3 + (1,21)
= 3,40 < X ≤ 4,21
Kategori cukup baik= x i – 0,60 SBi < X ≤ x i + 0,60 SBi
= 3- (0,60 . 0,67) < X ≤ 3 + (0,60 . 0,67)
= 3 – (0,40) < X ≤ 3 + (0,40)
= 2,60 < X ≤ 3,40
Kategori kurang baik= x i – 1,80 SBi < X ≤ x i – 0,60 SBi
= 3 – (1,80 . 0,67) < X ≤ 3 – (0,60 . 0,67)
= 3 – (1,21) < X ≤ 3 – (0,40)
= 1,79 < X ≤ 2,60
Kategori sangat kurang baik= X ≤ x i – 1,80 SBi
= X ≤ 3 – (1,80 . 0,67)
= X ≤ 3 – (1,21)
= X ≤ 1,79

Bedasarkan perhitungan tersebut, diperoleh konversi data kkuantitatif menjadi

data kualitatif skala lima sebagai berikut (Sukardjo, 2008: 101).

Interval skor Kriteria


4,22 -5,00 Sangat baik
3,41 - 4,21 Baik
2,61 – 3,40 Cukup

65
1,78 – 2,60 Kurang
1,00 – 1,79 Sangat kurang
Tabel 3.3 Kriteria Skor Skala Lima

Hasil dari perhitungan skor masing-masing validasi yang dilakukan akan dicari

rerata skor perolehannya kemudian dapat dikonversikan dari data kuantitatif ke data

kualitatif dalam kategori tertentu seperti yang tertera pada tabel kriteria skor skala

lima.

3.6 Jadwal Penelitian

Berikut ini adalah tabel jadwal penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti:

66
Tabel 3.4 Jadwal Kegiatan Penelitian

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Analisis Kebutuhan

Langkah pertama yang dilakukan dalam penelitian dan pengembangan perangkat

pembelajaran terpadu ini adalah dengan melakukan analisis kebutuhan di SD N

Babarsari dan SD N Plaosan 1. Analisis kebutuhan ini dilakukan oleh peneliti

berdasarkan langkah-langkah pengembangan perangkat pembelajaran yang telah

dijelaskan pada bab III. Peneliti melakukan analisis kebutuhan dengan melakukan

wawancara. Wawancara ini dilakukan kepada guru kelas IV, yaitu dengan Ibu Wahyu

Sri Handayani selaku guru kelas IV di SD N Babarsari dan Ibu Patrisia Betris Yan

67
Ariyanti selaku guru kelas IV di SD N Plaosan 1 pada bulan April 2017. Wawancara

ini bertujuan untuk mengetahui dan mengindentifikasi fakta dan masalah tentang

pengembangan perangkat pembelajaran terpadu khususnya model shared. Dari hasil

wawancara tersebut dapat dijadikan acuan untuk pengembangan perangkat

pembelajaran terpadu khususnya model shared.

1. Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan

Peneliti melaksanakan wawancara kepada sguru kelas IV SD N Babarsari dan

guru kelas IV SD N Plaosan 1. Peneliti melakukan wawancara dengan guru kelas IV

SD N Babarsari pada hari Sabtu, tanggal 15 April 2017 dan melakukan wawancara

dengan guru kelas IV SD N Babarsari pada hari Senin, tanggal 17 April 2017.

Wawancara tersebut berpedoman pada 8 butir pertanyaan untuk melakukan analisis

kebutuhan perangkat pembelajaran terpadu khususnya tipe shared. Berikut hasil

wawancara dengan guru kelas IV SD N Babarsari dan SD N Plaosan 1 yang akan

dijelaskan pada setiap butir.

Butir pertanyaan pertama yaitu sejak kapan sekolah menerapkan kurikulum

2013. Guru SD N Babasari memberikan jawaban sudah menerapkan kurikulum 2013

sejak tahun ajaran 2013/2014 pada kelas IV dan guru SD N Ploasan 1 memberikan

jawaban sudah menerapkan kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2016/2017 untuk kelas

I dan IV.

Butir pertayaan yang kedua yaitu pemahaman guru mengenai terhadap kurikulum

2013 yang menggunakan pembelajaran terpadu. Kedua guru tersebut memberikan

jawaban sudah mengetahui bahwa kurikulum 2013 menggunakan pembelajaran

68
tematik yang semua mata pelajaran berbasis tema. Pada setiap tema menggabungkan

beberapa mata pelajaran yang saling berkaitan satu sama yang lain.

Butir pertanyaan yang ketiga yaitu mengenai keikutsertaan dalam pelatihan

kurikulum 2013. Guru kelas IV SD N Babarsari memberikan jawaban pernah

mengikuti pelatihan kurikulum 2013 sebanyak satu kali, yaitu pada awal penerapan

kurikulum 2013 di SD Negeri Babarsari, sedangkan guru kelas IV SD N Plaosan 1

memberikan jawaban pernah menikuti pelatihan kurikulum 2013 pada tahun 2016

saat SD N Plaosan 1 akan menerapkan kurikulum 2013.

Butir pertanyaan keempat yaitu mengenai pengetahuan dan pemahaman 10 tipe

pembelajaran terpadu. Kedua guru menjawab berbeda, Guru SDN Babarsari 1

menjawab tidak mengetahui dan tidak memahami 10 tipe pembelajaran terpadu,

beliau hanya megetahaui bahwa pembelajaran terpadu menggabungkan beberapa

mata pelajaran. Guru SDN Plaosan 1 menjawab mengetahui bahwa pembelajaran

terpadu terdiri dari 10 tipe, akan tetapi beliau tidak memahami semua tipe

pembelajaran terpadu.

Butir pertanyaan kelima yaitu tentang kendala atau kesulitan dalam

merencanakan pembelajaran terpadu. Kedua guru tersebut mengalami kesulitan

dalam merencankan pembelajaran terpadu, karena keterbatasan contoh perangkat

pembelajaran yang dimiliki. Beliau hanya mempunyai satu contoh RPP yang berasal

dari buku guru sehingga beliau hanya terpaku pada langkah-langkah yang sudah

tertera dalam buku guru dan tidak dapat mengembangkannya menjadi lebih kreatif.

69
Butir pertanyaan keenam yaitu mengenai kesulitan yang dihadapi dalam

melaksanakan yang pembelajaran terpadu. Kedua guru tersebut menjawab tidak

mengalami kesulitan saat melaksanakan pembelajaran terpadu akan tetapi kedua guru

mengalami kesulitan dalam menilai hasil belajar, dikarenakan dalam penilian

pembelajaran terpadu harus menggunakan empat aspek yaitu spiritual, social, kognitif

dan psikomotor.

Butir pertanyaan ketujuhyaitu mengenai kebutuhan guru pada contohe perangkat

pembelajaran terpadu khususnya tipe shared untuk kelas IV. Kedua guru menjawab

membutuhkan contoh perangkat mpembelajaran terpadu khususnya tipe shared agar

dapat menyusun perangkat pembelajaran terpadu tipe shared dan dalam

melaksanakan pembelajaran terpadu lebih kreatif dan menyenangkan bagi siswa.

2. Pembahasan Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan

Berdasarkan hasil wawancara yang telah dijabarkan diatas, peneliti menarik

kesimpulan bahwa guru sudah mengetahui bahwa dalam pengimplementasian

kurikulum 2013 menggunakan pembelajaran terpadu dengan baik sesuai dengan

tuntutan kurikulum 2013 yaitu dengan menggunakan pendekatan saintifik dimana

kegiatan pembelajaran menggunakan kegiatan 5M yaitu mengamati, menanya,

menalar, mencoba dan mengkomunikasikan. Sebelum menerapakn kurikulum 2013

guru telah dibekali dengan mengikuti pelatihan mengenai kurikulum 2013.

70
Dalam merencanakan pembelajaran terpadu guru masih mengalami kesulitan

dalam mengembangkan rencana pembelajaran. Guru hanya mempunyai satu contoh

perangkat pembelajaran yang terdapat pada buku guru dan guru melaksanakan proses

pembelajaran hanya terpaku pada langkah-langkah kegiatan yang berada pada buku

guru, sehingga pembelajarannya tkurang kreatif dan menyenangkan bagi siswa.

Selain mengalami dalam kesulitan dalam merancang guru juga mengalami kesulitan

dalam menilai siswa, karena dalam penilian pembelajaran terpadu harus

menggunakan empat aspek yaitu spiritual, social, kognitif dan psikomotor. Untuk saat

ini guru menggunkan perangkat pembelajaran yang diberikan oleh pemerintah seperti

buku guru dan buku siswa dalam setiap proses pembelajaran.

4.2 Deskripsi Produk awal

Penelitia dalam pengembangan perangkat pembelajaran ini melakukan beberapa

langkah. Langkah awal yang dilakukan peneliti adalah menganalisis dan KI dan KD,

yang selanjutnya KD ini diturunkan menjadi indikator, dalam pembuatan indikator ini

harus mengacu pada taksonomi bloom tingkat yang tinggi dan merumuskan tujuan

pembelajaran yang akan dicapai. Selanjutnya peneliti memilih dua mata pelajaran

yang berbeda yang kemudian peneliti menentukan KD dan indikator yang memeliki

konsep, sikap dan keterampilan yang sama. Langkah selanjutnya peneliti membuat

peta konsep jaringan Kompetensi Dasar (KD), jaringan indikator dan jaringan tujuan

pembelajaran sesuai dengan perangkat pembelajaran terpadu tipe Shared. Kemudian

peneliti membuat Rencana Pelaksaan Pembelajaran (RPP) berdasarkan KD dan

indikator yang telah dipilih. Kemudian peneliti membuat lembar kerja siswa kelas IV

71
yang menerapakan pembelajaran terpadu tipe shared. Lembar kerja siswa ini berisi

tujuan pembelajaran, materi pokok, soal-soal dan kegiatan yang dilakukan siswa.

Langkah terakhir peneliti memberikan evaluasi dan refleksi pembelajaran.

1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran model shared

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ialah rencana kegiatan yang

menggambarkan proses kegiatan pembelajaran untuk mencapai suatu Kompetensi

Dasar yang ditentukan. RPP ini disusun secara sistematis dengan pembelajaran

terpadu model shared. Dalam RPP terdapat beberapa komponen yaitu 1) identitas

sekolah meliputi nama satuan pendidikan, kelas/semester, identitas tema/subtema,

pembelajaran ke, muatan pembelajaran terkait, alokasi waktu, 2) kompetensi inti

(KI), 3) kompetensi dasar (KD) dan indikator, 4) tujuan pembelajaran, 5) materi

pembelajaran, 6) pendekatan dan metode/model pembelajaran, 7) media, alat dan

sumber pembelajaran, 8) langkah-langkah kegiatan pembelajaran, dan 9) penilian

setiap muatan pelajaran, 10) lamiran-lampiran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(RPP) terpadu tipe shared hanya memadukan dua mata pelajaran yang memiliki

konsep, sikap, dan keterampilan yang sama. Selain itu, RPP terpadu tipe shared tidak

menggunakan tema dan subtema karena tipe ini tidak berkaitan dengan tema.

Rencana Pelaksanaa Pembelajaran (RPP) disusun untuk satu pembelajaran.

Setiap pembelajaran memiliki alokasi waktu 6 x 35 menit (210 menit). Dalam

kegiatan pembelajaran terdapat 3 penggalan yaitu kegiatan awal, inti dan akhir. RPP

ini dibuat dengan sesederhana mungkin sehingga guru dapat mudah untuk

memahaminya dan melaksanakan pembelajarannya.setiap pembelajaran dibuat sesuai

72
langkah-langkah yang baik dan kegiatan disusun dengan mengacu keterpaduan tipe

shared yaitu konsep, sikap dan keterampilan harus sama pada dua mata pelajaran.

Materi ajar berisikan tentang ringkasan materi yang akan diajarkan selama proses

pembelajaran. Materi dijelaskan dengan singkat dan mencakup semua materi yang

akan disampaikan selama kegiatan pembelajaran. Dalam materi ajar ini menggunakan

media seperti gambar, lirik lagu, dan video disertakan dalam lampiran RPP terpadu

tipe shared yang digunakan sebagai motivasi dan penunjang dalam proses

pembelajaran.

Lembar Kerja Siswa (LKS) merupakan komponen yang harus ada dalam RPP.

Lembar kerja siswa ini harus sesuai dengan skenario dalam langkah-langkah

kegiatan. Komponen-komponen yang ada di Lembar Kerja Siswa (LKS) yaitu

identitas siswa (nama, kelas dan nomer absen), tujuan pembalajaran, petunjuk

pengerjaan LKS, materi pokok, soal-soal dan kegiatan yang dilakukan siswa.

Evaluasi dan refleski juga terdapat pada lembar kerja siswa pada akhir kegiatan

pembelajaran. Evaluasi yang terdapat pada akhir pembelajaran bertujuan untuk

mengukur sejauh mana siswa memahami materi pada pembelajaran. Refleksi ini

bertujuan untuk menyimpulkan materi yang telah dipahami oleh siswa dan digunakan

juga untuk menggungkapkan perasaan dan sikap yang telah dilakukan. Dalam lembar

kerja siswa, guru dapat merancang kerjasama siswa dengan orang tua. Kerja sama

dengan orang tua ini bertujuan mengajak orang tua untuk ikut berperan penting dalam

tugas siswa dirumah. Lembar siswa ini harus dibuat semenarik mungkin agar siswa

menjadi aktif selama proses pembelajaran.

73
Instrumen penilian berisi panduan penilian pada setiap muatan pelajaran dengan

menggunkan penilaian otentik. Penilaian untuk ranah sikap spiritual berisi tentang

penilaian sikap, kepercayaan, dan rasa syukur siswa terhadap penciptaan Tuhan Yang

Maha Esa. Penilian untuk ranah pengetahuan dapat dilakukan dengan menggunakan

tes tertulis, tes lisan dan penugasan. Tes tertulis dapat berupa pilihan ganda, isian dan

uraian), tes lisan dapat dilakukan dengan melakukan tanya jawab dengan siswa dan

penugasan dapat dilakukan dengan pemberian tugas rumah. . Penilaian untuk ranah

keterampilan berisi tentang penilaian kinerja siswa dan penilaian untuk ranah social

dapat dilakukan dengan melakukan pengamatan terkait sikap siswa selama proses

pembelajaran berlangsusng sesuai dengan indikator yang akan dicapai.

4.3 Data Validasi dan Revisi Produk

1. Data Validasi Pakar Pembelajaran terpadu model shared

Produk awal yang telah dibuat oleh peneliti berupa RPP terpadu tipe Shared yang

telah divalidasi oleh dua dosen pakar pembelajaran terpadu. Validasi pakar ini

dilakukan untuk menilai perangkat pembelajaran terpadu tipe shared dengan

menggunakan instrument validasi yang telah dibuat oleh peneliti. Validasi ini

bertujuan untuk mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran terpadu tipe shared.

Validator dapat memberikan saran dan kritik yang dapat dijadikan acuan penliti

dalam merevisi produk.

Peneliti melakukan validasi produk yang dihasilkan dalam penelitian

pengembangan perangkat pembelajaran terpadu tipe shared kepada dua pakar ahli

pembelajaran terpadu. Pakar pembelajaran terpadu tersebut adalah Ibu K dan Ibu A

74
yang keduanya seorang dosen. Terdapat beberapa aspek yang digunakan dalam

instrument penelian yaitu 1) identitas RPP, 2) perumusan indakator, 3) perumusan

tujuan pembelajaran, 4) pemilihan materi ajar, 5) sumber belajar, 6) media

pembelajaran, 7) metode pembelajaran, 8) skenario pembelajaran, 9) karakteristik

pembelajaran terpadu tipe shared 10) penilian, 11) lembar kerja siswa (LKS), 12)

bahasa.

Berdasarkan hasil validasi pada kedua komponen tersebut memperoleh skor rata-

rata dari dosen K 3, 59 dan dari dosen A 3, 79 dengan katerori “baik”. Kedua validasi

pakar ini menyatakan bahwa perangkat pembelajaran terpadu tipe shared layak

digunakan/uji coba dengan revisi sesuai saran. Kedua dosen K dan A sebagai pakar

pembelajaran terpadu memberikan saran perbaikan untuk perangkat pengembangan

pembelajaran terpadu tipe shared pada beberapa aspek yaitu : 1) perumusan

indikator, 2) perumusan sumber belajar, 3) pemilihan bahan ajar, 4) media

pembelajar, 5) metode pembelajaran, 6) scenario pembelajaran, 7) karakteristik

pembelajaran terpadu tipe shared, 8) Penilaian, 9) lembar kerja siswa, 10) bahasa.

Saran yang diberikan pada beberapa komponen tersebut adalah (1) aspek

perumusan indikator penggunaan kata kerja operasinal kurang dapat di ukur dengan

kompetensi dan pada indikator sikap spiritual kurang nampak, (2) aspek perumusan

tujuan pembelajaran melengkapi komponen ABCD yang belum tercantum, (3) aspek

pemilihan materi ajar harus disesuaikan dengan indikator/tujuan pembelajaran dan

materi ajar dengan karakteristk siswa kurang sesuai. (4) aspek sumber belajar kurang

muthakir dan lebih diperbanyak sumber belajar. (5) aspek media pembelajaran kurang

75
sesuai dengan pendekatan scientific, (6) aspek metode pembelajaran kurang

memunculkan karakteristik pendekatan scientific, (7) aspek skenario pembelajaran

kurang disajikan dengan sistematis sehingga membuat skenario pembalajaran kurang

sesuai dengan langkah-langkah dalam metode pembelajaran yang dipilih dan waktu

kurang proposional, (8) aspek karakteristik pembelajaran terpadu tipe shared pada

karakteristik disiplin belum terlihat pada kegiatan pembelajaran. (9) aspek penilian

teknik, bentuk dan instrument kurang sesuai dengan indikator yang akan dicapai, (10)

aspek lembar kerja siswa belum ada tujuan pembelajaran, LKS belum memungkinkan

tercapainya indikator/tujuan pembelajaran dan kegiatan pembelajaran dalam LKS

belum mencerminkan pendekatan scientific. (11) aspek Bahasa penggunaan EYD

perlu diperbaiki dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Perangkat pembelajaran yang telah divaliadasi oleh kedua pakar tersebut direvisi

sesuai dengan saran yang diberikan. Saran dan revisi tersebut dijabarkan ke dalam

tebel dibawah ini:

Tabel 4.1 Saran dan Perbaikan Pakar Pembelajaran Terpadu

No Aspek yang dinilai Saran Perbaikan


A. Perumusan Indikator
1. Kesesuian penggunaan Penggunaan kata kerja Mengubah kata kerja
kata kerja operasional operasional kurang operasional agar sesuai
dengan kompetensi yang dapat di ukur dengan sehingga dapat di ukur
diukur dan kesesuaian kompetensi dan dalam dengan kompetensi
aspek sikap spritiual indikator dalam aspek dan mengganti
sikap spiritual kurang indikator aspek
nampak spiritual agar lebih

76
nampak.
B. Perumusan Sumber Belajar
1. Kelengkapan komponen Kelengkapan Melengkapi komponen
ABCD dalam rumusan komponen ABCD ABCD
tujuan. kurang lengkap
C. Pemilihan Materi Ajar
1. Kesesuaian materi ajar Materi ajar dengan Melengkapi materi
dengan indikator/tujuan indikator/tujuan ajar dengan
pembelajaran pembelajaran kurang indikator/tujuan
sesuai. pembelajaran.
2. Kesesuain materi ajar Materi ajar dengan Menyesuaikan materi
dengan lingkungan lingkungan dan ajar dengan
kontekstual dan karakteristik siswa lingkungan dengan
karaktersitik siswa. kurang sesuai. karakteristik siswa
agar sesuai.
D. Sumber Belajar
1. Menggunakan sumber Masih kurang dalam Melengkapi sumber
belajar yang mutakhir menggunakan sumber belajar yang mutakhir
dan menggunakan belajar yang metakhir dan memperbanyak
sumber belajar yang dan masih kurang penggunaan sumber
beragam dalam penggunaan belajar agar lebih
sumber belajar yang beragam
beragam.
E. Media Pembelajaran
1. Kesesuaian media Dalam kesesuaian Menyesuaikan media
pembelajarn untuk media pembelajaran pembelajaran untuk
mengimplementasi untuk mengimplementasi
pendekatan scientific. mengimplementasi pendekatan scientific.
pendekatan scientific
F. Metode Pembelajaran
1. Kesesuaian metode Metode pembelajaran Menyesuaikan metode
pembelajaran dengan kurang sesuai dengan pembelajaran dengan
pendekatan scientific. pendekatan scientific. pendekatan scientific.
G. Skenario Pembelajaran
1. Materi pembelajaran Dalam penyajian materi Memperbaiki
disajikan dengan pembelajaran yang penyajian materi

77
skenario yang sistematis. disajikan dengan pembelajaran yang
scenario kurang disajikan dalam
sistematis. skenari agar lebih
sistematis.
2. Skenario pembelajaran Dalam skenario Melengkapi skenario
sesuai dengan langkah- pembelajaran kurang pembelajaran agar
langkah metode sesuai dengan langkah- sesuai dengan
pembelajaran yang langkah metode langkah-langkah
dipilih dan pembelajaran yang metode pembelajaran
kondisi/proses yang dipilih dan yang dipilih dan
dirumuskan dalam tujuan kondisi/proses yang kondisi/proses yang
pembelajaran. dirumuskan dalam dirumuskan dalam
tujuan pembelajaran. tujuan pembelajaran.
H. Karakteristik Pembelajaran Terpadu Tipe Shared
1. Dua mata pelajaran yang Pada aspek sikap belum Memperbaiki langkah-
dipilih memiliki konsep, terlihat jelas langkah pembelajaran
sikap dan keterampilan agar aspek sikap dapat
yang sama terlihat jelas
I. Penilaian
1. Kesesuaian teknik, Teknik, bentuk dan Memperbaiki teknik,
bentuk dan instrument instrument penilian bentuk dan instrument
penilian dengan indikator kurang sesuai dengan penilian kurang agar
yang akan dicapai. indikator yang akan sesusai dengan
dicapai. indikator yang akan
dicapai.

2. Kesesuaian tugas dengan Tugas dengan rubrik Memperbaiki tugas


rubrik penilaian penilian kurang sesuai dengan rubrik
peniliana agar sesuai.
J. Lembar Kerja Siswa (LKS)
Kegiatan pembelajaran Kegiatan pembelajaran Memperbaiki kegiatan
dalam LKS dalam LKS belum pembelajaran dalam
memungkinkan memungkinkan LKS supaya dapat
tercapainya tercapainya memungkinkan
indikator/tujuan indikator/tujuan tercapainya
pembelajaran. pembelajaran. indikator/tujuan
pembelajaran.

78
Kegiatan pembelajaran Kegiatan pembelajaran Memperbaiki kegiatan
dalam LKS dalam LKS belum pembelajaran dalam
mencerminkan mencerminkan LKS agar dapat
pendekatan scintific pendekatan scientific mencerminkan
pendekatan scientific

2. Revisi Produk oleh Pakar Pembelajaran Terpadu

Berdasarkan saran yang diberikan oleh kedua pakar pembelajaran terpadu.

Peneliti melakukan revisi terhadap perangkat pembelajaran terpadu sesuai dengan

saran yang diberikan oleh kedua pakar pembelajaran terpadu pada aspek sebagai

berikut : 1) Perumusan indikator mengubah kata kerja operasional dalam perumusan

indikator agar dapat di ukur dengan kompetensi dan mengganti indikator pada aspek

spiritual agar lebih nampak, 2) perumusan sumber belajar melengkapi komponen

ABCD, 3) pemilihan materi ajar melakukan pemilihan materi ajar agar sesuai dengan

indikator/tujuan dan menyesuaikan materi ajar sehingga sesuai dengan karakteristik

siswa. 4) sumber belajar diperbanyak dengan yang muthakir agar lebih beragam, 5)

media pembelajaran disesuaikan dengan pendekatan scientific, 6) metode

pembelajaran disesuaikan dengan pendekatan scientific,7) skenario pembelajaran

disajikan dengan skenario yang sistematis,melengkapi skenario pembelajaran agar

sesuai dengan langkah-langkah metode pembelajaran dan memperbaiki skenario

pembelajaran agar alokasi waktu tepat 8) memperbaiki langkah-langkah

pembelajaran agar aspek sikap dapat terlihat jelas, 9) penilian memperbaiki teknik,

79
bentuk dan instrument penilian kurang agar sesusai dengan indikator yang akan

dicapai. 10) LKS menambahkan tujuan pembelajtaran pada LKS, memperbaiki

kegiatan pembelajran LKS agar dapat mencapai indikator/tujuan pembelajaran.

4.4 Uji Coba Terbatas

1. Data Validasi Guru kelas IV SD Pelaksanan Pembelajaran Terpadu

Penelitian juga melakukan validasi produk perangkat pembelajaran terpadu tipe

Shared dalam penelitian ini denga dua guru kelas IV sebagai pelaksana kurikulum

2013. Kedua Guru yang menjadi validator dalam produk ini adalah Ibu P selaku guru

kelas IV SD N Plaosan 1 dan Bapak S selaku guru kelas IV SD N Srumbung 2.

Validasi yang dilakukan oleh guru P pada tanggal 25 Oktober 2017 dan guru S pada

tanggal 28 Oktober 2017. Kedua guru tersebut melakukan penilian validasi

menggunakan beberapa aspek yang digunakan dalam instrument penelian yaitu 1)

identitas RPP, 2) perumusan indakator, 3) perumusan tujuan pembelajaran, 4)

pemilihan materi ajar, 5) sumber belajar, 6) media pembelajaran, 7) metode

pembelajaran, 8) skenario pembelajaran, 9) pengimplementasian pembelajaran

terpadu tipe shared 10) penilian, 11) lembar kerja siswa (LKS), 12) bahasa.

Berdasarkan hasil validasi pada kedua komponen tersebut memperoleh skor rata-

rata dari guru P 4,01 dan dari guru S 3,90 dengan katerori “baik”. Kedua validasi

menyatakan bahwa perangkat pembelajaran terpadu tipe shared layak digunakan/uji

coba dengan revisi sesuai saran. Kedua guru P dan S sebagai validasi produk

memberikan saran perbaikan untuk perangkat pengembangan pembelajaran terpadu

tipe shared pada beberapa aspek yaitu: 1) perumusan tujuan pembelajaran, 2)sumber

80
belajar, 3) metode pembelajaran, 4) skenario pembelajaran , 5) bahasa. Pada aspek

perumusan tujuan pembelajaran kurang komponen D (degree). Saran perbaikan juga

terdapat pada aspek sumber belajar masih kurang beragam dan bervariasi. Saran

perbaikan juga terdapat pada aspek metode pembelajaran kurang sesuai dengan

pendekatan scientific. Saran perbaikan juga terdapat pada aspek scenario

pembelajaran kegiatan inti waktunya kurang proposional. Saran perbaikan juga

terdapat pada aspek scenario bahasa supaya menggunakan kata-kata yang baku sesuai

dengan EBI.

Perangkat pembelajaran yang telah divalidasi oleh kedua guru tersebut direvisi

sesuai dengan saran yang diberikan. Saran dan perbaikan tersebut dijabarkan ke

dalam tabel dibawah ini:

Tabel 4.2 Saran dan Perbaikan yang diberikan Guru Kelas IV

No Aspek yang dinilai Saran Perbaikan


A. Perumusan Sumber Belajar
1. Kelengkapan komponen Kelengkapan Melengkapi komponen
ABCD dalam rumusan komponen D (degre) pada D (Degre)
tujuan. kurang lengkap
B. Sumber Belajar
Menggunakan sumber Masih kurang dalam Memperbanyak
belajar yang beragam penggunaan sumber penggunaan sumber
belajar yang beragam. belajar agar lebih
beragam
C. Metode Pembelajaran
1. Kesesuaian metode Metode pembelajaran Memperbaiki metode
pembelajaran dengan kurang sesuai dengan pembelajaran dengan
pendekatan scientific pendekatan scientific. agar dapat sesuai
dengan pendekatan
scientific.

81
D. Skenario Pembelajaran
Pengaturan skenario Dalam pengaturan Memperbaiki skenario
pembelajaran dengan skenario pembelajaran pembelajaran kegiatan
alokasi waktu kegiatan inti alokasi inti agar alokasi waktu
proposional. waktu kurang berjalan dengan
proposional. proposional.
E. Bahasa
RPP menggunakan Belum menggunakan Memperbaiki
Bahasa Indonesia yang RPP dengan Bahasa penggunaan RPP
baik dan benar (sesuai Indonesia yang baik dengan Bahasa
dengan Ejaan Bahasa dan benar (sesuai Indonesia yang baik dan
Indonesia (EBI). dengan EBI) dan benar dan membenarkan
masih ada penulisan penulisan yang salah.
yang salah.

2. Revisi Produk uji coba terbatas oleh guru kelas IV SD

Berdasarkan saran yang diberikan oleh kedua pakar pembelajaran terpadu.

Peneliti melakukan revisi terhadap perangkat pembelajaran terpadu sesuai dengan

saran yang diberikan oleh kedua guru kelas IV Sekolah Dasar, perbaikan yang

dilakukan peneliti terhadap perangkat pembelajaran yang telah dibuat sebagai berikut

1) menambahkan komponen D (degree) pada perumusan indikator, 2) sumber belajar

diperbanyak sehingga sumber belajar lebih beragam, 3) metode pembelajaran

disesuaikan dengan pendekatan scientific, 4) memperbaiki skenario kegiatan inti agar

alokasi waktu berjalan proposional, 5) bahasa memperbaiki penggunaan Bahasa

Indonesia yang baik dan benar.

4.5 Kajian Produk Akhir dan Pembahasan

82
Produk akhir diperoleh dari saran perbaikan yang diberikan oleh kedua pakar ahli

pembelajaran terpadu dan kedua guru kelas IV SD. Peneliti melakukan perbaikan

pada produk awal yang dihasilkan. Perbaikan dilakukan sesuai dengan saran yang

diberikan oleh kedua pakar ahli pembelajaran terpadu dan kedua guru kelas IV SD.

Perbaikan ini bertujuan untuk menghasilkan produk akhir yang lebih baik dari pada

produk awal. Produk akhir dikemas menjadi satu jilid Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran Terpadu Tipe Shared beserta penilian dan lembar kerjas siswa.

1. Kajian Produk Akhir

Produk akhir yang dihasilkan pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Terpadu

tipe Shared yaitu sudah diperbaiki sesuai dengan saran perbaikan yang diberikan oleh

oleh kedua pakar ahli pembelajaran terpadu dan kedua guru kelas IV SD. Peneliti

menambahkan dan memperbaiki RPP sesuai saran yang diberikan. Dalam RPP

terdapat beberapa komponen yaitu 1) identitas sekolah (nama satuan pendidikan,

kelas/semester, identitas tema/subtema, pembelajaran ke, muatan pembelajaran

terkait, alokasi waktu), 2) Kompetensi Inti Kurikulum 2013 (KI), 3) Kompetensi

Dasar (KD) dan Indikator, 4) tujuan pembelajaran, 5) materi pembelajaran, 6)

pendekatan dan metode/model pembelajaran, 7) media, alat dan sumber

pembelajaran, 8) langkah-langkah kegiatan pembelajaran, dan 9) penilian setiap

muatan pelajaran, 10) lamiran-lampiran

Pertama, identitas RPP mencakup satuan pendidikan, kelas/semester,

tema/subtema, pembelajaran ke, muatan pelajaran terkait dan alokasi waktu.

83
Kedua ialah Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Inti merupakan gambaran

mengenai kompetensi utama dalam ranah afektif, kognitif dan psikomotorik yang

harus di capai oleh peserta didik dalam mempelajari setiap mata pelajaran.

Ketiga, Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator. Kompetensi Dasar adalah

kemampuan dasar yang harus dikuasai oleh peserta didik dalam mata pelajaran

tertentu yang akan digunakan sebagai acuan penetapan indikator kompetensi.

Kompetensi dasar dapat dikutip dari standar isi atau silabus pembelajaran. Sedangkan

indikator ialah perilaku yang dapat diukur dan diobservasi untuk menunjukkan

ketercapian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilain mata pelajaran.

Keempat, tujuan pembelajaran ialah penggambaran proses dan hasil belajar yang

diharapkan dan dapat dicapai oleh siswa. Tujuan pembelajarn ini disusun berdasarkan

kompetensi dasar dan menggunakan kata kerja operasional sehinggan dapat diukur

dan diamati. Tujuan pembelajaran mengandung komponen ABCD (Audience,

Behavior, Condition, dan Degree).

Kelima, menuliskan materi pembelajaran hanya dituliskan materi pokok yang

akan diajarkan saja. Keseluruhan materi dapat dituliskan pada lampiran. Materi

pembelajaran yang dicantumkan mengacu pada KD dan indikiator pencapaian

kompetensi yang telah disusun. Keenam, metode pembelajaran dan pendekatan.

Metode pembelajaran dituliskan sesuai dengan kegiatan yang dilakukan dalam

pembelajaran dan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan tematik integrative

dan pendekatan saintifik.

84
Ketujuh , yaitu media, alat, dan sumber belajar dicantumkan seluruh media, alat,

bahan/ sumber belajar yang digunakan sebagai penunjang selama proses

pembelajaran. Media, alat dan sumber belajar yang digunakan pada setiap

pembelajaran berbeda-beda disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran yang

dilakukan. Penentuan sumber belajar ini didasarkan KI, KD, materi ajar kegiatan

pembelajaran dan indikator pencapaian kompetensi.

Kedelapan, langkah-langkah pembelajaran yaitu urutan skenatrio pembelajaran

mengenai kegiatan yang akan dilakukan. Dalam kegiatan pembelajarn ini mencakup

kegiatan pokok yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Kesembilan,

penilian, penelian berisi jenis/teknik penilaian, bentuk instrument dan pedoman

penskoran. Penilian yang lebih rinci dijadikan lampiran pada RPP. Kesepuluh yaitu

lampiran-lampiran yang memuat penilian setiap muatan pelajaran, Lembar Kerja

Siswa (LKS) yang telah dibuat semenarik mungkin baik dalam kegiatannya maupun

tampilannya. Didalam lampiran juga terdapat refleksi, refleksi berisikan beberapa

pertanyaan untuk siswa yang bertujuan sebagai sarana siswa untuk menuangkan apa

yang dirasakann dan apa yang telah dilakukan siswa pada pembelajaran tersebut.

Selain itu pada lembar kerja siswa juga terdapat evaluasi yang bertujuan untuk

mengukur tingkat pemahaman siswa terkait materi yang telah diberikan selama

pembelajaran yang telah berlangsung. Evaluasi ini biasanya dilakukan pada akhir

pelajaran.

2. Pembahasan

85
Berdasarkan produk yang telah dikembangkan, diketahui produk berupa

perangkat pembelajaran terpadu tipe shared berisikan (1) cover produk terdiri dari

judul pengembangan perangkat pembelajaran terpadu yaitu “perangkat pembelajaran

terpadu tipe shared“, gambar yang mencerminkan pembelajaran terpadu tipe shared,

nama penulis, logo universitas Sanata Dharma, (2) kata pengantar yang berisikan

ucapan rasa syukur terhadap Tuhan YME, alinea kedua berisikan ucapan terimakasih

kepada berbagai pihak yang telah membantu penulis, alinea ketiga berisikan tentang

karakteristik shared, alinea kempat berisikan uraian singkat produk, dan pada alinea

terakhir berisikan permohonan kritik dan saran dalam penyempurnaan produk, (3)

daftar isi terdiri dari garis besar isi produk beserta nomor halaman, (4) penjelasan

pembelajaran terpadu tipe shared yang terdiri dari pengertian dan

karakteristikpembelajaran terpadu tipe shared, langkah-langkah pengembangan

pembelajaran terpadu tipe shared, contoh diagram peta pembelajaran terpadu tipe

shared, dan kelemahan dan kelebihan pembelajaran terpadu tipe shared, (5) pemetaan

Kompetensi Dasar (KD) dan indikator pembelajaran terpadu tipe shared, (6)

Komponen perangkat pembelajaran disusun lengkap y yaitu identitas RPP,

perumusan indikator, perumusan tujuan pembelajaran, pemilihan materi ajar, sumber

belajar, media belajar, dan metode pembelajaran, skenario pembelajaran, penilaian,

dan Lembar Kerja Siswa (LKS). (7) perangkat pembelajaran (RPP) mengandung

karakteristik kurikulum 2013, (8) indikator pembelajaran dikembangkan

menggunakan kata kerja operasional dan mengacu pada tingkatan berfikir Taksonomi

Bloom, (9) sesuai dengan karakteristik pembelajaran terpadu tipe shared, (10) cover

86
belakang berisi sinopsis pembelajaran terpadu tipe shared, (11) perangkat

pembelajaran (RPP) praktis dan fungsional sehingga dengan mudah dilaksanakan

oleh guru(12) menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai EBI, (12)

Produk dicetak dengan ukuran kertas A4.

Berdasarkan pengembangan perangkat pembelajaran (RPP) diperoleh hasil validasi

oleh dua pakar pembelajaran terpadu dan dua orang guru SD kelas IV pelaksana

Kurikulum SD 2013, perangkat pembelajaran (RPP) ini termasuk dalam kategori

“baik” dengan skor rerata yaitu 3,82. Hasil tersebut peneliti menjabarkan pada tabel

sebagai berikut:

Tabel 4.3 Rekapitulasi Validasi Pakar Pembelajaran Terpadu dan Guru Kelas

IV Pelaksana Pembelajaran Terpadu.

No Validasi Perangkat Pembelajaran

Skor Kategori

1 Pakar Pembelajaran Terpadu 3,79 “Baik”

2 Pakar Pembelajaran Terpadu 3,59 “Baik”

3 Guru Kelas IV pelaksana Kurikulum 4,01 “Baik”


SD 2013
4 Guru Kelas IV pelaksana Kurikulum 3,90 “Baik”
SD 2013
Jumlah 15,29

Rerata (jumlah total : Responden) 3,82

Kategori Baik

87
Hasil validasi tersebut berpedoman pada 12 aspek yaitu 1) identitas RPP, 2)

perumusan indakator, 3) perumusan tujuan pembelajaran, 4) pemilihan materi ajar, 5)

sumber belajar, 6) media pembelajaran, 7) metode pembelajaran, 8) senario

pembelajaran, 9) karakteristik pembelajaran terpadu tipe shared 10) penilian, 11)

lembar kerja siswa (LKS), 12) bahasa. Pada validasi perangkat pembelajaran terpadu,

dari pakar pembelajaran terpadu (K) memberi skor 3, 59 dengan katerori “baik” dan

pakar pembelajaran terpadu (A) 3, 79 dengan katerori “baik”. Sedangkan guru kelas

IV pelaksana Kurikulum SD 2013 (P) 4,01 dengan katerori “baik”dan guru kelas IV

pelaksana Kurikulum SD 2013 (S) 3,90 dengan katerori “baik”. Dari keseluruhan

hasil validasi tersebut didapatkan rerata skor 3.82 dengan kategori “baik”.

Perangkat pembelajarannya dikategorikan “baik” karena sudah memenuhi semua

aspek RPP. Dalam RPP memiliki komponen sebagai berikut 1) identitas RPP sudah

lengkap, 2) perumusan indikator sudah menggunakan kata kerja operasional yang

kompetensinya dapat diukur dan perumusan indikator sesuai dengan SK, KI, dan KD

dan sudah mencerminkan kegiatan berpikir tingkat tinggi misalnya menyusun rencana

untuk melestarikan lingkungan sebagai bentuk kewajiban sebagai warga masyarakat.

3) perumusan tujuan pembelajaran sudah mengandung ABCD (Audience, Behavior,

Condition, dan Degree) misalnya melalui diskusi kelompok, siswa mampu menyusun

sebuah rencana untuk melestarikan lingkungan sebagai bentuk kewajiban sebagai

warga masyarakat dengan tepat. 4) pemilihan materi ajar sudah sesuai dengan

indikator/tujuan dalam kegiatan pembelajaran dan pemilihan materi ajar sesuai

dengan linkungan konstestual dan karakteristik siswa, 5) pemilihan sumber belajar

88
sudah muthakir, relevan dan beragam, 6) pemilihan media belajar sudah sesuai

dengan sesuai dengan pendekatan scientific, 7) metode pembelajaran sudah

mencerminkan pendekatan tematik intergratif yaitu pembelajaran yang menggunakan

tema untuk mengaitkan beberapa materi ajar sehingga dapat memberikan pengalaman

yang bermakna pada peserta didik (Ahmadi, 2014:225) dan pendekatan saintifik yaitu

pendekatan yang digunakan dalam proses pembelajaran sains dan teknologi dalam

konteks pengalaman yang nyata (Daryanto, 2014: 82) 8) skenario pembelajaran sudah

mencerminkan kegiatan kegiatan saintifik dalam pembelajaran contohnya siswa

membuat poster, skenario pembelajaran disajikan dengan sistematis dan pengaturan

senario pembelajaran dengan alokasi waktu proposional. 9) karakteristik

pembelajaran terpadu tipe shared yaitu memadukan dua disiplin ilmu yang memiliki

konsep, sikap, dan keterampilan yang sama, memiliki disiplin komplementer, dan

keterpaduan antara dua mata pelajaran yang berbeda memiliki konsep, sikap, dan

keterampilan yang sama namun pengajarannya menggunakan konten yang berbeda

sehingga tidak terjadi overlapping, 10) penilian sudah bersifat otentik, kesesuaian

teknik, bentuk dan instrument peneilian dengan indikator yang akan dicapai, sudah

ada kunci jawaban dan pedoman penskoran, 11) lembar kerja siswa sudah lengkap

dengan unsur-unsur LKS (tujuan, petunjuk yang mudah dipahami siswa, kegiatan

belajar dan refleksi), urutan kegiatan pembelajaran pada LKS runtut, tampilan

menarik dan lks menujukkan pembelajaran terpadu tipe shared dan menceriminkan

pendekatan scintifiek. 12) bahasa yang digunakan sudah menggunakan bahasa yang

baik dan benar sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia(EBI).

89
Dengan demikian, produk yang dikembangkan dapat dikatakan memiliki kualitas

yang baik dan layak digunakan sebagai perangkat pembalajaran terpadu tipe shared

yang mengacu kurikulum 2013 SD.

90
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka peneliti menyimpulkan hal-

hal sebagai berikut:

1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) terpadu tipe shared di validasi

oleh empat validator, yaitu dua pakar ahli (dosen) dan dua guru kelas IV

pelaksana Kurikulum SD 2013. Hasil validasi dari pakar ahli pembelajaran

terpadu (K) memberi skor rerata 3,59 dengan katerori “baik” dan dari pakar

pembelajaran terpadu (A) memberi skor rerata 3, 79 dengan katerori “baik”.

Sedangkan hasil validasi guru kelas IV pelaksana Kurikulum SD 2013 (P)

memberi skor rerata 4,01 dengan katerori “baik” dan guru kelas IV pelaksana

Kurikulum SD 2013 (S) memberi skor rerata 3,90 dengan katerori “baik”.

Dari hasil validasi yang dilakukan oleh dua pakar ahli pembelajaran terpadu

dan dua guru kelas IV SD mendapatkan rerata skor 3.82 dengan kategori

“baik”. Skor tersebut menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran terpadu

tipe shared yang mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas IV Sekolah

Dasar memiliki kualitas “baik, yang dapat ditinjau pada 12 komponen yaitu 1)

identitas RPP, 2) perumusan indakator, 3) perumusan tujuan pembelajaran, 4)

pemilihan materi ajar, 5) sumber belajar, 6) media pembelajaran, 7) metode

pembelajaran, 8) scenario pembelajaran, 9) karakteristik pembelajaran terpadu

91
tipe shared/pengimplementasian perangkat pembelajaran terpadu model

shared 10) penilian, 11) lembar kerja siswa (LKS), 12) bahasa.

5.2 Keterbatasan Pengembangan

Perangkat pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini memilili

beberapa keterbatasab yang akan dipaparkan sebagai berikut:

1. Wawancara untuk analisis kebutuhan hanya dilakukan dengan dua orang guru

SD kelas IV sehingga data yang diperolah kurang banyak dan akar permasalahan

kurang mendalam

2. Instrumen validasi kualitas dan uji coba perangkat pembelajaran terpadu hanya

divalidasi oleh dosen pembimbing.

3. Perangkat pembalajaran terpadu yang dihasilkan hanya berjumlah satu (1)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) karena keterbatasan waktu dan

validator, sehingga daftra referensi bagi pembaca terbatas.

5.3 Saran

Saran yang dapat diberikan kepada peneliti yang akan mengembangkan

perangkat pembelajaran terpadu tipe shared untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar

mengacu Kurikulum 2013 selanjutnya sebagai berikut:

1. Wawancara untuk analisis kebutuhan sebaiknya dilakukan kepada beberapa

guru SD kelas IV, agar mendapatkan data atau informasi yang lebih banyak dan

akurat dan akar permasalahan yang diperoleh lebih mendalam.

2. Instrumen validasi kualitas dan uji coba perangkat pembalajaran terpadu yang

dubuat lebih baik divaliadasi oleh dosen pembimbing dan pakar pembelajaran

92
terpadu sehingga peneliti mengetahui kekurangan dan memperbaiki instrument

tersebut.

3. Perangkat pembalajaran yang dihasilkan lebih baik lebih dari satu (1) Rencana

Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sehingga guru mempunyai lebih banyak contoh

RPP pembalajaran terpadu.

93
DAFTAR REFERENSI

Abidin, Y. (2014). Desain Sistem Pendidikan dalam Konteks Kurikulum 2013. Bandung: PT
Refika Aditama.

Akbar, S. (2013). Instrumen Perangkat Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Arifin, Z. (2011). Model Penelitian Pembelajaran. Bandung: Rosdakrya.

Daryanto. (2010). Pembelajaran Tematik, Terpadu, Teritergrasi (Kurikulum 2013).


Yogyakarta: Grava Media.

Daryanto. (2014). Pendekatan Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013. Yogyakarta: Gava


Media.

Daryanto, T. (2012). Konsep Pembelajaran Kreatif. Malang: Gava Media.

Fadlillah. (2014). Implementasi Kurikulum 2013. Yogyakrta: Ar-Ruzz Media.

Fadlillah. (2014). Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran SD/MI, SMP/MTP, &
SMA/MA. Yogyakarta: AR-RUZZ Media.

Forgarty, R. (2009). How To Intergrae The Curricula. USA: Libraru of Crown.

Hadisubroto, T. (2000). Pembelajaran Terpadu Materi Pokok PGSD 2013. Jakarta: Universitas
Terbuka.

Hamalik, O. (2007). Manajemen Pengembangan Kurikulum. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Hamalik, O. (2013). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Hosnan, M. (2013). Pendekatan Saintifik dan Konstekstual Dalam Pembelajaran Abad 21.
Bogor: Ghalia Indonesia.

Komalasari, K. (2011). Pembelajaran Konstekstual : Konsep dan Aplikasi. Bandung: Remaja


Rosdakarya.

Kosasih. (2014). Strategi Belajar dan Pembelajaran Implementasi Kurikulum 2013. Bandung:
Yrama Widya.

Kurniasih, I. (2014). Implementasi Kurikulum 2013 Konsep dan Penerapan. Surabya: Kata
Pena.

Kurniawan, D. (2014). Pembelajaran Terpadu Tematik (Teori, Praktik dan Penilian). Bandung:
Alfabeta.

94
Kurniawan, D. (2014). Pembelajaran Terpadu Tematik (Teori,Praktik, dan Penilian). Bandung:
Alfabeta.

Kuswana, w. (2012). Taksonomi Kognitif Perkembangan Ragam Berpikir . Bandung: Remaja


Rosdakrya.

Majid, A. (2014). Pembelajaran Tematik Terpadu. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Margunayasa, A. J. (2014). Pembelajaran Terpadu, Konsep dan Penerapannya. Jakarta:


Graha Ilmu.

Margunayasa, I. G. (2014). Pembelajaran Terpadu Konsep dan Penerapannya. Yogyakarta:


Graha Ilmu.

Mulyasa. (2014). Guru dalam Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT Remaja


Rosdakarya.

Mulyasa, E. (2014). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Remaja


Rosdakarya.

Penyusun, T. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia No.20 Tahun 2003 Tentang Satuan
Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas.

Permendikbud. (2016). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan NO 20 tahun 2016


tentan Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.

Permendikbud. (2016). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan NO 20 tahun 2016


tentang Sistem Pendidikan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Permendikbud. (2016). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan NO 20 tahun 2016


tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.

Permendikbud. (2016). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan NO 20 tahun 2016


tentang Standar Kompetensi Kelulusan (SKL). Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.

Prastowo, A. (2015). Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaraan (RPP). Indonesia:


Prenadamedia Group.

Sani, R. A. (2016). Penilian Autentik. Jakarta: Bumi Aksara.

Sanjaya, W. (2013). Penelitian Pendidikan Jenis, Metode dan Prosedur. Jakarta: Kencana
Prenada Media.

95
Setyosari, P. (Jakarta). Metode Penelitian dan Pengembangan. 2013: PT Fajar Interpratama
Mandiri.

Sugiyono. (2010). Model-Model Pembelajaran Inovatif. Surakarta: Yuma Pressindo.

Sugiyono. (2010). Penelitian Pendidikan : Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.


Bandung: Alfabeta.

Sukardjo. (2008). Kumpulan Materi Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: UNY.

Sundayana, W. (2014). Pembelajaran Berbasis Tema. Jakarta: Erlangga.

Trianto. (2010). Model Pembelajaran Terpadu. Surabaya: PT Bumi Aksara.

Trianto. (2011). Desain Pembelajaran Tematik Bagi Anak Usia Dini TK/RA dan Anak Usia
kelas Awal SD/Mi. Jakarta: PT Fajar Interpratama Mandiri.

Zubaedi. (2011). Desain Pendinidikan Karakter dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan.
Jakarta: Kharisma Putra Utama.

96
LAMPIRAN

97
Lampiran 1 Surat Izin Penelitian di SD N Plaosan 1

98
Lampiran 2 Surat Izin Penelitian di SD N Srumbung 2

99
Lampiran 3 Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian di SD N Plaosan 1

100
Lampiran 4 Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian di SD N Srumbung 2

101
LAMPIRAN 5 Pedomanan Wawancara

No Daftar Pertanyaan

1 Sejak kapan SD N Babarasri menggunakan kurikulum 2013?

2 Apakah ibu/bapak sudah mengetahui bahwa dalam K13 menggunakan

pembelajaran terpadu?

3 Apakah bapak/ibu pernah mengikuti pelatihan K13?

4 Ada 10 jenis pembelajaran terpadu, apakah bapak/ibu mengenal dan

menguasai 10 jenis itu?

5 Apakah ada kesulitan dalam merencanakan pembelajaran terpadu?

6 Apakah ada kesulitan dalam melaksankan pembelajaran terpadu?

7 Apakah bapak/ibu membutuhkan contoh perangkat pembelajaran terpadu?

102
Lampiran 6 Hasil Wawancara Guru Kelas IV

Rangkuman Wawancara Survei Kebutuhan

1. SD Negeri Babarsari

Wawancara dilakukan dengan wali kelas IV A SD N Babarsari yaitu Drs. Sulistiyanta

dan wali kelas IV B yaitu Ibu Wahyu Sri Handayani, S.Pd

Hasil Wawancara :

No. Daftar Pertanyaan Jawaban Pertanyaan


1. Sejak kapan menerapkan kurikulum SD Negeri Babarsari sudah
2013? menerapkan Kurikulum 2013 sejak
tahun 2013 yang dimulai pada kelas 1
dan IV.
2. Apakah Bapak/Ibu sudah tahu bahwa Bapak dan Ibu selaku wali kelasd IV
kurikulum 2013 harus menggunakan telah mengetahui bahwa pada
pembelajaran terpadu? penerapan Kurikulum 2013 semua mata
pelajaran berbasis tema. Pada setiap
tema menggabungkan beberapa mata
pelajaran yang saling berkaitan dan
3. Apakah Bapak/Ibu pernah mengikuti Bapak dan Ibu selaku wali kelas IV
pelatihan kurikulum 2013? telah mengikuti pelatihan kurikulum
2013 sebanyak satu kali, yaitu pada
awal penerapan kurikulum 2013 di SD
Negeri Babarsari.
4. Ada 10 jenis pembeljaran terpadu, Bapak dan Ibu selaku wali kelas IV
apakah Bapak/Ibu mengenal dan tidak mengenal dan menguasai 10 jenis
menguasai 10 jenis itu ? pembelajaran terpadu, beliau hanya
mengetahuai bahwa karakteristik
pembelajaran kurikulum 2013
menggunakan tema dan berbasis
tematik
5. Apakah ada kesulitan dalam Bapak dan Ibu selaku wali kelas IV
merencanakan pembelajaran terpadu masih mengalami kesulitan, karena
? beliau hanya mempunyai satu contoh
RPPTH yang diperoleh dari buku guru

103
sehingga beliau masih membutuhkan
contoh RPPTH yang lebih kreatif
6. Apakah ada kesulitan dalam Bapak dan Ibu selaku wali kelas IV
melaksanakan pembelajaran terpadu mengalami kesulitan dalam penilaian
? hasil belajar siswa
7. Salah satu jenis tipe pembelajaran Ya, membutuhkan contoh perangkat
terpadu adalah tipe shared adalah pembelajaran terpadu yang lebih kreatif
suatu pendekatan suatu pendekatan dalam proses pembelajaran.
pembelajaran yang menggabungkan
dua atau lebih mata pelajaran yang
melihat konsep, sikap dan
keterampilan yang sama.

1. SD Negeri Plaosan 1

Wawancara dilakukan dengan wali kelas IV SD N Plaosan 1 yaitu Petrisia Betris Yan

Ariyanti, S.Pd

Hasil Wawancara :

No. Daftar Pertanyaan Jawaban Pertanyaan


1. Sejak kapan menerapkan kurikulum SD Negeri Plaosan sudah menerapkan
2013? Kurikulum 2013 sejak tahun ajaran
2016/2017 yang dimulai pada kelas 1
dan IV.
2. Apakah Bapak/Ibu sudah tahu bahwa Sudah mengetahui bahwa penerapan
kurikulum 2013 harus menggunakan kurikulum 2013 menggabungkan
pembelajaran terpadu? beberapa mata pelajara yang saling
berkaitan.
3. Apakah Bapak/Ibu pernah mengikuti Ya Ibu Betris pernah mengikuti
pelatihan kurikulum 2013? pelatihan kurikulum 2013 sebanyak
satu kali, yaitu pada awal penerapan
kurikulum 2013 di SD N Plaosan
4. Ada 10 jenis pembeljaran terpadu, Ibu Betris mengenal 10 model itu
apakah Bapak/Ibu mengenal dan waktu kuliah akan tetapi belum
menguasai 10 jenis itu ? menguasai 10 jenis pembelajaran
terpadu.
5. Apakah ada kesulitan dalam Ibu Betris masih mengalami kesulitan,

104
merencanakan pembelajaran terpadu karena beliau hanya mempunyai satu
? contoh RPPTH yang diperoleh dari
buku guru sehingga beliau masih
membutuhkan contoh RPPTH yang
lebih kreatif.
6. Apakah ada kesulitan dalam Ibu Betris mengalami kesulitan dalam
melaksanakan pembelajaran terpadu penilaian hasil belajar siswa
?
7. Salah satu jenis tipe pembelajaran Ya, membutuhkan contoh perangkat
terpadu adalah tipe shared adalah pembelajaran terpadu yang lebih kreatif
suatu pendekatan suatu pendekatan dalam proses pembelajaran.
pembelajaran yang menggabungkan
dua atau lebih mata pelajaran yang
melihat konsep, sikap dan
keterampilan yang sama.

105
Lampiran 7 Instrumen Validasi RPP

Pernyataan Validasi Produk Perangkat Pembelajaran (RPP)

No Komponen

1 Kelengkapan unsur identitas RPP (Satuan pendidikan, kelas, semester,


pembelajaran terpadu tipe tertentu, alokasi waktu).

2 Kesesuaian rumusan indikator dengan KI, dan KD.

3 Kesesuaian penggunaan kata kerja operasional dengan kompetensi yang


diukur.

4 Kesesuaian dengan aspek (sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan


keterampilan).

5 Rumusan indikator menunjukkan kemampuan berpikir tingkat tinggi.

6 Kesesuaian tujuan pembelajaran dengan kompetensi dasar dan indikator.

7 Kelengkapan komponen ABCD (Audience, Behaviour, Condition,


Degree) dalam rumusan tujuan pembelajaran.

8 Menggunakan kata kerja yang dapat diamati dan diukur.

9 Rumusan tujuan hanya mengandung satu (1) jenis tingkah laku.

10 Kesesuaian materi ajar dengan indikator/tujuan pembelajaran.

11 Kesesuaian materi ajar dengan lingkungan (kontekstual) dan karakteristik


peserta didik.

12 Kesesuaian materi ajar dengan alokasi waktu.

13 Sumber belajar sesuai dan mutakhir.

14 Sumber belajar yang digunakan beragam.

15 Sumber belajar yang dikutip ditulis dengan tata tulis baku.

16 Kesesuaian media pembelajaran dengan indikator/tujuan pembelajaran.

17 Kesesuaian media pembelajaran untuk mengimplementasikan pendekatan


scientific.

106
18 Kesesuaian media belajar dengan karakteristik peserta didik.

19 Kesesuaian metode pembelajaran dengan indikator/tujuan pembelajaran.

20 Kesesuaian metode pembelajaran dengan pendekatan Scientific.

21 Menampilkan kegiatan awal dengan jelas (apersepsi, motivasi, orientasi).

22 Menampilkan kegiatan inti sesuai dengan pendekatan scientific


(mengamati, menanya, menalar, mencoba/mempraktikkan,
mengomunikasikan).

23 Menampilkan kegiatan akhir dengan jelas (menyimpulkan, posttest,


refleksi, tindak lanjut).

24 Materi pembelajaran disajikan dengan skenario yang sistematis.

25 Skenario pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah metode


pembelajaran yang dipilih dan kondisi/proses yang dirumuskan dalam
tujuan pembelajaran.

26 Keterpaduan antar konsep/muatan pelajaran tertata dengan baik sehingga


perpindahan antar konsep/muatan pelajaran berjalan landai.

27 Rumusan skenario pembelajaran berpotensi untuk memberdayakan siswa.


28 Rumusan skenario pembelajaran berpotensi untuk terciptanya
pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.
29
Pengaturan skenario pembelajaran dengan alokasi waktu proporsional.
30 Kesesuaian jaringan indikator dengan pembelajaran terpadu tipe shared
31 Menggabungkan dua mata pelajaran.

32 Dua mata pelajaran yang dipilih memiliki konsep, sikap dan keterampilan
yang sama
33 Keterpaduan antara dua mata pelajaran yang berbeda memiliki konsep,
sikap, dan keterampilan yang sama namun pengajarannya menggunakan
konten yang berbeda sehingga tidak terjadi overlapping
34 Penilaian bersifat otentik (kontekstual dan menggunakan beragam teknik
penilaian) meliputi (untuk PPKn sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan,
dan keterampilan sedangkan mata pelajaran lain meliputi pengetahuan dan
keterampilan).
35 Kesesuaian teknik, bentuk, dan instrumen penilaian dengan indikator yang
akan dicapai.
36 Kesesuaian kunci jawaban dengan soal.

107
37 Kesesuaian tugas dengan rubrik penilaian.

38 Kesesuaian pedoman penskoran dari soal dan rubrik penilaian.

39 Kelengkapan unsur-unsur LKS (tujuan, petunjuk, kegiatan belajar, dan


refleksi).
40 Rumusan petunjuk umum LKS sederhana dan mudah dipahami siswa.

41 Rumusan kegiatan pembelajaran dalam LKS singkat, sederhana, dan


mudah dipahami siswa.
42 Urutan kegiatan pembelajaran pada LKS runtut.

43 Kegiatan pembelajaran dalam LKS memungkinkan tercapainya indikator


/tujuan pembelajaran.
44 Kegiatan pembelajaran dalam LKS menunjukkan karakteristik
pembelajaran terpadu tipe Shared
45 Kegiatan pembelajaran dalam LKS mencerminkan pendekatan scientific.

46 Bahasa yang digunakan pada LKS sesuai dengan tingkat perkembangan


siswa.
47 Tersedia beberapa pertanyaan untuk refleksi.

48 Tampilan LKS indah dan menarik.

49 RPP menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar (sesuai dengan
Ejaan Bahasa Indonesia (EBI)).

108
Lampiran 8 Instrumen Validasi Uji Coba Produk

Pernyataan Uji Coba Produk Perangkat Pembelajaran (RPP)

No Komponen

1 Kelengkapan unsur identitas RPP (Satuan pendidikan, kelas, semester,


pembelajaran terpadu tipe tertentu, alokasi waktu).

2 Kesesuaian rumusan indikator dengan KI, dan KD.

3 Kesesuaian penggunaan kata kerja operasional dengan kompetensi yang


diukur.

4 Kesesuaian dengan aspek (sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan


keterampilan).

5 Rumusan indikator menunjukkan kemampuan berpikir tingkat tinggi.

6 Kesesuaian tujuan pembelajaran dengan kompetensi dasar dan indikator.

7 Kelengkapan komponen ABCD (Audience, Behaviour, Condition, Degree)


dalam rumusan tujuan pembelajaran.

8 Menggunakan kata kerja yang dapat diamati dan diukur.

9 Rumusan tujuan hanya mengandung satu (1) jenis tingkah laku.

10 Kesesuaian materi ajar dengan indikator/tujuan pembelajaran.

11 Kesesuaian materi ajar dengan lingkungan (kontekstual) dan karakteristik


peserta didik.

12 Kesesuaian materi ajar dengan alokasi waktu.

13 Sumber belajar sesuai dan mutakhir.

14 Sumber belajar yang digunakan beragam.

15 Sumber belajar yang dikutip ditulis dengan tata tulis baku.

16 Kesesuaian media pembelajaran dengan indikator/tujuan pembelajaran.

17 Kesesuaian media pembelajaran untuk mengimplementasikan pendekatan


scientific.

109
18 Kesesuaian media belajar dengan karakteristik peserta didik.

19 Kesesuaian metode pembelajaran dengan indikator/tujuan pembelajaran.

20 Kesesuaian metode pembelajaran dengan pendekatan Scientific.

21 Menampilkan kegiatan awal dengan jelas (apersepsi, motivasi, orientasi).

22 Menampilkan kegiatan inti sesuai dengan pendekatan scientific (mengamati,


menanya, menalar, mencoba/mempraktikkan, mengomunikasikan).

23 Menampilkan kegiatan akhir dengan jelas (menyimpulkan, posttest, refleksi,


tindak lanjut).

24 Materi pembelajaran disajikan dengan skenario yang sistematis.

25 Skenario pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah metode pembelajaran


yang dipilih dan kondisi/proses yang dirumuskan dalam tujuan pembelajaran.

26 Keterpaduan antar konsep/muatan pelajaran tertata dengan baik sehingga


perpindahan antar konsep/muatan pelajaran berjalan landai.

27
Rumusan skenario pembelajaran berpotensi untuk memberdayakan siswa.
28 Rumusan skenario pembelajaran berpotensi untuk terciptanya pembelajaran
yang menyenangkan dan bermakna.
29 Pengaturan skenario pembelajaran dengan alokasi waktu proporsional.
30 Karakteristik kesesuaian jaringan indikator dengan pembelajaran terpadu tipe
shared nampak jelas dalam proses pembelajaran
31 Karakteristik menggabungkan dua mata pelajaran pembelajaran terpadu tipe
shared nampak jelas dalam proses pembelajaran
32 Karakteristik dua mata pelajaran yang dipilih memiliki konsep, sikap dan
keterampilan yang sama dalam pembelajaran terpadu tipe shared nampak jelas
dalam proses pembelajaran
33 Karakteristik keterpaduan antara dua mata pelajaran yang berbeda memiliki
konsep, sikap, dan keterampilan yang sama namun pengajarannya
menggunakan konten yang berbeda sehingga tidak terjadi overlapping pada
pembelajaran terpadu tipe shared nampak jelas dalam proses pembelajaran
34
RPP pembelajaran terpadu tipe Shared memiliki sifat praktis dan fungsional
35 RPP pembelajaran terpadu tipe Shared mampu memberdayakan siswa
36 RPP pembelajaran terpadu tipe Shared menciptakan suasana pembelajaran
yang bermakna (menyenangkan)
37 RPP Pembelajaran terpadu tipe shared mampu mengembangkan keutuhan
perkembangan pribadi siswa.

110
38 Penilaian bersifat otentik (kontekstual dan menggunakan beragam teknik
penilaian) meliputi (untuk PPKn sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan
keterampilan sedangkan mata pelajaran lain meliputi pengetahuan dan
keterampilan).
39 Kesesuaian teknik, bentuk, dan instrumen penilaian dengan indikator yang
akan dicapai.
40 Kesesuaian kunci jawaban dengan soal.

41 Kesesuaian tugas dengan rubrik penilaian.

32 Kesesuaian pedoman penskoran dari soal dan rubrik penilaian.

43 Kelengkapan unsur-unsur LKS (tujuan, petunjuk, kegiatan belajar, dan


refleksi).
44 Rumusan petunjuk umum LKS sederhana dan mudah dipahami siswa.

45 Rumusan kegiatan pembelajaran dalam LKS singkat, sederhana, dan mudah


dipahami siswa.
46 Urutan kegiatan pembelajaran pada LKS runtut.

47 Kegiatan pembelajaran dalam LKS memungkinkan tercapainya indikator


/tujuan pembelajaran.
48 Kegiatan pembelajaran dalam LKS menunjukkan karakteristik pembelajaran
terpadu tipe Shared
49 Kegiatan pembelajaran dalam LKS mencerminkan pendekatan scientific.

50 Bahasa yang digunakan pada LKS sesuai dengan tingkat perkembangan siswa.

51 Tersedia beberapa pertanyaan untuk refleksi.

52 Tampilan LKS indah dan menarik.

53 RPP menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar (sesuai dengan
Ejaan Bahasa Indonesia (EBI)).

111
Lampiran 9 Hasil Validasi Kuesioner Pakar-1

112
113
114
115
116
117
Lampiran 10 Hasil Validasi Kuesioner Pakar-2

118
119
120
121
122
123
Lampiran 11 Hasil Validasi Kuesioner Guru Kelas IV ke-1

124
125
126
127
128
129
Lampiran 11 Hasil Validasi Kuesioner Guru Kelas IV ke-2

130
131
132
133
134
135
Lampiran 12 Dokumentasi Penelitian

136
137
138