Anda di halaman 1dari 11

TUGAS Perencanaan Beton.

Semester Ganjil 2017-2018 Kelompok : V (Lima) B


Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman
H. DESAIN FONDASI
Fondasi pada gedung ini mempunyai ukuran penampang bujur sangkar dengan B= 2500 mm.
Kedalaman fondasi = 2000 mm dengan jenis tanah lempung berlanau.Ukuran kolom yang digunakan
adalah bk = 400 mm dan hk = 400 mm. Dalam perencanaan ini akan digunakan panjang fondasi yang
mengalami momen maupun gaya aksial yang terbesar yang terdapat pada struktur.
Data tanah yang diasumsi adalah:
- Berat jenis tanah, γ t = 15 kN/m3
- Daya dukung tanah, σ t = 450 kPa
- Koefisien gesek tanah, μ s = 0,30 kPa
H.1 Data Fondasi
Fondasi yang terdapat pada gedung ini mempunyai data seperti terlihat pada Tabel H.1 berikut:

Tabel H.1 Data Fondasi


Tinggi Tinggi Mutu baja Mutu
Ukuran (B)
fondasi (hf) tanah (hf) tulangan (fy) beton (fc')
500 mm 2000 mm 2500 mm 210 mPa 30 mPa

H.2 Pembebanan
Beban lain yang bekerja pada fondasi telah disampaikan pada bagian E.Desain Struktur Utama.

H.3 Analisa Struktur


Berdasarkan pembebanan diatas, maka akan dianalisa fondasi dengan menggunakan program
SAP2000.sehingga diambil momen lentur, gaya geser, dan gaya aksial terbesar yaitu:
Vu = 58,44 kN
Mu = 157,72 kNm
Pu = 831,17 kN

Dengan beban yang bekerja pada struktur bawah (sedalam fondasi)


q = berat fondasi + berat tanah
= (hf.γc + ht.γc) + ht.γt
= ((0.5x24) + (2x24)) + 2x15
= 90,00 kN/m2

Titik berat tulangan tarik ke tepi serat beton tarik, ds


ds = Sb + ½ diameter tulangan longitudinal
= 75 + 20 + 20/2
= 105,00 ≈ 110,00 mm
Tinggi efektif penampang balok, d
d = h – ds = 500 - 110 = 390,00 mm

Faktor momen pikul maksimal, Kmaks


Dengan fc’= 30 MPa dan fy= 210 MPa, maka Kmaks dapat dihitung sebagai berikut:
TUGAS Perencanaan Beton. Semester Ganjil 2017-2018 Kelompok : V (Lima) B
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman

Karena fc’ = 25 MPa ≤ 30 MPa, maka factor β1= 0.85


382.5(0.85)(30)(600 + 210 - 225(0.85)
= = 9,20 mPa
(600 + 210)²
Tegangan yang terjadi pada tanah
Pada fondasi bekerja gaya geser, gaya aksial dan momen lentur seperti yang terlihat dalam
Gambar H.1. berikut:

Gambar H.1. Gaya dan Momen Yang Bekerja Pada Fondasi

Gaya geser Hu akan di ubah garis kerjanya tepat di bawah fondasi pada titik A dengan jarak e,
sehingga:
e = ht + hf = 2000 + 500 = 2000 mm = 2 m
gaya geser Hu ini dapat bekerja pada dasar fondasi di titik A dengan digantikan oleh 1 gaya terpusat
dan 1 momen terpusat yang dapat di lihat pada Gambar H.2. berikut:

Gambar H.2. Gaya Geser H u Yang Garis Kerjanya Dipindah

Besarnya gaya geser dan momen yang bekerja pada titik A adalah sebagai berikut:
TUGAS Perencanaan Beton. Semester Ganjil 2017-2018 Kelompok : V (Lima) B
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman
● MH = Hu x e = 58,44(2) = 116,89 kNm
● Hu = 58,445 kN

Sehingga momen yang bekerja pada fondasi adalah


Mf = Mu + Mh = 157,72 + 116,89 = 216,17 kNm

Selanjutnya akan dihitung tegangan tanah yang terjadi

831,17 216,17
= + + 90,00 ≤ 450
2.5² 1/6(2.5)³
= 305,99 kN/m2 ≤ 450,00 kN/m2 .................(OK)

= 831,17 216,17
- + 90,00 ≤ 0
2.5² 1/6(2.5)³
= 139,98 kN/m2 ≥ 0,00 kN/m2 .................(OK)

■ Kontrol Gaya Geser Hu


Gaya geser Hu akan menyebabkan fondasi dapat bergeser secara horizontal. Untuk itu perlu
di kontrol berat fondasi terhadap kemampuan tanah untuk menahan pergeseran fondasi, sehingga
Berat fondasi = Pu + (q.B2) = 831,17 + (90,00 x 2,5²)
= 1393,67 kN
Fondasi tidak akan bergeser secara horizontal bila gaya fs ≥ Hu, maka
fs = μs.B2.berat fondasi = 0,3(2,5²)(1.393,67)
= 2613,1 kN
Sehingga fs = 2.613,13 kN > Hu = 58,44 kN ..........(OK, fondasi tidak dapat bergeser)
■ Penulangan Fondasi
Dari hasil perhitungan tegangan tanah yang terjadi pada fondasi, telah di peroleh tegangan ta-
nah minimum (σmin) dan tegangan tanah maksimum (σ-maks). Pada fondasi, pertemuan antara
kolom dan fondasi dianggap dalam kondisi jepit-jepit. Sehingga fondasi dapat dihitung sebagai bal-
ok kantilever. Idealisasi ini dapat dilihat dalam Gambar H.3. berikut.
TUGAS Perencanaan Beton. Semester Ganjil 2017-2018 Kelompok : V (Lima) B
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman

hk

Anggapan jepit-jepit

B
(a)

(B/2)-(hk/2)

Anggapan seperti
balok kantilever
(b)
Gambar H.3. (a)Anggapan Jepit-Jepit Pada Pertemuan Kolom dan Fondasi (b)Anggapan
fondasi sebagai balok kantilever

Sehingga bila didesain sebagai balok kantilever, maka tegangan tanah yang bekerja sepanjang
fondasi yang dianggap sebagai balok kantilever adalah:
Panjang fondasi,x:
x = B/2 – hk/2 = (2500/2) – (400/2)
= 1050,0 mm = 1,05 m

Tegangan tanah yang terjadi, σx


σx = σmin + (B-x).(σmaks – σmin)/B
= 139,98 + (2,5 – 1,05)(305,99 – 139,98)/2,5
2
= 236,27 kN/m

Maka momen yang bekerja akibat tegangan tanah:


Mu = 1/2.σx.x2 + 1/3.x.1/2.x.(σmaks – σx)
= 1/2.(236,27).(1,05)² + (1/3).1.05.(1/2).(1,05).(305,99 – 236,27)
= 141,86 kNm = 1,42,E+08 Nmm
TUGAS Perencanaan Beton. Semester Ganjil 2017-2018 Kelompok : V (Lima) B
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman
Faktor momen pikul, K:
1,42,E+08
= = 1,17 mPa
0.8(1000)(390)²
Sehingga K = 1,17 MPa ≤ Kmaks = 9,20 mPa
Karena K ≤ Kmaks, maka fondasi yang di anggap seperti balok kantilever ini dihitung dengan
menggunakan tulangan tunggal.

Tinggi blok tegangan beton tekan persegi ekivalen, a:

√(
2(1,17)
= ( 1-
0.85(30) )) (390)
= 18,26 mm

Luas tulangan perlu:


 Luas tulangan minimum, Asmin
Dengan fc’= 30 MPa < 31,36 Mpa dan fy= 210 MPa, maka rasio tulangan minimum dapat
dihitung:

= 0,67%

maka luas tulangan minimum dapat dihitung sebagai berikut


As min= ρmin.b.d = 2600,00 mm2

 0.85(30)(18,26)(1000) 2
As = = 2217,10 mm
210
Maka luas tulangan di ambil yang terbesar di antara kedua rumus di atas, sehingga
As,u = 2600,00 mm2

Jarak antar tulangan, s:


1/4(3.14)(20)²(1000)
 = 120,83 mm
2600,00
 s = 3.hf = 3(500) = 1500 mm
 s= 450 mm
maka jarak antar tulangan diambil yang terkecil yaitu s = 120,83 mm ≈ 120 mm
(D20 – 120 mm)
Ditambahkan tulangan praktis dengan diamter terkecil yaitu D8 dengan jarak hf/2= 500/2 =
250 mm

Jumlah tulangan terpasang, n


2500 - 2(75)
= +1 = 9,70 ≈ 10 batang
20 +250
Sehingga luas tulangan terpasang
As = n.(1/4.π.D²) = 10(1/4(3.14)(20)²) = 3141,59 mm2
TUGAS Perencanaan Beton. Semester Ganjil 2017-2018 Kelompok : V (Lima) B
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman

Karena tulangan di pasang pada 4 sisi fondasi maka,


As = 4(3.141,59) = 12566,37 mm2

■ Tulangan Begel
Beban Vu dapat dihitung sebagai berikut:
Vu = x.B.(σmaks + σx)/2
= 1,05(2,5)(305,99 + 236,27)/2
= 711,72 kN = 711720,57 N
Dengan luas bidang geser
Av = (keliling kolom x tinggi efektif fondasi) = (2 x (400+400))(390) = 624000,00 mm2
Maka tegangan geser yang terjadi di sepanjang muka kolom dengan fondasi
σv = Vu/Av = 711.720,57/624.000,00
= 1,14 mPa

Sehingga kuat geser yang di sumbangkan oleh beton:

Dengan ρw = As/b.d
ρw = 12.566,37/(4 x 400)(390)
= 2,01%
Maka:
(58,4449)(390) (4 x 400)(390)
Vc = ( √(30) + 120(2,01%)
157,72 ) 7
= 31620831,06 N
Ø.Vc = 0.75 (31.620.831,06)
= 23715623,3 N

Maka beban geser yang bekerja:


Vu = σv.bw.d = 1,14.(400 x 4).(390)
= 711720,57 N

Sehingga Vu = 637310.32 N < Ø.Vc = 745245.62 N, maka tidak perlu di pasangi begel,
karena kekuatan beton sudah mampu memikul beban geser yang bekerja

H.4 Limit State


H.4.1 Kontrol Tegangan Geser 1 Arah
ds = 110,00 mm
ds = 390,00 mm
TUGAS Perencanaan Beton. Semester Ganjil 2017-2018 Kelompok : V (Lima) B
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman

Luas bidang yang menerima


tekanan ke atas
B

B/2 B/2

d a
d
ds

s min s maks

sa

Gambar H.4. Tegangan Geser 1 Arah

a = B/2 – bk/2 – d
= (2500/2) – (400/2) – 390 = 660,00 mm = 0,66 m
σa = σmin + (B – a).(σmaks – σmin)/B
= 139,98 + (2,5 – 0,66)(305,99 – 139,98)/2,5 = 262,17 kN/m2

Gaya tekan ke atas dari tanah (Vu):


Vu = a.B(σmaks + σa)/2
= 0,66 x 2,5(305,99 + 262,17)/2 = 468,73 kN

Gaya geser yang dapat ditahan oleh beton (Ø.Vc):


TUGAS Perencanaan Beton. Semester Ganjil 2017-2018 Kelompok : V (Lima) B
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman

= √(30)
0,75 (2500)(390)
6
= 667536,87 N = 667,5369 kN
Sehingga Vu = 468,73 kN < Ø.Vc = 667,54 kN ...............(OK)

H.4.2 Kontrol Tegangan Geser 2 Arah (Geser Pons)


ds = 110,00 mm
ds = 390,00 mm

Luas bidang yang menerima


B/2 B/2
tekanan ke atas
d/2
bk
B

d/2

hk
d/2 d/2

d a
d
ds

s min s maks

Gambar H.5. Tegangan Geser 2 Arah

Dimensi kolom, bk = hk = 400 mm


bk + d = hk + d = 400 + 390 = 790,00 mm = 0,79 m

Gaya tekan ke atas dari tanah (Vu):

305,99 + 139,98
= (2.5² - (0.79).(0.79)) ( )
TUGAS Perencanaan Beton. Semester Ganjil 2017-2018 Kelompok : V (Lima) B
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman
= (2.5² - (0.79).(0.79)) ( 2 )
= 1254,50 kN

Gaya geser yang dapat ditahan oleh beton (Ø.Vc):


βc = hk/bk = 400/400 = 1,00
bo = 2.{(bk + d) + (hk + d)}
= 2.(0.79 + 0.82) = 3,16 m = 3160 m

2 √(30).3160.390
 = ( 1+
1,00 ) 6
= 3375066,40 N

= 3375,07 kN



Dengan αs
 Kolom sudut = 20
 Kolom tepi = 30
 Kolom dalam = 40

Maka,

Tabel H.2 Gaya Geser Vc


Kolom Vc (N) Vc (kN)
sudut 2513498,82 2513,50
tepi 3207737,16 3207,74
dalam 3901975,50 3901,98


= 1/3(30)(3160)(390)
= 2250044,27 N
= 2250,04 kN
maka,dipilih Vc yang terkecil
Tabel H.3 Gaya Geser Vc Terkecil Dan Gaya Geser Terfaktor Ø.Vc
Kolom Vc (kN) Ø.Vc (kN)
sudut 2250,04 1687,53
tepi 2250,04 1687,53
dalam 2250,04 1687,53

Karena pada ketiga jenis kolom di atas (kolom sudut, kolom tepi dan kolom dalam) mempunyai
nilai Ø.Vc yang sama, maka dalam hal ini nilai Ø.Vc = 1.687,53 kN yang akan digunakan dalam
TUGAS Perencanaan Beton. Semester Ganjil 2017-2018 Kelompok : V (Lima) B
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman
perhitungan tegangan geser 2 arah selanjutnya.
Sehingga Vu = 1.254,50 kN < Ø.Vc = 1.687,53 kN .........................(OK)

H.4.3 Kuat Dukung Fondasi


Pu = Ø.0,85.fc’.Ak
Ak = Luas bruto kolom = 400 x 400 = 160000 mm2
Pu = 0.70(0.85)(30)(160000) = 2856000 N = 2856 kN
Sehingga,
Pu,k = 831,17 kN ≤ Pu = 2.856,00 kN

H.5 Hasil Desain


Dalam perencanaan fondasi untuk gedung ini telah dihasilkan tulangan untuk fondasi dengan
konfigurasi:
- Tulangan tarik
(D20 – 120 mm)
- Tulangan tekan
(D8 – 250 mm)
- Tulangan Begel
-

- Pembengkokan kait
Untuk tulangan fondasi akan dibengkokkan pada ujungnya dengan bengkokkan yang bersudut 90°,
maka berlaku Pasal 9.1.2, karena tulangan mempunyai diameter 20 mm (D20), maka jari-jari bengko-
kan, r= 4.db= 4(20)= 80 mm (untuk diameter tulangan 10 mm-25 mm).

Kait ini mempunyai panjang pada ujung bebas kait sebesar


12.db= 12(20)= 240 mm
TUGAS Perencanaan Beton. Semester Ganjil 2017-2018 Kelompok : V (Lima) B
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman