Anda di halaman 1dari 23

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL


REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG DAN PERATURAN


KESELAMATAN TAMBANG DI INDONESIA
Oleh:
ADANG SAPUTRA
Widyaiswara BDTBT Sawahlunto-Kementerian ESDM RI

PELATIHAN KESELAMATAN TAMBANG MMR/JOGMEC 2018


DI UNIVERSITAS SYAH KUALA ACEH – NOVEMBER 2018

BIODATA
Nama : ADANG SAPUTRA

NIP. : 196606121988031002

Pangkat / Golongan : Pembina Tk. I / Gol. IV-B

Tempat/Tgl.Lahir : SUMEDANG (JAWA BARAT), 12 JUNI 1966

Jabatan Fungsional : WIDYAISWARA MADYA

Instansi : PPSM GEOMINERBA (BDTBT)

Pendidikan Terakhir : - S1, FMIPA, Jur. Matematika Ilmu Komputer, UNPAD


- S2, Magister Ilmu Peng. Wilayah Geologi dan SDM
- S3 (DOKTOR), FT. GEOLOGI UNPAD,
Bidang Riset Modeling Geoinformatika.

Pengalaman Bekerja : - 1989 – 2012 di Badan Geologi


- 2013 – 2015 Pusdiklat Geologi
- 2016 – Agustus 2017 di PPSDMA
- Sept. 2017 – Sekarang di PPSDM GEOMINERBA
(Balai Diklat Tambang Bawah Tanah/DTBT),
Sawahlunto, Padang, Sumatera Barat.

Telp / HP : 022-63721288 / 081395090203

Email : adang.saputra@esdm.go.id, adangs48@gmail.com

B-1
OUTLINE

Tujuan Pembelajaran:
• Latar Belakang
• Dasar Hukum
• Karakteristik Pertambangan
• Konsep Akademis
• Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan

LATAR BELAKANG

B-2
PENGANTAR
• SIAPA SIH YANG MAU CELAKA ???

POTENSI BAHAYA

B-3
PELAKSANAAN K3 PERTAMBANGAN

• Di bawah BINWAS ESDM


• Berkiblat pada UU-1/1970, PP-19/1973, UU
Minerba-4/2009, PerMEN ESDM No. 26/2018,
KepMEN ESDM No.1827/2018
• Dipimpin oleh seorang KTT
• KTT dibantu oleh pengawas operasional dan
pengawas teknis
• Kontraktor dipimpin oleh PJO

K3 TAMBANG
Dirjen ESDM

KAIT:
1. Direktur Teknik ESDM
2. Ka Dinas Tambang Propinsi

Site Director /
KTT Inspektur Tambang

HSE Mgr

Kepala Divisi / Kepala Divisi / Kepala Tambang Kepala


WKTT WKTT Bawah Tanah Kapal Keruk

Ka Dept PJO PJO PJO

PENGAWAS OPERASIONAL MADYA (POM)

PENGAWAS OPERASIONAL DAN PENGAWAS TEKNIS (POP)

B-4
DASAR HUKUM KESELAMATAN PERTAMBANGAN

UUD 1945 Pasal UUD 1945 Pasal


27 (2) 33 (2&3)

UU Keselamatan UU
Kerja UU. Ketenagakerjaan UU Minerba UU.
No.1/1970 UU.No. 13/2003 4/2009 Pasal 96 &
Pasal 86 & 87 141

PP Penerapan PP Binwas
PP Keselamatan SMK3 PP. No. Minerba PP.
Kerja Tambang PP. 50/2012 Pasal 4(2) No.55/1970 Pasal
No. 19/1973 & 19 16, 26, 27

Kepmen ESDM No.


PerMEN ESDM No
1827
26/2018
K/30/MEM/2018

UU NO. 4 TAHUN 2009

Pasal • Dalam penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik,


pemegang IUP dan IUPK wajib melaksanakan:
a. ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja pertambangan ;
96 b. keselamatan operasi pertambangan

• 1) Menteri melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pengelolaan usaha


pertambangan yang dilaksanakan oleh pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota
sesuai dengan kewenangannya.
Pasal • 2) Menteri dapat melimpahkan kepada gubernur untuk melakukan pengawasan terhadap
penyelenggaraan kewenangan pengelolaan di bidang usaha pertambangan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) yang dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten/ kota.
140 • 3) Menteri, gubernur, dan bupati/ walikota sesuai dengan kewenangannya melakukan
pengawasan atas
pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan yang dilakukan oleh pemegang IUP, IPR, atau IUPK.

Pasal • f. keselamatan dan kesehatan kerja pertambangan;


g. keselamatan operasi pertambangan;
141

B-5
Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2010
• Pasal 13: (2) Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan
kewenangannya melakukan pengawasan pelaksanaan kegiatan usaha
pertambangan yang dilakukan oleh pemegang IUP, IPR, atau IUPK.

• Pasal 16: f. keselamatan dan kesehatan kerja pertambangan;


g, keselamatan operasi pertarnbangan;

• Pasal 26: (1) Pengawasan keselamatan dan kesehatan ke pertambangan


sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf f terdiri atas:
a. keselamatan kerja;
b. kesehatan kerja;
c. lingkungan kerja; dan
d. sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja.

Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2010

K3 PERTAMBANGAN Pasal 26

KESELAMATAN KERJA: KESEHATAN KERJA: LINGKUNGAN KERJA: SMK3:


- Manajemen Risiko -Ergonomic -Debu -Kebijakan
- Manajemen Keadaan Darurat -Higienis dan Sanitasi -Kebisingan -Perencanaan
- Administrasi -Program -Getaran -Implementasi
- Program -Pengelolaan Makan, -Pencahayaan -Evaluasi dan TL
- Diklat Minum, dan Gizi -Udara -Tinjauan Manajemen
- Inspeksi -Diagnosis Penyakit -Ventilasi
- Penyelidikan -Faktor Kimia
-Radiasi
-Faktor Biologi
-Kebersihan

B-6
Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2010

• KO Pertambangan (Pasal 27)


Pengawasan Keselamatan Operasi Pertambangan, meliputi:
a. Sistem dan Pelaksanaan Pemeliharaan/Perawatan Sarana,
Prasarana, Instalasi dan Peralatan Pertambangan
b. Pengamanan Instalasi
c. Kelayakan Sarana, Prasarana, Instalasi, dan Peralatan Pertambangan
d. Kompetensi Tenaga Teknik
e. Evaluasi Laporan Hasil Kajian Teknis Pertambangan

UU No. 13 Tahun 2003


Amanah Peraturan Ketenagakerjaan Terkait SMKP
• Pasal 27 (2). Tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi
UUD 1945
kemanusiaan

• Pasal 86 (1) Setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas: a. keselamatan dan
kesehatan kerja;
Pasal 87: (1) Setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang
UU No. 13
tahun 2003 terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan.

• Pasal 4 : (1) Kebijakan nasional tentang SMK3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, sebagai pedoman perusahaan dalam
menerapkan SMK3. (2) Instansi pembina sektor usaha dapat mengembangkan pedoman penerapan SMK3 sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) sesuai dengan kebutuhan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
PP No. 50 • Pasal 19 (1) Instansi pembina sektor usaha dapat melakukan pengawasan SMK3 terhadap pelaksanaan penerapan SMK3 yang
Tahun 2012 dikembangkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Permen
ESDM No.
• Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan
38 tahun
2014

B-7
UU No. 13 Tahun 2003

Pasal 86
(1) Setiap pekerja/buruh mempunyai hak
untuk memperoleh perlindungan atas :
a. keselamatan dan kesehatan kerja;
b. moral dan kesusilaan; dan Pasal 87
c. perlakuan yang sesuai dengan harkat (1) Setiap perusahaan wajib menerapkan
dan martabat manusia serta nilai-nilai sistem manajemen keselamatan dan
agama. kesehatan kerja yang terintegrasi dengan
(2) Untuk melindungi keselamatan sistem manajemen perusahaan.
pekerja/buruh guna mewujudkan
produktivitas kerja yang optimal
diselenggarakan upaya keselamatan dan
kesehatan kerja.

PP No. 50 Tahun 2012


Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
Pasal 4:
(1) Kebijakan nasional tentang SMK3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, sebagai
pedoman perusahaan dalam menerapkan SMK3.
(2) Instansi pembina sektor usaha dapat mengembangkan pedoman penerapan SMK3
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sesuai dengan kebutuhan berdasarkan
ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 5:
(1) Setiap perusahaan wajib menerapkan SMK3 di perusahaannya.
(2) Kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku bagi perusahaan: a.
mempekerjakan pekerja/buruh paling sedikit 100 (seratus) orang; atau b. mempunyai
tingkat potensi bahaya tinggi.
(3) Ketentuan mengenai tingkat potensi bahaya tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) huruf b sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(4) Pengusaha dalam menerapkan SMK3 wajib berpedoman pada Peraturan Pemerintah
ini dan ketentuan peraturan perundang-undangan serta dapat memperhatikan
konvensi atau standar internasional.

B-8
PP No. 50 Tahun 2012
Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja

• Pasal 16
(1) Penilaian penerapan SMK3 dilakukan oleh lembaga audit independen
yang ditunjuk oleh Menteri atas permohonan perusahaan.
(2) Untuk perusahaan yang memiliki potensi bahaya tinggi wajib melakukan
penilaian penerapan SMK3 sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
• (Penjelasan Pasal 16 Ayat 2: Yang dimaksud dengan perusahaan yang
memiliki potensi bahaya tinggi antara lain perusahaan yang bergerak di
bidang pertambangan, minyak dan gas bumi)
• Pasal 19:
(1) Instansi pembina sektor usaha dapat melakukan pengawasan SMK3
terhadap pelaksanaan penerapan SMK3 yang dikembangkan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.

UU No. 1 Tahun 1970


Amanah Peraturan Keselamatan Kerja Terkait SMKP

• Pasal 27 (2). Tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan


UUD 1945 penghidupan yang layak bagi kemanusiaan

UU No. 1 • UU Keselamatan Kerja


tahun 1970

• PP tentang Pengaturan dan Pengawasan Keselamatan Kerja di Bidang


PP No. 19
Tahun 1973 Pertambangan

Permen
ESDM No.
• Sistem Manajemen Keselamatan Kerja
38 tahun
2014

B-9
UU No. 1 Tahun 1970
Pasal 9
• Pengurus diwajibkan menyelenggarakan pembinaan bagi semua
tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya, dalam pencegahan
kecelakaan dan pemberantasan kebakaran serta peningkatan
keselamatan dan kesehatan kerja, pula dalam pemberian pertolongan
pertama pada kecelakaan.

PP No. 19 Tahun 1973


PP tentang Pengaturan dan Pengawasan Keselamatan Kerja di Bidang Pertambangan
• Pasal 2
Menteri Pertambangan melakukan pengawasan atas keselamatan
kerja dalam bidang Pertambangan dengan berpedoman kepada
Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 serta peraturan-peraturan
pelaksanaannya.

KARAKTERISTIK PERTAMBANGAN

Karakteristik
Kementerian ESDM PP No. 19 Tahun 1973
Pertambangan
• Padat Modal dan • Memiliki personel • Menteri ESDM
Teknologi khusus melakukan
• Risiko Besar dan • Memiliki peralatan pengawasan atas K3
Spesifik khusus dalam bidang
• Peralatan Khusus pertambangan
kecuali untuk ketel
• Dinamis (Hazard dan
uap.
Risiko Berpindah)

B - 10
KARAKTERISTIK PERTAMBANGAN
• Rencana kerja dan anggaran keselamatan pertambangan dalam RKTTL
dan RKAB
• Kepala teknik tambang, Kepala Tambang Bawah Tanah, Kepala Kapal
Keruk, dan Penanggungjawab operasional.
• Pengawas operasional dan teknik
• Personel khusus pertambangan
• Pengelolaan keselamatan operasi pertambangan
• Bahan peledak dan peledakan
• Penyelidikan kecelakaan, kejadian berbahaya, dan penyakit akibat
kerja
• Diklat pekerja dan pengawas, buku tambang, dan buku kecelakaan
• Keselamatan di luar pekerjaan.

SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN PERTAMBANGAN (SMKP)

B - 11
KONSEP AKADEMIS

BB. Behavior
E2. Education
• E1 • E1 Based • E1
• E2 • E2
• E1 • E1
• E3 • E3
• E2 • E2
• BB
• E3
• Cc
• BB
E1. E3. CC. Culture
Engineering Enforcement Change

S. K. Poon

STANDAR DI DUNIA

ILO OSH
BS 8800
SMK3 2001

AS/NZS
VPP OSHA
4801:2001

OHSAS
18001: Perusahaan ISRS
2007

Aposho
Safety
Standar
Map
2000

SA 8000 DR 96311

B - 12
PERJALANAN PENYUSUNAN SMKP

Era Baru Finalisasi dan


Pertemuan KTT Permohonan Masukan Pertemuan KTT
Peraturan Pemberlakukan
Tahun 2010 dan Tanggapan Tahun 2012
Pertambangan SMKP
Finalisasi
Surat Direktur Teknik dan SMKP dan
Terbitnya: Merumuskan: Lingkungan Mineral dan Pembentukan Penerbitan
Batubara selaku Kepala
UU 4/2009 Elemen dan Tim Finalisasi Permen
Inspektur Tambang No.
dan Sub Elemen 4207/37.04/DBT/2010 Draft SMKP ESDM
PP 55/2010 SMKP tanggal 20 Desember 2010 tentang
2010 Penerapan
SMKP

Terbitnya PP 50/2012 PP 19/1973

Penerapan SMK3 Kekhususan


Secara Nasional Pertambangan &
Kewenangan
ESDM

DEFINISI DAN RUANG LINGKUP SMKP

Bagian dari sistem manajemen perusahaan Perbaikan Berkesinambungan


secara keseluruhan dalam rangka
pengendalian risiko yang berkaitan dengan
kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja
yang aman, efisien dan produktif.
(PP 50 / 2012, Pasal 1 angka 1)

B - 13
PERMEN ESDM NO. 26 TAHUN 2018
TENTANG PELAKSANAAN KAIDAH PERTAMBANGAN YANG BAIK DAN PENGAWASAN
PERTAMBANGAN MINERBA

PARAGRAF 1 : K3 dan KO Pertambangan MINERBA

Pasal 14 :
(1). Pemegang IUP Eksplorasi, IUPK Eksplorasi, IUP Operasi Produksi dan
IUPK Operasi Produksi Wajib Melaksanakan ketentuan keselamatan
Pertambangan
(2). Wajib: a. menyediakan segala peralatan, perlengkapan, alat
pelindung diri, fasilitas, personil dan biaya yang diperlukan untuk
terlaksananya ketentuan keselamatan pertambangan, b.Membentuk
dan menetapkan organisasi bagian keselamatan pertambangan
berdasarkan jumlah pekerja, sifat atau luas area kerja.
(3). Ketentuan Keselamatan Pertambangan meliputi :a. K3 Pertambangan
b. KO Pertambangan.

B - 14
PARAGRAF 2 : Pengelolaan Keselamatan dan/atau Pemurnian Minerba

Pasal 16 :
(1). Pemegang IUP Operasi Produksi khusus untuk pengolahan dan/atau
pemurnian Minerba Wajib Melaksanakan ketentuan pengolahan
dan/atau pemurnian Minerba
(2). Wajib: a. menyediakan segala peralatan, perlengkapan, alat pelindung
diri, fasilitas, personil dan biaya yang diperlukan untuk terlaksananya
ketentuan keselamatan pengolahan dan/atau pemurnian Minerba
b.membentuk dan menetapkan organisasi bagian keselamatan
pengolahan dan/atau pemurnian Minerba berdasarkan jumlah pekerja,
sifat atau luas area kerja.
(3). Ketentuan Keselamatan pengolahan dan/atau pemurnian Minerba
meliputi :a. K3 pengolahan dan/atau pemurnian Minerba b. KO
pengolahan dan/atau pemurnian Minerba .

PARAGRAF 3 : SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN PERTAMBANGAN

Pasal 18
(1). pemegang IUP Eksplorasi, IUPK Eksplorasi, IUP Operasi Produksi,
IUPK Operasi Produksi dan IUP Operasi Produksi Khusus untuk
pengolahan dan/atau pemurnian wajib menerapkan SMKP
(2). Elemen SMKP
(3). Wajib melakukan audit internal SMKP paling sedikit 1 kali
setahun
(4). Melakukan audit eksternal penerapan SMKP
(5). Audit eksternal dilaksanakan oleh lembaga audit independen
yang terakreditasi dan ditetapkan oleh Direktur Jenderal.

B - 15
KEPMEN ESDM NO. 1827 K/30/MEM/2018
TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN KAIDAH TEKNIK PERTAMBANGAN YANG BAIK

Lampiran III :
KEPMEN ESDM NO. 1827 K/30/MEM/2018
TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN KESELAMATAN PERTAMBANGAN DAN KESELAMATAN
PENGOLAHAN DAN/ATAU PEMURNIAN MINERAL DAN BATUBARA

A. PELAKSANAAN K3 PERTAMBANGAN DAN PENGOLAHAN DAN/ATAU


PEMURNIAN MINERAL DAN BATUBARA
B. PELAKSANAAN KESELAMATAN OPERASI PERTAMBANGAN DAN PENGOLAHAN
DAN/ATAU PEMURNIAN MINERBA

B - 16
A. PELAKSANAAN K3 PERTAMBANGAN DAN PENGOLAHAN DAN/ATAU
PEMURNIAN MINERAL DAN BATUBARA
1. Keselamatan Kerja Pertambangan dan Pengolahan dan/atau
Pemurnian, meliputi:
a. Manajemen Risiko
b. Program Keselamatan Kerja
c. Pendidikan dan Pelatihan Keselamatan Kerja
d. Kampanye Keselamatan Kerja
e. Administrasi Keselamatan Kerja
f. Manajemen Keadaan Darurat
g. Inspeksi Keselamatan Kerja
h. Penyelidikan Kecelakaan dan Kejadian Berbahaya

lanjutan

2. Kesehatan Kerja Pertambangan dan Pengolahan dan/atau Pemurnian, mencakup :


a. Program Kesehatan Kerja, paling kurang :
1). Pemeriksaan Kesehatan Kerja
2). Pelayanan Kesehatan Kerja
3). Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
4). Pengelolaan Kelelahan Kerja
5). Pengelolaan Pekerja Tambang yg bekerja pd tempat yg memiliki resiko tinggi
6). Rekaman Data Kesehatan Kerja

b. Higiene dan Sanitasi


c. Pengelolaan Ergonomi
d. Pengelolaan Makanan, Minuman, dan Gizi Pekerja Tambang
e. Diagnosis dan Pemeriksaaan Penyakit Akibat Kerja

B - 17
Lanjutan
3. Lingkungan Kerja
Pengelolaan Lingkungan Kerja paling kurang mencakup:
a. Pengelolaan debu
b. Pengelolaan kebisingan
c. Pengelolaan getaran
d. Pengelolaan pencahayaan
e. Pengelolaan kuantitas dan kualitas udara kerja
f. Pengelolaan iklim kerja
g. Pengelolaan radiasi
h. Pengelolaan faktor kimia
i. Pengelolaan faktor biologi
j. Pengelolaan kebersihan lingkungan kerja

B. PELAKSANAAN KESELAMATAN OPERASI PERTAMBANGAN DAN


PENGOLAHAN DAN/ATAU PEMURNIAN MINERBA
1. Sistem dan Pelaksanaan Pemeliharaan/Perawatan Sarana, Prasarana, Instalasi, dan
Peralatan Pertambangan , paling kurang meliputi:
a. Daftar sarana, prasarana, instalasi dan peralatan pertambangan
b. Mengidentifikasi jenis dan karakteristik atas pemeliharaan atau perawatan sarana,
prasarana, instalasi, dan peralatan pertambangan
c. Menyusun dan menetapkan prosedur pemeliharaan atau perawatan berdasarkan
hasil identifikasi jenis dan karakteristik sarana, prasarana, instalasi, dan peralatan
pertambangan
d. Merencanakan program dan jadwal pemeliharaan atau perawatan sarana,
prasarana, instalasi, dan peralatan pertambangan
e. Melaksanakan pemeliharaan atau perawatan sarana, prasarana, instalasi, dan
peralatan pertambangan
f. Evaluasi hasil pelaksanaan pemeliharaan atau perawatan sarana, prasarana,
instalasi, dan peralatan pertambangan
g. Tindak lanjut hasil evaluasi dan peningkatan kinerja pemeliharaan atau perawatan
sarana, prasarana, instalasi, dan peralatan pertambangan

B - 18
Sambungan

2. Pengamanan Instalasi
Pengamanan instalasi paling kurang terdiri atas:
a. Daftar instalasi
b. Mengidentifikasi kebutuhan pengamanan instalasi
c. Menyusun dan menetapkan prosedur pengamanan instalasi
d. Menyusun dan menetapkan desain pengamanan instalasi
e. Menyusun dan menetapkan prosedur proses pemasangan
instalasi
f. Menyusun dan menetapkan prosedur pemeliharaan pengamanan
instalasi
g. Memantau dan mengevaluasi sistem pengamanan instalasi.

Sambungan

3. Tenaga Teknis Pertambangan yang Berkompeten di Bidang


Keselamatan Operasi
4. Kelayakan Sarana, Prasarana, Instalasi dan Peralatan Pertambangan
5. Evaluasi Laporan Hasil Kajian Teknis Pertamabangan
6. Keselamatan Bahan Peledak dan Peledakan
7. Keselamatan Fasilitas Pertambangan
8. Keselamatan Eksplorasi
9. Keselamatan Tambang Permukaan
10. Keselamatan Tambang Bawah Tanah
11. Keselamatan Kapal Keruk / Isap
12. Keselamatan Pengolahan dan/atau Pemurnian

B - 19
Lampiran IV :
KEPMEN ESDM NO. 1827 K/30/MEM/2018
TENTANG PEDOMAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN PERTAMBANGAN
MINERAL DAN BATUBARA

A. RUANG LINGKUP
B. PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN PERTAMBANGAN
PADA PEMEGANG IUP EKSPLORASI, IUPK EKSPLORASI, IUP OPERASI
PRODUKSI, IUPK OPERASI PRODUKSI DAN PERUSAHAAN JASA
PERTAMBANGAN
C. PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN PERTAMBANGAN
KHUSUS PADA PEMEGANG IUP OPERASI PRODUKSI KHUSUS UNTUK
PENGOLAHAN DAN/ATAU PEMURNIAN.
D. AUDIT SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN PERTAMBANGAN

A. RUANG LINGKUP
Sistem manajemen Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batubara (SMKP
Minerba) terdiri dari :
1. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pertambangan
2. Keselamatan Operasi Pertambangan

Penerapan SMKP Minerba terdiri atas elemen, sebagai berikut:


1. Kebijakan
2. Perencanaan
3. Organisasi dan Personil
4. Implementasi
5. Pemantauan, evaluasi, dan tindak lanjut
6. Dokumentasi
7. Tinjauan manajemen dan peningkatan kinerja

B - 20
B. PENERAPAN SMKP PADA PEMEGANG IUP EKSPLORASI, IUPK EKSPLORASI, IUP OPERASI PRODUKSI, IUPK
OPERASI PRODUKSI DAN PERUSAHAAN JASA PERTAMBANGAN.

4. Implementasi, meliputi :
a. Pelaksanaan pengelolaan operasional
1. Kebijakan b. Pelaksanaan pengelolaan lingkungan kerja
penyusunan kebijakan, isi kebijakan, penetapan c. Pelaksanaan pengelolaan kesehatan kerja
kebijakan, komunikasi kebijakan, tinjauan kebijakan. d. Pelaksanaan pengelolaan KO pertambangan
e. Pengelolaan bahan peledak dan peledakan
f. Penetapan sistem perancangana dan rekayasa
g. Penetapan sistem pembelian
2. Perencanaan : h. Pemantauan dan pengelolaan perusahaan jasa
hasil proses penelaahan awal, manajemen risiko, identifikasi pertambangan
dan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang- i. Pengelolaan keadaan darurat
undangan dan persyaratan lainnya yang terkait, penetapan j. Penyediaan dan penyiapan pertolongan pertama
tujuan sasaran dan program, rencana kerja anggaran dan pada kecelakaan (P3K)
biaya. k. Pelaksanaan keselamatan di luar pekerjaan 6. Dokumentasi
Penyusunan manual SMKP Minerba
3. Organisasi dan Personel , berpedoman pada: a. Pengendalian dokumen
a.Penyusunan dan penetapan struktur organisasi, tugas dan b. Pengendalian rekaman
tanggungjawab dan wewenang dengan ketentuan untuk penerapan
SMKP Minerba, struktur organisasi Keselamatan Pertambangan
SIKLUS c. Penetapan jenis dokumen dan rekaman
diintegrasikan ke dalam struktur organisasi
b.Penunjukan KTT, Kepala Tambang Bawah Tanah dan/atau Kepala
SMKP
Kapal Keruk/Isap
c.Penunjukan PJO untuk Perusahaan jasa Penunjang
d.Pembentukan dan penetapan Bagian K3 Pertambangan dan Bagian 7. Tinjauan Manajemen dan
Operasi Pertambangan 5. Pemantauan, Evaluasi dan Tindak Lanjut
e.Penunjukan Pengawas Operasional dan Pengawas Teknis
Peningkatan Kinerja
a. Pemantauan dan pengukuran kinerja Untuk menilai peningkatan dan kebutuhan akan
f. Penunjukan Tenaga Teknis pertambangan yg Berkompeten
g.Pembentukan dan penetapan Komite Keselamatan Pertambangan
b. Inspeksi pelaksanaan keselamatan pertambangan perubahan terhadap SMKP Minerba dilakukan:
h.Penunjukan Tim Tanggap Darurat c. Evaluasi kepatuhan ketentuan peraturan perundang- a. Tinjauan hasil dari tindak lanjut rencana perbaikan
i. Seleksi dan penempatan personel undangan dan persyaratan lainnya yang terkait. dapat digunakan dasar bagi manajemen, dalam
j. Penyelenggaraan dan pelaksanan DIKLAT serta kompetensi kerja d. Hasil laporan dari penyelidikan kecelakaan , kejadian penentuan kebijakan atas proses peningkatan kinerja
k.Penyusunan, penetapan, dan penerapan komunikasi Keselamatan berbahaya, kejadian akibat penyakit tenaga kerja dan keselamatan pertambangan
Pertambangan rekaman penyakit akibat kerja . b. Tinjauan manajemen dipimpin oleh manajemen
l. Pengelolaan administrasi Keselamatan Pertambangan e. Evaluasi pengelolaan administrasi keselamatan tertinggi pemegang izin
m.Penyusunan, penerapan dan pendokumentasian partisipasi, pertambangan
konsultasi, motivasi dan kesadaran c. Dilakukan secara berkala paling kurang 1 (satu) tahun
f. Audit internal penerapan SMKP Minerba sekali dan hasilnya didokumentasikan.
g. Rencana perbaikan dan tindak lanjut

C. PENERAPAN SMKP KHUSUS PADA PEMEGANG IUP OPERASI PRODUKSI KHUSUS UNTUK PENGOLAHAN
DAN/ATAU PEMURNIAN
4. Implementasi, meliputi :
1. Kebijakan a. Pelaksanaan pengelolaan operasional
b. Pelaksanaan pengelolaan lingkungan kerja
Penyusunan kebijakan, isi kebijakan, penetapan
c. Pelaksanaan pengelolaan kesehatan kerja
kebijakan, komunikasi kebijakan, tinjauan kebijakan. d. Pelaksanaan pengelolaan KO pengolahan dan/atau
pemurnian
e. Pengelolaan bahan peledak dan peledakan
2. Perencanaan : f. Penetapan sistem perancangan dan rekayasa
hasil proses penelaahan awal, manajemen risiko, identifikasi g. Penetapan sistem pembelian
dan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang- h. Pemantauan dan pengelolaan perusahaan jasa
undangan dan persyaratan lainnya yang terkait, penetapan pertambangan
tujuan sasaran dan program, rencana kerja anggaran dan i. Pengelolaan keadaan darurat
biaya. j. Penyediaan dan penyiapan pertolongan pertama
pada kecelakaan (P3K)
3. Organisasi dan Personel , berpedoman pada: k. Pelaksanaan keselamatan di luar pekerjaan
6. Dokumentasi
a.Penyusunan dan penetapan struktur organisasi, tugas dan a. Penyusunan manual SMKP Minerba
tanggungjawab dan wewenang dengan ketentuan untuk penerapan b. Pengendalian dokumen
SMKP khusus pengolahan dan pemurnian, struktur organisasi c. Pengendalian rekaman
Keselamatan pengolahan/pemurnian diintegrasikan ke dalam
struktur organisasi
SIKLUS d. Penetapan jenis dokumen dan rekaman
b.Penunjukan PTL
c.Penunjukan PJO untuk Perusahaan jasa pengolahan dan/atau SMKP
pemurnian
d.Pembentukan dan penetapan Bagian K3 pengolahan dan/atau
pemurnian dan Bagian KO pengolahan dan/atau pemurnian 7. Tinjauan Manajemen dan
e.Penunjukan Pengawas Operasional dan Pengawas Teknis
f. Penunjukan Tenaga Teknis pertambangan yg Berkompeten
5. Pemantauan, Evaluasi dan Tindak Lanjut Peningkatan Kinerja
dibidang pengolahan dan/atau pemurnian a. Pemantauan dan pengukuran kinerja Untuk menilai peningkatan dan kebutuhan akan
g.Pembentukan dan penetapan Komite Keselamatan pengolahan b. Inspeksi pelaksanaan keselamatan pertambangan perubahan terhadap SMKP Minerba dilakukan:
dan/atau pemurnian c. Evaluasi kepatuhan ketentuan peraturan perundang- a. Tinjauan hasil dari tindak lanjut rencana perbaikan
h.Penunjukan Tim Tanggap Darurat undangan dan persyaratan lainnya yang terkait. dapat digunakan dasar bagi manajemen, dalam
i. Seleksi dan penempatan personel d. Hasil laporan dari penyelidikan kecelakaan , kejadian penentuan kebijakan atas proses peningkatan kinerja
j. Penyelenggaraan dan pelaksanan DIKLAT serta kompetensi kerja berbahaya, kejadian akibat penyakit tenaga kerja dan keselamatan pengolahan dan/atau pemurnian
k.Penyusunan, penetapan, dan penerapan komunikasi Keselamatan rekaman penyakit akibat kerja .
pengolahan dan/atau pemurnian b. Tinjauan manajemen dipimpin oleh manajemen
e. Evaluasi pengelolaan administrasi keselamatan tertinggi pemegang izin
l. Pengelolaan administrasi Keselamatan pengolahan dan/atau
pemurnian pertambangan c. Dilakukan secara berkala paling kurang 1 (satu) tahun
m.Penyusunan, penerapan dan pendokumentasian partisipasi, f. Audit internal penerapan SMKP Minerba sekali dan hasilnya didokumentasikan.
konsultasi, motivasi dan kesadaran g. Rencana perbaikan dan tindak lanjut

B - 21
D. AUDIT SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN PERTAMBANGAN
(SMKP)

1. Audit Internal
2. Audit Eksternal

Sambungan

Proses Pelaksanaan Audit Insternal dan Eksternal


Menggunakan skema :
1. Permulaan Audit
2. Pelaksanaan Audit
3. Persiapan untuk kegiatan audit lapangan
4. Pelaksanaan kegiatan audit lapangan
5. penyiapan, pengesahan dan penyampaian laporan audit
6. Penyelesaian audit
7. Pelaksanaan tindak lanjut audit

B - 22
KESIMPULAN
Penerapan UU dan Peraturan Keselamatan Pertambangan di Indonesia,
merupakan:
• Taraf hidup bangsa (Masyarakat Pertambangan Indonesia)
• Perlindungan Hak Asasi Manusia ( Kesehatan dan Keselamatan adalah hak
pekerja
• Eksistensi bangsa-bangsa di dunia
• Alat kemandirian bangsa dalam sistem keselamatan pertambangan
• Kepedulian negara (tahapnya masih harus diperiksa oleh negara, Karena
bisnis belum semuanya memaksa
• Aplikatif – elemen dokumentasi sebagai bagian memudahkan dalam
penerapan SMKP
• Berpartisipasi memelihara keutuhan NKRI

TERIMA KASIH
46

B - 23