Anda di halaman 1dari 14

RENCANA KEPERAWATAN JIWA

Nama Klien : Tn. O

NIRM : 04 23 40

Ruangan : Parkit

Perencanaan
No. Diagnosa
Tindakan Rasional
Tgl. Keperawatan Tujuan Kriteria Evaluasi
Keperawatan
23 Gangguan Tujuan Umum:
April perubahan Klien dapat berinteraksi dengan 1. Ekspresi wajah 1. Bina hubungan  Membina
2019 Persepsi keluarga dan temannya. bersahabat, dengan rasa hubungan
Sensori menunjukan rasa saling percaya rasa saling
Halusinasi: Tujuan Khusus: sayang, ada kontak dengan percaya
Pendengaran. TUK 1: mata, mau berjabat menggunakan dengan
Klien dapat membina hubungan tangan, mau komunikasi komunikasi
saling percaya. menyebutkan terapeutik. terapeutik
namanya, mau a. Ucapkan akan
menjawab salam, salam kepada membantu
klien mau duduk klien dengan terjadinya
berhadapan dengan ramah, hubungan
perawat, mau perkenalkan timbal balik
mengutarakan diri dengan antara
masalah yang sopan. perawat dan
dihadapi. b. Tanyakan klien.
nama lengkap  Adanya rasa
dan nama percaya dari
panggilan klien akan
yang mempermud
disenangi ah perawat
klien. untuk
c. Jelaskan interaksi
tujuan dengan
pertemuan klien.
dengan klien.
1. Klien dapat 1. Adakan kontak - Dengan
TUK 2 : menyebutkan isi, sering dan mengenali
Klien dapat mengenal halusinasinya. waktu, frekuensi singkat secara halusinasinya
timbulnya halusinasi bertahap. akan
dan bagaimana 2. Observasi membantu
responnya klien tingkah laku klien untuk
terhadap klien terkait menghindari
halusinasinya. dengan halusinasinya.
halusinasinya. - Membantu
3. Bantu klien perawat untuk
2. Klien dapat untuk mengenal mencarikan
menunjukan perasaan halusinasinya. jalan keluar
terhadap 4. Diskusikan bagi klien saat
halusinasinya. dengan klien mengalami
halusinasinya.
TUK 3 : 1. Klien dapat 1. Diskusikan  Ungkapan
Klien dapat mengontrol menyebutkan dengan klien perasaan
Halusinasinya. tindakan yang apa yang dari klien
biasanya dilakukan dirasakan jika akan
untuk terjadi membantu
mengendalikan halusinasinya klien untuk
halusinasinya. (marah, takut, mengenal
2. Klien dapat sedih, senang), halusinasiny
menyebutkan cara beri klien a, kapan
baru untuk kesempatan timbulnya,
mengontrol untuk isinya
halusinasinya mengungkapkan tentang apa,
3. Klien dapat memilih perasaannya. seberapa
cara mengatasi sering
halusinasinya seperti timbulnya
yang telah halusinasiny
didiskusikan dengan a.
klien.
4. Klien dapat
melaksanakan cara
yang telah dipilih
untuk
mengendalikan
halusinasinya.
5. Klien dapat
mengikuti Terapi
Aktifitas Kelompok
(TAK)

1. Dorong klien untuk


memberitahukan
keluarga ketika
timbul halusinasi.

2. Lakukan kunjungan
rumah; kenalkan
keluarga pada
halusinasi klien.
TUK 4 : 1. Klien dapat 1. Identifikasi  Halusinasi
Klien mendapat dukungan dari menyebutkan manfaat bersama klien yang
keluarga dalam mengontrol obat, dosis dan efek tindakan yang terkontrol
halusinasinya. sampingnya. akan dilakukan akan
2. Klien dapat jika halusinasinya menghindari
mendemontrasikan muncul (tidur, klien dari
penggunaan obat marah, kejadian-
dengan benar. menyibukkan kejadian
3. Klien mendapat diri) yang tidak
informasi tentang 2. Diskusikan diinginkan
manfaat obat dan efek manfaat dan cara seperti
samping obat. yang digunakan mencederai
4. Klien dapat klien, jika diri sendiri,
memahami akibat bermanfaat beri orang lain
berhentinya minum pujian. dan
obat tanpa konsultasi 3. Diskusikan cara lingkungan,
terlebih dahulu. baru untuk kerusakan
5. Klien dapat memutuskan/ interaksi
menyebutkan prinsip mengontrol sosial, dan
5 benar penggunaan timbulnya defisit
obat. halusinasi. perawatan
4. Bantu klien diri.
memilih dengan
melatih cara
memutuskan
halusinasi secara
bertahap.

5. Beri kesempatan
untuk klien
melakukan cara
yang telah
dilatihkan.
Evaluasi hasil
dan beri pujian
jika berhasil.

6. Anjurkan klien
untuk mengikuti
Terapi Aktifitas
Kelompok
(TAK).
TUK 5 : 1. Anjurkan klien  Dukungan
Klien dapat menggunakan obat untuk untuk keluarga
mengendalikan halusinasinya. memberitahuka merupakan
n kepada salah satu
keluarga cara yang
mengenai diharapkan
halusinasinya, bagi
agar keluarga kesembuhan
dapat membantu klien.
klien sadar
terhadap  Kunjungan
halusinasinya. yang
dilakukan
2. Bantu dalam merupakan
memutuskan pelayanan
tindakan kesehatan
mengontrol pada klien
halusinasi klien, yang
ajarkan cara memerlukan
merawat klien pengawasan
dirumah, dari tenaga
informasikan medis.
cara
memodifikasi
lingkungan agar
mendukung
realitas dan
dorong keluarga
memanfaatkan
fasilitas
kesehatan dalam
mengontrol
halusinasi klien.

1. Diskusikan  Pemanfaata
dengan klien n obat
tentang dosis, dengan baik
frekuensi dan oleh klien
manfaat obat. akan
2. Anjurkan klien membantu
minta sendiri proses
obat kepada kesembuhan
perawat dan klien.
merasakan
manfaatnya.
3. Anjurkan klien
untuk bicara
kepada dokter
tentang manfaat
obat dan efek
samping obat
yang dirasakan.

4. Diskusikan
akibat yang
dapat terjadi
bila berhenti
minum obat
tanpa
konsultasi.
5. Bantu klien
menggunakan
obat dengan
prinsip 5 benar.

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI


Nama : Tn. O
Nirm : 04 23 40
Ruangan : Parkit
Tanggal Dx Kep Implementasi Evaluasi T.T
23 April 2019 Perubahan SP I
08.00 wib Sensori 1. Membina hubungan saling percaya S: klien mengatakan
Persepsi: a. Menyapa klien dengan ramah baik verbal namanya “Tn. O” senang
Halusinasi maupun nonverbal dipanggil O
Pendengaran b. Memperkenalkan diri dengan sopan O:
c. Menanyakan nama lengkap klien dan nama  Klien tertawa sendiri
panggilan yang disukai  Klien mampu
d. Menunjukkan sikap empati dan menerima memperkenalkan namanya
klien apa adanya  Kontak mata kurang
e. Member perhatian kepada klien  Klien banyak ditanyakan
baru berespon
A: Masalah belum teratasi
P: BHSP modifikasi

23 April 2019 Perubahan SP I S:


08.00 wib Sensori 1. Membina hubungan saling percaya  klien mengatakan
Persepsi: a. Menyapa klien dengan ramah baik verbal halusinasi adalah suara
Halusinasi maupun nonverbal  klien mengatakan waktu
Pendengaran b. Memperkenalkan diri dengan sopan malam hari ketika sedang
c. Menanyakan nama lengkap klien dan tidur
nama panggilan yang disukai O:
d. Menunjukkan sikap empati dan menerima  Klien sering melamun
klien apa adanya ketika berbicara
e. Member perhatian kepada klien  Berbicara sendiri
2. Klien dapat mengenal halusinasinya  Kontak mata kurang
a. Mengadakan kontak sering dan singkat A: SP 1 teratasi
secara bertahap P: lanjut SP 2
b. Mengobservasi tingkah laku klien yang
terkait dengan halusinasinya
c. Membantu klien mengenal halusinasinya
d. Mendiskusikan dengan klien tentang
waktu, tempat, jenis dan respon dari
halusinasi

23 April 2019 Perubahan SP I S: Klien mengatakan pergi-


08.00 wib Sensori 1. Membina hubungan saling percaya pergi itu suara palsu
Persepsi: a. Menyapa klien dengan ramah baik verbal O:
Halusinasi maupun nonverbal  Klien mau diajar cara
Pendengaran b. Memperkenalkan diri dengan sopan menghardik
c. Menanyakan nama lengkap klien dan  Klien berbicara pelan dan
nama panggilan yang disukai lambat
d. Menunjukkan sikap empati dan menerima  Kontak mata kurang
klien apa adanya A: SP 2 Belum teratasi
e. Memberi perhatian kepada klien P: modifikasi SP 2
2. Klien dapat mengontrol halusinasinya
a. Mengidentifikasi bersama tindakan yang
dilakukan jika terjadinya halusinasi
b. Mendiskusikan manfaat dan cara yang
digunakan klien
c. Mendiskusikan dengan klien cara
mengontrol halusinasinya
d. Member contoh cara menghardik
halusinasi
e. Meminta klien mengulangi contoh yang
diberikan
f. Member pujian atas keberhasilan klien
e. Mengisi jadwal latihan klien untuk
menyunsun jadwal kegiatan
23 April 2019 Perubahan SP II S:
08.00 wib Sensori 1. Klien dapat mendemonstrasikan cara  klien mengatakan namanya
Persepsi: bercakap-cakap dengan orang lain “Tn. O” senang dipanggil
Halusinasi a. Memberi contoh bercakap-cakap dengan O
Pendengaran orang lain  klien kenal teman
b. Meminta klien mengikuti contoh sekamarnya
percakapan dan mengulanginya O:
c. Member pujian atas keberhasilan klien  Klien ingin diajak
d. Susun jadwal klien untuk melatih diri berkenalan dengan perawat
mengisi kegiatan dengan bercakap-cakap lainnya
dan mengisi jadwal kegiatan  Klien mampu berinteraksi
e. Menanyakan perasaan klien setelah dengan orang lain
bercakap-cakap A: Masalah teratasi sebagian,
SP II teratasi .
P: Lanjut SP III

23 April 2019 Perubahan SP III S:


08.00 wib Sensori 1. Klien mampu melaksanakan aktivitas sehari-  klien mengatakan sering
Persepsi: hari mengikuti senam sekarang
Halusinasi a. Mendiskusikan tentang kegiatan sehari- karena mau pulang
Pendengaran hari yang dapat dilakukan dirumah dan  klien mangatakan tidak
dirumah sakit pernah mengikuti TAK
b. Melatih klien untuk melakukan nkegiatan O:
yang disepakati dan dimasukkan dalam  Klien tampak ikut senam
jadwal kegiatan  Klien tampak berlari kecil
c. Menanyakan kepada klien bagaimana  A: Masalah teratasi
perasaan setelah melakukan kegiatan sebagian, SP III teratasi .
harian apakah halusinasinya berkurang P: Lanjut SP IV dan SP III
d. Menganjurkan klien untuk mengikuti modifikasi
TAK, orientasi realita, stimulo persepsi
23 April 2019 Perubahan SP IV
08.00 wib Sensori 1. Klien mampu mematuhi minum obat agar S:
Persepsi: mencegah halusinasi  klien mengatakan setelah
Halusinasi a. Klien mampu menyebutkan dosis, jenis, minum obat pagi, siang
Pendengaran waktu serta manfaat dari obat sore
b. Klien mendemonstrasikan kepatuhan O:
minum obat sesuai jadwal yang ditetapkan  Chlorampamazine 1x100
c. Klien mengevaluasi kemampuannya dalam mg
mematuhi minum obat  Tripulopamazine 2X5 mg
A: Masalah teratasi
P: Lanjut intervensi