Anda di halaman 1dari 18

TUGAS

ANALISIS KELAYAKAN KUALITAS LINGKUNGAN

NAMA ANGGOTA 9:

1. HANA SETIOWATI
2. JULIANA P. DEDA
3. PASKALINA FOFID

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS CENDERAWASIH

2018
KATA PENGATAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, atas kasih dan rahmat-Nya
kami dapat menyelesaikan tugas mata kuliah “Analisis Kualitas Lingkungan” di lingkungan
kampus Fakultas Kesehatan Masyarakat. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada pihak-
pihak yang telah memberikan ijin kepada kami untuk melakukan pengamatan.

Semoga laporan pengamatan ini dapat memberikan informasi kepada kita semua yang
berada di kampus Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Jayapura,16 Maret 2018

Penyusun
DAFTAR ISI

Kata Pengantar......................................................................................................................

Daftar Isi................................................................................................................................

Bab I

Latar Belakang ......................................................................................................................

Bab II

Pembahasan............................................................................................................................

Bab III

Penutup :

Kesimpulan ...................................................................................................................

Saran ..............................................................................................................................
BAB I

LATAR BELAKANG

Sebagai negara berkembang, Indonesia terus membangun kualitas bangsa mulai dari
bidang pendidikan, perekonomian, keamanan serta lingkungan. Indonesia sendiri telah
mencanangkan Indonesia Sehat sejak 26 Oktober 1998 dan kini merupakan prioritas dalam
pembangunan Indonesia 2010. Hal tersebut dapat dipahami mengingat pertumbuhan penduduk
yang meningkat tajam tanpa diiringi perbaikan lingkungan. Program Indonesia sehat
dilaksanakan sebagai upaya peningkatan kualitas lingkungan fisik, sosial dan budaya secara
optimal sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas dan perekonomian wilayah. Kota
Sehat merupakan gerakan untuk mendorong inisiatif masyarakat (capacity building) menuju
hidup sehat.

Lingkungan yang sehat juga penting untuk tempat-tempat pendidikan seperti kampus.
Terciptanya lingkungan sehat di area kampus akan memberikan suasana nyaman dan
pembelajaran menjadi optimal bagi para mahasiswa. Dalam jangka panjang, lingkungan yang
sehat akan menghasilkan kinerja para staf meningkat dan prestasi mahasiswa juga demikian.

Demi berlangsungnya program lingkungan sehat di kampus ini perlu adanya sinergi
antara pimpinan kampus dan mahasiswa. Adanya gerakan sadar lingkungan harus dimulai dari
masing-masing mahasiswa. Kesadaran akan berperilaku sehat akan berdampak dalam
perwujudan program ini. Sehat yang dimaksudkan disini adalah sehat rohani, sehat jasmani,
sehat intelektual, sehat lingkungan, dan sehat sosial.

Mahasiswa sebagai seorang yang berintelektual harus bisa menjadi contoh dan panutan
dalam mendukung Indonesia Sehat. Penerapan kampus sehat selama ini belum maksimal
dikarenakan kurangnya kesadaran dan kepedulian akan lingkungan sehat sehingga perilaku
mahasiswa masih pasif terhadap gerakan lingkungan sehat.

Dilatarbelakangi oleh beberapa faktor tersebut, maka disusunlah makalah ini dengan
tujuan untuk mengetahui lebih jauh pemahaman mahasiswa terhadap lingkungan sehat guna
mewujudkan kampus yang sehat. Diharapkan makalah ini dapat membangun kesadaran civitas
akademika, khususnya para mahasiswa terhadap perannya dalam menyukseskan program
lingkungan sehat di kampus.
BAB II

PEMBAHASAN

Berdasarkan UUPL No. 23 tahun 1997 lingkungan hidup didefinisikan sebagai kesatuan
ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup termasuk didalamnya manusia
dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia
serta mahluk hidup lainnya. Lingkungan sehat menurut WHO (World Health Organization)
adalah “Keadaan yang meliputi kesehatan fisik, mental, dan sosial yang tidak hanya berarti suatu
keadaan yang bebas dari penyakit dan kecacatan.”. Sedangkan pada Kamus Besar Bahasa
Indonesia, lingkungan adalah keadaan atau kondisi sekitar yang mempengaruhi perkembangan
dan tingkah laku organisme. Jadi bisa disimpulkan bahwa lingkungan adalah segala sesuatu di
sekitar yang memiliki hubungan timbal balik dengan kehidupan manusia. Lingkungan sehat
adalah lingkungan yang mendukung aktifitas manusia dan memiliki hubungan timbal balik yang
positif. Lingkungan yang sehat akan memberikan dampak positif terhadap warga kampus,
termasuk didalamnya para mahasiswa. Lingkungan sehat akan menimbulkan suasana nyaman
dan kondusif untuk pembelajaran. Kondisi tersebut akan meningkatkan prestasi serta
pengembangan potensi para mahasiswa.
PARAMETER KESEHATAN LINGKUNGAN

NO PARAMETER BOBOT SKOR SKOR NILAI NILAI


MINIMUM MAKSIMUM MINIMUM MAKSIMUM
1 EQUITY 3 1 5 3 15
2 ENJOYMENT 2 1 5 2 10
3 ESTHETIC 4 1 5 4 20
4 ENFORCEMENT 3 1 5 3 15
5 ENVIRONMENT 5 1 5 5 25
6 ENERGY 3 1 5 3 15
7 EMPLOYMENT 2 1 5 2 10
8 ETHIC 2 1 5 2 10
DEVELOPMENT
9 ENGANGEMENT 2 1 5 2 10
( PARTIPATIF )

TOTAL SKOR 26 130

N0 SUBJEK PENGAMATAN
GEDUNG LAMA
1 Kelas
2 Ruang Dosen
3 Toilet
4 Taman
5 Parkiran
6 Lab Gizi
7 Aula
8 Ruang Organisasi
9 Ruang Musik
10 Kanten

GEDUNG BARU
1 Kelas
2 Ruang Akademik
3 Ruang Tata Usaha
4 Toilet
5 Perpustakaan
6 Ruang Dekan
7 Lab. Komputer
8 Ruang Peminatan S2
9 Parkiran
10 Taman
NO PARAMETER NILAI JUMLAH RATA-
RATA
1 EQUITY 2+1+1+2+3+1+1+1+2+3+1+3+4+2+4+3 34 2,125 (2)
2 ENJOYMENT 4+4+4+1+2+3+2+1+1+4+1+3+3+4+2+2+4+1+4+3 53 2,65 (3)
3 ESTHETIC 3+3+3+1+1+2+2+2+1+3+1+3+3+4+2+2+3+2+3+4 48 2,4 (2)
4 ENFORCEMENT 2+1+4+3+1+2+2+2+2+3+1+3+3+4+1+3+4+2+4+2 49 2,45 (2)
5 ENVIRONMENT 2+4+3+1+1+1+3+1+4+3+1+3+1+4+2+2+1+1+2+3 43 2,15 (2)
6 ENERGY 4+2+4+2+2+4+4+2+2+4+2+4+2+2+4+4+4+3+4+4 63 3,15 (3)
7 EMPLOYMENT 5+4+1+4+4+1+1+1+3+1+4+5+3+1+4+4 46 2,875 (3)
8 ETHIC 2+2+3+3+3+2+3+3+3+4+1+3+3+4+3+3+3+3+3+3 57 2,85 (3)
9 ENGANGEMENT 2+3+4+2+3+3+2+4+3+4+2+3+3+2+2+3+3+2+3+4 57 2,85 (3)

PENILAIAN KUALITAS LINGKUNGAN

NO Parameter Bobot Skor Nilai (bobot x


skor)

1 Equity 3 2 6
2 Enjoyment 2 3 6
3 Esthetic 4 2 8
4 Enforcement 3 2 6
5 Environment 5 2 10
6 Energy 3 3 9
7 Employment 2 3 6
8 Ethic Development 2 3 6
9 Engangement ( Pertipatif) 2 3 6

Total Skor 23 63
EQUITY ( Keadilan )

Dari hasil pengamatan diperoleh skor 2 yang artinya pengaturan tidak dipedomani.Adanya
ketimpangan karena dari pihak kampus tidak menyediakan fasilitas secara merata, sehingga ada
yang medapatkan pelayanan yang lebih dan ada yang mendapatkan pelayanan yang lemah.

ENJOYMENT ( Kenyamanan )
Dari hasil pengamatan diperoleh skor 3 yang artinya lingkungan kampus memasuki kategori
kawasan nyaman namun masih ditemukan beberapa tempat yang membuat kenyaman penghuni
terganggu.

ESTHETIC ( Keindahan )
Dari survey yang dilakukan, kami memperoleh skor 2 yang artinya kurang indah. Seperti gambar
diatas, dapat dilihat bahwa terdapat sampah ditaman yang seharusnya taman itu menjadi tempat
yang indah dan nyaman untuk digunakan pada waktu bersantai.

ENFORCEMENT ( Penegakan Hukum )


Dari survey yang dilakukan, kita memperoleh skor 2 yang artinya dipatuhi kalo ada gerakan.
Seperti pada gambar diatas, parkiran khusus kendaraan roda empat (Mobil) digunakan untuk
parkiran motor dan kawasan taman digunakan untuk memarkir kendaraan roda empat.

ENVIRONMENT
Dari hasil observasi penilaian parameter kesehatan lingkungan, kita memperoleh skor 2 yang
artinya pencemaran sedang dan kerapatan vegetasi rendah. Seperti yang tampak pada gambar di
tempat parkiran gedung baru masih kurang ditanami tumbuhan hijau karena sebagian besar lahan
dialokasikan untuk tempat parkir kendaraan.

ENERGY
Dari hasil observasi, skor yang didapatkan adalah 3 yang artinya pemanfaatan energi tidak
terpola. Seperti pada beberapa ruangan ( toilet dan ruang musik ) yang masih belum ada
penerangan yang baik dan belum terpola dengan baik.

EMPLOYMENT
Skor yang diperoleh adalah 3 yang artinya proporsi bagi seluruh element tidak terkontrol.
Disetiap ruangan yang ada memiliki fasilitas dan kapasitas yang berbeda seperti ruang kelas,
ruang dosen dan ruang dekan.

ETHIC DEVELOPMENT
Skor yang diperolah dari penilaian adalah 3 yang artinya sesuai antara fungsi dan peruntukan.
Seperti pada gambar ruangan Lab. Komputer tidak digunakan walaupun etika membangun
ruangan tersebut sudah sesuai. Sedangkan pada ruangan musik digunakan sesuai dengan
fungsinya namun etika membangunnya kurang diperhatikan apalagi jika kita melihat fasilitas
yang sudah tidak terawat lagi dan masih ada ruangan lain yang belum digunakan dengan baik
sesuai fungsinya.

ENGANGEMENT
Dari perolehan rata-rata perhitungan parameter kesehatan lingkungan, kita memperoleh skor 3
yang berarti pragmatisme. Seperti contoh gambar yang kita ambil dari ruangan perpustakaan,
setiap mahasiswa/i yang datang atau mengunjungi perpustakaan memiliki partisipasi namun
tindakan yang mereka lakukan tidak sesuai dengan aturan yang ada di perpustakaan karena
beberapa didapati membuang sampah sembarangan atau meninggalkannya di meja begitu saja
dan setelah membaca tidak meletakan atau mengatur buku sesuai tempat yang seharusnya serta
mereka berbicara dengan suara yang tidak terkontrol sehingga mengganggu pengunjung yang
lain. Tindakan seperti ini masuk dalam kriteria pragmatisme karena setiap pengunjung yang
berpartisipasi menganggap bahwa tindakan yang mereka lakukan benar tetapi pada kenyataannya
salah.
BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

FKM saat ini

(Nilai 63)

Hasil total skor yang diperoleh dari pengamatan analisis lingkungan yang sudah dilakukan
adalah 63 yang menandakan bahwa kawasan kampus Fakultas Kesehatan Masyarakat masuk
dalam kategori Ecopolis Humanis.

Saran

Bagi seluruh penghuni kampus Fakultas Kesehatan Masyarakat diharapkan lebih meningkatkan
kesadaran akan kesehatan lingkungan khususnya dalam kesadaran membuang sampah, menjaga
kebersihan dan kerapian ruangan serta menjaga keindahan taman dan seluruh halaman kampus
FKM, supaya kawasan kampus lebih meningkat lagi sehingga mencapai sangat ecopolis humanis
agar setiap penghuni dapat merasakan keamanan dan kenyamanan berada di wilayah kampus dan
merasakan hidup sehat dari lingkungan yang sehat dan bersih.