Anda di halaman 1dari 7

PERANCANGAN STADION OLAHRAGA ATLETIK

DAN SEPAKBOLA MENDOYO

PROPOSAL SEMINAR
Diajukan sebagai salah satu prasyarat dalam Penyusunan Tugas Akhir
pada Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana

Disusun Oleh :
PUTU GENTA ANANDA ESTE BAGUS
NIM : 1605521033

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA

16 | P R O P O S A L S E M I N A R T U G A S A K H I R
KATA PENGANTAR

Om Swastyastu,

Puji syukur penulis sembahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan penyusunan proposal Seminar Tugas Akhir
dengan judul “Perancangan Stadion Olahraga Atletik Dan Sepakbola Mendoyo”.
Penyusunan proposal Seminar Tugas Akhir ini merupakan kegiatan yang
dilakukan sebagai salah satu syarat utama dari penyusunan Seminar Tugas Akhir pada
Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana. Proposal ini
kemudian dilanjutkan menjadi salah satu bahan pertimbangan pihak – pihak yang
terkait untuk penyusunan laporan Seminar Tugas Akhir kedepannya.
Penulis menyadari bahwa proposal yang telah disusun masih jauh dari kata
sempurna, baik dar segi penulisan dan tata bahasa. Oleh karena itu, penulis
mengharapkan saran dan kritik yang positif dan konstruktif dari pembaca, sehingga
kelak bisa memberikan dampak yang baik bagi laporan yang disusun yang tentu akan
bermanfaat kepada pembaca. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih.

Om Santih, Santih, Santih, Om

Denpasar, 26 September, 2019


Penyusun,

Putu Genta Ananda Este Bagus


NIM : 1605521033

17 | P R O P O S A L S E M I N A R T U G A S A K H I R
PROPOSAL SEMINAR
PERANCANGAN STADION OLAHRAGA ATLETIK DAN
SEPAKBOLA MENDOYO

I. JUDUL
Perancangan Stadion Olahraga Atletik Dan Sepakbola Mendoyo
II. LATAR BELAKANG
Olahraga merupakan salah satu kegiatan yang diperlukan oleh manusia
untuk menjaga kesehatan selain juga untuk bersenang – senang. Terdapat
banyak kategori olahraga yang ada dan bisa dipraktekkan oleh suatu individu.
Dan semuanya bisa dinikmati sesuai dengan selera masing – masing individu.
Dari sekian kategori olahraga favorit yang diminati oleh masyarakat,
sebagian besar akan memilihi atletik pada cabang lari dan juga sepakbola
sebagai olahraga favorit. Sebagai olahraga favorit tentu saja kegiatan
masyarakat ini perlu diwadahi dalam suatu wadah gelanggang olahraga atau
stadion olahraga.
Di daerah mendoyo yang masih cenderung lingkungan pedesaan
memiliki gelanggang olahraga (GOR) Taruna Jaya yang memuat hanya
olahraga Bulu Tangkis dan Bola Voli, tetapi pada saat ini kondisinya cukup
memprihatinkan dan tidak terawat. Memang terdapat berbagai lapangan umum
yang sering dimanfaatkan masyarakat, tetapi kondisinya juga dalam keadaan
serupa sehingga diperlukan sebuah wadah yang akan digunakan oleh
masyarakat khusus untuk olahraga Atletik dan Sepak Bola di daerah ini. Pada
Kabupaten Jembrana sendiri memiliki satu stadion, yaitu Stadion Pecangakan
yang kondisinya kurang terawat yang juga menjadi sarana olahraga Atletik dan
Sepak Bola selain itu jaraknya cukup jauh bagi masyarakat daerah ini.
Oleh karena pertimbangan tersebut, maka penulis mengangkat judul
“Perancangan Stadion Olahraga Atletik Dan Sepakbola Mendoyo” yang
akan bisa mewadahi kegiatan masyarakat setempat untuk berolahraga
khususnya pada bidang atletik dan juga sepakbola. Selain itu stadion ini juga

18 | P R O P O S A L S E M I N A R T U G A S A K H I R
dapat menjadi wadah ketika ada acara perlombaan dengan bidang olahraga
terkait.

III.RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang yang dijelaskan di atas sebelumnya, bebrapa
masalah yang didapat dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Bagaimana cara Stadion Olahraga yang baik sehingga dapat
melayani keperluan atlet atau individu yang berolahraga / berlatih
serta nyaman bagi pengunjung ketika terdapat perlombaan.
2. Apa saja sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mendukung
berjalannya kegiatan olahraga, serta keperluan pengunjung yang
menonton perlombaan, sehingga bisa memberikan pengalaman
yang memuaskan.
3. Siapa dan apa saja yang menjadi sasaran dari perancangan Stadion
Olahraga Atletik dan Sepakbola Mendoyo
4. Apa saja tema dan konsep yang sesuai untuk diterapkan kepada unit
Stadion ini sehingga bisa terlihat akrab di kalangan pengunjung

IV. TUJUAN
a. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan yang akan dilakukan akan ditujukan sebagai
landasan konsep sebuah bangunan dengan fungsi utama yang dituju sebagai
Stadion Olahraga Atletik dan Sepakbola yang akan mewadahi pengunjung
berupa atlet olahraga dan penonton perlombaan, ataupun masyarakat umum
yang ingin berolahraga disini.

b. Tujuan Perencanaan
Tujuan dari perencanaan ini ditujukan untuk menyusun dan
mewujudkan sebuah rancangan bangunan dengan fungsi sebagai unit Stadion
Atletik dan Sepakbola. Rancangan bangunan yang dibuat diharapkan

19 | P R O P O S A L S E M I N A R T U G A S A K H I R
memenuhi ekspektasi dari segi kelayakan, daya tampung, serta fasilitas yang
akan dimuat di dalamnya yang akan mengembangkan minat olahraga bagi
masyarakat daerah ini .

V. PEMAHAHAMAN PROYEK
Proyek ini merupakan suatu bangunan yang merupakan Stadion
Olahraga yang akan menjadi wadah kegiatan olahraga atletik dan sepak bola
yang berada di Kabupaten Jembrana, tepatnya pada Kecamatan Mendoyo
dimana memiliki rencana kapasitas pengunjung maksimum sebanyak 3500 -
5000 orang secara sekaligus.
Proyek ini akan dijadikan sebagai stadion olahraga yang juga akan
mewadahi kegiatan dari pengunjung yang akan menonton pertandingan
olahraga.

VI. METODE PENELITIAN


Metode yang akan digunakan dalam pengumpulan informasi yang
diperlukan untuk menyelesaikan masalah yang akan dihadapi dari proses
perancangan Stadion Olahraga Atletik dan Sepakbola Mendoyo adalah:
a. Data Primer
Data primer merupakan suatu data yang diperoleh secara langsung dari
sumber – sumber terkait. Data primer akan dicari melalui proses seperti berikut:
1) Observasi
Observasi merupakan teknik pengumpulan data oleh penulis dengan
cara mengamati, dan mencatat langsung data yang ada di lapangan. Topik
yang akan dicari datanya dalam perancangan ini adalah objek sarana
olahraga yang berada di daerah setempat serta kondisinya serta tapak yang
akan direncanakan. Selain itu mengobservasi objek sejenis seperti Stadion
Pecangankan Jembrana.
2) Wawancara dan Diskusi

20 | P R O P O S A L S E M I N A R T U G A S A K H I R
Wawancara merupakan metode pengumpulan data dengan
menanyakan dan mendiskusikan suatu hal dari narasumber terkait yang bisa
menjadi masukan dalam proses perancangan kedepannya.
b. Data Sekunder
Data sekunder adalah data – data yang didapat oleh penulis secara tidak
langsung melalui jurnal – jurnal penelitian atau dokumentasi perancangan objek
sejenis yang telah dilakukan sebelumnya sehingga tidak berhubungan langsung
dengan narasumber. Data tersebut diperoleh dengan cara sebagai berikut:
1) Studi Literatur / Pustaka
Metode ini merupakan cara pengumpulan data dengan mencari informasi
berupa teori – teori terkait dari sumber bacaan. Data ini dapat diperoleh dari
media cetak, buku, ataupun media informasi digital dari internet.

21 | P R O P O S A L S E M I N A R T U G A S A K H I R
DAFTAR PUSTAKA
MetroBali. GOR di SMKN 3 Negara Terbengkalai [Internet]. 12 Maret 2019,
14.06 WITA [dikutip 26 September, 2019 ]. Tersedia dari:
https://www.nusabali.com/berita/48512/gor-di-smkn-3-negara-terbengkalai

22 | P R O P O S A L S E M I N A R T U G A S A K H I R