Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH KEPEMIMPINAN

KONSEP DAN STRUKTUR KEPEMIMPINAN DALAM


ORGANISASI

OLEH :

KELOMPOK IX

INDAH SRI RAMADHANI SITOMPUL (4191121010)

MITA SURYANI DAULAY (4193121045)

NURJANA (4191121002)

RINA ERIANI (4193121010)

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya
kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah yang berjudul “Konsep
Dan Struktur Kepemimpinan Dalam Organisasi” ini membahas mengenai pengertian
bentuk kepemimpinan dalam organisasi.

Dalam penulisan makalah ini kami banyak mendapat bantuan dari berbagai
referensi buku dan website. Oleh karena itu, kami ingin mengucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang turut memudahkan penulisan makalah ini.

Kami sadar bahwa dalam makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, Hal itu di
karenakan keterbatasan kemampuan dan pengetahuan kami dan kesempurnaan hanya
milik Allah SWT. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun dari para pembaca. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi
kita.

Akhir kata, kami memohon maaf apabila dalam penulisan makalah ini terdapat banyak
kesalahan.

Medan, 12 September 2019

Kelompok IX
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ..................................................................................................................... 1

DAFTAR ISI ..................................................................................................................................... 2

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................... 3

1.1 Latar Belakang .................................................................................................................. 3

1.2 Rumusan Masalah .......................................................................................................... 3

1.3 Tujuan ................................................................................................................................. 4

BAB II PEMBAHASAN ................................................................................................................ 4

2.1 Pengertian Kepemimpinan............................................................................................ 4

2.2 Kepemimpinan Organisasi ............................................................................................ 5

2.3 Konsep Kepemimpinan Dalam Organisasi.............................................................. 5

2.4 Struktur Kepemimpinan Dalam Organisasi............................................................. 6

2.5 Tanda-Tanda Kepemimpinan Yang Efektif ................................................................. 7

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan ............................................................................................................................ 9

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................................... 9


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sebuah Konsep Kepemimpinan adalah salah satu hal penting untuk dipelajari dalam
materi kepemimpinan. Dalam mempelajari konsep kepemimpinan kita akan mempelajari dan
mengerti serta memahami sebuah arti atau definisi kepemimpinan dalam konteks organisasi.
Selain itu kita juga akan mengetahui, memahami, dan mengerti tentang strukturdari
kepemimpinan itu sendiri. Dan yang terakhir mempelajari dan mengetahui tentang bagaimana
membangun visi dan intuisi seorang pemimpin. Jadi kita mengetahui bagaimana cara
membangun itu semua. Jadi sangat penting dan berguna kita mempelajari, mengerti dan
memahami konsep kepemimpinan itu sendiri yang meliputi membahas definisi
kepemimpinan dan pemimpin dalam konteks organisasi.

Struktur organisasi selalu menjadi faktor penting yang memengaruhi perilaku


individu-individu dan kelompok-kelompok yang ada di dalam organisasi aturan-aturan baru
mengenai manajemen dalam lingkungan bisnis global saat ini membuat pertimbangan-
pertimbangan struktur menjadi lebih kritis.

Dalam setiap organisasi harus memiliki pemimpin agar berjalan dengan baik. Tanpa
adanya pemimpin tentu sangat sulit dan tidak mudah dalam menjalankan semua elemen dan
komponen yang ada dalam organisasi tersebut. Seorang pemimpin tidak begitu saja dipiliih
dan ditentukan. Ada kriteria-kriteria tertentu yang harus dimiliki olehnya. Segenap
kemampuan dalam berpikir dan berbuat menjadi pertimbangan yang sangat urgen
diperhatikan. Beragam kepemimpinan yang dibuat oleh setiap pemimpin di dunia ini. Cara
dan pandangan mengenai suatu permasalahan menjadi daya dari kepemimpinan seseorang.
Maka tidak bisa dielakkan lagi kalau menjadi seorang pemimpin memiliki tanggung jawab
dan peran yang sangat berat. Tetapi itu semua bisa diatasi bila ia memiliki cara dan strategi
yang baik dan sesuai dengan kondisinya.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian kepemimpinan?
2. Apa itu kepemimpinan organisasi?
3. Apa saja konsep kepemimpinan dalam organisasi?
4. Apa saja struktur kepemimpinan dalam organisasi?
5. Bagaimana tanda-tanda kepemimpinan yang efektif?
1.3 Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui secara jelas tentang kepemimpinan mulai dari pengertian, konsep,
struktur, fungsi, syarat, dan kepemimpinan yang efektif.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kepemimpinan


Pemimpin adalah orang yang tugasnya memimpin, sedang kepemimpinan adalah
bakat dan atau sifat yang harus dimiliki seorang pemimpin. Maka kepemimpinan adalah
kekuasaan untuk memengaruhi seseorang, baik dalam mengerjakan sesuatu atau tidak
mengerjakan sesuatu.

Menurut beberapa ahli:

a. Miftah Thoha, menjelaskan kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi


perilaku orang lain, atau seni mempengaruhi perilaku manusia, baik perseorangan maupun
kelompok.

b. Hadari, memandang kepemimpinan dari dua konteks, struktural dan nonstruktural.


Dalam konteks struktural kepemimpinan diartika sebagai proses pemberian motivasi agar
orang-orang yang dipimpin melakukan kegiatan dan pekerjaan sesuai dengan program yang
telah ditetapkan. Adapun dalam konteks nonstruktural kepemimpinan dapat diartikan sebgai
proses memengaruhi pikiran, perasaan, tingkah laku, dan mengerahkan semua fasilitas untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.

c. Tanembaum dan Massarik menyatakan bahwa kepemimpinan adalah suatu proses atau
fungsi sebagai suatu peran yang memerintah.[1]

d. Harold Kontz menyatakan bahwa kepemimpinan adalah pengaruh, seni atau proses
memengaruhi orang sehingga mereka akan berusaha mencapai tujuan kelompok dengan
kemauan dan antusias.

Maka dari beberapa defenisi yang disampaikan diatas dapat kita pahami bahwa
kepemimpian merupakan usaha untuk memengaruhi orang dengan memberikan motivasi dan
arahan agar bekerja sama dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.
2.2 Kepemimpinan Organisasi
Kepemimpinan dapat diartikan sebagai proses mempengaruhi dan mengarahkan para
pegawai dalam melakukan pekerjaan yang telah ditugaskan kepada mereka.

Pemimpin adalah orang yang mampu menggerakkan pengikut. Artinya, pemimpin


tidak berdiri dan bekerja sendiri, tetapi membutuhkan hal-hal lain yang masuk dalam
komponen kepemimpinan:

1. Pemimpin, yaitu orang yang mampu menggerakkan pengikut untuk mencapai tujuan
organisasi.
2. Kemampuan menggerakkan, yaitu bagaimana pemimpin menggerakkan pengikutnya
untuk mencapai tujuan organisas.i
3. Pengikut, yaitu orang yang berada dibawah otoritas seorang pemimpin.
4. Tujuan yang baik, yaitu apa yang ingin dicapai oleh organisasi tersebut.

Organisasi, yaitu wadah atau tempat kepemimpinan berada.

2.3 Konsep Kepemimpinan Dalam Organisasi


Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang berarti alat.
Sementara Pengorganisasian berasal dari istilah organism yang merupakan sebuah entitas
dengan bagian-bagian yang terintegrasi , saling berkaitan secara utuh. Pada prinsipnya setiap
organisasi harus memiliki tiga unsur dasar, yaitu orang-orang (sekumpulan orang),
kerjasama, tujuan yang ingin dicapai.

Proses pengorganisasian mencakup kegiatan-kegiatan berikut:

1. Pembagian kerja yang harus dilakukan dan menugaskannya pada individu tertentu,
kelompok-kelompok dan departemen.
2. Pembagian aktivitas menurut level kekuasaan dan tanggungjawab.
3. Pembagian/pengelompokkan tugas menurut tipe dan jenis berbeda-beda.
4. Penggunaan mekanisme koordinasi kegiatan individu dan kelompok.
5. Pengaturan hubungan kerja antara anggota organisasi.

Konsep dasar kepemimpinan :

1. Kepemimpinan merupakan suatu aktivitas.


2. Terdapat Kepemimpinan mengandung konsep pengaruh dimana pengikutnya
mentaati,mengikuti atau melaksanakan apa yang dikehendaki pemimpinnya.
3. Terdapat
4. Terdapat dua pelaku, yaitu pemimpin dan pengikut di pihak lain.
5. Dalam fungsi kepemimpinan selalu berada dalam variabel situasional.

2.4 Struktur Kepemimpinan Dalam Organisasi


Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi
yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional
untuk mencapai tujuan. Struktur Organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan
kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan
fungsi dibatasi. Dalam struktur organisasi yang baik harus menjelaskan hubungan wewenang
siapa melapor kepada siapa.

Struktur organisasi merupakan alat untuk membantu manajemen dalam mencapai


tujuannya. Struktur organisasi dapat memiliki pengaruh yang besar pada anggotanya.
Pengaruh struktur organisasi terhadap kepuasan dan kinerja karyawan mengarah pada suatu
kesimpulan yang sangat jelas. Struktur organisasi menjelaskan bagaimana tugas kerja akan
dibagi, dikelompokkan dan dikoordinasikan secara formal.

A. Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Organisasi

Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi struktur organisasi. Ernie (2006), menyatakan


ada 4 (empat) faktor yang mempengaruhi struktur organisasi antara lain:

· 1. Strategi Organisasi

Strategi organisasi dibuat sebagai upaya pencapaian tujuan organisasi. Oleh karena
itu, jika struktur organisasi dibentuk sebagai jalan untuk pencapaian tujuan maka struktur
organisasi pun selayaknya sejalan dengan strategi organisasi. Maka, jika terjadi perubahan
pada strategi organisasi akan berdampak pula pada perubahan struktur organisasi.

· 2. Skala Organisasi

Organisasi dapat dibedakan skalanya menurut berbagai faktor diantaranya adalah dari
jumlah penjualan, pangsa pasar hingga jumlah tenaga kerja. Organisasi yang berskala besar
artinya organisasi tersebut barangkali memiliki berbagai cabang diberbagai daerah
dikarenakan pangsa pasarnya yang luas, dengan demikian memiliki tenaga kerja yang juga
tidak sedikit. Tapi walaupun tanpa cabang, organisasi dapat dikatakan berskala besar jika
tenaga kerja yang ada berjumlah ribuan seperti pabrik-pabrik garmen penghasil produk-
produk konveksi. Organisasi yang berskala besar karena ruang lingkup aktivitasnya yang luas
maka memerlukan pendelegasian wewenang dan pekerjaan sehingga dalam mendesain
struktur organisasinya pun perlu mempertimbangkan berbagai faktor yang terkait dengan
aktifitas yang luas tersebut.

Sedangkan organisasi berskala kecil biasanya memiliki jumlah tenaga kerja yang sedikit
karena pangsa pasar yang mungkin masih sedikit, jumlah penjualan atau produksi yang juga
sedikit. Organisasi yang berskala kecil biasanya memiliki struktur organisasi yang lebih
sederhana dan tidak terlalu banyak terjadi pendelegasian wewenang dan pekerjaan.
· 3. Teknologi

Faktor teknologi yang dimaksudkan disini adalah terkait dengan cara bagaimana suatu
pekerjaan dilakukan. Selain itu juga, faktor teknologi terkait dengan penggunaan alat-alat
bantu dalam sebuah organisasi.

· 4. Lingkungan

Lingkungan yang dinamis menuntut organisasi juga untuk menyesuaikan diri secara
dinamis. Proses penyesuaian yang dilakukan oleh organisasi juga termasuk dalam penentuan
struktur organisasinya. Lingkungan yang dinamis akan mendorong organisasi untuk selalu
menyesuaikan struktur organisasi dengan tuntutan lingkungan yang senantiasa berubah.
Sebaliknya, lingkungan yang cenderung statis tidak akan terlalu banyak mengubah struktur
organisasi.

2.5 Tanda-Tanda Kepemimpinan Yang Efektif

Kepemimpinan berlangsung dalam kehidupan manusia sehari-hari. Kepemimpinan


sebagai suatu proses dapat berlangsung di dalam dan di luar suatu organisasi. Kepemimpinan
yang efektif merupakan proses yang dinamis, karena berlangsung di lingkungan suatu
organisasi sebagai sistem kerjasama sejumlah manusia untuk mencapai tujuan tertentu, yang
bersifat dinamis pula.
7 Tanda Pemimpin Sukses
Semua orang mungkin saja bisa menjadi pemimpin, tapi tak semuanya bisa menjadi
pemimpin yang sukses. Ada beberapa tanda yang bisa dilihat apakah seseorang bisa menjadi
pemimpin yang baik dan amanah.
Seorang pemimpin tentu saja memikul tanggung jawab yang berat. Jika ia gagal menjadi
seorang pemimpin yang baik, maka dampaknya bisa menjadi sangat buruk bagi orang-orang
yang dipimpinnya. Jika ia tidak mampu memimpin, tentu saja hal ini akan berdampak pada
kemajuan dan kelanggengan sebuah perusahaan.
Karena itulah, sebuah gaya kepemimpinan yang tepat sangat perlu dimiliki oleh seorang
atasan. Berikut beberapa tanda atau ciri pemimpin yang baik dan sukses, seperti diungkapkan
oleh Rebecca Hourston, Director of Programs Aspire, sebuah perusahaan di bidang
penelitian, seperti dikutip dari Womensmedia.
1. Berani dan penuh percaya diri
Agar seorang atasan memiliki cahaya yang terang, ia harus memiliki keberanian untuk
melakukan sebuah tantangan besar. Saat akan mengambil sebuah tantangan, seorang
pemimpin harus berani mengambil risiko dan harus terus berjalan, tak peduli yang dikatakan
orang lain. Di sini karakter yang kuat sangat diperlukan oleh seorang pemimpin. Ia harus
memiliki kepercayaan diri yang tinggi bahwa apa yang akan dilakukannya ialah sesuatu yang
benar dan akan mendatangkan sebuah keuntungan bagi perusahaan. Inti dari gaya
kepemimpinan ini ialah, jangan pernah takut mengambil risiko dan jangan pernah takut
melakukan kesalahan.
Untuk memunculkan sifat ini, sebaiknya atasan melakukan evaluasi, hal penting dan
menantang apa yang bisa dilakukannya. Selain itu, setiap hari selama satu minggu, buatlah
tiga sampai lima hal tentang gaya kepemimpinan yang efektif jika diterapkan, kemudian
terapkan gaya tersebut pada minggu berikutnya
2. Mempertajam kekuatan
Seorang ahli di bidang emotional intelligence, Daniel Goleman, melakukan penelitian
terhadap gaya kepemimpinan di 500 perusahaan dan menemukan beberapa tipe
kepemimpinan yang menonjol, misalnya melihat jauh ke depan (visionary), demokratis, dan
senang melatih. Nah, carilah keahlian atau kekuatan Anda dan jadikan hal tersebut sebagai
gaya kepemimpinan Anda. Gaya kepemimpinan tersebut nantinya bisa menjadi ciri khas
Anda. Gaya tersebut juga akan menjadi kekuatan yang akan mengantarkan Anda pada
kesuksesan di dunia karier.
3. Padukan beberapa gaya kepemimpinan
Meski memiliki ciri khas gaya kepemimpinan, sebaiknya seorang pemimpin juga bisa
memadukan beberapa gaya kepemimpinan sekaligus dalam dirinya. Dalam penelitiannya,
Goleman juga menegaskan bahwa para pemimpin yang sukses umumnya memadukan
beberapa gaya kepemimpinan pada dirinya karena satu gaya saja tidak pernah cukup
mengatasi masalah yang banyak.
Jika misalnya seorang atasan pria harus banyak berinteraksi dengan karyawan yang
kebanyakan perempuan atau sebaliknya, gunakan pendekatan dengan gaya kepemimpinan
yang lembut dan penuh perhatian. Tapi di saat tertentu, gunakan gaya kepemimpinan
maskulin yang tegas.
Untuk bisa memadukan beberapa gaya kepemimpinan dengan tepat, identifikasi wilayah
dan karyawan yang ada di bawah atasan, kemudian carilah gaya kepemimpinan yang tepat
untuk dipadukan dengan gaya kepemimpinan yang menjadi ciri khasnya. Setelah itu, lihat
hasilnya dan lakukan evaluasi jika hasilnya belum maksimal.
4. Ciptakan tujuan
Untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, seseorang harus bisa mengomunikasikan
tujuan, visi, dan misi yang ingin dicapai oleh timnya. Dengan mengomunikasikan, ini akan
membuat bawahan merasa terpacu untuk mencapai target, dan atasan sang pemimpin juga
bisa melihat bahwa pemimpin ini bisa membimbing anak buahnya.
Untuk bisa menemukan tujuan dan visi yang tepat, pelajarilah semua hal yang terjadi di
luar perusahaan. Setelah itu, tentukan tujuan, bangun kerja tim, dan gerakkan mereka semua
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
5. Pemberi semangat
Pemimpin yang terbaik adalah manusia karena manusia bisa memberikan semangat dan
mampu memotivasi karyawannya. Pemimpin haruslah bisa menempatkan dirinya sebagai
seorang motivator saat karyawannya menemui halangan.Seorang pemimpin harus bisa
melihat potensi setiap karyawannya hingga tiap karyawan bisa memberikan yang terbaik bagi
perusahaan. Karena itulah, seorang pemimpin yang baik seharusnya selalu bertanya pada
dirinya sendiri, ”apa yang bisa saya berikan pada tim saya hari ini?”
6. Seimbang
Setiap pemimpin harus bisa mengukur risiko yang dihadapinya. Selain itu, ciptakan
waktu yang tepat untuk menikmati hidup di luar pekerjaan.
7. Menjadi diri sendiri
Tak ada yang lebih baik selain menjadi diri sendiri. Karena itulah, jadilah pemimpin yang
sesuai dengan kepribadian Anda, jangan berusaha untuk menjadi orang lain yang bukan diri
Anda.

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Dalam suatu organisasi tidak dapat dilepaskan dengan seorang pemimpin. Seorang
pemimpin pasti memiliki suatu hal yang istimewa dibandingkan dengan anggota yang lain
yang ada pada organisasi itu. Kelebihan-kelebihan inilah yang kemudian menjadi suatu
penilaian dari para anggotanya. Tidak semua orang memiliki kelebihan-kelehihan itu karena
ia tidak dapat dibeli melainkan dari pendidikan dan pengalamam.
Seorang pemimpin harus mampu menjalankan tugasnya secara baik. Semua anggota
merasa diperdayakan dan diberikan haknya secara maksimal. Semua rencana dijalankan
dengan prosedur yang baik. Itulah beratnya menjadi seorang pemimpin dimana semua
tumpuan dan harapan berada di tanganya.

DAFTAR PUSTAKA

Chaniago, Nasrul Syakur, Manajemen Organisasi, Bandung, Citapustaka, 2011


http://www.Blogger Kejora /Tugas Dan Fungsi Kepemimpinan.html
Mesiono, Manajemen Organisasi, Bandung, Citapustaka, 2010.
Rifa’i, Muhammad, dan Fadhli, Muhammad, Manajemen Organisasi, Bandung, Cita Pustaka,
2013.
Umam, Khaerul, Manajemen Organisasi, Bandung, Pustaka Setia, 2012.