Anda di halaman 1dari 11

Lampiran 1

Pathway

Hubungan aktivitas seksual pada usia muda, berhubungan seksual dengan


multipartner, merokok, mempunyai anak banyak, sosial ekonomi rendah,
pemakaian Pil KB, penyakit seksual menular, & gangguan imunitas.

Imun menurun

Invasi

Infeksi HPV

Kanker serviks

Pembesaran massa HPV menginfeksi sel-sel Perasaan bahaya,


permukaan ketegangan & distres
Kulit, area yang melapisi alat
kelamin

Infiltrasi ke syaraf Emosional


Papilomas (Kutil) disekitar alat
kelamin, anal
Sistem syaraf yang
simpatetik
Lesi
Nyeri kronis

Ansietas

Resiko infeksi

(Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2015) (ACS, 2014) dalam widhiya 2017)
( wahyuningsih & mulyani,2014) ( Brunner & Sudart, 2010) ( Suwiyoga, 2011)
( Arum Wardahani, 2011; dalam Yolanda, 2014)
Lampiran 2

Standar Oprasional Prosedur (SOP) Aromaterapi Oil Rose.

Prelnteraksi Ya Tidak
1 Cek catatan keperawatan dan catatan medis klien
2 Identifikasi faktor atau kondisi yang
dapatmenyebabkan kontra indikasi
3 Siapkan alat dan bahan
Tahap Orientasi
4 Beri salam, perkenalan dan bina hubungan saling
percaya
5 Menanyakan keluhan klien atau perasaan klien
6 Jelaskan tujuan prosedur dan lamanya tindakan pada
klien dan keluarga
7 Bari kesempatan klien dan keluarga bertanya
Tahap kerja
8 Cuci tangan
9 Jaga privasi klien
10 Usahakan ruangan tertutp
11 Tuangkan aromaterapi Oil Rose ke dalam botol alat
elektrik sebanyak 10-15ml
12 Nyalakan alat elektrik kurang lebih 30 menit
13 Anjurkan klien untuk menghirup aromaterapi Oil
Rose selama 30 menit
14 Setelah terapi selesai bersihkan alat dan atur posisi
nyaman untuk klien
15 Instruksikan untuk melakukan teknik ini apa bila
nyeri kembali lagi
Terminasi
16 Evaluasi hasil kegiatan (Sekala nyeri, ekspresi)
17 Menyampaikan rencana tindak lanjut
18 Cuci tangan dan berpamitan
Dokumentasi
19 Catat hasil kegiatan didalam catatan keperawatan.

(DEPDIKNAS, 2011).
Lampiran 3

Satuan Acara Penyuluhan (SAP)

Masalah : Tehnik relaksasi Aromaterapi Oil Rose pada klien

kanker serviks

Pokok Bahasan :Tehnik relaksasi Aromaterapi Oil Rose

Sub pokok bahasan :Tehnik relaksasi Aromaterapi Oil Rose pada klien

kanker serviks

Tempat :RSUD Dr. Moewardi

Hari/tanggal :28 Januari 2019-20 April 2019

Sasaran :Klien yang mengalami nyeri kanker serviks

Kegiatan

Satuan Acara Penyuluhan

No Tindakan Respon pasien Ya Tidak


1 Memperkenalkan 1. Menanggapi dan
diri memberi respon
dengan baik
2. Klien menjawab salam
2 Mempersiapkan 1. Klien memberi respon
alat dengan baik
3 Melakukan 1. Klien memberi respon
Tehnik Relaksasi dengan baik
Aromaterapi Oil 2. Klien tampak rileks
Rose
4 Mengevaluasi 1. Klien melaporkan
tindakan perubahan nyeri yang
terkontrol
5 Berpamitan 1. Klien menjawab salam
2. Klien berterimakasih.
Lampiran 4

Lembar observasi/lembar perkembangan pasien nyeri


Lembar Observasi Klien
Nama Pasien :
No RM :
A. Sebelum Diberikan Aromaterapi Oil Rose

1. Keadaan umum
: Compos Mentis : Somnolen
: Apatis : Sopor
: Delirium : Coma

2. Tanda-tanda Vital
a. Tekanan Darah :
b. Suhu :
c. Nadi :
d. Pernafasan :

3. Penilaian nyeri
P ( Provoking/ Pemicu ) :
Q ( Quality / Kualitas ) :
R ( Region / Lokasi ) :
S ( Several / Skala ) :
T ( Time / Waktu ) :

a) Skala wajah atauWong-Baker FACES Rating Scale

b) Skala Nyeri Menurut Hayward

0 = tidak nyeri

1-3 = nyeri ringan

4-6 = nyeri sedang

7-9= sangat nyeri, tetapi masih dapat dikendalikan dengan aktivitas yang

biasa dilakukan

10 = sangat nyeri dan tidak bisa dikendalikan


B. Setelah Dilakukan Aromaterapi Oil Rose

1. Keadaan umum
: Compos Mentis : Somnolen
: Apatis : Sopor
: Delirium : Coma

2. Tanda-tanda Vital
a. Tekanan Darah :
b. Suhu :
c. Nadi :
d. Pernafasan :

3. Penilaian nyeri
P ( Provoking/ Pemicu ) :
Q ( Quality / Kualitas ) :
R ( Region / Lokasi ) :
S ( Several / Skala ) :
T ( Time / Waktu ) :

a) Skala wajah atauWong-Baker FACES Rating Scale

b) Skala Nyeri Menurut Hayward

0 = tidak nyeri

1-3 = nyeri ringan

4-6 = nyeri sedang

7-9 = sangat nyeri, tetapi masih dapat dikendalikan dengan aktivitas yang

biasa dilakukan

10 = sangat nyeri dan tidak bisa dikendalikan


Lampiran 5

Jadwal Penyusunan KTI Akper YAPPI Sragen 2019.

No Kegiatan Waktu Ket

1 Pengajuan judul 29 Oktober – 2 November 2019

2 Penyusunan Proposal 5November 2018 – 11 Januari


2019
3 Ujian sidang proposal 24 Desember 2018 – 18 Januari
2019
Revisi proposal KTI & 21 -25 Januari 2019
pengumpulan Acc Proposal
4 Penelitian/Studi kasus 28 Januari-20 April
5 Ujian sidang hasil 15-29 Mei 2019
6 Revisi laporan KTI dan 17-28 Juni 2019
Pengumplan KTI
7 BATAS WAKTU UJIAN 29 Mei 2019 Syarat
HASIL KTI Yudisium
8 Penyusunan dan Maksiamal 5 Juli 2019 Syarat Wisuda
Pengumpulan Naskah
Publikasi KTI
Lampiran 6

LEMBAR PENJELASAN KEPADA CALON SUBYEK STUDI KASUS

Saya, Erma Yuliani dari Akademi Keperawatan YAPPI Sragen akan melakukan studi
kasus yang berjudul “Manajemen Nyeri Dengan Terapi Relaksasi Aromaterapi Oil Rose
Untuk Menurunkan Tingkat Nyeri Pada Asuhan Keperawatan Kanker Serviks ”

Studi kasus ini bertujuan menggali lebih dalam masalah pasien dan untuk
meningkatkan kualitas perawatan dengan melakukan rencana tindakan keperawatan sesuai
masalah keperawatan yang lebih fokus dan spesifik.

Saya mengundang Ibu berpartisipasi dalam studi kasus ini. Studi kasus ini
membutuhkan jangka waktu keikutsertaan subjek selama 1-3 hari.

A. Keikutsertaan untuk ikut studi kasus


Ibu bebas memilih keikutsertaan dalam studi kasus ini tanpa ada paksaan. Partisipasi
Ibu tidak akan mempengaruhi pelayanan dan perawatan di rumah sakit sebagaimana
mestinya.
B. Prosedur studi kasus
Apabila anda bersedia berpartisipasi dalam studi kasus ini, anda diminta menandatangani
lembar persetujuan ini sebanyak rangkap dua, satu untuk anda simpan, dan satu untuk
saya. Saya akan melakukan asuhan keperawatan kepada Ibu sesuai dengan standar asuhan
keperawatan yang seharusnya Ibu dapatkan
C. Kewajiban subjek studi kasus
Sebagai subjek studi kasus, Ibu berkewajiban mengikuti aturan dan kebijakan
perawatan rumah sakit yang sebelumnya didiskusikan dan disepakati bersama.
D. Risiko
Pada studi kasus ini Ibu dilakukan asuhan keperawatan sesuai dengan standar dan
rencana dari rumah sakit, sehingga tidak ada pemeriksaan maupun tindakan klinis khusus
yang dapat menimbulkan risiko terhadap Ibu.
E. Manfaat
Manfaat langsung yang anda dapatkan adalah asuhan keperawatan yang diberikan
akan lebih berkualitas.
F. Kerahasiaan
Semua informasi yang berkaitan dengan identitas Ibu sebagai subyek studi kasus akan
dirahasiakan dan hanya diketahui oleh saya. Hasil studi kasus akan dipublikasikan tanpa
identitas subyek studi kasus.
G. Kompensasi
Ibu akan mendapatkan souvenir berupa tungku Aromaterapi pada akhir proses
keperawatan.
H. Pembiayaan
Semua biaya yang terkait dengan studi kasus ini akan ditanggung sepenuhnya oleh
saya.
I. Informasi tambahan
Ibu diberi kesempatan untuk menanyakan semua hal yang belum jelas sehubungan
dengan studi kasus ini. Bila sewaktu-waktu Ibu membutuhkan penjelasan lebih lanjut
dapat menghubungi Erma Yuliani pada nomor Hp. 085 200 466 012
Ibu juga dapat menanyakan tentang studi kasus kepada Akademi Keperawatan YAPPI
Sragen (Telp. (0271) 893331; email : akperyappi@yahoo.com).
Lampiran 7

LEMBAR PERSETUJUAN KEIKUTSERTAAN DALAM STUDI KASUS

Semua penjelasan tersebut telah disampaikan kepada saya dan semua pertanyaan saya telah
dijawab oleh mahasiswa pelaksana studi kasus. Saya mengerti bahwa bila memerlukan
penjelasan, saya dapat menanyakan kembali kepada Erma Yuliani

Dengan menandatangani formulir ini, saya setuju ikut serta dalam studi kasus ini.

Tanda tangan subjek Tanggal

(Nama jelas: ………………………..……..)

Tanda tangan saksi

(Nama jelas: ……………………………….)