Anda di halaman 1dari 9

Hukum Newton

Santika Purnama
1162070064
Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
A. Kompetensi Dasar
3.5 Menganalisis rangkaian arus bolak-balik (AC) serta penerapannya
4.5 Menerapkan prinsip kerja penerapan rangkaian arus bolakbalik (AC) dalam
kehidupan sehari-hari
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.5.1 Menjelaskankan karakteristik grafik sinusoidal antara arus AC dengan arus DC
3.5.2 Menghitung besarnya arus dan tegangan maksimum
3.5.3 Menghitung besarnya arus dan tegangan rata-rata
3.5.4 Menghitung besarnya arus dan tegangan efektif
3.5.5 Membedakan diagram fasor pada rangkaian resistif, induktif dan kapasitif
3.5.6 Menghitung reaktansi induktif
3.5.7 Menghitung reaktansi kapasitif.
3.5.8 Menghitung frekuensi resonansi dalam rangkaian seri RLC
3.5.9 Menentukan besarnya daya pada rangkaian seri RLC
4.5.1 Melakukan percobaan , mengolah data dan membuat laporan praktikum rangkaian seri R-
L-C
4.5.2 Menyusun laporan hasil percobaan arus bolak-balik rangkaian seri RLC
4.5.3 Menyusun laporan hasil percobaan arus bolak-balik rangkaian seri RLC
4.5.4 Mempresentasikan laporan percobaan arus bolak-balik rangkaian seri RLC di depan kelas

C. Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik mampu melakukan percobaan , mengolah data dan membuat laporan
praktikum rangkaian seri R-L-C sesuai dengaan prosedur yang baik dan benar.
2. Peserta didik mampu menyelidiki karakteristik rangkaian RLC dari percobaan yang telah
dilakukan.
3. Peserta didik dapat menganalisis perbedaan tegangan total pada rangkaian dengan
tegangan total hitung berdasarkan percobaan yang telah dilakuakan.
4. Peserta didik mampu menyusun laporan hasil percobaan arus bolak-balik rangkaian seri
RLC secara sistematis.
5. Mempresentasikan laporan percobaan arus bolak-balik rangkaian seri RLC di depan kelas
secara berkelompok dengan baik.Siswa dapat membuat proyek sederhana tentang konsep
keseimbangan benda tegar.
D. Materi Pembelajaran
Tegangan bolak balik adalah tegangan listrik yang berubah tanda secara berulang.
Tegangan bolak balik juda disebut tegangan ac (alternating current). Listrik PLN
menggunakan tegangan bolak balik berbentuk gelombang sinusoida. Isyarat dalam elektronika
banyak berupa tegangan bolak balik, dengan berbagai bentuk gelombang. Akan tetapi bentuk
gelombang yang paling dasar adalah bentuk sinusoida, oleh karena menurut dalil Fourier
menggunakan bentuk gelombang dapat diuraikan dalam deret Fourier menggunakan bentuk
gelombang sinusoida.
Sebuah tegangan tetap, vs  t  , dan kita hubungkan dengan suatu rangkaian yang terdiri

dari suatu hambatan R, Induktansi L, dan suatu kapasitor C yang dihubungkan seri seperti pada
percobaan ini disusun secara seri. Dari sini kit adapt menghitung arus yang mengalir. Arus
Vs
I  , dengan Vs adalah tegangan kompleks sumber dan Impedansi
Z
1  1 
Z  R  j L   R j L 
C 
, mempunyai modulus (besar):
jC 
2
 1 
Z  Z  R  L  2

 L 
sehingga

Vs
I
2
 1 
R  L 
2

 C 

Tegangan elektik dapat diberikan oleh persamaan V  Vm sin t dan arus didalam

rangkaian tersebut mempunyai bentuk yang diperlihatkan oleh persamaan i  im sin t   

dari rangkaian teorema simapal terhadap rangkaian R,L, C menghasilkan persamaan


V  VR  VC  VL . Untuk VR sefase dengan arus, Vc terbelakang terhadap arus selama
seperempat siklus dan VL dan mendahului arus selama seperempat siklus. Untuk mencari V
dari rangkaian R, L, dan C. Kita telah membentuk fasor VL,m – Vc. fasor ini tegak lurus terhadap
VR dan kita peroleh

Vm  VR 2  VL  VC  atau
2

 im R    im X L  im X C 
2 2
=

= im R 2   X L  X C 
2

Sebuah penghantar dalam rangkaian arus bolak-balik memiliki hambatan, reaktansi


induktif, dan reaktansi capasitif. Untuk menyederhanakan permasalahan, kita tinjau rangkaian
arus bolak-balik yang didalamnya tersusun resistor R, kumparan R, kumparan induktif L dan
capasitor C.

Menurut hukum ohm, tegangan antara ujung-ujung rangkaian :


V = VR + VL + VC

Ada tiga kemungkinan yang bersangkutan dengan rangkaian RLC seri yaitu
1. Bila XL>XC atau VL>VC, maka rangkaian bersifat induktif.
2. Bila XL<XC atau VL<VC, maka rangkaian bersifat Kapasitif.
3. Bila XL=XC atau VL=VC, maka rangkaian bersifat resonansi.

RANGKAIAN RLC

I = Im sin ωt

Hubungan antara VR, VL, VC dan V pada rangkaian seri RLC.

VR = Im R sin ωt = VmR sin ωt

VL = Im XL sin (ωt + 900) = VmL sin (ωt + 900)

VC = Im XC sin (ωt – 900) = VmC sin (ωt – 900)

Tegangan antara ujung – ujung rangkaian RLC, yaitu VAB = V adalah jumlah fasor antara
VR, VL, VC. Penjumlahan fasor tersebut menghasilkan besar tegangan total, yaitu
V = √ V2R + (VL – VC )2

Impedansi Rangkaian ( Z) Z = √ R2 + (xL – xC )2

V L = I. XL VC = I. XC

 Sudut fase
XL  XC
tan  
R
VL  VC
tan  
VR
Sifat rangkaian

 Jika XL > XC, bersifat induktif, I tertinggal dari tegangan sebesar Ф, yaitu 0> Ф>
π/2
 Jika XL < XC, bersifat kapasitif, I mendahului tegangan sebesar Ф, yaitu 0<Ф< π/2
 Jika XL = XC, bersifat resistif, I sefase dengan tegangan.
Frekuensi Resonansi 1
f 
2 LC
Soal – soal

1. Tentukan V pada saat t > 0, jika V(0) = 6 dan i(0) = 2 !


Soal – soal

2. Tentukan nilai i pada saat t > 0, jika t = 0 kondisi steady state !

3. Tentukan nilai i pada saat t > 0, jika t = 0 kondisi steady state !

Sumber :

Kanginan, Marthen. (2016). Fisika untuk SMA/MA kelas X. Jakarta: Erlangga


Haliday, D. R.(1996). Fisika Jilid 1. Jakarta: Erlangga