Anda di halaman 1dari 4

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Imunisasi Dasar merupakan suatu pemindahan atau transfer antibodi secara
pasif, antibodi yang diberikan ditujukan untuk upaya pencegahan atau pengobatan
terhadap infeksi, baik infeksi bakteri maupun virus. Sedangkan yang dimaksud
dengan vaksinasi adalah imunisasi aktif dengan pemberian vaksin (antigen) yang
dapat merangsang pembentukan imunitas (antibodi) oleh sistem imun di dalam
tubuh kita (Hadinegoro, Sri Rezeki.S, 2017). Pengetahuan merupakan hasil dari
tahu, yang terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap objek tertentu.
Pengindraan terjadi melalui pancaindra manusia, yakni indera penglihatan,
pendengaran, penciuman,rasa, dan raba. Sebagian besar pengetahuan diperoleh
dari mata dan telinga.Pengetahuan merupakan pedoman dalam membentuk
tindakan seseorang (Notoatmodjo, 2012). Peran adalah serangkaian perilaku yang
diharapkan sesuai dengan posisi sosial yang diberikan. Pengetahuan bisa
didapatkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah pendidikan formal. Akan
tetapi seseorang yang berpendidikan rendah bukan berarti mutlak berpengetahuan
rendah pula. Fenomena yang ditemukan di tempat penelitian oleh peneliti yaitu
masih banyaknya keluarga yang belum mengetahui bahkan mengerti tentang
imunisasi dasar pada bayi mereka, contoh seperti jenis-jenis imunisasi, jadwal
pemberian bahkan manfaat. Hal yang keluarga ketahui hanya sebatas pengertian
imunsas dasar saja . Serta kurangnya peran orang tua dalam keputusan pemberian
imunisasi bayi mereka.
Menurut Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI jumlah cakupan bayi yang
melakukan imunisasi dasar tahun 2015 tiga provinsi dengan capaian imunisasi
dasar lengkap pada bayi yang tertinggi yaitu Jambi (99,85%), Nusa Tenggara
Barat (99,32%), dan Lampung (99,22%). Sedangkan tiga provinsi dengan capaian
terendah yaitu Papua (47,27%), diikuti oleh Papua Barat (57,11%), dan
Kalimantan Tengah (64.86%). Pada tahun 2016 berjumlah 4.337.411 jiwa, 2017
berjumlah 4.299.095 Jiwa,. Berdasarkan data (Pusdatin) tahun 2015 di
kalimantan tengah jumlah surviving bayi mendapat 3 peringkat terendah capaian

1
2

imunisasi dengan (64.86%), tahun 2016 terdapat 41.294 jiwa, tahun 2017 terdapat
51.415 jiwa dengan imunisasi dasar lengkap berjumlah 788 jiwa dengan
persentasi 1,5 % (Triana, 2017).
Berdasarkan data tahun 2018 di Puskesmas Pahandut yaitu jumah bayi yang
telah lengkap melakukan imunisasi sebanyak 27 bayi dan yang tidak lengkap
sebanyak 98 bayi. Berbagai upaya terus dilakukan oleh pemerintah untuk
mengurangi dan menekan jumlah bayi yang tidak melakukan Imunisasi Dasar.
Berdasarkan data survey yang dilakukan pada tanggal 17 Desember 2018 di
wilayah kerja Puskesmas Pahandut Sylvanus pada 10 orang keluarga, dari orang
10 keluarga terdapat 7 orang yang belum melakukan imunisasi ditemukan bahwa
keluarga belum mengetahui dan memahami tentang Imunisasi Dasar yang
diberikan pada bayi mereka.
Imunisasi dasar adalah imunisasi terhadap suatu penyakit menular yang
terdiri serangkaian suntikan yang diperlukan agar menimbulkan sel memori dan
kekebalan cukup lama, yang diberikan pada saat bayi baru lahir sampai dengan
usia 1 tahun (Hadinegoro, Sri Rezeki.S, 2017). Pengetahuan merupakan hasil dari
tahu, yang terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap objek tertentu.
Pengindraan terjadi melalui pancaindra manusia, yakni indera penglihatan,
pendengaran, penciuman,rasa, dan raba. Sebagian besar pengetahuan diperoleh
dari mata dan telinga Pengetahuan merupakan pedoman dalam membentuk
tindakan seseorang (Notoatmodjo, 2012). Perlu dan pentingnya pengetahuan serta
peran keluarga di dalam meningkatkan derajat kesehatan anggota keluarga
terutama mengenai imunisasi dasar yang diberikan pada anak mereka. Sangat
berpengaruh bagi kehidupan dan masa depan anaknya, karena apabila anak tidak
melakukan imunisasi secara lengkap maka anak akan lebih mudah terkena
penyakit bahkan dapat menyebabkan kecacatan yang permanen.
Maka dari itu agar tercapainya Program Imunisasi Dasar yang di atur oleh
Pemerintah, perlu ikut sertanya peran perawat dalam memberikan edukasi guna
untuk peningkatan pengetahuan kelaurga serta peran keluarga dalam
meningkatkan kesehatan anggota keluarganya.
Peran perawat sangat penting untuk membantu keluarga yang kurang
informasi atau pengetahuan sehingga keluarga mampu mengambil keputusan
dalam status kesehatan bayi-bayi mereka seperti Imunisasi dasar.
3

Dan tindakan perawat menghadapi permasalahan yang berkaitan dengan


Imunisasi Dasar tersebut yaitu dengan cara preventif dan promotif. Preventif,
perawat melakukan pencegahan seperti menyarankan keluarga yang memiliki
bayi 0-12 bulan untuk segera melakukan Imunisasi, untuk mengurangi resiko
terjadinya kecatatan permanen. Sedangkan pada promotive, perawat memberikan
sosilisasi tentang Pengertian Imunisasi Dasar, jenis, cara pemberian, faktor yang
mempengaruhi, jadwal pemberian dan manfaat imunisasi dasar.
1.2 Rumusan Masalah
Imunisasi Dasar merupakan suatu pemindahan atau transfer antibodi secara
pasif, antibodi yang diberikan ditujukan untuk upaya pencegahan atau pengobatan
terhadap infeksi, baik infeksi bakteri maupun virus. Pengetahuan merupakan hasil
dari tahu, yang terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap objek
tertentu. Pengindraan terjadi melalui pancaindra manusia, yakni indera
penglihatan, pendengaran, penciuman,rasa, dan raba.Peran adalah serangkaian
perilaku yang diharapkan sesuai dengan posisi sosial yang diberikan.
Pengetahuan bisa didapatkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah
pendidikan formal. Akan tetapi seseorang yang berpendidikan rendah bukan
berarti mutlak berpengetahuan rendah pula
Berdasarkan Rumusan Masalah di atas, maka penulis tertarik untuk meneliti
apakah ada Hubungan Tingkat Pengetahuan Keluarga Dengan Peran Keluarga
Tentang Imunisasi Dasar Bayi Umur 0-12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas
Pahandut.
1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan Umum
Mengetahui bagaimana Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Peran
Keluarga Tentang Pentingnya Imunisasi Dasar Bayi Umur 0-12 Bulan di RT 01-
03 RW XI Rindang Banua Wilayah Kerja Puskesmas Pahandut.
1.3.2 Tujuan Khusus
1) Mengidentifikasi tingkat pengetahuan keluarga Tentang Imunisasi Dasar
Bayi Umur 0-12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pahandut.
2) Mengidentifikasi Peran Keluarga Tentang Imunisasi Dasar Bayi Umur 0-12
Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pahandut.
4

3) Menganalisa Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Peran Keluarga


Tentang Imunisasi Daasar Bayi Umur 0-12 Bulan di Wilayah Kerja
Puskesmas Pahandut.
1.4 Manfaat Penelitian.
1.4.1 Teoritis
Sebagai bahan masukan dan tambahan pengetahuan, serta informasi bagi
perawat dan masyarakat khususnya keluarga tentang Imunisasi Dasar dan Peran
Keluarga.
1.4.2 Praktis
1.4.2.1 Bagi Perkembangan Ilmu pengetahuan
Memberikan masukan untuk perkembangan ilmu pengetahuan terutama di
bidang keperawatan/kesehatan agar dapat lebih berkembang sesuai dengan
perkembangan zaman.
1.4.2.2 Bagi Tempat Penelitian
Mengingatkan tenaga kesehatan yang bertugas bahwa masih kurangnya
penjelasan mengenai setiap tindakan medis yang akan dilakukan pada pasien serta
memberikan informasi kepada keluarga pasien mengenai Imunisasi Dasar Bayi
dan Peran Keluarga
1.4.2.3 Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai bahan referensi yang bisa digunakan untuk bahan belajar mahasiswa
tentang Tingkat Pengetahuan, Peran Keluarga, Imunisasi Dasar.