Anda di halaman 1dari 93

KIMIA

BAB 1 Sistem Periodik Unsur dan Struktur Atom


1. UN 2009 4. UN 2010
Konfigurasi elektron dari unsur Q jika Diagram orbital 2 buah unsur sebagai berikut:
membentuk ion ditunjukkan pada gam‐ X [Ar]
bar…. Y [Ne]
Nomor atom dari unsur X adalah ….
A. D. A. 6 D. 24
B. 16 E. 25
C. 17
5. UN 2010
B. E.
Letak unsur Y dalam tabel periodik terda‐
pat pada golongan dan periode secara ber‐
urutan ....
A. VIIA, 3 D. IIIA, 5
C.
B. VIIA, 7 E. IIIA, 7
C. VA, 3
6. UN 2011
Letak unsur X dengan nomor atom 26 dan
2. UN 2009 nomor massa 56, dalam sistem periodik
Perhatikan notasi 3 buah unsur berikut ini: pada golongan dan periode….
14
T; 16J; 31 G . Konfigurasi elektron untuk A. IIA dan 6 D. VIIIB dan 3
7 8 15
unsur T adalah…. B. VIB dan 3 E. VIIIB dan 4
(Nomor atom He = 2, Ne = 10) C. VIB dan 4
A. [He] 2s2 2p2 D. [Ne] 3s2 3p3 7. UN 2012
B. [He] 2s2 2p3 E. [Ne] 3s2 Dua buah unsur mempunyai diagram
2 2
C. [Ne] 3s 3p orbital sebagai berikut:
X [Ar]
3. UN 2010 Y [Ne]
Perhatikan dua buah diagram orbital unsur Nomor atom dari unsur X adalah ….
berikut ini: A. 17 D. 26
X : [Ne] B. 18 E. 30
Y : [He] C. 21
Nomor atom dari unsur X yang benar ada‐
lah…. 8. UN 2012
A. 3 D. 16 Unsur Y dalam sistem periodek terletak
B. 8 E. 19 pada golongan dan periode adalah ….
C. 11 A. IIIA, 3 D. VIIA, 3
B. III B, 4 E. VIIB, 4
C. VA, 3

1
9. UN 2012 D. n = 3; l = 1; m = 0; s = +1/2
Perhatikan tabel sistem periodik berikut! E. n = 3; l = 1; m = +1; s = +1/2
13. UN 2013
Konfigurasi elektron dan letak unsur1525X
dalam sistem periodik adalah (nomor atom
Ne = 10).
Konfigurasi elektron unsur Q yang paling Konfigurasi
Golongan Periode
sesuai adalah .... Elektron
A. 1s22s22p63s2 3p6 A. [Ne] 3s2 3p2 IIIA 4
B. 1s22s22p63s2 3p4 2
B. [Ne] 3s 3p 2
IVA 3
C. 1s22s22p63s2 3p5 C. [Ne] 3s2 3p1 IIIA 3
D. 1s22s22p63s2 3p64s2 D. [Ne] 3s2 3p3 VA 3
E. 1s22s22p63s2 3p43d2 2
E. [Ne] 3s 3p 3
IIIA 5
10. UN 2012 14. UN 2014
Perhatikan tabel sistem periodik berikut! Notasi unsur M dilambangkan sebagai
48
berikut:22 M
Konfigurasi elektron dan letak unsur M pa‐
da tabel periodik modern secara berturut‐
turut adalah ….
Konfigurasi elektron unsur Q yang paling Konfigurasi
Golongan Periode
sesuai adalah …. Elektron
A. 1s22s22p63s2 3p6 3d10 4p3 A. [Ar] 4s2 4p2 IVA 4
2 2
B. 1s22s22p63s2 3p63d10 4s2 4p1 B. [Ar] 4s 3d IVB 4
C. 1s22s22p63s2 3p64s2 4p65s2 5p3 C. [Ar] 4s2 4d2 IVB 5
D. 1s22s22p63s2 3p64s24p6 3d5 D. [Ar] 5s25p2 IVA 5
E. 1s22s22p63s2 3p64s2 3d10 5s1 2
E. [Ar] 5s 4d 10
IIB 5
11. UN 2013
15. UN 2014
Letak unsur dan konfigurasi elektron yang
39
Suatu unsur dengan notasi:
tepat untuk atom unsur 19 X pada tabel di 56
26 X
bawah adalah ….
Konfigurasi elektron unsur X beserta letak‐
Konfigurasi
Gol Periode nya dalam sistem periodik secara berturut‐
Elektron
turut adalah ....
A. IA 4 [Ar] 4s1
Konfigurasi
B. IB 1 [Ar] 4d1 Golongan Periode
Elektron
C. IIA 1 [Ar] 4s2 2
A. [Ar] 4s 3d 5
VII B 4
D. IIB 2 [Ar] 4d2 2
B. [Ar] 4s 3d 6
VIII B 4
E. IVA 3 [Ar] 4s23d2 [Ar] 4s2 3d5
C. III B 4
4p1
12. UN 2013
[Ar] 4s23d5
Harga keempat bilangan kuantum elektron D. IV B 3
4p2
terakhir dari atom1632 S adalah …. [Ar] 4s2 3d4
A. n = 2; l = 0; m = 0; s = ‐1/2 E. VB 3
4p3
B. n = 3; l = 1; m = ‐1; s = ‐1/2
C. n = 3; l = 1; m = 0; s = ‐1/2

2
16. UN 2014 18. UN 2015
Jika atom 4X dan 17Y berikatan, bentuk mo‐ Berikut tabel data beberapa unsur:
lekul dan sifat kepolaran yang terbentuk Unsur Nomor Atom
adalah .... P 11
A. segiempat planar dan polar Q 12
B. linear dan polar R 13
C. tetrahedral dan nonpolar S 14
D. oktahedral dan nonpolar Grafik yang tepat menggambarkan per‐
E. linear dan nonpolar ubahan energi ionisasi unsur‐unsur terse‐
but adalah ….
17. UN 2015 A. B.
Berikut ini tabel yang berisi unsur‐unsur
beserta nomor atomnya:

Energi ionisasi

Energi ionisasi
Unsur Nomor Atom
P 7
Q 8 Nomor atom Nomor atom

R 9
S 10 C. D.
Grafik yang tepat menggambarkan ke‐
Energi ionisasi

Energi ionisasi
elektronegatifan dari keempat unsur pada
tabel tersebut adalah ….
A. B.
Keelektonegatifan 

Keelektonegatifan 

Nomor atom Nomor atom

E.

Energi ionisasi


7 8 9 10 7 8 9 10
Nomor atom  Nomor atom 

C. D.
Keelektonegatifan 

Keelektonegatifan 

Nomor atom

19. UN 2016
Perhatikan tabel periodik unsur berikut!
P
R T U X
7 8 9 10 7 8 9 10 
Nomor atom  Nomor atom 
 
E. 
Konfigurasi elektron dan nomor atom un‐
Keelektonegatifan 

sur yang benar untuk unsur‐unsur pada pe‐


riodik tersebut adalah .....
Konfigurasi Nomor
Unsur
elektron atom
7 8 9 10 A. P [He] 1
Nomor atom  2
B. R [He] 2s 5
C. T [He] 2s22p2 6
D. U [He] 2s2 2p4 7
2 5
E. X [He] 2s 2p 9

3
20. UN 2016 5. Konfigurasi elektron Y = [Ne] 3s2 3p5
Perhatikan tabel periodik unsur berikut! Dengan demikian unsur Y terletak pada
P Q
golongan VIIA dan periode 3.
R Y Jawaban: A
T

6. Konfigurasi elektron 26X = 1s2 2s2 2p6 3s2


Konfigurasi elektron dan nomor atom dari 3p6 4s2 3d6. Konfigurasi elektron terakhir
unsur‐unsur dalam tabel periodik tersebut adalah 4s2 3d6, maka X terletak pada go‐
yang benar adalah ..... longan VIIIB dan periode 4.
Konfigurasi Nomor Jawaban: E
Unsur
elektron atom 7. Nomor atom Ar = 18
2
A. P [He] 2s 5 Nomor atom X = 18 + 3 = 21
B. Q [He] 2s22p5 9 Jadi, nomor atom unsur X adalah 21.
C. R [Ne] 4s1 13 Jawaban: C
1
D. Y [Ar] 4s 18
E. T [Ar] 4s1 40 8. Konfigurasi elektron Y = [Ne] 3s2 3p5
Dengan demikian unsur Y terletak pada
golongan VIIA dan periode 3.
Jawaban: D
1. Dalam sistem periodik unsur, unsur Q ter‐ 9. Unsur Q terletak pada golongan VIA dan
letak pada golonganVIA dan periode 2. Un‐ pada periode 3, maka konfigurasinya dapat
sur Q memiliki nomor atom 8 yang berarti dituliskan sebagai berikut:
jumlah elektronnya 8, dengan 2 elektron di Q = 2.8.6 atau
kulit pertama dan 6 elektron di kulit kedua. Q = 1s22s22p63s23p4
Oleh karena itu, gambar yang tepat ter‐ Jawaban: B
dapat pada gambar D.
Jawaban: D 10. Unsur Q terletak pada golongan IIIA pada
periode 4, maka konfigurasinya adalah:
2. Notasi suatu unsur dengan 147T berarti un‐ Q = 2 8 18 3
sur T memiliki jumlah elektron sebanyak 7. Q = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p1
Maka dapat dituliskan konfigurasi elek‐ Konfigurasi berdasarkan urutan kulit ada‐
tronnya sebagai berikut: lah Q = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p1
14
= 1s2 2s22p3 atau Jawaban: B
7T
= [He] 2s22p3
14
7T
11. Atom unsur mempunyai jumlah elektron
Jadi, konfigurasi elektron unsur T adalah 19 sehingga konfigurasi elektron dari atom
[He] 2s22p3. unsur 3919X adalah 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1
Jawaban: B atau [Ar] 4s1. Dengan demikian unsur1939X
3. Ne atau neon merupakan unsur golongan terletak pada golongan IA dan periode 4.
gas mulia yang memiliki nomor atom se‐ Jawaban: A
besar 10. Unsur X dengan konfigurasi [Ne]
3s1 memiliki jumlah elektron 11, sehingga
nomor atomnya 11. 12. Atom 32
16
S mempunyai jumlah elektron 16,
Jawaban: C sehingga konfigurasi elektron dari atom S
adalah 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4. Elektron terakhir
4. Nomor atom Ar = 18
berada pada orbital 3s dan 3p, sehingga
Nomor atom X = 18 + 6 = 24
kemungkinan keempat bilangan kuantum
Jadi, nomor atom unsur X adalah 24.
elektron terakhirnya adalah:
Jawaban: D

4
 Orbital 3s berisi 2 elektron: 15. Konfigurasi elektron unsur:
n = 3; l = 0; m = 0; s = +1/2 48
M= 1s2 2s2 2p6 3s2 3p64s2 3d2 atau
22
n = 3; l = 0; m = 0; s = ‐1/2 48
 Orbital 3p berisi 4 elektron: 22M= [Ar] 4s2 3d2
 n menyatakan bilangan kuantum
utama, n = 3. Jumlah elektron valensi: golongan
 l menyatakan bilangan kuantum azi‐ Nomor kulit terbesar: periode
muth (subkulit). Untuk p, maka
subkulit l = 1. Unsur M memiliki:
 m menyatakan bilangan kuantum Jumlah elektron valensi = 2 + 2 = 4
magnetik. Nomor kulit terbesar = 4
m = ‐l, 0, +l = ‐1, 0, +1 Sehingga unsur M terletak pada golongan
Untuk 3p4, penggambaran pengi‐ IVB dan periode 4.
sian orbitalnya: Jawaban: B

16. Konfigurasi elektron:


m = ‐1  4X = 2 2
 s menyatakan bilangan kuantum Elektron valensi = 2, cenderung untuk
spin karena arah tanda panahnya melepas elektron sebanyak 2.
ke bawah, maka nilai s = ‐1/2.  17Y = 2 8 7
Jadi, jawaban yang tepat untuk keempat Elektron valensi = 7, cenderung untuk
bilangan kuantum S adalah n = 3, l = 1, menangkap 1 elektron.
m = ‐1, s = ‐1/2. Jika, X dan Y berikatan, maka akan mem‐
Jawaban: B bentuk senyawa XY2, dengan penggam‐
baran struktur Lewis:
13. Konfigurasi elektron unsur1525X adalah:
1s2 2s2 2p6 3s2 3p3 atau [Ne] 3s2 3p3.
Y X Y
x x

Dengan demikian unsur 25


15 X terletak pada Bentuk molekul senyawa XY2 adalah linear
golongan VA dan periode 3. dengan sifat kepolarannya adalah non‐
polar karena bentuk molekulnya simetris.
Jawaban: D
Jawaban: E
14. Konfigurasi elektron unsur:
56
X = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p64s2 3d6 atau 17. Sifat keelektronegatifan suatu unsur
26
56 memiliki kecenderungan:
26
X = [Ar] 4s2 3d6  Dalam satu golongan dari atas ke ba‐
wah keelektronegatifan semakin berku‐
Jumlah elektron valensi: golongan rang.
Nomor kulit terbesar: periode  Dalam satu periode dari kiri ke kanan
keelektronegatifan semakin bertambah.
Unsur X memiliki:
Pada tabel ditunjukkan unsur P, Q, R, S
Jumlah elektron valensi = 2 + 6 = 8 memiliki nomor atom yang semakin me‐
Nomor kulit terbesar = 4 ningkat, yaitu 7, 8, 9, dan 10. Jika disesuai‐
Sehingga unsur M terletak pada golongan kan dengan tabel sistem periodik unsur
VIIIB dan periode 4.
maka unsur‐unsur tersebut terletak dalam
Jawaban: B satu periode. Sehingga grafik yang sesuai
adalah grafik yang meningkat dari kiri ba‐
wah ke kanan atas.
Jawaban: A

5
18. Jika dilihat berdasarkan nomor atomnya, 20. Penomoran secara urut adalah:
1 2
maka unsur‐unsur P, Q, R, S adalah unsur 3 4 5 6 7 8 9 10
Periode Ketiga. Energi ionisasi unsur lo‐ 11 12 13 14 15 16 17 `18
19 20
gam lebih kecil daripada energi ionisasi
metaloid. Pada umumnya dalam periode
ketiga, energi ionisasi akan semakin me‐ Sehingga konfigurasi elektron yang tepat
ningkat dari kiri ke kanan. Akan tetapi, adalah:
terjadi penyimpangan pada aluminium Konfigurasi Nomor
Unsur
(NA = 13) dan magnesium (NA = 12), yaitu elektron atom
energi ionisasi aluminium lebih kecil dari‐ P [He] 2s1 3
pada magnesium. Sehingga jika diperhati‐ Q [He] 2s2 2p5 9
kan pada grafik, jawaban yang benar ada‐ R [Ne] 4s2 4p1 13
lah D. Y [Ar] 18
Jawaban: D T [Ar] 4s2 20
Jadi, jawaban yang tepat adalah unsur Q
19. Urutkan penomoran setiap unsur sesuai dengan nomor atom 9 dan konfigurasi
sistem periodik unsur mulai dari kiri ke elektron [He] 2s2 2p5.
kanan dimulai dari satu (1). Sesuai tabel Jawaban: B
berikut:
1 2
3 4 5 6 7 8 9 10

Jadi, nomor atom P = 1, R = 4, T = 5, U = 7,


dan X = 9. Sehingga konfigurasi elektron
yang tepat adalah:
Konfigurasi Nomor
Unsur
elektron atom
1
P 1s 1
R [He] 2s2 4
T [He] 2s2 2p1 5
2 3
U [He] 2s 2p 7
X [He] 2s2 2p5 9

Jadi, jawaban yang tepat adalah unsur X


dengan nomor atom 9 dan konfigurasi
elektron [He] 2s2 2p5.
Jawaban: E

6
BAB 2 Ikatan kimia
1. UN 2008 4. UN 2009
Dua buah unsur memiliki notasi: Perhatikan notasi 3 buah unsur berikut ini!
27
X dan 35,5 Y 27 R; 16 Q; 19T
13 17 13 8 9
Bila kedua unsur tersebut berikatan, maka Unsur dengan 8O akan membentuk senya‐
rumus senyawa yang dihasilkan adalah …. wa dengan rumus dan jenis ikatan bertu‐
A. XY2 D. X2Y3 rut‐turut ….
B. XY3 E. X3Y A. TO, ionik D. OT, kovalen
C. X2Y B. OT2, kovalen E. TO2, kovalen
C. TO3, kovalen
2. UN 2008
Perhatikan data hasil percobaan berikut ini! 5. UN 2010
No. Sifat Fisik Zat A Zat B Unsur 9Y berikatan dengan unsur 19K mem‐
1. Wujud zat Padat Padat bentuk suatu senyawa. Rumus molekul
2. Kelarutan Larut Tidak dan jenis ikatan yang terbentuk secara ber‐
dalam air larut urutan ....
3. Daya han‐ Konduktor Isolator A. KY – ionik D. K2Y – ionik
tar listrik B. KY – kovalen E. KY2 – kovalen
larutan C. KY2 – ionik
4. Titik leleh Tinggi Rendah
dan titik 6. UN 2011
didih Senyawa M mempunyai sifat sebagai
Berdasarkan data tersebut, maka dapat di‐ berikut:
simpulkan bahwa jenis ikatan yang terda‐ 1. Mudah larut dalam air.
pat pada zat A dan zat B berturut‐turut 2. Dapat menghantar listrik dalam fase
adalah …. cair.
A. ionik dan kovalen polar 3. Titik didihnya dan titik lelehnya tinggi.
B. kovalen polar dan ionik Jenis ikatan dalam senyawa M tersebut
C. kovalen nonpolar dan ionik adalah…
D. kovalen koordinasi dan logam A. kovalen polar D. logam
E. hidrogen dan kovalen B. kovalen nonpolar E. ion
C. hidrogen
3. UN 2009
Perhatikan tabel data fisik dan daya hantar
7. UN 2012
larutan beberapa senyawa berikut!
Suatu senyawa yang terbentuk dari dua
Titik Daya hantar buah unsur 7X dan 1Y setelah berikatan,
Senyawa
leleh listrik larutan bentuk molekul dan kepolaran yang terjadi
L 801C Menghantarkan berturut‐turut adalah ….
M ‐86,8C Tidak A. tetrahedral dan polar
menghantarkan B. tetrahedral dan nonpolar
Jenis ikatan yang terdapat pada senyawa L C. trigonal piramida dan polar
dan M berturut‐turut adalah …. D. trigonal piramida dan nonpolar
A. ionik dan kovalen polar E. oktahedral dan nonpolar
B. kovalen dan ionik
C. kovalen koordinat dan ionik
D. ionik dan kovalen polar
E. kovalen non polar dan kovalen polar

7
8. UN 2012 Berdasarkan data tersebut, maka dapat di‐
Berikut ini data sifat dari dua zat tak dike‐ simpulkan bahwa jenis ikatan yang terda‐
nal: pat pada zat P dan zat Q berturut‐turut
Titik Daya Hantar adalah ….
Senyawa
Didih (0C) Listrik A. kovalen polar dan ionik
Tidak menghan‐ B. ionik dan kovalen polar
Y 32
tarkan C. kovalen nonpolar dan ionik
Z 804 Menghantarkan D. ionik dan kovalen nonpolar
Berdasarkan data tersebut, jenis ikatan E. kovalen nonpolar dan kovalen polar
yang terdapat dalam senyawa Y dan Z ber‐
11. UN 2013
turut turut adalah….
Perhatikan konfigurasi 2 buah unsur berikut!
A. ion dan kovalen polar
T = [He] 2s2 2p2
B. ion dan ion
Q = [Ne] 3s2 3p5
C. kovalen non polar dan ion
Bentuk molekul yang terjadi antara 2 unsur
D. ion dan kovalen nonpolar
jika berikatan sesuai aturan oktet adalah ….
E. kovalen polar dan nonpolar
A. linear D. tetrahedral
B. segitiga datar E.segitiga bipiramida
9. UN 2013
C. segitiga piramida
Data berikut ini sifat fisis dari 2 jenis zat:
Titik Daya Hantar
12. UN 2014
Kelarutan Perhatikan 5 buah senyawa kovalen beri‐
Zat Didih Listrik
dalam Air kut!
(0C) Larutan
Tidak (1) H2O (4) CO2
Tidak (2) NH3 (5) CH4
A ‐ 196 Menghan‐
larut (3) PCl5
tarkan
Tidak Di antara senyawa kovalen tersebut yang
Tidak menyimpang dari kaidah oktet adalah ….
B ‐ 253 menghan‐
larut A. (1) D. (4)
tarkan
B. (2) E. (5)
Berdasarkan data tersebut, jenis ikatan C. (3)
yang terdapat dalam zat A dan B berturut‐
turut adalah... 13. UN 2014
A. logam dan kovalen polar Jika atom 4X dan 17Y berikatan, bentuk
B. kovalen nonpolar dan kovalen nonpolar molekul dan sifat kepolaran yang ter‐
C. kovalen polar dan ion bentuk adalah ….
D. hidrogen dan kovalen polar A. segi empat planar dan polar
E. ion dan kovalen nonpolar B. linear dan polar
C. tetrahedral dan nonpolar
10. UN 2013 D. oktahedral dan nonpolar
Perhatikan data sifat fisik 2 zat berikut! E. linear dan nonpolar
Sifat
No. Zat P Zat Q 14. UN 2014
Fisika
1. Kelarutan Larut Larut Perhatikan tentang gaya intra dan antar‐
dalam air molekul berikut!
2. Daya Menghan Menghan
hantar ‐tarkan ‐tarkan
listrik
3. Titik Tinggi Rendah
didih

5
Ikatan hidrogen ditunjukkan oleh nomor 17. UN 2015
…. Diberikan tabel sifat 2 buah zat tertentu
A. (1) D. (4) sebagai berikut:
B. (2) E. (5) Zat Titik Kelaru‐ Konduktivitas listrik
leleh tan Padat‐ Leleh‐ Larut
C. (3) dalam
(C) an an ‐an
air
15. UN 2014 P ‐94 Tidak (‐) (‐) (‐)
Perhatikan ilustrasi dari triklorometana Larut
Q ‐115 Larut (‐) (‐) (+)
CHCl3 berikut: Keterangan: (+) = konduktor; (‐) = non konduktor

Berdasarkan data tersebut, dapat disim‐


pulkan bahwa ….
Zat P Zat Q
A Senyawa kovalen Senyawa
Gaya dipol sesaat ditunjukkan oleh nomor nonpolar kovalen polar
.... B Senyawa kovalen Senyawa ionik
A. (1) D. (4) polar
B. (2) E. (5) C Senyawa kovalen Senyawa
C. (3) polar kovalen polar
D Logam Senyawa ionik
16. UN 2015 E Senyawa kovalen Logam
Diberikan tabel sifat 2 buah zat sebagai nonpolar
berikut:
18. UN 2015
Titik Kelarut Konduktivitas listrik
Zat leleh an da‐ Padat‐ Leleh‐ Larut
Diketahui unsur G dan H memiliki konfi‐
(C) lam air an an ‐an gurasi elektron sebagai berikut:
M ‐78 Tidak (‐) (‐) (‐) G : [Kr] 4d10 5s2 5p2
larut H : 1s1
N 800 Larut (‐) (+) (+) Apabila G dan H berikatan, rumus senyawa
yang terbentuk adalah ….
Keterangan: (+) = konduktor; (‐) = nonkonduktor
Berdasarkan data tersebut, dapat disimpul‐ A. G2H3 D. H2G
kan bahwa …. B. G2H E. GH
C. H3G
Zat M Zat N
A. Senyawa kovalen Senyawa ionik 19. UN 2016
nonpolar Perhatikan gambar struktur Lewis bebera‐
B. Senyawa kovalen Senyawa pa senyawa berikut!
nonpolar kovalen polar
C. Senyawa kovalen Logam
nonpolar
D. Senyawa kovalen Logam Senyawa yangtidak mengikuti kaidah ok‐
polar tet atau duplet adalah ....
E. Senyawa kovalen Senyawa ionik A. (1) D. (4)
polar B. (2) E. (5)
C. (3)

6
20.UN 2016 arus listrik
Perhatikan data keelektronegatifan beber‐ (konduktor)
apa unsur berikut! Jadi, ikatan yang terdapat pada senyawa A
Unsur Keelektronegatifan dan B adalah ikatan ionik dan ikatan ko‐
A 2,1 valen nonpolar.
Jawaban: A
Q 4,0
R 3,5
3. Berdasarkan daya hantar listriknya, larutan
T 3,0
dibedakan menjadi dua, yaitu:
X 2,8
 Larutan elektrolit, yaitu larutan yang
Berdasarkan data tersebut, senyawa yang dapat menghantarkan listrik. Larutan
bersifat paling polar adalah .... elektrolit dapat berupa elektrolit kuat
A. AQ D. RT dan elektrolit lemah. Senyawa ionik dan
B. AR E. TX senyawa kovalen polar bersifat sebagai
C. QT larutan elektrolit.
 Larutan nonelektrolit, yaitu larutan
yang tidak dapat menghantarkan arus
listrik. Contoh: senyawa kovalen non‐
1. Konfigurasi elektron: polar.
Dari tabel dapat diketahui bahwa senyawa
13X = 2 8 3
L berikatan ionik karena dapat menghan‐
17Y = 2 8 7
Unsur X termasuk golongan IIIA yang mu‐ tarkan arus listrik dan mempunyai titik le‐
dah melepaskan 3 elektron dan unsur Y leh yang tinggi. Sedangkan senyawa M
merupakan golongan VIIA yang mudah berikatan kovalen non polar karena tidak
menerima 1 elektron. Sehingga kedua un‐ dapat menghantarkan listrik dan mem‐
sur akan membentuk ion X3+ dan Y‐ dan punyai titik leleh yang rendah.
membentuk senyawa XY3. Rumus struktur Jawaban: A
Lewis dapat digambarkan sebagai berikut:
4. Konfigurasi elektron:
YX Y
* * 9T = 2 7
8O = 2 6
*

Y Jika kedua unsur saling berikatan, maka


akan membentuk ikatan kovalen dan akan
Jadi, rumus senyawa yang dihasilkan ada‐ terjadi penggunaan elektron secara ber‐
lah XY3. sama‐sama. Rumus struktur Lewis dapat
Jawaban: B digambarkan sebagai berikut:
**
2. Perhatikan perbedaan ikatan ion dan ikat‐
an kovalen berikut:
TO T
*

**
*

Ikatan ion Ikatan kovalen Jadi, rumus senyawa yang dihasilkan ada‐
Berwujud padatan Berwujud cair, lah OT2.
padat, dan gas Jawaban: B
Mudah larut dalam Tidak larut dalam
air air 5. Konfigurasi elektron:
Titik leleh dan titik Titik leleh dan titik 9Y = 2 7
didih tinggi didih rendah 19K = 2 8 8 1
Lelehan dan Merupakan Unsur Y termasuk golongan VIIA yang mu‐
cairannya dapat isolator dah menerima 1 elektron dan unsur K me‐
menghantarkan rupakan golongan IA yang mudah mele‐

7
paskan 1 elektron. Sehingga akan mem‐ Ciri‐ciri ikatan kovalen nonpolar:
bentuk ion K+ dan Y‐ dan menghasilkan  Umumnya tidak larut dalam air.
senyawa KY yang merupakan ikatan ion.  Lelehan dan larutannya tidak dapat
Rumus struktur Lewis dapat digambarkan menghantarkan listrik.
sebagai berikut:  Mempunyai titik didih dan titik leleh
** rendah.
K Y * *
* Ciri‐ciri senyawa ion:
**  Larut dalam air.
Jadi, rumus senyawa yang dihasilkan ada‐  Lelehan dan larutannya dapat meng‐
lah X2O. hantarkan listrik.
Jawaban: B
 Mempunyai titik didih dan titik leleh
tinggi.
6. Sifat‐sifat senyawa M menunjukkan bahwa
Jadi, zat A berikatan kovalen non polar dan
senyawa tersebut berikatan ion. Senyawa
zat B berikatan kovalen nonpolar.
ion mudah larut dalam air dan terionisasi
Jawaban: B
sehingga dapat menghantarkan listrik. Se‐
nyawa ion juga memiliki titik didih dan titik
10. Ciri‐ciri ikatan kovalen polar:
leleh yang tinggi.
Jawaban: E  Larut dalam air.
 Lelehannya dapat menghantarkan listrik.
7. Konfigurasi elektron:  Mempunyai titik didih dan titik leleh
rendah.
7X = 2 5
Ciri‐ciri ikatan kovalen nonpolar:
1Y = 1
Unsur X termasuk golongan VA sehingga  Umumnya tidak larut dalam air.
mudah menerima 3 elektron. Unsur Y ter‐  Lelehan dan larutannya tidak dapat
masuk golongan IA, sehingga mudah me‐ menghantarkan listrik.
lepaskan 1 elektron. Rumus struktur Lewis  Mempunyai titik didih dan titik leleh
dapat digambarkan sebagai berikut: rendah.
** Ciri‐ciri senyawa ion:
YX Y
* *
 Larut dalam air.
 Lelehan dan larutannya dapat meng‐
*

Y hantarkan listrik.
Jika keduanya berikatan, maka akan mem‐  Mempunyai titik didih dan titik leleh
bentuk senyawa XY3 yang memiliki bentuk tinggi.
molekul trigonal piramida dan bersifat non Jadi, zat P memiliki ikatan ionik dan zat Q
polar karena terdapat pasangan elektron memiliki ikatan kovalen polar.
bebas. Jawaban: B
Jawaban: C
11. Konfigurasi elektron:
8. Senyawa Y titik leleh rendah (kovalen) dan T = [He] 2s2 2p2
tidak menghantarkan listrik (nonpolar). Se‐ Q = [Ne] 3s2 3p5
nyawa Z titik leleh tinggi (ionik). Unsur T termasuk golongan IVA. Unsur Q
Jawaban: C termasuk golongan VIIA, sehingga mudah
menerima 1 elektron. Rumus struktur
9. Ciri‐ciri ikatan kovalen polar: Lewis dapat digambarkan sebagai berikut:
 Larut dalam air.
 Lelehannya dapat menghantarkan listrik.
 Mempunyai titik didih dan titik leleh
rendah.

8
 17Y =
287
Q *
Elektron valensi = 7, cenderung untuk
menangkap 1 elektron.
QT Q
*

*
*
Jika, X dan Y berikatan, maka akan mem‐
Q bentuk senyawa XY2, dengan penggam‐
baran struktur Lewis:
Jika keduanya berikatan, maka akan mem‐
bentuk senyawa TQ4 yang memiliki bentuk Y X Y
x x

molekul tetrahedral.
Jawaban: D Bentuk molekul senyawa XY2 adalah linear
dengan sifat kepolarannya adalah nonpolar
karena bentuk molekulnya simetris.
12. Kaidah oktet dipenuhi apabila atom memi‐
Jawaban: E
liki 8 elektron pada kulit terluar.
Elektron valensi atom:
14. Ikatan hidrogen adalah ikatan antarmo‐
1H =1
lekul yang memiliki atom H yang terikat
17Cl = 287
pada atom yang memiliki keelektronega‐
7N = 25
tifan tinggi, seperti atom oksigen (O), fluor
15P = 2 8 5
(F), dan nitrogen (N). jawaban yang tepat
8O = 2 6
adalah nomor (2). Pada ikatan antara atom
Perhatikan penggambaran struktur Lewis
O dan H yang ditunjukkan oleh nomor (1),
berikut:
(3), (4), dan (5) hanya terjadi dalam satu
(1) H2O (4) CO2
H x x
x x molekul, bukan antarmolekul.Jawaban: B

O H O C O
x x

(2) NH3 (5) CH4 15. Gaya dipol sesaat terjadi antarmolekul
H nonpolar. Pada gambar ditunjukkan pada
x nomor 3.
H NH x x H C H x
x
x Jawaban: C
x

H H 16. Berikut ciri‐ciri senyawa kovalen polar dan


(3) PCl5 nonpolar:
Cl x
Senyawa Senyawa Kovalen
Cl P Cl
x
x
Kovalen Polar NonPolar
x
x
Cl Cl Unsur‐unsur Unsur‐unsur
Diantara senyawa kovalen yang menyim‐ pembentuk pembentuk
pang dari kaidah oktet adalah PCl5. Se‐ merupakan unsur‐ merupakan unsur‐
nyawa PCl5 memiliki 5 pasang elektron pa‐ unsur nonlogam unsur nonlogam
da atom pusat, yaitu 5 pasang elektron Pasangan Elektron‐elektron
yang berikatan dan tidak memiliki pa‐ elektron yang tertarik sama kuat
sangan elektron bebas. dipakai bersama ke segala arah
Jawaban: C tertarik lebih kuat
ke salah satu
13. Konfigurasi elektron: atom
 4X = 2 2 Memiliki Tidak memiliki pa‐
Elektron valensi = 2, cenderung untuk pasangan sangan elektron be‐
melepas elektron sebanyak 2. elektron bebas bas
Titik didih/titik Titik didih/titik

9
leleh sedang leleh rendah Jadi, zat P merupakan senyawa kovalen
Larut dalam air Tidak larut dalam non polar dan zat Q merupakan senyawa
air kovalen polar.
Padatan tidak Padatan tidak Jawaban: A
menghantarkan menghantarkan
arus listrik arus listrik 18. Diketahui konfigurasi elektron:
Larutan dapat Larutan tidak G: [Kr] 4d10 5s2 5p4 elektron valensi = 6
menghantar arus dapat menghantar H: 1s1 elektron valensi = 1
listrik arus listrik Apabila G dan H berikatan, maka perhati‐
Contoh: alkohol, Contoh: Cl2, PCl5, kan jumlah elektron valensi tersebut dan
HCl, PCl3, H2O, H2, N2 kecenderungannya untuk mencapai kesta‐
N2O5 bilan duplet atau oktet.
G: ev = 6, akan cenderung menangkap 2
Jadi, zat M merupakan senyawa kovalen elektron
nonpolar dan zat N merupakan senyawa H: ev = 1, akan cenderung melepas 1
ionik. elektron
Jawaban: A Sehingga diperoleh:
H+1G‐2 silangkan kedua koefisien
17. Berikut ciri‐ciri senyawa kovalen polar dan Jadi, rumus senyawa yang terbentuk ada‐
nonpolar: lah H2G.
Senyawa Kovalen Senyawa Kovalen Jawaban: D
Polar Non Polar
19. Kaidah oktet adalah kaidah di mana se‐
Unsur‐unsur Unsur‐unsur
nyawa kimia yang berikatan mampu mem‐
pembentuk pembentuk
punyai elektron berjumlah 8, baik atom
merupakan unsur‐ merupakan unsur‐
pusat atau atom ujung. Kaidah duplet ada‐
unsur nonlogam unsur nonlogam
lah kaidah di mana senyawa kimia yang
Pasangan elektron Elektron‐elektron
berikatan mampu mempunyai elektron
yang dipakai tertarik sama kuat
berjumlah 2, baik atom pusat maupun
bersama tertarik ke segala arah
atom ujung.
lebih kuat ke salah
Perhatikan pada nomor 5. Atom Cl sudah
satu atom
memiliki 8 elektron, akan tetapi atom B
Memiliki pasangan Tidak memiliki
(atom pusat) hanya memiliki 6 elektron,
elektron bebas pasangan elektron
berarti tidak mengikuti kaidah oktet.
bebas
Jawaban: E
Titik didih/titi leleh Titik didih/titik
sedang leleh rendah 20. Senyawa yang bersifat paling polar adalah
Larut dalam air Tidak larut dalam senyawa yang memiliki harga keelektro‐
air negatifan paling tinggi antara unsur yang
Padatan tidak Padatan tidak satu dengan unsur yang lain. Perhatikan
menghantarkan menghantarkan perbedaan keelektronegatifan berikut:
arus listrik arus listrik AQ = 4,0 – 2,1 = 1,9
Larutan dapat Larutan tidak dapat AR = 3,5 – 2,1 = 1,4
menghantar arus menghantar arus QT = 4,0 – 3,0 = 1,0
listrik listrik RT = 3,5 – 3,0 = 0,5
Contoh: alkohol, Contoh: Cl2, PCl5, TX = 3,0 – 2,8 = 0,2
HCl, PCl3, H2O, N2O5 H2, N2 Jawaban: A

10
BAB 3 STOIKIOMETRI
1. UN 2008 nasan akan melepaskan oksigen menurut
Sebanyak 10 gram padatan kalium klorat reaksi:
dipanaskan dalam wadah tertutup, se‐ 2KClO3(s)  2KCl(s) + 3O2(g)
hingga terjadi reaksi sesuai persamaan: Jika 245 gram KClO3 (Mr 122,5) dipanas‐
2KClO3(s)  2KCl(s) + 3O2(g) kan, maka volume gas oksigen yang diha‐
A. lebih besar dari 25 gram silkan pada keadaan standar adalah ....
B. lebih besar dari 10 gram A. 11,2 L D. 44,8 L
C. sama dengan 10 gram B. 22,4 L E. 67,2 L
D. lebih kecil dari 25 gram C. 29,8 L
E. lebih kecil dari 10 gram
6. UN 2011
2. UN 2008 Gas amonia, NH3, dapat dihasilkan dari
Pada proses industri, logam besi dihasilkan reaksi:
dari bijih besi Fe2O3 melalui reaksi reduksi (NH4)2SO4+ 2KOH→ K2SO4 + 2NH3 + 2H2O
dengan kokas (C) sesuai reaksi: Volume gas amonia yang dihasilkan apa‐
Fe2O3(s) +3C(s)  2Fe(s) + 3CO(g) bila sebanyak 0,56 liter (NH4)2SO4 diguna‐
Jika tersedia 1,6 ton bijih besi murni, maka kan pada reaksi tersebut adalah …
massa logam besi yang dapat dihasilkan A. 1,12 liter D. 11,20 liter
adalah ....(Ar Fe= 56,O=16, C=12) B. 1,20 liter E. 22,40 liter
A. 0,5 ton D. 3,20 ton C. 2,24 liter
B. 1,12 ton E. 5,60 ton
C. 1,60 ton 7. UN 2011
Tahap awal pembuatan asam nitrat dalam
3. UN 2009 industri melibatkan reaksi oksidasi amonia
Reaksi antara 4,8 gram logam magnesium yang menghasilkan nitrogen monoksida
(Ar = 24) dengan larutan HCl berlebihan dan uap air menurut reaksi berikut ini;
sesuai dengan persamaan berikut: 4NH3(g) + 5O2(g)  4NO(g) + 6H2O(l)
Mg(s) + 2HCl(aq)  MgCl2(aq) + H2(g) Volume nitrogen monoksida yang dihasil‐
Volume gas H2 yang dihasilkan (STP) ada‐ kan pada reaksi 6 liter gas amonia (P,T)
lah …. adalah…
A. 2,24 L D. 11,20 L A. 4 liter D. 12 liter
B. 4,48 L E. 22,40 L B. 6 liter E. 14 liter
C. 6,72 L C. 10 liter

4. UN 2009 8. UN 2012
Gas propana dibakar sempurna menurut Perhatikan persamaan reaksi berikut!
reaksi: C3H8(g) +O2(g)  CO2(g) + H2O(g) Mg(s) + 2HCl(aq)  MgCl2(aq) + H2(g)
(belum setara) Apabila 4 gram logam Mg dimasukkan ke
Perbandingan volume C3H8 : CO2 adalah .... dalam 10 mL larutan HCl 2 M, maka vo‐
A. 3 : 5 D. 1 : 4 lume gas H2 yang terbentuk dalam kea‐
B. 2 : 5 E. 1 : 3 daan standar adalah …. (Ar Mg = 24, H = 1,
C. 1 : 5 Cl = 35,5)
A. 0,224 L D. 2,240 L
5. UN 2009 B. 0,448 L E. 3,808 L
Salah satu bahan baku pembuatan petasan C. 1,904 L
dan korek api adalah kalium klorat. Pema‐

11
9. UN 2012 A. 1,12 L D. 22,40 L
Pada reaksi antara logam tembaga se‐ B. 6,72 L E. 89,6 L
banyak 12 gram dengan 4 gram gas oksi‐ C. 11,20 L
gen sesuai persamaan reaksi:
2Cu(s) + O2(g) 2CuO(s) 13. UN 2014
Ternyata dari percoban dihasilkan 15 gram Sebanyak 3 gram gas C2H6 dibakar sem‐
tembaga (II) oksida dan sisa gas oksigen purna menghasilkan gas CO2 dan uap air
sebanyak 1 gram, kenyataan ini sesuai hu‐ menurut reaksi:
kum…. (Ar Cu = 64, O=16) C2H6(g) + O2(g) → CO2(g) + H2O (belum
A. Dalton D. Gay Lussac setara)
B. Lavoisier E. Boyle Volume gas CO2 yang dihasilkan pada kea‐
C. Proust daan standar (STP) adalah .... (Ar C = 12, H
= 1, O = 16)
10. UN 2013 A. 1,12 L D. 6,72 L
Sebanyak 18 gram glukosa dibakar dengan B. 2,24 L E. 11,2 L
19,2 gram oksigen dalam ruang tertutup C. 4,48 L
menghasilkan gas karbon dioksida (CO2)
dan 10,8 gram uap air (H2O), menurut per‐ 14. UN 2014
samaan reaksi: Pada percobaan: 2C(s) + O2(g) → 2CO(g)
C6H12O6(s) + 6O2(g)  6CO2(g) + 6H2O(l) diperoleh data:
Massa CO2 yang dihasilkan pada pemba‐ Massa Massa
Massa CO
karan tersebut sebanyak …. (Ar: C = 12, H = 1, atom C atom O
(gram)
O = 11) (gram) (gram)
A. 37,2 gram D. 19,2 gram 6 8 14
B. 26,4 gram E. 10,8 gram 10,5 16 24,5
C. 20,0 gram 18 20 35
12 18 28
11. UN 2013 Perbandingan massa unsur C dan O dalam
Senyawa hidrat Zn(NO3)2.xH2O dipanas‐ senyawa CO adalah ....
kan hingga semua air kristalnya menguap, A. 2 : 3 D. 3 : 4
menurut persamaan reaksi: B. 2 : 4 E. 4 : 3
Zn(NO3)2.xH2O(s)  Zn(NO3)2(s) + xH2O(g) C. 3 : 2
Ternyata massa berkurang 36,54%, jika Ar
Zn = 65; N = 14; O = 16; H = 1. Rumus se‐ 15. UN 2014
nyawa kristal tersebut adalah …. Data yang diperoleh dari percobaan reaksi
A. Zn(NO3)2.2H2O D. Zn(NO3)2.5H2O antara Cu dan S membentuk CuS sebagai
B. Zn(NO3)2.3H2O E. Zn(NO3)2.6H2O berikut:
C. Zn(NO3)2.4H2O Massa
Massa Massa
Perc. Oksida
12. UN 2014 N2 O2
Nitrogen
Logam besi dalam industri diperoleh mela‐ 1 7 gram 15 gram 19 gram
lui reaksi: 2 9 gram 12 gram 19 gram
Fe2O3(s) + C(s)  Fe(s) + CO2(g) (belum 3 14 gram 24 gram 38 gram
setara) 4 28 gram 24 gram 38 gram
(Ar Fe = 56; O = 16). Volume gas CO2 (STP) Berdasarkan data percobaan tersebut,
yang dihasilkan jika massa besi (III) oksida maka perbandingan massa unsur Cu de‐
yang bereaksi sebanyak 32 gram adalah …. ngan S dalam senyawa CuS adalah ….

12
A. 4 : 5 D. 1 : 3 dihasilkan pada reaksi tersebut adalah ....
B. 3 : 1 E. 1 : 2 (Ar S = 32, O = 16)
C. 2 : 1 A. 30 gram D. 40 gram
B. 32 gram E. 64 gram
16. UN 2015 C. 34 gram
Besi dapat bereaksi dengan oksigen mem‐
bentuk besi (II) oksida dengan perbanding‐ 20.UN 2016
an massa sebagai berikut: Pada persamaan reaksi yang belum setara
berikut:
Massa (gram)
SO2(g) + O2(g) → SO3(g)
Fe O FeO
Perbandingan volume pereaksi dan hasil
7 10 9 reaksi yang stoikiometri sesuai hukum Gay
14 4 18 Lussac adalah ....
16 4 18 Volume Volume Volume
10 2 9 SO2 (mL) O2 (mL) SO3 (mL)
Berdasarkan data tersebut perbandingan A. 20 10 30
massa Fe dengan O dalam senyawa terse‐ B. 20 15 30
but adalah …. C. 25 10 25
A. 2 : 1 D. 7 : 4 D. 30 15 30
B. 7 : 2 E. 7 : 8 E. 30 10 30
C. 7 : 3

17. UN 2015
Hasil analisis terhadap suatu senyawa ok‐
sida nitrogen menunjukkan bahwa senya‐
wa tersebut mengandung 30% massa 1. Sesuai hukum kekekalan massa (Lavoiser)
nitrogen. Rumus molekul senyawa terse‐ dimana massa zat sebelum reaksi dan se‐
but (Mr = 92) adalah …. (Ar: N = 14, O = 16) sudah reaksi adalah sama, sehingga apabila
A. NO2 D. N2O4 10 gram padatan kalium klorat dipanaskan
B. N2O E. N2O5 akan dihasilkan zat dengan massa yang
C. N2O3 sama dengan 10 gram.
Jawaban: C
18. UN 2015
Suatu senyawa karbon terdiri dari 40% 2. Diketahui: massa Fe2O3 = 1,6 ton
massa C, 6,7% massa H, dan sisanya Ditanya: massa Fe = ?
oksigen. Rumus molekul senyawa tersebut Jawab:
(Ar: C = 12, H = 1, dan O = 16) dan Mr Persamaan reaksi setara:
senyawa 60 adalah …. Fe2O3(s) +3C(s)  2Fe(s) + 3CO(g)
A. CH2O D. C2H4O Massa Fe
B. C2H4O2 E. C2H4O4 = koefisien Fe
x massa Fe O
C. C2H2O koefisien Fe 2 O 3
2 3

2
= x 1,6 ton = 3,2 ton
19. UN 2016 1
Sebanyak 32 gram serbuk sulfur direaksi‐ Jadi, massa logam besi yang dihasilkan
kan dengan 32 gram gas oksigen dalam adalah 3,2 ton.
ruang tertutup menghasilkan gas sulfur Jawaban: D
dioksida menurut reaksi: 2S(s) + 2O2(g) →
2SO2(g). Massa gas sulfur dioksida yang

13
3. Diketahui: massa Mg = 4,8 g Volume amonia = 2 x volume (NH4)2SO4
Ar Mg = 24 = 2 x 0,56 liter = 1,12 liter
Ditanya: V H2 (STP) = ? Jadi, volume gas amonia yang dihasilkan
Jawab: sebesar 1,12 L.
massa Mg 4,8 Jawaban: A
Mol Mg = = = 0,2 mol
Ar Mg 24
Mol H2 = Mol Mg = 0,2 mol 7. Diketahui: V NH3 = 6 liter
Volume gas H2 (STP) = mol H2 x 22,4 Ditanya: V NO = ?
= 0,2 x 22,4 = 4,48 L Jawab:
Jadi, volume gas H2 pada keadaan STP Persamaan reaksi:
adalah 4,48 L. 4NH3(g) + 5O2(g)  4NO(g) + 6H2O(l)
Jawaban: B Berdasarkan persamaan gas ideal, pada
tekanan dan suhu tetap, volume gas se‐
4. Persamaan reaksi yang setara:
banding dengan jumlah molnya. Hal ini
C3H8(g) + 5O2(g) 3CO2(g) + 4H2O(g)
berarti, volume gas sebanding dengan
Perbandingan volume dapat dinyatakan
dengan perbandingan koefisien, sehingga koefisien reaksinya.
koefisien NO
perbandingan volume C3H8 : CO2 = 1 : 3. V NO = x V NH3
Jadi, perbandingan volume C3H8 : CO2 ada‐ koefisien NH3
4
lah 1 : 3. = x 6liter = 6 liter
Jawaban: E 4
Jadi, volume gas nitrogen monoksida yang
5. Diketahui: massa KClO3 = 245 g dihasilkan adalah 6 liter.
Mr KClO3 = 122,5 Jawaban: B
Ditanya: volume O2 (STP) = ?
Jawab: 8. Diketahui: massa Mg = 4 g
Persamaan reaksi yang setara: V HCl = 10 mL
2KClO3(s)  2KCl(s) + 3O2(g) [HCl] = 2 M
massa KClO3 Ditanya: V H2 (STP) = ?
Mol KClO3 =
Mr KClO3 Jawab:
245 Mol HCl (STP) = [HCl] x V HCl
=  2mol
122,5 = 2 x 10
koefisien O2 = 20 mmol = 0,02 mol
molO2 = x mol KClO3 massa Mg
koefisien KClO3 Mol Mg =
Ar Mg
3 4
molO2 = x 2 mol = 3 mol
= = 0,167 mol
2
24
V O2(STP) = mol O2 x 22,4 L/mol
= 3 x 22,4 = 67,2 L Persamaan reaksi:
Jadi, volume gas oksigen pada keadaan Mg(s) + 2HCl(aq)  MgCl2(aq) + H2(g)
standar adalah 67,2 L. 0,167 0,02
Jawaban: E 0,01 0,02 0,01 0,01

6. Diketahui: V (NH4)2SO4 = 0,56 L Mol H2 = 0,01 mol


Ditanya: V NH3= ? V H2 (STP) = mol H2 x 22,4 L/mol
Jawab: = 0,01 x 22,4 = 0,224 L
Persamaan reaksi setara: Jadi, volume gas H2 yang terbentuk pada
(NH4)2SO4+ 2KOH→ K2SO4 + 2NH3 + 2H2O keadaan standar adalah 0,224 L.
0,56 liter Jawaban: A

14
9. Persamaan reaksi: 12. Diketahui: massa Fe2O3 = 32 gram
2Cu(s) + O2(g)  2CuO(s) Ditanya: V CO2(STP) = ?
12 g 4g 15 g sisa = 1 g Jawab:
Dari data diperoleh bahwa massa zat se‐ Mol F O = massa Fe2O3 32  0,2 mol
2 3
belum reaksi adalah 16 g dan massa zat Mr Fe2O3 160
sesudah reaksi juga sama dengan 16 g. hal Persamaan reaksi:
ini sesuai dengan hukum Lavoiser.
2Fe2O3(s) + 3C(s)  4Fe(s) + 3CO2(g)
Jawaban: B koefisien CO2
Mol CO2 = x mol Fe2O3
10. Diketahui: massa glukosa = 18 g koefisien Fe2O3
massa oksigen = 19,2 g 3
= x 0,2 = 0,3 mol
massa uap air = 10,8 g 2
Ditanya: massa CO2= ? V CO2 (STP) = mol CO2 x 22,4 L/mol
Jawab: = 0,3 x 22,4 = 6,72 L
18 Jadi, volume gas CO2 yang dihasilkan ada‐
Mol glukosa =  0,1 mol
180 lah 6,72 L.
19,2 Jawaban: B
Mol oksigen =  0,6 mol
32
10,8 13. Diketahui: massa C2H6 = 3 gram
Mol uap air =  0,6mol
18 Ditanya: V CO2 = ?
Persamaan reaksi: Jawab:
C6H12O6(s) + 6O2(g)  6CO2(g) + 6H2O(l) 3
Mol C2H6 =  0,1 mol
m: 0,1 0,6 30
r: 0,1 0,6 0,6 0,6 Persamaan reaksi:
s: ‐ ‐ 0,6 0,6 C2H6 + 7/2O2 → 2CO2 + 3H2O
mol CO2 = 0,6 mol Mol CO2 = 2 x mol C2H6 = 2 x 0,1 mol
massa CO2 = mol CO2 x Mr CO2 = 0,2 mol
= 0,6 x 44 gram = 26,4 gram V CO2 = mol CO2 x 22,4 L/mol
Jadi, massa CO2 yang dihasilkan pada = 0,2 x 22,4 = 4,48 L
pembakaran adalah 26,4 gram. Jawaban: C
Jawaban: B
14. Perhatikan pada tabel yang menunjukkan
11. Diketahui: %H2O = 36,54%
jumlah antara massa atom C dan massa
Ditanya: rumus senyawa Kristal = ?
atom O yang sesuai dengan massa CO. da‐
Jawab:
lam hal ini adalah percobaan 1. Sehingga
Misal massa senyawa Kristal adalah 100 g.
perbandingan C dan O adalah:
Massa H2O = 36,54 gram
C:O=6:8=3:4
Massa Zn(NO3)2 = 100 – 36,54 = 63,46 gram
Jawaban: D
Persamaan reaksi:
Zn(NO3)2.xH2O(s)  Zn(NO3)2(s) + xH2O(g) 15. Untuk menghitung perbandingan massa,
63,46 36,54 gunakan perbandingan massa atom relatif
100 gram
189 18 dari masing‐masing unsur penyusun se‐
mol H2O x 36,54 189 nyawa. Senyawa yang terbentuk adalah
  x
mol Zn(NO 3 ) 2 1 18 63,46 CuS, maka perbandingannya dapat ditulis‐
x=6 kan sebagai:
jadi, rumus senyawa Kristal adalah (1 x Ar Cu) :(1 x Ar S) = (1 x 63,5) : (1 x 32)
Zn(NO3)2.6H2O. = 63,5 : 32
Jawaban: E 2 : 1

15
Jadi, perbandingan massa unsur Cu dan S Massa O = 100 – 46,7 gram
dalam senyawa CuS adalah 2 : 1. = 53,3 gram
Jawaban: C Perbandingan mol:
mC mH mO
mol C : mol H : mol O = : :
16. Untuk menghitung perbandingan massa, Ar C Ar H Ar O
gunakan perbandingan massa atom relatif 40 6,7 53,3
= : :
dari masing‐masing unsur penyusun se‐ 12 1 16
nyawa. = 3,3 : 6,7 : 3,3
Senyawa yang terbentuk adalah FeO, 1:2:1
maka perbandingannya dapat dituliskan Sehingga:
sebagai: (CH2O)n = 60
(1 x Ar Fe) :(1 x Ar O) = (1 x 56) : (1 x 16) (12 + 2 + 16)n = 60
= 56 : 16 30 n = 60
=7:2 n = 60 : 30 = 2
Jadi, perbandingan massa unsur Fe dan O Jadi, rumus molekul senyawa tersebut
dalam senyawa FeO adalah 7 : 2. adalah C2H4O2.
Jawaban: B Jawaban: B

17. Misal massa senyawa NxOy adalah 100 19. Dalam soal ini terdapat kata kunci, yaitu
gram. Maka: “ruangan tertutup”. Hal ini sesuai dengan
30% massa N= 30% x 100 gram konsep pada hukum kekekalan massa
= 30 gram (Lavoiser), yang berbunyi: “massa zat se‐
massa O = 100 gram – 30 gram belum dan sesudah reaksi sama”. Reaksi:
= 70 gram 2S(s) + 2O2(g)  2SO2(g)
Perbandingan mol: 32 g 32 g 64 g
mN m O Jadi, dalam ruangan tertutup massa zat
mol N : mol O = :
Ar N Ar O yang dihasilkan dan yang sebelumnya pas‐
30 70 ti sama, dan gas yang terdapat dalam
= :
14 16 reaksi (gas oksigen) tetap berada di dalam
= 2,14 : 4,37 botol.
2:4 Jawaban: E
Jadi, rumus molekul senyawa tersebut
adalah N2O4. 20. Hukum Gay‐Lussac atau hukum perban‐
Jawaban: D dingan volume menyatakan bahwa: “per‐
bandingan volume‐volume pada tekanan
18. Diketahui: %C = 40% yang sama berbanding kurus terhadap
H = 6,7% koefisien yang bereaksi”. Persamaan reaksi
Mr CxHyOz = 60 yang setara adalah:
Ditanya: rumus molekul = ? 2SO2(g) + O2(g)  2SO3(g)
Jawab: Pada reaksi di atas, kalikan koefisien
Misal massa senyawa CxHyOz adalah 100 g. dengan 15, maka:
Maka: 30SO2(g) + 15O2(g)  30SO3(g)
40% massa C = 40% x 100 gram 30 mL 15 mL 30 mL
= 40 gram Jawaban: D
6,7% massa H = 6,7% x 100 gram
= 6,7 gram

16
BAB 4 SENYAWA HIDROKARBON DAN TURUNANNYA
1. UN 2008 4. UN 2010
Tabel data hasil pembakaran beberapa Dietil eter atau etoksi etana digunakan se‐
jenis bensin dengan jumlah jelaga yang di‐ bagai obat bius yang mengandung gugus
hasilkan sebagai berikut: fungsi….
O
Massa Jelaga
Jenis Bahan Bakar A. ‐ OH D. C
yang Dihasilkan
O
1 50 – 60 gram
B. ‐ OR E. C OH
2 0 – 25 gram
O
3 75 – 100 gram
4 25 – 50 gram C. C H
5 60 – 75 gram
5. UN 2011
Bahan bakar yang mengandung bilangan
Beberapa kegunaan senyawa karbon:
oktan tertinggi adalah ....
1. pendingin AC 3. obat bius
A. 1 D. 4
2. antiseptic 4. pelarut senyawa
B. 2 E. 5
Kegunaan senyawa eter adalah….
C. 3
A. 1 dan 2 D. 2 dan 4
B. 1 dan 3 E. 3 dan 4
2. UN 2009
C. 2 dan 3
Rumus struktur yang benar dari asam
2‐metil butanoat adalah ….
A. CH3 CH2 CH COOH 6. UN 2011
Senyawa C2H4O2 merupakan senyawa
CH3 yang dapat ditambahkan dalam makanan
B. CH3 CH2 CH sebagai penambah rasa. Senyawa tersebut
CHO
dapatdibuat dari oksidasi alkohol primer.
CH3 Gugus fungsi dari senyawa tersebut
adalah….
O C O C
C. A. D.
CH3 CH2 C H O
OCH3 C O
B. E.– OH
OH
D. CH3 CH COOH C. – O –
CH3
7. UN 2011
E. CH3 CH CH2 CHO Perhatikan reaksi berikut:
CH3CH = CHCH3 + HCl  CH3CH2CHClCH3
CH3
Isomer posisi dari pereaksi pada persama‐
3. UN 2010 an reaksi tersebut adalah ….
Senyawa metoksi propana memiliki isomer A. CH2 = CH – CH2 – CH3
posisi dengan nama…. B. CH3 – CH = CH – CH3
A. 1‐butanol C. CH3 – CH2 – CH2 – CH3
B. 2‐butanol D. CH3 C CH2
C. etoksi etana CH3
D. 2‐metoksi propana
E. 2‐butanon E. CH C CH2
3
CH3

17
8. UN 2012 12. UN 2013
Perhatikan rumus struktur senyawa karbon Beberapa kegunaan senyawa karbon se‐
berikut! bagai berikut:
(1) CH3 CH CH2 CH3 (1) Pemberi aroma
OH (2) Pengawet preparat
(2) CH2  CH  CH2  CH3 (3) Bahan bakar
Nama IUPAC dari rumus struktur tersebut (4) Pelarut
berturut‐turut adalah ... (5) Pembersih cat kuku.
A. 2 – butanol dan 3 – butena Kegunaan dari aseton terdapat pada no‐
B. 2 – butanol dan 1 – butena mor ….
C. 2 – butanon dan 1 – butena A. 1 dan 2 D. 2 dan 4
D. 2 – butanon dan 2 – butena B. 1 dan 3 E. 3 dan 4
E. 2 – butanon dan 2 – butena C. 2 dan 3

9. UN 2012 13. UN 2014


Hasil reaksi identifikasi senyawa dengan Hasil reaksi identifikasi senyawa dengan
rumus molekul C3H6O sebagai berikut: rumus molekul C2H4O sebagai berikut:
1. Dengan pereaksi fehling menghasilkan (1) Dengan larutan KMnO4 bereaksi meng‐
endapan merah bata. hasilkan asam.
2. Oksidasi dengan suatu oksidator meng‐ (2) Dengan pereaksi Tollens menghasilkan
hasilkan senyawa yang dapat meme‐ endapan perak.
rahkan lakmus biru. Gugus fungsi senyawa karbon tersebut
Gugus fungsi senyawa karbon tersebut…. adalah ….
C O A. C H C OH
D.
A. D. O O
O CH C
C OH B. – OH E.
B. – O – E.
O
O
C. – OH C. – O –

10. UN 2012 14. UN 2014


Perhatikan persamaan reaksi berikut! Senyawa 3‐metil 2‐pentena diadisi oleh
(1) CH2 = CH2 + Br2  CH2Br ‐ CH2Br asam bromida menurut persamaan reaksi:
(2) CH3 ‐ CH2 ‐ CH2Cl + NaOH  CH3 – CH
CH3 ‐ CH2 ‐ C = CH ‐ CH3 + HBr  hasil
= CH2 + NaCl + H2O
Jenis reaksi yang terjadi pada persamaan CH3
reaksi (1) dan (2) berturut‐turut adalah ...
Rumus struktur dari senyawa hasil reaksi
A. adisi dan substitusi
tersebut adalah ….
B. adisi dan eliminasi CH3
C. substitusi dan eliminasi
A. CH3 ‐ C = C ‐ CH2 ‐ CH3
D. eliminasi dan adisi
E. eliminasi dan substitusi CH3
B. CH3 ‐ CH ‐ C ‐ CH2 ‐ CH3
11. UN 2013
CH = CH  CH CH OH. Reaksi ter‐ Br H
H2 O
2 2 3 2
sebut adalah reaksi…. CH3
A. protonasi D. adisi C. CH3 ‐ CH2 ‐ C ‐ CH2 ‐ CH3
B. hidrolisis E. solvasi
Br
C. substitusi
18
CH3 (4) Asam Pengawet pada
D. CH2 ‐ CH2 ‐ C ‐ CH2 ‐ CH3 (5) propionat keju
Br Br Metal Bahan baku
bromida plastik
CH3
Pasangan nama senyawa dengan keguna‐
E. CH3 ‐ CH ‐ C ‐ CH2 ‐ CH3 annya yang sesuai adalah ….
Br Br A. (1) dan (2) D. (2) dan (4)
B. (1) dan (3) E. (3) dan (5)
15. UN 2015 C. (2) dan (3)
Suatu senyawa hidrokarbon mempunyai
rumus struktur: 18. Perhatikan rumus struktur senyawa karbon
CH3 CH2 CH CH2 CH3 berikut!
CH3 H3C CH CH2 CH3
Isomer struktur dari senyawa tersebut OH
adalah …. Nama senyawa yang merupakan isomer
A. n‐pentana fungsi dari senyawa tersebut adalah ....
B. 2,2 dimetil butana A. 1‐butanol
C. 3,3 dimetil butana B. metoksi etana
D. 3‐metil pentana C. etoksi etana
E. 3‐metil heksana D. 2‐metil‐1‐propanol
E. 2‐butanol
16. UN 2015
Perhatikan uji senyawa karbon berikut! 19. Perhatikan reaksi kimia berikut!
(1) CH3 – CH2 – OH + HCl (pekat)  CH3 –
CH2 – Cl + H2O
(2) CH3 – CH2Cl + CH3OK  CH2 = CH2 +
KCl + CH3OH
(3) CH3 –CH = CH2 + HCl  CH3 – CH2 –
CH2Cl
(4) CH3 – CH3 + Cl2 CH3 – CH2Cl + HCl
Berubahnya air kapur menjadi keruh (5) CH3COOH + CH3OH  CH3COOCH3 +
membuktikan adanya unsur …. H2O
A. hidrogen dan oksigen Reaksi eliminasi terdapat pada persamaan
B. karbon dan oksigen reaksi nomor ....
C. oksigen dan nitrogen A. (1) D. (4)
D. nitrogen dan kobalt B. (2) E. (5)
E. kalsium dan oksigen C. (3)

17. UN 2015 20. Perhatikan percobaan berikut!


Berikut adalah tabel nama senyawa karbon
dan kegunaannya:
Nama
No. Kegunaan
senyawa
(1) Etil butirat Penguat rasa
(2) Glikol Anti beku pada
air radiator
(3) Freon Pelarut

19
Nama senyawa hasil reaksi tersebut adalah 4. Dietil eter atau etoksi etana merupakan
.... golongan eter atau alkoksi alkana yang
A. metoksi etana D. etil metanoat mempunyai gugus fungsi ‐ O ‐ .
B. metil propanoat E. etil etanoat Jawaban: B
C. metil sulfat
5. Eter disebut juga dengan dietil eter, yaitu
merupakan senyawa karbon yang diguna‐
kan sebagai obat bius dan pelarut senyawa
organik.
1. Kualitas bensin semakin baik jika bilangan Jadi, jawaban yang tepat adalah nomor (3)
oktannya semakin besar. Bilangan oktan dan (4).
merupakan suatu bilangan yang menun‐ Jawaban: E
jukkan efisiensi bensin. Jelaga yang me‐
ngandung karbon monoksida merupakan 6. Berdasarkan rumus molekulnya, senyawa
gas yang terbentuk apabila pembakaran C2H4O2 termasuk golongan asam kar‐
bahan bakarnya tidak sempurna, sehingga boksilat. Senyawa C2H4O2 (asam etanoat)
semakin besar volume karbon monoksida dapat diperoleh dari oksidasi alkohol pri‐
yang dihasilkan, maka pembakarannya se‐ mer, yaitu etanol. Sesuai reaksi berikut:
makin tidak efisien. O
Jadi, bahan bakar yang mengandung oktan CH3 CH2 OH CH3 C
tinggi adalah bahan bakar yang memiliki etanol etanal H
massa jelaga paling sedikit yaitu jenis ke‐2, O
0 – 25 gram. CH3 C
Jawaban: B OH
asam etanoat
2. Asam 2‐metil butanoat memiliki rumus Jadi, gugus fungsi senyawa C2H4O2 adalah
struktur: C O
.
CH3 CH2 CH CHO OH
CH3 Jawaban: B

Penomoran dimulai dari kanan, yaitu pa‐ 7. Isomer posisi adalah isomer dari senyawa
ling dekat dengan gugus karboksilat. Pada yang segolongan tetapi memiliki letak gu‐
atom C nomor 2 terdapat gugus metil. gus fungsi yang berbeda.
Jawaban: B CH3CH = CHCH3 adalah 2‐butena, akan
memiliki isomer posisi dengan 1‐butena
3. Isomer posisi terjadi karena perbedaan gu‐ karena letak ikatan rangkapnya berada pa‐
gus fungsi atau ikatan rangkap. da atom yang berbeda dan masih dalam
Rumus struktur metoksi propana adalah: satu golongan, yaitu alkena.
CH3 – O – CH2 – CH2 – CH3 Jadi, isomer posisi dari CH3CH = CHCH3
Akan berisomer dengan 2‐metoksi propana. adalah CH2 = CH – CH2 – CH3.
CH3 O CH CH3 Jawaban: A
CH3
8. Nama IUPAC yang tepat adalah:
Jadi, isomer metoksi propana adalah 2‐me‐ (1) CH3 CH CH2 CH3 : 2‐butanol
toksi propana. OH
Jawaban: D (2) CH2  CH  CH2  CH3 : 1‐butena
Jawaban: B

20
9. Senyawa C3H6O ada dua kemungkinan 14. Perhatikan reaksi berikut:
gugus, yaitu aldehid atau keton, jika be‐ CH3 ‐ CH2 ‐ C = CH ‐ CH3 + HBr
reaksi dengan Fehling, maka gugus terse‐
but adalah aldehid dan aldehid jika di ok‐ CH3
sidasi menghasilkan asam karboksilat yang Reaksi di atas merupakan reaksi adisi. Ka‐
dapat memerahkan lakmus biru. rena jumlah atom karbon di sebelah kanan
Jawaban: D dan kiri ikatan rangkap dua berbeda, maka
harus menggunakan aturan Markovnikov.
10. ReaksiAdisi adalah reaksi pemecahan ikat‐
an rangkap menjadi ikatan tunggal dengan Bunyi aturan Markovnikov adalah:
cara menangkap atom lain, ditunjukkan “Jika atom C yang berikatan rangkap
pada reaksi 1. mengikat jumlah atom H yang berbeda,
Reaksi Eliminasi adalah reaksi pelepasan maka atom X akan terikat pada atom C
beberapa atom/gugus untuk membentuk yang sedikit mengikat atom H”
zat baru (terjadi ikatan rangkap), ditunjuk‐
kan pada reaksi 2. Reaksi yang terjadi adalah:
Jawaban: B

H

2O
 CH3 ‐ CH2 ‐ C = CH ‐ CH3 + H ‐ Br
11. CH2 = CH2 CH3CH2OH
CH3
Pada reaksi tersebut terjadi pemutusan
ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal, Hasil reaksi yang terjadi adalah:
maka disebut reaksi adisi. CH3
Jawaban: D CH3 ‐ CH2 ‐ C ‐ CH2 ‐ CH3
Br
12. Kegunaan aseton dapat ditunjukkan oleh Jadi, hasil dari reaksi adisi dengan asam
nomor (4) dan (5), yaitu sebagai pelarut bromida adalah senyawa 3‐bromo‐3‐metil
dan pembersih cat kuku. Pemberi aroma
pentana.
merupakan kegunaan dari ester, pengawet Jawaban: C
preparat kegunaan dari asam karboksilat
dan bahan bakar merupakan kegunaan dari
15. Isomer adalah senyawa‐senyawa dengan
alkohol.
rumus molekul sama, tetapi rumus struktur
Jawaban: E
atau konfigurasinya berbeda.
13. Senyawa C2H4O memiliki dua kemungkin‐ Isomer senyawa karbon:
CH3 CH2 CH CH2 CH3
an gugus, yaitu aldehid atau keton, aldehid
O
mempunyai rumus – CHO ( ), CH3
C H adalah:
O CH3
sedangkan keton –CO‐ ( ).
C
CH3 CH2 C CH3
Perbedaan senyawa aldehid dan keton
adalah aldehid dapat dioksidasi dengan CH3 2,2‐dimetil butana
pereaksi Tollens, Fehling, dan Benedict,
Jawaban: B
sedangkan keton tidak dapat dioksidasi.
Dengan pereaksi Tollens menghasilkan
16. Pemanasan sampel akan menghasilkan
endapan perak, sesuai reaksi: RCHO +
gas karbon dioksida yang jika tercampur
Ag2O  RCOOH + Ag(s)
dengan air kapur akan menghasilkan en‐
Jadi, senyawa tersebut adalah aldehid.
Jawaban: A

21
dapan kapur dari CaCO3. Hal ini menunjuk‐ Jadi, jawaban yang tepat adalah etoksi
kan adanya unsur karbon dan oksigen. etana:
Jawaban: B CH3 – CH2 – O – C2H5.
Jawaban: C
17. Perhatikan senyawa karbon dan keguna‐
annya berikut: 19. Reaksi eliminasi adalah reaksi penam‐
Nama bahan jumlah ikatan dari ikatan tunggal ke
Kegunaan ikatan rangkap.
Senyawa
Etil butirat Pemberi aroma Jawaban: B
stroberi
20.Percobaan dalam soal adalah reaksi esteri‐
Glikol Anti beku pada
fikasi atau reaksi penyabunan karena me‐
radiator mobil
libatkan alkohol dan asam karboksilat.
Freon Pendingin
Yang direaksikan hanyalah senyawa tu‐
Asam Pengawet pada keju
runan alkana, H2SO4 tidak ikut karena se‐
propionat
bagai zat yang menyerap air dari reaksi es‐
Metil bromida Zat pemadam
terifikasi untuk mengambil —OH dari gu‐
kebakaran
gus karboksil (—COOH) dan —H dari gugus
Jadi, data yang berhubungan dengan te‐ hidroksil dari alkohol (—OH) dan terben‐
pat adalah nomor 2 dan 4. tuklah air dengan media penyerapnya
Jawaban: D
asam sulfat pekat.
Reaksi esterifikasinya adalah:
18. Isomer fungsi adalah isomer yang memiliki
C2H5OH + CH3COOH  CH3COOC2H5 +
rumus fugsi sama tetapi gugus fungsinya
H2O
berbeda. Alkohol berisomer fungsi dengan
Hasil reaksi esterifikasi adalah etil etanoat
eter. Nama senyawa turunan alkana eter
yang merupakan gugus fungsi eter.
memiliki ciri kata “oksi”.
Jawaban: E

22
BAB 5 TERMOKIMIA
1. UN 2008 D. 2C(s) + H2(g)
Entalpi pembakaran suatu bahan bakar be‐
sarnya 5,460 kJ/mol. Jika 5,7 gram bahan H = ‐226,7 kJ/mol

Energi
bakar (Mr = 114) tersebut dibakar, maka
entalpi pembakaran yang dihasilkan ada‐ C2H2(g)
lah ….
114 E.
A. 5.460 x kJ 2C(s) + H2(g)
5,7
114 H = 226,7 kJ/mol

Energi
B. ‐5.460 kJ x
5,7
C2H2(g)
C. 5.460 x 114 kJ
D. 5.460 x 5,7 kJ
5,7 x 114 3. UN 2008
E. kJ Diketahui energi ikatan rata‐rata:
5.460 C  C : 839 kJ/mol
C – C : 343 kJ/mol
2. UN 2008
H – H : 436 kJ/mol
Persamaan reaksi pembentukan gas ase‐ C – H : 410 kJ/mol
tilena adalah sebagai berikut: Perubahan entalpi yang terjadi pada reaksi:
2C(s) + H2(g)C2H2(g) Hf = ‐226,7 kJmol‐1 CH3 – C  CH + 2H2 CH3 – CH2 – CH3
Grafik di bawah ini yang menunjukkan pro‐ sebesar ….
ses reaksi pembentukan tersebut adalah A. +272 kJ/mol D. ‐1.983 kJ/mol
…. B. ‐272 kJ/mol E. ‐3.694 kJ/mol
A. 2C(s) + H(g)
C. ‐1.711 kJ/mol

H = ‐226,7 kJ/mol 4. UN 2009


Energi

Berikut bagan suatu reaksi:


C2H2(g)

B. C(s) + H(g)

H = 226,7 kJ/mol
Energi

C2H2(g) Dari bagan tersebut pernyataan yang be‐


nar untuk reaksi penguraian 2HI  H2 + I2
berlangsung secara ....
C. C2(s) + H2(g) A. eksoterm karena energi sistem berkurang
B. eksoterm karena energi sistem
H = 226,7 kJ/mol
Energi

bertambah
C. endoterm karena energi sistem
C2H2(g)
berkurang
D. endoterm karena energi sistem
bertambah
E. endoterm karena energi lingkungan ber‐
tambah

23
5. UN 2009 8. UN 2011
Jika diketahui: Perhatikan gambar berikut!
HfCH4(g) = ‐75 kJ/mol
HfCO2(g) = ‐393 kJ/mol
HfH2O(g) = ‐242 kJ/mol
Maka, H reaksi pembakaran gas CH4
menurut reaksi:
CH4(g) + 2O2(g)  CO2(g) + 2H2O(g)
adalah….
A. ‐1.040 kJ/mol D. +890 kJ/mol
B. ‐802 kJ/mol E. +1.040 kJ/mol
C. ‐445 kJ/mol

6. UN 2010
Seorang siswa mengukur perubahan ental‐
pi reaksi: Peristiwa yang merupakan reaksi endo‐
term adalah…
HCl(aq) + NaOH(aq)  NaCl(aq) + H2O(l)
A. 1 dan 2 D. 3 dan 4
Suhu awal larutan HCl dan NaOH masing‐
B. 2 dan 3 E. 3 dan 5
masing 25C dan setelah dicampurkan men‐
C. 2 dan 4
jadi 30C. Jika banyaknya zat yang dicam‐
purkan 50 mL HCl 0,2 M dan 50 mL NaOH
9. UN 2011
0,4 M, kapasitas kalor bejana diabaikan
Perhatikan diagram tingkat energi berikut!
dan kalor jenis air 4,2 Jg‐1K‐1, maka per‐
ubahan entalpi (H) reaksi tersebut adalah
….
A. 4,2 kJ D. ‐84,0 kJ
B. 16,8 kJ E. ‐210 kJ
C. ‐21,0 kJ

7. UN 2011
Besarnya perubahan entalpi (H) pemben‐
Data energi ikatan rata‐rata:
tukan ZnSO4 dari ZnS adalah …
C = C : 609 kJ/mol C – C : 345 kJ/mol
C – Cl : 326 kJ/mol H – Cl : 426 kJ/mol A. +983 kJ D. ‐777 kJ
B. +777 kJ E. ‐983 kJ
C – H : 412 kJ/mol
C. +206 kJ
Besarnya entalpi reaksi:
CH2 = CH2 + HCl  CH3CH2Cl
10. UN 2012
adalah ….
Perhatikan persamaan reaksi termokimia
A. ‐312 kJ/mol D. +100 kJ/mol
di bawah ini!
B. ‐48 kJ/mol E. +312 kJ/mol
C. +48 kJ/mol (1) 1/2N2(g) + 1/2O2(g)  NO(g)
H= +kJ.mol‐1
(2) NO2(g)  1/2N2(g) + O2(g)
H = ‐kJ.mol‐1
(3) CO2(g)  C(s) + O2(g)
H = +kJ.mol‐1
(4) C2H5OH(l) + 3O2(g)  2CO2(g) + 3 H2O(l)
H = ‐kJ.mol‐1

24
(5) Na(s) + 1/2Cl2(g)  NaCl D. H2O(l)  6H2O(g)
H = ‐kJ.mol‐1 E. C(s) + H2O(g)  CO(g) + H2(g)
Pasangan persamaan reaksi yang merupa‐ Pasangan persamaan reaksi yang merupa‐
kan Hf, Hd danHcadalah ... kan proses eksoterm adalah ....
A. (3), (4), dan (5) D. (1), (3), dan (5) A. (1) dan (2) D. (2) dan (4)
B. (2), (4), dan (5) E. (1), (2), dan (4) B. (1) dan (3) E. (3) dan (4)
C. (1), (2), dan (3) C. (2) dan (3)

11. UN 2013 14. UN 2014


Diagram entalpi tahap‐tahap reakis ditun‐ Perhatikan diagram tingkat energi berikut!
jukkan oleh bagan sebagai berikut: H0
2C (s) + 2O2(g)
2S(g) + 3O2(g) H2= ‐222 kJ
H1
H1
H3 = ‐790,4 2CO(g) + O2(g)
kJ/mol
2SO2(g) + O2(g) H3 = ‐566 kJ

H2= ‐196,6 kJ/mol


2CO2(g)
2SO3(g)

Harga H1 sebesar …. Berdasarkan grafik tersebut, harga entalpi


A. ‐593,8 kJ/mol D. +593,8 kJ/mol standar pembentukan gas CO2 adalah ….
B. ‐296,9 kJ/mol E. +790,4 kJ/mol A. ‐172 kJ D. ‐788 kJ
C. +296,9 kJ/mol B. ‐344 kJ E. ‐1576 kJ
C. ‐394 kJ
12. UN 2014
Beberapa persamaan reaksi kimia dalam 15. UN 2014
kehidupan sehari‐hari: Perhatikan grafik kalor reaksi pembentuk‐
(1) CaCO3(s)  CaO(s) + CO2(g) an air berikut!
(2) 6CO2(g) + 6H2O(l)  C6H12O6(aq) + 6O2(g)
(3) 2C8H18+ 25O2(g)  16CO2(g) + 18H2O(g)
(4) H2SO4(aq) + 2NaOH(aq)  Na2SO4(aq)
H2(g) + ½ O2(g)
+ 2H2O(l)
(5) CaO(s) + H2O(l)  Ca(OH)2(aq)
Pasangan persamaan reaksi endoterm ter‐
H2O(g)
jadi pada nomor …. ‐242
A. (1) dan (2) D. (3) dan (4)
B. (2) dan (3) E. (4) dan (5) ‐285 H2O(l)
C. (2) dan (4)
Pada penguapan 2 mol air dari tubuh di‐
13. UN 2014 perlukan energi sebesar ....
Beberapa proses/reaksi kimia yang terjadi A. 570 kJ D. 86 kJ
di alam sebagai berikut: B. 484 kJ E. 43 kJ
A. 6CO2(g) + 6H2O(l) C6H12O6(s) + 6O2(g) C. 242 kJ
B. 4Fe(s) + 3O2(g) + xH2O(l) 
2Fe2O3.xH2O(s)
C. C6H12O6(s) + 6O2(g)  6CO2(g) + 6H2O(l)

25
16. UN 2015 19. UN 2016
Diagram tingkat energi pembentukan se‐ Larutan 100 mL HNO3 1M dicampur de‐
nyawa timbal oksida (PbO2) sebagai berikut: ngan larutan 100 mL KOH 1 M dalam ka‐
kJ lorimeter. Campuran itu menyebabkan ke‐
Pb(s) + ½ O2(g)
naikan suhu sebesar 6 C. Jika kalor jenis
H2 = -276,6 kJ air 4,2 Jg‐1K‐1 dan massa jenis larutan di‐
anggap 1 gram/mL. Maka persamaan ter‐
H1
PbO(s) + ½ O2(g) mokimia yang paling tepat adalah ....
A. HNO3(aq) + KOH(aq)  KNO3(aq) +
H3 = -58,6 kJ
H2O(l) H = +50,4 kJ mol‐1
B. HNO3(aq) + KOH(aq)  KNO3(aq) +
PbO2(s)
H2O(l) H = +25,2 kJ mol‐1
Perubahan entalpi (H1) reaksi tersebut se‐ C. HNO3(aq) + KOH(aq)  KNO3(aq) +
besar …. H2O(l) H = ‐50,4 kJ mol‐1
A. ‐218,00 kJ D. ‐335,20 kJ D. HNO3(aq) + KOH(aq)  KNO3(aq) +
B. ‐235,50 kJ E. ‐344,60 kJ H2O(l) H = ‐25,2 kJ mol‐1
C. ‐276,60 kJ
E. HNO3(aq) + KOH(aq)  KNO3(aq) +
H2O(l) H = +504 kJ mol‐1
17. UN 2015
Perhatikan proses‐proses reaksi yang ter‐ 20.UN 2016
jadi dalam kehidupan sehari‐hari berikut ini! Perhatikan beberapa reaksi sebagai berikut:
(1) Pakaian basah menjadi kering setelah
1. 2H2O(g)  2H2(g) + O2(g) H = +484 kJ
dijemur.
2. 2H2(g)  4H(g) H = +436 kJ
(2) Pembakaran gas elpiji.
3. O2(g)  2O(g) H = +500 kJ
(3) Logam/besi dilelehkan pada proses
Besarnya energi ikatan rata‐rata O – H
pengelasan.
(4) Perkaratan besi. adalah .... ‐1 ‐1
Pasangan yang merupakan proses endo‐ A. 355 kJ mol D. 888 kJ mol
B. 452 kJ mol‐1 E. 928 kJ mol‐1
term adalah ….
C. 464 kJ mol‐1
A. (1) dan (2) D. (2) dan (4)
B. (1) dan (3) E. (3) dan (4)
C. (2) dan (3)

18. UN 2015
1. Jika diketahui entalpi pembakaran
Perhatikan gambar percobaan berikut!
‐5.460 kJ/mol, maka untuk 5,6 gram bahan
termometer
bakar (Mr = 114) yang dibakar, maka:
114
+  entalpi = ‐5.460 kJ/mol x mol
5,7
25 mL 1M 25 mL 1M 50 mL campuran 114
= ‐5.460 kJ x
5,7
Apabila massa jenis air dianggap =1 kg/L
dan kalor jenis air = 4,2 J/g C. H pem‐ Jadi, entalpi pembakaran yang dihasilkan
114
bentukan 1 mol H2O dari reaksi asam kuat adalah‐5.460 kJ x .
dan basa kuat adalah …. 5,7
A. ‐12,6 kJ D. ‐54,1 kJ Jawaban: B
B. ‐25,2 kJ E. ‐57,1 kJ
C. ‐50,4 kj

26
2. Persamaan reaksi pembentukan gas ase‐ Volume campuran = 100 mL
tilena adalah: T akhir = 30C
2C(s) + H2(g)C2H2(g) Hf = ‐226,7 kJmol‐1 c air = 4,2 J/g C
Grafik yang sesuai dengan persamaan di Ditanya: H =?
atas adalah yang menunjukkan Jawab:
Hproduk<Hreaktan, sehingga Hf bernilai Perhitungan kalor sistem:
negatif. q = m x c x T
Jawaban: D = 100 g x 4,2 J/g C x (30 – 25)C
= 210 J
3. Persamaan reaksi: Menghitung mol H2O
CH3 – C  CH + 2H2 CH3 – CH2 – CH3 50
H =  EI kiri ‐  EI kanan Mol HCl = 0,2 x = 0,01 mol
1.000
= {(4 x C – H) + (C – C) + (C  C) + 50
(2 x H – H)} – {(8 x C – H) + (2 x C – C)} Mol NaOH = 0,4 x = 0,02 mol
1.000
= {(4 x 410) + (343) + (839) + (2 x 436)} –
Persamaan reaksi:
{(8 x 410) + (2 x 343)}
HCl + NaOH  NaCl + H2O
= 3694 – 3966 kJ
m : 0,01mol 0,02mol
= ‐272 kJ
r : 0,01mol 0,01mol 0,01mol 0,01mol
Jadi, perubahan entalpi yang diperoleh se‐
s : ‐ 0,01mol 0,01mol 0,01mol
besar ‐272 kJ.
Jawaban: B
Menentukan perubahan entalpi reaksi:
Q 2.100
4. Reaksi eksoterm adalah reaksi yang mele‐ H =  = = ‐210 kJ/mol
paskan kalor dari sistem ke lingkungan mol H2O 0,01
(H < 0). Jadi, perubahan entalpi reaksi yang terjadi
Reaksi endoterm adalah reaksi yang me‐ adalah ‐210 kJ/mol.
merlukan kalor dari lingkungan ke sistem Jawaban: E
(H > 0).
Berdasarkan diagram dapat diketahui bah‐ 7. Persamaan reaksi:
wa reaksi yang terjadi adalah reaksi ek‐ CH2 = CH2 + HCl  CH3CH2Cl
soterm karena perubahan entalpi (H < 0), H =  EI kiri ‐  EI kanan
dalam hal ini entalpi reaktan lebih besar H = {(4.C – H) + (C = C) + (H – Cl)} –
daripada entalpi produk. {(5.C – H) + (C – C) + (C – Cl)}
Jawaban: A = {(C = C) + H – Cl)} – {(C – H) + (C – C)
+ (C – Cl)}
5. Reaksi pembakaran gas CH4: = (609 + 426) – (412 + 345 + 326)
CH4(g) + 2O2(g)  CO2(g) + 2H2O(g) = 1.035 – 1.083= ‐48 kJ/mol
H = (Hf CO2 + (2 x Hf H2O)) – Hf Jadi, besarnya entalpi reaksi adalah
= ‐802 kJ/mol ‐48 kJ/mol.
Jadi, perubahan entalpi pembakaran gas Jawaban: B
metana adalah ‐802 kJ/mol.
Jawaban: B 8. Peristiwa endoterm memiliki ciri terjadi
penurunan suhu sebagai akibat dari sistem
6. Diketahui: menyerap kalor.
Volume HCl 0,2 M = 50mL Jadi, jawaban yang benar adalah nomor (3)
T HCl = 25 C dan (4).
Volume NaOH 0,4 M = 50 mL Jawaban: D
T NaOH = 25C

27
9. Dari diagram di atas dapat dituliskan  Pada pembentukan karotin dari atom
reaksi: fase gas.
Zn(s) + S(s)  ZnS + 2O2 H = ‐206 kJ  Pada pelarutan ammonium klorida di
Zn(s) + S(s)  ZnSO4 H = ‐983 kJ dalam air.
Maka entalpi pembentukan ZnSO4 dari  Pada energi neutron yang menghasil‐
ZnS adalah: kan lithium dan tritium.
ZnS + 2O2  Zn(s) + S(s) H = +206 kJ  Penguraian garam karbonat.
Zn(s) + S(s)  ZnSO4 H = ‐983 kJ CaCO3 CaO(s) + CO2(g)
ZnS + 2O2  ZnSO4 H = ‐777 kJ  Pelarutan garam nitrat.
Jadi, perubahan entalpi pembentukan KNO3(s) + H2O(l)  KNO3(aq)
ZnSO4 dari ZnS adalah ‐777 kJ.  Reaksi antara barium hidroksida
Jawaban: D (Ba(OH)2) dan kristal ammonium
klorida (NH4Cl).
10. Perhatikan beberapa jenis reaksi di atas, Jadi, pasangan persamaan reaksi endo‐
dapat disimpulkan bahwa: term terjadi pada nomor (1) dan (2).
(1) Reaksi pembentukan NO Jawaban: A
(2) Reaksi penguraian NO2
(3) Reaksi penguraian CO2 13. Perhatikan bagan reaksi.
(4) Reaksi pembakaran etanol H1 = H2 + H3
(5) Reaksi pembentukan NaCl = (‐222kJ) + (‐566kJ)
Pasangan persamaan reaksi yang merupa‐ = ‐788 kJ (untuk 2 mol CO2)
kan Hf, Hd dan Hcadalah (1), (2), Maka, harga entalpi standar pembentukan
dan (4). 1 mol CO2:
Jawaban: E
‐788
H1 = kJ= ‐394 kJ
11. Menurut hukum Hess, jika suatu reaksi 2
berlangsung dalam dua tahap reaksi atau Jadi, harga entalpi pembentukan gas CO2
lebih, maka perubahan entalpi untuk reaksi adalah ‐394 kJ.
tersebut sama dengan jumlah perubahan Jawaban: C
entalpi dari semua tahapan. Berdasarkan
diagram entalpi, maka: 14. Perhatikan reaksi pembentukan PbO2
berikut:
H3 = H1 + H2
Tahap 1 :
H1 = H3 ‐ H2
Pb(s) + ½ O2(g)  PbO2(s)H1
= ‐790,4 kJ/mol – (‐196,6 kJ/mol)
Tahap 2:
= ‐593,8 kJ/mol
Pb(s) + ½ O2(g)  PbO(s) + ½ O2H2
Jadi, besarnya H1 adalah ‐593,8 kJ/mol.
Jawaban: A PbO(s) + ½ O2(g)  PbO2(s)H3
Dengan demikian:
12. Reaksi endoterm adalah reaksi yang me‐ Tahap 1 = Tahap 2
merlukan energi atau menyerap energi dari H1 = H2 + H3
lingkungan ketika reaksi terjadi. Umumnya = ‐276,6 + (‐58,6)
reaksi ini menghasilkan suhu dingin. Con‐ = ‐276,6 – 58,6= ‐335,2 kJ
toh reaksi endoterm: Jadi, perhitungan H1 diperoleh sebesar
 Terjadi pada saat fotosintesis. ‐335,2 kJ.
6CO + 6H O  C H O + 6O Jawaban: D
2 2 6 12 6 2
 Pada saat pencairan es.
 Pada saat penguapan alkohol.
 Reaksi dekomposisi termal.

28
15. Penguapan air dari tubuh sesuai reaksi: HCl(aq) + NaOH(aq)  NaCl(aq) +
H2O(l)  H2O(g) H2O(l)
H = 285 – 242 = 43 kJ 2) Netralisasi asam sulfat dengan ka‐
Penguapan 2 mol air membutuhkan ener‐ lium hidroksida
gi: 2 x 43 = 86 kJ H2SO4(aq) + 2KOH(aq)  K2SO4(aq)
Jawaban: D + 2H2O(l)
c. Pelarutan garam alkali dalam air.
16. Reaksi endoterm adalah reaksi yang me‐ 1) NaOH(s) + H2O(l)  NaOH(aq)
merlukan energi dari lingkungan ketika 2) CaO(s) + H2O(l)  Ca(OH)2(aq)
reaksi terjadi. Umumnya reaksi ini meng‐ d. Pengenceran asam pekat.
hasilkan suhu dingin. Contoh: 1) H2SO4(pekat) + H2O(l)  H2SO4(aq)
a. Terjadi pada saat fotosintesis.
2) HNO3(pekat) + H2O(l)  HNO3(aq)
6CO2 + 6H2O  C6H12O6 + 6O2 e. Reaksi logam alkali dengan air.
b. Pada saat pencairan es. 1) 2Na(s) + 2H2O(l)  2NaOH(aq) +H2 (g)
c. Pada saat penguapan air.
d. Pada saat penguapan alkohol. 2) 2K(s) + 2H2O(l) KOH(aq) + H2(g)
e. Reaksi dekomposisi termal. f. Reaksi korosi seperti oksidasi logam.
f. Pada pembentukan karotin dari atom g. Reaksi polimerisasi.
fase gas. h. Respirasi.
g. Pada pelarutan ammonium klorida di i. Dekomposisi tumbuhan menjadi kom‐
dalam air. pos.
h. Proses pengelasan. j. Logam natrium yang dimasukkan ke
i. Pada energi neutron yang menghasil‐ dalam air.
kan lithium dan tritium. 2Na(s) + 2H2O(l)  2NaOH(aq) + H2(g)
j. Penguraian garam karbonat. Reaksi tersebut berlangsung cepat dan
CaCO3 CaO(s) + CO2(g) disertai timbulnya ledakan. Setelah re‐
k. Pelarutan garam nitrat. aksi berlangsung, suhu larutan lebih
KNO3(s) + H2O(l)  KNO3(aq) tinggi dari suhu lingkungan, sehingga
l. Reaksi antara barium hidroksida kalor mengalir dari sistem ke lingkung‐
(Ba(OH)2) dan kristal ammonium an.
klorida (NH4Cl) k. Pembuatan etanol dari hasil fermentasi
Jadi, pasangan yang merupakan proses en‐ glukosa. enzim
C H O (s)   2C H OH(l) + 2CO (g)
doterm adalah (1) dan (3). 6 12 6 2 5 2
Jawaban: B Reaksi tersebut berlangsung lambat
dengan hasil samping berupa gas
17. Reaksi eksoterm adalah reaksi yang mele‐ karbon dioksida. Setelah reaksi ber‐
paskan kalor dari sistem ke lingkungan, langsung, suhu larutan lebih tinggi dari
sehingga kalor dari sistem akan berkurang. suhu lingkungan, sehingga kalor meng‐
Contoh reaksi eksoterm adalah: alir dari sistem ke lingkungan.
a. Reaksi pembakaran Jadi, jawaban yang tepat adalah nomor (2)
1) Pembakaran gas dapur dan (3).
C3H8(g) + 3O2(g)  3CO2(g) + 4H2O(l) Jawaban: C
2) Pembakaran kawat Mg
2Mg(s) + O2(g)  2MgO(s) 18. Diketahui:
b. Reaksi netralisasiasam dan basa Volume HCl 1 M = 25 mL
1) Netralisasi asam klorida dengan T HCl = 25 C
natrium hidroksida Volume NaOH 1M = 25 mL
T NaOH = 25 C

29
Volume campuran = 50 mL 19. Reaksi yang setara adalah:
T akhir = 31C HNO3(aq) + KOH(aq)  KNO3(aq) + H2O(l)
 air = 1 kg/L Untuk mencari harga H reaksi sebagai
c air = 4,2 J/g C berikut:
Ditanya: H 1 mol H2O=? 1. Mencari mol larutan reaktan dan massa
Jawab: air:
Perhitungan kalor sistem: nHNO3 = nKOH = 0,1 L x 1 M = 0,1 mol
q = m x c x T V H2O total = V HNO3 + V KOH
massa =  air x V total = 100 mL + 100 mL
= 1 x 50 = 200 mL
= 50 gram Massa air =  x V = 1 x 200 = 200 gram
q sistem = m x c x T air
= 50 g x 4,2 J/g C x (31 – 25)C 2. Mencari harga kalor dan H:
= 1.260 J Q = m.c.T = 200 x 4,2 x 6 = 5040 J
q reaksi = ‐ q sistem = 5,04 kJ
q reaksi = ‐1.260 J H = ‐Q/mol = ‐(5,04/0,1) = ‐50,4 kJ/mol
(untuk 2,5.10‐2 mol H2O) Jawaban: C
Persamaan reaksi:
HCl + NaOH  NaCl + H2O 20. Pada soal ini digunakan 2 konsep dasar
m : 25 mmol 25 mmol dalam termokimia, yaitu hukum Hess dan
r : 25 mmol 25 mmol 25 mmol 25 mmol energi ikatan rata‐rata.
s : ‐ ‐ 25 mmol 25 mmol a. Hukum Hess
Pembentukan H 1 mol H2O: 2H2O(g)  2H2(g) + O2(g) H = +484 kJ
‐1260 J = ‐1,26 kJ 2H2(g)  4H(g) H = +872 kJ
 1,26kJ 2,5.102 O2(g)  2O(g) H = +500 kJ

ΔH 1 Hasil reaksi:
1,26 kJ 2H2O(g)  4H(g) + O(g) H = +1.856 kJ
H = = ‐ 50,4 kJ
2,5.102 b. Energi ikatan rata‐rata O – H
Jadi, H pembentukan 1 mol H2O sebesar H = (4(O – H) – 0 = +1.856 kJ
‐50,4 kJ. 4(O – H) = +1.856 kJ
Jawaban: C (O – H) = +464 kJ
Jawaban: C

30
BAB 6 laju reaksi
1. UN 2008 3. UN 2009
Pada percobaan logam magnesium yang Siswa melakukan eksperimen terhadap 1
direaksikan dengan larutan asam klorida: gram CaCO3 dengan HCl didapat data se‐
Mg (s) + 2HCl (aq)  MgCl2 (aq) + H2 (g) bagai berikut:
Diperoleh data sebagai berikut:
Waktu
Suhu (C) Volume H2
(detik)
25 25 mL 5 Proses laju reaksi yang hanya dipengaruhi
25 50 mL 10 oleh luas permukaan adalah nomor….
45 75 mL 10 A. 1 dan 2 D. 2 dan 4
Laju reaksi pada pembentukan gas H2 ada‐ B. 1 dan 3 E. 3 dan 4
lah … mL/detik. C. 1 dan 4
25 50
A. 10 D. 5 4. UN 2009
50 25 Data hasil eksperimen dari reaksi:
B. 25 E. 5 F2(g) + 2ClO2(g)  2FClO2(g)
75
C. 10 [ClO2] Laju awal
Percobaan [F2] M
M (M/s)
2. UN 2008 1 0,1 0,01 1,2 x 10‐3
Gas NO dibakar menjadi gas NO2 menurut 2 0,1 0,04 4,8 x 10‐3
Laju reaksi yang terjadi jika konsentrasi ‐3F2
persamaan reaksi: 3 0,2 0,01 2,4 x 10
dan ClO2 masing‐masing 0,1 M dan 0,2 M
2NO(g) + O2(g)  2NO2(g) adalah ….
Grafik yang menggambarkan hubungan A. k(0,1)2(0,2) D. k(0,2)2
antara konsentrasi NO terhadap waktu B. k(0,1)(0,2)2 E. k(0,1)
adalah…. C. k(0,1)(0,2)
A. [NO] D.[NO] 5. UN 2009
Data hasil eksperimen dari reaksi:
A (aq) + 2B (aq)  C (aq)
t t [A] (M) [B] (M) Laju reaksi
B. [NO] E. [NO] 0,1 0,01 x
0,1 0,03 3x
0,3 0,01 9x
t t
Laju reaksi yang terjadi jika konsentrasi
C. [NO]
A = 0,2 M dan B = 0,3 M adalah…
A. k (0,2)(0,3) D. k (0,2)2
2
B. k (0,2)(0,3) E. k (0,3)
t C. k (0,2)2(0,3)

31
6. UN 2010
Ke dalam 5 wadah yang berbeda, masing‐
masing dimasukkan 4 gram yang dilarut‐
kan dalam air. Gambar percobaan pelarut‐
an garam tersebut sebagai berikut:

Laju reaksi yang hanya dipengaruhi oleh


konsentrasi terdapat pada tabung ….
26C 26C 30C 30C 40C
A. 1 terhadap 2 D. 3 terhadap 4
Laju reaksi yang hanya dipengaruhi oleh B. 1 terhadap 3 E. 4 terhadap 5
luas permukaan ditunjukkan pada gam‐ C. 2 terhadap 4
bar….
A. 1 menjadi 2 D. 3 menjadi 5 9. UN 2011
B. 2 menjadi 3 E. 4 menjadi 5 Berikut ini diberikan data percobaan laju
C. 3 menjadi 4 reaksi: Q(g) + 2T(g) → T2Q(g) pada bebe‐
rapa kondisi:
7. UN 2010
Nitrogen oksida, NO, bereaksi dengan hi‐ No [Q] [T] V (M/det)
drogen membentuk dinitorgen oksida, 1 0,1 0,1 1,25 . 10‐2
N2O dan uap air menurut persamaan 2 0,1 0,2 5 . 10‐2
reaksi: 3 0,2 0,1 10‐1
2NO(g) + H2(g)  N2O(g) + H2O(g) Jika [Q] dan [T] masing‐masing diubah
Pengaruh konsentrasi NO dan H2 terhadap menjadi 0,5 M, maka harga laju (V) reaksi
laju reaksi ditemukan sebagai berikut: saat itu adalah … M/det.
Konsentrasi Laju reaksi A. 5,0 D. 12,5
Perc. Awal (M) awal B. 7,5 E. 39,0
NO H2 (M.det‐1) C. 10,5
1 6 2 2
2 12 2 8 10. UN 2012
3 6 4 4 Perhatikan gambar reaksi 2 gram CaCO3
dengan HCl berikut ini!
Laju reaksi yang terjadi jika konsentrasi
NO = 2 M dan konsentrasi H2 = 5 M adalah
…. (M.det‐1)
1 5
A. D.
36 18 Laju reaksi yang hanya dipengaruhi oleh
1 5 luas permukaan adalah ...
B. E.
18 9 A. 1 terhadap 2 D. 2 terhadap 4
5 B. 1 terhadap 3 E. 4 terhadap 5
C.
36 C. 2 terhadap 3

8. UN 2011
Perhatikan percobaan berikut ini!
Sebanyak 5 gram logam magnesium ma‐
sing‐masing dilarutkan dalam 5 wadah yang
berbeda.

32
11. UN 2012 14. UN 2014
Data percobaan laju reaksi: Sebanyak 2 gram logam seng direaksikan
P(g) + Q(g)  R(g) + S(g) dengan asam klorida 3 M, dan bereaksi
menurut reaksi:
Per‐ Kontraksi awal Zn(s) + 2HCl(aq)  ZnCl (aq) + H (g)
Laju reaksi 2 2
coba‐
[P] M [Q] M Mol L‐1 det‐1 Data yang diperoleh setelah beberapa me‐
an
1. 0,01 0,01 4,0 nit sebagai berikut:
2. 0,02 0,01 16,0 Suhu Volum H2 Waktu
3. 0,01 0,03 12,0 No.
(C) (mL) (detik)
4. 0,03 0,02 8,0 1. 27 0 0
Orde reaksi total pada percobaan adalah... 2. 27 6 20
A. 4 D. 1 3. 27 18 60
B. 3 E. 0 Laju reaksi pembentukan gas H2 tersebut
C. 2 sebesar ….
A. 0,10 mL det‐1 D. 0,25 mL det‐1
12. UN 2013 B. 0,15 mL det‐1 E. 0,30 mL det‐1
Perhatikan tabel reaksi magnesium de‐ C. 0,20 mL det‐1
ngan asam sulfat berikut!
Mg(s) + H2SO4(aq)  MgSO4(aq) + H2(g) 15. UN 2014
Volum H2 Waktu Logam magnesium direaksikan dengan la‐
Suhu (C) rutan asam klorida 3 M dengan persamaan:
(mL) (detik)
25 15 4 Mg(s) + 2HCl(aq)  MgCl2(aq) + H2(g),
25 30 8 sehingga diperoleh data sebagai berikut:
25 45 12 Suhu Volum H2 Waktu
No.
(C) (mL) (detik)
Laju reaksi pada pembentukan gas hidro‐ 1. 27 0 0
gen adalah …. 2. 27 10 14
A. 1,5 mL/detik D. 4,0 mL/detik 3. 27 20 25
B. 2,0 mL/detik E. 15,0 mL/detik
Jika reaksi dilakukan pada suhu 27 C, ma‐
C. 3,75 mL/detik
ka besarnya laju reaksi pembentukan gas
selama 20 detik adalah ....
13. UN 2013
A. 1,1 cm3 det‐1 D. 1,8 cm3 det‐1
Perhatikan data laju reaksi pada suhu 250C 3
B. 1,25 cm det ‐1
E. 2,5 cm3 det‐1
berikut! 3 ‐1
C. 1,4 cm det
Zn(s) + 2HCl (aq)  ZnCl2(g) + H2(g)
Waktu (detik) 10 20 30 16. UN 2014
Volume gas H2 Sebanyak 2 gram logam seng direaksikan
80 200 320 dengan larutan asam sulfat dengan ber‐
(mL)
bagai kondisi sebagai berikut:
Laju pembentukan gas H2 rata‐rata pada
suhu tersebut adalah ....
A. 8,0 mL/detik D. 11,5 mL/detik
B. 10,5 mL/detik E. 12,0 mL/detik
C. 11,0 mL/detik
Laju reaksi yang hanya dipengaruhi oleh
konsentrasi terdapat pada gambar ….

33
A. (1) terhadap (2) D. (3) terhadap (4) B. konsentrasi HCl, laju reaksi, luas per‐
B. (1) terhadap (3) E. (4) terhadap (5) mukaan logam Mg
C. (2) terhadap (4) C. luas permukaan logam Mg, konsentrasi
HCl, laju reaksi,
17. UN 2014 D. laju reaksi, konsentrasi HCl, luas per‐
Perhatikan gambar pelarutan 50 gram gula mukaan logam Mg
dalam air berikut! E. laju reaksi, luas permukaan logam Mg,
konsentrasi HCl

20.UN 2016
Persamaan laju untuk reaksi:
2N2O4(g) + O2(g)  2N2O5(g)
Laju yang hanya dipengaruhi oleh suhu Disajikan dalam tabel berikut:
terdapat pada gambar nomor .... [N2O4] [O2] Laju Reaksi
Perc.
A. (1) terhadap (3) D. (3) terhadap (4) (M) (M) (M s‐1)
B. (1) terhadap (4) E. (4) terhadap (5) 1 0,1 0,1 2,4
C. (2) terhadap (3) 2 0,1 0,2 2,4
3 0,2 0,2 4,8
18. UN 2015 Rumus persamaan laju reaksi yang benar
Perhatikan data percobaan berikut ini! adalah ....
Konsentrasi Ukuran A. v = k[N2O4]22[O2]2
Suhu Waktu B. v = k[N O ] [O ]
HCl partikel
Perc. awal reaksi 2 4 2
(volume 25 Mg (2
mL) gram)
(C) (menit) C. v = k[N2O4][O2]2
(1) 0,5 M Kerikil 23 20 D. v = k[N2O4][O2]
(2) 1M Kerikil 23 10,5 E. v = k[N2O4]
(3) 1M Serbuk 23 4
(4) 1M Kerikil 23 1
(5) 2M Kerikil 23 2,5
Perubahan laju reaksi pada percobaan (1) 1. Pada suhu yang sama, terjadi perubahan
dan (4) dipengaruhi oleh …. volume terhadap waktu. Maka, laju reaksi
A. Konsentrasi D. katalis pembentukan gas H2
B. suhu E. massa partikel Vol  Vol 50 25 25
C. luas permukaan = 2 1
= = mL/detik
t2  t1 10 ‐ 5 5
19. UN 2016 Jadi, laju reaksi pembentukan H2 adalah
Perhatikan gambar percobaan antara lo‐ 25/5 mL/detik.
gam Mg dengan asam klorida: Jawaban: E

2. Gas NO yang dibakar memiliki orde reaksi


2, sehingga perubahan konsentrasi tiap
waktu akan meningkat secara parabolik,
seperti digambarkan pada grafik B.
Jawaban: D
Berdasarkan data percobaan tersebut yang
merupakan variabel bebas, variabel ter‐
3. Laju reaksi dapat dipengaruhi oleh konsen‐
kontrol, dan variabel terikat adalah ....
trasi, luas permukaan, suhu, dan katalis. Ji‐
A. konsentrasi HCl, luas permukaan logam ka pada konsentrasi sama, maka yang ber‐
Mg, laju reaksi

34
pengaruh terhadap laju reaksi adalah suhu 7. Penentuan x
orde NO (data 1 dan 2):
x
dan luas permukaan sentuh.  (NO)  V 2  12  8
Jawaban: B    2       
(NO)1 V 6 2

 

  1
4. Penentuan orde reaksi F2 dengan mem‐ 2 =4x=2
x

bandingkan data laju reaksi untuk [ClO2] Penentuan y orde H2 (data


y
1 dan 3):
konstan, yaitu pada percobaan 1 dan 3:  (H )  V
V1 [F ]x 1,2 x 10‐3  0,1 x    2 3   3   4   4
 (H )  V 2 2
 2 1     21  1  
V3 [F ]x 2,4 x 10‐3  0,2  2y = 2  y = 1
23
x Persamaan laju reaksi: v = k(NO)2(H2)
1  1   x = 1
  Penentuan harga k (data 1):
2  2  V 2 1
Penentuan orde reaksi ClO2 dengan mem‐ k= = =
(NO)2(H2 ) 62 x 2 36
bandingkan data laju reaksi untuk [F2]
konstan, yaitu pada percobaan 1 dan 2: Penentuan laju reaksi NO, [NO] = 2 M dan
y [H2] = 5 M
V1 [ClO 2]y1 1,2x 10‐3  0,01  v = k(NO)2(H2)
   
V2 [ClO2 ]y2 4,8 x 10‐3  0,04  1 5
y = (2)2(5) = 20 = M.det‐1
1  1 36 36 9
4  4   y = 1 Jadi, laju reaksi yang terjadi adalah:
  5
Jadi, rumus laju reaksinya adalah M.det‐1.
9
k[F2][ClO2] = k[0,1][0,2].
Jawaban: E
Jawaban: C
8. Laju reaksi dipengaruhi oleh konsentrasi.
5. Diketahui reaksi:
Dalam percobaan perhatikan wadah de‐
A (aq) + 2B (aq)  C (aq)
ngan jenis logam yang sama dan kon‐
Orde reaksi A (persamaan 1 dan 3): sentrasi berbeda. Laju reaksi yang hanya
 0,3 m  9x  m dipengaruhi oleh konsentrasi adalah pada
     3 = 9  m = 2 tabung nomor 1 terhadap 5, 4 terhadap 5,
 0,1   x  dan 2 terhadap 3.
Orde reaksi B (persamaan 1 dan 2): Jadi, jawaban yang tepat adalah tabung
 0,03 n  3x  n nomor 4 terhadap 5.
    3 =3n=1 Jawaban: E
 0,01   x 
Laju reaksi yang terjadi jika konsenstrasi 9. Orde reaksi Q (persamaan 2 dan 1):
A = 0,22 M dan B = 0,3 M adalah:
k (0,2) (0,3).
 0,2 m  5 x 10‐2   2m = 4  m = 2

 1,25x 10‐2 
 0,1 

Jawaban: C  
Orde reaksi T (persamaan 3 dan 1):
6. Bentuk zat (padatan atau serbuk) adalah
salah satu faktor yang memengaruhi laju  0,2 n  10‐1    2n = 8  n = 3

 1,25x 10‐2 
reaksi atau yang disebut dengan luas per‐  0,1 

  
mukaan sentuh. Jadi laju reaksi:
Jawaban: C
V = k [Q]2[T]3

35
V V
Harga k dapat ditentukan sebagai berikut: 13. Laju reaksi pembentukan gas H = 2 1
2
0,1 = k (0,2)2(0,1)3 t  2t 1
0,1 = k.8 x 10‐5 Vol  Vol
VH2 = 2 1
k = 1250 t2  t1
Pada saat konsentrasi Q dan T berubah 200  80 120
= = = 12 mL/detik
menjadi 0,5 M, maka laju reaksinya: 20 ‐ 10 10
V = k [Q]2[T]3 Jadi, laju pembentukan H2 adalah:
12 mL/detik.
= 1250 (0,5)2 (0,5)3
Jawaban: E
= 1250. 25 x 10‐2 . 125 x 10‐3
= 39 M/detik 14. Perhatikan reaksi berikut:
Jawaban: E Zn(s) + 2HCl(aq)  ZnCl2(aq) + H2(aq)
Perhatikan percobaan nomor 2 dan 3:
10. Laju reaksi yang dipengaruhi oleh luas per‐ ΔVH (18  6) 12
mukaan, zat yang direaksikan harus me‐ VH 2    0,3 mL det‐1
miliki bentuk atau luas permukaan yang 2 Δt (60  20) 40
berbeda, serta faktor lain yang ada di se‐ Jadi, laju reaksi pembentukan gas H2 di‐
kitarnya seperti: konsentrasi HCl, massa peroleh sebesar 0,30 mL det‐1.
CaCO3 dan volume HCl harus sama. Jadi, Jawaban: E
jawaban yang tepat adalah 1 terhadap 2.
Jawaban: A 15. Perhatikan reaksi berikut:
Mg(s) + 2HCl(aq) MgCl2(aq) + H2(aq)
11. Perhatikan tabel data. Perhatikan percobaan nomor 2 dan 3:
2NO(g) + Br2(g)  2NOBr(g) ΔVH2 (25 ‐ 14) 11
VH     1,1 cm3det‐1
Orde reaksi [NO] (persamaan 2 dan 3): 2 Δt (20  10) 10
m Jadi, laju reaksi pembentukan gas H2 di‐
 0,20  = 96 x 10 
‐2
0,10   peroleh sebesar 1,1 cm3 det‐1Jawaban:
. A
24 x 10 
‐2
   
2 =4m=2
m
16. Perhatikan kondisi pada masing‐masing
Orde reaksi [Br2] (persamaan 2 dan 1):
n
wadah. Jika laju reaksi hanya dipengaruhi
 0,30   24 x 10‐2  oleh konsentrasi, maka pilihlah kondisi
=
  ‐2 

yang konsentrasinya berbeda sedangkan


 

 0,15  12 x 10 
untuk kondisi yang lain harus sama. Ka‐
2n = 2  n = 1 rena, semakin besar konsentrasi, maka
Jadi, orde reaksi total: m + n = 2 + 1 = 3 akan semakin banyak jumlah partikel zat,
Jawaban: D sehingga kemungkinan terjadinya tumbuk‐
V V an menjadi semakin besar. Dalam hal ini,
12. Laju reaksi pembentukan gas H = 2 1 yang tepat adalah gambar (1) terhadap (3).
2
t  t2 1
Jawaban: B
Vol2  Vol1
VH2 = 17. Laju yang hanya dipengaruhi oleh suhu,
t2  t1 maka pilihlah gambar yang memiliki kon‐
30  15 15 disi bentuk zat dan jenis perlakuan (diaduk
= = = 3,75 mL/detik
8‐4 4 atau tidak) yang sama, sedangkan suhu
Jadi, laju pembentukan H2 adalah: berbeda. Jadi, yang tepat adalah nomor (1)
3,75 mL/detik. terhadap (3).
Jawaban: C Jawaban: A

36
18. Pada percobaan (1) dan (4), terdapat per‐  Variabel terikat (variabel respons): va‐
bedaan besar konsentrasi HCl yang digu‐ riabel yang berubah karena adanya per‐
nakan sedangkan ukuran partikel sama, ubahan variabel bebas (Contoh: laju
yaitu berupa kerikil. Konsentrasi yang se‐ reaksi)
makin besar akan berpengaruh pada ke‐ Jawaban: A
cepatan reaksi yang akan menjadi lebih
cepat. 20. Orde reaksi terhadap N2O4, percobaan 2
Jadi, jelas bahwa pada percobaan (1) dan dan 3:
(4) sangat dipengaruhi adanya perbedaan  0,2 x  4,8 
konsentrasi.    
Jawaban: A  0,1   2,4 
2x = 2, x = 1
19. Definisi: Orde reaksi terhadap O2, percobaan 1 dan 2:
 Variabel bebas (variabel manipulasi): y
 0,2   2,4 
variabel yang sengaja diubah‐ubah un‐    
 

tuk memperoleh hubungan satu be‐  0,1   2,4 


saran dengan yang lain (Contoh: suhu, 2y = 1, y = 0
konsentrasi)
 Variabel terkontrol: variabel yang di‐ Jadi, v = k[N2O4]
pertahankan atau tidak diubah‐ubah Jawaban: E
(Contoh: luas permukaan)

37
BAB 7 kesetimbangan kimia
1. UN 2008 4. UN 2010
Reaksi kesetimbangan dari pembentukan Berikut ini reaksi kesetimbangan:
P2O5 :P4(g) + 5O2(g) 2P2O5(g) N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g), H = ‐92,4 kJ
Data yang diperoleh pada saat setimbang Gambar partikel saat setimbang mula‐
adalah sebagai berikut: mula sebagai berikut:
Konsentrasi pada
Volume Keterangan:
kesetimbangan
P4 1L 0,1 M = N2
O2 1L 3,0 M = H2
P2O5 1L 0,4 M = NH3

Reaksi berlangsung pada suhu 25C dalam Jika tekanan diperbesar, maka gambar
wadah 1 Liter. Tetapan kesetimbangan partikel pereaksi pada kesetimbangan se‐
(Kc) yang tepat adalah .... saat yang baru adalah ….
(0,1).35 (0,4)2.(0,5) A. D.
A. D.
(0,4)2 35
(0,1).(0,4)2 (0,4)2
B. E.
B. E.
35 35.(0,1)
(0,4)2 .(35 )
C.
(0,1)
C.
2. UN 2009
Di dalam wadah 1 liter, dicampurkan se‐
banyak 4 mol gas NO dan 0,9 mol gas CO2
dan terjadi reaksi kesetimbangan: 5. UN 2010
NO(g) + CO2(g) NO2(g) + CO(g) Pada reaksi pembakaran gas nitrogen mo‐
Bila pada saat kesetimbangan terdapat noksida, terjadi proses kesetimbangan se‐
0,1 mol gas CO2. Kc pada reaksi tersebut bagai berikut:
adalah …. 2NO(g) + O2(g) 2NO2(g)
A. 1 D. 4 Jika pada suhu 27C, harga tetapan ke‐
B. 2 E. 8 setimbangan (Kc) pada proses tersebut
C. 3 2,46 x 10‐5, maka harga Kp dari reaksi ter‐
sebut adalah …. (R = 0,082 L atm mol‐1 K‐1)
3. UN 2009 1
A. (0,082 x 300)
Pada kesetimbangan 2NH3(g) N2(g) + 2,46 x 10 5
3H2(g) dengan tekanan partial berturut‐ 1
turut N2 = 100 atm, H2 = 10 atm, dan NH3 = B. (0,082 x 300)‐1
50 atm. Tetapan kesetimbangan gas (Kp) 2,46 x 10 5
untuk reaksitersebut adalah.... C. 2,46 x 10‐5 (0,082 x 300)‐1
A. 0,2 D. 20 D. 2,46 x 10‐5 (0,082 x 300)
B. 0,4 E. 40 E. 2,46 x 10‐5 (0,082 x 300)5
C. 4

38
6. UN 2011 (T) (T)2
Pada reaksi kesetimbangan berikut: A. D.
42(R) (R)
6NO(g) + 4NH3(g) 5N2(g) + 6H2O(g) 42(T) 2
42(R)
ΔH= ‐xkJ B. E.
Jika suhu diturunkan pada volume tetap, (R) (T)2
maka sistem kesetimbangan akan berge‐ (T)2
C.
ser ke…. 42(R)
A. kanan, konsentrasi N2 berkurang
B. kanan, konsentrasi N2 bertambah 10. UN 2012
C. kanan, konsentrasi N2 tetap Perhatikan data reaksi kesetimbangan di
D. kiri, konsentrasi NO bertambah bawah ini!
E. kiri, konsentrasi NO berkurang (1) N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g) H = ‐92 kJ
(2) N2O4(g) 2NO2H = +59,2 kJ
7. UN 2011 (3) 2SO3(g) 2SO2(g) + O2(g)
Harga tetapan setimbangan Kc untuk reaksi: H =+380 kJ
Al3+(aq) + 3H2O(l) Al(OH)3(s) + 3H+(aq)
(4) 2SO2(g) + O2 2SO2(g) H = ‐190 kJ
Ditentukan oleh persamaan …. Pasangan reaksi kesetimbangan yang meng‐
[Al(OH)3[H ]3 [H ]3 hasilkan produk lebih banyak jika suhu
A. D.

[Al3 ][H2O] [Al3] dinaikkan adalah ...
[H ]3 [Al(OH) 3 A. (1) dan (2) D. (2) dan (3)
B. E. B. (1) dan (3) E. (3) dan (4)
3 3
[H2 ]3
[Al ][H2O] C. (1) dan (4)
[Al3 ][H2O]
C. 11. UN 2013
[Al(OH)3[H ]3 Pada kesetimbangan:
2SO2 (g) + O2 (g)  2SO3 (g) H = ‐98
8. UN 2012 Jika pada suhu tetap, volume diperkecil
Perhatikan data reaksi kesetimbangan di maka kesetimbangan bergeser ke ...
bawah ini! A. kanan, karena jumlah mol hasil reaksi
(1) PCl5(g) PCl3(g) + Cl2(g) < pereaksi
(2) N2(g) + 2O2(g) 2NO2(g) B. kanan, karena jumlah mol hasil reaksi
(3) 2SO2(g) + O2(g) 2SO3(g) > pereaksi
(4) NH4Cl(g) NH3(g) + HCl(g) C. kanan, karena jumlah mol pereaksi =
Pasangan reaksi kesetimbangan yang meng‐ hasil pereaksi
hasilkan hasil lebih banyak jika volume di‐ D. kiri, karena jumlah mol pereaksi < hasil
perbesar adalah…. pereaksi
A. 1 dan 2 D. 2 dan 4 E. kiri, karena jumlah mol pereaksi > hasil
B. 1 dan 4 E. 3 dan 4 pereaksi
C. 2 dan 3
12. UN 2013
9. UN 2012 Pada reaksi kesetimbangan:
Pada suhu tertentu terjadi reaksi kesetim‐ CO(g) + 3H2(g) CH4(g) + H2O(g)
bangan:
Diperoleh data sebagai berikut:
H2(g) + I2(g) 2HI(g)
Pada keadaan kesetimbangan terdapat te‐ Keadaan [CO] [H2] [CH4] [H2O]
kanan parsial gas H2 R atm dan HI T atm. Zat M M M M
Jika harga Kp= 42, tekanan parsial gas I2 Mula‐ 0,20 0,30 ‐ ‐
adalah ... mula

39
Bereaksi 0,05 0,15 0,05 0,05 A. ½ D. 4
Setimbang 0,15 0,15 0,05 0,05 B. 1 E. 8
C. 2
Harga Kc dari reaksi tersebut adalah ….
[0,05][0,0 5] [0,05][0,05] 16. UN 2014
A. D.
[0,15][0,1 5] [0,15][0,15]3 Pada reaksi kesetimbangan:
[0,15][0,15]3 PCl3(g) + Cl2(g) PCl5 diperoleh data
[0,05][0,0 5] sebagai berikut:
B. E.
[0,20][0,3 0] [0,05][0,05] Keadaan [PCl3] [Cl2] [PCl5]
[0,05][0,05] zat (M) (M) (M)
C.
[0,20][0,30]3 Setimbang 3 3 1
Jika tekanan total pada reaksi adalah 7 atm,
13. UN 2014 harga Kp dari reaksi tersebut adalah ....
Pada reaksi kesetimbangan: A. 1/9 D. 1
2SO2(g) + O2(g) 2SO3(g) H = ‐y kJ B. 1/6 E. 3
Jika volume diperkecil, kesetimbangan C. 1/3
akan bergeser ke …. 17. UN 2015
A. kiri karena ke arah endoterm Diketahui reaksi kesetimbangan:
B. kanan karena ke arah endoterm PCl5(g) PCl3(g) + Cl2(g) H = ‐106 kJ
C. kiri karen ajumlah koefisien pereaksi Jika pada suhu tetap tekanan diperbesar,
lebih besar arah kesetimbangan akan ….
D. kanan karena ke arah eksoterm A. bergeser ke kanan karena harga K tetap
E. kanan karena jumlah koefisien hasil B. bergeser ke kiri karena jumlah molekul‐
reaksi lebih kecil nya lebih sedikit
C. bergeser ke kanan karena reaksinya
14. UN 2014 eksoterm
Reaksi kesetimbangan: D. bergeser ke kiri karena harga K ber‐
2H2S(g) + 3O2 2H2O(g) + 2SO2(g) tambah
Jika tekanan diperbesar, pernyataan yang E. tidak bergeser karena harga K tetap
tepat adalah ....
A. bergeser ke kanan, gas SO2 bertambah 18. UN 2015
B. bergeser ke kanan, gas SO2 berkurang Diketahui reaksi kesetimbangan:
C. bergeser ke kanan, gas H2O berkurang PCl5(g) PCl3(g) + Cl2(g)
D. bergeser ke kiri, gas H2S bertambah beserta data konsentrasi zat sebagai beri‐
E. bergeser ke kiri, gas O2 bertambah kut:
[PCl5] [PCl3] Cl2 M
15. UN 2014 M M
Suatu reaksi kesetimbangan gas ditunjuk‐ Mula‐mula 0,01 ‐ ‐
kan pada persamaan berikut:
Reaksi 0,005 0,005 0,005
CO(g) + H2O(g) CO2(g) + H2(g)
Kesetimbangan 0,005 0,005 0,005
Jika saat setimbang, perbandingan kon‐ Harga Kc dari reaksi tersebut adalah ….
sentrasi zat‐zat yang bereaksi sebagai (0,01) (0,005)
berikut: A. 2 D.
(0,005) (0,005)2
Konsentrasi zat saat setimbang (M) 1
B. (0,005)3 E.
CO(g) H2O(g) CO2(g) H2(g)
(0,005)3
2 1 1 1
(0,005)2
Harga tetapan kesetimbangan reaksi ter‐ C.
sebut adalah …. (0,005)

40
19. UN 2016 Jadi, tetapan kesetimbangan diperoleh se‐
Perhatikan persamaan reaksi 0,42
kesetimbangan berikut! besar .
0,1(3)5
Fe3+(aq) + SCN‐(aq) FeSCN2+(aq)
(kuning jingga) (tak berwarna) (merah darah)
Jawaban: E
Apabila pada suhu tetap, ke dalam sistem
kesetimbangan tersebut ditambahkan ion 2. Diketahui: Volume = 1 liter
Fe3+, maka kesetimbangan bergeser ke Mol NO = 4 mol
arah .... Mol CO2 = 0,9 mol
A. kanan, warna merah bertambah Mol CO2 setimbang = 0,1 mol
B. kiri, warna memudar Ditanya: Kc = ?
C. kanan, warna memudar Jawab:
D. kiri, warna bertambah merah Perhitungan konsentrasi:
E. kiri, campuran menjadi tidak berwarna [NO]= 4/1 = 4 M
[CO2] = 0,9/1 = 0,9 M
20.UN 2016 [CO2] setimbang = 0,1/1 = 0,1 M
Suatu kesetimbangan mempunyai rumus‐ NO(g) + CO2(g) NO2(g) + CO(g)
an tetapan kesetimbangan sebagai berikut: m: 4 M 0,9 M
2 r: 0,8 M 0,8 M 0,8 M 0,8 M
[HCl]
Kc = s 3,2 M 0,1 M 0,8 M 0,8 M
[BiCl3 ] [NO2 ][CO] (0,8)(0,8)
Kc = = =2
Persamaan reaksi yang tepat, berdasarkan [NO][CO2 ] (0,1)(3,2)
tetapat kesetimbangan tersebut adalah .... Jadi, tetapan kesetimbangan Kc adalah 2.
A. 2HCl(aq) BiCl3(aq) + H2O(l) Jawaban: B
B. BiCl3(aq) + H2O(l) BiOCl(s) +
2HCl(aq) 3. Diketahui: PN2 = 100 atm
C. BiOCl(s) + 2HCl(aq) BiCl3(aq) + PH2 = 10 atm
H2O(l) PNH3 = 50 atm
D. BiOCl(s) + 2HCl(aq) BiCl3(aq) + Ditanya: Kp=?
H2O(g) Jawab:
E. BiCl(aq) + H2O(l) BiOCl(s) + HCl(aq) Persamaan reaksi:
2NH3(g) N2(g) +3H2(g)
(PN )(PH )3 3
Kp = 2 2 (100)(10)
= = 40
(PNH )2 (50)2
1. Diketahui: T = 25C 3

V=1L Jadi, tetapan kesetimbangan Kp adalah 40.


[P4] = 0,1 M Jawaban: E
[O2] = 3,0 M
[P2O5] = 0,4 M 4. Jika tekanan diperbesar, maka keseim‐
Jawab: bangan akan bergeser ke jumlah molekul
Perhatikan reaksi berikut: yang kecil. Keseimbangan akan bergeser
P4(g) + 5O2(g) 2P2O5(g) menuju zat hasil reaksi, sehingga jumlah
s: 0,1 M 3 M 0,4 M partikel pereaksi berkurang (N2 dan H2 ber‐
kurang).
[P2O ]2
 0,4
2
Kc = 5 Jawaban: D

[P4 ][O2 ]5 0,1(3)5

41
5. Diketahui: T = 27C = 300 K Jawaban: B
Kc = 2,46 x 10‐5 atm 9. Diketahui: PH2 = R atm, PHI = T atm
Ditanya: Kp= ? Kp = 42
Jawab: Ditanya: PI2= ?
2NO(g) + O2(g) 2NO2(g) Diketahui reaksi: H2(g) + I2(g) 2HI(g)
n
Kp = Kc (RT) (PHI) 2
= 2,46 x 10‐5 (0,082 x 300)2 – 3 Kp =
(PH2 )(PI2 )
= 2,46 x 10‐5 (0,082 x 300)‐1
Jika pHI = T, pH2 = R dan Kp = 42, maka:
Jadi, harga Kp reaksi ini adalah2,46 x 10‐5
(PHI)2 (T)2
(0,082 x 300)‐1. PI2 = =
Kp (PI2 ) 42(R)
Jawaban: C
(T)2
Jadi, tekanan parsial gas I2adalah .
6. Berdasarkan asas Le Chatelier, jika suhu 42(R)
sistem kesetimbangan diturunkan, maka
Jawaban: C
reaksi sistem akan menaikkan suhu, se‐
hingga kesetimbangan akan bergeser ke 10. Diketahui reaksi:
reaksi yang melepas kalor (eksoterm). Da‐ N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g) H = ‐92 kJ
lam reaksi tersebut, kesetimbangan akan N2O4(g) 2NO2H = +59,2 kJ
bergeser ke kanan, yaitu ke reaksi ek‐ 2SO3(g) 2SO2(g) + O2(g)H = +380 kJ
soterm (H = negatif). Karena kesetim‐ 2SO2(g) + O2 2SO2(g)H = ‐190 kJ
bangan bergeser ke kanan, maka N2 se‐ Jika suhu suatu zat dinaikkan, maka akan
bagai hasil reaksi akan bertambah. bergeser ke H yang positif (endoterm).
Jawaban: B Ketika suhu dinaikkan, maka produk yang
jumlahnya akan semakin banyak adalah
7. Pada reaksi kesetimbangan heterogen, zat pada reaksi (2) dan (3).
padat (s) dan zat cair (l) tidak disertakan Jawaban: D
dalam perhitungan tetapan kesetimbang‐
an. Tetapan kesetimbangan hanya dipeng‐ 11. Diketahui reaksi:
aruhi oleh Al3+(aq) dan H+(aq). 2SO2(g) + O2(g) 2SO3(g) H = ‐y kJ
Berdasarkan reaksi: Maka:
Al3+(aq) + 3H2O(l) Al(OH)3(s) + 3H+(aq) a. Jika suhu diturunkan, reaksi kesetim‐
 3
[H ] bangan akan bergeser ke arah ekso‐
Maka, Kc =
[Al3 ] term (kanan) karena harga entalpinya
negatif.
Jadi, tetapan kesetimbangannya adalah b. Jika volume diperkecil, reaksi kesetim‐
[H ]3 bangan akan bergeser ke arah koefisien
[Al3 ] . yang kecil.
Jawaban: D c. Jika tekanan diperbesar, reaksi kese‐
timbangan akan bergeser ke arah koe‐
8. Pergeseran yang dipengaruhi oleh volume fisien yang kecil.
dipengaruhi oleh perbandingan jumlah Jawaban: E
koefisien kiri dan kanan pada fase gas. Jika 12. Diketahui reaksi:
volume diperbesar reaksi bergeser ke arah CO(g) + 3H2(g) CH4(g) + H2O(g)
jumlah koefisien besar. Reaksi 1 dan 4 me‐ Tetapan kesetimbangan Kc adalah:
nunjukkan jumlah koefisien yang kanan [CH4 ][H2O] [0,05][0,05]
lebih besar dari yang kiri. Hal ini menunjuk‐ Kc = =
[CO][H2 ] 3 [0,15][0,15]3
kan reaksi akan bergeser kearah produk.

42
Jadi, tetapan kesetimbangan (Kc) adalah 18. Diketahui:
[0,05][0,05] Pada saat setimbang terdapat:
[PCl5] = 0,005 M
[0,15][0,15]3 .
[PCl3] = 0,005 M
Jawaban: D [Cl2] = 0,005 M
[PCl3 ][Cl2]
13. Diketahui reaksi: Kc =
2SO2 (g) + O2 (g) 2SO3 (g) H = ‐98 [PCl5 ]
2
Jika volume diperkecil, maka kesetimbang‐ (0,005)(0,005) (0,005)
an akan bergeser ke arah zat yang koe‐ = =
(0,005) (0,005)
fisiennya lebih kecil. Berarti jawaban yang Jadi, harga tetapan kesetimbangan Kc se‐
betul adalah bergeser ke arah kanan, kare‐ (0,005)2
na koefisien/jumlah mol hasil reaksi lebih besar .
kecil bila dibandingkan koefisien/jumlah (0,005)
mol pereaksi. Jawaban: C
Jawaban: A
19. Kesetimbangan dipengaruhi beberapa hal,
14. Diketahui reaksi:
salah satunya penambahan konsentrasi. Di
2H2S(g) + 3O2 2H2O(g) + 2SO2(g)
soal, ditambahkan ion Fe3+, artinya kon‐
Apabila tekanan diperbesar, maka volume
sentrasi ion tersebut ditambah di sebelah
akan mengecil, sehingga kesetimbangan
reaktan (kiri). Dalam pengaruh konsentrasi
akan bergeser ke jumlah mol yang kecil,
dalam bentuk ion, ada syaratnya:
yaitu ke kanan. Sehingga gas SO2 dan H2O
a. Jika konsentrasi ditambah, maka kese‐
akan bertambah.
timbangan bergeser ke arah yang tidak
Jawaban: A
ditambah, warna semakin gelap pada
15. Reaksi: CO(g) + H2O(g) CO2(g) + H2(g) bagian yang tidak ditambah.
[CO2][H2] [1][1] 1 b. Jika konsentrasi dikurangi, maka kese‐
Kc  
[CO][H2O] [2][1] 2 timbangan bergeser ke arah yang di‐
Jadi, tetapan kesetimbangan reaksi terse‐ kurangi, warna semakin gelap pada ba‐
but adalah ½. gian yang dikurangi.
Jawaban: A c. Jika konsentrasi selain ion‐ion pada
reaksi ditambah, maka jika:
16. Diketahui reaksi:  Jika ion berupa kation, maka be‐
PCl3(g) + Cl2(g) PCl5(g) reaksi ke ion anion pada reaksi.
(PPCl5 ) (1/7 x 7)  Jika ion berupa anion, maka be‐
Kp = = = 1/9
(PPCl3 )(P Cl2 ) (3/7 x 7)(3/7 x 7) reaksi ke ion kation pada reaksi.
d. Ion Fe3+ ditambah, maka kesetimbang‐
Jawaban: A
an bergeser ke kanan dan warna merah
17. Diketahui persamaan reaksi kesetimbangan: darah semakin gelap atau bertambah
PCl5(g) PCl3(g) + Cl2(g) H = ‐106 kJ merah.
Asas Le Chatelier Jawaban: A
“Jika tekanan diperbesar, reaksi kesetim‐
bangan bergeser ke arah zat yang me‐ 20.Dalam persamaan kesetimbangan, baik Kc
miliki koefisien lebih kecil” maupun Kp, selalu produk per reaktan, de‐
Jadi, kesetimbangan bergeser ke kiri karena ngan syarat dalam wujud gas (g) atau la‐
jumlah mol reaktan < jumlah mol hasil reaksi. rutan (aq). Reaksi yang setara adalah:
Jawaban: B BiCl3(aq) + H2O(l) BiOCl(s) + 2HCl(aq)
Jawaban: B

43
BAB 8 LARUTAN
1. UN 2008 Sumber mata air yang bersifat elektrolit
Berdasarkan pengujian sampel air limbah kuat dan nonelektrolit adalah ….
diperoleh data sebagai berikut: A. 1 dan 2 D. 2 dan 4
B. 1 dan 3 E. 2 dan 5
Indikator
C. 2 dan 3
Sampel Metil Bromtimol Phenolftalein
merah biru (trayek pH
(trayek (trayek pH 8,3 – 10) 4. UN 2009
pH 4,2 6,0 – 7,6) Tidak Perhatikan tabel berikut ini:
– 6,3) Kuning – berwarna –
Merah biru merah Perubahan pH
– ku‐ pH setelah ditambah
Larutan
ning awal sedikit
A Kuning Biru Merah Air Asam Basa
B kuning Biru Tidak
1 2,00 2,50 1,75 3,50
berwarna
2 4,75 4,75 4,74 4,76
Harga pH untuk sampel A dan B berturut‐ 3 2,25 2,35 1,50 4,25
turut adalah…. 4 8,00 9,26 6,00 11,00
A. pH  6,3 dan 7,6  pH  8,3 5 4,00 4,75 3,25 6,25
B. 7,6  pH  8,3 dan pH  10
Larutan penyangga ditunjukkan oleh nomor
C. 7,6  pH 6 dan pH  10
….
D. pH  10 dan 7,6  pH  10
A. 1 D. 4
E. pH  10 dan 7,6  pH  8,3
B. 2 E. 5
C. 3
2. UN 2008
pH larutan yang mengandung 6 gram
5. UN 2010
CH3COOH (Mr = 60) dan 0,1 mol CH3COONa
Dalam lima wadah terdapat masing‐ma‐
(Ka = 1,0 x 10‐5) adalah ….
sing 50 mL larutan Ba2+, Pb2+, Ni2+, dan Sr2+
A. 1 D. 9
yang masing‐masing konsentrasinya 1 x
B. 5 E. 12
10‐4 M, ke dalam masing‐masing wadah
C. 7
tersebut ditambahkan 50 mL H2C2O4 1
x 104 M.
3. UN 2009
Ksp: BaC2O4 = 1,3 x 10‐8, NiC2O4 = 4 x 10‐10
Berikut ini daya hantar listrik dari beberapa
PbC2O4 = 4,8 x 10‐10, SrC2O4 = 1,6 x 10‐7
sumber mata air:
Senyawa yang terjadi berupa endapan
Sumber Nyala
Pengamatan lain
adalah ….
mata air lampu A. BaC2O4 dan SrC2O4
1 Padam Gelembung gas pada B. BaC2O4 dan PbC2O4
kedua elektrode
C. NiC2O4dan PbC2O4
2 Nyala Banyak gelembung
terang gas pada kedua D. NiC2O4dan SrC2O4
elektrode E. SrC2O4dan PbC2O4
3 Redup Gelembung gas pada
kedua elektrode
4 Padam Gelembung gas halus
pada kedua elektrode
5 Padam Tidak ada gelembung

44
6. UN 2011 9. UN 2012
Berikut data hasil titrasi larutan HCl de‐ Perhatikan grafik titrasi asam basa berikut:
ngan NaOH 0,1 M:
Volume HCl Volume NaOH
Perc.
yang dititrasi yang digunakan
1 20 mL 15 mL
2 20 mL 14 mL
3 20 mL 16 mL
Jika volume larutan yang dititrasi sebanyak
Berdasarkan data tersebut, konsentrasi 10 mL, maka konsentrasi larutan asam HX
larutan HCl adalah…. itu adalah ….
A. 0,070 M D. 0,133 M A. 0,25 M D. 0,075 M
B. 0,075 M E. 0,143 M B. 0,125 M E. 0,04 M
C. 0,080 M C. 0,1 M

7. UN 2011 10. UN 2013


Perhatikan data pengujian pH beberapa Sebanyak 100 mL KOH 0,04 M dicampur
sampel air limbah berikut! dengan 100 mL HCOOH 0,04 M menurut
reaksi:
Jenis air limbah pH
P 8 KOH(aq) + HCOOH(aq)  HCOOK(aq) +
5,5 H2O(l)
Q
R 7,6 Jika Ka HCOOH = 2 x 10‐4 dan Kw = 10‐14,
S 9,4 pH campuran tersebut adalah ….
A. 8 ‐ log 1 D. 6 + log 1
T 4,7
B. 8 + log 1 E. 2 – log 6
Air limbah yang tercemar asam adalah…. C. 6 – log 1
A. P dan Q D. S dan T
B. Q dan T E. T dan R 11. UN 2013
C. R dan S Sebanyak 100 mL larutan Pb(NO3)2 0,4 M
dicampurkan dengan 100 mL larutan
8. UN 2012 K2SO4 0,4 M. jika Ksp PbSO4 = 4 x 10‐8,
Perhatikan reaksi asam‐basa menurut maka massa PbSO4 yang mengendap
Bronsted‐Lowry berikut! sebanyak …. (Ar Pb = 207; S = 32; O = 16;
1) H2O(l) + NH3(aq)  NH 4+(aq) + OH‐(aq) K = 39)
2) H2O(l) + S2‐(aq)  OH‐(aq) + HS‐(aq) A. 12,12 gram D. 60,60 gram
Spesi yang merupakan pasangan asam‐ B. 24,24 gram E. 303 gram
basa konjugasi adalah ... C. 30,30 gram
A. H2O dengan OH‐
B. H2O dengan NH4+ 12. UN 2014
C. H2O dengan HS‐ Gas HCl murni, 48 mL ditiupkan ke dalam
D. S2‐ dengan OH‐ 125 mL air sehingga seluruh gas larut dan
E. NH3 dengan OH‐ volume air tidak berubah. Tekanan gas se‐
mula 76 cmHg dan t = 27 C. Kalau tetapan
gas ideal adalah R = 0,08 L.atm/mol K,
log 2 = 0,30, maka pH larutan adalah ….
A. 1,10 D. 2,30
B. 1,47 E. 2,47
C. 1,8

45
13. UN 2014 A. (1) dan (3) D. (5) dan (1)
Berikut ini merupakan senyawa/ion yang B. (2) dan (5) E. (5) dan (3)
dapat bersifat sebagai larutan penyangga: C. (4) dan (5)
(2) CH3COOH dan CH3COO‐ 17. UN 2016
(3) NH3 dan NH 4+ Asam oksalat (H2C2O4) merupakan asam
(4) HCOOH dan HCOO‐ lemah bivalen yang terionisasi menurut
(5) H2CO3 dan HCO 3‐ reaksi:
(6) H2PO 4‐ dan HPO 42‐ H2C2O4 H+ + HC2O ‐4Ka1 = 5,6 x 10_2
Larutan penyangga yang terdapat dalam HC2O 4‐
H+ + C 2O 42‐ Ka 2= 5,4 x 10‐5
cairan intrasel darah adalah …. Larutan H2C2O4 0,1 M akan memiliki pH
A. (1) D. (4) sebesar ....
B. (2) E. (5)
C. (3) A. 2 – log 56 D. 12 ‐ log 5,4
B. 2 + log 56 E. 12 + log 5,4
14. UN 2015
C. 3 + log 5,4
Ke dalam 1 liter akuades dilarutkan 0,49
gram H2SO4. Jika Ar H = 1; S = 32; O = 16,
maka pH larutan yang terbentuk adalah …. 18. UN 2016
A. 2 + log 1 D. 11 + log 5 Seorang siswa melakukan percobaan
B. 3 – log 5 E. 12 + log 5 titrasi untuk menghitung massa CH3COOH
C. 3 + log 5 yang terdapat dalam cuka dapur, seperti
gambar berikut:
15. UN 2015
Perhatikan beberapa larutan berikut:
(1) Ba(OH)2 2M (3) CO(NH2)2 2M
(2) KOH 1M (4) Ca(NO3)2 2M
Pasangan larutan yang diperkirakan me‐
miliki daya hantar listrik sama kuat adalah
larutan nomor ….
A. (1) dan (2) D. (2) dan (4)
B. (1) dan (4) E. (3) dan (4)
C. (2) dan (3) Data yang diperoleh dari hasil percobaan
sebagai berikut:
16. UN 2016 Percobaan Volume Volume
Perhatikan data percobaan uji larutan ke‐ cuka (mL) KOH (mL)
berikut! 1 10 5,2
Pengamatan pada 2 10 5,0
No. 3 10 4,8
Elektroda Lampu
(1) Tidak ada gelembung Padam Massa CH3COOH (Mr = 60) yang terdapat
(2) Sedikit gelembung Padam dalam 10 mL cuka dapur tersebut adalah
(3) Sedikit gelembung Redup ....
(4) Banyak gelembung Redup A. 3.10‐2 gram D. 3.10‐1 gram
‐2
(5) Banyak gelembung menyala B. 5.10 gram E. 6.10‐1 gram
Pasangan senyawa yang merupakan la‐ C. 6.10‐2 gram
rutan elektrolit kuat dan nonelektrolit
berturut‐turut ditunjukkan oleh larutan no‐ 19. UN 2016
mor .... Berikut adalah daftar spesi kimia senyawa
dan ion yang dapat membentuk larutan
penyangga:

46
(1) H2PO4 ‐ (4) CO32‐ 2‐ Jawab:
(2) H2CO3 (5) HPO 6
4
Mol CH3COOH = = 0,1 mol
(3) HCO 3‐ 60
Pasangan larutan penyangga yang berpe‐ Larutan CH3COOH dan CH3COONa adalah
ran dalam cairan intra sel (darah) berturut‐ larutan buffer yang dalam larutannya ber‐
turut adalah .... sifat asam, sehingga pH larutan:
A. (4) dan (5) D. (2) dan (3) n CH COOH
B. (3) dan (5) E. (1) dan (5) [H+] = Ka x 3

n CH3COONa
C. (3) dan (4)
0,1
= 10‐5 x = 10‐5
20.UN 2016 0,1
Campuran larutan CH3COOH dengan larut‐ pH = ‐ log 10‐5‐= 5
an NaOH dapat menghasilkan garam yang Jadi, pH larutan adalah 5.
terhidrolisis sebagian. Dari percobaan di‐ Jawaban: B
peroleh data seperti dalam tabel berikut: 3. Data fisik larutan dengan menggunakan
alat penguji elektrolit akan menghasilkan 3
CH3COOH NaOH kemungkinan:
Perc. Volume Konsen‐ Volum Konsen‐
(mL) trasi (M) e (mL) trasi (M) Larutan Lampu mati
(1) 50 0,1 50 0,1 nonelektrolit Elektrode tidak
(2) 50 0,2 50 0,2 terdapat gelembung
(3) 100 0,4 100 0,4 Larutan Lampu redup/mati
‐5
Jika diketahui Ka CH3COOH = 1 x 10 , ma‐ elektrolit Elektrode terdapat
ka urutan kenaikan pH campuran adalah lemah sedikit gelembung
.... Larutan Lampu terang
A. (3), (2), (1) D. (1), (3), (2) elektrolit Elektrode terdapat
B. (3), (1), (2) E. (1), (2), (3) kuat banyak gelembung
C. (2), (3), (1) Jadi, sumber mata air yang bersifat elek‐
trolit kuat dan nonelektrolit adalah nomor
2 dan 5.
Jawaban: E
1. Berdasarkan data, maka: 4. Larutan penyangga adalah larutan yang
Sampel A: metil merah : pH  6,3 dapat mempertahankan harga pH jika ke
Bromtimol biru : pH  7,6 dalam larutan tersebut ditambahkan se‐
Phenolftalein : pH  10 jumlah kecil asam, basa atau air. berdasar‐
Sampel B: metil merah : pH  6,3 kan tabel data pengamatan terlihat bahwa
Bromtimol biru : pH  7,6 larutan 2 dapat mempertahankan pH, yaitu
Phenolftalein : pH  10 sekitar 4,75. Dalam pengertian, pH tidak
Jadi, pH sampel A dan B adalah pH  10 berubah dalam penambahan air, asam,
dan 7,6  pH  10. dan basa.
Jawaban: D Jawaban: B

2. Diketahui: massa CH3COOH = 6 gram 5. Langkah 1: menentukan mol dan kon‐


Mr CH3COOH = 60 sentrasi masing‐masing ion dalam larutan
Mol CH3COONa = 0,1 mol jenuh.
Ka = 1,0 x 10‐5 Mol Ba2+/Pb2+/Ni2+/Sr2+ = M x V
Ditanya: pH = ? = 1 x 10‐4 x 50
= 50 x 10‐4
47
n 8. Reaksi:
[Ba2+/Pb2+/Ni2+/Sr2+] =
V 1) H2O(l) + NH3(aq)  NH4 +(aq) + OH‐(aq)
2+ 2+ 2+ 2+ 50 x 10‐4 ‐5

[Ba /Pb /Ni /Sr ] = = 5 x 10 M


100
Mol C2O 42‐ = 1 x 10‐4 x 50 = 50 x 10‐4 mmol Pasangan asam – basa konjugasi:
H2O dan OH‐
50 x 10‐4 +
[C2O 2‐] = = 5 x 10‐5 M NH4 dan NH3
4
100 2) H2O(l) + S2‐(aq)  OH‐(aq) + HS‐(aq)
Langkah 2: menghitung hasil kali konsen‐
trasi ion‐ion sesuai dengan rumus Ksp dan
membandingkannya dengan harga Ksp. Pasangan asam – basa konjugasi:
Hasil kali konsentrasi H2O dan OH‐
[Ba2+][C O 2‐] = [Pb2+][C O 2‐] = HS‐ dan S2‐
2 4 2 4
[Ni2+][C2O4 2‐] = [Sr2+][C2 O42‐] Jawaban: A
= (5 x 10‐5)(5 x 10‐5) = 25 x 10‐10 9. Titrasi asam basa
Maka, dapat disimpulkan bahwa: mol H+ = mol OH‐
Hasil kali [Pb2+][C2O4 2‐] dan [Ni2+][C2 O
4
2‐
]>
Va x Ma x val asam = Vb x Mb x val basa
Ksp. Sehingga dapat dipastikan akan me‐
ngendap. 10 x Ma x 1 = 25 x 0,1 x 1
Hasil kali [Ba2+][C2O4 2‐] dan [Sr2+][C2 O 2‐
]< 2,5
4 Ma = = 0,25M
Ksp. Sehingga larut atau belum mengen‐ 10
dap. Jadi, konsentrasi larutan asam HX adalah
Jawaban: C 0,25 M.
Jawaban: A
6. Diketahui: [NaOH] = 0,1 M
V HCl = 20 mL 10. Diketahui: V KOH = 100 mL
Ditanya: [HCl] = ? [KOH] = 0,04 M
Jawab: V HCOOH = 100 mL
Prinsip titrasi merupakan proses penetral‐ [HCOOH] = 0,04 M
an di mana konsentrasi kedua pelarut Ka HCOOH = 2 x 10‐4
mencapai titik ekuivalen/sama. Titrasi Ditanya: pH campuran = ?
NaOH 0,1 M dengan HCl akan memiliki Jawab:
konsentasi HCl = NaOH. Campuran KOH dan HCOOH akan meng‐
15  14  16 hasilkan garam HCOOK yang bersifat basa,
V campuran = = 15 mL
3 sehingga anionnya akan mengalami
Mol = 0,1 M x 15 mL = 1,5 mmol hidrolisis.
10
M HCl = 1,5/20 = 0,075 M Mol HCOOH = x 0,04 = 0,004 M
Jadi, konsentrasi HCl adalah 0,075 M. 1.000
10
Jawaban: B Mol KOH = x 0,04 = 0,004 M
1.000
Persamaan reaksi:
7. Air yang baik memiliki pH = 7, jika pH‐nya
KOH + HCOOH  HCOOK + H2O
lebih atau kurang dari 7, maka dapat di‐
m: 0,004 0,004
katakan bersifat basa atau asam. Limbah
yang tercemar asam adalah jenis air lim‐ r: 0,004 0,004 0,004 0,004
s: ‐ ‐ 0,004 0,004
bah Q dan T dengan pH = 5,5 dan 4,7 dan 0,004 mol
jenis air limbah P, R dan S dengan pH [HCOOK] = = 2 x 10‐2 M
berturut‐turut 8; 7,6, dan 9,4 bersifat basa. 200
L
Jawaban: B 1.000

48
Kw 0,2 L
[OH‐] = x [Garam] x 0,2 mol = 0,04 mol
Ka 1L
Massa PbSo4 yang mengendap adalah 0,04
10‐14 x 303 = 12,12 gram.
= x 2 x 10 ‐2
2 x 10‐4 Jadi, massa PbSo4 yang mengendap ada‐
= 1 x 10‐6 lah 12,12 gram.
pOH = 6 – log 1 Jawaban: A
pH = 14 – (6 – log 1) = 8 + log 1
Jadi, pH larutan yang terjadi adalah 8 + 12. Diketahui:
log 1. tekanan gas = 76 cmHg = 1 atm
Jawaban: B T = 27C = 300 K
R = 0,08 L.atm/mol K
11. Diketahui: V Pb(NO3)2 = 100 mL Volume HCl = 48 mL = 0,048 L
[Pb(NO3)2] = 0,4 M Volume H2O= 125 mL = 0,125 L
V K2SO4 = 100 mL Untuk menghitung pH larutan HCl, hitung
[K2SO4] = 0,4 M dulu jumlah mol larutan:
Ksp PbSO4 = 4 x 10‐8 PV 1x 0,048
n= =  0,002 mol
Ditanya: massa PbSO4 = ? RT 0,08 x 300
Jawab: Perhitungan konsentrasi HCl:
Kesetimbangan reaksi: n 0,002
M= = = 0,016 M
PbSO4  Pb2+ + SO4 2‐ V 0,125
Pb(NO3)2 terionisasi sempurna pH = ‐log 0,016
10
Mol Pb(NO3)2 = 0,4 x = 0,04 mol = ‐log (16 x 10‐3)
1.000 = 3 – log 16
Pb(NO3)2  Pb2+ + 2NO3 = 3 – log 24
0,04 mol 0,04 mol 0,08 mol = 3 – 4 log 2
K2SO4 terionisasi sempurna: = 3 – (4 x 0,3)
10
Mol K2SO 4 = 0,4 x = 0,04 mol = 3 – 1,2 = 1,8
1.000 Jadi, pH larutan adalah 1,8.
K2SO4  2K+ + SO 42‐ Jawaban: C
0,04 mol 0,04 mol 0,08 mol
Volume total adalah 200 mL atau 0,2 L, 13. Larutan penyangga yang terdapat dalam
diperoleh: cairan intrasel darah adalah H2PO4‐ dan
0,04 mol HPO 42‐. Fungsi dari larutan ini adalah untuk
[Pb2+] awal = = 0,2 mol/L
0,2 L menjaga pH darah agar tetap stabil pada
0,04 mol pH 7,35 – 7,45.
[SO 42‐ ] awal = = 0,2 mol/L Jawaban: E
0,2 L
Hasil kali ion‐ion
14. Diketahui: Volume aquadest = 1 L
= [Pb2+] awal x [SO4
2‐
] awal
Massa H2SO4= 0,49 gram
= 0,2 x 0,1
Mr H2SO4 = 98
= 0,04 mol2/L2
Ditanya: pH larutan?
Hasil kali ion‐ion PbSO4 > Ksp PbSO4,
Jawab:
maka akan menghasilkan endapan.
Perhitungan konsentrasi basa:
Kelarutan PbSO4 = 0,04 = 0,2 mol/L massa 1
Ma = x
Dalam 0,2 L larutan, mol zat yang dapat Mr V
mengendap adalah: 0,49 1
= x = 0,005 M
98 1

49
H2SO4 merupakan basa kuat, sehingga un‐ Jawab:
tuk menghitung pH, gunakan rumus pH Untuk menyelesaikan soal ini, ada dua ma‐
asam kuat. cam langkah yang dapat digunakan, yaitu:
[H+] = a x Ma a. Menggunakan Ka1 dan mengabaikan
= 2 x 0,005 Ka2 karena nilainya sangat kecil
= 0,01 = 10‐2 [H+] = Ka1 x [H2C2O4 ]
pH = 2 atau 2 + log 1
(karena log 1 = 0) ‐2
= 5,6 x 10 x 0,1M
Jadi, pH larutan yang terbentuk adalah 2 +
log 1. = ‐4
56 x 10
Jawaban: A
= 10‐2 x 56
15. Ciri‐ciri larutan elektrolit: pH = ‐log[H+] = 2 – log 56 = 1,1
Larutan elektrolit kuat b. Menggunakan kedua Ka, tetapi harus
Terdiri dari asam kuat, basa kuat dan ga‐ diketahui nilai logaritma dan hasilnya
ramnya. Contoh: H‐X (X = halida), hidrok‐ dibulatkan.
sida dari logam alkali dan alkali tanah. + ‐2
Larutan elektrolit lemah  Nilai [H ] pada Ka1 = 10 x 56
Terdiri dari Asam Lemah (HCN, H PO , Nilai [H+] pada Ka2 =
3 4
CH3COOH, dan H2CO3), dan Basa Lemah [H+] = Ka2 x [H2C2O4 ]
(NH4OH, Al(OH)3, dan Fe(OH)3).
‐5
Dari tabel yang diberikan, pasangan se‐ 5,4 x x 0,1M
= 10
nyawa larutan yang memiliki daya hantar
sama kuat adalah Ba(OH)2 dan Ca(NO3)2. = ‐6
5,4 x 10
Jadi, jawaban yang tepat adalah (1) dan (4).
Jawaban: B = 10‐3 x 5,4
Jumlahkan kedua nilai [H+]
16. Perbedaan larutan elektrolit kuat, elektro‐
lit lemah dan non elektrolit adalah: [H+] = (10‐2 x 56 ) + (10‐3 x 5,4 )
Jenis = 0,07 + 0,002 = 0,072
Lampu Elektrode = 7,2 x 10‐2
Larutan
Elektrolit Menyala Banyak pH = ‐log[H+] = 2 – log 7,2 = 1,1
kuat gelembung Jadi, larutan H2C2O4 0,1 M memiliki pH se‐
Elektrolit Menyala Sedikit besar 2 – log 56 atau 1,1.
lemah /padam gelembung/
tidak ada Jawaban: A
gelembung
Non‐ Padam Tidak ada 18. Diketahui: Va = 10 mL (vol CH3COOH)
elektrolit gelembung Vb = 5 mL (vol KOH)
Jadi, pasangan senyawa yang merupakan Mb = 0,2M ([KOH])
larutan elektrolit kuat dan nonelektrolit Ditanya: massa CH3COOH = ?
adalah nomor (5) dan (1). Jawab:
Jawaban: D CH3COOH = KOH
a x Ma x Va = b x Mb x Vb
17. Diketahui: Ka1 = 5,6 x 10‐2 1 x Ma x 10 = 1 x 0,2 x 5
Ka2 = 5,4 x 10‐5 Ma = 0,1M
[H2C2O4] = 0,1 M gx 1.000
Ditanya: pH = ? M=
Mr x V

50
Mx Mr x V 0,1 x 60 x 10 b. Percobaan 2
g = = = 6 x 10‐2
1.000 1.000  n CH3COOH = n NaOH = 0,05 x 0,2M
Jadi, massa CH3COOH yang terdapat da‐ = 0,01 mol
lam cuka dapur adalah 6 x 10‐2 gram.  [CH3COONa] = [CH3COO‐] =
Jawaban: C 0,01mol
= 0,1M
0,05L  0,05L
19. Larutan penyangga adalah larutan yang
dapat mempertahankan pH jika ditambah Kw 
 [OH‐] = x [CH3COO ]
sedikit asam, basa atau pengenceran. Ka
Di dalam tubuh, larutan penyangga dite‐
10‐14
mukan dalam: = x 0,1 = 10
‐5
 Di dalam sel (intra sel): H PO ‐ dan 5
10
2 4
HPO 42‐. pOH = 5
 Di luar sel (ekstra sel): H2CO3 dan HCO3. pH =9
Jadi, pasangan larutan penyangga yang c. Percobaan 3
berperan dalam cairan intra sel adalah  n CH3COOH = n NaOH = 0,1 L x
H2PO 4‐ dan HPO 42‐. 0,4M = 0,04 mol
Jawaban: E  [CH3COONa] = [CH3COO‐] =
0,04mol
20. Dalam soal ini, kita harus menghitung = 0,4M
0,05L  0,05L
besarnya pH pada masing‐masing perco‐
baan. Ingat, pada soal yang lebih kuat Kw 
 [OH‐] = x [CH3COO ]
adalah basanya, maka gunakan rumus Ka
hidrolisis basa.
10‐14
a. Percobaan 1 = x 0,4 = 2 x 10
‐5
5
 n CH3COOH = n NaOH = 0,05 x 0,1M 10
= 5 x 10‐3 mol pOH = 5 – log 2
 [CH3COONa] = [CH3COO‐] = pH = 9 + log 2
5 x 103 mol Jadi, urutan kenaikan pH campuran ada‐
= 0,05M lah pH pada percobaan (1), (2), dan (3).
0,05 L  0,05 L Jawaban: E
Kw 
 [OH‐] = x [CH3COO ]
Ka
10‐14
= 5
x 0,05 = 10‐5,5 x 5
10
pOH = 5,5 ‐ log 5
pH = 8,5 + log 5

51
BAB 9 KIMIA KOLOID
1. UN 2008 merupakan penerapan sifat koloid, bertu‐
Berikut ini beberapa fenomena sehari‐hari rut‐turut adalah ….
yang menunjukkan sifat koloid dalam ke‐ A. 1 dan 3 D. 3 dan 4
hidupan: B. 2 dan 4 E. 4 dan 5
1. Proses cuci darah. C. 3 dan 2
2. Kabut di pegunungan.
3. Pembentukan delta di muara sungai. 5. UN 2010
4. Pemutihan gula. Beberapa sifat koloid:
5. Proses kerja obat diare. 1. elektroforesis 4. koagulasi
Sifat koagulasi koloid dapat ditunjukkan 2. efek Tyndall 5. dialisis
dalam contoh kejadian nomor…. 3. adsorbsi
A. 1 D. 4 Pengobatan diare dengan norit dan proses
B. 2 E. 5 cuci darah merupakan contoh penerapan
C. 3 sifat koloid nomor….
A. 1 dan 2 D. 3 dan 5
2. UN 2009 B. 1 dan 3 E. 4 dan 5
Berikut ini adalah beberapa sifat koloid: C. 3 dan 4
1. efek Tyndall; 4. adsorbsi; dan
2. gerak Brown; 5. koagulasi. 6. UN 2011
3. elektroforesis; Sifat koloid dapat diterapkan dalam ke‐
Proses terbentuknya delta di muara sungai hidupan sehari‐hari, antara lain:
merupakan penerapan sifat koloid nomor.... (1) Sorot lampu bioskop;
A. 1 D. 4 (2) Pembuatan obat norit;
B. 2 E. 5 (3) Penggumpalan karet dalam lateks;
C. 3 (4) Proses cuci darah; dan
(5) Pembentukan delta di muara sungai.
3. UN 2009 Contoh penerapan sifat adsorbsi adalah …
Berikut ini adalah beberapa sifat koloid: A. (1) D. (4)
1. elektroforesis; 4. gerak Brown; B. (2) E. (5)
2. efek Tyndall; 5. Dialisis. C. (3)
3. koagulasi;
Proses penjernihan air dengan mengguna‐ 7. UN 2011
kan tawas merupakan penerapan sifat Perhatikan contoh penerapan sifat koloid
koloid nomor.... berkut:
A. 1 D. 4 1. Sorot lampu mobil pada saat kabut.
B. 2 E. 5 2. Pembentukan delta di muara sungai.
C. 3 3. Proses cuci darah.
4. Gelatin dalam es krim.
4. UN 2010 5. Pemutihan gula tebu.
Berikut beberapa sifat koloid: Contoh yang merupakan penerapan sifat
1. dialisis 4. efek Tyndall adsorpsi adalah….
2. koagulasi 5. koloid pelindung A. 1 D. 4
3. adsorbsi B. 2 E. 5
Proses menghilangkan bau badan dengan C. 3
deodoran dan memanaskan putih telur

52
8. UN 2012 12. UN 2013
Pasangan data yang berhubungan secara Beberapa peristiwa yang berhubungan de‐
tepat adalah …. ngan sifat koloid:
Penerapan dalam (1) Pembentukan delta di muara sungai.
Sifat (2) Penyembuhan sakit perut dengan norit.
Kehidupan Sehari‐
Koloid (3) Pemutihan gula.
hari
A. Koloid Penambahan tawas (4) Penjernihan air dengan tawas.
pelindung pada penjernihan air (5) Cuci darah pada penderita ginjal.
B. Dialisis Mesin pencuci darah Sifat koagulasi ditunjukkan pada nomor …
C. Efek Penyaringan asap A. (1) dan (4) D. (3) dan (5)
Tyndall pabrik B. (2) dan (3) E. (4) dan (5)
D. Koagulasi Menghilangkan bau C. (2) dan (4)
badan
E. Adsorpsi Gelatin pada es krim 13. UN 2013
Berikut ini adalah penerapan sifat koloid
9. UN 2012 dalam kehidupan sehari‐hari:
Sifat koloid dan penerapannya yang tepat (1) Pemutihan gula tebu dengan arang
adalah …. tulang.
Sifat Penerapan dalam (2) Langit berwarna jingga pada petang hari.
Koloid Kehidupan Sehari‐hari (3) Penyerapan asap pabrik dengan alat
A. Adsorpsi Penggunaan norit Cottrel.
B. Koagulasi Menghilangkan bau (4) Proses cuci darah pada penderita gagal
badan ginjal.
C. Dialisis Gelatin pada es krim (5) Penggumpalan karet oleh lateks.
D. Efek Penyaringan asap Contoh penerapan sifat adsorpsi terdapat
Tyndall pabrik pada nomor ...
E. Gerak Sorot lampu di malam A. (1) dan (3) D. (3) dan (4)
Brown hari B. (2) dan (3) E. (4) dan (5)
C. (2) dan (4)
10. UN 2012
14. UN 2013
Data tentang koloid yang tepat adalah….
Fase Medium Berikut ini adalah penerpan sifat koloid da‐
Jenis Koloid
Terdispersi Pendispersi lam kehidupan:
A. Padat Cair Emulsi (1) Cahaya matahari di sela‐sela pohon
B. Cair Gas Sol yang berkabur.
C. Gas Cair Gel (2) Proses cuci darah pada gagal ginjal.
D. Gas Padat Busa padat (3) Pembentukan delta di muara sungai.
E. Padat Padat Aerosol (4) Pengobatan diare dengan pil norit.
(5) Sinar lampu kendaraan pada cuaca ber‐
11. UN 2012 kabut.
Data yang berhubungan dengan tepat ada‐ Contoh penerapan sifat koloid efek tyndall
lah …. terdapat pada nomor ….
Fase Medium
Jenis Koloid A. (1) dan (2) D. (3) dan (4)
Terdispersi Pendispersi
B. (1) dan (5) E. (4) dan (5)
A. Padat Gas Sol C. (2) dan (4)
B. Padat Cair Aerosol
C. Cair Cair Aerosol
D. Cair Gas Emulsi
E. Gas Cair Busa

53
15. UN 2014 18. UN 2015
Beberapa contoh penerapan sifat koloid Berikut ini beberapa contoh penerapan
dalam kehidupan sehari‐hari: sifat koloid dalam kehidupan sehari‐hari:
(1) Sinar matahari kelihatan saat masuk (1) Proses pembersihan darah dalam ginjal.
ruangan melalui celah. (2) Sorot lampu dalam gedung bioskop.
(2) Pembentukan delta di muara sungai. (3) Pembentukan delta di muara sungai.
(3) Penjernihan air. (4) Pembentukan karang oleh binatang.
(4) Menggunakan alat Cottrel dalam (5) Pembuatan ban kendaraan dari karet
industri. alam.
(5) Proses cuci darah. Peristiwa dialisis dan efek Tyndall dapat
Contoh penerapan sifat koloid dari elek‐ ditemukan pada contoh nomor ….
troforesis dan dialisis berturut‐turut adalah A. (1) dan (2) D. (4) dan (5)
…. B. (2) dan (3) E. (5) dan (2)
A. (1) dan (2) D. (4) dan (5) C. (3) dan (4)
B. (2) dan (3) E. (5) dan (1)
C. (3) dan (4) 19. UN 2015
Berikut ini contoh penerapan sifat koloid
16. UN 2014 dalam kehidupan sehari‐hari:
Beberapa contoh penerapan sifat koloid (1) Menghilangkan bau badan dengan
dalam kehidupan sehari‐hari: deodoran.
(1) Peristiwa cuci darah. (2) Penambahan tawas pada pengolahan
(2) Terbentuknya delta di muara sungai. air PAM.
(3) Sorot lampu di malam hari. (3) Penambahan gelatin pada pembuatan
(4) Penggunaan alat Cottrel. es krim.
(5) Penggunaan norit pada diare. (4) Sorot lampu mobil pada malam yang
Contoh penerapan sifat koloid dari dialisis berkabut.
dan koagulasi berturut‐turut adalah …. (5) memanaskan putih telur
A. (1) dan (2) D. (3) dan (4) Penerapan sifat koloid yang berhubungan
B. (1) dan (3) E. (4) dan (5) dengan adsorpsi dan koloid pelindung ber‐
C. (2) dan (3) turut‐turut adalah ….
A. (1) dan (3) D. (3) dan (4)
17. UN 2014 B. (2) dan (4) E. (4) dan (5)
Beberapa contoh penerapan sifat koloid C. (2) dan (5)
sebagai berikut:
(1) Sorot lampu mobil pada saat kabut. 20. Beberapa fenomena sehari‐hari yang me‐
(2) Pengendapan debu pada cerobong nunjukkan sifat koloid dalam kehidupan:
asap. (1) Penjernihan air.
(3) Pembuatan lateks dari getah karet. (2) Pemutihan gula pasir.
(4) Pemutihan gula tebu. (3) Pembentukan delta di muara sungai.
(5) Pengobatan diare dengan norit. (4) Proses cuci darah.
Contoh penerapan sifat koloid dari efek (5) Sorot lampu pada malam berkabut.
Tyndall dan elektroforesis berturut‐turut Sifat dialisis dan efek Tyndall berturut‐
adalah …. turut dapat ditunjukkan dalam contoh ke‐
A. (1) dan (2) D. (3) dan (4) jadian nomor ….
B. (1) dan (3) E. (4) dan (5) A. (1) dan (2) D. (3) dan (4)
C. (2) dan (3) B. (1) dan (3) E. (4) dan (5)
C. (2) dan (3)

54
7. Adsorpsi merupakan penyerapan partikel
pada permukaan koloid. Sifat adsorpsi
diterapkan pada pemutihan gula tebu.
1. Contoh koagulasi adalah pembentukan Gula yang masih berwarna dilarutkan da‐
delta di muara sungai, terjadi karena ko‐ lam air, kemudian dialirkan melalui zat zat
loid tanah liat (lempung) dalam air sungai pengadsorpsi arang tulang. Zat warna pa‐
mengalami koagulasi ketika bercampur da gula akan diserap, sehingga dihasilkan
dengan elektrolit dalam air laut. gula yang berwarna putih bersih.
Jawaban: C Jawaban: E

2. Pembentukan delta di muara sungai, ada‐ 8. Penerapan sifat koloid dalam kehidupan
lah contoh dari sifat koagulasi. Hal ini ter‐ sehari‐hari:
jadi karena koloid tanah liat (lempung) da‐
lam air sungai mengalami koagulasi ketika Penerapan dalam
Sifat Koloid
bercampur dengan elektrolit dalam air Kehidupan Sehari‐hari
laut. Adsorpsi Menghilangkan bau
Jawaban: E badan, pemutihan gula
tebu dengan arang
3. Proses penjernihan air dengan tawas me‐ tulang, penjernihan air,
rupakan penerapan sifat koloid, yaitu koa‐ pengobatan diare
gulasi. Tawas yang mengandung elektrolit dengan norit.
Al2(SO4)3 dapat menggumpalkan partikel Koagulasi Pembentukan delta di
koloid dalam air. muara sungai,
Jawaban: C pemanasan putih telur,
penjernihan air dengan
4. Proses menghilangkan bau badan adalah
tawas, penggumpalan
sifat koloid adsorbs. Sedangkan pemanas‐
an telur adalah sifat koloid koagulasi. karet oleh lateks.
Jadi, jawaban yang tepat adalah nomor 3 Dialisis Proses cuci darah.
dan 2. Efek Tyndall Sorot lampu mobil,
Jawaban: C langit berwarna biru
pada siang hari dan
5. Sifat‐sifat koloid antara lain adsorbsi yang berwarna jingga pada
merupakan penyerapan melalui permuka‐ sore hari .
an, seperti pada deodoran. Koagulasi ada‐ Elektroforesis Penyaringan debu
lah penggumpalan senyawa koloid, missal‐ pabrik dengan alat
nya pemanasan putih telur. Cottrel.
Jawaban: C Koloid Pembuatan es krim
Pelindung dengan penambahan
6. Adsorbsi adalah penyerapan ion pada per‐ gelatin, cat dan tinta
mukaan koloid, sehingga partikel koloid yang dapat bertahan
bermuatan positif atau negatif. Sifat ad‐ lama, zat‐zat
sorbsi ini dapat digunakan sebagai adsor‐ pengemulsi seperti
ben, misalnya pada pemutihan gula, pe‐ detergen dan sabun.
nyembuhan sakit perut dengan serbuk Jawaban: B
norit, menghilangkan bau badan dengan
tawas, dan penjernihan air. Contoh: par‐
tikel Fe(OH)3 dalam air akan menyerap ion
H+ sehingga bermuatan positif.
Jawaban: B

55
9. Penerapan sifat koloid dalam kehidupan 12. Sifat koagulasi koloid di antaranya adalah:
sehari‐hari:  Pembentukan delta di muara sungai.
 Pemanasan putih telur.
Sifat Koloid Penerapan dalam
Kehidupan Sehari‐hari  Penjernihan air dengan tawas.
Adsorpsi Menghilangkan bau  Penggumpalan karet oleh lateks.
badan, pemutihan gula Jadi, jawaban yang tepat adalah nomor (1)
tebu dengan arang dan (4).
tulang, penjernihan air, Jawaban: A
pengobatan diare
dengan norit. 13. Contoh penerapan sifat adsorpsi, antara
lain pemutihan gula tebu dan penyerapan
Koagulasi Pembentukan delta di
asap pabrik. Jadi jawaban yang tepat ada‐
muara sungai,
lah nomor (1) dan (3).
pemanasan putih telur,
Jawaban: A
penjernihan air dengan
tawas, penggumpalan
14. Sifat efek Tyndall diantaranya adalah:
karet oleh lateks.
Dialisis Proses cuci darah.  Sorot lampu mobil pada cuaca berkabut.
Efek Tyndall Sorot lampu mobil,  Cahaya matahari di sela‐sela pohon
langit berwarna biru yang berkabut.
pada siang hari dan  Langit berwarna biru pada siang hari
berwarna jingga pada berwarna jingga pada sore hari.
sore hari . Jadi, penerapan sifat koloid efek Tyndall
Elektroforesis Penyaringan debu terdapat pada nomor (1) dan (5).
pabrik dengan alat Jawaban: B
Cottrel.
15. Contoh sifat elektroforesis adalah penya‐
Koloid Pembuatan es krim
ringan debu pabrik dengan alat Cottrel.
Pelindung dengan penambahan
Contoh sifat dialisis adalah proses cuci
gelatin, cat dan tinta
darah. Jadi, contoh penerapan sifat koloid
yang dapat bertahan
dari elektroforesis dan dialisis adalah no‐
lama, zat‐zat
mor (4) dan (5).
pengemulsi seperti
Jawaban: D
detergen dan sabun.
Jawaban: A
16.Contoh sifat dialisis adalah proses cuci
darah. Contoh sifat koagulasi koloid di
10. Padat dalam cair adalah sol.
antaranya adalah:
Cair dalam gas adalah aerosol.
Gas dalam cair adalah buih.  Pembentukan delta di muara sungai.
Gas dalam padatan adalah busa padat.  Pemanasan putih telur.
Padat dalam padat adalah sol padat.  Penjernihan air dengan tawas.
Jawaban: D  Penggumpalan karet oleh lateks.
Jadi, jawaban yang tepat adalah nomor (1)
11. Padat dalam gas adalah aerosol padat. dan (2).
Padat dalam cair adalah sol. Jawaban: A
Cair dalam cair adalah emulsi.
Cair dalam gas adalah aerosol.
Gas dalam cair adalah buih atau busa.
Jawaban: E

56
17. Penerapan sifat koloid dalam kehidupan 20. Penerapan sifat koloid dalam kehidupan
sehari‐hari: sehari‐hari:
Sifat Koloid Penerapan dalam
Sifat Koloid Penerapan dalam
Kehidupan Sehari‐hari
Kehidupan Sehari‐hari
Dialisis Proses cuci darah
Efek Tyndall Sorot lampu mobil, Efek Tyndall Sorot lampu mobil,
langit berwarna biru langit berwarna biru
pada siang hari dan pada siang hari dan
berwarna jingga pada berwarna jingga pada
sore hari. sore hari
Elektroforesis Penyaringan debu Jawaban: E
pabrik dengan alat
Cottrel.
Jawaban: A

18. Contoh sifat dialisis adalah proses pember‐


sihan darah dalam ginjal. Contoh sifat efek
Tyndall di antaranya: sorot lampu dalam
gedung bioskop.
Jadi, jawaban yang tepat terdapat pada
nomor (1) dan (2).
Jawaban: A

19. Penerapan sifat koloid dalam kehidupan


sehari‐hari:
Sifat Koloid Penerapan dalam
Kehidupan Sehari‐hari
Adsorpsi Menghilangkan bau
badan, pemutihan gula
tebu dengan arang
tulang, penjernihan air,
pengobatan diare
dengan norit.
Koloid Pembuatan es krim
Pelindung dengan penambahan
gelatin, cat dan tinta
yang dapat bertahan
lama, zat‐zat
pengemulsi seperti
detergen dan sabun.
Jawaban: A

57
BAB 10 SIFAT KOLIGATIF LARUTAN
1. UN 2008 A. P D. S
Bagan berikut menggambarkan larutan B. Q E. T
dengan berbagai konsentrasi: C. R

4. UN 2010
Perhatikan gambar beberapa larutan di
bawah ini!
I II III

IV V P Q R S T
Bagan yang menunjukkan tekanan uap Jika mol pelarut semua larutan tersebut di‐
larutan paling besar adalah …. anggap sama, maka larutan yang mem‐
A. I D. IV punyai tekanan uap paling besar adalah ….
B. II E. V A. P D. S
C. III B. Q E. T
2. UN 2009 C. R
Perhatikan tabel berikut ini: 5. UN 2010
Volume Perhatikan diagram PT berikut ini!
Larutan Zat terlarut
larutan
1 0,2 mol 100 mL
2 0,1 mol 200 mL
3 0,6 mol 500 mL
4 0,8 mol 250 mL
5 0,5 mol 200 mL
Larutan yang memiliki tekanan osmotik
paling tinggi jika diukur pada suhu yang
sama adalah …. Daerah proses membeku larutan ditunjuk‐
A. 1 D. 4 kan oleh …
B. 2 E. 5 A. KL D. RM
C. 3 B. KS E. SN
C. LR
3. UN 2009
Gambar berikut adalah diagram P‐T air 6. UN 2011
dan larutan glukosa. Perhatikan diagram P‐T berikut:

Titik beku larutan glukosa ditunjukkan oleh


Garis beku pelarut ditunjukkan oleh ....
titik ....

58
A. MS D. LR 9. UN 2012
B. MN E. KQ Berikut ini dua buah contoh peristiwa
C. KL kimia:
(1) Pemakaian urea untuk mencairkan salju.
7. UN 2011 (2) Produksi air tawar dari air laut.
Gambar berikut merupakan gambar parti‐ Contoh tersebut berkaitan dengan sifat ko‐
kel zat terlarut dan pelarut yang bukan ligatif larutan secara berurutan, yaitu:
sebenarnya: A. penurunan titik beku dan tekanan
osmosis
1 2 3 4 5 B. tekanan osmotik dan penurunan titik
beku
C. kenaikan titik didih dan penurunan titik
beku
D. penurunan titik beku dan kenaikan titik
didih
Keterangan:
Partikel zat pelarut E. tekanan osmotik dan kenaikan titik
Partikel zat terlarut didih

Tekanan uap larutan paling kecil terdapat 10. UN 2013


pada wadah…. Beberapa contoh penerapan sifat koligatif
A. 1 D. 4 larutan dalam kehidupan:
B. 2 E. 5 (1) Desalinasi air laut menjadi air tawar.
C. 3 (2) Etilen glikol yang ditambahkan ke da‐
lam cairan radiator.
8. UN 2012 (3) Membuat cairan infus yang akan dima‐
Berikut ini peristiwa kimia dalam kehidup‐ sukkan dalam tubuh manusia.
an sehari hari: (4) Pemberian garam pada lintah.
(1) Etilen glikol dapat ditambahkan ke da‐ Penerapan sifat koligatif penurunan titik
lam radiator mobil. beku larutan terdapat pada nomor ...
(2) Desalinasi air laut. A. (1) dan (2) D. (3) dan (4)
Kedua contoh di atas berhubungan de‐ B. (2) dan (3) E. (4) dan (5)
ngan sifat koligatif larutan secara berturut C. (2) dan (4)
turut ….
A. penurunan tekanan uap dan tekanan 11. UN 2013
osmotik Beberapa contoh penerapan sifat koligatif
B. tekanan osmotik dan kenaikan titik larutan dalam kehidupan:
didih (1) Pemberian garam dapur untuk men‐
C. kenaikan titik didih dan penurunan titik cairkan salju.
beku (2) Membuat cairan infus yang akan digu‐
D. penururnan titik beku dan osmosis balik nakan pada tubuh manusia.
E. penurunan titik beku dan kenaikan titik (3) Proses penyerapan air oleh akar tanam‐
didih an dari dalam tanah.
(4) Penggunaan garam dapur pada pem‐
buatan es putar.
(5) Pembuatan ikan asin.
Penerapan sifat koligatif penurunan titik
beku larutan adalah nomor ….

59
A. (1) dan (2) D. (3) dan (5) D. penurunan titik beku dan osmosis balik
B. (1) dan (4) E. (4) dan (5) E. penurunan titik beku dan kenaikan titik
C. (2) dan (3) didih
12. UN 2013
15. UN 2015
Berikut ini beberapa penerapan sifat koli‐
Berikut ini beberapa contoh penerapan si‐
gatif:
fat koligatif dalam kehidupan sehari‐hari:
(1) Penbuatan ikan asin.
(1) Desalinasi air laut.
(2) Pembuatan es putar.
(2) Penggunaan etilen glikol pada radiator
(3) Mencairkan salju di jalan raya pada
mobil.
daerah dingin.
(3) Cairan infus yang dimasukkan ke dalam
(4) Membunuh lintah dengan garam.
darah.
(5) Pemakaian cairan/obat tetes mata.
(4) Proses merambatnya air pada akar
Penerapan tekanan osmotik terdapat pada
tanaman.
nomor ....
(5) Penggunaan garam pada pembuatan es
A. (1) dan (2) D. (2) dan (4)
putar.
B. (1) dan (3) E. (4) dan (5)
Contoh penerapan sifat koligatif yang me‐
C. (2) dan (3)
rupakan proses penurunan titik beku ada‐
lah ….
13. UN 2013
A. (1) dan (2) D. (2) dan (5)
Bagan berikut adalah gambaran molekuler
B. (1) dan (3) E. (3) dan (4)
larutan dengan berbagai konsentrasi.
C. (2) dan (3)

16. UN 2015
Beberapa contoh penerapan sifat koligatif
larutan dalam kehidupan sehari‐hari se‐
Keterangan: = mol partikel zat larut bagai berikut:
= mol partikel pelarut (1) Pengawetan makanan dengan mem‐
Gambar yang menunjukkan titik didih la‐ beri garam.
rutan paling besar adalah nomor ... (2) Penambahan etilen glikol pada radiator
A. I D. IV mobil.
B. II E. V (3) Proses penyerapan air oleh akar tanam‐
C. III an.
(4) Menentukan massa molekul relatif.
14. UN 2014 (5) Penambahan NaCl pada salju.
Berikut ini peristiwa kimia dalam kehidup‐ Penerapan sifat koligatif larutan yang ber‐
an sehari‐hari: hubungan dengan tekanan osmotik adalah
(1) Etilen glikol dapat ditambahkan ke da‐ ….
lam radiator mobil. A. (1) dan (2) D. (3) dan (5)
(2) Desalinasi air laut. B. (1) dan (3) E. (4) dan (5)
Kedua contoh di atas berhubungan dengan C. (2) dan (3)
sifat koligatif larutan secara berturut‐turut
…. 17. UN 2015
A. penurunan tekanan uap dan tekanan Berikut adalah beberapa pemanfaatan si‐
osmotik fat koligatif yang banyak ditemui dalam
B. tekanan osmotik dan kenaikan titik kehidupan sehari‐hari:
didih (1) Penggunaan cairan infus bagi manusia.
C. kenaikan titik didih dan penurunan titik (2) Pembuatan cairan pendingin pada es
beku putar.

60
(3) Penggunaan obat tetes mata. A. (1) D. (4)
(4) Pencairan salju menggunakan garam B. (2) E. (5)
dapur. C. (3)
(5) Pemberian garam pada lintah.
Pasangan sifat yang merupakan peman‐
faatan penurunan titik beku larutan adalah
…. 1. Tekanan uap jenuh larutan sebanding de‐
A. (1) dan (3) D. (2) dan (4) ngan konsentrasi pelarut, semakin besar
B. (1) dan (4) E. (3) dan (5) konsentrasi pelarut, maka akan semakin be‐
C. (2) dan (3) sar tekanan uap jenuh larutan yang terjadi.
Jawaban: E
18. UN 2016
Berikut ini beberapa penerapan sifat koli‐ 2. Semakin tinggi molaritas suatu larutan,
gatif larutan dalam kehidupan sehari‐hari: maka tekanan osmotik juga akan semakin
(1) Penyerapan air oleh akar tanaman. tinggi. Hal ini sesuai dengan rumus  = M x
(2) Penambahan garam dalam pembuatan R x T. Jadi, larutan yang mempunyai
es putar. tekanan osmotik paling tinggi adalah
(3) Penambahan garam untuk mencairkan larutan nomor 4.
salju. Jawaban: D
(4) Penggunaan garam untuk membunuh
lintah. 3. Sifat koligatif larutan adalah sifat‐sifat la‐
(5) Menambahkan etilen glikol pada rutan yang tidak bergantung pada jenis zat
radiator mobil. terlarut, tetapi bergantung pada banyak‐
Penerapan tekanan osmotik terdapat pada nya partikel zat yang terlarut dalam larutan.
peristiwa nomor .... Garis P‐Q merupakan penurunan titik beku
A. (1) dan (3) D. (2) dan (5) larutan.
B. (1) dan (4) E. (4) dan (5) Garis S‐R merupakan kenaikan titik didih
C. (2) dan (3) larutan.
P merupakan titik beku larutan.
19. UN 2016 Q merupakan titik beku pelarut.
Perhatikan gambar berikut! R merupakan titik didih larutan.
S merupakan titik didih pelarut.
Jadi, titik beku larutan glukosa ditunjukkan
oleh titik P.
Larutan yang memiliki tekanan uap paling Jawaban: A
besar ditunjukkan oleh gambar ....
A. (1) D. (4) 4. Tekanan uap paling besar terdapat pada
B. (2) E. (5) larutan yang mempunyai jumlah partikel
C. (3) zat terlarut paling kecil.
Jawaban: D
20.UN 2016
Perhatikan gambar berikut! 5. Proses membekunya larutan dapat ditun‐
jukkan oleh grafik K‐S, sedangkan grafik R‐
L merupakan titik beku pelarut.
Jawaban: B

Larutan yang mempunyai tekanan uap pa‐ 6. Proses membeku merupakan perubahan
ling kecil ditunjukkan oleh gambar nomor .... fase dari cair menjadi padat. Oleh karena

61
itu, dalam diagram P‐T, garis beku mem‐ (5) Pembuatan ikan asin menerapkan sifat
batasi fase cair dan padat. Terdapat dua koligatif penurunan titik beku larutan.
garis beku, yaitu LR dan KQ. Kedua garis Jadi, jawaban yangtepat adalah nomor (4)
tersebut masing‐masing mewakili pelarut dan (5).
(LR) dan larutan (KQ), karena titik beku Jawaban: E
pelarut lebih tinggi dibandingkan dengan
titik beku larutan. 12.Perhatikan penerapan sifat koligatif beri‐
Jawaban: D kut:
Penerapan dalam
Sifat Koligatif
7. Tekanan uap larutan yang paling kecil ter‐ Kehidupan Sehari‐
Larutan
dapat pada larutan yang partikel zat pe‐ hari
larutnya paling sedikit, yang ditunjukkan Tekanan Mesin cuci darah,
pada larutan nomor (1). Osmotik pengawetan
Jawaban: A makanan, penyerapan
air oleh akar tanaman,
8. Penambahan etilen glikol pada radiator desalinasi air laut
mobil adalah menaikkan titik didih atau melalui osmotik balik,
menurunkan titik beku, sedangkan desali‐ pemberian garam
nasi air laut adalah contoh tekanan osmo‐ pada lintah,
tik balik. pemakaian obat tetes
Jawaban: D mata
Jadi, jawaban yang tepat adalah nomor (4)
9. Pemakaian urea untuk mencairkan salju dan (5).
adalah contoh penurunan titi beku dan Jawaban: E
produksi air tawar dari air laut adalah con‐
toh dari tekanan osmotik. 13. Kenaikan titik didih larutan akan semakin
Jawaban: A besar apabila konsentrasi dari zat terlarut
semakin besar. Dalam hal ini ditunjukkan
10. Contoh penerapan sifat koligatif penurun‐ oleh gambar II.
an titik beku larutan adalah pemakaian Jawaban: B
etilen glikol pada radiator dan pemberian
garam pada lintah. 14. Penambahan etilen glikol pada radiator
Jawaban: C mobil menerapkan sifat koligatif larutan
kenaikkan titik didih atau penurunan titik
11. Beberapa contoh penerapan sifat koligatif beku.
larutan dalam kehidupan: Desalinasi air laut adalah contoh sifat koli‐
(1) Pemberian garam dapur untuk men‐ gatif larutan pada tekanan osmotik balik.
cairkan salju merupakan contoh penu‐ Jawaban: D
runan titik beku.
(2) Membuat cairan infus yang akan digu‐ 15. Perhatikan sifat koligatif dan penerapan‐
nakan pada tubuh manusia merupakan nya berikut:
sifat koligatif tekanan osmotik. Sifat Koligatif Penerapan dalam Kehidupan
(3) Proses penyerapan air oleh akar tana‐ Larutan Sehari‐hari
man dari dalam tanah merupakan sifat Penurunan Terjadinya laut mati.
koligatif tekanan osmotik. tekanan uap
Penurunan Pembuatan es putar, antibeku
(4) Penggunaan garam dapur pada pem‐
titik beku pada radiator mobil, antibeku
buatan es putar menerapkan sifat koli‐ untuk mencairkan salju.
gatif penurunan titik beku larutan. Kenaikan titik Pelarutan gula atau garam
didih dapur dalam air.

62
Tekanan Mesin cuci darah, pengawetan 18. Perhatikan penerapan sifat koligatif la‐
osmotik makanan, penyerapan air oleh rutan berikut:
akar tanaman, desalinasi air Penerapan dalam
laut melalui osmosis balik, Sifat Koligatif
pemberian garam pada lintah. Kehidupan Sehari‐
Larutan
hari
Jadi, jawaban yang tepat terdapat pada penurunan Terjadinya laut mati.
nomor (2) dan (5). tekanan uap
Jawaban: D penurunan titik Pembuatan es putar,
beku antibeku pada radia‐
16. Contoh penerapan sifat koligatif larutan tor mobil, antibeku un‐
tekanan osmotik adalah: tuk mencairkan salju.
 Mesin cuci darah, pengawetan makan‐ kenaikan titik Pelarutan gula atau
an. didih garam dapur dalam
 Penyerapan air oleh akar tanaman. air.
 Desalinasi air laut melalui osmosis balik. tekanan Mesin cuci darah,
 Pemberian garam pada lintah. osmotik pengawetan makan‐
Jadi, jawaban yang tepat adalah nomor (1) an, penyerapan air
dan (3). oleh akar tanaman,
Jawaban: B desalinasi air laut
melalui osmosis balik,
17. Perhatikan penerapan sifat koligatif be‐ pemberian garam
rikut: pada lintah.
Penerapan dalam Jadi, jawaban yang tepat adalah (1) dan
Sifat Koligatif
Kehidupan Sehari‐ (4).
Larutan
hari
Jawaban: B
Penurunan Terjadinya laut mati.
tekanan uap
19. Larutan yang memiliki tekanan uap paling
Penurunan titik Pembuatan es putar, besar adalah larutan yang partikel zat ter‐
beku antibeku pada larut yang sukar menguap berjumlah pa‐
radiator mobil, ling sedikit.
antibeku untuk Jawaban: A
mencairkan salju.
Kenaikan titik Pelarutan gula atau 20. Larutan yang memiliki tekanan uap paling
didih garam dapur dalam kecil adalah larutan yang partikel zat ter‐
air. larut yang sukar menguap berjumlah pa‐
Tekanan Mesin cuci darah, ling banyak.
osmotik pengawetan Jawaban: E
makanan, penyerapan
air oleh akar tanaman,
desalinasi air laut
melalui osmotik balik,
pemberian garam
pada lintah.
Jawaban: D

63
BAB 11 REDOKS DAN ELEKTROKIMIA
1. UN 2008 3. UN 2010
Sejumlah arus listrik yang sama dialirkan Berikut ini adalah gambar yang menunjuk‐
ke dalam sel elektrolisis yang berbeda se‐ kan eksperimen tentang perkaratan:
suai gambar berikut:

Paku yang paling cepat terjadi korosi


adalah paku pada nomor….
Jika dalam larutan ZnSO4 akan mengen‐ A. (1) D. (4)
dap 13 gram Zn (Ar = 65), maka pada B. (2) E. (5)
larutan SnCl4 akan diperoleh endapan Sn C. (3)
(Ar = 119) sebanyak….
A. 0,9 gram D. 71,0 gram 4. UN 2011
B. 11,9 gram E. 595 gram Perhatikan gambar sel volta berikut!
C. 18,3 gram

2. UN 2009
Sebanyak 1 liter larutan CrCl3 1 M dielek‐
trolisis dengan arus 6 A. jika diketahui Ar
Cr = 52, 1 F = 96.500, maka waktu yang
diperlukan untuk mengendapkan logam Diagram sel yang tepat untuk gambar ter‐
krom sebanyak 3,88 gram tersebut adalah sebut adalah …
… detik. A. Al | Al3+ || Sn2+ | Sn
52 x 6 x 3,88 B. Al3+ | Al || Sn | Sn2+
A. C. Sn2+ | Sn || Al | Al3+
3 x 96.500
D. Sn2+ | Sn || Al3+ | Al
52 x 6 x 3 x 3,88
B. E. Sn | Sn2+ || Al3+ | Al
96.500
3,88 x 3 x 96.500
C. 5. UN 2012
52 x 6 Cara yang paling tepat untuk mencegah
52 x 6 korosi pada bagian dalam mesin mobil
D.
3,88 x 3 x 96.500 adalah….
96.500 x 52 x 6 A. dioles dengan oli
E.
3,88 x 3 B. dibuat paduan logam
C. dicat
D. dihubungkan dengan magnesium
E. proteksi katodik

64
6. UN 2012 A. Cu2O(s) + HCl(aq)  Cu2Cl(aq) + H2O(l)
Sebuah logam besi ingin disepuh dengan B. Cu2O(s) + 2HCl(aq)  2CuCl(aq) +
emas. Untuk itu dilakukan proses elektro‐ H2O(l)
lisis dengan larutan AuCl3 selama 1 jam dan C. CuO(s) + HCl(aq)  CuCl(aq) + H2O(l)
arus 10 A. Massa emas yang mengendap di D. CuO(s) + 2HCl(aq)  CuCl2(aq) + H2O(l)
katode adalah …. (Ar Au = 197) E. Cu2O(s) + 4HCl(aq)  2CuCl2(aq) +
197 x 1 x 96.500 x 10 4H2O(l)
A.
3 x 60 x 60
197 x 1 x 96.500 10. UN 2014
B.
3 x 60 x 60 Fluorin dapat diperoleh dari elektrolisis
197 x 10 x 60 x 60 leburan KHF2 sesuai persamaan reaksi,
C. HF‐ HF + 1/2F2 + e. Untuk menghasilkan
3 x 96.500
197 x 10 x 60 x 96.500 gas fluorin sebanyak 2,24 liter (STP), muat‐
D. an listrik yang diperlukan adalah ….
3 x 60
(1F = 96.500C)
3 x 60 x 60 A. 96.500 C D. 965 C
E.
3 x 96.500 x 197 B. 19.300 C E. 482,5 C
C. 1.930 C
7. UN 2013
Perhatikan persamaan reaksi redoks yang 11. UN 2014
terjadi pada proses pembuatan gas klorin Pada reaksi berikut:
dalam industri berikut! Br2 + 2NaOH  NaBr + NaBrO + H2O
NaCl(aq) + aH2O(l)  bCl2(g) + cH2(g) + Zat yang mengalami reaksi disproporsio‐
dNaOH(aq) nasi (autoredoks) berikut perubahan bi‐
Harga koefisien a, b, dan c berturut‐turut langan oksidasinya adalah ....
adalah ... A. bromin dari ‐1 menjadi ‐1 dan 0
A. 1, 1, dan 2 D. 2, 1, dan 2 B. bromin dari 0 menjadi ‐1 dan +1
B. 1, 2, dan 1 E. 2, 2, dan 1 C. bromin dari 0 menjadi ‐2 dan +1
C. 2, 1, dan 1 D. natrium dari +1 menjadi ‐1 dan 0
E. oksigen dari ‐2 menjadi ‐3 dan ‐1
8. UN 2013
Diketahui beberapa persamaan reaksi 12. UN 2014
berikut: Perhatikan reaksi setengah sel berikut:
(1) SO4 2‐  S2‐ Mg2+ + 2e  Mg E = ‐2,37 volt
(2) 2Cr2O7 2‐  2CrO4 2‐ Pb2+ + 2e  Pb E = ‐0,13 volt
(3) Mg  Mg2+ + 2e‐ Cu + 2e  Cu
2+
E = +0,34 volt
(4) S2O3 2‐  S4O 62‐ Mn2+ + 2e  Mn E = ‐1,18 volt
Reaksi oksidasi terdapat pada nomor .... Notasi sel yang menunjukkan reaksi spon‐
A. (1) dan (2) D. (2) dan (4) tan adalah ....
B. (1) dan (3) E. (3) dan (4) A. Cu/Cu2+//Mg2+/Mg
C. (2) dan (3) B. Mn/Mn2+//Mg2+/Mg
C. Mg/Mg2+//Pb2+/Pb
9. UN 2014 D. Pb/Pb2+//Mn2+/Mn
Serbuk tembaga (II) oksida larut dalam E. Cu/Cu2+//Pb2+/Pb
asam klorida membentuk tembaga (II)
klorida dan air. Persamaan reaksi setara
dan lengkap dari reaksi tersebut adalah ….

65
13. UN 2014 Zat yang mengalami reaksi autoredoks be‐
Dalam elektrolisis larutan CuSO4 dengan serta perubahan bilangan oksidasi adalah
elektrode inert dihasilkan 224 mL gas ….
(STP) di anode, massa endapan yang dida‐ A. Cl2, dari ‐1 menjadi +1 dan 0
pat di katode adalah .... (Ar Cu = 63,5) B. Cl2, dari +1 menjadi ‐1 dan 0
A. 6,35 gram D. 0,32 gram C. NaOH, dari 0 menjadi ‐1 dan +1
B. 1,27 gram E. 0,127 gram D. NaOH, dari ‐1 menjadi +1 dan 0
C. 0,64 gram E. Cl2, dari 0 menjadi ‐1 dan +1

14. UN 2015 17. UN 2015


Diketahui harga potensial sel dari: Perhatikan sel elektrolisis berikut ini!
2H+ + 2e  H2 E = 0 volt
‐+
Al + 3e  Al
3+
E = ‐1,66 volt
Cr
Zn2+ + 2e  Zn E = ‐0,76 volt Cr

Mg2+ + 2e  Mg E = ‐2,37 volt


Cu2+ + 2e  Cu E = +0,34 volt
Notasi sel yang berlangsung spontan ada‐
lah ….
Cairan KNO3
A. Cu/Cu2+//H+/H2
B. Mg/Mg2+// Cu2+/Cu Reaksi yang terjadi di katode adalah ….
C. Ag/Ag+// Al3+/Al A. Cr(s)  Cr3+(aq) + 3e
D. H2/2H+//Al3+/Al B. K+(aq) + e  K(s)
E. Zn/Zn2+//Mg2+/Mg C. Cr3+(aq) + 3e  Cr(s)
D. NO ‐3(aq) + 4H+(aq) + 3e  NO(g) + 2H 2O(l)
15. UN 2015 E. 2H2O(l) + 2e  H2(g) + 2OH‐(aq)
Perhatikan gambar percobaan berikut!
18. UN 2015
Arus yang sama dialirkan ke dalam larutan
AgNO3 dan larutan ZnSO4. Bila massa pe‐
Air CaCl2
Air garam rak yang mengendap 27 gram, massa seng
(1) (2) (3) yang mengendap adalah ….
(Ar: Zn = 65; Ag = 108)
A. 8,125 gram D. 65,00 gram
B. 16,250 gram E. 108,00 gram
Minyak Air yang
telah C. 32,500 gram
dididihkan
(4)
19. UN 2016
(5)
Berikut adalah nama senyawa yang
Paku yang paling cepat berkarat adalah mengandung unsur nitrogen, amonia,
paku di tabung nomor …. dinitrogen trioksida, dan barium nitrida.
A. (1) D. (4) Bilangan oksidasi unsur hidrogen, oksigen
B. (2) E. (5) dan barium pada senyawa tersebut ber‐
C. (3) turut‐turut adalah ....
A. +3; +2; +6 D. +3; +3; +3
16. UN 2015 B. +1; +3; +2 E. +1; ‐2; +2
Reaksi klorin dengan basa membentuk C. +1; +2; +2
klorida dan hipoklorit menurut reaksi:
Cl2(g) + 2NaOH(aq) 
NaCl(aq) + NaClO(aq) + H2O(l)

66
20. UN 2016 3. Paku yang dicelupkan di dalam air dengan
Baterai Leclanche pada saat digunakan udara terbuka akan lebih cepat mengalami
terjadi reaksi redoks: korosi dibandingkan dengan tabung yang
Zn(s) + 2NH4 +(aq) + 2MnO 2 (s) tertutup.
Mn2O3(s) + Zn2+(aq) + 2NH3(aq) + H2O(l) Jawaban: C
Spesi yang bertindak sebagai reduktor
dan hasil reduksi berturut‐turut adalah 4. Pada sel volta terjadi perpindahan elektron
dari kutub negatif (anode) ke kutub positif
....
(katode). Di anode terjadi reaksi oksidasi
A. Zn dan NH4+ dan di katode terjadi reaksi reduksi. Maka
B. NH 4+ dan Zn2+ diagram selnya dapat dituliskan sebagai
C. Mn2O3 dan Zn2+ berikut:Al / Al3+ // Sn2+ / Sn
D. Zn dan Mn2O3 Jawaban: A
E. NH + dan NH
4 3

5. Cara yang paling tepat untuk mencegah


korosi pada bagian dalam mesin mobil
adalah dengan diolesi oli.
Jawaban: A
1. Diketahui: massa Zn = 13 gram
Ar Zn = 65 6. Diketahui: t = 1 jam = 60 x 60 detik
Ar Sn = 119 I = 10 A
Ditanya: massa Sn = ? Ar Au = 197
Jawab: Ditanya: massa Au = ?
Gunakan perbandingan bahwa: Jawab:
m1: m2 Ar Zn Ar Sn e.i. t
= : W =
n1 n2
96.500
65 119
13 : massa Sn = : 197 x 10 x 1 x 60 x 60
2 4
W = 3
Massa Sn = 11,9 gram 96.500
Jadi, massa timah yang diperoleh sebesar 197 x 10 x 60 x 60
W =
11,9 gram. 3 x 96.500
Jawaban: B Jadi, massa emas yang mengendap di ka‐
197 x 10 x 60 x 60
tode adalah .
2. Perhatikan perhitungan berikut ini: 3 x 96.500
e.i. t Jawaban: C
W =
96.500
52 7. Reaksi:
x6xt NaCl(aq) + aH2O(l)  bCl2(g) + cH2(g) +
3,88  3
96.500 dNaOH(aq)
 3,88x 3 x 96.500
misal b = 1, maka reaksi menjadi:
t = 2NaCl(aq) + aH2O(l)  Cl2(g) + cH2(g) +
52x 6
dNaOH(aq)
Jadi, waktu yang diperlukan untuk Na  2 = d
mengendapkan logam krom adalah O a = d = 2
3,88x 3 x 96.500
detik. H  2a = 2c + d
52x 6 2.2 = 2c + 2
Jawaban: C c =4–2=2

67
Sehingga persamaan reaksi yang setara Autoredoks adalah bromin, yaitu dari 0
adalah: menjadi ‐1 dan +1.
2NaCl(aq) + 2H2O(l)  Cl2(g) + 2H2(g) + Jawaban: B
2NaOH(aq)
Jawaban: D 12. Reaksi yang berlangsung spontan adalah
yang memiliki Eosel berharga positif (+).
o
Rumus perhitungan Esel adalah:
8. Reaksi oksidasi terdapat pada: o o o
E sel = E reduksi ‐ E oksidasi
 Mg  Mg2+ + 2e‐ Perhatikan masing‐masing perhitungan
0 +2 o
E sel pada setiap opsi:
Bilangan oksidasi naik dari 0 menjadi +2. A. Cu/Cu 2+
//Mg2+/Mg
 S O 2‐  S O 2‐ Eo = ‐2,37 – (0,34) = ‐2,71 volt
2 3 4 6 sel
+2 +2,5 B. Mn/Mn2+//Mg2+/Mg
o
Bilangan oksidasi naik dari +2 menjadi E sel = ‐2,37 – (‐1,18) = ‐1,19 volt
2+
+2,5. C. Mg/Mg //Pb2+/Pb
Eo = ‐0,13 – (‐2,37) = +2,24 volt
Jawaban: E sel 2+ 2+
D. Pb/Pb //Mn /Mn
o
E sel = ‐1,18 – (‐0,13) = ‐1,05 volt
9. Tembaga(II) oksida = CuO E. Cu/Cu2+//Pb2+/Pb
Asam klorida = HCl o
E sel = ‐0,13 – (0,34) = ‐0,47 volt
Tembaga(II) klorida= CuCl2 Jawaban: C
Persamaan reaksi yang setara:
CuO(s) + 2HCl(aq)  CuCl2(aq) + H2O(ℓ)
13. Reaksi yang berlangsung spontan adalah
Jawaban: D
yang memiliki Eosel berharga positif (+).
Rumus perhitungan Eo adalah:
10. Diketahui: V F2 = 2,24 liter o o o sel
E sel = E reduksi ‐ E oksidasi
1F = 96.500 C
Ditanya: muatan listrik = ? Perhatikan masing‐masing perhitungan
Eo pada setiap opsi:
sel
Jawab: 2+
Reaksi: HF ‐ HF + ½ F + e  Cu/Cu //H+/H2
2 2
Jumlah mol gas fluorin pada kondisi STP: Eosel = 0 V – (0,34 V)
V 2,24 = ‐0,34 V
nF2 = = = 0,1 mol  Mg/Mg2+// Cu2+/Cu
22,4 22,4 o
E sel = +0,34 V – (‐2,37 V)
Jumlah 1 mol elektron: = +0,34 V + 2,37 V
ne = 2 x nF2 = +2,67 V
= 2 x 0,1 mol  Ag/Ag+// Al3+/Al (tidak ada data untuk
= 0,2 mol harga potensial sel Ag)
Muatan listrik yang diperlukan:
 H2/2H+//Al3+/Al
C = F x 96.500
Eosel= ‐1,66 V – (0 V) = ‐1,66 V
= 0,2 x 96.500
= 19.300 C  Zn/Zn2+//Mg2+/Mg
o
E sel = ‐2,37 V – (‐0,76 V)
Jadi, muatan listrik yang diperoleh sebesar
19.300 C. = ‐1,61 V
Jadi, notasi sel yang berlangsung spontan
Jawaban: B
adalah Cu/Cu2+//H+/H2.
Jawaban: B
11. Reaksi:
Br2 + 2NaOH  NaBr + NaBrO + H2O
0 +1 ‐1 +1 +1 ‐2

68
14. Jumlah mol pada STP: 18. Perhatikan uraian pembahasan berikut ini:
224 mL/22,4 = 10 mmol Diketahui:Massa Ag = 27 gram
Anode: Ditanya:Massa Zn=?
2H2O(l)  4H+(aq) + O2(g) + 4e‐ Jawab:
10 mmol = 0,01 L Sesuai dengan hukum Faraday II, maka
diperoleh rumus:
m1 me1 Ar
Katode:  , dengan me =
Cu2+ + 2e  Cu m2 me2 n
Massa = 63,5 x 0,01 = 0,64 gram Maka:
Jawaban: C 108
m Ag me Ag 27 1
 = 
15. Paku yang paling cepat berkarat adalah m Zn me Zn m Zn 65
paku yang direndam dengan air garam. 2
Karena air garam merupakan zat elektrolit 32,5
m Zn= 27 x = 8,125 gram
yang dapat mempercepat terjadinya pro‐ 108
ses korosi. Jadi, jawaban yangtepat adalah Jadi, massa seng yang mengendap adalah
(1). 8,125 gram.
Jawaban: A Jawaban: A
19. Amonium = NH3, H = +1
16. Perhatikan uraian pembahasan berikut ini: Dinitrogen trioksida = N2O3,O = ‐2
Dari reaksi: Barium nitrida = BaN, Ba = +2
Cl2 + 2NaOH  NaCl + NaClO + H2O Jawaban: E
0 +1 ‐1 +1 ‐1 +1+1‐2
Yang mengalami reaksi disproporsionasi 20. Reduktor adalah senyawa yang mengalami
adalah klorin dari biloks 0 menjadi ‐1 dan +1. oksidasi, sementara hasil reduksi adalah
Jawaban: D hasil dari penurunan biloks yang terletak di
produk. Berikut nilai‐nilai biloks reaksi:
17. Pada elektrolisis dengan cairan atau la‐ Zn + 2NH4 + + 2MnO2  Mn2 O3 + Zn2+
rutan KNO3, maka pada katode ion kalium + 0 ‐3 +1 +4 ‐2 +3 ‐2 +2
tidak akan tereduksi dan yang tereduksi 2NH3 + H2O
adalah air. ‐3 +1 +1 ‐2
Jadi, jawaban yang tepat adalah:
2H2O(l) + 2e‐ H2(g) + 2OH‐(aq)
Reduktor: mengalami oksidasi, yaitu Zn
Jawaban: E
Hasil reduksi: Mn2O3
Jawaban: D

69
BAB 12 kimia unsur
Wacana berikut digunakan untuk menjawab 3. Terbakar dengan oksigen membentuk
soal nomor 1 dan 2. oksida, peroksidda, atau superoksida.
Asam sulfat dapat dibuat dengan bahan dasar 4. Keelektronegatifan besar.
belerang, udara, dan air. Proses/reaksi yang 5. Energi ionisasi pertamanya besar.
terjadi: Sifat unsur tersebut merupakan sifat unsur
S(s) + O2  SO2(g) golongan ….
V 2O 3 A. 1 dan 2 D. 3 dan 4
SO2(g) + O2  2SO 3(g) B. 1 dan 4 E. 4 dan 5
SO2(g) + H2SO4(aq)  H2S2O7(l) C. 2 dan 3
H2S2O7(l) + H2O(l)  2H2SO4(aq)
5. UN 2010
1. UN 2008 Perhatikan data sifat fisik dan sifat kimia
Nama proses pembuatan/pengolahan se‐ tiga buah unsur seperiodik tak dikenal
nyawa tersebut adalah …. berikut ini:
A. Wohler D. Down Titik Daya
B. Kontak E. Frasch EI
Unsur didih hantar Wujud
C. Bilik timbal (kJ/mol)
(C) listrik
K 280 Tidak 1,012 Padat
2. UN 2008
L 2470 Hantar 0,579 Padat
Manfaat dari senyawa hasil pengolahan
M 58 Tidak 1,21 Gas
tersebut digunakan sebagai ….
Urutan berdasarkan kenaikan nomor atom
A. antiseptik
unsur tersebut adalah ….
B. pemutih pakaian
A. M‐L‐K D. L‐M‐K
C. bahan pembuatan kabel
B. K‐M‐L E. M‐K‐L
D. bahan dasar pembuatan pupuk ZA
C. L‐K‐M
E. kerangka pesawat terbang
6. UN 2010
3. UN 2008
Perhatikan gambar tabel tentang batuan/
Perhatikan unsur‐unsur dengan nomor
mineral dan unsur yang dikandungnya:
atom berikut: 11X, 15Y, dan 17Z
Unsur yang
Pernyataan yang tidak benar tentang sifat No. Nama mineral
dikandung
unsur‐unsur tersebut adalah ….
A. unsur Z bersifat nonlogam 1. Siderit Belerang
B. keelektronegatifan unsur Z > Y > X 2. Kriolit Aluminium
C. ketiga unsur tersebut memiliki jumlah 3. Megnetit Magnesium
elektron valensi yang sama 4. Dolomit Stromsium
D. X dan Z dapat membentuk senyawa 5. Hematit Besi
dengan rumus XZ Pasangan data yang keduanya berhubung‐
E. jari‐jari atom unsur X > Y > Z an secara tepat adalah ….
A. 1 dan 2 D. 3 dan 4
4. UN 2009 B. 2 dan 3 E. 4 dan 5
Berikut ini beberapa sifat unsur: C. 2 dan 5
1. Pada umumnya bereaksi hebat dengan
air dan membentuk basa dan gas hidro‐
gen.
2. Dapat bereaksi dengan gas hidrogen
membentuk hidrida.

70
7. UN 2010 A. 1 dan 2 D. 3 dan 4
Pasangan data nama unsur dan kegunaan‐ B. 1 dan 4 E. 3 dan 5
nya berikut ini: C. 2 dan 3
No. Nama Kegunaan
unsur 10. UN 2013
1. Klorin Campuran pemadam Berikut ini beberapa sifat unsur:
kebakaran (1) Senyawanya berwarna.
2. Kalsium Bahan kembang api (2) Membentuk molekul diatomik.
3. Kalium Pupuk (3) Memiliki beberapa bilangan oskidasi.
4. Belerang Fotografi (4) Titik didih dan titik leleh sangat tinggi.
5. Fosforus Korek api Sifat yang dimiliki unsur halogen terdapat
Pasangan data yang keduanya berhubung‐ pada nomor ….
an dengan benar adalah …. A. (1) dan (2) D. (2) dan (4)
A. 1 dan 2 D. 3 dan 4 B. (1) dan (3) E. (3) dan (4)
B. 1 dan 3 E. 3 dan 5 C. (2) dan (3)
C. 2 dan 4
11. UN 2014
8. UN 2011 Sifat‐sifat suatu senyawa sebagai berikut:
Berikut ini tabel unsur‐unsur, mineral, dan No. Sifat‐sifat senyawa
kegunaannya: 1. Titik didih tinggi
2. Bersifat paramagnetik
No. Unsur Mineral Kegunaan 3. Unsur pembentuknya mempunyai
1. Barium Witerit Penyamak beberapa tingkat oksidasi
kulit 4. Membentuk senyawa kompleks
2. Strontium Pirit Nyala Contoh senyawa yang mempunyai sifat
merah tersebut adalah ….
kembang A. PbSO4 D. Cr2(SO4)3
api B. MgSO4 E. K2SO4
3. Magnesium Karnalit Antasida C. CaSO4
4. Mangan Pirolusit Zat aktif
baterai 12. UN 2014
5. Kalsium Dolomit Campuran Berikut merupakan salah satu tahap reaksi
asbes pengolahan logam dari bijihnya:
Pasangan data yang ketiganya berhubung‐ Fe2O3(s) + 3CO(g)  2Fe(s) + 3CO2(g)
an dengan tepat adalah … Nama pengolahan unsur tersebut ….
A. 1 dan 2 D. 3 dan 4 A. Down D. Hall Herault
B. 2 dan 3 E. 4 dan 5 B. Deacon E. Tanur Tinggi
C. 2 dan 4 C. Frasch

9. UN 2012 13. UN 2014


Beberapa kegunaan unsur/senyawa berikut Suatu logam dapat dibuat dari reaksi elek‐
ini: trolisis lelehan garamnya dengan persama‐
1. Bahan baku pupuk an reaksi:
2. Peralatan masak 2NaCl(l)  2Na(s) + Cl2(g)
3. Bahan baku semen portland Nama pengolahan unsur ini adalah ....
4. Menetralisir asam di lambung A. Dow D. Goldschmidt
5. Pembentukan tulang B. Down E. Deacon
Kegunaan unsur kalsium/senyawanya ter‐ C. Frasch
dapat pada nomor …

71
14. UN 2014 Berdasarkan tabel tersebut, pasangan data
Berikut senyawa yang mengandung unsur yang benar adalah ….
golongan IA dan IIA: A. (1) dan (2) D. (3) dan (4)
(1) NaOH (4) Mg(OH)2 B. (1) dan (3) E. (3) dan (5)
(2) NaHCO3 (5) CaSO4.2H2O C. (2) dan (3)
(3) KCl (6) CaCO3
Senyawa yang dapat digunakan untuk 18. UN 2016
membuat sabun dan menetralkan asam Perhatikan notasi unsur berikut!
lambung adalah …. 3X, 11Z, 19W
A. (1) dan (2) D. (4) dan (5) Gambar yang menunjukkan jari‐jari atom
B. (1) dan (4) E. (5) dan (6) ketiga unsur tersebut adalah ....
C. (2) dan (3) A. D.

 jari‐jari atom
 jari‐jari atom
Z X
W Z
15. UN 2014 X W
Berikut ini sifat‐sifat unusr:
(1) Paramagnetik
 nomor atom  nomor atom
(2) Senyawanya berwarna
(3) Memancarkan sinar gamma B. E.

 jari‐jari atom
(4) Dapat memancarkan partikel alfa

 jari‐jari atom
W X
Sifat radioaktif adalah .... Z Z
X W
A. (1) dan (2) D. (2) dan (4)
B. (1) dan (3) E. (3) dan (4)
C. (2) dan (3)  nomor atom  nomor atom

C.
16. UN 2015
 jari‐jari atom

X
Perhatikan tabel berikut! W
Z
No. Unsur Mineral
(1) Fe Siderit
(2) Ca Pyrit  nomor atom
(3) Na Bauksit
(4) K Karnalite
19. UN 2016
Pasangan data yang keduanya berhubung‐
an dengan tepat adalah …. Unsur 24
12
Mg dan 2713Almemiliki perbedaan
A. (1) dan (2) D. (2) dan (4) sifat fisika dan kimia untuk kedua unsur
B. (1) dan (4) E. (3) dan (4) tersebut adalah ....
C. (2) dan (3) A. titik leleh Mg > Al
B. keelektronegatifan Mg > Al
17. UN 2015 C. afinitas elektron Mg > Al
Perhatikan tabel berikut! D. sifat basa Mg < Al
No.
Lambang
Pembuatan Kegunaan E. energi pengionan Mg < Al
unsur
(1) Na Tanur tinggi Pendingin
20.UN 2016
reaktor
Berikut adalah data kegunaan gas mulia
(2) Al Hall‐Herault Bodi
dalam kehidupan sehari‐hari.
pesawat
(3) Cu Elektrolisis Kawat No. Gas mulia Kegunaan
listrik (1) Helium Pengisi balon udara
(4) Cl Wohler Disinfektan (2) Neon Pengisi lampu tabung
(5) P Down Korek api (3) Argon Campuran pengisi
tabung elpiji

72
(4) Kripton Fotografi tingkat 5. Dalam satu periode, semakin besar nomor
tinggi atom, maka akan semakin besar energi
(5) Xenon Pembuatan tabung ionisasinya. Sehingga urutan energi ionisasi
elektron dari kecil ke besar adalah L (0,579), K
Pasangan yang tepat antara unsur dan ke‐ (1,012), dan M (1,21).
gunaannya dapat dilihat pada unsur .... Jawaban: A
A. (1) dan (2) D. (3) dan (4) 6. Mineral dan nama unsur yang terkandung
B. (1) dan (3) E. (3) dan (5) di dalamnya adalah:
C. (2) dan (3)
 Siderit (FeCO3) = besi
 Kriolit (Na3AlF76) = aluminium
 Magnetit (Fe3O4) = besi
 Dolomite (CaCO3.MgCO3) =
magnesium/kalsium
1. Asam sulfat dapat dibuat dengan dua cara,  Hematite (Fe2O3) = besi
yaitu proses kontak dengan menggunakan Jadi, jawaban yang benar adalah nomor (2)
katalis vanadium dan proses bilik timbal dan (5).
dengan menggunakan katalis nitrosa. Jawaban: C
Jawaban: B 7. Unsur‐unsur dan kegunaannya adalah:
 Klorin : pengolahan air sebagai
2. Bahan dasar pembuatan pupuk ZA adalah disinfektan (kaporit)
H2SO4 dengan reaksi:  Kalsium : bahan pembentukan tulang
2NH3(g) + H2SO4(aq)  (NH4)2SO4 dan gigi
Jawaban: D  Kalium : pupuk
 Belerang : pembuat karet vulkanisir
3. Perhatikan penjelasan berikut:
dan obat‐obatan kulit
11X = 2 8 1  logam dengan ev = 1
 Fosfor : korek api
15Y = 2 8 5  non logam dengan ev = 5 Jawaban: E
17Z = 2 8 7  non logam dengan ev = 7
Dalam satu periode: 8. Magnesium (Mg) adalah golongan alkali
Jari‐jari atom =X>Y>Z tanah. Magnesium dapat ditemukan dalam
Energi ionisasi =X<Y<Z bentuk magnesit, dolomit, karnalit, dan
Keelektronegatifan =X<Y<Z garam Epsom. Salah satu kegunaan mag‐
Senyawa ion yang terbentuk X3Y dan XZ. nesium adalah sebagai antasida (Mg(OH)2)
Jawaban: C atu obat sakit maag. Mangan (Mn) adalah
unsur transisi. Dapat ditemukan dalam
4. Sifat‐sifat alkali: bentuk pirolusit (MnO2)/batu kawi yang
 Unsur logam sangat aktif. merupakan pengisi batu baterai.
 Mengkilat, lunak, dan mudah ditempa. Jawaban: D
 Penghantar panas dan listrik yang baik.
 Pada suhu kamar berupa zat padat. 9. Kegunaan unsur kalisum/senyawanya, an‐
 Pada umumnya bereaksi hebat dengan tara lain:
air membentuk basa dan gas hidrogen.  Paduan Ca dan Pb sebagai elektrode
 Dapat bereaksi dengan gas hidrogen. dalam aki.
 Terbakar dengan oksigen membentuk  CaO (kapur tohor) digunakan untuk
oksida, peroksida, dan superoksida. pengikat pengotor pada industri baja.
Jawaban: A  CaCl2 menetralkan sifat asam pada
proses pengolahan gula tebu, pengen‐

73
dalian pencemaran dan pengeringan k. Ditemukan di alam dalam bentuk mi‐
alkohol. neral bijih (dalam senyawa sulfida,
 CaSO4.2H2O digunakan untuk pem‐ oksida, dan karbonat).
buatan gips (pembalut tulang dan ce‐ l. Memiliki penampilan metalik.
takan gigi). Unsur yang termasuk ke dalam unsur
 CaC2 untuk membuat asetilena. transisi periode keempat adalah krom (Cr).
 CaCO3 untuk mortar. Jawaban: D
 Ca(HPO4)2 untuk plester, dinding, se‐ 12. Proses pembuatan unsur:
men dan pupuk.  Proses kontak: pembuatan asam sulfat
 CaOCl2 (kaporit) sebagai disinfektan. dengan katalis V2O5.
 Ca(CN)2 untuk membuat racun tikus.  Proses bilik timbal: pembuatan asam
 C6H11NHSO3)2Ca.2H2O (kalsium sikla‐ sulft dengan katalis NO.
mat) untuk pemanis minuman.  Wohler: pembuatan urea dan fosfor.
Jadi, kegunaan unsur kalsium dan senya‐  Frasch: pembuatan belerang.
wanya, antara lain untuk bahan baku se‐  Hall Herault: pembuatan aluminium.
men Portland dan pembentukan tulang.
 Haber Bosch: pembuatan amonia.
Jawaban: E
 Bassemer: pembuatan baja.
10. Sifat‐sifat golongan halogen, antara lain:  Tanur tiup/tinggi: pembuatan besi.
 Unsur‐unsur halogen mudah dikenali  Down: Na, Mg, dan K.
dari bau dan warnanya. Halogen umum‐  Solvay: pembuatan Na2CO3.
nya berbau menyengat, terutama klorin  Flotasi dan pemanggangan: pembuat‐
dan bromin. Kedua gas ini bersifat racun. an tembaga.
 Halogen merupakan oksidator kuat. Jawaban: E
 Semua unsur halogen terdapat sebagai
13. Proses pembuatan unsur:
molekul diatomik (F2, Cl2, Br2, dan I2).
 Proses kontak: pembuatan asam sulfat
 Mempunyai bilangan oksidasi lebih dari
dengan katalis V2O5.
satu, kecuali fluor.
 Proses bilik timbal: pembuatan asam
Jadi, jawaban yang tepat nomor 1 dan 2.
sulft dengan katalis NO.
Jawaban: A
 Wohler: pembuatan urea dan fosfor.
11. Sifat‐sifat tersebut dimiliki oleh unsur tran‐  Frasch: pembuatan belerang.
sisi periode keempat. Sifat‐sifat:  Hall Herault: pembuatan aluminium.
a. Semua unsur merupakan logam.  Haber Bosch: pembuatan amonia.
b. Memiliki beberapa bilangan oksidasi.  Bassemer: pembuatan baja.
c. Penghantar listrik dan panas yang baik.  Tanur tiup/tinggi: pembuatan besi.
d. Banyak dipergunakan sebagai katalis.  Down: Na, Mg, dan K.
e. Bersifat reduktor.  Solvay: pembuatan Na2CO3.
f. Memiliki titik leleh dan titik didih relatif  Flotasi dan pemanggangan: pembuat‐
tinggi, kecuali Zn. an tembaga.
g. Bersifat paramagnetik, karena elek‐ Jawaban: B
tronnya tidak berpasangan.
h. Dapat mengeluarkan elektron‐elek‐ 14. Kegunaan unsur golongan IA dan IIA ada‐
tronnya dari kulit yang lebih dalam. lah:
i. Dapat membentuk senyawa kompleks.
 NaOH untuk pembuatan sabun keras,
j. Mempunyai ion/senyawa berwarna,
pemurnian minyak dan pengolahan
kecuali dalam senyawa dengan biloks
bauksit.
Zn = +2, Sc = +3, Cu = +1.
 NaHCO3 untuk pengembang kue, mi‐
numan berbuih, dan pemadam api.

74
 KCl digunakan sebagai pupuk. pestisida
 Mg(OH)2 atau susu magnesia, untuk P Wohler Korek api, pupuk
mengobati maag. Jadi, jawaban yang tepat (2) dan (3).
 CaSO4.2H2O digunakan untuk pem‐ Jawaban: C
buatan gips.
 CaCO3 untuk mortar. 18. Elektron valensi:
Jadi, jawaban yang tepat nomor (1) dan (4). 3X = 2 1

Jawaban: B 11Z = 2 8 1
19W = 2 8 8 1
15. Sinar‐sinar radioaktif mempunyai sifat‐ Energi ionisasi meningkat dari kiri ke ka‐
sifat: nan (seperiode), tetapi berkurang dari atas
 Memiliki inti yang tidak stabil. ke bawah (segolongan). Sehingga, grafik
 Dapat menembus kertas atau lem‐ akan semakin menurun dari X hingga W.
pengan logam tipis. Jawaban: B
 Dapat mengionkan gas yang disinari.
 Dapat menghitamkan pelat film. 19. Mg dan Al termasuk ke unsur‐unsur perio‐
de ketiga. Dalam unsur‐unsur periode ke‐
 Menyebabkan benda‐benda berlapis
ZnS dapat berpendar (fluoresensi). tiga, sifat‐sifat seperiode selalu tidak ter‐
atur. Jawaban pada soal ini banyak me‐
 Dapat diuraikan oleh medan magnet
milih A, namun dalam kenyataannya titik
menjadi tiga berkas sinar, yaitu sinar α,
didih Mg < Al, ini dibuktikan dari ikatan lo‐
β, dan γ.
gam yang meningkat dari Na hingga Al ka‐
Jawaban yang tepat adalah (3) dan (4).
rena bertambahnya jumlah elektron va‐
Jawaban: E
lensi. Afinitas elektron pada unsur‐unsur
periode ketiga seluruhnya negatif, kecuali
16. Unsur‐unsur dan mineral terdapatnya ada‐
unsur Mg dan Ar. So, soal ini menguji
lah:
ketelian tinggi.
Unsur Mineral
Jawaban: C
Fe Siderit (FeCO3)
Hematit (Fe2CO3)
20. Berikut fungsi‐fungsi dari unsur‐unsur gas
Magnetit (Fe3O4)
mulia:
Ca Gips (CaSO4)
 Helium (He) = pengisi balon udara, per‐
Na Senyawa chili (NaNO3)
napasan pada penderita asma, dan cam‐
Garam dapur (NaCl)
puran oksigen pada tabung penyelam.
Albit (Na(AlSi3O8))
 Neon (Ne) = cairan pendingin pada
K Karnalit
reaktor nuklir, penangkal petir, dan
Ortochlase (KAlSi3O8)
pengisi tabung‐tabung televisi.
Jawaban: B
 Argon (Ar) = pengisi bohlam lampu
17. Data yang tepat adalah: pijar, dan stainless steel.
Unsur Proses Kegunaan
 Kripton (Kr) = lampu reklame, lampu
Na Down Cairan pendingin kilat fotografi, lampu menara mercu‐
pada reaktor nuklir, suar, dan lampu lapangan terbang
foto sel dalam alat bandara.
elektronika  Xenon (Xe) = pembiusan, bakterisida,
Al Hall‐Herault Bodi pesawat, velg, pembuatan tabung elektron, mengisi
kerangka motor, alat
memasak, pemanas
lampu sorot, dan pengisi lampu disko.
Cu Elektrolisis Kawat listrik Pernyataan yang benar adalah nomor 1, 2,
Cl Deacon Bahan pemutih, 4, dan 5.
Jawaban: A

75
BAB 13 benzena dan turunannya
1. UN 2008 Senyawa turunan benzena dengan rumus
Berikut adalah persamaan reaksi pembuat‐ O
an turunan benzena: C ONa
CH3
AlCl3
+ CH3Cl + HCl struktur berguna untuk ….

Jenis reaksi tersebut adalah …. A. 1 D. 4


A. sulfonasi D. halogenasi B. 2 E. 5
B. adisi E. oksidasi C. 3
C. alkilasi
5. UN 2010
2. UN 2008 Nama senyawa turunan benzena dengan
Nama senyawa turunan benzena dengan OH

rumus struktur:
CH3
rumus struktur H3C CH3
adalah ….
Cl
adalah…. A. 4‐hidroksi‐2,6‐dimetil toluena
A. anilin D. toluena B. 4‐kloro‐3,5‐dimetil fenol
B. fenol E. xilena C. 3,5‐dimetil‐4‐hidroksi toluena
C. benzaldehid D. 3,5‐dimetil‐4‐kloro fenol
E. 2,4‐dimetil‐3‐kloro fenol
3. UN 2009
Berikut ini beberapa kegunaan dari senya‐ 6. UN 2010
wa turunan benzena: Nama yang tepat untuk se‐ CH3

1. Bahan peledak nyawa turunan benzena de‐


2. Antiseptik ngan rumus struktur be‐
3. Insektisida rikut adalah ….
4. Bahan dasar pembuatan zat warna A. 1,4‐dimetil benzena CH3
diazo B. 1,3‐dimetil benzena
5. Pengawet minuman C. meta‐dimetil benzena
Kegunaan senyawa turunan benzena de‐ D. meta‐xilena
NH2 E. 3‐metil toluena
ngan rumus adalah nomor ….
7. UN 2010
A. 1 D. 4 Beberapa kegunaan senyawa turunan ben‐
B. 2 E. 5 zena, antara lain:
C. 3 1. pengawet makanan; O
2. disinfektan; C OH
4. UN 2009 3. antioksidan;
Berikut ini kegunaan senyawa benzena: 4. obat‐obatan; dan
1. Disinfektan 5. minyak wangi.
2. Zat pewarna Kegunaan senyawa tersebut adalah ….
3. Bahan peledak A. 1 D. 4
4. Pengawet makanan B. 2 E. 5
5. Pembuat obat C. 3

76
8. UN 2011 (5) Pembuat insektisida.
Perhatikan informasi senyawa benzena Kegunaan dari fenol adalah ….
berikut: A. (1) dan (2) D. (2) dan (5)
No. Struktur Penggunaan B. (1) dan (3) E. (4) dan (4)
1. COOH Pengawet C. (2) dan (3)
makanan
11. UN 2012
Diketahui reaksi senyawa benzena.
2. OH Zat warna
+ HNO3 pekat  H 
2 SO 4 pekat X + H2O

Nama senyawa X yang dihasilkan dan jenis


3. CH3 Disinfektan reaksi yang terjadi adalah ...
A. anilina, nitrasi
B. nitrobenzena, nitrasi
C. nitrobenzena, alkilasi
4. NO2 Obat D. fenol, alkilasi
E. fenol, nitrasi

NH2 12. UN 2013


5. CH3 Bahan baku Beberapa senyawa turunan benzena se‐
O2N NO2 plastik bagai berikut:
(1) fenol; (3) stirena; dan
(2) trinitrotuluena; (4) asam benzoat.
NO2 Senyawa yang digunakan sebagai bahan
Pasangan yang tepat antara senyawa dan baku pembuatan peledak dan sebagai
kegunaannya adalah …. pengawet makanan atau minuman ber‐
A. 1 D. 4 turut‐turut adalah nomor ….
B. 2 E. 5 A. (1) dan (2) D. (2) dan (4)
C. 3 B. (1) dan (3) E. (3) dan (4)
C. (2) dan (3)
9. UN 2012
Berikut ini kegunaan senyawa benzena: 13. UN 2013
(1) Bahan baku pembuatan aspirin Berikut ini beberapa senyawa turunan ben‐
(2) Bahan baku asam benzoat zena yang dapat dimanfaatkan dalam ke‐
(3) Pembuatan plastik hidupan:
(4) Bahan peledak (1) asam benzoat; (3) fenol; dan
(5) Antiseptik (2) aniline; (4) stirena.
Kegunaan toluena adalah …. Senyawa yang digunakan untuk pengawet
A. (1) dan (2) D. (2) dan (4) makanan dan disinfektan berturut‐turut
B. (1) dan (3) E. (4) dan (5) pada nomor ….
C. (2) dan (3) A. (1) dan (3) D. (2) dan (4)
B. (1) dan (4) E. (3) dan (4)
10. UN 2012 C. (2) dan (3)
Berikut ini kegunaan senyawa benzena:
(1) Bahan dasar pewarna;
(2) Bahan antiseptik;
(3) Bahan baku aspirin;
(4) Pengawet makanan; dan

77
14. UN 2014 A. (1) dan (2) D. (3) dan (4)
Berikut beberapa kegunaan senyawa ben‐ B. (1) dan (4) E. (4) dan (5)
zena: C. (2) dan (3)
(1) Bahan pembuat anilina;
(2) Pengawet kayu; 17. UN 2015
(3) Bahan pembuatan semir sepatu; Perhatikan senyawa turunan benzena be‐
(4) Pengawet makanan; dan rikut ini!
(5) Bahan baku pembuatan peledak. (1) (4)
Kegunaan dari nitrobenzena adalah ….
NH2 OH
A. (1) dan (2) D. (3) dan (5)
B. (1) dan (3) E. (4) dan (5)
C. (3) dan (4)
(2) (5)
15. UN 2015 CHO CH = CH2

Perhatikan rumus struktur senyawa turun‐


an benzena berikut!
(3)
I
CH3
CH3

Nama senyawa tersebut adalah ….


A. orto iodo toluena Senyawa yang digunakan sebagai pelarut
B. meta iodo toluena dan desinfektan berturut‐turut adalah ….
C. para iodo toluena A. (1) dan (3) D. (3) dan (4)
D. 2 metil iodo toluena B. (2) dan (3) E. (4) dan (5)
E. meta matil iodo benzena C. (2) dan (4)

16. UN 2015 18. UN 2016


Perhatikan senyawa turunan benzena be‐ Perhatikan rumus struktur senyawa be‐
rikut ini! rikut ini!
(1) (4) OH O
O
C CH = CH2 C OH
OH
CH3
NO2
(2) (5) (1) (2)
SO3H CH3
O
NO2
C OH
(3)
NO2

CH3 OH CH3
(3) (4)

Senyawa yang digunakan sebagai pe‐


ngawet makanan dan bahan dasar karet
sintetis berturut‐turut adalah ….

78
OH 20.UN 2016
Perhatikian struktur senyawa berikut!
Cl
CH3

C OH

O
(5) NO2 NH2
(1) (2)
Rumus struktur senyawa o‐hidroksibenzoat
dan m‐nitrotoluena berturut‐turut ditun‐ NH2
jukkan oleh gambar .... Cl Cl
A. (1) dan (2) D. (3) dan (2)
B. (1) dan (3) E. (5) dan (4)
C. (1) dan (4) CH
3
NO2 Cl
19. UN 2016 (3) (4)
Perhatikan struktur senyawa di bawah ini!
NH2
H2N
H2 N H2N
Cl
Cl
(5)
Cl Cl
(1) (2) (3) Rumus struktur senyawa orto‐nitrotoluena
dan para‐kloroanilina secara berturut‐turut
OH
terdapat pada ....
OH A. (1) dan (2) D. (4) dan (5)
B. (1) dan (3) E. (3) dan (5)
C. (2) dan (3)

NO2 NO2
(4) (5)

Senyawa orto‐kloroanilina dan para‐nitro‐


fenol berturut‐turut terdapat pada .... 1. Perhatikan reaksi di bawah ini:
CH3
A. (1) dan (2) D. (2) dan (5) AlCl3
B. (1) dan (3) E. (3) dan (5) + CH3Cl + HCl
C. (2) dan (3)
Reaksi di atas merupakan reaksi alkilasi,
yaitu reaksi antara benzena dengan alkil
halida dengan katalis AlCl3.
Jawaban: C

79
CH3 8. Perhatikan nama struktur dan kegunaan‐
2. Nama senyawa berikut adalah nya berikut:
No. Struktur Penggunaan
metil benzena/toluena/toluol. 1. COOH Pengawet
Jawaban: D makanan

3. Senyawa tersebut adalah anilina. Anilina


merupakan bahan dasar untuk pembuatan
zat‐zat warna diazo, pelarut organik, dan Asam benzoat
bahan pembuat obat‐obatan. 2. OH Disinfektan
Jadi, jawaban yang tepat adalah nomor 4.
Jawaban: D

4. Senyawa tersebut adalah natrium benzoat. Fenol


Natrium benzoat memiliki kegunaan seba‐ 3. CH3 Bahan
gai bahan pengawet makanan. pelarut pada
Jawaban: D industri lem,
tinta, resin,
5. Jika gugus fungsi yang OH Toluene dan tiner cat
melekat berbeda, ma‐ 1
4. NO2 Zat warna
ka gunakan urutan 6 2

skala prioritas. Gugus 5


4
3

H3C CH3
yang memiliki skala
Cl
lebih rendah akan NH2
menjadi cabang. Meta nitroanilin
Urutan skala prioritas: 5. CH3 Bahan
‐COOH > ‐SO3H > ‐CHO > ‐CN > ‐OH > ‐ O2N NO2 peledak
NH2> ‐R > ‐NO2> ‐X
Jadi, nama senyawanya adalah 3,5‐dimetil‐
4‐kloro fenol. NO2
Jawaban: D TNT (trinitro
toluena)
6. Perhatikan penomoran pada senyawa ben‐ Jadi, jawaban yang tepat adalah struktur
zena berikut: nomor 1.
CH3 Jadi, nama senyawa Jawaban: A
6

5
1 yang tepat adalah 1,3‐
4
dimetil benzena. 9. Kegunaan toluena adalah sebagai bahan
2
3 Jawaban: B peledak dan bahan pembuat asam benzoat.
Jawaban: D
CH3
10. Kegunaan dari fenol antara lain sebagai
7. Senyawa tersebut adalah asam benzoat disinfektan, obat‐obatan, zat warna, ba‐
yang digunakan sebagai pengawet makan‐ han peledak, dan plastik.
an. Jadi, jawaban yang tepat adalah nomor (1)
Jawaban: A dan (2).
Jawaban: A

80
11. Reaksi benzena: 15. Apabila dua atom H dari molekul ben‐
 Halogenasi jika dihasilkan halo benzena zena yang disubstitusi, maka ada tiga
 Nitrasi jika nitrat yang masuk ke ben‐ kemungkinan posisi:
zena.  Posisi Orto (o)= posisi 1,2
 Sulfonasi jika SO3H yang masuk ke ben‐  Posisi Meta (m) = posisi 1,3
zena.  Posisi Para (p) = posisi 1,4
 Alkilasi jika alkil (karbon) yang masuk Jika gugus fungsi yang melekat berbeda,
ke benzena maka gunakan urutan skala prioritas. Gu‐
Hasil reaksi yang diperoleh adalah nitro‐ gus yang memiliki skala lebih rendah akan
benzena, maka jenis reaksi adalah nitrasi. menjadi cabang.
Jawaban: B Urutan skala prioritas:
‐COOH > ‐SO3H > ‐CHO > ‐CN > ‐OH > ‐
12. Fenol : untuk bahan disinfektan NH2> ‐R > ‐NO2> ‐X
Trinitrotoluena : bahan peledak Jadi, nama senyawanya adalah orto iodo
Stirena : bahan polimer toluena. Orto, karena substituen I dan CH3
Asam benzoate : bahan pengawet berada pada posisi 1,2. Untuk substituen,
Jadi, jawaban yang tepat adalah nomor (2) gugus alkil memiliki prioritas yang lebih
dan (4). tinggi, sehingga gugus alkil menjadi nama
Jawaban: D induknya dan gugus halida menjadi cabang.
Jawaban: A
13. Hubungan yang tepat antara senyawa tu‐
runan benzena dan kegunaannya tersaji 16. Senyawa turunan benzena dan penerapan‐
dalam tabel berikut: nya dalam kehidupan sehari‐hari:
Senyawa Turunan Penerapan dalam
No . Senyawa Kegunaan Benzena Kehidupan Sehari‐
1. Asam Bahan pengawet dan hari
benzoat pembasmi kuman Asam benzoat Bahan pengawet
2. Aniline Bahan dasar pembu‐ O pada makanan atau
C
atan zat warna diazo, OH minuman
obat‐obatan, bahan
bakar roket, dan
Asam benzene Pemanis buatan
bahan peledak
sulfonat (sakarin)
3. Fenol Disinfektan dalam
karbol SO3H

4. Stirena Bahan pembuat


plastik
Jawaban: A Stirena Bahan pembuatan
CH = CH2
kabin TV, radio,
14. Nitrobenzena memiliki rumus molekul: dan boneka, serta
C6H5NO2 atau C6H5NOO. Kegunaan dari bahan dasar karet
nitrobenzena adalah: sintetis
a. pewangi pada sabun Toluena Bahan pelarut pada
b. pembuatan anilin industri lem, tinta,
CH3
c. bahan pembuat semir sepatu resin, dan tiner cat
d. campuran piroklin yang memiliki sifat
yang berguna untuk membentuk azeo‐
trop. Jadi, jawaban yang tepat terdapat pada
Jawaban: B nomor (1) dan (4).
Jawaban: B

81
17. Berikut adalah senyawa turunan benzena OH O
dan penerapannya dalam kehidupan se‐ C OH
hari‐hari:
Senyawa Penerapan dalam
Turunan Kehidupan Sehari‐ Senyawa m‐nitrotoluena, berarti induk
Benzena hari cabangnya toluena (gugus fungsinya: —
Anilin Zat warna diazo, CH3) sementara anak cabangnya adalah
bahan bakar roket, nitro (gugus fungsinya: —NO2).
NH2
dan bahan peledak. NO2

Benzaldehid Bahan pestisida, dan


CHO
bahan perisa almond
CH3
pada makanan.
Jadi, jawaban yang tepat adalah nomor (1)
dan (4).
Toluena Bahan pelarut pada
Jawaban: C
industri lem, tinta,
CH3
resin, dan tiner cat.
19. Senyawa orto‐kloroanilina:
H2N
Fenol Pengawet kayu, Cl
OH
bahan baku obat,
desinfektan, zat
warna, dan bahan
Orto (ditulis: o) = anak cabang terletak
pembuatan plastik.
pada posisi (1,2). 1 sebagai nomor induk, 2
Stirena Bahan pembuatan
sebagai nomor anak cabang.
CH = CH2
kabin TV, radio, dan
boneka.
Senyawa para‐nitrofenol:
OH
Jawaban: D

18. Tata nama benzena:


 Orto (ditulis: o) = anak cabang terletak
pada posisi (1, 2). 1 sebagai nomor in‐
duk, 2 sebagai nomor anak cabang NO2
 Meta (ditulis: m) = anak cabang terletak Para (ditulis: p) = anak cabang terletak
pada posisi (1, 3). 1 sebagai nomor in‐ pada posisi (1,4). 1 sebagai nomor induk, 4
duk, 3 sebagai nomor anak cabang sebagai nomor anak cabang.
 Para (ditulis: p) = anak cabang terletak Jadi, jawaban yang tepat adalah nomor (2)
pada posisi (1, 4). 1 sebagai nomor in‐ dan (5).
duk, 4 sebagai nomor anak cabang Jawaban: D
Senyawa o‐hidroksibenzoat, berarti induk
20. Senyawa orto‐nitrotoluena
cabangnya adalah benzoat (gugus fungsi‐
Induknya adalah toluena, sedangkan anak
nya: —COOH) sementara anak cabangnya
cabangnya adalah nitro (gugus fungsi
adalah hidroksi (gugus fungsinya: —OH).
–NO2). Orto berarti anak cabang berada
pada posisi (1,2). Gambar struktur se‐
nyawanya adalah:

82
Cl
CH3

NO2

Senyawa para‐kloroanilina
Induknya adalah anilina, sedangkan anak
NH2
cabangnya adalah kloro (gugus fungsi –Cl).
Jadi, jawaban yang tepat untuk struktur
Para berarti anak cabang berada pada
posisi (1, 4). Gambar struktur senyawanya senyawa orto‐nitrotoluena dan para‐
adalah: kloroanilina adalah gambar nomor (1) dan
(2).
Jawaban: A

83
BAB 14 Makromolekul
1. 2008
Tes
Berikut tabel polimer alam dan sintetik: Bahan
Biuret Xanto‐ Larutan
Nomor Polimer Monomer Makanan
proteat Iodium
1 Karet alam Isoprena
1 Tidak Tidak Biru
2 Protein Asam amino berubah berubah
3 PVC Vinil klorida 2 Ungu Jingga Biru
4 Polistirena Stirena 3 Tidak Tidak Tidak
5 Selulosa Glukosa berubah berubah berubah
Pasangan polimer yang terbentuk melalui 4 Ungu Tidak Biru
proses adisi adalah …. berubah
a. 1 dan 2 D. 2 dan 5
b. 1 dan 3 E. 4 dan 5 Pasangan bahan makanan yang mengan‐
c. 2 dan 3 dung protein dan amilum berturut‐turut
adalah ….
2. UN 2008 A. 1 dan 2 D. 2 dan 4
Berikut ini adalah pernyataan yang tidak B. 1 dan 3 E. 3 dan 4
benar tentang karbohidrat, protein dan le‐ C. 2 dan 3
mak adalah ….
A. Karbohidrat merupakan polimer alam 5. UN 2010
yang terdiri dari monomer monosa‐ Berikut ini diberikan data tentang bebe‐
karida. rapa monomer dan polimer yang dibentuk‐
B. Uji biuret dilakukan untuk mengiden‐ nya:
tifikasi adanya protein. No. Monomer Polimer
C. Mentega dibuat dari hidrogenasi mi‐ 1. Vinilklorida PVC
nyak nabati dengan katalis Pt. 2. Formaldehid Bakelit
D. Sukrosa, maltose, dan glukosa terma‐ 3. Etena Polietilena
suk monosakarida. 4. Asam amino Protein
E. Pemenasan dapat menyebabkan dena‐ 5. Isoprena Karet alam
turasi protein.
Pasangan yang terbentuk melalui proses
3. UN 2009 kondensasi adalah ….
Suatu senyawa memiliki sifat: A. 1 dan 4 D. 3 dan 4
1. Tidak dapat mereduksi Fehling A dan B. B. 1 dan 3 E. 3 dan 5
2. Tidak dapat dihidrolisis. C. 2 dan 4
3. Memiliki tingkat kemanisan paling tinggi.
Senyawa yang dimaksud adalah …. 6. UN 2011
A. sukrosa D. laktosa Kegunaan dan nama polimer yang paling
B. fruktosa E. glukosa tepat adalah ...
C. maltosa Kegunaan dalam
Polimer
industri
4. UN 2009
A. Protein Sutra
Data hasil uji adanya makromolekul dalam
B. Amilium Karet
berbagai jenis makanan ditunjukkan se‐
C. Polistirena Tas
bagai berikut:
D. Polietilena Pakaian
E. Poliester Sepatu

84
7. UN 2011
Polimer Kegunaan
Berikut tabel yang berisi data polimer, mo‐
A. Polietilena Botol gelas
nomer, proses pembentukan, dan keguna‐
annya: B. Bakelit Bahan tekstil
C. Polivinilklorida Paralon
Proses D. Nilon Bahan akrilik
Mono‐ Kegu‐
No. Polimer pembu‐
mer naan (fiberglass)
atan
1. Teflon Tetraflur Adisi Pelapis E. Poliisoprena Sutra
o‐etilena panci
2. Amilum Propena Konden‐ Adonan 10. UN 2013
sasi kue Beberapa kegunaan makromolekul seba‐
3. PVC Vinil Adisi Plastik gai berikut:
klorida
(1) Sumber energi utama.
4. Karet Etena Konden‐ Ban
(2) Pembentuk jaringan baru.
alam sasi
5. Protein Isopro‐ Konden‐ Serat (3) Kontrol genetika.
pena sasi sintetis (4) Mempertahankan suhu badan.
Pasangan data yang keempatnya berhu‐ (5) Enzim yang mengkatalis reaksi.
bungan secara tepat adalah …. Fungsi protein terdapat pada nomor ….
A. 1 dan 2 D. 3 dan 5 A. (1) dan (2) D. (3) dan (4)
B. 1 dan 3 E. 4 dan 5 B. (1) dan (3) E. (4) dan (5)
C. 3 dan 4 C. (2) dan (5)

8. UN 2012 11. UN 2014


Pasangan data yang berhubungan dengan Suatu senyawa polimer memiliki rumus
tepat adalah …. struktur:
Bahan Jenis Hasil H2C C CH CH2
n
makanan Karbohidrat Identifikasi CH3
A. Glukosa Hasil uji Fehling
menghasilkan
Nama kegunaan dari senyawa polimer ter‐
ester dan Cu2O sebut adalah ….
B. Galaktosa Tidak terbentuk A. polibutadiena, karet sintetis
warna merah‐ B. polistirena, Styrofoam
ungu saat uji C. polietena, botol plastik
Molisch D. poliisoprena, ban mobil
C. Amilum Hasil uji tes E. bakelit, alat listrik
Fehling
menghasilkan 12. UN 2014
Cu2O Rumus struktur suatu polimer sebagai
D. Selulosa Diperoleh dari
berikut:
hidrolisis amilum O O
dengan enzim
E. Sukrosa Direaksikan C C O CH2 CH2O

dengan tes n

Fehling tidak Nama polimer dan kegunaannya adalah ….


menghasilkan A. dakron, serat sintetis
Cu2O B. protein, pembentuk jaringan tubuh
C. nilon 66, karpet
9. UN 2012
D. bakelit, alat‐alat listrik
Nama polimer dan kegunaanya dengan te‐
E. orlon, kaos kaki
pat adalah ….

85
13. UN 2014 16. UN 2015
Beberapa kegunaan makromolekul dalam Beberapa kegunaan bahan makanan:
tubuh di antaranya sebagai berikut: (1) mengatur metabolisme lemak
(1) Menjaga keseimbangan asam basa. (2) sumber energi
(2) Sumber energi bagi tubuh. (3) biokatalis
(3) Komponen pembuat jaringan baru atau (4) memperbaiki sel-sel yang rusak dan
memperbaiki jaringan yang rusak. (5) cadangan makanan
Pasangan kegunaan makanan yang mengan-
(4) Mempertahankan suhu badan dari
dung karbohidrat adalah ….
pengaruh suhu rendah.
A. (1) dan (2) D. (3) dan (4)
(5) Komponen penting dalam kontrol ge‐
B. (1) dan (3) E. (4) dan (5)
netika.
C. (2) dan (3)
Kegunaan dari protein adalah pernyataan
nomor ….
17. UN 2016
A. (1) dan (3) D. (3) dan (4)
Perhatikan struktur molekul monomer
B. (1) dan (4) E. (3) dan (5)
berikut!
C. (2) dan (4)
CH2 = CH – CH3
14. UN 2015 Polimer yang dihasilkan serta kegunaanya
Suatu bahan makanan diuji dengan: adalah ....
1. pereaksi biuret terbentuk warna ungu Polimer Kegunaan
2. pereaksi Xanthoproteat terbentuk war‐ A. Polibutadiena Ban kendaraan
na jingga B. Polistirena Penggaris
Berdasarkan hasil uji tersebut dapat plastik
disimpulkan bahan makanan tersebut C. Polietena Kantung plastik
mengandung …. D. Polipropilena Botol plastik
Zat Jenis Kandungan E. Nilon Benang pancing
A. Karbohidrat Glukosa
B. Protein Leusin 18. UN 2016
C. Protein Tirosin Suatu monomer mempunyai struktur:
D. Karbohidrat Amilum CH2 = CH2
E. Protein Alanin Nama polimer dan kegunaan dari mono‐
mer tersebut adalah ....
15. UN 2015 Nama
Kegunaan
Perhatikan tabel data polimer yang berisi Polimer
reaksi pembentukan, jenis polimer dan A. Polivinilklorida Pipa paralon
contoh polimer berikut ini! B. Polietena Plastik
pembungkus
Reaksi
Jenis Contoh C. Teflon Pelapis panci
No. Pemben‐
Polimer Polimer antilengket
tukan
(1) Adisi Alam Poliester D. Polistirena Tali plastik
(2) Adisi Sintetis Teflon E. Orlon Alat setrika
(3) Kondensasi Alam Protein
(4) Adisi Sintetis Nilon
19. UN 2016
(5) Adisi Sintetis Dakron
Hasil uji senyawa karbohidrat sebagai
Pasangan data yang berhubungan dengan berikut:
tepat adalah …. (i) dengan Fehling A dan B menghasilkan
A. (1) dan (2) D. (3) dan (4) endapan merah bata
B. (1) dan (3) E. (4) dan (5) (ii) dengan Tollens menghasilkan cermin
C. (2) dan (3) perak

86
(iii) reaksi hidrolisis menghasilkan dua mo‐ kosa + frukstosa dan glukosa + glukosa.
nosakarida yang sama Jadi, bukan monosakarida.
Dari hasil pengujian tersebut dapat diambil Jawaban: D
kesimpulan bahwa karbohidrat tersebut
adalah .... 3. Berdasarkan reaksi hidrolisisnya, karbo‐
A. glukosa D. sukrosa hidrat digolongkan menjadi monosakarida
B. galaktosa E. maltosa (glukosa, fruktosa, dan galaktosa), disa‐
C. fruktosa karida (sukrosa, maltosa, laktosa) serta po‐
lisakarida (selulosa, amilum). Karbohidrat
20.UN 2016 golongan monosakarida tidak dapat dihi‐
Beberapa bahan makanan dilakukan uji drolisis dan fruktosa memiliki tingkat ke‐
Biuret, Xantoproteat, dan uji belerang, dan manisan paling tinggi dibanding jenis kar‐
diperoleh data sebagai berikut: bohidrat lainnya.
Pereaksi yang diujikan Jawaban: D
Bahan
Xantopro‐ Timbal(II)
makanan Biuret 4. Uji pengenalan protein, meliputi:
teat asetat
(1) Ungu Jingga Endapan  Uji Biuret
hitam Uji biuret dapat dilakukan dengan cara:
(2) Biru Jingga Tidak zat yang diselidiki mula‐mula ditetesi
muda berubah dengan larutan NaOH, lalu ditambah
(3) Kuning Kuning Tidak larutan tembaga(II) sulfat encer. Jika
berubah terbentuk warna ungu berarti zat ter‐
(4) Ungu Jingga Endapan sebut mengandung protein.
hitam  Uji Xantoproteat
(5) Ungu Kuning Tidak Uji xantoproteat adalah uji terhadap
berubah protein yang mengandung gugus fenil.
Bahan makanan berprotein yang mengan‐ Apabila protein yang mengandung gu‐
dung inti benzena dan belerang terdapat gus fenil dipanaskan dengan asam ni‐
pada .... trat pekat, maka terbentuk warna ku‐
A. (1) dan (2) D. (3) dan (4) ning yang kemudian menjadi jingga bila
B. (1) dan (4) E. (4) dan (5) dibuat suasana basa dengan larutan
C. (2) dan (3) NaOH.
Uji pengenalan amilum dengan larutan
iodin akan memberi warna biru ungu.
Jadi, pasangan bahan makanan yang me‐
ngandung protein dan amilum berturut‐
1. Polimerisasi adisi adalah penggabungan turut adalah nomor 2 dan 4.
molekul‐molekul yang berikatan rangkap Jawaban: D
membentuk rantai molekul yang panjang
(polimer). Polimerisasi adisi dapat berlang‐ 5. Proses kondensasi terjadi pada:
sung dengan bantuan katalisator. Contoh:  Bakelit dengan monomer formaldehid.
karet alam, PVC, dan polistirena.  Amilum dengan monomer glukosa.
Jadi, jawaban yang tepat adalah nomor 1,  Karet alam dengan monomer isoprena.
3, dan 4.  Protein dengan monomer asam amino.
Jawaban: B  Asam nukleat dengan monomer nu‐
kleotida.
2. Sukrosa dan maltosa merupakan disakarida,  Nilon dengan monomer asam adipat
yaitu gabungan dari 2 monomer, yaitu glu‐ dan heksana diamin.
Jawaban: C

87
6. Polimer dan kegunaannya: warna biru dan jika
 Protein: susu, daging, wol, sutra sampel mengandung
 Amilum: biji‐bijian dan akar umbi glikogen, maka akan
 Polistirena: pembungkus, insulator listrik, terbentuk warna cokelat.
dan sol sepatu
 Polietilena: isolator listrik, botol sem‐ Sukrosa Mengandung fruktosa yang
memiliki gugus keton dan
prot, tas plastik, kabel, ember, tempat
tidak bereaksi dengan
sampah, dan film plastik
Fehling
 Poliester: ban mobil
Jawaban: A Jadi, jawaban yang tepat adalah sukrosa.
Sukrosa tidak bereaksi dengan tes Fehling,
7. Dari proses pembuatan yang paling mu‐ sehingga tidak akan menghasilkan endap‐
dah, jika adisi cari monomer yang alkena, an merah bata (Cu2O).
selain alkena adalah proses kondensasi. Jawaban: E
 Teflon monomernya CF2 = CF2 ada
alkena, maka proses adisi. 9. Nama polimer dan kegunaannya yang te‐
 Amilum monomernya glukosa (tidak pat adalah:
ada alkena), proses kondensasi.  Polietilena: isolator listrik, botol sem‐
 PVC monomernya vinil klorida (H2C = prot, tas plastik, kabel, ember, tempat
CHCl), prose adisi. sampah dan film plastik.
 Karet alam monomernya isoprene (ada  Bakelit: peralatan listrik, perlengkapan
alkena), proses adisi. radio, telepon, kamera, piring, dan gelas.
 Protein monomernya asam amino,  Polivinilklorida: pipa air, pipa paralon,
proses kondensasi. kulit sintetis, ubin plastik, dan pipa
Jawaban: B kabel listrik.
 Nilon: pakaian, peralatan camping,
8. Berikut adalah jenis karbohidrat dan hasil laboratorium, alat rumah tangga,
identifikasinya: parasut, dan layar perahu.
 Poliisoprena: ban, sepatu, dan sarung
Jenis Hasil Identifikasi
tangan.
karbohidrat
Jadi, polimer dan kegunaannya yang tepat
Laktosa Laktosa merupakan
disakarida yang berasal adalah polivinilklorida untuk pipa paralon.
dari kondensasi antara Jawaban: C
galaktosa dan glukosa
Glukosa Diuji dengan fehling akan 10. Protein memiliki peranan penting bagi
menghasilkan warna tubuh, yaitu:
merah bata
 Sebagai biokatalisator.
Galaktosa Mengandung gugus
 Pengangkut O2 ke sel di dalam tubuh.
aldehid, uji Molisch
menghasilkan warna
 Makanan cadangan.
merah ungu  Penggerak otot.
Amilum Terjadi perubahan warna  Pelindung jaringan di bawahnya dan
saat direaksikan dengan pelindung dari mikroorganisme patogen.
iodin, yaitu membentuk  Pembangun bagian sel yang rusak.
warna biru tua Jawaban yang tepat adalah (2) dan (5).
Selulosa Uji polisakarida. Jika Jawaban: C
sampel mengandung
amilum maka terbentuk

88
11. Nama polimer tersebut adalah poli‐ rangkap membentuk rantai molekul
isoprena atau karet alam yang memiliki yang panjang (polimer). Contoh: Teflon,
monomer isoprena. Kegunaan dari poli‐ polietilena (PE), Polivinilklorida (PVC),
isoprena adalah untuk ban mobil. polipropilena (PP), dan poliisoprena.
Jawaban: D  Polimerisasi kondensasi adalah reaksi
antara dua gugus fungsional pada mo‐
12. Nama polimer tersebut adalah dakron yang lekul‐molekul monomer yang berinte‐
digunakan sebagai serat sintetis. raksi membentuk polimer dengan me‐
Jawaban: A lepaskan molekul kecil (H2O, NH3,
methanol, dan lainnya). Contoh: nilon,
13. Kegunaan protein, antara lain: dakron dan bakelit.
 Sebagai biokatalisator.
Contoh Reaksi Jenis
 Pengangkut oksigen ke sel di dalam
Polimer Pembentukan Polimer
tubuh.
Poliester Adisi Sintetis
 Makanan cadangan.
Teflon Adisi Sintetis
 Penggerak otot.
Protein Kondensasi Alam
 Pelindung jaringan di bawahnya dan
Nilon Kondensasi Sintetis
pelindung dari mikroorganisme pato‐
Dakron Kondensasi Sintetis
gen.
Jadi, jawaban yang tepat (2) dan (3).
 Pembangun bagian sel tubuh yang rusak.
Jawaban: C
 Menjaga keseimbangan pH asam dan
basa di dalam tubuh.
16. Kegunaan karbohidrat:
Jawaban yang tepat adalah (1) dan (3).
 Sumber energi utama bagi tubuh.
Jawaban: A
 Mengatur metabolisme lemak.
14. Uji Pengenalan Protein  Membantu penyerapan kalsium.
 Uji Xantoproteat  Sebagai komponen penyusun gen
Uji ini positif untuk protein yang me‐ dalam inti sel.
ngandung asam amino dengan inti ben‐ Jawaban: A
zena, misalnya tirosin, triptofan, dan
fenilalanin dengan membentuk warna 17. Perhatikan data mengenai polimer dan ke‐
jingga. gunaannya yang tepat berikut ini:
 Uji Biuret Polimer Struktur
Uji biuret adalah uji umum untuk pro‐ Polibuta‐ CH2 = CH – CH3
tein yang memiliki ikatan peptida. Uji diena Kegunaan: ban kendaraan
ini positif jika zat yang diuji membentuk Polisti‐ CH2 = CH – C6H5
warna ungu. rena Kegunaan: genting,
 Uji Belerang cangkir, kabin radio, tv
Uji belerang digunakan untuk menge‐ dan tape
tahui apakah protein dalam suatu zat Polietena (‐CH2 – CH2‐)n
yang diuji mengandung belerang atau Kegunaan: ember,
tidak. Uji ini positif jika membentuk mainan, panci, botol
endapan hitam dari PbS. plastik, pelapis
Jawaban: C kawat/kabel
Polipro‐ (‐CH2 – CH(CH3) – )n
15. Jenis polimerisasi ada dua, yaitu: pilena Kegunaan: tali, karung,
 Polimerisasi adisi adalah penggabung‐ botol minuman
an molekul‐molekul yang berikatan

89
Nilon O O Fehling, kecuali sukrosa, amilum, se‐
‐HN‐(CH2)6‐NH‐C‐(CH2)4‐C‐ n lulosa.
Kegunaan: parasut, tali, b. Dengan Tollens menghasilkan cermin
jala, tenda, jas hujan perak = seluruh karbohidrat (terutama
Jadi, polimer dan kegunaannya yang tepat monosakarida, oligosakarida, dan poli‐
adalah polibutadiena yang digunakan un‐ sakarida) positif Tollens, kecuali su‐
tuk bahan ban kendaraan. krosa, amilum, selulosa.
Jawaban: A c. Reaksi hidrolisis menghasilkan dua
monosakarida yang sama, yaitu:
18. Perhatikan data mengenai polimer dan ke‐  Hidrolisis sukrosa menghasilkan glu‐
gunaannya yang tepat berikut ini: kosa dan fruktosa
 Hidrolisis laktosa menghasilkan ga‐
Nama
Struktur Monomer laktosa dan glukosa
Polimer
 Hidrolisis maltosa menghasilkan
Polivinil‐ (CH2 = CHCl)n
dua molekul glukosa
klorida Kegunaan: pipa paralon
Jadi, jawaban yang tepat adalah maltosa.
Polietena (‐CH2 – CH2‐)n
Jawaban: E
Kegunaan: ember,
mainan, panci, botol 20. Bahan makanan jika diuji apakah mengan‐
plastik, pelapis dung protein atau tidak, menggunakan
kawat/kabel indikator‐indikator berikut:
Teflon (‐CF2 = CF2 – )n a. Uji Biuret = untuk menguji adanya
Kegunaan: wajan, panci ikatan peptida menggunakan NaOH +
antilengket CuSO4, perubahan warna merah muda
Polistirena CH2 = CH – C6H5 sampai ungu.
Kegunaan: kabin b. Uji Xantoproteat = untuk mengetahui
radio/TV/tape, pendingin, adanya inti benzena, perubahan warna
boneka, botol plastik dari kuning hingga jingga.
Orlon CH2 = CHCN c. Uji Millon = untuk mengetahui adanya
Kegunaan: campuran wol, gugus fenil benzena, perubahan ter‐
karpet dan kaos kaki bentuk warna merah berbentuk cincin.
Jadi, polimer dan kegunaannya yang tepat d. Uji belerang = untuk mengetahui ada‐
adalah polietena yang digunakan untuk nya kandungan belerang menggunakan
plastik pembungkus. timbal (II) asetat, ditunjukkan adanya
Jawaban: B warna hitam pekat.
Jadi, jawaban yang tepat adalah bahan
19. Dari hasil uji senyawa pada soal: makanan nomor III dan IV.
a. Dengan Fehling A dan B menghasilkan Jawaban: D
endapan merah bata = seluruh kar‐
bohidrat (terutama monosakarida, oligo‐
sakarida, dan polisakarida) positif

90