Anda di halaman 1dari 6

ANALISIS JURNAL

A. Kasus klinis
Diare akut
B. Metode atau strategi pencarian bukti ilmiah
Metode pencarian dengan menggunakan PICO

P I C O
Diare akut Pemberian cairan yang utama Tidak ada Berdasarkan
menempatkan pada penderita diare karena jurnal analisa data yang
posisi tertinggi sebagian besar kasus terutama pembanding dilakukan pada
kedua sebagai aanak-anak yang dibawah tanggal 15 januari
penyakit paling kerumah sakit sudah terjadi 2018, pada pukul
berbahaya pada komplikasi berupa dehidrasi 21:05wib.
balita survei sehingga diperlukan cairan Didapatkan
kesehatan tahun dehidrasi.pamberian cairan diagnosa
2006.diare untuk dehidrasi yang keperawatan
dilaporkn telah rekomendasikan who adalah prioritas yaitu
membunuh 4 juta cairan dehidrasi oral yaitu kekurangan
anak setiap tahun oralit 200 yang diberikan pada volume cairan
dinegara-negara kasus diare dengan dehidrasi berhubungan
berkembang rigan-sedang yang efektif dengan
(kemnkes ri untuk mengembalikan cairan kehilangan cairan
2010). Data dari dan juga menurunkan volume ditandai dengan
riskesdas 2007 feces serta menurunkan kelemahan dan
menyebtkn muntah (depkes, 2008) salah kulit kering.
baahwa penyakt satu faktor resiko terjadinya Didapatkan
diae dari tahun diare pada aanak adalah dignosa
ketahn masih keracunan makanan. diatas,maka akan
menjadi Keracunan makanan tersebut dilakukan asuhan
penyebab utaama disebabkan karena anak keperawatan
kematian bayi mengkosumsi makanan yang dengan tujuan
dan balita di tidak terjamin kebersihannya umum yang akan
Indonesia (wong,2009) dicapai yaitu
(anggraini dn Resiko akibat diare dapat setelah dilakukan
farida,2011). dikurangi dengan terapi yang tindakan
Didunia sekitar 5 tepat, terapi pertamaa bagi keperawatan
jura anak penderita diare akut tanpa selama 3x24 jam
meniggal dunia dehidrasi,dan dehidrasi ringan diharakan
karena diare sedang adalah dengan kekurangan cairan
akut,dimana pemberian volume cairan
sebagian besar CRO (caairaan dehidrasi oral). dapat teratasi
terjadi di Negara Pemberian CRO yang tepat dengan kreteria
berkembang dengan jumlah yang memadai hasil tidak
termaksut merupakan modal yang utama terdapat tanda-
Indonesia mencegah dehidrasi. Terapi tanda
(yudoyono,2011) lain yang dapat diberikan dehidrasi,mukosa
adalah adsorben (attapulgit bibir lembab,ttv
dan pekting), dan anti emetik dalam batas
(metoklopramid,doperidon,dan normal,tugor kulit
omda sentron). Pemberian anti normal.
biotik hanya di indikasikan
ada keaadaan tertentu seperti
diare yang terindikasih infeksi
patagogen serta diare pada
bayyi dan anak dengan
keadaan imunocompromised
(gunawan 2017). kebersihan
dalam kehidupan sehaari-hari
merupakan hal yang sangat
penting dan harus diperhatikan
karena kebersihan akaan
memoengaaruhi kesehataan
seseorang. Seseorang
mengalami sakit. Biaasanya
masalah kebersihan kurang
diperhaatikan, hal ini terjadi
karena menganggap bahwaa
masalah kebersihan diri adalah
maasaalah sepeleh, padaahaal
jika haal tersebut dibiarkan
dapat mempengaruhi
kesehatan secara umum bisa
menyebabkan penyakit seperti
diare(taarwoto dan
waartona,2008).
C. Telaah kritis
Metode telaah kritis menggunakan VIA
Validity Importance Aplicabiliti
Responden dalam Hasil yang didpatkan pada Bisa diterapkan di
penulisan ini adalah pasien yaitu, kekurangan pelayanan medikal rumah
klien atas namaa. K volume cairan berhubungan sakit.
dengn usia 9 bln dengan kehilangan cairan
berjenis kelamin ditandai dengan kelemahan
laaki, beragama islam dan kulit kering.
beralamat di Didapatkan dignosa
temanggung. Klien diatas,maka akan dilakukan
tinggal berasama ibu asuhan keperawatan dengan
dan ayahnya.pada tujuan umum yang akan
hari senin tanggal 15 dicapai yaitu setelah
januari 2018 pada dilakukan tindakan
pukul 21:05 wib, keperawatan selama 3x24
telah dilakukan jam diharakan kekurangan
pengkajian terhadap cairan volume cairan dapat
atas nama an h dan teratasi dengan kreteria
didapatkan data hasil tidak terdapat tanda-
subjektiv yaitu ibu tanda dehidrasi,mukosa
klien mengataakan bibir lembab,ttv dalam
bahwa klien bab 5x batas normal,tugor kulit
sehaari dengan normal.
konsistensi cair
dengan sedikit ampas
dank lien
muntah,minum
sedikit.sedangkan
pada batas objektif
didapatkan data klien
terlihat lemas,
mukosa bibir kering,
mata sedikit cekung,
dan bising usus
24x/mnt

D. Hasil dari implementasi ke pasien


Jurnal ini bisa diterapkan di pelayanan medikal rumah sakit.
E. Kesimpulan
Dari hasil didapatkan kesimpulan bahwa
a. Pengkajian
Asuhan keperawataan yang dilakukan pada an H dan dihasilkan data bab 5x
sehari konsistensi cair dan sedikit ampas, merasa lemas, dan mual muntah,
mukosa bibir kering yang menandakan bahwa klien mengalami keekurangan
volume cairan.
b. Tindakan keperawataan
Tindaakan keperawatan yang diberikan terhadap klien yaitu memonitir
ttv,memonitu inout dan output cairan,memonitor tanda dehidrasi penulis
mengatakan bahwa dilakukan tindahan keperawatan tersebut untuk mengatahui
kondisi perkembangan kesehatan klien.
c. Evaluasi
Dalam melakukan evaluasi tindakan keperawatan,penulis menganalisis dari
tindakan keperawatan yang dilakukan penulis,setelah di evaluasi atas nama an.H
mengalami peningkatan kesehatan ditandaai dengan dari yang awalnya bab 5x
sehari menjadi 1x sehari dan dari yang awlnyaa mual, muntah, lemas setelah
dilakukan tindakan selama 3 hari menjadi mual muntah tidak ada dal lemas
berkurang
F. Daftar pustaka
BULECHEK, GLORIA M (2003) nursing interventions classification(nic) edisi keenam.
Jakaarta. Elsevier
Christy, m. y (2014). Faktor yang berhubungan kejadian dehidrasi diare pada balita
diwilayah kerja puskesmas kalijudan. Jurnal berkala epidemiologo.
Herdman,t hether(2015). Diagnosa keperawatan definisi dan klasifikasi 2015-2017 edisi
10. Jakarta: EGC
Inriani puji, kurniawan 1 yuniar deddy (2017). Pengaruh oralit terhadap lama perawatan
bayi dengan diare akut dehidrasi ringan-sedang`porosiding
G. Lampiran