Anda di halaman 1dari 127

www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.

com

Kumpulan
Cerita Dewasa
volume -7

Kumpulan dari internet


Untuk 20 tahun keatas atau yang sudah menikah
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

DAFTAR ISI
hal
1 Kisah Perselingkuhan Faridha 1
2 IRENE 16
3 Keluarga Yang Kesepian 23
4 Erni,diperkosa ramai-ramai 29
5 Lhian, diperkosa gurunya sendiri 36
6 Oleh-oleh dari desa 48
7 Ima, iparku 52
8 Desah nafas mbak Marissa 63
9 Dipakai Anak Kost Bule 67
10 Puteri Ibu Kost 72
11 Aku jadi pemuas nafsu anak majikanku 87
12 Mbak Ira, Suster Cantiku 91
13 Kisah Pipit 97
14 Akibat Salah Pijit 100
15 Yu Nem, Pembantuku 109
16 Aku dan Nadya 114

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

PESAN SPONSOR:
Dilarang diperjual-belikan, rezeki barang ini tidak memberi barokah keluarga

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

Buku bacaan ini khusus untuk anda yang berusia 20 tahun atau lebih, atau
sudah menikah, atau suka selingkuh.

PERINGATAN DARI DOKTER


Bacaan ini akan merangsang otak anda pada kelenjar
hipotalamus, menimbulkan pikiran dan imajinasi diri, serta
merangsang syaraf ke seluruh bagian tubuh. Jika anda merasa
terangsang berarti masih cukup sehat. Jika anda tidak terangsang,
segera ke laboratorium klinik dan periksalah kadar gula darah,
kolesterol, dan trigliserida, serta konsultasi pada dokter.

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

1. Kisah Perselingkuhan Faridha


Namaku Faridha. Orang biasa memanggilku dengan Ridha saja. Aku lahir tahun 1975 di sebuah kota
terkenal dengan julukannya, yaitu kota hujan. Aku telah menikah dengan seorang pria keturunan Jawa
bernama Mas Hadi. Kami dikarunai seorang anak laki-laki yang kulahirkan di akhir tahun 1999. Oh..
iya, aku menikah dengan Mas Hadi pada tahun 1998, bulan April.
Kehidupan kami biasa saja, dari segi ekonomi sampai hubungan suami istri. Aku dan suamiku cukup
menikmati kehidupan ini. Suamiku yang kalem dan sedikit pendiam adalah seorang pegawai swasta di
kotaku ini. Penghasilan sebulannya cukup untuk menghidupi kami bertiga. Namun kami belum begitu
puas. Walau bagaimana kami harus merasakan lebih bukan hanya sekedar cukup.

Karena jabatan suamiku sudah tidak mungkin lagi naik di perusahaannya, untuk menambah
penghasilan kami, aku meminta ijin kepada Mas Hadi untuk bekerja, mengingat pendidikanku sebagai
seorang Accounting sama sekali tidak kumanfatkan semenjak aku menikah. Pada dasarnya suamiku itu
selalu menuruti keinginanku, maka tanpa banyak bicara dia mengijinkan aku bekerja, walaupun aku
sendiri belum tahu bekerja di mana, dan perusahaan mana yang akan menerimaku sebagai seorang
Accounting, karena aku sudah berkeluarga.
"Bukankah kamu punya teman yang anak seorang Direktur di sini?" kata suamiku di suatu malam
setelah kami melakukan hubungan badan.
"Iya... si Yanthi, teman kuliah Ridha..!" kataku.
"Coba deh, kamu hubungi dia besok. Kali saja dia mau menolong kamu..!" katanya lagi.
"Tapi, benar nih.. Mas.. kamu ijinkan saya bekerja..?"
Mas Hadi mengangguk mesra sambil menatapku kembali.

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

Sambil tersenyum, perlahan dia dekatkan wajahnya ke wajahku dan mendaratkan bibirnya ke bibirku.
"Terimakasih.. Mas.., mmhh..!" kusambut ciuman mesranya.
Dan beberapa lama kemudian kami pun mulai terangsang lagi, dan melanjutkan persetubuhan suami
istri untuk babak yang ketiga. Kenikmatan demi kenikmatan kami raih. Hingga kami lelah dan tanpa
sadar kami pun terlelap menuju alam mimpi kami masing-masing.
Perlu kuceritakan di sini bahwa Rendy, anak kami tidak bersama kami. Dia kutitipkan ke nenek dan
kakeknya yang berada di lain daerah, walaupun masih satu kota. Kedua orangtuaku sangat menyayangi
cucunya ini, karena anakku adalah satu-satunya cucu laki-laki mereka.
Siang itu ketika aku terbangun dari mimpiku, aku tidak mendapatkan suamiku tidur di sisiku. Aku
menengok jam dinding. Rupanya suamiku sudah berangkat kerja karena jam dinding itu sudah
menunjukkan pukul sembilan pagi. Aku teringat akan percakapan kami semalam. Maka sambil
mengenakan pakaian tidurku (tanpa BH dan celana dalam), aku beranjak dari tempat tidur berjalan
menuju ruang tamu rumahku, mengangkat telpon yang ada di meja dan memutar nomor telpon Yanti,
temanku itu.
"Hallo... ini Yanti..!" kataku membuka pembicaraan saat kudengar telpon yang kuhubungi terangkat.
"Iya.., siapa nih..?" tanya Yanti.
"Ini.. aku Ridha..!"
"Oh Ridha.., ada apa..?" tanyanya lagi.
"Boleh nggak sekarang aku ke rumahmu, aku kangen sama kamu nih..!" kataku.
"Silakan.., kebetulan aku libur hari ini..!" jawab Yanti.
"Oke deh.., nanti sebelum makan siang aku ke rumahmu. Masak yang enak ya, biar aku bisa makan di
sana..!" kataku sambil sedikit tertawa.
"Sialan luh. Oke deh.., cepetan ke sini.., ditunggu loh..!"
"Oke.., sampai ketemu yaa.. daah..!" kataku sambil menutup gagang telpon itu.
Setelah menelepon Yanti, aku berjalan menuju kamar mandi. Di kamar mandi itu aku melepas
pakaianku semuanya dan langsung membersihkan tubuhku. Namun sebelumnya aku bermasturbasi
sejenak dengan memasukkan jariku ke dalam vaginaku sendiri sambil pikiranku menerawang
mengingat kejadian-kejadian yang semalam baru kualami. Membayangkan penis suamiku walau tidak
begitu besar namun mampu memberikan kepuasan padaku. Dan ini merupakan kebiasaanku.
Walaupun aku telah bersuami, namun aku selalu menutup kenikmatan bersetubuh dengan Mas Hadi
dengan bermasturbasi, karena kadang-kadang bermasturbasi lebih nikmat.
Singkat cerita, siang itu aku sudah berada di depan rumah Yanti yang besar itu. Dan Yanti
menyambutku saat aku mengetuk pintunya.
"Apa khabar Rida..?" begitu katanya sambil mencium pipiku.
"Seperti yang kamu lihat sekarang ini..!" jawabku.
Setelah berbasa-basi, Yanti membimbingku masuk ke ruangan tengah dan mempersilakan aku untuk
duduk.
"Sebentar ya.., kamu santailah dahulu, aku ambil minuman di belakang..." lalu Yanti meninggalkanku.
Aku segera duduk di sofanya yang empuk. Aku memperhatikan ke sekeliling ruangan ini. Bagus sekali

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

rumahnya, beda dengan rumahku. Di setiap sudut ruang terdapat hiasan-hiasan yang indah, dan pasti
mahal-mahal. Foto-foto Yanti dan suaminya terpampang di dinding-dinding. Sandi yang dahulu
katanya sempat menaksir aku, yang kini adalah suami Yanti, terlihat semakin ganteng saja. Dalam
pikirku berkata, menyesal juga aku acuh tak acuh terhadapnya dahulu. Coba kalau aku terima cintanya,
mungkin aku yang akan menjadi istrinya.
Sambil terus memandangi foto Sandi, suaminya, terlintas pula dalam ingatanku betapa pada saat kuliah
dulu lelaki keturunan Manado ini mencoba menarik perhatianku (aku, Yanti dan Sandi memang satu
kampus). Sandi memang orang kaya. Dia adalah anak pejabat pemerintahan di Jakarta. Pada awalnya
aku pun tertarik, namun karena aku tidak suka dengan sifatnya yang sedikit sombong, maka segala
perhatiannya padaku tidak kutanggapi. Aku takut jika tidak cocok dengannya, karena aku orangnya
sangat sederhana.

Lamunanku dikagetkan oleh munculnya Yanti. Sambil membawa minuman, Yanti berjalan ke arah aku
duduk, menaruh dua gelas sirup dan mempersilakanku untuk minum.
"Ayo Rid, diminum dulu..!" katanya.
Aku mengambil sirup itu dan meminumnya. Beberapa teguk aku minum sampai rasa dahaga yang sejak
tadi terasa hilang, aku kembali menaruh gelas itu.
"Oh iya, Mas Sandi ke mana?" tanyaku.
"Biasa... Bisnis dia," kata Yanti sambil menaruh gelasnya. "Sebentar lagi juga pulang. Sudah kutelpon
koq dia, katanya dia juga kangen sama kamu..!" ujarnya lagi.
Yanti memang sampai sekarang belum mengetahui kalau suaminya dahulu pernah naksir aku. Tapi
mungkin juga Sandi sudah memberitahukannya.
"Kamu menginap yah.. di sini..!" kata Yanti.
"Akh... enggak ah, tidak enak khan..!" kataku.
"Loh... nggak enak gimana, kita kan sahabat. Sandi pun kenal kamu. Lagian aku sudah mempersiapkan

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

kamar untukmu, dan aku pun sedang ambil cuti koq, jadi temani aku ya.., oke..!" katanya.
"Kasihan Mas Hadi nanti sendirian..!" kataku.
"Aah... Mas Hadi khan selalu menurut keinginanmu, bilang saja kamu mau menginap sehari di sini
menemani aku. Apa harus aku yang bicara padanya..?"
"Oke deh kalau begitu.., aku pinjam telponmu ya..!" kataku.
"Tuh di sana...!" kata Yanti sambil menujuk ke arah telepon.
Aku segera memutar nomor telpon kantor suamiku. Dengan sedikit berbohong, aku minta ijin untuk
menginap di rumah Yanti. Dan menganjurkan Mas Hadi untuk tidur di rumah orangtuaku. Seperti biasa
Mas Hadi mengijinkan keinginanku. Dan setelah basa-basi dengan suamiku, segera kututup gagang
telpon itu.
"Beres..!" kataku sambil kembali duduk di sofa ruang tamu.
"Nah.., gitu dong..! Ayo kutunjukkan kamarmu..!" katanya sambil membimbingku.
Di belakang Yanti aku mengikuti langkahnya. Dari belakang itu juga aku memperhatikan tubuh
montoknya. Yanti tidak berubah sejak dahulu. Pantatnya yang terbungkus celana jeans pendek yang
ketat melenggak-lenggok. Pinggulnya yang ramping sungguh indah, membuatku iseng mencubit pantat
itu.
"Kamu masih montok saja, Yan..!" kataku sambil mencubit pantatnya.
"Aw.., akh.. kamu. Kamu juga masih seksi saja. Bisa-bisa Mas Sandi nanti naksir kamu..!" katanya
sambil mencubit buah dadaku.
Kami tertawa cekikikan sampai kamar yang dipersiapkan untukku sudah di depan mataku.
"Nah ini kamarmu nanti..!" kata Yanti sambil membuka pintu kamar itu.
Besar sekali kamar itu. Indah dengan hiasan interior yang berseni tinggi. Ranjangnya yang besar
dengan seprei yang terbuat dari kain beludru warna biru, menghiasi ruangan ini. Lemari pakaian
berukiran ala Bali juga menghiasi kamar, sehingga aku yakin setiap tamu yang menginap di sini akan
merasa betah.
Akhirnya di kamar itu sambil merebahkan diri, kami mengobrol apa saja. Dari pengalaman-
pengalaman dahulu hingga kejadian kami masing-masing. Kami saling bercerita tentang keluhan-
keluhan kami selama ini. Aku pun bercerita panjang mulai dari perkimpoianku sampai sedetil-detilnya,
bahkan aku bercerita tentang hubungan bercinta antara aku dan suamiku. Kadang kami tertawa, kadang
kami serius saling mendengarkan dan bercerita. Hingga pembicaraan serius mulai kucurahkan pada
sahabatku ini, bahwa aku ingin bekerja di perusahan bapaknya yang direktur.
"Gampang itu..!" kata Yanti. "Aku tinggal menghubungi Papa nanti di Jakarta. Kamu pasti langsung
diberi pekerjaan. Papaku kan tahu kalau kamu adalah satu-satunya sahabatku di dunia ini.." lanjutnya
sambil tertawa lepas.. Tentu saja aku senang dengan apa yang dibicarakan oleh Yanti, dan kami pun
meneruskan obrolan kami selain obrolan yang serius barusan.
Tanpa terasa, di luar sudah gelap. Aku pun minta ijin ke Yanti untuk mandi. Tapi Yanti malah
mengajakku mandi bersama. Dan aku tidak menolaknya. Karena aku berpikir toh sama-sama
wanita.Sungguh di luar dugaan, di kamar mandi ketika kami sama-sama telanjang bulat, Yanti
memberikan sesuatu hal yang sama sekali tidak terpikirkan.
Sebelum air yang hangat itu membanjiri tubuh kami, Yanti memelukku sambil tidak henti-hentinya

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

memuji keindahan tubuhku. Semula aku risih, namun rasa risih itu hilang oleh perasaan yang lain yang
telah menjalar di sekujur tubuh. Sentuhan-sentuhan tangannya ke sekujur tubuhku membuatku nikmat
dan tidak kuasa aku menolaknya. Apalagi ketika Yanti menyentuh bagian tubuhku yang sensitif.
Kelembutan tubuh Yanti yang memelukku membuatku merinding begitu rupa. Buah dadaku dan buah
dadanya saling beradu. Sementara bulu-bulu lebat yang berada di bawah perut Yanti terasa halus
menyentuh daerah bawah perutku yang juga ditumbuhi bulu-bulu. Namun bulu-bulu kemaluanku tidak
selebat miliknya, sehingga terasa sekali kelembutan itu ketika Yanti menggoyangkan pinggulnya.
Karena suasana yang demikian, aku pun menikmati segala apa yang dia lakukan. Kami benar-benar
melupakan bahwa kami sama-sama perempuan. Perasaan itu hilang akibat kenikmatan yang terus
mengaliri tubuh. Dan pada akhirnya kami saling berpandangan, saling tersenyum, dan mulut kami pun
saling berciuman.

Kedua tanganku yang semuala tidak bergerak kini mulai melingkar di tubuhnya. Tanganku menelusuri
punggungnya yang halus dari atas sampai ke bawah dan terhenti di bagian buah pantatnya. Buah pantat
yang kencang itu secara refleks kuremas-remas. Tangan Yanti pun demikian, dengan lembut dia pun
meremas-remas pantatku, membuatku semakin naik dan terbawa arus suasana. Semakin aku mencium
bibirnya dengan bernafsu, dibalasnya ciumanku itu dengan bernafsu pula.
Hingga suatu saat ketika Yanti melepas ciuman bibirnya, lalu mulai menciumi leherku dan semakin
turun ke bawah, bibirnya kini menemukan buah dadaku yang mengeras. Tanpa berkata-kata sambil
sejenak melirik padaku, Yanti menciumi dua bukit payudaraku secar bergantian. Napasku mulai
memburu hingga akhirnya aku menjerit kecil ketika bibir itu menghisap puting susuku. Dan sungguh
aku menikmati semuanya, karena baru pertama kali ini aku diciumi oleh seorang wanita.
"Akh.., Yaantiii.., oh..!" jerit kecilku sedikit menggema.
"Kenapa Rid.., enak ya..!" katanya di sela-sela menghisap putingku.

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

"Iya.., oh.., enaaks... teruus..!" kataku sambil menekan kepalanya.


Diberi semangat begitu, Yanti semakin gencar menghisap-hisap putingku, namun tetap lembut dan
mesra. Tangan kirinya menahan tubuhku di punggung.
Sementara tangan kanannya turun ke bawah menuju kemaluanku. Aku teringat akan suamiku yang
sering melakukan hal serupa, namun perbedaannya terasa sekali, Yanti sangat lembut memanjakan
tubuhku ini, mungkin karena dia juga wanita.
Setelah tangan itu berada di kemaluanku, dengan lembut sekali dia membelainya. Jarinya sesekali
menggesek kelentitku yang masih tersembunyi, maka aku segera membuka pahaku sedikit agar
kelentitku yang terasa mengeras itu leluasa keluar.
Ketika jari itu menyentuh kelentitku yang mengeras, semakin asyik Yanti memainkan kelentitku itu,
sehingga aku semakin tidak dapat mengendalikan tubuhku. Aku menggelinjang hebat ketika rasa geli
campur nikmat menjamah tubuhku. Pori-poriku sudah mengeluarkan keringat dingin, di dalam liang
vaginaku sudah terasa ada cairan hangat yang mengalir perlahan, pertanda rangsangan yang sungguh
membuatku menjadi nikmat.
Ketika tanganku menekan bagian atas kepalanya, bibir Yanti yang menghisap kedua putingku secara
bergantian segera berhenti. Ada keinginan pada diriku dan Yanti mengerti akan keinginanku itu. Namun
sebelumnya, kembali dia pada posisi wajahnya di depan wajahku. Tersungging senyuman yang manis.
"Ingin yang lebih ya..?" kata Santi.
Sambil tersenyum aku mengangguk pelan. Tubuhku diangkatnya dan aku duduk di ujung bak mandi
yang terbuat dari porselen. Setelah aku memposisikan sedemikian rupa, tangan Yanti dengan cekatan
membuka kedua pahaku lebar-lebar, maka vaginaku kini terkuak bebas. Dengan posisi berlutut, Yanti
mendekatkan wajahnya ke selangkanganku. Aku menunggu perlakuannya dengan jantung yang
berdebar kencang.
Napasku turun naik, dadaku terasa panas, begitu pula vaginaku yang terlihat pada cermin yang terletak
di depanku sudah mengkilat akibat basah, terasa hangat. Namun rasa hangat itu disejukkan oleh angin
yang keluar dari kedua lubang hidung Yanti. Tangan Yanti kembali membelai vaginaku, menguakkan
belahannya untuk menyentuh kelentitku yang semakin menegang.
Agak lama Yanti membelai-belai kemaluanku itu yang sekaligus mempermainkan kelentitku.
Sementara mulutnya menciumi pusar dan sekitarnya. Tentu saja aku menjadi kegelian dan sedikit
tertawa. Namun Yanti terus saja melakukan itu.
Hingga pada suatu saat, "Eiist... aakh... aawh... Yanthhii... akh... mmhh... ssh..!" begitu suara yang
keluar dari mulutku tanpa disadari, ketika mulutnya semakin turun dan mencium vaginaku.
Kedua tangan Yanti memegangi pinggul dan pantatku menahan gerakanku yang menggelinjang nikmat.
Kini ujung lidahnya yang menyentuh kelentitku. Betapa pintar dia mempermainkan ujung lidah itu
pada daging kecilku, sampai aku kembali tidak sadar berteriak ketika cairan di dalam vaginaku
mengalir keluar.
"Oohh... Yantii... ennaakss... sekaalii..!" begitu teriakku.
Aku mulai menggoyangkan pinggulku, memancing nikmat yang lebih. Yanti masih pada posisinya,
hanya sekarang yang dijilati bukan hanya kelentitku tapi lubang vaginaku yang panas itu. Tubuhku
bergetar begitu hebat. Gerakan tubuhku mulai tidak karuan. Hingga beberapa menit kemudian, ketika
terasa orgasmeku mulai memuncak, tanganku memegang bagian belakang kepalanya dan

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

mendorongnya. Karuan saja wajah Yanti semakin terpendam di selangkanganku.


"Hissapp... Yantiii..! Ooh.., aku.. akuu.. mau.. keluaar..!" jeritku.
Yanti berhenti menjilat kelentitku, kini dia mencium dan menghisap kuat lubang kemaluanku.
Maka.., "Yaantii.., aku.. keluaar..! Oh.., aku.. keluar.. nikmaathhs.. ssh..!" bersamaan dengan teriakku
itu, maka aku pun mencapai orgasme.
Tubuhku seakan melayang entah kemana. Wajahku menengadah dengan mata terpejam merasakan
berjuta-juta nikmat yang sekian detik menjamah tubuh, hingga akhirnya aku melemas dan kembali
pada posisi duduk. Maka Yanti pun melepas hisapannya pada vaginaku.
Dia berdiri, mendekatkan wajahnya ke hadapan wajahku, dan kembali dia mencium bibirku yang
terbuka. Napasku yang tersengal-sengal disumbat oleh mulut Yanti yang menciumku. Kubalas ciuman
mesranya itu setelah tubuhku mulai tenang.
"Terimakasih Yanti.., enak sekali barusan..!" kataku sambil tersenyum.
Yanti pun membalas senyumanku. Dia membantuku turun dari atas bak mandi itu.
"Kamu mau nggak dikeluarin..?" kataku lagi.
"Nanti sajalah.., lagian udah gatel nih badanku. Sekarang mending kita mandi..!" jawabnya sambil
menyalakan shower.
Akhirnya kusetujui usul itu, sebab badanku masih lemas akibat nikmat tadi. Dan rupanya Yanti tahu
kalau aku kurang bertenaga, maka aku pun dimandikannya, disabuni, diperlakukan layaknya seorang
anak kecil. Aku hanya tertawa kecil. Iseng-iseng kami pun saling menyentuh bagian tubuh kami
masing-masing. Begitupula sebaliknya, ketika giliran Yanti yang mandi, aku lah yang menyabuni
tubuhnya.
Setelah selesai mandi, kami pun keluar dari kamar mandi itu secara bersamaan. Sambil berpelukan,
pundak kami hanya memakai handuk yang menutup tubuh kami dari dada sampai pangkal paha, dan
sama sekali tidak mengenakan dalaman. Aku berjalan menuju kamarku sedang Yanti menuju kamarnya
sendiri. Di dalam kamar aku tidak langsung mengenakan baju. Aku masih membayangkan kejadian
barusan. Seolah-olah rasa nikmat tadi masih mengikutiku.
Di depan cermin, kubuka kain handuk yang menutupi tubuhku. Handuk itu jatuh terjuntai ke lantai, dan
aku mulai memperhatikan tubuh telanjangku sendiri. Ada kebanggaan dalam hatiku. Setelah tadi
melihat tubuh telanjang Yanti yang indah, ternyata tubuhku lebih indah. Yanti memang seksi, hanya dia
terlalu ramping sehingga sepintas tubuhnya itu terlihat kurus. Sedangkan tubuhku agak montok namun
tidak terkesan gemuk.
Entah keturunan atau tidak, memang demikianlah keadaan tubuhku. Kedua payudaraku berukuran 34B
dengan puting yang mencuat ke atas, padahal aku pernah menyusui anakku. Sedangkan payudara Yanti
berukuran 32 tapi juga dengan puting yang mencuat ke atas juga.
Kuputar tubuhku setengah putaran. Kuperhatikan belahan pantatku. Bukit pantatku masih kencang,
namun sudah agak turun, karena aku pernah melahirkan. Berbeda dengan pantat milik Yanti yang
masih seperti pantat gadis perawan, seperti pantat bebek.
Kalau kuperhatikan dari pinggir tubuhku, nampak perutku yang ramping. Vaginaku nampak menonjol
keluar. Bulu-bulu kemaluanku tidak lebat, walaupun pernah kucukur pada saat aku melahirkan. Padahal
kedua tangan dan kedua kakiku tumbuh bulu-bulu tipis, tapi pertumbuhan bulu kemaluanku rupanya
sudah maksimal. Lain halnya dengan Yanti, walaupun perutnya lebih ramping dibanding aku, namun

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

kemaluannya tidak menonjol alias rata. Dan daerah itu ditumbuhi bulu-bulu yang lebat namun tertata
rapi.
Setelah puas memperhatikan tubuhku sendiri (sambil membandingkan dengan tubuh Yanti), aku pun
membuka tasku dan mengambil celana dalam dan Bra-ku. Kemudian kukenakan kedua pakaian
rahasiaku itu setelah sekujur tubuhku kulumuri bedak. Namun aku agak sedikit kaget dengan teriakan
Yanti dari kamarnya yang tidak begitu jauh dari kamar ini.
"Rida..! Ini baju tidurmu..!" begitu teriaknya.
Maka aku pun mengambil handuk yang berada di lantai. Sambil berjalan kukenakan handuk itu
menutupi tubuhku seperti tadi, lalu keluar menuju kamarnya yang hanya beberapa langkah. Pintu
kamarnya ternyata tidak dikunci. Karena mungkin Yanti tahu kedatanganku, maka dia mempersilakan
aku masuk.
"Masuk sini Rid..!" kataya dari dalam kamar.
Kudorong daun pintu kamarnya. Aku melihat di dalam kamar itu tubuh Yanti yang telanjang merebah
di atas kasur. Tersungging senyuman di bibirnya. Karena aku sudah melangkah masuk, maka kuhampiri
tubuh telanjang itu.
"Kamu belum pake baju, Yan..?" kataku sambil duduk di tepi ranjang.
"Akh.., gampang... tinggal pake itu, tuh..!" kata Yanti sambil tangannya menunjuk tumpukan gaun tidur
yang berada di ujung ranjang.
Lalu dia berkata lagi, "Kamu sudah pake daleman, ya..?"
Aku mengangguk, "Iya..!"
Kuperhatikan dadanya turun naik. Napasnya terdengar memburu. Apakah dia sedang bernafsu
sekarang.., entahlah.
Lalu tangan Yanti mencoba meraihku. Sejenak dia membelai tubuhku yang terbungkus handuk itu
sambil berkata, "Kamu mengairahkan sekali memakai ini..!"
"Akh.., masa sih..!" kataku sambil tersenyum dan sedikit menggeser tubuhku lebih mendekat ke tubuh
Yanti.
"Benar.., kalo nggak percaya.., emm.. kalo nggak percaya..!" kata Yanti sedikit menahan kata-katanya.
"Kalo nggak percaya apa..?" tanyaku.
"Kalo nggak percaya..!" sejenak matanya melirik ke arah belakangku.
"Kalo nggak percaya tanya saja sama orang di belakangmu... hi.. hi..!" katanya lagi.
Segera aku memalingkan wajahku ke arah belakangku. Dan.., (hampir saja aku teriak kalau mulutku
tidak buru-buru kututup oleh tanganku), dengan jelas sekali di belakangku berdiri tubuh lelaki dengan
hanya mengenakan celana dalam berwarna putih yang tidak lain adalah Mas Sandi suami Yanti itu.
Dengan refleks karena kaget aku langsung berdiri dan bermaksud lari dari ruangan ini. Namun tangan
Yanti lebih cepat menangkap tanganku lalu menarikku sehingga aku pun terjatuh dengan posisi duduk
lagi di ranjang yang empuk itu.
"Mau kemana.. Rida.., udah di sini temani aku..!" kata Yanti setengah berbisik. Aku tidak sempat
berkata-kata ketika Mas Sandi mulai bergerak berjalan menuju aku. Dadaku mulai berdebar-debar. Ada
perasaan malu di dalam hatiku.

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

"Halo.., Rida. Lama tidak bertemu ya..." suara Mas Sandi menggema di ruangan itu. Tangannya
mendarat di pundakku, dan lama bertengger di situ.
Aku yang gelagapan tentu saja semakin gelagapan. Namun ketika tangan Yanti dilepaskan dari
cengkramannya, pada saat itu tidak ada keinginanku untuk menghindar. Tubuhku terasa kaku, sama
sekali aku tidak dapat bergerak. Lidahku pun terasa kelu, namun beberapa saat aku memaksa bibirku
berkata-kata.
"Apa-apaan ini..?" tanyaku parau sambil melihat ke arah Yanti.
Sementara tangan yang tadi bertengger di bahuku mulai bergerak membelai-belai. Serr.., tubuhku mulai
merinding. Terasa bulu-bulu halus di tangan dan kaki berdiri tegak.
Rupanya Sentuhan tangan Mas Sandi mampu membangkitkan birahiku kembali. Apalagi ketika terasa
di bahuku yang sebelah kiri juga didarati oleh tangan Mas Sandi yang satunya lagi. Perasaan malu yang
tadi segera sirna. Tubuhku semakin merinding. Mataku tanpa sadar terpejam menikmati dalam-dalam
sentuhan tangan Mas Sandi di bahuku itu.

Pijatan-pijatan kecil di bahuku terasa nyaman dan enak sekali. Aku begitu menikmati apa yang terasa.
Hingga beberapa saat kemudian tubuhku melemas. Kepalaku mulai tertahan oleh perut Mas Sandi yang
masih berada di belakangku. Sejenak aku membuka mataku, nampak Yanti membelai vaginanya sendiri
dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya meremas pelan kedua payudaranya secara
bergantian. Tersungging senyuman di bibirnya.
"Nikmati Rida..! Nikmati apa yang kamu sekarang rasakan..!" suara Yanti masih sedikit membisik.
Aku masih terbuai oleh sentuhan kedua tangan Mas Sandi yang mulai mendarat di daerah atas
payudarara yang tidak tertutup. Mataku masih terpejam.
"Ini.. kan yang kamu inginkan. Kupinjamkan suamiku..!" kata Yanti lagi. Mataku terbuka dan kembali
memperhatikan Yanti yang masih dengan posisinya.
"Ayo Mas..! Nikmati Rida yang pernah kamu taksir dulu..!" kata Yanti lagi.
"Tentu saja Sayang.., asal.. kamu ijinkan..!" kata suara berat Mas Sandi.

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

Tubuhnya dibungkukkan. Kemudian wajahnya ditempelkan di bagian atas kepalaku. Terasa bibirnya
mencium mesra daerah itu. Kembali aku memejamkan mata. Bulu-buluku semakin keras berdiri.
Sentuhan lembut tangan Mas Sandi benar-benar nikmat. Sangat pintar sekali sentuhan itu memancing
gairahku untuk bangkit. Apalagi ketika tangan Mas Sandi sebelah kanan berusaha membuka kain
handuk yang masih menutupi tubuhku itu.
"Oh.., Mas.., Maas... jangaan... Mas..!" aku hanya dapat berkata begitu tanpa kuasa menahan tindakan
Mas Sandi yang telah berhasil membuka handuk dan membuangnya jauh-jauh.
Tinggallah tubuh setengah bugilku. Kini gairahku sudah memuncak dan aku mulai lupa dengan
keadaanku. Aku sudah terbius suasana. Mas Sandi mulai berlutut, namun masih pada posisi di
belakangku. Kembali dia membelai seluruh tubuhku. Dari punggungku, lalu ke perut, naik ke atas,
leherku pun kena giliran disentuhnya, dan aku mendesah nikmat ketika leherku mulai dicium mesra
oleh Mas Sandi. Sementara desahan-desahan kecil terdengar dari mulut Yanti.
Aku melirik sejenak ke arah Yanti, rupanya dia sedang masturbasi. Lalu aku memejamkan mata lagi,
kepalaku kutengadahkan memberikan ruangan pada leherku untuk diciumi Mas Sandi. Persaanku sudah
tidak malu-malu lagi, aku sudah kepalang basah. Aku lupa bahwa aku telah bersuami, dan aku benar-
benar akan merasakan apa yang akan kurasakan nanti, dengan lelaki yang bukan suamiku.
"Buka ya.. BH-nya, Rida..!" kata Mas Sandi sambil melepas kancing tali BH-ku dari punggung.
Beberapa detik BH itu terlepas, maka terasa bebas kedua payudaraku yang sejak tadi tertekan karena
mengeras. Suara Yanti semakin keras, rupanya dia mencapai orgasmenya. Kembali aku melirik Yanti
yang membenamkan jari manis dan jari telunjuknya ke dalam vaginanya sendiri. Nampak dia
mengejang dengan mengangkat pinggulnya.
"Akh.., nikmaats... ooh... nikmaatts.. sekalii..!" begitu kata-kata yang keluar dari mulutnya. Dan tidak
lama kemudian dia terkulai lemas di ranjang itu. Sementara Mas Sandi sibuk dengan kegiatannya.
Kini kedua payudaraku sudah diremasi dengan mesra oleh kedua telapak tangannya dari belakang.
Sambil terus bibirnya menjilati inci demi inci kulit leherku seluruhnya. Sedang enak-enaknya aku, tiba-
tiba ada yang menarik celana dalamku. Aku membuka mataku, rupanya Yanti berusaha untuk melepas
celana dalamku itu. Maka kuangkat pantatku sejenak memudahkan celana dalamku dilepas oleh Yanti.
Maka setelah lepas, celana dalam itu juga dibuang jauh-jauh oleh Yanti.
Aku menggeser posisi dudukku menuju ke bagian tengah ranjang itu. Mas Sandi mengikuti gerakanku
masih dari belakang, sekarang dia tidak berlutut, namun duduk tepat di belakang tubuhku. Kedua
kakinya diselonjorkan, maka pantatku kini berada di antara selangkangan milik Mas Sandi. Terasa oleh
pantatku ada tonjolan keras di selangkangan. Rupanya penis Mas Sandi sudah tegang maksimal.
Lalu Yanti membuka lebar-lebar pahaku, sehingga kakiku berada di atas paha Mas Sandi. Lalu dengan
posisi tidur telungkup, Yanti mendekatkan wajahnya ke selangkanganku, dan apa yang terjadi...
"Awwh... ooh... eeisth.. aakh..!" aku menjerit nikmat ketika kembali kurasakan lidahnya menyapu-
nyapu belahan vaginaku, terasa kelentitku semakin menegang, dan aku tidak dapat mengendalikan diri
akibat nikmat, geli, enak, dan lain sebagainya menyatu di tubuhku.
Kembali kepalaku menengadah sambil mulutku terbuka. Maka Mas Sandi tidak menyia-nyiakan
kesempatan ini. Dia tahu maksudku. Dari belakang, bibirnya langsung melumat bibirku yang terbuka
itu dengan nafsunya. Maka kubalas ciuman itu dengan nafsu pula. Dia menyedot, aku menyedot pula.
Terjadilah pertukaran air liur Mas Sandi dengan air liurku. Terciuma aroma rokok pada mulutnya,
namun aroma itu tidak mengganggu kenikmatan ini.

10

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

Kedua tangan Mas Sandi semakin keras meremas kedua payudaraku, namun menimbulkan nikmat
yang teramat, sementara di bawah Yanti semakin mengasyikkan. Dia terus menjilat dan mencium
vaginaku yang telah banjir. Banjir oleh cairan pelicin vaginaku dan air liur Yanti.
"Mmmhh... akh... mmhh..!" bibirku masih dilumati oleh bibir Mas Sandi.
Tubuhku semakin panas dan mulai memberikan tanda-tanda bahwa aku akan mencapai puncak
kenikmatan yang kutuju. Pada akhirnya, ketika remasan pada payudaraku itu semakin keras, dan Yanti
menjilat, mencium dan menghisap vaginaku semakin liar, tubuhku menegang kaku, keringat dingin
bercucuran dan mereka tahu bahwa aku sedang menikmati orgasmeku. Aku mengangkat pinggulku,
otomatis ciuman Yanti terlepas. Semakin orgasmeku terasa ketika jari telujuk dan jari manis Yanti
dimasukkan ke liang vaginaku, kemudian dicabutnya setengah, lalu dimasukkan lagi.
Perlakuan Yanti itu berulang-ulang, yaitu mengeluar-masukkan kedua jarinya ke dalam lubang
vaginaku. Tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata betapa nikmat dan enak pada saat itu.
"Aakh... aawhh... nikmaatss... terus.. Yantii.. oooh... yang cepaat.. akh..!" teriakku.

Tubuh Mas Sandi menahan tubuhku yang mengejang itu. Jarinya memilin-milin puting susuku.
Bibirnya mengulum telingaku sambil membisikkan sesuatu yang membuatku semakin melayang.
Bisikan-bisikan yang memujiku itu tidak pernah kudengar dari Mas Hadi, suamiku.
"Ayo cantik..! Nikmatilah orgasmemu.., jangan kamu tahan, keluarkan semuanya Sayang..!
Nikmatilah.., nikmatilah..! Oh.., kamu cantik sekali jika orgasme..!" begitu bisikan yang keluar dari
mulut Mas Sandi sambil terus mengulum telingaku.
"Aakh.. Maass, aduh.. Yanti.., nikmaats... oh... enaaks.. sekali..!" teriakku.

11

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

Akhirnya tubuh kejangku mulai mengendur, diikuti dengan turunnya kenikmatan orgasmeku itu.
Perlahan sekali tubuhku turun dan akhirnya terkulai lemas di pangkuan Mas Sandi. Lalu tubuh Yanti
mendekapku.
Dia berbisik padaku, "Ini.. belum seberapanya Sayaang.., nanti akan kamu rasakan punya suamiku..!"
sambil berkata demikian dia mencium keningku. Mas Sandi beranjak dari duduknya dan berjalan entah
ke arah mana, karena pada saat itu mataku masih terpenjam seakan enggan terbuka.
Entah berapa lama aku terlelap. Ketika kusadar, kubuka mataku perlahan dan mencari-cari Yanti dan
Mas Sandi sejenak. Mereka tidak ada di kamar ini, dan rupanya mereka membiarkanku tertidur sendiri.
Aku menengok jam dinding. Sudah pukul sepuluh malam. Segera aku bangkit dari posisi tidurku, lalu
berjalan menuju pintu kamar. Telingaku mendengar alunan suara musik klasik yang berasal dari
ruangan tamu. Dan ketika kubuka pintu kamar itu yang kebetulan bersebelahan dengan ruang tamu,
mataku menemukan suatu adegan dimana Yanti dan suaminya sedang melakukan persetubuhan.
Yanti dengan posisi menelentang di sofa sedang ditindih oleh Mas Sandi dari atas. Terlihat tubuh Mas
Sandi sedang naik turun. Segera mataku kutujukan pada selangkangan mereka. Jelas terlihat penis Mas
Sandi yang berkilat sedang keluar masuk di vagina Yanti. Terdengar pula erangan-erangan yang keluar
dari mulut Yanti yang sedang menikmati hujaman penis itu di vaginanya, membuat tubuhku perlahan
memanas. Segera saja kuhampiri mereka dan duduk tepat di depan tubuh mereka.
Di sela-sela kenikmatan, Yanti menatapku dan tersenyum. Rupanya Mas Sandi memperhatikan istrinya
dan sejenak dia menghentikan gerakannya dan menengok ke belakang, ke arahku.
"Akh... Mas.., jangan berhentiii doong..! Oh..!" kata Yanti.
Dan Mas Sandi kembali berkonsentrasi lagi dengan kegiatannya. Kembali terdengar desahan-desahan
nikmat Yanti yang membahana ke seluruh ruangan tamu itu. Aku kembali gelagapan, kembali resah dan
tubuhku semakin panas. Dengan refleks tanganku membelai vaginaku sendiri.
"Oh.. Ridhaa.., nikmat sekaallii.. loh..! Akuu... ooh... mmh..!" kata Yanti kepadaku.
Aku melihat wajah nikmat Yanti yang begitu cantik. Kepalanya kadang mendongak ke atas, matanya
terpejam-pejam. Sesekali dia gigit bibir bawahnya. Kedua tangannya melingkar pada pantat suaminya,
dan menarik-narik pantat itu dengan keras sekali. Aku melihat penis Mas Sandi yang besar itu semakin
amblas di vagina Yanti. Semakin mengkilat saja penis itu.
"Oh Mas.., aku hampiir sampaaii..! Teruus... Mas... terus..! Lebih keras lagiih.., oooh... akh..!" kata
Yanti. Yanti mengangkat tinggi-tinggi pinggulnya, Mas Sandi terus dengan gerakannya menaik-
turunkan tubuhnya dalam kondisi push-up.
"Maass.., akuuu... keluaar..! Aakh... mhh... nikmaats.., mmh..!" kata Yanti lagi dengan tubuh yang
mengejang. Rupanya Yanti mencapai orgasmenya. Tangannya yang tadi melingkar di pantat suaminya,
kini berpindah melingkar di punggung.
Mas Sandi berhenti bergerak dan membiarkan penis itu menancap dalam di lubang kemaluan Yanti.
"Owhh... banyak sekali Sayang.. keluarnya. Hangat sekali memekmu..!" kata Mas Sandi sambil
menciumi wajah istrinya.
Dapat kubayangkan perasaan Yanti pada saat itu. Betapa nikmatnya dia. Dan aku pun belingsatan
dengan merubah-rubah posisi dudukku di depan mereka. Beberapa saat kemudian, Yanti mulai
melemas dari kejangnya dan merubah posisinya. Segera dia turun dari sofa ketika Mas Sandi mencabut
penis dari lubang kenikmatan itu. Aku melihat dengan jelas betapa besar dan panjang penis Mas Sandi.
Dan ini baru pertama kali aku melihatnya, karena waktu tadi di dalam kamar, Mas Sandi masih

12

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

menutupi penisnya dengan celana dalam.


Dengan segera Yanti menungging. Lalu segera pula Mas Sandi berlutut di depan pantat itu.
"Giliranmu... Mas..! Ayoo..!" kata Yanti. Tangan Mas Sandi menggenggam penis itu dan mengarahkan
langsung ke lubang vagina Yanti. Segera dia menekan pantatnya dan melesaklah penis itu ke dalam
vagina istrinya, diikuti dengan lenguhan Yanti yang sedikit tertahan.
"Owwh... Maas... aakh..!"
"Aduuh... Yantii.., jepit Sayangh..!" kata Mas Sandi.
Lalu kaki Yanti dirapatkan sedemikian rupa. Dan segera pantat Mas Sandi mulai mundur dan
maju.Ufh.., pemandangan yang begitu indah yang kulihat sekarang. Baru kali ini aku menyaksikan
sepasang manusia bersetubuh tepat di depanku secara langsung. Semakin mereka mempercepat tempo
gerakannya, semakin aku terangsang begitu rupa. Tanganku yang tadi hanya membelai-belai vaginaku,
kini mulai menyentuh kelentitku.
Kenikmatan mulai mengaliri tubuhku dan semakin aku tidak tahan, sehingga aku memasukkan jariku
ke dalam vaginaku sendiri. Aku sendiri sangat menikmati masturbasiku tanpa lepas pandanganku pada
mereka. Belum lagi telingaku jelas mendengar desahan dan rintihan Yanti, aku dapat membayangkan
apa yang dirasakan Yanti dan aku sangat ingin sekali merasakannya, merasakan vaginaku pun dimasuki
oleh penis Mas Sandi. Beberapa saat kemudian Mas Sandi mulai melenguh keras. Kuhentikan
kegiatanku dan terus memperhatikan mereka.
"Aakhh... Yantii... nikmaats... aakh... aku keluaar..!" teriak Mas Sandi membahana.
"Oh... Maas... akuu... juggaa... akh..!"
Kedua tubuh itu bersamaan mengejang. Mereka mencapai orgasmenya secara bersama-sama. Penis
Mas Sandi masih menancap di vagina Yanti sampai akhirnya mereka melemas, dan dari belakang tubuh
Yanti, Mas Sandi memeluknya sambil meremas kedua payudara Yanti. Mas Sandi memasukkan semua
spermanya ke dalam vagina Yanti.
Lama sekali aku melihat mereka tidak bergerak. Rupanya mereka sangat kelelahan. Di sofa itu mereka
tertidur bertumpukan. Tubuh Yanti berada di bawah tubuh Mas Sandi yang menindihnya. Mata mereka
terpejam seolah tidak menghiraukan aku yang duduk terpaku di depannya. Hingga aku pun mulai
bangkit dari dudukku dan beranjak pergi menuju kamarku. Sesampai di kamar aku baru sadar kalau aku
masih telanjang bulat. Maka aku pun balik lagi menuju kamar Yanti di mana celana dalam dan BH
yang akan kupakai berada di sana.
Selagi aku berjalan melewati ruang tamu itu, aku melihat mereka masih terkulai di sofa itu. Tanpa
menghiraukan mereka, aku terus berjalan memasuki kamar Yanti dan memungut celana dalam dan BH
yang ada di lantai. Setelah kukenakan semuanya, kembali aku berjalan menuju kamarku dan sempat
sekali lagi aku menengok mereka di sofa itu pada saat aku melewati ruang tamu.
Sesampai di kamar, entah kenapa rasa lelah dan kantukku hilang. Aku menjadi semakin resah
membayangkan kejadian yang baru kualami. Pertama ketika aku dimasturbasikan oleh suami istri itu.
Dan yang kedua aku terus membayangkan kejadian di mana mereka melakukan persetubuhan yang
hebat itu. Keinginanku untuk merasakan penis Mas Sandi sangat besar. Aku mengharapkan sekali Mas
Sandi sekarang menghampiri dan menikmatiku. Namun itu mungkin tidak terjadi, karena aku melihat
mereka sudah lelah sekali.
Entah sudah berapa kali mereka bersetubuh pada saat aku terlelap tadi. Aku semakin tidak dapat

13

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

menahan gejolak birahiku sendiri hingga aku merebahkan diri di kasur empuk. Dengan posisi
telungkup, aku mulai memejamkan mata dengan maksud agar aku terlelap. Namun semua itu sia-sia.
Karena kembali kejadian-kejadian barusan terus membayangiku. Secara cepat aku teringat bahwa tadi
ketika mereka bersetubuh, aku melakukan masturbasi sendiri dan itu tidak selesai. Maka tanganku
segera kuselipkan di selangkanganku. Aku membelai kembali vaginaku yang terasa panas itu.
Dan ketika tanganku masuk ke dalam celanaku, aku mulai menyentuh klitorisku. Kembali aku nikmat.
Aku tidak kuasa membendung perasaan itu, dan jariku mulai menemukan lubang kemaluanku yang
berlendir itu. Dengan berusaha membayangkan Mas Sandi menyetubuhiku, kumasukkan jari tengahku
ke dalam lubang itu dalam-dalam. Kelembutan di dalam vaginaku dan gesekan di dinding-dindingnya
membuatku mendesah kecil.

Sambil mengeluar-masukkan jari tengahku, aku membayangkan betapa besar dan panjangnya penis
Mas Sandi. Beda sekali dengan penis Mas Hadi yang kumiliki. Kemaluan Mas Sandi panjang dan
besarnya normal-normal saja. Sedangkan milik Mas Sandi, sudah panjang dan besar, dihiasi oleh urat-
uratnya yang menonjol di lingkaran batang kemaluannya. Itu semua kulihat tadi dan kini terbayang di
dalam benakku.
Beberapa menit kemudian, ketika ada sesuatu yang lain di dalam vaginaku, semakin kupercepat jari ini
kukeluar-masukkan. Sambil terus membayangkan Mas Sandi yang menyetubuhiku, dan aku sama
sekali tidak membayangkan suamiku sendiri. Setiap bayangan suamiku muncul, cepat-cepat kubuang
bayangan itu, hingga kembali Mas Sandi lah yang kubayangkan.
Tanpa sadar, ketika aku akan mencapai orgasme, aku membalikan badan dan aku memasukkan jari
telunjuk ke dalam lubang vaginaku. Dalam keadaan telentang aku mengangkangkan selebar mungkin
pahaku. Kini dua jariku yang keluar masuk di lubang vaginaku. Maka kenikmatan itu berlanjut hebat
sehingga tanpa sadar aku memanggil-manggil pelan nama Mas Sandi.

14

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

"Akh... sshh... Masss... Sandii... Okh... Mass.. Mas.. Sandi.. aakkh..!" itulah yang keluar dari mulutku.
Seer... aku merasa kedua jariku hangat sekali dan semakin licin. Aku mengangkat ke atas pinggulku
sambil tidak melepas kedua jariku menancap di lubang vaginaku. Beberapa lama tubuhku merinding,
mengejang, dan nikmat tidak terkira. Sampai pada akhirnya aku melemas dan pinggulku turun secara
cepat ketika kenikmatan itu perlahan berkurang.
Aku mencabut jari jemariku dan cairan yang menempel di jari-jari itu segera kujilati. Asin campur
gurih yang kurasakan di lidahku. Dengat mata yang terpejam-pejam kembali aku membayangkan penis
Mas Sandi yang sedang kuciumi, kuhisap, dan kurasakan. Cairan yang asin dan gurih itu kubayangkan
sperma Mas Sandi. Ohhh.., nikmatnya semua ini.
Dan setelah aku puas, barulah kuhentikan hayalan-hayalanku itu. Kutarik selimut yang ada di
sampingku dan menutupi sekujur tubuhku yang mulai mendingin. Aku tersenyum sejenak mengingat
hal yang barusan, gila... aku masturbasi dengan membayangkan suami orang lain.
Pagi harinya, ketika aku terjaga dari tidurku dan membuka mataku, aku melihat di balik jendela kamar
sudah terang. Jam berapa sekarang, pikirku. Aku menengok jam dinding sudah menunjukkan pukul
sepuluh pagi. Aku kaget dan bangkit dari posisi tidurku. Ufh.., lemas sekali badan ini rasanya.
Kukenakan celana dalamku. Karena udara sedikit dingin, kubalut tubuhku dengan selimut dan mulai
berdiri.
Ketika berdiri, sedikit kugerak-gerakan tubuhku dengan maksud agar rasa lemas itu segera hilang. Lalu
dengan gontai aku berjalan menuju pintu kamar dan membuka pintu yang tidak terkunci.
Karena aku ingin pipis, segera aku berjalan menuju kamar mandi, sesampainya di kamar mandi segera
kuturunkan celana dalamku dan berjongkok. Keluarlah air hangat urine-ku dari liang vagina. Sangat
banyak sekali air kencingku, sampai-sampai aku pegal berjongkok. Beberapa saat kemudian, ketika air
kencingku habis, segera kubersihkan vaginaku dan kembali aku mengenakan celana dalamku, lalu
kembali pula aku melingkari kain selimut itu, karena hanya kain ini yang dapat kupakai untuk menahan
rasa dingin, baju tidur yang akan dipinjamkan oleh Yanti masih berada di kamarnya.
Aku keluar dari kamar mandi itu, lalu berjalan menuju ruangan dapur yang berada tidak jauh dari
kamar mandi itu, karena tenggorokanku terasa haus sekali. Di dapur itu aku mengambil segelas air dan
meminumnya.
Setelah minum aku berjalan lagi menuju kamarku. Namun ketika sampai di pintu kamar, sejenak
pandangan mataku menuju ke arah ruang tamu. Di sana terdapat Mas Sandi sedang duduk di sofa
sambil menghisap sebatang rokok. Matanya memandangku tajam, namun bibirnya memperlihatkan
senyumnya yang manis. Dengan berbalut kain selimut di tubuhku, aku menghampiri Mas Sandi yang
memperhatikan aku. Lalu aku duduk di sofa yang terletak di depannya. Aku membalas tatapan Mas
Sandi itu dengan menyunggingkan senyumanku.
"Yanti mana..?" tanyaku padanya membuka pembicaraan.
"Sedang ke warung sebentar, katanya sih mau beli makanan..!" jawabnya.
"Mas Sandi tidak kerja hari ini..?"
"Tidak akh.., malas sekali hari ini. Lagian khan aku tak mau kehilangan kesempatan..!" sambil berkata
demikian dengan posisi berlutut dia menghampiriku.
Setelah tepat di depanku, segera tangannya melepas kain selimut yang membungkusi tubuhku. Lalu
dengan cepat sekali dia mulai meraba-raba tubuhku dari ujung kaki sampai ujung pahaku.

15

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

Diperlakukan demikian tentu saja aku geli. Segera bulu-bulu tubuhku berdiri.
"Akh... Mas..! Gellii..!" kataku.
Mas Sandi tidak menghiraukan kata-kataku itu. Kini dia mulai mendaratkan bibirnya ke seluruh kulit
kakiku dari bawah sampai ke atas. Perlakuannya itu berulang-ulang, sehingga menciptakan rasa geli
campur nikmat yang membuatku terangsang. Lama sekali perlakuan itu dilakukan oleh Mas Sandi, dan
aku pun semakin terangsang.
"Akh... Mas..! Oh.., mmh..!" aku memegang bagian belakang kepala Mas Sandi dan menariknya ketika
mulut lelaki itu mencium vaginaku. Semakin aku mengangkangkan pahaku, dengan mesranya lidah
Mas Sandi mulai menjilat kemaluanku itu. Tubuhku mulai bergerak-gerak tidak beraturan, merasakan
nikmat yang tiada tara di sekujur tubuhku.
Aku membuang kain selimut yang masih menempel di tubuhku ke lantai, sementara Mas Sandi masih
dengan kegiatannya, yaitu menciumi dan menjilati vaginaku. Aku menengadah menahan nikmat, kedua
kakiku naik di tumpangkan di kedua bahunya, namun tangan Mas Sandi menurunkannya dan berusaha
membuka lebar-lebar kedua pahaku itu. Karuan saja selangkanganku semakin terkuak lebar dan
belahan vaginaku semakin membelah.
"Akh.. Mas..! Shh.. nikmaats..! Terus Mass..!" rintihku.
Kedua tangan Mas Sandi ke atas untuk meremas payudaraku yang terasa sudah mengeras, remasan itu
membuatku semakin nikmat saja, dan itu membuat tubuhku semakin menggelinjang. Segera aku
menambah kenikmatanku dengan menguakkan belahan vaginaku, jariku menyentuh kelentitku sendiri.
Oh.., betapa nikmat yang kurasakan, liang kemaluanku sedang disodok oleh ujung lidah Mas Sandi,
kedua payudaraku diremas-remas, dan kelentitku kusentuh dan kupermainkan. Sehingga beberapa detik
kemudian terasa tubuhku mengejang hebat disertai perasaan nikmat teramat sangat dikarenakan aku
mulai mendekati orgasmeku.
"Oh... Mas..! Aku... aku... akh.., nikmaats... mhh..!" bersamaan dengan itu aku mencapai klimaksku.
Tubuhku melayang entah kemana, dan sungguh aku sangat menikmatinya. Apalagi ketika Mas Sandi
menyedot keras lubang kemaluanku itu. Tahu bahwa aku sudah mencapai klimaks, Mas Sandi
menghentikan kegiatannya dan segera memelukku, mencium bibirku.
"Kamu sungguh cantik, Ridha.., aku cinta padamu..!" sambil berkata demikian, dengan pinggulnya dia
membuka kembali pahaku, dan terasa batang kemaluannya menyentuh dinding kemaluanku.
Segera tanganku menggenggam kemaluan itu dan mengarahkan langsung tepat ke liang vaginaku.
"Lakukan Mas..! Lakukan sekarang..! Berikan cintamu padaku sekarang..!" kataku sambil menerima
setiap ciuman di bibirku.
Mas Sandi dengan perlahan memajukan pinggulnya, maka terasa di liang vaginaku ada yang melesak
masuk ke dalamnya. Gesekan itu membuatku kembali menengadah, sehingga ciumanku terlepas.
Betapa panjang dan besar kurasakan. Sampai aku merasakan ujung kemaluan itu menyentuh dinding
rahimku.
"Suamimu sepanjang inikah..?" tanyanya.
Aku menggelengkan kepala sambil terus menikmati melesaknya penis itu di liang vaginaku. Beberapa
saat kemudian sudah amblas semua seluruh batang kemaluan Mas Sandi. Aku pun sempat heran, kok
bisa batang penis yang panjang dan besar itu masuk seluruhnya di vaginaku. Segera aku melipatkan
kedua kakiku di belakang pantatnya. Sambil kembali mencium bibirku dengan mesra, Mas Sandi
mendiamkan sejenak batang penisnya terbenam di vaginaku, hingga suatu saat dia mulai menarik

16

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

mundur pantatku perlahan dan memajukannya lagi, menariknya lagi, memajukannya lagi, begitu
seterusnya hingga tanpa disadari gerakan Mas Sandi mulai dipercepat. Karuan saja batang penis yang
kudambakan itu keluar masuk di vaginaku. Vagina yang seharusnya hanya dapat dinikmati oleh
suamiku, Mas Hadi.
Di alam kenikmatan, pikiranku menerawang. Aku seorang perempuan yang sudah bersuami tengah
disetubuhi oleh orang lain, yang tidak punya hak sama sekali menikmati tubuhku, dan itu sangat di luar
dugaanku. Seolah-olah aku sudah terjebak di antara sadar dan tidak sadar aku sangat menikmati
perselingkuhan ini. Betapa aku sangat mengharapkan kepuasan bersetubuh dari lelaki yang bukan
suamiku. Ini semua akibat Yanti yang memberi peluang seakan sahabatku itu tahu bahwa aku
membutuhkan ini semua.
Beberapa menit berlalu, peluh kami sudah bercucuran. Sampailah aku pada puncak kenikmatan
yang kudambakan. Orgasmeku mulai terasa dan sungguh aku sangat menikmatinya. Menikmati
orgasmeku oleh laki-laki yang bukan suamiku, menikmati orgasme oleh suami sahabatku. Dan aku
tidak menduga kalau rahimku pun menampung air sperma yang keluar dari penis lelaki selain suamiku.
Singkat kisahku, kini aku sudah bekerja di salah satu perusahaan milik bapaknya Yanti. Dengan
demikian kehidupanku selanjutnya mulai membaik. Ini semua berkat bantuan dari sahabatku Yanti.
Namun sekarang tercipta problema baru yang mengganggu pikiranku. Penghianatanku terhadap Mas
Hadi tidak berhenti sampai di sini.
Gairah seksku tidak dapat tertahankan. Aku dapat melayani suamiku hingga beberapa kali. Dan
jika aku tidak merasa puas, kulampiaskan gejolakku itu dengan Mas Sandi, bahkan kalau Mas Sandi
tidak ada, aku mencari kepuasan seksku dengan siapa saja yang mau. Dan untungnya hingga kini
suamiku tidak mengetahuinya, tapi apa mungkin dia telah mengetahuinya..? Aku tidak perduli.

TAMAT

17

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

2. IRENE
Irene seorang gadis umur 18 tahun, aku berkenalan dengannya ketika aku di SMP waktu itu aku
sempat jalan dengannya dan waktu itu aku dikhianati olehnya, sempat aku berpikir dengan sahabatku
kalo aku akan memperkosa dia saat dia pulang sekolah, tapi kukurungkan niatku waktu itu karena aku
masih sempat berpikir ke depan.
Pada waktu aku naik ke kelas 3 SMA tiba "adik angkatku yang baru masuk SMA bertanya
kepadaku "Apakah aku kenal dengan gadis bernama Irene?", aku tidak berpikir itu dia karena mantanku
di SMA banyak, akhirnya setelah bertemu kami pun akrab kembali tetapi di dalam pikiranku masih
tertanam benih" balas dendam ketika di SMP dulu. Sampai pada akhirnya setan telah
menguasaiku...tanpa berpikir aku merencanakan satu rencana yang tanpa aku pikir" lagi
Keesokan harinya aku bertemu dengannya di kantin sekolah,dan aku mulai merencanakan siasat
yang telah aku buat. Aku bilang dengannya apakah ada waktu setelah pulang sekolah nanti?? dan dia
menjawab dengan cepat kalo dia ada waktu.

Akhirnya aku tunggu dia di gerbang sekolah dan akhirnya kami jalan ke mall dan di mall aku
secara tidak sengaja melihat buah dadanya yang lumayan besar itu, aku mulai tak tahan melihatnya
berulang kali ketika dia sedang mencari barang-barang yang dia butuhkan, aku mencoba menahan
gejolak laki-lakiku yang telah mucul tetapi rasanya aku tak kuat lagi dan aku segera bilang kepada
Irene kalo aku sakit kepala dan aku ingin istirahat. Tidak beberapa lama Irene pun telah selesai

18

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

berbelanja dan akhirnya mengantarku pulang sampai kerumah, aku persilakan dia masuk ke rumahku
yang waktu itu kosong tak ada siapa-siapa aku pun langsung menjalankan siasatku yang sudah di ujung
kepala.
Aku tidur di kamar nyokap yang waktu itu nda ada di rumah sedang kerja,aku liat irene sedang
bingung entah harus apa,aku bilang ke dia kalo aku ingin dikompres agar sakit kepalaku reda.Tidak
beberapa lama akhirnya ia datang membawa air dan handuk yang telah dibasahi oleh air dingin,dia
mencoba mengompresku dengan hati-hati dan tanpa sengaja aku melihat buah dadanya yang ranum itu,
aku mulai gelisah dan aku mulai mencoba merayunya
Tidak beberapa lama aku mulai menciuminya dia kaget ketika aku mencium bibirnya, aku mulai
memeluk tubuhnya pada, dan ketika aku mulai memeluk tubuhnya ia segera melepaskan kedua
tanganku dari tubuhnya. Aku pun segera merayunya kembali dan akhirnya aku cium dia kembali dan
mulai memeluknya mencoba untuk menelatangkan dia di tempat tidur, dia mulai gelisah ketika aku
mulai nakal menciuminya,

Aku pun sudah tak tahan lagi , aku segera membuka apa yang ada di tubuhku dan ia kaget
ketika aku melepaskan celanaku dan ia bertanya "APA YANG AKAN KAU LAKUKAN
TERHADAPKU??" aku tak peduli dengan pertanyaannya, aku mulai mencoba membuka seragam yang
dia pakai, tanpa susah payah akhirnya aku telah membuka seragam yang ia pakai dan tinggal celana
dalam dan bra hitam yang ia kenakan. Aku menggila menciumi tubuhnya dari bibir sampai ke lehernya
dan ia pun mulai berontak ketika tanganku mulai mencoba melepaskan bra dan celana dalam yang ia
pakai, aku tampar pipinya yang chubby tersebut dan akhirnya ia pun menangis, Aku sudah tak peduli,

19

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

aku mulai mencopot bra dan celana dalam yang ia pakai, ketika aku mau melepaskan celana dalamnya
dia memohon kepadaku agar jangan aku lakukan.
Aku tampar sekali lagi pipinya yang chubby tersebut dan akhirnya ia pasrah. Aku pun terdiam
sesaat ketika aku sudah melepaskan semua yang ada di tubuhnya aku berpikir sejenak betapa indah
tubuhnya ketika tak pakai selembar kain pun, aku pun mulai menciumi dadanya yang ranum tersebut
aku sedot- sedot putingnya yang merah dengan penuh nafsu, terkadang sekali kali aku gigit karena aku
gemas, setelah 10 menit aku bermain di dadanya aku mulai turun ke perut dan tanganku tetap mencoba
merangsang dadanya yang berukuran 34 B tersebut, aku sesekali melihat mukanya yang menangis
tersebut tetapi terkadang ada tampang wajah menikmati cumbuan cumbuan yang aku berikan
kepadanya dan tak beberapa lama aku pun mulai turun ke bagian vaginanya.
Aku melihat gua kecil yang masih rapat, di tutupi oleh rambut- rambut yang halus baru muncul
di sekitar kemaluannya, Aku pun tanpa pikir panjang merubah posisiku menjadi posisi 69, dan saat itu
aku suruh dia menjilati penisku yang sudah menegang dari awal pertama. Dia ragu ragu ketika aku
suruh dan aku bentak dia untuk cepat menghisap penisku. Akhirnya dia mulai menghisap penisku yang
sudah menegang dari awal, aku terdiam sesaat ketika penisku dihisap olehnya, begitu nikmat rasanya
dan aku mulai menciumi vaginanya. Tidak beberapa lama dia mulai menggelinjang sesekali berteriak:
"OUGH.........ARGH..........", akupun meningkatkan seranganku kepada vaginanya yang masih rapat
tersebut. Terkadang aku menyedot klitorisnya dan dia makin menjadi dengan tangannya. Kepalaku
dibenamkan di sela sela pahanya dan tak beberapa lama aku merasakan ada yang keluar dari vaginanya
ternyata ia orgasme untuk pertama kalinya.
Aku yang sudah tak tahan lagi mulai merubah posisiku, dari 69 ke posisi biasa dan dia
membuka lebar pahanya, seakan akan mempersilakan aku menjebol vaginanya, dan aku mulai
menggosokan penisku yang sudah tegang ke permukaan vaginanya.
Ketika itupun dia mengeluh "OOGH........OUGH......." dan dengan penuh nafsu aku mulai
mengatur penisku ke arah kemaluannya, dan dia memohon kepadaku "JANGAN.... ..JANGAN...KAU
MASUKAN CHRIS AKU MASIH PERAWAN JANGANN. ......." aku yang sudah bernafsu sudah tak
dapat mendengar permohonannya lagi, aku segera menancapkan penisku kedalam vaginanya,
"OUGHH........ SAKITTTTT. ....CHRIST. ......... SAKITTTTTTTT. ......." .
Aku terdiam sesaat, merasakan kenikmatan lubang perawan, terasa penisku seakan akan ada
yang menghisap hisap di dalam vaginanya, aku pun mulai menggenjotnya dengan penuh nafsu,
"OUGH..YES REN BETAPA NIKMATNYA MEMEKMU YANG MASIH PERAWAN INI REN" ..
aku dengan membabi buta menggenjotnya sampai ia nangis, menahan rasa sakit. Aku sambil
menggenjotnya tak lupa aku mencium bibirnya yang kecil dan tipis itu.
Setelah beberapa lama ia pun mulai menggoyangkan pantatnya dan aku tau bahwa dia mulai
merasakan kenikmatan genjotanku, dan tak beberapa lama ia mempercepat goyangan pantatnya yang
berarti dia akan menuju klimaks yang kedua, "OUGH .. CHRISTTT. .....SHHHHH
....CHRISTTTTTTTTTT ......", sambil memeluk tubuhku ia berteriak sampai telingaku dibuat penging
oleh teriakannya.
Akupun tak beberapa lama setelah ia orgasme yang kedua kalinya, aku merasakan bahwa aku
akan menuju klimaks, segera aku memeluk tubuhnya yang sekal tersebut dan mempercepat genjotan
yang aku berikan, dan tak beberapa lama aku menuju orgasmeku yang pertama "OUGH YES ........
REN ........ OUGH ........." dia tak berontak ketika aku keluarkan spermaku di dalam vaginanya,
mungkin karena telah kehabisan tenaga pada orgasmenya yang kedua. Aku diamkan penisku didalam
vaginanya sesaat setelah aku orgasme, ia pun menangis sejadi jadinya minta pertanggung jawabanku

20

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

setelah memperkosanya yang pertama kali, aku diamkan saja aku pura pura tak mendengar
permohonannya itu. Tak beberapa lama kamipun tertidur dalam keadaan bugil tanpa memakai apapun.
Ketika aku sadar dari tidurku aku melihat Irene sedang keluar dari kamar mandi yang ada di
kamar nyokapku, tanpa memakai apapun, seketika itupun gejolak laki laki akupun muncul, aku tarik ia
jatuh ke tempat tidur dan ia memohon jangan aku lakukan lagi karena ia masih merasakan sakit di
vaginanya, Aku yang sudah tak tahan dengan keindahan tubuhnya segera mencari posisi untuk
menancapkan penisku kembali ke dalam vaginanya, ia pun tak diam, ia berontak sejadi jadinya bahkan
mengumpatku dengan kata kata "ANJING MANUSIA BIADAB KAU CHRIST" aku tak peduli
dengan umpatan umpatan yang dia berikan. Aku angkat kedua belah pahanya aku taruh di bahuku
terlihat vaginanya yang masih bengkak menyembul siap untuk aku masukan penisku yang sudah
menegang ini.
"OUGHH ...... OUGHHHH ...... CHRISTTTTT .....SAKITTTT ...........
SAKITTTTTTTTTT ......SEKALIIIIIIIIIIII ........" teriaknya, Aku tak peduli, kugenjot dia secepat
mungkin karena nafsu akupun lebih cepat mencapai orgasme untuk kali ini, Aku peluk dia sehingga
penisku yang sudah mau mencapai klimaks ini menancap lebih dalam ke dalam lubang vaginanya, tak
beberapa lama aku pun mencapai orgasmeku dan dia terlihat tak berdaya karena genjotanku yang cepat
membuat dia kehilangan tenaga menahan rasa sakit yang aku berikan tanpa pemanasan dahulu.
Setelah orgasmeku, aku tak segera mencopot penisku keluar dari vaginanya, aku biarkan
didalam vaginanya aku mulai membayangkan pikiran pikiran kotor agar membangkitan kembali
penisku yang sudah mulai mengecil tersebut dan akhirnya tak beberapa penisku pun membesar lagi,
Irene pun merasakannya dan ia minta untuk melepaskan penisku yang mulai membesar tersebut dari
vaginanya sebagai gantinya ia mau melakukan apapun yang aku minta asal jangan menggenjotnya lagi,

21

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

Aku tak ambil pusing segera aku menggenjotnya untuk ketiga kalinya tapi kali ini secara
pelahan lahan aku tak mau aku yang mencapai klimaks lebih dulu daripada dia, aku cium bibirnya dan
tanganku mulai bekerja diatas dadanya yang menggairahkan, aku ciumi putingnya dan aku sedot sedot
sehingga putingnya yang merah tersebut mulai kencang. Aku remas dan aku gigit sesekali karena
gemasnya akan putingnya yang sekal tersebut, diapun mengeluh "OUGHHH...... SAKITTTT....
CHRISTTTTT JANGAN KAU GIGIT....... OUGHHHHH........" aku tak peduli, tidak beberapa lama ia
pun mulai tampak tak tenang ia goyangkan kepalanya ke kanan ke kiri dan ia pun menggoyang
goyangkan pantatnya sehingga membuat penisku yang didalam vaginanya turut mengacak acak
vaginanya
Tidak sampai sepuluh menit kemudian ia mencengkram punggungku sambil mengeluh
"OUGH ......OUGH .....YES ......CHRISTT ......AAAAKUUU.... SSSUDAHHHHH ....TTTAKKK
...TTAHAN.... LAGIIIIII.........", aku percepat genjotanku aku peluk tubuhnya yang indah tersebut dan
tak beberapa lama aku merasakan ada cairan hangat yang membasahi penisku di dalam vaginanya. Aku
menebak pasti itu cairan orgasmenya, aku yang menggenjotnya juga tak tahan lagi dalam posisi
tersebut, kupercepat gerakanku dan tak beberapa lama akupun mencapai orgasmeku yang ketiga
kalinya, dan setelah itu aku diamkan biar spermaku habis semua muncrat didalam lubang vaginanya.
Setelah itupun kamipun tertidur pulas aku tertidur di dadanya yang indah tersebut.
(Tamat)

22

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

3. Keluarga Yang Kesepian


Pada bulan Mei tersebut aku pergi ke Jakarta untuk mencari pekerjaan, tapi memang kata orang
bahwa mencari pekerjaan itu tidak semudah yang kita duga, apalagi di kota metropolis. Pada suatu
malam minggu aku tersesat pulang dan tiba-tiba saja ada mobil sedan mewah menghampiriku. Terus
dia berkata,
“Hey.. kok.. melamun?” katanya. Aku sangat kaget sekali ternyata yang menyapaku itu adalah seorang
wanita cantik dan aku sempat terdiam beberapa detik.
“Eee.. Ditanya kok masih diam sih?” wanita itu bertanya lagi. Lalu aku jawab,
“Ii.. nii.. Tante aku tersesat pulang nih?”
“Ooohh.. Mendingan kamu ikut Tante saja yah?”
“Kemana Tante?” tanyaku.
“Gimana kalau ke rumah Tante aja yah?” karena aku dalam keadaan bingung sekali dan tanpa berpikir
apa-apa aku langsung mengiyakannya.
Singkat cerita aku sudah berada di rumahnya, di perumahan yang super elit. Kemudian aku
diperkenalkan sama anak-anaknya yang memang pada cantik dan sexynya seperti Mamanya. Oh yah,
setelah aku dan mereka ngobrol panjang lebar ternyata Tante yang nolong aku itu namanya adalah
Tante Mey Lin yang dipanggil akrab Tante Mey, anak pertamanya Mbak Hanny, dia masih kuliah di
Universitas terkenal di Jakarta, anak yang kedua namanya Sherly kelas 1 SMU dan yang ketiga
namanya Poppy kelas 1 SMP, mereka berdua di sekolahkan di sekolah yang terkenal dan favorit di
Jakarta.
Walaupun aku baru pertama kenal, tapi aku sama bidadari-bidadari yang pada cantik ini rasanya
sudah seperti seseorang yang telah lama berpisah. Lalu kami berlima menonton acara TV yang pas
pada waktu itu ada adegan panasnya, dan aku curi pandang sama Tante Mey, rasanya Tante ini enggak
tenang dan merasa gelisah sepertinya dia sudah terangsang akan adegan itu, ditambah ada aku
disampingnya, namun Tante rupanya malu sama anak-anaknya. Tiba-tiba Tante berkata,
“Hanny, Sherly, Poppy cepat tidur sudah malam?” yang memang pada waktu itu menunjukkan jam
10.30.
“Memangnya kenapa Mami, filmnya kan belum selesai”, kata Mbak Hanny.
Memang dia kelihatannya sudah matang betul dan apa yang akan dilakukan Maminya terhadap aku?
Lalu mereka bertiga masuk ke kamarnya masing tapi Sherly dan Poppy tidur satu kamar. Dan kejadian
kurang lebih tiga bulan yang lalu terulang lagi dan sungguh diluar dugaan aku.
“Nah dewa sekarang tinggal kita berdua”, katanya.
“Memangnya ada apa tuh Tante?” kataku heran.
“Dewa sayang, Tante enggak bisa berbuat bebas terhadap kamu karena Tante malu sama anak-anak,”
begitu timpalnya.
“Dewa mendingan kita ke kamar Tante aja yah, please.. temanin Tante malam ini sayang, Tante sudah
lama sekali enggak dijamah sama laki-laki”, sambil memeluk aku dan memohon,
“Yah sayang? Mau kan?” katanya lagi
“Ii.. Yaa, mau.. Tante?” jawabku gugup. “Karena Tante sudah mau menolongku.”

23

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

Tiba di kamar, Tante rupanya enggak bisa nahan lagi nafsunya, dia langsung mencium seluruh
tubuhku, lalu kami berdua tanpa terasa sudah seperti sepasang kekasih yang sudah lama pisah. Hingga
kami berdua sudah setengah bugil, aku tinggal CD saja dan tante Mey tinggal BH dan CDnya. Tante
sempat menari-nari di depanku untuk membangkitkan gairahku supaya semakin nafsu. “Wahh..!! Gile
benar nih Tante, kok kayak masih umur 23 tahun saja yah?” gumamku dalam hati. Itu tuh.. Kayak
Mbak Hanny anaknya yang pertama. Sungguh indah tubuhnya, payudara yang besar, kencang dan sekel
sekali, pinggulnya yang sexy dengan pantat yang runcing ke atas, enak kalau dientot dari belakang?
Terus yang paling menggiurkan lagi vaginanya masih bagus dan bersih. Itu gerutuku dalam hati sambil
melihat Tante menari-nari.

Tante langsung menindihku lalu mencium bibirku dengan ganasnya lalu aku juga membalasnya,
Tante menggesek-gesekkan vaginanya ke penisku yang mulai tegang, juga kedua payudaranya ke
dadaku. “Ooohh.. terus.. Tante, gesek.. dan.. Goyang.. yang kerass.. aahh.. oohh..” desahku.
“Dewa sayang itu penismu sudah bangun yah, rasanya ada yang menganjal di vaginaku cinta,” kata
Tante Mey. Lalu kami berdua tanpa ba.. bi.. bu.. langsung melakukan 69, dengan jelas terlihat vagina
Tante Mey yang merah merekah dan sudah sangat basah sekali, mungkin sudah terangsang banget
karena tadi habis menggesek-gesekkan vaginanya ke penisku. Lalu aku menjilat, mencium dan
menghisapnya habis-habisan, kupermainan kritorisnya. Tante mengerang.
“Ooohh.. Eennaakk.. Dewaa.. sayang.. terus.. makan vagina Tante yahh..?”
Begitu juga dengan aku, penis rasanya sudah enggak tahan banget ingin masuk ke lobang vagina
kenikmatannya.
“Ooohh.. yahh.. eenaakk terus.. Tante.. yang cepet kocokkannya..?”
Cclluup.. Ccluupp.. Suara penisku didalam mulutnya.

24

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

“Dewa, vagina Tante sudah enggak tahan lagi sudah cepet lepasin, cepet masukin saja penis kamu
cinta?” Tante Mey meringis memohon.
Kemudian aku mengambil posisi diatas dengan membuka pahanya lebar lalu aku angkat ke atas dan
aku mulai memasukan penisku ke dalam vaginanya. Bblless.. Bleess.. Bblleess..
“Awww.. Yeeahh.. Ssaakiitt.. De.. Waa?”
“Kenapa Tante?” “Pelan-pelan sayang, vaginaku kan sudah lama enggak dientot?”
“Ooohh..?” jawabku.
“Tahan sebentar yah cinta, biar vagina Tante terbiasa lagi dimasukin penis,” katanya.
Selang beberapa menit,
“Nah Dewa, sekarang kamu boleh masukin dan entot vagina Tante sampai puas yah?”
“Ssiipp.. Siap..!! Tante Mey?”
Memang benar vagina Tante rupanya sudah lama enggak dimasukin penis lagi, terbukti aku
sampai 3 kali hentakan. Bleess.. Bless.. Bblleess.. Akhir aku masukin semuanya penisku ke vaginanya.
Tiga kali juga tente Mey menjerit.
“Dewa genjot dan kocok vaginaku sayang?” lalu aku mulai memasuk keluarkan penisku dari lambat
sampai keras dan cepat sekali. Tante Mey mengerang dan mendesah.
“Ooohh.. ahh.. enak.. sekalii.. penis kamu Dewaa.., akhirnya vagina Tante ngerasain lagi penis.. terus..
Entot vagina Taann.. tee.. Dewaa.. Sayaanngg..?” ceracaunya.
“Uuuhh.. Oohh.. Aaahh.. Yeess.. Ennaakk.. vagina Tante seret sekalii.. Kaya vaginanya perawan?”
timbalku.
Tiba-tiba, “Dewaa.. Aku mau keluar nih? penis kamu hebatt..?”
“Tunggu Tante sayang, aku juga mau keluar nih..?”
Akhirnya Tante Mey orgasme duluan. Crott.. Ccroott.. Crroott.. Banyak sekali cairan yang ada
dalam vaginanya, rasanya penisku hangat sekali.
“Tante aku mau keluar nih..?” kataku, “Dimana nih keluarinnya..?”
“Didalam vagina Tante saja Dewaa.. Please.. ingin air mani kamu yang hangat..?”
Ccrett.. Ccroott.. Ccrroott..
“Aaarrgghh.. Aarrgghh.. Oohh.. Mmhh.. Nikmat vagina Tantee..?” erangku.
Lalu aku dan tente tidur pulas, karena kecapaian akibat pertempuran yang sengit tadi. Sekitar jam 12
malam rasanya penisku ada yang mengulum dan mengocoknya. Ternyata Mbak Hanny,
“Ada apa Mbak?” tanyaku.
Wah gila dia, sambil mengocok penisku didalam mulutnya, tangan kirinya menusuk-nusuk vaginanya
sendiri. Dia berkata,
“Dewa aku ingin dong dientot kaya mami tadi, yah.. please..”
Dia mempertegas, “Dewa tolong Mbak yah sayang, vagina Mbak juga sudah kangen enggak
ngentot lagi, Mbak baru putus sama pacar habis enggak muasin vagina Mbak,” sambil membimbing
tangan kananku untuk mengelus-elus vaginanya.

25

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

“Iyah deh Mbak, aku akan berusaha dengan berbagai cara untuk dapat membuat vagina Mbak jadi
ketagihan sama penis aku,” jawabku vulgar.
“Kita entotannya dilantai karpet aja yah?” kata Mbak Hanny. Tapi masih di kamar tersebut, “Aku takut
mengganggu Mami yang habis kamu entotin vaginanya, entar Mami bangun lagi kalau ngentotnya
diranjang,” dia mempertegas.
Mbak Hanny langsung telanjang bulat. Kami pun bercumbu, saling menjilat, mencium,
menghisap seperti biasa, dengan gairah yang sangat menggelora sekali. Dan sekarang aku mulai
memasukkan penisku ke lubang vaginanya, karena dia sudah gatel banget lihat tadi aku ngentotin
Maminya. Maka aku langsung aja, masukkan penisku. Bleess.. Bless.. Bleess..
“Aw.. Oohh.. Aahh.. Yyeess..?” erangnya.
“Sakit Mbak?” tanyaku.
“Enggak cinta, terusin saja enak banget kok?”
Aku langsung mengkocoknya, plak.. plakk.. plokk.. plookk..? suara paha kami berdua beradu..?
“Vagina Mbak enaakk.. Sekali sih..?” sambil aku menggoyangkan pinggulku, terus dia juga
mengimbangi goyanganku dengan arah yang berlawanan sehigga benar-benar tenggelam seluruh
penisku ke dalam vagina surga kenikmatannya.
“Oohh.. ennak.. Dee.. waa.. terus.. entot.. mee.. meekk.. Mmbaakk.. sayyaanngg..?”
Akhirnya akupun ngentot lagi sama vaginanya Mbak Hanny, tapi Maminya enggak sedikitpun bangun
mungkin capek main sama aku, habis aku bikin tubuhnya dan vaginanya melayang-layang. Lagi asyik-
asyiknya ngentotin vaginanya Kak Hanny, tiba-tiba terdengar suara.
“Iiihh.. Kakak lagi ngapain?” mendengar suara tersebut, aku terkejut. Rupanya Shelly dan Poppy
sedang asyik dan santainya melihat aku ngentot sama kakaknya.
Aku langsung aja berhenti dan seketika itu juga Mbak Hanny berkata,
“Dewa kenapa, kok berhenti sayang, terus dong entot vagina Mbak, sampai enak dan nikmat sekalii..?”
“Ii.. ittuu.. ada..?”
“Ada apa?” katanya lagi penasaran. Pas dia menggerakkan wajahnya kekanan, terlihatlah adik-adiknya
yang sama-sama sudah bugil tanpa sehelai benang pun. Lalu Mbak Hanny bicara,
“Eehh.. adik-adikku ini bandel sekali yah..!!”
Setelah dia tahu bahwa aku berhenti karena ada adik-adiknya yang sama sudah telanjang bulat.
“Heyy.. kenapa kalian ikut-ikutan telanjang?” kata Mbak Hanny.
“Kak aku ingin ngerasain dientot yah?” tanya Shelly sama kakaknya.
“Iyah nih Kakak kok pelit sih.. aku juga sama Kak Shelly ingin juga ngerasain penisnya Mas Dewa,”
timpal Poppy.
“Iyah kan Kak?” tanya Poppy pada Shelly.
“Iyah nih.. Gimana sih..?” timbal Shelly.
“Please dong Kak? Rengek kedua anak tersebut?” terus mungkin sudah terlanjur mereka berdua
melihat kakaknya ngentot dan sudah pada bugil semuanya, maka Kak Hanny membolehkannya.
“Iyah deh kamu berdua sudah telanjur bugil dan lihat kakak lagi dientot vaginanya sama penis Dewa?”

26

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

“Sini jangan ribut..” kata Kakaknya lagi, “Tunggu kakak keluar, yah.. entar kamu juga bakal kebagian
adikku manis” Tanya kakaknya.
“Dewa cepetan kocokannya yang lebih keras lagi.. Kasihan vagina kedua adikku ini sudah pada basah..
tuhh..” Akhirnya aku dan Mbak Hanny pun mempercepat ngentotnya kayak dikejar-kejar hantu. Dan
akhirnya orgasme secara bersamaan.
“Aaarrgh.. Oohh.. Mmhh.. Aarrgghh.. Enak.. Sekalii.. cintaa? Aku sudah keluar Dewa..?” erangan
Mbak Hanny.
“Aku juga sama Mbakk.. Rasanya penisku hangat sekali”
Setelah berhenti beberapa menit, lalu kedua anak ABG ini mulai membangkitkan lagi gairahku,
Shelly kakaknya lagi asyik mengocok penisku dalam mulut dan bibirnya yang sexy sedangkan Poppy
mencium bibirku habis-habisan sampai kedua lidah kami saling bertautan dan aku pun tak tinggal
diam, aku mulai meremas-remas toketnya yang sedang seger-segernya seperti buah yang baru matang.
Akhirnya kembali lagi aku ngentotin vagina adiknya yang masih perawan. Yang pertama kuentot
vaginanya sherly yang kelas 1 SMU. Aku sangat kesulitan memasukan penisku karena vaginanya
masih sempit dan perawan lagi.

“Benar nih, vagina kamu mau aku masukin?” tanyaku dengan penuh kelembutan, perhatian dan kasih
sayang.
“Mau sekali Kak..?” jawabnya.
“Aku dari tadi sudah kepengen banget, ingin ngerasain gimana sih kalau vagina aku dimasukin penis
Mas dewa? Kelihatannya Kak Hanny enak dan nikmat banget, waktu Kakak lagi ngentotin dia?” jawab
polosnya.
Lalu aku suruh dia diatas aku dibawah dan akhirnya dia memasukan juga. Bles.. Bless..
Bbleess..
“Aw.. Aahh.. Ohh.. Kak.. sudah.. Masuk belumm..?” sambil dia mengedangah ke atas, bibir bawahnya
digigit lalu kedua payudaranya dia remas-remas sendiri sambil dia menekan pantatnya kebawah.
“Tekan lagi cinta masih kepalanya yang masuk?”
Akhirnya dengan dibantu aku memegang pantatnya kebawah, akhirnya masuklah semuanya.
“Aahh.. oohh.. yeeahh.. masuk semuanya yah kak?” katanya.

27

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

“Iyah Shelly sayang, gimana enak kan?” tanyaku sambil aku mencoba menggenjotnya.
“Enak.. sekali.. Kak Dewa..”
“Ini belum seberapa Selly. Ntar kamu akan lebih nikmat lagi?” lalu aku kocok vaginanya dan akhirnya
dia orgasme duluan. Creett.. Creett.. Ccroott..
“Aakk.. saayyaanngg.. aa.. kuu.. mau.. keluar nihh..” eranganya.
Sambil memelukku erat-erat dan pantatnya ditahan ke belakang karena dia ada diatas, lalu aku
pun sama menghentakkan pantatku ke depan, arah yang berlawanan supaya dia benar-benar
menikmatinya, penisku tertekan lebih dalam lagi ke lubang vaginanya. Dia langsung lemes sementara
aku belum orgasme dan kulihat Poppy sedang dioral vaginanya sama kakaknya, Mbak Hanny.
“Sudah dong kak..?” kataku pada Mbak Hanny.
“Kasihan tuhh.. vagina Poppy sudah ingin banget ngerasain di tusuk sama penisku ini?” kataku lagi
“Iyah Kak Hanny, sudah dong kak?” kata Poppy.“Aku sudah enggak tahan sekali dari tadi lihat Kak
Shelly dientot sama penisnya Dewa, sepertinya nikmat dan enak sekali?” katanya memohon agar Kak
Hanny melepaskan oralnya di dalam vaginanya.
Akhirnya kami berempat mulai perang lagi, aku mau masukin penisku ke vaginanya Poppy
sambil nungging (doggy style) kemudian Poppy menjilat vaginanya Mbak Hanny dan Mbak Hanny
menjilat vaginanya Shelly yang sudah seger lagi.
“Wah.. seretnya bukan main nih vaginanya Poppy, dia masih kelas 1 SMP jadi lebih sempit dibanding
kakak-kakaknya dan cengkramannya pun sangat kuat sekali.”
“Bleess.. Bless.. Bleess..” ........... “Awww.. Awww.. Ooohh.. Ooohh..” Poppy menjerit lagi setiap aku
mau memasukkan lagi penisku.
“Sakit yah?” tanyaku sambil aku meremas-remas payudaranya.
“Ii.. Iyah.. kak.., Tapi kok enak banget sih? terusin aja Kak Dewa.. Vagina poppy rasanya ada yang
mengganjal dan rasanya hangat dan berdenyut-denyut,” katanya. Sambil merem melek karena aku
mulai menggenjot vaginanya.
“Oohh.. terruuss.. aakk.. saayyaang.. p.. vaginanya Poppy yah..” ceracaunya.
Dan rasanya dia mulai juga menggoyangkan pinggulnya., “Tenang cinta.. aku.. akan.. berusaha..
muasin vaginanya dik.. Poppy.. Yah..” Dan akhirnya aku ngentot vagina keempatnya. Lalu aku dengar
dia berkata, “Aku mau keluar nih?”
“Sabar taahann.. duu.. Luu.. Yah..” … , Namun baru sekali ini vaginanya dientot dia tak bisa nahan
dan.. Crott.. Croott.. “Aarhhgg, eemmhh.. oohh.. yeeaass..nikmat banget aakh..?” erangnya.
“Makasih.. Yah kak..?” sambil dia tersenyum., “Aku.. pipisnya kok.. enggak biasanya, tapi enak banget
sih.”
“Aku mau keluar nih, dimana sayang?” tanyaku., “Aakkh.. didalam vaginaku aja yah.. Aku ingin
ngerasain.. Gimana di siram air mani penis..” Ccrroott.. Crroott.. Crott.. , akhirnya aku tumpahkan ke
dalam lobang vaginanya dan sebagian lagi kuberikan sama Kak Hanny dan Shelly.
Gile.. Benerr.. sekali ngentot dapat empat vagina, yaitu vaginanya anak SMP, anak SMU,
mahasiswi dan Tante-Tante.
(Tamat)

28

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

4. Erni, diperkosa ramai-ramai


Aku terbangun dengan kepala pening dan mengingat-ngingat apa yang terjadi, tanganku rasanya
nyeri sekali, sesaat kemudian aku sadar ternyata tanganku terikat ke atas pada papan yang melintang
dengan tali tambang yang kuat, aku tergantung di situ cukup tinggi, aku melihat ke bawah, dan melihat
kakiku yang juga terikat tidak mencapai lantai, aku tersentak kaget menyadari tergantung dalam
keadaan telanjang bulat, tanpa busana sama sekali.
Lalu kudengar erangan dan rintihan wanita, yang rasa-rasanya aku mengenali suara itu, saat
pandanganku mulai jernih, aku melihat ternyata aku tidak sendiri di ruangan itu, di tengah ruangan ada
meja kecil, dan di atas meja tersebut tampak sesosok tubuh gadis berkulit putih dalam keadaan tubuh
nyaris telanjang bulat, hanya tersisa BH yang menutup payudaranya yang membukit indah, tali
kutangnya telah terlepas sehingga semrawut dan menampakkan sebagian besar kulit putih mulus yang
menggunung itu. Tangan gadis itu terikat di belakang punggung, meja kecil itu hanya dapat
menampung punggung gadis itu, sehingga kepala gadis itu jatuh menengadah. Di depan gadis itu
tampak seorang pemuda bugil sedang memeluk kedua paha gadis itu yang tersandar di pundak kiri
kanannya, sambil membuat gerakan maju mundur. Suara rintihan yang kudengar berasal dari gadis itu,
samar-samar masih dapat kudengar, “Ooohh… amppunnnn… akkhh… ooohhh… jangann…
jangannn… oh.. sakit..”
Darahku tersirap menyadari bahwa suara itu sangat mirip Erni, atau memangkah gadis yang
sedang diperkosa itu Erni? Aku tidak pernah melihat Erni telanjang, tapi tubuh indah di atas meja itu
memang seperti postur tubuh Erni. Setelah beberapa saat pandanganku semakin jelas, tampaklah bahwa
gadis itu memang Erni! Sweater, kaos dalam, celana jeans, dan celana dalam Erni tampak berserakan di
lantai. Aku melihat perkosaan itu dengan marah, namun aku tak berdaya menolong karena menolong
diri sendiri saja aku tidak mampu, dan entah mengapa, setelah beberapa saat melihat Erni yang tak
berdaya dalam keadaan nyaris bugil, tak dapat ditahan batang kemaluanku pelan-pelan menegang
keras.
Pria yang sedang memperkosa Erni terus memompa batang kemaluannya masuk ke dalam liang
kemaluan Erni. Tampak Erni berusaha mengatupkan pahanya namun pria itu melebarkan kaki Erni
sehingga berbentuk huruf V, dan terus memompa masuk dengan buas, kemudian tangannya
menyentakkan BH Erni dengan kasar dan tampaklah bukit kembar Erni terpentang bebas, membusung
menantang dan sangat menggairahkan, bahkan dalam posisi dada yang agak tertarik karena kepala Erni
yang menengadah ke bawah. Payudara itu masih tampak montok dan padat, pemerkosa itu terus
memompa sambil tangannya meremas-remas payudara Erni itu.
Tiba-tiba pintu terbuka, dan muncul sekitar 3 pemuda yang berpakaian lengkap, mereka
tertawa-tawa melihat temannya sedang memperkosa Erni, salah satu melihat padaku dan berkata, “Eh,
lihat.. pacarnya sudah bangun!” semua mata pemuda itu tertuju padaku, “Eh… liat tuh! dia ngaceng
juga… mau ngentotin pacarnya… tapi keduluan, si Doel sudah duluan jebolin keperawanan pacarnya,
hahaha…!”

Pemuda bugil yang sedang memperkosa Erni, yang dipanggil Doel itu, menyeringai. Lalu ketiga
pemuda yang baru datang itu mendekatiku, “Hei .. budak! Itu pacar kamu kan!” Aku diam saja, lalu
satu tinju mendarat di perutku hingga perutku perih rasanya, “Kamu bisu ya? cewek itu pacar kamu
bukan?” Terpaksa aku menjawab lirih dan menjelaskan kami saudara sepupu.

29

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

“Oh.. kakak kamu toh… Hm.. kepengen nggak kamu ngentot kakak sendiri? Di liat dari muka elo sih..
elo pingin.. hahaha…” Aku marah sekali, saat itu kemaluanku telah lemas kembali karena birahiku
yang tak sengaja muncul tadi telah hilang. Doel rupanya telah selesai memperkosa Erni, ia lalu
menuntun Erni yang tampak sudah lemah ke tempat kami, “Ini nih… gue mau liat kakak adik
ngentotan!” katanya tertawa, kemudian Erni ditampar dengan kuat, hingga Erni menangis, “Elo harus
kulum tuh peler adik elo, cepat! Kalo nggak gua potong peler adik elo dan pentil susu elo!”

Doel lalu melepaskan ikatan tangan Erni dan mendorong Erni ke arahku, dengan terpaksa Erni
mendekatiku yang masih tergantung, kemudian dengan ragu-ragu mulutnya menyentuh ujung batang
kemaluanku, walau hanya tersentuh sedikit, aku tak dapat menahan dan batang kemaluanku perlahan-
lahan menegang, “Ayo makan tuh peler! cepat!” Seorang pemuda mengeluarkan pisau lipat dari
sakunya dengan sikap mengancam, terpaksa Erni mulai mengulum kemaluanku dan menggerakkannya
maju mundur, sehingga batang kemaluanku mengacung dengan keras sepanjang 12 cm.
“Ayo masukin batangnya ke dalam mulut sampai habis! jangan keluarin dari mulut kamu
sampai gua perintahin!” Dengan ketakutan Erni mengulum batang kemaluanku dalam-dalam dan
menggerakkannya maju mundur, sehingga mulutnya yang mungil tampak penuh dan sesekali pipinya
menggembung oleh kepala kemaluanku, tak berapa lama aku tak tahan lagi dan orgasme, Erni tampak
kaget merasakan cairan kental dan hangat berkali-kali menyemprot kerongkongannya, namun ia tidak
berani melepaskan mulutnya dari batang kemaluanku, ia berusaha membuang spermaku walau telah
banyak tertelan olehnya, beberapa tetes spermaku keluar mengalir dari bibirnya.
“Wah, adik elo payah banget! sudah tongkolnya kecil, cepat keluar lagi!” pemuda-pemuda itu
mengejekku lalu mereka mendekat dan menjambak rambut Erni, “Elo harus liat gimana caranya!” kata
salah seorang pemuda sambil menyeringai padaku. Mereka lalu membuka baju hingga bugil, keempat
pemuda yang telah telanjang bulat itu lalu menelungkupkan Erni di atas meja, sehingga payudara Erni
menempel di atas meja dan Erni dalam posisi menungging, kemudian dengan buas mereka mulai
memperkosa Erni secara bergantian, sehingga Erni menjerit-jerit dan melolong histeris, batang
kemaluan mereka rata-rata besar dan panjang, sekitar 16 cm lebih, dan secara bergantian kemaluan-
kemaluan itu mengaduk-aduk liang kemaluan Erni yang semakin lama semakin lemas. Erni
disenggamai bergantian oleh mereka berempat dengan posisi gaya nungging tersebut, kemudian

30

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

mereka juga menyetubuhi Erni di atas kursi.


Sambil memperkosa Erni, mereka sesekali mengejekku. “Hei.. elo tau nggak kakak elo ini
sebenarnya keenakan dient*t sama kita-kita, buktinya memiaw dia basah banget nih! ” kata pemuda
yang dipanggil dengan nama Anto, ia berkemaluan paling besar dan panjang di antara mereka
berempat, saat itu ia sedang mengerjai Erni. Tangan Erni kembali diikat di belakang punggung, Anto
duduk di atas kursi sementara Erni di atas pangkuannya dengan paha mengangkang dan posisi
berhadapan. Dengan posisi duduk, buah dada Erni tampak sangat menggairahkan, apalagi dengan
tubuhnya yang ramping, tampak buah dadanya tergantung indah, padat dan berisi dengan putting
susunya yang masih mungil dan berwarna kemerahan. Lelaki yang memperkosa Erni itu meremas-
remas kedua belah payudara Erni dengan bernafsu, kadang ia mendempetkan kedua buah dada itu
lekat-lekat sehingga belahan payudara Erni terbentuk indah di hadapannya. Pemuda itu terus
memperkosa Erni dengan brutal sehingga tubuh Erni tergoyang-goyang. Erni hanya dapat merintih-
rintih dalam keadaan antara sadar dan tidak.
Sambil terus memompa Erni, ia tertawa-tawa disaksikan teman-temannya yang tidak sabar
menanti giliran, “Elo mau bukti kakak elo ini keenakan? perhatikan baik-baik nih!” ejeknya lagi
padaku. Lalu tiba-tiba pemuda itu berhenti memompa Erni, secara refleks Erni melenguh dan mulai
menggerak-gerakan pantatnya sendiri agar tetap dikocok oleh kemaluan pemuda itu, “Hahaha… elo liat
kan? Kakak elo ini yang minta dientot tuh!”
Pemuda itu tertawa sambil memeluk tubuh Erni, tangannya mengelus-ngelus punggung putih
mulus Erni sementara buah dada Erni yang kenyal terjepit di dadanya yang berbulu. Rupanya Erni
mendengar perkataan itu, wajah Erni tampak memerah karena malu dan marah, lalu tubuhnya diam tak
bereaksi, pemuda itu menjadi marah dan menarik kuat-kuat kedua buah dada Erni. Satu ditarik ke atas
dan satu ditarik ke bawah bergantian dengan keras sehingga Erni menjerit-jerit kesakitan, “Dasar
cewek munafik…! keenakan aja sok menderita! Gua bikin elo orgasme dan elo nggak bisa bohong
bahwa elo keenakan minta diperkosa!”
Dengan bernafsu kembali pemuda itu memperkosa Erni, sesekali ia kembali menghentikan
pompaannya, dan secara refleks kembali Erni ganti menggoyangkan pantatnya maju mundur, selama
beberapa saat hingga Erni sadar dan dapat mengendalikan tubuhnya. Hal itu terjadi berkali-kali, bahkan
saat pemuda itu mendorong tubuh Erni hingga batang kemaluannya keluar dari liang kemaluan Erni.
Secara refleks diluar kemauan Erni sendiri. Tubuh Erni kembali merapat sehingga batang kemaluan itu
kembali terbenam ke dalam liang senggamanya sambil kaki Erni melipat erat seolah-olah takut lepas.
Pemuda itu semakin lama tampak semakin ganas memperkosa Erni, hingga selang beberapa
saat tampak tubuh Erni berkelonjotan dan menegang, kedua kakinya mengacung lurus dengan otot paha
dan betisnya mengejang, jari-jari kakinya menutup, dan nafas Erni tak teratur sambil terus merintih
keras dan panjang, “Ohhh… Akkkhhh… Ooohhh…!” pemuda itu semakin mempercepat gerakannya
hingga akhirnya membuat Erni merintih panjang, “Ohhh… ” seluruh tubuh Erni menegang dan
menggelinjang selama beberapa detik dan aku sadar bahwa Erni sedang mengalami orgasme dahsyat
dan kenikmatan luar biasa. Setelah berkelonjotan sesaat, tubuh Erni tumbang dengan lemas di pelukan
pemerkosanya. Pemuda itu masih terus memompa Erni yang telah lemas sambil nyengir senang dan
berkata, “Hehe.. elo liat kakak elo ini… dia demen ngent*tan juga kok… hahahaha…!”
Tiba-tiba pintu kembali terbuka, dan alangkah kagetnya aku melihat begitu banyak pemuda
yang masuk, sekitar 10 orang lebih, termasuk salah seorangnya adalah pria besar tegap yang
menghajarku. Tanpa banyak bicara mereka ikut menikmati tubuh Erni, masing-masing pemuda itu
memperkosa Erni dengan posisi yang bervariasi. Rasanya semua posisi yang pernah kulihat di film biru

31

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

telah mereka praktekkan semua pada Erni. Khusus giliran pemuda berbadan besar yang dipanggil John
itu memperkosa, Erni tampak sangat menderita karena batang kemaluan John benar-benar besar dan
panjang, kutaksir lebih dari 20 cm. Dalam waktu singkat tubuh telanjang bulat Erni telah mengkilap
basah oleh keringat dan sperma.
Entah berapa lama Erni diperkosa hingga pingsan berkali-kali, namun mereka selalu
menyadarkan Erni lagi dengan menampar dan menyiramnya dengan air, lalu kembali memperkosa
dengan brutal. Aku menutup mata tak ingin melihat penderitaan Erni.
Erni yang menangis dengan air mata yang telah habis, tampak Erni sedang disodomi, di
sebelahku Erni juga tengah diperkosa, payudara Erni yang padat dan ranum tampak bergoyang-goyang
keras, pria di belakang Erni tanpa bosan-bosannya meremas-remas dan menarik-narik buah dada Erni
dengan brutal, bagaikan memerah susu sapi. Kini Erni diletakkan di atas lantai beralas tikar, pemuda
yang sedang menggilir Erni melebarkan kaki Erni sehingga membentuk seperti kaki kodok, dengan
posisi itu ia menghujamkan batang kemaluannya yang panjang dan besar keluar masuk dengan cepat
dan keras ke dalam liang kemaluan Erni.
Sementara salah satu pria memaksa Erni mengulum batang kemaluannya, sehingga mulut Erni
yang mungil penuh dengan batang kemaluan besar itu, kemudian pemuda yang memperkosa Erni
berganti posisi, ia menduduki tubuh Erni lalu meletakkan batang kemaluannya yang panjang di antara
dua bukit kembar Erni. Tangannya mendempetkan buah dada Erni hingga menjepit batang
kemaluannya yang kemudian dimaju-mundurkan. Selang beberapa saat dari batang kemaluannya
menyembur sperma yang menyemprot wajah dan leher Erni, kemudian sisa-sisa spermanya dioleskan
pada kedua buah susu Erni.
Aku menutup mataku agar tidak melihat penderitaan Erni, tapi masih saja kudengar rintihan
Erni yang semakin lama semakin lemah, gerombolan pemuda itu tak henti-hentinya mengucapkan kata-
kata kotor. Tiba-tiba pimpinan mereka John mendekat, “Sekarang giliran elo menikmati kakak elo ini…
elo kan sudah banyak belajar dari tadi! Hahaha…” lalu tubuh Erni yang telah lemah lunglai
dicampakkan ke atas tubuhku, aku memeluk tubuh Erni yang telanjang bulat, sambil membelai
rambutnya aku berbisik, “Tabah ya.. Ci…” walaupun aku sendiri sangat ketakutan, Erni hanya dapat
mengangguk lemah sambil menangis sesunggukan.
“Hei! kalian tunggu apa? ayo ngentotan! kita pingin liat nih… yang cewek di atas!” seru John
sambil mengacungkan parang yang membuat kami ketakutan, Erni lalu menurut dan memasukkan liang
kewanitaannya ke dalam batang kemaluanku yang memang telah menegang keras saat aku memeluk
Erni dan buah dada Erni yang walaupun lengket oleh sperma, tapi terasa kenyal dan hangat menekan
dadaku. Aku serasa berada di awang-awang saat batang kemaluanku menembus kemaluan Erni yang
beberapa jam lalu masih perawan, seluruh batang kemaluanku terbenam ke liang kemaluan yang sempit
itu dan aku merasa batang kemaluanku dijepit dengan kenikmatan yang tiada taranya.
“Ayo kamu goyang adik elo selama dua menit! Setelah itu angkat memiaw kamu, adik elo harus masih
ngaceng tongkolnya, kalo cepat keluar, mending kita potong dan masak tongkolnya buat makanan
ayam!”
Erni lalu mulai menggoyangkan pinggulnya naik turun, aku tak dapat menahan sensasi yang tak
pernah kurasakan itu, dan baru beberapa detik Erni memompa, aku telah mengalami ejakulasi dan
spermaku menyemprot keluar, tidak terlalu banyak karena aku telah mengalami orgasme tadi. Erni juga
merasakan aku ejakulasi, ia kini menggoyangkan pinggulnya maju mundur agar tidak ketahuan aku
telah orgasme. Erni menggunakan rambut kemaluannya yang lebat membantu untuk mengelap cairan
spermaku yang meleleh keluar dari liang kewanitaannya. Sementara batang kemaluanku yang masih

32

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

berada di dalam kemaluan Erni perlahan mulai mengecil.


Selang dua menit, John berkata keras, “Eh.. Non, angkat memiaw elo! Kita mau liat burung
adik elo masih ngaceng nggak.. jangan-jangan elo pura-pura doang, ngaduk-ngaduk burung yang sudah
loyo!”. Erni menggeleng sambil menangis, “Nggakk… dia masih tegang, benar… sumpah…” Erni
berusaha melindungiku.
“Angkat memiaw elo gua bilang!” bentak John menggelegar.
Erni tetap membuat gerakan maju-mundur sambil berkata, “Jangan… saya tidak bohong… ini
masih tegang…” Si John dengan kasar lalu mendorong tubuh Erni hingga jatuh, ia tertawa melihat
batang kemaluanku telah jatuh lemas, “Hahaha.. dasar banci! Kamu masih suka berlindung di bawah
ketiak kakak cewek elo ya? Tapi elo masih harus muasin kakak elo… ayo kocok dan cuci memiaw dia
sama tangan elo!”
Aku dipaksa merangkak mendekati Erni, Erni diperintahkan terlentang dan mengangkangkan
kedua pahanya, lalu aku dipaksa memasukkan jariku ke dalam lubang kemaluan Erni dan
mengocoknya, “Hei.. goblok.. kalo cuma satu jari mana puas kakak elo!” Aku lalu memasukkan dua
jariku ke dalam liang kemaluan Erni, lalu atas perintah mereka kukocok-kocok liang kemaluan Erni itu
dengan kuat dan cepat, sehingga Erni merintih-rintih dan kedua pahanya tampak bergetar menahan
sensasi yang kutimbulkan. Memandang Erni yang tidak berdaya itu. Perlahan kembali batang
kemaluanku mengacung. “Nah.. elo ngaceng lagi akhirnya… ayo sekarang dua-duanya ngent*tan yang
panas!” Aku lalu memeluk Erni sambil sesekali meremas perlahan buah dadanya, lalu aku kembali
berbisik, “Maaf ya Ci…” Erni hanya menatap kosong sambil mengangguk pelan.
“Heh! Ini bukan acara ngentot gaya kura-kura! elo berdua… ayo bercinta yang panas, kalo tidak gua
bikin bakpao pantat-pantat elo!” Dengan ketakutan akhirnya aku dan Erni menurut, kami lalu bergumul
dengan panas di atas lantai papan itu dalam keadaan sama-sama telanjang bulat, saling merangkul dan
berciuman, tanganku sesekali meremas buah dada Erni. Sementara tangan Erni melingkari batang
kemaluanku dan mengocoknya, tak pernah kubayangkan aku akan melakukan hal ini pada kakak
sepupuku sendiri.
itu tertawa senang melihat kami kakak beradik bergulat dalam keadaan telanjang bulat di atas
lantai, “Hei..! ini bukan film bisu! Kalian ucapin kata-kata merangsang! Cepat..!” Terpaksa kami
menurutinya, “Ohh.. saya jilat susu kakak ya? Hmmpphh… saya remas-remas ya?” kataku sambil
mengulum puting susu Erni dan meremas-remasnya. “Goblok! elo maen sinetron ya? ngent*tan aja
kata-katanya sok sopan! Dasar tolol… dan yang cewek, kalo elo diam aja nanti toket elo gua cabut dari
tempatnya dan pentil susu elo gue goreng!”
Dengan ketakutan kami menurutinya, sambil terus bergumul dan saling memompa, kami terus
mengucapkan serentetan kata-kata tanpa berpikir lagi, karena ngeri melihat parang John yang
mengacung ke arah kami jika kami tidak bersuara. “Oh… gue entot elo, susu elo enak.. mantap… gue
ent*t seharian ya, Ci?” Tanpa berpikir kukeluarkan kata-kata itu, sementara Erni juga menimpali tanpa
berpikir, “Ahh… anu elo… panjang… masukkin yang dalam… lebih cepat… ohh…” Mereka semua
tertawa-tawa, John rupanya telah sangat terangsang melihat Erni, ia mendekat dan menjambak rambut
Erni dan menarik Erni ke dalam pelukannya, “Elo liat baik-baik goblok, gimana caranya ngentot
cewek!” katanya padaku.
Tubuh Erni lalu diangkatnya dengan mudah, dengan posisi berdiri ia menggendong Erni dengan
mengangkat pantat Erni, terpaksa Erni memeluk leher John yang tinggi kekar agar ia tidak terjatuh ke
belakang, lalu dengan buas John memompa batang kemaluannya yang luar biasa panjang dan besar

33

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

masuk ke dalam liang kemaluan Erni. John yang besar setinggi 180 cm lebih itu memompa Erni yang
setinggi 157 cm dengan posisi itu dengan mudah. Batang kemaluannya dengan deras amblas keluar
masuk ke dalam kemaluan Erni sehingga tubuh Erni terguncang hebat, buah dadanya terhentak-hentak
naik turun. Tak berapa lama tubuh Erni kembali menggelinjang dan ototnya menegang, diringi dengan
rintihan panjang Erni kembali mengalami orgasme hebat. John tidak berhenti dan belum mengalami
ejakulasi, pompaannya semakin bertambah kuat. Erni semakin lama tampak semakin lelah dan lemah,
sementara batang kemaluan John semakin hebat saja mengaduk liang kemaluannya dalam posisi
berdiri.
Akhirnya tanpa dapat dicegah tubuh Erni jatuh lunglai ke belakang, pelukannya pada leher
John lepas, John membiarkan tubuh Erni jatuh tetapi ia tetap memegang kokoh pinggul Erni yang
sedang digoyang habis-habisan, sehingga Erni terjuntai tak berdaya. Tangan dan rambutnya menyentuh
lantai sementara tubuhnya masih tetap digendong dan liang kemaluannya disodok-sodok dengan kejam
dan buas.

John melakukannya sambil berjalan dan tertawa-tawa, sehingga Erni ikut terseret kemana ia
melangkah. Setelah puas mengocok Erni dengan posisi itu, John lalu mengangkat pinggul Erni naik
hingga ke dada. Tubuh Erni kembali terangkat dengan kepala di bawah, sehingga batang kemaluan
John membentur-bentur punggung mulus Erni. John yang mempunyai tenaga besar itu kembali
menaikkan pinggul Erni hingga kemaluan Erni terhidang di depan mulutnya, dengan rakus ia melumat
habis kemaluan Erni dengan mulutnya. Kemudian ia memutar tubuh Erni sehingga kini wajah Erni
ditampar-tampar oleh batang kemaluannya yang besar dan sangat keras. John kembali melumat
kemaluan Erni dengan penuh nafsu, jari-jari tangannya juga menyodok-nyodok anus Erni yang masih
terjuntai pingsan, dengan posisi ini akhirnya John berejakulasi, spermanya dengan deras membanjiri
wajah Erni hingga ke rambut, dan menetes-netes ke lantai papan.
Setelah itu kembali Erni digilir oleh teman-teman John yang lain, tidak perduli Erni telah
pingsan dan tidak dapat bangun lagi walaupun ditampar dengan kuat dan disiram dengan air. Setelah
puas, mereka lalu mencampakkan kami ke lantai, menunggu Erni sadar kembali, lalu mereka beramai-
ramai mengelilingi kami dan mengencingi tubuh kami, bahkan aku dipaksa minum air kencing mereka,
sementara John memaksa Erni mengulum batang kemaluannya, lalu ia mengencingi Erni dengan cara
seperti itu dan memerintahkan Erni menelan semua air kencingnya.

34

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

Akhirnya setelah puas lalu mereka menyekap kami, memberi sedikit makan dan minum dan
baru melepas kami pada saat tengah malam tanpa memberi kami pakaian, terpaksa kami berjalan kaki
tertatih-tatih pulang ke rumah kontrakanku yang berjarak sekitar 200 meter dari situ dengan keadaan
telanjang bulat. Kami mengendap-ngendap hingga akhirnya sampai, kami merasa lega, rahasia ini tetap
kami pendam, selain mereka mengancam jika melapor polisi maka kami akan dibunuh, kami juga malu
menceritakan pengalaman pahit ini.
Yang penting kami telah lepas dari mimpi buruk itu, sehari setelah kejadian itu aku langsung
pindah rumah kontrakan ke tempat yang lebih jauh dan kami merasa bebas dari bajingan-bajingan itu.
Namun ternyata kami salah mengira, kejadian malam itu barulah awalnya, karena kejadian yang akan
menimpa Erni kemudian jauh lebih brutal lagi.
(Tamat)

35

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

5. Lhian, diperkosa gurunya sendiri


Seperti biasa pada pagi yang cerah Lhian bersiap untuk berangkat sekolah. Lhian S, gadis cantik
bertubuh tinggi, sexy dan putih mulus. Gadis berkacamata ini cukup pintar dan rajin dalam
mengerjakan suatu pekerjaan. Dia dikenal sebagai gadis nomor satu disekolahnya. Sifatnya yang
tomboy memudahkan para teman prianya untuk menikmati tubuh Lhian dengan memandangi payudara,
paha, pinggul, ketiak dan pantatnya yang besar. Karena Lhian sangat mudah bergaul dengan anak
cowok. Tinggi Lhian sekitar 168 cm, dan beratnya 55 kg.

Lhian memang mempunyai tubuh yang paling sempurna di sekolahnya. Dengan ukuran bra
36B, ia kadang tidak memakai bra untuk menyangga susunya ketika bermain dengan teman-temannya.
Para teman cowoknya yang beruntung saat itu, akan dapat menikmati pemandangan yang membuat
jakun pria naik turun. Mereka berharap bisa menjamah kantong susu itu, dan meminum susunya.
Meskipun tidak mengenakan bra, susu Lhian yang hanya ditutupi kaos terlihat kencang dan tegak. Itu
karena Lhian rajin berolahraga, baik itu push-up, sit-up, jogging, basket, dll. Sehingga susunya pun
sangat padat dan kenyal. Tapi yang paling menonjol adalah buah pantatnya yang besar dan luar biasa
montok. Lhian terpilih mempunyai pantat terindah oleh teman-teman cowoknya. Disamping itu Lhian
selalu memakai rok birunya yang ketat, pantatnyapun bergantian naik-turun ketika ia berjalan. Garis
celana dalamnya tercetak jelas di belakang roknya, menandakan betapa padat dan montoknya
pantatnya.
Selama proses belajar mengajar, para guru laki-laki yang mengajarnya sering memperhatikan
Belahan payudara Lhian yang kadang terlihat sedikit menyembul keluar, dan roknya yang tersingkap
sehingga pahanya yang putih mulus terpampang jelas dimata gurunya. Lhian kadang sengaja
membiarkan beberapa bagian tubuhnya diamati. Lhian mempunyai pinggul yang lebar, pantat yang

36

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

sekal dan paha yang besar dan gempal menggairahkan. bahkan tidak jarang teman-teman cowok
dikelasnya yang nekat masturbasi dikelas ketika sedang jam pelajaran, karena tidak tahan melihat paha
atau pantat Lhian didepannya. Lhian sangat bersemangat disekolahnya. Ia aktif mengikuti kegiatan
ekstra di sekolahnya seperti pramuka dan paskibraka. Lhian sekolah di sebuah SMU swasta yang
terkenal dikotanya, sekarang ia kelas 3.
Pagi sekali sekitar pukul 06. 30 dia sudah menunggu angkutan kota menuju sekolahan nya,
jarak sekolahnya tidak terlalu jauh sekitar 5 km. Apalagi nanti ada upacara. Tiba-tiba ketika Lhian
sedang asyik-asyiknya jalan sendiri sambil baca buku pelajaran, ada seorang naik mobil
menghampirinya.
“Halo Lhian kok jalan?”, tanya si pengendara mobil itu yang ternyata adalah Pak Bambang guru
Fisikanya.
“Lho Bapak kok jam segini sudah berangkat?” tanya Lhian spontan.
“Iya saya habis nginap di tempat saudara, takutnya telat. Kalo mo ke sekolah, ayo ikut Bapak saja” ajak
Pak Bambang.
Karena Lhian sudah kenal benar dgn yang namanya Pak Bambang. Akhirnya mau juga nebeng
Pak Bambang. Tapi Lhian nggak tahu disitulah awal bencana bagi Lhian.
“Dik Lhian nggak keberatan khan kalau kita mampir dulu ke rumah adik saya, soalnya saya baru ingat
kalau buku laporan saya tertinggal di sana?” Pak Bambang membuat alasan.
“Iya Pak tapi cepetan yah, biar nggak telat”
Tiba-tiba Pak Bambang mempercepat kecepatan mobilnya dengan sangat tinggi dan arahnya ke rumah
kosong di pedesaan yang jarang terjamah orang.
Sesampainya disitu Lhian ditarik dengan paksa masuk ke dalam rumah kosong dan disitu sudah ada
Pak Wahyu, Pak Joko yang merupakan wali kelas Lhian yang sudah lama mengamati Lhian dan nggak
ketinggalan kepala sekolah Pak Budi dan wakil kepala sekolahnya yang namanya Pak Dono. Mereka
semua nampaknya sudah menunggu semenjak tadi.
“Halo Lhian, sudah ditunggu dari tadi lho?”, seru salah seorang dari mereka.
“Apa-apaan nih? Apa yang Bapak-Bapak lakukan disini?”, Lhian mulai kebingungan.
Lhian menjerit karena dia mulai digerayangi.
“Orang tua bangka jangan coba-coba sentuh saya”.
“Diam, kamu pengin lulus nggak? Berani melawan perintah gurumu yah”, kata Pak Budi selaku guru
Matematika. Lhian mencoba melawan dengan memukuli dan menendang gurunya. Tapi Lhian kalah
setelah ia dihantam perutnya oleh Pak Joko guru olahraganya, dan di gampar pipinya berkali-kali
sampai Lhian kelenger hingga merah dan bibirnya berdarah. Lhian meringis kesakitan.
“Nah sekarang emut dan hisep kontol saya, kontol Pak Andi, kontol Pak Joko dan Pak Dono yang
kenceng nyedotnya, kalo nggak saya obrak-abrik rahim kamu biar nggak bisa punya anak Mau?”,
Karena ketakutan akhirnya Lhian mengulum kemaluan para gurunya. Lhian menyedot penis
mereka satu-persatu dengan bibirnya yang merah dan mulutnya yang mungil, sambil tangannya
menggenggam penis para Bapak guru sambil mengocok-ngocoknya.
"Nah gitu terus yang enak ayo jangan berhenti, telen pejuhnya biar kamu tambah pinter”, seru Pak
Bambang.
“Mmmphh, slerrpp, mmhh” Dengan terpaksa Lhian menghisap kontol- kontol mereka sampe mereka

37

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

semua pada orgasme.


“Edan, nih cewek nyepongnya mantep banget Lhian, lo pasti sudah sering nyepongin kontol temen-
temen lo yah? haa, ha, ha, ha”.
Guru Lhian satu persatu menyemburkan sperma mereka ke dalam mulut Lhian, dan mengalir ke
tenggorokannya. Walaupun Lhian hampir muntah dia memaksakan untuk menelan pejuh kelima orang
itu. Dia masih tak percaya dioral oleh gurunya sendiri. Wajah Lhian mulai terlihat kelenger lagi,
sepertinya ia mabuk sperma, merasakan mual pada perutnya.
Setelah mereka puas memperkosa mulut Lhian ternyata mereka langsung menelanjangi Lhian.
Pak Dono memegang kedua tangan Lhian, Pak Budi memelorotkan rok abu-abunya, Pak Joko merobek
pakaian dan kutang Lhian.
“Nih murid teteknya putih banget, gede lagi, putingnya coklat pasti manis nih Wahh, kenyal sekali,
lembut banget Bapak-Bapak” Pak Joko mengomentari payudara Lhian, sambil mulai meremas-remas
payudara Lhian.
Dalam sekejap Lhian sudah dalam keadaan tanpa busana.
“Jangan pak jangan, atau saya akan melapor ke polisi”, seru Lhian sambil teriak.
“Ooo, coba saja nanti, sekarang sebaiknya kamu persiapkan diri kamu untuk menerima pelajaran
khusus” Seru Pak Budi sambil menjambak rambut Lhian.
Lhian sekarang hanya mengenakan celana dalam putih saja.
Ketika Pak Budi hendak beraksi tiba-tiba Pak Bambang protes, “karena saya yang dapat perek ini maka
saya duluan yang memperkosanya.”
Tanpa membuang waktu lagi kini diputarnya tubuh Lhian menjadi tengkurap, kedua tangannya
yang ditarik kebelakang menempel dipunggung sementara dada dan wajahnya menyentuh kasur. Kedua
tangan kasar Pak Bambang itu kini mengusap-usap bagian pantat Lhian, dirasakan olehnya pantat
Lhian yang sekal. Sesekali tangannya menyabet pantat Lhian dengan keras, bagai seorang Ibu yang
tengah menyabet pantat anaknya yang nakal “Plak, Plak.”.
“Wah sekal sekali pantat kamu Lhian, kenyal, gila nih Don, paha murid kita satu ini gede amat.
Putihnya ya ampun, banyak bulu-bulu halusnya lagi di pahanya” ujar Pak Bambang sambil terus
mengusap-usap dan memijit-mijit pantat Lhian sambil sesekali mencabuti bulu-bulu di paha Lhian
yang putih gempal itu.
Lhian mengaduh kesakitan.
"Bakal mabuk nih kita nikmatin pantat segede gini, seperti bokong sapi aja.”
“Montoknya, ya ampun, gede, kenyal lagi” sambil memijat pantat Lhian yang memerah karena
tamparan tangan Pak Bambang.
Pak Dono lalu menjilati dan menggigiti bongkahan pantat si Lhian.
“Aakhh, dasar, keparat, jangan sentuh pantat gue”, Lhian membentak mereka.
“Plakk” sebuah tamparan sangat keras ke pipi Lhian.
“Diam kamu, pelacur pengin gue rontokin gigi putih loe”, Pak Dono balas membentak.
Lhian hanya diam pasrah, sementara tangisannya mulai terdengar. Tangisnya terdengar semakin
keras ketika tangan kanan Pak Bambang secara perlahan-lahan mengusap kaki Lhian mulai dari betis

38

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

naik terus kebagian paha lalu mengelus-elus paha mulus putih Lhian dan akhirnya menyusup masuk
kedalam roknya hingga menyentuh kebagian selangkangannya.
“Jangan paak, saya mohon, saya masih perawan pakk”, Lhian teriak ketakutan.
Sesampainya dibagian itu, salah satu jari tangan kanan Pak Bambang, yaitu jari tengahnya
menyusup masuk kecelana dalamnya dan langsung menyentuh kemaluannya. Kontan saja hal ini
membuat badan Lhian agak menggeliat, dia mulai sedikit meronta-ronta, namun jari tengah Pak
Bambang tadi langsung menusuk lobang kemaluan Lhian.
“Egghhmm, oohh, shitt, shitt”, Lhian menjerit badannya mengejang tatkala jari telunjuk Pak Bambang
masuk kedalam liang kewanitaannya itu.
Badan Lhian pun langsung menggeliat-geliat seperti cacing kepanasan, ketika Pak Bambang
memainkan jarinya itu didalam lobang kemaluan Lhian. Nafas Lhian terengah-engah sambil
mengerang kesakitan.
Dengan tersenyum terus dikorek-koreknyalah lobang kemaluan Lhian, sementara itu badan
Lhian menggeliat-geliat jadinya, matanya merem-melek, mulutnya mengeluarkan rintihan-rintihan
yang keluar dari mulutnya itu Pak Bambang menciumi bibir vagina Lhian sambil sesekali memasukkan
lidahnya kedalam liang vagina Lhian, kepala Pak Bambang menghilang di bawah selangkangan Lhian
sambil kedua tangannya dari bawah meremas -remas pantat Lhian. Sementara Pak Dono meremas
payudara kanan Lhian, dan mulutnya mengulum payudara Lhian satunya lagi.
“Pak Bambang, susu murid kesayanganmu ini gurih sekali, harum lagi, kualitas nomer satu”.
Pak Dono asyik menyantap payudara Lhian, yang ranum padat dan kenyal sekali.
“Ehhmmpphh, mmpphh, ouughh, sakii..iit, paa..ak”.
Lhian terus mengerang kesakitan pada kedua buah dadanya dan kenikmatan pada kemaluannya.
Setelah beberapa menit lamanya, kemaluan Lhianpun menjadi basah oleh cairan kewanitaannya, Pak
Bambang kemudian mencabut jarinya.
Melihat Lhian yang meronta-ronta, Pak Bambang semakin bernafsu dan dia segera
menghunjamkan penisnya ke dalam vagina Lhian yang masih perawan. Walaupun vagina Lhian sudah
basah oleh air liur Pak Bambang dan cairan vagina Lhian yang keluar, namun Pak Bambang masih
merasakan kesulitan saat memasukkan penisnya, karena vagina Lhian yang perawan masih sangat
sempit. Lhian hanya dapat menangis dan berteriak kesakitan karena keperawanannya yang telah dia
jaga selama ini akan direnggut dengan paksa seperti itu oleh gurunya sendiri. Lalu dengan ngacengnya
Pak Bambang memasukkan batang penisnya lagi.
“Auw aduh duh sshh, saakkii..iitt, pakk.. ammpuu..uunn”, terdengar suara dari mulut Lhian yang
terlihat kesakitan.
Dia mulai menangis sambil mendesah menikmati kontol Pak Bambang yang mengaduk-aduk liang
peranakannya. Terlihat jelas raut wajah Lhian yang menahan sakit luar biasa pada selangkangannya.
Lhian sekarang lebih terdengar suara tertahan ketika penis disodok-sodokkan ke lubang memeknya.
“Huek, hek, hek aah oohh jangan, uh, duh, ampunn pakk”, ternyata Lhian telah orgasme.
Sungguh mengasyikan melihat expresi Lhian yang merem-merem sambil menggigit bibir
bawahnya. Pak Bambang terus menggenjot memek Lhian. Menit-menitpun berlalu dengan cepat, masih
dengan sekuat tenaga Pak Bambang terus menggenjot tubuh Lhian, Lhianpun nampak semakin
kepayahan karena sekian lamanya Pak Bambang menggenjot tubuhnya. Rasa pedih dan sakitnya seolah

39

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

telah hilang, erangan dan rintihanpun kini melemah, matanya mulai setengah tertutup dan hanya bagian
putihnya saja yang terlihat, sementara itu bibirnya menganga mengeluarkan alunan-alunan rintihan
lemah, “Ahh, ahh, oouuhh”.
Lalu Pak Bambang memposisikan tubuh Lhian menungging. Pantat Lhian sekarang terlihat
kokoh menantang, ditopang paha panjangnya yang putih dan tegak. Pak Bambang memasukkan
kejantanannya yang berukuran 20 cm lebih itu ke vagina Lhian hingga terbenam seluruhnya, lalu dia
menariknya lagi dan dengan tiba-tiba sepenuh tenaga dihujamkannya benda panjang itu ke dalam
rongga vagina Lhian hingga membuatnya tersentak kaget dan kesakitan sampai matanya membelalak
disertai teriakan panjang.
“Aaahh, Stoop, kumohon jangan”.
Kedua tangan Pak Bambang memegang pantat Lhian, sedangkan pinggulnya bergoyang-goyang
berirama. Sesekali tangan Pak Bambang mengelus-elus pantat Lhian dan sesekali meremas payudara
Lhian dari belakang.
Beberapa menit kemudian, Pak Bambang kembali mempercepat goyangan pinggulnya,
kemudian dia menarik kedua tangan Lhian. Jadi sekarang persis seperti menunggangi kuda lumping,
kedua tangan Lhian dipegang dari belakang sedangkan pantatnya digoyang seirama sodokan penis Pak
Bambang. Karena tidak disangga kedua tangannya lagi, kini buah dada Lhian tergencet di atas tikar
tipis sebagai alas Lhian disetubuhi. Sedangkan wajah Lhian menghadap keatas dengan mulut
menganga mengerang kesakitan. Melihat keadaan Lhian seperti itu, pak Bambang semakin
bersemangat mengebor liang vagina Lhian.
“Anjingg, bangsaatt, perekk, loo, Lhian ngentoott, gue entotin loo”.
Pak Bambang merancau tak jelas. Dan akhirnya Pak Bambangpun berejakulasi di lobang kemaluan
Lhian, kemaluannya menyemburkan cairan kental yang luar biasa banyaknya memenuhi rahim Lhian.
“Aa, aakkhh, oohh”, sambil mengejan Pak Bambang melolong panjang bak serigala, tubuhnya
mengeras dengan kepala menengadah keatas.
“Aoohh, oouuhh, bangsaatt, shitt, shitt”.
Lhian mengumpat sambil mendesah, tubuhnya mengejang merasakan air mani Pak Bambang
membanjiri rahimnya. Puas sudah dia menyetubuhi Lhian, rasa puasnya berlipat-lipat baik itu puas
karena telah mencapai klimaks dalam seksnya, puas dalam menyetubuhi Lhian, puas dalam merobek
keperawanan Lhian dan puas dalam memberi pelajaran kepada gadis nomor satu di sekolah itu.
Lhian menyambutnya dengan mata yang secara tiba-tiba terbelalak, dia sadar bahwa gurunya
telah berejakulasi karena dirasakannya ada cairan-cairan hangat yang menyembur membanjiri
vaginanya. Cairan kental hangat yang bercampur darah itu memenuhi lobang kemaluan Lhian sampai
sampai meluber keluar membasahi paha dan sprei kasur. Lhian yang menyadari itu semua, mulai
menangis namun kini tubuhnya sudah lemah sekali.
Setelah itu Pak Andi maju untuk mengambil giliran. Kali ini Pak Andi mengangkat kedua kaki
Lhian ke atas pundaknya, dan kemudian dengan tidak sabar dia segera menancapkan penisnya yang
sudah tegang ke dalam vagina Lhian. Pak Andi masih mengalami kesulitan saat memasukkan penisnya,
meskipun vagina Lhian kini sudah licin oleh sperma Pak Bambang dan juga cairan vagina Lhian.
Vagina Lhian masih sangat sempit. Kembali vagina Lhian diperkosa secara brutal oleh Pak Andi, dan
Lhian lagi-lagi hanya dapat berteriak kesakitan.
“Bangsatt, akkhh, bajingaann, sudahh, sudahh, keparaatt”

40

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

Namun kali ini Lhian tidak berontak lagi, karena dia pikir itu hanya akan membuat gurunya
semakin bernafsu saja. Sementara itu Pak Andi terus memompa vagina Lhian dengan cepat sambil satu
tangannya meremas-remas payudara Lhian yang bulat kenyal dan tidak lama kemudian dia mencapai
puncaknya dan mengeluarkan seluruh spermanya di dalam vagina Lhian.
“Ooohh, makan nih pejuh gue”.
Lhian hanya dapat meringis kesakitan, tubuhnya telentang tidak berdaya di lantai. Walaupun
tangan dan kakinya sudah tidak dipegangi lagi, dan membayangkan dirinya akan hamil karena saat ini
adalah masa suburnya. Dia dapat merasakan ada cairan hangat yang masuk ke dalam vaginanya. Darah
perawan Lhian dan sebagian sperma Pak Andi mengalir lagi keluar dari vaginanya.
“Hmmpphh, hhmmpp, oohhkk, oughh”, Lhian menjerit dengan tubuhnya yang mengejang ketika Pak
Budi mulai menanamkan batang kemaluannya didalam lobang kemaluan Lhian.
Matanya terbelalak menahan rasa sakit dikemaluannya, tubuhnya menggeliat-geliat sementara Pak
Budi terus berusaha menancapkan seluruh batang kemaluannya. Memang agak sulit selain meskipun
sudah dimasuki dua penis tadi, usia Lhian juga masih tergolong muda sehingga kemaluannya masih
sangat sempit.

Akhirnya dengan sekuat tenaganya, Pak Budi berhasil menanamkan seluruh batang
kemaluannya didalam vagina Lhian. Tubuh Lhian berguncang-guncang disaat itu karena dia menangis
merasakan sakit dan pedih tak terkirakan dikemaluannya itu. Diapun terus memohon kepada Pak Budi
agar mau melepaskannya.
“Ahh, rasain loe, akhirnya aku bisa ngerasain jepitan memek kamu sayang”, bisiknya ketelinga Lhian.
“Oouuhh, Paakk, saakiitt, Paak, ampuunn”, rintih Lhian dengan suara yang megap-megap.
Jelas Pak Budi tidak perduli. Dia malahan langsung menggenjot tubuhnya memompakan batang
kemaluannya keluar masuk lobang kemaluan Lhian.
“Aakkhh, oohh, oouuhh, oohhggh”, Lhian merintih-rintih, disaat tubuhnya digenjot Oleh Pak Budi,

41

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

badannyapun semakin menggeliat-geliat.


Otot-otot dinding vaginanya kuat mengurut-urut batang kemaluan Pak Budi yang tertanam didalamnya,
karenanya Pak Budi merasa semakin nikmat. Sambil memukuli perut Lhian dengan tangannya,
berharap agar vagina Lhian mencengkram penisnya dengan lebih erat karena lobang vagina Lhian
semakin mengendur.
Tiba-tiba Pak Budi mencabut penisnya dan dia duduk di atas dada Lhian. Pak Budi
mendempetkan kedua buah payudara Lhian yang kecil dengan kedua tangannya dan menggosok-
gosokkan penisnya di antara celah kedua payudara Lhian, sampai akhirnya dia memuncratkan
spermanya ke arah wajah Lhian. Lhian gelagapan karena sperma Pak Budi mengenai bibir dan juga
matanya. Setelah itu Pak Budi masih sempat membersihkan sisa sperma yang menempel di penisnya
dengan mengoleskan penisnya ke payudara Lhian dan ke puting susunya. Kemudian Pak Budi
menampar payudara Lhian yang kiri dan kanan berkali-kali, sehingga payudara Lhian berwarna
kemerahan dan membuat Lhian merasa perih dan kesakitan.
Selanjutnya dua orang, Pak Joko dan Pak Dono maju. Mereka kini menyuruh Lhian untuk
mengambil posisi seperti merangkak. Kemudian Pak Joko berlutut di belakang pantat Lhian dan mulai
mencoba memasukkan penisnya ke lubang anus Lhian yang sangat sempit.
“Gila nih cewek, bokongnya montok banget kenyal lagi, lihat nih Tin paha si Lhian. Gempal, gede,
Putih banget. Bener kata Pak Bambang” Kata Pak Joko.
“Ampuunn, jangan sodomi saya paakk, saya mohoonn”.
Membayangkan kesakitan yang akan dialaminya, Lhian mencoba untuk berdiri, tetapi
kepalanya dipegang oleh Pak Dono yang segera mendorong wajah Lhian ke arah penisnya. Kini Lhian
dipaksa mengulum dan menjilat penis Pak Dono. Penis Pak Dono yang tidak terlalu besar tertelan
semuanya di dalam mulut Lhian.
Sementara itu, Pak Joko masih berusaha membesarkan lubang anus Lhian dengan cara menusuk-
nusukkan jarinya ke dalam lubang anus Lhian.
“Akkhh, oohh, aahh, sshh, perihh, pakk”
Sesekali Pak Joko menampar pantat Lhian dengan keras, sehingga Lhian merasakan pantatnya
panas.
“Gila nih perek, bokongnya gede tapi lobangnya kecil banget” Kemudian Pak Joko juga berusaha
melicinkan lubang anus Lhian dengan cara menjilatinya.
Lhian merasakan sensasi aneh yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya saat lidah Pak Joko menjilati
lubang anusnya. Ia berada dibelakang Lhian dengan posisi menghadap punggung Lhian.
Ketika lobang dubur Lhian agak terbuka, Pak Joko menuang sebotol minyak goreng kedalam
lobang dubur Lhian. Setelah itu kembali direntangkannya kedua kaki Lhian selebar bahu, dan,
“Aaakkhh.”, Lhian melolong panjang, badannya mengejang dan terangkat dari tempat tidur disaat Pak
Jokol menanamkan batang kemaluannya didalam lobang anus Lhian. Rasa sakit tiada tara kembali
dirasakan didaerah selangkangannya, dengan agak susah payah kembali Pak Joko berhasil
menanamkan batang kemaluannya didalam lobang anus Lhian, meskipun baru masuk setengahnya.
Setelah itu tubuh Lhian kembali disodok-sodok, kedua tangan Pak Joko meraih payudara Lhian serta
meremas-remasnya.
Tidak lama kemudian Lhian kembali menjerit kesakitan. Rupanya anusnya sudah jebol oleh

42

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

penis Pak Joko yang berhasil masuk seluruhnya dengan paksa. Kini Pak Joko memperkosa anus Lhian
perlahan-lahan, karena lubang anus Lhian masih sangat sempit dan kering. Ketika Pak Joko menarik
penisnya, mulut dubur Lhian ikut tertarik sehingga terlihat monyong keluar. Lalu Pak Joko
menyodokkan lagi penisnya, sehingga kini dubur pantat Lhian mengempot.
“Aaakkhh, ouughh, sakii..iitt, pak, periihh, akuu, nggakk.. kuatt, pakk, periihh, sakiitt”.
Lhian menjerit keras sekali, ia baru saja merasakan rasa sakit yang teramat-sangat yang pernah
dirasakannya. Pak Joko merasakan kesakitan sekaligus kenikmatan yang luar biasa saat penisnya
dijepit oleh anus Lhian. Pak Joko merasa penisnya lecet didalam pantat Lhian. Kenikmatan yang terus-
menerus dirasakannya ketika menunggangi pantat Lhian. Tak terbayang bagaimana wajah orang tua
Lhian, jika menyaksikan persetubuhan yang tidak manusiawi yang dialami putrinya. Anak perempuan
yang mereka rawat dengan kasih sayang hingga remaja dan dibiayai, sekarang tubuhnya sedang
menungging telanjang bulat, pantatnya disodomi oleh gurunya sendiri.
Seperempat jam lamanya Pak Joko menyodomi Lhian, waktu yang lama bagi Lhian yang semakin
tersiksa itu.
“Eegghh, aakkhh, oohh”.
Dengan mata merem-melek serta tubuh tersodok-sodok, Lhian merintih-rintih, sementara itu
kedua payudaranya diremas-remas oleh kedua tangan Pak Joko. Saat Lhian berteriak, kembali Pak
Dono mendorong penisnya ke dalam mulut Lhian, sehingga kini Lhian hanya dapat mengeluarkan
suara erangan yang tertahan, karena mulutnya penuh oleh penis Pak Dono. Tubuh Lhian terdorong ke
depan dan ke belakang mengikuti gerakan penis di anus dan mulutnya.
Kedua payudara Lhian yang menggantung dengan indah bergoyang-goyang karena gerakan tubuhnya
diremas-remas dengan brutal oleh Pak Joko. Lhian berteriak-teriak kesakitan.
“Aakkhh, oohh, oouhh, aammp, uunn, pakk”
Keadaan ini terus berlangsung sampai akhirnya Pak Joko dan Pak Dono mencapai klimaks
hampir secara bersamaan. Pak Joko yang sudah tidak tahan karena seret dan panasnya dubur Lhian
menyemburkan spermanya di dalam anus Lhian, Lhian merasakan perih pada rongga duburnya yang
lecet tersiram sperma Pak Joko. Dan Pak Dono menyemburkan spermanya di dalam mulut Lhian.
Lhian terpaksa menelan semua sperma Pak Dono agar dia dapat tetap bernafas. Lhian hampir muntah
merasakan sperma itu masuk ke dalam kerongkongannya, namun tidak dapat karena penis Pak Dono
masih berada di dalam mulutnya. Lhian membiarkan saja penis Pak Dono berada di dalam mulutnya
untuk beberapa saat sampai Pak Dono menarik keluar penisnya dari mulut Lhian. Sebagian sisi sperma
Pak Dono yang tidak tertelan meluber keluar bercampur dengan air liur Lhian.
Kemudian Pak Dono memaksa Lhian untuk membersihkan penisnya dari sperma dengan cara
menjilatinya. Pak Joko juga masih membiarkan penisnya di dalam anus Lhian dan sesekali masih
menggerak-gerakkan penisnya di dalam anus Lhian, mencoba untuk merasakan kenikmatan yang lebih
banyak. Lhian dapat merasakan kehangatan sperma di dalam lubang anusnya yang secara perlahan
mengalir keluar dari lubang anusnya. Perih yang luar biasa dirasakan lobang pantat Lhian yang lecet-
lecet.
Setelah Pak Joko mencabut penisnya dari anus Lhian, lalu Pak Dion mengambil kursi dan
duduk di atasnya. Dia menarik Lhian mendekati dan mengangkat tubuh Lhian lalu memposisikan
mengangkangi penisnya menghadap dirinya. Pak Dion kemudian mengarahkan penisnya ke vagina
Lhian, dan kemudian memaksa Lhian untuk duduk di atas pangkuannya, sehingga seluruh penis Pak

43

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

Dion langsung masuk ke dalam vagina Lhian.


“Aohh, oouuhh, sakii..itt, udahh, Paak, ngiluu paakk”, Lhian mengerang kesakitan.
Setelah itu, Lhian dipaksa bergerak naik turun, sementara Pak Dion meremas dan menjilati kedua
payudara dan puting susu Lhian. Sesekali Pak Dion menyuruh Lhian untuk menghentikan gerakannya
untuk menahan orgasmenya. Pak Dion dapat merasakan vagina Lhian berdenyut-denyut seperti
memijat penisnya, dan dia juga dapat merasakan kehangatan vagina Lhian yang sudah basah.
Pak Dion masih belum puas. Dia memiringkan tubuh Lhian lalu mengangkat kaki kanan Lhian
ke bahunya dan mulai menyodok-nyodokan penisnya di liang kemaluan Lhian. Lhian menahan sakit
bercampur nikmat itu dengan menggigit bibirnya sendiri hingga berdarah, wajahnya yang sudah penuh
air mata dan memar bekas tamparan itu tidak membuat iba gurunya itu. Pak Dion tanpa kenal ampun
berkali-kali menghujamkan senjatanya dengan sepenuh tenaga. Temannya yang gendut itu juga
menjilati payudara Lhian yang bergoyang-goyang akibat irama pinggul Pak Dion, lidahnya bermain-
main di ujung putingnya yang sudah sangat keras. Pak Dion tidak dapat bertahan lama, karena dia
sudah sangat terangsang sebelumnya ketika melihat Lhian diperkosa oleh para rekannya, sehingga dia
langsung memuncratkan spermanya ke dalam vagina Lhian. Lhian kembali merasakan kehangatan
yang mengalir di dalam vaginanya.
Selanjutnya, Pak Gatot yang mengambil giliran untuk memperkosa Lhian. Dia menarik Lhian
dari pangkuan Pak Dion, kemudian dia sendiri tidur telentang di lantai. Lhian disuruh untuk berlutut
dengan kaki mengangkang di atas penis Pak Gatot. Kemudian secara kasar Pak Gatot menarik pantat
Lhian turun, sehingga vagina Lhian langsung terhunjam oleh penis Pak Gatot yang sudah berdiri keras.
“Akkhh, aakkhh, oogghh,”. teriakan memilukan keluar dari mulut Lhian.
Penis Pak Gatot, yang jauh lebih besar daripada penis-penis sebelumnya meskipun tubuhnya
pendek yang memasuki vagina Lhian, masuk semuanya ke dalam vagina Lhian, membuat Lhian
kembali merasakan kesakitan karena ada benda keras yang masuk jauh ke dalam vaginanya. Lhian
merasa vaginanya dikoyak-koyak oleh penis Pak Gatot. Pak Gatot memaksa Lhian untuk terus
menggerakkan pinggulnya naik turun, sehingga penis Pak Gatot dapat bergerak keluar masuk vagina
Lhian dengan leluasa. Kedua Payudara Lhian besar menggantung bebas, naik turun seirama tubuhnya.
Kemudian Pak Gatot menjepit kedua puting susu Lhian dan menariknya ke arah dadanya,
sehingga kini payudara Lhian berhimpit dengan dada Pak Gatot. Pak Gatot benar-benar terangsang saat
merasakan kedua payudara Lhian yang kenyal dan hangat menempel rapat ke dadanya. Melihat posisi
seperti itu, Pak Joko melepas ikat pinggangnya dan mulai mencambuk punggung dan bongkahan pantat
Lhian beberapa kali.
“Akkhh, aakhh, damn, shitt”, Lhian kembali merasakan perih luar biasa pada punggung, pantat, dan
pahanya. Cambukan Pak Joko sangat keras sehingga membuat garis lurus merah di kulit punggung
pantat, dan paha Lhian.
Walaupun cambukan itu tidak terlalu keras, namun Lhian tetap merasakan perih dan panas di
punggung dan pantatnya, sehingga dia berhenti menggerakkan pinggulnya. Merasakan bahwa gerakan
Lhian terhenti, Pak Gatot marah. Kemudian dia mencengkeram kedua belah pantat Lhian dengan
tangannya, dan memaksanya bergerak naik turun sampai akhirnya Lhian menggerakkan sendiri
pantatnya naik turun secara refleks. Pak Gatot mencengkram pinggul Lhian, lalu membuat goyangan
memutar sehingga ia merasakan sensasi luar biasa dengan goyangan mengebor Lhian itu.
“Oohh, sshh, shh”, Pak Gatot mendesah kenikmatan, sambil merasakan pantat Lhian yang empuk
basah menduduki selangkanganya.

44

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

Ketika Pak Gatot hampir mencapai klimaks, dia memeluk Lhian dan berguling, sehingga posisi
mereka kini bertukar, Lhian tidur di bawah dan Pak Gatot di atasnya. Sambil mencium bibir Lhian
dengan sangat bernafsu dan meremas payudara Lhian, Pak Gatot terus menggenjot vagina Lhian. Tidak
lama kemudian gerakan Pak Gatot terhenti. Pak Gatot mencabut penisnya keluar dari vagina Lhian dan
segera menyemprotkan spermanya di sekitar bibir vagina Lhian. Kemudian dia menarik tangan kanan
Lhian dan memaksa Lhian untuk meratakan sperma yang ada di sekitar vaginanya dengan tangannya
sendiri.
Setelah itu Pak Heru, guru kimianya maju mengambil giliran memperkosa vagina Lhian. Ia
mengangkat kedua kaki Lhian dan menyandarkannya diatas bahunya, Pak Heru menempelkan kepala
penisnya di mulut vagina Lhian. Dengan kasar Pak Heru menyodokkan Penisnya dengan keras kedalam
liang peranakan Lhian. Lalu ia mulai menggenjotnya. Hampir sepuluh menit Pak Heru memompa
vagina Lhian dengan kasar, membuat vagina Lhian semakin terasa licin dan longgar. Sebelum
mencapai puncaknya, Pak Heru mencabut penisnya dari vagina Lhian dan memaksa Lhian untuk
membuka mulutnya lebar-lebar untuk menampung spermanya. Setelah itu, Pak Heru memaksa Lhian
untuk berkumur dengan spermanya dan kemudian menelannya. Semua orang disitu tertawa senang
melihat itu, sementara Lhian menahan jijik dan rasa malu yang luar biasa karena diperlakukan dengan
hina seperti itu. Kini wajah Lhian terlihat mBLenger oleh sperma milik Pak Heru.
Semua posisi yang mungkin dibayangkan dalam hubungan seks sudah dipraktekkan oleh para
Guru Lhian terhadap tubuh Lhian. Kali ini Lhian tidak kuat lagi menahan orgasmenya yang ke 20, dan
dia mengalami orgasme hebat, namun tidak sehebat yang pertama. Cairan Vaginanya sudah mulai
habis. Rongga vaginanya mulai mengering, karena cairan vaginanya sudah hampir habis dkeluarkan.
Lhian merasakan sakit luar biasa pada rongga vaginanya. Ditambah penis para gurunya yang tak henti-
hentinya menyodok dan menggesek rongga vaginanya yang kering, sehingga membuat rongga
vaginanya lecet dan sobek. Hanya darah dari luka di rongga vaginanya lah yang membasahi daging
kemaluannya dan burung yang tengah bersarang didalamnya.
Setelah delapan gurunya selesai memperkosa dirinya untuk kesekian kalinya, Lhian akhirnya
pingsan karena kecapaian dan karena kesakitan yang menyerang seluruh tubuhnya terutama di vagina,
anus dan juga kedua buah payudaranya. Lhian telah diperkosa secara habis-habisan selama empat jam
lebih oleh gurunya sendiri. Dan semua kejadian itu direkam oleh Pak Bambang.
lebih-lebih ketika posisi kedua tangan Lhian yang terikat digantung keatas. Pak Andi menjilati dan
menciumi ketik Lhian.
“Mmuuahh, ketek lo montok banget sih, rasanya asin tapi gurih dan baunya haruumm”
Liur pak Andi membasahi ketiak Lhian. Lhian kembali disetubuhi dari 2 arah tentu saja lubang anus
dan vaginanya. Lhian kini hanya bisa menggigit bibir sambil kakinya menendang-nendang ke segala
arah, sambil sesekali seperti orang mengejan.
“Ouughh, arrkhh, ouhh, udah paa..ak perih, sakiitt, ouughh, aa, akh”
Lhian terus berontak seperti orang kesetanan. Karena dubur Lhian mulai mengering, Pak Andi
kembali membasahi dubur Lhian dan batang penisnya sendiri dengan minyak goreng agar licin. Pak
Andi menyodomi Lhian untuk ke 4 kalinya. Dilanjutkan dengan Pak Joko lagi, yang senang sekali
main sodomi. Apalagi dapat pantat semontok pantat Lhian, ia semakin bernafsu menghancurkan anus
Lhian (Anal Destruction).
Kemudian mereka kembali menelentangkan Lhian di lantai, lalu mereka maju semua mencari
bagian-bagian tubuh Lhian yang bisa di gunakan untuk memuaskan penis mereka. Pak Joko

45

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

memasukkan penisnya ke dalam mulut Lhian, dan memaksa mengulumnya. Pak Bambang
menyarangkan Penisnya ke dalam memek Lhian yang berdarah-darah. Pak Andi melesakkan penisnya
yang super besar dan panjang itu ke dalam lobang pantat Lhian yang sudah hancur. Pak Gatot
menjepitkan penisnya di antara belahan payudara Lhian, kemudian menggosok-gosoknya sambil
memelintir dan menarik puting susu Lhian yang coklat mungil dan membengkak. Pak Dono menaruh
penisnya di tengah-tengah ketiak kanan Lhian yang gemuk putih dengan beberapa helai rambutnya,
lalu menjepitnya dan memaju mundurkan penisnya di dalam jepitan ketiak Lhian. Sedangkan Pak Budi
melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Pak Dono dengan Menjepitkan penisnya ke ketiak
Lhian yang sebelah kiri. Sedangkan Pak Heru Meraih tangan kanan Lhian, kemudian memaksa
tangannya mencengkram penisnya lalu membantu tangan Lhian untuk mengocoknya. Yang terakhir
yaitu Pak Dion, melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Pak Heru dengan tangan Kiri
Lhian.

Akhirnya Lhian yang sudah tidak kuatpun pingsan, dengan Vagina dan anusnya yang dalam
keadaan rusak parah, dan terus mengeluarkan darah, sisa sperma, dan sisa cairan vagina dan duburnya.
Kedua payudaranya bengkak memerah dan lecet-lecet, puting susunya yang coklat mungil sobek.
Darah dan sperma berceceran dimana-mana. Sudah puas para guru tersebut, mereka membersihkan diri
lalu meninggalkan tubuh Lhian yang bugil dan berlepotan darah dan sperma dalam keadaan pingsan.
******
Setelah para guru Lhian pergi, muncullah beberapa siswa pria di sekolah Lhian yang diam-diam
mengikuti gurunya. Ketika menemui tubuh Lhian yang pingsan dalam keadaan telanjang bulat. mereka
mulai memperkosa tubuh Lhian yang masih tidak sadar. Satu diantara mereka menelepon teman-
temannya di sekolah. Sekitar 20 menit kemudian datanglah sekitar 40 siswa laki-laki di sekolah Lhian.
Lalu mereka mulai menikmati tubuh Lhian secara bergantian ataupun bersama-sama. Ketika sadar,
Lhian hanya bisa teriak dan memohon, ia tidak punya cukup tenaga untuk melawan. Ia hanya bisa
menyaksikan dirinya diperkosa oleh teman-temannya sendiri. Teman-temannya yang sudah lama
bermimpi bisa menyetubuhi Lhian, akhirnya tercapai juga.
Setelah puas semua, mereka meninggalkan tubuh Lhian yang pingsan lagi untuk kesekian
kalinya itu. Liang vaginanya sudah menganga sangat lebar, merah membengkak, dan sudah tidak
berbentuk lagi. Dengan darah segar yang terus mengalir dari lobang vaginanya. Lobang duburnya pun

46

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

sudah sangat lebar dengan keadaan rusak parah dengan bentuk berantakan, dengan darah, sperma dan
cairan kekuningan yang keluar terus menerus dari liang duburnya. Dan dari sela-sela bibirnya mengalir
sperma dan air liur dari dalam mulutnya. Wajahnya tetap cantik dengan masih mengenakan kacamata
selama ia diperkosa. Tetapi menampakkan penderitaan yang begitu berat.
Karena merasa kasihan, beberapa temannya mengantarkan Lhian ke kostnya. Lhian selalu merasakan
perih dan rasa sakit yang teramat sangat ketika ia harus buang air kecil. Karena liang pengeluaran air
seninya masih bengkak dan agak tertutup lipatan daging mulut vaginanya yang sobek. Dan juga ketika
buang air besar, karena lobang duburnya membuka sangat lebar dan belum mau menutup kembali. Jadi
setiap saat, anusnya mengeluarkan kotorannya tanpa Lhian sadari.
******
Setelah peristiwa tersebut, Lhian terus mengunci diri dalam kamar dan diam membisu ketika ditanyai
oleh teman ataupun keluarganya. Beberapa hari kemudian Lhian pulang ke asalnya, dan tinggal dengan
ortunya. Lhian mengalami shock berat, dan tidak bisa melanjutkan sekolahnya. Sementara para guru
yang memperkosa Lhian, bebas beraktivitas karena Lhian tidak berani memberi kesaksian. Lhian
terperangkap dalam trauma perkosaan itu untuk selama hidupnya. Sedangkan para guru yang
memperkosanya masih sibuk mencari mangsa siswinya yang lain.
(Tamat)

47

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

6. Oleh-oleh dari desa


Cerita ini adalah pengalaman dari seorang teman dekatku yang terjadi sekitar 5 bulan yang lalu.
Aku sedikit bingung menulis cerita ini karena biasanya aku menceritakan pengalamanku, tapi kali ini
aku harus menceritakan pengalaman temanku. Oke, tanpa banyak bicara lagi, kumulai cerita yang
kuberi judul "Petualangan Berlibur Ke Desa".
Lima bulan yang lalu, Jeff temanku mengajakku sedikit refreshing ke sebuah desa yang
kebetulan adalah tempat Jeff bermain waktu kecil. Ayah Jeff seorang pengusaha kaya yang sedikit
memperhatikan soal alam bebas, karenanya dia membeli ribuan hektar tanah yang kemudian
dijadikannya hutan karet. Bisnis sambil memelihara alam liar, katanya.
Jeff biasa berlibur ke hutan karet ayahnya dan dia biasa menginap di sebuah rumah yang terlihat
begitu mewah kalau dibandingkan rumah-rumah penduduk di sekitarnya. Meski terkesan ada sedikit
kesenjangan, tapi penduduk desa itu sama sekali tidak menaruh kebencian atau iri hati pada keluarga
Jeff karena keluarga itu cukup dermawan, bahkan ayah Jeff hanya mengambil keuntungan 25% dari
hasil hutan karetnya, dan sisanya dibagikan pada penduduk yang ikut mengusahakan hutan karet itu.
Oke, cukup perkenalannya. Aku sendiri menyesal karena tidak bisa ikut dengan Jeff karena ada sedikit
keperluan dengan keluargaku. Tapi aku berjanji akan menyusul kalau ada waktu. Jeff sedikit kecewa
tapi dia tetap pergi ke desa itu, sebut saja Desa Sukasari.
Hari-hari pertama dilalui Jeff dengan bermalas-malasan di rumahnya sambil menikmati udara
segar pedesaan yang sangat jarang ditemuinya di Bandung. Baru pada hari kelima Jeff keluar dari
rumah, diantar oleh seorang bujangnya Jeff berjalan-jalan melihat-lihat sekeliling desa itu. Dia berhenti
ketika dilihatnya seorang gadis, mungkin beberapa tahun lebih muda darinya sedang menyapu di
pekarangannya.
Rambutnya yang hitam terurai menutupi punggungnya. Kulitnya yang hitam manis mengkilat
karena keringat yang tertimpa sinar mentari. Jeff tertegun, baru kali ini dilihatnya gadis desa yang
begitu cantik. Bujangnya tahu kalau Jeff memperhatikan gadis itu, karena itu dia mengatakan kalau
gadis itu adalah anak salah seorang pekerja ayahnya. Umurnya sekitar 17 tahun, dan kini ayahnya
sudah tiada. Dia tinggal dengan ibunya dan sering membantu mencari nafkah dengan mencucikan
pakaian orang-orang desa yang lebih mampu. Jeff merasa iba, tapi rasa ibanya langsung hilang berganti
rasa tertarik ketika dipikirnya kalau gadis itu pasti memerlukan uang untuk biaya hidupnya. Kemudian
berubah lagi perasaannya menjadi keinginan untuk mendekatinya ketika dilihatnya kalau gadis itu
cukup cantik dan manis. Tapi rasa ingin mendekati itu berubah seketika ketika dilihatnya dada gadis itu
yang agak terlalu besar untuk anak seusianya.
Segera saja setan bersarang di kepala Jeff. Dia mengeluarkan dompetnya, mengambil selembar
uang bergambar Pak Harto dan menyuruh bujangnya memberikan uang itu pada gadis itu untuk
mencuci bajunya. Bujangnya tidak menaruh curiga, dia segera memberikan uang itu pada gadis itu, dan
tidak lama kemudian gadis itu mengikutinya mendekati Jeff. Jeff menyuruh bujangnya pulang,
sedangkan dia melanjutkan jalannya bersama gadis itu. Ditengoknya arloji di tangannya, baru pukul
4:00 sore, karena itu Jeff mengulur waktu. Setidaknya pukul 5:00 sore akan dilaksanakan rencananya.
Dia bertanya dimana sungai yang airnya bening dan bisa dipakai mandi. Gadis itu
mengantarkan Jeff ke sana. Cukup jauh juga, dan setiba di sana Jeff melepas semua pakaiannya dan
langsung masuk ke sungai itu. Dia meminta gadis itu mencuci pakaiannya, dan gadis itu menurut
walaupun agak malu-malu karena melihat Jeff berenang telanjang. Jeff sendiri sudah sedikit sinting,
entah setan apa yang merasuki kepalanya, yang jelas ketika dilihatnya arlojinya menunjukkan pukul
5:00 sore, langsung dijalankan rencananya. Jeff keluar dari air, mendekati gadis yang sedang
membersihkan pakaiannya dan berjongkok di sampingnya. Batang kemaluan di sela pangkal kaki Jeff

48

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

sudah bangun dari tidurnya, dan tanpa tembakan peringatan Jeff langsung saja merangkul gadis itu
sambil berusaha mencium leher
gadis itu (sebut saja namanya Sali).
Gadis itu segera berontak karena terkejut, tapi dekapan Jeff lebih kencang dari tenaganya. Jeff
berhasil mencium leher gadis itu tapi begitu Jeff berusaha lebih gila lagi gadis itu mengancam akan
berteriak. Jeff takut juga dia digebuki penduduk desa itu, karena itu segera ditutupnya mulut gadis itu,
dan dia berbisik, "Jangan teriak, kalau kau mau melayaniku kuberi lebihdari sekedar lima puluh ribu,
mungkin akan kuberi seratus ribu lagi, bagaimana?"

Gadis itu masih diam, tapi begitu Jeff mengeluarkan dua lembar uang Rp. 50.000-an yang
sedikit basah karena air sungai dan mengipas-ngipaskan di depan muka Sali, akhirnya dia mengangguk.
Kapan lagi dia bisa mendapat uang Rp 150.000,- dalam sehari, begitu pikirnya. Jeff tersenyum senang
sambil melepaskan tangannya dari mulut gadis itu. Tapi ketika dia berusaha memegang dada Sali, gadis
itu berbisik, "Jangan di sini, takut ketahuan orang lain."
Jeff setuju kata-kata gadis itu, karena itu diajaknya gadis itu ke hutan karet milik ayahnya. Jeff tahu
persis kalau sore-sore begini tidak mungkin ada orang di sana. Singkat cerita, mereka sampai di sana,
dan tanpa tunggu lama lagi Jeff segera membuka bajunya yang basah, juga celananya.
Dibentangkannya baju dan celananya di tanah, dan diciumnya Sali sekali lagi. Kali ini dia tidak
berontak. Jeff dengan mudah menyingkirkan pakaian gadis itu, dan terlihat kedua gunung kembarnya
yang tidak begitu besar tapi lumayan juga untuk ukuran gadis 17 tahun. Jeff meremas keduanya
sekaligus sambil terus melumat bibir gadis itu.
Sekitar 2 menit kemudian Jeff berbisik, "Aku nggak butuh patung, layani aku. Jangan cuma
diam gitu aja!" Jeff lalu mendorong kepala Sali ke bawah, dan menyuruhnya sedikit bermain dengan
kejantanannya yang sudah hampir mencapai ukuran maksimal. Gadis itu bingung, maklum di desa
mana ada film "bokep". Jeff menyuruh Sali menjilat "jamur ungu"-nya. Sali sedikit ragu-ragu, tapi
akhirnya dilakukannya juga.
Ternyata Sali cepat belajar, beberapa menit kemudian Jeff sudah dibuatnya keenakan dengan
permainannya di selangkaan kakinya. Terpedo itu sudah mencapai ukuran maksimal, dan Sali masih
terus bermain dengan benda itu, mungkin asyik juga dia bermain dengan benda itu. Mulai dari
mencium, menjilat dan akhirnya mengulumnya sambil menggerakkan kepalanya maju-mundur dan
sesekali menghisap benda itu.

49

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

Jeff cukup puas dengan permainan itu, dan ketika dilihatnya langit mulai gelap, disuruhnya Sali
duduk. Jeff meregangkan kaki gadis itu, terlihat bulu-bulu halus yang masih sangat jarang di sela-sela
pahanya. Jeff menggunakan lidahnya untuk membasahi vagina Sali. Sali bergoyang-goyang kegelian,
tapi kelihatannya dia menimati permainan itu. Sekarang Jeff menggunakan jarinya untuk menggosok
klitoris Sali yang masih kecil. Sali semakin liar bergoyang-goyang menahan nikmat.
Desahan mulai keluar dari mulutnya dan vaginanya basah karena lendir yang bercampur ludah Jeff.
Tidak lama kemudian Sali mendesah panjang, dan tubuhnya bergetar hebat. Lendir mengalir dari
vaginanya yang merah segar. Jeff tahu Sali sudah mencapai puncak, dan inilah kesempatannya untuk
menusukkan terpedonya ke kemaluan Sali.
Dibukanya lebih lebar paha Sali, dan diarahkannyakepala kejantanannya ke vagina Sali. Sali
sendiri masih memejamkan mata menikmati sisa-sisa orgasmenya. Tapi tiba-tiba dia menjerit tertahan
ketika Jeff memaksa terpedonya masuk ke lubang yang sempit itu. Sali kembali menjerit ketika
kejantanan Jeff semakin memaksa melesak masuk ke dalam. Jeff berusaha keras menembus pertahanan
vagina Sali, tapi baru setengah dari barangnya yang masuk ke dalam.
Jeff meremas dada Sali sambil menciumnya. Dia berusaha membuat otot kemaluan Sali sedikit
mengendur, dan ketika dirasakannya mulai mengendur, disodoknya sekuat tenaga kejantanannya ke
dalam kemaluan Sali. Kali ini Sali menjerit cukup keras, dan terlihat air mata keluar dari balik kelopak
matanya yang tertutup menahan nyeri. Jeff tidak peduli, sekarang sudah seluruhkejantanannya masuk,
dan mulai digoyangkannya maju-mundur diiringi jeritan-jeritan kecil Sali. Vagina Sali sangat sempir,
karena itu belum lama Jeff bermain sudah hampir keluar maninya. Jeff mempercepat gerakannya, dan
Sali semakin kuat menjerit. Tentu saja vagina Sali yang masih 17 tahun itu terlalu kecil untuk
kejantanan Jeff yang lumayan besar.

Belum selesai Jeff bermain, suara Sali tidak terdengar lagi, dia pingsan karena tidak kuat
menahan nyeri. Jeff sendiri mengetahuinya, tapi dia tidak mau menghentikan permainannya,
dikocoknya terus kemaluan Sali yang sedikit memar, dan akhirnya Jeff mendesah dalam sambil
merapatkan tubuhnya ke tubuh mungil Sali. Setelah itu Jeff sempat mengocok vagina Sali lagi, dan
ketika hampir mencapai puncak kedua kalinya Sali bangun dari pingsannya. Dia langsung menjerit-jerit
dan beberapa saat kemudian mereka mencapai puncak hampir bersamaan. Jeff terlihat puas dan lelah,
dan ketika dicabutnya kejantanannya dari vagina Sali, terlihat maninya keluar lagi dari kemaluan Sali.
Kental berwarna putih kekuningan yang bercampur darah keperawanan Sali.
Jeff mengajak Sali membersihkan diri, dan ketika selesai diberikannya dua lembar uang
Rp.50.000-an pada Sali. Sali sangat berterima kasih, dan Jeff berpesan agar jangan sampai hal itu
diketahui orang lain. Sali mengangguk, tapi Jeff segera menegur Sali ketika diperhatikannya jalannya
sedikit menegang menahan perih di kemaluannya. Sali berusaha berjalan normal walaupun
dirasakannya sakit di sela pahanya. Dia juga takut kalu orang-orang desa tahu kalau dia sudahmenjual
tubuhnya pada Jeff, tapi tetap saja diambilnya resiko itu demi uang yang memang sangat dia butuhkan.
Dua hari kemudian aku datang menyusul Jeff, dan di sanalah Jeff menceritakan kisahnya itu.
Aku jadi sedukit terangsang juga mendengar cerita itu, dan rencananya aku akan mencobanya juga bila
ada waktu, yang jelas hari-hari berikutnya benar- benar menyenangkan untuk kami bertiga.
Aku dan Jeff sama-sama terpuaskan, sedangkan Sali sangat senang mendapat ratusan ribu uang
walaupun dia harus tersiksa hampir setiap dua malam sekali karena aku dan Jeff secara bergilir dua hari
sekali mencicipi tubuh mungilnya itu.
Dua minggu kami di sana, dan di hari terakhir aku dan Jeff menidurinya bergantian dalam satu malam.
Bisa dibayangkan bagaimana rasanya gadis berumur 17 tahun disetubuhi oleh dua laki-laki bergantian
dalam satu malam, benar-benar luar biasa.
Tapi satu hal yang kupuji dari Sali, dari hari-kehari vaginanya tetap saja sempit, dan itu yang membuat

50

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

aku dan Jeff betah menidurinya. Aku juga merencanakan untuk mengajak Alf dan Lex teman baikku
untuk ikut serta mencicipi kenikmatan itu, tentu saja itu akan kuceritakan di cerita lain. Tunggu saja
pengalaman kami berempat bersama Sali.

TAMAT

51

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

7. Ima iparku
Aku biasa dipanggil Adi dan usiaku sekarang 32 tahun. Aku sudah beristri dengan 1 anak usia 2
tahun. Kami bertiga hidup bahagia dalam arti-an kami bertiga saling menyayangi dan mencintai.
Namun sebenarnya aku menyimpan rahasia terbesar dalam hidup berumahtangga, terutama rahasia
terhadap istriku. Bermula pada saat beberapa tahun yang lalu, ketika aku masih berpacaran dengan
istriku.
Aku diperkenalkan kepada seluruh keluarga kandung dan keluarga besarnya. Dan dari sekian banyak
keluarganya, ada satu yang menggelitik perasaan kelaki-lakianku; yaitu kakak perempuannya yang
bernama Ima (sebut saja begitu). Ima dan aku seusia, dia lebih tua beberapa bulan saja, dia sudah
menikah dengan suami yang super sibuk dan sudah dikaruniai 1 orang anak yang sudah duduk di
sekolah dasar.
Dengan tinggi badan 160 cm, berat badan kurang lebih 46 kg, berkulit putih bersih, memiliki
rambut indah tebal dan hitam sebahu, matanya bening, dan memiliki suara agak cempreng tapi
menurutku seksi, sangat menggodaku. Pada awalnya kami biasa-biasa saja, seperti misalnya pada saat
aku menemani pacarku kerumahnya atau dia menemani pacarku kerumahku, kami hanya ngobrol
seperlunya saja, tidak ada yang istimewa sampai setelah aku menikah 2 tahun kemudian dia
menghadiahi kami (aku dan pacarku) dengan sebuah kamar di hotel berbintang dengan dia bersama
anak tunggalnya ikut menginap di kamar sebelah kamarku.
Setelah menikah, frekuensi pertemuan aku dengan Ima jadi lebih sering, dan kami berdua lebih
berani untuk ngobrol sambil diselingi canda-canda konyol. Pada suatu hari, aku dan istri beserta
mertuaku berdatangan kerumahnya untuk weekend dirumahnya yang memang enak untuk ditinggali.
Dengan bangunan megah berlantai dua, pekarangannya yang cukup luas dan ditumbuhi oleh tanaman-
tanaman hias, serta beberapa pohon rindang membuat mata segar bila memandang kehijauan di pagi
hari. Letak rumahnya juga agak jauh dari tetangga membuat suasana bisa lebih private.
Sesampainya disana, setelah istirahat sebentar rupanya istriku dan mertuaku mengajak untuk
berbelanja keperluan bulanan. Tetapi aku agak mengantuk, sehingga aku meminta ijin untuk tidak ikut
dan untungnya Ima memiliki supir yang dapat dikaryakan untuk sementara. Jadilah aku tidur di kamar
tidur tamu di lantai bawah.
Kira-kira setengah jam aku mencoba untuk tidur, anehnya mataku tidak juga terpejam, sehingga aku
putus asa dan kuputuskan untuk melihat acara TV dahulu. Aku bangkit dan keluar kamar, tetapi aku
agak kaget ternyata Ima tidak ikut berbelanja. Ima menggunakan kaus gombrong berwarna putih,
lengan model you can see dan dengan panjang kausnya sampai 15cm diatas lutut kakinya yang putih
mulus.
"Lho..kok nggak ikut ?" tanyaku sambil semilir kuhirup wangi parfum yang dipakainya, harum dan
menggairahkan, "Tauk nih..lagi males aja gue.." sahutnya tersenyum dan melirikku sambil membuat
sirup orange dingin dimeja makan, "Anto kemana..?" tanyaku lagi tentang suaminya, "Lagi keluar
negeri, biasa..urusan kantornya.." sahutnya lagi. Lalu aku menuju kedepan sofa tempat menonton TV
kemudian aku asik menonton film di TV. Sementara Ima berlalu menuju tingkat atas (mungkin ke
kamarnya).
Sedang asik-asiknya aku nonton, tiba-tiba kudengar Ima memanggilku dari lantai atas; "Di..Adi..",
"Yaa.." sahutku, "Kesini sebentar deh Di..", dengan tidak terburu- buru aku naik dan mendapatinya
sedang duduk disofa besar untuk 3 orang sambil meminum sirup orangenya dan menghidupkan TV.
Dilantai atas juga terdapat ruang keluarga mini yang lumayan tersusun apik dengan lantainya dilapisi
karpet tebal dan empuk, dan hanya ada 1 buah sofa besar yang sedang diduduki oleh Ima.

52

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

"Ada apa neng..?" kataku bercanda setelah aku sampai diatas dan langsung duduk di sofa bersamanya,
aku diujung kiri dekat tangga dan Ima diujung kanan.
"Rese luh..sini temenin gue ngobrol ama curhat" katanya, "Curhat apaan?", "Apa! ajalah, yang penting
gue ada temen ngobrol" katanya lagi. Maka, selama sejam lebih aku ngobrol tentang apa saja dan
mendengarkan curhat tentang suaminya. Baru aku tahu, bahwa Ima sebenarnya "bete" berat dengan
suaminya, karena sejak menikah sering ditinggal pergi lama oleh suaminya, sering lebih dari sebulan
ditinggal.

"Kebayangkan gue kayak gimana ? Kamu mau nggak temenin aku sekarang ini ?" tanyanya sambil
menggeser duduknya mendekatiku setelah gelasnya diletakan dimeja sampingnya. Aku bisa menebak
apa yang ada dipikiran dan yang diinginkannya saat ini.
"Kan gue sekarang lagi nemenin.." jawabku lagi sambil membenahi posisi dudukku agar lebih nyaman
dan agak serong menghadap Ima. Ima makin mendekat ke posisi dudukku. Setelah tidak ada jarak
duduk denganku lagi, Ima mulai membelai rambutku dengan tangan kirinya sambil bertanya
"Mau..?", aku diam saja sambil tersenyum dan memandang matanya yang mulai sayu menahan sesuatu
yang bergolak.
"Bagaimana dengan orang-orang rumah lainnya (pembantu-pembantunya) dan gimana kalau mendadak
istriku dan nyokap pulang ?" tanyaku,
"Mereka tidak akan datang kalau aku nggak panggil dan maknyak bisa berjam-jam kalau belanja."
jawabnya semakin dekat ke wajahku.
Sedetik kemudian tangan kirinya telah dilingkarkan dileherku dan tangan kanannya telah
membelai pipi kiriku dengan wajah yang begitu dekat di wajahku diiringi nafas harumnya yang sudah
mendengus pelan tetapi tidak beraturan menerpa wajahku. Tanpa pikir panjang lagi, tangan kananku
kuselipkan diantara lehernya yang jenjang dan rambutnya yang hitam sebahu, kutarik kepalanya dan
kucium bibir merah mudanya yang mungil. Tangan kiriku yang tadinya diam saja mulai bergerak
secara halus membelai-belai dipinggang kanannya.
"Mmhh..mmhh.." nafas Ima mulai memburu dan mendengus-dengus, kami mulai saling

53

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

melumat bibir dan mulai melakukan French kiss, bibir kami saling menghisap dan menyedot lidah
kami yang agak basah, very hot French kiss ini berlangsung dengan dengusan nafas kami yang terus
memburu, aku mulai menciumi dagunya, pipinya, kujilati telinganya sebentar, menuju belakang
telinganya, kemudian bibir dan lidahku turun menuju lehernya, kuciumi dan kujilati lehernya,
"hhnngg.. Ahhdhii.. oohh.. honeey.. enngghh" desahnya sambil memejamkan matanya menikmati
permainan bibir dan lidahku di leher jenjangnya yang putih dan kedua tangannya merengkuh kepalaku,
sementara kepala Ima bergerak kekiri dan kekanan menikmati kecupan-kecupan serta jilatan di
lehernya.
Tangan kiriku yang awalnya hanya membelai pinggangnya, kemudian turun membelai dan
mengusap-usap beberapa saat dipaha kanannya yang putih, mulus dan halus untuk kemudian mulai
menyelusup kedalam kaus gombrongnya menuju buah dadanya. Aku agak terkejut merasakan buah
dadanya yang agak besar, bulat dan masih kencang, padahal setahuku Ima memberikan ASI ke anak
tunggalnya selama setahun lebih. Tanganku bergerak nakal membelai dan meremas-remas lembut
dengan sedikit meremas pinggiran bawah buah dada kanannya.
"Buah dadamu masih kencang dan kenyal neng." kataku sambil kulepas permainan dilehernya dan
memandang wajahnya yang manis dan agak bersemu merah tanpa kusudahi remasan tanganku di buah
dada kanannya.
"Kamu suka yaa.." sahutnya sambil tersenyum dan aku mengangguk.
"Terusin dong.." pintanya manja sambil kembali kami berciuman dengan bergairah.
"Mmhh.. mmhh.. ssrrp.. ssrrp.." ciuman maut kami beradu kembali. Tangan kiriku tetap menjalankan
tugasnya, dengan lembut membelai, meremas, dan memuntir putingnya yang mengeras kenyal.
Tangan kanan Ima yang tadinya berada dikepalaku, sudah turun membelai tonjolan selangkanganku
yang masih terbungkus celana katun. Ima menggosok-gosokkan tangan kanannya secara berirama
sehingga membuat aku makin terangsang dan penisku makin mengeras dibuatnya. Nafas kami terus
memburu diselingi desahan- desahan kecil Ima yang menikmati foreplay ini. Masih dengan posisi
miring, tangan kiriku menghentikan pekerjaan meremas buah dadanya untuk turun gunung menuju
keselangkangannya. Ima mulai menggeser kaki kanannya untuk meloloskan tangan nakalku menuju
sasarannya.
Aku mulai meraba-raba CD yang menutup vaginanya yang kurasakan sudah lembab dan basah.
Perlahan kugesek-gesekkan jari jemariku sementara Ima pasrah merintih-rintih dan mendesah-desah
menikmati permainan jemariku dan pagutan-pagutan kecil bibirku serta jilatan-jilatan lidahku
dilehernya yang jenjang dan halus diiringi desehan dan rintihannya berulang-ulang. Pinggulnya
diangkat-angkat seperti memohon jemariku untuk masuk kedalam CD-nya meningkatkan finger play
ku. Tanpa menunggu, jariku bergerak membuka ikatan kanan CD-nya dan mulai membelai rambut
kemaluannya yang lembut dan agak jarang. Jari tengahku sengaja kuangkat dahulu untuk sedikit
menunda sentuhan di labia mayoranya, sementara jari telunjuk dan jari manisku yang bekerja
menggesek-gesekkan dan agak kujepit-jepit pinggiran bibir vaginanya dengan lembut dan penuh
perasaan.
Sementara Ima memejamkan matanya dan dari bibir mungilnya mengeluarkan rintihan-rintihan
juga desahan-desahan berkali-kali. Kemudian jari tengahku mulai turun dan kugesek-gesekkan untuk
membelah bibir kemaluannya yang kurasa sudah basah. Berkali-kali kugesek-gesek dengan sisi dalam
jari tengahku, kemudian mulai kutekuk dan kugaruk-garuk jari tengahku agak dalam di bibir vaginanya
yang kenyal, lembut dan bersih. Sementara Ima makin merintih-rintih dan mendesah- desah sambil
menggoyang-goyangkan pinggulnya dengan gerakan naik turun kekiri dan kekanan
"Ouuhh.. hemmhh.. sshh.. aahh.. Dhii.. eehhnakh.. honey.. oohh... ..sshh.." rintih dan desahannya
berkali-kali. Finger play ini kusertai dengan ciuman- ciuman di leher dan bibirnya serta sambil kami
saling menyedot lidah. Setelah puas dengan posisi miring, kemudian aku agak mendorong tubuhnya

54

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

untuk duduk dengan posisi selonjor santai, sementara aku berdiri dikarpet dengan dengkulku
menghadapnya, Ima agak terdiam dengan nafasnya memburu, perlahan kubuka kaus gombrongnya,
saat itulah aku dapat melihat tubuhnya separuh telanjang, lebih putih dan indah dibandingkan istriku
yang berkulit agak kecoklatan, dua bukit kembarnya terlihat bulat membusung padat, sangat indah
dengan ukuran 36B, putih, dengan puting merah muda dan sudah mengeras menahan nafsu birahi yang
bergejolak.
Sambil tangan kiriku bertopang pada tepian sofa, mulutku mulai menciumi buah dada kanannya
dan tangan kananku mulai membelai, menekan, dan meremas- remas buah dada kirinya dengan lembut.
"Aahh.. hhnghh.. honeey.. enaak.. bangeet.. terruss.. aahh.. mmnghh.. hihihi.. auhh..adhi.." Ima
bergumam tak karuan menikmati permainanku, kedua tangannya meremas dan menarik-narik
rambutku.
Ima mendesah-desah dan merintih-rintih hebat ketika putingnya kuhisap-hisap dan agak
kugigit-gigit kecil sambil tangan kananku meremas buah dada kirinya dan memelintir-pilintir
putingnya. Ima sangat menikmati permainanku didadanya bergantian yang kanan dan kiri, hingga dia
tak sadar berucap "Adhii.. oohh.. bhuat .. ahkhuu puas kayak adhikku di hotel dulu.. hhnghh.. mmhh..",
ups..aku agak kaget, tanpa berhenti bermain aku berpikir rupanya Ima menguping "malam pertamaku"
dulu bersama istriku, memang pada malam itu dan pada ML-ML sebelumnya aku selalu membuat
istriku berteriak-teriak menikmati permainan sex-ku. Rupanya..Oke deeh kakak, sekaranglah saat yang
sebenarnya juga sudah aku tunggu-tunggu dari dulu.
"Adhii.. sekarang dong.. aahh.. akhu sudah nggak tahann.. oohh.." ujarnya, tapi aku masih ingin
berlama-lama menikmati kemulusan dan kehalusan kulit tubuh Ima.
Setelah aku bermain dikedua buah dadanya, menjilat, menghisap, menggigit, meremas dan
memelintir, aku jilati seluruh badannya, jalur tengah buah dadanya, perutnya yang ramping, putih dan
halus, kugelitik pusarnya yang bersih dengan ujung lidahku, kujilati pinggangnya, "Aduuh.. geli dong
sayang.. uuhh..", kemudian aku menuju ke kedua pahanya yang putih mulus, kujilati dan kuciumi
sepuasnya
"Aahh.. ayo dong sayang.. kamu kok nakal sihh.. aahh..", sampailah aku di selangkangannya, Ima
memakai CD transparan berwarna merah muda yang terbuat dari sutra lembut, dan kulihat sudah sangat
basah oleh pelumas vaginanya.
"Sayang.. kamu mau ngapain?" tanyanya sambil melongokkan kepalanya kebawah kearahku.
Aku tersenyum dan mengedipkan mata kiriku kearahnya nakal. Dengan mudah CD-nya kubuka ikatan
sebelah kirinya setelah ikatan kanan telah terbuka, sekarang tubuh Ima sudah polos tanpa sehelai
benangpun menghalangi, kemudian aku buka kedua kakinya dan kulihat pemandangan surga dunia
yang sangat indah. Bibir vaginanya sangat bersih dan berwarna agak merah muda dengan belahan
berwarna merah dan sangat bagus (mungkin jarang digunakan oleh suaminya) meskipun sudah
melahirkan satu orang anak, dan diatasnya dihiasi bulu-bulu halus dan rapi yang tidak begitu lebat.
"Oohh.. Ima.. bersih dan merah banget.." ujarku memuji, "hihihi.. suka ya..?" tanyanya, tanpa kujawab
lidahku langsung bermain dengan vaginanya, kujilati seluruh bibir vaginanya berkali-kali up and down,
tubuh Ima mengejang-ngejang.
"Aahh..aahh..dhhii..oohh..eenak adhii..aahh..Anto nggak pernah mau begini..mmhh.." lidahku
mulai menjilati bibir vaginanya turun naik dan menjilati labia mayoranya dengan ujung! lidahku. Ima
menggeliat-geliat, mendesah- desah, dan melenguh-lenguh, aku menjilati vaginanya sambil kedua
tanganku meremas-remas kedua buah dadanya
"Hhnghh.. nngghh.. aahh.. dhii.. honey.." gumamnya sangat menikmati permainan lidah dan bibirku
yang menghisap-hisap dan menjilat-jilat klitorisnya berulang-ulang, menghisap-hisap seluruh sudut
vaginanya serta lidahku mendesak-desak kedalam liang vaginanya berkali-kali tanpa ampun
"Oohhnghh.. dhii.. more.. honey.. more.. ahh..", tangan kananku kemudian turun untuk bergabung

55

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

dengan bibir dan lidahku di vaginanya, sedikit-sedikit dengan gerakan maju mundur jari tengahku
kumasuk-masukkan kedalam lubang vaginanya yang sudah becek, makin lama makin dalam
kumasukkan jari tengahku sambil tetap bergerak maju mundur.
Setelah masuk seluruhnya, jari tengahku mulai beraksi menggaruk-garuk seluruh bagian
dinding dalam liang surga Ima sambil sesekali kugerakkan ujungnya berputar-putar dan kusentuh-
sentuh daerah G-spotnya, Ima meradang dan menggelinjang hebat ketika kusentuh G-spot miliknya.
Lidahku tidak berhenti menjilati sambil kuhisap-hisap klitorisnya. Ima berusaha mengimbangi finger
playku dengan menggoyang-goyangkan pantatnya naik turun, kekiri dan kekanan dan bibirnya tidak
berhenti merintih dan mendesah
"Sshh..enghh..uuhh..Adhii..ouuhh..aahh..sshh..enghh.." tidak ada kata-kata yang keluar dari bibirnya
selain suara rintihan, erangan, lenguhan dan desahan kenikmatan. Sekitar 20 menit kemudian liang
vaginanya berkedut-kedut dan menghisap
"Oohhnghh.. ahh.. dhii.. akhu.. sham.. oohh.. henghh.. sham.. phaii.. aahh.. honey.. hengnghh
..aa..aa.." Ima berteriak-teriak mencapai klimaksnya sambil menyemburkan cairan kental dari dalam
vaginanya yang berdenyut-denyut berkali-kali "serrtt.. serrtt.. serrtt.." kucabut jariku dan aku langsung
menghisap cairan yang keluar dari lubang vaginanya sampai habis tak bersisa, tubuhnya mengejang
dan menggelinjang hebat disertai rintihan kepuasan, kedua kakinya dirapatkan menjepit kepalaku, dan
kedua tangannya menekan kepalaku lebih dalam kevaginanya. Kemudian tubuhnya mulai lemas setelah
menikmati klimaksnya yang dahsyat
"Aahh.. adhii.. eenghh.. huuhh.." vaginanya seperti menghisap-hisap bibirku yang masih menempel
dalam dan erat di vaginanya.
"Oh.. adi.. kamu gila.. enak banget.. oohh.. lidah dan hisapanmu waow.. top banget dah.. oohh.."
katanya sambil tersenyum puas sekali melihat kearah wajahku yang masih berada diatas vaginanya
sambil kujilati klitorisnya disamping itu tanganku tidak berhenti bekerja di buah dada kanannya,
"Anto nggak pernah mau oral-in aku..oohh.." dengan selingan suara dan desahannya yang menurutku
sangat seksi.
Sambil beranjak duduk, Ima mengangkat kepalaku, dan melumat bibirku "Sekarang gantian
aku, kamu sekarang berdiri biar aku yang bekerja, oke ?!?" ujarnya, "Oke honey, jangan kaget ya.."
sahutku tersenyum dan mengedipkan mata kiriku lagi sambil berdiri, sekilas wajahnya agak keheranan
tapi Ima langsung bekerja membuka gesperku, kancing dan retsleting celanaku. Ima agak terkejut
melihat tonjolah ditengah CD-ku,
"Wow..berapa ukurannya Di ?" tanyanya, "Kira-kira aja sendiri.." jawabku sekenanya, tanpa ba bi bu
Ima langsung meloloskan CD-ku dan dia agak terbelalak dengan kemegahan Patung Liberty-ku dengan
helm yang membuntal,
"Aww.. gila.. muat nggak nih..?", sebelum aku menjawab lidahnya yang mungil dan agak tajam telah
memulai serangannya dengan menjilati seluruh bagian penisku, dari ujung sampai pangkal hingga
kedua kantung bijiku dihisap-hisapnya rakus.
"Sshh.. aahh.. Ima.. sshh.." aku dibuatnya merem melek menikmati jilatannya. "Abis dicukur ya ?"
tanyanya sambil terus menjilat, aku hanya tersenyum sambil membelai kepalanya.
Kemudian Ima mulai membuka bibir mungilnya dan mencoba mengulum penisku, "Mm.." gumamnya,
penisku mulai masuk seperempat kemulutnya kemudian Ima berhenti dan lidahnya mulai beraksi
dibagian bawah penisku sambil menghisap-hisap penisku "Serrp.. serrp.. serrp..", tangan kirinya
memegang pantat kananku dan tangan kanannya memilin-milin batang penisku, nikmat sekali rasanya
"Aahh.. sshh..." aku menikmati permainannya, lalu mulut mungilnya mulai menelan batang penisku
yang tersisa secara perlahan-lahan, kurasa kenikmatan yang amat sangat dan kehangatan rongga
mulutnya yang tidak ada taranya saat penisku terbenam seluruhnya didalam mulutnya.

56

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

Agak nyeri sedikit diujung helmku, tapi itu dikalahkan nikmatnya kuluman bibir iparku ini. Ima
mulai memaju mundurkan gerakan kepalanya sambil terus mengulum penisku, "Sshh.. aahh.. enak..
Ima..a hh.. terus .. sayang.. uuhh.." gumamku, lidahnya tidak berhenti bermain pula sehingga aku
merasakan goyangan-goyangan kenikmatan dipenisku dari ujung kaki sampai ke ubun-ubun, nikmat
sekali, aku mengikuti irama gerakan maju mundur kepalanya dengan memaju mundurkan pinggulku,
kedua tanganku ku benamkan dirambut kepalanya yang kuacak-acak, Ahh nikmat sekali rasanya
"Clop.. clop.. clop..".
Setelah itu dengan agak membungkukkan posisi tubuhku, tangan kananku mulai mengelus-elus
punggungnya sedangkan tangan kiriku mulai meremas-remas buah dada kanannya, kuremas, kuperas,
kupijit dan kupuntir puting susunya, desahannya mulai terdengar mengiringi desahan dan rintihanku
sambil tetap mengulum, mengocok dan menghisap penisku,
"Ima.. mmhh.." rintihku. Mendengar rintihanku, Ima makin mempercepat tempo permainannya,
gerakan maju mundur dan jilatan- jilatan lidahnya yang basah makin menggila sambil dihisap dan
disedot penisku, dipuntir-puntirnya penisku dengan bibir mungilnya dengan gerakan kepala yang
berputar-putar membuat seluruh persendian tubuhku berdesir-desir dan aku merintih tak karuan.
"Aahh.. Ima.. oohh.. mmnghh.. gila benerr.. oohh.." Kuluman dan hisapannya tidak berhenti
hingga 20 menit, "Gila luh.. 20 menit gue oral kamu nggak klimaks.. sampai pegel mulut gue." katanya
sambil berdiri dan melingkarkan kedua tangannya dileherku untuk kemudian kami berciuman sangat
panas, Ima sambil berdiri berjinjit karena tinggiku 172 cm, sedangkan dia 160 cm. 5 menit kami
menikmati ciuman membara.
Kedua tanganku meremas-remas kedua bongkahan pinggulnya yang bulat dan padat, namun
kenyal dan halus kulitnya, lalu aku membopongnya menuju kekamarnya sambil terus berciuman.
Sambil merebahkan tubuh mungilnya, kami berdua terus berciuman panas dan tubuh kami rebah
dikasur empuknya sambil terus berpelukan. Nafas kami saling memburu deras menikmati tubuh yang
sudah bersimbah keringat, berguling kekanan dan kekiri "Mmhh.. mmhh.. serrp.. serrp..", tangan
kananku kembali meluncur ke buah dada kirinya, meremas dan memuntir- puntir putingnya, Ima
memejamkan mata dan mengernyitkan dahinya menikmati permainan ini sambil bibirnya dan bibirku
saling mengulum deras, berpagutan, menghisap lidah, dan dengan nafas saling memburu.
Kuciumi kembali lehernya, kiri kanan, Ima mendesah-desah sambil kakinya dilingkarkan
dipinggangku dan menggoyang-goyangkan pinggulnya. Penisku terjepit diantara perutnya dan perutku,
dan karena Ima menggoyang-goyangkan pinggulnya, kurasakan gesekan-gesekan nikmat pada penisku,
"Aahh..ahh..adi..cumbui aku honey..ahh..puasi aku sayang..ehmm.." Ima mengerang-erang. Aku
kembali meluncur ke kedua buah dadanya yang indah dan mulai menjilati, menghisap, menggigit-gigit
kecil, meremas, dan memilin puting susunya yang sudah mengeras
"Ahh.. terus honey.. oohh.. sshh..", setelah puas bermain dengan kedua buah dada indahnya, aku
menuruni tubuhnya untuk melumat vaginanya, kujilati semua sudutnya, up and down, kuhisap-hisap
klitorisnya dan kujilat-jilat, kuhisap-hisap lubang vagina dan klitorisnya sepuas-puasnya "Oohh.. oohh..
sshh.. aahh.. honey.. kham.. muu.. nakhal.. oohh.. nakhaal.. banget sihh.. henghh.. oohh.. emmhh.."
desahan demi desahan diiringi tubuhnya yang menggelinjang dan berkelojotan, vaginanya terasa makin
basah dan lembab,
"Aaahh..dhhii..oohh.." vaginanya mulai mengempot-empot sebagai tanda hampir mencapai
klimaks, sementara penisku sudah mengeras menunggu giliran untuk menyerang.
Aku melepas jilatan dan hisapanku di vaginanya untuk kemudian bergerak keatas kearah wajahnya
yang manis, kulihat Ima mengigit bibir bawahnya dengan dahinya yang mengerenyit serta nafasnya
yang memburu ketika ujung penisku bermain di bibir vaginanya up and down
"Mmhh.. adi.. ayo dong.. aku udah nggak tahan nihh.. oohh.. jangan nakal gitu dong.. aahh.." Ima
menikmati sentuhan binal ujung penisku dibibir vaginanya

57

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

"Okhe.. honey.. siap-siap yaa.." kataku juga menahan birahi yang sudah memuncak. Perlahan
kuturunkan penisku menghunjam ke vaginanya

"Enghh.. aahh.. adi.. oohh.. do it honey.. oohh.." desahnya, Vaginanya agak sempit dan kurasakan agak
kempot kedalam menahan hunjaman penisku. "Slepp.." baru kepala penisku yang masuk, Ima berteriak
"Enghh.. aahh.. enak sayang.. sshh.. oohh.." sambil mencengkeram bahuku seperti ingin
membenamkan kuku-kuku jarinya kekulitku "Ayo adi.. aahh.. terusss honey.. aahh.. aahh.." vaginanya
kembali mengempot-empot dan menghisap-hisap penisku tanda awal menuju klimaks
"Ahh.. Ima.. enak banget..itu mu.. ahh.." aku menikmati hisapan vaginanya yang menghisap-hisap
kepala penisku. Tidak berapa lama kemudian Ima kembali berteriak "Aadii.. aahh.. khuu.. aahh.. aahh..
oohh.." Ima kembali berteriak dan merintih mencapai klimaksnya dimana baru kepala penisku saja
yang masuk.
Aku geregetan, sudah dua kali Ima mencapai klimaks sedangkan aku belum sama sekali, begitu
Ima sedang menikmati klimaksnya, aku langsung menghunjamkan seluruh batang penisku kedalam
liang vaginanya "Sloop..sloop..sloopp.." dengan gerakan turun naik yang berirama
"Aahh.. aahh.. hemnghh.. oohh.. aahh.. dhii.. aahh.. aahh.. ehh.. nhak ..sha..yang.. enghh..oohh.." Ima
mendesah-desah dan berteriak- teriak merasakan nikmatnya rojokan penisku di liang vaginanya yang
sempit dan agak peret.
Aku terus menaik turunkan penisku dan menghunjam-hunjamkan keliang vaginanya, sementara
Ima makin melenguh, mendesah dan merintih-rintih merasakan gesekan- gesekan batang penisku dan
garukan-garukan kepala penisku didalam liang vaginanya yang basah dan kurasakan sangat nikmat,
seperti menghisap dan memilin-milin penisku.
Suara rintihan dan desahan Ima semakin keras kudengar memenuhi ruang kamarnya sementara
deru nafas kami semakin! memburu, dan akhirnya "Aahh.. dhii..ahh.. khuu.. sam..phai.. lhaa..ghii..
aahh..aahh.. aahh.." jeritnya terputus-putus mencapai kenikmatan ketiganya, aku masih belum puas,
kutarik kedua tangannya dan aku menjatuhkan diri kebelakang sehingga posisinya sekarang Ima berada
diatasku.
Setelah kami beradu pandang dan berciuman mesra sesaat, Ima mulai memaju mundurkan dan
memutar pinggulnya, memelintir penisku didalam liang vaginanya, gerakan-gerakannya berirama dan
semakin cepat diiringi suara rintihan dan desahan kami berdua,
"Aahh.. Ima.. oohh.. enak banget..aahh.." aku menikmati gerakan binalnya, sementara kedua

58

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

tanganku kembali meremas kedua buah dadanya dan jemariku memilin puting-putingnya "Aahh..
hemhh.. oohh.. nghh.. " teriakannya kembali menggema keseluruh ruangan kamar,
"Tahan.. dhulu.. aahh.. tahan.." sahutku terbata menikmati gesekan vaginanya di penisku,
"Enghh.. akhu.. nggak khuat.. oohh.. honey.. aahh.." balasnya sambil mengelinjang-gelinjang hebat
dengan vaginanya yang sudah mengempot-empot "Seerrt.. seerrt.. seerrt.."
Ima mengeluarkan banyak cairan dari dalam vaginanya dan aku merasakan hangatnya cairan
tersebut diseluruh batang penisku, tubuhnya mengigil disertai vaginanya berdenyut-denyut hebat dan
kemudian Ima ambruk dipelukanku kelelahan
"Oohh.. adhi.. hhhh.. mmhh.. hahh..enak banget sayang.. oohh.. mmhh.." bibirnya kembali
melumat bibirku sambil menikmati klimaksnya yang keempat, sementara penisku masih bersarang
berdenyut-denyut perkasa didalam vaginanya yang sangat basah oleh cairan kenikmatan dari vagina
miliknya yang masih berdenyut-denyut dan menghisap-hisap penisku.
Kami terdiam sesaat, kemudian "Aku haus banget sayang, aku minum dulu yaa..boleh ?" pintanya
memecah kesunyian masih berpelukan erat sambil kubelai- belai punggungnya dengan tangan kiriku
dan agak kuremas-remas pantatnya dengan tangan kananku, "Boleh, tapi jangan lama-lama ya, aku
belum apa-apa nih.." ujarku jahil sambil tersenyum.
Sambil mencubit pinggangku Ima melepas pelukannya, melepas penisku yang bersarang di
liang vaginanya "Plop.." sambil memejamkan matanya menikmati sensasi pergeseran penisku dan
didinding-dinding vaginanya yang memisah untuk kemudian berdiri dan berjalan keluar kamar
mengambil sirup orange dimeja samping sofa. Kemudian Ima berjalan kembali memasuki kamar
sambil minum dan menawarkannya padaku. Aku meneguknya sedikit sambil mengawasi Ima berjalan
menuju kamar mandi dalam kamarnya yang besar. Indah sekali pemandangan tubuhnya dari belakang,
putih mulus dan tanpa cacat. Ima masuk kekamar mandi, sejenak kuikuti dia, kulihat Ima sedang
membasuh tubuh indahnya yang berkeringat dengan handuk
Kenapa ? Udah nggak sabar ya ?" tanyanya sambil melirikku dan tersenyum menggoda. Tanpa
basa-basi kuhampiri Ima, kupeluk dari belakang dan kuciumi tengkuknya, pundaknya dan lehernya.
Sementara kedua tanganku bergerilya membelai kulit tubuhnya yang halus.
"Aahh..beneran nggak sabar..hihihi.." ucapnya.
"Emang..abis upacaranya banyak amat.". Sambil tetap membelakanginya, tangan kananku mulai
menuju kebuah dada kanan dan kirinya, dengan posisi tangan kananku yang melingkar di dadanya dua
bukit bulat nan indah miliknya kugapai, sementara tangan kiriku mulai menuju ke vaginanya.
"Hemhh..sshh..aahh..enghh.." desahannya mulai terdengar lagi setelah jari tengah tangan kiriku
bermain di klitorisnya, sesekali kumasukkan dan kukeluarkan jari tengahku kedalam liang vaginanya
yang mulai basah! dan lembab serta tak ketinggalan tangan kananku meremas-remas buah dada kanan
dan kirinya.
Kedua kakinya agak diregangkan sehingga memudahkan jemari tangan kiriku bergerak bebas
meng-eksplorasi vaginanya dan bibir serta lidahku tidak berhenti mencium juga menjilat seluruh
tengkuk, leher dan pundaknya kiri dan kanan, sementara tangan kanannya menggapai dan membelai-
belai rambutku serta tangan kirinya membelai-belai tangan kiriku.
"Ahh.. adhhii.. sshh.. mmhh..enak sayang..enghh..enaakhh..", kurasakan vagina mulai
berdenyut-denyut, lalu agak kudorong punggungnya kedepan, kedua tangannya menjejak washtaffel
didepannya, kemudian pinggulnya agak kutarik kebelakang serta pinggangnya agak kutekan sedikit
kebawah. Setelah itu kudorong penisku membelah kedua vaginanya dari belakang . "Srreepp.." aku
tidak mau tanggung-tanggung kali ini, kujebloskan seluruh batang penisku kedalam liang vaginanya
"Oouhh.. aahh.. adhhii.. oohh.." teriaknya berkali-kali seiring dengan hunjaman-hunjaman penisku,
tangan kiriku mencengkeram pinggang kirinya sedangkan tangan kananku meremas-remas buah dada
kanannya yang sudah sangat keras dan kenyal

59

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

"Aahh.. adhii.. aahh.. harder.. aahh.. harder honey..aahh.." pintanya sehingga gerakan maju
mundurku makin beringas "Pook.. pook.. pook.." bunyi benturan tubuhku dibokongnya. Beberapa
lama! kemudian liang vaginanya mulai mengempot-empot dan menghisap-hisap kembali dan aku tak
kuasa menahan rintihan-rintihan bersamaan dengan rintihannya
"Ima.. aahh.. enak shay.. hemnghh.." "Aahh.. akhuu.. aahh.. sham.. phai.. aahh..", "Tahan.. dulu..
sha.. yang..hhuuh.." ujarku sambil terus menghunjam-hunjamkam penisku beringas karena aku juga
mulai merasakan hal yang sama, "Aahh.. akhuu.. nggak.. kuat.. aahh.. AAHH.." "Seerrt..seerrt..seerrt.."
kembali Ima mencapai klimaks dan menyemburkan cairan kental tubuhnya, berkali-kali, aku nggak
peduli dan tetap ku genjot maju mundur penisku ke dalam vaginanya yang sudah sangat becek.
Kurasakan penisku seperti disedot-sedot dan dipuntir-puntir di dalam vaginanya yang sudah
bereaksi terhadap orgasmenya. Akhirnya mengalirlah lava panas dari dalam tubuhku melewati batang
penisku kemudian ke ujungnya lantas memuncratkan sperma hangatku ke dalam vaginanya yang
hangat "Aahh..." kami mendesah lega setelah sedari tadi! berpacu mencapai kenikmatan yang amat
sangat. Tubuh Ima mengigil menikmati sensasi yang baru saja dilaluinya untuk kemudian kembali
mengendur meskipun vaginanya masih mengempot dan menghisap-hisap, aku diam dan kubiarkan Ima
menikmati sensasi kenikmatan klimaksnya.
"Ahh.. punyamu enak ya Ima.. bisa ngempot-ngempot gini.."ujarku memuji, "Enak mana sama
punya adikku ?" tanyanya sambil menghadapkan kearah wajahku dibelakangnya dan tersenyum
"Punyamu..hisapannya lebih hebat..mmhh.." kucium mesra bibirnya dan Ima memejamkan matanya.
Kemudian kucabut penisku "Ploop.." "Aahh.." Ima agak menjerit, dan cepat kugandeng tangannya
keluar dari kamar mandi dan kembali ketempat tidur. Setelah Ima merebahkan dirinya terlentang di
tempat tidur, aku berada diatasnya sambil kuciumi dan kulumat bibir mungilnya
"Mmhh..mmhh.." tangan kanannya meremas-remas penisku yang masih saja gagah setelah 2
jam bertempur
"Kamu hebat Di, udah 2 jam masih keras aja.. dan kamu bener-bener bikin aku puas." puji Ima, "Sekali
lagi yaa, yang ini gong nya, aku bikin kamu puas dan nggak akan ngelupain aku selamanya, oke ?!"
balasku, sambil berkata aku mulai menggeser tubuhku dan mengangkanginya, kemudian tanganku
menuntun penisku memasuki liang vaginanya menuju pertempuran terakhir pada hari itu.
"Sleepp.." "Auuwhh.." Ima agak menjerit. Perlahan tapi mantap kudorong penisku, sambil terus
kutatap wajah manis iparku ini, Ima merem melek, mengernyitkan dahinya, dan menggigit bibir
bawahnya dengan nafas memburu menahan kenikmatan yang amat sangat didinding-dinding vaginanya
yang becek "Hehhnghh.. engghh.. aahh.." gerangnya.
Aku mulai memaju mundurkan gerakan pinggulku, perlahan-lahan makin lama makin cepat,
makin cepat, dan makin cepat, sementara Ima yang berada dibawahku mulai melingkarkan kedua kaki
indahnya kepinggangku dan kedua tangannya memegang kedua tanganku yang sedang menyangga
tubuhku, Ima mengerang- erang, mendesah-desah dan melenguh-lenguh
"Aahh.... oohh.. sshh.. teruss.. honey.. oohh..", sementara akupun terbawa suasana dengusan
nafas kami berdua yang memburu dengan menyertainya mendesah, mengerang, dan melenguh
bersamanya "Enghh.. Imaa.. oohh.. ennakh.. sayang..?" tanyaku "He-eh.. enghh.. aahh.. enghh..
enakhh.. banghethh.. dhii... aahh.." lenguhannya kadang meninggi disertai jeritan-jeritan kecil dari bibir
mungilnya "Oohh.. adhii.. oohh.. enghh.." tubuhnya mulai bergelinjangan dan berkelojotan, matanya
mulai dipejamkan, jepitan kaki-kakinya mulai mengetat dipinggangku, kami terus memacu irama
persetubuhan kami, aku yang bergerak turun naik memompa dan merojok-rojok batang penisku
kedalam liang vaginanya diimbangi gerakan memutar-mutar pinggul Ima yang menimbulkan sensasi
memilin-milin di batang penisku, nikmat sekali.

60

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

Kulepas pelukanku untuk kemudian aku merubah posisiku yang tadinya menidurinya ke posisi
duduk, kuangkat kedua kaki Ima yang indah dengan kedua tanganku dan kubuka lebar-lebar untuk
kembali kupompa batang penisku kedalam liang vaginanya yang makin basah dan makin menghisap-
hisap "Enghh.. Adhii.. oohh.. shaa.. yang.. aahh.." kedua tangan Ima meremas erat bantal dibawah
kepalanya yang menengadah keatas disertai rintihan, teriakan, desahan dan lenguhan dari bibir
mungilnya yang tidak berhenti. Kepalanya terangguk-angguk dan badannya terguncang-guncang
mengimbangi gerakan tubuhku yang makin beringas.
Kemudian aku mengubah posisi kedua kaki Ima untuk bersandar dipundakku, sementara agak
kudorong tubuhku kedepan, kedua tanganku serta merta bergerak kekedua buah dadanya untuk
meremas-remas yang bulat membusung dan memuntir-puntir puting susunya kenyal dan mengeras
tanpa kuhentikan penetrasi penisku kedalam liang vaginanya yang hangat dan basah. Ima tidak berhenti
merintih dan mendesah sambil dahinya mengernyit menahan klimaksnya agar kami lebih lama
menikmati permainan yang makin lama semakin nikmat dan membawa kami melayang jauh.
"Oohh.. Ahh.. Dhii.. enghh.. ehn.. nnakhh.." desahan dan rintihan Ima menikmati gesekan-
gesekan batang penis dan rojokan-rojokan kepala penisku berirama merangsangku untuk makin
memacu pompaanku, nafas kami saling memburu.
Setelah mulai kurasakan ada desakan dari dalam tubuhku untuk menuju penisku, aku merubah
posisi lagi untuk kedua tanganku bersangga pada siku-siku tanganku dan membelai-belai rambutnya
yang sudah basah oleh kucuran keringat dari kulit kepalanya. Sambil aku merapatkan tubuhku diatas
tubuh Ima, kedua kaki Ima mulai menjepit pinggangku lagi untuk memudahkan kami melakukan very
deep penetration, rintihan dan desahan nafasnya yang memburu masih terdengar meskipun kami sambil
berciuman Mmnghh.. mmhh.. oohh.. ahh.. Dhii.. mmhh.. enghh.. aahh.." "Oohh.. Imaa.. enghh..
khalau.. mau sampai.. oohh.. bhilang.. ya.. sha.. yang..enghh..aahh.." ujarku meracau "Iyaa..
honey..oohh..aahh.." tubuh kami berdua makin berkeringat, dan rambut kami juga tambah acak-acakan,
sesekali kami saling melumat bibir dengan permainan lidah yang panas disertai gerakan maju mundur
pinggulku yang diimbangi gerakan memutar, kekanan dan kekiri pinggul Ima.
"Oohh.. dhii.. oohh.. uu.. dhahh.. belomm.. engghh.. akhu.. udahh.. nggak khuat..niihh,,"
erangan-erangan kenikmatan Ima disertai tubuhnya yang makin menggelinjang hebat dan liang
vaginanya yang mulai mengempot-empot dan menghisap-hisap hampir mencapai klimaksnya "Dhikit..
laghi.. sayang.. oohh.." sambutku karena penisku juga sudah mulai berdenyut-denyut "Aahh.. aa.. dhii..
noww..oohh.. enghh..aahh" jeritnya "Yeeaa.. aahh.." jeritanku mengiringi jeritan Ima, akhirnya kami
mencapai klimaks bersamaan, "Srreett.. crreett.. srreett.. crreett.." kami secara bersamaan dan

61

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

bergantian memuntahkan cairan kenikmatan berkali-kali sambil mengerang-erang dan mendesah desah,
kami berpelukan sangat erat, aku menekan pinggulku dan menancapkan penisku sedalam-dalamnya ke
dalam liang vagina Ima, sementara Ima membelit pinggangku dengan kedua kaki indahnya dan
memelukku erat sekali seakan tak ingin dilepaskan lagi sambil kuciumi lehernya dan bibir kami juga
saling berciuman.
Nikmat yang kami reguk sangatlah dahsyat dan sangat sulit dilukiskan dengan kata- kata.
Sementara kami masih saling berpelukan erat, vagina Ima masih mengempot- empot dan menghisap-
hisap habis cairan spermaku seakan menelannya sampai habis, dan penisku masih berdenyut-denyut
didalamnya,dan kemudian secara perlahan tubuh kami mengendur saling meregang, dan akupun jatuh
tergulir disamping kanannya.
Sesaat rebah berdiam diri bersebelahan, Ima kemudian merebahkan kepalanya dipundak kiriku
sambil terengah-engah kelelahan dan mencoba mengatur nafasnya setelah menikmati permainan surga
dunia kami. Kulit tubuhnya yang putih dan halus berkeringat bersentuhan dengan kulitku yang
berkeringat, Ima memelukku mesra, dan tangan kiriku membelai rambut dan pundaknya. "Adi.. kamu
hebat banget, gue sampai puas banget sore ini, klimaks yang gue rasakan beberapa kali belum pernah
gue alamin sebelumnya, hemmhh.." Ima berkata sambil menghela nafas panjang
"Ma kasih ya sayang.. thank you banget.." ujarnya lagi sambil kami berciuman mesra sekali
seakan tak ingin diakhiri. Tak terasa kami sudah mereguk kenikmatan berdua lebih dari 4 jam lamanya
dan hari sudah menjelang sore. Setelah puas berciuman dan bermesraan, kami berdua menuju kamar
mandi untuk membasuh keringat yang membasahi tubuh kami, kami saling membasuh dan membelai
tak lupa diselingi ciuman-ciuman kecil yang mesra. Setelah selesai kami berpakaian dan menuju lantai
bawah ke ruang tengah untuk menonton TV dan menunggu istri dan mertuaku serta anaknya pulang
dari kegiatan masing-masing. Sambil menunggu kami masih saling berciuman menikmati waktu yang
tersisa, Ima berucap padaku
"Adi..kalo gue telpon, kamu mau dateng untuk temenin gue ya sayang.." "Pasti !" jawabku, lalu
kami kembali berciuman. Sejak kejadian itu, tiap kali Anto (suaminya) tidak di Jakarta, paling tidak
seminggu 2 kali aku pasti datang kerumah Ima iparku itu untuk mereguk kenikmatan berdua hingga
larut malam dengan alasan pada istriku lembur atau ada rapat dikantor, dan sebulan sekali aku pasti
menghabiskan weekend-ku merengkuh kenikmatan langit ketujuh berdua Ima.

TAMAT

62

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

8. Desah nafas mbak Marissa


Mendung tipis berarak di langit. Aku menatap lapisan awan hitam itu sejenak. Sebentar lagi
pasti hujan. Dan seperti biasa, sementara aroma angin menjelang hujan menerpa leher, setiap kali
hendak hujan aku selalu teringat masa paling mengasyikkan dalam hidupku. Masa di mana sesosok
perempuan secantik dewi tiba- tiba hadir memberikan kehangatan dan kenikmatan luar biasa ketika aku
masih duduk di bangku kelas 2 SMA.
Cuaca agak mendung ketika sebuah truk boks berhenti di depan rumah kosong persis di sebelah
kanan rumahku. Seorang laki-laki turun, diikuti seorang perempuan yang menurutku teramat cantik.
Kecantikan itu bisa kulihat dari warna kulitnya yang amat benderang dalam balutan blus tipis yang
kancing atasnya dibiarkan terbuka, Manakala turun dari kendaraan, ia sedikit menunduk dan bisa
kunikmati sejenak belahan dadanya yang bersih dan penuh.
Sebagai lelaki remaja kelas 2 SMA, perempuan yang kuperkirakan berusia di atas 25 tahun ini
merupakan sosok terindah yang pernah kulihat. Aku berseru senang dalam hati manakala kutahu ia
adalah tetangga baruku. Satu-dua hari pertama tak terlihat perempuan itu di luar rumah. Ia pasti sibuk
mengatur rumah. Sesekali sang lelaki, suaminya, berada di luar rumah untuk melepas penat. Lelaki itu
melambai padaku ketika aku memperhatikannya. Seorang lelaki gagah dan ganteng, dengan usia
beberapa tahun di atas perempuan itu.
"Rumah Pak RT di mana?" tanya lelaki itu menghampiriku.. "Di sini," aku menunjukkan rumahku,
"Ayah saya Pak RT"
Malam itu pasangan baru itu berkunjung ke ayahku. Aku yang membukakan pintu. Kini bisa
kulihat jelas raut perempuan itu. Demikian cantik. Rambutnya lurus panjang. Hidung mancung.
Bibirnya merekah, pipinya merona dan pandangan matanya benar-benar membuat dadaku berdebar-
debar.
"Perkenalkan, nama saya Fredi dan ini istri saya, Marissa. Kami pindah kemari tiga hari lalu.
Kami mau melapor pindah," kata lelaki itu sopan. Ia memberikan foto kopi KTP dan kartu keluarga
kepada ayahku. Kulirik sejenak tanggal lahir Mbak Marissa.
Benar, ia berusia 26 tahun. Entah kenapa, semenjak hari itu, wajah Mbak Marissa, begitu aku
memanggilnya, terus bergelayut di mataku. Aku tahu banyak cewek cantik di sekolah naksir aku, tapi
aku tak pernah tertarik. Bila bertatap mata dengan Mbak Marissa, dadaku berdebar-debar. Sering diam-
diam aku menatapnya dari kejauhan manakala ia bekerja di taman kecil kebun di depan rumahnya. Ia
juga kadang menatapku sekilas, dan melempar senyum kecil, yang menurutku teramat hangat itu. Dan
akan makin panas dingin aku dibuatnya kalau ia bekerja sore-sore di depan rumah itu denga tank-top
dan celana pendek yang menampakkan dua paha mulusnya yang jenjang.
Dua minggu setelah kepindahan mereka, Mbak Marissa mengantar Fredi suaminya naik taksi di
depan rumah. Sebelum masuk taksi, Mas Fredi menghampiri ayahku yang sedang membaca surat kabar
di beranda
"Saya titip rumah, Pak RT. Saya harus bertugas ke Papua selama 6 bulan," kata Fredi. Ayahku
mengangguk. Fredi kemudian memeluk dan mencium pipi Mbak Marissa mesra. Mbak Marissa
membalasanya. Ah, aku merasa Mbak Marissa seperti sengaja ingin membuatku cemburu.
Suatu sore, aku tengah membantu ibuku mengangkat jemuran di bagian belakang rumah ketika
pintu di tembok belakang rumah diketuk-ketuk. Aku ingat itu pintu yang menghubungkan rumahku
dengan rumah sebelah. Aku membuka selot dan membuka pintu. Mbak Marissa berdiri di situ, dengan
tank-top dan celana pendek favoritnya, yang sekarang jadi favoritku juga.
"Hei, ada pintu tembus, rupanya!" celetuknya riang. Suaranya empuk dan meneduhkan.

63

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

"Ya, rumah ini dulu rumah Pakde saya. Karena kami keluarga, maka dibuatlah pintu penghubung ini,"
aku bicara gugup.
"Namamu siapa, sih?" Tanya Mbak Marissa.
"Mirza!"
"Ah, huruf depannya sama-sama M dengan saya. Eh, ngomong-ngomong, Mbak baru bikin brownies
buat mama kamu, nih!" Mbak Marisa mengangsurkan sepiring brownies. Aku mengucapkan
terimakasih. Mbak Marisa mengerling dengan senyum semanis brownies itu, dan menghilang di balik
pintu.

Seminggu kemudian, sore itu mendung mulai menyergap, dan pada malam harinya hujan benar-
benar turun menghujam ke bumi. Entah kenapa aku jadi ketakutan. Itu mungkin karena ayah dan ibuku
tidak ada di rumah. Tadi padi mereka terbang ke Banjarmasin untuk menengok kakakku yang
melahirkan. Mereka akan berada di Banjarmasin sampai minggu depan. Aku menatap jam dinding.
Pukul 9 lebih sedikit. Dan tiba-tiba rumah jadi gelap gulita. Kebiasaan jelek. Kalau hujan, pasti lampu
mati. Aku meraba-raba sekeliling dan mencari lilin. Aku menemukan sebungkus lilin, dan
menyalakannya dengan korek api yang tergeletak di sebelahnya. Cahaya mulai menggerayangi
ruangan. Tiba-tiba dari arah pintu bagian belakang hadir satu sosok.
Aku terkejut. Mbak Marisa berdiri di sana. Ia pasti masuk lewat pintu terobosan di belakang yang tidak
terkunci..
"Punya lilin?" tanyanya. Kali ini, ia dalam balutan tank-top lain yang sangat seksi- dan setelah
kuperhatikan lama--, tanpa beha, dengan rok longgar yang menurutku teramat pendek. Ia bicara dekat
sekali di depanku. Dadanya bergoyang-goyang ketika ia mengisyaratkan kedinginan. Aku memberikan
lilin itu dan memberanikan diri menatapnya agak lama sambil sesekali memperhatikan dadanya.
"Kamu nggak takut sendirian? Kan hujan dan gelap?" tanya Mbak Marisa.
"Nggak. Mbak sendiri?" tanyaku, sedikit gugup.
"Nggak. Sudah biasa! Eh, ayah dan ibumu lama ya perginya?" Tanya Mbak Marisa.
"Sampai minggu depan!" jawabku.

64

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

"Kesepian, dong?" celetuk Mbak Marissa.


"Iya, gitu deh!" kataku, masih sedikit gugup. "Mbak gimana?"
"Biasa aja. Sudah biasa ditinggal pergi Mas Fredi," ia menatapku tajam, mengerling sekilas dan
berbalik meninggalkanku.
"Sudah, ya, aku balik dulu" ia pamit. Sejenak matanya menatapku. Kulihat dalam remang ia menggigit
ujung bibirnya. Aroma farfumnya tertinggal di ruanganku.
"Ya, mbak, selamat malam!" kataku. Jauh dalam hati aku sih pingin bilang, "Please dong temenin saya
sebentar! Pingin sekali rasanya menatap Mbak Marissa berlama- lama, sambil membayangkan
bagaimana rasanya mencium bibirnya yang seksi. "Ah, itu cuma angan gila yang tak masuk akal!"
pikirku.
Aku menyalakan satu lilin lagi dan menutup korden rumah serta mengunci pintu. Di luar sepi
dan dingin sekali. Hujan masih turun. Aku yakin tak ada orang yang berkeliaran di luar rumah malam
ini. Sekarang, hal yang paling asyik adalah adalah masuk kamar tidur dan membayangkan Mbak
Marissa berada di sisiku.
Aku duduk di kursi dan menuang air minum. Tiba-tiba aku mendengar suara dari belakang
rumah. Pintu terobosan itu terbuka lagi. Mbak Marissa datang lagi lagi.
"Sori, Mir. Lilinku habis. Dan aku jadi ketakutan mendengarkan suara hujan dalam gelap," kata Mbak
Marissa. Ia berdiri sangat dekat di hadapanku. Bias kucium harum tubuhnya. "Saya bisa kasih mbak
lilin lagi kalau mau," jawabku, aku bersiap bangkit dari kursiku.
"Nggak usah," Mbak Marisa menahanku. Mendidik dadaku merasakan tangannya mendarat di
pundakku. Aku hanya bisa mematung duduk persis di hadapannya. Darah seperti terpompa ke ubun-
ubunku.. "Aku mau di sini saja, kalau boleh. Boleh, kan?" Mbak Marissa menunduk, mencoba
mensejajarkan wajahnya denga wajahku. Ini membuatku dengam mudah melihat kepundan di dantara
dua gunung indah di dadanya. Dan kali ini aku tak menyia-nyiakan kesempatan ini, karena aku berpikir
Mbak Marissa sengaja membiarkan aku melihatnya. Aku menatap dada itu tanpa ragu dengan nikmat.
"Eit, kau melihat dadaku terus!" Mbak Marissa refleks menutup dadanya. Aku terperangah malu
tertangkap basah seperti itu. "Sori, Mbak!" "Kau bilang sori, tapi terus menatap dadaku. Kalau melihat
terus seperti itu, ntar kepingin lho?" seloroh Mbak Marissa dengan suara lembut menggoda. Dan entah
kenapa aku merasa tak terlalu kuat menahan gejolak mudaku. Meluncur saja kalimat itu dari mulutku.
"Kalau saya kepingin, bagaimana?" tanyaku. Kutatap matanya penuh-penuh. Ia mendekat dan
melepaskan tangannya dari dadanya.
Ia mendekatkan wajahnya ke arahku.. "Mirza, aku tahu aku lebih tua darimu. Tapi aku tahu kau
menyukaiku. Itu dari caramu menatapku dan menelusuri tubuhku dengan tatapanmu. Tanyakan sekali
lagi pertanyaanmu, dan kau akan tahu apakah aku menyukaimu juga," kata Mbak Marissa. Aku
mengulang pertanyaanku,
"Kalau saya kepingin, bagaimana?" Mbak Marissa tersenyum "Kalau kau kepingin," ia membuka tali di
kanan-kiri dan melorotkannya perlahan, membiarkan dua buah dadanya menyembul menantang, "kau
boleh menyentuhnya,"
Berdebar jantungku. Tubuhku seperti mendidih. Mbak Marissa benar-benar seksi dengan dada
terbuka dan bibir mereka dalam remang di tengah hujan malam ini. "Sentuh puting ini dengan lidahmu,
Mirza. Aku menginginkannya, lebih dari yang kau impikan". Tiba-tiba saja Mbak Marissa menarik
kepalaku dan membenamkan dadanya ke wajahku. Dibantunya mulutku menemukan puting merah
muda itu. Putting dan bundaran empuk di dada Mbak Marissa seperti memberi jalan dan megajariku
untuk mengulum-ngulum dan memutar-mutarnya agar pemiliknya mendapatkan nikmat yang istimewa.
Mbak Marissa mendesah makin keras dalam tingkahan suara hujan. Aku makin membara dan
membara. Kujelajahi dengan mulutku semua permukaan dadanya. Mbak Marissa sesekali mengangkat
kepalaku dan mengulum mulutku dengan beringas berkali-kali.

65

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

"Kamarmu! Bawa aku ke kamarmu segera!" desah Mbak Marissa. Aku tak segera bergerak. Ia
menghelaku ke kamarku dan menjerembabkan aku ke tempat tidur. Ia melepas tank-top dan melepas
kaosku. Ia pun tak segan-segan melepas celanaku dan tanpa ragu-ragu menjilati, mengulum dan
menghisap penisku. Sungguh malam yang luar biasa. Aku seperti tenggelam dalam segala macam rasa :
coklat, vanilla, strawberry, almond. Mbak Marissa benar-benar menikmatinya. Kubiarkan pula ia
menjadi guru yang baik dan memberikan pengalaman itu.
Ia melepas sendiri celananya dan membantu membimbing masuk penisku yang keras ke dalam
vaginaya yang basah. Sesekali ia menghentikan ujung penisku di bagian bawah vagina dan dengan
asyik mengusap- usapkannya ke pinggiran vagina itu. Benar-benar aku melayang-layang penisku
mendapatkan rekreasi yang nikmat dan indah itu. Dan dengan gelora yang memuncak dalam limpahan
keringatku dan keringat Mbak Marissa, ia membiarkan penisku meluncur ke vaginanya berulang-ulang.
Ini membuatnya menggelinjang- gelinjang, mengerang, mendesah dan merasakan nikmat luar biasa
dalam tindihanku.
Dan kesempatan itu tak kusia-siakan. Aku balik menyerangnya, menggumulinya dan
memberikan semua yang ia ingin dan ia mau. Kubiarkan ia terus mengerang dan mengaduh, mendesah.
Mbak Marissa kembali ke rumahnya lewat pintu belakang jam 5 pagi. Dan tak perlu menunggu sore, ia
kembali siangnya, sekitar pukul 10 dan menyerangku lagi di minggu pagi itu. Ia memberiku
kenikmatan seminggu penuh. Kadang sampai 2 kali sehari, kadang pula sampai harus membuatku
membolos sekolah.
Affairku dengan Mbak Marissa berlangsung terus sampai menjelang kedatangan suaminya.
Kami bisa bergumul di mana saja: di kamar hotel, di hutan pinus yang sepi, di pantai yang sunyi, di
sebuah dagau kosong di gunung Bromo dan di mana saja.
Aku tak bertemu lagi dengan Mbak Marissa ketika suaminya datang dan mengajaknya serta pindah ke
Jakarta. Namu, meski Mbak Marissa tak ada lagi, bila hari menjelang hujan, penisku selalu berdiri, dan
bisa kubayangkan aroma tubuh dan gelinjang gelora mbak yang cantik dan seksi itu.

TAMAT

66

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

9. Dipakai Anak Kost Bule


Namaku Evita dan Suamiku Edo. Kami baru satu tahun melangsungkan perkawinan, tapi belum
ada pertanda aku hamil. Sudah kucoba berdua periksa siapa yang mandul, tapi kata dokter semuanya
subur dan baik-baik saja. Mungkin karena selama pacaran dulu kami sering ke Discotik, merokok dan
sedikit mabuk. Itu kita lakukan setiap malam minggu selama tiga tahun, selama masa pacaran
berlangsung. Suamiku seorang sales yang hampir dua hari sekali pasti ke luar kota, bahkan kadang satu
minggu di luar kota, karena rasa kasihannya terhadapku, maka dia berniat untuk menyekat rumahku
untuk membuka tempat kost agar aku tidak merasa sendirian di rumah.
Mula-mula empat kamar tersebut kami kost-kan untuk cewek-cewek, ada yang mahasiswa ada
pula yang karyawati. Aku sangat senang ada teman untuk ngobrol- ngobrol. Setiap suamiku pulang dari
luar kota, pasti dibawakan oleh-oleh agar mereka tetap senang tinggal di rumah kami. Tetapi lama-
kelamaan aku merasa makin tambah bising, setiap hari ada yang apel sampai larut malam, apalagi
malam minggu, aduh bising sekali bahkan aku semakin iri pada mereka untuk kumpul bersama-sama
satu keluarga. Begitu suamiku datang dari luar kota, aku menceritakan hal-hal yang tiap hari kualami,
akhirnya kita putuskan untuk membubarkan tempat kost tersebut dengan alasan rumah mau kita jual.
Akhirnya mereka pun pada pamitan pindah kost. Bulan berikutnya kita sepakat untuk ganti warna
dengan cara kontrak satu kamar langsung satu tahun khusus karyawan-karyawan dengan syarat satu
kamar untuk satu orang jadi tidak terlalu pusing untuk memikirkan ramai atau pun pulang malam.
Apalagi lokasi rumah kami di pinggir jalan jadi tetangga-tetangga pada cuek. Satu kamar diisi
seorang bule berbadan gede, putih dan cakep. Untuk ukuran harga kamar kami langsung dikontan dua
tahun dan ditambah biaya perawatan karena dia juga sering pulang malam.
Suatu hari suamiku datang dari luar kota, dia pulang membawa sebotol minuman impor dan obat
penambah rangsangan untuk suami istri. Suamiku bertanya, "Lho kok sepi-sepi aja, pada ke mana."
"Semua pada pulang karena liburan nasional, tapi yang bule nggak, karena perusahaannya ada sedikit
lembur untuk mengejar target", balasku mesra.
Kemudian suamiku mengambil minumannya dan cerita-cerita santai di ruang tamu,
"Nich sekali-kali kita reuni seperti di diskotik", kata suamiku, "Aku juga membawa obat kuat dan
perangsang untuk pasangan suami istri, ntar kita coba ya.."
Sambil sedikit senyum, kujawab, "Kangen ya.. emang cuman kamu yang kangen.." Lalu kamipun
bercanda sambil nonton film porno.
"Nich minum dulu obatnya biar nanti seru.." kata suamiku. Lalu kuminum dua butir, suamiku minum
empat butir.
"Lho kok empat sih.. nanti over lho", kataku manja.
"Ach.. biar cepat reaksinya", balas suamiku sambil tertawa kecil.
Satu jam berlangsung ngobrol-ngobrol santai di ruang tamu sambil nonton film porno, kurasakan obat
tadi langsung bereaksi. Aku cuma mengenakan baju putih tanpa BH dan CD. Kita berdua duduk di sofa
sambil kaki kita diletakkan di atas meja.
Kulihat suamiku mulai terangsang, dia mulai memegang lututku lalu meraba naik ke pahaku
yang mulus, putih dan seksi. Buah dadaku yang masih montok dengan putingnya yang masih kecil dan
merah diraihnya dan diremasnya dengan mesra, sambil menciumiku dengan lembut, perlahan-lahan
suamiku membuka kancing bajuku satu persatu dan beberapa detik kemudian terbukalah semua pelapis
tubuhku.
"Auh.." erangku, kuraba batang kemaluan suamiku lalu kumainkan dengan lidah, kukulum semuanya,
semakin tegang dan besar. Dia pun lalu menjilat klitorisku dengan gemas, menggigit-gigit kecil hingga

67

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

aku tambah terangsang dan penuh gairah, mungkin reaksi obat yang kuminum tadi. Liang
kewanitaanku mulai basah, dan sudah tidak kuat aku menahannya.
"Ach.. Mas masukin yuk.. cepat Mas.. udah pingin nich.." sambil mencari posisi yang tepat aku
memasukkan batang kemaluannya pelan-pelan dan, "Bless..", batang kemaluan suamiku masuk seakan
membongkar liang surgaku. "Ach.. terus Mas.. aku kangen sekali..", dengan penuh gairah entah kenapa
tiba-tiba aku seperti orang kesurupan, seperti kuda liar, mutar sana mutar sini. Begitu pula suamiku
semakin cepat gesekannya.

Kakiku diangkatnya ke atas dan dikangkangkan lebar-lebar. Perasaanku aneh sekali, aku
seakan-akan ingin sekali diperkosa beberapa orang, seakan-akan semua lubang yang aku punya ingin
sekali dimasuki batang kemaluan orang lain. Seperti orang gila, goyang sana, goyang sini sambil
membayangkan macam-macam. Ini berlangsung lama sekali dan kita bertahan seakan-akan tidak bisa
keluar air mani. Sampai perih tapi asik sekali. Sampai akhirnya aku keluar terlebih dahulu, "Ach.. Mas
aku keluar ya.. udah nggak tahan nich.. aduh.. aduh.. adu..h.. keluar tiga kali Mas", desahku mesra.
"Aku juga ya.. ntar kamu agak pelan goyangnya.. ach.. aduh.. keluar nich.." Mani kental yang hangat
banyak sekali masuk ke dalam liang kenikmatanku.
Dan kini kami berada dalam posisi terbalik, aku yang di atas tapi masih bersatu dalam dekapan.
Kucabut liang kewanitaanku dari batang kemaluan suamiku terus kuoles-oleskan di mulut suamiku,
dan suamiku menyedot semua mani yang ada di liang kewanitaanku sampai tetes terakhir. Kemudian
kita saling berpelukan dan lemas, tanpa disadari suamiku tidur tengkurap di karpet ruang tamu tanpa
busana apapun, aku pun juga terlelap di atas sofa panjang dengan kaki telentang, bahkan film porno
pun lupa dimatikan tapi semuanya terkunci sepertinya aman.
Ketika subuh aku terbangun dan kaget, posisiku bugil tanpa sehelai benang pun tetapi aku telah
pindah di kamar dalam, tetapi suamiku masih di ruang tamu. Akhirnya perlahan-lahan kupakai celana
pendek dan kubangunkan suamiku. Akhirnya kami mandi berdua di kamar mandi dalam. Jam delapan
pagi saya buatkan sarapan dan makan pagi bersama, ngobrol sebentar tentang permainan seks yang
telah kami lakukan tadi malam. Tapi aku tidak bertanya tentang kepindahan posisi tidurku di dalam
kamar, tapi aku masih bertanya-tanya kenapa kok aku bisa pindah ke dalam sendirian.
Sesudah itu suamiku mengajakku mengulangi permaina seks seperti semalam, mungkin
pengaruh obatnya belum juga hilang. Aku pun disuruhnya minum lagi tapi aku cuma mau minum satu
kapsul saja. Belum juga terasa obat yang kuminum, tiba-tiba teman suamiku datang menghampiri

68

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

karena ada tugas mendadak ke luar kota yang tidak bisa ditunda. Yah.. dengan terpaksa suamiku pergi
lagi dengan sebuah pesan kalau obatnya sudah bereaksi kamu harus tidur, dan aku pun menjawabnya
dengan ramah dan dengan perasaan sayang.
Maka pergilah suamiku dengan perasaan puas setelah bercinta semalaman. Dengan daster putih
aku kembali membenahi ruang makan, dapur dan kamar-kamar kost aku bersihkan. Tapi kaget sekali
waktu membersihkan kamar terakhir kost-ku yang bersebelahan dengan kamar tidurku, ternyata si bule
itu tidur pulas tanpa busana sedikit pun sehingga kelihatan sekali batang kemaluan si bule yang sebesar
tanganku. Tapi aku harus mengambil sprei dan sarung bantal yang tergeletak kotor yang akan kucuci.
Dengan sangat perlahan aku mengambil cucian di dekat si bule sambil melihat batang kemaluan yang
belum pernah kulihat secara dekat. Ternyata benar seperti di film-film porno bahwa batang kemaluan
bule memang besar dan panjang. Sambil menelan ludah karena sangatlah keheranan, aku mengambil
cucian itu. Tiba-tiba si bule itu bangun dan terkejut seketika ketika melihat aku ada di kamarnya.
Langsung aku seakan-akan tidak tahu harus berkata apa.
"Maaf tuan saya mau mengambil cucian yang kotor", kataku dengan sedikit gugup.
"Suamimu sudah berangkat lagi?" jawabnya dengan pelan dan pasti. Dengan pertanyaan seperti itu aku
sangat kaget. Dan kujawab, "Kenapa?".
Sambil mengambil bantal yang ditutupkan di bagian vitalnya, si bule itu berkata, "Sebelumnya
aku minta maaf karena tadi malam aku sangat lancang. Aku datang jam dua malam, aku lihat suamimu
tidur telanjang di karpet ruang tamu, dan kamu pun tidur telanjang di sofa ruang tamu, dengan sangat
penuh nafsu aku telah melihat liang kewanitaanmu yang kecil dan merah muda, maka aku langsung
memindahkan kamu ke kamar, tapi tiba-tiba timbul gairahku untuk mencoba kamu. Mula-mula aku
hanya menjilati liang kewanitaanmu yang penuh sperma kering dengan bau khas sperma lelaki.
Akhirnya batang kemaluanku terasa tegang sekali dan nafsuku memuncak, maka dengan beraninya aku
meniduri kamu."
Dengan rasa kaget aku mau marah tapi memang posisi yang salah memang diriku sendiri, dan
kini terjawablah sudah pertanyaan dalam benakku kenapa aku bisa pindah ke ruang kamar tidurku dan
kenapa liang kewanitaanku terasa agak sakit
"Trus saya.. kamu apain", tanyaku dengan sedikit penasaran "Kutidurin kamu dengan penuh nafsu,
sampai mani yang keluar pertama kutumpahkan di perut kamu, dan kutancapkan lagi batanganku ke
liang kewanitaanmu sampai kira-kira setengah jam keluar lagi dan kukeluarkan di dalam liang
kewanitaanmu", jawab si bule.
"Oic.. bahaya nich, ntar kalo hamil gimana nich", tanyaku cemas.
"Ya.. nggak pa-pa dong", jawab si bule sambil menggandengku, mendekapku dan menciumku.
Kemudian dipeluknya tubuhku dalam pangkuannya sehingga sangat terasa batang kemaluannya yang
besar menempel di liang kewanitaanku. "Ach.. jangan dong.. aku masih capek semalaman", kataku tapi
tetap saja dia meneruskan niatnya, aku ditidurkan di pinggir kasurnya dan diangkat kakiku hingga
terlihat liang kewanitaanku yang mungil, dan dia pun mulai manjilati liang kewanitaanku dengan penuh
gairah. Aku pun sudah mulai bernafsu karena pengaruh obat yang telah aku minum sewaktu ada
suamiku.
"Auh.. Jhon.. good.. teruskan Jhon.. auh". Satu buah jari terasa dimasukkan dan diputar-putar, keluar
masuk, goyang kanan goyang kiri, terus jadi dua jari yang masuk, ditarik, didorong di liang
kewanitaanku. Akhirnya basah juga aku, karena masih penasaran Jhon memasukkan tiga jari ke liang
kewanitaanku sedangkan jari- jari tangan kirinya membantu membuka bibir surgaku. Dengan nafsunya
jari ke empatnya dimasukkan pula, aku mengeliat enak. Diputar-putar hingga bibir kewanitaanku
menjadi lebar dan licin. Nafsuku memuncak sewaktu jari terakhir dimasukkan pula.
"Aduh.. sakit Jhon.. jangan Jhon.. ntar sobek.. Jhon.. jangan Jhon", desahku sambil mengeliat
dan menolak perbuatannya, aku berusaha berdiri tapi tidak bisa karena tangan kirinya memegangi kaki

69

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

kiriku. Dan akhirnya, "Bless.." masuk semua satu telapak tangan kanan Jhon ke dalam liang
kewanitaanku, aku menjerit keras tapi Jhon tidak memperdulikan jeritanku, tangan kirinya meremas
payudaraku yang montok hingga rasa sakitnya hilang. Akhirnya si bule itu tambah menggila, didorong,
tarik, digoyang kanan kiri dengan jari-jarinya menggelitik daging-daging di dalamnya, dia memutar
posisi jadi enam sembilan, dia menyumbat mulutku dengan batang kemaluannya hingga aku
mendapatkan kenikmatan yang selama ini sangat kuharapkan.
"Auch.. Jhon punyamu terlalu panjang hingga masuk di tenggorokanku.. pelan-pelan aja",
ucapku tapi dia masih bernafsu. Tangannya masih memainkan liang kewanitaanku, jari-jarinya
mengelitik di dalamnya hingga rasanya geli, enak dan agak sakit karena bulu-bulu tangannya
menggesek-gesek bibir kewanitaanku yang lembut. Ini berlangsung lama sampai akhirnya aku keluar.
"Jhon.. aku nggak tahan.. auch.. aouh.. aku keluar Jhon auch, aug.. keluar lagi Jhon.." desahku nikmat
menahan orgasme yang kurasakan.
"Aku juga mau keluar.. auh.." balasnya sambil mendesah. Kemudian tangannya ditarik dari
dalam liang kewanitaanku dan dia memutar berdiri di tepi kasur dan menarik kepalaku untuk
mengulum kemaluannya yang besar. Dengan sangat kaget dan merasa takut, kulihat di depan pintu
kamar ternyata
suamiku datang lagi, sepertinya suamiku tidak jadi pergi dan melihat peristiwa itu. Aku tidak bisa
berbuat apa-apa, kupikir sudah ketahuan, telanjur basah, aku takut kalau aku berhenti lalu si bule tahu
dan akhirnya bertengkar, tapi aku pura-pura tidak ada sesuatu hal pun, si bule tetap kukulum sambil
melirik suamiku, takut kalau dia marah.
Tapi ternyata malah suamiku melepas celana dan mendekati kami berdua yang sudah tegang
sekali, mungkin sudah menyaksikan kejadian ini sejak tadi. Dan akhirnya si bule kaget sekali,
wajahnya pucat dan kelihatan grogi, lalu melepas alat vitalnya dari mulutku dan agak mudur sedikit.
Tapi suamiku berkata, "Terusin aja nggak pa-pa kok, aku sayang sama istriku.. kalau istriku suka
begini.. ya terpaksa aku juga suka.. ayo kita main bareng".
Akhirnya semua pada tersenyum merdeka, dan tanpa rasa takut sedikit pun akhirnya si bule
disuruh tidur telentang, aku tidur di atas tubuh si bule, dan suamiku memasukkan alat vitalnya di
anusku, yang sama sekali belum pernah kulakukan. Dengan penuh nafsu suamiku langsung
memasukkan batang kemaluannya ke dalam anusku. Karena kesulitan akhirnya dia menarik sedikit
tubuhku hingga batang kemaluan si bule yang sudah masuk ke liang kewanitaanku terlepas, suamiku
buru-buru memasukkan batang kemaluannya ke liang kewanitaanku yang sudah basah, di goyang
beberapa kali akhirnya ikut basah, dan dicopot lagi dan dimasukkan ke anusku dan.. "Bless..", batang
kemaluan suamiku menembus mulus anusku. "Aduh.. pelan-palan Mas..", seruku.
Kira-kira hampir setengah jam posisi seperti ini berlangsung dan akhirnya suamiku keluar
duluan, duburku terasa hangat kena cairan mani suamiku, dia menggerang keenakan sambil tergeletak
melihatku masih menempel ketat di atas tubuh si bule. Akhirnya si bule pun pindah atas dan
memompaku lebih cepat dan aku pun mengerang keenakan dan sedikit sakit karena mentok, kupegang
batang kemaluan si bule yang keluar masuk liang kewanitaanku, ternyata masih ada sisa sedikit yang
tidak dapat masuk ke liang senggamaku. Suamiku pun ikut tercengang melihat batang kemaluan si bule
yang besar, merah dan panjang. Aku pun terus mengerang keasyikan, "Auh.. auh.. terus Jhon.. auh,
keluarin ya Jhon.."
Akhirnya si bule pun keluar, "Auch.. keluar nich.." ucapnya sambil menarik batang
kemaluannya dari liang kewanitaanku dan dimasukkan ke mulutku dan menyembur juga lahar kental
yang panas, kutelan sedikit demi sedikit mani asin orang bule. Suamiku pun ikut menciumku dengan
sedikit menjilat mani orang asing itu. Kedua lelaki itu akhirnya tersenyum kecil lalu pergi mandi dan
tidur siang dengan puas.
Sesudah itu aku menceritakan peristiwa awalnya dan minta maaf, sekaligus minta ijin bila suatu saat

70

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

aku ingin sekali bersetubuh dengan si bule boleh atau tidak. "Kalau kamu mau dan senang, ya nggak
apa-apa asal kamu jangan sampai disakiti olehnya". Sejak saat itupun bila aku ditinggal suamiku, aku
tidak pernah merasa kesepian. Dan selalu dikerjain oleh si bule.

TAMAT

71

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

10. Putri Ibu Kost


Waktu itu usiaku 23 tahun. Aku duduk di tingkat akhir suatu perguruan tinggi teknik di kota
Bandung. Wajahku ganteng. Badanku tinggi dan tegap, mungkin karena aku selalu berolahraga
seminggu tiga kali. Teman-temanku bilang, kalau aku bermobil pasti banyak cewek yang dengan
sukahati menempel padaku. Aku sendiri sudah punya pacar. Kami pacaran secara serius. Baik orang
tuaku maupun orang tuanya sudah setuju kami nanti menikah. Tempat kos-ku dan tempat kos-nya
hanya berjarak sekitar 700 m. Aku sendiri sudah dipegangi kunci kamar kosnya. Walaupun demikian
bukan berarti aku sudah berpacaran tanpa batas dengannya. Dalam masalah pacaran, kami sudah saling
cium-ciuman, gumul-gumulan, dan remas-remasan. Namun semua itu kami lakukan dengan masih
berpakaian. Toh walaupun hanya begitu, kalau "voltase"-ku sudah amat tinggi, aku dapat "muntah"
juga. Dia adalah seorang yang menjaga keperawanan sampai dengan menikah, karena itu dia tidak mau
berhubungan sex sebelum menikah. Aku menghargai prinsipnya tersebut.
Karena aku belum pernah pacaran sebelumnya, maka sampai saat itu aku belum pernah
merasakan memek perempuan. Pacarku seorang anak bungsu. Kecuali kolokan, dia juga seorang
penakut, sehingga sampai jam 10 malam minta ditemani. Sehabis mandi sore, aku pergi ke kosnya.
Sampai dia berangkat tidur. aku belajar atau menulis tugas akhir dan dia belajar atau mengerjakan
tugas-tugas kuliahnya di ruang tamu. Kamar kos-nya sendiri berukuran cukup besar, yakni 3m-x-6m.
Kamar sebesar itu disekat dengan triplex menjadi ruang tamu dengan ukuran 3m-x-2.5m dan ruang
tidur dengan ukuran 3m.x.3.5m. Lobang pintu di antara kedua ruang itu hanya ditutup dengan kain
korden.
lbu kost-nya mempunyai empat anak, semua perempuan. Semua manis-manis sebagaimana
kebanyakan perempuan Sunda. Anak yang pertama sudah menikah, anak yang kedua duduk di kelas 3
SMA, anak ketiga kelas I SMA, dan anak bungsu masih di SMP. Menurut desas-desus yang sampai di
telingaku, menikahnya anak pertama adalah karena hamil duluan. Kemudian anak yang kedua pun
sudah mempunyai prestasi. Nama panggilannya Ika. Dia dikabarkan sudah pernah hamil dengan
pacarya, namun digugurkan. Menurut penilaianku, Ika seorang playgirl. Walaupun sudah punya pacar,
pacarnya kuliah di suatu politeknik, namun dia suka mejeng dan menggoda laki-laki lain yang
kelihatan keren. Kalau aku datang ke kos pacarku, dia pun suka mejeng dan bersikap genit dalam
menyapaku. lka memang mojang Sunda yang amat aduhai. Usianya akan 18 tahun. Tingginya 160 cm.
Kulitnya berwarna kuning langsat dan kelihatan licin. Badannya kenyal dan berisi. Pinggangnya
ramping. Buah dadanya padat dan besar membusung.
Pinggulnya besar, kecuali melebar dengan indahnya juga pantatnya membusung dengan
montoknya. Untuk gadis seusia dia, mungkin payudara dan pinggul yang sudah terbentuk sedemikian
indahnya karena terbiasa dinaiki dan digumuli oleh pacarnya. Paha dan betisnya bagus dan mulus.
Lehernya jenjang. Matanya bagus. Hidungnya mungil dan sedikit mancung. Bibirnya mempunyai garis
yang sexy dan sensual, sehingga kalau memakai lipstik tidak perlu membuat garis baru, tinggal
mengikuti batas bibir yang sudah ada. Rambutnya lebat yang dipotong bob dengan indahnya.
Sore itu sehabis mandi aku ke kos pacarku seperti biasanya. Di teras rumah tampak Ika sedang
mengobrol dengan dua orang adiknya. Ika mengenakan baju atas "you can see" dan rok span yang
pendek dan ketat sehingga lengan, paha dan betisnya yang mulus itu dipertontonkan dengan jelasnya.
"Mas Bob, ngapel ke Mbak Dina? Wah.. sedang nggak ada tuh. Tadi pergi sama dua temannya. Katanya
mau bikin tugas," sapa Ika dengan centilnya.
"He.. masa?" balasku.
"Iya.. Sudah, ngapelin Ika sajalah Mas Bob," kata Ika dengan senyum menggoda.

72

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

Edan! Cewek Sunda satu ini benar-benar menggoda hasrat. Kalau mau mengajak beneran aku tidak
menolak nih, he-he-he..
"Ah, neng Ika macam-macam saja..," tanggapanku sok menjaga wibawa. "Kak Dai belum datang?"
Pacar Ika namanya Daniel, namun Ika memanggilnya Kak Dai.
Mungkin Dai adalah panggilan akrab atau panggilan masa kecil si Daniel. Daniel berasal dan
Bogor. Dia ngapeli anak yang masih SMA macam minum obat saja. Dan pulang kuliah sampai malam
hari. Lebih hebat dan aku, dan selama ngapel waktu dia habiskan untuk ngobrol. Atau kalau setelah
waktu isya, dia masuk ke kamar Ika. Kapan dia punya kesempatan belajar?
"Wah.. dua bulan ini saya menjadi singgel lagi. Kak Dai lagi kerja praktek di Riau. Makanya carikan
teman Mas Bob buat menemani Ika dong, biar Ika tidak kesepian.. Tapi yang keren lho," kata Ika
dengan suara yang amat manja. Edan si playgirl Sunda ini. Dia bukan tipe orang yang ngomong begitu
bukan sekedar bercanda, namun tipe orang yang suka nyerempet-nyerempet hal yang berbahaya.
"Neng Ika ini.. Nanti Kak Dai-nya ngamuk dong."
"Kak Dai kan tidak akan tahu.."
Aku kembali memaki dalam hati. Perempuan Sunda macam Ika ini memang enak ditiduri. Enak
digenjot dan dinikmati kekenyalan bagian-bagian tubuhnya. Aku mengeluarkan kunci dan membuka
pintu kamar kos Dina. Di atas meja pendek di ruang tamu ada sehelai memo dari Dina.

Sambil membuka jendela ruang depan dan ruang tidur, kubaca isi memo tadi. "Mas Bobby, gue
ngerjain tugas kelompok bersama Niken dan Wiwin. Tugasnya banyak, jadi gue malam ini tidak
pulang. Gue tidur di rumah Wiwin. Di kulkas ada jeruk, ambil saja. Soen sayang, Dina" Aku
mengambil bukuku yang sehari-harinya kutinggal di tempat kos Dina
Sambil enyetel radio dengan suara perlahan, aku mulai membaca buku itu. Biarlah aku belajar di situ
sampai jam sepuluh malam. Sedang asyik belajar, sekitar jam setengah sembilan malam pintu diketok

73

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

dan luar. Tok-tok-tok.. Kusingkapkan korden jendela ruang tamu yang telah kututup pada jam delapan
malam tadi, sesuai dengan kebiasaan pacarku. Sepertinya Ika yang berdiri di depan pintu.
"Mbak Di.. Mbak Dina..," terdengar suara Ika memanggil-manggil dan luar. Aku membuka pintu.
"Mbak Dina sudah pulang?" tanya Ika.
"Belum. Hari ini Dina tidak pulang. Tidur di rumah temannya karena banyak tugas. Ada apa?"
"Mau pinjam kalkulator, mas Bob. Sebentar saja. Buat bikin pe-er."
"Ng.. bolehlah. Pakai kalkulatorku saja, asal cepat kembali."
"Beres deh mas Bob. Ika berjanji," kata Ika dengan genit.
Bibirnya tersenyum manis, dan pandang matanya menggoda menggemaskan. Kuberikan
kalkulatorku pada Ika. Ketika berbalik, kutatap tajam-tajam tubuhnya yang aduhai. Pinggulnya yang
melebar dan montok itu menggial ke kiri-kanan, seolah menantang diriku untuk meremas-remasnya.
Sialan! Kontholku jadi berdiri. Si "boy-ku" ini responsif sekali kalau ada cewek cakep yang enak
digenjot. Sepeninggal Ika, sesaat aku tidak dapat berkonsentrasi. Namun kemudian kuusir pikiran yang
tidak-tidak itu. Kuteruskan kembali membaca textbook yang menunjang penulisan tugas sarjana itu.
Tok-tok-tok! Baru sekitar limabelas menit pintu kembali diketok. "Mas Bob.. Mas Bob..,"
terdengar Ika memanggil lirih. Pintu kubuka. Mendadak kontholku mengeras lagi. Di depan pintu
berdiri Ika dengan senyum genitnya. Bajunya bukan atasan "you can see" yang dipakai sebelumnya.
Dia menggunakan baju yang hanya setinggi separuh dada dengan ikatan tali ke pundaknya.
Baju tersebut berwarna kuning muda dan berbahan mengkilat. Dadanya tampak membusung
dengan gagahnya, yang ujungnya menonjol dengan tajam dan batik bajunya. Sepertinya dia tidak
memakai BH. Juga, bau harum sekarang terpancar dan tubuhnya. Tadi, bau parfum harum semacam ini
tidak tercium sama sekali, berarti datang yang kali ini si Ika menyempatkan diri memakai parfum. Kali
ini bibirnya pun dipolesi lipstik pink.
"Ini kalkulatornya, Mas Bob," kata Ika manja, membuyarkan keterpanaanku.
"Sudah selesai. Neng Ika?" tanyaku basa-basi.
"Sudah Mas Bob, namun boleh Ika minta diajari Matematika?"
"0, boleh saja kalau sekiranya bisa."
Tanpa kupersilakan Ika menyelonong masuk dan membuka buku matematika di atas meja tamu
yang rendah. Ruang tamu kamar kos pacarku itu tanpa kursi. Hanya digelari karpet tebal dan sebuah
meja pendek dengan di salah satu sisinya terpasang rak buku. Aku pun duduk di hadapannya,
sementara pintu masuk tertutup dengan sendirinya dengan perlahan. Memang pintu kamar kos pacarku
kalau mau disengaja terbuka harus diganjal potongan kayu kecil.
"Ini mas Bob, Ika ada soal tentang bunga majemuk yang tidak tahu cara penyelesaiannya." Ika
mencari-cari halaman buku yang akan ditanyakannya. Menunggu halaman itu ditemukan, mataku
mencari kesempatan melihat ke dadanya. Amboi! Benar, Ika tidak memakai bra. Dalam posisi agak
menunduk, kedua gundukan payudaranya kelihatan sangat jelas. Sungguh padat, mulus, dan indah.
Kontholku terasa mengeras dan sedikit berdenyut-denyut. Halaman yang dicari ketemu. Ika dengan
centilnya membaca soal tersebut. Soalnya cukup mudah. Aku menerangkan sedikit dan memberitahu
rumusnya, kemudian Ika menghitungnya. Sambil menunggu Ika menghitung, mataku mencuri pandang
ke buah dada Ika. Uhhh.. ranum dan segarnya.
"Kok sepi? Mamah, Ema, dan Nur sudah tidur?" tanyaku sambil menelan ludah. Kalau bapaknya tidak
aku tanyakan karena dia bekerja di Cirebon yang pulangnya setiap akhir pekan.
"Sudah. Mamah sudah tidur jam setengah delapan tadi. Kemudian Erna dan Nur berangkat tidur waktu
Ika bermain-main kalkulator tadi," jawab Ika dengan tatapan mata yang menggoda. Hasratku mulai
naik. Kenapa tidak kusetubuhi saja si Ika.
Mumpung sepi. Orang-orang di rumahnya sudah tidur. Kamar kos sebelah sudah sepi dan sudah
mati lampunya. Berarti penghuninya juga sudah tidur. Kalau kupaksa dia meladeni hasratku, tenaganya

74

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

tidak akan berarti dalam melawanku. Tetapi mengapa dia akan melawanku? jangan-jangan dia ke sini
justru ingin bersetubuh denganku. Soal tanya Matematika, itu hanya sebagai atasan saja. Bukankah dia
menyempatkan ganti baju, dari atasan you can see ke atasan yang memamerkan separuh payudaranya?
Bukankah dia datang lagi dengan menyempatkan tidak memakai bra? Bukankah dia datang lagi dengan
menyempatkan memakai parfum dan lipstik? Apa lagi artinya kalau tidak menyodorkan diri?
Tiba-tiba Ika bangkit dan duduk di sebelah kananku.
"Mas Bob.. ini benar nggak?" tanya Ika.
Ada kekeliruan di tengah jalan saat Ika menghitung. Antara konsentrasi dan menahan nafsu
yang tengah berkecamuk, aku mengambil pensil dan menjelaskan kekeliruannya. Tiba-tiba Ika lebih
mendekat ke arahku, seolah mau memperhatikan hal yang kujelaskan dan jarak yang lebih dekat.
Akibatnya.. gumpalan daging yang membusung di dadanya itu menekan lengan tangan kananku. Terasa
hangat dan lunak, namun ketika dia lebih menekanku terasa lebih kenyal. Dengan sengaja lenganku
kutekankan ke payudaranya.
"Ih.. Mas Bob nakal deh tangannya," katanya sambil merengut manja. Dia pura-pura menjauh.
"Lho, yang salah kan Neng Ika duluan. Buah dadanya menyodok-nyodok lenganku," jawabku.
lka cemberut. Dia mengambil buku dan kembali duduk di hadapanku. Dia terlihat kembali
membetulkan yang kesalahan, namun menurut perasaanku itu hanya berpura-pura saja. Aku merasa
semakin ditantang. Kenapa aku tidak berani?
Memangnya aku impoten? Dia sudah berani datang ke sini malam-malam sendirian. Dia
menyempatkan pakai parfum. Dia sengaja memakai baju atasan yang memamerkan gundukan
payudara. Dia sengaja tidak pakai bra. Artinya, dia sudah mempersilakan diriku untuk menikmati
kemolekan tubuhnya. Tinggal aku yang jadi penentunya, mau menyia-siakan kesempatan yang dia
berikan atau memanfaatkannya. Kalau aku menyia-siakan berarti aku band! Aku pun bangkit. Aku
berdiri di atas lutut dan mendekatinya dari belakang. Aku pura-pura mengawasi dia dalam mengerjakan
soal. Padahal mataku mengawasi tubuhnya dari belakang. Kulit punggung dan lengannya benar-benar
mulus, tanpa goresan sedikitpun. Karena padat tubuhnya, kulit yang kuning langsat itu tampak licin
mengkilap walaupun ditumbuhi oleh bulu-bulu rambut yang halus. Kemudian aku menempelkan
kontholku yang menegang ke punggungnya. Ika sedikit terkejut ketika merasa ada yang menempel
punggungnya.
"Ih.. Mas Bob jangan begitu dong..," kata Ika manja.
"Sudah.. udah-udah.. Aku sekedar mengawasi pekerjaan Neng Ika," jawabku.
lka cemberut. Namun dengan cemberut begitu, bibir yang sensual itu malah tampak
menggemaskan. Sungguh sedap sekali bila dikulum-kulum dan dilumat-lumat. Ika berpura-pura
meneruskan pekerjaannya. Aku semakin berani. Kontholku kutekankan ke punggungnya yang kenyal.
Ika menggelinjang. Tidak tahan lagi. Tubuh Ika kurengkuh dan kurebahkan di atas karpet. Bibirnya
kulumat-lumat, sementara kulit punggungnya kuremas-remas.
Bibir Ika mengadakan perlawanan, mengimbangi kuluman-kuluman bibirku yang diselingi
dengan permainan lidahnya. Terlihat bahkan dalam masalah ciuman Ika yang masih kelas tiga SMA
sudah sangat mahir. Bahkan mengalahkan kemahiranku. Beberapa saat kemudian ciumanku berpindah
ke lehernya yang jenjang. Bau harum terpancar dan kulitnya. Sambil kusedot-sedot kulit lehernya
dengan hidungku, tanganku berpindah ke buah dadanya. Buah dada yang tidak dilindungi bra itu terasa
kenyal dalam remasan tanganku. putingnya kutekan-tekan dan kupelintir-pelintir dengan jari-jari
tanganku. Puting itu terasa mengeras.
"Mas Bob, Mas Bob buka baju saja Mas Bob..," rintih Ika. Tanpa menunggu persetujuanku, jari-jari
tangannya membuka Ikat pinggang dan ritsleteng celanaku. Aku mengimbangi, tali baju atasannya
kulepas dan baju tersebut kubebaskan dan tubuhnya.
Aku terpana melihat kemulusan tubuh atasnya tanpa penutup sehelai kain pun. Buah dadanya

75

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

yang padat membusung dengan indahnya. Ditimpa sinar lampu neon ruang tamu, payudaranya
kelihatan amat mulus dan licin. Putingnya berdiri tegak di ujung gumpalan payudara. Putingnya
berwarna pink kecoklat-coklatan, sementara puncak bukit payudara di sekitarnya berwarna coklat tua
dan sedikit menggembung dibanding dengan permukaan kulit payudaranya.
Celana panjang yang sudah dibuka oleh Ika kulepas dengan segera. Menyusul. kemeja dan kaos
singlet kulepas dan tubuhku. Kini aku cuma tertutup oleh celana dalamku, sementara Ika tertutup oleh
rok span ketat yang mempertontonkan bentuk pinggangnya yang ramping dan bentuk pinggulnya yang
melebar dengan bagusnya. Ika pun melepaskan rok spannya itu, sehingga pinggul yang indah itu kini
hanya terbungkus celana dalam minim yang tipis dan berwarna pink. Di daerah bawah perutnya, celana
dalam itu tidak mampu menyembunyikan warna hitam dari jembut lebat Ika yang terbungkus di
dalamnya.
Juga, beberapa helai jembut Ika tampak keluar dan lobang celana dalamnya. lka memandangi
dadaku yang bidang. Kemudian dia memandang ke arah kontholku yang besar dan panjang, yang
menonjol dari balik celana dalamku. Pandangan matanya memancarkan nafsu yang sudah
menggelegak. Perlahan aku mendekatkan badanku ke badannya yang sudah terbaring pasrah. Kupeluk
tubuhnya sambil mengulum kembali bibirnya yang hangat. Ika pun mengimbanginya. Dia memeluk
leherku sambil membalas kuluman di bibirnya. Payudaranya pun menekan dadaku. Payudara itu terasa
kenyal dan lembut.
Putingnya yang mengeras terasa benar menekan dadaku. Aku dan Ika saling mengulum bibir,
saling menekankan dada, dan saling meremas kulit punggung dengan penuh nafsu. Ciumanku
berpindah ke leher Ika. Leher mulus yang memancarkan keharuman parfum yang segar itu kugumuli
dengan bibir dan hidungku. Ika mendongakkan dagunya agar aku dapat menciumi segenap pori-pori
kulit lehernya.

"Ahhh.. Mas Bob.. Ika sudah menginginkannya dari kemarin.. Gelutilah tubuh Ika.. puasin Ika ya Mas
Bob..," bisik Ika terpatah-patah.
Aku menyambutnya dengan penuh antusias. Kini wajahku bergerak ke arah payudaranya.
Payudaranya begitu menggembung dan padat. namun berkulit lembut. Bau keharuman yang segar
terpancar dan pori-porinya. Agaknya Ika tadi sengaja memakai parfum di sekujur payudaranya sebelum
datang ke sini. Aku menghirup kuat-kuat lembah di antara kedua bukit payudaranya itu. Kemudian
wajahku kugesek-gesekkan di kedua bukit payudara itu secara bergantian, sambil hidungku terus
menghirup keharuman yang terpancar dan kulit payudara. Puncak bukit payudara kanannya pun
kulahap dalam mulutku. Kusedot kuat-kuat payudara itu sehingga daging yang masuk ke dalam
mulutku menjadi sebesar-besarnya. Ika menggelinjang.
"Mas Bob.. ngilu.. ngilu..," rintih Ika.
Gelinjang dan rintihan Ika itu semakin membangkitkan hasratku. Kuremas bukit payudara
sebelah kirinya dengan gemasnya, sementara puting payudara kanannya kumainkan dengan ujung
lidahku. Puting itu kadang kugencet dengan tekanan ujung lidah dengan gigi. Kemudian secara
mendadak kusedot kembali payudara kanan itu kuat-kuat. sementara jari tanganku menekan dan
memelintir puting payudara kirinya. Ika semakin menggelinjang-gelinjang seperti ikan belut yang
memburu makanan sambil mulutnya mendesah-desah.
"Aduh mas Booob.. ssshh.. ssshhh.. ngilu mas Booob.. ssshhh.. geli.. geli..," cuma kata-kata itu
yang berulang-ulang keluar dan mulutnya yang merangsang.
Aku tidak puas dengan hanya menggeluti payudara kanannya. Kini mulutku berganti menggeluti
payudara kiri. sementara tanganku meremas-remas payudara kanannya kuat-kuat. Kalau payudara
kirinya kusedot kuat-kuat. tanganku memijit-mijit dan memelintir-pelintir puting payudara kanannya.
Sedang bila gigi dan ujung lidahku menekan-nekan puting payudara kiri, tanganku meremas sebesar-

76

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

besarnya payudara kanannya dengan sekuat-kuatnya.


"Mas Booob.. kamu nakal... ssshhh.. ssshhh.. ngilu mas Booob.. geli.." Ika tidak henti-hentinya
menggelinjang dan mendesah manja.
Setelah puas dengan payudara, aku meneruskan permainan lidah ke arah perut Ika yang rata dan
berkulit amat mulus itu. Mulutku berhenti di daerah pusarnya. Aku pun berkonsentrasi mengecupi
bagian pusarnya. Sementara kedua telapak tanganku menyusup ke belakang dan meremas- remas
pantatnya yang melebar dan menggembung padat. Kedua tanganku menyelip ke dalam celana yang
melindungi pantatnya itu.

Perlahan-lahan celana dalamnya kupelorotkan ke bawah. Ika sedikit mengangkat pantatnya


untuk memberi kemudahan celana dalamnya lepas. Dan dengan sekali sentakan kakinya, celana
dalamnya sudah terlempar ke bawah.
Saat berikutnya, terhamparlah pemandangan yang luar biasa merangsangnya. Jembut Ika
sungguh lebat dan subur sekali. Jembut itu mengitari bibir memek yang berwarna coklat tua.
Sambil kembali menciumi kulit perut di sekitar pusarnya, tanganku mengelus-elus pahanya yang
berkulit licin dan mulus.
Elusanku pun ke arah dalam dan merangkak naik. Sampailah jari-jari tanganku di tepi kiri-
kanan bibir luar memeknya. Tanganku pun mengelus-elus memeknya dengan dua jariku bergerak dan
bawah ke atas. Dengan mata terpejam, Ika berinisiatif meremas-remas payudaranya sendiri.

77

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

Tampak jelas kalau Ika sangat menikmati permainan ini. Perlahan kusibak bibir memek Ika dengan ibu
jari dan telunjukku mengarah ke atas sampai kelentitnya menongol keluar. Wajahku bergerak ke
memeknya, sementara tanganku kembali memegangi payudaranya. Kujilati kelentit Ika perlahan-lahan
dengan jilatan-jilatan pendek dan terputus-putus sambil satu tanganku mempermainkan putting
payudaranya.
"Au Mas Bob.. shhhhh.. betul.. betul di situ mas Bob.. di situ.. enak mas.. shhhh..," Ika
mendesah-desah sambil matanya merem-melek. Bulu alisnya yang tebal dan indah bergerak ke atas-
bawah mengimbangi gerakan merem-meleknya mata.
Keningnya pun berkerut pertanda dia sedang mengalami kenikmatan yang semakin meninggi. Aku
meneruskan permainan lidah dengan melakukan jilatan-jilatan panjang dan lubang anus sampai ke
kelentitnya.
Karena gerakan ujung hidungku pun secara berkala menyentuh memek Ika. Terasa benar
bahkan dinding vaginanya mulai basah.
Bahkan sebagian cairan vaginanya mulai mengalir hingga mencapai lubang anusnya. Sesekali
pinggulnya bergetar. Di saat bergetar itu pinggulnya yang padat dan amat mulus kuremas kuat-kuat
sambil ujung hidungku kutusukkan ke lobang memeknya.
"Mas Booob.. enak sekali mas Bob..," Ika mengerang dengan kerasnya. Aku segera
memfokuskan jilatan-jilatan lidah serta tusukan-tusukan ujung hidung di vaginanya. Semakin lama
vagina itu semakin basah saja. Dua jari tanganku lalu kumasukkan ke lobang memeknya. Setelah
masuk hampir semuanya, jari kubengkokkan ke arah atas dengan tekanan yang cukup terasa agar kena
"G-spot"-nya. Dan berhasil!
"Auwww.. mas Bob..!" jerit Ika sambil menyentakkan pantat ke atas. sampai-sampai jari tangan
yang sudah terbenam di dalam memek terlepas. Perut bawahnya yang ditumbuhi bulu-bulu jembut
hitam yang lebat itu pun menghantam ke wajahku. Bau harum dan bau khas cairan vaginanya merasuk
ke sel-sel syaraf penciumanku. Aku segera memasukkan kembali dua jariku ke dalam vagina Ika dan
melakukan gerakan yang sama. Kali ini aku mengimbangi gerakan jariku dengan permainan lidah di
kelentit Ika. Kelentit itu tampak semakin menonjol sehingga gampang bagiku untuk menjilat dan
mengisapnya. Ketika kelentit itu aku gelitiki dengan lidah serta kuisap-isap perlahan, Ika semakin keras
merintih-rintih bagaikan orang yang sedang mengalami sakit demam. Sementara pinggulnya yang amat
aduhai itu menggial ke kiri-kanan dengan sangat merangsangnya.
"Mas Bob.. mas Bob.. mas Bob..," hanya kata-kata itu yang dapat diucapkan Ika karena
menahan kenikmatan yang semakin menjadi-jadi. Permainan jari-jariku dan lidahku di memeknya
semakin bertambah ganas. Ika sambil mengerangÂ-erang dan menggeliat-geliat meremas apa saja yang
dapat dia raih. Meremas rambut kepalaku, meremas bahuku, dan meremas payudaranya sendiri.
"Mas Bob.. Ika sudah tidak tahan lagi.. Masukin konthol saja mas Bob.. Ohhh.. sekarang juga
mas Bob..! Sshhh. . . ," erangnya sambil menahan nafsu yang sudah menguasai segenap tubuhnya.
Namun aku tidak perduli. Kusengaja untuk mempermainkan Ika terlebih dahulu. Aku mau membuatnya
orgasme, sementara aku masih segar bugar. Karena itu lidah dan wajahku kujauhkan dan memeknya.
Kemudian kocokan dua jari tanganku di dalam memeknya semakin kupercepat. Gerakan jari tanganku
yang di dalam memeknya ke atas-bawah, sampai terasa ujung jariku menghentak-hentak dinding
atasnya secara perlahan-lahan.
Sementara ibu jariku mengusap-usap dan menghentak-hentak kelentitnya. Gerakan jari
tanganku di memeknya yang basah itu sampai menimbulkan suara crrk-crrrk- crrrk-crrk crrrk..
Sementara dan mulut Ika keluar pekikan-pekikan kecil yang terputus-putus:
"Ah-ah-ah-ah-ah.." Sementara aku semakin memperdahsyat kocokan jari-jariku di memeknya, sambil
memandangi wajahnya. Mata Ika merem-melek, sementara keningnya berkerut- kerut.
Crrrk! Crrrk! Crrek! Crek! Crek! Crok! Crok! Suara yang keluar dan kocokan jariku di memeknya

78

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

semakin terdengar keras. Aku mempertahankan kocokan tersebut. Dua menit sudah si Ika mampu
bertahan sambil mengeluarkan jeritan-jeritan yang membangkitkan nafsu. Payudaranya tampak
semakin kencang dan licin, sedang putingnya tampak berdiri dengan tegangnya. Sampai akhirnya tubuh
Ika mengejang hebat. Pantatnya terangkat tinggi-tinggi. Matanya membeliak-beliak. Dan bibirnya yang
sensual itu keluar jeritan hebat,
"Mas Booooooob..!" Dua jariku yang tertanam di dalam vagina Ika terasa dijepit oleh
dindingnya dengan kuatnya. Seiring dengan keluar masuknya jariku dalam vaginanya, dan sela-sela
celah antara tanganku dengan bibir memeknya terpancarlah semprotan cairan vaginanya dengan
kuatnya. Prut! Prut! Pruttt!
Semprotan cairan tersebut sampai mencapai pergelangan tanganku. Beberapa detik kemudian
Ika terbaring lemas di atas karpet. Matanya memejam rapat. Tampaknya dia baru saja mengalami
orgasme yang begitu hebat. Kocokan jari tanganku di vaginanya pun kuhentikan. Kubiarkan jari
tertanam dalam vaginanya sampai jepitan dinding vaginanya terasa lemah. Setelah lemah. jari tangan
kucabut dan memeknya. Cairan vagina yang terkumpul di telapak tanganku pun kubersihkan dengan
kertas tissue.
Ketegangan kontholku belum juga mau berkurang. Apalagi tubuh telanjang Ika yang terbaring
diam di hadapanku itu benar-benar aduhai. seolah menantang diriku untuk membuktikan kejantananku
pada tubuh mulusnya. Aku pun mulai menindih kembali tubuh Ika, sehingga kontholku yang masih di
dalam celana dalam tergencet oleh perut bawahku dan perut bawahnya dengan enaknya.
Sementara bibirku mengulum-kulum kembali bibir hangat Ika, sambil tanganku meremas-remas
payudara dan mempermainkan putingnya. Ika kembali membuka mata dan mengimbangi serangan
bibirku. Tubuhnya kembali menggelinjang- gelinjang karena menahan rasa geli dan ngilu di
payudaranya.
Setelah puas melumat-lumat bibir. wajahku pun menyusuri leher Ika yang mulus dan harum
hingga akhirnya mencapai belahan dadanya. Wajahku kemudian menggeluti belahan payudaranya yang
berkulit lembut dan halus, sementara kedua tanganku meremas-remas kedua belah payudaranya. Segala
kelembutan dan keharuman belahan dada itu kukecupi dengan bibirku. Segala keharuman yang
terpancar dan belahan payudara itu kuhirup kuat-kuat dengan hidungku, seolah tidak rela apabila ada
keharuman yang terlewatkan sedikitpun.
Kugesek-gesekkan memutar wajahku di belahan payudara itu. Kemudian bibirku bergerak ke
atas bukit payudara sebelah kiri. Kuciumi bukit payudara yang membusung dengan gagahnya itu. Dan
kumasukkan puting payudara di atasnya ke dalam mulutku. Kini aku menyedot-sedot puting payudara
kiri Ika. Kumainkan putting di dalam mulutku itu dengan lidahku. Sedotan kadang kuperbesar ke
puncak bukit payudara di sekitar puting yang berwarna coklat.
"Ah.. ah.. mas Bob.. geli.. geli ..," mulut indah Ika mendesis-desis sambil menggeliatkan tubuh
ke kiri-kanan. bagaikan desisan ular kelaparan yang sedang mencari mangsa. Aku memperkuat
sedotanku. Sementara tanganku meremas-remas payudara kanan Ika yang montok dan kenyal itu.
Kadang remasan kuperkuat dan kuperkecil menuju puncak bukitnya, dan kuakhiri dengan tekanan-
tekanan kecil jari telunjuk dan ibu jariku pada putingnya.
"Mas Bob.. hhh.. geli.. geli.. enak.. enak.. ngilu.. ngilu.."
Aku semakin gemas. Payudara aduhai Ika itu kumainkan secara bergantian, antara sebelah kiri
dan sebelah kanan. Bukit payudara kadang kusedot besarnya-besarnya dengan tenaga isap sekuat-
kuatnya, kadang yang kusedot hanya putingnya dan kucepit dengan gigi atas dan lidah. Belahan lain
kadang kuremas dengan daerah tangkap sebesar-besarnya dengan remasan sekuat-kuatnya, kadang
hanya kupijit- pijit dan kupelintir-pelintir kecil puting yang mencuat gagah di puncaknya.
"Ah.. mas Bob.. terus mas Bob.. terus.. hzzz.. ngilu.. ngilu.." Ika mendesis-desis keenakan. Hasratnya
tampak sudah kembali tinggi. Matanya kadang terbeliak-beliak. Geliatan tubuhnya ke kanan-kini

79

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

semakin sening fnekuensinya.


Sampai akhirnya Ika tidak kuat melayani senangan-senangan keduaku. Dia dengan gerakan
eepat memehorotkan celana dalamku hingga tunun ke paha. Aku memaklumi maksudnya, segera
kulepas eelana dalamku. Jan-jari tangan kanan Ika yang mulus dan lembut kemudian menangkap
kontholku yang sudah berdiri dengan gagahnya. Sejenak dia memperlihatkan rasa terkejut.
"Edan.. mas Bob, edan.. Kontholmu besar sekali.. Konthol pacar-pacarku dahulu dan juga konthol kak
Dai tidak sampai sebesar ini Edan.. edan..," ucapnya terkagum- kagum. Sambil membiankan mulut,
wajah, dan tanganku terus memainkan dan menggeluti kedua belah payudaranya, jan-jari lentik tangan
kanannya meremas- remas perlahan kontholku secara berirama, seolah berusaha mencari kehangatan
dan kenikmatan di hatinya menahan kejantananku. Remasannya itu memperhebat vothase dan rasa
nikmat pada batang kontholku. "Mas Bob, kita main di atas kasur saja..," ajak Ika dengan sinar mata
yang sudah dikuasai nafsu birahi.
Aku pun membopong tubuh telanjang Ika ke ruang dalam, dan membaringkannya di atas tempat
tidun pacarku. Ranjang pacarku ini amat pendek, dasan kasurnya hanya terangkat sekitar 6 centimeter
dari lantai. Ketika kubopong. Ika tidak mau melepaskan tangannya dari leherku. Bahkan, begitu
tubuhnya menyentuh kasur, tangannya menarik wajahku mendekat ke wajahnya. Tak ayal lagi, bibirnya
yang pink menekan itu melumat bibirku dengan ganasnya. Aku pun tidak mau mengalah. Kulumat
bibirnya dengan penuh nafsu yang menggelora, sementara tanganku mendekap tubuhnya dengan
kuatnya. Kupeluk punggungnya yang halus mulus kuremas-remas dengan gemasnya.
Kemudian aku menindih tubuh Ika. Kontholku terjepit di antara pangkal pahanya yang mulus
dan perut bawahku sendiri. Kehangatan kulit pahanya mengalir ke batang kontholku yang tegang dan
keras. Bibirku kemudian melepaskan bibir sensual Ika. Kecupan bibirku pun turun. Kukecup dagu Ika
yang bagus.
Kukecup leher jenjang Ika yang memancarkan bau wangi dan segarnya parfum yang dia pakai.
Kuciumi dan kugeluti leher indah itu dengan wajahku, sementara pantatku mulai bergerak aktif
sehingga kontholku menekan dan menggesek-gesek paha Ika. Gesekan di kulit paha yang licin itu
membuat batang kontholku bagai diplirit-plirit. Kepala kontholku merasa geli-geli enak oleh gesekan-
gesekan paha Ika. Puas menggeluti leher indah, wajahku pun turun ke buah dada montok Ika. Dengan
gemas dan ganasnya aku membenamkan wajahku ke belahan dadanya, sementara kedua tanganku
meraup kedua belah payudaranya dan menekannya ke arah wajahku.
Keharuman payudaranya kuhirup sepuas-puasku. Belum puas dengan menyungsep ke belahan
dadanya, wajahku kini menggesek-gesek memutar sehingga kedua gunung payudaranya tertekan-tekan
oleh wajahku secara bergantian. Sungguh sedap sekali rasanya ketika hidungku menyentuh dan
menghirup dalam-dalam daging payudara yang besar dan kenyal itu. Kemudian bibirku meraup puncak
bukit payudara kiri Ika. Daerah payudara yang kecoklat- coklatan beserta putingnya yang pink
kecoklat-coklatan itu pun masuk dalam mulutku. Kulahap ujung payudara dan putingnya itu dengan
bernafsunya, tak ubahnya seperti bayi yang menetek susu setelah kelaparan selama seharian. Di dalam
mulutku, puting itu kukulum-kulum dan kumainkan dengan lidahku.
"Mas Bob.. geli.. geli ..," kata Ika kegelian.
Aku tidak perduli. Aku terus mengulum-kulum puncak bukit payudara Ika. Putingnya terasa di
lidahku menjadi keras. Kemudian aku kembali melahap puncak bukit payudara itu sebesar-besarnya.
Apa yang masuk dalam mulutku kusedot sekuat-kuatnya. Sementara payudara sebelah kanannya
kuremas sekuat-kuatnya dengan tanganku. Hal tersebut kulakukan secara bergantian antara payudara
kiri dan payudara kanan Ika. Sementara kontholku semakin menekan dan menggesek-gesek dengan
beriramanya di kulit pahanya. Ika semakin menggelinjang-gelinjang dengan hebatnya.
"Mas Bob.. mas Bob.. ngilu.. ngilu.. hihhh.. nakal sekali tangan dan mulutmu.. Auw! Sssh.. ngilu..
ngilu..," rintih Ika.

80

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

Rintihannya itu justru semakin mengipasi api nafsuku. Api nafsuku semakin berkobar-kobar.
Semakin ganas aku mengisap-isap dan meremas-remas payudara montoknya. Sementara kontholku
berdenyut-denyut keenakan merasakan hangat dan licinnya paha Ika.
Akhirnya aku tidak sabar lagi. Kulepaskan payudara montok Ika dari gelutan mulut dan
tanganku. Bibirku kini berpindah menciumi dagu dan lehernya, sementara tanganku membimbing
kontholku untuk mencari liang memeknya. Kuputar-putarkan dahulu kepala kontholku di kelebatan
jembut di sekitar bibir memek Ika. Bulu-bulu jembut itu bagaikan menggelitiki kepala kontholku.
Kepala kontholku pun kegelian. Geli tetapi enak.

"Mas Bob.. masukkan seluruhnya mas Bob.. masukkan seluruhnya.. Mas Bob belum pernah
merasakan memek Mbak Dina kan? Mbak Dina orang kuno.. tidak mau merasakan konthol sebelum
nikah. Padahal itu surga dunia.. bagai terhempas langit ke langit ketujuh. mas Bob.." jari-jari tangan Ika
yang lentik meraih batang kontholku yang sudah amat tegang. Pahanya yang mulus itu dia buka agak
lebar. "Edan.. edan.. kontholmu besar dan keras sekali, mas Bob..," katanya sambil mengarahkan
kepala kontholku ke lobang memeknya.
Sesaat kemudian kepala kontholku menyentuh bibir memeknya yang sudah basah. Kemudian
dengan perlahan-lahan dan sambil kugetarkan, konthol kutekankan masuk ke liang memek. Kini
seluruh kepala kontholku pun terbenam di dalam emek. Daging hangat berlendir kini terasa mengulum
kepala kontholku dengan enaknya. Aku menghentikan gerak masuk kontholku.

81

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

"Mas Bob.. teruskan masuk, Bob.. Sssh.. enak.. jangan berhenti sampai situ saja..," Ika protes
atas tindakanku. Namun aku tidak perduli. Kubiarkan kontholku hanya masuk ke lobang memeknya
hanya sebatas kepalanya saja, namun kontholku kugetarkan dengan amplituda kecil. menggeluti
lehernya yang jenjang, lengan tangannya yang harum dan mulus, dari ketiaknya yang bersih dari bulu
ketiak. Ika menggelinjang-gelinjang dengan tidak karuan.
"Sssh.. sssh.. enak.. enak.. geli.. geli, mas Bob. Geli.. Terus masuk, mas Bob.." Bibirku
mengulum kulit lengan tangannya dengan kuat-kuat. Sementara gerakan kukonsentrasikan pada
pinggulku. Dan.. satu.. dua.. tiga! Kontholku kutusukkan sedalam-dalamnya ke dalam memek Ika
dengan sangat cepat dan kuatnya. Plak! Pangkal pahaku beradu dengan pangkal pahanya yang mulus
yang sedang dalam posisi agak membuka dengan kerasnya. Sementara kulit batang kontholku bagaikan
diplirit oleh bibir dan daging lobang memeknya yang sudah basah dengan kuatnya sampai
menimbulkan bunyi: srrrt!
"Auwww!" pekik Ika. Aku diam sesaat, membiarkan kontholku tertanam seluruhnya di dalam
memek Ika tanpa bergerak sedikit pun.
"Sakit mas Bob.. Nakal sekali kamu.. nakal sekali kamu..." kata Ika sambil tangannya meremas
punggungku dengan kerasnya.
Aku pun mulai menggerakkan kontholku keluar-masuk memek Ika. Aku tidak tahu, apakah
kontholku yang berukuran panjang dan besar ataukah lubang memek Ika yang berukuran kecil. Yang
saya tahu, seluruh bagian kontholku yang masuk memeknya serasa dipijit-pijit dinding lobang
memeknya dengan agak kuatnya. Pijitan dinding memek itu memberi rasa hangat dan nikmat pada
batang kontholku.
"Bagaimana Ika, sakit?" tanyaku
"Sssh.. enak sekali.. enak sekali.. Barangmu besar dan panjang sekali.. sampai-sampai
menyumpal penuh seluruh penjuru lobang memekku..," jawab Ika.
Aku terus memompa memek Ika dengan kontholku perlahan-lahan. Payudara kenyalnya yang
menempel di dadaku ikut terpilin-pilin oleh dadaku akibat gerakan memompa tadi. Kedua putingnya
yang sudah mengeras seakan-akan mengkilik-kilik dadaku yang bidang. Kehangatan payudaranya yang
montok itu mulai terasa mengalir ke dadaku. Kontholku serasa diremas-remas dengan berirama oleh
otot-otot memeknya sejalan dengan genjotanku tersebut. Terasa hangat dan enak sekali.
Sementara setiap kali menusuk masuk kepala kontholku menyentuh suatu daging hangat di
dalam memek Ika. Sentuhan tersebut serasa menggelitiki kepala konthol sehingga aku merasa sedikit
kegelian. Geli-geli nikmat. Kemudian aku mengambil kedua kakinya yang kuning langsat mulus dan
mengangkatnya. Sambil menjaga agar kontholku tidak tercabut dari lobang memeknya, aku mengambil
posisi agak jongkok. Betis kanan Ika kutumpangkan di atas bahuku, sementara betis kirinya
kudekatkan ke wajahku. Sambil terus mengocok memeknya perlahan dengan kontholku, betis kirinya
yang amat indah itu kuciumi dan kukecupi dengan gemasnya.
Setelah puas dengan betis kiri, ganti betis kanannya yang kuciumi dan kugeluti, sementara betis
kirinya kutumpangkan ke atas bahuku. Begitu hal tersebut kulakukan beberapa kali secara bergantian,
sambil mempertahankan rasa nikmat di kontholku dengan mempertahankan gerakan maju-mundur
perlahannya di memek Ika.
Setelah puas dengan cara tersebut, aku meletakkan kedua betisnya di bahuku, sementara kedua
telapak tanganku meraup kedua belah payudaranya. Masih dengan kocokan konthol perlahan di
memeknya, tanganku meremas-remas payudara montok Ika. Kedua gumpalan daging kenyal itu
kuremas kuat-kuat secara berirama. Kadang kedua putingnya kugencet dan kupelintir-pelintir secara
perlahan. Puting itu semakin mengeras, dan bukit payudara itu semakin terasa kenyal di telapak
tanganku. Ika pun merintih-rintih keenakan. Matanya merem-melek, dan alisnya mengimbanginya
dengan sedikit gerakan tarikan ke atas dan ke bawah.

82

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

"Ah.. mas Bob, geli.. geli.. Tobat.. tobat.. Ngilu mas Bob, ngilu.. Sssh.. sssh.. terus mas Bob,
terus.. Edan.. edan.. kontholmu membuat memekku merasa enak sekali Nanti jangan disemprotkan di
luar memek, mas Bob. Nyemprot di dalam saja.. aku sedang tidak subur" Aku mulai mempercepat
gerakan masuk-keluar kontholku di memek Ika.
"Ah-ah-ah.. benar, mas Bob. benar.. yang cepat.. Terus mas Bob, terus.." Aku bagaikan diberi
spirit oleh rintihan-rintihan Ika. tenagaku menjadi berlipat ganda. Kutingkatkan kecepatan keluar-
masuk kontholku di memek Ika. Terus dan terus. Seluruh bagian kontholku serasa diremasÂ-remas
dengan cepatnya oleh daging-daging hangat di dalam memek Ika. Mata Ika menjadi merem-melek
dengan cepat dan indahnya. Begitu juga diriku, mataku pun merem- melek dan mendesis-desis karena
merasa keenakan yang luar biasa.
"Sssh.. sssh.. Ika.. enak sekali.. enak sekali memekmu.. enak sekali memekmu.."
"Ya mas Bob, aku juga merasa enak sekali.. terusss.. terus mas Bob, terusss.." Aku
meningkatkan lagi kecepatan keluar-masuk kontholku pada memeknya. Kontholku terasa bagai
diremas-remas dengan tidak karu-karuan.
"Mas Bob.. mas Bob.. edan mas Bob, edan.. sssh.. sssh.. Terus.. terus.. Saya hampir keluar nih mas
Bob.. sedikit lagi.. kita keluar sama-sama ya Booob..," Ika jadi mengoceh tanpa kendali.
Aku mengayuh terus. Aku belum merasa mau keluar. Namun aku harus membuatnya keluar
duluan. Biar perempuan Sunda yang molek satu ini tahu bahwa lelaki Jawa itu perkasa. Biar dia
mengakui kejantanan orang Jawa yang bernama mas Bobby.
Sementara kontholku merasakan daging-daging hangat di dalam memek Ika bagaikan berdenyut
dengan hebatnya.
"Mas Bob.. mas Bobby.. mas Bobby..," rintih Ika. Telapak tangannya memegang kedua lengan
tanganku seolah mencari pegangan di batang pohon karena takut jatuh ke bawah.
Ibarat pembalap, aku mengayuh sepeda balapku dengan semakin cepatnya. Bedanya, dibandingkan
dengan pembalap aku lebih beruntung. Di dalam "mengayuh sepeda" aku merasakan keenakan yang
luar biasa di sekujur kontholku. Sepedaku pun mempunyai daya tarik tersendiri karena mengeluarkan
rintihan-rintihan keenakan yang tiada terkira.
"Mas Bob.. ah-ah-ah-ah-ah.. Enak mas Bob, enak.. Ah-ah-ah-ah-ah.. Mau keluar mas Bob.. mau
keluar.. ah-ah-ah-ah-ah.. sekarang ke-ke-ke.."
Tiba-tiba kurasakan kontholku dijepit oleh dinding memek Ika dengan sangat kuatnya. Di dalam
memek, kontholku merasa disemprot oleh cairan yang keluar dari memek Ika dengan cukup derasnya.
Dan telapak tangan Ika meremas lengan tanganku dengan sangat kuatnya. Mulut sensual Ika pun
berteriak tanpa kendali: "..keluarrr..!"
Mata Ika membeliak-beliak. Sekejap tubuh Ika kurasakan mengejang. Aku pun menghentikan
genjotanku. Kontholku yang tegang luar biasa kubiarkan diam tertanam dalam memek Ika. Kontholku
merasa hangat luar biasa karena terkena semprotan cairan memek Ika. Kulihat mata Ika kemudian
memejam beberapa saat dalam menikmati puncak orgasmenya. Setelah sekitar satu menit berlangsung,
remasan tangannya pada lenganku perlahan-lahan mengendur. Kelopak matanya pun membuka,
memandangi wajahku.
Sementara jepitan dinding memeknya pada kontholku berangsur-angsur melemah. Walaupun
kontholku masih tegang dan keras. Kedua kaki Ika lalu kuletakkan kembali di atas kasur dengan posisi
agak membuka. Aku kembali menindih tubuh telanjang Ika dengan mempertahankan agar kontholku
yang tertanam di dalam memeknya tidak tercabut.
"Mas Bob.. kamu luar biasa.. kamu membawaku ke langit ke tujuh," kata Ika dengan mimik
wajah penuh kepuasan. "Kak Dai dan pacar-pacarku yang dulu tidak pernah membuat aku ke puncak
orgasme seperti ml. Sejak Mbak Dina tinggal di sini, Ika suka membenarkan mas Bob saat
berhubungan dengan Kak Dai." Aku senang mendengar pengakuan Ika itu. berarti selama aku tidak

83

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

bertepuk sebelah tangan. Aku selalu membayangkan kemolekan tubuh Ika dalam masturbasiku,
sementara dia juga membayangkan kugeluti dalam onaninya. Bagiku. Dina bagus dijadikan istri dan
ibu anak-anakku kelak, namun tidak dapat dipungkiri bahwa tubuh aduhai Ika enak digeluti dan
digenjot dengan penuh nafsu.
"Mas Bob kamu seperti yang kubayangkan. Kamu jantan.. kamu perkasa.. dan kamu berhasil
membawaku ke puncak orgasme. Luar biasa nikmatnya.." Aku bangga mendengar ucapan Ika. Dadaku
serasa mengembang. Dan bagai anak kecil yang suka pujian, aku ingin menunjukkan bahwa aku lebih
perkasa dari dugaannya. Perempuan Sunda ini harus kewalahan menghadapi genjotanku.
Perempuan Sunda ini harus mengakui kejantanan dan keperkasaanku. Kebetulan aku saat ini
baru setengah perjalanan pendakianku di saat Ika sudah mencapai orgasmenya. Kontholku masih
tegang di dalam memeknya. Kontholku masih besar dan keras, yang harus menyemprotkan pelurunya
agar kepalaku tidak pusing.
Aku kembali mendekap tubuh mulus Ika, yang di bawah sinar lampu kuning kulit tubuhnya
tampak sangat mulus dan licin. Kontholku mulai bergerak keluar-masuk lagi di memek Ika, namun
masih dengan gerakan perlahan. Dinding memek Ika secara berargsur-angsur terasa mulai meremas-
remas kontholku. Terasa hangat dan enak. Namun sekarang gerakan kontholku lebih lancer
dibandingkan dengan tadi. Pasti karena adanya cairan orgasme yang disemprotkan oleh memek Ika
beberapa saat yang lalu.
"Ahhh.. mas Bob.. kau langsung memulainya lagi.. Sekarang giliranmu.. semprotkan air
manimu ke dinding-dinding memekku.. Sssh..," Ika mulai mendesis-desis lagi. Bibirku mulai memagut
bibir merekah Ika yang amat sensual itu dan melumat- lumatnya dengan gemasnya. Sementara tangan
kiriku ikut menyangga berat badanku, tangan kananku meremas-remas payudara montok Ika serta
memijit-mijit putingnya, sesuai dengan mama gerak maju-mundur kontholku di memeknya.
"Sssh.. sssh.. sssh.. enak mas Bob, enak.. Terus.. teruss.. terusss..," desis bibir Ika di saat berhasil
melepaskannya dari serbuan bibirku. Desisan itu bagaikan mengipasi gelora api birahiku.
Sambil kembali melumat bibir Ika dengan kuatnya, aku mempercepat genjotan kontholku di
memeknya. Pengaruh adanya cairan di dalam memek Ika, keluar- masuknya konthol pun diiringi oleh
suara, "srrt-srret srrrt-srrret srrt-srret.."
Mulut Ika di saat terbebas dari lumatan bibirku tidak henti-hentinya mengeluarkan rintih kenikmatan,
"Mas Bob.. ah.. mas Bob.. ah.. mas Bob.. hhb.. mas Bob.. ahh.." Kontholku semakin tegang.
Kulepaskan tangan kananku dari payudaranya. Kedua tanganku kini dari ketiak Ika menyusup ke
bawah dan memeluk punggung mulusnya. Tangan Ika pun memeluk punggungku dan mengusap-
usapnya. Aku pun memulai serangan dahsyatku. Keluar-masuknya kontholku ke dalam memek Ika
sekarang berlangsung dengan cepat dan berirama. Setiap kali masuk, konthol kuhunjamkan keras-keras
agar menusuk memek Ika sedalam-dalamnya.
Dalam perjalanannya, batang kontholku bagai diremas dan dihentakkan kuat-kuat oleh dinding
memek Ika. Sampai di langkah terdalam, mata Ika membeliak sambil bibirnya mengeluarkan seruan
tertahan, "Ak..!" Sementara daging pangkal pahaku bagaikan menampar daging pangkal pahanya
sampai berbunyi: plak! Di saat bergerak keluar memek, konthol kujaga agar kepalanya yang
mengenakan helm tetap tertanam di lobang memek. Remasan dinding memek pada batang kontholku
pada gerak keluar ini sedikit lebih lemah dibanding dengan gerak masuknya. Bibir memek yang
mengulum batang kontholku pun sedikit ikut tertarik keluar, seolah tidak rela bila sampai ditinggal
keluar oleh batang kontholku. Pada gerak keluar ini Bibir Ika mendesah,
"Hhh.." Aku terus menggenjot memek Ika dengan gerakan cepat dan menghentak-hentak.
Remasan yang luar biasa kuat, hangat, dan enak sekali bekerja di kontholku. Tangan Ika meremas
punggungku kuat-kuat di saat kontholku kuhunjam masuk sejauh- jauhnya ke lobang memeknya.
beradunya daging pangkal paha menimbulkan suara: Plak! Plak! Plak! Plak! Pergeseran antara

84

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

kontholku dan memek Ika menimbulkan bunyi srottt-srrrt.. srottt-srrrt.. srottt-srrrtt.. Kedua nada
tersebut diperdahsyat oleh pekikan-pekikan kecil yang merdu yang keluar dari bibir Ika:
"Ak! Uhh.. Ak! Hhh.. Ak! Hhh.."
Kontholku terasa empot-empotan luar biasa. Rasa hangat, geli, dan enak yang tiada tara membuatku
tidak kuasa menahan pekikan-pekikan kecil:
"Ika.. Ika.. edan.. edan.. Enak sekali Ika.. Memekmu enak sekali.. Memekmu hangat sekali.. edan..
jepitan memekmu enak sekali.."
"Mas Bob.. mas Bob.. terus mas Bob.." rintih Ika, "Enak mas Bob.. enaaak.. Ak! Ak! Ak! Hhh.. Ak!
Hhh.. Ak! Hhh.."

Tiba-tiba rasa gatal menyelimuti segenap penjuru kontholku. Gatal yang enak sekali. Aku pun
mengocokkan kontholku ke memeknya dengan semakin cepat dan kerasnya. Setiap masuk ke dalam,
kontholku berusaha menusuk lebih dalam lagi dan lebih cepat lagi dibandingkan langkah masuk
sebelumnya. Rasa gatal dan rasa enak yang luar biasa di konthol pun semakin menghebat.
"Ika.. aku.. aku.." Karena menahan rasa nikmat dan gatal yang luar biasa aku tidak mampu
menyelesaikan ucapanku yang memang sudah terbata-bata itu.
"Mas Bob.. mas Bob.. mas Bob! Ak-ak-ak.. Aku mau keluar lagi.. Ak-ak-ak.. aku ke-ke-ke.."
Tiba-tiba kontholku mengejang dan berdenyut dengan amat dahsyatnya. Aku tidak mampu lagi
menahan rasa gatal yang sudah mencapai puncaknya. Namun pada saat itu juga tiba-tiba dinding

85

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

memek Ika mencekik kuat sekali. Dengan cekikan yang kuat dan enak sekali itu. aku tidak mampu lagi
menahan jebolnya bendungan dalam alat kelaminku.
Pruttt! Pruttt! Pruttt! Kepala kontholku terasa disemprot cairan memek Ika, bersamaan dengan
pekikan Ika, "..keluarrrr..!" Tubuh Ika mengejang dengan mata membeliak-beliak.
"Ika..!" aku melenguh keras-keras sambil merengkuh tubuh Ika sekuat-kuatnya, seolah aku sedang
berusaha rnenemukkan tulang-tulang punggungnya dalam kegemasan. Wajahku kubenamkan kuat-kuat
di lehernya yang jenjang. Cairan spermaku pun tak terbendung lagi. Crottt! Crott! Croat! Spermaku
bersemburan dengan derasnya, menyemprot dinding memek Ika yang terdalam. Kontholku yang
terbenam semua di dalam kehangatan memek Ika terasa berdenyut-denyut.
Beberapa saat lamanya aku dan Ika terdiam dalam keadaan berpelukan erat sekali, sampai-
sampai dari alat kemaluan, perut, hingga ke payudaranya seolah terpateri erat dengan tubuh depanku.
Aku menghabiskan sisa-sisa sperma dalam kontholku. Cret! Cret! Cret! Kontholku menyemprotkan
lagi air mani yang masih tersisa ke dalam memek Ika. Kali ini semprotannya lebih lemah.
Perlahan-lahan tubuh Ika dan tubuhku pun mengendur kembali. Aku kemudian menciumi leher
mulus Ika dengan lembutnya, sementara tangan Ika mengusap-usap punggungku dan mengelus-elus
rambut kepalaku. Aku merasa puas sekali berhasil bermain seks dengan Ika. Pertama kali aku bermain
seks, bidadari lawan mainku adalah perempuan Sunda yang bertubuh kenyal, berkulit kuning langsat
mulus, berpayudara besar dan padat, berpinggang ramping, dan berpinggul besar serta aduhai. Tidak
rugi air maniku diperas habis-habisan pada pengalaman pertama ini oleh orang semolek Ika.
"Mas Bob.. terima kasih mas Bob. Puas sekali saya. Indah sekali.. sungguh.. enak sekali," kata
Ika lirih. Aku tidak memberi kata tanggapan. Sebagai jawaban, bibirnya yang indah itu kukecup mesra.
Dalam keadaan tetap telanjang, kami berdekapan erat di atas tempat tidur pacarku. Dia meletakkan
kepalanya di atas dadaku yang bidang, sedang tangannya melingkar ke badanku. Baru ketika jam
dinding menunjukkan pukul 22:00, aku dan Ika berpakaian kembali. Ika sudah tahu kebiasaanku dalam
mengapeli Dina, bahwa pukul 22:00 aku pulang ke tempat kost-ku sendiri. Sebelum keluar kamar, aku
mendekap erat tubuh Ika dan melumat-lumat bibirnya beberapa saat.
"Mas Bob.. kapan-kapan kita mengulangi lagi ya mas Bob.. Jangan khawatir, kita tanpa Ikatan.
Ika akan selalu merahasiakan hal ini kepada siapapun, termasuk ke Kak Dai dan Mbak Dina. Ika puas
sekali bercumbu dengan mas Bob," begitu kata Ika.
Aku pun mengangguk tanda setuju. Siapa sih yang tidak mau diberi kenikmatan secara gratis
dan tanpa ikatan? Akhirnya dia keluar dari kamar dan kembali masuk ke rumahnya lewat pintu
samping. Lima menit kemudian aku baru pulang ke tempat kost-ku.

TAMAT

86

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

11. Aku jadi pemuas nafsu anak majikanku


Namaku sebut saja Ningsih (18) aku seorang pembantu rumah tangga di sebuah keluarga kaya
raya di jakarta. Pekerjaan ini terpaksa aku lalukan karena aku hanya lulusan SMP dan aku butuh uang
untuk membantu ekonomi keluargaku di kampung. Kata orang wajahku lumayan cantik dengan
proporsi tubuh tinggi 164 cm dan berat 48 kg. Kulit ku juga bersih dan mulus.
Terus terang aku senang bekerja sebagai pembantu di keluarga Nyonya Rini ini. Majikanku
penyabar memberi gaji bulanan yang cukup dan memperlakukanku dengan baik. Suami majikanku
seorang pengusaha sementara Nyonya Rini seorang dosen.
Kisah yang akan aku ceritakan ini bermula saat putra tunggal majikanku, Mas Rafy, 22th, pulang
karena liburan dari kuliahnya di Australia. Saat aku baru menjadi pembantu mas Rafy sudah kuliah di
Australia sehingga baru saat dia pulang liburan inilah aku bertemu dengannya. Putra majikanku itu
ternyata juga ramah seperti ke dua orang tuanya, Dia juga tampan dan tubuhnya atletis. Hanya
beberapa hari setelah bertemu aku sudah akrab denganya. Aku ngak menyangka kalau akau akan
terlibat kisah asmara denganya.
Ceritanya pagi itu aku di panggil oleh Putra majikanku itu. Sampai di kamarnya aku kaget
banget karena waktu itu mas Rafy sedang nonton Film Dewasa. Aku kikuk banget tapi Mas Rafy santai
sekali, sama sekali tidak malu meski ketahuan sedang nonton Film begituan. Aku jadi menundukkan
kepala karena malu. "Mas rafy memanggil saya ada apa" tanyaku dengan gugup sambil berusaha untuk
tidak melihat tontonan panas di TV 21 inci yang sedang di tonton oleh putra majikanku itu. "Iya
tolong..rapikan tempat tidurku dan mejaku, aku mau mandi dulu." Katanya setelah bangkit dari tempat
tidurnya. Ia lalu menepuk bahuku dan pergi dengan santainya ke kamar mandi tanpa mematikan
pesawat TV nya yang masih menayangkan film panas dari VCD.
Setelah Mas Rafy pergi ke kamar mandinya aku lalu merapikan tempat tidurnya yang
berantakan. Adegan panas yang ada di TV bisa aku lihat dengan jelas menampilkan adegan sepasang
pria dan wanita bule yang sedang berhubungan intim di atas ranjang. Saat itu tubuhku panas dingin
menyaksikannya. Setelah ranjang mas Rafy selesai aku rapikan, tanpa sadar aku duduk di tepi ranjang
dan justru menonton film dewasa yang baru pertama kalinya aku saksikan itu, sampai lupa untuk
merapikan meja Mas Rafy yang berserakan dengan buku dan majalah.
Adegan film panas itu membuat tubuhku panas dingin dan tanpa sadar aku lupa diri, tanpa sadar
aku meremas-remas buah dadaku dengan tangan kiri sementara tangan kananku merabai
selangkanganku sendiri. Kegiatan nonton dan merangsang diri sendiri itu tanpa sadar kulakukan
beberapa menit hingga aku tidak tahu kalau mas rafy sudah selesai mandi. Tiba-tiba saja Ia sudah
duduk di sampingku dengan tubuh setengah telanjang karena hanya handuk yang menutupi bagian
bawah tubuhnya.
"Bagus ya filmnya.." katanya tiba-tiba yang membuat kaget setengah mati. Aku jadi malu sendiri. Aku
tundukan kepalaku, tubuhku panas dingin dan wajahku waktu itu pasti merah karena malu dan juga
karena adegan film itu membuatku terangsang sekali. "Maaf mas, mejanya belum di rapikan.." kataku
seraya bangkit dan hendak merapikan mejanya. "Ngak usah, nanti saja...Filmnya khan belum selesai.
tanggung temani aku nonton ya" kata nya sambil memegangi tanganku.
Bagai kerbau di congok hidungnya aku menurut saja dan kembali duduk di tepi ranjang, saat itu
aku salah tingkah, kikut dan tubuhku serasa panas dingin. Saat itu adegan film menampilkan adegan
oral seks yang dilakukan si wanita pada pasangan prianya. Adegan film panas di tambah dengan mas
rafy yang duduk di sampingku tengah santai menonton dengan tubuh atletis yang hanya di tutupi
handuk membuatku begitu terangsang.

87

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

Lalu putra majikanku itu mendekatkan tubuhnya hingga mepet dengan tubuhku. Dia lalu meraih
daguku dan mendekatkan bibirnya ke bibirku. "Ningsih kamu cantik sekali" katanya dengan lembut.
saat itu aku tidak tahu harus bagaimana. Pikiranku kacau, seharusnya aku segera berlari keluar dari
kamarnya untuk menghindari hal- hal buruk yang akan terjadi. tapi aku hanya bisa diam dan tubuhku
terasa kaku. Akhirnya bibirku di kecup dan di kulum oleh Mas Rafy.
Mungkin karena aku sudah terangsang gara-gara nonoton Blue film tadi, aku jadi pasrah dan
diam saja waktu tubuhku direbahkannya dan ciumannya sudah pindah ke leherku. "Ohh..mas.."
desahku tanpa sadar waktu tangan putra majikanku itu mengusap pangkal pahaku dengan rangsangan
yang hebat. Tanpa aku sadari mas rafy telah melucuti pakaianku. Setelah Bh-ku di lepasnya dia lalu
menciumi dan mengulum lembut puting susuku. Aku mendesah dan makin terangsang karena hal itu
belum pernah aku rasakan sebelumnya.

Aku mendesah dan mengeliat keenakan saat bibir dan lidah nya menyapu permukaan buah
dadaku yang berukuran bra 36B itu. Apalagi saat puting susuku disedot dan di kenyotnya dengan penuh
nafsu. Waktu itu aku sudah tidak bisa berpikir sehat yang ada dalam pikiranku adalah aku ingin
merasakan kenikmatan. Aku jadi berani lalu menarik handuk yang melilit tubuh Mas Rafy hingga
terlepas, aku terkejut melihat ukuran alat vital putra majikanku itu yang begitu besar dan telah berdiri
tegak dengan gagahnya.
Dia lalu melolosi celana dalamku dan mengarahkan alat vitalnya di ke arah kewanitaanku. saat

88

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

ujung senjatanya yang digeser-geserkan di bibir kewainitaanku aku jadi terangsang hebat. Tapi tiba-tiba
aku merasakan sakit saat liang kewanitaanku di terobos oleh kejantanan mas Rafy. Aku merintih dan
menjerit kecil saat mas Rafy menarik dan mendorong kepunyaanya itu. "Aduh Mas.., sakit" rintihku.
"Ngak apa-apa..nanti sebentar juga hilang sakitnya." bisiknya di telingaku dengan maja melem-melek
merasakan nikmat. Benar juga katanya, lama lama rasa sakit dan perih dikewanitaanku berangsur-
angsur hilang dan kini hanya rasa nikmat yang kurasakan.
"Aaaaahhh...ohhhh" desahku sambil mulai mengoyangkan pinggulku untuk mengimbangi gerakan Mas
Rafy.
Saat itu aku tak peduli dan tak memikirkan sama sekali bahwa aku telah kehilangan
keperawananku. yang aku inginkan adalah kenikmatan yang semakin nikmat karena mau mencapai
puncak. Mas Rafy terus menyetubuhiku sambil bibirnya menngulum- ngulum bibirku. Akupun kini
membalas lumatan bibirnya dan permainan lidahnya di dalam mulutku sambil sesekali terus mendesis
dan merintih karena sodokan- sodokan kejantanannya di kewanitaanku.
Beberapa menit kemudian seluruh persendian tubuhku serasa menegang. "Ohhh..Mas..Terus mas"
desisku tanpa sadar. Putra majikanku itupun makin bernafsu dan menyetubuhiku dengan lebih beringas
dan makin cepat gerakannya, sampai akhirnya "Aaaahhhhhh...." dengan lenguhan panjang aku
mencapai puncak kenikmatan
Tahu kalau aku telah mencapai puncak, lalu Dia mencabut senjatanya dari liang vaginaku.
Kulihat ada percikan darah di batang kemaluannya. Dia lalu memintaku untuk melakukan oral seks
seperti yang tadi aku tonton di blue film. Aneh, Aku sama sekali tidak menonlaknya dan justru ingin
melakukannya. Lalu mas Rafy merebahkan tubuhnya dengan punggung bersandar di tumpukan bantal.
Sementara aku duduk bersimpuh di atara kedua kakinya. Ukuran alat vitalnya yang besar dan panjang
itu rupanya membuatku jadi sangat bernafsu. Aku tidak menyangka kalau aku yang gadis dusun ini
memiliki nafsu seks yang tinggio yang sebelumnya tidak aku sadari. Lalu aku mempraktekkan apa
yang tadi aku tonton di Blue film.
Ujung Rudal Mas Rafy mulai aku cium dan aku jilati lalu aku masukan ke dalam mulutku dan
aku kocok. Majikan mudaku itu mengerang dan mengeliat merasakan nikmat. "Terus Ning..ohh..ohhh"
desahnya. Aku juga di minta untuk menjilati bagian bawah kemaluannya dan buah zakarnya sedangkan
tangganku mengocok batang kemaluannya.
Setelah puas dengan permainan oral seks-ku, aku di minta duduk diatas senjatanya. Permainanpun
dilanjutkan dimana aku berada di atas. Kemudian aku bergoyang naik turun sementara putra majikanku
itu mendekap pantatku dan sesekali mendorongkan pantatnya ke atas mengimbangi goyanganku.
Rintihan dan desahanku bersahutan dengan lenguhan mas Rafy yang tengah berpacu menuju puncak.
Beberapa saat kemudian aku sepertinya akan kembali mencapai puncak dan sepertinya Mas
Rafy juga. Ia lebih agresif mendorongkan senjatanya ke atas. Tak berapa lama aku kembali menegang
dan mencapai puncak lalu di susul dengan teriakan mas rafy yang juga mencapai puncak.
"Ohhh..ohhh..Ningsih aku keluar sayang..ohhh..ahhh" teriaknya sambil menancapkan pelornya dalam
dalam ke liang vaginaku yang masih mendudukinya. Air mani hangat menyembur membasahi
bagian dalam kewanitaanku.
Dengan tubuh kelelahan dan lunglai seolah tak bertulang, aku terkulai diatas dada putra
majikanku yang berbulu dan berkeringat itu. aku memeluknya erat seolah tidak mau kehilangan saat-
saat yang penuh kenikmatan itu. sama sekali tidak ada penyesalan meski aku baru saja kehilangan
keperawananku.
Setelah kejadian pagi itu kami masih sering melakukan hubungan intim yang terlarang itu
selama mas Rafy belum kembali ke Australia untuk melanjutkan kuliahnya. Beruntung aku tidak
sampai hamil oleh kejadian ini, mungkin belum tapi semoga saja memang tidak. Sekarang liburan mas
Rafy sudah selesai sehingga dia kembali melajutkan kuliahnya di Australia. Aku benar-benar kesepian

89

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

dan ketagihan dengan permainan seksnya. Harapanku mas Rafy tidak melupakan aku meski aku tidak
terlalu berharap Ia akan menikahiku.

TAMAT

90

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

12. Mbak Ira, Suster Cantikku


Cerita ini terjadi beberapa tahun yang lalu, dimana saat itu saya sedang dirawat di rumah sakit
untuk beberapa hari. Saya masih duduk di kelas 2 SMA pada saat itu. Dan dalam urusan asmara,
khususnya "bercinta" saya sama sekali belum memiliki pengalaman berarti. Saya tidak tahu bagaimana
memulai cerita ini, karena semuanya terjadi begitu saja. Tanpa kusadari, ini adalah awal dari semua
pengalaman asmaraku sampai dengan saat ini. Sebut saja nama wanita itu Ira, karena jujur saja saya
tidak tahu siapa namanya. Ira adalah seorang suster rumah sakit dimana saya dirawat. Karena terjangkit
gejala pengakit hepatitis, saya harus dirawat di Rumah sakit selama beberapa hari. Selama itu juga Ira
setiap saat selalu melayani dan merawatku dengan baik. Orang tuaku terlalu sibuk dengan usaha
pertokoan keluarga kami, sehingga selama dirumah sakit, saya lebih banyak menghabiskan waktu
seorang diri, atau kalau pas kebetulan teman-temanku datang membesukku saja.
Yang kuingat, hari itu saya sudah mulai merasa agak baikkan. Saya mulai dapat duduk dari
tempat tidur dan berdiri dari tempat tidur sendiri. Padahal sebelumnya, jangankan untuk berdiri, untuk
membalikkan tubuh pada saat tidurpun rasanya sangat berat dan lemah sekali. Siang itu udara terasa
agak panas, dan pengap.
Sekalipun ruang kamarku ber AC, dan cukup luas untuk diriku seorang diri. Namun, saya benar-
benar merasa pengap dan sekujur tubuhku rasanya lengket. Yah, saya memang sudah beberapa hari
tidak mandi. Maklum, dokter belum mengijinkan aku untuk mandi sampai demamku benar-benar
turun.
Akhirnya saya menekan bel yang berada disamping tempat tidurku untuk memanggil suster.
Tidak lama kemudian, suster Ira yang kuanggap paling cantik dan paling baik dimataku itu masuk ke
kamarku.
"Ada apa Dik?" tanyanya ramah sambil tersenyum, manis sekali.
Tubuhnya yang sintal dan agak membungkuk sambil memeriksa suhu tubuhku membuat saya dapat
melihat bentuk payudaranya yang terlihat montok dan menggiurkan.
"Eh, ini Mbak. Saya merasa tubuhku lengket semua, mungkin karena cuaca hari ini panas banget dan
sudah lama saya tidak mandi. Jadi saya mau tanya, apakah saya sudah boleh mandi hari ini mbak?",
tanyaku sambil menjelaskan panjang lebar.
Saya memang senang berbincang dengan suster cantik yang satu ini. Dia masih muda, paling
tidak cuma lebih tua 4-5 tahun dari usiaku saat itu. Wajahnya yang khas itupun terlihat sangat cantik,
seperti orang India kalau dilihat sekilas.
"Oh, begitu. Tapi saya tidak berani kasih jawabannya sekarang Dik. Mbak musti tanya dulu sama pak
dokter apa adik sudah boleh dimandiin apa belum", jelasnya ramah.
Mendengar kalimatnya untuk "memandikan", saya merasa darahku seolah berdesir keatas otak
semua. Pikiran kotorku membayangkan seandainya benar Mbak Ira mau memandikan dan menggosok-
gosok sekujur tubuhku. Tanpa sadar saya terbengong sejenak, dan batang kontolku berdiri dibalik
celana pasien rumah sakit yang tipis itu.
"Ihh, kamu nakal deh mikirnya. Kok pake ngaceng segala sih, pasti mikir yang ngga- ngga ya.
hi hi hi". Mbak Ira ternyata melihat reaksi yang terjadi pada penisku yang memang harus kuakui
sempat mengeras sekali tadi. Saya cuma tersenyum menahan malu dan menutup bagian bawah tubuhku
dengan selimut.
"Ngga kok Mbak, cuma spontanitas aja. Ngga mikir macem-macem kok", elakku sambil melihat
senyumannya yang semakin manis itu.

91

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

"Hmm, kalau memang kamu mau merasa gerah karena badan terasa lengket mbak bisa mandiin kamu,
kan itu sudah kewajiban mbak kerja disini. Tapi mbak bener- bener ngga berani kalau pak dokter belum
mengijinkannya", lanjut Mbak Ira lagi seolah memancing gairahku.
"Ngga apa-apa kok mbak, saya tahu mbak ngga boleh sembarangan ambil keputusan" jawabku serius,
saya tidak mau terlihat "nakal" dihadapan suster cantik ini. Lagi pula saya belum pengalaman dalam
soal memikat wanita.

Suster Ira masih tersenyum seolah menyimpan hasrat tertentu, kemudian dia mengambil bedak
Purol yang ada diatas meja disamping tempat tidurku.
"Dik, Mbak bedakin aja yah biar ngga gerah dan terasa lengket", lanjutnya sambil membuka tutup
bedak itu dan melumuri telapak tangannya dengan bedak. Saya tidak bisa menjawab, jantungku rasanya
berdebar kencang. Tahu-tahu, dia sudah membuka kancing pakaianku dan menyingkap bajuku. Saya
tidak menolak, karena dibedakin juga bisa membantu menghilangkan rasa gerah pikirku saat itu. Mbak
Ira kemudian menyuruhku membalikkan badan, sehingga sekarang saya dalam keadaan tengkurap
diatas tempat tidur.
Tangannya mulai terasa melumuri punggungku dengan bedak, terasa sejuk dan halus sekali.
Pikiranku tidak bisa terkontrol, sejak dirumah sakit, memang sudah lama saya tidak membayangkan
hal-hal tentang seks, ataupun melakukan onani sebagaimana biasanya saya lakukan dirumah dalam
keadaan sehat. Kontolku benar-benar berdiri dan mengeras tertimpa oleh tubuhku sendiri yang dalam
keadaan tenglungkup. Rasanya ingin kugesek-gesekkan kontolku di permukaan ranjang, namun tidak
mungkin kulakukan karena ada Mbak Ira saat ini. fantasiku melayang jauh, apalagi sesekali tangannya
yang mungil itu meremas pundakku seperti sedang memijat. Terasa ada cairan bening mengalir dari
ujung kontolku karena terangsang.
Beberapa saat kemudian mbak Ira menyuruhku membalikkan badan. Saya merasa canggung bukan
main, karena takut dia kembali melihat kontolku yang
ereksi.
"Iya Mbak..", jawabku sambil berusaha menenangkan diri, sayapun membalikkan tubuhku.
Kini kupandangi wajahnya yang berada begitu dekat denganku, rasanya dapat kurasakan
hembusan nafasnya dibalik hidung mancungnya itu. Kucoba menekan perasaan dan pikiran kotorku
dengan memejamkan mata. Sekarang tangannya mulai membedaki dadaku, jantungku kutahan sekuat
mungkin agar tidak berdegup terlalu kencang. Saya benar-benar terangsang sekali, apalagi beberapa
kali telapak tangannya menyentuh putingku.

92

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

"Ahh, geli dan enak banget", pikirku.


"Wah, kok jadi keras ya? he he he", saya kaget mendengar ucapannya ini.
"Ini loh, putingnya jadi keras.. kamu terangsang ya?"
Mendengar ucapannya yang begitu vulgar, saya benar-benar terangsang. Kontolku langsung
berdiri kembali bahkan lebih keras dari sebelumnya. Tapi saya tidak berani berbuat apa-apa, cuma
berharap dia tidak melihat kearah kontolku. Saya cuma tersenyum dan tidak bicara apa-apa. Ternyata
Mbak Ira semakin berani, dia sekarang bukan lagi membedaki tubuhku, melainkan memainkan
putingku dengan jari telunjuknya. Diputar-putar dan sesekali dicubitnya putingku.
"Ahh, geli Mbak. Jangan digituin", kataku menahan malu.
"Kenapa? Ternyata cowok bisa terangsang juga yah kalau putingnya dimainkan gini",
lanjutnya sambil melepas jari-jari nakalnya.
Saya benar-benar kehabisan kata-kata, dilema kurasakan. Disatu sisi saya ingin terus di"kerjain" oleh
mbak Ira, satu sisi saya merasa malu dan takut ketahuan orang lain yang mungkin saja tiba-tiba masuk.
"Dik Iwan sudah punya pacar?", tanya mbak Ira kepadaku.
"Belum Mbak", jawabku berdebar, karena membayangkan ke arah mana dia akan berbicara.
"Dik Iwan, pernah main sama cewek ngga?", tanyanya lagi.
"Belum mbak" jawabku lagi.
"hi.. hi.. hi.. masa ngga pernah main sama cewek sih", lanjutnya centil.
Aduh pikirku, betapa bodohnya saya bisa sampai terjebak olehnya. Memangnya "main" apaan yang
saya pikirkan barusan.
Pasti dia berpikir saya benar-benar "nakal" pikirku saat itu.
"Pantes deh, de Iwan dari tadi mbak perhatiin ngaceng terus, Dik Iwan mau main- main sama Mbak
ya?
Wow, nafsuku langsung bergolak. Saya cuma terbengong-bengong. Belum sempat saya
menjawab, mbak Ira sudah memulai aksinya. Dicumbuinya dadaku, diendus dan ditiup-tiupnya
putingku. Terasa sejuk dan geli sekali, kemudian dijilatnya putingku, dan dihisap sambil memainkan
putingku didalam mulutnya dengan lidah dan gigi-gigi kecilnya.
"Ahh, geli Mbak" rintihku keenakan.
Kemudian dia menciumi leherku, telingaku, dan akhirnya mulutku. Awalnya saya cuma diam
saja tidak bisa apa-apa, setelah beberapa saat saya mulai berani membalas ciumannya.
Saat lidahnya memaksa masuk dan menggelitik langit-langit mulutku, terasa sangat geli dan enak,
kubalas dengan memelintir lidahnya dengan lidahku. Kuhisap lidahnya dalam-dalam dan mengulum
lidahnya yang basah itu. Sesekali saya mendorong lidahku kedalam mulutnya dan terhisap oleh
mulutnya yang merah tipis itu. Tanganku mulai berani, mulai kuraba pinggulnya yang montok itu.
Namun, saat saya mencoba menyingkap rok seragam susternya itu, dia melepaskan diri.
"Jangan di sini Dik, ntar kalau ada yang tiba-tiba masuk bias gawat", katanya.
Tanpa menunggu jawabanku, dia langsung menuntunku turun dari tempat tidur dan berjalan masuk ke
kamar mandi yang terletak disudut kamar.
Di dalam kamar mandi, dikuncinya pintu kamar mandi. Kemudian dia menghidupkan kran bak
mandi sehingga suara deru air agak merisik dalam ruang kecil itu. Tangannya dengan tangkas
menanggalkan semua pakaian dan celanaku sampai saya telangjang bulat. Kemudian dia sendiripun
melepas topi susternya, digantungnya di balik pintu, dan melepas beberapa kancing seragamnya
sehingga saya sekarang dapat melihat bentuk sempurna payudaranya yang kuning langsat dibalik Bra-
nya yang berwarna hitam. Kami pun melanjutkan cumbuan kami, kali ini lebih panas dan bernafsu.
Saya belum pernah berciuman dengan wanita, namun mbak Ira benar-benar pintar membimbingku.
Sebentar saja sudah banyak jurus yang kepelajari darinya dalam berciuman. Kulumat bibirnya dengan
bernafsu. Kontolku yang berdiri tegak kudekatkan kepahanya dan kugesek-gesekkan. Ahh enak sekali.

93

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

Tanganku pun makin nekat meremas dan membuka Bra-nya. Kini dia sudah bertelanjang dada
dihadapanku, kuciumi puting susunya, kuhisap dan memainkannya dengan lidah dan sesekali
menggigitnya.
"Yes, enak.. ouh geli Wan, ah.. kamu pinter banget sih", desahnya seolah geram sambil meremas
rambutku dan membenamkannya ke dadanya.
Kini tangannya mulai meraih kontolku, digenggamnya. Tersentak saya dibuatnya. Genggamannya
begitu erat, namun terasa hangat dan nikmat. Saya pun melepas kulumanku di putingnya, kini kududuk
diatas closet sambil membiarkan Mbak Ira memainkan kontolku dengan tangannya. Dia jongkok
mengahadap selangkanganku, dikocoknya kontolku pelan-pelan dengan kedua tangannya.
"Ahh, enak banget Mbak.. asik.. ahh... ahh..", desahku menahan agar tidak menyemburkan maniku
cepat-cepat.
Kuremas payudaranya saat dia terus mengocok kontolku, sekarang kulihat dia mulai
menyelipkan tangan kirinya diselangkannya sendiri, digosok- gosoknya tangannya ke arah memeknya
sendiri. Melihat aksinya itu saya benar-benar terangsang sekali.

Kujulurkan kakiku dan ikut memainkan memeknya dengan jempol kakiku. Ternyata dia tidak
mengelak, dia malah melepas celana dalamnya dan berjongkok tepat diatas posisi kakiku.
Kami saling melayani, tangannya mengocok kontolku pelan sambil melumurinya dengan ludahnya
sehingga makin licin dan basah, sementara saya sibuk menggelitik memeknya yang ditumbuhi bulu-
bulu keriting itu dengan kakiku. Terasa basah dan sedikit becek, padahal saya cuma menggosok-gosok
saja dengan jempol kaki.
"Yes.. ah.. nakal banget kamu Wan.. em, em, eh.. enak banget", desahnya keras.
Namun suara cipratan air bak begitu keras sehingga saya tidak khawatir didengar orang. Saya juga
membalas desahannya dengan keras juga.
"Mbak Ira, sedotin kontol saya dong.. please.. saya kepingin banget", pintaku karena memang
sudah dari tadi saya mengharapkan sedotan mulutnya di kontolku seperti adegan film BF yang biasa
kutonton.
"Ih.. kamu nakal yah", jawabnya sambil tersenyum.
Tapi ternyata dia tidak menolak, dia mulai menjilati kepala kontolku yang sudah licin oleh
cairan pelumas dan air ludahnya itu. Saya cuma bisa menahan nafas, sesaat gerakan jempol kakiku
terhenti menahan kenikmatan yang sama sekali belum pernah kurasakan sebelumnya.
Dan tiba-tiba dia memasukkan kontolku ke dalam mulutnya yang terbuka lebar, kemudian dikatupnya
mulutnya sehingga kini kontolku terjepit dalam mulutnya, disedotnya sedikit batang kontolku sehingga
saya merasa sekujur tubuhku serasa mengejang, kemudian ditariknya kontolku keluar.
"Ahh.. ahh..", saya mendesah keenakkan setiap kali tarikan tangannya dan mulutnya untuk

94

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

mengeluarkan kontolku dari jepitan bibirnya yang manis itu.


Kupegang kepalanya untuk menahan gerakan tarikan kepalanya agar jangan terlalu cepat. Namun,
sedotan dan jilatannya sesekali disekeliling kepala kontolku didalam mulutnya benar-benar terasa geli
dan nikmat sekali.
Tidak sampai diulang 10 kali, tiba-tiba saya merasa getaran di sekujur batang kontolku. Kutahan
kepalanya agar kontolku tetap berada dsidalam mulutnya. Seolah tahu bahwa saya akan segera
"keluar", Mbak Ira menghisap semakin kencang, disedot dan terus disedotnya kontolku. Terasa agak
perih, namun sangat enak
sekali.
"AHH.. AHH.. Ahh.. ahh", teriakku mendadak tersemprot cairan mani yang sangat kental dan
banyak karena sudah lama tidak dikeluarkan itu kedalam mulut mbak Ira. Dia terus memnghisap dan
menelan maniku seolah menikmati cairan yang kutembakkan itu, matanya merem-melek seolah ikut
merasakan kenikmatan yang kurasakan. Kubiarkan beberapa saat kontolku dikulum dan dijilatnya
sampai bersih,
sampai kontolku melemas dan lunglai, baru dilepaskannya sedotannya. Sekarang dia duduk di dinding
kamar mandi, masih mengenakan pakaian seragam dengan kancing dan Bra terbuka, ia duduk dan
mengangkat roknya ke atas, sehingga kini memeknya yang sudah tidak ditutupi CD itu terlihat jelas
olehku. Dia mebuka lebar pahanya, dan digosok-gosoknya memeknya dengan jari-jari mungilnya itu.
Saya cuma terbelalak dan terus menikmati pemandangan langka dan indah ini. Sungguh belum pernah
saya melihat seorang wanita melakukan masturbasi dihadapanku secara langsung, apalagi wanita itu
secantik dan semanis mbak Ira.
Sesaat kemudian kontolku sudah mulai berdiri lagi, kuremas dan kukocok sendiri kontolku
sambil tetap duduk di atas toilet sambil memandang aktifitas "panas" yang dilakukan mbak Ira.
Desahannya memenuhi ruang kamar mandi, diselingi deru air bak mandi sehingga desahan itu
menggema dan terdengar begitu menggoda. Saat melihat saya mulai ngaceng lagi dan mulai mengocok
kontol sendiri, Mbak Ira tampak semakin terangsang juga.
Tampak tangannya mulai menyelip sedikit masuk kedalam memeknya, dan digosoknya semakin cepat
dan cepat. Tangan satunya lagi memainkan puting susunya sendiri yang masih mengeras dan terlihat
makin mancung itu.
"Ihh, kok ngaceng lagi sih.. belum puas ya..", canda mbak Ira sambil mendekati diriku.
Kembali digenggamnya kontolku dengan menggunakan tangan yang tadi baru saja dipakai untuk
memainkan memeknya. Cairan memeknya di tangan itu membuat kontolku yang sedari tadi sudah
mulai kering dari air ludah mbak Ira, kini kembali basah. Saya mencoba membungkukkan tubuhku
untuk meraih memeknya dengan jari-jari tanganku, tapi Mbak Ira menepisnya.
"Ngga usah, biar cukup mbak aja yang puasin kamu.. hehehe", agak kecewa saya mendengar
tolakannya ini.
Mungkin dia khawatir saya memasukkan jari tanganku sehingga merusak selaput darahnya
pikirku, sehingga saya cuma diam saja dan kembali menikmati permainannya atas kontolku untuk
kedua kalinya dalam kurun waktu 10 menit terakhir ini.
Kali ini saya bertahan cukup lama, air bak pun sampai penuh sementara kami masih asyik
"bermain" di dalam sana. Dihisap, disedot, dan sesekali dikocoknya kontolku dengan cepat, benar-
benar semua itu membuat tubuhku terasa letih dan basah oleh peluh keringat. Mbak Ira pun tampak
letih, keringat mengalir dari keningnya, sementara mulutnya terlihat sibuk menghisap kontolku sampai
pipinya terlihat kempot. Untuk beberapa saat kami berkonsentrasi dengan aktifitas ini. Mbak Ira
sungguh hebat pikirku, dia mengulum kontolku, namun dia juga sambil memainkan memeknya sendiri.

Setelah beberapa saat, dia melepaskan hisapannya. Dia merintih, "Ah.. ahh.. ahh.. Mbak mau

95

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

keluar Wan, Mbak mau keluar", teriaknya sambil mempercepat gosokan tangannya.
"Sini mbak, saya mau menjilatnya", jawabku spontan, karena teringat adegan film BF dimana pernah
kulihat prianya menjilat memek wanita yang sedang orgasme dengan bernafsu.
Mbak Ira pun berdiri di hadapanku, dicondongkannya memeknya ke arah mulutku.
"Nih.. cepet hisap Wan, hisap..", desahnya seolah memelas.
Langsung kuhisap memeknya dengan kuat, tanganku terus mengocok kontolku. Aku benar-benar
menikmati pengalaman indah ini. Beberapa saat kemudian kurasakan getaran hebat dari pinggul dan
memeknya.
Kepalaku dibenamkannya ke memeknya sampai hidungku tergencet diantara bulu- bulu jembutnya.
Kuhisap dan kusedot sambil memainkan lidahku di seputar kelentitnya.
"Ahh.. ahh..", desah mbak Ira disaat terakhir berbarengan dengan cairan hangat yang mengalir
memenuhi hidung dan mulutku, hampir muntah saya dibuatnya saking banyaknya cairan yang keluar
dan tercium bau amis itu.
Kepalaku pusing sesaat, namun rangsangan benar-benar kurasakan bagaikan gejolak pil ekstasi
saja, tak lama kemudian sayapun orgasme untuk kedua kalinya. Kali ini tidak sebanyak yang pertama
cairan yang keluar, namun benar-benar seperti membawaku terbang ke langit ke tujuh.
Kami berdua mendesah panjang, dan saling berpelukkan. Dia duduk diatas pangkuanku, cairan
memeknya membasahi kontolku yang sudah lemas. Kami sempat berciuman beberapa saat dan
meninggalkan beberapa pesan untuk saling merahasiakan kejadian ini dan membuat janji dilain waktu
sebelum akhirnya kami keluar dari kamar mandi. Dan semuanya masih dalam keadaan aman-aman
saja.
Mbak Ira, adalah wanita pertama yang mengajariku permainan seks. Sejak itu saya sempat
menjalin hubungan gelap dengan Mbak Ira selama hampir 2 tahun, selama SMA saya dan dia sering
berjanji bertemu, entah di motel ataupun di tempat kostnya yang sepi. Keperjakaanku tidak hanya
kuberikan kepadanya, tapi sebaliknya keperawanannya pun akhirnya kurenggut setelah beberapa kali
kami melakukan sekedar esek-esek.
Kini saya sudah kuliah di luar kota, sementara Mbak Ira masih kerja di rumah sakit itu. Saya
jarang menanyakan kabarnya, lagi pula hubunganku dengannya tidak lain hanya sekedar saling
memuaskan kebutuhan seks. Konon, katanya dia sering merasa "horny" menjadi perawat. Begitu pula
pengakuan teman-temannya sesama suster. Saya bahkan sempat beberapa kali bercinta dengan teman-
teman Mbak Ira.
Pengalaman masuk rumah sakit, benar-benar membawa pengalaman indah bagi hidupku, paling tidak
masa mudaku benar-benar nikmat. Mbak Ira, benar-benar fantastis menurutku...

TAMAT

96

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

13. Kisah Pipit


Namaku Pipit, kisah nyata ini terjadi pada tahun 1996-1997. saat itu aku berusia 17 tahun. Aku
tinggal di Bandung dan telah bekerja di sebuah perusahaan swasta. Aku telah memiliki seorang
kekasih, Gunawan namanya, seorang mahasiswa PTN terkenal di kotaku. Aku telah berpacaran hampir
satu tahun dengannya. Orang bilang aku cantik, kulitku putih dan tubuhku padat berisi dengan
payudara, pinggul dan pantat yang besar menonjol.
Kisah ini berawal ketika pada suatu hari minggu aku menelepon di sebuah wartel sehabis
berjalan-jalan. Ketika aku selesai menelepon pandanganku tertuju pada seorang laki-laki tampan,
berkulit putih dan tubuhnya tinggi atletis. Kelihatannya dia seorang indo.
Kebetulan aku sudah akrab dengan penjaga wartel, Mas Dawi. Aku kemudian dikenalkan oleh Mas
Dawi kepada laki-laki itu. "Iyan" katanya menyebutkan nama. Iyan kemudian menawarkan jasa untuk
mengantarku pulang dengan motornya. Aku tidak menolak tawarannya itu. Di rumah aku kemudian
terlibat perbincangan dengannya. Jujur aku sangat tertarik padanya karena dia tipe cowok idamanku.
Nama lengkap Iyan adalah Alfian Alrizal. Indo Solo-Belanda. Usianya baru 18 tahun. Dia tinggal di
Jakarta. Dia ke Bandung mengunjungi pamannya yang seorang perwira Polri karena Iyan bermaksud
untuk masuk Akpol. Pertemuan itu sangat berkesan untukku walaupun ada perasaan bersalah kepada
pacarku. Sejak saat itu aku sering kontak melalui telepon dengan Iyan tanpa sepengetahuan pacarku.

Pada suatu hari Sabtu pagi aku bermaksud berangkat kerja. Tiba-tiba aku dikejutkan oleh sebuah
sapaan: "Hei Pit, mau kerja ya?". Ternyata Iyan sudah berada di sampingku dengan motornya. "Eh, iya
Yan", jawabku. "Udah deh, hari ini kamu nggak usah kerja, temani aku jalan-jalan ya?" pintanya. Aku
bingung menjawabnya tapi akhirnya aku menganggukan kepala. kami kemudian berkeliling Kota
Bandung dengan sepeda motornya sambil bercanda-canda. Tiba-tiba dia berkata, "Pit, kita mampir ke
temanku yuk, dia sedang menginap di sebuah hotel", katanya, "Ah, jangan Yan, aku malu", jawabku.

97

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

Iyan kemudian membujukku sehingga akhirnya aku bersedia.


Setibanya di sana aku dimintanya menunggu di parkiran sementara Iyan masuk ke dalam hotel.
Tidak berapa lama Iyan kembali. "Pit, temanku sedang keluar, tapi dia menitipkan kunci di resepsionis,
kita tunggu di dalam yuk", bagai kerbau dicocok hidung aku menurut dan mengikuti Iyan ke kamar
hotel di lantai dua. (dikemudian hari aku sadar bahwa itu hanya akal bulus Iyan untuk memancingku ke
kamar hotel).
Sesampainya di dalam kamar Iyan membaringkan tubuhnya di kasur dan langsung menarik tubuhku
ke atas kasur. kami kemudian berciuman. Tangannya mulai menggerayangi payudaraku, aku
menggerinjal kegelian. Melihat itu Iyan semakin bernapsu, tangannya meremas-remas payudara dan
memainkan puting susuku yang mulai mengeras.
Iyan kemudian menyingkap baju dan membuka BH-ku, maka tampaklah susuku yang putih besar
dengan putingnya yang berwarna coklat. Iyan dengan rakus melumat kedua puting susuku bergantian.
Air liurnya membasahi kedua putingku. Aku benar- benar dibuatnya lupa diri. Tiba-tiba Iyan
menurunkan celananya, maka tampaklah penisnya yang sudah berdiri menonjol keluar. Tangan Iyan
membimbing tanganku untuk menjamah penisnya. Aku kemudian mengocok-ngocok penisnya dengan
perlahan. Iyan terus melumat susuku sambil tangannya meremas-remas pantatku.

"Pit, aku pengin dikulum sama kamu", katanya sambil terengah-engah. Aku awalnya menolak
karena aku belum pernah melakukannya. Tapi Iyan langsung berjongkok di depanku dan
menyorongkan penisnya ke mukaku. Dengan enggan aku mulai menciumi kepala penisnya yang bulat
besar. Lendir birahi terlihat di lubang kencingnya. Kemudian aku mulai mengulum penisnya, sensasi
yang baru pertama aku alami ini semakin membuatku lepas kontrol. Iyan memaju-mundurkan
pantatnya sementara mulutku menyedot-nyedot batang penisnya. Memekku sudah basah kuyup oleh
lendir birahiku.
Iyan kemudian melepas celana jeansku. Maka tampaklah gundukan memekku yang tebal terbungkus
celana dalam. Iyan mengusap-usap memekku sementara aku terus mengulum penisnya. Iyan sudah
dirasuki berahi, dengan keras dia menarik celana dalamku. Tiba-tiba Iyan merunduk di
selangkanganku, lidahnya menjilati memekku dan menghisap bibir kemaluanku, bahkan itilku
digigitnya. Aku menjerit kecil karena nikmat. Memekku sudah basah kuyup oleh air liurnya.
Iyan kemudian berjongkok di selangkanganku, nampaknya dia sudah mulai mau menyetubuhiku.
"Jangan Yan, aku masih perawan, jangan dimasukan penismu', pintaku sambil berusaha merapatkan
kedua pahaku. "Pit, aku janji akan bertanggung-jawab, aku akan melamarmu kepada orang tuamu",
rayunya. Bujuk rayunya membuatku melayang, wanita mana yang menolak dilamar oleh pria setampan
Iyan. Aku benar-benar lupa segalanya, lupa bahwa aku sudah punya seorang pacar yang sangat
menyayangiku.
Perlahan-lahan Iyan mendorong penisnya ke dalam lubang memekku, awalnya dia kesulitan
menembus gerbang perawanku, tetapi karena memekku sudah basah kuyup maka tak berapa lama
kepala penisnya mulai masuk. Aku meringis menahan sakit. Iyan menindih tubuhku untuk mencegah
aku berontak karena kesakitan. Akhirnya penisnya masuk ke lubang memekku, Iyan mulai menaik-
turunkan pantatnya perlahan dan semakin cepat. aku menggelinjang antara menahan sakit dan nikmat,
bibirku kugigit sendiri karena rasa ngilu.
Gerakan Iyan semakin cepat menyodok-nyodok memekku. Bibirnya dengan ganas menciumi
leherku. Tiba-tiba aku merasa seakan melayang. Ternyata aku mengalami orgasme, pengalaman
pertama yang aku alami. Tak berapa lama Iyan mengejang "Ah, Pit, aku mau keluar, memekmu enak
sekali pit", erangnya. Tiba-tiba Iyan mencabut penisnya dari lubang memekku dan muncratlah cairan
putih kental dari penisnya membasahi perutku. Wajah Iyan tampak menegang ketika ejakulasi, Iyan
mengocok- ngocok penisnya sampai cairan spermanya habis, kemudian Iyan tersungkur di sampingku,

98

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

dipeluknya tubuhku dan diciumi bibirku. Kami kemudian tertidur karena kelelahan.
Jam 3 sore kami terbangun, aku melihat sprei kasur terkena noda darah perawanku, aku menangis
dan Iyan kembali membujukku sehingga aku mulai tenang. Kami kemudian mandi dan Iyan
mengantarku pulang. Ibuku curiga melihatku pulang tidak seperti biasanya, apalagi diantar oleh Iyan.
Aku berbohong dengan mengatakan aku pulang kerja cepat karena sakit dan kebetulan bertemu Iyan di
jalan. Malam harinya Pacarku datang apel, aku betul-betul merasa bersalah tetapi bayangan Iyan akan
melamarku membuatku bersikap tenang.
Tetapi ternyata janji Iyan palsu belaka. Dia seolah menghilang sejak kejadian itu. Aku kesulitan
menghubunginya. Pacarku mulai curiga karena aku sering uring-uringan dan tampak melamun, tetapi
aku berhasil mengelabuinya dengan mengatakan aku sedang nggak enak badan dan sedang bad mood.
Dua tahun berlalu, Iyan tidak pernah kembali, apalagi melamarku.
Aku menikah dengan pacarku pada tahun 1999, tetapi prahara baru saja dimulai. Suamiku mendapat
kabar mengenai perselingkuhanku dengan Iyan dari Mas Dawi penjaga wartel, ternyata Iyan sempat
menceritakan kejadian di hotel itu kepada Mas Dawi, dan Mas Dawi yang kebetulan kenal dengan
suamiku membocorkan rahasia itu. Rumah tanggaku akhirnya berantakan. Aku bercerai pada tahun
2001. Aku mencoba menjalani hidup dengan semua bayang-bayang kelam akibat perbuatanku sendiri.

Tamat

99

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

14. Akibat Salah Pijat


Cerita ini berawal ketika kantor saya mengadakan workshop (jalan-jalan tahunan) dan saat itu tujuan
kami adalah hotel Novus, Puncak. Adalah salah satu teman bernama Tari Rismayati (panggilan Riris)
yang masih single juga sama seperti saya. Dia berumur satu tahun dibawah saya dan belum berkeluarga
juga. Terus terang saya heran melihat dia. Secara fisik Riris orangnya tergolong cantik, rambut panjang
sebahu, wajah oval, kulit kuning langsat cenderung putih mulus, dengan buah dada yang besar
menantang. Dan yang paling membuat saya berdehem dalam hati kalau melihat pinggul dan pantatnya
yang besar dan membulat mencetak celana dalam ukuran mini yang selalu dia pakai jika di kantor. Itu
selalu saya perhatikan setiap hari bahwa ukuran roknya selalu kekecilan dengan pinggul yang indah
jika sedang berjalan.
Satu minggu sebelum berangkat Workshop, kami sempat makan siang bersama disebuah restoran
dalam gedung kantor kami. Setelah ngobrol kesana kemari akhirnya subject pembicaraan mengarah ke
workshop.Saya bertanya, “‘Ntar workshop gimana kamu?”.
Riris menjawab dengan wajah yang lesu, “Ach, nggak tau juga Di, aku lagi bete nich, kayaknya kesana
lumayan buat nyegerin pikiran aku.”
“Lho emangnya ada apa,”tanyaku menyelidik.
“Aku abis putus ama cowok ku soalnya dia selingkuh, maen belakang, trus ketauan ama
aku,”celetuknya dengan muka sedikit memerah menahan marah.
“Ya udah,” sambungku “Ntar saya temenin kamu disana biar ngelupain dia.”
Dia tersenyum sambil bilang, “Tapi aku lagi mo sendiri Ardi.”
Aku tak kalah gesit menjawab ucapannya, “Iya Ris, Aku juga lagi mo sendiri aja ‘en rencana ntar aku
mo sewa kamar sendiri aja, kalau kamu mau gabung aja kita bisa ngobrol ampe malem keluarin semua
unek-unek yang ada dikepala kita masing-masing.”
Aku terus menjelaskan rencanaku minggu depan dihotel tersebut. Dan tak diduga respon dari Riris,
“Boleh juga tuh Di, aku emang butuh itu enak kali yah ngobrol ngobrol kita berdua sampe malem”.
“Iya, sekalian kalau kamu mau, saya juga nggak keberatan ngelonin kamu tidur,” candaku kepadanya.
“Ha, gila kamu” mata Riris memancarkan arti yang tidak dapat saya cerna.
Satu hari sebelum berangkat, kami didata ulang oleh panitia, menyangkut pembagian kamar tidur.
Sudah menjadi tradisi kantor kami, bahwa satu kamar berdua, dan diatur oleh nomor nomor kamar
yang ada. Saya berdua dengan teman saya Hendra, dan Riris waktu itu terdata satu kamar bersama
Wina. Dan tibalah waktunya bahwa kami satu kantor berangkat menuju hotel Novus ada hari Sabtu
bersama sama dengan menggunakan satu bis besar.
Kantor kami hanya berjumlah total 50 orang bersama orang asing juga. Rupanya dalam batas akhir
sebelum naik ke bis, ada dua orang yang batal ikut karena alasan keluarga, mereka adalah Tiara, dan
Wina. Wina?, bukannya Wina satu kamar dengan Riris, dan berarti nanti Riris sendirian dong dikamar.
Pendulumku langsung bereaksi mendengar kabar tersebut. Sambil mengisi waktu, kami banyak
bersenda gurau dalam perjalanan hingga akhirnya tiba tepat makan siang di hotel. Setelah kami makan
dengan lahap, kami diberikan kunci kamar oleh panitia dan langsung check-in ke dalam kamar masing
masing.
Sore harinya kami memanfaatkan kolam renang yang ada di hotel untuk bermain main. Dapat saya lihat

100

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

Riris yang sudah memakai pakaian renang yang seksi. Uh, bukan main indahnya, saya betul betul
terangsang melihat keadaan Riris seperti itu. Otak kotorku mulai bekerja supaya bagaimana dapat tidur
dengannya malam ini. Dalam kumpulan laki laki ada Pak Kardi yang nyeletuk kepada teman laki laki
berkata, “Waduh si Riris kalo abis berenang gue mau tuh mandiin dia.” Sambil matanya juga tak lepas
dari gerakan pantat Riris yang berlenggang lengok kekiri kekanan mengikuti irama langkahnya.
Ketika Riris sudah selesai bermain dikolam renang dan akan kembali ke kamarnya, akupun
mengikutinya seakan akan akupun sudah selesai dan ingin mandi. Sambil berjalan dibelakangnya, saya
melihat celana dalam mini berenda yang dipakai Riris tercetak jelas oleh baju renang tipis yang
berwarna ungu.
“Waduh, kok cepet selesainya Ris,” celetukku sambil berjalan disampingnya. Riris menjawab, “Habis
aku nggak tahan airnya terlalu dingin.” Sambil dia menyilangkan tangannya dikedua belah dadanya
yang padat montok tersebut.
“Trus kamu ngapain juga selesai,” tanya dia lanjut.
“Akh, aku udah bosen mendingan mandi air hangat terus nunggu makan malam, khan enak tuh”.
Lalu pembicaraan kami terpisah ketika Riris harus mengambil arah kekiri dan saya kekanan sambil
berucap, “Sampai nanti ,. dagg”.
Waktu menunjukan pukul delapan, setelah perut saya isi dan kenyang sekali rasanya. Makan malam
dihotel ini terasa nikmat sekali. Saya melihat sudah beberapa kali Riris menguap dan kemudian pamit
dari kerumunan anak anak untuk pamit ke kamar. Dalam perjalanan ke kamarnya, dia ada melihat saya
dan kemudian mengerdipkan mata seperti memberi tanda ke saya. Dengan sedikit tegang saya berpura
pura seolah saya pun capek setelah bermain seharian dengan teman kantor dan ingin tidur.
Pada sore hari saya sudah memberitahu ke Hendra (teman sekamar saya) bahwa mungkin saya akan
begadang keluar hotel, jadi nanti dia tidak kawatir atau curiga kepada saya. Dalam perjalanan dari
restoran ke cottage agak jauh. Riris berjalan kecil sendiri dan saya dengan cepat mengejarnya, dan
menyapanya,
“Ris, udah ngantuk ya sayang, mau tidur..”
Riris menyahut, “Iya nih, nggak tahu kenapa nich badan semua jadi pegel semua, mungkin tadi
renangnya kebanyakan kali.” Sambil berkata begitu, dia mengusap usap belakang lehernya sambil
kepala digelengkan kekiri lalu kekanan.
“Makanya kamu juga sih terlalu over berenangnya, kamu kebanyakan diliat ama temen temen cowok
lagi pas kamu berenang,” sahutku.
“Hm, aku tahu, justru karena mereka aku jadi lebih semangat,” kata Riris sambil masih tetap mengusap
leher belakangnya.
“Kamu mau saya pijit pijit kecil Ris,” kataku sedikit berani.
“Hhh, boleh juga, tapi cuman di leher sama sekitar pundak yah,” sahutnya sedikit lemah.
Tak lama kami sudah tiba didepan pintu kamar Riris. Setelah dia membuka pintu kami berdua langsung
masuk, saya sempat melihat pada sudut mata Riris ketika dia tutup pintu, matanya seperti melihat kiri
kanan takut takut kalau ada orang disekitar yang melihat kami.
Dalam kamar Riris mempersilahkan saya duduk sambil dia permisi sebentar ke toilet. Sambil
menunggu Riris saya menonton TV yang ada dikamar. Tidak begitu lama, Riris sudah keluar dan telah
berganti baju tidur daster. Daster yang dipakai berwarna kuning dengan ukuran yang dapat saya

101

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

katakan mini. Kenapa demikian? Daster tersebut hanya sebatas setengah pahanya saja dan berenda
kuning juga, kemudian di pundaknya hanya mengenakan satu tali saja. Buah dada yang ranum
menantang sekali dengan dua puting yang mencuat. Gila bukan main, dia sudah tidak memakai BH,
tapi masih memakai celana dalam.
Celana dalam itu jelas tercetak menerawang tembus pandang dari daster kuning tersebut. Celana dalam
Riris juga dalam ukuran yang sexy, mini CD warna putih, kontras dengan daster yang dipakai. Sebelum
saya memberi komentar, Riris sudah berbicara,

“Ardi, kamu jangan salah sangka dulu, saya pakai ini supaya kamu mudah pijat leher dan pundak saya,
lagi pula saya juga tidak bawa baju tidur lain selain yang ini, mudah-mudahan kamu tidak keberatan.”
“Oh, tentu tidak dong Ris, suka suka kamu aja, yang penting bajunya jangan menggangu pijat
memijat,” kataku sambil menelan ludah beberapa kali.
Riris tersenyum lagi dan berkata, “Kamu pijet saya pake kaos lengan panjang apa tidak mengganggu,
apa lagi nanti kamu naik ke ranjang kalau perlu, keliatannya celana panjang kamu juga ganggu, apa
nggak lebih baik ganti yang pendek atau dilepas sekalian?”
Saya bengong atas ucapannya, lalu saya katakan, “Betul juga Ris, saya buka kaos aja deh,” sambil saya

102

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

mengangkat koas saya sehingga saya sudah bertelanjang dada, dan kemudian Riris melihat ke celana
panjang saya sambil mulutnya sedikit dimonyongkan. Saya pun membuka celana panjang saya, dan
hanya tertinggal celana boxer saya. Riris tersenyum puas setelah melihat saya akan mudah nanti
memijitnya. Dia langsung naik ke ranjang dan berbaring terlungkup, sambil memanggil nama saya,
“Di, ayo dong mulai, badan Riris makin pegel nih”. Mendengar rengekan Riris saya langsung naik ke
ranjang dan memulai aktivitas dengan memijit Riris.
Sungguh sempurna tubuh Riris dari belakang. Mimpi apa aku semalam sehingga Riris begitu pasrah
memberikan sajian gratis seindah ini. Kulit yang mulus dengan pinggang ramping, pinggul yang besar
dengan buah pantat yang membulat mumbul tinggi. Dapat kulihat dengan jelas belahan pantat Riris
yang dibalut dengan CD mininya. Sebentar saja tangan saya sudah memijat bagian leher yang tegang,
dan seeskali kebawah memijat pundaknya. Riris terkadang bersuara mendesah ketika tangan saya
sedikit keras memijitnya,
“Uh, oh, hmm,” desahnya putus putus, membuat saya makain panas saja.
Adik kecil dibalik celana boxerku sudah mengacung keras siap tempur, entah apa yang sedang dipikir
Riris sekarang.
Kemudian setelah kurang lebih 4 menit, Riris minta dipijit agak kebawah. Dengan yakin tangan saya
kedua duanya merayap ke bawah, dari arah ketiak terus turun kebawah. Sambil sekali kali jari jemari
saya dengan nakalnya menyentuh dari samping kedua bukit ranum yang mengembung keluar
kesamping karena tertindih tubuhnya. Saya terus terang sudah tidak ada pikiran positif, otak ngeres
saya terus bermain main fantasi, hingga suatu ketika,
“Di, pijatan kamu enak deh sekarang Riris minta dipijat bagian depan ya sayang,” sahut Riris sambil
membalikan tubuhnya kedepan.
Waduh mak bukan main saat itu saya betul betul tidak tahan saya langsung meraba kedua belah
susunya yang tegak menjulang, hal yang membuat Riris langsung kaget.
“Mardi,.! saya minta tolong kamu untuk pijat saya kenapa kamu memanfaatkan itu dengan meraba
tubuh saya,” hardiknya.
Langsung saya kaget, saya kira dia minta lanjut dalam permainan tersebut ternyata dia memang betul
betul minta dipijit. Langsung saya minta maaf kepadanya,
“Waduh maaf deh Ris, aku kelepasan, maklum deh tubuh kamu ranum sekali, sexy apalagi dengan itu
(sambil menunjuk kedua buah dada Riris) yang mancung bikin aku jadi geregetan mau iseng.”
“Maaf ya sekali lagi Maaf,” kataku dengan penyesalan.
Riris yang melihat saya begitu agak melunak tapi kemudian dia menangis sambil berkata, “uhh, hh, hg
hg hg,. emang setiap laki laki yang mau sama Riris cuman mau tubuh Riris aja, ini juga terjadi dengan
cowok Riris yang dulu, maunya making love terus sama Riris, nggak ada perasaan sama sekali.”
Aku terhenyak, ternyata wanita didepan saya ini memang sudah pernah melakukan hubungan suami
istri sebelum menikah, dan pendulumku kembali kontak. Dengan gaya yang gentle saya memeluk dia
dari belakang dalam posisi duduk, tangan saya berada di perutnya sambil berkata,
“Riris, aku tuh memang udah salah, kamu Maafin ya, aku janji pokoknya malem ini kita cuman sayang
sayangan aja deh nggak sampe kelewatan,” kataku menenangkannya.
Dia menengok ke belakang hingga wajahnya dekat sekali denganku dan berucap,
“Bener ya janji, kamu cuman kelonin aku aja nggak sampe kebablasan?”.Aku mengiyakan dengan

103

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

anggukan kepala sambil mencium kecil pipi kanannya.


Dia tersenyum, kemudian membalas mencium kecil bibirku. Aku pun serta merta tangan kanan mulai
naik dari perut meraba buah dada yang menggantung tersebut. Riris menutup mata merasakan
kenikmatan tersebut, kemudian dengan itu juga aku mencium bibirnya yang sensual, sambil sesekali
kuhisap bibir bawahnya dan lidahku menjelajah ke rongga giginya dan menghisap lidahnya.
Riris benar benar menikmatinya, maka setelah melihat lampu hijau seperti itu, kedua tanganku sudah
berada pada dua buah dada ranumnya. Oh alangkah nikmatnya tanganku bermain disana, meremas
remas sambil kupelintir kedua puting susunya dengan ibu jari dan telunjukku. Riris terkadang bergetar
tubuhnya ketika kombinasi yang kulakukan yaitu meremas sambil memuntir puting susunya. “Ah, Ardi
kamu pinter bikin aku terangsang ya, ingat lho kita nggak boleh lebih jauh dari ini,” kata Riris
mengingatkanku.
“Iya dong sayang aku pasti inget, khan ada kamu juga yang ngingetin!”
Sambil berkata begitu aku membaringkan tubuhnya diranjang dan aku dari belakang langsung ke depan
menindihnya sambih terus melanjutkan meremas dan mencium bibir sensual nan menggairahkan
tersebut. Riris masih terus mengingatkan, namun bahasa tubuhnya lain. Alat kelamin kami sudah
bersentuhan, dimana batang kemaluanku yang sudah keras menggesek bibir luar kemaluannya dan
gerakan kami seperti orang yang sedang bersenggama. Saya mendorong kebawah, Riris mendorong
pula pantatnya yang tembem keatas, saya tarik pinggang saya, dia pun demikian.
Ketika mulut saya sudah mulai menjalar kedadanya dia mulai protes.
“Mardi, kamu nggak boleh kesana sayang, ohh, hh!” desah Riris tapi tangannya sama sekali tidak
menutupi dadanya.
Saya menjawab dengan lembut, “Riris sayang, kalau peting cium atau jilatin nenen aja boleh dong,
khan nggak kenapa napa?” saya mencoba tawar menawar dengannya.
“Ohh, kamu katanya kelonin aku, kok sekarang kita peting sih? ” rajuknya dengan muka bersemu
merah menahan birahi yang terpancar keluar dari tubuhnya. Tanpa menunggu alasan lagi dari si cantik
itu langsung mulutku menjilat puting susu yang memerah muda, karena birahi sambil aku menyedot
putingnya bagaikan anak kecil yang sedang netek keibunya. Riris menggigit bibir sendiri menahan
luapan emosinya yang meletup letup kian besar. Oh nikmatnya tiada tara menjilati dan menyedot susu
seorang Riris.
Kaki Riris sudah menyepak kesana kemari membuat daster yang dikenakan tidak bisa menutupi bagian
bawahnya. Terus terang sambil menjilat, saya memperhatikan gundukan yang tembem di bawah pusar
yang bagai kue apem mumbul dengan sedikit bulu bulu kemaluannya yang menyembul keluar
menambah indahnya pemandangan tersebut. Pinggulnya bergerak tak menentu membuat indahnya
pemilik gundukan tersebut.
“Hhh, Mardi.. hh enak sayang”, erang Riris.
Mendapat respon seperti tangan saya secara reflek mulai turun menjelajah dari buah dadanya ke bawah
perut, mengusap daerah pusar yang rata nan halus, kemudian turun lagi dibawah pusar yang ditumbuhi
bulu bulu halus, kemudian meraba daerah selangkangan Riris yang wow bukan main empuknya.
Aku tekan sekali sekali sambil kuremas secara acak. Hal ini menyebabkan gerakan pinggul Riris yang
makin panas. Suasana alam puncak pada malam hari yang dingin, tidak dapat membuat tubuh kami
berdua kedinginan malah justru sebaliknya. Saya dapat melihat butiran butiran keringat birahi yang
menetes dari dahi Riris yang sedang membasahi rambut panjang dan indah itu.

104

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

Oh.. aku benar benar makin terbawa emosi birahi yang menggebu. Riris antara sadar dan tidak masih
mengingatkan saya,
” Di, kamu nggak boleh buka CD aku yah.. kita khan udah janji cuman peting aja,” katanya sambil
menahan sesuatu dalam tubuh yang bergelora.
“Oke Ris, aku buka daster kamu aja yah, liat tuh udah nggak karuan bentuknya sayang,” sahutku
mencoba menawar.
Dan berhasil. Riris sendiri yang meloloskan dasternya, dia angkat dari bawah dan dinaikkan lewat
lehernya. Berarti keadaan kami sekarang hanya masing masing tinggal celana dalam saja. Kami
langsung berpelukan sambil berciuman panjang, oh nikmatnya dapat memeluk Riris dalam keadaan
begini. Kulit kami langsung bersinggungan tanpa ada pemisah lagi. Setelah pelukan plus ciuman aku
rasa cukup, tanganku mulai bermain ke arah selangkangan Riris dengan mengusap lembut naik turun
melewati belahan vaginanya. Dari luar celananya saya bisa merasakan bahwa didalam sudah lembab
sekali, tentu banyak cairan yang sudah keluar dari lubang vaginanya. Vagina Riris benar benar tembem
aku rasa kalau aku benamkan milikku ke dalamnya pasti nikmat sekali.
Karena Riris menggunakan CD mini yang memang kurang bahan untuk menutupi kemaluannya, jari
saya dengan mudahnya dapat melesat masuk melalui samping selangkangan dan bermain di sana,
sebentar kemudian keluar lagi tanpa sempat Riris protes pada saya untuk tidak boleh melakukannya.
Sesekali jari saya bermain pada bibir vaginanya agak lama setelah dia membuka suara,
“Di, jangan nanti aku keterusan.. ohh,” sambil meliukan pinggangnya bergoyang goyang.
Aku tetap tenang mengelus bahkan saat tangannya ingin mengeluarkan tanganku dari dalam CDnya
seluruh jariku masuk dan meremas vagina Riris dengan lembut. Hal ini membuat Riris melenguh keras,
dan lupa untuk melarang saya. Sambil tangan-tangan meremas vagina Riris, tangan kiri masih terus
aktif memerah susu ranum baik yang kiri maupun yang kanan sambil dibantu oleh mulutku untuk
mengisap bibir dan salah satu puting susu yang nganggur.
Jari tengahku mulai memainkan aksinya dengan mengilik klitoris Riris. Benar saja, klitoris itu sudah
membesar dan basah. Riris menggeliat tak tentu arah sambil mendesah,

“Oh.. Mardi enak sekali sayang, nghh.. kamu udah nggak boleh lebih dari itu ya..”
Ternyata alam sadar Riris masih ada, dia masih ingat bahwa kita hanya boleh peting. Aku berkata
sambil berbisik ditelinganya.
“Riris sayang.. CDnya dibuka ya biar kamu nggak kegencet, liat tuh CD kamu kekecilan nggak bisa
nampung pantat kamu yang bulat besar sama vagina kamu yang tembem, lagian kamu juga udah basah,
khan sayang ntar CDnya jadi lengket.”
Awalnya dia tidak mau, tapi saya katakan lagi. “Ris.. nggak kenapa napa deh sayang.. khan aku masih
pake boxerku, jadi cuman kamu aja yang telanjang, kalau aku tidak.”
Akhirnya Riris setuju, aku loloskan CD mini putih berenda itu, dan kali ini aku benar benar melihat
Riris dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun, dengan keadaan birahi tinggi. Bukan main
indahnya bentuk vagina Riris, dia mempunyai bulu vagina yang lebat denga bulu-bulu halus semua
warna hitam. Bulu-bulu tersebut nampak rapih, karena dalam keadaan lurus tidak keriting seperti
wanita kebanyakan. Mulutku mulai menjalankan aksinya, aku mulai menyusuri ke arah pusarnya terus
turun dan berhenti tepat dibawah vaginanya.

105

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

Riris sedikit jengah dan berkata, “Oh, kamu jangan liat punya kayak gitu dong.. aku kan malu” sambil
tangannya mencoba menutupi.
Tapi dengan cepat tanganku menahannya dan langsung bibirku mencium bibir luar vaginanya sambil
kuhisap-hisap kedua belah bibir vagina Riris.
Dia benar benar kelojotan,” Ah Mardi, gila kamu, oh.. enak banget, hmm.. oh iya bener gitu sayang..
ohh..”
Aku makin berani kusapukan lidahku naik turun sambil tak lupa klitoris yang sebesar kacang tanah itu
aku emut emut dan didalam bibirku aku kedut kedutkan. Lidahku mulai merangsek masuk ke dalam
lubang vagina Riris yang memang benar benar sudah basah. Wangi semerbak yang tercipta karena
napsu biharinya membuat aku makin berlipat ganda untuk keinginan menyetubuhinya. Dalam keadaan
yang gamang tersebut kepala Riris tersentak kekiri dan kekanan menahan luapan cinta yang tak
kunjung reda, aku diam-diam melepas celana boxerku sambil bibir tak lepas dari vaginanya.
Cukup mudah untuk melepas celana boxerku karena memang celana dalam dengan kondisi longgar.
Satu kali tarik dengan tangan kiri, lolos sudah dan aku sudah telanjang bulat bersama Riris, tanpa dia
sadari. Aku bisa melihat dan merasakan Riris hampir sampai titik orgasme, dan aku mulai dengan
menuntun batang kemaluanku yang sudah siap tempur dengan topi baja yang mengkilap. Kedua belah
kaki Riris aku lebarkan sambil tangan kiriku mempermainkan klitorisnya dengan ibu jari dan tangan
kananku mengarahkan batang kemaluanku ke lubang vagina Riris.
Riris masih antara sadar dan tidak ketika kepala penisku bertemu dengan lubang depan yang merah
menganga. Kepala penis langsung seperti kena hisap alat yang kuat oleh lubang vagina Riris. Riris
mulai merasa aneh karena dia merasakan lain, bukan jari tanganku dan bukan bibirku yang bermain di
kemaluannya. Dengan sedikit membuka mata dia melihatku. Aku tidak mau dia nanti memberontak
menolak keadaan ini, langsung aku peluk dia sambil sedikit aku goyangkan tanpa aku mendorong
masuk ke dalamnya. Cukup kepala penis saja yang terjepit di dalam vagina Riris.
Riris melotot kearahku dan dia berbicara dengan suara serak,
“Mardi.. kok kamu masukin, khan kita udah janji sayang cuman peting, nggak boleh begini dong.”
Namun dalam bahasa tubuhnya pinggul dia tetap mengimbangi gerakanku yang naik turun menggesek
vaginanya.
“Riris.. aku cuman masukin kepalanya aja sayang, kamu juga ngerasainkan?” Tambahku, “Itu juga
udah cukup buat kita, lagi nggak usah dimasukin semua.. kamu enak khan digini’in?” sambil aku
goyang kekiri dan kekanan. Kepala penisku benar benar dijepit erat oleh vagina Riris.
Riris merem melek keenakan, dan tangan Riris akhirnya memelukku dan mengimbangi gerakanku.
Baru aku tahu kalau dalam keadaan begini Riris benar benar dapat berkata vulgar, karena tiba tiba dia
berkata, “Di, penis kamu enak banget sih hangat kena vagina Riris.”
“Oh, Riris ini mah nggak seberapa sayang,” kataku.
Setelah kurang lebih tiga menit kami seperti itu, aku merasakan pantat Riris menaik lebih tinggi,
seakan akan ingin merasakan lebih batangku. Maka akupun mulai sedikit demi sedikit mendorong lebih
dalam, ternyata makin panas gerakan kami berdua, dan walhasil seluruh batangku terbenam di dalam
vagina Riris. Dan aku rasa Riris pun mengetahui hal itu, dan dia mulai meracau lagi,
“Oh Ardi.. enak banget penis kamu masuk semua ke dalem vaginaku sayang.. hh”
“Ohh, Di.. dorong lagi biar makin dalem sayang..” Bukan main, aku makin nafsu saja mendengar
erangan dan kata-kata vulgarnya. Aku pun tidak mau kalah sambil memompa aku bertanya,

106

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

” Riris.. penis Mardi lagi ngapain vaginanya Riris sayang?”


“Hhh, skh.. hh penis kamu lagi ngentotin vagina aku sayang,” sambil Riris meremas pantatku gemas.
Aku pura pura tidak mendengar ingin dia mengulang lagi kata katanya,
“Ha.. lagi ngapain sayang?”..... “Lagi dientot sayang..ohh nikmatnya..” Aku bertanya lagi, “Emang
Riris mau dientot ama Mardi?” Riris menyahut,”Iya sayang Riris ketagihan nih mengentot sama kamu,
abis penis kamu mantap, nikmat, enak rasanya.”

Sambil begitu saya benar-benar merasakan jepitan-jepitan halus dari dinding vagina Riris.
Benar benar wanita yang tercipta sempurna untuk bersenggama. Lubang vaginanya mempunyai jepitan
yang kuat dengan variasi batang kemaluanku di dalam seperti dirayapi oleh jutaan semut, jadi seperti
terkena setrum kecil, tapi hangat dengan sebentar-bentar vagina tersebut mencucup kembang kempis
menyedot seluruh batang kemaluanku. Setelah lebih 20 menit kami bersenggama dengan ucapan
ucapan vulgar, Riris sudah hampir mendekati klimaksnya.
“Ayo Mardi, aku udah mau keluar, entot terus aku iya teken biar kena klitorisku oh.. benar begitu
sayang.. aduh, enak bener ngentot ama kamu.”
Gila juga nih perempuan, kalo dalam keadaan birahi begini omongannya jadi vulgar seperti ini. Akupun
merasakan intensitas kedutan vagina Riris makin tinggi, dan sepertinya akupun ingin melepaskan
kenikmatan bersama Riris sayangku.
“Oh, Ris.. enak banget vagina kamu ada empot ayamnya sayang, rasanya legit, rapet, peret, oh, aku

107

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

mau klimak sayang, gimana nih didalam atau diluar,” kataku dalam keadaan yang kejang kejang
nikmat. Lalu dijawab oleh Riris, “Didalem aja Mardi biar enak, aku juga mau ngerasain disemprot ama
penis kamu, dan mungkin besok lusa ada dapet haid, jadi aman,” desah Riris yang juga menahan
amukan dalam gelora birahi yang siap meledak beberapa saat lagi.
Akhirnya aku merasakan batang kemaluanku diremas kuat sekali oleh otot vaginanya, gerakan pinggul
Riris terhenti, sambil pantatnya ditinggikan aku mengocok sedikit memberikan nuansa lain dalam
vaginanya, lagi Riris menggeram dan..
“Oh sayang aku klimaks, ouh.. ahh. nggh ahh enak.. enak hh..”
Aku pun tak tahan penisku diremas dan disedot oleh vagina Riris, dengan satu dan dua kali sentakan
penisku menyemportkan sperma jauh langsung masuk kedalam rahim Riris, dan yang semportan kedua
tak kalah nikmatnya. Gerakan kami seperti begitu kompak, ketika aku menyemprotkan sperma, vagina
Riris menyedot kencang hingga kami berdua merasakan nikmat senggama yang sangat indah.
Puas aku selesai klimaks dan begitu juga Riris, ketika aku ingin melepas penisku, Riris mencegahnya.
“Biarin didalam dulu sampe ngecil dan keluar sendiri yah.”
Akhirnya kami berbaring menyamping dengan keadaan kemaluan kami masing-masing masih
menyatu, masih dapat aku rasakan kedutan dalam vagina Riris namun sudah melemah, dan batangku
mulai berangsur-angsur mengecil dan akhirnya lepas dengan sendirinya dari vagina Riris.
Waktu sudah menunjukan pukul 1 pagi, setelah kami selesai mandi berdua di dalam bathup, dan ketika
aku mau kembali ke kamarku Riris menahannya, dan dia minta sekali lagi untuk bermain cinta. Akupun
melayaninya. Katanya mumpung ada waktu. Ronde kedua kami lakukan lebih hot lagi karena yang
kedua dilakukan tanpa takut-takut seperti yang pertama, dan kami akhiri dengan klimaks bareng
dengan sempurna.
Sepulangnya dari puncak, hubunganku dengan Riris makin hangat, tapi kami selalu menutupi di kantor
dengan berpura pura bahwa antara kami tidak ada hubungan apa-apa hanya sebatas teman kerja.
Padahal kalau ada waktu di kantorpun kami peting. Saya berkerja di bagian komputer, Riris bagian
Settlement. Kalau salah satu dari kami ingin dipeluk, maka kami memberikan kode untuk menuju
ruang komputer yang tidak ada orang, kemudian kami ketempat yang paling pojok supaya aman dan
berpelukan. Biasanya kami berpelukan sambil mengusap usap apa yang perlu diusap, biasanya saya
meremas gemas pantatnya, dan meremas lembut buah dadanya, sambil dibarengi dengan ciuman bibir
dengan sedikit panas. Setelah kami puas, Riris biasanya keluar lebih dulu dari ruang komputer, dan
tidak lama kemudian baru saya.
Rasa ingin bersenggama dengan Riris demikian besar, begitu juga Riris yang ingin sekali bercinta
dengan saya. Akhirnya saya mencari kost-kost’an yang dekat dengan kantor yang fungsinya kalau
istirahat makan siang kami dapat mencuri waktu berdua kekost’an saya dan kami berdua saling
melepas hasrat terpendam dan setelah selesai kami dapat dengan cepat kembali ke kantor, dan untuk
makan siang kami membiasakan ngemil di kantor, jadi tidak begitu lapar.
Demikianlah cerita saya, yang sekarang Riris sudah meninggalkan saya karena dia mendapat pekerjaan
baru dan sudah menikah dengan pilihannya yang tepat. Saya masih ngekost namun sudah tidak ada
Riris yang menemani.
Tamat

108

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

15. Yu Neem, pembantuku


AKU terjaga saat kurasakan sesuatu yang dingin menyentuh kakiku. Gus … bangun, sudah sore. Mandi
dulu. Ayo. bangun. Aku terbangun. Yu Nem berdiri di ujung tempat tidurku. Tangan kanannya
mengguncang-guncang kakiku. Aku meliukkan badan, dan mataku terpejam lagi. Heeeh. ayo bangun.
Mandi dulu, Yu Nem kembali mengguncangkan kakiku.
Aku membalikkan badan. Enak sekali tidurku. Rasanya masih ingin tidur lagi. Kulirik jam dinding
menunjuk pukul 4 sore lebih.
Bu Lik sudah pulang, Yu? tanyaku. Yu Nem menggeleng, dan kembali memintaku mandi. Oh ya,
umurku waktu itu masih 12 tahun, masih kelas 6 SD. Yu Nem adalah salah satu pembantu kami
Umurnya sekitar 30 tahun. Dia sudah lama ikut kami. Dia satu dari tiga pembantu kami. Yu Nem
bertugas melayani keperluanku dan keperluan Bu Lik. Mulai dari mempersiapkan keperluan mandi,
makan, apa saja. Karena itu aku lebih dekat dengan Yu Nem daripada dengan Mbah Karso atau Yu
Parmi.
Bu Lik kok belum pulang to Yu? tanyaku. Yu Nem duduk di tepi ranjang. Mungkin sampai malam. Kan
kulakannya ke Praci.Bu Lik adalah pedagang hasil bumi. Selain menerima setoran hasil bumi dari para
petani, seringkali Bu Lik hunting dagangan sampai ke kota-kota kecamatan. Sesekali aku diajak.
Ayo mandi dulu Gus, kata Yu Nem. Aku pun beranjak. Yu Nem mengangsurkan handuk, dan aku
menuju kamar mandi. Yu Nem mengikutiku.Kok sepi? tanyaku.Mbah Karso sama Parmi lagi nagih.
Mbah Karso dan Yu Parmi adalah dua pembantu kami lainnya. Beberapa pengrajin tempe dan tahu
seringkali ambil kedelai dari Bu Lik, dan bayarnya beberapa hari kemudian. Para pembantu
kamiseringkali yang disuruh menagih.
Selesai mandi, ini yang tak aku sangka-sangka, Yu Nem bertanya, Kangen sama Ibu ya? Ibu yang
dimaksud perempuan itu adalah Bu Lik. Pertanyaan Yu Nem bernada menyelidik, sedikit meledek. Dia
tersenyum penuh arti. Aku menyambar koran, dan duduk di bangku teras. Aku paling sedang komik
serial Tarzan. Biasanya sore begini aku membaca bersama Bu Lik. Yu Nem di sebelahku.
Ayo cerita dong Gus, katanya.
Cerita apa? Cerita Gus sama Ibu. Aku terperanjat. Yu Nem tahu kok Gus. Mbah Karso, Parmi juga
tahu. Tapi tenang saja, rahasianya aman. Aku benar-benar mati kutu. Rupanya perzinaanku dengan Bu
Lik sudah diketahui ketiga pembantuku. Kalau sudah tahu ya sudah. Napa suruh cerita, sahutku agak
kesal. Yu Nem tersenyum.
Pengin denger saja. Sudah pinter ya Gus? Apaan sih? aku terus menatap koran, tapi pikiranku agak
kacau. Ehh tapi jangan bilang ke Ibu yaa kalau kami sudah tahu. Aku diam saja. Bener lho jangan
bilang. lalu Yu Nem pergi.Malamnya, aku belajar ditunggui Yu Nem. Dari dulu memang begitu. Kalau
Bu Lik kecapekan dan tak bisa menunggui belajar, disuruhnya Yu Nem menungguiku. Waktu kelas satu
sampai kelas dua SD perempuan itu malah kerap membantuku mengerjakan PR atau membantuku
membetulkan cara membaca. Tetapi setelah kelas enam, dia mulai tidak bisa mengikuti pelajaranku.
Maklum, dia cuma sekolah sampai kelas empat SD.Sekitar jam 9 aku mulai ngantuk dan menyudahi
belajar. Yu Nem membantu mengemasi buku-bukuku. Aku pun beranjak ke kamar.
Mau ditemani bobo ndak Gus? tiba-tiba Yu Nem bertanya. Dulu waktu masih umur 7-8 tahun aku
sering tidur dikeloni Yu Nem. atau Bu Lik Tapi semenjak kelas lima, aku sudah tidur di kamar sendiri.

109

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

Entah kenapa, rasanya pengin juga seperti dulu, tidur ditemani Yu Nem. Beda dengan Bu Lik, Yu Nem
kalau ngeloni suka sabar. Sering mendongeng sambil mengusap-usap penggungku, dan aku memainkan
ujung sikunya. Sampai tertidur. He-eh kataku. Aku merebahkan tubuh di ranjang. Yu Nem juga rebahan
di sebelahku. Kami tidur satu bantal karena memang hanya ada satu bantal di tempat tidurku. Aroma
perempuan ini belum berubah. Rambutnya berbau minyak cem-ceman. Minyak ini terbuat dari minyak
kelapa dicampur daun pandan dan rempah-rempah lain. Dia mengenakan kemeja lengan pendek, dan
jarik yang digulung sebatas pusar. Semua pembantuku kesehariannya ya begitu. Jariknya sedikit di
bawah lutut.
Yu Nem meraih tubuhku, dan mengelus-elus punggungku. Sudah lama ya Gus, ndak bobo sama Yu
Nem. Wajahku hanya beberapa inci dari wajahnya. Terasa lembut nafasnya. Bau nafasnya gurih.
Rasanya amat menenteramkan. He-eh, sahutku pendek sambil memejamkan mata.

Berapa kali gituan sama Ibu? pertanyaan itu menyentakkanku, menghilangkan kantuk. Ndak pa-
pa cerita sama Yu Nem. Dia menunggu reaksiku. Tangannya masih mengelus-elus punggungku. Sudah
ndak kehitung ya? Ati-ati ya Gus, nanti kayak Gus Bambang, ketahuan terus diusir. Semua kena malu.
Memangnya Mas Bambang juga gituan sama Bu Lik? tanyaku ingin tahu. Aku memang mendengar
selentingan kasus itu.
Tapi karena umurku yang belum cukup mampu mencerna pembicaraan orang, aku tidak pernah
mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
Iya. Dasarnya Gus Bambang ndak bisa menjaga rahasia, jadi yaa rahasianya kesebar. Lalu Yu Nem
bercerita panjang lebar tentang skandal Bu Lik dengan Mas Bambang, sepupuku yang berarti juga
masih keponakan Bu Lik. Yu Nem juga bercerita bagaimana Mas Bambang pun pernah meniduri Yu
Nem dan Mbah Karso.
Yu Nem kok mau?

110

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

Yaa ndak berani nolak to Gus, jawabnya.


Berapa kali Yu?
Ahh banyak. Lalu Yu Nem memintaku bercerita tentang perzinaanku dengan Bu Lik.
Malu Yu ahh, sahutku.
Kok malu, Yu Nem juga sudah cerita. Lama aku terdiam.
Ayo cerita. Yu Nem mencubit hidungku. Pertamanya dipaksa ya? He-eh, sahutku. Yu Nem tertawa
kecil.
Lama-lama Gus yang minta?
Ndak. Ndak berani to Yu.
Disuruh cium-cium anunya Ibu juga?
Ihhh kok Yu Nem
.Dulu Gus Bambang suka cerita kok. Aku heran, kok Mas Bambang bisa cerita ke Yu Nem. Pantesan
affairnya dengan Bu Lik terbongkar dan menggegerkan keluarga besar Bu Lik.
Gus ketagihan ndak? Kalau pas pengin gimana? Kan ndak berani minta ke Ibu? Ya diem. Ditahan. Yu
Nem terkikih.
Minta sama Yu Nem to, kayak Gus Bambang.
Idiih. Yu Nem tertawa kecil.
Sekarang lagi pengin ndak? Aku diam tak menjawab.
Mumpung ada Yu Nem Kalimat itu membuatku tergetar.
Yu Nem mau kok Gus. Tiba-tiba kurasakan elusan Yu Nem terasa aneh. Membuat bulu-bulu di tubuhku
meremang. Darahku berdesir. Dan tak kuduga, Yu Nem mencium bibirku. Lembut. Lidahnya
menerobos ke dalam mulutku, mencari-cari. Dihisapnya bibirku, dicarinya lidahku. Kami berpagutan.
Tangan Yu Nem berpindah ke perutku, mengusap, meremas, dan menerobos masuk ke celana.
Sama Yu Nem ya Gus?
Tanpa menjawab aku membuka kancing baju Yu Nem, dan mengeluarkan sepasang tetek dari dalam
kutangnya. Aku menghisapnya, memilin dan menggigitnya. Yu Nem mendesah-desah. Tangannya
meremas penisku. Disingkapnya jariknya hingga menampakkan paha yang padat dan mulus. Dia lepas
CD-nya, dan meraih tanganku, dibawanya ke selangkangan. Lalu dilepasnya celanaku.
Terasa penisku masuk ke dalam mulut hingga terdengar bunyi yang menggairahkan. Crop.cropp.
Yu Nem memutar tubuhnya, mengarahkan vaginanya tepat di depan mulutku. Lalu ditekannya pinggul,
hingga vagina itu menempel di mulutku. Refleks lidahku terjulur. Yu Nem mengerang keras. Di tekan
lagi, dan digoyangkannya pantat bulat itu. Aku coba menghindar karena nafasku jadi sesak. Tapi Yu
Nem kembali menekan sambi terus melumat penisku dengan rakus.
Perempuan itu adalah janda yang sudah lama cerai dari suaminya. Mungkin dia memang sangat butuh
sentuhan seperti halnya Bu Lik. Bedanya, Bu Lik bisa melampiaskan ke aku atau Mas Bambang, dan
mungkin ke lelaki lain. Sedangkan Yu Nem, mana bisa. Kini di hadapannya ada aku. Lelaki kencur tapi
sudah mahir bersenggama.
Yu Nem mengangkat pantatnya, dan Gus digigit itilnya. Aku menggigit lembut itil itu. Aromanya
memang tidak sewangi vagina Bu Lik. Tapi sangat terasa lubangnya masih sempit. Vagina yang belum
pernah mengeluarkan bayi. Yu Nem kembali mengerang. Penisku disedot kuat-kuat. Aku lap vaginanya

111

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

yang basah lendir bencampur ludahku dengan ujung jariknya, lalu kujilat-jilat lagi.
Nafsuku sudah sampai di ubun-ubun. Yu Nem membalikkan badan. Dipegangnya penisku dan
diarahkan ke lubang vaginanya. Samar-samar aku lihat wajahnya meringis seperti menahan sakit. Dia
berhenti sejenak, lalu mencoba menekan vaginanya. Ujung penisku mulai masuk. Dia kembali
mendorong sehingga seluruh penisku masuk. Aku tidak tahu kenapa vagina Yu Nem begitu sempitnya,
sampai-sampai penisku yang sebenarnya tidak besar pun sulit masuk. Maklum umurku masih 12 tahun,
dan belum disunat.
Begitu seluruh penis tenggelam dalam vaginanya, Yu Nem menggereng. Seperti suara kereta api. Dia
mencengkeram lenganku. Ditekannya tubuhnya seolah ingin menelan habis tubuhku. Digoyang-goyang
tubuhnya.
Ahh Yu Nem memang tidak semahir Bu Lik. Ketika dengan Bu Lik, aku merasakan kenikmatan yang
luar biasa sehingga cepat sekali keluar. Seringkali ketika ronde kedua baru Bu Lik mencapai
puncaknya. Kini Yu Nem sepertinya sudah sampai di puncak, sedangkan aku belum apa-apa.
Perempuan itu lemas di atas tubuhku.
Gus belum keluar? .... Belum. ... Dia membalikkan badan, telentang, dan memintaku menaiki
tubuhnya.

Pelan-pelan ya? katanya sambil mengarahkan penisku ke lubang vaginanya. Aku menekan penisku. Yu
Nem merintih menahan sakit. Dia memintaku pelan-pelan. Belakangan baru aku tahu, rasa sakit itu
dikarenakan dia sudah lama tidak gituan, sehingga lubang vaginanya seperti menyempit.
Ketika seluruh penisku berada dalam cengkeraman vaginanya, akupun mulai memompa. Mula-mula

112

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

dia terlihat pasif. Tetapi lama-lama kurasakan dia kembali terangsang dan mengimbangiku.
Keringatnya bercucuran, menimbulkan aroma yang menyengat.
Dalam kondisi normal mungkin aku muak dengan bau itu. Tetapi di tengah nafsu yang menjeratku, aku
sangat menikmati aroma itu. Bahkan kemudian kuangkat tangannya sehingga nampak sepasang ketiak
yang ditumbuhi bulu yang sangat lebat. Aromanya benar-benar menyengat tajam. Aku benamkan
wajahku ke ketiak itu. Dia menggelinjang menerima jilatanku. Aku terus menggenjot dengan hebat.
Ohhh Gus Yu Nem ndak tahan lagi.
Beberapa saat kemudian aku mengejang.
Buang di luar Gus. kata Yu Nem. Sepertinya dia tahu apa yang akan terjadi. Nanti Yu Nem hamil.
Buang di perut.
Aku tarik keluar penisku, aku tempelkan di perutnya, dan aku tekan dengan kuat, merasakan
semprotkan maniku. Creettt.crettt.
Aku dipeluknya dengan erat, dan diciumnya wajahku, bibirku, kupingku. Aku jatuh telentang di
sebelahnya. Tanpa kuduga, dia hampiri penisku, dan dihisap-hisapnya sisa-sisa maniku. Juga sebagian
yang ada di perutnya.
Malam itu aku tertidur pulas. Aku terbangun oleh suara Bu Lik, memintaku segera mandi. Sekilas
kulihat wajah Bu Lik menegang. Mungkin kecapekan dari bepergian. Tetapi memang ada yang ganjil.
Suaranya amat berat. Dia seperti menghardikku
Pulang sekolah barulah semuanya terjawab. Yu Nem menyeretku dengan wajah tegang.Jangan cerita ke
Ibu bahwa Gus sama Yu Nem gituan, katanya. Perempuan itu bercerita bahwa pagi tadi dia dipanggil
Bu Lik, diinterograsi. Ditanya kenapa Yu Nem tidur di kamarku. Mula-mula Yu Nem mengelak. Tapi
Bu Lik bilang, bantalku beraroma minyam cem-ceman. Satu-satunya yang dituduh adalah Yu Nem
karena dia yang paling dekat denganku. Akhirnya Yu Nem mengaku bahwa dia memang tidur di
kamarku karena aku yang minta ditemani. Tidur biasa, tidak ngapa-ngapain.
Bener ya Gus, jangan bilang. Pokoknya jangan ngaku. Wajah Yu Nem benar-benar tegang. Aku sendiri
merasa sangat takut. Takut gagal membohongi Bu Lik. Malamnya, di kamarku Bu Lik menanyaiku.
Karung bantal sudah tak beraroma cem-ceman lagi. Sudah diganti.
Kenapa Yu Nem tidur di sini tadi malam? tanya Bu Lik. .. Saya takut Bu Lik. Sepi sekali tadi malam
ndak ada Bu Lik, jawabku berbohong dengan kecemasan yang seakan hendak membunuhku.
Ndak boleh. Gus ndak boleh tidur dengan pembantu. Ngerti?! Aku mengangguk.
Gituan sama Yu Nem ya? tanyanya. Aku memang sudah menduga akan ditanya begitu. Tapi tetap saja
aku amat takut, berdebar-debar. Ngeri.
Ndak kok Bu Lik. Saya ndak mau to.Sumpah?
Iya sumpah Bu Lik. Perempuan itu menarik nafas, lalu mencium pipiku.Bu Lik ndak mau kamu gituan
sama perempuan lain. Sama Bu Lik saja. Dia memagut bibirku. Malam itu aku disetubuhi Bu Lik.
Sejak peristiwa dengan Yu Nem, aku memang sangat ingin mengulangi. Kesempatan kecil selalu kami
gunakan. Kadang-kadang di dalam kamar Yu Nem di tengah malam buta. Tapi seringnya di gudang, di
antara tumpukan karung-karung palawija, dalam kegelapan. Setelah selesai, kami menyelinap keluar,
persis maling
Tamat

113

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

16. Aku dan Nadya


Semenjak kedatangannya, suasana kantor agak berubah. Orang2 jadi semakin rajin, entah mengapa.
Dia bukanlah direktur yang baru, bukan pula sekretaris baru yang seksi. Namanya Nadya. Perempuan
berumur 27 tahun ini disukai sekaligus dibenci. Disukai karena kerjanya cepat dan sangat efektif, serta
sangat cerdas, tetapi disisi lain dia selalu mengeluh dan memarahi kami karena keterlambatan kami
atau hal2 sepele lainnya.
Nadya bukanlah direktur, juga bukan senior designer. Posisinya sama denganku, junior designer. Yang
membedakannya denganku dan beberapa teman lainnya adalah, Nadya lulusan universitas kenamaan di
Amerika Serikat, dengan prestasi cum laude. Selain itu Nadya juga keponakan dari Owner perusahaan
desain interior ini. Berdarah Jawa- Belanda, dengan tampang indo layaknya model2 catwalk, rambut
hitam panjang, dengan kacamata tipis dan pakaiannya yang selalu modis, sudah barang tentu lelaki
menyukainya. Namun entah kenapa kami malas untuk akrab dengannya, selain karena sikapnya yang
selalu ketus dan tidak bersahabat itu, juga karena kami merasa tidak selevel dengannya. Apalagi
kebanyakan dari kami adalah lulusan universitas lokal, dan sewaktu kuliah, membolos sudah jadi
makanan kami (tidak bisa nyontek di kuliah desain interior). Walaupun kami datang dari universitas
mentereng, tetap saja tidak bisa membandingkan diri kami dengan Nadya.
Aku sendiri berusia 29 tahun, masih jomblo dan belum menikah. Bukan karena aku tidak laku, tapi aku
masih agak shock ketika setahun yang lalu pacarku selingkuh dengan sahabatnya sendiri. Memang
mereka tidak melakukan hal2 yang melanggar norma kesusilaan, tetapi jalan dengan laki2 lain dan
saling berkirim sms mesra di tengah2 persiapan pernikahan, apa bukan selingkuh itu namanya ?
Teman2ku yang lain sering menggodaku agar aku mendekati dan mencoba akrab dengan Nadya, karena
menurut informasi yang beredar, Nadya belum memiliki pacar. Wajar saja hal ini terjadi mengingat
yang masih bujangan di kantor ini selain aku dan Nadya, Cuma ada seorang desainer senior yang selalu
tidak beruntung dalam masalah percintaan, dan seorang office boy. Aku pun bertanya2 kenapa Nadya
tidak laku padahal dia sangat cantik dan pintar. Apa karena sikapnya yang ketus ? atau mungkin saja
dia lesbian ? haha.
Minggu ini minggu yang sangat melelahkan. Selain mengerjakan desain interior untuk sebuah mall
yang akan dibangun, aku dan Nadya harus rapat sore hari bersama developer sebuah gedung
perkantoran. Selama di mobilku, Nadya hanya diam saja, sembari mendengarkan musik di ipodnya.
Sudah barang tentu dia pasti tidak akan menjawab jika aku sekedar ingin mengobrol atau berbasa-basi
dengannya. Sebab selama ini pembicaraanku dengan dia hanya sebatas pekerjaan saja. Dia juga tidak
pernah bergabung dengan orang2 kantor mencari makanan murah disekeliling gedung perkantoran.
Entah dia makan dimana, karena menurut para direksi dan senior designer, Nadya tidak pernah makan
bersama mereka. Tentu saja, karena walaupun sudah berduit dan lebih berumur dari kami, para direksi
dan senior designer pasti mencari makan murah untuk berhemat.
Rapat berlangsung sangat lama. Waktu sudah menunjukkan pukul jam 8 malam. Tetapi Nadya masih
berdiskusi dengan pihak pengembang soal konsep desain interior gedung perkantoran itu. Bila rapat
dengan rekan yang lain, pasti mereka akan mencari2 alasan atau sengaja mengarahkan pembicaraan
agar rapat cepat selesai. Akhirnya rapat selesai juga. Waktu menunjukkan pukul 8.30. rapat berlangsung
sangat lancar, dan tidak satupun ucapan Nadya yang dibantah. Harus kuakui gadis ini sangat hebat
dalam berargumen.

114

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

Jalanan sudah agak lengang karena jam macet sudah lewat. Aku dan Nadya berada di dalam mobil,
menuju ke kantor. Aku membuka pembicaraan.
“Udah malem, di kantor ga ada siapa2, mau cari makan dulu sebelum kembali ke kantor ? “ tanyaku
berbasa basi.
“Gak usah, langsung ke kantor aja” jawabnya pelan dan pasti. Tak sampai 5 detik dia langsung
memasangkan headset ipod ke telinganya. Buset. Dingin sekali tanggapannya. Yasudah. Aku tidak
ambil pusing, dengan buru2 aku segera menyetir mobil ke arah kantor, agar aku bisa cepat pulang dan
makan malam.

Kantor kami terletak di sebuah gedung berlantai 7, di daerah yang mentereng di Jakarta Selatan.
Kantor Konsultan desain interior kami berada di lantai paling atas, berbagi lantai dengan 3 kantor
lainnya. Aku memarkirkan mobilku dengan asal2an di tempat parkir. Tumben, pikirku, para satpam lagi
kemana ? aku dan Nadya langsung masuk, menaiki lift, dan kemudian masuk ke kantor. Suasana kantor
agak gelap karena memang sudah tidak ada siapapun. Aku mencoba membuka pintu pantry untuk
mengambil makanan ringan di kulkas, namun pintu pantry sudah terkunci. Memang kebiasaan office
boy kami untuk mengunci semua pintu di kantor kecuali pintu utama, yang biasanya selalu dikunci oleh
satpam setelah semua pergi.
Untung saja pintu belum dikunci ketika kami masuk. Entah karena malas atau apa, kami tidak
menyalakan lampu utama. Karena besok pagi desain awal hasil rapat sudah masuk ke desainer senior,
maka kami membereskan hasil rapat tadi di ruang rapat utama. Nadya bekerja dengan sangat teliti
mengetik laporan dengan MacBook nya. Sementara aku mengumpulkan hasil sketsa ‘dan denah
ruangan dalam satu bundel, sambil menahan perut lapar dan tak henti2nya aku melihat ke arah jam.
Setelah tugasku beres, aku membereskan mejaku, dan bersiap untuk pulang sementara Nadya mem-
print hasil ketikannya. Nadya sudah akan pergi ketika aku memasukkan alat tulis ke tasku.
“Aku pulang duluan ya..” Nadya berjalan ke arah pintu. Aku tersenyum sekenanya dan meregangkan
tubuh dulu sebelum benar2 akan pulang. Tiba2…
“SHIT !” aku mendengar teriakan Nadya dari arah pintu utama. Aku bergegas berlari ke arah pintu
utama. Rupanya Nadya sedang berdiri mematung di depan pintu yang tertutup.
“Kenapa ?” tanyaku heran
“Pintunya dikunci” jawab Nadya sambil menarik2 handle pintu sekuat tenaga.

115

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

Sial, pikirku. Rupanya tidak ada satpam di luar itu dikarenakan mereka sedang patroli, sekaligus
mengecek adakah orang yang lembur malam ini. Rupanya karena kami berdua tidak menyalakan
lampu2 utama, yang menyebabkan ruangan kantor seperti tidak ada orang, mereka mengunci pintu
tanpa memeriksa terlebih dahulu. Aku mulai panic karena jalan satu2nya keluar dari kantor ini adalah
pintu itu. Tangga darurat ada di seberang pintu kantor. Sial. Sekali lagi sial. Semua pintu sudah dikunci.
Aku berlari mengintip ke jendela. Sia2. Jendela kantor kami tidak ada yang menghadap ke kantor
satpam. Aku blingsatan kesana kemari, dan dengan marah kutendang pintu kaca yang tebal itu. Tak ada
reaksi kecuali kakiku sakit. Desain pintu yang kuat agar kantor aman ternyata menjebak kami di kantor
Aku mengeluarkan handphone dari saku celanaku dan menelpon office boy, untuk menyuruhnya
kembali ke kantor. Sial sekali lagi. Telponnya tidak aktif. Hebat.
Nadya diam, walau bisa kulihat mukanya memerah menahan marah. Mungkin dia juga ingin cepat
pulang, ada janji atau apapun. Tapi Nadya tetap berusaha kalem dengan menelpon pamannya, sang
owner perusahaan desain ini. Aku bisa mendengar percakapan mereka.
“Hallo om..”
“Eh Nadya, ada apa ?”
“Om, aku kekunci di kantor”
“Lah kok bisa ? “
Nadya menjelaskan situasinya ke pamannya.
“Waduh…. Gawat juga.. OB nya pun ga bisa ditelpon ?”
“Iya om….”
“Teriak2 gih, coba panggil satpamnya”
Percuma, kupikir. Aku pernah lembur dan melihat kelakuan para satpam itu ketika waktu sudah
menunjukkan jam 9 keatas. Setelah patroli dan mengunci pintu2 utama, mereka langsung ke kantor
mereka, untuk nonton tv rame2, main kartu, bahkan kadang2 mabuk bareng.
“Ga bisa om…” nada bicara Nadya sudah mulai memelas.
“Hmm… om akan usahakan cari bantuan, tapi om lagi di luar kota sekarang”
“KOK OM GAK BILANG DARI TADI KALAU ADA DI LUAR KOTA ?!?” Nadya meledak.
Ditengah kekalutan aku mencoba menelpon semua nomor telpon kantor. Dan sialnya, kebanyakan dari
mereka tidak aktif. Ada yang mengangkatnya dengan background suara hingar bingar diskotik dan
suara teler ga karuan. Tolol. Di tengah minggu malah dugem. Nadya, terus menekan pamannya. Aku
berusaha menelpon semuanya, tetapi entah kenapa sinyal hapeku tiba2 hilang.
Aku kalut, mencari telpon kantor. Dan hanya telpon di meja front office saja yang bisa dipakai untuk
menelepon ke luar. Aku berlari kearah front office dengan panik. Dan bodohnya tiba2 aku terjatuh
tersangkut pojokan meja. Aku jatuh ke meja menimpa telpon kantor. Aku kaget dan langsung bangkit.
Berharap telpon tidak rusak. Aku lalu mengangkat telponnya. Ternyata ada nada sambung. Aku
mencoba menekan nomer yang kuhapal. Lagi2 sial. Rupanya kejadian tadi menyebabkan tombol 0
rusak dan tidak bisa ditekan. Nomer telpon HP mana yang tidak ada 0 nya ? sedangkan aku tidak punya
nomor telpon rumah orang kantor. Ide tiba2 muncul, aku membuka laci front office untuk melihat data
nomer telpon pegawai.
SIAL ! SIAL! Lacinya terkunci. Sementara itu Nadya masih menelpon pamannya.

116

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

“JADI GIMANA DONG OM ?!?” Bentak Nadya


“Sabar, kamu sama siapa disana ?”
Nadya menyebutkan namaku.
“Oh… sama dia…. Aman kalau sama dia, Nadya, kamu tunggu besok aja, kamu…” Belum sempat
pamannya menyelesaikan kalimatnya, Nadya dengan kesal melemparkan handphonenya ke dinding dan
handphonenya hancur berkeping2.
“Kenapa kamu banting ?!?!?” Bentakku, Nadya hanya terdiam. Dia menarik nafas dalam2.
“Telpon kantor ? “ tanyanya pendek
“Rusak” jawabku tak kalah pendeknya.
“Kenapa ?” Mukanya mulai memerah. Matanya berkaca2
“Tadi aku jatuh, telponnya ketindih badanku” Aku menjawab sambil memalingkan muka.
“TOLOL !!” Nadya membentakku dan tangan kanannya mengayun akan menampar pipiku. Dengan
tangkas aku menangkap tangannya dan melepasnya kembali.
“Lebih tolol mana sama orang yang ngebanting hape nya sendiri ? “ sindirku.
—– 30 menit berlalu ——-
Ruang rapat penuh asap rokok sekarang. Aku menghisap rokok kretekku dalam2 dan membuang
asapnya ke langit2. Nadya duduk di pojokan sambil menghisap rokok mentholnya. Kami sudah saling
diam selama 30 menit lebih. Tidak ada alasan bagiku untuk mengobrol dengan wanita judes ini. Bikin
pusing. Tapi aku mencoba menengok untuk melihat keadaannya. Khawatir juga. Jangan2 nekat gantung
diri.
“Apa kamu lihat2 ?” Nadya membalas tatapanku dengan pertanyaan dingin
“Gw punya mata, boleh dong liat kemana aja” Jawabku tak kalah dingin.
“Ngeri tau gak, berdua doang sama cowok macem kamu”
“Eh…. Lu baru masuk kemaren sore Nad, blom kenal siapa gw..” Aku menatap penuh emosi ke arah
Nadya. “Ah…semua cowok sama aja” Nadya membuang muka
“Apa maksud lu ?” Tanyaku penasaran “Ah, tau lah….” Jawabnya sembari mematikan rokoknya di pot
bunga yang sekarang beralih fungsi sebagai asbak.
“Lo tau kan otak cowok isinya seks melulu ?” Suara Nadya terdengar tidak enak
Aku hanya terdiam.
“Bahaya tau gak berdua doang sama cowok asing. Salah2 gw diperkosa” Nadya berkata ketus
“EH. Sori ya mbak-sok pintar-lulusan luar negri-masuk karena koneksi” Nada bicaraku meninggi.
“Biar kata lu cantik, juga, ga bakal ada cowok mau perkosa lo ! Mana ada orang mau merkosa orang
ngeselin macem elo !!!” Bentakku.
“Orang yang gak bisa bersosialisasi macem lo ! Orang yang egois ! Ga ada empati sedikitpun sama
orang kantor ! Ga ada bagus2nya! Mentang2 ni kantor punya om lu, lu mau seenaknya aja disini ?!?!? “
Aku sudah naik pitam. Tidak mampu menahan kesabaran lagi.
“Ah… “ Nadya tidak bisa berkata2 lagi.

117

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

“Enak aja lo bilang gw mau merkosa elo ! mendingan gw tidur ama pecun daripada nyentuh badan lo !”
Nafasku habis. Sudah kuluapkan semua kekesalanku kepada Nadya.
Tiba2 Nadya berlutut. Melepas kacamatanya dan mulai menitikkan air mata. Dia membanting
kacamatanya dan mulai menangis sesenggukan. Shit. Rupanya kata2ku tadi kelewat kasar. Makin lama
tangis Nadya makin keras. Aku pun berlutut mendekatinya dan mencoba memegang bahunya.
“Nadya…. Sorry… mungkin gw terlalu kasar” aku meminta maaf. Nadya menepis tanganku dan terus
menangis.
“Nad….” Aku agak membungkuk untuk melihat wajahnya. Tapi tiba2 Nadya memelukku dan
menangis di dalam pelukanku. Aku terdiam sembari mengelus2 punggung Nadya. Sekitar 10 menit dia
menghabiskan tangisnya di pelukku. Aku yang pegal lalu duduk di lantai bersandar pada dinding.
Nadya duduk di sebelahku, dengan pandangan kosong. Tak beberapa lama Nadya memulai
pembicaraan.

“Maaf… tadi aku lancang ngecap kamu” katanya pelan


“Gw juga Nad… maaf tadi terlalu kasar” jawabku.
“Aku yang mulai” lanjut Nadya. “Kupikir semua laki2 sama. Baik pada awalnya tapi ternyata rengsek”
“Ah. Semua laki2 brengsek kok Nad” JawabkuLalu kami terdiam cukup lama.

118

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

“Aku pernah diperkosa” Nadya tiba2 bercerita.


“Eh……” Aku tidak bisa menyembunyikan mimik heran dari mukaku.
“Waktu aku baru kuliah di US, ada kakak kelas yang ngedeketin aku..” Lanjut Nadya
“Dia baik banget, sampe pada akhirnya aku diundang ke pesta di asramanya… Pestanya rame, dan
ternyata minumannya beralkohol semua.”
“Aku dibuat mabuk” dia terus bercerita “ Lalu aku dibawa masuk ke kamar, dan disana aku diperkosa
olehnya” Nadya menghela nafas panjang dulu.
“Sejak saat itu aku ga pernah percaya sama cowok” Nadia lalu mengambil sebatang rokok menthol dari
bungkusnya, meremas bungkusnya yang sudah kosong, lalu melemparkan bungkusnya ke pot bunga.
Aku memberikan korek apiku ke Nadya. Nadya lalu menyalakan rokoknya dengan korek milikku.
Aku tidak berani berbicara lagi. Aku tadi telah lancing berbicara seperti itu kepada Nadya.
“Gimana kehidupan cinta kamu ?” tanya Nadya
“Mmmm…” Aku diam tak berani menjawab
“Setelah kejadian itu, aku ga pernah berhubungan sama laki2 lagi” katanya. “Sekarang giliran kamu
cerita” Katanya sambil tersenyum kepadaku
Aku sedikit terkejut. Ternyata jika tersenyum Nadya manis sekali. Aku tidak pernah melihatnya
tersenyum semenjak dia masuk kantor.
“Mmmm… Aku harusnya tahun lalu nikah…” jawabku
“Tapi ?” Tanyanya sambil menghisap rokok mentholnya.
“Tunanganku selingkuh” Jawabku pelan.
Tak ingin rasanya menceritakan hal tersebut. Aku menarik nafas dalam2 dan memandang ke arah
langit2. Nadya tidak menimpali jawabanku. Dia mematikan rokoknya di pot bunga. Waktu berjalan
sangat lama. Aku dan Nadya berbicara tentang banyak hal. Mulai dari jaman kuliah, sma, segala
macam. Ternyata Nadya menyenangkan jika diajak bicara. Tak jarang ia tertawa bersamaku,
menertawakan kejadian2 konyol di kantor yang terjadi sebelum kedatangannya. Tak terasa sudah jam
12 malam. Aku sangat capek. Aku mencoba tidur. Aku masih bersender pada dinding, sementara Nadya
tertidur, dengan menggunakan bahuku sebagai sandaran.
“Dingin……” Nadya tiba2 memelukku. Aku tak tahu harus berbuat apa. Sebagai lelaki normal, yang
sudah lama tidak berhubungan dengan perempuan, aku tiba2 merasa deg2an, dan suhu tubuhku
memanas. Aku mengira Nadya bisa merasakannya, karena dia memeluk tubuhku sekarang. “Hmmmm..
jadi yang bujangan di kantor Cuma aku, kamu, sama Pak Yudi ? “ tanya Nadya.
“Iya” jawabku pelan sambil menahan perasaan aneh ini.
“Hehe” Nadya tertawa kecil
“Kenapa ? “ tanyaku.
“Nope… nothing” katanya sambil menahan tawa.
“Well… I guess. Ga ada salahnya kalo satu dari kalian aku pacarin” Nadya melanjutkan ucapannya.
“Oh jadi lu demen ya sama om2 bujangan tua” timpalku

119

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

“Haha… enak aja. Coba kamu itung, 45 – 27 = 18, jauh kan umurku sama Pak Yudi” jawabnya
“27 ? Kirain 35…” ledekku.
Nadya berusaha untuk menjewer telingaku tetapi aku menghindar, menangkap tangannya, tetapi aku
kehilangan keseimbangan duduk, sehingga aku terjatuh kearah kanan dan tak sengaja menarik Nadya
ikut jatuh juga menimpa tubuhku. Aku yang jatuh menyimpang kekanan ditimpa oleh Nadya yang
menghadapi telingaku. Akhirnya dia menjewer telingaku tanpa ampun.
“Aduh !. Sakit tau !” Aku berusaha memberontak tapi Nadya malah tertawa2 dan tidak melawan
rontaanku. Aku berusaha bangkit tetapi Nadya malah memelukku.
“Aku ingin diperlakukan dengan lembut oleh laki2” bisik Nadya.
Aku memperbaiki posisi jatuhku. Aku tiduran terlentang di ruang rapat, dan Nadya menimpa tubuhku.
Aku bangkit, dan Nadya ikut memperbaiki posisinya. Aku kembali duduk, tetapi sekarang Nadya ada
di pangkuanku dan tetap memelukku.
“Aku merhatiin kamu terus semenjak pertama kali masuk kantor” Nadya kembali berbisik. “Kamu
paling sopan, dan lembut sama perempuan kalo dibandingin sama yang lain”
“Ditambah lagi… kamu belum nikah kan… dan om ku bilang, kamu orang yang baik” Nadya terus
berbicara.
“Baru tadi kan bilangnya, gw juga denger” jawabku
“Enggak. Dari awal aku masuk kantor, om udah bilang kalo kamu selain kinerjanya paling bagus, kamu
juga sopan, ramah dan orangnya menyenangkan” Nadya membantah ucapanku. “Kayaknya lucu kalau
kita pacaran……” Nadya melanjutkan ucapannya.

Aku kaget. Baru pertama kali seumur hidup ada perempuan yang mengatakan ingin kupacari. Dan
perempuan itu adalah perempuan yang cantiknya minta ampun seperti Nadya. Aku tak bisa bicara apa2.
Kami berdua saling memandang. Tiba2 entah siapa yang memulai, kami memajukan kepala kami
masing2 dan berciuman. Bibir Nadya sungguh hangat. Aku memeluk erat pinggangnya dan Nadya
meremas rambutku. Kami berdua berciuman sangat lama. Kurasakan kacamata Nadya menekan2
mukaku. Tapi aku tidak peduli. Bibir kami saling memagut. Lidah kami saling beradu. Aku semakin
menguatkan pelukanku. Dan nadya melepaskan ciumannya. Hidungnya beradu dengan hidungku.
Dapat kurasakan nafasnya yang panas dan memburu. Nadya melepas kacamatanya dan meletakkannya
di sembarang tempat. Tanpa terasa Nadya membuka kancing bajuku. Dia melakukannya sambil
menciumi leherku. Agak sulit membuka kancingku dalam keadaan seperti itu, tetapi Nadya cuek.

120

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

ku tak mau kalah. Kulepaskan leherku dari jangkauan bibir nadya, dan mulai meraih kancing
kemejanya. Tak berapa lama bajunya terbuka. Tanpa diminta Nadya membuka ikat pinggangnya dan
melepas celananya. Didepanku berdiri perempuan blasteran Jawa-Belanda, dengan kulit yang putih dan
mulus, hanya memakai pakaian dalam berwarna merah menyala. Aku menelan ludah, melihat tubuh
Nadya yang indah, bagaikan model catwalk yang langsing dan proporsional.
Nadya kembali menyerangku. Bibir kami kembali saling berciuman, tanpa sadar tanganku mengarah
pada buah dada Nadya. Aku meremasnya dengan lembut. Buah dadanya yang proporsional terasa
sangat empuk di tanganku. Aku dengan cepat menyisipkan tanganku ke dalam BHnya. Nadya tiba2
memegang pergelangan tanganku. Dia menahan tanganku dan seakan menyuruhku untuk mundur.
Setelah aku menarik tanganku kembali, tangan Nadya mengarah ke punggungnya, dan dia melepas
pengait BHnya, melepas BH nya sendiri. Nadya tersenyum kepadaku dan berkata “Kenapa melongo
gitu…. Kayak orang bego tau….” Aku malu sendiri dan membuang muka.

Nadya memegang pipiku, dan kemudian tangannya menyusuri badanku, untuk kemudian membuka
ikat pinggangku. Aku pasrah, dan Nadya pun menciumi badanku mulai dari leher sampai ke perutku.
Aku kaget saat tangan Nadya masuk ke celana dalamku dan menggenggam penisku. Nadya lalu
mengoral penisku. Aku sedikit kaget, karena tidak terbiasa dengan oral seks. Pada saat dengan
tunanganku dulu, boro2 oral seks, pegang2 sedikit saja sudah kena marah. Padahal aku bukan orang
yang tanpa pengalaman seks. Sebelum berpacaran dengannya, aku beberapa kali melakukannya dengan
pacar2ku yang dulu.
Aku meringis menahan geli akibat permainan lidah Nadya. Dia sangat pintar memainkan penisku
dengan mulutnya. Tindakannya bervariasi, tidak hanya mengulumnya, tetapi juga dengan menciumi
bagian2 yang sensitive dan memainkan lidahnya di kepala penisku. Kupikir, sebelum kejadian

121

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

perkosaan yang menimpanya di US, Nadya sudah sangat berpengalaman dalam hal ini.
Aku kaget dan berusaha menahan kepala Nadya ketika kurasakan spermaku hampir keluar. Nadya
tampaknya mengerti dan menghentikan kegiatannya. Dan dalam beberapa menit kemudian, Nadya
menanggalkan semua baju dalamnya, begitu juga denganku. Badan telanjang kami berdua bergumul di
lantai ruang rapat. Saling berciuman, berpelukan dan menikmati keindahan tubuh masing2.
Hingga pada akhirnya Nadya telentang di atas karpet, kepalanya tepat berada di bawah kepalaku.
Mataku memandang lekat2 matanya yang indah.
Aku kaget. Baru pertama kali seumur hidup ada perempuan yang mengatakan ingin kupacari. Dan
perempuan itu adalah perempuan yang cantiknya minta ampun seperti Nadya. Aku tak bisa bicara apa2.
Kami berdua saling memandang. Tiba2 entah siapa yang memulai, kami memajukan kepala kami
masing2 dan berciuman. Bibir Nadya sungguh hangat. Aku memeluk erat pinggangnya dan Nadya
meremas rambutku. Kami berdua berciuman sangat lama. Kurasakan kacamata Nadya menekan2
mukaku. Tapi aku tidak peduli. Bibir kami saling memagut. Lidah kami saling beradu. Aku semakin
menguatkan pelukanku. Dan nadya melepaskan ciumannya. Hidungnya beradu dengan hidungku.
Dapat kurasakan nafasnya yang panas dan memburu. Nadya melepas kacamatanya dan meletakkannya
di sembarang tempat. Tanpa terasa Nadya membuka kancing bajuku. Dia melakukannya sambil
menciumi leherku. Agak sulit membuka kancingku dalam keadaan seperti itu, tetapi Nadya cuek.
“Nad…”
“ya…. “ jawabnya
“Are you sure you want to do this ?” tanyaku
“Why did you ask ?” katanya sambil tersenyum.
“We’re already gone too far” lanjutnya. “and now I consider you as my lover though” senyum tipisnya
meluluhkan hatiku. Aku mencium keningnya. Kedua kaki Nadya tanpa disuruh kini telah melingkari
pinggangku. Kami berciuman dengan hangat. Kedua tangannya melingkari leherku. Kudekatkan
penisku ke mulut vaginanya yang mulai terasa basah. Pelan2 aku menggesekkan penisku di mulut
vaginanya, mencari jalan masuk. Tetapi tiba2 otot vaginanya menegang, seakan menolak penisku untuk
masuk. Aku terdiam dan memandang wajahnya, aku takut dia masih trauma akibat kejadian di US itu.
“It’s okay….” Nadya mengisyaratkan bahwa dia tidak apa2.
Nadya membuka pahanya sedikit lebih lebar lagi dan dia tampak mencoba untuk rileks. Pelan2
kudekatkan kembali kepala penisku di bibir vaginanya. Kepala penisku sudah mulai masuk. Aku mulai
menggerakkan penisku maju mundur, walaupun baru sedikit yang masuk. Perlahan namun pasti,
penisku semakin masuk kedalam lubang vaginanya.
“aah….. “ Nadya mengerang pelan dan agak meringis ketika penisku masuk sepenuhnya ke dalam
vaginanya. Aku menggerakan penisku maju mundur dalam posisi misionaris.
“Mmmhhh… sayang… pelan2 “ Nadya mengingatkanku untuk tidak bergerak terlalu cepat. Dinding
vaginanya seakan memijat2 batang penisku dengan lembut. “Aahhh… sayang… mmmhhh…..
uuhhh…” Nadya mengerang, menandakan dia mendekati orgasme. Tetapi aku tidak ingin malam ini
berakhir secepat itu. Aku menghentikan gerakanku, dan ketika Nadya akan membuka mulutnya untuk
bertanya, aku langsung meraih pantatnya dan menggendongnya. Aku kemudian duduk di kursi rapat
dan menaikkan badan Nadya di pangkuanku. Nadya mulai berpegang pada pundakku. Dia mengerti
dan segera menaikkan pantatnya, lalu dengan pelan2 dia mengarahkan lubang vaginanya ke kepala

122

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com

penisku. Nadya bergerak naik turun di pangkuanku. Vaginanya terus2an memijat2 batang penisku
dengan lembut.
Aku memegangi pinggangnya. Nadya menghentikan gerakannya dan berbisik lembut kepadaku.
“Sayang… kalo udah mau keluar bilang ya…. Aku gak mau kamu keluarin disitu…” aku
mengiyakannya dan dia mulai kembali beraksi. Goyangannya tidak liar dan asal, tetapi begitu rapih.
Begitu elegan dan anggun. Suara erangan kami memenuhi ruang rapat. Kami sudah tidak peduli lagi
tentang kemungkinan satpam kembali lagi keatas dan menolong kami yang terkunci. Aku sudah tidak
berpikir lagi untuk kembali menelpon orang kantor, atau mencoba mendobrak pintu pantry dan keluar
lewat tangga darurat.
Yang ada dipikiranku hanyalah Nadya. Rasanya tidak percaya gadis yang tadinya cuek dan judes
kepadaku ini bisa ada dipelukanku sekarang.
“Mmmmmhhh….” Nadya agak menggelinjang.
“Aaahhh…..” Nadya kembali bersuara. Aku bisa merasakan Nadya akan mengalami orgasme, karena
selain merasakan gelinjangan tubuhnya, aku pun merasakan vaginanya makin menjepit penisku. Aku
pun mengimbangi dengan menggerakkan pantatku.naik turun di kursi itu. Kursi yang biasanya dipakai
rapat itu menjadi saksi bisu percintaan kami.
“Sayang……. Ahhhhh….” Nadya pun makin mempercepat gerakannya. Aku lalu bangkit sambil
menggendong Nadya. Aku mendudukkan Nadya di meja rapat, Nadya tetap memelukku, dan aku terus
menggerakkan penisku maju mundur.
“Uuuhh…. Uhhhh…. Sayang……. Aku mau…. Ahhhhh….” Nadya menggelingjang dengan
hebatnya… “Tahan sedikit… aku juga mau…..”
“Ahhhhh…..” paha Nadya mencengkram pinggangku dan kepalanya mendongak keatas. Mengerang
nikmat menandakan bahwa dia sudah orgasme. Aku terus menggerakkan penisku, dan…”Nadya….
Ahhh…..” Nadya jatuh telentang di meja rapat dan aku mencabut penisku dari lubang vaginanya.
Sperma segera berhamburan dari penisku. Nadya segera bangkit dan memelukku. Kami berpelukan
erat. Tidak berciuman, tidak melakukan apapun. Hanya berpelukan selama beberapa lama tanpa
berbicara apa2. Nadya lalu melepaskan pelukannya dan turun dari meja. Dia lalu mencium pipiku
lembut, kemudian dia mulai memakai kembali bajunya.
Aku masih berdiri telanjang dan tertegun. Melihat Nadya yang bagaikan malaikat itu memakai bajunya
satu persatu. “eh… pake baju dong…. Ntar keburu pagi” Nadya mengingatkanku. Aku segera
mengenakan kembali bajuku. Aku kembali mencoba tidur dengan bersandar di dinding. Nadya kembali
pada posisinya, bersandar di bahuku.
Singkat cerita pagi pun datang. Kami berhasil keluar jam 7 pagi. Hari itu kami berdua sengaja
diliburkan karena kejadian konyol itu. Selanjutnya bisa ditebak. Nadya mulai terbuka pada orang2
kantor. Dia sudah bisa berkomunikasi dengan akrab, dan sinisnya makin lama menghilang. Ditambah
lagi ketika kini kami sudah berpacaran. Nadya menjadi ceria dan orang2 kantor tampak takjub melihat
perubahan itu.
One thing leads to another. Dan sekarang, setelah kegagalan pernikahanku yang dulu, setelah beberapa
lama berpacaran, aku akan mempersiapkan pernikahanku dengan Nadya.

TAMAT

123

www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com