Anda di halaman 1dari 21

PROPOSAL LOMBA INOVASI

PENGEMBANGAN PRODUK PERIKANAN


2012

Tortila lele “tortille”, Inovasi Produk Tortila Chips Berbasis Daging Lele

BENTUK PRODUK INOVASI:


KERING

Diusulkan oleh :
Jesika Riyanselina (08/268860/TP/09184)
Fitri Ramadhini (09/289234/PA/12932)

UNIVERSITAS GADJAH MADA


YOGYAKARTA
2012

1
A. JUDUL
Tortila Lele “Tortile”, Inovasi Produk Tortila Chips Berbasis Daging Lele

B. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Indonesia mempunyai kekayaan alam berupa hasil perikanan yang sangat besar
peranannya dalam menghasilkan bahan-bahan produksi perikanan. Berbagai jenis ikan,
kerang, rajungan/kepiting, terubu karang, udang, ikan hias, ikan lele, nila, rumput laut dan
hasil perikanan lainnya merupakan sebagaian kekayaan alam yang terkandung didalamnya.
Ikan merupakan salah satu komoditas bahan pangan yang mempunyai kandungan protein
cukup tinggi, serta mengandung asam lemak Omega-3 dan DHA.
Produk bernilai tambah adalah suatu complimentary dari suatu teknik, diverifikasi dan
peralatan yang diberikan pada produk sehingga produk mempunyai peningkatan ekonomi dan
jaminan mutu (Quality Assurance) yang meliputi ketahanan pangan (food securty), keamanan
pangan (Food Safety) dan pemanfaatan pangan (Food Utilization/consumption).
Pengembangan produk ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan nilai jual ikan dan
mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya ikan. Jika nilai jual ikan meningkat, kerusakan
ikan dapat ditekan, pendapatan nelayan ataupun petani ikan serta industri pengolah
meningkat dan dapat meningkatkan devisa negara. Salah satu bentuk usaha pengembangan
produk bernilai tambah adalah dengan merubah produk primer menjadi produk sekunder atau
produk akhir yang siap saji. Produk-produk perikanann yang banyak diproduksi di Indonesia
masih dari ikan ekonomis seperti ikan kaleng, tuna, tuna steak, tuna loin dan sebagainya.
Sedangkan ikan non ekonomis sebagian besar dimanfaatkan olahan tradisional.
Di Meksiko, Amerika Tengah, Amerika Serikat dan Kanada, tortilla adalah roti pipih
tanpa ragi yang terbuat dari jagung giling atau gandum. Yang terbuat dari jagung giling
adalah tortilla ala Amerika Utara dan banyak dianggap sebagai tortilla yang 'asli'. Faktanya
memang tipe tortilla ini telah ada sebelum kedatangan bangsa Eropa di benua Amerika, dan
mendapatkan nama 'tortilla' dari orang-orangSpanyol karena kemiripannya dengan kue dan
telur dadar tradisional Spanyol. Berdasarkan ilmu asal kata (etymology), kata tortilla berasal
dari kata torta yang berarti sebuah kue bundar.
Dari produk tortilla ini kami mencoba mengembangkan bahan dasar tortilla bisa
dikombinasikan dengan salah satu hasil perikanan yaitu lele. Metode pembuatan dari tortilla
lele ini dibuat seperti chips yang biasanya disebut tortilla chips dengan harapan tortilla yang
dihasilkan akan mempunyai nilai gizi yang lebih tinggi dan mempunyai daya simpan yang
2
lebih lama. Masyarakat Indonesia gemar mengkonsumsi produk-produk camilan seperti
keripik, yang kebanyakan hanya mengandung karbohidrat saja dibanding gizi yang lainnya
disini tortilla chips lele “tortille” akan menghadirkan suatu produk baru sebagai camilan
yang tidak hanya mengandung karbohidrat saja tetapi memiliki gizi yang lain seperti protein
hewani yang berasal dari ikan lele.
Ikan lele yang memiliki nama latin Clarias batrachurs, L disukai dan digemari oleh
banyak orang. Namun, tidak semua orang yang menyukai lele dengan alasan ikan lele
menyukai makanan busuk yang berprotein dan kotoran yang berasal dari kakus. Padahal ikan
lele memiliki kandungan gizi yang tinggi. Berikut nilai dan kandungan gizi yang terdapat
pada 100 gr ikan lele:
Kandungan gizi yang terkandung pada lele memiliki peranan penting dalam
pemeliharaan fungsi tubuh dan apabila jenis gizi tersebut tidak terpenuhi dapat menimbulkan
berbagai macam penyakit, diantaranya adalah:
NO Jenis Zat Gizi Bagian ikan yang dapat Ikan segar utuh
dimakan
1 Kadar air (%) 78.5 47.1
2 Sumber Energi (cal) 90 54
3 Protein (gr) 18.7 11.2
4 Lemak (gr) 1.1 0.7
5 Kalsium (Ca) (mgr) 15 9
6 Posfor (P) (mgr) 260 156
7 Zat besi( Fe) (mgr) 2 1.2
8 Natrium (mgr) 150 90
9 Tiamin ( Vit B1) 0.1 0.06
10 Riboflavin (Vit B2) (mgr) 0.05 0.03
11 NiaSin (mgr) 2.0 1.2
Sumber: FAO,1972

2. Deskripsi Produk
Tortilla chips lele “tortille” terbuat dari bahan utama daging ikan lele kukus
dengan dicampur tepung jagung dan tambahan garam, gula, dan bawang putih sebagai
bumbu. Tortille dibuat dengan cara mencampurkan semua bahan tadi menjadi adonan
kemudian adonan dibentuk bulatan, dipipihkan, dan dipotong menjadi empat bagian

3
layaknya tortilla chips. Setelah itu dilakukan proses penggorengan sampai berwarna
kuning dan terapung di minyak.

C. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalahnya adalah:
 Bagaimana menghadirkan produk turunan dari olahan daging ikan lele yang
variatif sehingga penikmat daging ikan lele dapat mengkonsumsi daging ikan lele
dalam bentuk lain.
 Bagaimana menghadirkan produk turunan daging ikan lele yang memiliki daya
simpan yang lebih lama.
 Bagaimana menghadirkan produk turunan daging ikan lele yang dapat dibuat
dengan teknologi sederhana sehingga dapat meningkatkan jiwa technopreneurship
mahasiswa dan masyarakat.

D. TUJUAN
 Menghasilkan jenis produk baru berbasis daging ikan lele yang dapat
meningkatkan variasi konsumsi dan mempunyai daya simpan yang lebih lama.
 Diharapkan dapat memberikan nilai tambah pada produk ikan lele dengan
membuat produk baru tanpa mengurangi nilai gizinya yang sangat berguna bagi
tubuh manusia.
 Meningkatkan jiwa technopreneurship pada individu mahasiswa sehingga mampu
secara mandiri untuk menumbuhkembangkan potensi kewirausahaannya yang
berbasis pengembangan teknologi aplikasi.

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN


1. Berguna untuk masyarakat
Produk Tortille dapat dikenal dan dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia
karena memiliki beberapa keunggulan dari segi kualitas produk, harga, dan juga dari
segi gizi.
2. Merangsang penambahan lapangan kerja

4
Dengan adanya produk baru berupa Tortille maka dibutuhkan orang yang ahli
dalam bidang ini dan orang yang bekerja dalam proses pengolahannya sehingga
membuka peluang penambahan lapangan kerja.

F. KEGUNAAN
1. Bagi mahasiswa, usulan usaha ini diharapkan dapat menjadi upaya pengembangan
kreatifitas dan inovasi terhadap produk pangan dalam memenuhi kebutuhan dan selera
masyarakat.
2. Bagi almamater, usulan usaha ini diharapkan dapat meningkatkan citra positif
almamater di mata masyarakat.
3. Bagi masyarakat, usulan usaha ini diharapkan dapat diterapkan dalam pengolahan
ikan lele dan inovasi produk pangan serta membuka lapangan pekerjaan baru.

G. GAMBARAN UMUM RENCANA PENGEMBANGAN PRODUK


1. Aspek Bahan Baku
Salah satu aspek kelayakan usaha adalah tersedianya bahan baku yang
memadai sehingga proses produksi dapat berjalan lancar. Selain itu, tersedianya
bahan baku juga menjamin terpenuhinya permintaan konsumen terhadap produk
Tortille. Bahan baku utama yang digunakan pada pembuatan Tortile yaitu Daging
ikan lele yang telah dipisahkan kepala dan tulangnya.
Di Yogyakarta, ketersediaan ikan lele masih banyak dijumpai di pasar-pasar
dan dijual dengan harga yang cukup terjangkau. Melihat kondisi ini, maka
ketersediaan bahan baku produk Tortille tak perlu dirisaukan.

2. Aspek Potensi Pasar


Potensi pasar yang sangat luas tercermin dari jumlah penduduk kota
Yogyakarta yang cukup besar. Terlebih ditambah adanya pendatang dari luar daerah
seperti mahasiswa dan pelajar. Besarnya jumlah masyarakat membuat bisnis kuliner
di Yogyakarta menjanjikan keuntungan yang menggiurkan.
Perkembangannya jumlah snack dengan berbagai jenis terus meningkat.
Tortille memiliki potensi untuk berkembang pesat karena belum adanya kompetitor
dari produk sejenis. Walaupun ada kompetisi hanya berasal dari tortilla chips berbasis
tepung jagung saja tanpa penambahan bahan lain, tidak seperti halnya Tortille yang
selain berbahan tepung jagung juga ditambahkan daging ikan lele. Tren masyarakat

5
yang semakin berhati-hati dalam memilih produk merupakan tantangan bagi Tortille
untuk menghadirkan produk yang aman dan berkualitas.

3. Strategi Pemasaran
Tortille sebagai produk inovasi berbasis daging ikan lele merupakan produk
yang tergolong baru dimata masyarakat. Kondisi ini disikapi dengan merancang
strategi pemasaran Tortille yang ideal. Pada dasarnya potensi pasar Tortille masih
sangat luas karena masih sangat jarangnya produk sejenis dipasaran. Walaupun ada,
kompetitor muncul dari produk tortilla jagung yang telah ada. oleh karena itu, proses
pemasaran mengacu pada strategi STP (Segmentation, Targeting, Positioning) dan
Four P (Product, Place, Promotion, Price) :

A. STP Strategy
1. Segmentation
Segmentasi Tortille menggunakan segmentasi atas dasar geografis.
Pemasaran Tortille awalnya akan dikhususkan di wilayah kota Yogyakarta.
Wilayah ini dipilih karena potensi pasar yang ada sangat besar karena di wilayah
Yogyakarta merupakan kota pelajar yang dipenuhi banyak para pelajar dan
mahasiswa.
2. Targeting
Target pemasaran Tortille ini adalah semua kalangan karena harganya
cukup terjangkau.
3. Positioning
Tortille memposisikan diri sebagai produk pangan yang menyehatkan,
bergizi tinggi dan menjunjung hasil perikanan asli bangsa Indonesia yaitu lele.
Selain itu Tortille dicitrakan sebagai produk yang aman dan lebih tahan lama bila
disimpan.
B. Marketing mix ( Four P)
1. Product
Dilihat dari sisi produk, Tortille merupakan produk yang menarik karena
memiliki keunggulan seperti nilai gizi yang cukup tinggi terutama sebagai sumber
protein hewani, mempunyai daya simpan yang lebih lama. Jika ditinjau dari bahan
dasarnya, maka produk ini merupakan produk yang unik karena pada umumnya
6
tortilla dibuat dari bahan tepung jagung saja, tetapi Tortille selain menggunakan
bahan tepung jagung yang merupakan bahan nabati juga menggunakan bahan
hewani yaitu daging ikan lele. Melalui keunggulan-keunggulan inilah, Tortille
dapat menarik minat masyarakat untuk mengkonsumsinya.
2. Price
Dilihat dari sisi harga, Tortille dijual dengan harga yang lebih terjangkau
untuk masyarakat. Harga yang lebih terjangkau merupakan salah satu keunggulan
pemasaran Tortille karena menjanjikan keuntungan lebih besar bagi pedagang.
Tortille dijual dengan harga Rp. 8000,- per bungkus(200 gr).
3. Place
Proses penyampaian produk Tortille dari produsen ke konsumen
menggunakan saluran distribusi langsung dan tak langsung. Secara tak langsung
proses penyampaian produk akan dilakukan melalui kerjasama dengan
minimarket, kantin ataupun warung (misal : Kantin kampus, Alfamart,
Indomaret). minimarket dipilih karena telah tersebar luas dimasyarakat dan
letaknya lebih mudah dijangkau. Harapannya dengan banyaknya jumlah dan
letaknya yang dekat, pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap Tortille tidak
terhambat. Sedangkan secara langsung proses penyampaian produk akan
dilakukan dengan jual beli melalui stand produk atau kios khusus yang bertujuan
agar masyarakat lebih mengenal Tortille.
4. Promotion
Promosi merupakan aspek penting dalam pemasaran karena Tortille
tergolong produk yang belum familiar bagi masyarakat. Melalui kegiatan promosi
inilah produk Tortille lebih dikenal masyarakat. Kegiatan promosi juga berfungsi
sebagai langkah edukasi pasar. Edukasi pasar menjadi salah satu kunci pokok
keberhasilan pemasaran. Langkah-langkah promosi yang dilakukan antara lain :
 Penyebarluasan informasi Tortille di dunia maya melalui pembuatan bisnis
online Tortille
 Mengikuti pameran-pameran produk pangan.
 Penyebarluasan informasi Tortille melalui media elektronik seperti radio.
 Penyebarluasan informasi Tortille melalui pembuatan poster dan spanduk.
 Membuat stand produk gratis di tempat-tempat strategis.

7
H. METODE PELAKSANAAN
Adapun desain permbuatan Tortilla chips Lele ”Tortille” yaitu:
 Bahan  Alat
 Daging Lele yang telah  Pisau
dipisahkan kepala dan  Talenan
tulangnya  Baskom plastik
 Tepung maizena  Mesin giling
 Bawang putih  Kompor
 Garam halus  Timbangan
 Gula  Sendok
 Minyak goreng  Tabung gas+gas LPG
 Dandang
 Sarung tangan
 Plastik
 Wajan
 Saringan
 Sutil/Sodet
 Mangkok
 Blender

 Daftar alir pembuatan Tortilla chips lele ”Tortille”

Ikan Lele

Pemisahan kepala dan tulang Kepala dan Tulang

Daging tanpa kepala dan tulang

Penghancuran daging sampai


halus dengan blender

Daging lele halus

Pengukusan 8
Tepung maizenna Daging lele hasil
pengukusan

Pendinginan

Garam halus
Bawang putih Adonan
Gula

Pencampuran

Adonan

Pemipihan

“Tekso”
Pencetakan

Peggorengan

Tortilla chips Lele “Tortille”

Pengemasan

Pemasaran

9
 Analisis Kimiawi Tortille
Analisa Kimiawi produk diperlukan untuk mengetahui kandungan gizi
yang terdapat pada produk jadi. Adapun analisa yang dilakukan akan
memberikan informasi mengenai kadar air, kadar protein, kadar karbohidrat,
kadar serat kasar dan kadar abu.
Analisa kimiawi akan dilaksanakan di Laboratorium Pangan dan Gizi
Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

 Uji Inderawi Tortille


Uji ini dilaksanakan guna mengetahui tingkat penerimaan produk oleh
konsumen guna menentukan dan mengevaluasi target pasar yang akan dituju.
Uji inderawi ini meliputi rasa, tekstur, penampakan, aroma serta tingkat
kesukaan Tortille. Dalam pengujian ini, pengambilan data dilakukan dengan
menyertakan lembar pengujian yang akan diisi oleh konsumen.

10
I. JADWAL KEGIATAN
No Jenis Kegiatan Bulan I Bulan II Bulan III Bulan IV Bulan V Tolok Ukur
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Persiapan
-Pengajuan ijin penggunaan -Ijin tersedia
laboratorium inkubator
-Pengadaan alat-alat penunjang -Alat tersedia
-Orientasi pembuatan Tortille -Metodologi terkuasai
-Pengadaan bahan baku serta bahan
panunjang untuk pembuatan Tortille -Bahan baku dan penunjang
tersedia
Pelaksanaan
-Pembuatan dan Analisis kimia
2 Tortille
-Analisis uji inderawi Tortille -Komposisi kimia Tortille
-Analisis usaha diketahui
-Pembuatan Poster Publikasi
-Sosialisasi kepada masyarakat -Nilai usaha diketahui
-poster publikasi jadi
-Pemasaran -Masyarakat mengetahui
tentang Tortille
-produk terjual
Penyusunan Laporan Kegiatan
-Rekapitulasi data hasil pelaksanaan
program
3 -Pembuatan laporan kegiatan -Data terekapitulasi
-Pembuatan Manuskrip Publikasi
-Laporan selesai
-manuskrip publikasi jadi

11
J. RANCANGAN BIAYA
Penghitungan BEP
a. Biaya Tetap (Fixed Cost)

Jumlah
No Uraian Harga satuan Total
(buah)
1 Peralatan
· Pisau 2 Rp20,000.00 Rp40,000.00
· Talenan 2 Rp9,000.00 Rp18,000.00
· Baskom plastik 2 Rp20,000.00 Rp40,000.00
· Timbangan 1 Rp80,000.00 Rp80,000.00
· Sendok 6 Rp1,500.00 Rp9,000.00
· saringan 2 Rp30,000.00 Rp60,000.00
· Tabung gas 1 Rp450,000.00 Rp450,000.00
2 Rp55,000.00 Rp110,000.00
· Dandang
· Sarung tangan 60 Rp500.00 Rp30,000.00
. Wajan 2 Rp25,000.00 Rp50,000.00
. Sodet/sutil 2 Rp10,000.00 Rp20,000.00
. Blender 1 Rp250,000.00 Rp250,000.00
. Mesin penggiling 1 Rp130,000.00 Rp130,000.00
adonan
. Kompor gas 1 Rp500,000.00 Rp500,000.00

2 Sewa Laboratorium Rp200,000.00


Analisa Kimiawi dan
3 Rp250,000.00
Uji Indrawi
4 Administrasi
· Proposal dan
Rp100,000.00
Laporan
· Manuskrip Rp50,000.00
·
Rp264,000.00
Publikasi/promosi
· Poster Rp140,000.00
Total Fixed Cost Rp2,791,000.00

b. Biaya dalam sekali produksi/Biaya Tidak Tetap (Variable Cost)


No Uraian Jumlah Harga satuan Total
1 Bahan-bahan
 Lele (kg) 40 Rp14,000.00 Rp560,000.00
 Tepung jagung (200 gr) 15 Rp2,500.00 Rp37,500.00
 Garam 0.75 Rp6,000.00 Rp4,500.00
 Gula 0.75 Rp11,000.00 Rp8,250.00

12
 Bawang putih (kg) 1.5 Rp10,000.00 Rp15,000.00
 Minyak Goreng (liter) 0.75 Rp12,000.00 Rp9,000.00
3 Gas (tabung) 0.05 Rp80,000.00 Rp4,000.00
4 Kemasan (buah) 150 Rp1,500.00 Rp225,000.00
Total Variable Cost Rp863,250.00

Menurut Kuswadi (2007), BEP (dalam unit) = Biaya Tetap : kontribusi per
unit. Kontribusi adalah selisih hasil penjualan dengan seluruh biaya variabel. Dengan
pendekatan kontribusi kita dapat mengetahui apakah hasil penjualan bisa menutupi
total biaya tetap setelah diperhitungkan sebelumnya untuk menutupi biaya variabel
yang timbul.
Asumsi =
 Penjualan 90% dari total produksi per bulan
 Waktu produksi 5 hari kerja/minggu = 20 hari/bulan
 Jumlah Produksi 150 kemasan(@200 gr)/hari

Jadi, Biaya produksi per kemasan = Rp. 863,250.00 x 20: (150 kemasan x 20 hari)
= Rp. 5,755.00

Dengan keuntungan per kemasan yang diharapkan 35%,


maka harga jual produk per kemasan adalah
(35% x Rp. 5,755.00) + Rp. 5,755.00= Rp. 7,769.25 ≈ Rp.7,800.00-
Perhitungan BEP = Biaya tetap : Kontribusi per unit = Rp2,791,000.00: (Rp
7,800.00 -Rp 5,755.00) = 1,364.792 kemasan ≈ 1,365 kemasan

Karena produksi per bulan 3,000 kemasan dengan asumsi penjualan 90% maka
jumlah penjualan per bulan adalah 2,700 kemasan.

Waktu hingga mencapai BEP adalah (1,365 kemasan : 2,700 kemasan) x 1 bulan
= 0,5056 bulan

13
K. KEBERLANJUTAN
1. Merealisasikan usaha ini menjadi sebuah Usaha Kecil dan Menengah (UKM) milik
mahasiswa. Yang nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu sektor usaha
penggerak perekonomian dimanapun UKM ini didirikan.
2. Membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat dengan dibukanya UKM yang mampu
mendayagunakan masyarakat sekitar sebagai mitra kerja.

14
L. LAMPIRAN
BIODATA ANGGOTA 1

1. Nama Lengkap : Jesika Riyanselina


2. Tempat/Tanggal Lahir : Mataram, 14 Februari 1990
3. Bangsa : Indonesia
4. Agama : Islam
5. Alamat : Jl. Kaliurang km 5.6 Pandega Duksina 5 CT 1, Yogya
6. HP : 085759717329
7. Email : jesikariyanselina@yahoo.co.id
8. Hobby : Memasak
9. Motto Hidup : Where there is a will there is a way
10. Nama Orang tua
a. Bapak : Iriyanto
Pekerjaan : Guru
b. Ibu : Euis Elin
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

PENDIDIKAN

1. SD : SDN Pasirpeuteuy ( Tamat 2002)


2. SLTP : SLTPN 4 Ciamis ( Tamat 2005)
3. SLTA : SMAN 1 Ciamis ( Tamat 2008)
4. S-1 : Jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
Fakultas Teknologi Pertanian
Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Demikian biodata diri ini dibuat berdasarkan fakta yang sebenarnya dan dapat
dipertanggungjawabkan.

Yogyakarta, 23 September 2012

Jesika Riyanselina

15
BIODATA ANGGOTA 2

1. Nama Lengkap : Fitri Ramadhini


2. Tempat/Tanggal Lahir : Bengkulu/10 Maret 1992
3. Bangsa : Indonesia
4. Agama : Islam
5. Alamat : Jl. Kaliurang km 5.6 Pandega Duksina 5 CT 1, Yogya
6. HP : 085225798645
7. Email : dhiniramadhini@yahoo.com
8. Hobby : Membaca, memasak masakan yang unik
9. Motto Hidup : Hidup itu pilihan
10. Nama Orang tua
a. Bapak : Yuli Akman
Pekerjaan : PNS
b. Ibu : Susdaini
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

PENDIDIKAN

1. SD : SD N 3 Gumawang ( Tamat 2003 )


2. SLTP : SMP N 1 Belitang ( Tamat 2006 )
3. SLTA : SMA N 1 Belitang ( Tamat 2009 )
4. S-1 : Jurusan Matematika
Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Demikian biodata diri ini dibuat berdasarkan fakta yang sebenarnya dan dapat
dipertanggungjawabkan.

Yogyakarta, 23 September 2012

Fitri Ramadhini

16
Rincian rencana anggaran
Jenis Pengeluaran Jumlah Anggaran yang Diusulkan
Penyediaan Alat Rp 1.787.000,00
Bahan Habis Pakai Rp 863.250,00
Operasional(sewa laboratorium, analisa kimia dan uji indrawi) Rp 450.000,00
Administrasi (Pelaporan, Promosi, Poster,dan Manuskrip) Rp 554.000,00
Total Anggaran Rp 3.654.250,00

17
GAMBARAN PROSES PEMBUATAN Tortille

1. Daging ikan lele yang sudah dihaluskan dan


dikukus

2. Penambahan tepung maizena

3. Pencampuran bumbu (bawang putih, garam,


dan gula)

18
4. Adonan dengan campuran bumbu

5. pembulatan

6. pemipihan dan pemotongan

7. hasil pemotongan

19
8. Produk yang sudah melalui proses penggorengan

9. Tortille yang disajikan dengan saus sambal dan tomat salsa

DESKRIPSI PRODUK
Produk memiliki tekstur yang renyah, kuning kecoklatan dengan rasa yang enak
karena menggunakan ikan sebagai bahan bakunya dan daya simpan lama karena seperti
keripik.

FORMULA
Bahan:
 250 gr lele, ambil dagingya, haluskan
 Tepung maizena 10 sdm
 2 siung bawang putih
 Gula dan garam secukupnya

Cara membuat:
 Daging lele yang sudah dihaluskan dikukus ±5 menit, angkat
 Masukkan tepung maizena sedikit demi sedikit pada lele yang masih panas

20
 Aduk-aduk dengan sendok sampai rata dan dingin
 Uleni sampai kalis
 Bentuk bulatan-bulatan
 Pipihkan hingga ± 0.15 cm, potong menjadi 4 bagian sehingga berbentuk segitiga
 Goreng dengan api sedang hingga mengambang dan kuning keemasan, angkat,
tiriskan dengan dialasi tisu atau kertas
 Sajikan dengan saus sambal atau tomat salsa.

21