Anda di halaman 1dari 14

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri, sifat,
atau ukuran yang didapatkan dalam suatu penilaian untuk dipelajari dan
memperoleh informasi sehingga dapat ditarik kesimpulan (Notoatmodjo,
2010)
Variabel penelitian dibedakan menjadi 2 macam yaitu variabel bebas dan
variabel terikat (Dharma, 2011).
1. Variabel bebas (Independent variabel)
Variabel bebas yaitu karakteristik dari subjek yang dengan
keberadaannya menyebabkan perubahan pada variabel lainnya.
Variabel bebas (independent variabel ) dalam penelitian inin adalah
relaksasi benson
2. Variabel terikat (Dependent variabel)
Variabel terikat yaitu variabel yang berubah akibat pengaruh atau
perubahan yang terjadi akibat perubahan independent.
Variabel terikat (dependent variabel) pada penelitian ini adalah nyeri
kepala pada pasien hipertensi
B. Hipotesis Penelitian
Hipotesis adalah hasil yang diharapkan atau hasil yang
diantisipasi dari sebuah penelitian, hipotesis tersebut bisa didapat dari
konstruksi teori atau berdasarkan hasil penelitian sebelumnya (Thomas et
al,2010 dalam I Ketut,2012). Hipotesis merupakan pernyataan formal
peneliti tentang predikssi atau penjelasan dari hubungan antara dua atau
lebih variabel pada populasi tertentu, hipotesis juga terjemahan dari
pernyataan masalah ke dalam sebuah prediksi hasil yang diharapkan
berdasarkan pertimbangan – pertmbangan teoritis (Brink et al,2006 dalam
I Ketut,2016).
Rumusan penelitian ini menanyakan apakah ada pengaruh
relaksasi benson terhadap nyeri kepala pada pasien hipertensi di
Puskesmas Gondosari Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus sehingga
ada dua jenis hipotesis yang harus dibuktikan :
Ha : Ada pengaruh relaksasi benson terhadap nyeri kepala pada pasien
hipertensi di Puskesmas Gondosari
H0 : Tidak ada pengaruh relaksasi benson terhadap nyeri kepala pada
pasien hipertensi di Puskesmas Gondosari
C. Kerangka Konsep Penelitian
Kerangka konsep penelitian adalah suatu uraian dan visualisasi
hubungan atau kaitan antara konsep satu terhadap konsep yang lainnya,
atau antara variabel yang satu dengan variabel lain dari masalah yang
ingin diteliti (Notoatmodjo,2014). Berikut gambar dari kerangka konsep
penelitian ini :
Tabel 3.1
Kerangka Konsep Penelitian

Variabel bebas Variabel terikat

Relaksasi Benson Nyeri Kepala


Hipertensi

D. Rancangan Penelitian
1. Jenis penelitian
Jenis penelitian ini merupakan penelitian quay-experiment
yaitu penelitian yang menguji coba suatu intervensi pada sekelompok
subjek dengan atau tanpa kelompok pembanding namun tidak
dilakukan randomisasi untuk melakukan subjek kedalam kelompok
perlakuan atau kontrol. Dari perlakuan tersebut diharapkan terjadi
perubahan atau pengaruh terhadap variabel yang lain (Dharma,
2011).
Tabel 3.2
Desain Penelitian

Kelompok intervensi
O1 X1 O2 O1 – O2 =Y1
O3 – O4 =Y2
O3 O4 O4 – O2 =Y3
Kelompok Kontrol
Keterangan :
O1 : Skala nyeri sebelum perlakuan pada kelompok intervensi
O2 : Skala nyeri sesudah perlakuan pada kelompok intervensi
O3 : Skala nyeri sebelum tidak ada perlakuan pada kelompok kontrol
O4 : Skala nyeri sesudah tidak ada perlakuan pada kelompok kontrol
X : Pemberian terapi benson
: Tidak ada perlakuan
Y1 : Rata-rata skala nyeri sebelum dan sesudah perlakuan pada
kelompok intervensi
Y2 : Rata-rataskala nyeri sebelum dan sesudah perlakuan pada
kelompok kontrol
Y3 : Rata-rataskala nyeri sesudah tidak ada perlakuan pada kelompok
kontrol dan nyeri sesudah perlakuan pada kelompok intervensi
2. Metode pengumpulan data
Pengumpulan data adalah suatu proses pendekatan kepada
subjek dan proses pengumpulan karakteristik subjek yang diperlukan
dalam suatu penelitian, langkah – langkah dalam pengumpulan data
bergantung pada rancangan penelitian dan teknik instrumen yang
digunakan (Nursalam,2008). Metode pengumpulan data peneliti
dibagi dalam beberapa kelompok yaitu :
a. Data primer
Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari subyek
penelitian dengan menggunakan alat pengukuran atau alat
pengambilan data langsung pada subyek sebagai sumber informasi
yang dicari (Setiawan & Saryono, 2010).
Data primer dari penelitian ini diperoleh langsung melalui
observasi pada responden untuk menentukan skala nyeri kepala pada
pasien hipertensi di Desa Gondosari Kecamatan Gebog Kabupaten
Kudus dengan pengukuran menggunakan skala Visual Analog Scale
(VAS).
Data primer pada penelitian ini diperoleh dengan cara :
1. Peneliti menyampaikan surat ijin penelitian dari Dinas
Kesehatan Kabupaten Kota Kudus dan surat dari institusi
STIKES Muhammadiyah Kudus kepada pihak Puskesmas
Gondosari kabupaten Kudus.
2. Setelah ijin diberikan, peneliti mengunjungi para calon
responden, untuk meminta persetujuan sebagai responden,
dilanjutkan dengan penjelasan mengenai prosedur yang akan
di jalani.
3. Peneliti dan responden menyepakati waktu yang ditentukan
untuk pengukuran nyeri (pre test) di lanjutkan dengan terapi
relaksasi benson (perlakuan) kemudian diakhiri dengan
pengukuran nyeri (post test).
4. Setelah data diperoleh , peneliti kemudian melakukan olah
data dan analisa data.
b. Data sekunder
Data sekunder adalah data yang didapatkan melalui pihak tertentu
atau pihak lain, dimana data tersebut umumnya telah diolah oleh
pihak tersebut (Swarjana, 2016).
Data sekunder dalam penelitian ini berupa identitas pasien
hipertensi yang mengalami nyeri meliputi umur, jenis kelamin yang
diperoleh berdasarkan arsip atau catatan Puskesmas.
Langkah – langkah pengumpulan data sekunder adalah
sebagai berikut:
1. Menyampaikan surat permohonan ijin pengambilan data dan
ijin penelitian di Puskesmas Gondosari Kecamatan Gebog
Kabupaten Kudus.
2. Peneliti menerima surat tembusan atau surat ijin dari
Puskesmas Gondosari Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus.
3. Peneliti mengambil data atau melengkapi data yang
dibutuhkan.
3. Populasi penelitian
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek
atau subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu
yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya (Sugiyono, 2011). Populasi dalam penelitian ini
sebanyak 47 orang yang menderita hipertensi pada bulan Desember
2017 di Puskesmas Gondosari.
4. Prosedur sampel dan sampel penelitian
a. Sampel
Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang
dimiliki oleh populasi, bila populasi besar dan peneliti tidak
mungkin meneliti semua yang ada pada populasi tersebut
(Sugiyono, 2011).
Dalam menentukan besar sampel peneliti menggunakan
teknik purposive sampling, penentuan sampel menggunakan
rumus :
𝑁
n = 1 +(𝑑²)

Keterangan :
n = jumlah sampel
N =jumlah populasi
d = taraf kesalahan
Berdasarkan jumlah populasi, sampel yang digunakan
adalah :
35
n=
1 + 35 (0,05)²

35
n=
1 + 35 (0,0025)
35
n=
1,0875
= 32

b. Prosedur sampling
Teknik sampling adalah tehnik pengambilan sampel untuk
menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian.
Peneliti menentukan sampel yang terdapat dalam populasi secara
non probability sampling berupa purposive sampling yaitu suatu
tehnik penetapan sampel dengan cara memilih sampel diantara
populasi sesuai dengan yang dikehendaki peneliti, sehingga
sampel tersebut dapat mewakili karakteristik populasi yang lebih
dikenal sebelumnya (Nursalam, 2013).
Dalam rancangan ini kelompok intervensi diberi perlakuan
berupa kompres hangat, sedangkan kelompok kontrol tidak
diberikan perlakuan hanya di berikan promkes tentang
penanganan nyeri kepala pasien hipertensi. Pada kelompok
intervensi dan kontrol diawali dengan pre-test (pengukuran awal)
pengukuran nyeri pada pasien hipertensi dan setelah pemberian
perlakuan diadakan pengukuran kembali (post-test).
Adapun kriteria sampel sebagai berikut :
a. Kriteria inklusi
Kriteria inklusi adalah kriteria atau ciri – ciri yang perlu
dipenuhi oleh setiap anggota populasi yang dapat diambil sebagai
sampel (Notoatmodjo, 2014).
Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah :
1) Pasien laki-laki dan perempuan
2) Pasien hipertensi yang mengalami tekanan darah ≥ 140
mmHg
3) Pasien hipertensi yang mengeluh nyeri dengan indeks skala 1-
3
4) Pasien bersedia menjadi responden dan tidak sedang
menjalani terapi herbal lain untuk menurunkan keluhan nyeri
b. Kriteria eksklusi
Kriteria eksklusi adalah ciri – ciri anggota populasi yang
tidak dapat diambil sebagai sampel (Notoatmodjo, 2014).
Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah :
1) Pasien hipertensi yang mengundurkan diri menjadi responden
2) Pasien yang memiliki komplikasi gagal jantung
3) Pasien yang tidak mengalami nyeri kepala karena tekanan
darah tinggi
5. Definisi operasional variabel dan skala pengukuran
Definisi operasional variabel merupakan definisi variabel – variabel
yang akan diteliti secra operasional dilapangan. Definisi operasional
juga bermanfaat untuk mengarahkan kepada pengukuran atau
pengamatan terhadap variabel – variabel yang akan diteliti serta untuk
pengembangan instrumen (Notoatmodjo,2014).

Tabel 3.1
Definisi Operasional Variabel
Variabel Definisi Kategori Alat Ukur Skala
Operasional
Variabel Suatu metode 1. Diberikan Lembar Nominal
independen relaksasi dengan relaksasi observasi
(intervensi) cara melakukan benson
Terapi nafas dalam dan 2. Tidak
benson menyebutkan diberikan
(relaksasi kalimat spiritual relaksasi
spiritual) (Allah) pada saat benson
nyeri kepala
selama 2 minggu
berturut-turut
sehari sekali
dengan durasi
10 menit

Dependen Rasa sakit yang Skor pengukuran Visual Analog Ordinal


(kontrol) dirasakan saat yang dilakukan Scale (VAS)
penurunan terjadi serangan dengan skala ukur
skala nyeri nyeri pada pasien nyeri didapatkan
hipertensi yang nilai 0-3.
diukur 0: tidak nyeri
menggunakan 1: nyeri ringan
VAS selama 1x 2: nyeri sedang
pada hari 3: nyeri berat
pertama dan hari
ke-14
1. Instrumen penelitian dan prosedur penelitian
a. Instrumen penelitian
Instrumen penelitian adalah alat ukur yang digunakan
dalam penelitian untuk pengumpulan data (Notoatmodjo, 2014)
Pada penelitian ini instrument yang digunakan adalah :
1) Pemberian terapi benson yang dipantau menggunakan lembar
observasi sesuai dalam buku konsep dan aplikasi relaksasi
dalam keperawatan maternitas oleh Benson & Proctor dalam
Tetti & Cecep (2015)
2) Skala pengukuran nyeri dengan VAS (Visual Analog Scale).
VAS merupakan alat ukur yang valid dan reliable pada
pengukuran intensitas nyeri. Validasi skala nyeri pada VAS ini
dapat memberikan pengukuran yang akurat dari intensitas
nyeri dan presentase perubahan dari nyeri. Pengukuran nyeri
dengan VAS ini telah di bukukan dalam buku patofisiologi vol.
Ii edisi 6. Nyeri dalam buku price dan sylvia (2008).
2. Teknik pengolahan analisa dan cara penelitian
a. Pengolahan Data
Menurut (Saryono, 2010) dalam pengolahan data terdapat 4
tahapan meliputi :
1. Mengedit (Editing) Editing adalah upaya untuk memeriksa
kembali kebenaran data yang diperoleh dari responden.
Editing dilakukan pada tahap pengumpulan data atau setelah
data terkumpul (Saryono, 2010)
2. Coding
Coding adalah mengklasifikasikan jawaban dari para
responden kedalam kategori penelitian yang dilakukan
menurut tiap – tiap variabel penelitian untuk memudahkan
dalam tabulasi data (Setiawan & Saryono, 2010)
a) Diberikan perlakuan : Kode A
b) Tidak diberi perlakuan : Kode B
3. Scoring adalah memberikan penilaian terhadap item – item
yang perlu diberi penilaian atau skor (Setiawan & Saryono,
2010)
a) Jawaban “nyeri berat” diberi skor 3
b) Jawaban “nyeri sedang” diberi skor 2
c) Jawaban “nyeri ringan”diberi skor 1
d) Jawaban “tidak nyeri” diberi skor 0
4. Tabulating
Pemprosesan data dilakukan dengan memasukan data ke
paket program computer. Proses pengolahan data dalam
penelitian ini menggunakan program komputerisasi untuk
mendapatkan hasil frekuensi dari semua data.
Tabulasi dilakukan terhadap hasil observasi terapi murottal
(Saryono, 2010)
5. Entry
Kegiatan memasukkan data hasil penelitian dalam
pengklasifikasian ke dalam tabel sesuai dengan kriteria agar
dengan mudah dapat disusun, dijumlah, persentase sebelum
di-entry data yaitu pengolahan data dengn menggunakan
komputer dengan memasukkan data hasil tabulasi kedalam
data editor program SPSS dan dilanjutkan dengan analisa
data.
b. Analisa Data
Analisa data penelitian merupakan media untuk menarik
kesimpulan dari seperangkat data hasil pengumpulan (Saryono,
2010). Hasil dari penelitian diolah menggunakan program yang
ada dalam komputer dan selanjutnya akan dilakukan analisa.
Menurut Notoatmodjo (2014) teknik analisis data suatu
penelitian melalui prosedur bertahap antara lain :
1. Analisa Univariat (Analisis Deskriptif)
Analisa univariat bertujuan untuk menjelaskan atau
mendiskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian
(Notoatmodjo, 2014).
Beberapa teknik penjelasan kelompok yang telah
diobservasi dengan data kuantitatif dapat juga dijelaskan
menggunakan teknik statistik yang disebut : mean, median,
dan modus.
a. Mean merupakan teknik penjelasan kelompok yang
didasarkan atas nilai rata – rata dari kelompok tersebut.
Hal ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
∑fi xi
𝑀𝑒 =
∑fi

Keterangan :
Me = Mean
Σf¡ = jumlah data/sampel
f¡ x¡ = produk perkalian antara f¡ pada setiap interval data
dengan tanda kelas (x¡). Tanda kelas (x¡) adalah rata –
rata dari nilai terendah dan tinggi setiap interval data.
Misalnya f¡ untuk interval pertama.
b. Modus merupakan teknik penjelasan kelompok yang
didasarkan atas nilai yang sering muncul dalam kelompok
tersebut (Sugiyono, 2010). Untuk menghitung modus dapat
digunakan rumus :
𝑏1
𝑀𝑜 = b + ( )
𝑏1 + 𝑏2

Keterangan :
Mo = Modus
b = batas kelas interval dengan frekuensi terbanyak
p = panjang kelas interval
b₁ = frekuensi pada kelas modus (frekuensi pada kelas
interval yang terbanyak) dikurangi frekuensi kelas interval
terdekat sebelumnya.
b₂ = frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas
interval berikutnya.
c. Median adalah salah satu teknik penjelasan kelompok
yang didasarkan atas nilai tengah dari sekelompok data
yang telah disusun urutannya dari yang terkecil sampai
yang terbesar, atau sebaliknya dari yang terbesar sampai
yang terkecil.
1
𝑛−𝐹
𝑀𝑑 = b + (2 )
𝑓

Keterangan:
Md = Median
b = batas bawah, dimana median akan terletak
n = banyak data/jumlah sampel
p = panjang kelas interval
F = jumlah semua frekuensi sebelum kelas median
f = frekuensi kelas median
2. Analisa Bivariat
Analisa bivariat yaitu analisis data yang dilakukan pada
dua variabel yang diduga mempunyai hubungan atau korelasi
(Notoatmodjo, 2014).
Dalam penelitian ini menggunakan t test paired karena
dalam dalam penelitian ini membandingkan antara kelompok
sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan. Uji t test paired
digunakan ketika ingin membandingkan hasil pengukuran
nyeri sebelum dan sesudah perlakuan, dan uji T test inpaired
digunakan ketika ingin membandingkan hasil pengukuran
nyeri pada kelompok kontrol dan intervensi setelah perlakuan.
Ada beberapa syarat yang harus penuhi untuk
menggunakan uji-t berpasangan. Dalam hal ini untuk uji
komparasi antar dua nilai pengamatan berpasangan, (paired)
misalnya sebelum dan sesudah (pretest dan postest)
digunakan pada :
a) Data kuantitatif (interval-rasio)
b) Berasal dari populasi yang berdistribusi normal
3. Uji normalitas
Menurut Ghozali (2008). Tujuan dari uji normalitas adalah
sebagai berikut :
a) Mengetahui apakah masing-masing variabel berdistribusi
normal atau tidak . uji normalitas diperlukaan karena untuk
melakukan pengujian-pengujian variabel lainnya yang
mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi
normal. Jika asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi
tidak valid dan statistik parametric tidak dapat digunakan.
b) Uji statistik yang digunakan untuk uji normalitas data dalam
penelitian ini adalah uji normalitas.
Sebelum melakukan uji statistik, data diuji untuk
menentukan distribusi normal atau tidak. Untuk uji
normalitas data, distribusi datanya normal jika ρ value
>0,05. Untuk mengetahui apakah distribusi data normal
atau tidak secara analisa menggunakan uji shapiro wilk
test (digunakan untuk sampel <50) (dahlan,2013). Pada
penelitian ini menggunakan uji shapiro-wilk test karena
sampel <50 responden. jika data tidak berdistribusi normal,
maka digunakan uji alternatif wilcoxon signed rank test.

E. Etika Penelitian
Penelitian kesehatan pada umumnya dan penelitian kesehatan
masyarakat pada khususnya menggunakan manusia sebagai objek yang
diteliti disatu sisi, dan sisi lain manusia sebagai peneliti atau yang
melakukan penelitian. Hal ini berarti bahwa ada hubungan timbal balik
antara orang yang diteliti dan orang yang meneliti (Notoatmodjo,2014).
Dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti menekankan masalah
etika meliputi :
1. Informed consent (lembar persetujuan)
Informed consent merupakan bentuk persetujuan antara peneliti
dan responden penelitian dengan memberikan lembar persetujuan.
Tujuan informed consent adalah agar subjek mengerti maksud dan
tujuan penelitian, mengetahui dampaknya. Jika bersedia maka
responden harus menandatangani lembar persetujuan, jika responden
tidak bersedia maka peneliti harus menghormati hak responden
(Hidayat, 2008).
2. Anonimity (tanpa nama)
jaminan dalam penggunaan subjek penelitian dengan cara
memberikan atau tidak mencantumkan nama responden pada lembar
alat ukur dan hanya menuliskan kode pada lembar pengumpulan data
(Hidayat, 2008).
3. Confidentiality (kerahasiaan)
Memberikan kerahasiaan hasil penelitian, baik informasi maupun
masalah – masalah lainnya. Semua informasi yang telah dikumpulkan
dijamin kerahasiaanya oleh peneliti, hanya kelompok data tertentu
yang akan dilaporkan pada hasil riset (Hidayat, 2008)
F. Alur Penelitian
Gambar 3.4
Alur Penelitian
Populasi

N = 47

Sample
N = 36

Kelompok kontrol Kelompok intervensi

N= 18 N = 18

Pengecekan awal Pengecekan awal nyeri


nyeri (pre test) (pre test)

Diberi perlakuan terapi


relaksasi benson selama
2 minggu dan sehari satu
kali selama 10 menit

Pengecekan akhir Pengecekan akhir nyeri

nyeri (post test) (post test)

Analisa data

Penyajian data
G. Jadwal Penelitian
Terlampir