Anda di halaman 1dari 5

SOAL-JAWAB WHOLE OF GOVERNMENT (WOG)

1. Bagaimanakah konsep Whole-of-Government ?


a. penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif
pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang
lebih luas guna capaian tujuan pembangunan
b. penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif
pemerintahan bersifat sektoral dalam ruang lingkup koordinasi guna capaian
tujuan pembangunan
c. penyelenggaraan pemerintahan tanpa menyatukan upaya-upaya kolaboratif
pemerintahan bersifat sektoral dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas
guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan
d. penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif
pemerintahan bersifat sektoral dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas
guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan

2. Dikatakan Whole-of-Government jika terdapat ciri-ciri yaitu:


a. Lintas sektoral, lintas batas negara
b. Adanya tujuan bersama, terpadu
c. Pengembangan kebijakan, sektoral
d. Untuk pelayanan publik, sektoral

3. Bagaimana proses evolusi publik administration management sehingga lahir


konsep Whole-of-Government
a. OPA-NPM-MPS-WoG
b. OPA-MPS-NPM-WoG
c. NPM-MPS-OPA-WoG
d. OPA-NPM-NPS-WoG

4. Alasan faktor eksternal munculnya Whole-of-Government adalah sebagai berikut,


kecuali:
a. Siloisme/Ego sektoral
b. Adanya konflik kepentingan
c. Tuntutan masyarakat atas pelayanan publik yg lebih baik
d. Adanya paradigma pelayanan

5. Bagaimana Whole-of-Government dilakukan?


a. Kolaborasi sektoral
b. Membentuk tim Ad Hock
c. Membentuk lembaga koordinasi khusus
d. Kolaborasi sosial

6. Mengapa dilakukan koordinasi?


a. Tercapai tujuan organisasi karena peran unsur manajemen
b. Terjadi kekacauan pekerjaan dan cekcok ada juru damainya
c. Tugas, pekerjaan dan kegiatan sektoral mencapai tujuan
d. Pekerja dan pekerjaan selaras tujuan organisasi
7. Tipe hubungan integrasi dalam Whole-of-Government dalam bentuk apa saja?
a. Aliansi strategis-Merger
b. Join Planning-Koordinasi
c. Satelite-Union
d. Join working-Join Venture

8. Kasus buaya muara yang sering muncul di pantai pariwisata Lasiana,


memunculkan rasa tidak aman dan tidak nyaman bagi pengunjung pantai pada
khususnya dan masyarakat Kota Kupang pada umumnya, ditambah lagi data
korban jiwa akibat konflik buaya dan manusia semakin meningkat. Hal ini
ditenggarai diakibatkan habitat hidup alami buaya muara di Kabupaten Kupang
mengalami kerusakan. Hutan mangrove luasannya menurun signifikan akibat
kegiatan pembukaan lahan tambak garam. Meningkatnya kegiatan pertanian di
Kabupaten Kupang turut menambah tingkat kerusakan habitat alami buaya muara
disebabkan proses pencucian lahan dimana air tercemar pembasmi hama
pertanian seluruhnya dibuang ke sungai. Disamping itu dampak dari pemboman
ikan oleh nelayan turut merusak terumbu karang sebagai tempat pemijahan dan
pembesaran ikan. Kompleksitas permasalahan konflik buaya muara dan manusia
dapat diselesaikan menggunakan konsep WoG oleh sektor-sektor yaitu:
a. Kampus, Balitbang, Polri, TNI, Kelurahan Lasiana, NGO, Walhi, Pemerhati LH
b. BKSDA, Din.Pariwisata, Din. Pertanian, Din. Kelautan, Polri, Kampus, BLHD
c. BKSDA, NGO, Walhi, Polri, Din. Peternakan, Din. Pendidikan, BKPMD, TNI
d. Kelurahan Lasiana, Walikota Kupang, Polri, Pemerhati LH, BLHD, TNI, Litbang

9. Mengapa Whole-of-Government sulit dilaksanakan, diantaranya adalah:.....


a. Lemahnya pemimpin dan komunikasi
b. Komunikasi tidak tuntas dan Keengganan berinteraksi
c. Berpikir sektoral dan visioner
d. Tidak butuh pihak lain, mau menang sendiri

10. Masalah-masalah yang sering dijumpai dalam koordinasi, antara lain adalah:
a. Perbedaan orientasi tujuan dan waktu
b. Tidak ada formalitas struktur dan orientasi pribadi
c. Perbedaan orientasi antar pribadi dan orientasi hasil
d. Perbedaan pada faktor produksi dan market

11. Lima Pola tahapan pelayanan publik adalah:


a. Teknis Fungsional-layanan satu atap-layanan satu pintu-layanan terpusat-
layanan elektronik
b. Teknis Fungsional- layanan satu pintu-layanan satu atap- layanan terpusat-
layanan elektronik
c. Layanan satu atap-layanan satu pintu-layanan terpusat- Teknis Fungsional-
layanan elektronik
d. Layanan satu pintu-layanan satu atap-layanan terpusat- Teknis Fungsional-
layanan elektronik
12. Manfaat dari Whole-of-Government yang dirasakan adalah:
a. Sharing informasi, akuntabilitas, jujur
b. Kolaborasi, koordinasi, kerja sama
c. Transparan,kondusif, kolaborasi
d. Koherensi kebijakan, efisiensi, daya saing

13. Best practices Whole-of-Government di Indonesia hingga tingkat Kab./Kota


adalah seperti layanan:
a. Dukcapil, Agraria, e-Gov, Kelurahan online
b. Samsat, Perijinan Satu Pintu, Dukcapil, Pos Pelintas Batas
c. Pos Pelintas Batas, Layanan Play Store, Samsat, online Banking
d. e-Gov, Kelurahan online, LPSE, ULP, Procurement online

14. Prinsip pelayanan publik sesuai PermenPAN No. 63 tahun 2003 diantaranya
adalah sebagai berikut:
a. Kesederhanaan, Kepastian waktu, Kenyamanan
b. Kejelasan, Akurasi, Kapabilitas
c. Fasilitas, Keamanan, Kesederhanaan
d. Tanggung jawab, Sopan, Kepedulian

15. Kasus tumpang tindihnya kegiatan fisik sektoral PDAM, Telkom, PLN dan Dinas
Pekerjaan umum menyebabkan selalu muncul galian di jalan raya tak
berkesudahan, menurut konsep Whole-of-Government dapat diselesaikan
dengan
a. Koordinasi tipe penyertaan
b. Koordinasi tipe Join Planning
c. Integrasi tipe Join Venture
d. Integrasi tipe Satelit

16. Pada saat proses PPDB online salah satu persyaratan yang harus dipenuhi
oleh peserta adalah malampirkan fotocopy akta kelahiran, kartu keluarga
yang dilegalisir, karena singkatnya waktu pendaftaran PPDB online
menyebabkan membludaknya masyarakat yang membutuhkan layanan
legalisir, hal ini dapat diantisipasi sejak dini dengan konsep WoG yaitu:
a. Koordinasi tipe penyertaan dengan pihak Kecamatan
b. Koordinasi tipe Join Planning dengan pihak Kecamatan
c. Integrasi tipe Join Working dengan pihak Kecamatan
d. Integrasi tipe Satelit dengan pihak Kecamatan

17. Lima pola implementasi pelayanan publik adalah layanan :


a. Satu atap, satu pintu, terpusat, teknis manjerial, layanan elektronik
b. Teknis fungsional, satu atap, satu pintu, terpusat, layanan elektronik
c. Satu atap, satu pintu, terpusat, administrasi pemerintahan, layanan elektronik
d. Satu atap, satu pintu, terpusat, teknis manjerial, layanan non elektronik
18. Dalam konsep WoG, layanan kesehatan yang diselenggarakan oleh rumah
sakit tergolong implementasi jenis layanan apakah?
a. Pelayanan reguasi
b. Pelayanan publik
c. Pelayanan barang
d. Pelayanan jasa

19. Masalah yang sering dijumpai saat koordinasi adalah sebagai berikut, kecuali:
a. Perbedaan dalam orientasi terhadap tujuan tertentu
b. Tidak adanya perbedaan waktu
c. Struktur yang dapat berperan secara informal
d. Pribadi menjadi penyatu dan perekat

20. Koordinasi tidak mudah dilakukan, diantaranya adalah disebabkan karena


a. Munculnya kepercayaan yang kuat
b. Kepemimpinan yang visioner
c. Tidak berpikir komprehensif
d. Komunikasi yang efektif
KUNCI JAWABAN
1. A 11. A
2. B 12. D
3. D 13. B
4. C 14. A
5. C 15. B
6. D 16. C
7. D 17. B
8. B 18. D
9. B 19. A
10. A 20 C