Anda di halaman 1dari 8

ASKEB AKSEPTOR BARU KB IUD

Diposting oleh Unknown di 05.45

ASUHAN KEBIDANAN
PADA NY “F” AKSEPTOR BARU KB IUD
DI PUSKESMAS DUDUKSAMPEYAN
GRESIK

Tanggal Pengkajian : 11 mei 2013


I. PENGKAJIAN
A. DATA SUBJEKTIF
1. Biodata
Nama ibu : Ny “ F ” Nama Suami : Tn “ J ”
Umur : 36 Tahun Umur : 40 Tahun
Suku/ Bangsa : Jawa/ Indonesia Suku/ Bangsa :Jawa/ Indo
Agama : Islam Agama : Islam
Poendidikan : SMA Pendidikan : SMA
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Swasta
Alamat : kaliombo
No. Tlp. :-

2. Keluhan utama
Ibu mengatakan ingin memakai KB IUD

3. Riwayat menstruasi
a. Haid
Menarche : 14 th
Siklus : 7-8 hari
Banyaknya : 3 kotex/ hari
Warnanya : merah kehitaman
Baunya : anyir
Keluhan : tidak ada
Fluor albus : tidak
b. Riwayat kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi yang lalu

No kehamila Persalinan Anak Nifas KB


. n
K usia jns Pnlg Tmp Pnyl BB/P se H/ Pnyl ASI
e t t B ks M t
1. 1 9 Spt Bidan BPS - 2800 Pr H - 6 Sntik
bln B /48 7 bln 3 bln
thn
1 2 9 Spt Bidan BPS - 2900 Pr 2,5 - 6 IUD
bln B /49 thn bln

4. Riwayat kesehatan klien dan keluarganya


a. Riwayat kesehatan klien
Ibu mengatakan tidak mempunyai penyakit menular, menurun dan menahun. Seperti : Asma,
jantung, DM, Hipertensi, TBC, dan Gemeli
b. Riwayat kesehatan keluarga
Ibu mengatakan tidak ada keluarga yang mempunyai penyakit menular, menurun dan menahun.
Seperti : Asma, jantung, DM, Hipertensi, TBC, dan Gemeli
5. Riwayat KB yang lalu
Ibu mengatakan sejak setelah kelahiran anaknya menggunakan KB suntik 3 bulan selama 4
tahun, setelah anak ke-2 ibu ingin menggunakan KB IUD
6. Riwayat social Budaya
Ibu mengatakan tetap dekat dengan keluarga dan masyarakat
7. Riwayat social budaya keluarga
Ibu mengatakan keluarga tetap dekat dengan masyarakat
8. Riwayat spiritual
Ibu mengatakan tetap mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa
9. Pola kebiasaan sehari – hari
a. Pola Nutrisi
Ibu mengatakan makan 3x/hari dengan porsi nasi dengan lauk dan sayur, minum air putih 7-8
gelas per hari
b. Pola Aktivitas
Ibu mengatakan melakukan kegiatan rumah tangga dengan dibantu suami dan keluarga
c. Pola Istirahat
Ibu mengatakan tidur malam ±8 jam dan tidur siang ±1 jam per hari tanpa ada keluhan
d. Pola Eliminasi
Ibu mengatakan BAK ±6-7x/hari dan BAB ±1x/hari tanpa ada keluhan
e. Pola Personal Hygiene
Ibu mengatakan mandi 2x/hari, gosok gigi setiap mandi, keramas 3x/minggu, ganti baju setiap
selesai mandi
f. Pola Seksual
Ibu mengatakan melakukan hubungan seksual 2-3x/minggu.

B. DATA OBYEKTIF
1. Pemeriksaan Fisik Umum
a. Keadaan umum : baik
b. Kesadaran : composmentis
Tekanan darah : 120/80 mmHg
Denyut nadi : 84 x/menit
Pernafasan : 20 x/menit
Suhu : 36,50 C
c. BB : 68 kg
d. TB : 157 cm
2. Pemeriksaan fisik khusus
a. Kepala :simetris, tidak terdapat benjolan, bersih
b. Muka : tidak pucat, tidak ada perubahan warna kulit, tidak oedema
c. Hidung : bentuknya simetris, tidak ada pembesaran polip, tidak ada
pernafasan cuping hidung
d. Telinga : bentuknya simetris, pengeluaran serumen normal
e. Mulut : mukosanya lembab, tidak ada pembesaran tonsil
f. Leher : tidak ada pembesaran kelenjar thyroid, tidak ada pembesaran
vena jugularis, tidak ada keterbatasan gerak
g. Payudara : simetris, bentuk puting normal, tidak ada nyeri, tidak ada
benjolan abnormal
h. Ketiak : tidak ada pembesaran kelenjar limphe
i. Perut : tidak ada nyeri tekan, tidak ada tanda-tanda kehamilan
j. Genetalia : tidak ada varices, tidak ada kondiloma
k. Anus : tidak ada haemoroid
l. Ekstrimitas : simetris, tidak oedema, tidak varicestidak pucat/cyanosis pada
ujung jari

II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH


Diagnosa : Ny “ F ” akseptor baru KB IUD
Ds : ibu mengatakan sekarang waktunya suntik implan
Do : Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
TTV : - TD : 120/ 80 mmHg
- N : 84 x/ menit
- S : 36,50 C
- RR : 20 x/menit
Masalah : Tidak ada

Kebutuhan dasar :
Tidak ada

III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL


Tida ada
IV. KEBUTUHAN TINDAKAN SEGERA
Tidak ada

V. PLANNING
Tujuan :
Setelah dilakukan asuhan kebidanan selama 60 menit diharapkan ibu sudah mengerti tentang
penjelasan bidan dan ibu mendapatkan KB IUD

Kriteria hasil :
- Ibu mendapatkan KB IUD
- Ibu mengerti penjelasan bidan

Rencana tindakan
1. Jelaskan hasil pemeriksaan
R/ agar ibu menegetahui kondisinya
2. Jelaskan efek samping KB IUD
R/ Menambah pengetahuan ibu
3. Anjurkan pada ibu untuk mengisi inform consent
R/ Bukti tertulis atas tindakan yang dilakukan.
4. Siapkan tempat, alat dan pasien.
R/ Mempercepat proses tindakan
5. Lakukan pencabutan dan pemasangan KB IUD / AKDR
R/ Mencegah terjadinya kehamilan.
6. Anjurkan pada ibu untuk melakukan kontrol ulang 4 minggu lagi.
R/ Memastikan bahwa KB IUD masih tetap terpasang.
7. Lakukan pencatatan pada buku register dan kartu ibu
R/ pendokumentasian sebagai bukti tertulis dari tindakan nyang telah dilakukan

VI. IMPLEMENTASI
Tanggal : 11 Mei 2013
1. Menjelaskan hasil pemeriksaan pada pasien, bahwa keadaan ibu saat ini baik dalam dalam
kondisi normal
2. Menjelaskan efek samping dari KB IUD tersebut yaitu :
 kejang
 Benang hilang
 perdarahan pervaginam ( spotting )
 perubahan siklus haid
3. Menganjurkan pada ibu untuk mengisi inform consent sebagai bukti tertulis dari tindakan medis
yang dilakukan.
4. Menyiapkan tempat, alat dan pasien
 Persiapan tempat
- Tempat tidur bersih dan rapi
- Menutup tirai / sampiran untuk menjaga privasi klien
 Persiapan alat / instrumen untuk pencabutan AKDR
- Bivalve speculum (kecil, sedang atau besar).
- Tanpontang.
- Mangkuk untuk larutan antiseptik.
- Sarung tangan (yang telah di DTT atau disterilkan).
- Cairan antiseptik (misal : betadin) untuk membersihkan serviks.
- Kain kasa atau kapas
- Sumber cahaya yang cukup untuk menerangi serviks.
- Pengait IUD / CuT 380A
Persiapan alat / instrumen untuk pemasangan AKDR
- Bivalve speculum (kecil, sedang atau besar).
- Tenakulum
- Sonde uterusanpontang
- Gunting
- Mangkuk untuk larutan antiseptik
- Sarung tangan (yang telah di DTT atau disterilkan).
- Cairan antiseptik (misal : betadin) untuk membersihkan serviks.
- Kain kasa atau kapas
- Sumber cahaya yang cukup untuk menerangi serviks.
- Copper T 380a IUD yang masih belum rusak dan terbuka.
 Persiapan pasien
Membantu klien naik ke meja ginekologi dan menganjurkan pada ibu untuk melepas pakaian
bawah terlebih dahulu, lalu posisikan ibu dengan posisi litotomi.
5. Pemasangan KB IUD / AKDR
 Langkah – langkah pemasangan AKDR Copper T 380 A
Langkah I
- Jelaskan kepada klien tentang tindakan yang akan dilakukan.
- Pastikan klien telah mengosongkan kandung kemih.
Langkah II
- Periksa genitalia eksterna.
- Lakukan pemeriksaan speculum untuk memeriksa adanya cairan vagina, servisitis.
- Lakukan pemeriksaan panggul untuk menentukan besar, posisi, konsistensi dan mobilitas uterus.
Langkah III
- Memasukkan lengan AKDR Copper T 380 A di dalam kemasan sterilnya.
Langkah IV
- Masukkan speculum, usap vagina dan serviks dengan larutan antiseptik untuk mencegah infeksi.
- Gunakan tenakulum untuk menjepit serviks.
Langkah V
- Masukkan sonde uterus sekali masuk (tehnik tanpa sentuh) untuk menentukan posisi uterus dan
kedalaman kavum uteri.
Langkah VI
- Pasang AKDR Copper T 380 A. Atur letak leher biru pada tabung inserter sesuai dengan
kedalaman kavum uteri. Hati – hati memasukkan tabung inserter sampai leher biru menyentuh
fundus atau sampai terasa ada tahanan. Lepas lengan AKDR dengan menggunakan tehnik
menarik. Tarik keluar pendorong. Setelah lengan AKDR lepas,, dorong secara perlahan – lahan
tabung inserter ke dalam kavum uteri sampai leher jahe menyentuh serviks. Tarik keluar
sebagian tabung inserter, potong benang AKDR kira – kira 3 – 4 cm panjangnya.
Langkah VII
- Buang bahan – bahan habis pakai yang terkontaminasi sebelum melepas sarung tangan.
- Bersihkan permukaan yang tetrkontaminasi.
Langkah VIII
- Lakukan dekontaminasi alat – alat dan sarung tangan dengan segera setelah selesai dipakai.
Langkah IX
- ajarkan pada klien bagaimana memeriksa benang AKDR untuk mengurangi risiko kehamilan
akibat AKDR yang hilang.
- Minta klien menunggu di klinik selama 15 – 30 menit setelah pemasangan AKDR untuk
mengamati apabila terjadi rasa sakit yang amat sangat pada perut, mual atau muntah sehingga
mungkin AKDR perlu dicabut bila dengan analgesik ringan (aspirin atau ibuprofen) rasa sakit
tersebut tidak hilang.
- Menganjurkan pada ibu untuk melakukan kotrol ulang 4 minggu lagi atau pada tanggal 28 juni
2013, untuk memastikan AKDR masih tetap terpasang.

VII. EVALUASI
Tanggal : 11-05-2013 Jam : 12.00 WIB

S : Ibu mengatakan sudah mengerti tentang penjelasan yang di berikan oleh bidan dan
ibu mendapatkan KB IUD
O : ibu mampu mengulang kembali penjelasan yang di berikan oleh petugas
Ibu mendapatkan KB IUD
A : Ny “ F ” akseptor baru KB IUD
P : Anjurkan ibu untuk kembali 1 minggu lagi atau terjadi keluhan yang di rasakan oleh ibu