Anda di halaman 1dari 22

ASUHAN KEBIDANAN

PADA NY.S P2A0 DANGAN NIFAS NORMAL


DI BPS ENGGAL SARAS SUKOHARJO
2008

Disusun oleh :
ENDRI
2006.054

AKADEMI KEBIDANAN MAMBA`UL `ULUM SURAKARTA


2008
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmad dan hidayahnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas pencapaian
target kasus dengan judul " Asuhan Kebidanan Pada Nifas Normal ". maklah ni kami
susun sedemikian rupa agar pembaca dapat memanfaatkan makalah dengan baik.
Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna, untuk itu penulis
mengharap kritik dan saran yang membangun demi terciptanya makalah yang
sempurna.
Adapun terselesainya makalah ini atas bimbingan, bantuan dan kerjasama dari
beberapa pihak. Untuk itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih
kepada :
1. Henik Istikhomah SST Direktur Akademi Kebidanan Mamba'ul 'Ulum
Surakarta.
2. Henik Istikhomah SST, selaku pembimbing kasus
3. Ibu Supadmi selaku pembimbing lahan.
4. Bapak dan ibu tercinta yang telah memberikan semangat, dorongan dan
bantuannya.
5. Teman-teman dan semua pihak yang telah membantu dalam penuisan
makalah.

Surakarta, 2008

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Pada saat angka kematian bayi dan ibu didindonesia masih sangat tinggi.
Menurut survey demografi dan kesehatan Indonesia (SPKI) 1994, angka kematian
ibu (AKI) 390 per 100.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi (AKB)
adalah 40 per 1000 kelahiran hidup. Jika dibandingkan dengan neagara-negara
lain, maka kematian ibu di indonesia adalah 15 kali kematian ibu di Malaysia, 10
kali lebih tinggi dari Thailand dan 5 kali lebih tingi dari pada Filipina. (Saifudin,
Abdul Bari. Buku Acuan Nasional Pelayanan Material dan Neonatal.2001).
Masa nifas adalah dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-
alat kandungan kembali seperti sebelum hamil. Asuhan masa nifas diperlukan
dalam periode ini karena merupakan masa kritis baik ibu dan bayinya.
Diperkirakan bahwa 60 % kematian ibu akibat kehamilan terjadi setelah
persalinan dan 50 % kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam. Dengan tingginya
prosentase kematian ibu bahwa paling sedikit 4 kali kunjungan masa nifas
dilakukan untuk menilai status ibu dan bayi baru lahir serta mencegah,
mendeteksi, menangani masalah-masalah yang terjadi (Saifudin, Abdul Bari.
Buku Acuan Nasional Pelayanan Material dan Neonatal.2001).
Sebagai bidan harus mampu memberikan asuhan kebidanan pada akseptor KB
sesuai kopetensi yang ke 2:Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi
pendidikan kesehatan yang tanggap terhadap budaya dan pelayanan menyeluruh
di masyarakat dalam rangka untuk meningkatkan kehidupan keluarga yang
sehat,perencanaan kehamilan dan kesiapan menjadi orang tua.
Berdasarkan latar belakang diatas penulis merasa tertarik untuk mengambil
judul asuhan kebidanan pada ibu nifas Ny S di BPS ENGGAL SARAS SKH.

1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Setelah pembelajaran klinik mahasiswa mendapatkan pengalaman nyata
dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada Ny S Nifas normal dengan
menggunakan pendekatan manajement kebidanan menurut Hellen Varney.

1.2.2 Tujuan Khusus


1.2.2.1 Dapat menerapkan praktek sesuai yang didapat.
1.2.2.2 Mampu melakukan diagnosa kebidanan, masalah dan kebutuhan
pada ibu nifas normal.
1.2.2.3 Mampu membuat rencana tindakan pada ibu nifas normal.
1.2.2.4 Mampu melaksanakan rencana tindakan sesuai dengan yang
direncanakan pada ibu nifas normal.
1.2.2.5 Mampu melakukan evaluasi perkembangan pada ibu nifas normal.
BAB II
TINJAUAN TEORI

2.1 Pengertian
Masa nifas (puerperium) adalh masa pulih kembali mulai dari pelepasan
plasenta sampai alat-alat kandungan kembali seperti sebelum hamil. Lama masa
nifas adalah 6-8 minggu (Saifudin, 2002 : 122).

2.2 Tujuan Asuhan Masa Nifas


2.2.1 Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologis.
2.2.2 Melaksanakan screening yang komprehensif, mendeteksi masalah,
mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya.
2.2.3 Meberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan dini, nutrisi,
keluarga berencana, menyusui, pemberian imunisasi kepada bayinya dan
perawatan bayi sehat.
2.2.4 Memberikan pelayanan KB.

2.3 Periode Masa Nifas


Masa nifas dibagi dalam 3 periode yaitu :
2.3.1 Perperium Dini
Yaitu kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan
dalam agama islam dianggap sudah bersih dan boleh bekerja setelah 40 hari.
2.3.2 Perperium Intermediet
Yaitu kepulihan menyeluruh alat-alat genetalia yang lamanya 6-8 minggu.
2.3.3 Remote Perperium
Adalh waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama ibu
yang mempunyai komplikasi bermingu-minggi, berbulan-bulan dan
bertahun-tahun.

2.4 Perubahan Fisiologi Masa Nifas


2.4.1 Perubahan Uterus

INVOLUCIO TFU Berat Uterus


Bayi lahir Setinggi pusat 1000 gram
Uri lahir 2 jari dibawah pusat 750 gram
1 minggu Pertengahan pusat dan 500 gram
syimpisis
2 minggu Tidak teraba diatas 350 gram
syimpisis
6 minggu Bertambah kecil 50 gram
8 minggu Sebesar normal 30 gram

Pengeluaran dari uterus setelah partus disebut Lochea.


Lochea dibagi menjadi 4 macam yaitu :
a. Lochea rubra berisi darah segar dan sisa-sisa selaput ketuban, sel-sel
desidua, vernik cosesoa selama 2 hari pasca persalinan.
b. Lochea sanquilenta : berwarna merah kuning, berisi darah dan lender
pada hari ke 3-7 pasca persalinan.
c. Lochean serosa : berwarna kuning, cairan berdarah lagi, pada hari 7-
14 pasca persalinan.
d. Lochea aliba : cairan berwarna putih setelah 2 minggu.

2.4.2 Perubahan Pada Servik dan Vagina


Setelah partus servik agak menganga seperti corong berwarna merah
kehitaman. Konsistensinya lunak, kadang-kadang terdapat perlukaan kecil.
Setelah bayi lahir, tangan masih bias masuk kedalam rongga rahim, setelah 2
jam dapat dilalui 2-3 jari setelah 7 hari hanya dapat dilalui 1 jari. Pada
minggu ketiga post partum ruqae mulai tampak lagi.

2.4.3 Saluran Pencernaan


Produksi progesteron meningkat selama kehamilan berefek merangsang
jaringan saluran pencernaan berakibat otot-otot pada saluran cerna lambat
berkontraksi sampai membuat sering sembelit-sembelit terjadi 1-2 minggu
setelah partus.
2.4.4 Saluran Kenang
Dinding kandung kenang memperlihatkan oedema dan hiperanemia kandung
kencing dalam puerperium kurang sensitive dan kapasitasnya bertambah
sehingga kandung kemih penuh atau sudah kenang masih tertinggal urine
dan ini dapat menyebabkan infeksi.
2.4.5 Perubahan Sistem Endokrin
Setelah plasenta lepas hormone estrogen dan progesteron mempercepat
pengembalian fungsi ovarium, apabila ibu menyusui secara ekslusif kadar
prolaktin meningkat menekan fungsi FSH sehingga terjadi ovarium tertunda.
2.4.6 Perubahan Tanda-tanda Vital Sign
a. Suhu rubis partus meningkat karena kehilangan cairan dan kelelahan.
b. Nadi meningkat karena kelelahan/pendarahan.
c. Tensi biasanya menurun karena pendarahan.
2.5 Perawatan Pasca Persalinan
2.5.1 Mobilisasi
Ibu istirahat, tidur terlentang selama 8 jam pasca persalinan. Kemudian
boleh miring-miring untuk mencegah trombosis dan tromboemboli. Pada
hari ke-2 diperbolehkan duduk, hari ke-3 jalan-jalan dan hari ke-4 dan 5
sudah diperbolehkan pulang, tetapi tergantung pada komplikasi persalinan
nifas dan sembuhnya luka.
2.5.2 Gizi
Makanan harus bergizi dan cukup kalori
2.5.3 Miksi dan Defikasi
Miksi hendaknya dapat dilakukan sensivi secepatnya, BAB/defikasi harus
dilakukan 3-4 hari pasca persalinan.
2.5.4 Perawatan Payudara
Dimulai sejak wanita hamil supaya putting susu lemas, tidak keras dari
persiapan untuk menyusui bayinya.

2.5.6 Laktasi
Sejak kehamilan telah terjadi perubahan-perubahan pada kelenjar mamae
yaitu :
a. Prolifersi jaringan pada kelenjar-kelenjar alveoli dan jaringan lemak
bertambah.
b. Pengeluaran cairan susu dari duktus laktiferus disebut colostrums.
c. Hipervaskularisasi pada permukaan dan bagian dalam dimana ven-
vena berdilatasi ssehingga tampak jelas.
d. Setelah persalinan pengaruh supresi estrogen dan progesterone
hilang. Maka timbul hormon laktogenik (LH) atau prolaksis.
Produksi akan banyak sesudah 2-3 hari pasca persalinan.
Isapan pada putting susu merupakan rangsangan psikis yang menyebabkan
produksi ASI akan lebih banyak. Sebagai efek positif involusi uteri lebih
sempurna.
ASI merupakan makanan utama bayi, menyusui sangat baik untuk
mendekatkan rasa kasih saying antara ibu dan bayi.

2.5.7 Pemeriksaan Pasca Persalinan


Pemerikasaan post natal meliputi :
a. Pemeriksaan umum
b. Keadaan umum
c. Payudara
d. Dinding perut, perineum, kandung kemih, rectum
e. Secret yang keluar
f. Keadaan alat kandungan

2.5.7 Nasehat Untuk Ibu Post Natal


a. Fisioterapi post natal sangat baik bila diberikan
b. Sebaiknya bayi disusui
c. Untuk kesehatan ibu dan keluarga sebaiknya ikut keluarga
berencana
d. Mengimunisasikan bayi

2.5.8 Senam Nifas


Bertujuan :
a. Mengurangi rasa sakit padaotot-otot
b. Mengencangkan otot perut dari perineum
c. Memperbaiki peredaran darah
d. Melancarkan pengeluaran lechea
e. Mempercepat involusi uteri
f. Menghendaki kelainan (seperti : emboli dan trombosis)
BAB III
TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY .S DENGAN NIFAS NORMAL

RS/Unit : BPS Enggal Saras SKH Tgl/Jam Masuk : 17 maret 08/02.00 WIB
Bidan : Supadmi

3.1 PENGKAJIAN
Tanggal / Jam :10-09-2008 / 13.00 WIB
A. Data Subyektif
1. Biodata
1. Nama Ibu : Ny. S
Umur : 35 Tahun
Suku / Bangsa : Jawa / Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : IRT
Alamat : Bulu ,Sukoharjo

Nama Ayah : Tn. K


Umur : 39 Tahun
Suku / Bangsa : Jawa / Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Swasta
Alamat : Bulu , Sukoharjo
2. Alasan Masuk
Ibu mengatakan habis melahirkan anaknya merasa lemah ,perut
mules ,nyeri pada bekas jahitan
3. Data Kebidanan
a. Riwayat Kehamilan, persalinan, dan nifas yang lalu ;
No GPA Umur Masalah Tgl/Th Tempat Jenis Penolong penyulit Keadaan
kehamilan Kehamilan Portus Portus Persalinan persalinan sekarang
anak hidup
1. P2A0 40 Mg Tidak ada 2004 RB Spontan Bidan - Hidup

2. P2A0 Sekarang

Anak Keadaan Nifas Keterangan

Jenis BB PB Keadaan Sekarang Laktasi Pendarahan Infeksi


Kelamin Lahir
Laki- 2500 gr 48 Hidup Hidup Ya - -
laki cm

e. Riwayat Kehamilan dan Persalinan sekarang


1. G2 Pi Ao Anak hidup : Satu
Masa Gestasi : 40 Minggu
Kelainan selama hamil : Tidak ada
2. Tanggal Persalinan : 17-03-2008. Jam : 00.50 WIB
Jenis Persalinan : Spontan
Lama Persalinan : Kala I : 8 jam
Kala II : 20 menit
Kala III : 5 menit
Kala IV : 2 jam
Pendarahan Kala I : 30 cc
Kala II : 60 cc
Kala III : 125 cc
Kala IV : 85 cc
Jumlah : 300 cc
Penyulit dalam persalinan : Tidak ada
Penolong : Bidan
3. Keadaan Anak
Anak : Hidup
Jenis Kelamin : Laki-laki
APGAR SCORE
APGAR SCORE 1 Menit 5 Menit 10 Menit
Denyut Jantung 2 2 2
Pernafasan 1 1 2
Tonus 2 2 2
Peka Rangsangan 1 2 2
Warna 2 2 2
Total 8 9 10

BB dan PB : 2700 kg / 48 cm
Keadaan Tali Pusat : Masih basah Segar
Kelainan Kongenital : Tidak ada
Minum ASI / PASI : ASI
4. Rawat Gabung : Ya
Alasan : Keadaan Ibu dan Bayinya sudah baik, inisiasi
dini karena bayi minum ASI
5. Data Kesehatan
a. Riwayat kesehatan keluarga
Ibu mengatakan bahwa didalam keluaraga tidak ada yang
menderita penyakit menular, menurun atau menahun seperti,
HIV, AIDS, HEPATITIS, HIPERTENSI, ASMA, EFILEPSI,
JANTUNG dll.
b. Riwayat Kesehatan Yang lalu
Penyakit yang pernah dialami : Ibu mengatakan bahwa ia
tidak mempunyai jenis
penyakit
Operasi yang pernah dialami : Ibu mengatakan bahwa tidak
pernah operasi
c.Riwayat Kesehatan Sekarang
 Keluhan Utama : Ibu merasakan perutnya mules
 Penyakit yang diderita :
 Jantung : Tidak
 TBC : Tidak
 Asma : Tidak
 DM : Tidak
 Hipertensi : Tidak
 Hepatitis : Tidak
 Epilepsi : Tidak
 Penyakit Kelamin
o GO : Tidak
o Sypilis : Tidak
o AIDS : Tidak
o Lain-lain : Tidak
6. Data Kebiasaan Sehari-hari ( post partum )
a.Nutrisi
Variasi makanan dalam satu minggu : Selang-seling
Kualitas makanan : Baik
Makanan Pantang : Tidak ada
b. Eliminasi
o BAB : Belum
Keluhan : Tidak ada
Frekuensi :-
Warna :-
Konsistensi :-
o BAK : Sudah
Keluhan : Ibu masih Takut jika ingin BAK
Frekuensi : 1x
Jumlah : ± 200 cc
Warna : Kuning
c. Istirahat
Tidur : 8 Jam / Hari
Keluhan : Tidak ada
d. Personal Hiqiene
Mandi : 2x / Hari
Keramas : 3 x / Minggu
Sikat Gigi : 2 x / Hari
Ganti Pakaian : 1 x / Hari
Keluhan : Tidak ada
7. Data Psikolo / Spiritual
a.Psikologi
 Tanggapan Ibu terhadap kelahiran
Ibu mengatakan bahwa ia sangat bahagia dan lega
Tanggapan suami / keluarga atas kelahiran bayinya
Ibu mengatakan bahwa suami dan keluarga bahagia atas
kelahiran putra yang kedua
Dukungan yang diberikan suami / Keluarga
Suami sangat mendukung dengan menemani istrinya
selama persalinan
Rencana menyusui bayinya : ya, segera setelah
melahirkan sampai bayinya berusia 1,5 tahun.
Pengetahuan Ibu tentang menyusui
Ibu mengatakan bahwa ia sudah tahu manfaat ASI
sebagai nutrisi yang paling tepat untuk bayinya
Perawatan Payudara :
Ibu mengatakan bahwa Ibu sudah tahu cara merawat
dan membersihkan payudara
Makanan Bayi
Ibu sudah tahu makanan yang tepat untuk bayinya yaitu
ASI dan akan memberikan makanan tambahan setelah
bayi berusia 6 bulan
Perawatan Bayi
Ibu sudah tahu dan berpengalaman merawat bayi
Pengetahuan Ibu tentang senam nifas
Ibu mengatakan ia belum begitu paham tentang manfaat
senam nifas
 Rencana mengasuh dan merawat bayi oleh :
Ibu akan mengasuh dan merawat bayinya sendiri
b. Sosial
Hubungan antar manusia : Baik
Kegiatan social : Baik
Rekreasi : Kadang-kadang
c. Spiritual
Kegiatan agama : Ibu sering ikut acara keagamaan seperti
pengajian dan shalat 5 waktu
d. Kontrasepsi
 Kontrasepsi yang pernah digunakan : KB suntik 5 bulan
Keluhan : Tidak ada
 Rencana ber KB : Segera setelah nifas
Alat : KB suntik
Tanggapan suami : Mendukung
 Jumlah anak yang di inginkan : 2 anak
e.Budaya
 Kebiasaan/adat yang berkaitan dengan :
Kehamilan : Acara 7 bulanan
Persalinan : -
Nifas :-
Bayi baru lahir : Slametan

B. Data Obyektif
1. Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan umum : Baik Kesadaran : Compos Mentis
b. Keadaan yang mencolok : Tidak ada
c. Tanda-tanda Vital
TD : 130/80 mmHg
Nadi : 88 x/menit
Suhu : 36 C
Pernafasan : 24 x/menit

2.Kepala dan Leher


Wajah: Tidak Oedema
Mata
Conjungtinya : Tidak Pucat
Sclera : Tidak kuning
Hidung: Tidak ada Polyp
Telinga
Simetris : Ya
OMP/OMA : Tidak ada
Gusi : Warna kemerahan, tidak ada Oedema
Gigi : Tidak ada karang gigi, tidak ada caries
Bibir : Simetris, warna kemerahan, tidak ada lesi,
lembab, tidak ada pembengkakan
Leher
Kelenjar Thyroid : Tidak ada pembengkakan
Pembuluh Lymfe : Tidak ada pembengkakan
3.Payudara
Bentuk dan ukuran : Simetris
Keadaan Putting: Menonjol
Hyperpigmentasi : Ya
Pengeluaran : Ya, Colastrum
Benjolan : Tidak ada
K6B Oxila : Tidak ada pembesaran
4.Abdomen
Luka bekas Operasi : Tidak ada
Tinggi Fundus Uteri : Setinggi Pusat
Kontraksi : Baik
Konsistensi : Keras
5.Tangan dan Kaki
Edeme :
Kuku Jari : Tidak Pusat
Varices : Tidak ada
Reflek Patella :+/+

6.Genetalia Eksoterna
Vagina : Varices : Tidak ada
Infeksi : Tidak ada
Cairan : Tidak ada
Oedem : Tidak ada
Kelenjar Bartholini : Edema : Tidak ada
Massa/Kista : Tidak ada
Cairan : Tidak ada
7.Pengeluaran Pervaginam
Darah : Ada
Warna Lochea : Merah kehitam Jenis : Rubra
Banyaknya : ± 100 cc
Baunya : Amis
8.Perinium dan Anus
Luka Episiotomi / Jahit : Ada
Keadaan luka : Tidak infeksi
Tanda Radang : Tidak ada
Anus : Tidak Hemoroid
9.Pemeriksaan Laboratorium
H6: 11,3 gr %

C. Pengobatan
a. Obat-obatan yang di berikan
Metil Ergometrin :3x1
Moxigra :2x1
Naturelag :3x1

3.2 INTREPRETASI DATA


Tanggal/Jam : 17-3-2008 / 03.00 WIB
Diagnosa Kebidanan : Ibu Ny. S umur 35 tahun P2Ao 3 jam post partum normal
Dasar : S : Ibu melahirkan anak yang ke 2 tanggal 17-3-2008 normal
O : TFU setinggi pusat, kontraksi uterus baik, PPV Lochea rubra 6 jam
post partum ± 75 cc
KU : Baik
Kesadaran : Compos Mentis
TD : 130/80 mmHg R : 24 x /menit
S : 36,5º C N : 88 x /menit
-Terdapat luka pada perineum
-Kontraksi uterus baik
-Konsisten keras
-Lokhea Rubra warna merah segar ,bau amis
- Bayi lahir spontan ,hidup ,peremouan ,AS 8/9/10
,BB:2700gram .PB:48 cm
- Anus berlubang.
3.3 DIAGNOSA POTENSIAL dan ANTISIPASI
Tidak ada

3.4 TINDAKAN SEGERA


Tidak ada

3.5 RENCANA TINDAKAN


Tanggal : 17-03-2008 Jam : 03.30 WIB
 Observasi KU,VS,PPV dan kontraksi uterus tiap 6 jam
 Jelaskan keluhan yang dirasakan ibu adalh hal yang normal
 Anjurkan ibu menysui bayinya sedini mungkin
 Anjurkan pada ibu cara menyusui yang baik dan benar
 Anjurkan pada keluarga untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu dan
bayi
 Anjurkan ibu untuk istirahat cukup
 Berikan konseling KB
 Berikan diit TKTP dan anjurkan ibu untuk menghabiskan porsi makan
yang diberikan
 Anjurkan ibu untuk menjaga personal hygiene

3.6 IMPLEMENTASI
Tanggal : 17-03-2008 Jam : 04.00 WIB
 Mengobservasi KU,VS,PPV dan kontraksi uterus tiap 6 jam
 MengaAnjurkan ibu menysui bayinya sedini mungkin
 Menganjurkan pada ibu cara menyusui yang baik dan benar
 Menganjurkan pada keluarga untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu
dan bayi
 Menganjurkan ibu untuk istirahat cukup
 Memberikan konseling KB
 Memberikan diit TKTP dan anjurkan ibu untuk menghabiskan porsi
makan yang diberikan
 Menganjurkan iibu untuk menjaga personal higiene

3.7 EVALUASI
Tanggal : 17-03-2008 Jam : 08.00 WIB
 KU,VS,PPV dan kontraksi uterus normal
 Ibu paham dengan penjelasan yang diberikan tentang rasa mules yang
dirasakan adalah normal pada wanita setelah bersalin
 Ibu sudah bisa menyusui bayinya
 Ibu sudah paham cara menyusui yang baik dan benar
 Keluarga selalu didekat ibu, membantu makan, minum dan mengganti
popok saat bayi BAB dan BAK
 Ibu akan KB setelah masa nifas
DATA PERKEMBANGAN
Tanggal : 17-03-2008 Jam : 14.00 WIB
S : Ibu mengatakan masih mengeluarkan darah dari vagina
Ibu mengatakan ia sudah mulai baerjalan dan menggendong
O : Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Compos Mentis
TD : 120/70 mmHg R : 22 x/menit
S : 36,5ºC N : 88 x/menit
Kontraksi Uterus Baik
TFU : 3 jari dibawah pusat
A : Ibu nifas P2Ao umur 35 tahun post partum 6 jam
P : Observasi KU + VS serta PPV
 Anjurkan ibu untuk terus menyusui bayinya
 Anjurkan ibu untuk istirahat cukup
 Memberikan diit TKTP dan menganjurkan ibu untuk menghabiskan
makanan yang diberikan
Beri tahu ibu tentang senam nifas
Beri tahu ibu perawatan payudara,
BAB IV
PENUTUP

4.1 KESIMPULAN
Setelah penulis melakasanakan asuhan kebidanan dengan nifas normal maka
penulis mendapatkan pengetahuan serta dapat menerapkan asuhan kebidanan pada
ibu nifas normal mulai dari pengkajian samai evaluasi.
Selama melaksanakan proses asuhan kebidanan tersebut, penulis mengalami
hambatan dalam menentukan kebutuhan yang tepat bagi pasien karena dalam
melaksanakan dalam melaksanakan pengkajian kurang begitu mendalam.
4.1.1 Dengan menggunakan manajemen kebidanan menurut varney dalam
meningkatkan kemampuan bidan dalam hal pengetahuan ,ketrampilan dan
sikap yang harus dilakukan dalam pemberian asuhan kebidanan secara tepat
,cermat menyeluruh sebagain proses yang sistematis
4.1.2 Setelah dilakukan pengkajian selama 2 hari pada NY.S dengan nifas
normal .Ny S dalam persalinan yang lalu dalam batas normal
Ibu dan keluarga sangat senang atas kelahiran anak yang ke 2 ini
Ibu sudah mengerti cara perawatan bayi sehari hari
Ibu sudah mengerti cara perawatan payudara
Menganjurkan ibu menyusui bayinya
Menganjurkan ibu menjaga personal hygiene
Menjelaskan tujuan senam nifas
Evuluasi KU dan VS dalam batas normal

4.2 SARAN
4.2.1 Bagi Tenaga Kesehatan
Hendaknya dalam melaksanakan pengkajian harus mendalam. Sehingga
dapat menentukan kebutuhan yan tepat pada pasien nifas dengan anemi.
4.2.2 Bagi Ibu Nifas
Hendaknya mau melaksanakan anjuran yang telah dianjurkan oleh tenaga
DAFTAR PUSTAKA

Rustam Moctar. 1995. Sinopsis Obsetri I, cetakan N. Jakarta : EGC


Syaifudin, A. B. 2002. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan
Neonatal. Jakarta, YBP. Sarwono