Anda di halaman 1dari 4

1.

Teknik 5W 1H

Anda tidak harus memakai semuanya, Anda cukup memakai what, why & how. Jika sebagian
orang memulai dari what maka ketika presentasi saya selalu memulai dengan whay (why you
must learn from me?, why you must learn slide design).

Hal itu juga yang saya terapkan didalam buku slide design mastery. Karena “why” yang
membuat audiens ingin belajar dan tetap mendengarkan presentasi Anda.

Setiap kali Anda presentasi audiens akan bertanya dalam diri mereka

mengapa saya harus mendengarkan Anda, apa yang saya dapat.

Audiens tidak perduli dengan Anda mereka hanya perduli pada manfaat yang bisa mereka
daparkan dari presentasi Anda. Jawaban dari “why” akan menentukan apakah audiens akan
lanjut memperhatikan presentasi Anda atau tidak.

Jadikan jawaban “why” sebagai sebuah alasan kuat yang membuat audiens rugi jika tidak
memperhatikan presentasi Anda, lihat contoh berikut ini:

– Topik: Mendesain Slide Presentasi

 Poin Utama pertama: Why

Kenapa Anda harus belajar desain slide?

Jelaskan setidaknya tiga alasan kenapa audiens harus belajar mendesain slide presentasi, bisa
diperkuat dengan cerita, pengalaman pribadi maupun data-data hasil penelitian.

 Point Utama kedua: What

Desain slide itu yang seperti apa?

Jelaskan yang dimaksud dengan desain itu seperti apa? Apa yang membedakan slide yang
didesain dan yang tidak, bagaimana pandangan para ahli tentang desain slide.

 Point Utama ketiga: How

Bagaimana cara mendesain slide?

Jelaskan bagaimana cara mendesain slide, apa langkah-langkah yang harus dilakukan, bagaimana
aplikasinya. Semisal untuk mendesain slide kita harus memasukkan tiga unsur, yaitu:

 Simple
 Clarity
 Visual
Ajak audiens untuk ikut terlibat, berikan contoh disetiap sub point yang disampaiakan dan
berikan ilustrasi untuk mempermudah audiens dalam memahami.

2. Teknik Problem Solution

Matode ini adalah dengan cara memberi kesadaran pada audiens tentang masalah yang sedang
mereka hadapi.

Ditahap awal Anda jelaskan dulu masalahnya supaya audiens sadar bahwa hal tersebut memang
benar-benar masalah yang sedang mereka hadapi.

Ditahap selanjutnya baru Anda jelaskan solusinya, jadi presentasi Anda adalah jawaban dari
permasalahan yang sedang audiens hadapi. Jika audiens menyadari presentasi Anda sebagai
solusi maka presentasi Anda akan diperhatikan sampai akhir.

Ketika saya menggunakan metode ini didalam presentasi saya selalu menyelipkan 1 point
diantara problem solution yaitu penyebabnya apa, dengan penambahan unsur “sebab” maka itu
akan memperkuat kesan bahwa ini benar-benar masalah yang harus segera diatasi oleh
audiens, lihat contoh berikut ini:

– Topik: Menampilkan Presentasi Yang Memukau

 Poin Utama pertama: Problem

95% presentasi didunia membosankan, bahkan menurut pakar presentasi dunia Guy Kawasaki:

95% of presentations is suck. OK, maybe I’m exaggerating. It is actually 99%”.

Banyak perusahaan yang gagal mendapatkan proyek karena presentasi mereka yang kurang
memuaskan. Banyak sales yang produknya ditolak karena tidak bisa mempresentasikan
produknya dengan baik.

Bisa jadi perusahaan maupun produk Anda adalah yang terbaik tapi jika Anda tidak bisa
mempresentasikannya secara tepat maka nilai jualnya belum maksimal.

 Point Utama kedua: Because

Banya presenter yang tidak tahu cara presentasi yang efektif dan memukau, sehingga presentasi
yang dilakukan hanya sekedar gugur kewajiban dan hasilnya presentasi yang dilakukan tidak
mampu menarik minat audiens untuk bekerja sama atau membeli produk.

 Point Utama ketiga: Solution

Presenter harus belajar melakukan presentasi yang memukau, minimal ada tiga aspek yang harus
dipelajari untuk bisa melakukan presentasi yang memukau.
 Planning, harus bisa menyusun materi presentasi yang mudah dimengerti
 Design, memiliki kemampuan mendesain slide presentasi berkelas dunia
 Delivery, mampu menyampaikan presentasi yang menyenangkan

3. Teknik Segitiga

Teknik ini paling sederhana, Anda hanya perlu menjelaskan rincian materi yang Anda
presentasikan dengan memberikan poin-point, bisa berbentuk cara, pilihan atau alternative
tindakan. Jelaskan satu persatu kepada audiens, lihat contoh berikut ini:

– Topik: Bagaimana menjadi seorang ahli dibidang yang Anda geluti?

Ada tiga langkah untuk menjadi seorang ahli dibidang yang Anda geluti, apapun profesi Anda
tiga langkah ini bisa Anda praktiknya untuk mempercepat meningkatkan keahlian.

 Poin Utama pertama: Belajar dari yang terbaik

Cari tahu siapa yang sudah terbukti berhasil dibidang yang sedang Anda tekuni, belajarlah
padanya maka keahlian Anda akan lebih cepat meningkat

 Point Utama kedua: Larut sepenuhnya

Fokus, luangkan waktu lebih banyak untuk belajar. Larutkan diri Anda sepenuhnya, jangan
setengah-setengah karena keahlian hanya diperoleh dengan belajar sepenuh hati.

 Point Utama ketiga: pengulangan dengan jeda

Mana yang lebih efektif?, dalam 1 tahun hanya belajar 1 bulan full atau belajar setiap hari hanya
1 jam selama 1 tahun. Yang lebih efektif adalah yang melakukan pengulangan yang konsisten
yaitu belajar 1 jam setiap hari.

Untuk memperkuat isi presentasi Anda silahkan pelajari juga

Brainstorming, fungsinya untuk membantu Anda menemukan ide yang sesuai dengan materi
yang ingin dibahas.

Aturan Tiga, fungsinya untuk mempermudah Anda meringkas materi sehingga lebih mudah di
ingat audiens

Pembuka

Bagian pembuka menjelaskan topik yang hendak dibahas. Inilah bagian yang paling penting
dalam sebuah presentasi, karena di sinilah Anda menciptakan motivasi kepada audiens untuk
menyimak. Anda harus bisa menjelaskan mengapa mereka perlu mendengarkan Anda. Mereka
ingin mengetahui “what’s in it for me” (apa yang membuat hal tersebut penting buat saya).
Baca Juga: Bagaimana Meningkatkan Presentasi Anda ke Level yang Lebih Tinggi

Anda perlu menyusun pembukaan yang kuat, sehingga audiens termotivasi untuk menyimak. Ini
sekaligus juga akan membantu menciptakan momentum bagi keseluruhan isi presentasi untuk
Anda sampaikan.

Isi

Ini adalah bagian di mana Anda menjelaskan topik yang hendak dibahas. Perhatikanlah: ketika
berusaha menyerap informasi baru, audiens memiliki rentang daya ingat yang terbatas.

Seorang presenter yang baik akan teliti. Ia memilih informasi apa yang penting dan perlu
disampaikan kepada audiens. Ia juga menentukan informasi mana yang tidak terlalu penting dan
dapat dihilangkan dari pembahasan. Presenter, terutama yang ahli dalam topiknya, biasanya
terjebak dengan berusaha menjelaskan semuanya dengan selengkap-lengkapnya.

Ingat, audiens bukanlah Anda, yang mungkin sudah belajar dan menjalani topik tersebut selama
bertahun-tahun. Mereka baru akan mendengarkannya untuk pertama kalinya, dan Anda hanya
punya waktu 30 menit sampai satu jam untuk menjelaskannya.

Pilihlah informasi mana yang penting dan mana yang merupakan pelengkap.

Penutup

Pembukaan yang baik akan menyalakan semangat dan motivasi audiens. Di sisi lain, fungsi
penutup adalah untuk membuat pesan Anda diingat audiens ketika presentasi berakhir. Di sinilah
saat Anda harus memastikan apakah tujuan presentasi Anda berhasil tercapai atau tidak.

Rentang ingatan audiens terbatas. Maka, Anda harus dapat meringkas esensi presentasi Anda
dalam satu kalimat saja, untuk Anda sampaikan. Jika ringkasan ini berhasil diingat oleh audiens,
maka presentasi Anda adalah presentasi yang berhasil, meskipun mungkin mereka melupakan isi
presentasi yang lainnya.

“Anda harus dapat meringkas esensi presentasi Anda dalam satu kalimat saja, untuk diingat
audiens.”

– Muhammad Noer