Anda di halaman 1dari 9

business ethics

Tugas Business Ethics


October 2, 2019

Nama : TEAM 2
Program Study : MM-UGM/ Kelas Eks B 37D
Case : Intel “Rebates” and Other Ways It “Helped” Customers
Dosen pengampu : Eddy Angkawibawa,Dr., M.H,M.M., M.Si, CMA
Anggota :
a. Aditya Sujarminto (18/436887/PEK/24411)
b. Maringan Banjar Nahor (18/437000/PEK/24524)
c. Nixi Tirayoh (18/437027/PEK/24551)
d. Rizky Akbar Wiradhika(18/437052/PEK/24576)
e. Silfia Syakila (18/437059/PEK/24583)

‫بسم ا هيروهان نيروهيم‬

Pendahuluan

1. Mikroprosesor
Microprocessor adalah sebuah central processing unit (CPU) elektronik komputer yang terbuat dari
transistor mini dan sirkuit lainnya di atas sebuah sirkuit terintegrasi semikonduktor. Berikut adalah
karakteristik penting dari mikroprosesor :

 Ukuran bus data internal (internal data bus size)


o Jumlah saluran yang terdapat dalam mikroprosesor yang menyatakan jumlah bit yang
dapat ditransfer antar komponen di dalam mikroprosesor.
 Ukuran bus data eksternal (external data bus size)
o Jumlah saluran yang digunakan untuk transfer data antar komponen antara
mikroprosesor dan komponen-komponen di luar mikroprosesor.
 Ukuran alamat memori (memory address size)
o Jumlah alamat memori yang dapat dialamati oleh mikroprosesor secara langsung.
 Kecepatan clock (clock speed)
o Rate atau kecepatan clock untuk menuntun kerja mikroprosesor.

Business Ethics - Intel “Rebates” and Other Ways It “Helped” Customers


business ethics

 Fitur-fitur spesial (special features)


o Fitur khusus untuk mendukung aplikasi tertentu seperti fasilitas pemrosesan floating
point, multimedia dan sebagainya.
 Juga merupakan pemroses data utama dari komputer.

Dalam masyarakat saat ini kita terpaku pada komputer dan elektronik lain yang serupa dengan
komputer untuk membantu kita sepanjang hari. Untuk pengguna Personal Computer (PC) pengguna
dihadapkan pada 2 pembuat Microprocessor yaitu Intel dan AMD. Sehingga konsumen tidak memiliki
pilihan lain untuk memilih Microprocessor yang digunakan pada personal computer yang mereka gunakan.

GAMBAR PENDAHULUAN.1 MIKROPROSESOR INTEL(KIRI) DAN AMD(KANAN)

2. Intel
Intel Corporation (NASDAQ: INTC) adalah sebuah perusahaan pembuat chip semikonduktor
multinasional Amerika yang berpusat di Santa Clara, California. Intel pembuat chip semikonduktor
terbesar di dunia. Penemu dari mikroprosesor seri x86, prosesor yang ada di sebagian besar komputer
pribadi. Intel Corporation, didirikan pada tanggal 18 Juli 1968.

GAMBAR PENDAHULUAN.2 LOGO PRODUK INTEL

Intel juga membuat chipset motherboard, pengendali jaringan antarmuka dan sirkuit terpadu , flash
memory, chip grafis, prosesor, dan perangkat lain yang berkaitan dengan komunikasi dan komputasi.
Didirikan oleh perintis semikonduktor Robert Noyce dan Gordon Moore dan sering dikaitkan dengan
kepemimpinan eksekutif dan visi Andrew Grove, Intel menggabungkan kemampuan desain chip canggih
dengan kemampuan manufaktur terdepan. Meskipun Intel awalnya dikenal terutama untuk insinyur dan
ahli teknologi, kampanye iklan tahun 1990-an yang "Intel Inside" berhasil dan nama prosesor Pentium
sebagai merk dagangnya.

Business Ethics - Intel “Rebates” and Other Ways It “Helped” Customers


business ethics

3. AMD
Advanced Micro Devices, Inc (NYSE: AMD) atau AMD adalah perusahaan semikonduktor
multinasional Amerika yang berbasis di Sunnyvale, California, yang mengembangkan prosesor komputer
dan teknologi yang terkait untuk pasar konsumen dan komersial. Produk utamanya termasuk
mikroprosesor, chipset motherboard, prosesor tertanam dan prosesor grafis untuk server, workstation dan
komputer pribadi, dan system aplikasi.

GAMBAR PENDAHULUAN.3 LOGO PRODUK AMD

AMD adalah pemasok terbesar kedua global mikroprosesor berdasarkan arsitektur x86 dan juga salah satu
pemasok terbesar graphics processing unit. Hal ini juga memiliki 8,6% dari Spansion, pemasok non-
volatile flash memory. AMD adalah pesaing signifikan untuk Intel di pasar (CPU) central prosesor untuk
komputer pribadi(berbasis x86). Bersama-sama mereka memegang 99,1 persen (80,3% Intel, AMD 18,8%)
dari CPU yang dijual untuk kuartal tiga 2011. Sejak mengakuisisi ATI pada tahun 2006, AMD dan
pesaingnya Nvidia telah mendominasi pasar unit prosesor grafis diskrit (GPU), bersama-sama membuat
pasar naik hampir 100%.

4. Resume Kasus
Bukankah kita sering menggunakan “seiring berkembangnya teknologi”? Ya, dunia kita memang sedang
demam teknologi. Personal Computer (PC), Laptop, semua orang demam akan kedua teknologi tersebut.
Semua orang merasa butuh memilikinya. Implikasinya tentunya banyak perusahaan akan berlomba-lomba
membangun PC dan Laptop untuk kemudian dijual demi memenuhi kebutuhan konsumen di seluruh dunia.

Setiap PC, setiap laptop, kesemuanya membutuhkan adanya prosesor, mikroprosesor lebih tepatnya. Intel
ialah sebuah perusahaan mikroprosesor yang sangat besar dan memiliki market share sebesar 70% di
seluruh dunia. Peringkat kedua dipegang oleh AMD dengan market share 20%. Namun sebagai akibat dari
besarnya pengaruh Intel pada pasar, Intel menciptakan barriers to entry yang membuat banyak bisnis lain
tak dapat memasuki bisnis mikroprosesor ini, termasuk juga AMD, yang mampu memproduksi
mikroprosesor yang mampu bersaing secara kualitas dengan Intel namun dengan harga jauh lebih murah.

Hal-hal yang Intel lakukan ialah menerapkan sistem “rebates” atau “payback” bagi perusahaan manufaktur
PC/laptop yang menggunakan produk intel untuk produksi PC/laptop mereka. Hanya saja payback tersebut
ternyata hanyalah kedok dari uang yang akan diberikan Intel bagi perusahaan yang bersedia untuk tidak
menggunakan AMD lagi sebagai prosesor bagi PC/laptop yang mereka buat. Terlebih lagi, Intel

Business Ethics - Intel “Rebates” and Other Ways It “Helped” Customers


business ethics

mengancam jika perusahaan manufaktur PC/laptop tersebut masih menggunakan AMD sebagai prosesor
bagi PC/laptopnya, Intel tidak akan menyuplai mereka dengan prosesor Intel, yang mana kini pasar bagian
tertentu masih bergantung kepada prosesor dari Intel.

Kemudian hal lain yang dilakukan oleh Intel ialah sesuai dengan hasil gugatan Federal Trade Commisssion
(FTC) dari Amerika Serikat, Intel telah melakukan “monopolisasi secara ilegal”, “cara berkompetisi yang
tidak adil”, serta “perilaku dan praktik mengelabui dalam perdagangan” dengan mengubah compiler yang
mereka buat sehingga program yang dikembangkan dengan PC/laptop dengan prosesor Intel akan berjalan
secara sempurna di PC/laptop dengan prosesor Intel namun tidak akan berjalan baik apabila dijalankan
pada PC/laptop dengan prosesor AMD. Selain itu, Intel juga menyediakan library kepada para
pengembang software yang bertujuan untuk membuat program yang mereka buat untuk tidak berjalan
dengan baik apabila dijalankan pada mikroprosesor AMD.

Business Ethics - Intel “Rebates” and Other Ways It “Helped” Customers


business ethics

Pembahasan dan Analisis


1. Apakah Intel melakukan sebuah monopoli pasar?
2. Apakah “rebates” yang dilakukan Intel etis/tidak etis?
3. Apakah perilaku Intel dengan mendatangi software developer untuk memasang library dan
compiler yang dimaksudkan tersebut etis/tidak etis?
4. Apakah Intel telah melanggar Sherman Antitrust Act?

1. Intel & Monopoli Pasar


Tidak termasuk memonopoli pasar, karena ciri-ciri pasar monopoli adalah :

 Satu penjual dominan yang mengontrol semua atau sebagian dari produk di pasaran, dan tidak ada
hambatan untuk membuat perusahaan lain keluar,
 Penjual memiliki kekuatan untuk mengatur jumlah dan harga produk di pasar,
 Penjual dapat mengekstrak keuntungan monopoli dengan memproduksi kurang dari ekuilibrium
dan mengstur harga produknya.

Intel adalah perusahan terbesar dalam bisnis PC microprocessor serta menjadi market leader dengan 70%
market share pada tahun 2005. Intel Corp menyalahgunakan kekuasaan sebagai market leader dan coba
memonopoli dengan cara menekan perusahaan komputer untuk membeli prosesor dari siapa pun kecuali
Intel. Dengan menyalahgunakan kekuasaan mereka Intel membayar perusahaan komputer Jepang (Sony,
Nec, Toshiba) untuk tidak membeli prosesor dari AMD (Advanced Micro Devices). Dalam studi kasus ini
ada beberapa bukti bahwa Intel berusaha untuk menciptakan monopoli. Pertama, Intel mengembangkan
dan mematenkan mikroprosesor baru yang secara hukum melarang memakai buatan AMD. Kedua, ketika
AMD menciptakan mikroprosesor yang lebih baik, Intel menawarkan “rebate” dalam bentuk jutaan dolar
untuk perusahaan komputer besar di Jepang. Perusahaan yang menerima “rebate” setuju untuk berhenti
membeli Microprocessor dari AMD. Ketiga, Intel menciptakan kode software untuk menghambat
kemampuan mikroprosesor AMD. Keempat, Intel memberi peringatan dan ancaman kepada computer lain
seperti Dell ketika mereka menolak untuk memboikot AMD

Business Ethics - Intel “Rebates” and Other Ways It “Helped” Customers


business ethics

2. Intel & “Rebates”


Rebate dalam artian sebenarnya seharusnya diberikan kepada pelanggan yang memang membeli prosessor
dari Intel dan hal itu didasari sebagai usahan untuk mempertahankan pelanggannya untuk jangka panjang
di industri personal computer.

Rebates intel etis ketika hal itu diberikan kepada pelanggan yang memang membeli prosessor dari intel dan
hal itu didasari sebagai usaha untuk mempertahankan pelanggan secara jangka panjang. Sedangkan
menjadi tidak etis ketika hal “Rebates” yang Intel lakukan menjadikan produsen komputer “dipaksa” untuk
menghentikan pasokan processor AMD pada produksi produknya.

Berdasarkan prinsip utilitarianisme yang menurut Velasquez adalah semua pandangan yang menyatakan
bahwa tindakan dan kebijakan perlu dievaluasi berdasarkan keuntungan dan biaya yang dibebankan kepada
masyarakat, Rebates intel dianggap tidak etis. Karena Intel menggunakan hal tersebut sebagai timbal balik
atau hadiah untuk produsen komputer di Jepang yang memboikot prosessor AMD. Seluruh kerugian
perusahaan akibat pemboikotan tersebut akan dibayar dengan menggunakan rebates. Intel dinilai tidak etis
karena dengan adanya rebates mengartikan bahwa intel memaksa produsen komputer untuk menghentikan
pasokan pesaingnya yaitu AMD dan hanya menggunakan produk intel saja.

Dell memiliki perjanjian dengan Intel untuk menghentikan penggunaan prosesor AMD. Dell menyadari
bahwa hal tersebut tidak etis tetapi Dell tidak punya pilihan selain mematuhi kontrak tersebut. Kontrak
kesepakaan antara Dell dan Intel seharusnya kontrak yang tanpa paksaan. Disini intel melanggar hak dan
kewajiban kontraktual. Dan intel dinilai tidak etis karena memaksakan dan melanggar hak Dell untuk dapat
memilih. Jika dikaitkan dengan teori dan prinsip utiliratian, Intel disini jelas melanggar peraturan moral.

Jika ditarik kesimpulan Rebates Intel dianggap tidak etis karena :

 Hal itu dilakukan untuk menyingkirkan pesaing mereka dari pasar mikroprosesor.
 Komisi Eropa (EC) mengatakan bahwa hal tersebut merupakan sebagai usaha anti
kompetitif pelanggaran sherman anti-trust
 Hal itu dilakukan Intel membuat perusahaan untuk tidak memasok produk AMD bahkan
membuat perusahaan lain memboikot produk AMD.
 Mengurangi pilihan konsumen dalam memilih produk mikroprosesor.

3. Intel & Compilers


Ya, Intel telah berlaku tidak etis dengan memaksa pengembang-pengembang software dengan memberikan
“library” untuk merusak kinerja software yang mereka buat apabila dijalankan di prosesor AMD.
Sedangkan apabila dijalankan di prosesor milik Intel, program yang mereka buat akan tetap berjalan
sempurna. Begitu juga pada saat Intel memasang compiler pada prosesor mereka sehingga ketika seorang
pengembang software melakukan pengembangan software dan proses compiling menggunakan prosesor
Intel, softwareyang dihasilkan akan berjalan sempurna pada PC/laptop dengan prosesor Intel, namun akan
bermasalah ketika dijalankan pada PC/laptop dengan prosesor AMD.

Business Ethics - Intel “Rebates” and Other Ways It “Helped” Customers


business ethics

Salah satu poin dari Prinsip Perfect Competition Market, ialah “the cost and benefits of producing or
using the goods being exchanged are borne entirely by those buying or selling the goods and not by any
other external parties” dan “all buyers and sellers are utility maximizers: each tries to get as much as
possible for as little as possible”. Intel, ketika memaksa perusahaan software untuk menanamkan library
untuk merusak kinerja software buatan para pengembang pada prosesor AMD, telah melanggar kedua poin
itu. Mengapa?

Ketika seseorang membeli sebuah software, berjalan atau tidaknya software itu, rusak atau tidaknya
software itu ketika dijalankan, harusnya secara utuh tergantung atas kualitas dari software dan software itu
sendiri. Bukan malah ditentukan dari pihak ketiga (dalam hal ini Intel) untuk membuat sebuah program
dapat berjalan ataupun tidak dapat berjalan dalam sebuah laptop berprosesorkan AMD. Hal ini, tentunya,
akan membuat persaingan tidak sehat dan akan berdampak besar jika software yang ditanamkan library
seperti itu ialah software-software penting yang sering digunakan oleh kebanyakan orang dan akan
mempengaruhi perilaku pembelian orang terhadap komputer/laptop berprosesor Intel/AMD.

Lalu point kedua ialah ketika seseorang melakukan penjualan atau pembelian, seseorang itu berhak
memaksimalkan daya guna dari barang yang mereka beli/jual tersebut semaksimal mungkin dengan
usaha/biaya sekecil mungkin. Dalam hal ini, prosesor AMD termasuk prosesor yang mampu bersaing
dengan prosesor Intel dan harga yang ditawarkan untuk penggunaan prosesor AMD juga mampu
menyaingi prosesor Intel. Maka sudah sepantasnya dan selayaknya seseorang berhak memilih untuk
menggunakan/membeli sebuah laptop/komputer dengan prosesor AMD saja, karena menurutnya sudah
mencukupi kebutuhan yang ia inginkan dan harga yang harus ia tanggung lebih kecil dibandingkan sebuah
laptop/komputer dengan prosesor Intel. Sehingga ketika seseorang tesebut tidak dapat memaksimalkan
daya guna dari prosesor AMD yang seharusnya dapat bersaing dengan Intel karena suatu program tidak
dapat berjalan di prosesor AMD karena library yang menyebabkan demikian, Intel telah melanggar prinsip
Perfect Competition Market.

Sehingga yang Intel lakukan dengan memasang library ataupun compiler yang menyebabkan software
tidak dapat berjalan di prosesor AMD ialah tidak etis.

4. Intel & Sherman Antitrust Act


The Sherman Antitrust Act dibagi menjadi tiga bagian yaitu bagian 1 menunjukkan dan melarang perilaku-
perilaku anti kompetitif secara spesifik, dan bagian 2 menjelaskan penawaran dengan hasil akhir yang anti
kompetitif. Dengan demikian, setiap bagian melengkapi satu sama lain dalam mengupayakan pencegahan
bisnis yang melanggar Undang-Undang. Sedangkan bagian 3 hanya perluasan dari bagian 1 untuk kawasan
teritorial US dan kawasan distrik Kolombia.

Bagian 1:

"Setiap kontrak, kombinasi dalam bentuk kepercayaan atau sebaliknya, atau konspirasi, yang mengekang
perdagangan atau perdagangan antara berbagai Negara, atau dengan negara-negara asing, dinyatakan
ilegal."

Business Ethics - Intel “Rebates” and Other Ways It “Helped” Customers


business ethics

Bagian 2:

"Setiap orang yang akan memonopoli, atau mencoba untuk memonopoli, atau menggabungkan atau
berkonspirasi dengan orang atau orang lain, untuk memonopoli bagian dari perdagangan atau perdagangan
antara berbagai Negara, atau dengan negara-negara asing, akan dianggap bersalah melakukan kejahatan.”

Berdasarkan The Sherman Antitrust Act, Intel telah melanggar Bagian 1 dan Bagian 2 dari teori
tersebut. Pelanggaran Bagian 1 ditunjukkan dengan upaya Intel untuk memaksa produsen komputer
sebagai pelanggan utama dan Intel juga memberikan diskon pembayaran tunai secara langsung ataupun
berupa subsidi pemasaran jika mereka tidak memakai AMD dalam produksi mereka. Sedangkan produsen
komputer yang telah bersepakat dengan Intel melalui kontrak kerja yang isinya mengekang para produsen
untuk menggunakan produk selain Intel. Hal tersebut tidak jauh berbeda dengan tindakan untuk mencoba
memonopoli perdagangan di bidang IT, tetapi tindakan yang dilakukan Intel bertujuan untuk melindungi
pelanggan mereka agar tidak berpindah ke produk yang lain.

Business Ethics - Intel “Rebates” and Other Ways It “Helped” Customers


business ethics

Kesimpulan
 Cara-cara berbisnis yang dilakukan oleh Intel membuat Intel melakukan monopoli secara
ilegal, berkompetisi secara tidak adil, membuat iklim persaingan menjadi persaingan tidak
sempurna, sehingga merugikan pelanggan pada akhirnya.
 Kegiatan Intel dalam menawarkan rebates/payback bagi perusahaan manufaktur PC/laptop
ialah kegiatan yang tidak etis dikarenakan rebates yang dimaksud ternyata hanyalah kedok
agar terjadi pemutusan hubungan kerjasama dan suplai dari produsen komputer tersebut
terhadap suplai prosesor AMD, sehingga secara tidak langsung memaksa produsen untuk
membeli komputer dengan prosesor Intel saja tanpa pilihan yang lain. Dengan kata lain,
konsumen dipaksa menanggung harga prosesor Intel yang jauh lebih mahal daripada
prosesor lain tanpa terdapat pilihan lain bagi konsumen.
 Cara Intel dalam menerapkan compiler dan library yang merusak program yang
dikembangkan oleh pengembang software saat dijalankan di AMD ialah cara berbisnis yang
tidak etis, underhanded, dan tidak dapat diperbolehkan dalam free market economy. Karena
sesuai dengan teori free market economy, berjalan atau tidaknya, baik atau tidaknya sebuah
software ketika seseorang beli seharusnya hanya bergantung pada kualitas dari software itu
sendiri, bukan karena pihak ketiga seperti yang terjadi pada kasus ini. Oleh sebab itu,
pembeli maupun pengembang tidak mampu memaksimalkan daya guna dari barang yang
mereka beli/jual.

Intel telah melanggar bagian satu dan bagian dua dari Sherman Antitrust Act. Pelanggaran ditunjukkan
dengan upaya Intel untuk memaksa produsen komputer untuk tidak menggunakan prosesor AMD dengan
tawaran “rebates” mereka. Sehingga terjadi upaya untuk memonopoli dan menciptakan barrier bagi
perusahaan lain seperti AMD untuk mampu bersaing di tanah yang sama.

Business Ethics - Intel “Rebates” and Other Ways It “Helped” Customers