Anda di halaman 1dari 5

JENIS – JENIS IKATAN KRISTAL

Ikatan kristal menyangkut interaksi ikatan antara atom, khususnya elektron terluar dari atom-
atom kristal bersangkutan. Tidak ada gaya inti yang terlibat. Berkenaan dengan itu besar energi
ikatan ada di daerah harga energi ikatan elekron terluar dari atom. Beberapa elektron volt.
Syarat utama yang harus dipenuhi dalam membentuk padatan adalah terjadinya susunan yang
rapat. Susunan atom dalam kristal ditentukan oleh pembentukan sistem yang memiliki harga
energi potensial yang minimum, melalui :

1) Penyesuaian konfigurasi elektron paling luar dari atom


2) Penempatan atom-atom pembentuk kristal menurut susunan obyek matematika yang
memiliki keberkalaan dan kesatangkupan dalam ruang tiga dimensi yang berukuran
tidak berhingga (kisi).

Ikatan kristal terbagi dua kategori.

Kategori utama terdiri dari tiga macam ikatan :

1) Ikatan ionik

Ikatan ionik merupakan ikatan ini terjadi karena adanya tarik-menarik antara dua ion yang
berlawanan tanda. Ion itu sendiri terbentuk karena salah satu atom yang akan membentuk
ikatan memberikan elektron kepada atom pasangannya yang memiliki kemampuan untuk
menerima elektron. Dengan demikian terjadilah pasangan ion positif dan ion negatif, dan
mereka saling terikat terbentuk dari hasil interaksi elektrostatik (gaya coulomb) antara ion
positif dan negatif.

Ikatan ionik biasanya terjadi antara atom-atom yang mudah melepaskan elektron
(logam-logam golongan utama) dengan atom-atom yang mudah menerima elektron (terutama
golongan VIA den VIIA). Unsur yang cenderung melepaskan elektron adalah unsur logam
sedangkan unsur yang cenderung menerima elektron adalah unsur non logam.
a.) Golongan alkali (IA) [kecuali atom H] dengan golongan halogen (VIIA)
Contoh : NaF, KI, dan CsF
b.) Golongan alkali (IA) [kecuali atom H] dengan golongan oksigen (VIA)
Contoh : Na2S, Rb2S, dan Na2O
c.) Golongan alkali tanah (IIA) dengan golongan oksigen (VIA)
Contoh : CaO, BaO, Mg
Ciri – ciri senyawa umum ion :
a.) Titik didih dan titik lelehnya tinggi
b.) Keras, tetapi mudah patah
c.) Penghantar panas yang baik
d.) Lelehan maupun larutannya dapat menghantarkan listrik (elektrolit)
e.) Larut dalam air
f.) Tidak larut dalam pelarut/senyawa organik (misal : alkohol, eter, benzena)

2) Ikatan kovalen

Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi karena pemakaian pasangan elektron secara
bersama oleh 2 atom yang berikatan. Ikatan kovalen terjadi akibat ketidakmampuan salah 1
atom yang akan berikatan untuk melepaskan elektron (terjadi pada atom-atom non logam).
Ikatan kovalen terbentuk dari atom-atom unsur yang memiliki afinitas elektron tinggi serta
beda keelektronegatifannya lebih kecil dibandingkan ikatan ion. Atom non-logam cenderung
untuk menerima elektron sehingga jika tiap-tiap atom non logam berikatan maka ikatan yang
terbentuk dapat dilakukan dengan cara mempersekutukan elektronnya dan akhirnya terbentuk
pasangan elektron yang dipakai secara bersama. Pembentukan ikatan kovalen dengan cara
pemakaian bersama pasangan elektron tersebut harus sesuai dengan konfigurasi elektron pada
unsur gas mulia yaitu 8 elektron (kecuali He berjumlah 2 elektron).
Ikatan kovalen terbagi menjadi 3 yaitu :
a.) Ikatan Kovalen Tunggal
Ikatan kovalen tunggal yaitu ikatan kovalen yang memiliki 1 pasang PEI.
Contoh : H2, H2O

b.) Ikatan Kovalen Rangkap Dua


Ikatan kovalen rangkap 2 yaitu ikatan kovalen yang memiliki 2 pasang PEI.
Contah : O2, CO2

c.) Ikatan Kovalen Rangkap Tiga


Ikatan kovalen rangkap 3 yaitu ikatan kovalen yang memiliki 3 pasang PEI.
Contoh : N2

3) Ikatan logam
Ikatan logam adalah ikatan yang terbentuk akibat adanya gaya tarik-menarik
yang terjadi antara muatan positif dari ion-ion logam dengan muatan negatif dari
elektron-elektron yang bebas bergerak. Atom-atom logam dapat diibaratkan seperti
bola pingpong yang terjejal rapat satu sama lain. Atom logam mempunyai sedikit
elektron valensi, sehingga sangat mudah untuk dilepaskan dan membentuk ion positif.
Maka dari itu kulit terluar atom logam relatif longgar (terdapat banyak tempat kosong)
sehingga elektron dapat berpindah dari satu atom ke atom lain. Mobilitas elektron
dalam logam sedemikian bebas, sehingga elektron valensi logam mengalami
delokalisasi yaitu suatu keadaan dimana elektron valensi tersebut tidak tetap posisinya
pada 1 atom, tetapi senantiasa berpindah-pindah dari 1 atom ke atom lain.

Elektron-elektron valensi tersebut berbaur membentuk awan elektron yang

menyelimuti ion-ion positif logam. Struktur logam seperti gambar di atas, dapat

menjelaskan sifat-sifat khas logam yaitu :


a.) Berupa zat padat pada suhu kamar, akibat adanya gaya tarik-menarik yang cukup

kuat antara elektron valensi (dalam awan elektron) dengan ion positif logam.

b.) Dapat ditempa (tidak rapuh), dapat dibengkokkan dan dapat direntangkan menjadi

kawat. Hal ini akibat kuatnya ikatan logam sehingga atom-atom logam hanya

bergeser sedangkan ikatannya tidak terputus.

c.) Penghantar / konduktor listrik yang baik, akibat adanya elektron valensi yang dapat

bergerak bebas dan berpindahpindah. Hal ini terjadi karena sebenarnya aliran listrik

merupakan aliran elektron.

Serta kategori sekunder yang terdiri dari :

1.) Ikatan Hidrogen

Ikatan hidrogen terjadi ketika sebuah molekul memiliki atom N, O, atau F yang

mempunyai pasangan elektron bebas. Hidrogen dari molekul lain akan berinteraksi dengan

pasangan elektron bebas ini membentuk suatu ikatan hidrogen dengan besar ikatan

bervariasi mulai dari yang lemah (1-2 kJ mol-1) hingga tinggi (>155 kJ mol-1). Kekuatan

ikatan hidrogen ini dipengaruhi oleh perbedaan elektronegativitas antara atom-atom dalam

molekul tersebut. Semakin besar perbedaannya, semakin besar ikatan hidrogen yang

terbentuk. Ikatan hidrogen memengaruhi titik didih suatu senyawa. Semakin besar ikatan

hidrogennya, semakin tinggi titik didihnya. Namun, khusus pada air (H2O), terjadi dua

ikatan hidrogen pada tiap molekulnya. Akibatnya jumlah total ikatan hidrogennya lebih

besar daripada asam florida (HF) yang seharusnya memiliki ikatan hidrogen terbesar

(karena paling tinggi perbedaan elektronegativitasnya) sehingga titik didih air lebih tinggi

daripada asam florida.


2.) Ikatan Van deer Walls

Selain ikatan hidrogen yang merupakan ikatan yang terbentuk antara dipole-dipole

permanen dan merupakan ikatan berarah, terdapat ikatan antar dipole yang terjadi antara

dipole-dipole yang tidak permanen dan disebut ikatan van der Waals. Ikatan ini merupakan

ikatan tak berarah dan jauh lebih lemah dari ikatan hidrogen.

Dipole tidak permanen terbentuk karena pada saat-saat tertentu ada lebih banyak

elektron di satu sisi dari inti atom dibandingkan dengan sisi yang lain. Pada saat-saat itulah

pusat muatan positif atom tidak berimpit dengan pusat muatan negatif dan pada saat-saat

itulah terbentuk dipole. Jadi dipole ini adalah dipole yang fluktuatif. Pada saat-saat dipole

terbentuk, terjadilah gaya tarik antar dipole.

Ikatan van der Waals terjadi antar molekul gas, yang menyebabkan gas

menyimpang dari hukum gas ideal. Ikatan ini pulalah yang memungkinkan gas membeku

pada temperatur yang sangat rendah.