Anda di halaman 1dari 8

ISSN 2088-4842 OPTIMASI SISTEM INDUSTRI

PERANCANGAN FIXTURE PROSES FREIS UNTUK


PRODUKSI KOMPONEN SAMBUNGAN
KARBURATOR
Vivi Yunita Khalid , M Raffi Amira , Fitri Ramawinta, Rosel Mendani , Ivandre
Waspika
Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Andalas Padang
Email: v_yukha@yahoo.com, Amir_90s@yahoo.com, d.sweet_diamondpink@yahoo.com,
rosel1st@yahoo.co.id, vander_maden@yahoo.co.id

Abstract
The tools are designed to assist and simplify the machining process, and increase the
number of products that can be manufactured with quality maintained. The tools
aredesigned to use in the manufacture of the carburetor connection with the Freis.
Freisprocess here to cut the work piece that originally shaped like a rectangle into a
rhombus.The tool is made by using the principle of supporting and supported by the
use ofclamping. Supporting made with a flat surface so that the entire supporting
surface is assumed to touch the entire workpiece. Meanwhile, the use of bolt clamping
aims to unifyworkpieces with supporting so that the workpiece can not be separated
and do not moveduring the machining process takes place. This is evidenced by the
equation forcesgenerated by the clamping, the force generated is positive so that the
proper tool to use.With this tool, production time becomes shorter and the resulting
product is also more precise so that the quality and quantity of product is assured.
Production costs necessaryto complete the carburetor connection is also cheaper than
without using tools.

Keywords: fixture, carburator, freis

1. PENDAHULUAN karburator ini dalam jumlah yang besar,


dengan waktu yang cepat dan kualitas
1.1 Gambaran Umum Produk
produk yang tinggi. Penggunaan mesin
Karburator adalah sebuah alat yang saja tidak cukup untuk memenuhi
mencampur udara dan bahan bakar seluruh tuntutan. Untuk mengatasi
untuk sebuah mesin dalam pembakaran permasalahan ini, maka diperlukanlah
yang ditemukan oleh Karl Benz pada sebuah alat bantu yang dapat menjamin
tahun 1885 dan dipatenkan pada tahun kualitas dari karburator yang dibuat dan
1886. tidak memerlukan biaya yang besar.
Karburator memiliki beberapa fungsi Pembuatan alat bantu untuk
utama, antara lain mengatur besarnya sambungan karburator ini didukung
aliran udara yang masuk kedalam ruang dengan penggunaan supporting dan
bakar, menyalurkan bahan bakar clamping. Pada rancangan ini tidak
dengan jumlah yang tepat sesuai digunakan locator karena
dengan aliran udara yang masuk penggunaannya dapat mengganggu
kedalam ruang bakar sehingga rasio proses pemesinan.
bahan bakar/udara tetap terjaga dan
mencampur aliran udara dan bahan
bakar dengan rata dan sempurna.

Gambar 2. Sambungan Karburator

Gambar 1. Karburator pada Kenda-


raan Bermotor 1.2 Tujuan Khusus Perancangan
Besarnya kegunaan dan fungsi
karburator pada kendaraan bermotor Tujuan khusus dari perancangan
menyebabkan tuntutan yang sangat alat bantu yang akan digunakan untuk
besar terhadap produsen karburator pembuatan sambungan karburator ini
untuk dapat memproduksi produk adalah sebagai berikut :

Perancangan Fixture Proses Freis....(V. Y. Khalid et al.) 45


ISSN 2088-4842 OPTIMASI SISTEM INDUSTRI
`
1. Alat bantu yang dirancang dapat drill diasumsikan sebagai lubang
membantu dalam proses pemesinan yang mempunyai ulir.
sehingga dapat mempercepat waktu 4. Pemotongan keempat sisi pada
produksi. material awal menggunakan proses
2. Alat bantu yang dirancang dapat freis.
meningkatkan kualitas dari produk
yang dibuat.
3. Alat bantu yang dirancang dapat 2. TINJAUAN PUSTAKA
menurunkan biaya produksi.
2.1 Bahan Teknik Produksi
4. Alat bantu yang dirancang dapat
meningkatkan jumlah barang yang Karburator memiliki fungsi yang
diproduksi. menyebabkannya harus selalu bekerja
dilingkungan yang panas. Selain itu
1.3 Batasan Perancangan
sebuah karburator yang baik juga harus
Batasan perancangan dari memiliki ketangguhan yang tinggi
pembuatan alat bantu yang akan sehingga menyebabkannya mempunyai
digunakan untuk pembuatan sifat mekanik tahan aus yang baik.
sambungan karburator ini adalah Untuk menciptakan karburator yang
sebagai berikut : memiliki karakteristik tahan panas dan
1. Alat bantu yang dirancang hanya tahan aus sehingga memiliki kualitas
untuk komponen sambungan yang baik ini, maka material yang
karburator. dipilih adalah baja paduan (alloy steel).
2. Alat bantu yang dirancang untuk
2.2 Proses Produksi
proses freis pada keempat sisi bahan
baku. Proses produksi yang dilakukan
3. Pembuatan alat bantu menggunakan pada komponen berikut adalah :
prinsip supporting dan didukung 1. Proses freis (milling) I
dengan penggunaan clamping, Proses ini dilakukan untuk
dalam rancangan in menggunakan mengurangi ketebalan atau dimensi dari
baut. komponen. Proses freis ini dilakukan
4. Tidak ada sewa mesin untuk mesin dengan menggunakan mesin freis yang
freis yang digunakan. pahat potongnya bermata jamak
5. Tidak ada pembatasan biaya dalam dengan melakukan gerak potong berupa
perancangan alat bantu. putaran dan benda kerja bergerak
transiasi yang merupakan gerak makan.
1.4 Asumsi-Asumsi
Proses ini dilakukan dengan 3 kali
Asumsi-asumsi dalam perancangan proses freis yang dilakukan pada sisi
dari pembuatan alat bantu yang akan tinggi, lebar, dan panjang komponen.
digunakan untuk pembuatan Untuk lebih jelasnya akan
sambungan karburator ini adalah dijelaskan sebagai berikut :
sebagai berikut : a. Proses freis pada sisi 1
1. Komponen berasal dari baja paduan
yang mempunyai ketahanan yang
tinggi terhadap panas dan aus
karena fungsi karburator yang
dituntut untuk mampu bekerja pada
suhu yang tinggi ketika mesin
sedang berjalan, sehingga material
Gambar 3. Proses Freis pada Sisi 1
yang digunakan juga harus tahan
panas.
b. Proses freis pada sisi 2 (sisi ler)
2. Bentuk awal komponen sebelum
dilakukan proses pemesinan berupa
balok dengan ukuran panjang 70
mm, lebar 45 mm, dan tinggi 15
mm. Komponen ini akan dipotong
pada keempat sisinya sehingga
akhirnya berbentuk seperti belah
ketupat.
3. Lubang yang terdapat pada
komponen setelah dilakukan proses Gambar 4. Proses Freis pada Sisi 2

46 Jurnal Optimasi Sistem Industri, Vol.9, No.2, Oktober 2010:44-52


ISSN 2088-4842 OPTIMASI SISTEM INDUSTRI

c. Proses freis pada sisi 3 (panjang) 3. Proses freis II


Sama halnya dengan proses freis
pada sisi panjang dan lebar
komponen, pada pemotongan pada
4 sisi sudut komponen juga
menggunakan freis sisi (side
milling). Pemotongan 4 sisi sudut
ini bertujuan untuk mendapatkan
bentuk dasar komponen
sambungan karburator.
Pemotongan dilakukan pada sisi
panjang dan sisi lebar komponen
Gambar 5. Proses Freis pada Sisi 3 dengan potongan berbentuk
segitiga berukuran 27 mm
2. Proses drilling
(panjang komponen) dan 15 mm
Proses yang selanjutnya dilakukan
(lebar komponen.
adalah proses drilling.
Lubang yang dibuat sebanyak 3
buah dengan 2 buah lubang kecil
berdiameter 6 mm yang terletak di sisi
kanan dan sisi kiri komponen dan 1
buah lubang besar di tengah-tengah
komponen. Untuk lebih jelasnya akan
dijelaskan sebagai berikut :
a. Proses drilling pembuatan 2 lubang
di sisi tepi komponen
Lubang yang akan dibuat di
masing-masing sisi tepi komponen Gambar 8. Proses Freis pada 4 Sisi
berdiameter 6 mm. Sudut Komponen
4. Proses Gerinda (Grinding)
Proses terakhir pada pembuatan
komponen ini yaitu proses gerinda
untuk memperhalus permukaan dan
sisi-sisi pinggir komponen. Tergantung
pada bentuk permukaan yang
dihasilkan, maka proses gerinda yang
Gambar 6. Pembuatan Lubang di Sisi dilakukan pada komponen sambungan
Tepi Komponen karburator ini terbagi atas 2 proses
b. Proses drilling pembuatan 1 lubang yaitu :
ditengah komponen a. Proses gerinda rata (surface
Lubang yang akan dibuat grinding)
berdiameter 25 mm. Untuk itu Proses gerinda rata ini dilakukan
proses pembuatan lubang di pada permukaan komponen
tengah komponen sambungan sehingga nantinya mengahasilkan
karburator ini dilakukan dengan 2 permukaan yang rata dan halus.
tahap. Tahap pertama pembuatan b. Proses gerinda silindrik (cylindrical
lubang (drilling) dengan mata grinding)
pahat berdiameter sebesar 5 mm. Proses gerinda silindrik ini
Kemudian dilanjutkan dengan dilakukan pada komponen untuk
proses pelebaran lubang (boring) menghasilkan permukaan silindrik
dengan mata pahat yang sehingga sisi sudut luar komponen
digunakan berdiameter 25 mm. menjadi oval. Proses gerinda
silindrik yang dilakukan adalah
gerida silindrik luar dengan proses
setengah silindrik dengan mesin
gerinda silindrik (cylindrical
grinding machine) yang
memerlukan putaran benda kerja.

Gambar 7. Pembuatan Lubang di


Tengah Komponen

Perancangan Fixture Proses Freis....(V. Y. Khalid et al.) 47


ISSN 2088-4842 OPTIMASI SISTEM INDUSTRI
`
memperhatikan beberapa hal, antara
lain adalah sebagai berikut :
1. Locator sebisa mungkin harus
selalu bersentuhan dengan
permukaan benda kerja selama
proses pemesinan untuk
menghasilkan penempatan yang
akurat dan menjamin pengulangan
(repeability).
2. Repeability adalah kemampuan tool
untuk menghasilkan hasil proses
pemesinan yang seragam pada n
buah part (dalam batas toleransi
yang diizinkan).
3. Jarak antar locator didesain
sedemikian sehingga memberikan
jumlah locator yang minimum dan
menjamin kontak dengan seluruh
permukaan benda kerja.
4. Peletakkan locator harus menjamin
bebasnya benda kerja dari
gangguan geram dan benda lain.
Jika peletakkan locator tidak bisa
menjamin hal ini maka locator
dipasang menonjol atau berelief
atau berlekuk (relieved).
Penempatan locator harus
disesuaikan dengan jenis permukaan
benda kerja yang akan ditopang atau
dipegang. Lokator pada permukaan
datar menggunakan prinsip 3-2-1
sehingga mampu menghalangi 9 arah
gerakan (derajat kebebasan).
Gambar 9. OPC Alat Bantu
Pada perancangan alat bantu untuk
pembuatan sambungan karburator ini
tidak menggunakan prinsip locator 3-2-
3. METODOLOGI PENELITIAN
1. Karena apabila locator digunakan,
3.1 Pemilihan Jenis Locator dan maka tidak seluruh bagian locator yang
Penempatannya menyentuh benda kerja, selain itu
penggunaan locator dapat mengganggu
Locator yaitu sebuah fixture yang proses produksi yang akan dilakukan.
digunakan untuk menopang atau Hal ini bertentangan dengan syarat-
menahan benda kerja sehingga tidak syarat penggunaan locator. Sebagai
terjadi pergeseran benda kerja ketika pengganti locator, maka digunakan
proses pemesinan berlangsung. supporting sebagai penahan benda
Locator memiliki beberapa kerja.
peranan penting dalam proses Karena pada alat bantu tidak
pembuatan sebuah komponen. menggunakan prinsip locator, maka
Berdasarkan peranannya tersebut, pada saat perhitungan gaya yang
locator dapat dibedakan menjadi dua dihasilkan oleh clamping akan
macam, yaitu sebagai berikut : menggunakan locator imajiner.
1. Locator yang berfungsi untuk Penggunaan dari locator imajiner ini
menahan beban benda kerja dan disebabkan karena ketentuan yang
menjamin penopang yang kaku berlaku, berikut ini adalah penentuan
disebut support (penopang). matriks pada locator imajiner untuk
2. Locator yang berfungsi untuk nantinya digunakan pada perhitungan
menghasilkan titik atau bidang clamping.
referensi pada sisi benda kerja
(edge) disebut stopper.
Penempatan locator dalam proses
pembuatan sebuah benda kerja, perlu

48 Jurnal Optimasi Sistem Industri, Vol.9, No.2, Oktober 2010:44-52


ISSN 2088-4842 OPTIMASI SISTEM INDUSTRI

3.2 Pemilihan Jenis Clamping dan metoda pembuatan tool body sangat
Penempatannya dipengaruhi oleh biaya, kekakuan yang
dibutuhkan, akurasi, dan umur yang
Selain menggunakan locator, untuk
diinginkan. Material yang biasa
menjamin hasil yang presisi digunakan
digunakan untuk membuat tool body
juga clamping. Clamping adalah bagian
adalah baja, besi, aluminium,
jig/fixture yang berfungsi mencekam
magnesium, resin dan kayu.
benda kerja sehingga posisi benda kerja
Tool body dapat dibuat dengan tiga
tidak berubah selama proses
cara yaitu :
pemesinan.
a. Casting ( cast tool bodies)
Kondisi yang harus dipenuhi dalam
b. Welding (welded tool bodies)
clamping adalah sebagai berikut.
c. Built-up ( built up tool bodies)
1. Cukup kuat untuk memegang benda
2. Drill Bushing
kerja dan menahan pergeseran
Jenis bushing yang umum digunakan
benda kerja
adalah:
2. Tidak merusak/mendeformasi benda
a. Renewable Bushing
kerja
Renewable Bushing dibagi dalam
3. Menjamin loading dan unloading
dua kelompok yaitu Slip-
benda kerja dengan cepat
Renewable Bushing untuk kondisi
Clamping yang digunakan adalah
lebih dari satu operasi pada satu
sejenis baut yang nantinya akan
titik seperti drilling dan reaming
dipasang untuk menyatukan benda
dan Fixed-Renewable Bushing
kerja dan fixture. Penggunaan baut ini
untuk operasi tunggal.
didukung karena pada benda kerja
sudah ada lubang sehingga bisa
digunakan untuk pemasangan baut.
Karena tidak menggunakan locator,
alat bantu ini dirancang dengan
menggunakan prinsip supporting.
Perancangan supporting ini sesuai
dengan syarat-syarat yang harus
terpenuhi apabila sebuah alat bantu
menggunakan supporting. Supporting
dirancang agar seluruh permukaan Gambar 10. Renewable Bushing
benda kerja bersentuhan langsung b. Press-fit Bushing
dengan supporting. Benda kerja yang Press-fit bushing dibuat dalam
awalnya berbentuk persegi panjang dua bentuk yaitu head atau
dengan dimensi 67 mm x 40 mm akan headless yang digunakan untuk
difreis pada keempat sisinya sehingga produksi terbatas dan tidak
dimensi benda kerja menjadi seperti memerlukan pergantian bushing.
gambar 57, oleh karena itu, bentuk
supporting yang dirancang disesuaikan
dengan benda kerja yang telah selesai
dilakukan proses pemesinan.
Permukaan supporting diasumsikan rata
atau datar, sehingga seluruh
permukaanya bersentuhan langsung Gambar 11. Press Fit Bushing
dengan benda kerja. c. Liner Bushing
3.3 Konstruksi Fixture Keseluruhan Liner Bushing dibuat dalam dua
bentuk head atau headless dan di
Secara umum konstruksi dasar dari hardened untuk mengurangi
alat bantu terdiri atas 4 bagian yaitu keausan. Liner Bushing dipasang
sebagai berikut: ke jig plate dengan cara ditekan
1. Tool Body yang berfungsi sebagai komponen
Tool body berfungsi sebagai perantara antara jig plate dan
landasan yang rigid untuk meletakkan bushing.
locator, support, clamp, dan bagian lain
yang dibutuhkan. Ukuran dan bentuk
tool body ditentukan oleh ukuran benda
kerja dan proses pemesinan yang akan
dilakukan pada benda kerja. Bahan dan

Perancangan Fixture Proses Freis....(V. Y. Khalid et al.) 49


ISSN 2088-4842 OPTIMASI SISTEM INDUSTRI
`
3.5 Estimasi Waktu Manufaktur
Proses
Proses yang terpilih untuk proses
pemesinan yang akan dibuat alat
bantunya adalah proses freis pada
Gambar 12. Linear Bushing pembuatan keempat sisi sambungan
3. Set Block karburator. Berikut ini adalah gambar
Fungsi set block adalah untuk setup pembuatan keempat sisi pada
posisi benda kerja dan pahat pada komponen sambungan karburator.
fixture.

Gambar 13. Typical Uses Of Set


Blocks
4. Pengencang (Fastening Device)
Fungsi pengencang (fastening Gambar 14. Pembuatan Sisi Sambu-
device) adalah untuk menyatukan ngan Karburator Menggu-
berbagai bagian jig atau fixture. nakan Proses Freis
a. Baut Estimasi waktu dengan
b. Retaining Rings menggunakan alat bantu ini dihitung
c. Mur dengan menggunakan metode Maynard
d. Jig Pins Operation Sequence Technique (MOST).
e. Pasak MOST merupakan salah satu metode
pengukuran waktu tidak langsung
3.4 Prinsip Kerja Fixture
dengan memanfaatkan data waktu
Jig dan fixture adalah alat gerakan. MOST ini lebih sesuai untuk
pemegang benda kerja selama proses pengukuran di mana terdapat
pemesinan sehingga diperoleh produk perpindahan objek atau orang.
yang seragam. Jig adalah alat khusus
3.6 Perawatan Alat Bantu
yang berfungsi memegang, menahan,
atau diletakkan pada benda kerja yang Suatu proses produksi perlu
berfungsi untuk menjaga posisi benda memperhatikana kelangsungan dari
kerja dan membantu/mengarahkan peralatan yang digunakan sebagai
pergerakan pahat. Fixture adalah alat sarana produksi termasuk perawatan
khusus yang berfungsi mengarahkan, (maintenance) terhadap jig dan fixture.
memegang, menahan benda kerja yang Sebagai contoh, misalnya jig dan fixture
berfungsi untuk menjaga posisi benda yang menangani dalam bidang
kerja selama proses pemesinan. pemotongan logam, maka yang perlu
Nama jig tergantung dari cara diperhatikan adalah kebersihan jig dan
pembentukan jig yang bersangkutan, fixture tersebut dari geram (chip)
bisa memiliki bushing atau tanpa sebagai akibat hasil serpihan logam.
bushing. Secara umum jig dibagi Tujuan tersebut memang sangat
menjadi dua; penting, karena
1. Boring jig, untuk proses boring perawatan/pemeliharaan yang teratur
lubang yang terlalu besar untuk di- akan berpengaruh dalam proses
drill atau ukuran lubang tidak sesuai produksi nanti.
diameter pahat drill (tidak standar) Beberapa masalah yang diajukan
2. Drill jig, untuk proses drill, ream, diatas, merupakan alternatif daripada
tap, chamfer, counterbore, cara mengawasi dan menjamin
countersink, reverse spotface, pelaksanaan kerja. Konsep tentang
reverse countersink. Drill jig dibagi kerja juga diatur dalam disiplin ilmu
dua: tata cara, yang secara mendetail,
a. Jig terbuka, pengerjaan hanya dipelajari secara praktik. Maka baik
pada satu sisi benda kerja dipikirkan bahwa sebaiknya dirancang
b. Jig tertutup, pengerjaan lebih dari semudah-mudahnya dan jika
satu permukaan benda kerja memungkinkan, irama kerja harus

50 Jurnal Optimasi Sistem Industri, Vol.9, No.2, Oktober 2010:44-52


ISSN 2088-4842 OPTIMASI SISTEM INDUSTRI

mengikuti irama yang alamiah bagi si


pekerja.

4. HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1. Tabel
Berikut ini adalah tabel hasil
perhitungan penghematan waktu
dengan menggunakan alat bantu.
Perhitungan waktu ini menggunakan
metode MOST. Gambar 18. Alat Bantu Tampak Depan

Tabel 1. Perbandingan Waktu yang


Diperlukan
Waktu Tanpa Menggunakan Alat Bantu (jam) 0,0188
Waktu Dengan Menggunakan Alat Bantu (jam) 0,0078

4.2. Gambar
Pada perancangan alat bantu ini
menggunakan Fastening Device sebagai
alat penahan agar benda kerja tidak
bergerak selama proses pemesinan Gambar 19. Alat Batu Tampak Atas
berlangsung.
Alat bantu yang dirancang dalam
proses freis untuk komponen
sambungan karburator ke mesin ini
dibuat dengan menggunakan bahan
dasar baja tahan aus dengan
menggunakan komponenen-komponen
sebagai berikut :
a. Komponen 1, yaitu tool body
berbentuk belah ketupat dengan
empat sisi sebanyak satu buah
terbuat dari baja tahan aus.
Gambar 15. Landasan b. Komponen 2, yaitu alat bantu berupa
bushing yang digunakan adalah baut
sebanyak dua buah di sisi atas alat
bantu yang disesuaikan dengan
lobang yang sudah ada pada benda
kerja karena proses produksi
sebelumnya.
c. Komponen 3, yaitu landasan yang
akan menempatkan alat bantu pada
mesin.
Gambar 16. Alat Bantu Tampak
Samping
5. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Perancangan alat bantu untuk
sambungan karburator ini bertujuan
untuk mempermudah proses produksi
yang dilakukan. Setelah melakukan
perancangan alat bantu untuk
sambungan karburator, maka
didapatkan beberapa kesimpulan
Gambar 17. Alat Bantu Tampak sebagai berikut :
Bawah

Perancangan Fixture Proses Freis....(V. Y. Khalid et al.) 51


ISSN 2088-4842 OPTIMASI SISTEM INDUSTRI
`
1. Alat bantu yang dirancang dapat DAFTAR PUSTAKA
membantu dalam proses pemesinan
[1] W. D. Callister. Material science &
sehingga dapat mempercepat waktu
Engineering an Introduction, 1991.
produksi. Waktu operasi yang
[2] H. N. Sugiarto dan G. T. Sato.
dibutuhkan tanpa menggunakan alat
Menggambar Mesin. Pradnya
bantu adalah 0,0188 jam, sedangkan
Paramita: Jakarta, 1991.
waktu yang diperlukan untuk proses
[3] T. Rochim. Teori dan Teknologi
produksi dengan menggunakan alat
Proses Pemesinan. ITB: Bandung,
bantu adalah 0,0078 jam. Ini berarti
1993.
penggunaan alat bantu dapat
menghemat waktu produksi selama
0,011 jam.
2. Alat bantu yang dirancang dapat
meningkatkan kualitas dan kuantitas
dari produk yang dibuat karena
waktu produksi yang diperlukan
untuk memproduksi komponen
tersebut lebih sedikit apabila
menggunakan alat bantu yang
dirancang.
3. Alat bantu yang dirancang dapat
menurunkan biaya produksi. Biaya
operasi yang dibutuhkan tanpa
menggunakan alat bantu adalah,
sedangkan biaya yang diperlukan
untuk proses produksi dengan
menggunakan alat bantu adalah
0,0078 jam. Ini berarti penggunaan
alat bantu dapat menghemat biaya
produksi sebanyak 0,011 jam.
4. Penghematan yang bisa dilakukan
apabila menggunakan alat bantu
adalah sebesar Rp 633.810,-.
5.2 Rekomendasi
Alat bantu yang dirancang untuk
pembuatan sambungan karburator ini
berguna untuk meningkatkan kualitas
dan kuantitas dari produk yang dibuat.
Berikut ini adalah rekomendasi yang
diberikan untuk pembuatan alat bantu
selanjutnya :
1. Alat bantu yang dibuat sebaiknya
bisa mendukung semua proses
pemesinan yang diperlukan untuk
membuat komponen tersebut.
2. Alat bantu yang dibuat sebaiknya
menggunakan prinsip locator yang
jelas yang bisa digunakan tanpa
menganggu proses pemesinan dan
dimensi komponen yang dibuat.
3. Alat bantu yang dibuat sebaiknya
sederhana dan menggunakan
material yang mudah didapatkan,
sehingga biaya pembuatan alat
bantu tidak terlalu mahal, karena
pada prinsipnya alat bantu dirancang
untuk mengurangi biaya produksi.

52 Jurnal Optimasi Sistem Industri, Vol.9, No.2, Oktober 2010:44-52