Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH

TEORI ARSTEKTUR 2
KONSEP KONSEP DALAM ARSITEKTUR
TUGAS 1

DISUSUN OLEH :
NAMA : RAHMADANTI ADMAJA
NRP : 142018009
DOSEN : RENY KARTIKA SARY, ST.MT

FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI ARSITEKTUR
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan saya kemudahan sehingga kami
dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya tentunya saya
tidak akan sanggup untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik. Shalawat serta salam
semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang
kita nanti-natikan syafa’atnya di akhirat nanti.

Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya,
baik itu berupa sehar fisik maupun akal pikiran, sehingga mampu untuk menyelesaikan
pembuatan makalah Teori Arsitektur 2 dengan judul Konsep Konsep Dalam Arsitektur.

Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih
banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, saya mengharapkan
kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini nantinya dapat menjadi
makalah yang lebih baik lagi.

Demikian, dan apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah ini penulis mohon
maaf yang sebesar-besarnya.

Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

Palembang, 11 April 2019

Penulis
KONSEP KONSEP DALAM ARSITEKTUR
A. DEFINISI

1. Definisi Konsep
Menurut Wikipedia, Konsep didefinisikan sebagai suatu arti yang mewakili sejumlah
objek yang mempunyai ciri-ciri yang sama. Konsep diartikan juga sebagai suatu abstraksi
dari ciri-ciri sesuatu yang mempermudah komunikasi antar manusia dan memungkinkan
manusia untuk berpikir. Pengertian konsep yang lain adalah sesuatu yang umum atau
representasi intelektual yang abstrak dari situasi, objek atau peristiwa, suatu akal pikiran,
suatu ide atau gambaran mental. Suatu konsep adalah elemen dari proposisi seperti kata
adalah elemen dari kalimat. Konsep adalah abstrak di mana mereka menghilangkan
perbedaan dari segala sesuatu dalam ekstensi, memperlakukan seolah-olah mereka identik.
Konsep adalah universal di mana mereka bisa diterapkan secara merata untuk setiap
extensinya.
Sedangkan menurut KBBI, konsep merupakan :
 rancangan atau buram surat dan sebagainya;
 ide atau pengertian yang diabstrakkan dari peristiwa konkret
 gambaran mental dari objek, proses, atau apa pun yang ada di luar bahasa, yang
digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal lain

Definisi Konsep menurut para ahli dapat diuraikan sebagai berikut :


 Bahri (2008), Konsep adalah satuan arti yang mewakili sejumlah objek yang mempunyai
ciri yang sama. Orang yang memiliki konsep mampu mengadakan abstraksi terhadap
objek-objek yang dihadapi, sehingga objek-objek ditempatkan dalam golongan tertentu.
Objek-objek dihadirkan dalam kesadaran orang dalam bentuk representasi mental tak
berperaga. Konsep juga dapat dilambangkan dalam bentuk suatu kata.
 Singarimbun dan Effendi, Definisi Konsep adalah generalisasi dari sekelompok
fenomena tertentu, sehingga dapat dipakai untuk menggambarkan barbagai fenomena
yang sama.” Konsep merupakan suatu kesatuan pengertian tentang suatu hal atau
persoalan yang dirumuskan. Dalam merumuskan kita harus dapat menjelaskannya
sesuai dengan maksud kita memakainya.
 Aristoteles. Aristoteles dalam bukunya “The classical theory of concepts”
mendefinisikan konsep merupakan penyusun utama dalam pembentukan pengetahuan
ilmiah dan filsafat pemikiran manusia.
 Soedjadi (2000:14), Arti konsep adalah ide abstrak yang dapat digunakan untuk
mengadakan klasifikasi atau penggolongan yang pada umumnya dinyatakan dengan
suatu istilah atau rangkaian kata (lambang bahasa).
2. Konsep Dalam Arsitektur
Dalam arsitektur, suatu konsep mengemukakan suatu cara khusus bahwa syarat-syarat
suatu rencana, konteks dan keyakinan dapat digabungkan bersama, yang dalam konteks ini
dapat berupa paduan dari beberapa unsur yang mungkin berupa gagasan, pendapat dan
pengamatan ke dalam suatu kesatuan.
Dalam menggambarkan penyelidikan tentang konsep, para perancang biasanya
menggunakan 6 sinonim: gagasan arsitektur, tema, gagasan superorganisasi, parti dan
esquisse dan terjemahan harfiah.
1. Gagasan arsitektur adalah konsep yang telah disederhanakan menjadi sebagai arsitektur
formal (spt; siang hari, ruang, urutan ruang, integarasi struktur dan bentuk, dan sitting
dalam lansekap.) Soal arsitektonis secara spesifik digunakan sebagai dasar perancang
dalam pengambilan keputusan. Tiap bagian memiliki pengaruh dalam pandangan umum.
2. Tema merupakan suatu pola atau gagasan spesifik yang berulang di seluruh rancangan
suatu proyek. contoh: karya Charles Moore, Kimbel Art, Gallery Louis I Khan di Fort
Worth, Texas, memakai cahaya sebagai tema.
3. Gagasan superorganisasi adalah acuan terhadap konfigurasi geometris umum atau
hierarki yang harus diperhatikan oleh bagian-bagian di dalam proyek yang bertujuan
memberi cukup struktur bagi pola sedemikian rupa sehingga masing-masing bagian
dapat dikembangkan dengan keistimewaan masing-masing yang secara keseluruhan
masih menunjang perancangan.
4. Parti (skema) dan esquisse (sketsa) adalah produk menurut konsep dan grafik dalam
suatu proyek diharapkan dikembangkan suatu konsep dan sketsa pendahuluan dari
konfiurasi bangunan.
5. Terjemahan harfiah yaitu gambaran suatu tujuan guna mengembangkan suatu konsep
dan diagram yang dapat dijadikan rencana sederhana untuk suatu proyek. (Lorabee
Bernes) jadi konsep harus dapat diekspresikan dalam jenis sketsa. Diagram asli agaknya
benar-benar dapat dilihat dan diidentifikasikan dalam bangunan yang telah selesai.

Konsep adalah antitesis dari wawasan-wawasan yang sama sekali belum dianggap
tepat. Suatu konsep harus mengandung kelayakan; yang mungkin menunjang maksud-
maksud daru cita-cita pokok suatu proyek dengan memperhatikan karakteristik-
karakterisitik dan keterbatasan-keterbatasan yang khas dari tiap proyek.
B. KENDALA KENDALA PEMBUATAN KONSEP

1. Masalah Komunikasi
 Masalah tersulit bukanlah menjelaskan gagasan kita kepada orang lain, tetapi
kepada diri sendiri. Perancang belajar mengembangkan dialog dalam pikiran
mereka sendiri sebagai awal untuk menjelaskan gagasan tersebut kepada orang
lain.
 Masalah komunikasi lain yang mempengaruhi perumusan konsep adalah
“komunikasi grafis”. Ironisnya banyak mahasiswa yang ragu-ragu dalam
membuat sketsa sebagai bagian dari proses mengembangkan konsep.

2. Ketidak Pengalaman
Suatu konsep sukar diciptakan bila merupakan aspek arsitektur yang tidak di kuasai.

3. Identifikasi Hirarki yang Tidak Tepat


Karena kurangnya pengalaman, perancang mengalami kesulitan dalam memutuskan
apakah suatu gagasan merupakan konsep yang baik atau buruk. Arsitek harus sanggup
membuat penilaian yang tepat terhadap hirarki konsep.

Dalam arsitektur, suatu konsep yang tepat untuk suatu proyek mungkin terus-menerus
menolak artikulasi, dan mungkin perlu untuk menciptakan wawasan sebagai suatu langkah
dalam merumuskan suatu konsep yang tepat, baik sebagai suatu teknik kunci dan siasat
tekan harga jual rumah maupun sebagai akibat mutlak dari kekurangan pengalaman dalam
perancangan dan perumusan konsep. Konsep serupa dengan gagasan, dalam arti keduanya
merupakan pemikiran spesifik yang kita miliki sebagai hasil dari suatu pemahaman. Dalam
arsitektur, suatu konsep mengidentifikasi bagaimana berbagai aspek persyaratan untuk
suatu bangunan dapat dipersatukan dalam suatu pemikiran spesifik yang langsung
mempengaruhi rancangan dan konfigurasinya

C. HIRARKI KONSEP

 Wawasan, adalah gagasan yang dianggap tidak penting, namun selalu masih terdapat
kemungkinan bahwa ada suatu dasar kebenaran yang penting yang tersembunyi
bahkan dalam setiap ucapan yang fasih. Dalam arsitektur, suatu konsep yang tepat
untuk suatu proyek mungkin terus-menerus menolak artikulasi, dan mungkin perlu
untuk menciptakan wawasan sebagai suatu langkah dalam merumuskan suatu konsep
yang tepak, baik sebagai suatu teknik kunci dan siasat tekan harga jual rumah maupun
sebagai akibat mutlak dari kekurangan pengalaman dalam perancangan dan perumusan
konsep.
 Gagasan, adalah pemikiran nyata yang spesifik yang kita miliki sebagai
hasil pemahaman, pengertian, atau pengamatan. Bangunan dan rancangan bangunan
terdiri dari banyak keputusan kecil, dan keahlian harus dikembangkan dalam
menimbulkan gagasan-gagasan dan konsep-konsep yang tanggap terhadap berbagai
keragaman persoalan yang muncul.
 Konsep, serupa dengan gagasan, dalam arti keduanya merupakan pemikiran spesifik
yang kita miliki sebagai hasil dari suatu pemahaman. Dalam arsitektur, suatu konsep
mengidentifikasi bagaimana berbagai aspek persyaratan untuk suatu bangunan dapat
dipersatukan dalam suatu pemikiran spesifik yang langsung mempengaruhi rancangan
dan konfigurasinya.
Konsep & gagasan sama-sama merupakan hasil dari pengamatan. Perbedaannya
adalah : konsep merupakan pemikiran mengenai cara beberapa unsur atau
karakteristik dapat digabungkan ke dalam satu hal saja.
 Skenario Konsep, Merupakan sebuah essay singkat ( skeario ) yang mempertalikan
semua faktor & gagasan penting yang mempengaruhi pemecahannya. Skenario konsep
memasukan sejumlah konsep yang dapat diterapkan, yang digunakan untuk komunikasi
gagasan-gagasan kepada diri sendiri & para klien.

Jenis- jenis Skenario Konsep


1. Skenario Konsep lnkremental
Strategi perancang yang berdasarkan konsep untuk masing-masing bagian dari
keseluruhan disain. Perancang dengan sikap inkremental berpendapat bahwa
arsitektur berasal dari usaha mengatasi masing-masing persoalan menurut
kebutuhannya & bukan karena pencarian konsep yang menyeluruh.
2. Skenario Konsep Umum ( menyeluruh )
Suatu strategi yang mengintregrasikan konsep perancangannya menjadi sebuah
konsep umum. Skenario konseptualnya merupakan essay ringkas yang memuat lebih
dari satu persoalan utama & mengidentifikasi lebih dari satu dari satu perangkat
citra visual pada proyek tersebut
D. LIMA JENIS KONSEP
1. Analogi
Analogi adalah salah satu pendekatan bentuk yang biasa digunakan dalam desain
arsitektur. Geoffrey Boardbent dalam bukunya Design in Architecture berkata bahwa
“mekanisme sentral dalam menjelaskan analisa-analisa ke dalam sintesa adalah analogi”.
Maksud dari pernyataan ini adalah bahwa pendekatan analogi bukan sekadar menjiplak
bentuk dari objek alam yang dianalogikan, akan tetapi diperlukan proses-proses analisis
serta merangkainya sehingga menghasilkan bentuk baru yang masih memiliki kemiripan
visual dengan objek yang dianalogikan tersebut.

Konsep analogi mengidentifikasikan hubungan yang mungkin antara benda-benda


tersebut. Sebuah benda dapat diidentifikasi dan mempunyai semua sifat khas yang
diinginkan. Dengan demikian ia akan menjadi model untuk proyek-proyek mendatang.
Contohnya, dulu orang menganggap bahwa bangunan gereja, akademi dan
universitas cocok dengan model-model Gotik, sedangkan Dorik Yunani adalah model yang
cocok untuk bank dan perkantoran pada umumnya

.Pendekatan analogi dapat dikatakan berhasil jika pesan yang ingin disampaikan atau
objek yang dianalogikan dapat dimengerti oleh mayoritas orang. Dalam konsep analogi, hal
yang terpenting adalah persamaan antara bangunan dan objek yang dianalogikan. Maksud
persamaan ini adalah pesan yang akan disampaikan nantinya. Bukan benar-benar bentuk
atau pun ukuran bangunan yang serupa.
Analogi merupakan Konsep yang berdasarkan pada "kemiripan secara visual" dengan
sesuatu yang lain, bisa bangunan lain, hal-hal yang terdapat pada alam, maupun benda-
benda hasil buatan tangan maupun pemikiran manusia. Desain analogi memerlukan
penggunaan beberapa medium sebagai sebuah gambaran untuk menerjemahkan keaslian
kedalam bentuk-bentuk barunya. Seperti halnya gambar, model, atau program computer
akan digunakan sebagai contoh gambaran dasar bagi seorang desainer demi memudahkan
jalannya proses desain.
Dengan demikian suatu desain akan mengalami transformasi analogical ketika desain
tersebut memiiki kriteria penggambaran tentang sesuatu hal. Hal ini dapat berupa benda,
watak ataupun suatu kejadian. Desain analogical pada prinsipnya adalah menggambarkan
visual analogi ke dalam solusi permasalahan desain.

Konsep analogi sendiri terdiri dari berbagai macam kategori berdasarkan tipe analogi
yang digunakan. Berikut ini adalah macam-macam dari konsep analogi, yaitu :
 Analogi Langsung (Direct Analogi), ialah analogi yang paling mudah dimengerti atau
dipahami bagi orang-orang lain dibandingkan dengan tipe analogi lainnya. Dengan
analogi ini, arsitek akan menyelesaikan permasalahan desain berdasarkan fakta dari
cabang-cabang ilmu lain.

 Analogi Personal ( Personal Analogy), Yang dimaksudkan oleh analogi personal adalah
seorang arsitek yang membayangkan atau mengandaikan dirinya sendiri sebagai bagian
dari permasalahan yang ada di dalam desain sebuah arsitektur. Hal ini dimisalkan
seperti sang arsitek yang seolah-olah membayangkan dirinya sebagai bangunan yang
menghadap ke suatu arah tertentu, bagaimana respon yang akan diterimanya terhadap
cahaya matahari yang datang.
 Anaolgi Simbolik (Symbolic Analogy), Analogi simbolik adalah analogi dimana sang
arsitek menyelesaikan permasalahan desain dengan cara menyisipkan makna tertentu
secara tersirat. Analogi ini dapat dikatakan sebagai bentuk analogi tidak langsung.

Contoh bangunan bangunan Analogi.

1. Menara Eiffel

Pada awalnya, Menara Eiffel dibangun sebagai


gerbang I’Exposition Universelle 1889, yakni sebuah
World’s Fair yang bertepatan dengan 100 tahun dari
peristiwa Revolusi Perancis. Meski pada saat
berlangsungnya proses pembangunan mendapat banyak
kecaman dan protes dari masyarakat setempat, akan tetapi
Menara Eiffel tetap dibangun dari tahun 1887 sampai
dengan tahun 1889.
Desain dari Menara Eiffel ini ternyata juga menggunakan
pendekatan analog. Menara Eiffel dirancang sebagai
sebuah bangunan yang menggambarkan sesosok wanita
feminim yang elegan. Menara Eiffel seakan merepresentasikan bagaimana seorang wanita
anggun berdiri, bagaimana bentuk tubuhnya yang elegan.

2. Monumen Perjuangan Rakyat (Jawa Barat)

Monumen Perjuangan Rakyat


Jawa Barat merupakan analogi
transformasi dari beberapa bambu
runcing, yang menggambarkan senjata
yang digunakan pribumi tatkala
melawan penjajahan di Indonesia pada
masanya.
3. Ronchamp Chapel – Le Corbuzier
Le Corbuzier adalah salah satu arsitek
terkenal dan berpengaruh di dunia arsitektural.
Karya Le Corbuzier yang satu ini banyak sekali
dimiripkan dengan bermacam-macam objek
seperti telapak tangan yang membuka seolah
berdoa, atau juga seperti kapal laut, bentuk
bebek, topi pelukis dan masih banyak lagi.
Akan tetapi, arti dari bangunan tersebut
ternyata berbeda dengan apa yang dimaksud dari
Le Corbuzier sendiri. Broadbent menuturkan
bahwa inspirasi dari Ronchamp Chapel ini berasal dari sebuah cangkang kepiting yang secara
tidak sengaja ditemukan oleh Le Corbuzier pada saat sedang berjalan-jalan di Pulau Long
Island.
4. Montjuic Communication Tower – Santiago Calatrava
Menara komunikasi ini terletak di daerah
Montjuic, Barcelona, Spanyol. Montjuic merupakan
sebuah area olimpiade, dimana Torre Telofonica ini
difungsikan sebagai pengirim siaran televisi
Olimpiade Musim Panas pada tahun 1992.
Sebagai arsitek, Santiago Calatrava
mendesain menara ini dengan menggunakan
analogi seperti seorang atlet yang tengah
memegang obor olimpiade. Hal ini dihasilkan
berdasarkan pertimbangan site dan fungsinya. Menara ini pun menggunakan
pentransformasian dari sebuah bentuk alam dengan representasi simbolik.
5. Bird Nest Stadium, Beijing China – Herzang & De Meuron
Bird Nest Stadium, dibangun oleh
sang arsitek berdasarkan inspirasinya
kepada bentuk sarang burung. Maka dari
itu, penamaan dari stadium ini sendiri
mengadopsi kata “bird nest”. Analogi dari
sarang burung ini terlihat tidak hanya dari
segi estetis eksteriornya saja.
Akan tetapi juga pada sistem
struktural yang dapat terlihat dari luar
bangunan. Seluruh struktur yang terlihat
dari bagian luar ini merefleksikan cabang
sarang yang menyatu satu sama lain sehingga menghasilkan ketahanan yang luar biasa pada
setiap elemen bangunannya.
2. Metafora

Konsep metafora adalah konsep yang menggunakan ungkapan “bagaikan” atau


“seperti” untuk mengidentifikasikan suatu hubungan antara benda tertentu dengan desain.

Metafora adalah suatu gaya yang berkembang pada zaman postmodern. Banyak
yang mengatakan bahwa Arsitektur metafora adalah sebuah bahasa untuk mengatakan
sesuatu melalui ungkapan bentuk-bentuk visual yang dihasilkannya.
Istilah dari kata metafora berasal dari bahasa Yunani metapherein. Secara etimologi,
metafora memiliki makna yakni menunjukan pemindahan (transfer) sesuatu yang
dikandungnya (makna). Beberapa pengertian lain mengatakan metafora adalah sebagai
suatu bentuk penyampaian yang diperlihatkan dengan suatu kata atau ungkapan yang
umumnya merupakan suatu bentuk objek atau ide ke dalam bentuk lain untuk menunjukkan
kemiripan.
Seperti halnya dengan konsep analogi, konsep metafora mengidentifikasikan
hubungan antara benda-benda dalam hubungan yang bersifat lebih abstrak dibandingkan
nyata.
A. Pendapat para ahli tentang metafora :
 Anthony C. Antoniades dalam Poetic of Architecture
Beliau mengatakan bahwa metafora merupakan suatu cara untuk memahami suatu hal,
sehingga dapat mempelajari pemahaman yang lebih baru dari sebuah topik dalam
pembahasan.
 Geoffrey Boadbent dalam Design in Architecture
Ia mengemukakan bahwa “transferring : figure of speech in which a name or description
term is transferred to some object different form”.
Begitulah metafora yang memiliki beragam makna dan pengertian berbeda-beda.
Metafora bukanlah sekedar bahasa, akan tetapi di dalamnya juga terkandung unsur
pemahaman yang mempengaruhi pemikiran seseorang dalam menelaah serta mencerna
makna yang diberikan.
Konsep metafora dalam arsitektur mengacu kepada sebuah operasi yang
menghubungkan pesan dan pemilihan atau pun dengan penggantian elemen-elemennya
menjadi kode. Hal yang dimaksudkan adalah bagaimana menjelaskan dan mencari
hubungan logis diantara sebuah kiasan tertentu dari seorang arsitek menjadi bentuk ruang
bangunan pada rancangannya.
 James C. Snyder, dan Anthony J. Cattanese dalam “Introduction of Architecture”
Metafora memperhatikan pola-pola yang mungkin terjadi dari hubungan-hubungan
paralel dengan melihat keabstrakannya, berbeda dengan analogi yang biasanya melihat
secara literal.
 Charles Jenks, dalam ”The Language of Post Modern Architecture”
Metafora sebagai kode yang ditangkap pada suatu saat oleh pengamat, yang diperoleh
dari suatu obyek dengan mengandalkan obyek lain. Misalnya bagaimana melihat suatu
bangunan sebagai suatu yang lain karena adanya unsur yang mirip.

B. Prinsip prinsip dalam konsep Metafora


Arsitektur Metafora, pada umumnya memiliki karakter layaknya gaya bahasa metafora
yaitu perbandingan dan perumpamaan. Karakter tersebut diterjemahkan dalam visual
meliputi hal-hal sebagai berikut ini :
 Berusaha untuk mentransfer suatu keterangan (maksud) dari suatu subjek ke subjek
lain.
 Berusaha untuk melihat suatu subjek seakan-akan subjek tersebut adalah sesuatu
hal yang lain.
 Mengganti fokus penelitian atau area konsentrasi penyelidikan lainnya. Harapannya
jika dibandingkan dengan cara pandang yang lebih luas, maka akan dapat
menjelaskan subjek tersebut dengan cara yang berbeda (baru).

C. Kegunaan konsep metafora


Kegunaan penerapan Metafora dalam Arsitektur sebagai salah satu cara atau
metode sebagai perwujudan kreativitas Arsitektural, yakni sebagai berikut :
 Memungkinkan untuk melihat suatu karya Arsitektural dari sudut pandang yang lain.
 Mempengaruhi untuk timbulnya berbagai interprestasi pengamat.
 Mempengaruhi pengertian terhadap sesuatu hal yang kemudian dianggap menjadi
hal yang tidak dapat dimengerti ataupun belum sama sekali ada pengertiannya
 Dapat menghasilkan Arsitektur yang lebih ekspresif.
D. Jenis-jenis Metafora
Berdasarkan cara perbandingan dan objek yang dijadikan perumpamaan, maka
konsep metafora dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu Intangible Metaphor (metafora
abstrak), Tangible Metaphors (metafora konkrit) dan Combined Metaphors (metafora
kombinasi). Berikut penjelasan masing-masing jenis metafora tersebut :
 Intangible Metaphor (metafora abstrak)
Intangible methaphors adalah metafora abstrak yang berangkat dari sesuatu yang
abstrak dan tak terlihat (tak berbentuk). Misalnya seperti konsep, ide, hakikat manusia,
paham individualisme, naturalisme, komunikasi, tradisi, budaya termasuk nilai religius.
Yang menjadi dasar dari perancangan metafora ini adalah konsep, ide, kondisi manusia
serta kualitas tertentu (yakni individualitas, kealamian, tradisi, komunitas dan budaya). Ide-
ide ini dapat berasal dari pemberangkatan metaforik sebuah konsep yang abstrak.
Salah satu contoh bangunan metafora abstrak.
Pada tahun 1812, gempa bumi dengan
kekuatan lebih dari 8 SR mengguncang New
Madrid, Missouri dan menghancurkan semua
bangunan. Well, hampir semua. Salah satu
bangunan yang ‘selamat’ adalah bangunan yang
retak ini dan kini menjadi bagian dari daftar
bangunan unik di Ripley's Believe It or Not.

 Metafora Konkrit (Tangible Methapors)


Tangible methaphors adalah metafora nyata yang berangkat dari bentuk visual serta
spesifikasi atau karakter tertentu dari sebuah benda nyata. Benda yang dijadikan acuan
biasanya merupakan benda yang memiliki nilai khusus bagi kelompok masyarakat tertentu.
Yang menjadi dasar atau landasan dari metafora ini ditimbulkan langsung dari beberapa
karakter visual atau material (contohnya adalah menara yang seperti tongkat, rumah
menjadi istana atau pun sebuah atap kuil yang diandaikan sebagai langit).
Contoh metafora Konkrit.
Sepatu Haines House adalah rumah
berbentuk sepatu di Hallam,
Pennsylvania, Dibangun oleh salesman
sepatu Mahlon Haines pada tahun 1948
sebagai bentuk iklan.

 Combined Metaphors (metafora kombinasi)


Combined methafors adalah metafora kombinasi yang merupakan penggabungan
metafora abstrak dan metafora konkrit. Metafora kombinasi membandingkan suatu objek
visual dengan benda lain serta mempunyai persamaan nilai konsep dengan objek acuannya.
Objek tersebut digunakan sebagai acuan kreativitas dalam perancangan.
Landasan inti dari metafora kombinasi ini berasal dari konseptual dan visual. Visual
yang digunakan adalah sebagai dalih yang mendeteksi kebaikan, kualitas serta fundamental
itu sendiri dari suatu wadah visual tertentu.
Contoh metafora kombinasi.
The 'Rayap Pavilion' adalah enam
meter persegi berjalan-dalam struktur kayu
terinspirasi oleh bagian dalam gundukan rayap
Namibia yang dipajang di Pestival, sebuah
festival yang didedikasikan untuk serangga, di
London tahun lalu. The 'Rayap Pavilion'
memungkinkan penonton Pestival wawasan
yang unik ke dalam bentuk-bentuk organik
yang luar biasa.

E. Contoh bangunan Metafora

1. Museum Tsunami, Aceh


Konsep besar museum ini yaitu
“Rumoh Aceh as a Escape Hill”. Ridwan
Kamil mengibaratkan museum ini
sebagai rumah panggung yang mampu
menyelamatkan para penduduk Aceh
dari tsunami. Bagian interior museum
juga menceritakan dan mengajak kita
untuk dapat merasakan suasana saat
terjadi tsunami di Aceh.

2. Huaian, China
Bangunan ini merupakan desain
arsitektur yang menggunakan konsep
metafora, yaitu mengambil bentuk dari alat
musik piano dan biola yang saling di
gabungkan, sehingga membentuk suatu
bangunan yang sangat indah dan
berestetika.
3. Busan Opera House

Bangunan ini menggabungkan bentuk cangkang dan kerangka ikan sebagai ide desainnya.

3. Esensi (Hakekat)
Hakekat adalah menyaring dan memusatkan aspek-aspek persoalan yang rumit
menjadi keterangan-keterangan gambling yang lebih ringkas. Hakekat mengandung
pengertian dalam aspek yang paling penting dan instinc dari benda yang dianalisis. Pada
dasarnya hakekat antara lain adalah konsep yang mengandung pengertian aspek yang paling
penting serta intrinstik dalam desain. Konsep ini merupakan hasil penemuan serta
identifikasi pokok masalah.
Tidak hanya memperhatikan fungsi dari seluruh aktivitas dalam bangunan, tetapi
konsep dapat dikembangkan menjadi suatu melalui pendekatan secara pragmatis.
Inti dari konsep hakikat adalah mencari suatu konsep mendasar dari sebuah
perancangan. Apakah hakikat sebuah rumah tinggal? Apa hakikat dari perpustakaan? Apa
hakikat dari sebuah rumah sakit, dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang
berkaitan langsung dengan hakekat suatu bangunan yang akan didesain, sehingga
perancangan yang terbentuk memang sesuai dengan hakikat tersebut.
Contoh bangunan yang menggunakan konsep hakekat:
1. Monumen Nasional by Frederich Silaban
Monumen Nasional atau yang populer disingkat
dengan Monas atau Tugu Monas adalah monumen
peringatan setinggi 132 meter (433 kaki) yang didirikan
untuk mengenang perlawanan dan perjuangan
rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari
pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Pada tanggal 17
Agustus 1954 sebuah komite nasional dibentuk dan
sayembara perancangan monumen nasional digelar
pada tahun 1955. Terdapat 51 karya yang masuk, akan
tetapi hanya satu karya yang dibuat oleh Frederich
Silaban yang memenuhi kriteria yang ditentukan
komite, antara lain menggambarkan karakter bangsa
Indonesia dan dapat bertahan selama berabad-abad

2. TWA-Building-New-York

Seorang arsitek yang mampu mengidentifikasikan hakekat sebuah bangunan adalah


Eero Saarinen yang merancang terminal TWA di bandara udara international Kennedy.
Bangunan ini mencerminkan dua hakikat dari bandara yaitu pertama sebagai kompleks
terminal yang menjadi bagian dari Idlwild (sekarang Kennedy International), suatu bangunan
untuk TWA yang khusus mengesanakn dan kedua sebagai sebuah bangunan yang
menggambarkan expresi drama keistimewaan dan kegairahan sebuah perjalanan.

4. Pragmatik
Konsep Programatik adalah konsep yang dikembangkan berkisar tentang persoalan-
persoalan yang pragmatis, yang diidentifikasi dari program sebuah bangunan. Konsep ini
dikenal sebagai tanggapan langsung dari pemecahan masalah suatu proyek dan
perancangannya. Jika Anda dihadapkan pada sebuah perancangan, hendaknya perlu dikenali
terlebih dahulu permasalahan yang ada. Setelah itu, identifikasi lebih detail kemudian
mencari solusi desain dengan pemecahan dari berbagai sumber. Hal inilah yang dimaksud
dengan programatik atau tanggapan langsung dari pemecahan masalah.
Contoh bangunan dengan konsep pragmatik.
1. Dubai sustainable city
Ide rancangan bangunan
dan lingkungan hemat energi
dengan memanfaatkan tenaga
surya sebesar 60% sebagai
sumber energi pada masing-
masing hunian dan mengonsumsi
energi air sebanyak 30%.

2. Museum Udara dan Ruang Angkasa di Washington DC

Gyo Obata mengaplikasikan konsep jenis ini dalam merancang Museum Udara dan
Ruang Angkasa di Washington DC. Dalam kasus ini Obata berhasil mengidentifikasi bahwa
permasalahan utama pada perancangan bangunan tersebut adalah sirkulasi dan orientasi
bagi pengunjung yang jumlahnya banyak sekali. Konsep yang dikembangkan sebagai
alternative desain adalah mendesain sebuah jalan raya dua tingkat yang menghubungkan
serangkaian ruang pameran tertutup. Tiga ruang terbuka banyak tingkat ditempatkan
menurut jarak tertentu sepanjang jalan tersebut, baik untuk memajang atraksi maupun
untuk menghibur penonton yang bergerak dari satu ruang pamer dengan tema yang satu ke
ruang pamer dengan tema berikutnya.
Para pengunjung mempunyai pilihan urutan ruang pamer yang akan dilihat, karena
koleksinya terlalu banyak untuk dilihat dalam satu kali kunjungan. Konsep pola sirkulasi
bagaikan jalan tingkat ganda akan akan menyebarkan orang-orang (pengunjung) ke seumua
ruang tema yang bermacam-macam.
5. UTOPIA (CITA-CITA IDEAL)

Cita-cita adalah konsep idel yang dibawa sendiri oleh arsitek kepada masalah yang
bersangkutan. Bila arsitek membawa konsep yang tepat bagi sebuah proyek, maka hal
tersebutlah yang menjadi inspirasi dan cita-cita tinggi dari si arsitek.

Konsep cita-cita berkaitan erat dengan pengetahuan dan pengalaman sang arsitek
tentang perancangan tertentu yang diperoleh melalui proses pembelajaran dan pengalaman
panjang dalam mengerjakan proyek atau kasus perancangan yang variatif.

Contoh bangunan yang menggunakan konsep Utopia.

1. China Central Television Headquarters


Kantor pusat CCTV atau China Central
Television Headquarters adalah bangunan pencakar
langit 44 lantai di Distrik Pusat Bisnis Beijing (CBD)
dan menjadi kantor pusat China Central
Television (CCTV). Bangunan utama bukanlah seperti
gedung menara biasanya, tetapi merupakan putaran
dari enam bagian horisontal dan vertikal meliputi
luas lantai 473,000 m (1,552,000 ft), menghasilkan
tampilan yang tidak umum dari menara bangunan
dengan lubang di tengah.
Konstruksi bangunan benar-benar
menantang, dikarenakan lokasinya yang berada di
daerah gempa. Bangunan ini terdiri dari tiga bagian
bangunan yang disatukan menjadi satu setengah
bangunan pada 30 Mei 2007. Agar tidak terkunci
karena masalah diferensial struktur. Penyambungan dilakukan pagi-pagi sekali dimana baja
dari dua menara dalam kondisi dingin dengan suhu yang sama. Bangunan CCTV ini adalah
bagian dari taman media yang diharapkan menjadi sarana hiburan publik, area pembuatan
film luar ruang, dan studio produksi sebagai perluasan jalur hijau Distrik Pusat Bisnis (CBD).
DAFTAR PUSTAKA

1. bab3-konsep_konsep_dalam_arsitektur.pdf

2. Wikipedia

3. Kamus besar Bahasa Indonesia

4. https://ikapurwaningtyas.wordpress.com/2016/01/23/5-jenis-konsep-arsitektur/

5. http://ilmuarsitektur.blogspot.co.id/2011/03/konsep-dalam-arsitektur.html

6. https://madzhabarsitektur.wordpress.com/2015/09/01/jenis-jenis-konsep-dalam-
ilmu-arsitektur/

7. http://www.academia.edu/5624667/Konsep_dalam_Arsitektur

8. https://www.academia.edu/9630985/5._Konsep_and_jenis_desain_arsitektur

9. https://en.wikipedia.org/wiki/China_Central_Television

10. http://inhabitat.com/norman-fosters-green-desert-utopia-in-dubai/

11. http://miasiibungsu.blogspot.co.id/2013/02/konsep-dalam-arsitektur.html

12. https://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur

https://drive.google.com/file/d/1DeIYVo0MHSnVhr8gJfpi1lojIDsGNr_8/view