Anda di halaman 1dari 25

A.

Obligasi
Surat obligasi merupakan pengakuan utang pihak yang mengeluarkan pada pihak
yang membeli (investor). Surat obligasi menunjukkan jumlah nominal, bunga dan tanggal
pembayarannya dan perjanjian-perjanjian lain, sehingga dapat dikatakan bahwa obligasi
merupakan suatu janji tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal
tertentu di masa yang akan datang dan juga bunga setiap tanggal tertentu. Pembeli surat
obligasi dapat menjual kembali obligasi yang dimilikinya sewaktu-waktu, mungkin dalam
waktu yang relatif pendek atau cukup lama, sehingga obligasi yang dibeli dapat dicatat
sebagai investasi jangka pendek atau jangka panjang. Investasi obligasi akan memberikan
pendapatan bunga yang tetap setiap periode.

Investasi obligasi harus dikelompokkan ke dalam salah satu dari tiga kelompok
berikut:

 Dimiliki hingga jatuh tempo (held to maturity). Investasi obligasi harus


dimasukkan ke dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo jika
perusahaan bermaksud untuk memiliki obligasi itu hingga jatuh temponya.
 Diperdagangkan (trading). Jika perusahaan tidak bermaksud memiliki
obligasi hingga jatuh tempo dan akan menjualnya kembali dalam waktu
dekat, investasi ini harus dikelompokkan sebagai diperdagangkan. Intinya
adalah membeli dan segera menjualnya kembali untuk mendapatkan
keuntungan perbedaan harga.
 Tersedia untuk dijual (available for sale). Investasi obligasi yang tidak dapat
dikelompokkan sebagai dimiliki sampai jatuh tempo atau diperdagangkan,
harus dikelompokkan sebagai tersedia untuk dijual.

Investasi obligasi diperdagangkan dicantumkan dalam kelompok aktiva lancar di


neraca sebesar nilai wajarnya. Laba atau rugi yang belum direalisasi yang mungkin timbul
akibat perubahan nilai wajar harus diakui sebagai penghasilan (laba) dalam laporan. Laba
rugi. Obligasi-obligasi yang dikelompokkan sebagai dimiliki hingga jatuh tempo dan
tersedia untuk dijual akan diklasifikasikan ke dalam kelompok aktiva lancar atau tidak
lancar tergantung keputusan manajemen. Investasi obligasi dalam kelompok dimiliki
hingga jatuh tempo disajikan dalam neraca sebesar harga perolehan setelah dikurangi

1
amortisasi agio/disagio. Sedangkan investasi obligasi dalam kelompok tersedia untuk
dijual disajikan dalam neraca sebesar nilai wajarnya. Laba atau rugi yang belum direalisasi
untuk kelompok tersedia untuk dijual harus dilaporkan sebagai komponen ekuitas yang
disajikan secara terpisah dan tidak boleh diakui sebagai penghasilan sampai saat laba atau
rugi tersebut direalisasi.

B. Jenis Obligasi
Pengelompokan obligasi dapat dilakukan dengan berbagai macam cara yaitu:
1. Ditinjau dari waktu jatuh temponya, ada dua macam obligasi yaitu obligasi
biasa (term bonds) dan obligasi berseri (serial bonds). Obligasi biasa adalah
obligasi yang jatuh tempo pada saat yang sama, sedang obligasi berseri
adalah obligasi yang jatuh temponya berurutan dalam periode-periode
tertentu.
2. Ditinjau dari jaminannya, ada dua macam obligasi yaitu obligasi yang
dijamin dan obligasi yang tidak dijamin. Jaminan ini berbentuk aktiva tetap
yang dimiliki perusahaan (hipotik). Obligasi yang dijamin berarti memberi
jaminan pada investor bila perusahaan tidak dapat membayar utangnya,
investor dapat mengklaim jaminan itu. Jaminan yang diberikan dapat
beberapa tingkatan, jaminan tingkat pertama berarti mempunyai klaim yang
pertama, jaminan tingkat kedua berarti klaimnya terhadap jaminan adalah
sesudah obligasi dengan jaminan pertama Kadang-kadang jaminan dapat
diberikan dalam bentuk surat-surat berharga (saham dan obligasi)
perusahaan lain yang dimiliki.
3. Obligasi yang dijamin oleh pihak lain disebut obligasi bergaransi, misalnya
perusahaan induk menjamin obligasi anak perusahaannya.
4. Obligasi yang dapat ditukarkan dengan saham disebut obligasi yang dapat
ditukarkan, pertukaran ini tergantung pada keinginan pemegang obligasi.
Apabila obligasi dapat ditukarkan dengan saham maka investor dapat
mengubah pemilikannya menjadi pemegang saham, oleh karena itu obligasi
seperti ini banyak menarik perhatian investor.
5. Ditinjau dari bentuknya obligasi dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu
obligasi atas nama dan obligasi kupon. Obligasi atas nama hanya dapat

2
diambil bunganya oleh orang yang namanya terdaftar, sehingga kalau dijual
harus dilaporkan ke perusahaan yang mengeluarkan obligasi itu. Obligasi
kupon merupakan obligasi yang bebas, tidak atas nama. Setiap lembar
obligasi disertai dengan kupon-kupon sebanyak tanggal pembayaran bunga,
kupon-kupon itu digunakan untuk mengambil bunga. Karena tidak atas
nama maka penjualan obligasi ini tidak perlu diberitahukan pada
perusahaan yang mengeluarkan.

Harga jual (beli) obligasi tidak selalu sebesar nilai nominalnya. Besarnya harga
ditentukan oleh tingkat bunga obligasi. Semakin besar bunganya, harga obligasi semakin
tinggi dan sebaliknya semakin kecil bunga obligasi, semakin rendah harganya. Untuk
mengetahui apakah bunga obligasi itu cukup besar atau kurang, dibandingkan antara
persentase bunga obligasi dengan tingkat bunga di pasar. Apabila persentase bunga
obligasi melebihi tingkat bunga di pasar, maka harga jual obligasi akan di atas nilai nominal
(agio), tetapi bila tarif bunga obligasi lebih rendah daripada tingkat bunga di pasar' maka
harganya di bawah nilai nominal (disagio). Agio atau disagio obligasi merupakan
perbedaan antara tarif bunga obligasi dengan tingkat bunga di pasar untuk seluruh bunga
obligasi yang dibayarkan. Bunga obligasi ditambah atau dikurangi dengan agio atau
disagio yang timbul pada saat pembelian menunjukkan hasil sesungguhnya dari obligasi,
disebut tarif efektif. Untuk menentukan besarnya harga obligasi dapat dilakukan dengan
cara sebagai berikut:
(i) Menghitung nilai tunai dari jumlah jatuh tempo ditambah nilai tunai bunga
yang akan diterima.

Contohnya sebagai berikut :

Pada tanggal 1 Januari 2005 Tuan Tamma membeli obligasi dari PT Hasta nominal
Rpl0.000.000,-, bunga 7% per tahun dibayarkan setiap tanggal 31 Desember, jatuh tempo
tanggal 31 Desember 2009, dengan tujuan untuk mendapatkan hasil sesungguhnya (tarif
efektif) sebesar 8%.

Perhitungan harga beli oleh Tuan Syarif sebagai berikut:

(a) Nilai tunai jumlah jatuh tempo = Rpl0.000.000,- x 0,68058

3
= Rp6.805.800,-

(b) Nilai tunai bunga yang akan diterima = Rp700.000,- x 3,99271

= Rp2.794.897,

Jadi harga beli obligasi di atas agar menghasilkan tarif efektif 8% adalah sebesar
Rp6.805.800,- + Rp2.794.897,- = Rp9.600.697,- atau dengan kata lain ada disagio obligasi
sebesar Rpl0.000.000,- - Rp9.600.697,- = Rp399.303,-.

Apabila hasil sesungguhnya (tarif efektif) yang diharapkan sebesar 5% maka harga
obligasi sebagai berikut:

(a) Nilai tunai jumlah jatuh tempo = Rpl0.000.000,- x 0,78353


= Rp7.835.300,-
(b) Nilai tunai bunga yang akan diterima = Rp700.000,- x 4,32948
= Rp3.030.636,-

Harga belinya sebesar = Rp7.835.300,- + Rp3.030.636,- = Rpl0.865.936,- atau


dengan kata lain ada agio obligasi sebesar Rp865.936,-.

C. Pencatatan Investasi Obligasi


Obligasi yang dibeli untuk tujuan penanaman modal jangka panjang dicatat dengan
jumlah harga perolehannya yaitu harga beli ditambah semua biaya pembelian seperti
k'omisi, meterai, provisi dan Iain-lain. Apabila harga beli berbeda dengan nilai nominal
obligasi, selisihnya disebut agio atau disagio obligasi. Agio obligasi adalah selisih harga
beli obligasi di atas nilai nominal sedangkan disagio obligasi adalah selisih harga beli
obligasi di bawah nilai nominal. Obligasi yang dimiliki dengan cara ditukar dengan aktiva,
harga perolehannya dihitung sebesar harga pasar aktiva tersebut.
Apabila obligasi dibeli di antara tanggal pembayaran bunga, pembeli membayar
harga beli ditambah bunga berjalan yaitu bunga sejak tanggal pembayaran bunga terakhir
sampai tanggal pembelian obligasi. Pembayaran bunga berjalan ini bukan merupakan
harga perolehan obligasi. Selanjutnya disasjikan contoh, Nyonya Hasna membeli obligasi
PT Milenia pada tanggal 1 Mei 2005, nominal Rpl.000.000,-, bunga 12% dengan harga

4
beli sebesar Rpl.000.000,-. Biaya pembelian, yaitu komisi dan meterai sebesar Rp25.000,.
Bunga obligasi dibayarkan setiap tanggal 1 Maret dan 1 September. Harga perolehan
obligasi dan bunga berjalan dihitung sebagai berikut:
Harga belt obligasi Rp1.000.000,-
Komisi dan materai Rp 25.000,-
Rpl.025.000,-
Bunga berjalan (1 Maret - 1 Mei)
2/12 x 12% x Rpl.000.000,- Rp 20.000,-
Jumlah uang yang dibayarkan Rpl.045.000,-

Jurnal yang dibuat oleh Nyonya Hasna untuk mencatat pembelian obligasi di atas sebagai
berikut:
Investasi obligasi Rpl.025.000,-
Pendapatan bunga obligasi Rp 20.000,-
Kas Rpl.045.000,-

Dalam jurnal tersebut rekening pendapatan bunga obligasi didebit dengan jumlah
Rp20.000,- yaitu bunga berjalan yang dibayarkan kepada penjual obligasi, sehingga pada
tanggal 1 September 2005 yaitu tanggal pembayaran bunga akan dibuat jurnal sebagai
berikut:

Kas Rp60.000,-

Pendapatan bunga obligasi Rp60.000,-

Perhitungan: Bunga = 6/12 x 12% x Rpl .000.000,- = Rp60.000,-

Apabila bunga berjalan yang dibayarkan kepada penjual obligasi didebitkan ke rekening
piutang bunga obligasi, maka pada tanggal 1 September 2005 penerimaan bunga obligasi
dicatat dengan jurnal sebagai berikut:

Kas Rp60.000,-

Piutang bunga obligasi Rp20.000,-

Pendapatan bunga obligasi Rp40.000,-

5
Ditinjau dari segi kepraktisan, akan lebih mudah bila bunga berjalan didebitkan pada
rekening pendapatan bunga obligasi.

Selanjutnya akan disajikan contoh perhitungan amortisasi agio dan akumulasi disagio
dengan metode garis lurus beserta jurnal-jurnal untuk mencatatnya.

1. Pada tanggal 1 Maret 2005 dibeli obligasi, nominal Rpl.000.000,-, bunga 12%,
jatuh tempo tanggal 31 Desember 2007 dengan harga Rp966.000,-termasuk komisi
dan meterai. Bunga obligasi dibayarkan setiap tanggal 1 Januari dan 1 Juli tiap-tiap
tahun. Pada tanggal 31 Desember 2007 obligasi dilunasi oleh perusahaan yang
mengeluarkan.

Perhitungan:

Harga beli Rp966.000,-

Bunga berjalan: 2/12 x l2% x Rpl.000.000,- Rp 20.000,-

Jumlah uang yang dibayarkan Rp986.000,-

Disagio obligasi = Rpl.000.000,- - Rp966.000,- = Rp34.000,-, akan diakumulasikan


selama umur obligasi yaitu 34 bulan (1 Maret 2005 s.d. 31 Desember 2007).
Akumulasi disagio setiap bulan sebesar Rp34.000,- : 34 = Rpl.000,-. Jurnal yang
dibuat untuk mencatat transaksi-transaksi di atas sebagai berikut:

6
Transaksi Jurnal

1-3-2005 Penanaman modal dalam obligasi Rp966.000.-

Pembelian obligasi Pendapatan bunga obligasi Rp 20 000.-

Kas Rp906.000.-

1-7-2005

Penerimaan bunga Kas Rp60.000.-

6/l2 x l2% x Rpl.000.000.00 = Rp60.000,- Pendapatan bunga obligasi Rp60.000.-

31-12-2005

Penyesuaian

a) Mencatat bunga 6 bulan Piutang bunga Rp60.000.-

Pendapatan bunga obligasi Rp60 000.-

b) Akumulasi disagio Penanaman modal dalam obligasi RpI0 000.-

10 bulan x Rpl000.- = RpI0000.- Pendapatan bunga obligasi RpI0 000.-

1-1-2006 Pendapatan bunga obligasi Rp60.000.-

a) Penyesuaian kembali Piutang bunga Rp60.000.-

Kas Rp60.000.-

b) Penerimaan bunga Pendapatan bunga obligasi Rp60 000.-

1-7-2006 Kas Rp60.000.-

Penerimaan bunga Pendapatan bunga obligasi Rp60 000.-

6/12 x 12% x Rpl.000 000,- = Rp60 000.-

31-12-2006 Penyesuaian Piutang bunga Rp60.000.-

a) Mencatat pendapatan bunga Pendapatan bunga obligasi Rp60 000,-

b) Akumulasi disagio Penanaman modal dalam obligasi Rpl2.000.-

12 bulan x Rpl.000.- Pendapatan bunga obligasi Rpl2.000.-

Dalam tahun 2007 dibuat jurnal seperti dalam tahun 2006. Pada tanggal 31Desember
2007 ketika obligasi dilunasi dibuat jurnal sebagai berikut:

Kas Rpl.000.000,-

Investasi obligasi Rpl.000.000,-

7
2. Pada tanggal 1 April 2005 dibeli obligasi, nominal Rpl.000.000,- bunga 12%, jatuh
tempo tanggal 31 Desember 2007, dengan harga Rpl.066.000,- (termasuk komisi
dan biaya pembelian lain). Bunga dibayarkan tiap tanggal 1 Maret dan 1 September.
Pada tanggal jatuh tempo, obligasi dilunasi.
Perhitungan:

Harga beli obligasi Rpl.066.000,-

Bunga berjalan: 1/12 x 12% x Rpl.000.000,- Rp 10.000,-

Jumlah yang dibayarkan Rpl.076.000,

Agio obligasi sebesar Rp66.000,- (Rpl.066.000,- - Rpl.000.000,-) akan diamortisasi


selama pemilikan obligasi (1-4-2005 s.d. 31-12-2007) - 33 bulan. Amortisasi agio
tiap bulan - Rp66.000,-/33 = Rp2.000,-. Jurnal yang dibuat untuk mencatat
transaksi di atas sebagai berikut:

8
Transaksi Jurnal

1-4-2005

Penanaman modal dalam


Pembelian obligasi obligasi Rp1.066.000,-

Pendapatan bunga obligasi 10 000.00

Kas Rp1.076.000.-

1-7-2005

Penerimaan bunga Kas Rp60.000.-

6/l2 x l2% x Rpl.000.000.- =


Rp60.000,- Pendapatan bunga obligasi Rp60.000.-

31-12-2005

Penyesuaian

a) Mencatat bunga 6 bulan Piutang bunga Rp40.000.-

Pendapatan bunga obligasi Rp40 000.-

Penanaman modal dalam


b) Akumulasi disagio obligasi RpI8 000.-

10 bulan x Rpl000.- = RpI0000.- Pendapatan bunga obligasi RpI8 000.-

1-1-2006 Pendapatan bunga obligasi Rp40.000.-

a) Penyesuaian kembali Piutang bunga Rp40.000.-

Kas Rp60.000.-

b) Penerimaan bunga Pendapatan bunga obligasi Rp60 000.-

1-7-2006 Kas Rp60.000.-

Penerimaan bunga Pendapatan bunga obligasi Rp60 000.-

6/12 x 12% x Rpl.000 000,- = Rp60 000.-

31-12-2006 Penyesuaian Piutang bunga Rp40.000.-

a) Mencatat pendapatan bunga Pendapatan bunga obligasi Rp40 000,-

b) Akumulasi disagio Pendapatan bunga obligasi Rp24.000.-

Penanaman modal saham


12 bulan x Rpl.000.- obligasi Rp24.000.-

Dalam tahun 2007 dibuat jurnal yang sama seperti dalam tahun 2006, sehingga pada
tanggal 31 Desember 2007 rekening investasi obligasi akan menunjukkan saldo sebesar
Rp 1.000.000,-.

9
Pada saat pelunasan obligasi yaitu tanggal 31 Desember 2007 dibuat jurnal
sebagai berikut :

Kas Rpl.000.000,-
Investasi obligasi Rpl.000.000,-

Apabila obligasi yang dimiliki dengan tujuan untuk penanaman modal jangka
panjang dijual sebelum tanggal jatuh temponya maka perhitungan laba atau rugi
penjualan didasarkan .pada jumlah uang yang diterima dengan nilai buku obligasi. Nilai
buku obligasi dihitung dengan cara sebagai berikut: Harga perolehan obligasi ditambah
dengan akumulasi disagio sampai tanggal penjualan atau harga perolehan obligasi
dikurangi amortisasi agio sampai tanggal penjualan. Selanjutnya disajikan contoh yang
masih berkaitan dengan contoh kedua pada tanggal 1 April 2007 dijual dengan harga
Rpl.015.000,-(sesudah dikurangi komisi dan Iain-lain). Laba rugi dihitung sebagai
berikut :
Harga perolehan obligasi
Amortisasi agio : Rp.1.066.000,-
2005 = 9 x Rp. 2.000,- = Rp. 18.000,-
2006 = 12 x Rp. 2.000,- =Rp. 24.000,-
2007 = 3 x Rp. 2.000,- =Rp. 6.000,-
Nilai buku obligasi Rp. 48.000,-
Harga jual obligasi Rp.1.018.000,-
Rugi penjualan obligasi Rp.1.015.000,-
Bunga berjalan: 1 /12 x 12% x Rp 1.000.000,- Rp 3.000,-
Uang yang diterima = Rpl.015.000,- + Rpl0.000,- Rp.l.025.000,-

Penjualan obligasi pada tanggal 1 April 2007 di atas dicatat dengan jurnal
sebagai berikut:

10
Mencari amortisasi agio Pendapatan bunga obligasi Rp 6.000,-

Selama 3 bulan Penanaman modal dalam obligasi Rp 6.000,-

Mencatat penjualan bunga Kas Rp 1.025.000,-

Dan penerimaan Rugi penjualan obligasi Rp 3.000,-

bunga Penanaman modal dalam obligasi Rp 1.018.000,-

pendapatan bunga obligasi Rp 10.000,-

Selanjutnya obligasi yang dapat dilunasi kembali sebelum tanggal jatuh tempo
biasanya dilakukan dengan memberi agio pada pemegang obligasi pada waktu pelunasan
itu terjadi. Akumulasi disagio atau amortisasi agio dalam buku investor tidak lagi dengan
cara garis lurus tetapi menggunakan cara amortisasi yang dipercepat. Seperti pada obligasi
dikeluarkan pada tanggal 1 Januari 1992 dan jatuh tempo pada tanggal 1 Januari 2010.
Daftar tanggal pelunasan dengan jumlah pelunasan sebagai berikut:

 Dilunasi pada tanggal 1 Januari 1995 sampai 31 Desember 1999 = 105.


 Dilunasi pada tanggal 1 Januari 2000 sampai 31 Desember 2004 =103.
 Dilunasi pada tanggal 1 Januari 2005 sampai 31 Desember 2009 =101.

Apabila obligasi ini dibeli oleh investor di atas nilai nominal maka perhitungan
amortisasi agionya harus dibuat sedemikian rupa agar nilai buku obligasi tidak melebihi
nilai jatuh tempo tiap-tiap jangka waktu. Misalnya obligasi nominal Rpl.000.000,- dibeli
dengan harga Rpl.100.000,-, amortisasi yang dipercepat dihitung sebagai berikut:

Rpl.100.000 - Rpl.050.000 : 3 tahun (1992-1994) = Rpl6.667,- per th.

Rpl.050.000 - Rpl.030.000 : 5 tahun (1995-1999) = Rp4.000,- per th.

Rpl.030.000 - Rpl.010.000 : 5 tahun (2000-2004) = Rp4.000,- per th.

Rpl.010.000 - Rpl.000.000 : 5 tahun (2005-2009) = Rp2.000,- per th.

11
Dengan amortisasi yang dipercepat, nilai buku investasi obligasi sama dengan
jumlah pelunasan pada akhir suatu jangka waktu. Obligasi yang agio atau disagionya tidak
lebih besar dari nilai jatuh tempo setiap periode, tidak menimbulkan masalah. Pelunasan
obligasi seperti ini dicatat dalam buku investor dengan debit kas, kredit penanaman modal
dalam obligasi, sedang laba ruginya merupakan selisihnya. Penerimaan bunga obligasi
tetap dikreditkan ke rekening pendapatan bunga obligasi.

Apabila obligasi yang dimiliki ditukarkan dengan surat berharga lain maka
rekening investasi obligasi ditutup dan dibuka rekening penanaman modal yang baru. Surat
berharga yang diterima dicatat sebesar harganya di bursa, selisihnya dengan nilai buku
obligasi dicatat sebagai laba atau rugi. Misalnya obligasi yang dimiliki nominal Rp
100.000,-, bunga 12%, dibayarkan tiap tanggal 1 Maret dan 1 September. Pada tanggal 1
April 2005 nilai bukunya sebesar Rpl02.400,-, dan ditukarkan dengan 10 lembar saham
biasa, nominal Rpl0.000,- per lembar. Pada tanggal tersebut harga pasar saham biasa
tercatat sebesar Rpl.2.000,- per lembar.

Jurnal yang dibuat untuk mencatat transaksi-transaksi di atas sebagai berikut:

Mencari amortisasi agio Pendapatan bunga obligasi Rpxx

Selama 3 bulan Penanaman modal dalam obligasi Rpxx

Mencatat pertukaran Penanaman modal dalam saham Rp 120.000,-

obligasi dengan saham Penanaman modal dalam obligasi Rp 102.400,-

Laba pertukaran obligasi Rp 17.600,-

Mencatat penjualan bunga Kas Rp 1.000,-

berjalan untuk 1 bulan Pendapatan bunga obligasi Rp 1.000,-

1/12 x 12% x Rp 100.000,-

12
D. Dana Pelunasan Obligasi
Perusahaan yang mengeluarkan obligasi, seringkali harus mengumpulkan dana
pelunasan obligasi agar dapat memenuhi perjanjian pada waktu menjual obligasi. Dana yang
terkumpul digunakan untuk melunasi obligasi pada tanggal jatuh tempo. Dana biasanya
dibentuk dengan simpanan tiap-tiap periode, simpanan ini bisa dalam jumlah yang sama, dapat
juga dengan jumlah yang tidak sama. Dana yang dibentuk dapat diurus sendiri oleh perusahaan,
dapat pula diserahkan pada pihak lain. Dana yang dikumpulkan dapat digunakan

untuk mencari tambahan penghasilan, biasanya dibelikan surat-surat berharga jangka pendek.
Apabila dana diurus sendiri maka semua transaksi yang berhubungan dengan dana ini langsung
dicatat dalam buku-buku perusahaan. Apabila dana diserahkan pada wali, setiap periode wali
mengirimkan laporan mengenai kegiatan dana. Pencatatan dalam buku-buku perusahaan
dilakukan berdasarkan laporan yang diterima dari wali.

Contoh Soal

1. Pada tanggal 1 Juli 1990 Tuan Sukur membeli obligasi PT Latif yang nominalnya
Rp200.000.000,00 dengan kurs 98,5% plus bunga berjalan. Bunga obligasi 12% dibayar
tiap tanggal 1 Februari dan 1 Agustus. Obligasi jatuh tempo 1 Agustus 1992. Tanggal 1
Agustus 1991 PT Latif menawarkan penjualan saham biasa nominal @Rp100.000,00 ,
para pemegang obligasi diberi hak untuk menukarkan obligasinya dengan saham,
obligasi nominal Rp1.000.000,00 dapat ditukarkan dengan 10 lembar saham. Tuan Sukur
menukarkan obligasinya yang nominal Rp100.000.000,00 dengan 1.000 lembar saham
biasa pada tanggal tersebut, bunga obligasi diterima pada saat pertukaran, harga pasar
saham sama dengan nilai nominalnya. Pada tanggal 1 April 1992, obligasi nominal
Rp40.000.000,00 dijual dengan kurs 99,75% plus bunga berjalan.
Tanggal 1 Agustus 1992 obligasi jatuh tempo dan dilunasi oleh PT Latif.

Diminta :
Membuat jurnal untuk mencatat transaksi di atas, termasuk jurnal penyesuaian pada tiap
akhir tahun.

13
2. PT Bari membeli 40 lembar, 9% obligasi PT Gofar nominal per lembar Rp2.500.000,00
(transaksi tersebut terjadi tgl 1 Juli 1989). Untuk transaksi tersebut PT Bari membayar
tunai Rp99.250.000,00. Obligasi akan jatuh tempo 1 September 1993, bunga dibayar
setiap tanggal 1 Maret dan 1 September.
Pada tanggal 1 Juni 1992 PT Gofar menawarkan kepada para pemegang obligasinya
untuk menukarkan dengan saham biasa PT Gofar. Setiap lembar obligasi dapat
ditukarkan dengan 50 lembar saham (nominal @ Rp50.000,00), dan bunga berjalan akan
dibayar PT Gofar pada saat terjadi pertukaran.
Pada tanggal 1 Juni 1992 PT Bari menukarkan 16 lembar obligasi dengan 800 lembar
saham biasa PT Gofar, disaat itu harga pasar sama dengan nominalnya.
Pada tanggal 31 Desember 1992 PT Bari menjual 12 lembar investasi obligasi PT Gofar.
Hasil penjualan bersih sebesar Rp32.500.000,00 (tidak termasuk bunga berjalan).

Diminta :
a. Membuat jurnal pembelian investasi obligasi tanggal 1 Juli 1989
b. Membuat jurnal untuk :
- Penerimaan bunga
- Pertukaran obligasi dengan saham biasa
- Penjualan investasi obligasi pada tahun 1992, termasuk jurnal penyesuaian
akhir tahun 1992.

Penyelesaian

1. Jurnal transaksi.

1 Juli 1990
Investasi-obligasi Rp197.000.000,00
Pendapatan bunga Rp 10.000.000,00
Kas Rp207.000.000,00

14
Keterangan :
Kurs = 98,5% x Rp200.000.000,00 = Rp197.000.000,00
Bunga berjalan (1 Feb s.d. 1 Juli)
(5/12) x 12% x Rp200.000.000,00 = Rp 10.000.000,00 +

Jumlah yang dibayar per kas Rp207.000.000,00

1 Agustus 1990
Kas Rp12.000.000,00
Pendapatan bunga Rp 12.000.000,00

Keterangan :
Pendapatan bunga (1 Feb s.d. 1 Agustus)
(6/12) x 12% x Rp200.000.000,00 = Rp 12.000.000,00

31 Desember 1990
Investasi obligasi Rp720.000.000,00
Pendapatan bunga Rp720.000.000,00

Keterangan :
Umur investasi obligasi (1 Juli 1990 s.d. 1 Agustus 1992) = 25 bulan.
Nominal obligasi Rp200.000.000,00
Harga pokok investasi obligasi Rp197.000.000,00

Diskonto (diakumulasikan selama 25 bulan) Rp 3.000.000,00


Akumulasi tahun 1990 adalah (1 Juli s.d. 31 Des.)
(6/25) x Rp3.000.000,00 = Rp720.000.000,00

15
Piutang bunga Rp10.000.000,00
Pendapatan bunga Rp 10.000.000,00

Keterangan :
Bunga dari 1 Agustus s.d. 31 Desember 1990
(5/12) x 12% x Rp200.000.000,00 = Rp 10.000.000,00

1 Januari 1991
Pendapatan bunga Rp10.000.000,00
Piutang bunga Rp 10.000.000,00

Keterangan :
Jurnal penyesuaian kembali

1 Februari 1991
Kas Rp12.000.000,00
Pendapatan bunga Rp 12.000.000,00

Keterangan :
Penerimaan bunga untuk setengah tahun.

1 Agustus 1991
Kas Rp12.000.000,00
Pendapatan bunga Rp 12.000.000,00

Keterangan :
Penerimaan bunga untuk setengah tahun.

16
Investasi obligasi Rp 420.000,00
Pendapatan bunga Rp 420.000,00

Keterangan :
Investasi obligasi yang nominalnya Rp100.000.000,00 (setengah dari total investasi
obligasi) ditukarkan dengan 1.000 lembar saham. Akumulasi diskonto dari 1 Januari s.d.
1 Agustus 1991 (= 7 bulan) = (7/25) x Rp3.000.000,00 x 0,5 = Rp420.000,00

Investasi-saham Rp100.000.000,00
Investasi-obligasi Rp 99.280.000,00
Laba pertukaran Rp 720.000,00

Keterangan :
Harga pokok investasi saham
100.000.000 x 10 lembar @ Rp100.000,00 = Rp100.000.000,00
1.000.000

Harga pokok investasi obligasi

0,5 x Rp197.000.000,00 = Rp98.500.000,00


Akumulasi diskonto dari
1 Juli 1990 s.d. 1 Ags 1991
13/25 x 0,5 x Rp3.000.000,00 Rp 780.000,00 +

Nilai buku Rp99.280.000,00  Rp 99.280.000,00

Laba pertukaran Rp 720.000,00

17
31 Desember 1991
Investasi-obligasi Rp 720.000,00
Piutang bunga Rp 5.000.000,00
Pendapatan bunga Rp 5.720.000,00

Keterangan :
Akumulasi diskonto 1 tahun untuk nominal Rp100.000.000,00
= (12/25) x 0,5 x Rp3.000.000,00 = Rp 720.000,00
Pendapatan bunga 1 agustus s.d. 31 Des. 1991
= (5/12) x 12% x Rp100.000.000,00 Rp 5.000.000,00

Jumlah Rp 5.720.000,00

1 Januari 1992
Pendapatan bunga Rp 5.000.000,00
Piutang bunga Rp 5.000.000,00

Keterangan :
Jurnal penyesuaian kembali

1 April 1992

Investasi-obligasi Rp 72.000,00

Pendapatan bunga Rp 72.000,00

Keterangan :

Investasi obligasi nominal Rp40.000.000,00 dijual, maka akumulasi dari 1 Januari s.d. 1
April 1992 (3 bulan) adalah = (3/25) x (4/20) x Rp3.000.000,00 = Rp72.000,00

18
Kas Rp40.700.000,00

Rugi penjualan Rp 4.000,00

Investasi-obligasi Rp39.904.000,00

Pendapatan bunga Rp 800.000,00

Keterangan :

Kurs = 99,75% x Rp40.000.000,00 Rp39.900.000,00

Harga pokok investasi obligasi

(4/20) x Rp197.000.000,00 = Rp39.400.000,00

Akumulasi diskonto dari tgl.

1 Juli 1990 s.d. 1 April 1992

21/25 x 4/20 x Rp3.000.000,00 Rp 504.000,00 +

Nilai buku investasi Rp39.904.000,00  Rp39.904.000,00

Rugi penjualan Rp 4.000,00

Bunga (1 Feb. s.d. 1 April 1992)

2/12 x 12% x Rp40.000.000,00 = Rp 800.000,00

19
1 Agustus 1992

Investasi-obligasi Rp 252.000,00

Pendapatan bunga Rp 252.000,00

Keterangan :

Akumulasi diskonto untuk 1 Januari s.d. 1 Agustus 1992

(7/25) x (60/200) x Rp3.000.000,00 = Rp252.000,00

Kas Rp63.600.000,00

Investasi-obligasi Rp60.000.000,00

Pendapatan bunga Rp 3.600.000,00

Keterangan :

Harga pokok investasi

(60/200)x Rp197.000.000,00 = Rp59.100.000,00

Akumulasi diskonto 1 Juli 1990 sampai

Dengan 1 Agustus 1992

(25/25) x (60/200) x Rp3.000.000,00 = Rp 900.000,00

Jumlah sama dengan nominal Rp60.000.000,00

Bunga 1 Feb. s.d. 1 Agustus 1992

6/12 x 12% x Rp60.000.000,00 = Rp 3.600.000,00 +

20
Jumlah yang diterima per kas Rp63.600.000,00

2.
a. Jurnal pembelian investasi-obligasi.

1 Juli 1989.
Investasi-obligasi Rp96.250.000,00
Pendapatan bunga Rp 3.000.000,00
Kas Rp99.250.000,00

Keterangan :
Jumlah yang dibayar
Bunga berjalan 1 Maret s.d. 1 Juli
4/12 x 9% x Rp100.000.000,00 Rp 3.000.000,00 _

Harga pokok investasi-obligasi Rp96.250.000,00

b. Jurnal tahun 1992.


1 Januari 1992
Pendapatan bunga Rp3.000.000,00
Piutang bunga Rp3.000.000,00

Keterangan :
Penyesuaian kembali piutang bunga 1 September sampai dengan 31 Desember
1991 sebesar :
4/12 x 9% x Rp100.000.000,00 = Rp3.000.000,00

1 Maret 1992
Kas Rp4.500.000,00
Pendapatn bunga Rp4.500.000,00

21
Keterangan :
Penerimaan bunga untuk 6 bulan adalah :
6/12 x 9% x Rp100.000.000,00 = Rp4.500.000,00

1 Juni 1992
Investasi obligasi Rp150.000.00
Pendapatan bunga Rp 150.000,00

Keterangan :
Nominal obligasi Rp100.000.000,00

Harga pokok investasi-obligasi Rp 96.250.000,00 _

Diskonto Rp 3.750.000,00

Diskonto akan diakumulasikan dari 1 Juli 1989 sampai dengan 1 September 1993
= 50 bulan.

Akumulasi diskonto per bulan adalah :

Rp3.750.000 ; 50 = Rp 75.000,00

Akumulasi 1 Januari s.d. 1 Juni 1992 untuk

Rp40.000.000,00 (sebanyak 16 lembar) adalah

5 x Rp75.000,00 x (16/40) = Rp 150.000,00

22
Kas Rp 900.000,00

Investasi-saham Rp40.000.000,00

Investasi-obligasi Rp39.550.000,00

Pendapatan bunhga Rp 900.000,00

Laba pertukaran Rp 450.000,00

Keterangan :

Harga pokok investasi-obligasi

(16/40) x Rp96.250.000,00 = Rp38.500.000,00

Akumulasi diskonto dari 1 Juli 1989

Sampai dengan 1 Juni 1992 adalah :

35 x (16/40) x Rp75.000,00 = Rp 1.050.000,00

Nilai buku investasi-obligasi Rp39.550.000,00

Nilai saham yang diterima sama

Dengan nominalnya yaitu :

800 lembar @ Rp50.000,00 = Rp40.000.000,00

Laba pertukaran Rp 450.000,00

Bunga berjalan yang diterima per kas :

(1 Maret s.d. 1 Juni 1992)  3 bulan

3/12 x 9% x Rp40.000.000,00 Rp 900.000,00

23
1 September 1992

Kas Rp2.700.000,00

Pendapatan bunga Rp2.700.000,00

Keterangan :

Penerimaan bunga untuk 6 bulan, nominal Rp60.000.000,00

6/12 x 9% x Rp60.000.000,00 = Rp2.700.000,00

31 Desember 1992

Investasi-obligasi Rp540.000,00

Piutang bunga Rp900.000,00

Pendapatan bunga Rp1.440.000,00

Keterangan:

Akumulasi diskonto setahun untuk nominal

Rp60.000.000,00 : 12 x (60/100) x Rp75.000,00 = Rp 540.000,00

Piutang bunga dari 1 September sampai dengan

31 Desember 1992:

4/12 x 9% x Rp30.000.000,00 = 900.000,00


+
Pendapatan bunga dikredit sebesar Rp1.440.000,00

24
Kas Rp33.400.000,00

Investasi-obligasi Rp29.820.000,00

Pendapatan Bunga 900.000,00

Laba penjualan investasi 2.680.000,00

Keterangan:

Harga pokok investasi adalah:

(30/100) x Rp96.250.000,00 = Rp28.875.000,00

Akumulasi diskonto dari 1 Juli 1989 sampai

Dengan 31 Desember 1992 adalah:

42 x (30/100) x Rp75.000,00 = 945.000,00


+
Nilai buku investasi-obligasi Rp29.820.000,00

Dijual dengan harga 32.500.000,00

Laba penjualan investasi-obligasi Rp 2.680.000,00

Bunga berjalan 1 September s.d. 31 Desember

1992 adalah:

4/12 x 9% x Rp30.000.000,00 = Rp900.000,00

25