Anda di halaman 1dari 19

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)
SISTEM EKSKRESI

MATA PELAJARAN : BIOLOGI


KELAS /SEMESTER : XI MIPA/GENAP
PROGRAM : PEMINATAN MIPA
PENYUSUN : NAUFAL AHMAD MUZAKKI
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan pendidikan : SMA


Mata pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : XI MIPA/Genap
Program : Peminatan MIPA
Materi Pokok : Sistem Ekskresi
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit (2 x Pertemuan)

A. Kompetensi Inti (KI)


KI 1 dan KI 2
Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang
dianutnya”.
Kompetensi Sikap Sosial yaitu “Menghayati dan mengamalkan perilaku, jujur, disiplin,
santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif,
dan pro-aktif,
Dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan,
keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan
regional, dan kawasan internasional.
KI 3 KI 4
Memahami, menerapkan, menganalisis dan Menunjukkan keterampilan
mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, menalar, mengolah, dan
prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis, menyaji secara : efektif, kreatif,
spesifik, detil, dan kompleks berdasarkan rasa ingin produktif, kritis, mandiri,
tahunya tentang kolaboratif, komunikatif, dan
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan solutif,
humaniora Dalam ranah konkret dan
Dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, abstrak terkait dengan
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena pengembangan dari yang
dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan pada dipelajarinya di sekolah, serta
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan mampu menggunakan metoda
minatnya untuk memecahkan masalah sesuai dengan kaidah keilmuan.

B. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik menggunakan model
pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Discovery Based Learning (DBL) peserta
didik dapat menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem
ekskresi dalam kaitannya dengan bioproses dan gangguan fungsi yang dapat terjadi pada
sistem ekskresi manusia, dan menyajikan hasil analisis pengaruh pola hidup terhadap
kelainan pada struktur dan fungsi organ yang meyebabkan gangguan pada sistem ekskresi
serta kaitannya dengan teknologi, sehingga peserta didik dapat membangun kesadaran akan
kebesaran Tuhan YME, menumbuhkan prilaku disiplin, jujur, aktif, responsip, santun,
bertanggungjawab, dan kerjasama.
C. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
No Kompetensi Dasar (KD) No Kompetensi Dasar (KD)
Menganalisis hubungan antara Menyajikan hasil analisis data dari
struktur jaringan penyusun organ berbagai sumber (studi literatur,
pada sistem ekskresi dan pengamatan, percobaan, dan simulasi)
mengaitkannya dengan bioprosesnya pengaruh pola hidup dan kelainan pada
sehingga dapat menjelaskan struktur dan fungsi organ yang
3.9 4.9
mekanisme serta gangguan fungsi menyebabkan gangguan sistem
yang mungkin terjadi pada sistem ekskresi manusia dan teknologi terkait
ekskresi manusia melalui studi sistem ekskresi melalui berbagai
literatur, pengamatan, percobaan, dan bentuk media informasi.
simulasi
Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator Pencapaian Kompetensi
No No
(IPK) (IPK)
Mengidentifikasi letak dan struktur Menyimpulkan hasil analisis data
3.9.1 organ ekskresi pada manusia melalui 4.9.1 tentang permasalahan gangguan fungsi
carta/gambar/torso pada ginjal
Mengemukakan hasil penyelidikan
Mendeskripsikan fungsi masing-
3.9.2 4.9.2 mengenai permasalahan gangguan
masing organ ekskresi pada manusia
fungsi pada ginjal di depan kelas
Menganalisis kerja ginjal pada
3.9.3 proses pengeluaran urin melalui
gambar/video/torso.
Menganalisis masalah mengenai
3.9.4
gangguan fungsi pada ginjal
Mendiskusikan kelainan dan
3.9.5 penyakit yang berhubungan dengan
sistem ekskresi pada manusia.
Menganalisis teknologi yang
berkaitan dengan penanggulangan
3.9.6
kelainan dan gangguan pada sistem
ekskresi pada manusia.

D. Materi Pembelajaran
1. Struktur dan fungsi organ pada system ekskresi pada manusia dan hewan
2. Proses ekskresi pada manusia
3. Gangguan fungsi pada organ ekskresi
4. Teknologi yang berkaitan dengan kesehatan system ekskresi

E. Metode dan Model Pembelajaran


Pendekatan : Saintifik
Metode : Diskusi dan tanya jawab
Model : Problem Based Learning (PBL)
F. Alat, Media, dan Sumber Pembelajaran
Media : PPT Sistem ekskresi, dan LKPD
Alat : Laptop, papan tulis, spidol, dan proyektor.
Sumber Belajar : Campbell N.A. Mitchell LG, Reece JB, Taylor MR, Simon EJ. 2012.
Biology, 8th ed. Benjamin Cummings Publishing Company, Inc.,
Redword City, England dan Safitri, Ririn. 2016. Biologi untuk
SMA/MA kelas XI. Surakarta: CV. Mediatama

G. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1 (2 x 45 menit)
No IPK IPK
Mengidentifikasi letak dan struktur organ ekskresi (ginjal) pada manusia
3.9.1
melalui carta/gambar/torso
3.9.2 Mendeskripsikan fungsi masing-masing organ ekskresi (ginjal) pada manusia
Menganalisis kerja ginjal pada proses pengeluaran urin melaui
3.9.3
gambar/video/torso.
3.9.4 Menganalisis masalah mengenai gangguan fungsi pada ginjal
Menyimpulkan hasil analisis data tentang permasalahan gangguan fungsi pada
4.9.1
ginjal
Mengemukakan hasil penyelidikan mengenai permasalahan gangguan fungsi
4.9.2
pada ginjal di depan kelas

Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan waktu
(menit)
▪ Guru mengajak berdoa’a sebelum kegiatan pembelajaran
dimulai
▪ Mengkondisikan siswa dengan cara presensi siswa
▪ Guru memberikan apersepsi kepada siswa berupa gambar
kulit, ginjal, hati dan paru-paru.
▪ Guru memberikan tujuan pembelajaran pada pertemuan
pertama.
Pendahuluan ▪ Guru memberikan motivasi kepada siswa berupa gambar 10
kasus cuci darah, gambar ginjal sehat, dan ginjal yang
rusak (mengamati). Sambil memberikan pertanyaan
- “Menurut kalian, apakah perbedaan dari gambar-
gambar tersebut?”
- “Apakah terdapat hubungan antara gambar satu
dengan lainnya?” (menanya) (Saintifik)
▪ Mengelompokkan siswa
Stimulation (memberi stimulus);
• Guru menyajikan masalah mengenai gagal ginjal dan
cuci darah dalam bentuk Lembar Kerja Siswa
Inti 60
Problem Statement (mengidentifikasi masalah)
• Peserta didik mengidentifikasi dan menganalisis masalah
yang diberikan pada Lembar Kerja Siswa
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan waktu
(menit)
Data Collecting (mengumpulkan data);
▪ Peserta didik mencari dan mengumpulkan data/informasi
tentang gagal ginjal dan cuci darah untuk menjawab
pertanyaan pada lembar kerja siswa yang diberikan.

Data Processing (mengolah data);


▪ Peserta didik dalam kelompok menyelesaikan diskusi
tentang masalah gagal ginjal dan cuci darah dan menjawab
seluruh soal pada lembar kerja siswa

Verification (memverifikasi);
▪ Peserta didik membandingkan hasil diskusi antar
kelompok sambil melakukan diskusi kelas (mencoba,
menalar, mengkomunikasi)
 Melakukan umpan balik/refleksi dan review mengenai
materi yang telah dikembangkan.
 Peserta didik menjawab pertanyaan/kuis dan
mengumpulkan hasil aktivitas belajarnya.
Penutupan 10
 Guru memberikan penghargaan pada individu/kelompok
peserta didik yang berkinerja baik dan memberikan
penugasan untuk mempelajari materi pertemuan
berikutnya, serta mengucapkan salam penutup

Pertemuan 2 (2 x 45 menit)
No IPK IPK
Mengidentifikasi letak dan struktur organ ekskresi (hati, paru-paru, dan kulit)
3.9.1
pada manusia melalui carta/gambar/torso
Mendeskripsikan fungsi masing-masing organ ekskresi (hati, paru-paru, dan
3.9.2
kulit) pada manusia
Mendiskusikan kelainan dan penyakit yang berhubungan dengan sistem
3.9.5
ekskresi pada manusia.
Menganalisis teknologi yang berkaitan dengan penanggulangan kelainan dan
3.9.6
gangguan pada sistem ekskresi pada manusia.

Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan waktu
(menit)
▪ Guru mengajak berdoa’a sebelum kegiatan pembelajaran
dimulai
▪ Mengkondisikan siswa dengan cara presensi siswa
Pendahuluan ▪ Guru memberikan apersepsi kepada siswa berupa gambar 10
kulit, hati dan paru-paru.
▪ Guru memberikan tujuan pembelajaran pada pertemuan
pertama.
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan waktu
(menit)
▪ Guru memberikan motivasi kepada siswa berupa gambar
kelainan pada organ ekskresi (mengamati). Sambil
memberikan pertanyaan
- “Menurut kalian, apakah perbedaan dari gambar-
gambar tersebut?”
- “Apakah terdapat hubungan antara gambar satu
dengan lainnya?” (menanya) (Saintifik)
▪ Mengelompokkan siswa
Stimulation (memberi stimulus);
 Guru menyajikan masalah mengenai penyakit emfisema,
jerawat dan hepatitis dalam bentuk Lembar Kerja Siswa

Problem Statement (mengidentifikasi masalah)


• Peserta didik mengidentifikasi dan menganalisis masalah
yang diberikan pada Lembar Kerja Siswa

Data Collecting (mengumpulkan data);


▪ Peserta didik mencari dan mengumpulkan data/informasi
tentang penyakit emfisema, jerawat dan hepatitis untuk
Inti menjawab pertanyaan pada lembar kerja siswa yang 60
diberikan.

Data Processing (mengolah data);


▪ Peserta didik dalam kelompok menyelesaikan diskusi
tentang penyakit emfisema, jerawat dan hepatitis dan
menjawab seluruh soal pada lembar kerja siswa

Verification (memverifikasi);
▪ Peserta didik membandingkan hasil diskusi antar
kelompok sambil melakukan diskusi kelas (mencoba,
menalar, mengkomunikasi)
• Melakukan umpan balik/refleksi dan review mengenai
materi yang telah dikembangkan.
• Peserta didik menjawab pertanyaan/kuis dan
mengumpulkan hasil aktivitas belajarnya.
Penutupan 10
• Guru memberikan penghargaan pada individu/kelompok
peserta didik yang berkinerja baik dan memberikan
penugasan untuk mempelajari materi pertemuan
berikutnya, serta mengucapkan salam penutup
H. Penilaian
Teknik dan Bentuk Penilaian
Teknik Instrumen Rubrik
No. Aspek Bentuk Penilaian
Penilaian Penilaian Penilaian
Pengetahuan
1. Tes Tulis Pilihan Ganda Terlampir terlampir
(Kognitif)
Keterampilan Instrumen Penilaian
2. Penugasan Terlampir terlampir
(Psikomotor) Presentasi
Sikap Instrumen Penilaian
3. Observasi Terlampir terlampir
(Afektif) Sikap

Mengetahui, Cimahi, 4 Maret 2019


Guru SMAN 5 Cimahi Guru Praktikan

Drs. Hj. Efi Puspitasari Naufal Ahmad Muzakki


LAMPIRAN

Lembar Penilaian Presentasi Siswa (Psikomotor)

Nama Siswa
Kelas
Skor
No Aspek
1 2 3 4 Total
1 Penggunaan bahasa saat presentasi
2 Kejelasan suara saat presentasi
3 Penguasaan materi presentasi
Menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan materi
4
presentasi
5 Penampilan kerapian, kesopanan dan percaya diri saat presentasi
Aspek 1 2 3 4
Siswa Siswa
Siswa menggunakan Siswa menggunakan
Penggunaan menggunakan menggunakan
bahasa yang tidak bahasa yang kurang
bahasa saat bahasa yang cukup bahasa yang
sopan dan tidak baku sopan dan baku saat
presentasi sopan dan baku saat sopan dan baku
saat presentasi. presentasi.
presentasi. saat presentasi.
Volume,
Volume, pelafalan Volume, pelafalan
Kejelasan Volume, pelafalan dan pelafalan dan
dan intonasi suara dan intonasi suara
suara saat intonasi suara saat intonasi suara
saat presentasi saat presentasi
presentasi presentasi tidak jelas. saat presentasi
kurang jelas. jelas.
sangat jelas.
Materi yang Materi yang Materi yang
Penguasaan Materi yang
dipresentasikan dipresentasikan dipresentasikan
materi dipresentasikan tidak
kurang dikuasai dikuasai dengan sangat dikuasai
presentasi dikuasai dengan baik.
dengan baik. baik. dengan baik.
Jawaban yang Siswa dapat
Menjawab Jawaban yang
Siswa tidak dapat diberikan siswa menjawab
pertanyaan diberikan siswa
menjawab pertanyaan cukup menjawab pertanyaan yang
yang kurang menjawab
yang berhubungan pertanyaan yang berhubungan
berhubungan pertanyaan yang
dengan materi berhubungan dengan materi
dengan materi berhubungan dengan
presentasi. dengan materi presentasi dengan
presentasi materi presentasi
presentasi. baik.
Penampilan
Penampilan Penampilan siswa Penampilan siswa
Penampilan siswa tidak siswa rapi dan
saat cukup rapi namun cukup rapi namun
rapi, menggunakan terlihat sangat
presentasi terlihat kurang terlihat cukup
terlihat tidak percaya percaya diri dan
(kerapian dan percaya diri saat percaya diri saat
diri saat presentasi menguasai saat
percaya diri) presentasi. presentasi.
presentasi.
Teknik penilaian:
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝐴𝑘ℎ𝑖𝑟 = × 100
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑘𝑜𝑟
Lembar Observasi Penilaian Sikap (Afektif)

Disiplin Kerjasama Teliti Nilai


No Nama
1 2 3 1 2 3 1 2 3 Akhir
1.

2.

Indikator Aspek penilaian Keterangan


Disiplin
 Tertib mengikuti instruksi 3 = Jika tiga indikator
 Tidak melakukan kegiatan yang tidak diminta terlihat
 Tidak membuat kondisi kelas menjadi tidak 2 = Jika dua indikator
kondusif terlihat
Kerjasama 1 = Jika satu indikator
 Ikut berperan dalam kegiatan diskusi
terlihat
 Memusatkan perhatian pada tujuan kelompok
 Memberikan pendapat dalam menyelesaikan
LKPD
Teliti
 Teliti dalam hal melakukan pengamatan
 Teliti dalam hal mencatat data
 Teliti dalam hal mendeskripsikan hasil pengamatan
Teknik penilaian:
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝐴𝑘ℎ𝑖𝑟 = × 100
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑘𝑜𝑟
Instrumen Penilaian Pengetahuan (Kognitif)
No IPK Materi Level Indikator Soal Kunci

Disajikan gambar Tempat yang berfungsi untuk


organ pembentukan menampung urin sebelum dikeluarkan
urin, peserta didik dari tubuh yaitu nomor?
1 Ginjal C1 a. 1 C
dapat menentukan
Mengidentifikasi b. 2
fungsi setiap organ
letak dan struktur c. 3
pembentukan urin
organ ekskresi pada d. 4
manusia melalui
carta/gambar/torso Bagian kulit yang mempunyai fungsi
Disajikan gambar
menghasilkan keringat yaitu nomor...
kulit, peserta didik
a. 1
2 Kulit C1 dapat mementukan B
b. 3
letak dari kelenjar
c. 2
minyak
d. 4
Sisa-sisa hasil metabolisme berbentuk gas dikeluarkan oleh
organ ekskresi...melalui proses...
a. Hati, deaminasi
3 Paru-paru C2 C
b. Ginjal augmentasi
c. Paru-paru, ekspirasi
d. Paru-paru, inspirasi
Mendeskripsikan Kulit berfungsi sebagai alat ekskresi karena mengeluarkan
fungsi masing- keringat. Zat apa saja yang terkandung dalam keringat?
masing organ a. Air, garam glukosa
4 Kulit C2 C
ekskresi pada b. Air, garam, protein
manusia c. Air, garam, urea
d. Air, garam, urin
Hemoglobin di dalam hati akan dipecah menjadi, kecuali
a. Globin
5 Hati C1 b. Hemin D
c, Zat besi (Fe)
d. Glukosa
No IPK Materi Level Indikator Soal Kunci
Pengeluaran keringat pada tubuh manusia bertujuan untuk ...
a. Mengatur kadar air dalam tubuh
6 Kulit C1 b. Mengatur suhu tubuh B
c. Mengatur pengeluaran urine dari dalam tubuh
d. Mengatur jumlah darah dalam tubuh
Fungsi paru-paru sebagai organ ekskresi yaitu…
a. mensekresikan bilirubin
7 Paru-paru C1 b. membersihkan darah D
c, menyerap O2
d. mengeluarkan CO2
Disajikan gambar Bagian yang berperan dalam proses
Menganalisis kerja
proses pembentukan filtrasi garam dan glukosa adalah...
ginjal pada proses
urin pada ginjal, e. 1
8 pengeluaran urin Ginjal C1 A
peserta didik dapat b. 2
melaui
menentukan proses c. 3
gambar/video/torso.
pembentukan urin d. 4
Hasil tes urine seseorang memperlihatkan adanya glukosa.
Hal tersebut diakibatkan adanya kelainan fungsi ginjal dalam
proses..
9 Ginjal C2 a. Defekasi B
b. Filtrasi
c. Augmentasi
d. Reabsorpsi
Menganalisis
Perhatikan pernyataan berikut!
masalah mengenai
1) Petugas kesehatan yang bekerja dengan pasien
gangguan fungsi
hepatitis
pada ginjal, hati dan
2) Jarum transfusi tidak steril
paru-paru
3) Minum alkohol
10 Hati C2 4) Tinggal bersama orang yang terserang hepatitis B
5) Melewati rumah sakit
Pernyataan yang dapat meningkatkan resiko terkena penyakit
hepatitis adalah...
a. 1,2,5 d. 3,4,5
b. 1,3,4 e. 1,4,5
No IPK Materi Level Indikator Soal Kunci
Jika ginjal sebagai organ ekskresi rusak, maka yang akan
terjadi yaitu…
a. Sering melakukan cuci darah
11 Ginjal C2 A
b. Harus mendapatkan transfusi darah
c. Kadar air dalam tubuhnya bertambah
d. Tubuh mengalami keracunan CO2
Kerusakan fungsi hati pada seseorang akan mengakibatkan
tubuh mengalami…
a. Kelebihan NH3
12 Hati C2 D
b. Kekurangan cairan tubuh
c. Kekurangan O2
d. Kelebihan zat toksik
Faktor penyebab seseorang terserang penyakit emfisema
paru-paru adalah....
a. Sering tepapar asap
13 Paru-paru C1 A
b. Sering mengkonsumsi teh manis
c. Sering mandi pada malam hari
d. Sering main PUB
Apabila terkena asap rokok terlalu sering, paru-paru
seseorang dapat rusak. Kerusakan paru-paru ini dapat
berpengaruh pada....
14 Paru-paru C1 a. Sistem pencernaan dan sistem ekskresi C
b. Sistem pencernaan dan sisten sirkulasi
c. Sistem ekskresi dan sistem respirasi
d. Benar semua
Teknik penilaian:
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝐴𝑘ℎ𝑖𝑟 = × 100
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑘𝑜𝑟
LEMBAR KERJA SISWA

A. Judul : Gagal ginjal dan Dialisis (Cuci darah)


B. Tujuan : Menganalisis masalah mengenai gagal ginjal dan dialisis
Memperoleh hubungan antara struktur ginjal dengan bioprosesnya
Menganalisis sistem mekanisme ekskresi pada ginjal
Menjelaskan struktur jaringan penyusun ginjal
C. Tanggal :

D. Nama Anggota kelompok

E. Langkah Kerja
1) Bacalah kasus mengenai gagal ginjal dan dialisis dibawah ini!
2) Jawablah pertanyaan yang ada dengan diskusi kelompok dan menggunakan berbagai
sumber yang ada.

Artikel 1

Wasapada, Ini Gejala Awal Gagal Ginjal yang Harus Segera Ditangani

Gagal ginjal dapat diartikan saat ginjal tidak dapat menyaring kotoran, tidak mampu
mengontrol jumlah air dalam tubuh, dan tidak bisa mengendalikan tekanan darah. Saat kondisi
ini terjadi, kadar racun dan cairan berbahaya akan terkumpul di dalam tubuh dan dapat
berakibat fatal jika tidak diobati. Hal inilah yang nantinya memberikan masalah bagi kesehatan
Anda. Sebagian besar penyebab gagal ginjal bisa akibat komplikasi dari
penyakit hipertensi, diabetes militus, dan obesitas.
Penyakit gagal ginjal dibagi menjadi dua tahap, yaitu gagal ginjal akut dan gagal ginjal
kronis. Penyakit gagal ginjal Akut (GGA) dimana ginjal tiba-tiba mengalami kerusakan secara
mendadak sehingga tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Penyakit gagal ginjal kronis
(GGK) terjadi di mana fungsi ginjal mulai menurun secara progresif dalam beberapa bulan atau
beberapa tahun yang sering hilang timbul. Umumnya gagal ginjal kronis timbul akibat dari
kerusakan ginjal yang sudah parah dan bersifat permanen (irreversibel).
Penyebab utama dari gagal ginjal akut adalah Kurangnya aliran darah ke ginjal,
kerusakan langsung pada ginjal itu sendiri, dan penyumbatan urin dari ginjal. Sedangkan
penyebab umumnya adalah trauma cedera dengan kehilangan darah, dehidrasi, kerusakan
ginjal akibat dari syok selama infeksi berat yang disebut sepsis, obstruksi aliran urin, seperti
dengan pembesaran prostat, kerusakan dari obat-obatan tertentu atau toksin, dan Komplikasi
kehamilan, seperti eklampsia dan preeklampsia, atau terkait sindrom HELLP.
Berbeda dengan gagal ginjal akut, gagal ginjal kronis merupakan kerusakan ginjal dan
penurunan fungsi yang berlangsung lebih dari 3 bulan. Penyakit ginjal kronis sangat berbahaya,
karena Anda mungkin tidak memiliki gejala gagal ginjal apapun sampai akhirnya menjadi
parah. Seringnya, saat diobati, kerusakan ginjal sudah terlanjur terjadi. Diabetes (tipe 1 dan 2)
dan tekanan darah tinggi adalah penyebab paling umum dari penyakit ginjal kronis. Penyebab
gagal ginjal kronis lainnya adalah kondisi sistem kekebalan tubuh seperti lupus dan penyakit
virus, infeksi saluran kemih di dalam ginjal, peradangan pada filter kecil (glomeruli) dalam
ginjal, penyakit ginjal polikistik, di mana kista berisi cairan terbentuk di ginjal, cacat bawaan,
hadir pada saat lahir, dan paparan jangka panjang untuk beberapa obat dan bahan kimia.
.(https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/gejala-awal-gagal-ginjal/)

Artikel 2

Apakah Cuci Darah Harus Dilakukan Seumur Hidup

Cuci darah atau dialisis adalah prosedur yang dilakukan untuk membuang limbah
berbahaya di dalam tubuh. Normalnya, proses ini dilakukan secara alami oleh ginjal. Ginjal
akan menyaring darah dan memisahkan zat berbahaya serta cairan berlebih dari dalam tubuh
untuk kemudian dikeluarkan melalui urin. Tetapi, ketika ginjal tidak dapat melakukan fungsi
utamanya, maka diperlukan alat bantu berbentuk mesin.
Dialisis biasanya dilakukan bagi pasien gagal ginjal kronis, yakni kondisi di mana ginjal
mengalami penurunan fungsi di bawah batas normal. Bila Anda menderita gagal ginjal kronis,
itu artinya ginjal tidak dapat menyaring kotoran, tidak mampu mengontrol jumlah air dalam
tubuh, juga kadar garam dan kalsium dalam darah. Sehingga zat-zat sisa metabolisme yang
tidak berguna akan tetap tinggal di dalam tubuh dan membahayakan kondisi pasien.
Dialisis umumnya terbagi menjadi hemodialisis dan dialisis peritoneal. Hemodialisis
merupakan prosedur cuci darah yang dapat Anda lakukan di klinik dialisis, rumah sakit.
Sedangkan dialisis peritoneal adalah dialisis yang dilakukan di rumah. Lamanya cuci darah
dilakukan bergantung pada kondisi masing-masing pasien. Dalam beberapa kasus, cuci darah
pada kasus gagal ginjal sementara atau yang belum memasuki masa akut bisa dihentikan saat
ginjal Anda sembuh dan sudah dapat melakukan fungsi yang seharusnya. Namun, lain cerita
pada orang yang mengalami gagal ginjal kronis. Orang dengan gagal ginjal kronis stadium
akhir biasanya membutuhkan transplantasi ginjal. Sayangnya menemukan donor ginjal yang
cocok tidak semudah membalikkan telapak tangan. Untuk itulah pasien gagal ginjal kronis
dengan kondisi akut memerlukan dialisis sampai donor ginjal yang cocok tersedia.
(https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/apakah-cuci-darah-seumur-hidup/)

F. Pertanyaan
1. Apa hubungan dari artikel pertama dan artikel kedua?

2. Menurut kalian mengapa penyakit hipertensi dapat menyebabkan gagal ginjal?

3. Menurut kalian, mengapa penyakit diabetes dapat menyebabkan gagal ginjal?

4. Menurut kalian, apa yang akan terjadi pada penderita gagal ginjal kronis yang
berhenti melakukan dialisis atau cuci darah?

5. Menurut kalian, bagaimanakah solusi yang tepat untuk mengurasi resiko terkena
gagal ginjal?
LEMBAR KERJA SISWA

A. Judul : Jerawat, hepatitis, dan emfisema


B. Tujuan : Menganalisis masalah mengenai jerawat, hepatitis, dan emfisema
Memperoleh hubungan antara struktur kulit, hati, dan paru-paru dengan
bioprosesnya
Menganalisis sistem mekanisme ekskresi pada kulit, hati, dan paru-paru
Menjelaskan struktur jaringan penyusun kulit, hati, dan paru-paru
C. Tanggal :

D. Nama Anggota kelompok

E. Langkah Kerja
3) Bacalah kasus mengenai jerawat, hepatitis, dan emfisema
4) Jawablah pertanyaan yang ada dengan diskusi kelompok dan menggunakan berbagai
sumber yang ada.

Artikel 1

Emfisema: Gejala, Penyebab, Pengobatan

Emfisema adalah penyakit paru-paru yang ditandai dengan gejala utama berupa sesak
napas yang hebat. Pada emfisema paru sesak napas yang hebat ini terjadi karena adanya
hambatan aliran udara pada saluran napas yang timbul akibat terjadinya kerusakan pada
jaringan paru – paru setelah paparan terhadap partikel gas beracun dan berbahaya secara terus
menerus. Penyakit ini termasuk dalam penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) yang dapat
timbul sendiri atau bersamaan dengan bronkitis kronis. Penyakit emfisema banyak diderita
masyarakat dunia, terutama pada laki-laki yang merokok.
Emfisema adalah suatu kelainan anatomis pada paru – paru yang ditandai oleh adanya
pelebaran rongga udara pada daerah distal bronkiolus terminal yang disertai oleh kerusakan
pada dinding alveoli. Secara anatomis emfisema paru dibedakan menjadi tiga bentuk, yaitu :
Emfisema tipe sentriasinar : pada emfisema ini kerusakan dimulai dari bronkiolus respiratori
yang meluas ke daerah tepi, terutama mengenai paru – paru bagian atas. Emfisema ini sering
terjadi sebagai akibat dari kebiasaan merokok dalam jangka waktu yang lama. Emfisema tipe
panasinar : pada emfisema ini kerusakan terjadi pada seluruh alveoli distal dan bronkiolus
terminal secara merata, terutama mengenai paru – paru bagian bawah. Emfisema ini sering
terjadi pada pasien yang kekurangan alpha 1 antitripsin. Emfisema asinar distal : pada
emfisema ini kerusakan lebih banyak mengenai saluran napas distal, duktus dan sakus alveoler,
terutama mengenai daerah septa atau dekat pleura
Emfisema paru dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut, yaitu : 1) Kebiasaan
merokok merupakan penyebab yang paling penting untuk timbulnya emfisema, jauh lebih
penting dari faktor penyebab yang lain. 2) Adanya riwayat terpapar polusi udara di lingkungan
dan tempat kerja, seperti asap dari kendaraan, asap kayu bakar. 3) Adanya hipereaktiviti
bronkus 4) Adanya riwayat infeksi saluran napas bawah berulang
(https://mediskus.com/penyakit/emfisema)

Artikel 2

Informasi Seputar Penyakit Hepatitis

Penyakit hepatitis adalah peradangan hati yang disebabkan oleh virus hepatitis. Ada 5
jenis virus hepatitis: A, B, C, D, dan E. Karakteristik dari masing-masing jenis ini berbeda,
maka dari itu gejala dan pengobatannya juga beragam. Hepatitis bisa berupa hepatitis virus
(infeksi virus) atau hepatitis non-virus (hepatitis alkoholik dan hepatitis autoimun).
Hepatitis virus disebabkan oleh virus yang masuk ke dalam tubuh. Infeksi dapat terjadi
melalui penggunaan jarum yang terkontaminasi virus (seperti melalui suntikan narkoba,
tato, tindik tubuh, suntikan obat, atau jarum transfusi), tinggal bersama atau melakukan
hubungan seks dengan seseorang yang terinfeksi hepatitis, atau menjadi petugas kesehatan
yang bekerja dengan pasien hepatitis juga bisa berakibat pada infeksi hepatitis. Ada juga risiko
infeksi virus hepatitis jika Anda mengonsumsi sumber air atau makanan yang tidak aman.
Hepatitis alkoholik disebabkan karena alkohol dapat melemahkan kerja hati sehingga
membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi hepatitis. Bahkan, konsumsi alkohol bisa
menyebabkan banyak penyakit hati seperti perlemakan hati alkoholik (terlalu banyak
penumpukan lemak di hati) atau sirosis (kerusakan hati). Sedangkan hepatitis autoimun terjadi
saat sistem kekebalan tubuh menyerang hati. Ini normalnya tidak terjadi, tetapi bisa
menyebabkan penurunan fungsi hati dan menyebabkan kerusakan hati. Ada dua jenis hepatitis
autoimun, dengan hepatitis autoimun tipe 1 lebih umum dibandingkan hepatitis autoimun tipe
2. Penderita hepatitis autoimun juga bisa memiliki gangguan autoimun lainnya,
seperti penyakit Celiac, rheumatoid arthritis atau kolitis ulseratif.
Tidak semua kasus hepatitis menimbulkan gejala, atau jikapun ada, gejalanya cukup
samar pada tahapan awal dalam sekitar 80% kasus. Dua puluh persen kasus lainnya bisa
menunjukkan gejala dengan tingkat bervariasi. Ada kemungkinan bagi Anda untuk langsung
mengalami gejala setelah terinfeksi. Gejala bisa bersifat ringan tetapi juga parah bagi sebagian
orang, meliputi demam, kelelahan, kehilangan nafsu makan, mual atau muntah, nyeri
lambung , nyeri sendi atau otot, buang air kecil atau besar yang tidak lazim, warna kulit dan
bagian putih mata menguning (jaundice, tanda dari penyakit hati), perasaan gatal, perubahan
mental seperti kurangnya konsentrasi atau koma, dan perdarahan dalam
(https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/hepatitis/informasi-lengkap-seputar-penyakit-
hepatitis-yang-wajib-anda-ketahui/)

Artikel 3

Jerawat

Jerawat (acne) adalah gangguan pada kulit yang berhubungan dengan produksi minyak
(sebum) berlebih. Hal tersebut menyebabkan peradangan serta penyumbatan pada pori-pori
kulit. Peradangan ditandai dengan munculnya benjolan kecil (yang terkadang berisi nanah) di
atas kulit. Gangguan kulit ini biasa terdapat di bagian tubuh dengan kelenjar minyak terbanyak,
yaitu di wajah, leher, bagian atas dada, dan punggung.
Pada dasarnya jerawat memiliki gejala yang cukup umum, yaitu benjolan kecil (papul)
yang muncul di atas kulit. Benjolan tersebut biasanya berwarna kemerahan atau kuning (karena
mengandung nanah). Selain itu, ada beberapa tanda lainnya dari jerawat. Seperti sensasi panas/
terbakar akibat adanya peradangan dan timbulnya rasa gatal. Selain itu juga ada juga gejala
khas jerawat berupa komedo. Komedo merupakan benjolan-benjolan kecil yang mengandung
sumbatan sebum. Bila berwarna hitam disebut komedo hitam (blackheads). Sedangkan yang
berwarna putih disebut komedo putih (whiteheads). Komedo putih berada di lokasi yang lebih
dalam dari komedo hitam.
Jerawat dapat dipicu oleh banyak faktor. Namun secara umum jerawat dapat dipicu
karena kondisi tertentu, yaitu produksi minyak berlebih, siklus hormonal, faktor genetik,
bakteri, sres, dan penggunaan kosmetik (https://www.klikdokter.com/penyakit/jerawat)
F. Pertanyaan Mengenai Artikel Pertama
1. Mengapa penyakit emfisema dapat mengganggu sistem ekskresi manusia?

2. Bagaimana cara mencegah seseorang terserang penyakit emfisema?

G. Pertanyaan Mengenai Artikel Kedua


1. Bagaimana hubungan antara hati dengan organ tubuh lainnya sehingga warna kulit
pada penderita hepatitis dapat menguning?

2. Apa yang akan terjadi apabila seseorang yang menderita hepatitis tidak diobati

H. Pertanyaan Mengenai Artikel Ketiga


1. Mengapa penggunaan kosmetik dapat menyebabkan timbulnya jerawat?

2. Bagaimana cara mencegah timbulnya jerawat?