Anda di halaman 1dari 29

A.

Judul Penelitiam
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN KARYAWISATA
DALAM MENUMBUHKAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP
MATA PELAJARAN SOSIOLOGI SISWA KELAS X DI
MADRASAH ALIYAH MIFTAHUL ULUM SEKAR ANOM
BULANGAN TIMUR PEGANTENAN PAMEKASAN
B. Konteks Penelititan
Perkembangan zaman memang menuntut peningkatan sistem
pendidikan sebagai suatu hal yang mutlak bila suatu bangsa mau
survive dalam ajang kompetisi global di abad ini. Maka untuk
menghadapi berbagai perubahan di era globalisasi ini diperlukan
sumber daya manusia yang memiliki kualitas keberdayaan yang lebih
efektif agar mampu mengatasi tantangan yang timbul.
Untuk mengatasi masalah tersebut salah satu cara yang dapat
digunakan adalah dengan jalan pendidikan. Pendidikan merupakan
proses pembentukan kemampuan dasar yang fundamental, baik
menyangkut daya pikir atau daya intelektual, maupun daya emosional
atau perasaan yang diarahkan kepada tabiat manusia atau kepada
sesamanya.1
Menurut UU No. 20 Tahun 2003: ”Pendidikan sebagai usaha
sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi
dirinya untuk, memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian
diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang
diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan Negara”2.
Pendidikan merupakan suatu jalan atau upaya untuk
meningkatkan kualitas sumber daya manusia bagi suatu negara di
seluruh dunia. Karena pendidikan memiliki peranan penting untuk
menjamin kelangsungan perkembangan kehidupan suatu bangsa dan
negara.

1
Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran, (Bandung: Alfabeta, 2006), 3
2
Abdullah Idi, Sosiologi Pendidikan.(Jakarta:Rajawali Pers, 2011) hlm, 125-126

1
Berdasarkan definisi yang sudah diuraikan di atas dapat kita
ketahui tujuan pendidikan yaitu sabagai sarana bagi peserta didik untuk
melakukan perubahan sikap, karakter demi meningkatkan kualitas dan
jati diri peserta didik, salah satunya dengan cara belajar dalam sebuah
lembaga pendidikan.
Mutu pendidikan dipengaruhi banyak faktor yaitu siswa,
pengelola sekolah (kepsek, karyawan dan dewan/komite sekolah),
lingkungan (orang tua, masyarakat, sekolah), kualitas pembelajaran,
kurikulum dan sebagainya. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan
maka harus meningkatkan kualitas pembelajaran.
Dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidik harus
lebih memperhatikan bagaimana cara atau langkah yang akan dilakukan
untuk lebih meningkatkan kualitas pembelajaran pada saat proses
belajar mengajar pada setiap mata pelajaran.
Salah satunya pada mata pelajaran yang berasal dari ilmu sosial.
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran yang
memang sudah diterapkan dari jenjang SD/MI, sampai tingkat sekolah
menengah baik SMP maupun SMA. Pelajaran IPS merupakan
pelajaran yang sangat penting di sekolah, karena dengan belajar
IPS dapat membimbing siswa beradaptasi dalam lingkungan
sosialnya, dan dapat membantu siswa dalam menghadapi masalah
sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat. IPS didefinisikan sebagai
ilmu pengetahuan tentang manusia dalam lingkungan hidupnya. Ilmu
yang mempelajari kegiatan hidup manusia dalam kelompok yang
disebut masyarakat dengan menggunakan ilmu politik, ekonomi,
sejarah, sosiologi, antropologi dan sebagainya.3
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia
Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk pendidikan dasar dan
menengah memuat tentang Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
sebagai salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari
SD/MI/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB. IPS mengkaji seperangkat
3
Nasution, Kajian Pembelajaran IPS di Sekolah, (Surabaya: Unesa University Press, 2011), hlm.
01

2
peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu
sosial. Pada jenjang SMP/MTs mata pelajaran IPS memuat materi
Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi. Melalui mata pelajaran IPS,
peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga negara Indonesia
yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta
damai. 4
Ilmu pengetahuan sosial adalah paham studi sosial yang
menyajikan subject oriented dalam rangka pendalaman Ilmu-ilmu
Sosial secara teoretis: ruang lingkup, metode, sistematika. Materi Ilmu
Pengetahuan Sosial adalah Ilmu-ilmu Sosial yang disederhanakan untuk
tujuan pendidikan dan pengajaran di sekolah dasar dan sekolah
lanjutan, yang merupakan fungsi atau paduan dari sejumlah mata
pelajaran sosial.5
Sosiologi merupakan cabang dari Ilmu pengetahuan Sosial yang
juga memerlukan perhatian peningkatan kualitasnya oleh pendidik
dalam proses belajar mengajar yang baik, karena pada umumnya
sosiologi merupakan ilmu yang notabennya lebih banyak interaksi
dengan masyarakat luas.
Dalam mata pelajaran sosiologi diperlukan metode yang khusus
untuk mempelajari bagaimana cara berinteraksi dan bersosialisasi yang
baik dengan masyarakat, karena jika tidak peserta didik hanya akan tau
teori yang diajarkan saja tanpa mengetahui bagaimana praktik secara
nyata yang akan dihadapi.
Salah satu metode yang tepat untuk digunakan dalam proses
pembelajaran ini khususnya pada mata pelajaran sosiologi yaitu metode
karyawisata karena pada metode karyawisata ini siswa bisa mengamati
dan mengetahui secara langsung dengan terjun ke lapangan mengenai
obyek dan materi yang sedang dipelajari. Dengan demikian peningkatan

4
Peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan republik indonesia Nomor 24 tahun 2016 Tentang
Kompetensi inti dan kompetensi dasar pelajaran Pada kurikulum 2013 Pada pendidikan dasar dan
pendidikan menengah.
5
Sri Rahaju Djatimurti Rata Hanafi, Ilmu Sosial Budaya Dasar, (Yogyakarta: CV ANDI OFFSET,
2016), hlm. 5-6

3
kualitas pembelajaran dan tujuan pendidikan bisa berhasil dalam
pencapaiannya.
Dengan adanya penerapan metode karyawisata di MA Miftahul
Ulum Sekar Anom Bulangan Timur Pegantenan Pamekasan peneliti
berharap akan adanya efek yang mampu meningkatkan keaktifan siswa
dalam proses pembelajaran sehingga proses penerapan metode
karyawisata tidak sia-sia.
Berdasarkan konteks di atas, peneliti tergugah untuk melakukan
penelitian lebih lanjut terkait pelajaran IPS yang dispesifikkan terhadap
mata pelajaran Sosiologi dengan menggunakan metode pembelajaran
karyawisata sebagai upaya mencetak civitas akademika yang memiliki
pengetahuan tentang pentingnya suatu nilai sosial untuk hidup dan
terjun dalam dunia masyarakat bagi peserta didik yang sudah
menempuh Sekolah Menengah Atas. Maka peneliti berinisiatif
mengangkat Judul Implementasi Metode Pembelajaran Karyawisata
Dalam Menumbuhkan Pemahaman Siswa Terhadap Mata
Pelajaran Sosiologi Siswa Kelas X Di Madrasah Aliyah Miftahul
Ulum Sekar Anom Bulangan Timur Pegantenan Pamekasan
C. Fokus Penelitian
1. Bagaimana upaya guru dalam menerapkan metode pembelajaran
karyawisata pada mata pelajaran sosiologi kelas X di MA Miftahul
Ulum Sekar Anom Bulangan Timur Pegantenan Pamekasan?
2. Apa dampak dari penggunaan metode pembelajaran karyawisata
terhadap siswa dalam memahami mata pelajaran sosiologi?
3. Apa saja kendala dan solusi yang dihadapi oleh guru MA Miftahul
Ulum Sekar Anom Bulangan Timur Pegantenan Pamekasan Dalam
Mengimplementasikan Metode Pembelajaran Karyawisata
Terhadap Siswanya?
D. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui upaya guru dalam menerapkan metode
pembelajaran karyawisata pada mata pelajaran sosiologi kelas X di

4
MA Miftahul Ulum Sekar Anom Bulangan Timur Pegantenan
Pamekasan
2. Untuk mengetahui dampak penggunaan metode pembelajaran
karyawisata terhadap siswa dalam memahami mata pelajaran
sosiologi
3. Untuk mengetahui kendala dan solusi yang dihadapi oleh guru MA
Miftahul Ulum Sekar Anom Bulangan Timur Pegantenan
Pamekasan Dalam Mengimplementasikan Metode Pembelajaran
Karyawisata Terhadap Siswanya
E. Kegunaan Penelitian
1. Kegunaan Teorirtis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan referensi
bagi pembaca terkait mata pelajaran Sosiologi dan upaya dalam
menerapkan metode pembelajaran karyawisata pada mata pelajaran
sosiologi. Akan lebih bermakna jika hasil penelitian tersebut dapat
berhasil guna bagi guru sosiologi pada umumnya dan siswa kelas X
khususnya dalam memahami mata pelajaran sosiologi.
2. Kegunaan Praktis
Dari hasil penelitian yang dilakukan ini baik secara
langsung maupun tidak langsung diharapkan berguna bagi:
a. Bagi IAIN Madura
Bagi IAIN Madura, Sebagai tambahan koleksi referensi
terhadap khazanah literatur perpustakaan yang dapat dibaca oleh
mahasiswa dalam rangka memperkaya pola pikir sebagai sudut
pandang dalam menghadapi persoalan atau apapun, tentunya
dalam bidang konteks pembahasan, baik hal itu untuk keperluan
penelitian maupun tugas akademik.
b. Bagi MA Miftahul Ulum Sekar Anom Bulangan Timur
Pegantenan Pamekasan
Sebagai bahan tambahan evaluasi, sekaligus tolok ukur
referensi dalam merealisasikan kegiatan pembelajaran.
Khususnya peneliti berharap dapat memberikan manfaat,

5
terutama upaya dalam menerapkan metode pembelajaran
karyawisata pada mata pelajaran sosiologi.
c. Bagi Peneliti
Kegunaan bagi peneliti adalah sebagai jalan untuk
mengembangkan kemampuan kepekaan pola pikir, Juga
meningkatkan rasa sosialisai yang baik dengan masyarakat baik
dilingkungan pendidikan maupun diluar lingkungan pendidikan.
Supaya penelitian ini menjadikan pengalaman yang akan
memperluas wawasan pengetahuan.
F. Definisi Istilah
1. Metode Pembelajaran adalah ilmu tentang kerangka kerja untuk
melaksanakan pembelajaran yang bersistem; sekumpulan peraturan,
kegiatan dan prosedur yang digunakan oleh pelaku suatu disiplin
ilmu; studi atau analisis teoritis mengenai suatu cara/metode; atau
cabang ilmu logika yang berkaitan dengan prinsip umum
pembentukan pengetahuan (knowledge).6 Jadi Metode Pembelajaran
suatu proses penyampaian materi pendidikan kepada peserta didik
yang dilakukan secara sistematis dan teratur oleh tenaga pengajar
atau guru.
2. Karyawisata adalah metode pengajaran yang dilakukan dengan
mengajak siswa ke luar kelas untuk mengunjungi suatu peristiwa
atau tempat yang berkaitan dengan pokok bahasan.7 Jadi
karyawisata metode atau suatu cara atau bentuk pembelajaran
dimana pelaksanaan atau proses pembelajaran dilaksanakan dengan
menggunakan lingkungan yang ada hubungannya dengan isi materi
pada materi pelajaran secara langsung sehingga siswa dapat melihat
dan mengalami langsung materi yang di sampaikan.

6
Juliansyah Noor, S.E., M.M., Metodologi Penelitian, (Jakarta; PRENADAMEDIA GROUP,
2011), hlm, 22.
7
M Basyiruddin Usman, Metodologi Pembelajaran Agama Islam, (Jakarta: Ciputat Pers,2002)
hlm, 53

6
3. Sosiologi menurut Breinkerhoft dan White adalah studi sistematik
tentang interaksi sosial manusia.8 Jadi Sosiologi adalah salah satu
cabang dari ilmu pengetahuan sosial yang didalamnya mengkaji dan
mempelajari gejala-gejala sosial dan interaksi dalam lingkungan
bermasyarakat
G. Kajian Teori
1. Kajian Teoritik
a) Pengertian Metode Pembelajaran
Metodologi berasal dari kata metode yang berarti cara atau
teknik dan logos yang berarti ilmu. Sehingga metodologi berarti
ilmu yang mempelajari tentang cara atau metode untuk
melakukan suatu pembelajaran.9
Metodologi adalah ilmu tentang kerangka kerja untuk
melaksanakan pembelajaran yang bersistem; sekumpulan
peraturan, kegiatan dan prosedur yang digunakan oleh pelaku
suatu disiplin ilmu; studi atau analisis teoritis mengenai suatu
cara/metode; atau cabang ilmu logika yang berkaitan dengan
prinsip umum pembentukan pengetahuan (knowledge) 10
Dari pemaparan diatas metodologi adalah cara atau teknik
yang dilakukan untuk menerapkan suatu pembelajaran.
Menurut Syaiful Sagala pembelajaran adalah “membelajarkan
siswa menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar yang
merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan”. Jadi
pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah. Mengajar
dilakukan pihak guru sebagai pendidik, sedangkan belajar oleh
peserta didik11
Namun Corey berpendapat lain “pembelajaran adalah suatu
proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola

8
Moh. Suardi, Sosiologi Pendidikan ( Yogyakarta: Penerbit Prama Ilmu, 2016) hlm, 11
9
Jusuf Soewadji, MA, Pengantar Metodologi Penelitian,(Jakarta; Mitra Wacana Media, 2012),
hlm, 11.
10
Juliansyah Noor, S.E., M.M., Metodologi Penelitian, (Jakarta; PRENADAMEDIA GROUP,
2011), hlm, 22.
11
Saiful sagala,Konsepdan Makna Pembelajaran,(Bandung:alfabeta,2009), hlm, 61.

7
untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku dalam
kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi
tertentu.”12 Jadi pembelajaran terjadi dalam suatu kondisi
lingkungan yang diciptakan untuk memperoleh hasil dalam
bentuk sikap(dapat dalam pengembangan potensi ).
Berdasarkan pengertian pembelajaran di atas dapat
disimpulkan bahwa Pembelajaran adalah proses komunikasi
antara pendidik, dengan peserta didik dengan kondisi
lingkungan yang diciptakan untuk mengarahkan peserta didik
dalam mengubah tingkah laku (sikap) sebagai hasil pencapaian
tujuan belajar yang diusahakan oleh peserta didik.
Berdasarkan dari uraian yang sudah dipaparkan di atas
dapat disimpulkan bahwa pengertian metode pembelajran yaitu
suatu cara yang digunakan dalam proses belajar mengajar yang
penerapannya sudah tersusun secara sistematis oleh pendidik.
b) Karyawisata
1) Pengertian
Metode karyawisata adalah suatu metode mengajar
yang dirancang terlebih dahulu oleh pendidik dan
diharapkan siswa membuat laporan dan didiskusikan
bersama dengan peserta didik yang lain serta didampingi
oleh pendidik, yang kemudian dibukukan.13
Metode Karyawisata adalah metode pengajaran yang
dilakukan dengan mengajak para siswa keluar kelas untuk
mengunjungi suatu peristiwa atau tempat yang ada kaitannya
dengan pokok bahasan.14
Menurut Roestiyah, karyawisata bukan sekedar
rekreasi, tetapi untuk belajar atau memperdalam
pelajarannya dengan melihat kenyataannya. Karena itu

12
Ibid., 61.
13
Syifa S. Mukrimaa, 53 Metode Belajar dan Pembelajaran Plus Aplikasinya (Bandung: Bumi
Siliwangi,2014} hlm 132
14
M Basyiruddin Usman, Metodologi Pembelajaran Agama Islam, (Jakarta: Ciputat Pers,2002)
hlm, 53

8
dikatakan teknik karyawisata, ialah cara mengajar yang
dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau
obyek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau
menyelidiki sesuatu seperti meninjau pabrik sepatu, suatu
bengkel mobil, toko serba ada, dan sebagainya. Metode field
trip atau karyawisata menurut Mulyasa merupakan suatu
perjalanan atau pesiar yang dilakukan oleh peserta didik
untuk memperoleh pengalaman belajar, terutama
pengalaman langsung dan merupakan bagian integral dari
kurikulum sekolah. Meskipun karyawisata memiliki banyak
hal yang bersifat non akademis, tujuan umum pendidikan
dapat segera dicapai, terutama berkaitan dengan
pengembangan wawasan pengalaman tentang dunia luar. 15
Menurut Suryobroto karyawisata adalah kegiatan
belajar mengajar dengan mengunjungi obyek sebenarnya
yang ada hubungannya dengan materi tertentu.16
Karyawisata bisa disebut juga studi wisata sebagai metode
pembelajaran adalah metode pembelajaran siswa di bawah
bimbingan guru mengunjungi tempat-tempat tertentu dengan
maksud untuk mempelajari obyek belajar yang ada di tempat
tersebut.17 Sedangkan Semiawan dkk menjelaskan metode
karyawisata (field Trip) adalah suatu cara menyajikan bahan
pelajaran dengan membawa siswa langsung kepada obyek
yang akan dipelajari yang terdapat di luar kelas.18
Dari keseluruhan paparan di atas dapat disimpulkan
bahwa metode pembelajaran karyawisata adalah metode

15
Syifa S. Mukrimaa, 53 Metode Belajar dan Pembelajaran Plus Aplikasinya, hlm, 133
16
Via Widia, dkk Pengaruh Metode Karyawisata terhadap hasil belajar siswa tentang ekonomi
masyarakat sekitar, (2016) hlm 120
17
Nurmaliah, dkk “Penggunaan Metode Karya Wisata Untuk Meningkatkan Pemahamn Konsep
dan Keterampilan Prose Sains pada Materi Keanekaragaman Hayati” Jurnal Biotik, Vol 1 No 2
(2016), hlm 24
18
Arlina Distia Mahargiyani, dkk “Peningkatan Kemampuan Menulis Deskripsi dengan
Menggunakan Meode Field Trip Pada Siswa Sekoalh Dasar” Jurnal Bahsa dan Sastra Indonesia
Sertta pengajarannya Vol 1 No 1 (Desember, 2012) hlm, 140.

9
pembelajaran di mana siswa mengamati langsung obyek atau
materi yang dipelajari dengan datang langsung ketempatnya.

2) Langkah-langkah Karyawisata
Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam
pelaksanaan metode karyawisata adalah sebagai berikut. 19
A. Tahap Persiapan atau Perencanaan
Sebelum karyawisata dilakukan, guru harus
membuat persiapan atau perencanaan yang matang agar
waktu yang dipakai selama karyawisata digunakan dengan
sebaik-baiknya. Persiapan atau perencanaan itu meliputi
faktor-faktor sebagai berikut.
1. Menetapkan tujuan penggunaan metode ini;
2. Penentuan metode pembelajaran harus dipilih
berdasarkan kebutuhan siswa ketika melakukan
karyawisata
3. Penentuan objek karyawisata.
4. Selain alasan-alasan yang telah dikemukakan di awal,
perlu dipertimbangkan juga dengan kurikulum yang ada.
Apabila, bahan pelajaran itu tidak tercantum dalam
kurikulum dan guru berpendapat bahwa siswa harus
mengetahui objek yang ada itu maka dapat digunakan
pertimbangan dari segi didaktik, yaitu prinsip
lingkungan. Misalnya, disaat siswa harus mengenal
alam lingkungannya dengan sebaik- baiknya.
5. Dengan demikian, alasan pertimbangan dan penetapan
objek yang dipilih guru berdasarkan berikut ini.
a) Kepentingan kurikulum/rencana pelajaran dalam
setahun;

19
Syifa S. Mukrimaa, 53 Metode Belajar dan Pembelajaran Plus Aplikasinya, hlm, 133-134

10
b) Kepentingan siswa didik untuk menambah
pengalaman dan memperluas pengetahuan;
Kepentingan objeknya;
c) Kepentingan guru sendiri. Mungkin saja selama
ini guru bersangkutan belum pernah melihat
objek itu secara langsung dan dengan demikian
untuk memperkaya pengetahuan dan
pengalaman guru, alangkah baiknya jika pergi
bersama siswa didik berkaryawisata;
d) Kepentingan didaktis yaitu kepentingan
berdasarkan ilmu mengajar. Seperti kita ketahui,
menurut prinsip-prinsip didaktik, mengajar harus
memperhatikan prinsip peragaan dan lingkungan
untuk menghindari timbulnya verbalisme
(mengetahui kata tetapi tidak memahami isi
pengertian kata tersebut). Untuk itu metode
karyawisata merupakan metode yang tepat.
B. Tahap Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan adalah suatu tahapan yang disaat
semua acara yang telah disiapkan dan diatur seperti yang
sebelumnya dilaksanakan. Langkah-langkah yang dilakukan
pada objek metode ini adalah:
a) Pertemuan dengan pimpinan atau kepala pengurus objek
yang kita kunjungi;
b) Para siswa diatur untuk melakukan penelitiannya sesuai
dengan apa yang telah ditetapkan oleh pimpinan objek
tersebut
c) Siswa berperan aktif selama peninjauan dan pengamatan
objek kepada petugas untuk mendapatkan informasi
melalui tanya jawab dan

11
d) Akhirnya, setelah semua kegiatan selesai, tidak lupa
untuk mengucapkan terima kasih kepada pimpinan objek
tersebut.20
C. Tahap Penyelesaian
Tahap penyelesaian ini sering pula disebut tahap
tindak lanjut, yaitu suatu tahap setelah siswa kembali ke
sekolah. Di kelas kemudian diadakan lagi diskusi atau
pertukaran data dan informasi untuk saling melengkapi.
Setelah data dan informasi terkumpul dengan lengkap, maka
disusunlah sebuah laporan21
3) Kelebihan dan Kelemahan Karyawisata
Sama halnya dengan metode-metode pembelajaran
lainnya, metode pembelajaran karyawisata ini juga
mempunyai kelebihan dan kelemahan, berikut akan
dijabarkan beberapa kelebihan dan kelemahan metode
karyawisata.
Kelebihan yaitu:
a) Dapat memberikan kepuasan terhadap keinginan
anak-anak, dengan menyaksikan kenyataan-
kenyataan, keindahan alam dan sebagainya.
b) Dapat menambah pengalaman pada siswa dan guru
mempunyai kesempatan yang baik untuk
menerangkan sustu obyek dengan jelas.
c) Melatih siswa bersikap lebih terbuka, objektif, dan
luas pandangan mereka terhadap dunia luar.
Kelemahan yaitu:
a. Metode ini akan gagal bilamana menemui
obyek yang kurang sesuai dengan tujuan yang
ditetapkan.

20
Syifa S. Mukrimaa, 53 Metode Belajar dan Pembelajaran Plus Aplikasinya, hlm, 135-136
21
Syifa S. Mukrimaa, 53 Metode Belajar dan Pembelajaran Plus Aplikasinya, hlm, 136

12
b. Waktu yang tersedia tidak mencukupi dan
menyita waktu pelajaran.
c. Karyawisata membutuhkan biaya transportasi
dan akomodasi yang besar sehingga menjadi
beban siswa dan guru itu sendiri22.

c) Sosiologi
Sosiologi berasal dari kata latin socius yang berarti teman
atau sesama dan kata logos dari bahasa Yunani yang artinya
cerita. Jadi pada awalnya sosiologi berarti bercerita tentang
teman (masyarakat).
Sosiologi pertama kali dikenalkan oleh ilmuan prancis yaitu
August Marie Francois Savier Comte dalam bukunya ”Course
de Philosophi Positive” dimana sosiologi menurut August
Comte merupakan studi positif tentang gejala sosial. Dimana di
dalamnya sosiologi terbagi dua yaitu 23:
a. Sosiologi statis yaitu ilmu dalam bidang sosiologi yang
memfokuskan perhatian pada pusat-pusat hukum statis
yang menjadi dasar adanya masyarakat. Hal yang
dipelajari di sini adalah mengapa masyarakat ada,
perkumpulan seperti apa yang ada di masyarakat, dan
apa yang melatarbelakangi terciptanya kehidupan
bermasyarakat.
b. Sosiologi dinamis ilmu dalam bidang sosiologi yang
menfokuskan perhatian pada pusat perkembangan
masyarakat dalam arti pembangunan. Hal yang dipelajari
disini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi
perkembangan kehidupan masyarakat, apa saja yang
telah diciptakan oleh masyarakat, serta hal apa saja yang

22
M Basyiruddin Usman, Metodologi Pembelajaran Agama Islam, hlm, 54
23
Agus Sudarsono dan Agustina Tri Wijayati, Pengantar Sosiologi ( Yogyakarta: Universitas
negeri Yogyakarta, 2016) Hlm, 6

13
telah dilalui oleh manusia dalam kehidupan
bermasyarakat yang ia jalani.
Dari beberapa penjelasan di atas berikut pengertian
sosiologi menurut para tokoh yaitu:
a) Emiel Durkheim
Emiel Durkheim merumuskan sosiologi dalam buku
yang ia tulis yang berjudul The Rules Of Sociological
Methods untuk menegaskan bahwa Sosiologi merupakan
ilmu yang mempelajari tentang fakta sosial. Di mana batasan
yang dikemukakan Durkheim tersebut tidak dengan
sendirinya bisa dipahami sebelum diterangkan apa yang
dimaksud dengan konsep ilmu dan fakta sosial.24
b) Max Weber
Mengemukakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang
berhubungan dengan pemahaman interpretatif mengenai
tindakan sosial. Dalam pandangan weber tentunya perlu kita
pahami konsep pemahaman konsep interpretatif dan
tindakan sosial. 25
c) Peter L Berger
Peter mengemukakan bahwa Sosiologi merupakan
Studi ilmiah tentang hubungan antara masyarakat dan
individu. Pada batasan yang dikemukakan peter terdapat tiga
konsep yang dipahami agar kita bisa mengerti definisi dari
peter tersebut, yaitu studi ilmiah, masyarakat, dan individu.26
Adapun materi pelajaran Sosiologi kelas X terdapat 7 bab
dalam dua semester, yang dikemas dan disusun atau
berpedoman pada buku Sosiologi untuk SMA/MA kelas X
dengan pengarang terdiri dari dua orang yaitu Kun Maryati
dan Juju Suryawati. Dari tujuh bab tersebut terdiri dari
beberapa subtema antara lain:

24
Damsar dan Indrayani, Pengentar Sosiologi Pedesaan (Jakarta: KENCANA, 2016) hlm, 02
25
Damsar dan Indrayani, Pengentar Sosiologi Pedesaan,hlm, 09
26
Damsar dan Indrayani, Pengentar Sosiologi Pedesaan,hlm, 15

14
1. Bab I. Fungsi Sosiologi Untuk Mengenali Gejala Sosial
di Masyarakat
Sub bab pada bab I adalah:
a. Hakikat Manusia sebagai Makhluk Individu dan
Sosial
b. Sosiologi sebagai Ilmu Sosial
c. Realitas Sosial sebagai Objek Kajian
d. Kehidupan Sosial sebagai Objektivitas
e. Gejala Sosial
2. Bab II. Individu, Kelompok, dan Hubungan Sosial
Sub tema dari bab 2 adalah:
a. Individu
b. Kelompok
c. Hubungan Sosial
d. Status dan Peran dalam Interaksi Sosial
e. Lembaga Sosial
3. Bab III. Ragam Gejala Sosial dalam Masyarakat
Sub tema dari bab 3 adalah:
a. Perbedaan Sosial, Perbedaan Individu, dan Perbedaan
Antar Kelompok
b. Multidimensi Identitas dalam Diri Subjek Individual
Maupun Kelompok
c. Heterogenitas dalam Kehidupan Masyarakat
d. Penghargaan atau Penghormatan Terhadap
Keanekaragaman atau Heterogenitas Sosial
e. Nilai dan Norma Sosial
f. Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian
g. Penyimpangan Sosial
h. Pengendalian Sosial
4. Bab IV. Rancangan Penelitian Sosial
Sub tema dari bab 4 adalah:
a. Proses Berpikir dan Penelitian

15
b. Rancangan Penelitian
c. Menentukan Topik atau Masalah Sosial sebagai
Fokus Penelitian
d. Pendekatan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
e. Memilih Subjek Penelitian sebagai Sumber Data dan
Informasi
f. Pengumpulan Data
5. Bab V. Pengumpulan Data dalam Penelitian
Sub tema dari bab 5 adalah:
a. Pengertian Pengumpulan Data
b. Pengumpulan Data Primer
c. Pengumpulan Data Sekunder
6. Bab VI pengolahan dan Analisis Data
Sub tema dari bab VI adalah:
a. Mengolah dan Menganalisis Data Kuantitatif
b. Mengolah dan Menganalisis Data Kualitatif Sesuai
dengan Tema, Konteks, dan Interpretasi
c. Menyimpulkan Hasil Pengolahan Data dan
Informasi
7. Bab VII. Laporan Penelitian
Sub tema dari bab VII adalah:
a. Menyusun Garis Besar Laporan Penelitian
b. Menyusun Laporan Penelitian secara tertulis Sesuai
Kaidah Karya Tulis Ilmiah
c. Mempresentasikan Laporan Penelitian dalam Diskusi
Kelas
d. Publikasi Laporan Penelitian Media Cetak atau
Eletronik
Dalam hal ini peneliti mengambil yang bisa dijangkau dan
direalisasikan dengan mudah dalam penerapannya materi
yang peneliti ambil yaitu tentang hubungan sosial. Karena

16
dengan materi hubungan sosial siswa bisa mengetahui secara
langsung hubungan sosial dengan baik.
2. Kajian Terdahulu
Dalam hal ini peneliti mencari literasi terdahulu yang
berfungsi sebagai pendukung memaparkan data yang relevan dengan
permasalahan yang akan diteliti. Sebagai analisis yang membedakan
antara penelitian yang telah ada dengan penelitian saat ini. Adapun
beberapa penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penanaman nilai
sosial melalui metode pembelajaran karyawisata sebagai berikut :
1) Muchsin, 2013. Pengaruh Penggunaan Metode Karyawisata
terhadap prestasi belajar koggnitif IPS kelas IV sekolah dasar
Penelitian yang dilakukan oleh penulis tersebut yaitu
mengenai bagaimana pengaruh penggunaan metode
pembelajaran karyawisata terhadap prestasi belajar kognitif pada
mata pelajaran IPS yang obyeknya kelas IV sekolah dasar
Persamaan dengan penelitian ini
Persamaan penelitian yang saya lakukan dengan penelitian
oleh Niwang Tanjung Palupi yaitu sama-sama menggunakan
metode pembelajaran karyawisata.
Adapun perbedaan dengan penelitian ini yaitu :
a. Metode penelitian yang digunakan oleh Muchsin yaitu
metode kuantitatif. Sedangkan metode penelitian yang saya
gunakan yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif.
b. Obyek penelitian yang dilakukan oleh Muchsin yaitu siswa
kelas IV sekolah dasar, sedangkan obyek penelitian yang
saya lakukan yaitu siswa kelas X Madrasah Aliyah Mifathul
Ulum Skar Anom.
c. Penggunaa metode karyawisata yang Muchsin gunakan
terhadap mata pelajaran IPS sedangkan yang saya gunakan
terhadap Sosiologi.
2) Sri Nurmayati, 2014 keefektifan metode karyawisata terhadap
kemampuan pemahaman terhadap fasilitas umum pada mata

17
pelajaran IPS untuk anak Tunagrahita katagori ringan kelas III
d SD LB di SLB C1 Dharma Rena Ring Putra 1 Yogyakarta
Penelitian yang dilakukan oleh penulis tersebut dapat
disimpulkan bahwa penggunaan metode karyawisata untuk
meningkatkan keefektifan anak tunagrahita yang memiliki
keterbelakangan fisik agar bisa menggunakan fasilitas dengan
baik pada pelajaran IPS.
Persamaan dengan penelitian ini yaitu:
a. Sama-sama melakukan penelitian terhadap penggunaan
metode pembelajaran karyawisata.
Adapun perbedaan dengan penelitian ini yaitu :
a) Obyek penelitian yang dilakukan oleh Sri Nurmayati
yaitu anak Tunagrahita, sedangkan obyek penelitian yang
saya lakukan yaitu siswa kelas X Madrasah Aliyah.
b) Penelitian yang dilakukan oleh sri Nurmayati
menggunakan metode penelitian kuantitatif sedangkan
metode yang saya gunakan adalah kualitatif dekriptif.
c) Lokasi yang Dhika Prisdiana Hadi lakukan di SDLB SLB
Dharma Rena Ring Yogyakarta, sedangkan lokasi yang
saya teliti bertempat di MA miftahul Ulum Sekar anom
H. Metode Penelitian
1. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Pendekatan yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif.
Deskriptif kualitatif merupakan penelitian yang menggambarkan
keadaan secara naratif kualitatif.27 Deskriptif kualitatif digunakan
untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek
penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-
lain secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-
kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dan
dengan memanfaatkan berbagai metode-metode alamiah.

27
Nana Syaodih, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung : Remaja RosdaKarya, 2010), hlm., 18.

18
Jenis penelitian yang digunakan, berdasarkan pendekatan
diatas adalah fenomenologis, fenomena yang menjadi penelitian
kali ini di lembaga Madrasah Aliyah Mifathul Ulum Sekar Anom
Bulamgan Timur Pegantenan Pamakesan yaitu tentang bagaimana
Implementasi Metode Pembelajaran Karyawisata dalam
menumbuhkan Pemahaman siswa terhadap mata pelajaran Soiologi
kelas X.
Ciri-ciri Phenomenological Research Mothods menurut
Moustakas dalam kegiatan penelitian fenomenologi mencakup:
a. Merumuskan topic dan pertanyaan penelitian
b. Mengembangkan serangkaian pertanyaan dan topik, sebagai
panduan dalam proses wawancara (formal dan informal)
c. Merekam proses wawancara perorangan terutama terkait dengan
tujuan penelitian, serta menentukan perlu tidaknya wawancara
tambahan,
d. Dan lain sebagainya.28.
Peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian
deskriptif merupakan penelitian yang memaparkan
(mendeskripsikan) informasi tentang suatu gejala, peristiwa,
kejadian yang berupa kata-kata, gambar dan bukan angka-angka.
Laporan penelitian ini akan berisi kutipan-kutipan data untuk
memberi gambaran penyajian laporan yang berasal dari wawancara,
catatan lapangan, foto, dokumen pribadi, catatan dan dokumen
resmi lainnya.
2. Kehadiran Peneliti
Peneliti dalam penelitian ini bertindak sebagai instrumen
atau pengumpul data dengan melakukan observasi dan wawancara.
Salah satu langkah yang harus dilakukan dalam penelitian kualitatif
adalah kehadiran peneliti dilokasi penelitian. Sebagaimana dalam
hal ini peneliti bertindak sebagai instrumen sekaligus sebagai
pengumpul data dengan melakukan observasi agar peneliti bisa

28
JusufSoewadji, PengantarMetodologiPenelitian, hlm. 64.

19
mengetahui dan memahami gambaran tentang objek-objek
penelitian, sedangkan untuk pengumpulan data, peneliti melakukan
wawancara. Dengan demikian, peneliti bisa mengetahui dan
memahami gambaran yang utuh tentang subjek penelitian, atau
dapat berhubungan langsung dengan responden.
Untuk mendapatkan informasi terkait bagaimana upaya
guru dalam menerapkan metode pembelajaran karyawisata pada
mata pelajaran sosiologi kelas X di MA Miftahul Ulum Sekar
Anom Bulangan Timur Pegantenan Pamekasan, serta bagaimana
implementasinya dalam menumbuhkan pemahaman siswa terhadap
mata pelajaran sisiologi. maka peneliti memperoleh data dari
lapangan penelitian, dengan kehadiran peneliti dapat memberikan
arti yang sangat besar untuk langkah-langkah berikutnya.
Mengingat bahwa peneliti merupakan pelaku utama yang terlihat
secara langsung dalam kegiatan penelitian terutama dalam
pengumpulan data yang bersifat wawancara.
3. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian merupakan tempat yang telah dipilih oleh
penelti untuk diteliti. Menurut Lexi J. Moleong dalam menentukan
lokasi penelitian dengan cara mempertimbangkan teori subtantif dan
dengan mempelajari serta mendalami fokus dan rumusan masalah
penelitian, untuk itu apakah terdapat kesesuaian dengan kenyataan
yang berada dilapangan. Termasuk juga keterbatasan geografis dan
praktis seperti waktu, biaya, tenaga perlu juga dijadikan
pertimbangan dalam penentuan lokasi penelitian.
Rencana lokasi penelitian dilakukan di MA Miftahul Ulum
Sekar Anom Bulangan Timur Pegantenan Pamekasan, dipilihnya
lokasi MA Miftahul Ulum Sekar Anom Kelas X tersebut dengan
suatu pertimbangan bahwa tempat tersebut strategis dan penerapan
metode karyawiasata sudah diterapkan sehingga juga mudah
dijangkau oleh peneliti untuk melakukan penelitian.
4. Sumber Data

20
Sumber data yaitu dari mana data dapat diperoleh, didalam
penelitian ini penulis menggunakan sumber data berupa:29
a) Person (narasumber), merupakan sumber data yang bisa
memberikan data berupa jawaban lisan melalui wawancara.
Penulis dalam hal ini mendapatkan data-data atau informasi
tentang gambaran umum objek penelitian serta kondisi MA
Miftahul Ulum Sekar Anom Bulangan Timur Pegantenan
Pamekasan
b) Place (tempat /lokasi) merupakan sumber data yang dapat
menyajikan tampilan berupa keadaan MA Miftahul Ulum Sekar
Anom Bulangan Timur Pegantenan Pamekasan seperti letak
geografis, dan lain sebagainya.
c) paper (dokumen/arsip) merupakan sumber data yang menyajikan
tanda-tanda berupa huruf, angka, gambar atau simbol lainnya
yang ada dan berkaitan dengan MA Miftahul Ulum Sekar Anom
Bulangan Timur Pegantenan Pamekasan misalnya data siswa dan
lain sebagainya.
Penelitian ini menggunakan dua data yaitu:
a) Data primer adalah data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti
dari sumber pertamanya.30Seperti kepala sekolah, guru dan siswa
di MA Miftahul Ulum Sekar Anom Bulangan Timur Pegantenan
Pamekasan
b) Data sekunder adalah data yang dikumpulkan oleh peneliti
sebagai penunjang dari sumber pertama. Data ini berupa
dokumen-dokumen di desa MA Miftahul Ulum Sekar Anom
Bulangan Timur Pegantenan Pamekasan
5. Prosedur Pengumpulan Data
Penulis menggunakan tiga macam teknik pengumpulan data,
yaitu:
a) Metode Observasi

29
Suharsini Arikunto, Prosedur Peneltian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta,
2006), hlm.,129.
30
Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian, (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 1998), hlm., 84.

21
Observasi dilakukan oleh peneliti untuk melihat yang
ada di lapangan sehingga dengan observasi dapat
mengumpulkan data secara mekanis.
Observasi dibedakan menjadi dua berdasarkan peran
peneliti yaitu observasi partisipan dan non partisipan.
Observasi partisipan yaitu observasi yang dilakukan oleh
peneliti yang berperan serta aktif dalam kehidupan
masyarakat topik penelitian. Sedangkan observasi non
partisipan yaitu observasi yang menjadikan peneliti sebagai
penonton atau penyaksi terhadap gejala yang menjadi topik
penelitian. Jenis observasi yang akan dilakukan oleh peneliti
yaitu observasi non partisipan dimana peneliti tidak berperan
serta aktif di MA Miftahul Ulum Sekar Anom Kelas X
Bulangan Timur Pegantenan Pamekasan tersebut, akan
tetapi hanya sebagai seorang peneliti yang sedang
melakukan observasi.
Peneliti mengamati dan menelaah gejala-gejala yang
berkemungkinan terjadi dengan tujuan mengumpulkan data
yang tentunya memerlukan pengetahuan dan latihan.
Sedangkan yang akan diobservasi sesuai dengan fokus
penelitian yaitu MA Miftahul Ulum Sekar Anom siswa
Kelas X Bulangan Timur Pegantenan Pamekasan.
b) Metode Wawancara
Wawancara dalam suatu penelitian yang bertujuan
mengumpulkan keterangan tentang kehidupan manusia dalam
suatu kehidupan masyarakat serta pendirian-pendirian itu
merupakan suatu pembantu utama dari metode observasi
(pengamatan).
Wawancara dalam bentuk yang paling sederhana
terdiri atas sejumlah pertanyaan yang dipersiapkan oleh
peneliti dan diajukan kepada seseorang mengenai topik

22
penelitian secara tatap muka dan peneliti merekam jawaban-
jawabannya sendiri.31
Wawancara dibedakan menjadi tiga macam yaitu
wawancara terstruktur, wawancara bebas, wawancara
kombinasi. Wawancara terstruktur merupakan wawancara
yakni peneliti ketika melaksanakan tatap muka dengan
narasumber menggunakan wawancara yang telah disiapkan
terlebih dahulu. Wawancara bebas merupakan wawancara
dengan menyampaikan pertanyaan kepada para narasumber
yang tidak menggunakan pedoman. Sedangkan wawancara
kombinasi merupakan kombinasi kedua jenis wawancara
terstruktur dan bebas yaitu menyiapkan poin-poin pertanyaan
kemudian bebas mengembangkan dengan tujuan
memperoleh informasi yang semaksimal mungkin dari
narasumber.32
Jenis wawancara yang akan digunakan dalam penelitian
ini yaitu wawancara kombinasi yaitu kombinasi antara
wawancara terstruktur dan wawancara bebas. Peneliti
menggabungkan kedua wawancara tersebut dengan tujuan
untuk memperoleh informasi yang semaksimal mungkin dari
narasumber.
Pendekatan ini digunakan kepada komponen yang ada di
MA Miftahul Ulum Sekar Anom Bulangan Timur
Pegantenan Pamekasan yaitu kepala sekolah, guru dan siswa
MA Miftahul Ulum Sekar Anom Bulangan Timur
Pegantenan Pamekasan, kepala sekolah, guru, dan siswa
yang akan diteliti dengan tujuan untuk memperoleh
seperangkat informasi yang dibutuhkan peneliti yang
berhubungan dengan peningkatan pembelajaran siswa
melalui metode pembelajaran karyawisata di MA Miftahul

31
Emzir, Metode Penelitian Kualitati (Jakarta:PT raja Grafindo, 2012), hlm., 49.
32
Wadhan, metodelogi penelitian pendidikan (Pamekasan:STAIN Pamekasan Press, 2009),hlm.,
54.

23
Ulum Sekar Anom Kelas X Bulangan Timur Pegantenan
Pamekasan.
c) Dokumentasi
Dokumentasi adalah kegiatan mencari data tentang hal hal
atau variabel yang berupa catatan transkip, buku, majalah,
prasasti, notulen rapat, agenda dan sebagainya.33 Alasan
peneliti menggunakan metode ini yaitu :
a. Untuk mengetahui serta mencari data tertulis.
b. Untuk lebih mengkongkritkan data hasil penelitian serta
untuk menjaga keaslian data.
Dokumen yang akan dikumpulkan seperti data kegiatan
komunikasi yang dilakukan dengan kepala sekolah. Guru dan
juga siswa.
6. Analisis Data
Analisis data merupakan salah satu tahap dalam penelitian ini
yang dilakukan setelah seperangkat fakta atau informasi yang
diperoleh melalui dari beberapa pengumpulan data. Data yang
dianalisis dalam penelitian ini yakni data yang terhimpun dalam
catatan atau transkip, wawancara, catatan lapangan, dan
dokumentasi. Secara sederhana analisis data adalah proses
penyederhanaan data kedalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan
diinterpretasikan.34
Analisis yang digunakan dalam penulisan proposal ini yaitu
analisis data non statistik. Dalam penelitian ini yang dianalisis
adalah data yang terhimpun dalam transkrip wawancara, catatan
lapangan serta dokumen.
Analisis data dilakukan apabila data sudah terkumpul dengan
tujuan mengetahui validitas data yang sudah terkumpul. Analisis
data dalam penelitian kualitatif sebagai berikut:35

33
Buna’i, Metodologi Penelitian Pendidikan (Sekolah Tinggi Agama Islam:Bukuaja, 2006),
hlm.,107.
34
Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Pamekasan: STAIN Pamekasan Press, 2012), hlm., 15.
35
Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif, Kuantitatai dan R &D
(Bandung: Alfabeta, 2011), hlm., 338-345

24
1. Condensasi Data.
Sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada
penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data kasar
yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan.
Reduksi data berlangsung terus-menerus selama penelitian
berlangsung bahkan sebelum data benar-benar terkumpul.
Tahap-tahap dalam Reduksi data ini adalah:

a. Pengecekan (Checking)
Pengecekan data dilakukan dengan memeriksa
kembali lembar transkrip data wawancara observasi, dan
dokumen yang ada. Tujuannya untuk mengetahui tingkat
kelengkapan data atau informasi yang diperlukan.
b. Pengelompokan (Organizing)
Pengelompokan data dilakukan dengan memilah-
milah atau mengklasifikasikan data sesuai dengan arah
fokus penelitian.
2. Display Data (Penyajian Data)
Penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian naratif,
bagan, tabel, dan lain sejenisnya. Penyajian data dalam
bentuk-bentuk tersebut akan memudahkan peneliti
memahami apa yang terjadi dan merencanakan kerja
penelitian selanjutnya.
3. Kesimpulan / Verifikasi
Penarikan kesimpulan dilakukan manakala peneliti sudah
yakin dengan temuan-temuannya. Ketika peneliti ragu
terhadap data yang diperoleh dari hasil penelitian, maka
dilakukan verifikasi data (pengecekan ulang). Penarikan
kesimpulan data dan verifikasi data ini bertujuan untuk
validitas data yang telah terkumpul di lapangan dan untuk
menarik kesimpulan hasil penelitian.

25
Tahap selanjutnya dari analisis data ini yaitu
mendeskripsikan data sesuai kategori dan tema dari fokus
penelitian ini sehingga pembaca dapat memahami tema dan
temuan dalam penelitian ini.
7. Pengecekan Keabsahan Data
Peneliti berusaha mengeceknya agar tidak tersusun secara
sia–sia untuk mengetahui apakah data yang diperoleh dari subjek ini
valid dan dapat dipertanggung jawabkan. Berikut adalah tahap-
tahap pengecekan keabsahan data dari penelitian ini yaitu:
a. Perpanjangan Keikutsertaan
Keikutsertaan peneliti sangat menentukan dalam
pengumpulan data. Hal ini tidak hanya dilakukan dalam waktu
yang singkat, tetapi memerlukan perpanjangan keikutsertaan dalam
penelitian. Sehingga dengan itu, peneliti bisa menemukan
informasi dalam situasi yang sesuai dengan permasalahan yang
sedang diamati.36
b. Ketekunan Pengamatan
Ketekunan peneliti dalm pengamatan yaitu untuk
menemukan ciri ciri atau unsur unsur dalam situasi yang sesuai
dengan permasalahan yang sedang diamati. Terkait dengan topik
dan persoalan–persoalan di sekitar permasalahan yang menjadi
objek penelitian, hal tersebut dilakukan secara kontinyu, rinci, serta
mengamati secara seksama.
Dalam ketekunan berarti menemukan ciri-ciri dan unsur-
unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan atau isu
yang sedang dicari dan kemudian memusatkan diri pada hal-hal
tersebut secara rinci.37
c. Tringulasi
Triangulasi adalah pemeriksaan keabsahan data yang
memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu sebagai

36
J. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, (2011), hlm. 327.
37
J.Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, (2011), hlm.329

26
pembanding terhadap itu.38 Triangulasi yang digunakan dalam
penelitian ini adalah dengan memanfaatkannya dan berusaha
membandingkan data yang sama seperti dari guru.
8. Tahap-Tahap Penelitian
Tahap – tahap penelitian yang dilakukan untuk mengetahui
objek penelitian secara sistematis sebagai berikut :
a) Tahap Pra Penelitian
Pembuatan judul, menentukan konteks penelitian, membuat
proposal penelitian, mengurus izin penelitian, menilai keadaan
objek penelitian, mempersiapkan perlengkapan penelitian dan
menerapkan etika penelitian.
b) Tahap Proses Penelitian.
Pemahaman terhadap latar belakang, dan integritas,
investigasi, kelapangan juga ikut ambil bagian dalam
mengumpulkan data baik data primer maupun data sekunder.
Setelah data terkumpul peneliti menganalisis data yang telah
disebut diatas.
c) Penyusunan Laporan.
Penyusunan laporan peneliti menulis kerangka dan isi
laporan hasil penelitian, adapun mekanisme yang diambil dalam
penyusunan laporan disesuaikan dengan buku paduan tentang
penulisan karya ilmiah yang diatur oleh IAIN Madura.

38
Ibid. 330.

27
Daftar Rujukan
Buna’i, Metodologi Penelitian Pendidikan Sekolah Tinggi Agama Islam:Bukuaja,
2006
Damsar dan Indrayani, Pengentar Sosiologi PedesaanJakarta: KENCANA, 2016
Emzir, Metode Penelitian Kualitati Jakarta:PT raja Grafindo, 2012
Hanafi,Sri Rahaju Djatimurti Rata Ilmu Sosial Budaya Dasar,Yogyakarta: CV
ANDI OFFSET, 2016
Idi, Abdullah Sosiologi Pendidikan.Jakarta:Rajawali Pers, 2011
Mahargiyani,Arlina Distia dkk “Peningkatan Kemampuan Menulis Deskripsi
dengan Menggunakan Meode Field Trip Pada Siswa Sekoalh Dasar”
Jurnal Bahsa dan Sastra Indonesia Sertta pengajarannya Vol 1 No 1
(Desember, 2012) Mukrimaa, Syifa S. 53 Metode Belajar dan Pembelajaran Plus
Aplikasinya
Bandung: Bumi Siliwangi,2014
Nasution, Kajian Pembelajaran IPS di Sekolah, Surabaya: Unesa University
Press, 2011
Noor,juliansyah Metodologi Penelitian, Jakarta; PRENADAMEDIA GROUP,
2011
Nurmaliah, dkk “Penggunaan Metode Karya Wisata Untuk Meningkatkan
Pemahamn Konsep dan Keterampilan Prose Sains pada Materi
Keanekaragaman Hayati” Jurnal Biotik,Vol 1 No 2 (2016)
Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Pamekasan: STAIN Pamekasan Press, 2012
Peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan republik indonesia Nomor 24 tahun
2016 Tentang Kompetensi inti dan kompetensi dasar pelajaran Pada
kurikulum 2013 Pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
Sagala,Syaiful, Konsep dan Makna Pembelajaran, Bandung: Alfabeta, 2006
Soewadji, Jusuf Pengantar Metodologi Penelitian,Jakarta; Mitra Wacana Media,
2012
Suardi,Moh, Sosiologi Pendidikan Yogyakarta: Penerbit Prama Ilmu, 2016
Sudarsono Agus dan Agustina Tri Wijayati, Pengantar Sosiologi ( Yogyakarta:
Universitas negeri Yogyakarta, 2016

28
Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, Bandung :
Alfabeta, 2007
Suharsini Arikunto, Prosedur Peneltian Suatu Pendekatan Praktik,Jakarta:
Rineka Cipta, 2006
Suryabrata,Sumadi Metodologi Penelitian,Jakarta : Raja Grafindo Persada, 1998
Syaodih Nana, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung : Remaja RosdaKarya,
2010
Usman,M Basyiruddin Metodologi Pembelajaran Agama Islam, Jakarta: Ciputat
Pers,2002
Wadhan, metodelogi penelitian pendidikanPamekasan:STAIN Pamekasan Press,
2009
Widia,Via dkk Pengaruh Metode Karyawisata terhadap hasil belajar siswa tentang
ekonomi masyarakat sekitar, (2016)

29