Anda di halaman 1dari 10

PASAR TENAGA KERJA DI DALAM PEREKONOMIAN

Dosen Pengampu :

Dr. Hj. Heni Noviarita, S.E., M.Si.

REVIEW JURNAL

1. The Development and Labor Situation in Indonesia


2. The Relationship between Labor Productivity and Economic Growth in
OECD Countries
3. Impact of labour quality on labour productivity and economic growth

Oleh :

AGUS HENDRA 1651010280


EKA NURJANAH 1651010270
NURFI DWI RANI 1651010238
TRI JULIYA UTARI 1651010272

JURUSAN EKONOMI SYARIAH


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG
2019
Review jurnal

“PASAR TENAGA KERJA DALAM PEREKONOMIAN”

Judul : Impact of labour quality on labour productivity and economic


growth

Jurnal : African Journal of Business Management

Download : https://www.researchgate.net/publication/229052871

Volume dan halaman : Vol. 4(4), no. 486-495

Tahun : 2010

Penulis : Idris Jajri dan Rahmah Ismail

1. Latar Belakang
Dalam era ekonomi berbasis pengetahuan, peran modal manusia menjadi lebih
penting. Seperti yang disarankan oleh Becker (1964), Schultz (1961) dan Mincer
(1974), modal manusia memiliki hubungan langsung dengan produktivitas pekerja,
maka kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, peningkatan
dalam pencapaian sumber daya manusia di kalangan penduduk adalah dengan cara
untuk mencapai ness competitive- lebih tinggi melalui meningkatkan pekerja efisiensi
dan menghasilkan produk berkualitas lebih baik dengan biaya produksi yang lebih
murah. Komitmen pemerintah untuk meningkatkan tingkat modal manusia khususnya
pendidikan di kalangan penduduk dilihat dari pengeluaran yang besar dialokasikan
untuk sektor ini.
Sebagai hasil dari perubahan dalam struktur pendidikan, pekerjaan dengan tingkat
pendidikan juga telah berubah ke arah persentase yang lebih tinggi dari mereka yang
lebih tinggi prestasi pendidikan. Sebaliknya, pekerjaan yang tidak memiliki
pendidikan formal dan dengan tingkat dasar pendidikan menurun. Pembangunan yang
bergerak ke arah yang lebih modal intensif dan lebih tinggi adopsi teknologi, yang
membutuhkan tenaga kerja lebih terampil. Tujuan dari ekonomi untuk bergerak maju
menuju ekonomi berbasis pengetahuan juga mengakibatkan permintaan yang lebih
besar untuk pekerja lebih terdidik.

2. Landasan teori
Jurnal ini menjelaskan tentang ringkat pendidikan yang akan memengaruhi
tingkat produktivitas tenaga kerja. Tenaga kerja yang efektif adalah sebagai factor
produksi. Secara teoritis, ketika tenaga kerja yang efektif digunakan, pertumbuhan
output ditingkatkan dan akan tercapai pada tingkat lebih tinggi dari pertumbuhan
angkatan kerja. Perbedaan produktivitas antara fisik (mentah) tenaga kerja dan tenaga
kerja yang efektif atribut untuk tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi ini. Banyak
penelitian telah dilakukan untuk melihat hubungan antara modal manusia dan
pertumbuhan ekonomi. tingkat pendidikan selalu digunakan sebagai proxy untuk
modal manusia. variabel lain, seperti tingkat melek huruf, rata-rata tahun sekolah,
tingkat partisipasi dan diture pemerintah expen- pada pendidikan, pelatihan dan
kesehatan yang sering digunakan untuk menunjukkan modal manusia.

3. Metode dan subjek


Metode yang digunakan yaitu dengan cara metode estimasi regresi. Subyek dari
penelitian ini yaitu tenaga kerja di Kuala Lumpur, Malaysia.

4. Masalah

Permasalahan yang dibahas salam jurnal ini, yaitu : peningkatan dalam


pencapaian sumber daya manusia di kalangan penduduk adalah dengan cara untuk
mencapai ness competitive- lebih tinggi melalui meningkatkan pekerja efisiensi dan
menghasilkan produk berkualitas lebih baik dengan biaya produksi yang lebih murah.
5. Tujuan penelitian
Tujuan dari makalah ini adalah untuk menganalisis kontribusi modal manusia
untuk pertumbuhan dan produktivitas tenaga kerja ekonomi Malaysia. Dua konsep
yang disesuaikan untuk mengukur variabel modal manusia yang padat efektif dan
jumlah lapangan kerja di berbagai tingkat prestasi pendidikan.

6. Hasil dan analisis


Secara teoritis percaya bahwa modal manusia berhubungan positif terhadap
produktivitas tenaga kerja, karenanya meningkatkan efisiensi dan pertumbuhan
ekonomi. Teori pertumbuhan baru menggabungkan variabel modal manusia ke dalam
fungsi produksi dengan menggunakan beberapa langkah. Analisis ini menggunakan
dua konsep variabel modal manusia, yang adalah, tenaga kerja yang efektif dan
tingkat pencapaian pendidikan di kalangan pekerja. Studi ini menunjukkan bahwa
modal fisik adalah faktor penting untuk pertumbuhan ekonomi Malaysia. Hubungan
statistik yang signifikan dan positif antara modal fisik dan pertumbuhan ekonomi..
Tenaga kerja yang efektif tidak memainkan peran positif dalam menentukan
pertumbuhan ekonomi namun kontribusinya kurang dari kerja fisik.
Tapi ketika tenaga kerja diukur pada setiap tingkat pendidikan, itu tidak
signifikan secara statistik kecuali untuk tenaga kerja dengan pendidikan menengah
bila dikombinasikan dengan tertinggal dari rasio tenaga kerja modal. Ini berarti
bahwa kombinasi tenaga kerja di tingkat bervariasi pendidikan yang berisi dalam
tenaga kerja efektif adalah penentu penting dari pertumbuhan ekonomi. Lebih lanjut,
penelitian ini mengungkapkan bahwa peningkatan tingkat keterbukaan ekonomi
Malaysia sebagai diukur dengan rasio ekspor-GDP-impor akan meningkatkan
pertumbuhan ekonomi.
Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa peran tenaga kerja tive effec lebih
rendah dari kerja fisik. Temuan ini bertentangan dengan hasil dari negara lain
(Tallman dan Wang, 1994). Hal ini mungkin karena fakta bahwa nilai tenaga kerja
yang efektif berbeda antara kedua negara. Hal ini juga jelas bahwa para pekerja
pengetahuan (pejabat senior dan manajer, profesional, teknisi dan asosiasi
profesional) telah tumbuh sangat lambat.
Hasil empiris dalam makalah ini menunjukkan bahwa sistem pendidikan
Malaysia harus menghasilkan tenaga kerja yang lebih efisien untuk meningkatkan
kontribusi modal manusia untuk pertumbuhan ekonomi. Sebuah alokasi anggaran
besar untuk sektor pendidikan harus dimanfaatkan secara optimal melalui penyediaan
pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan bangsa. investasi modal manusia
lebih lanjut di pasar tenaga kerja juga diperlukan untuk menghasilkan pekerja
terampil.

Judul : The Development and Labor Situation in Indonesia

Jurnal : Japan Labor Issues

Download : https://www.researchgate.net/publication/321253386

Volume dan halaman : vol.1, no.3

Tahun : 2017

Penulis : Hayati Sari Hasibuan

1. Latar Belakang Masalah


Indonesia telah mengalami pergeseran struktural utama dalam ekonominya.
Pangsa pembuatan PDB meningkat sebesar 19 persen sedangkan pangsa pertanian
turun 35 poin persentase. pertumbuhan ekonomi yang cepat sangat berkorelasi
dengan perubahan struktural dalam perekonomian bangsa. Tapi pangsa manufaktur
dari penyerapan tenaga kerja sedikit meningkat sebesar 1,8 poin persentase sementara
pangsa pertanian turun 30 poin persentase.

Berdasarkan kategori formal dan informal, jumlah orang yang bekerja di


sektor informal lebih tinggi daripada di sektor informal. Pada bulan Agustus 2016,
50.210.000 orang (40,42%) bekerja di sektor formal, sementara 68,20 juta orang
(57,60%) berada di informal. Pada tahun 2010 separuh penduduk tinggal di daerah
perkotaan dan dengan meningkatnya laju urbanisasi diharapkan 67% akan tinggal di
daerah perkotaan pada tahun 2030. Pergeseran ini akan memiliki implikasi yang
mendalam untuk pasar tenaga kerja. Secara khusus, pedesaan partisipasi angkatan
kerja cenderung lebih tinggi dari pengangguran di pedesaan. Jika tren ini terus
berlanjut, ada risiko partisipasi angkatan kerja lebih rendah dan pengangguran yang
lebih tinggi di tahun-tahun mendatang. Masalah utama lainnya di tenaga kerja di
Indonesia adalah pendidikan dan keterampilan kesenjangan. Berdasarkan wisuda,
pekerja didominasi oleh tingkat pendidikan sekolah dasar lulus, sekitar 49.970.000
(42% dari total pekerja). Hanya sebagian kecil pekerja ijazah lulus, 2,88%.
Kurangnya pendidikan dan keterampilan pekerja diperparah dengan ketidakcocokan
permintaan pasar tenaga kerja.

2. Landasan Teori

Jurnal ini menjelaskan tentang tenaga kerja yang yang telah mengalami
pergeseran. Pada pedesaan angkatan kerja lebih rendah dan pengangguran yang lebih
tinggi ditahun yang akan mendatang. Di Indonesia tenaga kerja kurangnya pendidikan
dan keterampilan . Semakin banyak tenaga kerja di Indonesia yang berpendidikan
rendah dan kurangnya keteraampilan maka permintaan pasar tenaga kerja semakin
berkurang.

3. Metode dan Subyek

Metode yang digunakan yaitu dengan cara pengumpulan data. Subyek dari
penelitian ini dengan melihat data-data yang bersumber dari data-data yang sudah
ada.

4. Masalah

Permasalah-permasalahan yang dibahas dalam jurnal ini yaitu : tenaga kerja di


Indonesia adalah pendidikan dan keterampilan kesenjangan. Tenaga kerja yang lulus
sekolah dasar lebih banyak dibandingkan dengan pekerja lulusan ijazah. Masalah
besar pengangguran dengan lebih dari 7 juta pengangguran setiap tahun selama 2013-
2016.

5. Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui apa saja program yang telah dibuat oleh Pemerintah untuk
mengatasi pengangguran dan tenaga kerja yang kurang memliki pendidikan tinggi
dan keterampilan.

6. Hasil dan Analisis

Setelah kami melakukan analisis jurnal tersebut bahwasanya Pemerintah berusaha


keras untuk mengurangi pengangguran dan kurangnya tenaga kerja yang mempunyai
pendidikan tinggi dan keterampilan. Pemerintah membuat program pembangunan
tahap perencanaan Nasional yang dalam program tersebut Pemerintah berharap lebih
kompetitif, ekonomi, sumber daya yang efisien nasional, sumber daya manusia yang
berkualitas, dan ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih baik lagi.Target
pembangunan Nasional ini bisa mengurangi pengangguran dan penduduk miskin
yang ada di Indosesia.

Judul : The Relationship between Labor Productivity and Economic


Growth in OECD Countries
Jurnal : International journal ekonomi dan keuangan

Download : https://www.researchgate.net/publication/316209111

Volume dan halaman : vol.9, no.5

Tahun : 2017

Penulis : Suna korkmaz dan oya korkmaz


1. Latar belakang

Produktivitas didasarkan pada ekonomi perusahaan. Hal ini diukur sebagai rasio
output ke input (Owyong, 2001). Tenaga kerja dan produktivitas modal dapat
dianggap sebagai indikator produktivitas. Produktivitas tenaga kerja, yang merupakan
indikator yang paling umum untuk mengukur produktivitas, adalah output sesuai
dengan masukan yang diperoleh dari tenaga kerja atau didefinisikan sebagai nilai
tambah per setiap jam bekerja. Dalam hal ini ada tiga faktor penentu produktifitas
tenaga kerja, yaitu model manusia, perubahan teknologi, sekala ekonomi yang
mengurangi biaya produksi.

2. Landasan teori

Dalam pertumbuhan ekonomi negara harus fokus pada mobilisasi sumber-sumber


yang berkaitan dengan modal dan tenaga kerja daripada peningkatan produktivitas.
Baily et al. (1996) menunjukkan bahwa penurunan produktivitas tenaga kerja rata-
rata selama resesi dan meningkat selama booming. Baier et al. (2002) 145
menemukan bahwa hanya 14% dari peningkatan output per masing-masing pekerja di
mana negara adalah terkait dengan peningkatan TFP. Nachega dan Fontaine (2006)
menunjukkan bahwa penurunan output per orang di Nigeria antara tahun 1963 dan
2003 adalah karena pertumbuhan negatif dalam TFP serta pertumbuhan negatif per
orang dalam modal fisik.

3. Metode dan subyek

Metode yang di gunakan adalah dengan memanfaatkan metode analiasis data


panel tahu 2008-2014. Sabjek dari penelitian ini yaitu tujuh negara OECD (Belgia,
Jerman, Spanyol, Perancis, Italia, Finlandia dan Inggris).
4. Tujuan penelitian

Mengerahui bagai mana caranya agar negara dapat melakukan efisiensi


sumberdaya ekonomi yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di negara
OECD.

5. Hasil penelitian

Menurut hasil penelitia menunjukkan bahwa pendidikan dan teknologi di sektor


pertanian memiliki efek positif pada produktivitas tenaga kerja. Jadi mereka
menganggap teknologi dan pendidikan sebagai faktor penting yang mempengaruhi
produktivitas tenaga kerja.

Kesimpulan

Dari review jurnal di atas dapat diambil kesimpulan bahwa memanfaatkan


sumber daya secara maksimal dan efisien sangat diperlukan untuk pertumbuhan
ekonomi suatu Negara hasil yang diharapkan yaitu kenaikan tingkat produksi.
Efisiensi yang paling sering digunakan adalah produktivitas tenaga kerja dengan
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kerja. Selain itu factor
pengembangan inovasi teknologi juga dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja.
Produktivitas berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi. Produktivitas memiliki
efek pada pertumbuhan ekonomi dengan cara mengurangi biaya input dan efisiensi
penggunaan factor produksi. Dengan meningkatkan produktivitas tenaga kerja
melalui pendidikan nonformal maupun pendidikan formal dapat meningkatkan
tingkat produksi. Dengan itu juga meningkatkan nilai kerja yang efektif di pasar
tenaga kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Negara tersebut.
Referensi

Hayati Sari Hasibuan. (2017). The Development and Labor Situation in Indonesia.
Japan Labor Issues , vol.1, no.3

Suna Korkmaz & Oya Korkmaz. (2017). The Relationship between Labor
Productivity and Economic Growth in OECD Countries. International Journal
of Economics and Finance; Vol. 9, No. 5.

Idris Jajri1 and Rahmah Ismail. (2010). Impact of labour quality on labour
productivity and economic growth. African Journal of Business Management
Vol. 4.