Anda di halaman 1dari 24

MAKALAH

“ PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ”

Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Kemampuan


Dasar Mengajar

KEMAMPUAN DASAR MENGAJAR

Kelompok 1 :

Desti Febriani ( 17 507 043 )

Meri K Launde ( 17 507 053 )

Marchelina W.F Bujung ( 17 507 041 )

Dosen Pengampuh : Prof. Dr. Herry M. Sumampouw, M.Pd

Dr. Masye Wurarah, M.Si

UNIVERSITAS NEGERI MANADO

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

BIOLOGI

2019
Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan
karunia-Nya, sehingga makalah yang berjudul tentang “Pengembangan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran” ini dapat terselesaikan dengan baik.
Makalah ini membahas tentang persiapan mengajar, identifikasi kebutuhan, fungsi
persiapan mengajar, empat asumsi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,
kinerja guru dalam pengembangan persiapan mengajar dan komponen-komponen
persiapan mengajar yang akan berguna bagi calon pendidik dalam melaksanakan
pembelajaran yang efektif.
Seorang guru harus menyusun RPP dalam mengimplementasikan program
pelajaran, karena RPP merupakan pegangan bagi guru dalam melaksanakan
pembelajaran baik di kelas, laboratorium, dan lapangan untuk setiap kompetensi
dasar. Persiapan mengajar merupakan upaya untuk memperkirakan tindakan yang
akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran. Perencanaan berbasis kompetensi,
yakni kompetensi dasar, materi standar, indicator hasil belajar dan Penilaian
Berbasis Kelas (PBK). Sedangkan fungsi perencanaan persiapan mengajar dalam
kurikulum adalah bahwa persiapan mengajar hendaknya dapat mendorong guru
lebih siap melakukan kegiatan pembelajaran dengan persiapan matang.
Semoga dengan adanya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Kami
menyadari dalam penulisan makalah ini ada banyak kesalahan, untuk itu kami
sangat mengharapkan kritik dan saran untuk memperbaiki kesalahan yang ada.
Sekian dan terima kasih.

Tondano, 07 Maret 2019

Kelompok 1

I
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................................... i

Daftar Isi .............................................................................................................. ii

Bab I. Pendahuluan............................................................................................. 1

A. Latar Belakang .............................................................................. 1


B. Rumusan Masalah ......................................................................... 2
C. Tujuan ........................................................................................... 2

Bab II. Landasan Teori ...................................................................................... 3

Bab II. Pembahasan ............................................................................................ 7

A. Hakekat Persiapan Mengajar .............................................................. 7


B. Persiapan Mengajar ............................................................................. 8
1. Identifikasi Kebutuhan ............................................................ 9
2. Fungsi Persiapan Mengajar ..................................................... 10
3. Empat Asumsi untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran .. 12
4. Kinerja Guru dalam Pengembangan Persiapan Mengajar ...... 13
5. Komponen-Komponen Persiapan Mengajar ........................... 14

Bab III. Penutup .................................................................................................. 16

A. Kesimpulan ................................................................................... 16
B. Saran .............................................................................................. 17

Daftar Pustaka ..................................................................................................... 18

II
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran merupakan rumusan-


rumusan tentang apa yang akan dilakukan oleh guru dan peserta didik dalam proses
pembelajaran untuk mencapai tujuan atau kompetensi dasar yang telah ditentukan,
sebelum kegiatan belajar mengajar dilaksanakan. Produk dari desain pembelajaran
adalah berupa persiapan pembelajaran, silabus, modul, bahan tutorial dan bentuk
saran pedagogis lainnya.

Dunia pendidikan terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman,


perkembangan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan khususnya di
Indonesia. Perubahan penting yang telah terjadi dalam dunia pendidikan di Indonesia
salah satunya adalah perubahan kurikulum, telah kita ketahuai bersama perubahan
kurikulum juga diikuti perubahan perangkat pembelajaran salah satunya RPP. Dalam
rangka mengimplementasikan pogram pembelajaran yang sudah dituangkan di dalam
silabus, guru harus menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP
merupakan pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas,
laboratorium, dan/atau lapangan untuk setiap Kompetensi dasar. Oleh karena itu, apa
yang tertuang di dalam RPP memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas
pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu Kompetensi Dasar.

Dalam menyusun RPP guru harus mencantumkan Standar Kompetensi yang


memayungi Kompetensi Dasar yang akan disusun dalam RPP-nya. Di dalam RPP
secara rinci harus dimuat Tujuan Pembelajaran,Materi Pembelajaran, Metode
Pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran, Sumber Belajar, dan
Penilaian

1
Proses pengembangan perencanaan pembelajaran terkait erat dengn unsurunsur
dasar kurikulum yaitu tujuan materi pelajaran, pengalaman belajar dan penilaian hasil
belajar. Perangkat yang harus dipersiapkan dalam perencanaan pembelajaran adalah :
(a) memahami kurikulum; (b) menguasai bahan ajar; (c) menyusun program
pengajaran; (d) melaksanakan program pengajaran dan (e) menilai program
pengajaran dan hasil proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan. Dalam
perencanaan pembelajaran sampai saat ini masih mempergunakan pendekatan sistem,
artinya perencanaan pembelajaran merupakan kesatuan utuh yang memiliki
komponen (tujuan, materi, pengalaman belajar dan evaluasi) yang satu sama lain
saling berinteraksi.

B. Rumusan Masalah
Adapun batasan masalah dalam makalah ini adalah:
1. Bagaimana hakekat persiapan mengajar dalam melaksanakan
pembelajaran?
2. Apa saja prinsip yang harus diperhatikan dalam pengembangan persiapan
mengajar?
3. Bagaimana syarat dalam mengembangkan persiapan mengajar untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran?
4. Bagaimana sistematika komponen-komponen persiapan mengajar?

C. Tujuan
Adapun tujuan penulis dalam penulisan makalah ini adalah:
1. Mendeskripsikan hakekat persiapan mengajar dalam melaksanakan
pembelajaran.
2. Menyebutkan 5 prinsip yang harus diperhatikan dalam pengembangan
persiapan mengajar.
3. Menyebutkan 4 syarat dalam mengembangkan persiapan mengajar untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran.
4. Mengurutkan komponen-komponen persiapan mengajar.

2
BAB II
LANDASAN TEORI

A. Hakekat Persiapan Mengajar


Persiapan mengajar pada hakekatnya merupakan perencanaan jangka
pendek untuk memperkirakan atau memproyeksikan tentang apa yang dilakukan.
Dengan demikian, persiapan mengajar merupakan upaya untuk memperkirakan
tindakan yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran, terutama berkaitan
dengan pembentukan kompetensi.

Dalam mengembangan persiapan mengajar, terlebih dahulu harus


menguasai secara teoritis dan praktis unsur-unsur yang terdapat dalam persiapan
mengajar. Kemampuan membuat persiapan mengajar merupakan langkah awal
yang harus dimiliki guru dan sebagai muara dari segala pengetahuan teori,
keterampilan dasar, dan pemahaman yang mendalam tentang objek belajar dan
situasi pembelajaran.

Dalam persiapan mengajar harus jelas kompetensi dasar yang akan


dikuasai peserta didik, apa yang harus dilakukan, apa yang harus dipelajari,
bagaimana mempelajarinya, serta bagaimana guru mengetahui bahwa peserta
didik telah menguasai kompetensi tertentu. Aspek-aspek tersebut merupakan
unsur utama yang secara minimal harus ada dalam setiap persiapan mengajar
sebagai pedoman guru dalam melaksanakan pembelajaran dan membentuk
kompetensi peserta didik.

Majid (2005:95) mengemukakan, agar guru dapat membuat persiapan


mengajar yang efektif dan berhasil guna, dituntut untuk memahami berbagai
aspek yang berkaitan dengan pengembangan persiapan mengajar, baik berkaitan
dengan hakikat, fungsi, prinsip maupun prosedur pengembangan persiapan
mengajar, serta mengukur efektivitas mengajar. Rencana pembelajaran yang baik
menurut Gagne dan Briggs (1974) dalam Majid (2005:96) hendaknya
mengandung tiga komponen yang disebut anchor point,yaitu: 1) tujuan
pengajaran; 2) materi pelajaran, bahan ajar, pendekatan dan metode mengajar,

3
media pengajaran dan pengalaman belajar; dan 3) evaluasi keberhasilan. Hal ini
sesuai dengan pendapat Moore (2001: 126) bahwa komposisi format rencana
pembelajaran meliputi komponen topik bahasan, tujuan pembelajaran (kompetensi
dan indikator kompetensi), materi pelajaran, kegiatan pembelajaran, alat/media
yang dibutuhkan, dan evaluasi hasil belajar.

B. Persiapan Mengajar

Persiapan mengajar adalah memperkirakan tindakan yang akan dilakukan


dalam kegiatan pembelajaran. Perencanaan pembelajaran perlu dilakukan untuk
mengkoordinasikan komponen-pembelajaran berbasis kompetensi yakni,

 Kompetensi dasar, berfungsi mengembangkan potensi peserta didik.


 Materi standar, berfungsi memberi makna terhadap kompetensi dasar.
 Indikator hasil belajar, berfungsi menunjukkan keberhasilan pembentukan
kompetensi pada peserta didik.
 Skenario pembelajaran, merupakan tahapan-tahapan yang akan dilakukan
dalam proses pengajaran.
 Penilaian berbasis kelas, berfungsi mengukur pembentukan kompetensi,
dan menentukan tindakan yang harus dilakukan apabila standar
kompetensi belum tercapai.

Membuat rencana mengajar merupakan tugas guru yang utama. Rencana


mengajar merupakan realisasi dan pengalaman belajar siswa yang telah ditetap
pada tahapan penentuan pengalaman belajar. Dalam kurikulum 2004 ini guru
diberikan kebebasan untuk mengubah, memodifikasi bahkan membuat silabus
yang sesuai dengan kondisi sekolah dan daerah. Oleh karena itu guru diberikan
kewenangan secara leluasa untuk menganalisis silabus tersebut sesuai dengan
karakteristik dan kondisi sekolah serta kemampuan dalam menjabarkannya
menjadi persiapan mengajar yang siap dijadikan pedoman pembentukan
kompetensi peserta didik.

4
Kenneth D. Moore membagi perencanaan menjadi, rencana mingguan dan
rencana harian (Moore, 2001:26). Menurutnya, rencana mingguan ini sangat perlu
sebagai garis besar program pengajaran yang bisa disiapkan guru dan diserahkan
kepada administrasi sekolah sehingga kalau tiba-tiba guru tersebut ada halangan
yang lain bisa mempunyai informasi apa yang harus disampaikan kepada
muridnya. Sedangkan rencana harian adalah rencana pembelajaran yang disusun
untuk setiap hari mengajar, dan bersentuhan langsung dengan suasana dalam
kelas.

Adersoon dalam E. Mulyasa (2004:83) membedakan perencanaan dalam


dua kategori, yaitu perncanaan jangka panjang dan jangka pendek. Perencanaan
jangka panjang disebut unit plan yang merupakan perencanaan bersifat
komprehensif, dimana dapat dilihat aktivitas guru selama satu semester.
Perencanaan umum ini memerlukan uraian lebih rinci melalu perencanaan jangka
pendek yang disebut dengan persiapan mengajar.

Guru, murid, dan bahan ajar merupakan unsur yang dominan dalam proses
pembelajaran. Ketiga unsur ini saling berkaitan, mempengaruhi serta tunjang
menunjang antar satu dengan yang lainya.

C. Komponen-Komponen Persiapan Mengajar

Cynthia dalam Mulyasa (2004:82) mengemukakan bahwa proses


pembelajaran yang dimulai dengan fase persiapan mengajar ketika kompetensi
dan metodologi telah diidentifikasi, akan membantu guru dalam
mengorganisasikan materi standar serta mengantisipasi peserta didik dan masalah-
masalah yang mungkin timbul dalam pembelajaran.

Agar guru dapat membuat persiapan mengajar yang efektif dan berhasil
guna, dituntut untuk memahami berbagai aspek yang berkaitan dengan
pengembangan persiapan mengajar, baik berkaitan dengan hakikat, fungsi,
prinsip, maupun prosedur pengembangan persiapan mengajar, serta mengukur
efektifitas mengajar.

5
Rencana pengajaran yang baik menurut Gagne dan Briggs (1974)
hendaknya mengandung tiga komponen yang disebut anchor point , yaitu 1)
tujuan pengajaran; 2) materi pelajaran, bahan ajar, pendekatan, dan metode
mengajar,media pengajaran dan pengalaman belajar; 3) evaluasi keberhasilan. Ha
ini sesuai dengan pendapat Kenneth D.Moore (2001:126) bahwa komposisi
format rencana meliputi komponen:

 Topik bahasan.
 Tujuan pembelajaran (kompetensi indikator kompetensi).
 Materi pelajaran.
 Alat/media yang dibutuhkan dan
 Evaluasi hasil belajar.

Kurikulum 2004 menghendaki penyusunan persiapan mengajar mencakup


komponen sebagai berikut.

 Identitas mata pelajaran.


 Kompetensi dasar.
 Materi pokok.
 Strategi pembelajaran/tahapan-tahapan proses belajar mengajar.
 Media.
 Penilaian dan tindak lanjut.
 Sumber bahan.

6
BAB III
PEMBAHASAN

A. Hakekat Persiapan Mengajar

Persiapan mengajar merupakan upaya untuk memperkirakan tindakan


yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran. Perencanaan pembelajaran
berbasis kompetensi, yakni: kompetensi dasar, materi standar, indikator hasil
belajar, dan penilaian berbasis kelas. Kompetensi dasar berfungsi
mengembangkan potensi peserta didik. Indikator hasil belajar berfungsi
menunjukkan keberhasilan pembentukan kompetensi peserta didik, dan
menentukan tindakan yang harus dilakukan apabila kompetensi standar belum
terbentuk atau belum tercapai. Tugas guru yang paling utama terkait persiapan
mengajar dalam implementasi kurikulum yakni menjabarkan silabus ke dalam
persiapan mengajar yang lebih operasional Depdiknas telah mempersiapkan
secara lengkap silabus untuk setiap mata pelajaran pada berbagai jenjang
pendidikan, guru disini dituntun kreatifitasnya memformulasinya sesuai dengan
aturan yang berlaku. Guru disini diberikan kewenangan secara leluasa untuk
menganalisis silabus sesuai kerakteristik dan kondisi peserta didik dan sekolah.

Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang


menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai
satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam
silabus. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup satu kompetensi
dasar yang terdiri atas satu indicator atau beberapa indicator untuk satu kali
pertemuan atau lebih. RPP merupakan persiapan yang harus dilakukan guru
sebelum mengajar. Persiapan disini dapat diartikan persiapan tertulis maupun
persiapan mental, situasi emosional yang ingin dibangun, lingkungan belajar yang
produktif, termasuk meyakinkan pembelajar untuk mau terlibat secara penuh.

Berdasarkan Permendiknas No 41 tahun 2007 tertanggal 23 November


tahun 2007 tentang standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah,

7
bahwa pengembangan RPP dijabarkan dari Silabus untuk mengarahkan kegiatan
belajar peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD).

RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali
pertemuan atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan
yang disesuaikan dengan penjadwalan pelajaran di satuan pendidikan.

Tujuan rencana pelaksanaan pembelajaran adalah untuk:


1. Mempermudah, memperlancar dan meningkatkan hasil proses belajar
mengajar.
2. Memberi kesempatan bagi pendidik untuk merancang pembelajaran sesuai
denga kebutuhan peserta didik, kemampuan pendidik dan fasilitas yang
dimiliki sekolah.
3. dengan menyusun rencana pembelajaran secara profesional, sistematis dan
berdaya guna, maka guru akan mampu melihat, mengamati, menganalisis,
dan memprediksi program pembelajaran sebagai kerangka kerja yang logis
dan terencana.

B. Persiapan Mengajar

Pembelajaran biologi akan berhasil meningkatkan keterampilan


metakognitif peserta didik ketika kita mempersiapkan bagaimana seharusnya
selama proses pembelajaran dapat menciptakan situasi belajar yang
menyenangkan, sehingga kompetensi peserta didik meningkat. Persiapan
mengajar yang benar dan tepat, membawa banyak peningkatan kemampuan
peserta didik dalam berbagai aspek. Kemampuan peserta didik merupakan
kemampuan yang dibawanya sejak lahir yang terdiri dari berpikir, berbuat dan
bersikap. Pengembangan dan peningkatan kemampuan dasar peserta didik sangat
bergantung pada pengalaman selama belajar. Pengalaman peserta didik di sekolah
menentukan keluasan pengembangan dan kedalaman materi, ini harus dilatih
teruskan dan diberikan pada jenjang pendidkan. Pembelajaran biologi yang

8
berhasil harus dipersiapkan dengan mempertimbangkan berbagai macam
pengalaman belajar, model pembelajaran, inkuiri di laboratorium dan
pembelajaran di lingkungan.

Mengimplementasikan program pembelajaran yang sudah dituangkan di


dalam silabus, guru dalam hal ini harus dapat menyusun RPP yang benar dan
tepat. RPP merupakan pegangan guru dalam melaksanakan pembelajaran yang
baik di kelas, laboratorium, dan lingkungan untuk dapai mencapai setiap
kompetensi dasar. Apa yang tertuang di dalam RPP memuat hal-hal yang
langsung berkaitan dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian
penguasaan suatu kompetensi dasar, apa yang guru inginkan agar dapat dicapai
peserta didik. Tugas guru yang paling utama terkait persiapan mengajar adalah
implementasi kurikulum, arti kata menjabarkan silabus ke dalam RPP, guru
dalam hal ini dapat memodifikasi, mengubah bahkan membuat sendiri yang
disesuaikan kondisi lingkungan sekolah dan daerah. Meskipun demikian guru
diberikan kewenangan secara leluasa untuk menganalisis silabus sesuai dengan
karakteristik dan kondisi sekolah, serta kemampuan dan keterampilan guru dalam
menjabarkan menjadi persiapan mengajar yang siap dijadikan pedoman dalam
pembentukan kompetensi peserta didik. Penyusunan RPP guru harus
mencantumkan standar kompetensi yang memayungi kompetensi dasar yang akan
disusun dalam RPP. Secara rinci, RPP harus memuat: identitas, (pokok/sub
bahasan, waktu pertemuan, kelas), standar kompetensi, indicator (tujuan
pembelajaran), materi pembelajaran, metode pembelajaran, sintaks pembelajaran,
alat, bahan dan sumber belajar, dan penilaian atau evaluasi (penilaian proses, tes
lisan dalam hal ini menanyakan tentang kegiatan yang baru dilaksanakan sesuai
dengan indikator, dan portofolio yaitu mengumpulkan seluruh kegiatan untuk
dijadikan bahan pertimbangan dan penilaian akhir).

1. Identifikasi Kebutuhan

Kebutuhan merupakan kesenjangan antara apa yang seharusnya dengan


kondisi yang sebenarnya, atau sesuatu yang harus dipenuhi untuk mencapai
tujuan. Pada tahap ini guru melibatkan peserta didik untuk mengenali,

9
menyatakan dan merumuskan kebutuhan belajar, sumber-sumber yang tersedia
dan hambatan yang mungkin dihadapai dalam kegiatan pembelajaran untuk
memenuhi kebutuhan belajar. Pelibatan peserta didik perlu disesuaikan dengan
tingkat kematangan dan kemampuan peserta didik, dan mungkin hanya bisa
dilakukan untuk peserta didik kelas tinggi yang sudah cukup matang dan
mengenal diri serta lingkungannya. Identifikasi kebutuhan bertujuan antara lain
untuk melibatkan diri memotivasi peserta didik agar kegiatan belajar dirasakan
oleh mereka sebagai bagian dari kehidupannya dan mereka merasa memilikinya.
Hal ini dapat dilakukan dengan cara prosedur sebagai berikut:

a. Peserta didik didorong untuk menyatakan kebutuhan belajar berupa


kompetensi tertentu yang ingin mereka miliki dan diperoleh
melalui kegiatan pembelajaran.
b. Peserta didik didorong untuk mengenali dan mendayagunakan
lingkungan sebagai sumber belajar untuk memenuhi kebutuhan
belajar.
c. Peserta didik dibantu untuk mengenal dan menyatakan
kemungkinan adanya hambatan dalam upaya memenuhi kebutuhan
belajarnya, baik yang datang dari dalam (internal) maupun dari
luar (eksternal).

2. Fungsi Persiapan Mengajar

Fungsi Perencanaan

Fungsi perencanaan persiapan mengajar dalam kurikulum adalah


bahwa pesiapan mengajar hendakya dapat mendorong guru lebih siap
melakukan kegiatan pembelajaran dengan persiapan matang. Setiap akan
melakukan pembelajaran guru wajib memiliki persiapan, baik persiapan
tertulis maupun persiapan tidak tertulis. Bagi guru yang mengajar tanpa
persiapan, berdampak negatif, pembelajaran akan bisa, tidak runut, dan tidak
sesuai program, dan hal tersebut hanya akan merusak mental dan moral
peserta didik.

10
Persiapan mengajar harus jelas kompetensi dasar yang akan dikuasai
peserta didik, apa yang harus dilakukan, apa yang harus dipelajari, bagaimana
mempelajarinya, serta bagaimana guru mengetahui bahwa peserta didik telah
menguasai kompetensi tertentu. Aspek-aspek tersebut merupakan unsur utama
yang secara minimal harus ada dalam setiap persiapan mengajar sebagai
pedoman guru datam melaksanakan pembelajaran dan membentuk kompetensi
peserta didik.

Buku pedoman SPTK (Sistem Pendidikan Tenaga Kependidikan)


dikatakan bahwa komponen dasar umum diarahkan kepada pembentukan
warga negara pada umumnya, dengan kompetensi, kompetensi personal,
sosial serta kultural, yang seyogyanya merupakan ciri khas bagi warga negara
yang berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi.

Terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam


pengembangan persiapan mengajar, diantaranya:

a. Kompetensi yang dirumuskan dalam persiapan mengajar harus


jelas, makin konkrit kompetensi makin mudah diamati, dan makin
tepat kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk pembentuk
kompetensi tersebut.
b. Persiapan mengajar harus sederhana dan fleksibel serta dapat
dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran dam pembentukan
kompetensi peserta didik.
c. Kegiatan-kegiatan yang disusun dan dikembangkan dalam
persiapan mengajar harus menunjang dan sesuai dengan
kompetensi dasar yang telah ditetapkan.
d. Persiapan mengajar yang dikembangkan harus utuh dan
menyeluruh serta jelas pencapaiannya.
e. Harus ada koordinasi antarkomponen pelaksana program di
sekolah, terutama apabila pembelajaran dilaksanakan secara tim
(team teaching) atau moving class.

11
Mulyasa (2003) menyatakan bahwa guru profesional harus mampu
mengembangkan persiapan mengajar yang baik, logis dan sistematis, karena
disamping untuk kepentingan pelaksanaan pembelajaran, persiapan mengajar
merupakan bentuk dari"profesional accoutability". Selanjutnya dikatakan bahwa
persiapan mengajar akan membantu guru dalam mengorganisasikan materi
standar, serta mengantisipasi peserta didik dan masalah-masalah yang mungkin
timbul dalam pembelajaran. Sebaliknya, dengan mengutip dari Joseph dan
Leonard, menyatakan bahwa: "teaching without adequate written planning is
sloppy and almost always ineffectives, because the teacher has not thought aout
exactly what to do and how to do it”.

3. Empat Asumsi untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran

Gagne dan Briggs (1978:4-5) mengisyaratkan bahwa dalam


mengembangkan persiapan mengajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
perlu memperhatikan empat asumsi sebagai berikut:

a. Persiapan mengajar perlu dikembangkan dengan baik dan


menggunakan pendekatan system.
b. Persiapan mengajar harus dikembangkan berdasarkan pengetahuan
tentang peserta didik. Kualitas persiapan mengajar banyak
bergantung pada apa dan bagaimana rancangan tersebut dibuat
apakah bersigfat ilmiah, ntuitif atau keduanya
c. Persiapan mengajar harus dikembangkan untuk memudahkan
peserta didik belajar, dan membentuk kompetensi dirinya. Oleh
karena itu, dalam mengembangkan persiapan perlu
mempertimbangkan karakteristik peserta didik disamping unsur-
unsur lain, seperti kompetensi dasar, materi dasar dan strategi yang
digunakan untuk membentuk kompetensi peserta didik
d. Persiapan mengajar hendaknya tidak dibuat asal-asalan, apalagi
hanya untuk memenuhi syarat administrasi. Asumsi keempat ni
bersifat menegaskan akan pentingnya asumsi ke empat dan kedua,

12
bahwa program satuan pembelajaran harus disusun sesuai dengan
proseur ilmiah.

4. Kinerja Guru Dalam Pengembangan Persiapan Mengajar

Proses pembelajaran dimulai dengan fase persiapan untuk


mengembangkan kompetensi dasar, indikator hasil belajar, dan materi standar
sedemikian rupa. Orstein(1990:645) merekomendasikan bahwa untuk membuat
persiapan mengajar yang efektif harus berdasarkan pengetahuarn terhadap tujuan
umum sekolah, tujuan mata pelajaran, kemampuan, sikap, kebutuhan dan minat
peserta didik, isi kurikulum dan unit-unit pelajaran yang disediakan dalam bentuk
mata pelajaran, serta teknik-teknik pembelajaran jangka pendek.

Perencanaan merupakan suatu bentuk dari pengambilan keputusan


(decision making). Sehubungan dengan itu persiapan mengajar yang
dikembangkan oleh guru menurut Ornsteirn (1990:465-466) keputusannya akan
dipengaruhi oleh 2 (dua) area, yaitu: (1) pengetahuan guru terhadap bidang studi
(subject matter knowledge). yang di tekankan pada organisasi dan penyajian
materi, pengetahuan akan pemahaman peserta didik terhadap materi dan
pengetahuan tentang bagaimana mengajarkan materi tersebut; (2) pengetahuan
guru terhadap sistem tindakan (action system knowledge), yang ditekankan pada
aktivitas guru seperti mendiagnosis, mengelompokkan, mengatur dan
mengevaluasi peserta didik serta mengimplementasikan aktivitas pembelajaran
dan pengalaman belajar. Kedua pengetahuan tersebut diperlukan guru dalam
mengembangkan persiapan mengajar yang efektif.

Guru sebagai pengembang persiapan mengajar segoyanya melakukan


penilaian terhadap efektivtas pelaksanaannya. Penilaian dapat dilakukan selama
proses implementasi persiapan mengajar maupun sesudahnya, sehingga kegiatan
yang terbaik bagi guru sebagai pengembang kurikulum di sekolah adalah
melakukan evaluasi kurikulum secara terus menerus, utuh dan menyeluruh.
Pendekatan dan teknik yang dapat digunakan dalam penilai kurikulum yang
berlaku itu beragam sesuai dengan sasaran, fungsi dan tujuan penilaian.

13
Guru yang memiliki kinerja tinggi akan bernafsu dan berusaha
meningkatkan kompetensinya, baik dalam kaitannya dalam perencanaan,
pelaksanaan maupun penilaian pembelajaran, sehingga diperoleh hasil kerja yang
optimal. Setidaknya terdapat sepuluh faktor yang dapat meningkatkan kinerja
guru, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Kesepuluh faktor tersebut
adalah dorongan untuk bekerja, tanggung jawab terhadap tugas, minat terhadap
tugas, penghargaan atas tugas, peluang untuk bekerja, perhatian dari kepala
sekolah, hubungan interpesonal dengan sesama guru, (MKMP) dan (KKG)
kelompok diskusi terbimbing, serta layanan perpustakaan.

5. Komponen-komponen Persiapan Mengajar

Sistematika persiapan mengajar yang baik harus terdiri dari:

a. Identitas

Nama Pelajaran :

Satuan Pendidıkan :

Kelas/ Semester :

Waktu/pertemuan :

b. Kompetensi Dasar, merupakan kemampuan yang ingin dicapai


peserta didik sesuai dengan materi. Misalnya; Mampu memahamai
peta atau globe untuk mengkaji peristiwa alam.
c. Hasil Belajar, pemahaman materi dari peserta didik. Misalnya;
Mampu menggunakan peta atau globe, dimana bumi merupakan
bagian dari tata surya.
d. Indikator/tujuan pembelajaran, kata-kata operasional yang dapat
diukur dan dilihat nantinya dalam evaluasi/penilaian. Misalnya ;
1) Membuat daftar/tabel ciri-ciri tata surya jarak dari matahari,
diameter, jumlah),2) Menjelaskan perputaran bumi pada porosnya
(rotasi) dan peredaran bumi mengelilingi matahari (revolusi).

14
e. Model dan Metode, model yang diinginkan selama pembelajaran,
disesuaikan dengan conten dan lingkungan sekolah.
f. Sintaks Pembelajaran, apa yang dilakukan selama pembelajaran,
dimaksud disini adalah tahapan penyampaian materi.
g. Sumber dan Alat, semua yang terkait atau terlibat dalam
pembelajaran misalnya buku paket, benda- benda disekitar sekolah,
bila perlu menghadirkan tokoh masyarakat. Misalnya, buku teks,
model tata surya, globe, gambar.
h. Penilaian: Tertulis, kinerja/perbuatan, produk dan proyek yang
selalu merujuk pada indikator atau tujuan pembelajaran. Misalnya
tes (tertulis atau lisan), kinerja atau perbuatan, produk
(menggambar posisi gerhana bulan, matahari), proyek (melakukan
pengamatan tentang pengaruh posisi bulan terhadap pasang surut
air láut), portofolio.

15
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Kedudukan dan peranan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dalam


pembelajaran adalah Mempermudah, memperlancar dan meningkatkan hasil
proses belajar mengajar. Memberi kesempatan bagi pendidik untuk merancang
pembelajaran sesuai denga kebutuhan peserta didik, kemampuan pendidik dan
fasilitas yang dimiliki sekolah dan dengan menyusun rencana pembelajaran
secara profesional, sistematis dan berdaya guna, maka guru akan mampu
melihat, mengamati, menganalisis, dan memprediksi program pembelajaran
sebagai kerangka kerja yang logis dan terencana.
Terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam
pengembangan persiapan mengajar, diantaranya:

- Kompetensi yang dirumuskan dalam persiapan mengajar harus jelas,


makin konkrit kompetensi makin mudah diamati, dan makin tepat
kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk pembentuk kompetensi
tersebut.
- Persiapan mengajar harus sederhana dan fleksibel serta dapat dilaksanakan
dalam kegiatan pembelajaran dam pembentukan kompetensi peserta didik.
- Kegiatan-kegiatan yang disusun dan dikembangkan dalam persiapan
mengajar harus menunjang dan sesuai dengan kompetensi dasar yang telah
ditetapkan.
- Persiapan mengajar yang dikembangkan harus utuh dan menyeluruh serta
jelas pencapaiannya.
- Harus ada koordinasi antarkomponen pelaksana program di sekolah,
terutama apabila pembelajaran dilaksanakan secara tim (team teaching)
atau moving class.

16
Empat asumsi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, yaitu: Persiapan
mengajar perlu dikembangkan dengan baik dan menggunakan pendekatan
sistem, Persiapan mengajar harus dikembangkan berdasarkan pengetahuan
tentang peserta didik, Persiapan mengajar harus dikembangkan untuk
memudahkan peserta didik dalam belajar, dan membentuk kompetensi dirinya,
dan persiapan mengajar hendaknya tidak dibuat asal-asalan, apalagi hanya
untuk memenuhi syarat administrasi.

Mengimplementasikan program pembelajaran yang sudah dituangkan


dalam silabus seorang guru harus mampu menyusun RPP sendiri. Mampu
memperhatikan berkreasi cara penyusunan RPP yang lebh baik. Menyusun
RPP guru harus mencantumkan standar kompetensi yang memayungi
kompetensi dasar. Komponen-komponen RPP secara rinci yang harus dimuat
adalah tujuan pembelajaran materi pembelajaran, metode dan model
pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, sumber belajar dan evaluasi.
Karena RPP merupakan pegangan bagi guru dalam melaksanakan
pembelajaran.

B. Saran

Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaranan (RPP) akan mudah


dipelajari jika ditunjang oleh banyak literatur , baik dari buku-buku penunjang
atau internet. Sehingga kita dapat mengetahui fungsi persiapan mengajar, asumsi
untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, kinerja guru dalam pengembangan
persiapan mengajar, dan komponen-komponen persiapan mengajar.
 Bagi kita dan generasi akan datang yang akan menjadi guru sudah
sepatutnya untuk mengetahui penjelasan mengenai pengembangan
RPP.
 Kepada para pembaca kalau ingin lebih mengetahui tentang
bahasan ini bisa membaca buku atau majalah-majalah serta di
situs-situs internet yang memuat pembahasan tentang kemampuan
dasar mengajar.

17
Daftar Pustaka

- Sumampouw, Herry. H. 2012. Kemampuan Dasar Mengajar.


Tondano:Universitas Negeri Manado
- Djumhana, Nana.2013. Implementasi Pengembangan Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran. Bandung:Universitas Pendidikan Indonesia
- Elhamada, Zeid. 2013. Perkembangan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran. http://zeidel.com/2013/02/pengembangan-rpp.html diakses
pada 8 Maret 2019
- Syahrul, Muh.2016. Perkembangan Rencana Pembelajaran.
https://www.wawasanpendidikan.com diakses pada 8 Maret 2019
- Ariyani, Risda.2013. Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.
https://www.academia.edu diakses pada 8 Maret 2019
- Kurniawan, Indra.2010.Persiapan Mengajar. http://fdj-
indrakurniawan.com/2010/11/persiapan-pengajaran.html diakses pada 8
Maret 2019
- Rudiyanto.2018.Makalah Pengembangan Persiapan Mengajar.
https://rudijunti20.blogspot.com/2018/01/makalah-pengembangan-
persiapan-mengajar.html diakses pada 8 Maret 2019

18
Pertanyaan dan Jawaban Diskusi

1) Srimilenia Debora Wowor (Kelompok 4)


Apakah strategi yang tepat untuk mengembangkan intelektual
Perkembangan Peserta Didik?
Jawaban
Strategi yang tepat untuk mengembangkan intelektual perkembangan
peserta didik yaitu seorang guru harus menyusun RPP dalam
mengimplementasikan program pelajaran. Karena RPP merupakan
pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas,
laboratorium, atau di lapangan untuk setiap kompetensi dasar.
Mengimplementasikan program pembelajaran yang sudah di tuangkan
dalam silabus seorang guru harus mampu menyusun RPP sendiri,
mampu memperhatikan berkreasi cara penyusunan RPP yang lebih
baik.

2) Alfiah Mia (Kelompok 2)


Bagaimana rencana pembelajaran yang ideal menurut tuntutan
kurikulum yang berlaku?
Jawaban
- Harus ada koordinasi antarkomponen pelaksana program di
sekolah, terutama apabila pembelajaran dilaksanakan secara tim
(team teaching) atau moving class.
- Persiapan mengajar yang dikembangkan harus utuh dan
menyeluruh serta jelas pencapaiannya.
- Kompetensi yang dirumuskan dalam persiapan mengajar harus
jelas, makin konkrit kompetensi makin mudah diamati, dan makin
tepat kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk pembentuk
kompetensi tersebut.
- Persiapan mengajar harus sederhana dan fleksibel serta dapat
dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran dan pembentukan
kompetensi peserta didik.

19
3) Mutiara Hamin (Kelompok 4)
Persiapan mengajar apa yang dilakukan seorang guru pada peserta
didik di era sekarang?
Jawaban
Persiapan yang harus dilakukan seorang guru pada peserta didik di era
sekarang yaitu guru harus menggunakan teknologi yang ada sekarang
ini yang semakin maju. Sehingga guru tidak menjadi ketinggalan
zaman dan bisa menggunakan teknologi sebagai sumber belajar bagi
siswa dalam hal yang positif.

4) Susan Alasia Manengal (Kelompok 5)


Apa itu team teaching atau Moving Class?
Jawaban
Team Teaching merupakan strategi pembelajaran yang kegiatan proses
pembelajarannya dilakukan oleh lebih dari satu orang guru dengan
pembagian peran dan tanggung jawabnya masing-masing. Moving
Class adalah salah satu sistem pembelajaran yang mana setiap guru
mata pelajaran sudah siap mengajar di ruang kelas yang telah
ditentukan sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya sehingga
saat pergantian pelajaran bukan guru yang datang ke kelas siswa
namun siswa datang ke kelas guru. sistem moving class ini, seorang
siswa dituntut untuk kreatif dalam belajar. Guru sudah tidak saatnya
lagi memerintahkan siswa untuk belajar. Namun siswa harus belajar
dengan kesadaran diri. sehingga siswa mampu menguasai konsep
dengan sepenuhnya. maka siswa yang lebih berperan aktif
dalam menerima pelajaran dari guru.

5) Wahyu Hamidu (Kelompok 6)


Bagaimana Pendapat Kelompok tentang sistematika atau komponen
dalam mempersiapkan pembelajaran?
Jawaban

20
Sistematika atau komponen dalam mempersiapkan pembelajaran harus
memuat identitas, pokok/sub bahasan, waktu pertemuan, kelas, standar
kompetensi, indicator (tujuan pembelajaran), materi pembelajaran,
metode pembelajaran, sintaks pembelajaran, alat, bahan, dan sumber
belajar, dan penilaian atau evaluasi (penilaian proses, tes lisan dalam
hal ini menanyakan tentang kegiatan yang baru dilaksanakan sesuai
indicator, dan portofolio yaitu mengumpulkan seluruh kegiatan untuk
dijadikan bahan pertimbangan penilaian akhir).

6) Vinessa Kuhu (Kelompok 3)


Jelaskan 4 syarat dalam mengembangkan persiapan dalam
meningkatkan pembelajaran!
Jawaban
 Persiapan Persiapan mengajar perlu dikembangkan dengan baik
dan menggunakan pendekatan system.
 Persiapan mengajar harus dikembangkan berdasarkan pengetahuan
tentang peserta didik. Kualitas persiapan mengajar banyak
bergantung pada apa dan bagaimana rancangan tersebut dibuat
apakah bersifat ilmiah, ntuitif atau keduanya.
 Persiapan mengajar harus dikembangkan untuk memudahkan
peserta didik belajar, dan membentuk kompetensi dirinya. Oleh
karena itu, dalam mengembangkan persiapan perlu
mempertimbangkan karakteristik peserta didik disamping unsur-
unsur lain, seperti kompetensi dasar, materi dasar dan strategi yang
digunakan untuk membentuk kompetensi peserta didik
 Persiapan mengajar hendaknya tidak dibuat asal-asalan, apalagi
hanya untuk memenuhi syarat administrasi. Asumsi keempat ni
bersifat menegaskan akan pentingnya asumsi ke empat dan kedua,
bahwa program satuan pembelajaran harus disusun sesuai dengan
proseur ilmiah.

21