Anda di halaman 1dari 3

strategi dalam pencarian sumber informasi obat:

1) Mengetahui Pertanyaan Sebenarnya / Menganalisis Pertanyaan

Menetapkan informasi obat sebenarnya yang dibuthkan penanya adalah langkah pertama dalam
menjawab suatu pertanyaan. Hal ini juga dapat dilakukan dengan menggolongkan jenis penaya, seperti
dokter, apoteker, perawat, dan sebagainya, mengumpulkan data mengenai pertanyaan (misal data
pasien apabila berhubungan dengan terapi pasien), serta informasi latar belakang yang perlu, sehingga
informasi yang dicari dapat sesuai dengan latar belakang dan maksud dari penanya (Siregar, 2004).

2) Pencarian Secara Sistemik

Pada dasarnya, dalam suatu pencarian sistemik, apoteker harus berusaha memperoleh jawaban dalam
referensi acuan tersier terlebih dahulu. Jawaban biasanya dapat diperoleh, tetapi jika jawaban tidak
dapat, apoteker bergerak ke langkah berikutnya (sekunder dan primer). Dalam pencarian informasi obat,
sumber yang akan digunakan juga harus dipilah dan disesuaikan dengan level pertanyaan dari penanya
(Siregar, 2004).

Langkah pendekatan yang digunakan untuk mencari sumber informasi obat yaitu meliputi sumber
informasi tersier dan sekunder seperti pelayanan indeks dan abstrak (computer dan hard copy), dan
sumber informasi primer seperti artikel penelitian dari jurnal biomedikal. Referensi tersier menyediakan
akses cepat mengenai informasi dan membuat pembaca familiar dengan topik, tetapi sumber informasi
tersier merupakan sumber yang kurang up-to date. Pada keadaan yang penting, informasi dapat
diperoleh dengan mencari literature biomedical melalui pelayanan indeks dan abstrak. Kedua pelayanan
tersebut berasal dari referensi tinjauan artikel.Artikel penelitian primer berasal dari berbagai jurnal yang
dapat memberikan penjelasan lebih dalam mengenai suatu topik. Artikel primer dapat digunakan untuk
memperoleh informasi terkini dan memperbolehkan pembaca mengkritik metodologi untuk
menetapkan apakah hasil dan kesimpulan adalah akurat (Siregar, 2004)
3) Mencari dengan Kata Paling Banyak / Menentukan Kata Kunci

Penentuan kata kunci adalah suatu hal sangat menentukan hasil penelusuran, oleh sebab itu dalam
memasukkan kata kunci harus diketik dengan benar, kesalahan dalam penulisan walaupun hanya satu
huruf dapat menyebabkan hasil pencarian yang berbeda dari apa yang diinginkan.

Selain cara pengetikkan kata kunci dengan benar, juga harus memilih kata kunci yang sesuai dengan
konteks dari subyek yang diinginkan, caranya adalah dengan menggali kata kunci apa saja yang bisa
dipakai, dengan melihat cakupan subyek tersebut. Untuk mengetahui/menggali kata kunci yang tepat
ada beberapa cara, yaitu antara lain dengan melihat kamus, ensiklopedi, thesaurus, membaca buku, atau
menanyakan kepada pakar. Hal lain yang perlu diperhatikan untuk menentukan kata kunci adalah dengan
memperhatikan sinonim, singkatan, perubahan kata dasar, istilah ilmiah dan sebagainya. Pemilihan kata
kunci ini sebaiknya dipersiapkan terlebih dahulu sebelum kita melakukan penelusuran, apabila kita
menentukan pada saat melakukan penelusuran akan berakibat selain kemungkinan kesalahan pemilihan
kata kunci juga akan memerlukan waktu lama.

Dalam pencarian juga dapat dimanfaatkan beberapa fasilitas dalam pencarian seperti:

• Logika Boolean (Boolean logic) AND , OR , NOT, pada saat menelusur bias memperluas maupun
memfokuskan dengan amenggunakan operator ini

• Frasa (Phrase search) , yaitu penggabungan beberapa kata agar tidak tidak ditelusur secara terpisah
oleh mesin pencari
• Pemenggalan (Truncation), yaitu fasilitas untuk memenggal kata

• Pembatasan field, fasilitas ini dipergunakan untuk penelusur yang ingin membatasi format tertentu
yang diinginkan, misalnya format , ppt., doc dan sebagainya

• Langsung ke alamat situs (URL) tertentu yang kita inginkan

• Case sensitive , yaitu pencarian dengan huruf besar dan huruf kecil yang akan menghasilkan temuan
berbeda

Fasilitas pencarian yang tersedia pada search engine, misalnya penelusuran dengan menggunakan Basic
search, Advanced Search, Publication search, dan sebagainya.

4) Memilah informasi / Menyimpulkan

Setelah mendapat informasi yang diperlukan, kemudian seorang apoteker penting untuk memilah
informasi dari berbagai sumber informasi yang didapatkan, kemudian menyimpulkannya agar terfokus
pada pertanyaan yang diajukan. Selanjutnya informasi yang didapat perlu untuk didokumentasikan
dengan cara menulis informasi dilembar dokumentasi, dan kemudian menyampaikan informasi tersebut
kepada penanya.

Referensi :

Siregar C.J.P., 2004. Farmasi Rumah Sakit: Teori dan Penerapan., EGC, Jakarta.