Anda di halaman 1dari 5

Atletik

Lari Estafet

A. Teknik Dasar Lari Estafet

1. Teknik Pergantian Tongkat


Perlombaan lari estafet mengenal dua cara pergantian tongkat, yaitu:
a. Teknik penerimaan tongkat dengan cara melihat (visual)
Pelari yang menerima tongkat melakukannya dengan berlari sambil menolehkan
kepala untuk melihat tongkat yang diberikan oleh pelari sebelumnya. Penerimaan
tongkat dengan cara melihat biasanya dilakukan pada nomor 4 x 400 meter.

b. Teknik penerimaan tongkat dengan cara tidak melihat (non visual)


Pelari yang menerima tongkat melakukannya dengan berlari tanpa melihat
tongkat yang akan diterimanya. Cara penerimaan tongkat tanpa melihat biasanya
digunakan dalam lari estafet 4 x 100 meter. Dilihat dari cara menerima tongkat,
keterampilan gerak penerima tongkat tanpa melihat lebih sulit dari pada dengan cara
melihat. Dalam pelaksanaannya, antara penerima dan pemberi perlu melakukan
latihan yang lebih lama melalui pendekatan yang tepat.

2. Teknik Pemberian dan Penerimaan Tongkat Estafet


Perlombaan lari estafet mengenal dua cara pemberian dan penerimaan tongkat, yaitu:
a. Teknik pemberian dan penerimaan tongkat estafet dari bawah
Teknik ini dilakukan dengan cara pelari membawa tongkat dengan tangan kiri.
Sambil berlari atlet akan memberikan tongkat tersebut dengan tangan kiri. Saat akan
memberi tongkat, ayunkan tongkat dari belakang ke depan melalui bawah. Sementara
itu, tangan penerima telah siap dibelakang dengan telapak tangan menghadap ke
bawah. Ibu jari terbuka lebar, sementara jari-jari tangan lainnya dirapatkan.

b. Teknik pemberian dan penerimaan tongkat estafet dari atas


Teknik ini dilakukan dengan cara mengayunkan tangan dari belakang ke depan,
kemudian dengan segera meletakan tongkat dari atas pada telapak tangan penerima.
Pelari yang akan menerima tongkat mengayunkan tangan dari depan ke belakang
dengan telapak tangan menghadap ke atas. Ibu jari di buka lebar dan jari-jari tangan
lainnya rapat.

Ada sebuah cara yang dilakukan dalam olahraga lari estafet agar tongkat estafet tidak
jatuh saat diberikan pada peserta lain. Yaitu pelari yang memegang tongkat estafet
meegang tongkat estafet dengan tangan kiri dan memberikannya juga dengan tangan kiri.
Sedangkan si penerima tongkat bersiap menerima tongkat dengan tangan kanan.
3. Teknik Penempatan Pelari Estafet
Agar memperoleh hasil yang optimal maka strategi penempatan urutan pelari
harus dilakukan, seorang pelatih dapat menerapkan urutan pelari berdasarkan kemampuan
masin-masing pelari. Teknik penempatan pelari berdasarkan kemampuan adalah sebagai
berikut:

 Pelari pertama adalah pelari dengan kemampuan start yang baik, karena start
merupakan awal kesuksesan dalam lomba lari. Starter yang baik akan melakukan
start dengan cepat, benar dan tepat waktu.
 Pelari kedua adalah pelari dengan kemampuan lari di tikungan yanga baik, karena
pelari ini akan berlari pada lintasan yang menikung dan tidak semua pelari dapat
berlari cepat pada lintasan yang menikung.
 Pelari ketiga adalah pelari dengan kemampuan berlari pada lintasan lurus yang baik.
 Pelari keempat adalah pelari dengan kemampuan berlari pada lintasan tikungan dan
kemampuan melakukan finish dengan cepat dan benar.

Jika urutan didasarkan pada kecepatan lari maka pelari yang tercepat
ditempatkan pada urutan pertama, hal ini agar pelari kedua mempunyai motivasi dan
semangat yang tinggi karena dengan melihat teman posisi di depan, dilanjutkan dengan
pelari tercepat ketiga, pelari tercepat keempat dan untuk pelari tercepat kedua
ditempatkan pada urutan keempat.

B. Lapangan Lari Estafet


Ukuran lapangan lari estafet sebagai berikut:

 Panjang lintasan outdoor 400 m dengan jumlah jalur 6-10 buah.


 Panjang lintasan indoor 200 m berbentuk bulat telur dengan jumlah jalur 4-8 buah.

Cabang atletik yang biasa memakai lintasan (track) ialah cabang lari, dan dapat
dilakukan di dalam ruangan (indoor) maupun di luar ruangan (outdoor). Lintasan yang
berada di dalam ruangan, biasanya berupa lintasan yang terletak di pinggir lapangan dan
mengelilingi lapangan rumput atau karpet rumput sintesis.

C. Sarana dan Prasarana Lari Estafet


1. Start Block
Alat ini digunakan pada pelari pertama karena menggunakan start jongkok,
sedangkan pelari ke-2, ke-3 dan ke-4 menggunakan start melayang.

2. Tongkat
Tongkat yang digunakan untuk lari sambung harus memenuhi beberapa
ketentuan sebagai berikut:
a. Bahan dari pipa berlubang atau kayu.
b. Ukurannya panjang maksimum 30 cm dan minimum 28 cm.
c. Kelilingnya 12/13 cm.
d. Berat, tidak kurang dari 50 gram
.
Tongkat lari sambung harus yang warnanya cerah. Maksudnya agar mudah
dilihat dari kejauhan pada waktu dibawa lari.

3. Stopwacth
Untuk mengukur kecepatan lari sambung juga menggunakan stopwacth sehingga
stopwacth yang digunakan harusdalam keadaan baik.

D. Peraturan Lari Estafet

1. Lintasan

 Panjang lintasan pergantian tongkat estafet adalah 20 meter


 Lebar lintasan pergantian tongkat estafet adalah 1,20 meter.

2. Pada lomba lari estafet 4 × 100 meter

 Pelari pertama menggunakan start jongkok, pelari kedua, ketiga, dan keempat
menggunakan start melayang.
 Panjang lintasan ditambah 10 meter. Lintasan ini disebut prazona, yaitu suatu
lintasan di mana pelari yang akan berangkat dapat mempercepat larinya, tetapi tidak
terjadi pergantian tongkat.
 Setiap pelari harus tetap tinggal di jalur lintasan masing-masing walaupun tongkat
sudah diberikan kepada pelari berikutnya.

Cara menempatkan pelari:


 Pelari ke-1 ditempatkan di daerah start pertama dengan lintasan di tikungan.
 Pelari ke-2 ditempatkan di daerah start kedua dengan lintasan lurus.
 Pelari ke-3 ditempatkan di daerah start ketiga dengan lintasan di tikungan.
 Pelari ke-4 ditempatkan di daerah start keempat dengan lintasan lurus dan berakhir di
garis finish.

3. Pada lomba lari estafet 4 x 400 meter

 Garis selebar 5 cm harus ditarik melintang lintasan guna memberi tanda jarak
tahapan lari dan menunjukan suatu batas.
 Garis 5 cm yang harus dibuat melintang pada 10 m sebelum garis lari tersebut guna
menunjukkan lokasi zona pergantian tongkat dimana harus dimasukkan dalam
pengukuran zona pergantian tersebut.
 Lari putaran pertama hingga ke empat, harus pada lintasan terpisah atau masing-
masing sepanjang 100 m dari batas start.
 Pada pergantian tongkat pertama yang dilakukan oleh si atlet pelari tetap ada pada
lintasan masing-masing sesuai dengan urutan yang ditentukan saat di lapangan
dengan melihat siapa yang terlebih dahulu melewati jarak 200 m saat akan masuk
tikungan kedua dalam lintasan. Pelari kedua tidak diizinkan mulai berlari di luar
daerah zona pergantian tongkatnya dan harus mulai start dari dalam zona ini. Begitu
juga bagi pelari ke tiga dan ke empat harus mulai berlari dari dalam zonanya sendiri.
 Pelari kedua boleh meinggalkan lintasan segera setelah mereka melewati tanda
keluar tikungan pertama 100 m dari garis start yang diberi tanda dengan garis 5 cm
lebar melintang lintasan dan dengan sebuah bendera setinggi 1,5 m ditempatkan di
setiap sisi lintasan.
 Pelari pertama menggunakan start jogkok, pelari kedua, ketiga, dan keempat
menggunakan start melayang.

4. Check mark
Apabila estafet dilarikan pada jalur yang terpisah, pelari boleh memasang tanda
pada lintasan pada jalurnya sendiri, dengan menempelkan pita rekat pada lintasannya
sendiri, tetapi bukan dengan kapur atau bahan lain. Untuk lintasan gravel atau rumput,
pelari boleh membuat tanda dengan menggores lintasan pada jalurnya sendiri. Tidak
boleh menggunakan tanda-tanda yang lain.
5. Peserta

 Peserta wajib mengenakan pakaian dan sepatu yang sesuai dalam mengikuti
pertandingan (Celana training/pendek diperbolehkan).
 Peserta diberikan dua buah nomor peserta yang dikenakan di dada dan di punggung
dengan jelas.(Nomor punggung dan dada disediakan panitia)
 Pertandingan dilakukan pada lintasan yang telah ditentukan diatas.
 Menggunakan peralatan yang telah disediakan oleh panitia.Seperti start block dan
tongkat estafet.
 Tidak ada pergantian pemain dalam hingga final (Hanya 4 pemain utama).
 Ketika pelari sesudah memberikan tongkat harus tetap berada di lintasannya lintasan
aman untuk menghindari gangguan terhadap pelari lain. Bila seseorang pelari dengan
sengaja menghalangi pelari dari regu lain yang berlari di luar posisi atau lintasan ini,
dan dapatdikenakan diskualifikasi bagi regunya.
 Memberi bantuan dengan jalan mendorong pelari atau dengan jalan lainnya akan
berakibat diskualifikasi.
 Sekali perlombaan estafet dimulai, hanya ada dua orang tambahan atlet yang dapat
digunakan sebagai pengganti dalam susunan regu untuk babak berikutnya.
 Penggantian pelari dalam nomor estafet beregu dapat dilakukan dari daftar atlet yang
telah didaftarkan untuk perlombaan ini.
 Susunan suatu regu dan urutan lari harus diumumkan secara resmi sebelum start dari
tiap babak. Sekali seorang altet yang telah start dalam babak terdahulu, telah diganti
oleh pengganti, dia tidak boleh kembali masuk ke dalam regunya.

6. Official perlombaan internasional

 Wasit. Peringatan kepada atlet peserta dapat ditunjukkan dengan mengeluarkankartu


kuning, dan pengusiran atau pemberhentian dari perlombaan dengankartu merah.
 Juri. Para juri harus menempatkan diri pada sisi yang sama dari lintasan,minimal 5m
dari dan segaris dengan garis finis sehingga dapat melihatgaris dengan jelas dan
harus menentukan urutan peserta terhadap waktu
 Pengawas lintasan. Memiliki tugas untuk mengawasi peserta dari dekat dan dalam
hal terjadisuatu kesalahan atau pelanggaran peraturan oleh seorang peserta ,
pengawas lintasan wajib memberi isyarat atau laporan kepada wasitdengan
mengangkat bendera merah sebagai tanda.
 Pencatat Waktu. Para pencatat waktu harus duduk segaris dengan garis finis.
Pencatatan dilakukan dengan bantuan stopwatch.
 Penilaian. Dalam suatu pelombaan hasilnya ditentukan dengan suatu penilaian
yangharus disetujui oleh semua pihak sebelum pertandingan dimulai.
 Diskualifikasi. Jika seorang atlet didiskualifikasi dalam suatu perlombaan,
suratketerangan harus dibuat pada hasil resmi yang menjelaskan pelanggarannya
terhadap peraturan.