Anda di halaman 1dari 8

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Yang Maha Esa karena atas berkata rahmat-
Nya dan karunia-Nya. Proposal ini dapat terselesaikan dengan baik, dalam kesempatan ini
penulis mengucapkan terimakasih kepada:
1. Terima Kasih Kepada Allah SWT.
2. Terima Kasih Kepada Kedua Orang Tua.
3. Terima Kasih Kepada Guru Prakarya dan Kewirausahaan.
4. Terima Kasih Kepada Teman – Teman.

Proposal ini disusun sebagai syarat dalam melaksanakan Pembelajaran Prakarya dan
Kewirausahaan , penulis menyadari bahwa penulisan proposal ini masih jauh dari sempurna.
Karenanya penulis mengharapkan adanya sikap kritik dan saran dari pembaca untuk
membantu menyempurnakan proposal ini. Penulis berharap karya tulis ini dapat bermanfaat
bagi para pembaca.

Probolinggo, 20 Agustus 2019

Penulis
DAFTAR ISI
JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I: PENDAHULUAN
1. Identifikasi Usaha
2. Latar Belakang
BAB II: RENCANA PRODUKSI
1. Deskripsi Usaha
2. Tahap Produksi
BAB III: ASPEK PASAR DAN PEMASARAN
1. Segmentasi Pasar
2. Strategi Promosi
3. Analisis SWOT
BAB IV: ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA
BAB V : ASPEK KEUANGAN DAN PERMODALAN
1. Kebutuhan Biaya Usaha
2. Perkiraan Pendapatan per Hari
3. Harga Jual Produk per Unit
4. Perhitungan Laba/Rugi
5. Perhitungan BEP (Break Event Point)
BAB I
PENDAHULUAN

1. Identifikasi Usaha
Makanan tradisional memang dikenal sangat nikmat dan tiada tandingannya. Meski
saat ini muncul berbagai makanan modern yang hadir dengan kreasi dan gaya baru
yang lebih menarik namun tak menggeser keberadaan makanan tradisional. Tingginya
peminat maknan tradisional membuat bisnis makanan tradisional masih sangat
menjanjikan. Peluang bisnis makanan tradisional dapat dikatakan menjadi salah satu
peluang bisnis yang sangat menguntungkan. Dimana keberadaan bisnis makanan
tradisional masih saja sangat diperhitungkan. Prospek usaha makanan tradisional
dapat dibilang masih cerah dan sangat menguntungkan. Hal ini bisa dilihat jika
pertumbuhan makanan tradisional maasih sangat bagus dan sangat pesat. Tidak
pernah lekangnya makanan tradisional membuat bisnis makanan tradisional menarik
untuk digali lebih dalam.

2. Latar belakang
Mengingat pentingnya perubahan ekonomi masyarakat di jaman sekarang ini, maka
masyaraka di tuntut agar lebih semangat dan berusaha lagi untuk mencapai suatu
pekerjaan dan mengalami perubahan yang lebih baik demi memenuhi kehidupan
sendiri, keluarga, maupun untuk membantu orang lain yang mengalami kesusahan.
Bukan hanya faktor tersebut saja melainkan juga masyarakat sekarang ini harus lebih
kreatif lagi dalam mencari pekerjaan.

Seorang wirausahawan harus pandai dalam melihat peluang yang berada di


lingkungan sekitarnya dan kemudian mampu memanfaatkan peluang tersebut dengan
cara menciptakan suatu produk yang memiliki nilai tambah agar dapat menarik minat
konsumen untuk membeli produk yang dihasilkan.Banyak sekali peluang usaha yang
ada di sekitar lingkungan para wirausahawan yang dapat dimanfaatkan dalam proses
memulai sebuah usaha.Salah satunya adalah bisnis makanan ringan.Bisnis aneka
macam makanan ringan memang menjanjikan keuntungan yang cukup besar. Salah
satunya saja seperti camilan mochi yang kini banyak digemari oleh banyak
masyarakat Indonesia.

Mochi merupakan salah satu camilan nikmat yang digemari masyarakat Indonesia.
Mulai dari anak anak hingga orang dewasa. Dari waktu ke waktu inovasi mochi telah
muncul lebih menarik dan inovatif. Salah satunya adalah mochi pelangi. Mochi yang
memiliki berbagai macam warna dan rasa yang berbeda. Peminat mochi pelangi kini
semakin besar sehingga potensi udaha mochi semakin sangat menjanjikan. usaha
mochi dapat dijalankan secara mudah dan juga sangat menguntungkan. Jumlah
penggemar mochi yang terbilang besar tidak pula menurun menjadikan usaha mochi
pelangi mendatangkan potensi yang besar menggapai kesuksesan.
BAB II
RENCANA PRODUKSI

1. Deskripsi Usaha
Nama Usaha : Mochi Pelangi
Pemilik : Bunga Novita Sari dan Gita Sari Suryaning Ayu
Alamat : Jl Cokroaminoto no. 143
Lokasi : Depan Swiwings

2. Tahap Produksi
Dalam melakukan produksi mochi harus dilakukan beberapa tahap antara lain :
a. Menganalisa bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan, bahan-bahannya
antara lain yaitu:
1. 300 g tepung ketan
2. 180 g gula
3. 440 g air panas
4. 2 g garam
5. 1 g minuman serbuk berbagai rasa
6. Selai rasa coklat
b. Alat alat
1. Kompor
2. Panci
3. Baskom
4. Baloon whisk
5. Sendok
6. Telenan
7. Pisau
8. Timbangan
9. Dandang
c. Cara membuat
1. Campurkan tepung ketan, gula, dan garam. Lalu aduk hingga merata
2. Campur serbuk minuman dengan air panas, lalu masukkan pada adonan tepung
3. Aduk adonan hingga tercampur rata
4. Setelah itu kukus adonan selama 20 menit
5. Setelah matang, dinginkan adonan
6. Alasi telenan dengan tepung ketan yang telah disangrai
7. Lalu letakkan adonan dan potong potong menjadi beberapa bagian
8. Isi adonan dengan selai, lalu bungkus
BAB III
ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

1. Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar yaitu menjadikan pembeli sebgai target yang akan dicapai,
produk yang harus dibuat adalah produk yang dapat dinikmati oleh berbagai
kalangan dari masyarakat dengan tingkatan yang berbeda-beda, produk ini juga
bisa dinikmati mulai dari anak-anak hingga orang dewasa

2. Strategi Promosi
a. Strategi produk
Mochi pelangi memiliki keunggulan dibandingkan mochi yang biasa, karena
mochi pelangi memiliki berbagai macam warna dan rasa
b. Strategi harga
Produk ini dijual dengan harga yang relative lebih murah daripada mochi pada
umumnya, yaitu Rp. 2.000 per bijinya
c. Strategi promosi
Strategi promosi untuk menjual mochi ini secara online via media social dan
dengan membuka toko
d. Target pasar
Target pasar dari produk ini adalah semua kalangan dari anak anak hingga
orang dewasa

3. Analisis SWOT
 Strength (kekuatan)
1. Rasa mochi enak, disukai dan memiliki banyak varian rasa.
2. Mochi bebas bahan kimia dan pengawet.
3. Harga bahan baku murah.
 Weakness (kelemahan)
1. Tidak tahan lama karena tidak menggunakan pengawet.
2. Pemasaran belum meluas.
 Opportunity (peluang)
1. Banyak anak anak hingga orang dewasa yang menyukai makanan mochi
apalagi terdapat banyak varian rasa.
2. Proses distribusi mudah.
 Treatment (Ancaman)
1. Adanya banyak pesaing apabila mochi pelangi laris.

BAB IV
ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA
1. Owner (bertindak sebagai manager, administrasi, kasir):
 Melakukan pengawasan
 Menilai dan mengontrol kinerja setiap karyawannya
 Menentukan pengambilan keputusan setiap rencana atau kegiatan
perusahaan yang akan dilaksanakan
 Memberhentikan karyawan apabila terjadi hal yang dilakukan karyawan
yang dapat merugikan perusahaan
 Menggaji karyawan
 Menyeleksi dan merekrut karyawan berdasarkan kriteria yang ada di
dalam perusahaan
 Mengevaluasi setiap kinerja karyawan
 Mencatat semua transaksi yang terjadi di perusahaan
 Membuat laporan keuangan setiap bulan.

2. Bagian Produksi (Tukang Masak):


 Membuat atau memproduksi bahan baku menjadi barang jadi yaitu
makanan
 Mengontrol setiap produksi yang dijual kepada konsumen
 Berinovasi setiap saat dari segi cita rasa dan penyajian dengan mengikuti
perkembangan yang ada.

3. Karyawan (Pelayan):
 Membantu menyajikan makanan
 Mengantarkan pesanan kepada konsumen
 Membersihkan area kedai dan tempat makan sebelum dan setelah
konsumen datang
 Mencuci dan menata kembali peralatan masak dan peralatan saji
 Mencatat semua pesanan dan melaporkannya kepada owner dan bagian
produksi, dan lain-lain.

BAB V
ASPEK KEUANGAN DAN PERMODALAN

1. Kebuutuhan biaya usaha


 Rincian biaya tidak tetap (variabel cost)
Nama barang Jumlah Harga
Tepung ketan 500 g Rp. 10.000
Gula 250 g Rp. 5.000
Air panas 500 g Rp. 5.000
Garam 250 g Rp. 1.000
Minuman serbuk 4 sachet Rp. 8.000
berbagai rasa
Selai rasa coklat 1 toples Rp. 20.000
Gas 1 Rp. .17.000
Jumlah Rp. 66.000

 Rincian biaya tetap (fix cost)


Nama barang Harga
Listrik + Air Rp. 200.000
Peralatan Rp. 300.000
Biaya sewa tempat Rp. 500.000
Gaji Karyawan Rp. 300.000
Jumlah Per bulan Rp. 1.300.000
Jumlah Per hari Rp. 43.300

Total biaya
Biaya tidak tetap + Biaya tetap
Rp. 66.000 + Rp. 43.300
= Rp. 109.300

2. Perkiraan pendapatan per hari


 Harga Pokok Produksi
Rp. 109.300/100 buah = Rp. 1.093
 Harga Jual
Karena kami mengambil untung Rp. 907/biji, maka harga jualnya menjadi
Rp. 2000
Perkiraan pendapatan perhari yaitu :
Pendapatan Bersih = (Rp. 2000 x 100) – Rp. 109.300
= Rp. 90.700 perhari
Laba Perhari = (Rp. 2000 – Rp. 1093) x 100
= Rp. 907 x 100
= Rp. 90.700
Laba perbulan = Rp. 90.700 x 30
= Rp. 2.721.000

3. Perhitungan BEP
 BEP (unit)
= biaya tetap / (harga jual/unit – biaya variable/unit)
= Rp. 43.300 / (Rp.2000 – Rp. 1093)
= Rp. 43.300 / Rp.907
= 47,73
= 48 (dibulatkan)
 BEP (harga)
= BEP (unit) x harga jual/unit
= 47,73 x Rp.2000
= Rp. 95.460