Anda di halaman 1dari 2

Proses menelan bolus kering dan bolus basah

a. Makan kerupuk (tanpa menggunakan air) dan dengan menggunakan air


b. Makan pisang (tanpa menggunakan air) dan dengan menggunakan air
c. Jelaskan proses menelan dengan bolus kering menggunakan kerupuk! apakah
sulit atau mudah, jelaskan mengapa!
d. Jelaskan proses menelan dengan bolus (pisang)
e. Apakah bedanya (antara bolus kerupuk, pisang (tanpa air dan dengan air)),
jelaskan!
Pembahasan :

Berdasarkan hasil praktikum, maka didapat data seperti pada tabel berikut

Perlakuan Kemampuan Menelan


Menelan bolus kering tanpa air Sulit
Menelan bolus kering dengan air Mudah
Menelan bolus basah tanpa air Mudah
Menelan bolus basah dengan air Sangat mudah

Hasil praktikum proses menelan seperti yang telah dinyatakan pada table di
atas diketahui bahwa menelan bolus kering tanpa air sulit dilakukan. Sedangkan
menelan bolus kering dengan air lebih mudah dilakukan. Berbeda dengan bolus
kering, menelan bolus basah tanpa menggunakan air mudah dilakukan. Lebih mudah
dibandingkan pada saat menelan bolus kering tanpa air. Ketika menelan bolus basah
dengan menggunakan air, proses menelan sangat mudah dilakukan.

Hal ini disebabkan karena saat menelan dengan bolus kering tanpa air, saliva
tidak dimanfaatkan sebagai pelarut makanan yang membantu proses pencernaan.
Bolus kering memiliki kadar air yang sedikit dan tekstur yang sulit dikunyah.
Sehingga fokus saliva lebih kepada menjadi pelumas pada saat mulut mengunyah
daripada ketika menelan bolus yang kering tersebut karena saliva yang ada di dalam
mulut tidak cukup banyak untuk melarutkan bolus kering sampai pada proses
menelan. Akibatnya saat bolus kering ditelan dan memasuki esophagus, masih terasa
sisa-sisa bolus yang menempel pada kerongkongan akibat kurangnya cairan. Berbeda
jika dilakukan dengan menggunakan air, saliva awalnya akan membantu mulut untuk
mengunyah lalu melarutkan makanan hingga lunak. Proses menelan ke esophagus
telah dibantu oleh air sehingga proses menelan dapat dilakukan dengan lebih mudah.
Tidak ada ditemui rasa bolus yang masih menempel pada kerongkongan, karena
semua bolus telah ditelan dengan baik bersama dengan air. Adapun pendapat dari
Schottelius (1999) yang menyatakan bahwa saliva memungkinkan makanan dikunyah
oleh gigi dan dibentuk menjadi bolus. Adanya enzim ptyalin yang disekresikan oleh
kelenjar paratoid juga membantu mengubah karbohidrat menjadi maltose serta
melembabkan lidah sehingga memudahkan proses menelan. Kekurangan saliva pada
mulut menyebabkan mulut menjadi kering sehingga sulit untuk menelan, hal tersebut
menjelaskan mengapa menelan dengan bolus kering sulit dilakukan.

Berbeda halnya dengan menelan bolus basah. Proses menelan bolus basah
tanpa air dapat dilakukan dengan mudah, hal ini disebabkan karena bolus yang basah
sudah terkandung sedikit air sehingga keadaan bolus sudah lunak. Adanya saliva
membantu pencernaan secara mekanik dimulut dan bolus basah dapat ditelan dengan
baik meskipun tanpa menggunakan air. Dalam hal ini tidak dirasakan sisa-sisa bolus
yang masih menempel di kerongkongan. Sesuai dengan pendapat Almatsier (2001)
yang menyatakan bahwa di dalam mulut terkandung kelejar ludah yang berfungsi
untuk memudahkan proses menelan. Sehingga makanan yang ditelan atau bolus dapat
dengan mudah masuk ke esophagus. Kondisi ini menyebabkan menelan bolus basah
dengan air dapat dilakukan dengan sangat mudah. Bolus yang basah, saliva yang
dapat bekerja maksimal, dan adanya air menyebabkan proses menelan mampu
dilakukan secara baik.

Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa proses menelan bolus kering dengan
bolus basah adalah berbeda. Menelan bolus kering tanpa air mengakibatkan saliva
yang ada tidak cukup untuk menelan bolus hingga ke esophagus dengan sempurna.
Jika dibantu oleh air, bolus kering dapat ditelan dengan lebih baik. Pada saat bolus
basah, saliva yang ada cukup untuk menelan bolus karena tekstur bolus yang
mendukung sehingga proses menelan dapat dilakukan dengan baik. Menelan bolus
basah tanpa air dapat dilakukan dengan mudah, maka ketika menelan bolus basah
dengan air dapat dilakukan dengan sangat mudah. Proses menelan yang paling sulit
dilakukan pada praktikum ini adalah menelan bolus kering tanpa air. Sedangkan yang
paling mudah dilakukan adalah menelan bolus basah dengan menggunakan air.