Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tenaga kerja merupakan penduduk yang berada dalam usia kerja.


Menurut UU No. 13 tahun 2003 Bab I pasal 1 ayat 2 disebutkan bahwa tenaga
kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan
barang atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk
masyarakat. Secara garis besar penduduk suatu negara dibedakan menjadi dua
kelompok, yaitu tenaga kerja dan bukan tenaga kerja. Penduduk tergolong tenaga
kerja jika penduduk tersebut telah memasuki usia kerja. Batas usia kerja yang
berlaku di Indonesia adalah berumur 15 tahun – 64 tahun. Menurut pengertian ini,
setiap orang yang mampu bekerja disebut sebagai tenaga kerja. Ada banyak
pendapat mengenai usia dari para tenaga kerja ini, ada yang menyebutkan di atas
17 tahun ada pula yang menyebutkan di atas 20 tahun, bahkan ada yang
menyebutkan di atas 7 tahun karena anak-anak jalanan sudah termasuk tenaga
kerja.

1.2. Rumusan Masalah

a. Mendeskripsikan Permasalahan Ketenagakerjaan, Pengertian Tenaga


Kerja, Angkatan Kerja, dan Kesempatan Kerja
b. Upaya Meningkatkan Kualitas Tenaga Kerja
c. Sistem Upah Yang Berlaku di Indonesia

1
BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Mendeskripsikan Permasalahan Ketenagakerjaan, Pengertian Tenaga


Kerja, Angkatan Kerja, dan Kesempatan Kerja

Ketenagakerjaan adalah segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja


pada waktu sebelum, selama, dan sesudah masa kerja

A. Pengertian Tenaga Kerja


Tenaga kerja adalah penduduk dalam usia kerja yang siap melakukan
pekerjaan, antara lain mereka yang sudah bekerja, mereka yang sedang mencari
pekerjaan, mereka yang bersekolah, dan mereka yang mengurus rumah tangga.
(MT Rionga & Yoga Firdaus, 2007:2)
Sedangkan menurut pendapat Sumitro Djojohadikusumo (1987) mengenai
arti tenaga kerja adalah semua orang yang bersedia dan sanggup bekerja, termasuk
mereka yang menganggur meskipun bersedia dan sanggup bekerja dan mereka
yang menganggur terpaksa akibat tidak ada kesempatan kerja.
Tenaga kerja secara umum debedakan menjadi dua, yaitu Tenaga Kerja
Jasmani dan Tenaga Kerja Rohani.
Tenaga kerja Jasmani terdiri dari :
1) Tenaga Kerja Terdidik adalah tenaga kerja yang memerlukan jenjang
pendidikan yang tinggi. Misalnya dokter, guru, insinyur dsb.
2) Tenaga Kerja Terlatih adalah tenaga kerja yang memerlukan pelatihan
dan pengalaman. Misalnya sopir, montir dsb.
3) Tenaga Kerja tidak Terdidik dan tidak Terlatih adalah tenaga kerja
yang dalam pekerjaannya tidak memerlukan pendidikan ataupun pelatihan
terlebih dahulu. Misalnya tukang sapu, tukang sampah dsb.

2
B. Pengertian Angkatan Kerja
Angkatan kerja adalah mereka yang mempunyai pekerjaan, baik sedang
bekerja maupun yang sementara tidak sedang bekerja karena suatu sebab, seperti
patani yang sedang menunggu panen/hujan, pegawai yang sedang cuti, sakit, dan
sebagainya. Disamping itu mereka yang tidak mempunyai pekerjaan tetapi sedag
mencari pekerjaan/mengharapkan dapat pekerjaan atau bekerja secara tidak
optimal disebut pengangguran.
Bukan angkatan kerja adalah mereka yang sedang bersekolah, mengurus
rumah tangga tanpa mendapat upah, lanjut usia, cacat jasmani dan sebagainya,
dan tidak melakukan suatu kegiatan yang dapat dimasukkan kedalam kategori
bekerja, sementara tidak bekerja, atau mencari pekerjaan.

C. Pengertian Kesempatan Kerja.


Kegiatan ekonomi di masyarakat membutuhkan tenaga kerja. Kebutuhan akan
tenaga kerja itu dapat juga disebut sebagai kesempatan kerja. Kesempatan kerja
itu sendiri adalah suatu keadaan yang menggambarkan terjadinya lapangan kerja
(pekerjaan) untuk diisi pencari kerja.
Kesempatan kerja di Indonesia dijamin dalam UUD 1945 pada pasal 27 ayat
2 yang berbunyi “Tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan
yang layak”. Dari bunyi UUD 1945 pasal 27 ayat 2 itu jelas bahwa pemerintah
Indonesia untuk menciptakan lapangan kerja bagi anggota masyarakat karena hal
ini berhubungan dengan usaha masyarakat untuk mendapat penghasilan.
Semakin meningkat pembangunan, semakin besar pula kesempatan kerja
yang tersedia. Hal ini berartti semakin besar pula pemintaan akan tenaga kerja.
Sebaliknya, semakin besar jumlah penduduk, semakin besar pula kebutuhan akan
lowongan pekerjaan ( kesempatan kerja ).
Begitu pula dengan perusahaan. Sebelum memutuskan merekrut pegawai
atau karyawan baru, perusahaan sering kali mempertimbangkan dan memerlukan
sejumlah kriteria berkaitan dengan kondisi si pelamar tersebut.

3
Kriteria bagi angkatan kerja untuk dapat memasuki dunia kerja antara lain;
1) Jenis dan tingkat pendidikan
2) Keahlian khusus yang di miliki calon
3) Kejujuran, sikap, penampilan, serta kepribadian
4) Pengalaman kerja
5) Kesehatan.

2.2. Upaya Meningkatkan Kualitas Tenaga Kerja

Kita tentu saja perlu menciptakan iklim yang mendukung perluasan


lapangan pekerjaan, meningkatkan kualitas dan produktivitas tenaga kerja,
meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja. Salah satu langkah awal yang dapat kita
tempuh adalah dengan menyusun berbagai master plan kedepan dengan pondasi
awalnya meningkatkan mutu tenaga kerja.
Tidak dapat dipungkiri bahwa kecendurungan dunia usaha saat ini hanya
menerima tenaga kerja siap pakai. Itu berarti sebelum memasuki dunia kerja
seorang tenaga kerja harus sudah memiliki sejumlah “nilai lebih” berupa tingkat
pendidikan dan keterampilan tertentu. Sementara itu masih banyak dipasaran
tenaga kerja yang berpendidikan rendah. Ini berarti tenaga kerja belum siap pakai.
Untuk itu diperlukan adanya Usaha meningkatkan mutu kerja dari pihak
pemerintah, swasta, dan individu. Berikut akan diuraikan upayanya :
A. Pemerintah
Usaha pemerintah untuk meningkatkan mutu tenaga kerja antara lain
dengan mendirikan berbagai pusat pelatihan tenaga kerja. Upaya ini dilakukan
guna melatih seseorang menjadi manusia terampil, berinisiatif dan berkarakter
serta kratif. Usaha ini juga disertai dengan usaha peningkatan mutu sekolah
kejuruan ( SMK dan sejenisnya ), penciptaan kondisi yang kondusif bagi
penanaman modal, transmigrasi, dan keluarga berencana.

4
B. Pihak swasta ( Perusahaan )
langkah yang dapat diambil oleh pihak swasta ( perusahaan) untuk ikut
serta dalam upaya peningkatan mutu tenaga kerja adalah bekerja sama dengan
sekolah atau kampus. Kerja sama yang dapat dilakukan oleh pihak swasta (
perusahaan ) dengan pihak sekolah maupun kampus adalah dengan menyediakan
kesempatan kesempatan bagi siswa maupun mahasiswa untuk kerja praktek
maupun magang diperusahaan yang bersangkutan. Program magang ini akan
memberi pemahaman secara lebih baik kepada calon tenaga kerja untuk
mengenali dunia kerja yang sesungguhnya. Dengan demikian, para calon tenaga
kerja tersebut dapat menyiapkan dirinya dengan berbagai kemampuan dan
keterampilan yang memang dibutuhkan oleh dunia usaha.
C. Individu
Beberapa langkah yang dapat diambil individu guna meningkatan kualitas
tenaga kerja adalah sebagai berikut :
1. Membekali diri dengan berbagi keahlian dan keterampilan yang
diinginkan oleh dunia kerja. Secara umum individu harus mampu melebihi
standar kualitas yang berlaku di dalam perusahaan guna bersaing dengan
tenaga kerja lain. Semisalnya dalam hal penguasaan Bahasa inggris,
komputer, dan keahlihaan khusus sesuai dengan pekerjaan yang
ditawarkan.
2. Menanamkan jiwa wirausaha. Bekerja tidak harus bergantung pada
perusahaan atau instansi tertentu. Tetapi seseorang justru bisa menciptakan
lapangan pekerjaannya sendiri bahkan menampung tenaga kerja lainnya.
Dalam hal inilah diperlukan jiwa kewirausahaan seorang invididu dalam
meningkatkan kualitas tenaga kerja.

5
2.3. Sistem Upah Yang Berlaku di Indonesia
Di Indonesia dikenal beberapa sistem pemberian upah, yaitu :
1. Upah menurut waktu
Sistem upah dimana besarnya upah didasarkan pada lama bekerja
seseorang. Satuan waktu dihitung per jam, per hari, per minggu atau per
bulan. Misalnya pekerja bangunan dibayar per hari / minggu.
2. Upah menurut satuan hasil
Menurut sistem ini, besarnya upah didasarkan pada jumlah barang yang
dihasilkan oleh seseorang. Satuan hasil dihitung per potong barang, per
satuan panjang, atau per satuan berat. Misal upah pemetik daun teh
dihitung per kilo.
3. Upah borongan
Menurut sistem ini pembayaran upah berdasarkan atas kesepakatan
bersama antara pemberi dan penerima pekerjaan. Misalnya upah untuk
memperbaiki mobil yang rusak, membangun rumah dll.
4. Sistem bonus
Sistem bonus adalah pembayaran tambahan diluar upah atau gaji yang
ditujukan untuk merangsang (memberi insentif) agar pekerja dapat
menjalankan tugasnya lebih baik dan penuh tanggungjawab, dengan
harapan keuntungan lebih tinggi. Makin tinggi keuntungan yang diperoleh
makin besar bonus yang diberikan pada pekerja
5. Sistem mitra usaha
Dalam sistem ini pembayaran upah sebagian diberikan dalam bentuk
saham perusahaan, tetapi saham tersebut tidak diberikan kepada
perorangan melainkan pada organisasi pekerja di perusahaan tersebut.
Dengan demikian hubungan kerja antara perusahaan dengan pekerja dapat
ditingkatkan menjadi hubungan antara perusahaan dan mitra kerja.

6
Kebijakan Upah Minimum Propinsi (UMP) dan Kebutuhan Hidup
Minimum (KHM)

Di Indonesia pemerintah menetapkan upah minimum yang harus


dibayarkan oleh perusahaan. Upah minimum tiap-tiap daerah berbeda-beda,
karena memiliki keragaman sumberdaya, adat istiadat dan kebudayaan serta
struktur ekonomi dan kinerjanya.

7
BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Ketenagakerjaan adalah segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja


pada waktu sebelum, selama, dan sesudah masa kerja
Pengertian Tenaga Kerja
Tenaga kerja adalah penduduk dalam usia kerja yang siap melakukan
pekerjaan, antara lain mereka yang sudah bekerja, mereka yang sedang mencari
pekerjaan, mereka yang bersekolah, dan mereka yang mengurus rumah tangga
Pengertian Angkatan Kerja
Angkatan kerja adalah mereka yang mempunyai pekerjaan, baik sedang
bekerja maupun yang sementara tidak sedang bekerja karena suatu sebab, seperti
patani yang sedang menunggu panen/hujan, pegawai yang sedang cuti, sakit, dan
sebagainya
Pengertian Kesempatan Kerja
Kesempatan kerja itu sendiri adalah suatu keadaan yang menggambarkan
terjadinya lapangan kerja (pekerjaan) untuk diisi pencari kerja.

Upaya Meningkatkan Kualitas Tenaga Kerja

Untuk itu diperlukan adanya Usaha meningkatkan mutu kerja dari pihak
pemerintah, swasta, dan individu
Sistem Upah Yang Berlaku di Indonesia
1. Upah menurut waktu
2. Upah menurut satuan hasil
3. Upah borongan
4. Sistem Bonus
5. Sistem Mitra Usaha

8
3.2. Saran

Dalam penyusunan makalah ini yang dimana kami membahas tentang


“KETENAGAKERJAAN”, penulis menggunakan sumber yang cukup
mendasar bagi judul makalah ini. Dalam penyusunan makalah ini, penulis
menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang perlu ditambah dan
diperbaiki. Untuk itu penulis mengharapkan inspirasi dari para pembaca dalam hal
membantu menyempurkan makalah ini.

9
DAFTAR PUSTAKA

Alam. 2012. Ekonomi Untuk kelas XI. Jakarta . ESIS Halaman 37 – 40


http://jogoyitnan-free.blogspot.co.id/2011/05/tenaga-kerja-angkatan-kerja-
kesempatan.html
http://ekoxi.blogspot.co.id/2009/12/sistem-upah-yang-berlaku-di-indonesia.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Tenaga_kerja

10
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................... i

DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang .......................................................................................... 1


1.2 Rumusan Masalah ..................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Mendeskripsikan Permasalahan ketenagakerjaan,


Pengertian Tenaga Kerja, Angkatan kerja, dan kesempatan kerja ........ 2
2.2 Upaya Meningkatkan kualitas tenaga kerja ............................................. 4
2.3 Sistem upah yang berlaku di Indonesia .................................................... 6

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan ............................................................................................... 8


3.2 Saran .......................................................................................................... 9

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 10

11