Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH

“PRINSIP DASAR PERKEMBANGAN ”

Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah perkembangan


hewan

Disusun oleh :

Amartia Sumakul (17 507 147 )

Mutiara Livie Hamin ( 17 507 001 )

Yehu Kojongian (17 507 053 )

Dosen Pengampuh :

Prof. Dr. R. Mege, Msi & Ernest Sakul M.si

UNIVERSITAS NEGERI MANADO

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

BIOLOGI

2019
Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan
karunia-Nya, sehingga makalah yang berjudul tentang “prinsip dasar
perkembangan ” ini dapat terselesaikan dengan baik.
Semoga dengan adanya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Kami
menyadari dalam penulisan makalah ini ada banyak kesalahan, untuk itu kami
sangat mengharapkan kritik dan saran untuk memperbaiki kesalahan yang ada.
Sekian dan terima kasih.

Tondano, september 2019

I
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................................... i

Daftar Isi .............................................................................................................. ii

Bab I. Pendahuluan............................................................................................. 1

A. Latar Belakang .............................................................................. 1


B. Rumusan Masalah ......................................................................... 1
C. Tujuan ........................................................................................... 1

Bab II. Pembahasan ............................................................................................ 2

A. Pengertian Embriologi………………………………………………2
B. Sejarah dan Perkembangan Embriologi………………………... …..2
C. Teori Pertumbuhan……………………………………………..........9
D. Hukum Rekapitulasi Haeckel………………………………………..13

Bab III. Penutup .................................................................................................. 15

A. Kesimpulan ................................................................................... 15
B. Saran .............................................................................................. 15

Daftar Pustaka ..................................................................................................... 16

II
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Salah satu ciri organisme adalah tumbuh dan berkembang. Hewan tumbuh
dari sel zigot menjadi embrio, kemudian berkembang menjadi satu individu yang
mempunyai tangan, kaki, kepala dan organ tubuh yang lain. Pertumbuhan adalah
pertambahan jumlah atau ukuran yang bersifat kuantitatif, karena mudah di amati
dan bersifat irreversible atau tidak dapat kembali seperti semula. Serta dapat
dinyatakan dengan angka, grafik, dsb. Perkembangan adalah semua perubahan
dalam menuju kedewasaan yang terjadi pada makhluk hidup yang sedang tumbuh
dan bersifat kualitatif. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua proses
yang berjalan secara bersamaan ( Simultan ). Pertumbuhan dan perkembangan
merupakan hasil interaksi antara faktor dalam dan faktor luar. Faktor dalam
adalah faktor yang terdapat dalam tubuh organisme antara lain gentik yang ada di
dalam gen, dan hormon yang merangsang pertumbuhan. Faktor luar adalah faktor
lingkungan misalnya nutrien, air, cahaya, suhu, kelembapan / pH dan oksigen.
Potensi genetik hanya akan berkembang jika ditunjang oleh lingkungan yang
cocok. Dengan demikian, karakteristik yang ditampilkan oleh hewan di tentukan
oleh faktor genetik dan lingkungan secara bersama-sama.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa itu embriologi ?
2. Bagaimana sejarah dan perkembangan embriologi ?
3. Apa sajakah dan bagaimana teori perkembangan itu ?
4. Bagaimana hukum rekapitulasi Haeckel ?

1
1.3 Tujuan
1. Mampu memahami tentang pengertian embriologi
2. Mampu memahami dan menjelaskan sejarah serta
perkembangan embriologi
3. Mengetahui tentang teori perkembangan
4. Mengetahui tentang hukum rekapitulasi haeckel

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Embriologi

Gambar 1. Penampakan embrio (www.biologi.com/apasaja-


bagian-embrio/com)

Embryologi berasal dari bahasa Yunani yaitu “ Embryon” yang artinya


“belum lahir” dan logia yang artinya adalah ilmu yang mempelajari tentang
perkembangan embrio dari pembuahan sel telur ke tahap janin. atau dengan kata
lain embriologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perkembangan organisme
mulai dari zygote hingga lahir atau menetas Sedangkan embrio itu sendiri adalah
sesuatu yang masih dalam perkembangan awal. Tingkat perkembangan awal yang
dimaksud adalah apabila bentuk, struktur maupun fungsinya belum mirip/serupa
dengan bentuk dasar individu dewasa.

B. Sejarah dan Perkembangan Embriologi

1. Sejarah Embriologi

3
Studi tentang embryologi berhubungan dengan pembentukan dan
perkembangan embrio dan janin. Orang dahulu percaya bahwa organisme baru
bisa muncul melalui reproduksi seksual, aseksual dan generasi spontan

Aristoteles ( 384-322) menggambarkan dua model historis penting yang


dikenal sebagai preformasi dan epigenesis. Menurut paham preformasionist
bahwa embrio atau miniatur individu berkembang dalam telur ibu atau sperma
ayah dan mulai berkembang saat dirangsang. Ia percaya bahwa embrio pada
dasarnya dibentuk oleh koagulasi dalam rahim segera setelah kawin ketika prinsip
jantan bertindak pada substansi bahan yang disediakan oleh betina. Orang yang
mempelajari embriologi adalah William Harvey (1578-1657), yang pada tahun
1651 menulis buku “Tentang Generasi Hewan”. Dikatakan bahwa semua hewan
berasal dari telur. Pernyataan ini diperkuat dengan penemuan R. de Graaf (1641-
1673), menyatakan bahwa indung telur (ovarium) pada burung sama dengan
indung telur pada kelinci. Ia juga merupakan peneliti pertama yang mengenal
bersatunya sel telur dan sperma agar terbentuk embrio. De Graaf juga
membuktikan bahwad sel telur dan sperma sama- sama membawa bahan genetika
untuk keturunannya. Selain itu, A. Van Leeunwenhook (1677) melihat
spermatozoa orang dalam mani (semen).

M. Schleiden dan T. Schwann (1839) menemukan “teori sel”, yang


berbunyi; “sel adalah unit dasar kehidupan”. Semua hewan dan tumbuhan
dibangun atas sel-sel. Sedangkan R. Virchow (1859) merumuskan pula istilah
terkenal: “Omne cellula e cellula”, sel berasal dari sel yang telah lebih dulu ada.
Itu berarti setiap sel tubuh berasal dari sel kelamin (gamet), dan setiap sel yang
ada sekarang di bumi, baik hewan maupun tumbuhan, berasal dari sel yang relatif
ada di masa purba. Sementara itu Spallanzani (1729 – 1799) mengatakan, bahwa
hasil berkelamin jantan dan betina perlu untuk mulainya embriogenesis.

Seiring berkembangnya pengetahuan tentang embriologi, maka para


ilmuan banyak mengeluarkan teorinya masing-masing. Seperti halnya teori yang
dikemukakan oleh Jan Swammerdam, teori ini menganut teori performasi yaitu,

4
embrio sudah ada dalam telur dan telah terbentuk sempurna, sebagai miniatur
yang terkandung dalam biji.

Pada abad ke- 18, teori preformasi berkembang dengan baik dan
membentuk beberapa aliran diantaranya menyatakan bahwa ada kekuatan vital
dalam benih organisme dan kekuatan ini menyebabkan pertumbuhan embrio
menurut pola perkembangan yang telah dibentuk sebelumya. Untuk
membuktikannya harus dilakukan pengamatan secara empiris (percobaan). C. F.
Wolff (1738- 1794) melaksanakan pengamatan ini dan mengemukakan teori
epegenesis embriologi pada tahun 1759. Ia sendiri mengkritik teori preformasi
dalam bukunya “Teori Generasi” hingga terus berkembangnya ilmu pengetahuan
tentang embriologi. Ia mengatakan bahwa di dalam gamet tidak ada makhluk
bentuk miniatur. Menurut teori epigenesisnya bahwa makhluk berkembang
secara bertahap dari struktur yang sederhanamenjadi struktur yang lebih
kompleks. Karl Ernst Von Baers tahun 1828 mengatakan bahwa jika suatu
organisme berkembang dari suatu sel telur maka ciri-ciri yang lebih umum
berkembang lebih awal dan ciri-ciri spesifik berkembang belakangan. Frizt Muller
(1864) mengemukakan bahwa dalam proses perkembangan organisme karakter-
karakter leluhurnya tampak lebih dahulu dibandingkan dengan karakter-karakter
baru. Setelah mempelajari teori Muller, Ernst Haeckel (1886) memberi nama teori
tersebut adalah hukum biogenetik atau teori rekapitulasi dan menyimpulkan
bahwa ontogeny merupakan rekapitulasi yang disederhanakan dari phylogen.
Ontogeny adalah sejarah perkembangan makhluk hidup mulai saat fertilisasi,
lahirdan mati. Sedangkan phylogeni adalah sejarah perkembangan mahkhluk
hidup secara evolusi

Weismann (1834-1914), mengemukakan bahwa di dalalm proses


perkembangan terjadi segregasi plasma germinal ke dalam keturunannya secara
berkesinambungan. Di dalam sel terdapat germ plasma somatoplasma. Di dalam
germ plasma terdapat determinan-determinan yang disegregasi secara
berkesinambungan dari generasi ke generasi berikutnya. Pada setiap generasi,
germ plasma dan somatoplasma kembali dibentuk. Jadi germ plasma bersifat
abadi.
5
2. Perkembangan Embriologi
 Tahap Embrio

Tahap embrio dimulai dari proses fertilisasi (penyatuan sel telur dan
sperma), kemudian terbentuk zigot yang mengalami proses pembelahan. Tahap
embrio dikelompokkan menjadi beberapa fase, yaitu fase morula, fase blastula,
fase gastrula, fase diferensiasi, serta organogenesis.

 Fase Morula

Pada fase ini zigot mengalami pembelahan berkali-kali. Pembelahan sel


dimulai dari satu menjadi dua, dua menjadi empat, dan seterusnya. Pada saat
pembelahan sel terjadi pembelahan yang tidak bersamaan. Pembelahan yang
cepat terjadi pada bagian vertikal yang memiliki kutub fungsional atau kutub
hewan (animal pole) dan kutub vegetatif (vegetal pole). Antara dua kutub ini
dibatasi oleh daerah sabit Setelah pembelahan terjadi pada bagian vertikal,
kemudian dilanjutkan dengan bagian horizontal yang membelah secara aktif
sampai terbentuk 8 sel. Pembelahan sel berlanjut sampai terbentuk 16-64 sel.
Embrio yang terdiri dari 16-64 sel inilah yang disebut morula.

6
Gambar 2. Tahapan pembelahan sel menjadi
morula
(www.generasibiologi.com/pertumbuhan-
dan-perkembangan-hewan)

 Fase Blastula

Pada fase blastula terjadi pembagian sitoplasma ke dalam dua kutub yang
dibentuk pada fase morula. Konsentrasi sitoplasma pada kedua kutub tersebut
berbeda. Pada kutub fungsional terdapat sitoplasma yang lebih sedikit
dibandingkan dengan kutub vegetatif. Konsentrasi sitoplasma yang berbeda
menentukan arah pertumbuhan dan perkembangan hewan selanjutnya. Pada fase
ini kutub fungsional dan kutub vegetatif telah selesai dibentuk. Hal ini ditandai
dengan dibentuknya rongga di antara kedua kutub yang berisi cairan dan disebut
blastosol / blastocoel). Embrio yang memiliki blastosol disebut blastula. Proses
pembentukan blastosol disebut blastulasi. Setelah fase blastula selesai dilanjutkan
dengan fase gastrula.

 Fase Gastrula

Pada fase gastrula, embrio mengalami proses diferensiasi dengan mulai


menghilangkan blastosol. Sel-sel pada kutub fungsional akan membelah dengan
cepat. Akibatnya, sel-sel pada kutub vegetatif membentuk lekukan ke arah dalam
(invaginasi). Invaginasi akan membentuk dua formasi, yaitu lapisan luar
(ektoderm) dan lapisan dalam (endoderm). Bagian ektoderm akan menjadi kulit
dan bagian endoderm akan menjadi berbagai macam saluran. Bagian tengah
gastrula disebut dengan arkenteron. Pada perkembangan selanjutnya, arkenteron
akan menjadi saluran pencernaan pada hewan vertebrata dan beberapa
invertebrata. Bagian luar yang terbuka pada gas menuju arkenteron disebut
dengan blastofor. Bagian ini dipersiapkan menjadi anus dan pada bagian ujung
akan membuka dan menjadi mulut. Pada fase ini akan terjadi lanjutan diferensiasi

7
sebagian endoderm menjadi bagian mesoderm. Pada akhir dan gastrula telah
terbentuk bagian endoderm, mesoderm, ektoderm .

Gambar 3. Tahapan ivaginasi hingga terbentuk endoderm, mesoderm, dan


ektoderm (www.generasibiologi.com/pertumbuhan-dan-perkembangan-hewan)

Berdasarkan jumlah lapisan embrionalnya, hewan dikelompokkan menjadi


dua, yaitu hewan diploblastik dan hewan triploblastik. Hewan diploblastik
memiliki dua lapisan embrional, yaitu ektoderm dan endoderm. Contoh hewan
diploblastik adalah Coelenterata (hewan berongga). Hewan triploblastik memiliki
tiga lapisan embrional, yaitu ektoderm, endoderm, dan mesoderm. Mesoderm
selalu terletak di antara ektoderm dan endoderm. Hewan triploblastik
dikelompokkan menjadi tiga berdasarkan ada tidaknya selom (berasal dari kata
coelom = ruangan yang berongga) dan bagaimana selom tersebut dibentuk
selama embriogenesis. Kelompok hewan tersebut yaitu aselomata,
pseudoselomata, dan selomata (euselomata). Hewan aselomata tidak memiliki
pseudoselomata memiliki selom semu, contohnya cacing tanah. Hewan selomata
yang memiliki selom sesungguhnya, misalnya manusia.

8
Gambar 4. Tipe selom pada hewan (www.generasibiologi.com/pertumbuhan-dan-
perkembangan-hewan)

 Diferensiasi dan Organogenesis

Pada fase ini mulai terjadi diferensiasi dan organogenesis pada struktur
dan fungsi sel untuk menjadi jaringan yang spesifik. Proses ini dikendalikan oleh
faktor gen yang dibawa pada saat terjadi pembentukan kutub fungsional dan kutub
vegetatif. Pada akhirnya masing-masing bagian endoderm, mesoderm, dan
ektoderm akan mengalami diferensiasi menjadi organ-organ sebagai berikut:

1. Ektoderm akan mengalami diferensiasi menjadi epidermis,


rambut, kelenjar minyak, kelenjar keringat, email gigi,
sistem saraf, dan saraf reseptor.
2. Mesoderm akan mengalami diferensiasi menjadi tulang,
jaringan ikat, otot, sistem peredaran darah, sistem ekskresi
misalnya duktus deferens, dan sistem reproduksi
3. Endoderm akan mengalami diferensiasi menjadi jaringan epitel
pencernaan, sistem pernapasan, pankreas dan hati serta
kelenjar gondok.

9
Dalam proses diferensiasi dan organogenesis, bagian yang berdekatan
saling mempengaruhi. Sebagai contoh, bagian mesoderm akan mempengaruhi
ektoderm dalam diferensiasi untuk perkembangan alat gerak, yaitu sebagian
berasal dari sel ektoderm dan sebagian dari mesoderm. Setelah tahap embrio
selesai, embrio yang disebut janin siap dilahirkan.

 Tahapan Pasca Embrio

Pada tahap pasca embrio, terjadi pertumbuhan dan perkembangan menjadi


individu dewasa. Individu dewasa, artinya siap menghasilkan keturunan atau
bereproduksi Beberapa hewan invertebrata mengalami regenerasi atau
metamorfosis selama pertumbuhan dan perkembangannya Sedangkan hewan
vertebrata mengalami pertumbuhan dan perkembangan dari hewan muda (anak)
menjadi hewan dewasa.

 Regenerasi

Regenerasi adalah proses perbaikan tubuh yang luka atau rusak. Proses ini
ditentukan oleh sel-sel batang dalam tubuh hewan yang belum mengalami
diferensiasi. Pada organisme yang berkembang biak secara aseksual, regenerasi
berarti juga sebagai proses reproduksi atau berkembang biak Contohnya cacing
pipih, Cacing pipih memiliki kemampuan regenerasi yang sangat tinggi. Apabila
tubuhnya dipotong, potongan akan menjadi individu baru dan lengkap.

 Metamorfosis

Metamorfosis adalah perubahan ukuran, bentuk, dan bagian-bagian tubuh


hewan dari suatu stadium ke stadium berikutnya. Metamorfosis merupakan
proses pertumbuhan dan perkembangan hewan khususnya serangga dan amfibi
menuju dewasa. Dalam siklus hidupnya, hewan memiliki truktur dan fungsi
tubuh yang berbeda pada setiap stadium. Metamorfosis dikendalikan oleh

10
hormon. Di bawah pengaruh hormon, ukuran tubuh hewan bertambah, jaringan
terorganisasi, dan bagian-bagian tubuh kembali dibentuk.

C. Teori Pertumbuhan

1. Teori Preformasi

Dalam formulasi yang paling mentah, teori preformasi menyatakan bahwa


didalam substansinya telur mengandung mahluk miniatur dari hewan dewasa dan
bahwasannya perkembangan merupakan pertumbuhan dari mahluk miniatur itu
menjadi bentuk dewasa. Dalam kaitannya dengan manusia, mahluk miniatur ini
disebut "homunculus" dan setiap telur didalam ovarium seorang wanita diduga
mengandung homunculus tersebut kemudian dengan didahului stimulasi oleh
cairan semen (mani) akan berkembang menjadi dewasa. Pada kenyataannya para
pengikut preformasi mengalami kesulitan terhadap spekulasi mereka; misalnya
terhadap logika, bila pada telur terdapat homunculus maka pada ovari dari
homunculus itu sendiri mestinya ada telur-telur yang mengandung homunculus
sekunder dan homunculus sekunder ini mestinya mengandung ovari dengan telur-
telur yang mengandung homunculus tersier yang lebih kecil, begitu seterusnya
sampai homunculus sedemikian kecilnya bahkan sampai tidak ada. terhadap
persoalan pelik seperti ini orang-orang dikenal sebagai Naturphilosophen
mengajukan suatu argumen tertentu yang sangat kental spekulatifnya, sperti
misalnya terhadap masalah berpa banyak homunculi yang dikandung ibu hawa
(mother eve) didalam ovariumnya. Diperkirakan jumlahnya ada 200 juta dan
dipercaya bahwa bila homunculi ini telah habis digunakan tidak akan ada lagi
manusia yang lahir kedunia karena cadangannya telah habis dan saat itulah babak
akhir dari dunia ini alias kiamat. Sepintas lalu memang pendapat itu kedengaran
naif pada saat ini, walaupun teori ini diajukan oleh para cendikiawan yang biasa
melakukan observasi. Keterangan yang dapat menjelaskan terhadap fenomena ini
kenapa kesimpulan yang mereka ambil keliru sebagai akibat mereka mengadakan
penelitian terhadap biji yang sedang tumbuh. Kesulitan yang paling kompleks
dihadapi pengikut teori ini adalah pada saat Anthony Van Leeuwenhoek (1632-
1723) menemukan spermatozoa yang beliau namakan animalculus yang pada
11
awalnya diduga sebagai organisme protozoa parasit yang ada didalam cairan
semen. Kemudian pada saat peranannya dalam proses fertilisasi akhirnya
diketahui, timbul suatu pertanyaan, apakah animalculus ataukah ovum yang
mengandung homunculus pada manusia? pertanyaan ini tidak mudah untuk
dipecahkan. Sudah sejak lama, bahkan sejak zamannya Aristoteles (384-322 BC)
telah dipercaya oleh banyak naturalist bahwa wanita tidak berperan apa-apa atau
sangat kecil peranannya dalam membangun embryo dan bahwasannya laki-laki
sajalah yang bertanggung jawab untuk menurunkan generasi.

Ada yang menganggap bahwa telur dan juga uterus sebagai organ
tambahan bagi perkembangan karena mereka mengandung materi yang cocok
bagi lingkungan dimana "benih" laki-laki menemukan tempat yang cocok untuk
berkembang , seprti halnya biji tumbuhan yang menemukan lingkungan yang
cocok pada sejenis tanah untuk berkecambah. Pada kenyataannya istilah semen
artinya bibit dan karenanya banyak pernyataan dalam injil dan buku kuno lainnya
yang menyebut benih laki-laki dan tidak pernah menyebut benih perempuan.
Dengan adanya aspek baru dari teori preformasi ini para ahli biologis mengadakan
penelitian dengan menggunakan mikroskop penemuan-penemuan baru hingga
seorang ahli mikroskop yang bernama Hartsoeker dengan jelas mengatakan
bahwa spermatozoa manusia mengandung Homunculus. Dengan demikian
preformasi pecah menjadi dua kutub yaitu animalculist dan ovulist.

2. Teori Epigenesis

Sel telur sangat homogen, tidak mengandung material berbentuk maupun


jaringan. Paham ini telah dikenal sejak jaman Aristoteles dan jaman William
Harvey. Caspar Wolf (1759) menerbitkan teori Epigenetis ini dalam bukunya
Theonia Generationis. Wolf tidak menemukan bentuk miniatur dalam
perkembangan embryo ayam, ia hanya mengamati struktur vesicle, ampullae,
serabut-serabut dan bentuk-bentuk yang menyerupai sel, meskipun teori sel baru
laku 80 tahun kemudian. Orang yang besar jasanya dalam lapangan embryologi

12
dalah Karl Von Baer, ia menemukan Germ Layers Theory, menemukan ovum
mamalia dan meramalkan Biogenetic law.

3. Teori Rekapitulasi

Teori evolusi membawa efek yang besar pada embryologi. Banyak


kemajuan dicapai dalam hal mengiris jaringan, mewarnai. Erns Haeckel (1834-
1919) menyusun teori rekapitulasi yang doktrinya berbunyi ontogeni adalah
ulangan singkat atau rekapitulasi phylogens.

4. Teori Mekanik

His setelah menemukan microtome, berpendapat bahwa perkembangan


individu adalah proses mekanik artinya satu fase merangsang fase berikutnya dan
demikian seterusnya sesuai dengan fungsi organ-organ tubuh. Fertilisasi atau
parthenogenesis merangsang pembelahan dan diferensisasi sel-sel, spesialisasi
jaringan-jaringan dan seterusnya.

5. Teori Plasma Benih dari Weismann

August Weismann yang mempelajari telur-telur serangga mengambil


kesimpulan bahwa bakal benih yang akan menjadi gonade sudah memisahkan diri
sejak fase dini dari pertumbuhan embryo. Sel benih mengandung "hereditary
determinant" yang mengatur perkembangan individu berikutnya. Sel-sel lain yang
disebut sel soma tumbuh menjadi sel-sel tubuh, sedang germ sel tumbuh menjadi
gonads. Sel-sel soma tidak mengandung determinant melainkan berbeda satu
sama lain dan masing-masing sudah ditetapkan untuk menjadi organ yang
berbeda-beda. Somtaoplasma pada suatu saat akan mati karena hanya bertugas
membawa dan memberikan makanan pada germplasma sedangkan germplasma
karena menghasilkan kelamin dan bila dirangsang pada fertilisasi atau
parthenogenesis akan menjadi individu dengan bagian-bagian germpalsma dan
somatoplasma kembali. Dengan demikian germplasma itu adalah immortal dan
13
bersifat ad infinitium. Jadi menurut Weismann tak pernah berakhir sejak bentuk
protista hingga sekarang.

6. Teori Mosaik

Wilhelm Roux menganjurkan metode eksperimental dalam membuka tabir


rahasia diferensiasi sel-sel mikroba. Ia mengemukakan bahwa perkembangan
embryo katak disebabkan oleh faktor atau proses phisico-chemical. Mulai pada
fase ovum sudah terdapat beberapa area yang ditakdirkan untuk menjadi organ-
organ tertentu misalnya bagian gelap disebelah atas kutub animal akan menjadi
bagian kepala sedangkan area vegetal hemisphere akan menjadi bagian posterior.
Ovum bersifat simetris radial, baru setelah fertilisasi akibat masuknya sperma
berubah menjadi simetris bilateral. Bila zigot membelah menjadi banyak sel,
maka area - area tertentu makin banyak pula sehingga susunannya menjadi
mosaik. Teori mosaik mendorong penelitian embryologi kearah cell lineage .
Satu cara untuk mengikuti pertumbuhan blastomer-blastomer tertentu dengan
jalan memberi tanda dan mengidentifikasinya menurut fase-fase pertumbuhan
embryo maka timbulah cabang embryologi yang disebut cellular embryology,
gabungan antara cytologi dan embryologi.

7. Teori beda metabolisme berjenjang dari child (


child metabolic axial gradien)

Perbedaan lokalisasi daripada area dalam ovum disebabkan oleh


perbedaan stimulus yang datang dari lingkungannya dengan kata lain ovum dalam
morfologinya yang homogen sebenarnya secara fisiologis adalah heterogen karena
aktivitas metabolisme tidak sama disuatu tempat lainnya. Bahkan semasih
didalam ovarium pun ovum sudah ditentukan oleh lingkungan kimiawinya.
Masuknya sperma mengakibatkan terjadinya perubahan lingkungan baru dan pada
gilirannya mengatur prelokalisasi dengan faktor-faktor/area-area. Lingkungan
menyebabkan karakteristik pada letak nukleus, distribusi yolk dan keluarnya
14
polocyte. Child menjelaskan lokalisasi tersebut karena perbedaan metabolisme
yang bermula pada animal pole lalu menurun ke arah vegetal pole.

8. Teori pengorganisasi dari Spemann's (


Spemann's Theory of Organizer)

Spemann menemukan bahwa bibit dorsal blastoporus pada embryo


amphibia, bila ditransplantasikan kebagian mana saja dari pada embryo amphibian
maka bagian tersebut akan menjadi larva. Karena itu bibir dorsal blastoporus
disebut sebagai pengorganisasi dalam proses pembentukan organ-organ embryo.
Ternyata organizer tersebut haanyalah pusat induksi pada proses pembentukan
mesoderm dan neural tube. Sesungguhnya protoplasm sendiri sudah merupakan
komponen yang terorganisasi dengan rapi. Meskipun paham-paham atau teori-
teori tersebut tidak 100% salah akan tetapi tidak ada yang memuaskan.
Penemuan-penemuan genetika yang mendasarkan proses perkembangan kepada
ada atau tidaknya gen sudah merupakan pendapat modern. Akan tetapi belum bisa
memecahkan problema-problema yang sangat kompleks karena orang belum
mengetahui apa itu gen. Dengan menggunakan alat-alat optik dan penelitian-
penelitian pada virus, bakteri, ditemukan bahwa proses perkembangan ditentukan
oleh molekul-molekul protein. Dua macam protein yang memegang peranan
adalah DNA dan RNA.

D. Hukum Rekapitulasi Haeckel

Hackel, Seorang ahli biologi memperkenalkan hukum biogenetis. Dlaam


hukum itu dikatakan "Ontogenese" adalah rekapitulasi dari Phylogenese"
Ontogenese adalah perkembangan individual .Phylogenese adalah kehidupan
nenek moyang suatu bangsa. Rekapitulasi berasal dari kata rekap. Hukum
biogenetis yang berasal dari hackel itu oleh stanley hall dinamakan teori
rekapitulasi.

15
Teori rekapitulasi mengatakan bahwa perkembangan yang dialami seorang
anak merupakan ulangan (secara cepat) sejarah kehidupan suatu bangsa yang
berlangsung dengan lambat selama berabad-abad.

Jika pengertian rekapitulasi ini dialihkan (ditransfer)ke psikologi


perkembangan, dapat dikatakan bahwa perkembangan jiwa anak mengalami
ulangan ringkas dari sejarah kehidupan umat manusia. Walaupun masih ada orang
yang berpendapat lain, namun sebagian besar diantara mereka itu mengakui
adanya persamaan dengan kehidupan kebudayaan mulai dari bangsa-bangsa
primitif sampai kepada kehidupan kebudayaan bangsa yang ada dewasa ini.
Mereka membagi-bagi kehidupan anak sebagai berikut :

- Masa memburu dan menyamun

Masa ini dialami ketika anak berusia sekitar 8 tahun. Tanda-tandanya,


misalnya, anak senang menangkap-nangkap dalam permainannya,memanah dan
menembaki binatang. Tanda-tanda pada anak lain,misalnya,senang bermain,kejar-
kejaran, perang-perangan, dan bermain panah-panahan.

- Masa Menggembala

Masa ini dialami anak ketika ia berusia sekitar 10 tahun. Tanda-tandanya


misalnya, anak senang memelihara binantang seperti ayam,kambing ,
kelinci,merpati dan sebagainya.

- Masa Bercocok tanam

Masa ini dialami anak ketika ia berusia sekitar 12 tahun. Tanda-tandanya


misalnya, senang berkebun,menyiram kembang.

- Masa berdagang

Masa ini dialami anak ketika ia berusia sekitar 14 tahun. Tanda-tandanya


misalnya, senang bertukar-tukaran perangko dengan teman, berkirim-kiriman foto
dengan sesama sahabat pena, bermain jual-jualan seperti mbok pecel dan
sebagaianya

16
BAB III

PENUTUP
KESIMPULAN

Hewan tumbuh dari sel zigot menjadi embrio, kemudian berkembang


menjadi satu individu yang mempunyai tangan, kaki, kepala dan organ tubuh yang
lain. embriologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perkembangan organisme
mulai dari zygote hingga lahir atau menetas Sedangkan embrio itu sendiri adalah
sesuatu yang masih dalam perkembangan awal. Tingkat perkembangan awal yang
dimaksud adalah apabila bentuk, struktur maupun fungsinya belum mirip/serupa
dengan bentuk dasar individu dewasa. Teori perkembangan yakni teori preformasi
dan teori epigenesis serta masih banyak teori lainnya. Dan yang terakhir adalah
Teori rekapitulasi mengatakan bahwa perkembangan yang dialami seorang anak
merupakan ulangan (secara cepat) sejarah kehidupan suatu bangsa yang
berlangsung dengan lambat selama berabad-abad.

SARAN

Sebagai mahasiswa khususnya mahasiswa biologi ditekankan untuk lebih


mengenal lebih dekat tentang prinsip dasar perkembangan , mampu
mengenalinya, dan memanfaatkannya agar bermanfaat bagi diri kita dan orang
lain.

17
DAFTAR PUSTAKA

Wuner fina. Makalah prinsip-prinsip perkembangan hewan.


https://www.academia.edu/38525462/makalah_prinsip_prinsip_perkembangan_he
wan.docx. Diakses pada 14 september 2019.

Tamam badrut,2016, Pertumbuhan dan perkembangan hewan.


https://www.generasibiologi.com/2016/02/pertumbuhan-perkembangan-
hewan.html. Diakses pada 14 september 2019

Hisham suryana, 2019, embriologi. http://www.hisham.id/2018/12/embriologi-


pengertian-sejarah.html. Diakses pada 14 september 2019

Marwanto rasyid, 2013, rekapitulasi haeckel.


https://www.rosyidmarwanto.com/2013/05/rekapitulasi-haeckel?m=1. Diakses
pada 14 september 2019.

18
19