Anda di halaman 1dari 11

2.

1 PERAN PERAWAT PROFESIONAL

Peran merupakan seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain
terhadap seseorang, sesuai kedudukannya dalam suatu sistem. Peran perawat
dipengaruhi oleh keadaan sosial baik dari dalam maupun dari luar profesi
keperawatan dan bersifat konstan.

Peran utama perawat professional adalah memberikan asuhan keperawatan


kepada manusia (sebagai objek utama kajian filsafat ilmu keperawatan:
ontologism) yang meliputi (Nursalam, 2008) :
a. Memperhatikan individu dalam konteks sesuai kehidupan dan kebutuhan klien
b. Perawat menggunakan proses keperawatan untuk mengidentifikasi masalah
keperawatan, mulai dari pemeriksaan fisik, psikis dan spiritual.
c. Memberikan asuhan keperawatan kepada klien (klien, keluarga, dan
masyarakat) mulai dari yang sederhana sampai yang kompleks. Pelayanan
yang diberikan oleh perawat harus dapat mengatasi masalah-masalah fisik,
psikis dan social spiritual pada klien dengan fokus 7 utama merubah perilaku
klien (pengetahuan, sikapdan ketrampilannya) dalam mengatasi masalah
kesehatan sehingga klien dapat mandiri (Nursalam, 2008).

Doheny (1982) mengidentifikasi beberapa elemen peran perawat


profesional, meliputi :

1. Care giver, sebagai pemberi asuhan keperawatan;


2. Client advocate, sebagai pembela untuk melindungi klien;
3. Counsellor, sebagai pemberi bimbingan/ konseling klien;
4. Educator, sebagai pendidik klien;
5. Collaborator, sebagai anggota tim kesehatan yang dituntut untuk dapat bekerja
sama dengan tenaga kesehatan lain;
6. Coordinator, sebagai koordinator agar dapat memanfaatkan sumber-sumber
dan potensi klien;
7. Change agent, sebagai pembaru yang selalu dituntut untuk mengadakan
perubahan-perubahan;
8. Consultant, sebagai sumber informasi yang dapat membantu memecahkan
masalah klien.

Dalam melaksanakan praktik keperawatan, perawat melakukan peran dan fungsi


sebagai berikut.

1.Care giveri pemberi asuhan

 Sebagai pelaku / pemberi asuhan keperawatan, perawat dapat memberikan


pelayanan keperawatan secara langsung dan tidak langsung kepada klien,
menggunakan pendekatan proses keperawatan yang meliputi, melakukan
pengkajian dalam upaya mengumpulkan data dan informasi yang benar,
menegakkan diagnosis keperawatan berdasarkan hasil analisis data,
merencanakan interverensi keperawatan sebagai upaya mengatasi masalah
yang muncul dan membuat langkah/cara pemecahan masalah,
melaksanakan tindakan keperawatan sesuai dengan rencana yang ada, dan
melakukan evaluasi berdasarkan respons klien terhadap tindakan
keperawatan yangt telah melakukannya.
 Dalam memberikan perlayanan/asuhan keperawtan, perawat
memperhatikan individu sebagai makhluk holistic dan unik.
 Peran utamanya adalah memberikan asuhan keperawatan kepada klien
yang meliputi interverensi/tindakan keperawatan, observasi, pendidikan
kesehatan, dan menjalankan tindakan medis sesuai dengan pendelegasian
yang diberikan.

2. Client advocate

 Sebagai advocate klien, perawat berfungsi sebagai penguhubung antara


klien dengan tim kesehatan lain dalam upaya pemenuhan kebutuhan klien,
membela kepentingan klien dan membantu klien memahami semua
informasi dan upaya kesehatan yang diberikan oleh tim kesehatan dengan
pendekatan tradisional maupun profesioal. Peran advokasi sekaligus
mengharuskan perawat bertindak sebagai narasumber dan fasilitator
dalamtahap pengambilan keputusan terhadap upaya kesehatan yang harus
dijalani klien. Dalam menjalankan peran sebagai advocat (pembela klien)
perawat harus dapat melindungi dan memfasilitasi keluarga dan
masyarakat dalam pelayanan keperawatan.
 Selain itu, perawat juga harus dapat mempertahankan dan melindungi hak-
hak klien, hak-hak klien tersebut antara lain :
a. Hak atas informasi; pasienberhak memperoleh informasi mengenai
tata tertib dan peraturan yang berlaku di rumah sakit / sarana
pelayanan kesehatan tempat klien menjalani perawatan.
b. Hak mendapat informasi yang meliputi hal-hal berikut.
o Penyakit yang dideritanya.
o Tindakan medik apa yang hendak dilakukan.
o Kemungkinan penyulit sebagai akibat tindakan tersebut dan
tindakan untuk mengatasinya.
o Alternatif terapi lain beserta resikonya.
o Prognosis penyakitnya.
o Perkiraan biaya pengobatan / rincian biaya atas penyakit
yang dideritanya.
o Hak atas pelayanan yang manusiawi , adil dan jujur.
o Hak untuk memperoleh pelayanan keperawatan dan asuhan
yang bermutu sesuai dengan atandart profesi keperawatan
tan pa diskriminasi.
o Hak menyetujui / memberikan izin persetjuan atas tindakan
yang akan dilakukan oleh perawat / tindkan medik
sehubungan dengan penyakit yang dideritanya (informed
consent).
o Hak menolak tindakan yang hendak dilakukan terhadap
dirinya dan mengakhiri pengobatan serta perawatan atas
tanggung jawab sesudah memperoleh informasi yang jelass
tentang penyakitnya.
o Hak didampingi keluarganya dalam keadaan kritis.
o Hak menjalankan ibadah sesuai agama / kepercayaan yang
dianutnya selama hal itu tidak mengganggu pasien lainnya.
o Hak atas keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam
perawatan di rumah sakit.
o Hak mengajukan usul , saran perbaikan atas perlakuan
rumah sakit terhadap
o Hak menerima atau menolak bimbingan moral maupun
spiritual.
o Hak didampingi perawat keluarga pada saat diperiksa
dokter.
o Hak untuk memilih dokter , perawat atau rumah sakit dan
kelass perawatan sesuai dengan keinginannya dan sesuai
dengan peraturanyang berlaku di rumah sakit atau sarana
pelayanan kesehatan.
o Hak atas rahasia medik atau hak atas “privacy” dan
kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data
medisnya.
o Hak meminta konsultasi kepada dokter lain yang terdaftar
di rumah sakit tersebut (second opinion), terhadap penyakit
yang dideritanya dengan sepengetahuan dokter yang
menangani.
o Hak untuk mengetahui isi rekam medik.

3. Conselor

Tugas utama perawat adalah mengidentifikasi perubahan pola interaksi


klien terhadap keadaan sehat sakitnya. Adanya pola interaksi ini merupakan dasar
dalam merencanakan metode untuk meningkatkan kemampuan adaptasinya.
Memberikan konseling/bimbingan kepada klien, keluarga dan masyarakat tentang
masalah kesehatan sesuai prioritas. Konseling diberikan kepada individu/keluarga
dalam mengintegrasikan pengalaman kesehatan dengan pengalaman yang lalu,
pemecaha masalah difokuskan pada masalah keperawatan, mengubah perilaku
hidup ke arah perilaku hidup sehat.

4. Educator

Seabagai pendidik klien, perawat membantu klien meningkatkan


kesehatannya melalui pemberian pengetahuan yang terkait dengan keperawatan
dan tindkan medik yang diterima sehingga klien/keluarga dapat menerima
tanggung jawab terhadap hal-hal yang diketahuinya sebagai pendidik , perawat
juga dapat memberikan pendidikan kesehatan kepada kelompok keluarga yang
berisiko tinggi, kader kesehatan, dan lain sebagainya.

5. Collaborator

Perawat bekerja sama dengan tim kesehatan lain dan keluarga dalam
menentukan rencana maupun pelaksanaan asuhan keperawatan guna memenuhi
kebutuhan kesehatan klien.

6. Coordinator

Perawat memanfaatkan semua sumber-sumber dan potensi yang ada, baik materi
maupun kemampuan klien secara terkoordinasi sehingga tidak interverensi yang
terlewatkan maupun tumpang tindih.

Dalam menjalankan peran sebagai koordinator perawat dapat melakukan hal-hal


berikut.

 Mengoordinasi seluruh pelayanan keperawatan


 Mengatur tenaga keperawatan yang akan bertugas
 Mengembangkan sistem pelayanan keperawatan
 Memberikan informasi tentang hal-hal yang terkait dengan pelayanan
keperawatan pada sarana keperawatan
7. Change agent

Sebagai pembaru, perawat mengadakan inovasi dalam cara


berpikir,bersikap,bertingkah laku dan meningkatkan keterampilan klien/keluarga
agar menjadi sehat. Elemen ini mencakup perencanaan,kerja sama,perubahan
yang sistematis dalam berhubungan dengan klien dan cara memberikan perawatan
kepada klien.

8. Consultant

Elemen ini secara tidak langsung berkaitan dengan permintaan klienter hadap
informasi tentang tujuan keperawatan yang diberikan.Dengan peran ini dapat
dikatakan,perawat adalah sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi
spesifik klien.

2.2 STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN PROFESIONAL

A. Pengertian Standar Praktik Keperawatan Profesional

standar praktek keperawatan adalah suatu pernyataan yang menguraikan


suatu kualitas yang diinginkan terhadap pelayanan keperawatan yang diberikan
untuk klien. ( Gillies, 1989:121)

Kelompok Kerja Keperawatan – Konsorsium Ilmu Kesehatan (1992)


mendefenisikan Praktik Keperawatan Sebagai tindakan mandiri perawat
profesional melalui kerja sama bersifat kolaboratif dengan pasien/klien tenaga
kesehatan lainnya dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai lingkup
wewenang dan tanggung jawabnya.

Perawat profesional pada pengertian diatas adalah Perawat Ahli Madya,


Perawat Ahli, Ners, Ners Spesialis dan Ners Konsultan yang pendidikan
keperawatannya berasalo dari jenjang perguruan tinggi keperawatan. Praktik
keperawatan sebagai tindakan keperawtan profesional meggunakan pengetahuan
teoritis yang mantap dan kokoh dari berbagai ilmu dasar (biologi, fisika,
biomedik, perilaku, sosial, dan ilmu keperawatan sebagai landasan untuk
melakukan pengkajian, diagnosis, menyusun perencanaan, melaksanakan asuhan
keperawatan dan evaluasi hasil-hasil tindakan keperawatan, serta mengadakan
penyesuaian rencana keperawatan untuk menentukan tindakan selanjutnya.

Malkemes, L.C. (1983) mengatakan bahwa praktik keperawatan


profesional (professional nursing practice) adalah suatu proses ketika Ners
terlibat dengan klien, dan melalui kegiatan ini masalah kesehatan klien
diidentifikasi dan diatasi.

B. Karakterisik Praktik Keperawatan Profesional

1. Otoritas (authority), yakni memiliki kewenangan sesuai dengan keahliannya


yang akan mempemgaruhi proses asuhan melalui peran profesional.
2. Akuntabilitas (accountability), yakni tanggung gugat terhadap apa yang
dilaksanakan sesuai dengtan ketentuan hokum yang berlaku dan bertanggung
jawab kepada klien, diri sendiri, dan profesi, serta mengambil keputusan yang
berhubungan dengan asuhan.
3. Pengambilan keputusan yang mandiri (independent decision making),
berarti sesuai dengan kewenangannya dengan dilandasi oleh pengetahuan
yang kokoh dan menggunakan pendekatan yang ilmiah dalam membuat
keputusan (judgments) pada tiap tahap proses keperawatan dalam
menyelesaikan masalah klien.
4. Kolaborasi (collaboration), artinya dapat bekerja sama,baik lintas program
maupun lintas sektor dengan mengadakan hubungan kerja dengan berbagai
disiplin dalam mengakses masalah klien, dan membantu kliens
menyelesaikannya.
5. Pembelaan/dukungan (advocacy), artinya bertindak demi hak klien untuk
mendapatkan asuhan yang bermutu dengan mengadakan intervensi untuk
kepentingan atau demi klien,dalam mengatasi masalahnya,serta berhadapan
dengan pihak-pihak lain yang lebih luas (system at large).
6. Fasilitasi (facilitation), artinya mampu memberdayakan klien dalam upaya
meningkatkan derajat kesehatannya dengan memaksimalkan potensi dari
organisasi dan sistem klien-keluarga (client-family system) dalam asuhan
(Chaska,1990)
C. Hakikat Praktik Keperawatan
Pada hakikatnya, keperawatan sebagai profesi senantiasa mengabdi
kepada kemanusiaan, mendahulukan kepentingan kesehatan klien di atas
kepentingan sendiri, bentuk pelayanan bersifat humanistik, menggunakan
pendekatan secara holistik, dilaksanakan berdasarkan pada ilmu dan kiat
keperawatan serta menggunakan kode etik sebagai tuntutan utama dalam
melaksanakan asuhan keperawatan.Asuhan keperawatan yang merupakan
inti praktik keperawatan ditunjukan kepada klien yaitu
individu,keluarga,dan masyarakat yang didasarkan pada hubungan
profesional perawat-klien.
Hubungan kesehatan professional perawat-klien yang pada
hakikatnya mengacu pada system interaksi antara perawat-klien secara
positif atau mengadakan hubungan teratoupik yang berarti bawa setiap
interaksi yang dilakukan memberikan dampak terapeutik yang
memungkinkan klien untuk berkembang lebih baik.

Karakteristik hubungan profesional

1.Berorientasi pada kebutuhan klien

2.Diarahkan pada pencapaian tujuan

3.Bertanggung jawab dalam menyelesaikan masalah klien

4.Memahami kondisi klien dengan berbagai keterbatasan

5.Memberi penilaian berdasarkan norma yang disepakati antara

perawat-klien

6.Berkewajiban memberikan bantuan pada klien agar mampu

menolong dirinya secara mandiri

7.Berkewajiban untuk membina hubungan berdasarkan rasa


percaya

8.Bekerja sesuai dengan kaida etik untuk menjaga kerahasiaanklien

dan hanya menggunakan informasi untuk kepentingan dan

persetujuan pasien

9.Berkewajiban menggunakan komuniksi efektif dalam memenuhi

kebutuhan klien.

Dengan terciptanya hubungan professional perawat-klien, maka


perawat sebagai pemberi pelayanan keperawatan akan mendapat suatu
kepercayaan. Dengan adanya kemampuan atau kopetensinya kepada klien
berupa kemampuan intelektual, keterampilan teknis dan sikap yang
dilandasi etika profesi sehingga mampu membuat keputusn secara
professional.

FOKUS PRAKTIK KEPERAWATAN PROFESIONAL

Praktik keperawata tidak boleh terlepas dari upaya kesehatan


masyarakat dunia dan system kesehatan nasional. focus utama
keperawatan saat ini adalah kesehatan masyarakat dengan target populasi
sosial.Manusia tidak dipandang hanya dari aspek fisik tetapi dipandang
sebagai makhluk yang holistic yang terdiri atas bio-psiko-sosial-kultural-
spiritual.

Tujuan praktik keperawatan sesuai yang dirancang WHO(1985)


harus diupayakan pada pencegahan primer,peningkatan kesehatan
pasien,keluarga,perawatan diri,dan peningkatan kepercayaan diri.

Prakik keperawatan meliputiempat area yang terkait dengan


kesehatan (kozier & Erb,1990)yaitu:

1. Peningkatan kesehatan(health promotion)


2. Pencegahan penyakit
3. Pemeliharaan kesehatan(health maintenance)
4. Pemulihan kesehatan(health restoration)dan
5. Perawatan pasien menjelang ajal

D. Nilai-Nilai Profesional Praktik Keperawatan

Nila-nilai profesional yang terkait dalam praktik keperawatan adalah


Sebagai berikut:

Nilai Intelektual
Terdiri dari 3 komponen yang sangat terkait, yaitu:
1.body of knowledge yang melandasi praktik profesional
2.pendidikan spesialisasi untuk meneruskan kelompok ilmu pengetahuan
3.penggunaan pengetahuan dalam berfikir secara kritis dan kreatif.

Nilai Komitmen Moral


Perilaku perawat harus dilandasi oleh aspek moral yang meliputi hal-hal berikut.
1.Beneficience yang berarti sebagai seorang profesional perawat harus selalu
mengupayakan tiap keputusan yang dibuat berdasarkan keinginan untuk
melakukan yang terbaik dan tidak merugikan klien (Jhonstone, 1994).

2.Adil yang berarti tidak mendriskriminasikan klien berdasarkan agama,ras,sosial


budaya,keadaan ekonomi,dan sebagainya tetapi melakukan klien sebagai individu
yang memerlukan bantuan dengan keunikan yang dimiliki.

3.Fidelity yang berarti bahwa perilaku caring, selalu berusaha menepati janji ,
memberikan harapan yang memadai, memiliki komitmen moral serta
memperhatikan kebutuhan spiritual klien.

Otonomi, Kendali, dan Tanggung Gurat


Otonomi berarti kebebasan dan kewenangan melakukan tindakan secara mandiri,
kendali mempunai implikasi pengaturan atau pengarahan terhadap sesuatu atau
orang, dan tanggung gugat berarti bertanggung jawab terhadap tindakan yang
telah dilakukan.