Anda di halaman 1dari 4

Mesin X-Ray

Konsep Dasar

Sinar-X adalah bentuk radiasi elektromagnetik yang didefinisikan sebagai suatu gelombang yang terdiri
atas gelombang listrik dan gelombang magnet. Sinar-X memiliki panjang gelombang dalam kisaran 10
hingga 0,01 nanometer, sesuai dengan frekuensi di kisaran 30 petahertz ke 30 exahertz (3 × 1016 Hz
sampai 3 × 1019 Hz) dan energi di kisaran 120 eV sampai 120 keV, lebih pendek panjang gelombang dari
sinar Ultra Violet (UV).

Di bidang kesehatan mesin x-ray mempunyai 2 fungsi, yaitu:

1. X-Ray diagnostik
Mesin x-ray diagnostik digunakan untuk melihat organ bagian dalam tubuh seperti
tulang, paru-paru, jantung dan sebagainya. Dengan diagnostik ini dapat mendeteksi
adanya keretakan tulang maupun tumor pada jaringan tubuh. Tegangan tabung x-ray
yang digunakan dalam mesin x-ray tidak lebih dari 150 kilovolt.
2. X-Ray terapi
Mesin x-ray terapi digunakan untuk merusak jaringan kanker atau tumor. Tegangan
tabung x-ray yang digunakan dalam mesin x-ray berkisar dari 400 kilovolt hingga
belasan megavolt.

Prinsip Kerja

Pada tabung x-ray yang biasanya terbuat dari bahan gelas terdapat filamen yang bertindak sebagai
katode dan target yang bertindak sebagai anode. Tabung sinar-X dibuat hampa udara agar elektron
yang berasal dari filamen tidak terhalang oleh molekul udara dalam perjalanannya menuju ke anode.
Filamen yang di panasi oleh arus listrik bertegangan rendah (If) menjadi sumber elektron. Makin besar
arus filamen (If), akan makin tinggi suhu filamen dan berakibat makin banyak elektron dibebaskan
persatuan waktu.

Elektron yang dibebaskan oleh filamen tertarik ke anode oleh adanya beda potensial yang besar atau
tegangan tinggi antara katode dan anode yang dicatu oleh unit sumber tegangan tinggi (potensial
katode beberapa puluh hingga beberapa ratus kV atau MV lebih rendah dibandingkan potensial anode),
elektron ini menabrak bahan target yang umumnya bernomor atom dan bertitik cair tinggi (misalnya
tungsten) dan terjadilah proses bremsstrahlung. Khusus pada pemercepat partikel energi tinggi
beberapa elektron atau partikel yang dipercepat dapat agak menyimpang dan menabrak dinding
sehingga menimbulkan bremsstrahlung pada dinding. Beda potensial atau tegangan antara kedua
elektrode menentukan energi maksimum sinar-X yang terbentuk, sedangkan fluks sinar-X bergantung
pada jumlah elektron persatuan waktu yang sampai ke bidang anode yang terakhir ini disebut arus
tabung (It).

Tahap selanjutnya sinar-x dipancarkan ke pasien atau objek. Sinar-x yang telah mengenai pasien/objek
akan diserap dan dihamburkan sehingga intensitas sinar yang melewati objek menjadi berkurang.
Kemudian sinar-x itu akan di tangkap oleh detector (screen) yang dapat mengemulsikan sebuah film.
Selanjutkan film tersebut akan diproses lebih lanjut di dalam kamar gelap dengan cairan fixer dan
developer, sehingga menghasilkan suatu rekaman objek yang telah dipotret untuk kepentingan
diagnose.

Komponen

Komponen utama penyusun mesin x-ray

1. HTT : Penghasil tegangan tinggi yang dibutuhkan untuk proses penyinaran (Pemercepat
elektron)
2. X-Ray Tube (Tabung X-ray) : Tempat terjadinya Sinar X
3. Treatment Table (Meja Pasien) : Tempat pemeriksaan Pasien.
4. Kolimator : Membatasi Luas lapangan penyinaran.
5. Control console : Pengaturan fungsi-fungsi penyinaran.seperti : KV,MA,Secon.
6. Image intens(If)ier : Tempat proses pengolahan gambar.
7. Monitor : Tempat melihat gambar yang telah diproses.
8. HT Cable : Menyalurkan Tegangan tinggi dari HTT ke tabung sinar X

Blok Diagram

Penjelasan :

Pada saat kita menyalakan pesawat sinar x dengan sebuah tengan maka pesawat sinar x akan
mendapatkan sebuah tegangan dari PLN, maka pesawat dalam keadaan standby dan beberapa
rangkaian telah mendapatkan tegangan awal seperti rangkaian pemanas filamen yang memberikan
tegangan pada filamen x-ray cup. Pada saat pesawat akan digunakan kita menentukan waktu yang
dibutuhkan pada rangkaian timer seperyi KV dan MAS.
Pada saat kita melakukan X-pose maka timer akan menghubungkan rangkaian power suplydan
rangkaian HTT sehingga HTT mendapatkan suply tegangan. Pada rangkaian HTT tegangan akan dinaikkan
menjadi tegangan tinggi dan disuply ke rangkaian X-ray cup sehingga terjadilah sinar X.

Pada saat waktu di timer tercapai maka timer akan memutuskan tegangan yang ke HTT sehingga proses
penyinaran atau ekspose selesai.

SOP

Adapun prosedur penggunaan mesin x-ray untuk pemeriksaan radiologi. Berikut ini langkah-langkanya :

i. Menghidupkan pesawat rontgen


1. Menghidupkan automatic voltage regulator dengan menaikkan handle “ON” dan
menunjukkan lampu indicator menyala pada bagian normal (cek tegangan masuk pada line
voltage meter yaitu menunjukkan berada dibagian garis hijau )
2. Menghidupkan alat konvensional dengan menekan tombol main switch “ON” sehingga
terlihat lambang power menyala dan tunggu sampai pada layar control table menampilkan
angka (menunjukkan kesiapan alat)
ii. Pemeriksaan radiologi
1. Sediakan kaset, marker, baju pasien
2. Tentukan faktor exposi (Kv,Ms, S)
3. Pasangkan kaset yang telah diberi marker pada table standard atau table konvensional.
4. Posisikan X-Ray tube
5. Lakukan exposi (hand switch) dengan tekanan pertama untuk pemanasan filament dan
tekanan kedua untuk X-ray (lampu indicator X-ray hidup)
iii. Mematikan pesawat rontgen
1. Mengembalikan kondisi exposi ke normal
2. Menekan tombol “OFF”
3. Mematikan automatic voltage regulator dengan menurunkan handle ke posisi “OFF”

Pemeliharaan (Maintenance)

Pemeliharaan alat bertujuan agar tercapainya kondisi peralatan elektromedik yang selalu dalam
kondisi selalu layak pakai dan dapat berfungsi dengan baik. Berikut ini adalah pemeliharaan alat mesin x-
ray :

1. Pembersihan alat setelah habis pakai, gunakan pembersih yang sesuia dengan
rekomendasi pabrik
2. Pemanasan alat dilakukan sebelum digunakan pada pasien.
3. Pemantauan tegangan yang dipakai sehingga dapat memperpanjang umur dari alat.
4. Pengecheckan uji fungsi alat secara rutin.
5. Lakukan pelumasan pada roda gigi serta roda penggerak lainnya. Gunakan pelumas yang
sesuai dengan rekomendasi pabrik.
6. Pengecekan grounding.
7. Pastikan pelindung radiasi terpasang.
8. Pastikan kolimator berfungsi dengan baik.
9. Pastikan lampu indikator radiasi menyala pada saat expose.
10. Pastikan supply tegangan masih sesuai kebutuhan.

Troubleshooting

Masalah yang umum terjadi pada mesin x-ray dan cara penyelesaiannya adalah :

Masalah : Pelinding kabel HTT rusak

Penyebab masalah : penahan siku yang terlalu kuat

Solusi : mengganti pelindung dangan kabel fleksibel