Anda di halaman 1dari 2

‫الر ِحي ِْم‬

َّ ‫الرحْ َم ِن‬
ّ ِ‫س ِم هللا‬
ْ ِ‫ب‬

, َ‫ع َلى ا َ ِل ِه َوصَحْ بِ ِه اَجْ َم ِع ْين‬


َ ‫سيِّدِنا َ َو َم ْو َلنَا ُم َح َّم ٍد َو‬ َ ‫ف اْلألَ ْنبِيا َ ِء َوا ْل ُم ْر‬
َ َ‫س ِل ْين‬ ِ ‫َلى اَش َْر‬
َ ‫س َال ُم ع‬ ِ ّ ‫ا َ ْلح َْم ُد هللِ َر‬
َّ ‫ب العَالَ ِم ْينَ َوال‬
َّ ‫صالَةُ َوال‬
‫اَ َّما بَ ْع ُد‬

Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyrafil anbiyaa’i wal mursaliin
sayyidinaa wamaulaanaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi ajma’iin, amma ba’du.

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kita kehadirat Allah Subhanahu
wata’ala yang telah melimpahkan rahmat dan ni’matnya kepada kita semua. Terutama adalah
ni’matul Islam wal Iman. Karena dengan Islam dan Iman lah kita bisa berbahagia di dunia dan
akhirat.

Yang kedua, shalawat serta salam senantiasa kita haturkan kepada junjungan kita nabi agung
Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Yang mana beliau telah berjasa dalam membawa
peradaban manusia jahiliyyah menuju peradaban yang terang benderang penuh dengan ilmu
pengetahuan dan cahaya.

Shalat¸shalat itu membuat kita mendapat banyak keajaiban dari Allah, kemuliaan akhlak buat
kita dapat banyak keajaiban dari manusia. Jadi, kalau pengen mendapat kejaiban dari Allah,
pengan Allah itu baik – baik ke kita, itu Shalat. Kita pengen melihat keajaiban dari manusia tiba
– tiba banyak orang yang membantu Kita, tiba – tiba musuh jadi sahabat setia. Musuh, bisa jadi
sahabat setia lewat apa?, bukan lewat ancaman, anacaman itu tidak mengubah musuh jadi
sahabat, hanya mengubah musuh menjadi takut. Tetapi, kalau akhlak yang mulia jangankan
temen, musuh saja bisa jadi orang yang paling setia kepada kita. Makanya, kalau kita pengen
dapat dua keajaiban, keajaiban dari langit dan keajaiban dari bumi, keajaiban dari langit dijemput
dengan shalat, keajaiban bumi dijemput dengan akhlak yang mulia. Jaga akhlak kita, salah satu
akhlak mulia yang paling luar biasa, puncak dari akhlak mulia itu adalah sabar. Sabar. Belajar
sabar menghadapi perangai manusia, Belajar sabar terhadap gangguan orang lain. Apa kata
nabi?

“Mukmin yang bergaul dengan banyak orang, lalu bersabar atas gangguan mereka itu lebih
baik dari pada mukmin yang tidak mau bergaul dan tidak sabar dengan gangguan manusia”

Sama dengan gangguan banyak orang, kalau perlu kita belajar sabarnya justru dari orang yang
suka ngejengkelin kita. Jadi, kalau bertemu dengan orang yang buat kita jengkel, buat kita bete,
buat ill feel, berarti dia sedang mengajarkan kita tentang sabar. Niatin saja, makasih ya guru ya
sudah ngajarin saya sabar.
Sabar itu kalau kata ulama, “Ibunya akhlak mulia”. Jadi, kalau kita mau kita akhlak mulia
apapun, mulai nya dari Sabar. Kalau kita tidak punya sabar, kita kehilangan sebagian besar dari
karakter akhlak – akhlak mulia. Mulailah dari sabar dalam segala urusan, apalagi dengan
manusia. Apalagi orang yang jarang ke masjid, mungkin, mungkin perangainya masih perangai
orang – orang yang egois, atau individualis, dan segala macam. Bahkan yang sudah ke mesjid
sekalipun, namanya juga manusia, kita pasti akan ada salah walaupun kita rajin shalatdan ibadah
lainnya, yang namanya manusia, tetap saja ada salah, belajar sabar menghadapi mereka. Kalau
kita sabar, insha allah, yang musuhpun bisa menjadi kawan sejati atau akan membela kita suatu
saat nanti. Seperti kisah para sahabat Nabi, Bilal selama 13 tahun sabar banget, sehingga
akhirnya apa? Ikrima, anaknya Abu Jahal yang dulunya menyiksa Bilal, ternyata suatu saat
menjadi salah satu pembela kaum muslimin.
Yang dulunya menyakiti para sahabat 13 tahun di Mekkah, suatu saat nanti merekalah yang
membela para sahabat di Madinah. Jadi, kesabaran itu adalah cara bagi Allah untuk menolong
kita. Makanya disebutkan disini

“wasta’inu bishabri washalah”


Akhalaknya adalah sabar, ibadahnya adalah Shalat.

Fokuslah dengan dua hal itu saja, dengan Allah itu rajin Shalat, dengan manusia itu belajar sabar.
Sudah, inshallah kita akan mendapatkan banyak keajaiban dari langit dan dari bumi, akrena
akhlak yang mulia ini, insya allah.