Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Menstruasi adalah proses keluarnya darah dari vagina yang terjadi
diakibatkan siklus bulanan alami pada tubuh wanita. Siklus ini merupakan
proses organ reproduksi wanita untuk bersiap jika terjadi kehamilan. Persiapan
ini ditandai dengan penebalan dinding rahim (endometrium) yang berisi
pembuluh darah. Jika tidak terjadi kehamilan, endometrium akan mengalami
peluruhan dan keluar bersama darah melalui vagina.
Menstruasi adalah perubahan fisiologis dalam tubuh seorang
perempuan yang terjadi secara berkala dan dialami setiap bulannya secara
rutin. Hal ini dipengaruhi oleh hormon reproduksi. Otak melepaskan hormon
reproduksi yang memfasilitasi indung telur untuk melepaskan hormon
estrogen dan progesteron. Kedua hormon ini akan mematangkan sel telur
sehingga terjadi menstruasi atau kehamilan bila ada pembuahan.
Saat menjelang menstruasi, gejala yang dirasakan oleh seorang
perempuan pada umumnya berbeda-beda. Ada yang mengganggu kehidupan
sehari-hari, namun ada pula yang tidak terganggu sama sekali, mereka tetap
bersekolah, kuliah atau bekerja seperti biasa.
Siklus ini berjalan sekitar 4 minggu, dimulai sejak hari pertama
menstruasi, hingga hari pertama menstruasi berikutnya tiba. Siklus menstruasi
pada seorang wanita diatur oleh berbagai hormon, baik yang dihasilkan oleh
organ reproduksi maupun kelenjar lain. Beberapa hormon yang terlibat adalah
GnRH (gonadotropin relasing hormone), FSH (folicle stimulating hormone),
LH (luteinizing hormone), estrogen, dan progesteron.

Pembuahan (Konsepsi) adalah merupakan awal dari kehamilan,


dimana satu sel telur dibuahi oleh satu sperma. Sel telur atau ovum manusia
diproduksi oleh indung telur (ovarium) sejak masa janin. Sel bakal telur (sel
promordial) mulai berkembang dengan mengadakan pembelahan pada usia
kehamilan 3 bulan. Pembelahan terhenti pada suatu fase yang tertahan hingga
akil balik dan menjadi sempurna pada saat sel telur dibuahi (Khumaira, 2012
; hal. 19).
Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intrauterin
mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan (Khumaira,
2012 ; hal. 3).
Konsepsi menandai terjadinya proses kehamilan. Bersatunya sel telur
(ovum) dan sperma disebut dengan konsepsi. Terhitung dari hari pertama
menstruasi terakhir selama 280 hari(40 minggu) adalah proses kehamilan
(gestasi) berlangsung. Selama 38 minggu adalah usia kehamilan, karena

1|Page
perhitungan dimulai dari tanggal konsepsi yang terjadi dua minggu setelahnya
(Kamariyah dan Anggasari, 2014).
Pertumbuhan janin dalam kandungan merupakan hasil interaksi antara
potensi genetik dari ayah maupun ibu dan lingkungan intrauterin.
Pertumbuhan janin dipengaruhi oleh faktor-faktor selama kehamilan, yaitu
sakit berat, komplikasi kehamilan, kurang gizi, dan keadaan stress pada ibu
hamil (Soetjiningsih, 2012). Status gizi ibu pada kehamilan berpengaruh pada
status gizi janin. Asupan makanan ibu dapat masuk ke janin melalui tali pusat
yang terhubung kepada tubuh ibu. Kondisi terpenuhinya kebutuhan zat gizi
janin terkait dengan perhatian asupan gizi dari makanan yang adekuat agar
tumbuh kembang janin berlangsung optimal (Indreswari et al., 2008).

1.2 RUMUSAN MAKALAH


A. Menstruasi
1. Apa itu menstruasi?
2. Apa saja siklus dalam menstruasi?
3. Apa saja gejala-gejala yang dialami pada saat menstruasi?
B. Konsepsi
C. Fetus

1.3 TUJUAN
1. Memenuhi tugas Keperawatan Maternitas tentang Menstruasi, Konsepsi
dan Fetus.
2. Mengetahui tentang Menstruasi, Konsepsi, serta Fetus pada Keperawatan
Maternitas.

2|Page
BAB II

PEMBAHASAN

A. MENSTRUASI

2. 1 DEFINISI MENSTRUASI
Menstruasi adalah proses keluarnya darah dari vagina yang terjadi
diakibatkan siklus bulanan alami pada tubuh wanita. Siklus ini merupakan
proses organ reproduksi wanita untuk bersiap jika terjadi kehamilan. Persiapan
ini ditandai dengan penebalan dinding rahim (endometrium) yang berisi
pembuluh darah. Jika tidak terjadi kehamilan, endometrium akan mengalami
peluruhan dan keluar bersama darah melalui vagina.
Siklus ini berjalan sekitar 4 minggu, dimulai sejak hari pertama
menstruasi, hingga hari pertama menstruasi berikutnya tiba. Siklus menstruasi
pada seorang wanita diatur oleh berbagai hormon, baik yang dihasilkan oleh
organ reproduksi maupun kelenjar lain. Beberapa hormon yang terlibat adalah
GnRH (gonadotropin relasing hormone), FSH (folicle stimulating hormone),
LH (luteinizing hormone), estrogen, dan progesteron.

2. 2 SIKLUS MENSTRUASI

Berdasarkan perubahan kondisi rahim dan konsentrasi hormon, siklus


menstruasi dibagi menjadi beberapa fase, yaitu:

 Fase menstruasi. Fase menstruasi merupakan fase pertama di dalam


siklus menstruasi. Fase ini ditandai dengan terjadinya peluruhan
dinding rahim yang berisi pembuluh darah dan cairan lendir. Fase
menstruasi terjadi ketika sel telur tidak dibuahi sehingga tidak terjadi
kehamilan. Kondisi ini menyebabkan dinding uterus yang mengalami
penebalan pada fase-fase sebelumnya untuk mempersiapkan terjadinya
kehamilan, tidak lagi diperlukan oleh tubuh.
 Fase folikular. Fase ini terjadi ketika kelenjar hipotalamus di otak
mengeluarkan GnRH untuk merangsang kelenjar pituitari atau
hipofisis sehingga mengeluarkan FSH. FSH akan merangsang indung
telur atau ovarium untuk membentuk folikel yang berisi sel telur yang
belum matang. Folikel akan terus berkembang selama sekitar 16 hari
bersamaan dengan perkembangan sel telur. Folikel yang sedang
mengalami pematangan akan mengeluarkan hormon estrogen yang
mulai merangsang penebalan dinding rahim.
 Fase ovulasi. Fase ovulasi terjadi ketika ovarium melepaskan sel telur
yang sudah matang ke saluran indung Sel telur akan keluar dari
ovarium pada saat kadar LH di dalam tubuh mencapai puncaknya. Sel
telur yang keluar dari ovarium akan berjalan menuju rahim untuk siap
dibuahi oleh sperma. Jika tidak dibuahi, sel telur akan melebur 24 jam

3|Page
setelah terjadinya ovulasi. Pada wanita yang memiliki siklus
menstruasi selama 28 hari, umumnya ovulasi terjadi pada hari ke 14.
 Fase luteal. Fase ini terjadi ketika folikel yang sudah mengeluarkan
sel telur yang sudah matang berubah menjadi jaringan yang dinamakan
korpus luteum. Korpus luteum akan mengeluarkan hormon estrogen
dan progesteron untuk menjaga agar dinding uterus atau rahim tetap
tebal, sehinga uterus tetap siap menampung sel telur jika sudah
dibuahi. Jika terjadi kehamilan, tubuh wanita akan mengeluarkan
hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin) untuk menjaga agar
korpus luteum tetap ada di dalam ovarium sehingga dinding uterus
tidak meluruh. Akan tetapi jika tidak terjadi kehamilan, korpus luteum
akan meluruh sehingga kadar hormon estrogen dan progesteron dalam
darah juga akan menurun. Penurunan kadar hormon estrogen dan
progesteron akan menyebabkan dinding uterus mengalami peluruhan
dan terjadi menstruasi. Fase luteal umumnya terjadi sekitar 11-17 hari
dengan rata-rata lamanya adalah 14 hari.

Normalnya menstruasi terjadi sekitar 3-7 hari pada kebanyakan wanita. Meski
demikian, tidak semua wanita mengalami siklus yang sama, bahkan di antara
wanita yang berusia hampir sama. Siklus mentruasi terkadang bisa datang
lebih cepat atau lebih lambat, dengan perbedaan yang berkisar antara 21
hingga 35 hari.

Usia Mentruasi Pertama


Siklus menstruasi pertama terjadi pada gadis remaja saat mereka memasuki
masa pubertas, biasanya diawali pada usia 12 tahun atau sekitar 2-3 tahun
setelah payudara mulai tumbuh. Usia pertama menstruasi yang dialami oleh
seorang anak juga umumnya terjadi pada usia yang sama dengan ibu atau
kakak perempuan mereka.
Menstruasi pertama bisa datang lebih cepat atau lambat. Ada yang
mengalaminya sejak sekitar usia 8 tahun, dan ada yang baru mengalaminya di
atas usia 12 tahun. Meski demikian, sebagian besar gadis remaja sudah
mengalami menstruasi secara rutin pada usia 16 hingga 18 tahun. Menstruasi
akan terus berlangsung sampai menopause tiba. Menopause dapat terjadi pada
wanita berusia 40 tahun hingga pertengahan usia 50 tahun.
2. 3 GEJALA-GEJALA PADA SIKLUS MENSTRUASI

Sindrom pramenstruasi (PMS)


Dalam siklus menstruasi, perubahan kadar hormon dalam tubuh wanita akan
terjadi. Berubahnya jumlah hormon bisa memengaruhi fisik dan emosi, yang
dapat muncul beberapa hari sebelum menstruasi. Gejala ini disebut sindrom
pramenstruasi atau premenstrual syndrome(PMS).
Sejumlah perubahan fisik dan emosi yang biasanya muncul sebelum
menstruasi adalah:

4|Page
 Lelah
 Sakit kepala
 Perut kembung
 Payudara menjadi sensitif
 Kenaikan berat badan
 Nyeri pada otot dan sendi
 Diare atau konstipasi
 Muncul jerawat.

Sementara, perubahan emosi yang bisa terjadi pada saat wanita mengalami
PMS adalah:

 Uring-uringan
 Suasana hati yang tidak stabil
 Sulit konsentrasi
 Mudah menangis
 Sulit tidur
 Perubahan nafsu makan
 Kecemasan berlebihan
 Turunnya rasa percaya diri
 Gairah seks yang menurun.

Pada beberapa wanita, gejala PMS dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-
hari, sehingga memaksa wanita yang mengalami PMS berat untuk beristirahat.
Akan tetapi terlepas dari seberapa parah gejala PMS yang diderita, gejala-
gejala tersebut akan mereda setelah sekitar 4 hari.
Menstruasi
Saat menstruasi, wanita akan mengalami perdarahan dari vagina selama 2 hari
sampai satu minggu, dengan volume darah rata-rata sekitar 30-70 mililiter.
Tetapi ada sebagian wanita yang mengeluarkan darah yang lebih banyak.
Volume perdarahan terbanyak selama menstruasi terjadi pada hari pertama
dan kedua.
Selama menstruasi, sakit atau kram perut juga dapat terjadi. Apabila Anda
mengalami sakit atau kram perut yang terasa mengganggu aktivitas sehari-
hari, sejumlah cara berikut bisa bermanfaat untuk menguranginya:

 Menghangatkan perut, misalnya dengan kompres air hangat


 Olahraga ringan, seperti berjalan kaki atau bersepeda
 Memijat perut bagian bawah
 Meminum obat pereda rasa sakit, misalnya paracetamol
 Berhenti merokok
 Melakukan teknik relaksasi, contohnya yoga dan meditasi
 Menghindari minuman yang mengandung kafein dan alkohol.

Kelainan pada Siklus Menstruasi


Durasi serta volume perdarahan pada siklus menstruasi yang dialami masing-
masing wanita berbeda-beda. Tiap wanita dianjurkan untuk memperhatikan
atau mencatat siklus menstruasinya agar dapat segera menyadari jika muncul

5|Page
kejanggalan tertentu. Siklus menstruasi yang tidak biasa atau volume darah
yang berlebihan terkadang dapat menandakan adanya masalah kesehatan.
Gejala kelainan siklus menstruasi berbeda-beda untuk setiap kelainan. Namun
secara umum, gejala yang perlu diperhatikan sebagai tanda kelainan siklus
menstruasi adalah:

 Terjadi lebih dari 7 hari


 Mengalami perdarahan deras yang menyebabkan perlunya mengganti
pembalut tiap 1-2 jam
 Menstruasi terjadi lebih sering dalam kurun waktu 21 hari
 Terjadinya menstruasi kurang dari yang seharusnya dalam kurun waktu
45 hari
 Mengalami perdarahan berat yang diikuti munculnya lebam atau
perdarahan. Hal ini harus menjadi perhatian terutama pada wanita yang
memiliki keluarga dengan riwayat kelainan perdarahan.

Kelainan menstruasi pada wanita di usia awal menstruasi dapat diamati dari
tanda-tanda seperti:

 Menstruasi belum terjadi pada kurun waktu 3 tahun setelah


berkembangnya payudara
 Menstruasi belum terjadi pada usia 15 tahun
 Menstruasi belum terjadi pada usia 14 tahun diikuti dengan tanda-
tanda hirsutisme.

Permasalahan dalam menstruasi yang umum terjadi dibagi dalam empat


kategori, yaitu:
Menorrhagia
Menorrhagia adalah volume darah yang berlebihan saat menstruasi. Beberapa
gejala dalam kondisi ini adalah:

 Volume darah yang terlalu banyak sehingga harus mengganti pembalut


tiap jam dan ini berlangsung selama beberapa jam
 Harus menggunakan dua pembalut untuk menampung perdarahan
 Harus bangun untuk mengganti pembalut pada saat tidur
 Mengalami gejala anemia, misalnya lemas atau sesak napas
 Durasi menstruasi yang berlangsung lebih dari 7 hari
 Mengeluarkan gumpalan-gumpalan darah berukuran besar selama
lebih dari satu hari
 Terpaksa membatasi rutinitas karena volume darah yang hilang
berlebihan saat menstruasi.

Kelainan ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari ketidakseimbangan
hormon hingga miom yang tumbuh pada rahim. Oleh karena itu, sebaiknya
periksakan diri ke dokter apabila Anda mengalami perdarahan yang berlebihan
agar dapat ditangani secara seksama.
Metrorrhagia

6|Page
Metrorrhagia merupakan perdarahan dari vagina yang terjadi diantara dua
periode menstruasi. Penyebab terjadinya metrorrhagia cukup beragam, dapat
disebabkan oleh ketidakseimbangan hromon, infeksi, miom, hingga kanker.
Jika muncul metrorrhagia, dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter
untuk menjalani pemeriksaan sehingga dapat ditangani penyebabnya.
Pengobatan metrorrhagia bergantung kepada penyebab tejadinya metrorrhagia.
Oligomenorrhea
Haid biasanya datang tiap 21 hingga 35 hari. Tetapi, ada juga wanita yang
mengalami menstruasi secara tidak teratur, yaitu bila haid datang setelah 90
hari. Kondisi ini disebut sebagai oligomenorrhoea.
Terdapat beberapa penyebabnya, seperti penggunaan kontrasepsi, olahraga
berat, gangguan pola makan, serta diabetes dan penyakit tiroid, sehingga
penanganannya pun berbeda-beda.
Amenorrhea
Amenorrhea adalah istilah medis di mana menstruasi terhenti sama sekali.
Kondisi ini bisa terjadi dengan alami atau diakibatkan oleh penyakit dan
konsumsi obat tertentu.
Sejumlah faktor alami yang dapat menyebabkan masalah ini, di antaranya
adalah:

 Kehamilan
 Menyusui
 Menopause.

Penyakit yang menyerang indung telur (ovarium), seperti polycystic ovarian


syndrome (PCOS), bekas luka pada dinding rahim, bentuk vagina abnormal,
organ reproduksi yang tidak berkembang sempurna, gangguan hormon tiroid,
dan adanya tumor pada kelenjar pituitari atau hipofisis di otak juga dapat
mengakibatkan amenorrhea.
Konsumsi obat maupun pil KB, stres, olahraga yang berlebihan, dan berat
badan yang terlalu rendah juga bisa menyebabkan amenorrhea. Jika
penyebabnya sudah diatasi, menstruasi akan kembali normal.
Dysmenorrhea
Dysmenorrhea atau nyeri haid adalah hal biasa yang pernah dirasakan tiap
wanita. Dysmenorrhea yang biasanya terjadi sebelum dan pada saat
menstruasi ini umumnya berupa nyeri atau kram di perut bagian bawah yang
terus berlangsung, dan terkadang menyebar hingga ke punggung bawah serta
paha. Rasa nyeri tersebut juga bisa disertai sakit kepala, mual, dan diare.
Obat pereda sakit dapat digunakan untuk mengatasi dysmenorrhoea. Tetapi
hubungilah dokter jika Anda mengalami nyeri menstruasi yang tidak
tertahankan atau bertambah parah untuk memastikan bahwa kondisi ini bukan
disebabkan oleh penyakit tertentu, terutama jika Anda berusia di atas 25 tahun.

7|Page
B. KONSEPSI

Pembuahan (Konsepsi) adalah merupakan awal dari kehamilan,


dimana satu sel telur dibuahi oleh satu sperma. Sel telur atau ovum manusia
diproduksi oleh indung telur (ovarium) sejak masa janin. Sel bakal telur (sel
promordial) mulai berkembang dengan mengadakan pembelahan pada usia
kehamilan 3 bulan. Pembelahan terhenti pada suatu fase yang tertahan hingga
akil balik dan menjadi sempurna pada saat sel telur dibuahi (Khumaira, 2012
; hal. 19).
Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intrauterin
mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan (Khumaira,
2012 ; hal. 3).
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnnya janin,
lamanya kehamilan normal 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung
dari pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi dalam 3 trimester, yaitu trimester
pertama, dimulai dari hasil konsepsi sampai 3 bulan, trimester kedua dari
bulan keempat sampai 6 bulan, trimester ketiga dari bulan ketujuh sampai 9
bulan (Khumairah, 2012 ; hal.3). Kehamilan mempengaruhi perubahan fisik
dan mental emosi ibu. Pada masa kehamilan, emosi muadaj naik dan turun.
Muncul rasa cemas dan takut menghadapi persalinan dan kondisi bayi dalam
kandungan. Hal tersebut bisa diakibatkan perubahan hormon dalam tubuh
serta ada keinginan ibu mendapatkan perhatian suami dan lingkungannya,
karenanya ibu hamil perlu memantau perkembangan kesejahteraan janin
dengan berkonsultasi pada bidan maupun dokter.
Peristiwa konsepsi terjadi di ampula tuba. Pada hari ke 11-14 terjadi
ovulasi dari siklus menstruasi normal. Ovulasi adalah peristiwa matangnya sel
telur sehingga siap untuk dibuahi.
Pada saat coitus, 3-5 cc semen yang ditumpahkan ke dalam forniks
posterior, dengan jumlah spermatozoon sekitar 200-500 juta.
8|Page
Gerakan sperma dari serviks terus melintasi uterusmenuju tuba falopi. Jika
tidak terjadi pembuahan, sel telur akan mengalami kemunduran (degenerasi)
dan dibuang melalui vagina bersamaan dengan darah menstruasi. Jika
terjadi pembuahan, maka sel telur yang telah dibuahi oleh sperma akan
mengalami serangkaian pembelahan dan tumbuh menjadi bakal janin
(embrio). Gerakan sperma di dalam rongga uterus dan tuba disebabkan oleh
kontraksi otot-otot pada organ tersebut.

Spermatozoa yang dapat melintasi zona pellusida dan masuk ke dalam


vitellus pada saat fertilisasi hanya satu. Pada keadaan normal, sel tubuh
mempunyai 46 buah kromosom, masing-masing ovum dan sperma memiliki
23 kromosom terdiri dari 22 kromosom tubuh (autosom) dan 1 kromosom
seks. Kedua inti akan menyatu pada saat fertilisasi, sehingga ovum memiliki
46 kromosom, bersatunya sel sperma dan sel telur membentuk zigote.

Zigot akan mengalami pembelahan sekitar 30 jam pasca konsepsi.


Proses pembelahan menjadi 2 sel disebut blastomer. Blastomer akan berjalan
menuju uterus dan terus melakukan pembelahan menjadi 4 sel, kemudian
membelah lagi menjadi 8 sel dan akhirnya zigot menjadi 12-16 blastomer
yang menyerupai buah murbai yang disebut morula.Perjalanan zigot hingga
memasuki kavum uteri memerlukan waktu sekitar 3 hari.

PROSES PEMBUAHAN DAN KEHAMILAN

Proses kehamilan di dahului oleh proses pembuahan satu sel telur yang
bersatu dengan sel spermatozoa dan hasilnya akan terbentuk zigot. Zigot mulai
membelah diri satu sel menjadi dua sel, dari dua sel menjadi empat sel dan
seterusnya. Pada hari ke empat zigot tersebut menjadi segumpal sel yang
sudah siap untuk menempel / nidasi pada lapisan dalam rongga rahim
(endometrium). Kehamilan dimulai sejak terjadinya proses nidasi ini. Pada
hari ketujuh gumpalan tersebut sudah tersusun menjadi lapisan sel yang
mengelilingi suatu ruangan yang berisi sekelompok sel di bagian dalamnya.
Sebagian besar manusia, proses kehamilan berlangsung sekitar 40 minggu
(280 hari) dan tidak lebih dari 43 minggu (300 hari). Kehamilan yang
berlangsung antara 20 – 38 minggu disebut kehamilan preterm,sedangkan bila
lebih dari 42 minggu disebut kehamilan postterm. Menurut usianya, kehamilan
ini dibagi menjadi 3 yaitu kehamilan trimester pertama 0 – 14 minggu,
kehamilan trimester kedua 14 – 28 minggu dan kehamilan trimester ketiga 28
– 42 minggu.

Gangguan pada kehamilan:


 Mual dan muntah
 Liur melimpah
 Tekanan pada dada
 Lemah dan pusing
 Sariawan
 Gangguan buang air besar

9|Page
 Varises
 Wasir atau ambeien
 Kejang kaki
 Keputihan

C. FETUS

I (0 – 4 minggu)

 Bakal janin mengalami bentuk fisik diantaranya zygot yang kemudian


membelah diri jadi puluhan sel dan pada akhirnya bakal janin tersebut
berbentuk seperti “koma”
 Tonjolan jantung yang telah terbentuk dalam rongga dada dan mulai
berdetak dan sudah mampu memompa darah ke seluruh tubuh embrio.

II (4 – 8 minggu)

 Menuju usia ke 5 minggu, tulang punggung, sistem dan otak mulai


berkembang
 Minggu ke sembilan mulut dan hidung janin saat ini sudah terbentuk
dan terlihat jelas

III (8 – 12 minggu)

10 | P a g e
 Merupakan awal dari trimester kedua sebagai tahap utama
perkembangan janin
 Janin sudah bisa membuka dan menutup mulutnya serta mulai berlatih
melakukan gerakan manghisap dan menelan
 Berat janin bertambah sampai 65 g dan panjangnya 10 cm
 Tungkai dan lengan terus tumbuh dan panjang janin 39 mm.
 Minggu ke sepuluh, bagian luar telinga janin sudah tampak.
 Pada Kuku jari tangan sudah terbentuk dan sudah mampu menekuk
tangannya menjadi setengah kepalan
 Bagian luar alat kelaminnya sudah terbentuk

IV (12 – 16 minggu)

 Lengan, pergelangan dan jari-jarinya sudah dapat ditekuk dan


mengepal.
 Minggu ke 17 bisa menghisap jempol, bobotnya sekitar 285 g.
 Gigi susu dan tunas gigi sudah berkembang di dalam gusinya.

V (16 – 20 minggu)

 Tumbuh rambut di kelopak mata, alis dan kulit kepala.

11 | P a g e
 Hampir seluruh sistem di dalam tubuh sudah mulai menjalankan
tugasnya termasuk sistem saraf
 Alat kelaminnya sudah terbentuk dan berkembang dengan baik
 Sel darah putih sudah terbentuk, kulit janin pun sudah menebal dan
tidak tembus cahaya.
 Bobotnya sekitar 425 g dan panjangnya 30 cm

VI (20 – 24 minggu)

 Detak jantung bayi dapat didengar dengan menggunakan stetoskop di


perut ibu.
 Kelopak mata janin dapat membuka dan menutup, jantungnya berdetak
150 kali per menit.
 Otot-otot tubuhnya kian kuat, bobot janin sekitar 150g.

VII (24 – 28 minggu)

 Kulit dan tubuh janin yang kurus akan tampak berisi


 Paru-paru dan otaknya belum berkembang sempurna namun saraf dan
jaringannya sudah berfungsi
 Pada usia 33 minggu, kuku jari tangannya tumbuh sempurna.
 Panjang sekitar 43 cm dengan bobot 2 kg.

VIII (28 – 32 minggu)

12 | P a g e
 Bakal bayi mulai memproduksi hormon kortison yang membantu
menyempurnakan pembentukan paru-paru agar siap bernafas saat
dilahirkan.
 Di akhir bulan, kepalanya umumnya sudah benarbenar masuk ke
rongga panggul dan siap untuk dilahirkan.
 Beratnya 2,75 kg dengan panjang sekitar 45-50 cm

IX (36 minggu)

 Pada bulan ini normalnya bayi berada di posisi siap untuk lahir.
 Vernix yang melindungi kulitnya dari cairan amnion mulai larut.
 Janin di usia 39 minggu sudah dapat menjalankan fungsi tubuhnya
sendiri.
 Bobotnya sekitar 3 kg dan panjangnya sekitar 50 cm.

13 | P a g e
BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Menstruasi adalah proses keluarnya darah dari vagina yang terjadi


diakibatkan siklus bulanan alami pada tubuh wanita.

Siklus-siklus kehamilan :

1. Fase menstruasi
2. Fase folikular
3. Fase ovulasi
4. Fase luteal

Pembuahan (Konsepsi) adalah merupakan awal dari kehamilan,


dimana satu sel telur dibuahi oleh satu sperma.

3.2 SARAN
Menstruasi, pembuahan (konsepsi), serta fetu pada ibu hamil sangatlah
penting karena ini dapat mempengaruhi usia kehamilan. Maka dari itu kita
sebagai perawat dapat menyampaikan tentang menstruasi, konsepsi serta fetus
kepada ibu hamil.

14 | P a g e
DAFTAR PUSTAKA

Dias. 2010. Konsepsi. triadias.blog.com/2010/02/20/konsepsi/ unduh 17 Maret 2011


09.03 AM

Pro health.
2008. Konsep Kehamilan. forbetterhealth.wordpress.com/2008/12/18/konsep-
kehamilan/ unduh 17 Maret 2011 11.00 AM

Watson, S. Healthline (2018). Stages of Menstrual Cycle.

Hawkins, S. Matzuk, M. (2008). Menstrual Cycle: Basic Biology. Ann N Y Acad Sci.
1135. pp 10–18.

NIH (2018). NICHD. Menstruation.

MedicineNet (2013). Menstruation (Menstrual Cycle).

https://lusa.afkar.id/konsepsi

https://www.alodokter.com/menstruasi

https://pkbi-diy.info/proses-pembuahan-dan-kehamilan/

15 | P a g e