Anda di halaman 1dari 14

BAB II

PEMBAHASAN

1. Pengertian
Anti emetika adalah obat obatan yang digunakan untuk
mengurangi atau menghilangkan perasaan mual dan muntah.
Karena muntah hanya suatu gejala, maka yang penting
dalam pengobatan adalah mencari penyebabnya. Muntah
dapat disebabkan antara lain:
1). Rangsangan dari asam lambung – usus ke pusat
muntah karena adanya kerusakan mukosa lambung dan
usus, makanan yang tidak cocok, hepatitis, dan lain-lain
2).Rangsangan tidak langsung melalui Chemo reseptor
Trigger Zone(CTZ) yaitu suatu daerah yang letaknya
berdekatan dengan pusat muntah. Rangsangan
disebabkan oleh obat-obatan(seperti tetrasiklin,
digoksin, estrogen, morfin), gangguan keseimbangan
dalam labirin, gangguan metabolisme(seperti
asidosis, uremia, tidak stabilnya hormon estrogen pada
wanita hamil).
3). Rangsangan melalui kulit otak(cortex cerebri) dengan
melihat, mencium, merasakan sesuatu yang tidak
menyenangkan. ( Farmakologi(2004), Sri Riyanti)

2. Penggunaan
Anti emetika dapat diberikan kepada pasien dengan
keluhan sebagai berikut:
1). Mabuk jalan (motion sickness)
Disebabkan oleh pergerakkan kendaraan darat, laut,
maupun udara dengan akibat stimulasi berlebihan
yang kemudian merangsang pusat muntah melalui
Chemo resepttor Trigger Zone(CTZ).

1
2). Mabuk kehamilan (morning sickness)
3). Mual atau muntah yang disebabkan penyakit tertentu,
seperti pada pengobatan dengan radiasi atau obat-
obatan sitostatika. ( Farmakologi(2004), Sri Riyanti)

3. Macam-Macam Jenis Obat


A. Scopolamine

1. Pengertian Scopolamine
Scopolamine adalah obat golongan antikoligernik yang
digunakan untuk mencegah rasa mual dan muntah yang
biasanya muncul setelah efek pemberian anestesi pada
prosedur operasi. Obat ini juga digunakan untuk mencegah
rasa mual yang muncul akibat mabuk perjalanan, mengobati
spasme saluran pencernaan, dan mengobati kondisi-kondisi
dengan gejala menyerupai penyakit parkinson. Scopalamine
bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk mneciptakan
efek menenangkan didalam lambung dan usus. (
Medidata.2017. MIMS Petunjuk Konsultasi edisi ke-6 )

2. Indikasi
a. Kejang pada saluran pencernaan dan urogenital.
b. Mabuk perjalanan

2
c. Ulkus Peptikum Gastritis(radang lambung)

3. Kontraindikasi
a. Penderita yang memiliki gangguan pada ginjal, hati,
jantung
b. Penderita glaukoma
c. Pembesaran prostat

4. Dosis
a. Dewasa : 300 mcg (mikrogram) setengah jam
perjalanan. Jika masih mengalami mabuk,
konsumsi obat bisa dilakukan kembali 6 jam
kemudian.
b. Anak – anak :
- Usia 3-4 tahun : 75 mcg, 20 menit
sebelum perjalanan. Jika
diperlukan konsumsi dapat
diulang 20 menitt kemudian.
Dosis maksimal perhari adalah
150 mcg.
- Usia 4-10 tahuin : 75-150 mcg
- Usia 10 tahun : 150-3000mcg

5. Efek Samping
a) kemerahan pada wajah dan leher
b) Eritema (kelemahan, kulit karena pelebaran
pembuluh darah)
c) Mulut kering
d) Pandanagn kabur
e) Kontipasi

3
B. Anti Psikotika

1. Pengertian Anti Psikotika


Anti psikotika adalah obat untuk mengatasi kelainan jiwa yang disebut
psikosis,yang dalam bahasa sehari-hari disebut gila. Pada penderita
psikosis perasaan,pikiran,dan tindakan berjalan persepsi terhadap diri
sendiri dan lingkungan secara nyata.
Obat anti psikotik lainnya menghilangkan gejala secara sementara.
Peyebab penyakit tidak dihilangkan ,karena memang sebagian besar
penyebab dan cara terjadinya belum diketahui. Kloroppromazina
merupakan contoh antipsikotik yang sangat banyak dipakai dan sangat
dikenal dengan merek largaetil. Obat ini bersifat menenangkan emosi dan
menimbulkan rasa kantuk. Penderita sangat gelisah dan ganas dapat
ditenangkan . efek samping yang sering timbul adalah parkinsonisme,yaitu
gejala kelakuan otot (terutama di daerah leher dan mulut), gemetaran dan
gangguan koordinasi gerakan.
(Medidata.2017MIMSpetunjukkonsultasi(Edisike16))

2. Indikasi
a) Terapi pada skozofernia akut dan kronik serta pada kondisi
psikotik yang lain
b) Gejala-gejala tambahan(seperti:halusinasi,delusi,gangguan pola
piker,kecurigaan dan rasa permusuhan dan atau dengan gejala-
gejala negative yang terlihat nyata(seperti : blunted,affect,menarik
diri dari lingkungan sosial,dan emosional,sulit berbicara).
c) Mengurangi gejala afektif (seperti: depresi,perasaan bersalah dan
cemas yang berhubungan dengan skizofrenia.

4
3. Kontraindikasi
a) Hipersensitif terhadap risperidona
b) Anak-anak usia <15 tahun tidak dianjurkan

4. Dosis
a) Hari ke_1 : 2mg/hari, 1-2x sehari
b) Hari ke_2 : 4mg/hari, 1-2x sehari
c) Hari ke-3 : 6mg/hari, 1-2x sehari
d) Dosis umum : 4-8mg/perhari
e) Dosis awal : 0,5mg / 2x sehari

5. Efek samping
a) Efek samping neurologis
1) Parkinsonisme
2) Reaksi distonia
3) Sindrom neuropietik maligna
4) Efek epileptogenik
5) Sedasi
6) Efek klogernik (postural)

b) Efek samping non neurologis


1) Efek pada jantung
2) Hipertensi ortostatik (postural)
3) Efek hematologis
4) Anti koligernik perifer
5) Endokrin
6) Dermatologis
7) Ikterus
8) Efek pada mata
9) Overdosis antipsikotika

5
C. Metoklopramid

1. Pengertian metoklopramid
Terdapat banyak obat yang digunakan untuk meredakan mual dan muntah.
Salah satunya adalah metoblopramide. Pada pasien yang mengalami gejala
mual dan muntah karena migran serta setelah mengalami
operasi,radioterapi,atau kemotrapi.
(Medidata.2017MIMSpetunjukkonsultasi(Edisike-16))

2. Indikasi
1) Untuk meringankan (mengurangi simptom diabetik gastroparesis
akut dan yang kambuh kembali)
2) Juga digunakan untuk mengulangi mual,muntah metabolik karena
sesudah operasi
3) Rasa terbakar yang berhubungan dengan refluks esofagitis
4) Tidak untuk mencegah motion sickness

3. Kontraindikasi
1) Penderita gastrointestirol hemorhagr
2) Obstruksi mekanik atau perforasi
3) Penderita yang sensitif terhadap obat ini
4) Penderita phechromocytoma
5) Penderita epilepsi atau pasien yang menerima obat-obat yang dapat
menyebabkan reaksi ekstrapiramidal
4. Dosis
1) Dewasa : sehari 3 kali ½ - ( 1 tablet = 10 mg )
2) Anak usia 5-14 tahun : sehari 3 kali ¼ - ¼ tablet ( 1 tablet =
10mg)diberikan 30 menit sebelum makan dan waktu mau tidur
atau menurut petunjuk dokter

6
5. Efek samping
1) Efek ssp : kegelisahan,kantuk,kelelahan,dan
kelemahan
2) Reaksi ekstrapiramidal : reaksi distonik akut
3) Gangguan endokrin : galaktore,aminore,ginekomastia,impoten
sekunder,hiperprolak tinemia
4) Efek pada kardivaskuler:hipotensi,hipertensi,supraventrikular
takikardia,bradikardia
5) Efek pada gastrointestinal: mual,dan gangguan perut terutama
diare
6) Efek pada hati : hepatotoksisitas
7) Efek pada ginjal : sering buang air, inkotinensi
8) Efek lain : gangguan poriferia,
penglihatan,neuroleptik,malignant
syndrome (NMS0

D. Domperidone

1. Pengertian Domperidone
Domperidone adalah obat untuk meningkatkan pergerakan lambung dan
usus. Domperidone juga digunakan untuk mengobati mual dan muntah,
terutama yang disebabkan oleh obat lain.(Medidata.2017 MIMS pentunjuk
konsultasi (edisi ke16))

7
2. Indikasi
a. Untuk pengobatan gejala dispepsia fungsional. Tidak dianjurkan untuk
pemberian jangka lama.
b. Untuk mual dan muntah akut. Tidak dianjurkan untuk pencegahan rutin
pada muntah setelah operasi.
c. Untuk mual dan muntah yang disebabkan oleh pemberian levodopa dan
bromokriptin lebih dari 12 minggu

3. Kontra Indikasi
a. Penderita hipersensitif terhadap domperidone.
b. Penderita dengan prolaktinoma tumor hipofise yang mengeluarkan
prolaktin.
c. Anak-anak (kecuali untuk mencegah mual dan muntah sehubungan
dengan kemoterapi kanker dan irradiasi).

4. Dosis
a. Dewasa dan usia lanjut : 10-20 mg, 3 kali sehari dan jika perlu 10–20
mg, sekali sebelum tidur malam tergantung respon klinik. Pengobatan
jangan melebihi 12 minggu.
b. Anak-anak (sehubungan dengan kemoterapi kanker dan radioterapi) :
0.2–0.4 mg/Kg BB sehari, dengan interval waktu 4–8 jam.
c. Dewasa (termasuk usia lanjut) : 10–20 mg, dengan interval waktu 4–8
jam.

5. Efek Samping
a. Efek samping domperidone berikut ini mungkin terjadi, namun
cenderung jarang:

 ASI keluar dari puting susu


 Mulut kering
 Pembesaran payudara pada pria
 Sakit kepala
 Gatal-gatal

8
 Serangan rasa panas
 Kulit gatal
 Mata gatal, merah, nyeri, atau bengkak
 Menstruasi tidak teratur
 Nyeri pada payudara

b. Efek samping domperidone berikut yang cenderung langka:

 Sering buang air kecil


 Perubahan napsu makan
 Konstipasi
 Diare
 Sulit buang air kecil, atau buang air kecil perih atau nyeri
 Sulit bicara
 Pusing
 Mengantuk
 Heartburn
 Gelisah
 Kurang bertenaga
 Kram kaki
 Kelainan mental
 Gugup
 Berdebar-debar
 Lesu
 Kram perut
 Haus
 Lelah
 Lemas

9
E. Ondansetron

1. Pengertian Ondansetron
Ondansetron adalah obat yang digunakan untuk mencegah serta mengobati
mual dan muntah yang disebabkan oleh efek samping kemoterapi,
radioterapi, atau operasi.(medidata. 2017 pentunjuk konsultasi (Edidsi ke-
16) Jakarta : Buana Ilmu populer).
2. Indikasi Ondansetron
a. Mual dan muntah akibat kemoterapi dan radioterapi.
b. Pencegahan mual dan muntah pasca operasi.
3. Kontar Indikasi Ondansetron
a. Hipersenitivasi.
b. Sindroma perpanjangan interval QT bawah.
4. Dosis Ondansetron
a. Dewasa :
 Pelaksanaan radioterapi biasa: 8 mg tiga kali sehari.

 Pelaksanaan radioterapi total: 8 mg diminum setiap 1-2 jam sebelum


pelaksanaan radioterapi

 Pelaksanaan radioterapi dosis tinggi pada abdomen: 8 mg diminum


1-2 jam sebelum pelaksanaan terapi, kemudian diulangi tiap 8 jam
sekali selama 1-2 hari setelah pelaksanaan terapi.

10
 Pelaksanaan radioterapi abdomen harian: 8 mg diminum 1-2 jam
sebelum pelaksanaan radioterapi. Kemudian diulangi 8 jam sekali
setiap kali mendapatkan radioterapi.

b. Anak-anak 4-11 tahun:


4 mg yang diminum 30 menit sebelum kemoterapi, kemudian diulangi
4 dan 8 jam pasca kemoterapi. Setelah itu, diminum sebanyak 4 mg 2-
3 kali sehari selama 1-2 hari pasca kemoterapi.

c. Dewasa dan anak-anak di atas 6 bulan:


Diberikan melalui jalur intravena sebesar 0,15 mg/kg dengan dosis
maksimum 16 mg tiap pemberian. Ondansetron intravena diberikan 30
menit sebelum kemoterapi melalui infus selama 15 menit. Dosis
diulangi 2 kali tiap 4 jam pasca kemoterapi

5. Efek Samping Ondensetron


a. Sakit kepala dan pusing
b. Kepanasaan
c. Pusing ketika berdiri
d. Mudah lemah
e. Konstipasi
f. Sakit perut

4. Mekanisme atau perjalanan obat dalam tubuh

Kebanyakan obat menimbulkan efek melalui interaksi dengan reseptornya


pada sel organisme. Interaksi obat dengan reseptornya ini mencetuskan
perubahan biokimiawi dan fisiologi yang merupakan respons khas untuk
obat tersebut. Reseptor obat merupakan komponen makromolekul
fungsional, hal ini mencakup 2 konsep penting. Pertama, obat dapat
mengubah kecepatan kegiatan faal tubuh. Kedua, obat tidak menimbulkan
fungsi baru, tetapi hanya memodulasi fungsi yang sudah ada. Walaupun
tidak berlaku pada terapi gen. Setiap komponen makromolekul fungsional

11
dapat berperan sebagai reseptor obat, tetapi sekelompok reseptor obat
berperan sebagai reseptor fisiologis untuk ligand endogen (hormon,
neurotransmiter). Obat yang efeknya menyerupai senyawa endogen
disebut agonis. Sebaliknya, obat yang tidak mempunyai aktivitas intrinsik
sehingga menimbulkan efek dengan menghambat kerja suatu agonis
disebut antagonis. Di samping itu, ada obat yang jika berikatan dengan
reseptor fisiologik akan menimbulkan efek instrinsik yang berlawanan
dengan efek agonis, yang disebut agonis negative.

( Must schier, ernest. Dinamika obat)

12
PENUTUP

A. Kesimpulan
Arti emetika adalah obat-obatan yang digunakan untuk mengurangi atau
menghilangkan perasaan mual atau muntah (anoreksia). Muntah hanyalah
suatu gejala. Maka, yang penting dalam pengobatan adalah mencari
sebuah penyebabnya. Muntah dapat disebabkan anatara lain yaitu
Rangsangan dari asam lambung, usus ke pusat muntah karena, adanya
kerusakan mukosa lambung serta usus. Rangsangan tidak langsung
melalui chemoreseptor Triggerzone (CTZ). Suatu daerah yang letaknya
berdekatan dengan pusat muntah rangsangan yang disebabkan oleh obat-
obatan. Rangsangan melalui kulit otak (Cortex Cerebii) dengan melihat,
mencium, merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan

B. Saran
1. Institusi
Untuk para Dinkes dalam menjalankan tugasnya harus tegas dan
sesuatu dengan norma serta hukum yang berlaku. Agar tidak terjadi hal-
hal yang tidak diinginkan.

2. Mahasiswa
Sebagai Mahasiswa/i calon tenaga kesehatan, diharapkan untuk
memahai serta mengetahui apa itu emetika.

13
DAFTAR PUSTAKA

Medidata.(2017).MMS Petunjuk Konsultasi(Edisi 16).Jakarta:


Buana Ilmu Populer
Mutschler, Ernest(Dinamika Obat)
Riyanti, Sri, dkk.(2012).Farmakologi(Jilid 2).Jakarta: Pilar
Utama Mandiri
Tjay, Tan Hoan & Rahardja, Kirana.(2015).Obat-Obatan
Penting, Khasiat, Penggunaan dan Efek-Efek
Sampingnya(Edisi ke-17).Jakarta: PT. Elex Media
Komputindo

14