Anda di halaman 1dari 8

Materi Sistem Transportasi

(Samuel Clinton W – 2TA01)

1. Definisi, Pengertian Sistem Transportasi


Sistem : suatu bentuk keterkaitan antara satu variabel atau komponen dangan
variabel atau komponen yang lainya.
Transportasi : kegiatan yang penunjang atau kelancaran tempat ke tempat yang lain.

Sistem Transportasi adalah suatu bentuk keterkaitan antara penumpang atau barang, prasarana dan
sarana yang berinteraksi dalam rangkaian perpindahan orang atau barang yang tercakup dalam suatu
tatanan.

Sistem transportasi bertujuan untuk proses transportasi dapat dicapai optimum dalam ruang dan
waktu tertentu dengan mempertimbangkan faktor keamanan, kenyamanan, kelancaran serta efisiensi
waktu dan biaya.

Sistem transportasi bermanfaat untuk perjalanan, bepergian, dan lalu lintas. Perjalanan adalah
menikmati perjalanan dalam proses perpindahan dari suatu tempat ke tempat yang lain (menikmati
rute dan alat transportasinya). Bepergian adalah mencapai suatu tempat dan bukan bertujuan
menikmati apa yang terjadi sepanjang lintasan. Lalu lintas adalah menyangkut lalu lalangnya orang
atau barang dari suatu tempat ke tempat yang lain yang akhirnya menimbulkan lalu lintas.

2. Komponen – Komponen Sistem Transportasi


Karakteristik Dan Komponen Sistem Transportasi
a. Wilayah Yang dikaji (Ribuan/jutaan pergerakan orang/barang)
b. Keberadaan berbagai Teknologi Transportasi (hampir semua sistem transportasi tidak dapat
menghubungkan titik asal dan tujuan)
c. Tujuan yang hendak dicapai (aman, nyaman, murah, lancar)

Komponen Utama Sistem Transportasi


a. Ruas (links) tempat/sarana Pergerakan (Jalan, track, pipa)
b. Kendaraan, alat angkut untuk mengangkut objek dari satu titik ke titik lainnya (Mobil, k.api. kapal
laut, pesawat udara. )
c. Terminal, tempat awal dan berakhirnya pergerakan (stasiun, parkir, selter, bandara)
d. Sistem Pengelolaan /Manajemen, Operator (pengoperasian, membangun, mengatur, pemeliharaan)

No Komponen Utama Sub Komponen Keterangan


Sistem bongkar muat Fasilitas Pendukung (fork lift, gudang)
1 Fasilitas Terminal Sistem Pelayanan Pemiliharaan Kend.
Sistem Pendukung Kantor
Penumpang, Barang,
Alat Transportasi Sistem Peti kemas,
2 kargo ( truk, K.api.
Sarana/Kendaraan bus, truk, dll.
Pesawat)
Pemeliharaan
3 Sistem Pemeliharaan Fasilitas
Kendaraan
Jadwal dan pengaturan
Sistem Operasi.
Penjualan/iklan
Pemasaran,
Monitoring
Pengawasan,
4 Sistem Manajemen Rekrutmen/pelatihan,
Personalia,
insentif
Keuangan, Struktur
Perencanaan jangka
organisasi
Pendek/ Panjang
Bagan Alir Sistem Transportasi

3. Pengertian Sistem demand


Dalam Hal ini Sistem demand yaitu Transportation Demant Management (TDM) adalah pengaplikasikan
peraturan-peraturan dan strategi untuk meminimalisir kebutuhan akan kendaraan pribadi. Dalam
transportasi atau dalam hal lain, mengatur kebutuhan dapat menjadi alternatif yang low-cost untuk
meningkatkan kapasitas di area lain.

4. Pengertian Sistem Pergerakan


Sistem Pergerakan adalah hasil interaksi system kegiatan dengan system jaringan, dapat berwujud lalu-
lintas orang, kendaraan, atau barang. Diperlukan system kelembagaan untuk menciptakan system
pergerakan yang aman, nyaman, cepat, murah, dan sesuai lingkungan. Perubahan system kegiatan akan
mempengaruhi system jaringan dalam bentuk perubahan tingkat pelayanan pada system pergerakan.
Perubahan pada system jaringan akan mempengaruhi system kegiatan dalam bentuk perubahan mobilitas
dan aksesbilitas pergerakan.

5. Jenis Transportasi
Sistem transportasi ini merupakan bagian integrasi dan fungsi aktifitas masyarakat dan perkembangan
teknologi. Secara garis besar transportasi ini dapat dibagi menjadi :
a. Transportasi Udara
b. Transportasi Laut
c. Transportasi Darat
 Jalan raya
 Jalan rel
 ASDP
 Lain-lain ; pipa, belt conveyer dsb.

6. Jenis-Jenis Saran Angkutan yang digunakan


Moda angkutan yang digunakan sangat variative dengan karakteristik yang berbeda – beda
 bus, taksi, angkot
 kereta api
 kapal, ferri
 kendaraan pribadi
 jalan kaki

7. Evaluasi Sistem Transportasi


Sistem Transportasi dapat di evaluasidalam 3 atribut
a. Aksesibilitas merupakan ukuran kemudahan terhadap suatu sistem, fleksibilitas sistem dalam
berbagai kondisi lalulintas
b. Mobilitas, merupakan ukuran kuantitas perjalanan
c. Efisiensi (atribut keterkaitan biaya perjalanan dengan produktifitas sistem)
8. Jaringan Jalan
 Konfigurasi jaringan Jalan
Rectangular
Radial
Grid

 Hirarki Pergerakan
Pergerakan utama
Pergerakan transisi
Pergerakan distribusi
Pergerakan koleksi
Pergerakan akses
Terminal/rumah/kantor

 Klarifikasi jalan

9. Prinsip Utama Klarifikasi Fungsi Jalan


Jaringan jalan memiliki 2 peran utama:
 Memberikan aksesibilitas bagi wilayah dapat dijangkau dan dapat dikembangkan kegiatan sosial dan
ekonominya.
 Menyediakan mobilitas bagi kelancaran lalulintas kendaraan, orang, dan barang.

Klasifikasi fungsi jalan secara umum terdiri dari:


 Jalan Arteri (A): yang diutamakan untuk melaksanakan peran mobilitas yang umumnya
membutuhkan kapasitas dan kecepatan tinggi (jalan yang didesain dengan kinerja/performance jalan
tinggi).
 Jalan Kolektor (K): yang difungsikan sebagai kolektor/distributor, di mana fungsi aksesibilitas dan
mobilitas diperankan secara merata.
 Jalan Lokal (L): yang diutamakan untuk melaksanakan peran aksesibilitas bagi wilayah (kuncinya
adalah pemerataan jangkauannya ke semua daerah).

10. Sistem Klasifikasi Jalan di Indonesia


Jalan sesuai peruntukkannya terdiri atas:
a. JALAN UMUM: yang diperuntukkan bagi lalulintas umum (termasuk jalan tol)
 SISTEM JARINGAN, yang terdiri atas:
Sistem jaringan jalan primer (antar kota)
Sistem jaringan jalan sekunder (Kawasan perkotaan)

 FUNGSI JALAN, yang dikelompokkan menjadi:


Jalan arteri
Jalan kolektor
Jalan lokal
Jalan lingkungan

 STATUS JALAN, yang dikelompokkan menjadi:


Jalan Nasional
Jalan Provinsi
Jalan Kabupaten
Jalan Kota
Jalan Desa

 KELAS JALAN, yang dikelompokan menjadi:


jalan bebas hambatan
jalan raya
jalan sedang
jalan kecil
b. JALAN KHUSUS: bukan diperuntukkan bagi lalu lintas umum, dalam rangka distribusi barang dan
jasa yang dibutuhkan.
Yang dimaksud dengan jalan khusus, antara lain:
 jalan di dalam kawasan pelabuhan
 jalan kehutanan
 jalan perkebunan
 jalan inspeksi pengairan
 jalan di kawasan industri, dan
 jalan di kawasan permukiman yang belum diserahkan kepada pemerintah

11. Kegunaan Klasifikasi Fungsi Jalan


a. KESELAMATAN
Pemanfaatan jalan sesuai dengan klasifikasi fungsi jalan, memberikan kemudahan dalam
pengelolaan keselamatan jalan

b. STABILITAS DAN SOSIAL


Penyediaan mobilitas dan aksesibilitas jalan yang merata ke seluruh wilayah akan memberikan
dampak positif bagi stabilitas dan pemerataan social

c. EKONOMI
C.1 Investasi prasarana jalan
Penyelenggaraan jalan sesuai dengan persyaratan teknis setiap klasifikasi fungsi jalan, dapat
mengoptimalkan investasi secara tepat guna

C.2 Lalulintas Jalan


Pengaturan lalulintas sesuai dengan fungsi jalan akan memberikan kelancaran dalam distribusi yang
mendukung pertumbuhan ekonomi

12. Jaringan Jalan Udara


 Transportsi udara:
angkutan udara
penerbangan umum
penerbangan militer

 Aktivitas bandar udara (bandara)


Bandara adalah fasilitas sebagai perantara antara transportasi udara dan transportasi darat.

 Fungsi Bandara:
 tempat pelayanan bagi kedatangan dan keberangkatan pesawat
 bongkar muat barang atau naik turun penumpang
 tempat perpindahan antar moda transportasi udara dengan transportasi yang sama ataupun
dengan moda yang lain
 tempat klasifikasi barang/penumpang menurut jenis, tujuan perjalanan dan lain-lain
 tempat penyimpanan barang (storage) selama proses pengurusan dokumen
 tempat pengisian bahan bakar, perawatan, dan pemeriksaan kondisi pesawat sebelum dinyatakan
layak terbang

13. Jaringan Jalan Air


 Katagorisasi pelayanan:
◦ Dalam negeri (lokal. Rakyat, pedalamam, terusan sungai, penundaan laut, pelayanan khusus
dalam negeri)
◦ Internasional (pelayaran samudera dekat, pelayaran samudra, dan pelayaran khusus luar
negeri)
 Tipe pelabuhan
Jenis lalu lintas perjalanan yang dilayani pelabuhan
secara hirarki:
 pelabuhan samudra (gatewayports)
 pelabuhan pengumpul (collector ports)
 pelabuhan antar pulau (inlands ports)
 pelabuhan perintis (feeder ports)
 letak dan jenis perairan yang dilayani
pelabuhan sungai
pelabuhan danau
pelabuhan laut
pelabuhan samudra

 Jaringan jalur angkutan laut


Jaringan angkutan laut nasional (trayek pelayaran tetap dan tidak tetap dalam negeri)
Jaringan angkutan laut internasional (trayek pelayaran tetap dan tidak tetap antar negara)

14. Sistem Transportasi Lalu Lintas

Parameter Lalu Lintas


- Volume lalu lintas (V)
 Jumlah kendaraan yang melintasi suatu titik pada suatu ruas jalan dalam suatu
waktu tertentu
 Satuan : kend/15 menit, kend/jam, smp/jam, kend/hari(LHR)
 Fluktuasi arus lalu lintas (fluktuasi dlm jam, hari, musim)
 Koefisien pengali dari 15 menit ke 1 jam : PHF
 Koefisien pengali dari 1 jam ke 1 hari : faktor-k

- Kecepatan (S)
 Free flow speed :
Kecepatan pada saat lalu lintas rendah, dimana pengendara cenderung mangemudi
dengan kecepatan sesuai dengan keinginannya tanpa adanya hambatan oleh
kendaraan lain.
 Average Running speed :
Kecepatan dimana waktu tempuh yang dihitung adalah waktu tempuh bergerak;
tidak termasuk waktu berhenti)
 Average Travel Speed :
Kecepatan dimana waktu tempuh yang dihitung adalah waktu tempuh perjalanan:
termasuk waktu berhenti)
 Time mean speed :
Kecepatan rata-rata kendaraan (dihitung secara aritmetik) yang melintasi suatu titik
di ruas jalan

 Space mean speed :


Kecepatan rata-rata kendaraan yang melintasi suatu segmen di ruas jalan (waktu
tempuh diukur setiap kendaraan yang melintasi segmen jalan dan dihitung secara
statistik)
 Satuan : km/jam

- Kerapatan (D)
 Jumlah kendaraan yang menempati suatu panjang ruas jalan pada suatu waktu
tertentu.
 Satuan : Kend/km

- Hubungan antar parameter


 V=SXD
Kapasitas Jalan
- Arus maksimum per jam dimana orang atau barang diharapkan melintasi suatu titik atau
suatu ruas jalan yang uniform pada satu waktu tertentu pada kondisi jalan, lalu lintas dan
pengaturan yang ada. Kondisi jalan adalah kondisi fisik jalan, kondisi lalu lintas adalah
sifat lalu lintas (nature of traffic)
- Suatu ukuran efektifitas fasilitas lalu lintas (jalan) untuk mengakomodasi lalu lintas.
- Faktor yang berpengaruh

 Faktor jalan : lebar lajur, bahu jalan, median, kondisi permukaan jalan,
kelandaian jalan, trotoar, dll.
 Faktor lalu lintas : komposisi lalu lintas, volume, distribusi lajur, gangguan lalu
lintas, gangguan samping, dll

 Faktor lingkungan : pejalan kaki, pengendara sepeda , binatang yang menyeberang,


dll.

Tingkat Pelayanan
- Gambaran kondisi operasional arus lalu lintas dan persepsi pengendara dalam terminologi
kecepata, waktu tempuh, kenyamanan, kebebasan bergerak, keamanan dan keselamatan
- Menentukan kualitas kinerja pelayanan jalan
- Faktor yang berberpengaruh :

 Faktor jalan : lebar lajur, bahu jalan, median, kondisi permukaan jalan, kelandaian
jalan, trotoar, dll.

 Faktor lalu lintas : komposisi lalu lintas, volume, distribusi lajur, gangguan lalu lintas,
gangguan samping, dll

Komponen
- Gerbong Kereta
 Gerbong mesin (lokomotif)
 Gerbong penumpang
 Gerbong barang (gerbong biasa, tangki, peti kemas
 Gerbong bahan bakar (generator)
- Jalur Kereta (rel)
 Jalur tunggal
 Jalur ganda

Volume
- Satuan kereta per satuan waktu (kereta/jam, kereta/hari)
- Sangat dipengaruhi oleh kapasitas jalur

Kecepatan
- Running speed : kecepatan yang dipengaruhi oleh kemampuan mesin dari lokomotif
pembawa rangkaian dan jumlah gerbong yang dibawa

- Travel speed : kecepatan dipengaruhi oleh kapasitas jalur atau jaringan jalan rel
yang dilalui

Kapasitas
- Kapasitas kereta api : dipengaruhi oleh jumlah gerbong, konfigurasi muatan (orang
dan barang) dalam rangkaian serta tipe dan kekuatan mesin lokomotif

- Kapasitas jalur : kondisi geometrik jalur, kemampuan sistem pengendalian,


efisiensi sistem operasi di stasiun

Tingkat Pelayanan
- Kapasitas
- Kecepatan

- Headway antar kereta (di perkotaan : jarak pendek, kecepatan, ketepatan waktu,
kepastian; merupakan kelebihan dari moda transportasi darat lain)

Lalu lintas
- Lalu lintas di sekitar bandara ketika pesawat akan lepas landas (take off)
- Lalu lintas di luar otoritas bandara (airspace)

Jalur lalu lintas


- Ruang 3 dimensi, sehingga perlu pengaturan khusus
- Pemisah jalur vertikal (ketinggian operasi penerbangan dari permukaan laut):
 1200-18000 feet : untuk pesawat kecil (propeller)
 18000-45000 feet : pesawayt besar (jet)
– Pemisah jalur horizontas (lateral dan longitudinal) :
 Ukuran pesawat
 Kecepatan pesawat

 Ketersediaan radar pengendali di pesawat dan di ARTCC (air route traffic control
center) terdekat

Volume
– Banyaknya pesawat terbang yang melakukan kegiatan take off/landing di runway dalam
satuan waktu tertentu (annual departure, kedatangan/jam, kedatangan/hari)

Kecepatan
– Dipengaruhi oleh karakteristik pesawat (propeller, jet, super sonic dll)
– Regulasi dari penerbangan internasional (ICAO, IATA)

Kapasitas
– Kapasitas pesawat (payload dengan spesifikasi MTOW/MLW)
– Kapasitas bandara : kemampuan fasilitas bandara (runway, navigasi aids, kelengkapan
lainnya)

Tingkat Pelayanan
– Dipengaruhi oleh kecepatan dan ketepatan waktu

– Efisiensi pelayanan di bandara (check in, boarding, loading/unloading) dan aksesibilitas


bandara