Anda di halaman 1dari 5

NARASI JALAN

Bangsa Indonesia dikenal mahsyur sebagai bangsa yang ramah, toleransi tinggi, peduli
dengan orang lain, gotong royong, dan karakter-karakter positif lainnya. Namun
pertanyaan yang muncul saat ini apakah karakter-karakter positif tersebut masih terjaga
kelestariannya pada masyarakat Indonesia.

Jawabnya karakter positif tersebut mulai luntur. Semangat kebersamaan dan


kekeluargaan mulai hilang berganti menjadi individual dan karakter negatif semakin
umum dijumpai. Banyak indikator yang dapat kita gunakan sebagai acuan salah
satunya adalah perilaku di jalan raya. Berikut akan diuraikan beberapa karakter positif
yang mulai luntur dan nampak didalam pengguna jalan raya.

Perturan lalu lintas sering sekali diabaikan oleh masyarakat Indonesia, dimana kita
melihat fakta yang terjadi hingga saat sekarang, Kecelakaan hampir setiap saat terjadi,
kemacetan selalu tidak dapat dihindari, karena para pengendara membutakan mata,
hati, dan pikiran dalam mengemudikan kendaraannya di jalan raya.

Seharusnyalah setiap pengendara selalu mematuhi aturan yang diberlakukan di jalan


raya, demi keselamatan diri sendiri dan juga orang lain. Berlalu lintas dengan cara
mematuhi aturan-aturan yang ada salah satu cara menghindari terjadinya kecelakaan,
tanpa harus mencari celah lemahnya aturan dan mencari kelengahan pengawasan dari
pihak terkait.

Sebagai negara hukum, segala prilaku pengendara diatur dalam aturan hukum yaitu
dengan kewajiban mematuhi Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan.

Dikeluarkannya Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 bertujuan untuk mewujudkan


keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas ( kamseltibcar lantas ),
terwujudnya etika berlalu lintas adalah citra budaya bangsa, terwujudnya penegakan
dan kepastian hukum bagi masyarakat.

Sesempurna apapun aturan tidak akan secara otomatis atau serta merta mampu
mengubah keadaan menjadi sesuai yang diinginkan, seperti mengubah kesemrautan
menjadi tertib, mengubah perilaku yang tidak taat peraturan menjadi patuh dan taat.

Kalau kita memang tidak melanggar aturan dan selalu mematuhi rambu-rambu, apa
yang harus ditakutkan? Pada saat hendak menggunakan kendaraan bermotor kita
jangan sampai lupa menggunakan safety, seperti helm sebagai pelindung kepala.

Pastikan berperilaku tertib, dengan berhenti di traffic light pada garis batas, dan tidak
memenuhi jalan sehingga menutup akses kendaraan dari arah berlawanan. Orang tua
perlu mengawasi secara ketat anak-anak mereka yang belum cukup umur agar tidak
berkendara di jalan raya. Ingat, banyak pelajar yang menjadi korban kecelakaan.
NARASI KANTOR DESA

UU No. 6/2014 (UU Desa) menyebutkan bahwa salah satu tujuan dari pengaturan
tentang Desa adalah untuk meningkatkan pelayanan publik bagi masyarakat desa.
Selanjutnya Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan
Transmigrasi (PDTT) No. 1 Tahun 2015 tentang Pedoman Kewenangan Berdasarkan
Hak Asal Usul dan Kewenangan Lokal Berskala desa, secara rinci menyebutkan bahwa
kewenangan lokal berskala Desa di bidang pelayanan dasar misalnya “… (a)
pengembangan pos kesehatan Desa dan Polindes; (b) pengembangan tenaga
kesehatan Desa; (c) pengelolaan dan pembinaan Posyandu melalui; (d) pembinaan dan
pengawasan upaya kesehatan tradisional; (f) pembinaan dan pengelolaan Pendidikan
Anak Usia Dini (PAUD);..”. Pelayanan administrasi kewarganegaraan seperti pengantar
akte kelahiran, KTP, KK, Akta Kematian, Pembuatan akta jual beli tanah, maupun
administrasi usaha tidak secara tegas disebutkan dalam Peraturan iniatau sudah diatur
oleh peraturan lain.

Di sisi lain muncul pertanyaan apakah kewenangan desa tersebut mudah


diimplementasikan, mengingat terjadi kurang harmonisnya antara UU Desa dengan UU
No. 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, terutama menyangkut kewenangan Desa
untuk menjalankan urusannya. Pembagian urusan pemerintahan menurut UU
Pemerintahan Daerah hanya terbatas hingga Pemerintah Kabupaten/Kota, tidak
menyentuh pada level pemerintah Desa.

Terlepas dari polemik di atas, buktinya sejumlah inovasi perbaikan pelayanan publik
kesehatan di desa berkontribusi pada pencapaian derajad kesehatan masyarakat.
Pelayanan administrasi desa pun sampai sekarang turut berkontribusi pada pelayanan
administasi kependudukan nasional. Namun kenyataannya kondisi pelayanan publik di
antar desa beragam, ada yang sudah baik, namun tidak sedikit yang masih
memperihatinkan. Bahkan standar pelayanan publik di desa pun tidak ada kepastian.
UU Desa yang mengedepankan asas rekognisi dan subsidiaritas, sudah semestinya
memerankan masyarakat dalam berpartisipasi memperbaiki palayanan publik desa.

Sebagai sebuah agenda nasional, penyelenggaraan pelayanan publik untuk


kesejahteraan masyarakat desa perlu dijabarkan dan dirumuskan lebih lanjut agar
dapat diimplementasikan baik oleh kementerinan teknis atau lembaga non kementerian
yang berkaitan dengan desa, desa itu sendiri, maupun pihak lain yang memiliki kaitan
erat dengan implementasi UU Desa.
NARASI PUSKESMAS

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan organisasi fungsional yang


menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata, dapat
diterima dan terjangkau oleh masyarakat. Upaya kesehatan yang dilakukan Puskesmas
diselenggarakan dengan menitikberatkan pada pelayanan untuk masyarakat luas guna
mencapai derajat kesehatan yang optimal, tanpa mengabaikan mutu pelayanan kepada
perorangan. Pengelolaan puskesmas berada di bawah Dinas Kesehatan Kabupaten
dan Kota. Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan ujung tombak
pelayanan kesehatan bagi masyarakat karena cukup efektif membantu masyarakat
dalam memberikan pertolongan pertama dengan standar pelayanan kesehatan.

Sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat, Puskesmas bertanggungjawab


menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu
dan berkesinambungan sesuai dengan standar operasionalnya.

Puskesmas dapat menjadi tempat rujukan pertama dengan pelayanan yang


memuaskan masyarakat yang dapat menangani berbagai masalah kesehatan yang
terjadi pada masyarakat. Banyak masalah yang menjadi keluhan masyarakat terhadap
pelayanan yang diberikan oleh puskesmas. Adanya petugas yang kurang tanggap
dengan pasien, keramahan

yang kurang dari petugas pelayanan, dan sarana dan prasarana yang kurang memadai
sehingga masyarakat kurang puas setiap berobat ke pusat pelayanan kesehatan ini.
Penyedia pelayanan ini sangat berpengaruh terhadap kualitas pelayanan yang
diberikan.Pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas merupakan kunci masyarakat
merasa puas berobat di puskesmas, dan tingkat kepercayaan masyarakat meningkat,
dengan begitu masyarakat akan terus menggunakan jasa dari puskesmas.

Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1960 Tentang


Pokok-Pokok Kesehatan yang menyebutkan bahwa kesehatan rakyat adalah salah satu
modal pokok dalam rangka pertumbuhan dan kehidupan bangsa dan mempunyai
peranan penting dalam penyelesaian revolusi nasional dan penyusunan masyarakat
sosialis Indonesia. Sehingga pemerintah harus mengusahakan bidang kesehatan
dengan sebaik-baiknya, yaitu menyediakan pelayanan kesehatan yang memadai dan
dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat umum.

Kesehatan merupakan aspek penting dalam kehidupan masyarakat, maka pemerintah


harus menciptakan suatu fasilitas kesehatan yang memadai sebagai upaya perbaikan
terhadap buruknya tingkat kesehatan selama ini. Sebagaimana yang tercantum
menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1992 Tentang
Kesehatan disebutkan bahwa kesehatan merupakan salah satu unsur kesejahteraan
umum, sehingga pemerintah harus melaksanakan pembangunan kesehatan yang
diarahkan untuk mempertinggi
derajat kesehatan dengan mengupayakan pelayanan kesehatan yang lebih memadai
secara menyeluruh dan terpadu.
Kegiatan Pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Puskesmas diharapkan pasien
akan dapat memberikan penilaian tersendiri terhadap Puskesmas tersebut. Jika
kegiatan pelayanan yang dilakukan Puskesmas sesuai dengan yang dikehendaki, maka
pasien puas, jika yang terjadi sebaliknya maka menyebabkan kehilangan minat pasien
untuk berobat dan ini akan menyebabkan pasien mempunyai penilaian negatif terhadap
Puskesmas, yang akan mengakibatkan kepercayaan masyarakat berkurang dan
menurunnya jumlah pasien.

Melihat kondisi yang ada di Puskesmas (TARUS) tersebut maka perlu dilakukan
penelitian tentang“Pelaksanaan Pelayanan Publik di Pusat Kesehatan Masyarakat
(Puskesmas) Tarus Kupang Tengah”.
NARASI KEBERSIHAN PASAR OESAPA

Pasar Oesapa merupakan salah satu pasar yang terletak di kota kupang pasar ini banyak di
kunjungi oleh banyak masyarakat dari berbagai daerah pasar kecil ini sangat membatu
masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti sayuran dan lauk

Tetapi kenyamanan penduduk di pasar sangat di pertanyakan karena persoalan karena


persoalan yang sering terjadi adalah kebersihan pasar yang ada saat ini . saya sendiri berbelanja
ke pasar oesapa tersebut dan melihat kebersihannya yang sangat memprihatinkan . sampah-
sampah berserakan dimana-mana bau yang bercampuran dari sampah,lokasi pedagang yang
tidak beraturan juga terjadinya kemacetan itu yang saya lihat di pasar oesapa kupang,mingkin
masih banyak pasar-pasar lain yang belum saya kunjungi keadaannya juga seperti itu masalah
kebersihan ini termaksut salah satu pemicu mengapa orang-orang malah enggan berbelanja di
pasar kerugian yang di timbulkan dari tidak terawatnya tatanan kebersihan di lingkungan pasar
sangatlah banyak terlebih apabila sistem drainase sudah tertimbun sampah-sampah di pasar
bukan tidak mungkin banjir akan datang menggenangi pasar tersebut dalam waktu dekat

Pemerintah setempat akan memberikan bak sampah yang sangat besar tapi minimnya
kesadaran para pedagang yang tidak membuang sampah pada tempatnya.

Selain itu pemanfaatnya fungsi pengawasannya yang dilakukan oleh dinas pengelola pasar
menjadikan kebersihan lingkungan. Di kawasan pasar menjadikan kebersihan lingkungan di
kawasan pasar terlihat tidak terawat

Demi meningkatkan kesabaran dari para pedagang tampaknya harus dilakukan himbawan dan
sosialisasi agar mereka mau menjaga kebersihan . lingkungan pasar pemerintah juga
mengerahkan tim pengawas secara rutin dan dapat bertindak keras terhadap pedagang yang
membangkang dan tidak mau membuang sampah pada tempatnya

Tingkat kebersihan pasarnya tinggi maka pengunjungnya akan semakin banyak.