Anda di halaman 1dari 3

IV.

UNSUR-UNSUR PENYULUHAN
Unsur-unsur penyuluhan :
semua faktor yang menyebabkan terjadinya atau berlangsungnya kegiatan
penyuluhan pertanian
Unsur-unsur penyuluhan terdiri dari:
1. Penyuluh Pertanian
2. Sasaran
3. Metode
4. Media
5. Materi
6. Waktu
7. Tempat

1. Penyuluh Pertanian

Definisi :
a. SKB Menteri Pertanian dan Menteri Dalam Negeri (1996) : PNS yang diberi
tugas melakukan kegiatan penyuluhan pertanian secara penuh oleh
pejabat yang berwenang pada satuan organisasi lingkup pertanian.
b. Rogers : seseorang yang atas nama pemerintah atau lembaga penyuluhan
berkewajiban untuk mempengaruhi proses pengambilan keputusan yang
dilakukan oleh sasaran untuk mengadopsi inovasi
c. Boland : seseorang yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan penyuluhan

Kemampuan yang harus dimiliki penyuluh:


a. Kemampuan berkomunikasi
b. Mengenal wilayah tugasnya (masyarakatnya, karakteristik sosial budayanya)

Universitas Gadjah Mada


Keberhasilan penyuluhan dilihat dari sisi penyuluh tergantung dari :
1. Kemauan dan kemampuan penyuluh untuk menjalin hubungan secara
langsung atau tidak langsung dengan masyarakat sasaran
2. Kemauan dan kemampuan penyuluh untuk menjadi perantara sumber
informasi dengan pemerintah/lembaga. penyuluhan masyarakat
3. Kemauan dan kemampuan penyuluh untuk menyesuaikan kegiatan-kegiatan
dengan kebutuhan sasaran.

2. Sasaran Penyuluhan

a. Sasaran Utama : terlibat langsung ; dalam hal ini adalah petani dan keluarganya
b.Sasaan Penentu : tidak terlibat langsung tetapi secara langsung terlibat dalam
penentuan kebijakan dan/atau menyediakan kemudahan2 pelaksanaan dan
pengelolaan usahatani ; dalam hal ini : pimpinan lembaga pertanian, tokoh
informal, peneliti/ilmuan, produsen /penyalur saprodi, pedagang/lembaga
pemasaran, pengusaha/industri pengolahan hasil pertanian, lembaga
perkreditan.
c. Sasaran Pendukung : secara langsung atau tidak, tidak terlibat dalam kegiatan
pertanian tetapi dapat dimintai bantuan guna kelancaran penyuluhan pertanian
; dalam hal ini : pekerja sosial, seniman, biro iklan, LSM bukan pertanian,
konsumen hasil pertanian

3. Metode penyuluhan pertanian :

1.Metode Perorangan : hubungan penyuluh dan sasaran dapat secara langsung, lebih
intensif.
Misal dengan kunjungan rumah, kunjungan lapangan, surat-menyurat.
2.Metode Kelompok : hubungan dengan penyuluh dapat langsung tetapi tidak
seintensif pendekatan perorangan karena pelaksanaan kegiatan diarahkan
untuk berkelompok. Dengan pertemuan, kursus, demonstrasi, diskusi,
karyawisata.
3.Metode Massal : sifat sasarannya heterogen, hubungan tidak intensif. Misal dengan
radio, televisi,surat kabar, majalah.

Universitas Gadjah Mada


4. Media penyuluh
media penyuluhan digunakan sebagai alat komunikasi yang berfungsi untuk
memindahkan fakta, gagasan, pendapat penyuluh kepada petani
Menurut bentuknya dibedakan (Samsudin) :
Media visual : madia yang sifatnya dapat dilihat (slide, transparansi, gambar
mati)
Media audio : media yang sifatnya dapat didengar (radio, peta didengar)
Media audio visual : media yang sifatnya dapat didengar dan dilihat (televisi,
frlm)
Media tempat memeragakan (papan tulis, papan tempel, OHP, papan planel)
Media pengalaman nyata atau media tiruan (srmulasi. contoh benda nyata)
Media cetakan (bukubacaan, leaflet, folder, poster, brosur)

5. Materi

Materi penyuluhan adalah semua pesan yang disampaikan kepada sasaran.


Sifat materi penyuluhan dapat berisikan pemecahan masalah, dapat pula berisi
rekomendasi. Selain itu ada juga materi yang bersifat instrumental yang bertujuan
untuk menumbuhkan kemandirian.
Ada beberapa macam materi penyuluhan pertanian : materi pokok, materi penting,
materi penunjang, dan materi yang mubazir.

6. Waktu

7. Tempat

Setiap kegiatan selalu membutuhkan waktu dan tempat, demikian juga kegiatan
penyuluhan pertanian.

Universitas Gadjah Mada