Anda di halaman 1dari 16

Makalah Pengantar KTI

Penyajian atau Penulisan Data dalam Bentuk Tabel dan Gambar

Oleh :
Kelompok I
1. Ai Raisa Qoraetul Aini
2. Bety Nurlita
3. Gita Ulul Azmi
4. Muggy Bahari
5. Pranindha Nia Juliana
6. Rusliana
7. Siti Komalasari
8. Sri Wahyuni
9. Trie Januar Yusuf
10. Yuneu Assifa

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN


POLTEKKES KEMENKES TASIKMALAYA WIL.CIREBON
2019

KATA PENGANTAR
Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT, sebab atas rahmat dan
hidayah-Nya lah penyusun dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini
merupakan tugas kuliah yang berisi penyajian tabel,gambar dan diagram.

Tim penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada ibu Sriyatin selaku
dosen pembimbing mata kuliah Pengantar KTI yang telah memberikan tugas
untuk menyusun makalah ini, sehingga penyusun memiliki kesempatan untuk
menambah wawasan dari sumber bacaan yang relevan maupun forum diskusi
kelompok yang telah dilakukan.

Penyusun sangat menyadari dalam penyusunan makalah ini terdapat banyak


kesalahan. Oleh karena itu, sangat diharapkan kritik maupun sarannya,sehingga di
kemudian hari dapat menyusun lebih baik lagi. Semoga makalah ini dapat
digunakan dengan baik dan bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Cirebon, September 2019

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...........................................................................i
DAFTAR ISI .....................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ..............................................................................1
B. Rumusan Masalah .........................................................................1
c. Tujuan ..........................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN
A. Penyajian Data .............................................................................3
B. Penyajian Tabel, Diagram, dan Gambar ..........................................3

BAB III PENUTUP


Kesimpulan ......................................................................................25

DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Kegiatan pengumpulan data di lapangan, akan menghasilkan angka –
angka yang disebut data kasar atau data – data masih berwujud sebagaimana
data itu diperoleh yang biasanya berupa skor. Skor – skor tersebut dapat pula
disebut dengan istilah skor kasar, yang artinya sama dengan data kasar.
Dalam melakukan penyajian data diperlukan suatu sistematika yang
sesuai dan intensif guna untuk mudah memahami maksud dari data yang
disajikan.Berbagai bentuk penyajian data sangat diperlukan untuk penunjang
dan mempermudah dalam pembacaan dan penafsiran data.
Dalam hal ini sangat diperlukan pengkajian lebih lanjut mengenai model
penyajian data dalam bentuk tertentu.Oleh karena itu, penyusun mencoba
menyajikan penyajian dalam bentuk table dan gambar.Semoga makalah ini
dapat membantu pembaca dalam memahami lebih rinci tentang penyajian tabel
dan gambar,yang berisi tentang unsur-unsur,cara membaca serta interpretasi data
tersebut.
B. Rumusan Masalah
Masalah yang dapat dirumuskan dalam makalah ini adalah sebagi berikut :
1.Apa yang dimaksud penyajian tabel dan gambar?

2.Apa Unsur-Unsur dari suatu tabel dan gambar?

3.Bagaimana Cara Membaca tabel dan gambar?

4.Bagaimana Interpretasi tabel dan gambar?

C. Tujuan Makalah
1.Untuk mengetahui dan memahami penyajian data dalam bentuk tabel dan
gambar.

2.Untuk memahami unsur pembentuk suatu tabel dan gambar.

3.Untuk memahami cara membaca tabel dan gambar.

4.Untuk memahami suatu interpretasi tabel dan gambar secara detail.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Penyajian Data

Kegiatan pengumpulan data di lapangan akan menghasilkan data angka-


angka yang disebut ‘data kasar’ (raw data) yang menunjukkan bahwa data
tersebut belum diolah dengan teknik statistik tertentu. Jadi data tersebut masih
berwujud sebagaimana data itu diperoleh yang bisanya berupa skor dan relative
banyak tidak beraturan. Dalam pembuatan laporan penelitian, data termasuk
yang harus dilaporkan. Agar dapat memberikan gambaran yang bermakna, data-
data itu haruslah disajikan ke dalam tampilan yang sistematis dan untuk
keperluan penganalisisan biasanya data itu disusun dalam sebuah tabel.
Penyajian data ini bertujuan memudahkan pengolahan data dan pembaca
memahami data.
B. Penyajian Tabel dan Gambar

Dalam membuat karya ilmiah biasanya kita dituntut untuk dapat


menyajikan data secara gamblang atau jelas. Data berupa angka-angka akan
sangat sulit tentunya untuk disajikan dalam bentuk paragraf. Oleh karenannya
kita perlu menggunakan fungsi tabel untuk mendapatkan data secara cepat dan
akurat. Dan sebelum kita belajar menggunakannya alangkah lebih baiknya jika
kita pelajari terlebih dahulu apa yang dimaksud tabel dan gambar.

I. Tabel
1.PENGERTIAN TABEL

Tabel adalah sebuah alat untuk menampilkan informasi dalam bentuk


matrik. Tampilan data atau informasi yang ada dalam tabel dibuat dalam bentuk
baris dan kolom. Tabel menyajikan data yang diklasifikasikan secara sistematik,
dalam jumlah menurut kesatuan tertentu. Tabel juga dapat menjadi alat pembantu
untuk perangkuman gagasan-gagasan tertentu dan sekaligus untuk dijadikan alat
komunikasi antara peneliti dan pembacanya Tabel terdiri dari Judul, baris dan
kolom. Hal ini yang membedakan tabel dengan teks tulis lainnya, seperti wacana,
diagaram, kurva, bagan, grafik dan peta. Dari judul tabel kita mengetahui secara
singkat dan jelas mengenai pokok yang terkandung dalam suatu tabel. Dalam
judul diterangkan mengenai apa, di mana, dan bagaimana perekembangan suatu
fakta tertentu.

2.UNSUR-UNSUR TABEL

1.Nomor Tabel

2.Judul Tabel

3.Garis-garis yang membangun tabel


 Garis pembuka

 Garis penutup

 Garis pemisah

 Garis tepi

4.Nomor kolom

5.Nomor Baris

6.Sumber(data kutipan)
Format penulisan tabel

Tabel dibuat pada kertas naskah. Huruf dan angka tabel harus dicetak
(tidak ditulis tangan). Kolom-kolom tabel disusun sedemikian rupa sehingga tabel
mudah dibaca.
3. Cara Membaca Tabel
Cara-cara membaca tabel agar mendapatkan informasi yang sesuai dengan
isi tabel adalah sebagai berikut.
1. Baca judulnya. Cara pertama ini merupakan langkah penting. Resapkan isi
judul tabel yang anda hadapi itu karena judul itu memeberi anda ringkasan
yang padat tentang informasi yang akan disampaikan.
2. Baca informasi yang ada di atas, di bawah, atau di sisinya. Informasi yang
ada merupakan kunci penejelasan tentang materi yang disajikan, dapat
berupa urutan tahun, persentase, dan angka-angka.
3. Ajukan pertanyaan tentang tujuan tabel tersebut. Anda dapat mengetahui
tujuan itu dengan mengubah judul itu menjadi pertanyaan: dimana, seberapa
banyak, atau bagaimana terjadi. Dan jawabannya ada pada tabel tersebut.
4. Baca tabel itu. Sementara membacanya secara menyeluruh, tetaplah ingat
akan maksud dan tujuannya, dan dapatkan keterangannya dalam informasi
yang disajikan di sana.

Penyajian table mengikuti ketentuan berikut :


1) Penyajian table harus dilakukan secara sistematis, oleh karena itu judul
table perlu mendapatkan penomoran. Sistem penomoran ini dimulai secara
berturut-turut sejak bab I sampai dengan selesai.

2) Penulisan nama tabel menggunakan huruf besar di awal kata title case.
3) Penomoran tabel menggunakan angka arab.

4) Tabel dibedakan menjadi dua macam, yaitu tabel dalam teks dan tabel
dalam lampiran. Tabel dalam lampiran menggunakan urutan penomoran
sendiri, jadi tidak menyambung nomor tabel dan teks.

5) Penyajian tabel sedapat mungkin dalam satu halaman.

6) Pembuatan kolom dan baris harus jelas. Setiap kolom dan baris harus
diberi nama untuk penjelasan.

7) Format judul tabel ditulis di tengah dan simetris di atas tabel yang
bersangkutan, di bawah kata “Tabel”. Kata-kata dalam judul tabel ditulis
sebagai berikut.

 Kata-kata isi diawali dengan huruf capital.

 Kata-kata fungsi ditulis dengan huruf kecil.

4.Contoh Tabel
tabel Penjualan Sepeda Motor Bulan Januari dan Februari tahun 2009.
Penjualan Sepeda Motor
pada Bulan Januari dan Februari tahun 2009
Persentase
Merek Januri Februari Total
(%)
Honda 179.695 200.486 380.181 48,8
Yamaha 162.135 180.723 342.858 43,8
Suzuki 22.369 29.576 51.945 6,6
Kawasaki 3.016 3.219 6.235 0,8
Total 367.215 414.004 781.219 100

5.Interprestasi atau Pengungkapan data tabel diatas dalam bentuk kata-kata


Penjualan Sepeda Motor pada Bulan Januari dan Februari tahun 2009.
Jumlah penjualan Sepeda Motor merek Honda pada tahun 2009 sebanyak
380.181 unit, yaitu 179.695 unit pada bulan januari dan 200.486 unit pada bulan
Februari. Kalaui dipersentasekan menjadi 48,8%. Merek Yamaha terjual sebanyak
342.858 unit, yaitu 162.135 unit pada bulan Januari dan 180.723 unit pada bulan
Februari. kalau dipersentasekan menjadi 43,8%. Penjualan merek Suzuki
sebanyak 51.945 unit, yaitu 22.369 unit pada bulan Januari dan 29.576 unit pada
bulan Februari, persentasenya 6,6%. Sedangkan merek Kawasaki terjual sebanyak
3.016 unit pada bulan Januari dan 3.016 unit pada bulan Februari, totalnya 6.235
unit, dan kalau dipersentasikan menjadi 0,8%. Penjualan total sepeda motor pada
bulan Januari dan Februari 2009 adalah sebanyak 781.219 unit, yaitu 367.215 unit
pada bulan Januari dan 414.004 unit bulan Februari, sehingga persentasen
penjualannya mencapai 100%.

6.Jenis-jenis Tabel
Untuk menyusun sekumpulan data yang besar kecilnya belum tersusun secara
teratur ke dalam bentuk yang teratur, sebaiknya data itu disajikan dalam sebuah
tabel. Dalam hal ini, tabel yang biasa digunakan ada tiga jenis, yaitu:
1. Tabel baris-kolom
2. Tabel kontingensi
3. Tabel distribusi frekuensi.
Adapun penjelasan dari masing-masing jenis tabel diatas adalah sebagai
berikut.
1) Tabel baris-kolom
Tabel baris-kolom adalah tabel yang menyajikan data atau informasi dalam
bentuk baris dan kolom secara terperinci.
Contoh tabel baris-kolom
Jumlah Mahasiswa Semester II di FBS
Jurusan S-1 D-3 Jumlah

L P L P

PBSI 35 45 - - 80
EED 47 63 - - 110
EFORISM - - 34 43 77
BHS. JEPANG - - 31 42 73
BHS. BALI - - 33 35 68
SENI RUPA 34 14 - - 48
Jumlah 116 122 98 120 456
Keterangan :
L : Laki-laki
P : Perempuan
Pengungkapan data tabel diatas dalam bentuk kata-kata
Jumlah mahasiswa semester II di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS). Jumlah
mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia program S-1 untuk
mahasiswa laki-laki berjumlah 35 orang dan mahasiswa perempuan berjumlah 45
orang totalnya totalnya 80 orang. Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (EED)
jumlah mahasiswa laki-lakinya 47 orang dan jumlah mahasisswa perempuannya
63 orang, totalnya 110. Jurusan D-3 Bahasa Inggris (EFORISM) jumlah
mahasiswa laki-lakinya 34 orang dan jumlah mahasiswa perempuan 43 orang,
totalnya 77orang. Jurusan Bahasa Jepang jumlah mahasiswa laki-lakinya 31 orang
dan jumlah mahasiswa perempuannya 42 orang, totalnya 73 orang. Jurusan
Pendidikan Bahasa Bali jumlah mahasiswa laki-lakinya 33 orang dan jumlah
mahasiswa perempuannya 35 orang, totalnya 68 orang. Jurusan Pendidikan Seni
Rupa jumlah mahasiswa laki-lakinya 34 orang dan jumlah mahasiswa
perempuannya 14 orang, totalnya 48 orang. Total keseluruhan jumlah mahasiswa
di Fakultas Bahasa dan Seni adalah 456 orang, yang terdiri dari 214 orang laki-
laki yaitu 116 orang dari program S-1 dan 98 orang dari program D-3, dan 242
orang perempuan yaitu 122 orang dari program S-1 dan 120 orang dari program
D-3.
2) Tabel Kontingensi
Tabel Kontingensi adalah tabel yang menyajikan data atau informasi dalam
bentuk baris dan kolom yang disajikan secara umum saja.
Contoh tabel kontingensi
Jumlah Mahasiswa Semester II di FBS

Jurusan S-1 D-3 D-2 Jumlah


PBSI 80 - - 80
EED 110 - - 110
EFORISM - 77 - 77
BHS. JEPANG - 73 - 73
BHS. BALI 68 - - 68
SENI RUPA 48 - - 48
Jumlah 306 150 - 456

Pengungkapan data tabel diatas dalam bentuk kata-kata


Untuk jurusan PBSI program S-1 total mahasiswanya berjumlah 80 orang, jurusan
EED (Pend. Bahasa Inggris) program S-1 total mahasiswanya berjumlah 110
orang, jurusan EFORISM (D-3 Bahasa Inggris) total mahasiswanya berjumlah 77
orang, jurusan Pend. Bahasa Jepang program D-3 total mahasiswanya berjumlah
73 orang, jurusan Pend. Bahasa Bali program D-3 total mahasiswanya berjumlah
68 orang, jurusan Pend. Seni Rupa program S-1 total mahasiswanya berjumlah 48
orang. Total keseluruhan jumlah mahasiswa untuk semua jurusan baik itu program
S-1 maupun program D-3 di FBS adalah berjumlah 456 orang yang terdiri dari
306 orang mahasiswa untuk program S-1 dan 150 orang mahasiswa untuk
program D-3.
3) Tabel Distribusi Frekuensi
Sebelum dibahas mengenai tabel distribusi frekuensi ada tiga istilah yang perlu
dibahas, yaitu array, data tidak terkelompok dan data terkelompok. Array adalah
penyusunan sekumpulan data menurut urutan nilainya, mulai dari data yang
terkecil sampai nilai data yang terbesar.
Data tidak terkelompok adalah data yang nilai-nilainya belum disusun dalam tabel
distribusi frekuensi. Data terkelompok adalah data yang nilai-nilainya sudah
disusun dalam tabel distribusi Frekuensi.
Untuk memberikan pengertian mengenai tabel distribusi frekuensi, sebenarnya
setiap orang dapat mendefinisikannya berdasarkan bentuk umumnya Oleh karena
itu, berikut ini akan diberikan bentuk umum dari tabel distribusi frekuensi, seperti
nampak dalam tabel berikut.
Contoh Tabel Distribusi Frekuensi.
Bentuk Umum Tabel Distribusi Frekuensi
Nilai Data Frekuensi
a-b f1
c-d f2
e-f f3
g-h f4
i-j f5

Jumlah

Dari bentuk umum di atas, maka tabel distribusi frekuensi dapat


dideffinisikan sebagai sebuah tabel yang berisi nilai-nilai data, dengan nilai-nilai
tersebut dikelompokkan ke dalam interval-interval dan setiap interval nilai
masing-masing mempunyai frekuensinya.
Mungkin ada orang yang akan mendefinisikan tabel distribusi frekuensi berbeda
dari definisi di atas. Hal ini tidak menjadi masalah, asalkan pemberian definisi
tersebut harus sesuai dengan bentuk umumnya.
Jadi, kesimpulannya, tabel frekuensi merupakan sebuah tabel yang berisi nilai-
nilai data, dengan nilai-nilai tersebut dikelompokkan ke dalam interval-interval
dan setiap interval masing-masing mempunyai frekuensinya.
II.GAMBAR
1.PENGERTIAN GAMBAR
Gambar adalah tiruan barang (orang, binatang, tumbuhan, dsb) yg dibuat dng
coretan pensil dsb pd kertas dsb; lukisan; Pengertian gambar di sini mencakup
foto, grafik, diagram, peta, bagan, skema, lukisan, dan yang sejenis

2.Unsur-unsur pembentuk gambar

1.Judul gambar

2.Gambar

3.Sudut pandang(keterangan tampak gambar),mis : tampak depan,belakang atau


samping

4.Keterangan gambar(jika diperlukan)

5.Data Kutipan(sumber)

Ketentuan penyajiannya adalah sebagai berikut :


1) Gambar diberi judul dan nomor.

2) Nomor gambar menggunakan angka romawi.

3) Sistem penomoran ini dimulai secara berturut-turut sejak bab I sampai bab
terakhir.

4) Nomor dan judul gambar diletakkan di bawah gambar yang bersangkutan.

5) Gambar tidak boleh dipotong atau dipenggal.

6) Penulisan judul gambar mengikuti ketentuan pada judul tabel (judul


gambar tabel ditulis di bawah gambar dengan penomoran urut sejak bab
awal sampai dengan bab akhir).

7) Gambar harus dibuat sejelas mungkin sehingga mudah dimengerti.

3.Contoh gambar
Gambar 1.2(desain bagunan)
4.Cara membaca Gambar dan Interprestasi gambar

Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membaca gambar


bangunan, ialah:
1. Bentuk Bangunan pada Gambar
Sebuah denah rumah akan terlihat dengan bentuk sekat-sekat ruangan disertai
dengan posisi pintu jendela. Sedangkan pada gambar detail pondasi batu kali akan
terlihat sebuah penampang trapesium dengan arsiran berbentuk batu kali.
Begitulah kurang lebih cara melihat bentuk bangunan pada gambar bangunan
sehingga dapat dibayangkan seperti apakah bentuk bangunan sesungguhnya yang
akan dibangun.

2. Ukuran Bangunan
Setelah memahami bentuk bangunan yang akan dibangun maka langkah
selanjutnya adalah melihat berapa ukuranya. Setiap bidang perlu dibangun dengan
ukuran sesuai dengan gambar agar pekerjaan lain yang berkaitan tidak mengalami
kendala sehingga harus mendesain ulang pada gambar bangunan, misalnya
pemasangan dinding batu bata yang tidak sesuai dengan ukuran akan berpengaruh
pada perubahan desain pola lantai.
3.Skala Gambar Bangunan
Saat melihat sebuah gambar bangunan, kita akan membaca sebuah keterangan
yang memberitahukan adanya skala pada gambar bangunan atau gambar rumah
tersebut, seperti skala 1:100 pada gambar denah.
Gambar bangunan adalah gambar teknik yang dibuat dengan ukuran sesuai
dengan bentuk bangunan yang sesungguhnya bedanya adalah terjadi pengecilan
menyesuaikan ukuran kertas yang digunakan sebagai media menggambar
bangunan, atau pembesaran untuk memperlihatkan detail-detail bangunan yang
rumit. Untuk memperbesar dan memperkecil inilah kita menemukan sebuah
pedoman skala, dengan menetapkan sebuah skala yang dipakai maka satu
kesatuan gambar mengikuti aturan skala tersebut.
Skala adalah perbandingan antara ukuran pada gambar dengan ukuran yang
sebenarnya. Pembuatan ukuran gambar yang menggunakan skala tertentu
menjadikan bagian detail bangunan dapat tergambar dengan ukuran proposional
sesuai dengan kondisi sebenarnya. Adakalanya sebuah gambar bangunan tidak
menjelaskan ukuran pada bagian tertentu sehingga digunakan skala gambar untuk
mengetahui panjang bidang. Misalnya pada gambar denah rumah yang
menggunakan skala 1:100 berati setiap 1 cm panjang pada gambar mewakili 100
cm pada kondisi panjang bangunan sebenarnya. Sebuah ruangan yang pada
gambar mempunyai panjang 2,5 cm maka dapat dihitung ukuran bangunan
sebenarnya yaitu 2,5×100 = 250 cm atau 2,5 m.
Selain itu juga ada berbagai macam ukuran skala yang sering digunakan pada
gambar bangunan menyesuaikan ukuran kertas dan besarnya bangunan yang
didesain. Berikut ini macam-macam skala dan penggunaan jenis gambar
pemakaiannya.
a. Skala 1:100
Digunakan pada gambar denah, tampak depan atau samping rumah, depan
atap, denah pola lantai, denah pondasi, gambar shop drawing pelaksanaan dan
lain sebagainya
b. Skala 1:1000
Sering digunakan untuk menggambar obyek yang besar seperti peta kuntor
tanah, gedung bertingkat tinggi, dan lain sebagainya.
c. Skala 1:20
Digunakan pada gambar detail bangunan seperti gambar pondasi, detail pintu
dan jendela, detail sanitair, dan lain-lain.
d. Skala 1:5
Digunakan untuk gambar yang membutuhkan detail lebih teliti seperti
sambungan besi struktur detail, detail furniture, detail instalasi listrik, dan
lain-lain.
4.Keterangan Jenis Material Bangunan

Bahan yang digunakan untuk bangunan juga dapat dilihat pada gambar, contohnya
sebuah gambar pasangan dinding mempunyai keterangan “Pasangan batu bata
1pc:4ps berarti bidang bangunan tersebut menggunakan material batu bata serta
adukan spesi dengan perbandingan campuran 1 bagian semen dan 4 bagian pasir
pasang.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Tabel adalah sebuah alat untuk menampilkan informasi dalam bentuk
matrik. Tampilan data atau informasi yang ada dalam tabel dibuat dalam bentuk
baris dan kolom.
Gambar adalah tiruan barang (orang, binatang, tumbuhan, dsb) yg dibuat
dengan coretan pensil dan sebagainya pada kertas atau lukisan.
Cara membaca Tabel dan gambar secara umum membaca judul table dan
gambar, membaca informasi atau data yang terdapat pada tabel dan gambar,
mengajukan pertanyaan tentang isi tabel dan gambar, membuat simpulan isi table
dan gambar berdasarkan jawaban dari pertanyaan.

Saran

Daftar Pustaka

Herrhyanto Nar dan H.M. Akib Hamid. 2010. Statistika Dasar. Jakarta:
Universitas Terbuka.

Johanes, Kastolan dan Sulasim. 2010. Kompetensi Matematika Program IPA SMA
Kelas XI Semester Pertama. Jakarta: Yudistira.
Nurgiyantoro Burhan, dkk.. 2011. Statistik Terapan untuk Penelitian Ilmu-ilmu
Sosial. Yogyakarta: Gajahmada University Press.

Sugiyono. 2006. Statistika untuk Penelitian. Bandung: CV Alfabeta.

Usman Husaini dan R. Purnomo Setiady Akbar. 2013. Pengantar Statistika.


Jakarta: PT Bumi Aksara.