Anda di halaman 1dari 5

Pengembangan Model Pembelajaran Mastery Learning

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MASTERY LEARNING PADA STANDAR


KOMPETENSI MENGOPERASIKAN SISTEM PENGENDALI ELEKTROMAGNETIK DI SMK
NEGERI 1 TUBAN
Chintia Dewi Kartika
Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya
donxow@gmail.com
Puput Wanarti R.
Jurusan Teknik Elektro, FakultasTeknik, Universitas Negeri Surabaya
puput_wr@yahoo.com

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kelayakan model pembelajaran mastery learning pada standar
kompetensi mengoperasikan sistem pengendali elektromagnetik; dan (2) mengetahui perbedaan hasil belajar
siswa sebelum perlakuan model pembelajaran mastery learning dengan sesudah perlakuan model pembelajaran
mastery learning. Metode penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttes design.Subyek dalam
penelitian ini adalah siswa kelas XITL 1SMK Negeri 1 Tuban. Dan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar
siswa digunakan uji-t paired. Rancangan penelitian yang digunakan adalah “penelitian pengembangan 4 D (four
D)”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perangkat pembelajaran yang dikembangkan mendapatkan hasil
nilai rata-rata sebesar 71,69% yang menunjukan bahwa perangkat tersebut valid dan layak digunakan; dan(2)
hasil belajar siswa sebelum dan sesudah perlakuan pembelajaran mastery learning rata-rata adalah 61,48 dan
84,91.
Kata kunci: Model pembelajaranmastery learning, hasil belajar siswa.

Abstract
This study aims to : ( 1 ) determine the feasibility of mastery learning model learning the standard of competence
operate the electromagnetic control system; and ( 2 ) determine differences in student learning outcomes before
treatment mastery learning instructional model teaching model after treatment with mastery learning . The
method used is one group pretest - posttes design. Subjects in this study were students of class XI TL 1 SMK
Negeri 1 Tuban. And to determine differences in student learning outcomes used paired t-test. The design of the
study is " research development 4D (four D)”. The results showed that : ( 1 ) learning device that was developed
to get the average value of 71.69 %, which indicates that the device is valid and fit for use ; and ( 2 ) the results
of students' prior learning and mastery learning after treatment the average was 61.48 and 84.91.
Keywords: Models of mastery learning, student learning outcomes

dalam kelas terdapat siswa dengan kemampuan berbeda,


PENDAHULUAN ada siswa yang mampu menangkap penjelasan guru
Belajar merupakan proses dari belum tahu menjadi dengan cepat, adapula yang harus berkali-kali dijelaskan
tahu, belum mengerti menjadi mengerti, belum bisa baru mengerti.
menjadi bisa. Seseorang dianggap sudah belajar apabila Siswa yang kurang bisa menangkap penjelasan guru
sudah terjadi perubahan terhadap dirinya. Manusia pada cenderung berfikiran tidak diperhatikan oleh guru, tidak
hakekatnya belajar dari dia masih bayi sampai akan dianggap di kelas dan merasa bahwa dirinya kurang
meninggal dunia. pandai. Maka dari itu seorang guru perlu memperhatikan
Tiap individu memiliki gaya belajar masing-masing. tiap individu siswanya untuk memilih cara yang tepat
Gaya belajar yang sering dijumpai adalah gaya belajar agar materi yang disampaikan dapat ditangkap oleh
auditori, visual, dan kinestetik. Dalam satu kelas, antar semua siswa. Perlu perhatian lebih untuk siswa yang
murid memiliki gaya belajar yang berbeda. Sebagai guru digolongkan siswa kurang pandai.
harus mengerti gaya belajar muridnya untuk mencapai Mastery learning atau belajar tuntas memiliki arti
ketuntasan belajar. penguasaan penuh. Siswa diharapkan menguasai
Menurut pengalaman selama bersekolah, seorang sepenuhnya materi yang diberikan oleh guru. Guru
guru belum tentu mengerti apa yang dibutuhkan siswa diharapkan memberikan pendekatan individual agar
dalam mempelajari suatu mata pelajaran. Guru hanya penguasaan penuh dapat tercapai. Mastery learning
akan menyampaikan materi sesuai dengan rencana yang diharapkan membuat jumlah siswa yang mendapatkan
dibuat. Tidak tahu apakah siswa sudah mengerti semua nilai tinggi bertambah, yang sebelumnya 10 - 20 persen
atau belum. Apabila siswa tidak ada yang bertanya, maka menjadi 80 – 90 persen. Menurut waka kurikulum di
semua siswa dianggap telah mengerti. Sedangkan di SMK Negeri 1 Tuban, KKM di sekolah tersebut adalah

753
Jurnal Pendidikan Teknik Elektro, Volume 04 Nomor 03 Tahun 2015, 753 - 757

80. Kurang dari 80, siswa dikategorikan kurang elektromagnetik; (2) Mengetahui perbedaan hasil belajar
menguasai dalam suatu pelajaran. KKM di sekolah siswa sebelum perlakuan model pembelajaran mastery
tersebut termasuk tinggi, diharapkan siswa yang lulus learning dengan sesudah perlakuan model pembelajaran
dapat diterima diperusahaan besar dan siap bersaing mastery learning. Batasan dalam penelitian ini hanya
dengan sekolah – sekolah lain. menggunakan perangkat pebelajaran berupa silabus,
Sedangkan fungsi pendidikan adalah membimbing RPP, LKS, tes hasil belajar dan modul. Serta siswa yang
anak kearah suatu tujuan yang kita nilai tinggi. menjadi subyek adalah siswa kelas XI SMKN 1 Tuban.
Pendidikan yang baik adalah usaha yang berhasil
membawa semua anak didik kepada tujuan tersebut. Apa METODE
yang diajarkan hendaknya dipahami sepenuhnya oleh Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan
semua anak (Nasution,2008:35). 4 D (four D). Penelitian ini merupakan penelitian
Siswa yang belajar secara formal di sekolah pengembangan perangkat pembelajaran mastery
memiliki batasan untuk belajar mata pelajaran sesuai learning. Penelitian ini dilakukan pada semester genap
kurikulum, serta memiliki batasan waktu untuk tahun ajaran 2014 – 2015 di kelas XI program keahlian
mempelajarinya. Maka dari itu dibutuhkan suatu media Teknik Instalasi Listrik 1 SMKN 1 Tuban yang
untuk membantu ketuntasan belajar, contohnya modul berjumlah 35 siswa.
atau buku ajar. Siswa yang kurang cepat menangkap Untuk rancangan penelitian pada produk ini
pelajaran di kelas dapat mempelajarinya kembali di menggunakan Pre-test and Post-test Group
rumah dengan cara membaca berulang-ulang. Tabel 1. Rancangan Penelitian One Group
Melihat dari keadaan bangsa yang semakin lama Pre-test Post-test Design
semakin tidak berkarakter ditunjukkan dengan banyaknya
Pre-test Treatment
perkelahian, perang saudara, main hakim sendiri, dan Post-test
sebagainya. Maka perlu dikembangkan pendidikan
karakter yang diharapkan akan memperbaiki karakter O1 X O2
bangsa di kemudian hari. Dengan demikian perlu dibuat (Arikunto, 2010:124)
perangkat ajar yang didalamnya terkandung nilai-nilai
karakter. Keterangan:
Menurut Nasution (2008), berdasarkan beberapa O1= pretest, hasil belajar siswa sebelum
hasil penelitian oleh Joice dan Weil tahun 1986 pada menggunakan pembelajaran mastery learning
SMU khususnya di USA, strategi pembelajaran tuntas O2= posttest, hasil belajar siswa setelah
terbukti dapat meningkatkan kecepatan belajar siswa menggunakan pembelajaran mastery learning
dalam proses pembelajaran. Dalam latar Indonesia X = treatment, pembelajaran mastery learning
strategi pembelajaran ini masih jarang diterapkan Penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan
sehingga perlu dilakukan penelitian guna melihat tingkat menggunakan (1) Lembar validasi RPP; (2) Lembar
keunggulan dari strategi pembelajaran ini. validasi modul; (3) Lembar validasi soal; (4) Tes hasil
Dari uraian di atas, maka dilakukan penelitian belajar.
dengan judul “Pengembangan Model Pembelajaran Dari hasil analisis validitas dapat disimpulkan bahwa
Mastery Learning Pada Standar Kompetensi perangkat tersebut dianggap valid (layak) atau tidak
Mengoperasikan Sistem Pengendali Elektromagnetik Di menggunakan standar pendeskripsian sesuai dengan
Smk Negeri I Tuban”. Adapun produk yang dihasilkan modifikasi skala Likert. (Riduwan, 2009 : 15) sebagai
antara lain: Modul, RPP karakter, dan LKS. berikut:
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka Angka 0% - 20% = tidak valid
peneliti merumuskan beberapa rumusan masalah sebagai Angka 21% - 40% = kurang valid
berikut:(1)  Apakah model pembelajaran mastery learning Angka 41% - 60% = cukup valid
layak digunakan pada standar kompetensi Angka 61% - 80% = valid
mengoperasikan sistem pengendali elektromagnetik?; (2) Angka 81% - 100% = sangat valid
Apakah terdapat perbedaan hasil belajar siswa sebelum Analisis data untuk hasil belajar siswa dilakukan
perlakuan model pembelajaran mastery learning dengan dengan perhitungan statistik: (1) Uji normalitas,
sesudah perlakuan model pembelajaran mastery menggunakan program SPSS Kolmogorov-Smirnov; (2)
learning? Uji homogenitas, menggunakan program SPSS
Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui Homogenity Test; (3) Uji hipotesis, menggunakan uji t
kelayakan model pembelajaran mastery learning pada paired dengan kriteria pengujian terima H0 jika – t table
standar kompetensi mengoperasikan system pengendali

754
Pengem
mbangan Moddel Pembelajarran Mastery Learning

< t hitung < t table atau tolak H0 jika – t hitung < t tabble < awaal dan pemberian butir soaal post-testyaang dilakukann
t hitung. padaa pertemuan terakhir di kkelas.Hasil beelajar pre-testt
dan post-testterdaapat pad tabel 2
HASIL DAN N PEMBAHA ASAN Tabeel 2. Nilai Pre-ttest dan Post-teest
Hasil peenilaian didappat melalui validasi
v peranngkat
pembelajarann yang dilakuukan oleh 4 vaalidator. Dari hasil
Nam
ma siswa Pre Tesst Post Test
validasi RPPP didapat hasiil rata-rata keeseluruhan 74,,17%
Ab
bdul Ghofur 52 80
yang masukk dalam kateegori valid berdasarkan
b s
skala
Likert. Berddasarkan hasiil tersebut, dapat
d ditunjuukkan Ab
bdul Khoir 60 80
pada gambarr1. Ab
bdul Kholiq 60 80
Ade Yoga Ramadhhan 60 88
100.00 85.00 80.0
3.3 73.3 76.7 70
73 0.0 65.0 70.0 Agung setiawan 72 88
Agus Subhan Fajarr Shodik 72 88
50.00
Ah
hmad Latif 72 92
0.00 Ah
hmad Syaiful Ikhhwan 40 68
Arrif Hidayat 64 84
Dimas Amirrullah Amin 60 84
Dimas Kurahman 56 80
Dodo Duwi Setiyo 60 88
Gam
mbar 1. Grafik hasil rating validasi RPP
Faajar Aji Sutejo 60 80
Dari haasil validasi modul didappat hasil rataa-rata
Feerry Nur Andreannsyah 64 80
keseluruhan 73,2% yangg masuk dalaam kategori valid
berdasarkan skala Likertt. Berdasarkaan hasil tersebut, Fiirman Siswanto 68 84
dapat ditunjuukkan pada gaambar 2 Gigih Putra Utamaa 64 80
Kh
husnul Rochim 64 84
7
78.33
75.0 Lu
utfi Fajar Auri Kuurniawan 60 80
72.9
67.5 67.5 Lu
utvi Rohman 60 84
Moch.
M Misbach Gaaluh D.A. 64 84
Moch.
M Syaifullah 52 80
Mohammad
M Nizar 56 80
Muhammad
M Mukliisin 60 84
Muhammad
M Nur Muzakky
M 56 84
Muhammad
M Rifaq Nashoruddin 64 92
Gam
mbar 2. Grafik rating hasil validdasi modul
Dari haasil validasi tersebut
t didappat hasil rataa-rata Muhammad
M Rizqi Farachan 56 88
keseluruhan 67,7% yangg masuk dalaam kategori valid Muhammad
M Yuli Prasetyo
P 56 88
berdasarkan skala Likerrt.Berdasarkann hasil tersebut, Novanda Cahya Saaputra 60 88
dapat ditunjuukkan pada gaambar 3 Nu
uzul Hadi Pramono 52 80
Paanji Bayu Cahyonno 68 92
7
77.5
Reenaldin Gusma Pribadi 68 92
Riiskyta Aprillian Silverianto
S 68 92
66.3 66.1
Riizal Muhbib Syaffi'i 68 92
Verry Dwi Andhikka 68 92
Zaabid Nur Ali 68 92
Maateri Konttruksi Bahassa atau
bud
daya
Pada penelitian ini dilakkukan analisiss hasil belajarr
Gam
mbar 3. Grafik rating hasil vallidasi soal dari soal pre-tesst dan post-ttest pada kellas XI TL 1
Hasil belajar sisswa diperoleeh dengan cara SMK KN1 Tuban dengan jumlaah 35 siswa.. Perhitungann
pemberian buutir soal pre-ttestyang dilakuukan di pertem
muan untu
uk mengetahhui perbedaaan hasil belajar siswaa

755
Jurnal Pendidikan Teknik Elektro, Volume 04 Nomor 03 Tahun 2015, 753 - 757

menggunakan SPSS 17 dengan perhitungan uji-t jenis 95% Confidence (2-


paired sampel t-test. Mengolah data hasil pre-test dan Std. Std. Interval of the taile)
Devi Error Difference
post-test dalam hal ini uji normalitas, uji homogenitas, Mean ation Mean Lower Upper
dan uji hipotesis dengan paired sampel t-test. Pair 1 Pre
Tabel 3. Hasil uji normalitas test-
23.429 4.565 .772 21.860 24.997 30.362 34 .000
post
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test test
Data hasil pre-test menunjukkan rata-rata 61,48 dan
Unstandardized hasil post-test menunjukkan rata-rata 84,91. Berdasarkan
Sebelum Sesudah Residual
output di atas diketahui bahwa nilai sig sebesar 0,000
N 35 35 35
lebih kecil dari 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1
Normal Mean 61.4857 84.9143 .0000000 diterima. Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa t =
Parametersa,,b
Std. 6.79693 5.49530 4.54382855 30,362. Menentukan ttabel, tabel distribusi t dicari dengan
Deviation (df) = n-1, menggunakan t0,975 untuk tes dua ekor ts0,05,
Most Extreme Absolute .156 .157 .129 sehingga didapat ttabel = 2,04. Berdasarkan nilai thitung dan
Differences
nilai sig diketahui bahwa 30,362> 2,04 dan 0,000 < 0.05
Positive .129 .157 .129
Negative -.156 -.157 -.119
maka H0 ditolak dan H1 diterima. H1 adalah Terdapat
Kolmogorov-Smirnov Z .925 .930 .762 perbedaan hasil belajar siswa sebelum perlakuan model
pembelajaran mastery learning dan sesudah perlakuan
Asymp. Sig. (2-tailed) .359 .352 .606
model pembelajaran mastery learning.
a. Test distribution is Normal.
PENUTUP
b. Calculated from data.
Simpulan
Berdasarkan output di atas diketahui bahwa nilai sig Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat
sebesar 0,606 lebih besar dari 0,05, sehingga H0 diterima disimpulkan sebagai berikut: (1) Berdasarkan analisis
dan dapat disimpulkan bahwa sampel berdistribusi hasil validasi perangkat pembelajaran berupa modul, RPP
normal. dan butir soal yang telah ditunjukkan pada bab IV, rata-
Tabel 4. Hasil uji homogenitas rata dalam persen adalah 73,2; 74,17 dan 67,7. Dengan
demikian validasi perangkat pembelajaran tersebut
Test of Homogeneity of Variances
dinyatakan valid. Sehingga model pembelajaran mastery
ujiT learning layak digunakan pada standar kompetensi
mengoperasikan sistem pengendali elektromagnetik; (2)
Dari hasil perhitungan pada nilai pre test dan post test
Levene Statistic df1 df2 Sig.
menunjukkan bahwa thitung = 30,362 lebih besar dari ttabel
.817 1 68 .369
2,04 dengan taraf signifikan α = 0,05. Sehingga dapat
Berdasarkan output di atas diketahui bahwa nilai disimpulkan H0 di tolak dan H1 diterima, yaituterdapat
sigadalah 0,369 lebih besar dari 0,05, sehingga H0 perbedaan hasil belajar siswa sebelum perlakuan model
diterima dan dapat disimpulkan bahwa sampelhomogen. pembelajaran mastery learning dengan sesudah
perlakuan model pembelajaran mastery learning.
Tabel 5. Hasil uji t
Saran
Paired Samples Statistics Dari hasil penelitian yang diperoleh, maka
Std. disarankan untuk: (1) Perangkat pembelajaran model
Mean N Deviation Std. Error Mean
mastery learning dapat dijadikan alternatif pembelajaran
Pair 1 postes 84.91 35 5.495 .929 untuk siswa sekolah menengah kejuruan; (2) Pengajar
pretes 61.49 35 6.797 1.149 yang menggunakan model pembelajaran mastery
learning diharapkan menyediakan waktu sebelum
pembelajaran untuk menyiapkan siswa berdasarkan
Paired Samples Correlations
gayabelajar masing-masing; (3) Penelitian ini masih
N Correlation Sig.
banyak kekurangan, sehingga peneliti sangat mengharap
postes & pretes 35 .744 .000
Pair 1 ada pihak yang akan meneruskan penelitian ini untuk
Paired Samples Test menjadikan suatu perangkat yang lebih baik lagi.
Paired Differences t df Sig.

756
Pengembangan Model Pembelajaran Mastery Learning

DAFTAR PUSTAKA Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif,


Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Adi Wijaya, Hendra. 2011. Pengembangan Perangkat
Pembelajaran Model Problem Based Learning pada Sugiyono. 2013. Statistika untuk Penelitian. Bandung:
Standar Kompetensi Memperbaiki Sistem Penerima Alfabeta.
Televisi di SMK Negeri 3 Surabaya. Skripsi tidak
Thiagarajan, dkk. 1974. Instructional Development For
diterbitkan. Surabaya: JPTE FT Unesa.
Training Teachers Of Exceptional Children.
Amirin, Tatang. 2010.Taksonomi Bloom Versi Baru. Bloomington: Indian university.
(online). (http://tatangmanguny.wordpress.com.
Tim Penyusun. 2006. Panduan Penulisan dan Penilaian
Diakses Oktober 2012).
Skripsi Universitas Negeri Surabaya.
Andri Aka, Kukuh. 2013. Model – Model Pengembangan
Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif
Bahan Ajar (Addie, Assure, Hannafin dan Peck,
Progresif. Jakarta: Kencana.
Gagne And Briggs Serta Dick And Carry), Borg And
Gall, 4d. (online).
(http://belajarpendidikanku.blogspot.com/2013/02/m
odel-model-pengembangan-bahan-ajar.html?m=1)
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu
Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Ayu. 2011. Pembelajaran Tuntas, Remedial, Pengayaan.
(Online)
(http://ay4ku.blogspot.com/2011/12/pembelajaran-
tuntas-remedial-pengayaan.html. Diakses Oktober
2012)
Basuki. 2012. Belajar Tuntas (Mastery Learning).
(Online)
(http://sumsel.kemenag.go.id/file/dokumen/belajartu
ntasbybasuki.pdf. Diakses Oktober 2012)
Ibrahim, dkk. 2005. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya :
University Press.
Mardiyanti, Dian. 2012.Pengembangan Perangkat
Pembelajaran Think Pair Share dengan Strategi
Belajar PQ4R di Smk Negeri 1 Nganjuk. Skripsi
tidak diterbitkan. Surabaya: JPTE FT Unesa.
Nasution, S. 2008. Berbagai Pendekatan dalam Proses
Belajar dan Mengajar. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Nur, M 2011. Instrumen Telaah dan Masukan Perangkat
RPP Keterampilan Berfikir dan Perilaku
Berkarakter dalam Rangka Revitalisasi RPP
Universitas Negeri Surabaya 2011. Surabaya :
Pustakamas.
Putranti, Nurita. 2007. Gaya Belajar Anda Visual,
Auditori atau Kinestetik. (Online)
(http://nuritaputranti.wordpress.com/2007/12/28/gay
a-belajar-anda-visual-auditori-atau-kinestetik.
Diakses Oktober 2012)
Riduwan. 2009. Variabel-variabel Penelitian. Bandung:
Alfabeta.
Rohman, Arif. 2009. Memahami Pendidikan dan Ilmu
Pendidikan. Yogyakarta: LaksBang Mediatama.
Sudjana. 2005. Metoda Statistika. Bandung : PT. Tarsito.
Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif,
Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.

757