Anda di halaman 1dari 3

DOKUMEN LEVEL

STANDART OPERATING KODE ......


PROCEDURE

TANGGAL DIKELUARKAN :
MEREKAM ECG

AREA: Keperawatan Medikal Bedah NO REVISI: ......

Disusun Oleh Disahkan Oleh

Tim Divisi Keperawatan Ketua STIKES Bethesda

A. DESKRIPSI
Suatu tindakan untuk menunjuKkan gambaran aktivitas listrik jantung pada saat jantung
depolarisasi dan repolarisasi yang dideteksi melalui elektrode yang diukur pada
permukaan tubuh (Gray, 2004).

B. TEORI YANG MENDASARI TINDAKAN


Tubuh manusia bersifat sebagai konduktor sehingga memungkinkan penempatan
elektroda di permukaan tubuh dan dapat merekam peristiwa listrik di dalam tubuh.
EKG merupakan penjumlahan aktivitas listrik yang berasal dari semua sel otot jantung.
Perubahan potensial listrik jantung, dapat digambarkan dalam grafik yang merekam
aktifitas listrik jantung dihubungkan dengan waktu (Mustofa, 2005).

C. TUJUAN
Mengetahui gambaran perubahan aktivitas listrik jantung, seperti irama jantung, frekuensi
jantung, gangguan elektrolit, axis, gangguan otot jantung dan toksisitas obat.

D. INDIKASI TINDAKAN
Pasien yang dicurigai adanya perubahan eksitasi listrik pada jantung.

E. KONTRA INDIKASI TINDAKAN


N/A

F. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN


1. Kondisi peralatan siap pakai.
2. Kondisi Klien
3. Kondisi Lingkungan

G. PROSEDUR TINDAKAN
1. Tahap Pra Interaksi:
a. Persiapan diri perawat
b. Verifikasi program
c. Persiapan alat:
Trolley berisi:
1) Set Mesin ECG
2) Alat dan bahan yang diperlukan :
a) Jelly
b) Kertas Tissue
c) Alkohol
d) Bengkok
3) Alat pelindung diri : yas, masker.

2. Tahap Orientasi:
a. Berikan salam terapeutik (pagi, siang atau malam)
b. Klarifikasi kontrak waktu
c. Jelaskan tujuan merekam ECG
d. Beri kesempatan klien untuk bertanya
e. Persiapan alat di dekatkan klien.

3. Tahap Kerja:
a. Mencuci tangan (lihat kondisi ruangan pasien)
b. Mengatur posisi klien supinasi / semifowler sesuai indikasi
c. Membebaskan pakaian klien bagian atas, pergelangan tangan dan pergelangan
kaki
d. Meminta klien untuk rileks (tidak bergerak, batuk) pada saat merekam ECG
e. Membersihakan area dada, dan ekstremitas yang akan dipasang elektroda
menggunakan alkohol
f. Memasang elektroda yang sudah diberi jelly pada tubuh klien, dengan urutan sbb
:
1) Kabel RA (Red Arm/ merah) dihubungkan dengan elektrode dipergelangan
2) lengan kanan
3) Kabel LA (left Arm/ kuning) dihubungkan dengan elektrode di pergelangan
lengan kiri .
4) Kabel LL (Left Leg/ hijau) dihubungkan dengan elektrode dipergelangan kaki
kiri
5) Kabel RF (Righ Foot/ Hitam) dihubungkan dengan elektrode dipergelangan
kaki kanan
6) Elekroda prekordial (Dada):
V1 : di ICS 4 kanan (2 cm kanan sternum)
V2 : di ICS 4 kiri (2 cm kiri sternum)
V3 : di Pertengahan antara V2 dan V4
V4 : di ICS 5 linia Mid clavikularis sinistra
V5 : di linea axilaris anterior horizontal thd V4
V6 : di Linea axilaris media horizontal thd V5.
g. Menghidupkan mesin ECG dengan menekan tanda ON (indikator hijau/ biru)
tergantung type mesin ECG yang digunakan
h. Mengatur kode mode pada mesin untuk menentukan cara perekaman yang
dikehendaki manual atau digital
i. Merekam ECG mulai lead I dengan menekan kode F5 atau tanda lain tergantung
tipe mesin yang digunakan untuk memindahkan setiap lead
j. Menjalankan kertas grafik dengan menekan tanda start/ Run. Untuk merekam
ECG 12 lead, tiap lead lebih kurang 12 cm atau 3 siklus, mulai lead I, II, III, AVR,
AVL, AVF, V1, V2, V3, V4,V5, dan V6
k. Setelah perekaman 12 lead selesai, tekan kembali F5 sampai tanda test muncul
l. Mematikan mesin ECG
m. Melepaskan elektroda dari tubuh klien, bersihan jelly yang menempel di tubuh
n. Melepaskan elektroda yang terpasang dan membersihkan bekas jelly yang
menempel pada tubuh klien dengan alkohol
o. Mengatur posisi klien senyaman mungkin
p. Membersihkan alat, merapikan, dan simpan ditempat semula
q. Mencuci tangan.
4. Tahap Terminasi:
a. Mengevaluasi respon klien
b. Menyimpulkan hasil kegiatan
c. Memberikan pesan bila diperlukan
d. Melakukan kontrak selanjutnya (waktu, topik/kegiatan, tempat)

5. Dokumentasi:
a. Menuliskan identitas klien lengkap.
b. Tanggal merekam.
c. Perawat yang merekam.
d. Nilai ECG

6. Sikap:
a. Teliti
b. Empati
c. Peduli
d. Sabar
e. Sopan

H. SUMBER REFERENSI
STIK Sint Carolus. (2008). Prosedur Ketrampilan Klinik Keperawatan Medical Bedah,
Jakarta: STIK Sint Carolus.

Mustofa. (2015). SOP Pemansangan Elekrokardiogram EKG. Diakses dari


www.academia.edu/19826565/SOP_Pemasangan_Elektrokardiogram_(EKG ), FK
UNSUD, Jawa Tengah. Akses Agustus 2017.

Houn H.Gray dkk. (2014), Kardiologi, edisi 4, Erlangga, Surabaya.