Anda di halaman 1dari 6

Specimen Collection

Tabel.24-2
Penyakit Yang Disebabkan Oleh Bakteri-General

Agent Atau Penyakit Specimen Metode Konfirmasi atau Comments


identifikasi
Brucellosis  Darah, tulang, sumsum,  Culture Inkubasi yang berkepanjangan (4-5 hari) mungkin
atau situs lokalisasi, diperlukan Uji aglutinasi 2-mercaptoethanol yang
 scra  Tabung aglutinasi atau membedakan IgG dari Antibodi IgM dan mungkin
EIA diagnostik untuk kronis brucellosis.
B. canis yang infeksi memerlukan tes serologis
spesifik
Cat scratch disease  Biospi kulit Culture, FA
(Bartonellosis)/  Kelenjar getah bening
penyakit yang  Nanah darah
disebabkan oleh
cakaran kucing.
Chlamydia Pneumonia  Nesofaring Swab  Culture, PCR Pertahankan kultur pada suhu 4 ° C, atau -70 ° C jika
 OP Swab ( Oropharyngeal waktu transportasi > 24 jam
Swab)
 serum  MIF
Difteri  Tenggorakan Swab Culture, PCR Masukkan swab secara langsung ke dalam Pai atau
Loeffler slants. Gel silika paket juga dapat digunakan
untuk transportasi.
Influenza darah Culture Tes antigen sensitif, culture lebih kuat dan disukai
CSF
Spesimen situs steril
Legionellosis  Sera  IFA IFA positif tidak konklusif, culture lebih disukai
 Jaringan paru-paru  DFA, Culture
 Respirasi, sekresi  PCRA
 Urin  Deteksi Antigen (ICT
 sera atau EIA)
Leptospirosis  Darah  Culture  Leptospiremia terjadi saat minggu pertama sakit
 Urin  Leptospiremia terjadi setelah minggukeduasakit
 sera  MAT  Pertumbuhan terjadisetelah beberapa hari hingga
beberapa minggu
Tabel 24-3

Penyakit Yang Disebabkan Oleh Bakteri-Transmisi sexsual

Agent Atau Penyakit Specimen Metode Konfirmasi atau Comments


identifikasi
Chancroid Swab dari lesi PCR Tes Invitigasi
Lymphogranuloma Lesi,endourethral, Culture, NAAT Dubur swab dari wanita dan MSM
venereum (LGV) endocervical, dubur swab Cultural: memepertahankan dari suhu 4 ° C, atau -70 °
(C.tachomatis) C jika waktu transportasi > 24 jam
NAAT: Investigasi, PCR
Genital (Non-LGV) C.  endourethral, endocervical  Culture, NAAT Cultural: memepertahankan suhu 70 ° C dalam sukrosa
trachomatis swab fosfat transportasi medium tes investigasi
 urin  NAAT
 vaginal, rectal swab  NAAT
Syphilis  Sera  Tes treponemal , DNA  Tes antigen sensitif, culture lebih kuat dan
dan Reiter penyerapan, disukai
 Autopsy, biospy, lesi, WB
material  Darkficld Microscopy,  Mikroskopi Darkfield hanya ditempat
DFA-TP, PCR perawatan saja
DFA-TD: Block parafin, slide
PCR: hanya digunakan untuk penyelidikan

Tabel 24-4.

Penyakit yang disebabkan Bakteri- Bawaan Makanan

Agent Atau Penyakit Specimen Metode Konfirmasi atau Comments


identifikasi
Bacillus cereus  Kotoran  Culture  Isolasi organisme dari tinja dua orang atau lebih yang sakit
 makanan  Culture, esai untuk toxin  Digunakan untuk mendeteksi toxin diare akibat makanan
Campylobacter jejuni  Kotoran Culture  isolasi orgaisme dari spesimen klinis dari dua orang atau lebih
 makanan orang sakit atau isolasi organisme atau dari makanan

Escherichia coli  Kotoran  Culture  Isolasi E.coli
O157:H7 dan toxin siga  Makanan
lainya yang  serum  Uji lipopolysaccharide  Serodiagnosis di CDC hanya untuk wabah
memproduksi E.coli (LPS) Antibodi
Salmonella sp.  Kotoran Culture, serotyping Isolasi organisme serotipe yang sama dari klinis spesimen dari
 makanan dua orang sakit atau dari makanan
Shugellasp.  Kotoran Culture, serogrouping Isolasi organisme serotipe yang sama dari klinis spesimen dari
 makanan dua orang sakit atau dari makanan

Tabel 24-5.

Penyakit yang disebabkan virus- general

Agent Atau Penyakit Specimen Metode Comments


Konfirmasi atau
identifikasi
Adenovirus  Pernapasan, kotoran, mata  Culture, FIA,  Spesimen pernapasan: swab faring hidung, pembersihan
swab IFA, PCR tenggorakan. Untuk melihat dugaan infeksi saluran bawah
 sera  HI, CF, dengan menggunakan lavage bronchoalveolar dan aspirasi
transtracheal
 Bisa menggunakan biopsi dan atopsi
Human  Plasma, sera, saliva, dan  EIA, WB
Immunodeficiency virus urin
type 1 dan 2 (HIV-1/2)  Semua darah, plasma,  Tes cepat
sera, dan saliva
 plasma
 NAAT
Cytomegalovirus  Urin, tenggorakan swab,  Culture, PCR Tes serologis dengan nilai diagnisis terbatas
(CMV) sera  EIA, NT, IgM
gambaran EIA
Coronaviruses Pernapasan Culture, RT-PCR  Spesimen pernapasan: swab faring hidung, pembersihan
tenggorakan. Untuk melihat dugaan infeksi saluran bawah
dengan menggunakan lavage bronchoalveolar dan aspirasi
transtracheal
 Bisa menggunakan biopsi dan atopsi
 Culture hanya cocok pada beberpa coronavirus