Anda di halaman 1dari 28

5555mL

mL
mL
mLHCl
HCl
HCl
HCl2N2N
2N
2N++++4321mL
mL
mL
mLetanol
etanol
etanol
etanol++++1234mL
mL
mL
mL CH3COOH N u r i n a K u s u m a A y u
CH3COOH
CH3COOH
CH3COOH
Pratiwi_103194204_PKB2010 |1
Hasil
Hasil
Hasil
Hasil
HCL 2N 5 mL
Diletakkan
Diletakkan
Diletakkan
Diletakkandalam
dalam
dalam
dalamerlenmeyer
erlenmeyer
erlenmeyer
erlenmeyer
Hasil
HCL
HCL
HCL
HCL
HCLDidiamkan
HCL
2N
2NDidiamkan
2Didiamkan
Didiamkan
2N
552N
52N
ml,
ml,
555ml,
ml,selama
selama
selama
etanolselama
etanol
ml,etanol
HCL
etanol
etanol
HCL
42
32N3hari
3hari
3hari
ml,3hari
ml,
ml,
432N
2
5ml, KONSTANTA
CH3COOH
ml,
CH3COOH
ml,
ml5CH3COOH
CH3COOH
ml
CH3COOH 13ml
2ml
ml ml KESETIMBANGAN
12ml
3ml
HCLHCL2N 2N 5 ml,5 ml,
etanol
etanol
Hasil
Diletakkan1Hasil
ml1dalam
,ml
CH3COOH
, CH3COOH
erlenmeyer4 ml.
4 ml.
Hasil
Hasil
Hasil
Hasil
Hasil
Hasil
Dicatat
Dicatat
Dicatat
Dicatatsuhunya Hasil
suhunya
suhunya
suhunya Hasil
Ditambah PP
++++indicator
indicator
indicator
indicatorPP
PP
PP
PP
Dititrasi
HARI/
I. dengan dengan NaOH
TANGGAL 2N
PERCOBAAN : Jumat, 09 Maret 2012
Dititrasi
Dititrasi
Dititrasi
Dititrasi dengan
dengan
denganNaOHNaOH
NaOH
NaOH
Dicatat
Dicatat
Dicatat
Dicatatvolumenya
volumenya
volumenya
volumenya
II. SELESAI PERCOBAAN : Jumat, 09 Maret 2012

III. TUJUAN PERCOBAAN

Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui konstanta kesetimbangan


suatu reaksi dan memperhatikan bahwa konstanta kesetimbangan suatu
reaksi tidak bergantung pada konsentrasi awal reaksi

IV. TINJAUAN PUSTAKA


Suatu reaksi kimia dikatakan setimbang, apabila dapat terjadi bolak
balik. Dalam artian, produk yang sudah terbentuk dapat kembali menjadi
reaktan lagi
Karakteristik Keadaan Kesetimbangan
Ada empat aspek dasar keadaan kesetimbangan, yaitu :
1. Keadaan kesetimbangan tidak menunjukkan perubahan makroskopik yang
nyata

2. Keadaan kesetimbangan dicapai melalui proses yang berlangsung spontan

3. Keadaan kesetimbangan menunjukkan keseimbangan dinamik antara proses


maju atau balik

4. Keadaan kesetimbangan adalah sama walaupun arah pendekatannya berbeda

Macam – macam Sistem Kesetimbangan


Macam – macam sistem kesetimbangan, yaitu :
1. Kesetimbangan dalam sistem homogen
• Kesetimbangan dalam sistem gas-gas.
Contoh : 2SO2(g) + O2(g) ↔ 2SO3(g)
• Kesetimbangan dalam sistem larutan-larutan.
Contoh : NH4OH(aq) ↔ NH4+(aq) + OH- (aq)
2. Kesetimbangan dalam sistem heterogen.
• Kesetimbangan dalam sistem padat gas.
Nu r i na Kus u ma Ay u
Pratiwi_103194204_PKB2010 |2

Contoh : CaCO3(s) ↔ CaO(s) + CO2(g)


• Kesetimbangan sistem padat larutan
Contoh : BaSO4(s) ↔ Ba2+(aq) + SO42- (aq)
• Kesetimbangan dalam sistem larutan padat gas
Contoh : Ca(HCO3)2(aq) ↔ CaCO3(s) + H2O(l) + CO2(g)

Konstanta Kesetimbangan

Pada reaksi kimia yang berlangsung bolak balik seperti reaksi :

A + B → C + D dan C + D → A + B maka suatu kondisi tertentu akan


terjadi suatu keadaan dimana konsentrasi A,B,C dan D selalu konsatan,
selama sistem tersebut tidak diganggu. Pada keadaan demikian reaksi dalam
sistem tersebut tidak diganggu. Pada keadaan demikian reaksi dalam sistem
tersebut dikatakan dalam keadaan setimbang. Perbandingan nilai
konsentrasi produk dan reaktan pada keadaan setimbang dapat dinyatakan
dalam sebuah tetapan yang disebut tetapan kesetimbangan (Kc). Secara
matemais,harga Kc untuk reaksi berikut :

aA + bB → cC + dD

dapat dinyatakan sebagai, Kc = CcDdAaBb

Di mana (A), (B), (C), (D) adalah konsentrasi A, B, C, dan D pada keadaan
setimbang.

Hukum Dalam keadaan kesetimbangan pada suhu tetap,


Guldberg dan maka hasil kali konsentrasi zat-zat hasil reaksi
Wange: dibagi dengan hasil kali konsentrasi pereaksi yang
sisa dimana masing-masing konsentrasi itu
dipangkatkan dengan koefisien reaksinya adalah
tetap.

Pengukuran A, B, C, D dalam sistem keadaan setimbang mempunyai


banyak cara. Hal prinsip yang harus diperhatikan saat pengukuran
Nu r i na Kus u ma Ay u
Pratiwi_103194204_PKB2010 |3

konsentrasi tersebut harus diupayakan dengan metode yang tidak


mengganggu kesetimbanag, yang menyebabkan pergeseran reaksi dan
konsentrasi yang akan diukur menjadi berubah.

Konstanta ksetimbangan yang dinyatakan dengan term konsentrasi


(Kc) dapat mempunyai harga yang sangat besar atau sangat kecil. Bila
konstanta kesetimbangan (Kc) kecil (Kc < 1), berarti bahwa pada keadaan
kesetimbangan konsentrasi dari produk adalah kecil, sehingga konstanta
kesetimbangan yang kecil menunjukkan reaksi bolak-balik tidak
berlangsung dengan baik. Misalnya jika reaksi :

A(g) + B(g) ↔ C(g) + D(g)

Dengan Kc = 10-5 berarti bahwa campuran A dan B tidak banyak


menghasilkan C dan D pada kesetimbangan. Bila konstanta kesetimbangan
besar (Kc > 1) berarti bahwa konsentrasi reaktan yang tinggal pada
kesetimbangan adalah kecil, sehingga harga konstanta kesetimbangan yang
besar menunjukkan bahwa reaksi berlangsung ke kanan dengan baik.
Misalnya untuk reaksi :

E(g) + F(g) ↔ G(g) + H(g)

Dengan harga Kc = 105 berarti campuran E dan F akan berubah


hampir sempurna menjadi G dan H. Harga konstanta kesetimbangan dapat
ditentukan berdasarkan data eksperimen.

Pada pecobaan ini akan dilakukan penentuan teteapan


kesetimbanagan reaksi esterifikasi antara asam asetat dan etanolsengan
metode titrasi.

V. ALAT DAN BAHAN

ALAT UKURAN JUMLAH


Buret 50 ml 1
Pipet Volum 5 ml 1
Nu r i na Kus u ma Ay u
Pratiwi_103194204_PKB2010 |4

Erlenmeyer bertutup 250 ml 4

BAHAN : • Etanol Absolut

• NaOH • HCl 2N

• Indikator PP • Asam asetat

VI. PROSEDUR KERJA

Siapkan 4 buah erlenmeyer bertutup dan masing – masing isi dengan


campuran larutan dengan komposisi seperti dalam tabel berikut

Erlenmeyer Ke- HCl 2N (ml) Etanol (ml) Asam asetat (ml)


1 5 1 4
2 5 2 3
3 5 3 2
4 5 4 1

Reaksi esterifikasi antara asam asetat dengan etanol aka mencapai keadaan
setimbang setelah reaksi berlangsung ± 1minggu. Oleh karena itu setelah
masing – maing erlenmeyer diidsi campuran reaksi di atas segera tutup dan
letakkan dalam penangas bertemostat pada suhu kamar atau letakkan di
ruangyang variasitemperaturnya kecil. Setelah tersimpan selama ± 1 minggu
(minimal 3 hari) lakukan langkah sebagai berikut :
Nu r i na Kus u ma Ay u
Pratiwi_103194204_PKB2010 |5

1. Catat suhu ruang atau penangas tempat menmpan campyran diatas.

2. Pipet 5 ml Hcl 2 N (larutan blanko) dan titrasi dengan 2 N NaOH dan


gunakan indikator PP.

3. Titrasi masing – masing campuran (dalam 4 buah erlenmeyer yang telah


disimpan selama ± 1 minggu) secara cepat dengan 2 N NaOH dan gunakan
indikator PP.

4. Tentuakn mol etanol absolut dan mol asam asetat berdasarkan data massa
jenis dan kadar (% kadar dilihat di tabel Botol)
Nu r i na Kus u ma Ay u
Pratiwi_103194204_PKB2010 |6

LARUTAN BLANKO

ERLENMEYER 1

ERLENMEYER 2

ERLENMEYER 3


Nu r i na Kus u ma Ay u
Pratiwi_103194204_PKB2010 |7

ERLENMEYER 4


Nu r i na Kus u ma Ay u
Pratiwi_103194204_PKB2010 |8

VII. HASIL PENGAMATAN

NO

Prosedur Percobaan

Hasil pengamatan

LARUTAN BLANKO

- Diletakkan dalam erlenmeyer

- Ditambah PP

- Dititrasi dengan NaOH 2N

Stelah dititrasi warna larutan pada erlenmeyer menjadi merah muda dengan

V1 = 4,4 ml

ERLENMEYER 1
Nu r i na Kus u ma Ay u
Pratiwi_103194204_PKB2010 |9

- Segera ditutu dan diletakkan dalam penangas bertermostat pada suhu


kamar ± 1 minggu

- Dicatat suhu runag tempat penyimpanan

Dititrasi dengan larutan blanko (5 ml HCl 2N dengan NaOH 2N + indikator PP


setelah disimpan 1 minggu secara cepat)

Suhu ruang 30 0C

V = 44,2 ml

- Warna larutan menjadi merah muda.

- Timbul panas

- ρ etanol = 0,79

- ρ asam asetat = 1,042

ERLENMEYER 2
Nu r i na Kus u ma Ay u
P r a t i w i _ 1 0 3 1 9 4 2 0 4 _ P K B 2 0 1 0 | 10

- Diperlakukan sama dengan erlenmeyer 1

V2 = 30,8 ml

- Pada erlenmeyer timbul panas dan bau

- Warna larutan menjadi merah muda

- ρ etanol = 0,79

- ρ asam asetat = 1,042

ERLENMEYER 3

- Diperlakukan sama dengan erlenmeyer 1


Nu r i na Kus u ma Ay u
P r a t i w i _ 1 0 3 1 9 4 2 0 4 _ P K B 2 0 1 0 | 11

V3 = 20,6 ml

- Pada erlenmeyer timbul panas dan bau

- Warna larutan menjadi merah muda

- ρ etanol = 0,79

- ρ asam asetat = 1,042

ERLENMEYER 4

- Diperlakukan sama dengan erlenmeyer 1

V4 = 12,9 ml

- Pada erlenmeyer timbul panas dan bau

- Warna larutan menjadi merah muda

- ρ etanol = 0,79
Nu r i na Kus u ma Ay u
P r a t i w i _ 1 0 3 1 9 4 2 0 4 _ P K B 2 0 1 0 | 12

- ρ asam asetat = 1,042

Reaksi

Blanko: HCl (aq) + NaOH (aq) ↔NaCl (aq) + H2O (aq)

Erlenmeyer: CH3COOH(aq) + C2H5OOH(aq) ↔ CH3COOC2H5(aq) + H2O(aq)

VIII. ANALISIS DATA

Pada dasarnya dalam praktikum konstanta kesetimbangan ini, terjadi


proses esterifikasi. Seperti yang telah diketahui bahwa reaksi esterifikasi
berjalan sangatlah lama, oleh karena itu dalam percobaan ini proses
pengreaksian antara etanol dan asam asetat harus disimpan dahulu minimal
selama 3 hari, agar memastiakn bahwa etanol dan asam asetat benar – benar
sudah bereaksi menjadi senyawa ester (etil asetat). Persamaan reaksi yang
terjadi adalah :

CH3COOH(aq) + C2H5OOH(aq) ↔ CH3COOC2H5(aq) + H2O(aq)

Kemudian yang patut diyakini bahwa setelah penyimpanan selama 3


hari sudah terbentuk senyawa ester yaitu timbulnya bau/ wangi khas dari 4
tabung erlenmeyer yang sudah berisi asam asetat yang direkasikan dengan
etanol.

Setelah proses penyiapan ke 4 larutan ester ini, dibuat juga larutan


blanko HCl 2N 5ml yang di titrasi dengan NaOH sehingga didapatkan
volume tirasinya dan mol ekivalen H+. Mol ekivalen inilah yang digunakan
untuk mendapatkan mol sisa dari tiap larutan ester tadi, karena larutan
blanko ini akan dititasi dengan larutan ester di tiap 4 tabung tadi. Ketika mol
sisa didapatkan, tentu konsentrasi produk sisa dan reaktan sisanya akan
ditemukan pula, sehingga akhirnya dapat ditentukanlah Kc.

Jika kita tinjau dari tahap titrasi yang dilakukan pada 4 larutan ester
tadi, terdapat penambahan HCl, yang berguna sebagai katalis, kemudian
Nu r i na Kus u ma Ay u
P r a t i w i _ 1 0 3 1 9 4 2 0 4 _ P K B 2 0 1 0 | 13

terdapat penambahan PP yang berfungsi sebagai indikator, sehingga dapat


diidentifikasi titik akhir titrasi dengan adanya perubahan warna dari tak
berwarna menjadi merah muda jernih. Selain itu pada tahap pentitrasian
juga ternyata timbul panas, hal ini menandakan bahwa terjadi reaksi
endoterm

Dari percobaan yang dilakukan pada 4 tabung reaksi terdapat jumlah


mol reaktan asam asetat yang berkurang, dan mol reaktan etanol bertambah ,
tentu hal ini berdampak lurus pada molaritas mula mula pada masing –
masing pada 4 tabung erlenmeyer. Akan tetapi, ternyata keadaan molaritas
mula mula tersebut tidak betpengaruh pada jumlah Kc. Dikarenakan, yang
memepengaruhi besar Kc adalah konsentrasi sesudah reaksi.

IX. PEMBAHASAN

Dari 4 nol tabung erlenmeyer, didapat jumlah Kc yang berbeda pada


tiap tabungnya. Dan jumlah dari nlai nya yang sangat jauh dari teori yang
didapatkan, yang mejlaskan bahwa Kc yang tepat, harusnya berjumlah 4,2.
Sedangkan Kc yang didapat pada percobaan ini ada 2 erlenmeyer yang
bernilai negative, padahal seharusnya tidak boleh harga Kc itu bertanda
negative.

Ketidaksesuaian ini mungkin dikarenakan pada waktu penyimpanan


yang kurang lama, sehingga ester belum terbentu secara sempurna, yang
mengakibatkan volume NaOH yang diperlukan dalam titrasi juga banyak.
Yang apabila dimasukkan dalam perhitungan secara matematis sesuai
dengan rumus, akan didapatkan harga Kc yang negative.

X. KESIMPULAN

Kesimpulan yang kami peroleh dalam percobaan konstanta


kesetimbangan yaitu suatu konstanta kesetimbangan tidak bergantung pada
konsentrasi awal pereaksi dan diperoleh Kc sesuai percobaan sebesar
0,008575
Nu r i na Kus u ma Ay u
P r a t i w i _ 1 0 3 1 9 4 2 0 4 _ P K B 2 0 1 0 | 14
Nu r i na Kus u ma Ay u
P r a t i w i _ 1 0 3 1 9 4 2 0 4 _ P K B 2 0 1 0 | 15

XI. JAWABAN PERTANYAAN

1. Tabel pengamatan dan Perhitungan

TABEL PENGAMATAN

NO Prosedur Percobaan Hasil pengamatan


LARUTAN BLANKO

Stelah dititrasi warna larutan pada


- Diletakkan dalam erlenmeyer menjadi merah muda
erlenmeyer dengan

- Ditambah PP V1 = 4,4 ml

- Dititrasi dengan NaOH 2N

2 ERLENMEYER 1 Suhu ruang 30 0C

V = 44,2 ml

- Warna larutan menjadi merah


muda.

- Segera ditutup dan - Timbul panas

diletakkan dalam penangas - ρ etanol = 0,79


bertermostat pada suhu
kamar ± 1 minggu - ρ asam asetat = 1,042

- Dicatat suhu ruang


tempat penyimpanan
Nu r i na Kus u ma Ay u
P r a t i w i _ 1 0 3 1 9 4 2 0 4 _ P K B 2 0 1 0 | 16

Dititrasi dengan larutan


indikator PP setelah disimpan 1
minggu secara cepat)

3 ERLENMEYER 2 V2 = 30,8 ml

- Pada erlenmeyer timbul panas


dan bau

- Warna larutan menjadi merah


muda
- Diperlakukan
sama dengan - ρ etanol = 0,79

erlenmeyer 1 - ρ asam asetat = 1,042

4 ERLENMEYER 3 V3 = 20,6 ml

- Pada erlenmeyer timbul panas


dan bau

- Warna larutan menjadi merah


muda
- Diperlakukan
sama dengan - ρ etanol = 0,79

erlenmeyer 1 - ρ asam asetat = 1,042


Nu r i na Kus u ma Ay u
P r a t i w i _ 1 0 3 1 9 4 2 0 4 _ P K B 2 0 1 0 | 17

ERLENMEYER 4

5 V4 = 12,9 ml

- Pada erlenmeyer timbul panas


dan bau

- Diperlakukan - Warna larutan menjadi merah

sama dengan muda

erlenmeyer 1 - ρ etanol = 0,79

- ρ asam asetat = 1,042

PERHITUNGAN

Larutan Blanko = V NAOH = 4.4 ml

Mol ekivalen H+ = mol ekivalen NaoH

= 2 N x 4,4 ml = 8,8 mmol

Suhu ruang 300C

Pada label ρ etanol = 0,79

Pada label ρ asam asetat = 1,042

ERLENMEYER 1

V1 = 44,2 ml
Nu r i na Kus u ma Ay u
P r a t i w i _ 1 0 3 1 9 4 2 0 4 _ P K B 2 0 1 0 | 18

- Mencari mol mula etanol

ρ etanol = mV1 etanol

M = ρ etanol x V etanol

= 0,798 . 1 ml

n = gMr = 0,79846 = 0,0171 mol

- Mencari mol mula mula asam asetat

ρ asam asetat = mV → m = ρ asam asetat . v asam asetat

= 1,042 . 4 ml

= 4,17 g

n = gmr = 4,1760= 0,0695

mol H+ sisa = mol H+ total – mol blanko

= mol NaOH – mol Blanko

=V1.N – mol Blanko

= 88,4 – 8,8mmol

= 0,0796 mol

CH3COOH + C2H5OOH ↔ CH3COOC2H5 + H2O

M 0,0695 0,017

R -0,0101 -0,0101 -0,0101 -0,0101

___________________________________________________

S 0,0796 0,0272 -0,0101 -0,0101

[CH3COOH] = -0,0101mol/0,01 L = -1,01 M

[ C2H5OH] = 0,0277 mol/ 0,01 L = 2,72 M

[CH3COOC2H5] = 0,0796 mol/0,01 L = 7,96 M

Kc = CH3COOC2H5][CH3COOH] [C2H5OH]= -1,0121,6512=-0,0466


Nu r i na Kus u ma Ay u
P r a t i w i _ 1 0 3 1 9 4 2 0 4 _ P K B 2 0 1 0 | 19

ERLENMEYER 2

V = 30,8 ml

- Mencari mol mula etanol

ρ etanol = mV2 etanol

m = ρ etanol x V etanol

= 0,798 . 2 ml

=1,58

n = gMr = 1,59646 = 0,0343 mol

- Mencari mol mula mula asam asetat

ρ asam asetat = mV → m = ρ asam asetat . v asam asetat

= 1,042 . 3 ml

= 3,126 g

n = gmr = 3,12660= 0,05121 mol

mol H+ sisa

= mol H+ total – mol blanko

= mol NaOH – mol Blanko

= 30,8 . 2 – 8,8mmol

= 0,0528 mol

CH3COOH + C2H5OOH → CH3COOC2H5 + H2O

M 0,05121 0,0343

R -0,0007 -0,0007 -0,0007 -0,0007

___________________________________________________

S 0,0528 0,035 -0,0007 -0,0007


[CH3COOH] = 0,0528mol/0,01 L = 5,28 M
Nu r i na Kus u ma Ay u
P r a t i w i _ 1 0 3 1 9 4 2 0 4 _ P K B 2 0 1 0 | 20

[ C2H5OH] = 0,035mol/ 0,01 L = 3,5 M

[CH3COOC2H5] = -0,0007mol/0,01 l = -0,07 M

Kc = CH3COOC2H5][CH3COOH] [C2H5OH]= -0,07 18,48=-0,0038

ERLENMEYER 3

V3 = 20,6 ml

- Mencari mol mula etanol

ρ etanol = mV2 etanol

M = ρ etanol x V etanol

= 0,798 . 3 ml

= 2,394

n = gMr = 2,39446 = 0,0515 mol

- Mencari mol mula mula asam asetat

ρ asam asetat = mV → m = ρ asam asetat . v asam asetat

= 1,042 . 2 ml

= 2,084 g

n = gmr = 2,08461= 0,0347 mol

mol H+ sisa

= mol H+ total – mol blanko

= mol NaOH – mol Blanko

= V3.N – mol Blanko

= 20,6 . 2 – 8,8mmol

= 0,0324 mol

CH3COOH + C2H5OOH → CH3COOC2H5 + H2O


Nu r i na Kus u ma Ay u
P r a t i w i _ 1 0 3 1 9 4 2 0 4 _ P K B 2 0 1 0 | 21

M 0,0347 0,0515

R 0,0023 0,0023 0,0023 0,0023


___________________________________________________

S 0,0324 0,0492 0,0023 0,0023

[CH3COOH] = 0,0324mol/0,01 L = 3,24 M

[ C2H5OH] = 0,0492mol/ 0,01 L = 4,92 M

[CH3COOC2H5] = 0,023mol/0,01 L = 0,23 M

Kc = CH3COOC2H5][CH3COOH] [C2H5OH]= 0,2315,9408=0,0144

ERLENMEYER 4

V4 = 12,9 ml

- Mencari mol mula etanol

ρ etanol = mV2 etanol

M = ρ etanol x V etanol

= 0,798 . 12,9 ml

= 3,16 g

n = gMr = 3,19246 = 0,0687mol

- Mencari mol mula mula asam asetat

ρ asam asetat = mV → m = ρ asam asetat . v asam asetat

= 1,042 . 1 ml

= 1.042 g

n = gmr = 1,04260= 0,01736 mol

mencari mol H+ sisa

= mol H+ total – mol blanko

= mol NaOH – mol Blanko


Nu r i na Kus u ma Ay u
P r a t i w i _ 1 0 3 1 9 4 2 0 4 _ P K B 2 0 1 0 | 22

= V3.N – mol Blanko

= 12,9.2 – 8,8mmol

= 0,017 mol

CH3COOH + C2H5OOH → CH3COOC2H5 + H2O

M 0,01736 0,0687

R 0,00036 0,00036 0,00036 0,00036

___________________________________________________

S 0,017 0,06834 0,00036 0,00036

[CH3COOH] = 0,017 mol/0,01 L = 1,7 M

[ C2H5OH] = 0,06834mol/ 0,01 L = 6,834 M

[CH3COOC2H5] = 0,00036mol/0,01 l = 0,036 M

Kc = CH3COOC2H5][CH3COOH] [C2H5OH]= 0,03611,6365


=0,0031

Kc Rata rata = -0,0480 +(-0,0038) + 0,0144 +0,00314= 0,008575

2. Sebagai katalis, karena pada dasarnya reaksi esterifikasi berlangsung sangat


lambat. Sehingga diperlukan suatu katalis

3. C2H5OOH(aq) + CH3COOH(aq) ↔ CH3COOC2H5(aq) + H2O(aq)

4. Kc Erlenmeyer 1 = -0,0480

Kc Erlenmeyer 2 = -0,0038

Kc Erlenmeyer 3 = 0,0144

Kc Erlenmeyer 4 = 0,0031
Nu r i na Kus u ma Ay u
P r a t i w i _ 1 0 3 1 9 4 2 0 4 _ P K B 2 0 1 0 | 23

LAMPIRAN
PERHITUNGAN

Larutan Blanko = V NAOH = 4.4 ml


Mol ekivalen H+ = mol ekivalen NaoH

= 2 N x 4,4 ml = 8,8 mmol

Suhu ruang 300C

Pada label ρ etanol = 0,79

Pada label ρ asam asetat = 1,042

ERLENMEYER 1

V1 = 44,2 ml

- Mencari mol mula etanol

ρ etanol = mV1 etanol

M = ρ etanol x V etanol

= 0,798 . 1 ml

n = gMr = 0,79846 = 0,0171 mol

- Mencari mol mula mula asam asetat

ρ asam asetat = mV → m = ρ asam asetat . v asam asetat

= 1,042 . 4 ml

= 4,17 g

n = gmr = 4,1760= 0,0695

mol H+ sisa = mol H+ total – mol blanko

= mol NaOH – mol Blanko

=V1.N – mol Blanko

= 88,4 – 8,8mmol
Nu r i na Kus u ma Ay u
P r a t i w i _ 1 0 3 1 9 4 2 0 4 _ P K B 2 0 1 0 | 24

= 0,0796 mol

CH3COOH + C2H5OOH ↔ CH3COOC2H5 + H2O

M 0,0695 0,017

R -0,0101 -0,0101 -0,0101 -0,0101

___________________________________________________

S 0,0796 0,0272 -0,0101 -0,0101

[CH3COOH] = -0,0101mol/0,01 L = -1,01 M

[ C2H5OH] = 0,0277 mol/ 0,01 L = 2,72 M

[CH3COOC2H5] = 0,0796 mol/0,01 L = 7,96 M

Kc = CH3COOC2H5][CH3COOH] [C2H5OH]= -1,0121,6512=-0,0466

ERLENMEYER 2

V = 30,8 ml

- Mencari mol mula etanol

ρ etanol = mV2 etanol

m = ρ etanol x V etanol

= 0,798 . 2 ml

=1,58

n = gMr = 1,59646 = 0,0343 mol

- Mencari mol mula mula asam asetat

ρ asam asetat = mV → m = ρ asam asetat . v asam asetat

= 1,042 . 3 ml

= 3,126 g

n = gmr = 3,12660= 0,05121 mol

mol H+ sisa
Nu r i na Kus u ma Ay u
P r a t i w i _ 1 0 3 1 9 4 2 0 4 _ P K B 2 0 1 0 | 25

= mol H+ total – mol blanko

= mol NaOH – mol Blanko

= 30,8 . 2 – 8,8mmol

= 0,0528 mol

CH3COOH + C2H5OOH → CH3COOC2H5 + H2O

M 0,05121 0,0343

R -0,0007 -0,0007 -0,0007 -0,0007

___________________________________________________

S 0,0528 0,035 -0,0007 -0,0007


[CH3COOH] = 0,0528mol/0,01 L = 5,28 M

[ C2H5OH] = 0,035mol/ 0,01 L = 3,5 M

[CH3COOC2H5] = -0,0007mol/0,01 l = -0,07 M

Kc = CH3COOC2H5][CH3COOH] [C2H5OH]= -0,07 18,48=-0,0038

ERLENMEYER 3

V3 = 20,6 ml

- Mencari mol mula etanol

ρ etanol = mV2 etanol

M = ρ etanol x V etanol

= 0,798 . 3 ml

= 2,394

n = gMr = 2,39446 = 0,0515 mol

- Mencari mol mula mula asam asetat

ρ asam asetat = mV → m = ρ asam asetat . v asam asetat

= 1,042 . 2 ml
Nu r i na Kus u ma Ay u
P r a t i w i _ 1 0 3 1 9 4 2 0 4 _ P K B 2 0 1 0 | 26

= 2,084 g

n = gmr = 2,08461= 0,0347 mol

mol H+ sisa

= mol H+ total – mol blanko

= mol NaOH – mol Blanko

= V3.N – mol Blanko

= 20,6 . 2 – 8,8mmol

= 0,0324 mol

CH3COOH + C2H5OOH → CH3COOC2H5 + H2O

M 0,0347 0,0515

R 0,0023 0,0023 0,0023 0,0023


___________________________________________________

S 0,0324 0,0492 0,0023 0,0023

[CH3COOH] = 0,0324mol/0,01 L = 3,24 M

[ C2H5OH] = 0,0492mol/ 0,01 L = 4,92 M

[CH3COOC2H5] = 0,023mol/0,01 L = 0,23 M

Kc = CH3COOC2H5][CH3COOH] [C2H5OH]= 0,2315,9408=0,0144

ERLENMEYER 4

V4 = 12,9 ml

- Mencari mol mula etanol

ρ etanol = mV2 etanol

M = ρ etanol x V etanol

= 0,798 . 12,9 ml

= 3,16 g
Nu r i na Kus u ma Ay u
P r a t i w i _ 1 0 3 1 9 4 2 0 4 _ P K B 2 0 1 0 | 27

n = gMr = 3,19246 = 0,0687mol

- Mencari mol mula mula asam asetat

ρ asam asetat = mV → m = ρ asam asetat . v asam asetat

= 1,042 . 1 ml

= 1.042 g

n = gmr = 1,04260= 0,01736 mol

mencari mol H+ sisa

= mol H+ total – mol blanko

= mol NaOH – mol Blanko

= V3.N – mol Blanko

= 12,9.2 – 8,8mmol

= 0,017 mol

CH3COOH + C2H5OOH → CH3COOC2H5 + H2O

M 0,01736 0,0687

R 0,00036 0,00036 0,00036 0,00036

___________________________________________________

S 0,017 0,06834 0,00036 0,00036

[CH3COOH] = 0,017 mol/0,01 L = 1,7 M

[ C2H5OH] = 0,06834mol/ 0,01 L = 6,834 M

[CH3COOC2H5] = 0,00036mol/0,01 l = 0,036 M

Kc = CH3COOC2H5][CH3COOH] [C2H5OH]= 0,03611,6365


=0,0031

Kc Rata rata = -0,0480 +(-0,0038) + 0,0144 +0,00314= 0,008575

DAFTAR PUSTAKA
Nu r i na Kus u ma Ay u
P r a t i w i _ 1 0 3 1 9 4 2 0 4 _ P K B 2 0 1 0 | 28

Atkins, PW. 1999. Physic Chemistry Jilid 1, fourth edition. Oxf ord university press

http://www.chem-is-try.org/kata_kunci/konstanta_kesetimbangan_reaksi/ (Diakses
tanggal 12 Maret 2012)

http://www.chem-is-
try.org/materi_kimia/sifat_senyawa_organik/alkohol1/reaksi_pengesteran_est
erifikasi/ (Diakses tanggal 12 Maret 2012)

Tjahjani, Siti. Nasruddin, Harun. Novita, dian. Buku petunjuk praktikum Kimia
Fisika II. Surabaya:Universitas Negeri SurabayaLAboratorium Kimia Fisika
2011